[ONESHOOT/DONGHAE] DIARY OF HAENA [SQUEL Of TRUE LOVE]

 

Sebelumnya.. [ONESHOOT/DONGHAE] TRUE LOVE

 

Author : KyuWonHee  a.k.a  KWH

Cast     : Cho Kyuhwon, Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Genre : Romance, Family, Angst

Rating : General

Lenght             : Oneshot

Facebook         : Riani Ndriani ( https://www.facebook.com/riani.nuradit  )

Link note             : https://www.facebook.com/riani.nuradit/notes

 

 

Reading Commen Like , please..

 

Tahun terus berlalu, kini sudah beberapa tahun sejak kepergian Haena. Begitu banyak hal yang berubah setelah kepergiannya. Tapi kepergiannya tak berpengaruh atas cinta orang yang telah bersamanya, mereka masih mencintai Haena. Dan hal itu juga yang terjadi pada dua namja yang dulu menjadi bagian darinya, Cho Kyuhyun dan Lee Donghae.

 

Paris –

“Donghae, kembalilah ke Korea. Lebih baik kau pergi dan jelaskan padanya. Dan jangan lupa berikan apa yang sudah seharusnya dikembalikkan padanya,” ucap Ny. Lee pada anaknya.

“Ne, eomma esok aku akan berangkat. Dan aku akan penuhi janjiku padanya,” ucap Donghae.

 

………

Waktu menunjukkan pukul 09 KST. Donghae telah sampai ditanah kelahirannya, Korea. Dan dia segera melangkahkan kakinya kepemakaman Haena.

“Annyeong, chagi-ya. Bagaimana kau disana?” ucapnya lalu meletakkan bunga. “Tak apa bukan ku panggil kau seperti itu? Mianhe, aku tak pernah mengunjungimu. Bukan karenaku tak ingin, tapi sekarang aku telah berkeluarga. Kali ini aku datang untuk tepati janjiku padamu beberapa tahun silam, kau masih ingat bukan? Akkkhhh ne, aku juga akan memberikan diarymu pada Kyuhyun. Mianhe, aku telah membacanya. Tapi aku cukup terkesan dengan tulisanmu tentangku meskipun akhirnya tak sesuai keinginanku. Terlepas dari itu, terima kasih dulu kau telah tulus mencintaiku. Baiklah kurasa cukup pertemuan kita dan setelah ini aku akan menemui Kyuhwon. Bye, Haena,” ucap Donghae lalu pergi.

 

……

 

Donghae telah berada dirumah Kyuhyun, rumah ini tampak sepi. Dia mencoba mengetuk pintunya dan ada seorang yeoja yang membukakan pintu.

“Mianhe, tuan ini siapa? Dan ada perlu apa?” tanya Yeoja itu pada.

“Saya Lee Donghae,” ucapnya memperkenalkan diri. Namun yeoja itu langsung memotong pembicaraan.

“Akkkkhhhh, apakah tuan ini appa tirinya Kyuhwon? “ tanyanya lagi.

“Bisa dibilang seperti itu,”

“Tuan, tapi Kyuhyun oppa dan Kyuhwon belum pulang. Kyuhwon mungkin baru pulang sekolah sore. Apa tuan mau menunggunya? Mungkin dia kangen dengan tuan,”

“Ne, nanti saya akan mengajak Kyuhwon jalan-jalan. Tolong sampaikan saja padanya jika saya menunggunya di Sungai Han dan ini nomor telpon saya. Akhhh ne, hampir saja lupa! Ini barang milik Haena, tolong berikan pada Kyuhyun, ”Ucap Donghae pada yeoja itu lalu memberikannya nomor telpon beserta barang-barang milik Haena dan segera pergi.

 

……

“Eomma, aku pulang,” ucap Kyuhwon pada eommanya.

“Akhirnya kau pulang juga,” Ucap Rana pada Kyuhwon.

“Memang ada apa eomma?” tanya Kyuhwon.

“Tadi appa tirimu datang mencarimu dan dia ingin bertemu denganmu di Sungai Han sepulang kau sekolah,”

“Donghae appa kah yang datang?”

“Ne, dan ini nomornya. Cepatlah hubungi dan temui dia,”

“Ne, eomma. Yasudah aku pergi dulu ne, eomma.” Ucap Kyuhwon pamit.

 

……

Tampak seorang namja tengah duduk ditepi Sungai Han. Dia terus memandang sekeliling Sungai Han dan mengingat beberapa waktu silam.

“Kyuhwon,” sapa seseorang padanya.

“Appa!” ucap Kyuhwon pada appanya, Lee Donghae.

“Kau sudah besar, ne? Bagaimana kabarmu?”

“Baik, appa sendiri?”

“Aku baik, kau tak menanyakan kabar eommamu?”

“Untuk apa aku bertanya kabar yeoja yang meninggalkanku! Dia tak pantas dipanggil eomma! Binatang saja tak akan meninggalkan anaknya yang masih kecil, sedangkan dia apa yang dilakukannya? Dia meninggalkanku tanpa kabar apapun. Yeoja pabo!!” ucap Kyuhwon acuh.

Mendengar ucapan Kyuhwon, Donghae seperti mendapat tamparan keras. “Wae, kau bicara seperti itu pada eommamu sendiri!” ucap Donghae setengah berteriak.

“Wae appa berteriak padaku?! Bukankah memang benar dia itu, yeoja yang tak betanggung jawab?! Meninggalkan anaknya yang masih kecil  dan pergi begitu saja tanpa kabar yang jelas bertahun – tahun!” ucap Kyuhwon mengeluarkan emosinya.

“Kyuhwon, diam!” ucap Donghae.

“Seharusnya appa yang diam! Appa tidak tau apa yang aku alami saat eomma meninggalkanku! Bertahun-tahun aku menunggunya dan aku sangat merindukannya, tapi dia tak kunjung datang menemuiku. Dan appa pun tidak tau bagimana perasaanku saat diminta untuk menggambar wajah eomma, bagaimana saat aku diminta menulis surat untuk eomma saat Hari Ibu. Padahal aku ingin sekali memberikannya padanya. Tapi saat itu juga eomma Rana datang dan menemaniku, dia yang selalu ada untukku. Dan saat itu aku mulai membenci eomma Haena,” ucap Kyuhwon lalu pergi. Donghae hanya terpaku mendengar penuturan Kyuhwon.

 

-*-

Hari sudah malam, Kyuhyun sudah pulang bekerja.

“Oppa, kau sudah pulang. Tumben sekali pulang awal waktu?” tanya Rana pada suaminya.

“Jadi kau lebih senang aku lembur, eoh? Ohya, mana Kyuhwon? Apa dia sudah tidur?”

“Aniyo oppa, Kyuhwon sedang pergi keluar dengan Donghae oppa,” ucap Rana

“Kyuhwon pergi dengannya? Bagaimana bisa kau mengizinkannya pergi dengan namja itu?!”

“Apa salahnya, diakan juga appanya Kyuhwon,”

“Cepat telepon Kyuhwon! Dan suruh dia segera pulang,” titah Kyuhyun.

Rana pun segera menelpon Kyuhwon, namun panggilannya tak dijawab.

“Wae?” tanya Kyuhyun.

Rana hanya menggeleng pada Kyuhyun. Hal tersebut membuat Kyuhyun gusar dan cemas. Kyuhyun takut Donghae merebut Kyuhwon seperti dia merebut Haena darinya.

“Oppa tenanglah, sekarang akan ku coba telpon Donghae oppa,”

 

“Yeobseyo, nugu?”

“Donghae oppa, ini aku Rana,”

“Ne, ada apa?”

“Apa Kyuhwon masih bersamamu?”

“Nugu? Kyuhwon? Memang dia belum pulang? Dia tak bersamaku setelah dia pergi,”

 

………

Sementara saat ini Kyuhwon tengah duduk ditepi Danau yang merupakan tempat dia dan eommanya terakhir bertemu. Dia teriangat akan eommanya, Haena. Airmatanya menetes, kali ini dia tak dapat membendung airmatanya. Sebenarnya dia sangat merindukan sosok eommanya. Namun ego nya lebih menguasai. Kyuhwon terus menitikkan air matanya sambil menyesali ucapannya tadi pada Donghae.

Waktu menunjukkan pukul tengah malam. Kyuhwon beranjak dari tempatnya untuk pulang. Karena dia juga khawatir dengan eomma angkatnya, Rana.

 

……

“Kyuhwon, kau dari mana saja nak? Eomma sangat mencemaskanmu,” ucap Rana.

“Mian eomma, aku hanya ingin sendiri,” ucapnya meninggalkan Kyuhyun dan Rana.

“CHO KYUHWON, tak bisakah kau sopan dengan eommamu! Sekarang appa tanya, kau dari mana saja dan kenapa ponselmu tak diangkat?!” ucap Kyuhyun berteriak pada Kyuhwon.

Brakkk…

Kyuhwon membanting pintu kamarnya.

 

Kamar Kyuhwon  –

 

“Eomma, eomma dimana? Kyuhwon merindukan eomma, ingin rasanya Kyuhwon memberikan lukisan dan surat yang aku buat sendiri untuk eomma terutama pada saat Hari Ibu,” ucap Kyuhwon sambil memandangi foto eommanya, Haena.

Lalu Kyuhwon menelpon Donghae, appanya. Dia meminta untuk bertemu lagi esok di Taman Danau.

 

Sementara saat ini Kyuhyun dan Rana sedang dikamarnya.

“Aku tidak habis pikir dengan tingkahnya kali ini, sehabis bertemu dengan namja itu sikapnya jadi melawan. Lee Donghae sungguh sudah meracuni pikirannya,” ucap Kyuhyun mengomel.

“Oppa, jangan berpikiran negatif seperti itu pada Donghae oppa. Menurutku dia orang baik,”

“Jadi kau sekarang juga membelanya, eoh?! Tak ku sangka!” ucap Kyuhyun.

“Bukan begitu maksudku oppa, tapi…”

“Tapi apa, eoh?”

“Akkkhh, sudahlah. Aku sedang malas berdebat denganmu. Ini, ambilah!” ucap Rana memberikan barang yang tadi diberikan Donghae padanya.

“Ini apa?”

“Kau lihat saja sendiri, aku mau tidur,” ucap Rana lalu tidur.

 

Kyuhyun membuka bungkusan tersebut, ternyata isinya adalah cincin pernikahannya dengan Haena, dan ada buku harian Haena juga serta barang lain milik Haena. Merasa tertarik dengan buku harian Haena, Kyuhyun membacanya.

 

When I See You^^

Hari ini adalah hari pertamaku bersekolah di Seoul Senior High School. Sekolahnya sungguh bagus dan namja-namja disini juga tampan terlebih lagi Donghae oppa, seniorku. Selain itu dia juga baik padaku. 

 

Baru beberapa kalimat Kyuhyun membacanya, dia sudah gerah. Tapi dia masih penasaran jadi dia lanjutkan membaca kembali buku harian Haena halaman demi halaman.

 

I’m Very Happy^^

Ohhh, akhirnya hari-hari yang aku tunggu sepanjang masa datang juga. Hari ini Donghae oppa memintaku jadi yeoja chingunya. Tentu saja aku langsung menerimanya, siapa yang akan menolak namja tampan, pintar, romantis dan… Akkkhh… aku sangat senang.

I LOVE U Donghae oppa.

 

Paris, I’m Coming^^

Akhirnya aku lulus juga, tak sabar rasanya ingin kembali bersama Donghae oppa. Karena Donghae oppa melanjutkan study kedokterannya di Prancis, jadi aku juga ingin melanjutkan studiku disana dan tentunya dengan Donghae oppa. Meskipun pada awalnya tak diizinkan appa, tapi akhirnya appa mengizinkan juga.

 

Eiffel Tower^^

Huuuuuaaa… Donghae oppa mengajakku ke menara Eiffel. Memang dia itu, namja romantis. Tapi kami tidak masuk kekawasan Menara Eiffel, memang salahku yang tak mau diajaknya. Karena aku ingin ke Menara Eiffel bersama suamiku kelak.

 

Setelah membaca bagian itu, Kyuhyun merasa bersalah karena dia sebagai suaminya tak dapat mewujudkan keinginan Haena selama dia masih hidup dan menjadi istrinya.

 

Back To Korea^^

Sangat menyebalkan, appa tiba-tiba menelponku dan memintaku untuk kembali ke Korea. Padahal aku masih ingin di Paris. Dan ternyata appa memintaku kembali ke Korea hanya untuk menikahkanku. Jauh- jauh ke Paris mengejar cintaku tapi aku malah dinikahkan dengan orang yang tak jelas. 😛

 

My Wedding^^

Huft.. Choi Haena, hari ini marga kau berganti menjadi Cho dan itu artinya kau adalah Ny. Cho istri seorang Cho Kyuhyun. Padahal aku ingin sekali memasang marga Lee didepan namaku. Dan saat aku memikirkan Donghae oppa tiba-tiba, Ahra eonnie masuk dan berkata bahwa ada temanku datang. Dan ternyata Donghae oppa yang datang, aku sungguh tak menyangka dia kan datang. Dia datang untuk menghiburku, tapi kurasa dia juga sedang bersedih saat itu. Mianhe Donghae oppa. L 

 

My Husband^^

Sudah beberapa bulan aku menikah dengan Kyuhyun oppa, tapi sepertinya dia tak sama sekali mencintaiku. Padahal aku telah serahkan hatiku yang awalnya untuk Donghae oppa padanya. Kuselalu berusaha agar dia memandangku tapi dia selalu mengacuhkanku bahkan tak jarang dia kasar padaku. Ku selalu mencoba sabar dan selalu berharap agar dia dapat mencintaiku.

 

When You Love Me^^

Musibah tak selalu berakhir buruk, mungkin itu yang saat ini terjadi padaku. Aku tengah terbaring di Rumah Sakit akibat tertimpa bongkahan kayu saat ikut Kyuhyun oppa kelokasi panti. Nasib baik memang masih menyertaiku, beruntung hanya tanganku yang patah bukan nyawaku yang diambil. Dan setelah itu, Kyuhyun oppa mulai membuka hatinya untukku.

 

Kyuhwon^^

Aku sangat bersyukur karena dapat melahirkan secara normal dan anakku lahir dengan selamat. Keluargaku juga tak kalah senang saat Kyuhwon lahir. Sungguh ini berkah bagi kami, terimakasih Tuhan. =D

 

My Destiny ^^

Entah ini memang nasibku seperti ini atau apa, rasanya aku sungguh sial. Pertama aku ditinggal mati oleh appa, karena appa punya sangkutan. Lalu Tn. cho memintaku menceraikan Kyuhyun, sebenarnya berat bagiku terlebih lagi Kyuhwon masih kecil. Setelah itu eomma juga meninggalkanku. Dan kini aku harus meninggalkan anakku karena aku yang penyakitan. Kanker paru ini sungguh sudah merenggut harapanku juga. Aku sudah tak sanggup untuk bertahan biarpun sangat ingin.

 

 “Oppa, ini sudah malam. Lebih baik kau tidur,” ucap Rana pada Kyuhyun.

 

***

Hari sudah berganti, Kyuhwon sudah siap untuk menemui appanya, Donghae di Taman Danau.

 

“Mian, apa lama?”

“Aniyo, aku baru saja sampai. Dudukalah appa!” ucap Kyuhwon.

“Sebenarnya ada apa?”

“Ini! Bisakah appa berikan pada eomma?” ucap Kyuhwon dan menyerahkan barang yang dibawanya.

“Ini apa?”

“Appa bisa lihat isinya sendiri. Aku pamit dulu dan aku harap appa dapat datang pada hari ulang tahunku,” ucapnya lalu pergi.

 

Sepeninggalan Kyuhwon, Donghae membuka isi bungkusan itu. Dan isinya adalah surat dan lukisan yang dibuat Kyuhwon sendiri untuk Haena.

 

Eomma, Kyuhwon sudah sekolah. Kyuhwon senang sekali punya banyak teman sekarang  dan bermain bersama teman – teman . Kyuhwon disekolah belajar membaca menulis juga menggambar eomma. Setiap hari Kyuhwon sekolah diantar appa Kyuhyun, pasti akan lebih senang jika eomma bisa antar Kyuhwon sekolah. Tapi kenapa eomma tidak datang – datang juga? Kyuhwon sangat rindu pada eomma, Kyuhwon mau eomma pulang. Eomma cepat pulang, ne. Kyuhwon tunggu eomma karena eomma janji untuk kembali.”

 

“Eomma, eomma apa tidak kangen dengan Kyuhwon? Eomma tidak pernah mengunjungi aku, apa eomma sibuk sekali ya? Eomma, hari ini Kyuhwon disuruh menggambar dan Kyuhwon menggambar eomma karena Kyuhwon kangen eomma. Tapi eomma, gambar Kyuhwon jelek. Tapi sonsaengnim bilang gambar Kyuhwon bagus, sonsaengnim bohong eomma.

“Kyuhwon, seandainya kau tau yang sebenarnya bahwa eommamu memang benar pulang dengan cepat,” ucap Donghae.

 

For : Eomma tersayang

“Eomma kapan akan menemuiku? Eomma sudah sangat lama tak mengunjungiku, sebentar lagi aku akan lulus sekolah. Ingin rasanya aku bersama eomma saat itu, seperti teman-teman yang lain dengan kedua orang tuanya menghadiri acara perpisahan sekolah. Aku harap eomma dapat hadir diacara perpisahanku.”

 

“Kyuhwon, eomma memang telah menghadiri acara perpisahannya dan dia lebih dulu menghadirinya,”

 

“Aku sungguh tak mengerti dengan eomma, bagimana bisa eomma meninggalkanku selama ini tanpa kabar?! Apa eomma sudah tak menyayangi kami?! Aku sangat merindukan eomma dan selalu berharap agar dapat bertemu dengan eomma. Tak masalah bagiku biarpun itu hanya sebentar, aku hanya ingin memastikan eomma dalam keadaan baik. Karena melihat eomma saja aku sudah sangat senang dan jika aku dapat berharap lebih aku ingin eomma dapat bersamaku kembali. Tapi eomma telah mengecewakanku, AKU BENCI EOMMA! Eomma adalah eomma terburuk yang pernah aku temui. Bahkan binatangpun tak akan meninggalkan anaknya yang masih kecil dan butuh kasih sayang eommanya. AKU BENCI EOMMA!!”

 

“Haena, menurutku kau salah besar. Kau lihat bukan Kyuhwon begitu membencimu sekarang, aku sungguh tak sanggup mendengarkan bahkan membaca suratnya yang berisi penghinaannya padamu,”  ucap Donghae sambil memandang langit.

 

 

……

Hari ini Kyuhwon berulang tahun yang ke-17.

“Saengil Chukkae Hamnida, Cho Kyuhwon. Ini kado dariku, kuharap kau suka. Dan kado ini dari eommamu, maaf appa baru memberikannya padamu sekarang,”

“Wae bukan dia saja yang memberikannya langsung padaku? Apa dia terlalu malu padaku,”

“Kyuhwon, cukup hentikan! Kau keterlaluan!” ucap Kyuhyun membentak Kyuhwon.

“Eoh! Bahkan appa membela yeoja itu. Sulit dipercaya!”

“Naik kekamarmu sekarang dan renungi kesalahanmu!” ucap Kyuhyun dan Kyuhwon segera naik kekamarnya.

“Mianhe jika kedatanganku mengganggu, kalu begitu aku pamit dulu,” ucap Donghae

“Aniyo oppa, tidak sama sekali,” ucap Rana.

“Wae kau menghalanginya untuk pergi? Memang lebih baik dia pergi bahkan jika tidak usah datang sekalian,” ucap Kyuhyun

“Sekali lagi aku minta maaf. Dan kumohon jangan salah paham padaku mengenangi Haena, kumohon kau segera menyelesaikan membacanya,” ucap Donghae lalu pergi.

 

***

Kyuhwon masih mengurung dirinya dikamar. Dan matanya tertuju pada bungkusan yang dibawa appanya, Donghae. Lalu dia membuka isinya.

 

“Apa ini? Ck! Hanya sapu tangan dan surat! ” ucap Kyuhwon lalu membaca suratnya.

 

From : Your Mom, Choi Haena

 

“Kyuhwon, Saengil chukka Hamnida. Semoga kau sehat selalu dan tetap ceria. Kyuhwon, maafkan eomma karena eomma lama tak mengunjungimu bahkan eomma meninggalkanmu. Bahkan untuk memberikanmu hadiah seperti ini saja kau harus menunggu dan bukan eomma yang memberikannya langsung. Maafkan eomma, eomma sungguh bukan eomma yang baik bagimu. Kau boleh membenci eomma, bahkan itu jauh lebih baik dari pada kau harus menangisi eomma…” Kyuhwon mengkerutkan keningnya ketika membaca Kau boleh membenci eomma, bahkan itu jauh lebih baik dari pada kau harus menangisi eomma…

 

“…Kyuhwon, sebenarnya eomma sangat ingin bertemu denganmu. Tapi waktu eomma tak sepanjang yang eomma kira, Tuhan berkehendak lain pada eomma. Penyakit kanker paru yang eomma derita kian hari makin parah, eomma sudah tak sanggup untuk menahannya. Biarpun Donghae appa selalu memberi eomma semangat, tapi eomma sudah benar-benar tak sanggup. Kyuhwon, aku harap kau tak bersedih kau itu jagoan eomma. Dan eomma minta kau anggaplah Rana eomma sebagai eommamu sendiri. Dan eomma sangat menyayangimu, kau tau itu bukan? Dan selamanya akan seperti itu cinta eommanya pada anaknya.”

 

LOVE

Eomma Haena ^^

 

Setelah membaca surat Kyuhwon merasa bersalah dan dia menagisi kebodohannya yang telah membenci eommanya.

“Eomma mianhe, aku telah berburuk sangka padamu. Dan terimaksih atas hadiah sapu tangannya, sungguh ini sangat berguna bagiku,”

Sementara Kyuhyun kembali melanjutkan membaca diary Haena.

 

My Life Is Over^^

Mungkin ini adalah hari terakhirku dan aku ingin bertemu Kyuhyun oppa juga  Kyuhwon. Ingin rasanya aku bertemu mereka berdua sebelum malaikat  maut menjemputku, sebentarpun tak masalah karena aku hanya ingin dapat mengingat wajah mereka setelahku pergi.

Suhu ruangan semakin dingin dan aku semakin sesak bernafas. Disisa- sisa tenagaku, aku sempatkan untuk menulis harianku dan juga surat untuk Kyuhwon juga Kyuhyun oppa dengan  harapan mereka dapat membacanya.

Dan inilah hidup seorang yeoja bernama Haena, yang hidup diantara dua namja yang mencintainya Cho Kyuhyun dan Lee Dongahe. Dan diantara mereka berdua tak ada yang ku balas cintanya karena aku meninggalkan mereka dan bukan hanya itu, yeoja bernama Haena ini juga meninggalkan anaknya yang masih kecil. Tapi setidaknya aku dapat tenang karena Kyuhwon bersama ke dua appanya yang begitu mencintainya.

Akhir kata kuucapkan terimakasih pada mereka semua terutama Donghae oppa yang telah merawatku selama ini dan menjadi sandaranku sampai akhir hayatku. Tak lupa aku ucapkan terimakasih padanya karena telah menjadi appa bagi Kyuhwon. Setelah ini berharap agar mereka dapat bersama juga berbahagia setelah kepergianku. Dan maaf untuk segalanya.

 

Yang menyayangi kalian semua

Haena ^^

 

Akhirnya Kyuhyun menyudahi membaca buku harian Haena. Dan dia menyadari bahwa dia telah salah paham pada Donghae.

Sementara Kyuhwon juga telah membaca surat dari eommanya. Dan dia langsung menghampiri appanya, Kyuhyun dikamarnya.

“Kyuhwon, ada apa?” tanya Rana

“Appa, apakah benar eomma telah meninggal?” tanya Kyuhwon berkaca-kaca

“……” Kyuhyun hanya diam.

“Appa jawab, kumohon! Aku ingin tahu yang sebenarnya,” tanyanya lagi

“Oppa jawab saja, dia memang seharusnya sudah tahu,” ucap Rana pada suaminya

“Ne Kyuhwon, eommamu telah meninggal karena kanker paru. Dia meninggal beberapa bulan setelah kau dibawa kesini,” ucap Kyuhyun menjelaskan

Deggg…

Kyuhwon merasakan lemas dilututnya hingga dia jatuh terduduk dilantai dan air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.

“Eomma mianhe, aku telah salah menilaimu. Aku telah menghinanya dan aku membencinya sedangkan eomma selama ini menderita dan berjuang mengahadapi penyakitnya sendirian. Aku sungguh tidak berguna sebagai anak namjanya, bahkan disaat terakhirnya aku tak dapat mengantarkannya ketempat peristirahatan terakhirnya. Dia berusaha untuk mengingatku disaat terakhirnya tapi aku malah melupakannya. Dia membesarkanku dengan cinta tapi aku membalasnya dengan kebencian,” ucap Kyuhwon

“Sudahlah jangan berbersedih, nak,” ucap Rana menenangkan Kyuhwon.

“Eomma, apakah eomam masih menyimpan nomor Donghae appa?”

“Ne, wae?”

“Boleh aku pinjam?”

“Ini,”

 

Akhirnya Kyuhwon menelpon appanya, Donghae. Namun ponsel Donghae tidak aktif.

 

***

Hari telah berganti, sejak tadi malam Kyuhwon masih mencoba menghubungi appanya yaitu Lee Donghae. Dan setelah menunggu beberapa waktu panggilannya dijawab juga.

“Yeoboseyo, Kyuhwon ada apa?”

“Appa bisakah kita bertemu?” ucap Kyuhwon to the point.

“Mianhe, appa hari ini akan kembali ke Paris,”

“Paris? Appa akan pergi? Kenapa tak mengabariku?”

“Appa pikir kau tak mau bertemu dengan appa lagi,”

“Bagaimana appa bisa berbicara demikian? Kumohon tunggu aku, aku akan kesana,”

 

Bip

 

……

“Appa palli, Donghae appa akan segera berangkat pesawatnya!”

Akhirnya Kyuhyun menambah kecepatan mobilnya. Namun nasib baik sedang tak berpihak pada mereka, mobil yang dikendarai Kyuhyun dan Kyuhwon menabrak pembatas jalan.

 

“Appa sadarlah!” ucap Kyuhwon dan memangkukan kepala Kyuhyun dipangkuannya.

“Kyuhwon, mi..mianhe,”

“Appa jangan berbicara seperti itu, bertahanlah!”

Ambulance datang dan membawa Kyuhwon dah Kyuhyun ke rumah sakit terdekat.

 

Rumah Sakit –

Donghae yang akan berangkat ke Paris membatalkan keberangkatannya saat mendengar berita jika Kyuhyun dan Kyuhwon kecelakaan.

“Rana, bagaimana keadaan Kyuhyun dan Kyuhwon?” tanya Donghae

“Kyuhwon sudah dipindahkan keruang rawat sementara Kyuhyun masih kritis,”

“Kau yang tabah Rana,”

Donghae dan Rana menunggu didepan ruangan Kyuhyun. Dan akhirnya dokter yang memeriksa keadaan Kyuhyun keluar dari ruangan Kyuhyun.

“Uisa, bagaimana keadaan suamiku?” tanya Rana penuh harap

“……” dokter diam tak menjawab

“Kumohon beritahu kami,” ucap Dongahe

“Kami mohon maaf, pasien tak dapat diselamatkan. Pendarahan dikepalanya cukup serius selain itu pasien juga kehilangan banyak darah,” ucap Dokter lalu pergi

Tangis Rana pecah sudah saat mendengar Kyuhyun telah meninggal. Sementara itu, ada seorang namja yang juga ikut bersedih atas kematian Kyuhyun.

 

“Appa, waeyo kau juga meninggalkanku seperti eomma? Lalu setelah ini, aku dan eomma Rana dengan siapa?” ucap Kyuhwon

***

Kyuhyun telah dimakankan dipemakaman yang sama dengan Haena, tepatnya disebelah Haena.

“Appa, apa appa akan pergi sekarang?” tanya Kyuhwon pada Donghae

“Mianhe Kyuhwon, appa harus kembali ke Paris,”

“Tak bisakah appa tinggal denganku dan eomma Rana?”

“Appa ingin, tapi appa juga teal mempunyai keluarga disana,”

“Akkhh begitu rupanya,”

“Ne, Kyuhwon. Tapi jika kau mau, kau bisa datang keParis atau appa beberapa bulan sekali akan mengunjungi kalian,”

“Wae harus repot-repot Paris – Korea? Kyuhwon, kau bisa ikut Donghae appa ke Paris. Tapi itupun, jika appamu mengijinkan,” ucap Rana

“Jika aku ikut dengan appa, lalu eomma bagaimana?”

“Tak perlu khawatirkan eomma, oppa palli!” titah Rana pada Donghae

“Wae?” tanya Donghae

“Aiisshhh, tentu saja  ajak Kyuhwon bersamamu. Kumohon!” pinta Rana

“Arraso,” ucap Donghae

“Gomawo, eomma,” ucap Kyuhwon

“Ne, cheonma. Kajja pergilah!”

“Eomma mengusirku, eoh?”

“Aniyo, tapi cepatlah! Appamu sudah menunggumu,”

“Ne eomma, jaga kesehatanmu dan jangan lupa kabari aku,” ucap Kyuhwon lalu pergi. Rana melambaikan tangannya pada Kyuhwon dan Donghae.

………

“Cho Kyuhyun dan Choi Haena, cinta mereka sungguh kuat. Bahkan sampai ajal memisahkan, mereka masih saling mencintai. Kini aku mempercayai bahwa cinta sejati itu benar adanya. Gomawo, Kyuhyun oppa dan Haena eonnie. Aku akan selalu mengingat kalian.” Ucap Rana.

 

 

FIN

Advertisements

2 thoughts on “[ONESHOOT/DONGHAE] DIARY OF HAENA [SQUEL Of TRUE LOVE]

  1. huah……… nyesek bgt bcanya…….
    rsanya mau nangis aj tpi…. jika q nangis q di kira cengeng makanya q tahan. ini udh sampe ubun2 gra2 nahannya.
    “Cho Kyuhyun dan Choi Haena, cinta
    mereka sungguh kuat. Bahkan sampai ajal
    memisahkan, mereka masih saling
    mencintai. Kini aku mempercayai bahwa
    cinta sejati itu benar adanya” q ska bgt.
    memang bnr ya kl udh cinta sejati gk bkl kmana, tpi… kan kasian si kyuhwon ortu aslinya udh meninggal smua jdi… tinggal ortu angkatnya. q kira tdi si rana bakalan nikah ama donghae.
    mksdnya donghae udh berkeluarga itu apkh si donghae udh pnya istri??? kan kasian si rananya.
    sequel lgi dong thor…. q mau tau klanjutan hdpnya si rana, donghae ama kyuhwon. tpi kl bsa sequelnya radak bahagia ya… biar gk nyesek trs…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s