[ONESHOOT/EUNHYUK] Please, Forgive Me!

Title : Please, Forgive Me!

Author : Han

Cast :

• Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

• Yoo Jae In

Desclimer :

Please Correction~!! Thanks^^

 

 

 

Story Begin~!

 

 

Angin berhembus tak tentu arah menerbangkan dedaunan kesegala penjuru. Sekarang memasuki musim gugur, daun-daun mulai berubah warna.

Seorang wanita berdiri di depan sebuah pintu apartemen. Tangan halusnya terangkat untuk menekan bel. Tak berapa lama pintu itu terbuka.

“Apa Raehyun ada di dalam ?” Tanya wanita itu dengan seseorang yang membuka pintu yang ternyata Suji.

“Oh ne! Dia ada di dalam. Silahkan masuk!”

Kaki wanita itu terangkat melangkah masuk. Matanya menelisik dan menemukan Raehyun yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Oh, Jae In eonni. Tidak biasanya kau datang ke dorm ku. Ada apa ?” Tanya Raehyun.

Raut wajah wanita itu -Jae In- sedikit berubah sendu. Raehyun tahu jika wanita itu tengah dilanda masalah.

“Aku ingin bercerita tentang sesuatu yang penting. Apa kau tidak sibuk ?”

“Oh tidak, tidak. Aku tidak sibuk. Kalau begitu eonni tunggulah di kamarku. Aku akan membuatkan minuman untukmu.” Ujar Raehyun. Jae In mengangguk dan melangkahkan kakinya untuk masuk kekamar Raehyun.

 

 

:: :: :: :: ::

 

 

Kedua wanita ini masih bungkam. Mereka menikmati jus yang dibuat Raehyun dengan duduk di balkon kamar Raehyun. Jae In meletakkan jus nya dan memandang langit sore yang di hiasi oleh burung-burung beterbangan.

“Aku sedang bingung.” Ucap Jae In memulai pembicaraan. “Beberapa hari yang lalu, adik sepupuku mengatakan jika ia melihat Eunhyuk bersama seorang wanita di sebuah kafe.” Lanjutnya.

Jae In adalah istri Eunhyuk. Mereka telah menikah selama 4 tahun dan telah memiliki seorang anak laki-laki berumur 3 tahun.

“Lalu ?” Sahut Raehyun.

“Apa mungkin jika Eunhyuk telah berselingkuh ?!” Tanya Jae In menerka-nerka.

“Mwo ? Eunhyuk oppa berselingkuh ? Eiiyy.. Yang benar saja ?! Kurasa dia bukan orang yang suka berselingkuh!” Tanggap Raehyun.

“Sikapnya akhir-akhir ini berubah, terhitung sudah 5 bulan ini dia berubah. Dia sering kali pulang larut dan jarang menghubungiku. Dan kurasa parfum nya sedikit aneh. Apa salah jika aku mencurigainya ?”

“Hmm… Tentu saja tidak. Eonni juga harus mempunyai kewaspadaan yang tinggi. Apalagi Eunhyuk oppa seorang selebriti yang banyak dikelilingi gadis-gadis.”

“Lalu aku harus bagaimana ?!” Tanya Jae In frustasi. Raehyun tampak berfikir.

“Hmm.. Eonni, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu.” Jae In memandang Raehyun. “Disebuah negara hidup sepasang suami istri yang umurnya tidak lagi muda, 50-an kurasa, mungkin juga lebih. Mereka telah mempunyai anak bahkan cucu. Suatu ketika, anak perempuan dari pasangan itu berkata pada ibunya jika ayahnya telah berselingkuh dengan seorang janda yang rumahnya tak jauh dari rumah pasangan suami-isteri itu.”

“Didalam hati mungkin saja ia merasa sakit hati. Tapi ia tak berkata apa-apa pada anaknya itu. Dan benar saja, sang suami setiap sore selalu pergi dengan pakaian rapi. Satu kali, dua kali, sang isteri masih saja diam, berpura-pura tidak tahu. Sampai yang ketiga kali, saat sang suami akan pergi, sang isteri memberinya bekal, suaminya pun menerima itu. Ia memakan bekal itu dengan selingkuhannya.”

Jae In mendengarkan kisah itu dengan seksama.

“Terus menerus. Setiap sang suami akan pergi, sang isteri terus memberinya bekal. Sampai berkali-kali. Anak perempuannya juga berkali-kali mengatakan bahwa ayahnya telah berselingkuh, namun lagi-lagi ibunya itu tak berkata apa-apa.”

“Ck. Terbuat dari apa hati wanita itu ?!” Gumam Jae In sambil menggelengkan kepala. Raehyun tersenyum mendengar itu.

“Akhirnya Tuhan yang baik telah menyembuhkan hati suaminya. Suaminya sadar dengan apa yang telah ia perbuat. Suaminya itu pun meminta maaf pada sang isteri. Dan yah, rumah tangga mereka baik-baik saja hingga saat ini.”

“Raehyun-ah, apa itu benar-benar terjadi didunia ini ?! Masih adakah wanita seperti itu ?!” Ucap Jae In.

“Menurutmu bagaimana Eonni ? Apakah cerita itu benar-benar ada ?! Kau Eonni. Kau lah yang akan menjadi wanita seperti itu.”

“Aku percaya Raehyun-ah, cerita itu pasti benar-benar ada. Aku ?!”

“Iya Eonni.” Jae In menengadahkan kepalanya, matanya terpejam dan menghembuskan nafas berat. Kemudian ia tersenyum.

“Kau benar! Aku harus mencontoh wanita itu. Kalau begitu aku pergi. Terimakasih atas ceritamu itu.” Mereka berpelukkan sebelum Jae In benar-benar pergi dari dorm.

 

 

:: :: :: ::

 

 

Jam makan malam sebentar lagi tiba. Jae In terlihat tengah sibuk menata makanan di meja makan. Anak laki-laki nya, Ji Hoon duduk di kursi khusus untuk dirinya.

 

 

Ting~

Pintu apartemen terbuka. Eunhyuk masuk dengan tas hitam dilengannya.

“Yeobo, kau sudah pulang ? Aku telah menyiapkan makan malam untuk kita.” Ujar Jae In dengan berjalan mendekati suaminya dan mengambil alih tasnya..

“Aku sudah makan diluar. Sekarang aku sedikit lelah, kau makanlah sendiri.” Ucap Eunhyuk.

Jae In tersenyum. “Baiklah. Kau istirahatlah dikamar. Apa mau aku buatkan teh bunga sakura ?” Tawar Jae In.

“Tidak perlu. Aku ingin tidur saja.”

Jae In mengangguk dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.

“Appa!!” Panggil Ji Hoon saat melihat ayahnya melewatinya begitu saja. Jae In berjalan mendekati anaknya.

“Jangan sekarang ya sayang. Appa sedang lelah. Ji Hoon besok saja bermain dengan Appa, eoh ?”

Ji Hoon mengangguk dengan kecewa. Ia ingin sekali bermain bersama ayahnya, karena ia merasa mereka jarang sekali bermain bersama.

“Kita makan sekarang ya ?”

 

 

:: :: :: ::

 

 

Eunhyuk baru saja keluar dari kamar mandi. Ia melihat ponselnya berkedip lama menandakan ada sebuah panggilan masuk.

“Oh Chagiya! Waegeure ?!” Tanya Eunhyuk dengan suara lembutnya. Ternyata selingkuhannya -Hae Sol- yang menghubunginya malam-malam.

“Aku ingin kau menemaniku membeli gaun untuk pesta ulang tahun temanku.” Ucap Hae Sol diseberang sana.

“Baiklah. Besok aku akan menjemputmu jam 3 sore…”

 

 

Ceklek~

Pintu kamar terbuka menampakkan Jae In dengan piyama kuningnya. Ia tampak cantik dengan rambut panjang cokelatnya yang terurai.

“Besok, aku akan menghubungimu lagi.” Eunhyuk tergagap, dengan cepat ia meletakkan kembali ponselnya.

“Telepon dari siapa ? Donghae ?” Tanya Jae In dan duduk di sebelah Eunhyuk.

“Eo-eoh..”

“Baiklah. Aku tidur dulu.”

“Hmm…”

 

Hening. Eunhyuk masih belum merubah posisinya. Ia masih bersandar di tempat tidur. Jae In tidur membelakangi Eunhyuk. Sebenarnya wanita itu belum tidur. Jae In membalikkan tubuhnya menatap Eunhyuk.

“Aku tidak tahu apa yang telah terjadi denganmu, sampai kau berubah seperti ini. Aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan masalahmu padaku sekarang. Tapi, apapun masalahmu atau apapun yang tengah terjadi padamu, aku mohon… Jangan abaikan anak kita. Ia terlihat tidak bersemangat karena merindukanmu.”

Jae In kembali memutar tubuhnya untuk membelakangi Eunhyuk. Eunhyuk diam. Ia menatap punggung isterinya. Satu jam kemudian ia ikut membaringkan tubuhnya. Memeluk tubuh itu dari belakang.

“Mianhae…” Bisik Eunhyuk di telinga kanan isterinya yang telah terlelap.

 

 

:: :: :: ::

 

 

Seorang gadis berdiri didepan Eunhyuk dan Hae Sol dengan tatapan tak percaya. Matanya berair menandakan sebentar lagi ia akan menjatuhkan tetesan air dari matanya. Ye Jin, nama gadis itu. Ia adalah adik sepupu dari Jae In.

Ye Jin hari ini pergi ke butik langganannya untuk membeli beberapa potong baju. Namun, bukannya mendapatkan baju yang ia inginkan, ia malah memergoki kakak sepupu iparnya yang tengah menemani selingkuhannya berbelanja.

Eunhyuk didalam hati bertanya-tanya, dari banyaknya toko yang ada di Cheondam-dong ini kenapa ia harus bertemu dengan adik ipar nya itu disini ?. Oh! Mungkin Eunhyuk lupa jika butik itu adalah salah satu butik favorite isterinya dan keluarga, termasuk Ye Jin.

Ye Jin menekuk tangannya di depan dada, memandang kedua orang itu remeh dan tersenyum sinis.

“ChH… Bagaimana bisa seorang laki-laki yang sudah beristeri berjalan-jalan dengan wanita lain sedangkan dirumah isterinya tengah mengurus anak ?! Cih.. Benar-benar!!”

“Ye-Ye Jin-ah.. Kami hanya berteman. Sungguh!” Ucap Eunhyuk tergagap. Hae Sol di sampingnya melirik tak perduli ke arah Ye Jin yang tengah tersenyum sinis itu. Ia bahkan asyik memilih-milih gaun.

“Sudahlah Oppa. Aku sudah tahu kelakuanmu ?! Apa yang kurang dari Eonni ku, eoh ?! Katakan!!! Apa yang kurang sampai-sampai kau harus berpaling darinya ?!” Teriak Ye Jin yang mengundang perhatian seluruh penghuni butik yang lumayan besar ini.

“Yak!! Ahjumma, memangnya tidak ada laki-laki lain diluar sana sampai kau harus merebut suami kakak-ku, eoh ?!” Teriak Ye Jin lagi. “Akan kupastikan jika kau merebut suami orang lain, maka suami-mu nanti pun akan direbut orang!!” Lanjutnya. Ia keluar dari butik itu dan tak menghiraukan panggilan Eunhyuk.

 

 

:: :: :: ::

 

 

BRAKK~

Sebuah pintu di tutup dengan keras oleh Ye Jin yang baru saja masuk membuat seseorang yang ada didalam terlonjak kaget.

“EONNI~!!”

Ye Jin mendekati Jae In yang tengah mengepel lantai dengan wajah yang memerah dan mata berair.

“Ye Jin-ah, ada apa ? Kenapa kau menangis ?!” Tanya Jae In khawatir.

“Eonni! Bagaimana bisa kau mengepel dirumah sedangkan suami mu diluar sana sedang bermesraan dengan wanita lain, eoh ?! BAGAIMANA BISA?!” Teriak Ye Jin. Jae In tahu apa yang tengah dibicarakan oleh Ye Jin.

“Ye Jin-ah..” Panggil Jae In lirih. Ia ikut berkaca-kaca melihat air mata Ye Jin yang mengalir dengan begitu derasnya. Ia berjalan mendekati Ye Jin dan memeluknya.

“Kenapa Eonni ?! Kenapa kau diam saja ?! Padahal aku yakin jika kau sudah tahu kalau Eunhyuk oppa telah berselingkuh. Kenapa Eonni ? Kenapa ?!”

“Sudahlah Ye Jin. Aku tahu apa yang aku lakukan..”

“Tidak Eonni !! Jika aku sekali lagi melihat Eunhyuk oppa dengan wanita itu, maka aku tidak tinggal diam. Aku akan memberitahukan semuanya kepada Imo.” Kata Ye Jin dengan melepaskan pelukan Jae In.

“Aku mohon Ye Jin-ah. Jangan lakukan itu. Ini masalahku, biarkan aku menyelesaikannya sendiri.”

“Tidak Eonni!! Aku tetap akan….”

“Aku mohon Ye Jin-ah. Jika kau tak mau melakukan itu demi aku, maka lakukanlah demi Ji Hoon. Aku mohon” potong Jae In memelas. Ye Jin menatap Jae In sendu. Ia sadar, mungkin kakak-nya ini telah terluka lebih dari yang dia tahu.

“Baiklah Eonni. Tapi aku juga minta, Eonni jangan memaksakan semua ini.”

“Hmm…” Jae In dan Ye Jin kembali berpelukan.

 

 

:: :: :: ::

 

 

Kejadian itu telah berlalu. 3 bulan telah berlalu. Itu artinya Eunhyuk telah berselingkuh selama 8 bulan. Jae In masih berpura-pura tidak mengetahui tentang perselingkuhan suaminya. Bahkan satu bulan yang lalu saat ia berbelanja dengan Ji Hoon di supermarket ia melihat Eunhyuk yang saat itu juga tengah berbelanja dengan Hae Sol. Ia terus berkata ‘kenapa dunia ini sempit sekali, sampai ia bisa bertemu dengan suaminya yang sedang bersama orang lain ?’

Saat itu ia memang mendekati Eunhyuk karena Ji Hoon telah melihat Eunhyuk lebih dulu, mau tak mau ia harus mendekati suaminya. Ia berpura-pura melihat Donghae yang berada tak jauh dari mereka. Ia bahkan masih sangat ingat percakapan mereka waktu itu.

“Yeobo.. Kau berbelanja dengan Donghae ?!” Tanya Jae In sambil menunjuk seseorang yang memang tingginya sama dengan Donghae, laki-laki yang ditunjuk oleh Jae In juga memakai topi seakan tengah menyamar.

“Eo-eoh.. Aku bersama Donghae!”

Sakit. Sebenarnya ia sangat tidak mentoleransi apapun yang berbau perselingkuhan. Tapi sekarang ? Sepertinya ia harus bisa mentoleransi hal itu.

 

Tidak hanya itu. Ia bahkan semakin sering memergoki Eunhyuk yang tengah bersama Hae Sol. Ia tahu nama selingkuhan suaminya itu. Hae Sol seorang model. Sama seperti dirinya, bedanya kini ia tidak lagi menjadi model. Ia memilih untuk mengurus keluarga kecilnya.

Ia terkadang berfikir. Apa yang salah dari dirinya sampai Eunhyuk harus berpaling darinya. Apa ia kurang cantik ? Kurang seksi ? Kurang baik ? Atau kurang perhatian ?.

 

Jae In tengah menikmati angin akhir musim gugur di temani dengan teh bunga sakura. Ia duduk di balkon kamar sendiri. Hanya ada ia dan Ji Hoon di apartemen itu. Eunhyuk pergi melakukan konser tunggalnya dengan Super Junior.

Jae In mengambil ponselnya dan mencari nomor telepon Raehyun disana.

“Yeoboseyo. Raehyun-ah, kau sedang apa ?”

“—Ne Eonni. Aku baru saja masuk van, mau kembali ke dorm. Ada apa ?!—”

“Aahh… Kau baru selesai show ?”

“—Ne.. Hari ini aku sibuk sekali, setelah ini aku harus ke Jeju—”

“Ah, kau sedang sibuk ya ? Maaf aku mengganggumu.”

“—Aniyo Eonni. Bukankah tadi aku bilang sedang ada didalam van ?! Tentu saja tidak menganggu. Ada apa Eonni ? Ingin bercerita sesuatu ?—”

Jae In tersenyum, “Kenapa kau bisa tahu jika aku ingin bercerita padamu ?!”

Diseberang sana Raehyun tertawa, “—tentu saja. Terdengar jelas lewat suaramu. Ada apa ? Katakanlah!—”

Jae In terlihat menghembuskan nafas sejenak. “Sepertinya aku menyerah. Aku tidak bisa lagi mentoleransinya. Aku benci hal ini. Aku tidak bisa bertahan lagi Raehyun-ah..”

“—Eonni…—”

“Mianhae Raehyun-ah, aku tidak bisa seperti wanita itu yang bisa menunggu suaminya sampai menyadari sendiri perbuatannya. Aku tidak bisa..”

 

 

:: :: :: ::

 

 

Atmosfer kamar hotel ini tampak sedikit berbeda. Ada Eunhyuk, Donghae, Kyuhyun dan Yesung disana. Donghae menepuk bahu Eunhyuk yang duduk di pinggir ranjang. Begitupun Yesung. Ia terlihat merangkul Kyuhyun yang menggenggam sebuah ponsel.

 

Beberapa menit yang lalu,

Hari ini, Super Junior mengadakan konser di Hongkong. Selesai Konser mereka kembali ke kamar masing-masing. Eunhyuk, Donghae, Kyuhyun dan Yesung ada di kamar yang sama.

Peristiwa yang mengubah atmosfer di kamar ini berubah adalah ketika Eunhyuk terlihat tengah melakukan panggilan dengan seseorang. Kyuhyun tahu mengenai permasalahan keluarga kecil Eunhyuk, tentu saja karena Raehyun memberitahunya.

Tanpa Raehyun memberitahunya pun sebenarnya Kyuhyun tahu jika ada sesuatu yang salah dengan Eunhyuk. Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan langsung merebut ponsel Eunhyuk.

“Yak!! Apa yang kau lakukan ?!” Teriak Eunhyuk tidak terima.

“Hyung.. Sudahlah, kau harus sadar jika kau mempunyai seorang isteri dan anak. Kenapa kau mencari wanita lain, eoh ?! Itu tidak baik hyung!”

“Kau tidak perlu ikut campur dengan masalahku Cho Kyuhyun!! Urusi saja urusanmu sendiri. Sekarang kembalikan ponselku.”

“Hyung.. Pikirkan anakmu Ji Hoon dan isterimu, Jae In nuna. Bagaimana jika sekarang posisinya dibalik ? Jae In nuna berselingkuh, bagaimana perasaanmu ?!”

“Yak!!! Dia tidak akan melakukan itu!!” Teriak Eunhyuk. Donghae dan Yesung yang ada didalam kamar itu pun mendekati Eunhyuk dan Kyuhyun. Mereka sedikit terkejut dengan kata ‘berselingkuh’.

“Kenapa dia tidak bisa melakukan itu ?! Bahkan dia bisa meninggalkanmu sekarang juga!” Ucap Kyuhyun yang semakin membuat Eunhyuk naik darah.

“YAK!!!” Teriak Eunhyuk. Donghae mencegah Eunhyuk yang berniat untuk mendekati Kyuhyun. Ia berusaha untuk menenangkan Eunhyuk.

 

“Hyung..” Panggil Kyuhyun setelah mereka terdiam selama 10 menit. “Tinggalkan wanita itu dan kembali kepada keluarga kecilmu.”

“Bukankah sudah kukatakan untuk tidak ikut campur dengan urusanku, Cho Kyuhyun ?!”

“Hyung.. Kau itu tidak ada bakat untuk menjadi orang yang berselingkuh.” Eunhyuk menatap Kyuhyun tak mengerti. “Haha.. Kau bodoh, Hyung! Bodoh! Kau tidak boleh kehilangan Jae In nuna Hyung. Karena apa ? Dia wanita yang sangat sabar menghadapi laki-laki seperti dirimu.”

“Mwo ?”

“Sebenarnya nuna tahu apa yang telah kau lakukan diluar sana Hyung. Ia tahu kau telah mengkhianati cintanya. Bahkan saat kau baru saja memulainya. Bisa kau bayangkan hyung bagaimana perasaannya ketika ia harus berpura-pura tidak mengetahui apa-apa ? Berpura-pura tidak melihatmu, bahkan saat kau ada didepannya dengan wanita lain.”

“Ia bahkan mengutuk dunia ini, kenapa dia harus melihat mu bersama wanita itu dimana-mana ?! Di jalan, supermarket, butik. Kau telah menyakitinya selama 8 bulan ini hyung. Bahkan aku bisa pastikan, jika kau kembali ke Seoul nanti semuanya sudah berakhir. Maka dari itu hyung, kumohon sadarlah!”

Eunhyuk memijat keningnya. Donghae masih setia disampingnya. Sekarang ia ragu. Kenangannya bersama Jae In kembali terulang. Saat mereka masih berpacaran, saat Eunhyuk melamarnya di bawah menara Eiffel, saat pernikahan mereka, saat anak pertamanya lahir. Tanpa ia sadari, air mata nya terjatuh.

“A-aku menyesal. Maafkan aku, hiks”

 

 

:: :: :: ::

 

 

Jae In sedang berada diruang bermain menemani Ji Hoon bermain. Tiba-tiba pintu ruang bermain terbuka. Jae In sedikit terkejut dengan kedatangan Eunhyuk. Ia pikir suaminya itu akan menghabiskan waktunya seharian bersama Hae Sol. Seperti waktu-waktu yang lalu.

“Appa!!!” Pekik Ji Hoon. Ia beranjak dan berlari kearah ayahnya. Eunhyuk menangkapnya dan menggendongnya.

“Hai anak Appa yang tampan. Bagaimana kabarmu ? Kau baik-baik saja kan ?”

“Ne Appa. Ji Hoon baik-baik saja. Apa kemana saja ?! Appa tidak pernah menemani Ji Hoon bermain lagi.” Ji Hoon sedikit menunduk dan raut wajahnya berubah.

“Ji Hoon-ah, turun dari gendongan Appa sayang. Appa sedang lelah karena baru pulang” sahut Jae In yang berniat mengambil alih Ji Hoon.

“Tidak! Appa tidak lelah. Ayo kita bermain.” Eunhyuk menurunkan Ji Hoon dan mulai bermain bersama anaknya itu.

“Kau sudah makan ?! Mau kumasakan sesuatu ?!” Tanya Jae In tiba-tiba.

“Aku ingin makan kimchi dan kentang goreng.” Jawab Eunhyuk disertai senyum hangat dan suara lembutnya.

“Baiklah. Aku akan membuatkannya.” Jae In keluar dari ruang bermain dan mulai memasak.

 

 

:: :: :: ::

 

 

Eunhyuk dan Jae In duduk berdampingan di sofa ruang bermain Ji Hoon. Mata mereka asyik memperhatikan Ji Hoon yang tengah bermain dengan beberapa robot miliknya.

“Aku ingin kau menandatangani ini!” Jae In menyodorkan sebuah amplop coklat. Kening Eunhyuk berkerut. Ia menerima amplop itu dan membukanya.

“Ini apa ?!! Kau.. Kau ingin bercerai dariku ?” Pekik Eunhyuk terkejut. Ia tidak menyangka jika ia akan menerima surat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Ne.. Kurasa kau sudah tahu alasannya. Jadi, aku tidak perlu mengatakkan apa-apa lagi.”

“Sayang, aku mohon. Beri aku kesempatan kedua. Aku tahu aku salah. Aku telah melukaimu. Aku mohon maafkan aku. Aku tidak bisa kehilanganmu. Aku membutuhkanmu.”

Jae In tersenyum, terlihat seperti senyuman miris. “Kau bisa hidup tanpaku, dan kau tidak membutuhkanku Oppa.”

 

 

Degg–

“O-oppa ?” Gumam Eunhyuk lirih. Ia menunduk, ia tahu arti dari panggilan itu. Jae In tidak akan pernah memanggilnya dengan sebutan Oppa. Bahkan saat mereka sedang marah pun, Jae In tidak pernah memanggilnya dengan sebutan Oppa. Apa itu artinya tidak ada kesempatan ke dua ?!

“Aku mohon maafkan aku. Aku menyesal telah melakukan itu. Aku menyesal telah mengkhianatimu. Aku menyesal, tolong maafkan aku.!” EunHyuk bersimpuh dikaki Jae In dengan berlinang air mata.

“Kau bahkan tahu Oppa, jika aku membenci sebuah pengkhianatan. Dan kau juga tau jika aku tidak akan memberi ampun pada hal yang bernama pengkhianatan. Selama ini aku bertahan karena Ji Hoon. Jika tidak ada Ji Hoon, mungkin saja aku sudah pergi jauh darimu.”

“Tolong maafkan aku. Aku bahkan berniat untuk memperbaiki semuanya setelah pulang dari Hongkong. Tapi kau tiba-tiba memberiku surat cerai. Tolong maafkan aku dan berikan kesempatan kedua untukku.” Eunhyuk kembali memelas.

“Aku mungkin bisa memaafkanmu karena kau ayah Ji Hoon. Tapi kalau kesempatan kedua..” Jae In menggelengkan kepalanya. “Aku tidak bisa memberikannya.”

“Sayang.. Berikan aku kesempatan kedua. Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Hae Sol 3 hari yang lalu. Percayalah padaku!”

“Bagaimana bisa aku percaya padamu setelah kau mengkhianatiku ?!” Pekik Jae In. Eunhyuk tertunduk.

“Sayang berikan aku kesempatan kedua.”

Jae In berdiri dari duduknya, membuat Eunhyuk ikut berdiri.

“Sekali lagi aku katakan, aku tidak bisa memberikannya. Dan untuk masalah orang tua kita, biar aku yang mengatakan kepada mereka.” Jae In meraih knop pintu dan pergi dari ruang bermain Ji Hoon.

Eunhyuk mengejarnya. “Sayang, aku mohon percaya padaku. Jika kau tidak percaya, kau bisa menghubungi Donghae, Yesung atau Kyuhyun. Ya! Mereka semua mendengar pembicaraanku. Ku mohon percayalah padaku.” Katanya dengan memaksa Jae In untuk menerima ponselnya.

Eunhyuk berlutut dan memeluk salah satu kaki Jae In. “Aku mohon sayang, maafkan aku dan jangan tinggalkan aku. Percayalah padaku. Aku mohon sayang, berikan kesempatan kedua padaku.”

Eunhyuk terus saja menggumamkan agar Jae In memaafkannya. Laki-laki itu juga masih memeluk kaki kanan Jae In, benar-benar menyedihkan.

Jae In tersenyum dan ikut terduduk dilantai. Ia bisa melihat wajah sembab suaminya. “Aku percaya padamu. Aku memaafkanmu dan aku memberimu kesempatan kedua..” Lirih Jae In, sebenarnya ia sudah tahu jika Eunhyuk sudah tidak berhubungan dengan wanita itu lagi, tentu saja Raehyun yang memberitahunya. Ia melakukan ini, karena ingin memberikan sedikit ‘pelajaran’ untuk suaminya itu.

Jae In mendekatkan bibirnya ke bibir Eunhyuk. Mengecup bibir milik suaminya. Eunhyuk yang masih terkejut tidak melakukan pergerakkan apapun. Jae In melepaskan ciumannya.

“Ka-kau benar-benar memaafkanku dan tidak akan meninggalkanku ?!”

Jae In mengangguk. Eunhyuk tersenyum bahagia dan memeluk Jae In posesif. Nafasnya memburu karena bahagia.

Mata mereka saling menatap, wajah mereka saling berdekatan, beberapa centi lagi bibir mereka saling menempel…

 

 

 

“Eomma!! Ji Hoon ingin kekamar mandi!”

 

:: :: :: ::

 

 

End_

 

 

Bikin FF ini karena merasa ‘egh’ dengan drama-drama taiwan dan korea yang bertema-kan perselingkuhan yang suka ditonton Mama ku^^ sempat bingung menentukan cast cowok; Eunhyuk, Donghae atau Heechul ? Akhirnya keputusannya jatuh pada Eunhyuk. Mohon maaf jika tidak berkenan dengan pemilihan cast-nya. Terimakasih^^

 

Advertisements

2 thoughts on “[ONESHOOT/EUNHYUK] Please, Forgive Me!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s