[ONESHOOT/DONGHAE] TRUE LOVE

Author : KyuWonHee  a.k.a  KWH

Cast       : Lee Donghae, Choi Haena, Cho Kyuhyun

Genre   : Romance, Family, Angst

Rating   : General

Lenght : Oneshot

Facebook            : Riani Ndriani ( https://www.facebook.com/riani.nuradit  )

 

Link note             : https://www.facebook.com/riani.nuradit/notes

 

 

Reading Commen Like , please..

-Paris University

Kampus masih tampak sepi, karena hari juga masih pagi. Ditengah dinginnya udara, tampak seorang yeoja tengah duduk dengan buku ditangannya. Hingga datang seorang namja yang menyapanya.

“Annyeong, chagi?”

“Donghae oppa?” ucap Haena.

“Membaca buku lagi?” tanya Donghae.

“Eum,” ucapnya masih terus membaca.

Kesal karena diacuhkan, Donghae menarik buku yang sedang dibaca Haena.

“Oppa, kembalikan bukuku!” pinta Haena.

Donghae berjinjit dan mengangkat tangan yang memegang buku milik Haena. Dan Haena terus meminta bukunya namun Donghae tidak memberikannya tapi dia malah berlari dan Haena mengejar Donghae. Haena terus mengejar Donghae, hingga pada akhirnya Donghae berhenti dan berbalik.

Bruuukkk…

Haena terjatuh dengan Donghae dibawah dirinya. Mata mereka saling bertatapan, cukup lama mereka dalam posisi itu. Hingga seseorang datang menyadarkan mereka.

“Hei! Apa yang kalian lakukan?” ucap salah seorang temannya.

Sadar jika bukan hanya mereka berdua yang ada dalam kelas, mereka segera menjauh. Haena kembali membaca bukunya dan Donghae kembali kekelasnya karena kelas juga mulai ramai.

***

Haena POV

Aku tengah bersantai dikamar. Hingga terdengar suara ponsel berdering.

Lalu aku mengangkat ponselku, dan ternyata itu adalah panggilan dari Korea. Appaku menelpon untuk meminta aku segera kembali ke Korea.

Biarpun berat tapi akhirnya aku menyetujui permintaan appa untuk kembali ke Korea dan melanjutkan kuliah disana. Tapi ada hal yang memberatkanku untuk meninggalkan Paris. Yap, Donghae oppa. Aku tak tau harus berkata apa padanya.

Aku telah tiba dirumahku, Korea. Dan sesampai dirumah aku langsung disambut orangtuaku. Lalu kami makan bersama dan saat makan perasaanku sungguh kacau. Aku terus memikirkan Donghae oppa. Terlebih lagi aku harus meninggalkan Donghae oppa tanpa berpamitan padanya. Memang salahku, rasa takut terlalu menyelimutiku.

Dan setelah makan appa langsung mengajakku bicara. Aku cukup tercengang dengan pembicaraan appa yang mengatakan bahwa aku akan dinikahkan. Hancur sudah harapanku untuk bersama Donghae oppa. Jauh-jauh aku berkuliah ke Paris untuk dapat selalu bersamanya tapi sekarang aku kembali kembali ke Korea hanya untuk dinikahkan.

Haena POV end

 

Donghae POV

Sudah sangat lama rasanya aku tak melihat Haena. Aku merasakan keanehan, dia menghilang tanpa kabar. Kulangkahkan kaki ku kekelasnya.

“Maaf nona, saya mau tanya. Beberapa hari ini saya tak melihat Haena, apa kau tau dia kemana?” tanyaku pada salah satu temannya.

“Haena sudah pindah, dengar-dengar dia kembali keKorea,” tutur yeoja itu.

“Kalau begitu saya permisi. Terima kasih nona,” ucap ku.

Sakit benar tau jika dia meninggalkanku tanpa pamit ditambah aku tau dari orang lain.

Donghae POV end

***

– Kediaman keluarga Cho

Sementara dirumah Kyuhyun juga sama halnya, Tn.Cho mengajak  bicara Kyuhyun mengenai pernikahan. Dan dengan tegas hal tersebut ditolak keras Kyuhyun.

Appa Kyuhyun yang memiliki penyakit serangan jantung kambuh akibat ulah anaknya. Sontak hal itu membuat semua orang panik, begitu juga dengan Kyuhyun. Kyuhyun yang telah melangkah meninggalkan orang tuanya kembali berbalik saat mendengar eomma berteriak. Dan Kyuhyun segera membantu memapah appanya.

Hari terus berlalu, tak terasa sudah tiga bulan terlewat mulai dari kedatangan Haena kembali ke Korea, Kyuhyun menyetujui pernikahan dan pertemuan antar kedua belah pihak keluarga. Dan minggu depan adalah hari dimana Haena akan menjadi istri dari seorang Cho Kyuhyun. Tapi disisi lain, Haena masih mencintai sekaligus bersalah dengan Donghae. Minggu depan dia akan menikah, tapi Donghae entah bagaimana kabarnya. Dan dengan perasaan yang tak karuan Haena mengirim e-mail pada Donghae.

Sementara saat ini, Donghae tengah berada dicafe. Dengan laptop didepannya, dia menyelusuri keberadaan Haena yang sudah tidak memberi kabar selama beberapa bulan ini. Hingga akhirnya dia menemukan pesan masuk di e-mailnya.

 

From : Haena Choi

Donghae oppa, apa kabar? Maaf, aku meninggalkanmu begitu saja tanpa mengabarimu. Karena aku pikir aku akan kembali secepatnya tapi takdir berkata lain, ternyata aku harus menetap di Korea. Dan maaf aku tak pernah mengabari, oppa. Jujur aku takut dan bingung harus menjelaskan darimana. Dan aku minta maaf juga baik kejadian yang dulu atau sekarang, karena aku akan menikah minggu depan. Aku sungguh minta maaf, oppa. Ini diluar kendaliku, tapi aku harap oppa bisa menghadiriku acara pernikahanku.

Love

Haena^^                 

Donghae kaget bukan main, karena kabar pertama yang didengarnya tentang Haena adalah dia akan menikah. Setelah itu Donghae melihat tanggal pesannya, ternyata sudah beberapa hari yang lalu. Dan itu berarti pernikahan Haena adalah lusa. Dan itu membuat Donghae berpikir, apakah dia akan datang menghadiri pernikahannya atau tidak. Tapi ada satu hal yang ingin dipastikan Donghae, jadi sepertinya dia akan pergi.

Tak terasa benar, hari terus berlalu dengan cepatnya. Dan sekarang adalah hari pernikahan Haena dengan Kyuhyun. Seorang yeoja, tengah menatapi dirinya yang berbalut gaun putih dicermin. Dia meratapi hidupnya terutama cintanya yang harus kandas. Tanpa sadar air matanya mengalir membentuk anak sungai dipipinya.

“Haena, apa kau menangis?” tanya Ahra yang notabennya adalah nunanya Kyuhyun.

“Aniyo, aku hanya tak menyangka jika aku akan menikah,” ucap Haena bohong.

“Syukurlah jika begitu. Sudah jangan menangis, nanti make up nya luntur. Akkkhh ne, ada temanmu datang,” ucap Ahra.

“Nugu?”

“Annyeong, Haena. Chukkae atas pernikahanmu, aku turut senang,” ucap Donghae.

“Oppa..” ucap Haena lirih.

“Hei, jangan menatapku seperti itu! Aku jadi merasa bersalah telah datang,” kata Donghae dan menghapus airmata Haena. “ Aku datang hanya ingin memastikan, chinguku dalam keadaan yang baik dihari pernikahannya,” ucap Donghae berusaha tegar.

“Chingu?”

“Ne, mana mungkin kau yeojaku disaat kau sebentar lagi akan menjadi istri orang,” ucap Donghae.

Saat Donghae dan Haena berbincang bincang, seseorang masuk.

“Nona Choi, sudah saatnya,” ucap orang itu.

Haena paham maksud orang tadi, jadi dia bergegas untuk kealtar.

Altar –

Suasana sungguh tenang, upacara pernikahan juga berjalan lancar. Tapi dibalik kebahagiaan saat ini, terselip rasa kecewa Donghae.

“Haena, chukkae. Semoga kalian bahagia. Kyuhyun, aku harap kau dapat menjaga sahabatku dengan baik,” ucap Donghae.

“Akanku pastikan dia akan sangat baik,” balas Kyuhyun.

“Kalau begitu aku pulang dulu,” ucap Donghae pamit.

“Wae cepat sekali oppa?” tanya Haena.

“Kau tau, sebentar lagi kelulusan,” ucap Donghae.

“Ne, aku tau. Kalau begitu sukses oppa dan jangan lupa kabari aku,” ucap Haena.

“Ne, pasti. Kyuhyun aku pergi dulu, titip Haena. Dan perlakukan dia dengan baik karena aku tak segan untuk menghajarmu jika kau membuatnya menitikkan air mata,” ucap Donghae memperingatkan Kyuhyun.

“Terserah kau saja,” ucap Kyuhyun malas.

……

Haena POV

Acara telah selesai, semua saat ini sedang beristirahat. Begitu juga denganku dan Kyuhyun oppa.

“Tidurlah, kau pasti lelah,” ucap Kyuhyun dingin.

“Kau tidak tidur, oppa?” tanyaku pada Kyuhyun oppa.

“Ani, aku belum mengantuk. Kau tidur saja duluan. Dan kau tak perlu takut aku akan menyerangmu, karena aku tak sedikitpun tertarik padamu,” ucap Kyuhyun ketus lalu berlalu meninggalkanku dikamar sendirian.

“Sakit betul hatiku saat ini, malam ini aku pertama menjadi istri seorang Cho Kyuhyun yang katanya baik hati. Tapi aku malah ditinggalnya pergi, Donghae oppa aku sungguh merindukanmu.” Batinku

Haena POV end

……

Hari-hari Haena menjadi istri dari direktur muda, Cho Kyuhyun sungguh menyedihkan. Kyuhyun sering pulang telat bahkan tak jarang dia tak pulang. Belum lagi Kyuhyun tak mau berkomunikasi dengan Haena, sering kali Haena bertanya pada Kyuhyun tapi tak pernah dianggapnya.

Terkadang Haena berpikir untuk kabur dari rumah atau hanya sekedar mengadu pada orang tuanya, tapi setelah dipikir kembali olehnya itu hanya akan menambah masalahnya dengan Kyuhyun. Jadi dia urungkan niatnya dan dia memilih untuk bersabar, karena Haena yakin ini adalah ujian baginya.

………

Dan hingga pada suatu hari, Perusahaan Cho mengadakan kegiatan amal dengan merenovasi bangunan panti asuhan. Haena sebagai istri dari direktur Perusahaan Cho ikut melihat renovasi bangun tersebut.

“Haena, bersiaplah kita akan kelokasi renovasi panti asuhan sore ini,” ucap suaminya masih dingin padanya.

“Ne, oppa,” ucap Haena.

Haena POV

Aku dan Kyuhyun oppa kini telah tiba dilokasi, bangunan panti ini udah hampir selesai. Pekerja disini sungguh telaten, detail-detail sangat diperhatikan.

Aku terus membututi Kyuhyun oppa berkeliling lokasi, kulihat seluruh penjuru bangunan. Dan ketika tatapanku melihat menuju atas, aku melihat bongkahan kayu yang ada diatas sepertinya akan jatuh. Lalu kulihat dibawahnya ada seorang pekerja disana, tanpa berpikir panjang aku langsung berlari kearah pekerja itu dan aku segera mendorongnya dari bongkahan kayu yang akan jatuh itu. Tapi sial untung tak dapat diraih.

Brakkk…

Bongkahan kayu itu menimpa badanku. Setelah itu, kurasa aku mulai kehilangan kesadaranku tapi masih terdengar suara orang disekelilingku.

“Haena, gwaenchana?” ucap Kyuhyun. Suara paniknya terdengar berulang-ulang ditelingaku hingga akhirnya menghilang.

Haena POV end

Haena telah mendapat perawatan, tapi dia belum kunjung sadar. Kata dokter ada masalah pada lengannya akibat tertimpa kejadian tadi. Dan Kyuhyun terlihat sangat cemas, dia hanya duduk disamping ranjang Haena dengan terus menggenggam erat tangan istrinya itu.

“Kyuhyun oppa,” ucap Haena lemah. Haena cukup kaget melihat suaminya tertidur dengan posisi duduk.

“Oh chagi, kau sudah sadar?” ucap Kyuhyun. Dan kali ini Haena tak kalah kagetnya mendengar ucapan suaminya itu. Bagaimana tidak, kata sayang yang tak pernah dia dengar sebelumnya kini dia dapat mendengarnya dan itu membuatnya terbongong. “Chagi, gwaenchana?” tanya Kyuhyun mulai panik karena Haena hanya diam.

“Gwaenchana, oppa,” ucap Haena tersadar.

“Haena tidak masalah bukan aku memanggilmu chagi?” tanya Kyuhyun hati-hati. Haena tersenyum mendengar pertanyaan suaminya itu, pertanyaan yang menurutnya aneh. Seorang suami meminta izin sebelum memanggil ucapaan sayang pada istrinya.

“Tentu saja boleh, oppa bisa memangilku apa saja,” ucap Haena riang.

“Dan aku minta maaf atas sikapku selama ini padamu mungkin sangat kasar. Tapi aku ingin berubah, bisakah kau membantuku dan mempercayaiku?” ucap Kyuhyun tulus.

“Tentu oppa,”ucap Haena.

“Gomawo, chagi,” ucap Kyuhyun tersenyum

Chupp..

Kyuhyun mengecup dahi istrinya dengan seluruh rasa cintanya yang selama ini tak dia salurkan.

“Chagi, aku ingin bertanya padamu. Wae kau menolong pekerja tadi? Itu sangat membahayakanmu,” tanya Kyuhyun.

“Tak ada yang salah bukan, jika kita saling menolong?” ucap Haena.

“Bukan begitu, maksudku chagi. Tapi…” ucap Kyuhyun tapi langsung dipotong Haena.

“Aku tahu oppa, tapi saat itu aku hanya berpikir bagaimana nasibnya nanti jika sampai hal yang menimpa diriku terjadi pada pekerja itu. Mereka bukan orang yang berkecukupan seperti kita, belum lagi bagaimana keluarganya nanti akan memenuhi hidupnya.”ucap Haena.

“Tak kusangka selama ini aku telah menyiakan harta berharga,” ucap Kyu kagum setelah mendengar penuturan Haena.

“Maksud oppa?” tanya Haena.

Tiba- tiba pintu kamar Haena terbuka, ternyata Keluarga Cho dan Choi datang menjenguk.

***

Hari terus berganti, bulan terus terlewati baik Haena ataupun Kyuhyun kini dapat membangun rumah tangganya dengan baik. Rasa cinta juga mulai timbul diantara kedua insan ini.

“Akkkkhh oppa, appo. Hiks.. Hiks..”  ucap Haena meringis kesakitan.

“Tenanglah chagi, jangan histeris seperti ini. Kau membuatku takut,” ucap Kyuhyun panik.

“Hiks… Hikkss.. oppa, aku sungguh tidak kuat lagi,” ucap Haena masih menahan rasa sakitnya.

“Kuatkan dirimu, chagi. Bersabarlah, sebentar lagi kita akan sampai,”  ucap Kyuhyun berusaha menenangkan istrinya itu yang mulai tidak tahan dengan rasa sakitnya.

 

Rumah Sakit –

“Uisa palli, tolong istriku,” ucap Kyuhyun.

“Ne, anda tenanglah Tuan,” ucap Uisa.

Sementara Haena yang tengah berjuang antara hidup dan mati dirinya dan anaknya didalam. Dan Kyuhyun masih menunggu diluar dengan cemas. Tak lupa dia menghubungi sanak keluarga dengan kabar bahagia ini. Satu per satu baik keluarga Cho maupun Choi datang. Dan saat semua telah berkumpul, Uisa keluar dari ruang persalinan.

Cekklekk…

“Suami, Ny.Haena ada?” Tanya Uisa.

“Saya…” ucap Kyuhyun.

“Silakan masuk, tuan. Istri anda telah menunggu didalam,” ucap Uisa.

Kyuhyun masuk keruangan Haena, dia melihat istrinya terbaring lemah dan juga anaknya yang sedang tertidur dalam pelukkan Haena.

“Kemarilah, oppa! Apa kau tak mau melihat anakmu?” tanya Haena. Kyuhyun mendekat. “ Dia tampan bukan?” tanya Haena lagi. Kyuhyun hanya mengangguk. “Oppa, wae hanya diam saja?” tanya Haena pada suaminya.

“Aniyo, aku hanya tak menyangka sekarang aku sudah jadi appa. Gomawo, chagi,” ucap Kyuhyun dan tanpa sengaja airmata jatuh.

“Oppa, gwaenchana?” tanya Haena yang aneh melihat suaminya menitikan airmata.

“Aku hanya terlalu senang. Lalu akan diberi nama apa jagoan kita ini?” tanya Kyuhyun.

“Eummm..” ucap Haena masih berpikir.

“Jangan terlalu lama, chagi,” ucap Kyuhyun.

“Cho Kyu Hwon?”

“Nama yang bagus,” ucap Kyuhyun.

 

***

Kini Kyuhwon berusia tiga tahun, dia anak yang tampan juga cerdas sama seperti orang tuanya.

“Appa bangun, cudah pagi,” ucap Kyuhwon membangunkan appanya.

“Eumm, appa masih mengantuk. Kita tidur lagi saja,” ucap Kyuhyun kembali tidur.

“Huaaaaa….” Kyuhwon menangis dan itu membuat Kyuhyun dan Haena yang sedang didapur ikut kaget.

“CHO KYUHYUN, kau apakan anakku?!” teriak Haena dari dapur.

“Cupp.. Cupp.. Kyuhwon, jangan menangis ne.”

“….” Kyuhwon masih menagis. Dan Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal akibat anaknya yang terus menangis. Dia semakin bingung karena tangisannya semakin kecang.

“Oppa, kau diamkan Kyuhwon! Atau tidak, kau tak usah makan!” ancam Haena.

“Kau dengar sendirikan apa yang eommamu katakan?” tanya Kyuhyun pada anaknya.

“…..” masih menangis.

“Kau mau apa, eoh? Kau bilang saja mau apa, nanti appa kasih. Asalkan Kyuhwon diam,” ucap Kyuhyun membujuk anaknya.

“Appa,janji?” tanya Kyuhwon yang langsung diam ketika diberi penawaran oleh appanya.

“Dasar bocah ini,” ucap Kyuhyun menepok jidatnya.

“Baiklah kalena appa yang memaksa,” ucap Kyuhwon girang.

“Bukan appa yang memaksa, tapi kau. Aiiisshh, bagaimana bisa?”

“Aku mau dibelikan lobot Spidelman dan es klim,” ucap Kyuhwon.

“Baiklah, nanti appa belikan. Tapi Kyuhwon harus berjanji pada appa kalau Kyuhwon tak bilang pada eomma kalau kita akan…” ucap Kyuhyun terpotong karena Haena tiba-tiba datang.

“Kalian akan apa?” tanya Haena menatap tajam Kyuhyun.

“Aniyo, ini hanya janji antar sesama namja,” ucap Kyuhyun mengelak.

“Kyuhwon, apa yang appamu katakana padamu?” tanya Haena pada anaknya.

“Kata appa Kyuhwon tak boleh bilang pada eomma,” ucap Kyuhwon. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan karena anaknya bisa diajak kerjasama. Dan Kyuhyun beranjak dari ranjangnya hendak mandi. “Kalau Kyuhwon dan appa akan pelgi beli lobot dan es klim nanti,” ucap Kyuhwon polos. Kyuhyun yang telah melangkah akhirnya menghentikan langkahnya setelah mendengar penuturan anaknya itu.

“Kyu, kemari!” ucap Haena. Kyuhyun sudah mulai takut, dia berpikir bahwa Haena akan menghabisinya saat ini juga. “Kyu, kau mencoba mengotori otak anakmu yang masih polos ini dengan ucapan bohongmu itu, eoh?!” ucap Haena.

“Mian Haena, itu karena aku terlalu bingung dia tak mau berhenti menangis,” ucap Kyuhyun.

“Baik, kau tau bukan apa konsekuensinya jika membohongiku?”

“Ne, chagi. Aku tau,” ucap Kyuhyun sudah pasrah.

“Baiklah Kyuhwon, karena appa telah menyetujuinya. Kajja kita bersiap-siap untuk kemall,” ucap Haena riang.

“Holeeeee, kita pelgi ke mall,” teriak Kyuhwon.

Eng .. Ing.. Eng.. Kyuhyun pikir istrinya itu akan memarahinya. Padahal Kyuhyun telah waw-was sebelumnya.

….

Kini keluarga kecil Kyuhyun tengah berjalan- jalan dimall. Mereka sungguh menikmati kebersamaan mereka. Terutama Kyuhwon, yang dari tadi asik menjilati es krim nya.

“Kyuhwon, lihat bajumu sampai kotor kena es krim,” ucap Haena

“Mian eomma, Kyuhwon tidak sengaja. Eomma punya tisu? Kyuhwon akan belsihkan sendili bajunya,” ucap Kyuhwon.

“Tak perlu, chagi. Ini eomma bawakan baju salinmu. Palli ganti bajunya dengan appa!” ucap Haena pada anaknya.

Akhirnya Kyuhyun mengantar anaknya untuk berganti baju. Dan Haena menunggu mereka diluar. Tapi tiba-tiba ponsel Haena berdering.

“Yeobseyo, eomma. Waeyo ?” jawab Haena.

“Haena, palli pulanglah!” ucap eomma terdengar seperti menangis.

“Eomma,gwaenchana?” tanya Haena. Tapi telpon terputus. Dan saat itu Kyuhyun dan Kyuhwon keluar.

“Chagi, ada apa? Kau terlihat buruk,”

“Oppa palli, kita kerumah eomma. Aku merasa ada hal buruk tentangnya,” ucap Haena panik.

“Tapi ada apa?” tanya Kyuhyun juga mulai panik.

“Molla, eomma tidak bilang,” ucap Haena.

 

Kediaman keluarga Choi –

Haena, Kyuhyun dan kyuhwon telah tiba dikediaman keluarga Choi. Rumah tampak berantakkan dan ada beberapa orang bertubuh tegap dirumahnya. Dan ketika Haena bertanya  pada eommanya, eommanya hanya bilang tidak tau. Ny. Choi hanya bilang mereka dari pihak bank yang mencari appanya karena sangkutannya.

***

Sudah beberapa hari Tn. Choi, appa Haena tak ada kabar. Semua orang terus mencarinya termasuk pihak bank. Hingga suatu saat, kabar mengenai appa Haena terdengar. Bahwa Tn. Choi telah ditemukan, namun bukanlah kabar yang baik untuk didengar. Appa Haena dikabarkan ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan penyebabnya dilansir karena murni bunuh diri.

“Kyu, appa ingin bicara,” ucap Tn.Cho.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

“Kyu, lebih baik kau ceraikan Haena!” titah Tn.Cho.

“Wae appa berkata seperti itu? Istriku kini tengah berkabu, lalu appa menyuruku menceraikannya dengan alasan yang tak jelas. Itu sama saja menabur garam diatas lukanya,” bantah Kyuhyun.

“Kau tau, Tn.Choi meninggalkan utang. Itu penyebab kenapa dia bunuh diri, karena dengan begitu utangnya dianggap lunas,” tutur Tn.Cho.

“Aku tidak mengerti maksud appa itu, apa? Dan jika appa menyuruhku menceraikan Haena hanya karena sangkutan Tn.Choi, maka aku akan menolak!” ucap Kyuhyun.

“Jika kau menolak sekarang tak apa, tapi akan appa pastikan kau tak akan bisa menolak nanti,” ucap Tn.Cho.

“Bagaimana appa bisa berpikiran seperti itu? Haena adalah istriku, maka akan kujalani hidupku bersamanya baik senang atau susah. Lagipula bukankan dulu appa yang memaksaku untuk menikahinya. Lalu kenapa sekarang kau kembali memintaku untuk menceraikannya? Padahal saat ini, aku telah mencintainya dan aku telah memiliki anak darinya,” ucap Kyuhyun lalu pergi. Dan Tn. Cho hanya diam.

Karena merasa bicara dengan Kyuhyun sudah gagal, kini Tn.Cho pergi menemui Haena untuk mengutarakan tujuannya. Dan entah setan apa yang merasuki Haena saat itu, sampai dia menerima tawaran Tn.Cho untuk bercerai.

***

Braakkk…

“Maksud appa memberiku ini, apa?!” ucap Kyuhyun kesal dan melempar sebendel berkas perceraian.

“Bukankan sudah jelas? Bahkan istrimu sendiri sudah menada tanganinya,” ucap Tn.Cho. Kyuhyun kembali melihat berkas tersebut dan benar saja Haena telah menanda tanganinya.

“Kau mau kemana,eoh? Mencari istri yang telah menceraikanmu? Dia telah pergi sejak pagi bersama anaknya!” ucap Tn.Cho.

Sementara Haena saat ini sedang bersama Kyuhwon dan eommanya. Mereka pergi jauh.

“Eomma, kita mau kemana?” tanya Kyuhwon

“……” Haena hanya diam

“Kita akan berjalan-jalan, chagi,” ucap eomma Haena menjawab pertanyaan cucunya.

“Kenapa appa tidak diajak, helmeoni?”

“Appamu kan harus bekerja,”

 

***

Kini sudah setahun lebih Haena dan Kyuhyun menjalini hidup masing-masing. Kyuhyun yang kini sudah menikah kembali dan Haena yang terus menjalani hidupnya. Haena kini bekerja di kafe sebagai pekerja paruh waktu.

Kafe –

“Permisi tuan, anda ingin memesan apa?”

“Brown Coffe,” ucap pelanggan itu memesan. Dan saat dia melihat ke arah sumber suara.

“Haena?”

“Donghae, oppa?”

“Oh, tak ku sangka kita dapat bertemu kembali. Bagaimana kabarmu sekarang?”tanya Donghae.

“Kabar ku baik, oppa.  Bagaimana dengan mu? “ tanya Haena.

“Kau bisa lihat sendiri, keadaanku sangat baik. Ohya, bagaimana kabar eomma dan Kyuhwon juga Kyuhyun?”

“Kyuhwon baik keadaannya, eomma sudah meninggal beberapa bulan lalu. Dan Kyuhyun, aku telah bercerai dengannya,” Jelas Haena.

“Bagaimana bisa?”

“Nanti akan ku ceritakan, sekarang aku harus bekerja,”

 

……

“Jadi kau tinggal disini?” Tanya Donghae saat tiba dirumah Haena

“Ne, oppa. Masuklah!”

“Eomma, eomma sudah pulang…” ucap Kyuhwon senang. “Ahjussi ini siapa, eomma? Apa dia teman eomma?” tanya Kyuhwon.

“Hay, jagoan!” sapa Donghae pada Kyuhwon lalu menggendongnya. “Namamu Kyuhwon, bukan? Berapa umurmu?” tanya Donghae.

“Ne ahjussi, aku Cho Kyuhwon. Anak appa dan eomma yang tampan dan pintal. Umulku 4 tahun,” jawab Kyuhwon

“Hei, jangan panggil aku ahjussi,” ucap Donghae protes. Sementara Haena hanya tersenyum

“Kalau begitu apa boleh Kyuhwon panggil appa?”

“Tentu saja. Jadi sekarang Kyuhwon anak appa Donghae, ne.”

“Holllee… Kyuhwon punya appa sekalang,” ucapnya senang

 

……

Saat ini, Haena tengah bercerita pada Donghae. Mulai dari appanya yang bunuh diri karena memiliki sangkutan pada bank. Dia bercerai dengan Kyuhyun karena permintaan Tn. Cho. Lalu eommanya yang meninggal setelah  beberapa bulan appanya meninggal akibat sakit dan tak mendapat perawatan dengan cepat.

“Hei, jangan cengeng! Dan jangan mengasihaniku, aku baik-baik saja,” ucap Haena.

“Mianhe Haena, selama ini aku menutup mata atas apa yang kau alami. Aku merasa bersalah tak dapat membantumu. Bagaimana jika kau bersamaku?” ucap Donghae.

“Tak perlu, oppa. Aku tak mau merepotkanmu juga menyakitimu lagi,” ucapnya menolak.

“Aku tak merasa direpotkan. Lagipula bukan hanya kau tapi juga Kyuhwon. Apa kau tak kasihan dengan anakmu, dia tinggal ditempat seperti ini dan tak ada yang menjaganya. Dia butuh tempat yang lebih pantas untuk tumbuh kembangnya. Pikirkan itu! Ohya kapan kau libur? Jika kau libur kabari aku, aku akan mengajak kalian berjalan-jalan dan aku menunggu jawabanmu,” ucap Donghae lalu pamit.

 

***

Saat ini Haena, Kyuhwon tengah diajak jalan –jalan dengan Donghae ketaman hiburan.

“Appa, kyuhwon mau balon yang walna bilu itu,” pinta Kyuhwon saat melihat balon dan Donghae membelikannya. “Appa, aku mau es klim stlawbelly dan coklat,” pinta Kyuhwon lagi dan lagi-lagi Donghae membelikannya. “Appa, aku mau pelmen coklat,” pintanya lagi namun tak dibelikan Donghae karena dilarang oleh Haena dan Kyuhwon merajuk karenanya.

“Kyuhwon marah pada appa?” tanya Donghae. Kyuhwon hanya menggeleng.” Lalu Kenapa? Jagoan appa tak boleh begitu. Eomma melarang Kyuhwon karena takut Kyuhwon sakit nanti,” ucap Donghae menjelaskan.

“Memang kalau Kyuhwon makan es klim dan pelmen nanti Kyuhwon bisa sakit, appa?”

“Tentu, nanti Kyuhwon sakit gigi. Kalau giginya sakit nanti dicabut lalu kalau giginya dicabut nanti Kyuhwon ompong,”

“Benalkah itu, appa? Appa tidak belbohong jika Kyuhwon makan es klim dan pelmen gigi Kyuhwon nanti ompong?” tanyanya.

“Kalau appa bohong, Kyuhwon bisa hukum appa,” ucap Donghae berjanji.

“Allaso, Kyuhwon pelcaya sama appa,” ucap Kyuhwon.

 

Setelah perdebatan kecil tadi, mereka melanjutkan berkeliling taman kembali. Meraka berkeliling taman hiburan cukup lama, sehingga membuat Haena cukup kelelahan dan akibatnya dada Haena kembali sesak dan terbatuk.

“Haena gwaencahana?” tanya Donghae cukup resah.

“Ne, oppa,” ucap Haena sambil melepaskan dekapan tangannya pada mulutnya sehabis dia batuk tadi. Dan saat Haena melepas tangannya, ada darah disana.

“Ta..tanganmu kenapa berdarah?”

“Gwaenchana, oppa. Kajja kita pulang!” ajak Haena.

“Aniyo, sebelum kau bercerita padaku,”

“Ini hampir malam,”

“Jika kau tak mau cerita, lebih baik sekarang kita periksa kerumah sakit,” ancam Donghae.

“Ne appa, eomma dibawa saja kelumah sakit. Eomma seling batuk-batuk, Kyuhwon sedih lihat eomma sakit. Dan eomma tidak mau kedoktel appa,” ucap Kyuhwon.

Akhirnya mereka pergi kerumah sakit untuk memeriksa keadaan Haena.

 

Hasil pemeriksaan tes kesehatan telah keluar dan Haena positif mengidap kanker paru. Dan karenannya Haena sekarang tinggal bersama Donghae dan eommanya. Sebab Haena sering pergi untuk berobat rutin bahkan dirawat dan Kyuhwon tak ada yang menjaga jadi Kyuhwon dijaga oleh eommanya Donghae.

***

Kini sudah berjalan dua tahun Haena menjalani pengobatan. Namun kondisinya masih belum membaik dan Haena juga jarang bertemu anaknya karena menjalani pengobatan.

“Oppa aku ingin pulang. Aku kangen sekali dengan Kyuhwon. Aku ingin bertemu dengannya dan mengajakknya jalan-jalan,” pinta Haena pada Donghae.

“Kau harus tetap dirumah sakit. Kyuhwon, dia baik-baik  saja. Yang terpenting sekarang  itu adalah kesehatanmu. Kyuhwon sudah ada eommaku yang menjaga bahkan dia sudah menganggapnya sebagai cucunya sendiri dan eommaku sangat menyayangi Kyuhwon. Jadi kau tak perlu khawatir,”

“Kumohon, oppa,” pinta Haena.

“Baiklah, akan kutanyakan dulu pada dokter,”

……

 

Ternyata Haena diizinkan untuk pergi oleh dokter. Dan tanpa basa-basi lagi Haena segera menjemput Kyuhwon dirumah Donghae.

“Eomma, eomma datang,” sorak Kyuhwon.

“Kau sedang apa,chagi?”

“Aku sedang belmain dengan halmeoni, eomma mau ikut belmain?”

“Bagaimana jika Kyuhwon ikut dengan eomma? Eomma mau jalan-jalan,”

“Eomma libul ne, sekalang? Kyuhwon mau,eomma. Tapi apa halmeoni boleh ikut?”

“Sepertinya halmeoni tak bisa ikut, Kyuhwon. Halmeoni juga  mau pergi, jadi Kyuhwon dengan eomma saja ne? tapi Kyuhwon jangan nakal,ne?” kata Ny.Lee.

“Ne allaso, halmeoni. Kyuhwon beljanji tak akan nakal,”

“All right, kajja kita berangkat,” ajak Haena

…..

 

Kyuhwon dan Haena tengah berjalan-jalan disebuah taman danau. Mereka sangat menikmati hari ini. Mereka makan makanan favorit mereka, es krim. Berfoto ria, dan hal menyenangkan lainnya.

“Kyuhwon, apa kau kangen dengan Kyuhyun appa?”

“Ne, Kyuhwon sangat kangen dengan appa. Bialpun appa tak menemui Kyuhwon tapi Kyuhwon tetap sayang appa,”

“Jadi Kyuhwon mau bertemu appa?”

“Jika iya, apa eomma akan mengajak Kyuhwon beltemu appa?”

“Jika Kyuhwon mau, kajja kita kerumah appa,”

“Holleee.. Kyuhwon akan beltemu appa,” ucapnya senang.

 

Haena POV

Kini aku dan Kyuhwon tengah diperjalanan menuju rumah Kyuhyun oppa. Dan selama diperjalanan aku terus memikirkan tentang Kyuhwon yang akan kutinggalkan bersama Kyuhyun oppa. Karena menurutku jika Kyuhwon terus bersama Donghae oppa, maka itu akan menggangunya untuk dapat berumah tangga. Dan aku juga tak ingin selalu merepotkan Ny.Lee dan Donghae oppa. Jadi telah kuputuskan untuk pergi setelah Kyuhwon kutitipkan pada Kyuhyun oppa.

 

Ting..Tong..

Ku tekan bel rumah Kyuhyun oppa dan tampak seorang yeoja yang semuran denganku dengan postur tubuhnya orang hamil dari dalam rumah membukakan pintu. Aku rasa dia istri Kyuhyun oppa.

“Annyeong, saya Choi Haena..” belum selesai ku berbicara tapi telah dipotong olehnya.

“Akkkhhh, jadi eonnie ini istri Kyuhyun oppa? Dan apa dia Kyuhwon? Ohh dia sungguh tampan dan manis. Silakkan masuk eonnie,” ucapnya mempersilakkan.

…..

“Kyuhyun oppa masih dikantor, eon. Mungkin dia akan pulang agak malam, eonnie bisa menunggunya,” ucapnya.

“Akkkhh gomawo, Rana. Tapi aku sepertinya tak akan lama karena aku akan pergi lagi,” ucapku.

“Eomma tapi Kyuhwon belum beltemu appa. Kyuhwon mau beltemu appa dulu!” pintanya.

“Tak apa jika eonnie sibuk, Kyuhwon bisa disini dulu menunggu Kyuhyun oppa,” ucap Rana.

“Baikalah jika itu tak merepotkanmu. Dan ini aku titip surat untuk Kyuhyun oppa. Gomawo ,telah membantu.” Ucap ku pada Rana. “Kyuhwon jangan nakal,ne. Sekarang auntie Rana juga eomma Kyuhwon, jadi Kyuhwon harus memanggilnya eomma,” jelasku pada Kyuhwon.

“Waeyo, eomma? ” tanya Kyuhwon.

“Karena eomma Rana sama seperti appa Donghae. Sama-sama appa dan eomma kedua buat Kyuhwon, arraso?”

“Allaso. Kyuhwon akan memanggilnya eomma Lana,”

“Yasudah, eomma pulang dulu ne. Ingat! Jangan nakal,” ucap ku lalu pamit pergi.

Haena POV end

 

***

Ternyata Kyuhyun tak bisa pulang malam, dia lembur. Jadi dia baru pulang pagi.

“Rana, aku pulang,”

“Appaaaa…….” Teriak Kyuhwon dan langsung memeluk appanya.

“Kyuhwon? Kapan anak appa datang?”

“Kyuhwon datang kemalin dengan eomma,”

“Lalu eomma mana?” tanya Kyuhyun.

“Eomma sudah pulang,”

“Memang Kyuhwon dan eomma sekarang tinggal dimana?” tanya Kyuhyun.

“Kyuhwon dan eomma tinggal belsama halmeoni dan appa Donghae,”

“Appa Donghae? Lalu bagaimana kabar eommamu?” tanya Kyuhyun. Dia berpikir Haena telah menikah kembali dengan Donghae.

“Eomma baik-baik saja, kan ada appa Donghae. Tapi eomma sering sakit, eomma sering batuk-batuk,” jelas Kyuhwon.

“Kyuhwon, kajja sarapan dulu,” ucap Rana pada Kyuhwon. “Oppa didalam ada surat dari Haena untukmu, kutaruh diatas meja rias,” ucapnya lagi pada Kyuhyun

Kyuhyun segera kekamar untuk melihat surat Haena.

 

For : Kyuhyun oppa

 

Kyuhyun oppa, apa kabarmu? Kuharap kau baik-baik saja. Mianhe oppa, jika aku mengusik kehidupanmu sekarang dengan membawa Kyuhwon. Ini semua karena Kyuhwon sangat merindukanmu. Kau tau, dia selalu menyayangimu begitu juga denganku. Kuharap oppa dapat menyayangi Kyuhwon biarpun kau akan mendapat anak lagi dari Rana.

Dan aku selalu berdoa untuk kesehatanmu dan berharap kita dapat bertemu karena aku  merindukanmu.

Love

Haena ^^

 

***

Beberapa bulan telah terlewati sejak pertemuan terakhir Haena dengan Kyuhwon. Haena masih sakit, malah kondisinya semakin memburuk. Kankernya sudah menyebar hampir keseluruh tubuhnya.

“Donghae oppa, aku sudah tidak kuat lagi. Dan aku tak ingin lebih lama merepotkanmu,”

“Kumohon bertahanlah! Bukan karena aku tapi karena Kyuhwon, dia masih membutuhkanmu. Dan aku tak merasa direpotkan olehmu. Aku senang bisa membantu dan selalu bersamamu, Haena,”

“Berapa banyak biaya lagi yang harus kau keluarkan untuk aku? Berapa lama waktumu yang telah terbuang karena aku? Jika kau hanya mengurus yeoja penyakitan seperti aku, kapan kau akan bahagia oppa?” ucapnya berteriak namun tangisan lebih mendominasi.

“A..aku tak peduli, Haena. Aku mencintaimu!” ucap Donghae berteriak dan ikut menangis lalu memeluk Haena dan mereka menangis bersama.

“Cukup oppa, aku tak mau dengar! Aku sudah tak kuat dengan semua ini. Bukan hanya ragaku yang sakit tapi juga batinku, oppa. Dan bukan berarti aku tak sayang pada kalian terutama Kyuhwon tapi aku tak mau jadi beban kalian!” ucapnya dan tangisnya pecah.

Kali ini Haena memang sudah tak dapat menahan rasa sakitnya. Dadanya mulai sesak dan dia kembali batuk dan mengeluarkan darah. Donghae panik melihat Haena kembali batuk darah dan dia segera pergi untuk memanggil dokter, namun tangannya dipegang Haena.

“Kumohon oppa, jangan tinggalkan aku sendirian! Aku takut dan disini dingin, tolong peluk aku oppa!” pinta Haena dan suaranya juga telah melemah. Donghae hanya bisa menuruti permintaan Haena. “Oppa, ini aku titip surat untuk Kyuhyun oppa. Dan ini juga ada kado serta surat untuk Kyuhwon, tapi tolong diberikan pada saat ulang tahunnya yang ke 15 dan biar kau simpan dahulu,” ucap Haena.

“Jika diberikan sekarang kenapa? Kyuhwon pasti senang dapat hadiah darimu,” ucap Donghae dan mendapatkan jitakkan dari Haena. “Akkkhhh, kau ini sakit tapi masih menjitakku!” ucap Donghae.

“Pabo! Kyuhwon masih kecil mana bisa dia mengerti apa yang ku beri!” ucapnya dan Haena kembali terbatuk.

“Sudah cukup jangan bicara lagi! Kau harus istirahat Haena,” ucap Donghae lembut.

“Aniyo oppa, aku belum mau. Ohya oppa berjanjilah pada ku bahwa kau tak akan bercerita pada Kyuhwon tentang apa yang sebenarnya terjadi padaku. Dan jika nantinya dia marah atau bahkan membenciku, tak masalah oppa. Kau jangan jelaskan apapun, biar aku yang jelaskan lewat surat ini. Karena aku tak mau dia bersedih saat ini,” ucap Haena berlinang air mata.

“Haena, kau ini bicara apa? Jangan asal bicara!” sentak Donghae.

“Oppa kau ini dokter anak, kau pasti lebih paham perasaan anak-anak. Kumohon oppa, berjanjilah padaku!” ucap Haena.

“Ne, aku berjanji Haena,”

“Gomawo, oppa. Sekarang bolehkan aku istirahat? Aku sudah mengantuk oppa, mianhe,” ucap Haena lalu tertidur.

“Ne, kau tidurlah. Aku akan menjagamu,” ucap Donghae lalu mengecup dahi Haena lembut.

……

Haena sudah beberapa jam tertidur, Donghae merasa cemas jadi dia menggoncang-goncangkan tubuh Haena. Namun Haena tak kunjung bangun, badannya sudah dingin dan wajarnya sudah pucat.

“HAENA….!! Wae kau tinggalkan aku?” ucap Dongae dan tangisnya pecah ketika menyadari bahwa Haena telah tak bersamanya.

 

***

Keesokkannya Haena dimakamkan. Pemakaman berjalan lancar dengan sedikit rintik hujan.

“Selamat tinggal Haena, aku harap kau tenang disana. Dan kau harus tau bahwa aku sangat mencintaimu. Serta maaf tak dapat membahagiakanmu disaat terakhir bagimu,” ucap Donghae lalu meninggalkan pemakaman.

…..

Setelah dari pemakaman Donghae bergegas kerumah Kyuhyun untuk memberikan surat Haena padanya.

“Donghae appa…” ucap Kyuhwon ketika membukakan pintu.

“Anak appa, sudah besar. Bagaimana kabarmu?”

“Siapa yang datang Kyuhwon?” tanya Rana.

“Annyeong, nona. Saya Lee Donghae,”

“Silakkan masuk tuan,”

“Tidak, terima kasih. Aku tak lama disini, hanya ingin menitipkan surat Haena. Dan setelah ini saya akan pergi lagi,” ucap Donghae.

“Appa mau kemana? Dan eomma dimana? Kyuhwon kangen eomma,” ucap bocah itu.

Donghae bingung harus bicara apa pada bocah itu, pasalnya Haena melarangnya memberitahu.

“Eomma sudah pergi duluan, Kyuhwon yang sabar ne.” ucap Donghae tak kuasa. “Baiklah, appa harus segera pergi. Kyuhwon jaga diri baik-baik dan sehat selalu. Paii Kyuhwon, appa dan eomma menyayangimu,” ucap Donghae pamit.

“Kyuhwon juga sayang eomma dan appa. Dah appa, hati-hati,” ucap Kyuhwon melambaikan tangannya.

 

……

Kyuhyun sudah pulang bekerja, kini dia tengah berbaring diranjangnya membaca buku.

“Oppa, tadi ada suaminya Haena datang menitipkan surat dari Haena. Ini!” ucap Rana dan menyerahkan suratnya.

 

For : Kyuhyun oppa

 

Oppa, bagaimana kabarmu? Aku harap kau dan keluarga baik-baik saja. Ohya, Kyuhwon tak merepotkan kaliankan? Kuharap tidak.

Mianhe oppa, aku tak pernah mengabarimu dan hanya mengirim surat ini padamu. Sebenarnya jika aku bisa dan kupunya waktu aku sangat ingin bertemu kalian karena ku sangat merindukan kalian. Mungkin saat ini aku tak bisa bertemu dengan oppa, tapi oppa bisa menemuiku dipemakamanku.

 

        Kyuhyun tersentak membaca surat Haena, Mungkin saat ini aku tak bisa bertemu dengan oppa, tapi oppa bisa menemuiku dipemakamanku.Dan Kyuhyun mulai menitikan airmata.

 

Aku harap oppa dapat sering mengunjungiku. Ohya oppa, aku minta padamu jangan beritahu Kyuhwon jika aku telah pergi dengan cara seperti ini. Karena aku tak mau dia sedih. Biarlah dia mengira aku meninggalkannya karena sibuk bekerja. Lebih baik dia marah atau bahkan membenciku dari pada dia menangisiku.

Hanya itu saja dariku oppa, kuharap kau dapat melupakanku untuk masa depanmu dan mengenangku sebagai kenangan masa lalumu. Karena aku tak mau kau sakiti Rana .

Ahhhkk ne, Rana. Aku sangat berterima kasih padanya karena telah menjaga Kyuhwon dan aku juga minta maaf padanya atas apapun itu.

Dan oppa, aku sangat mencintaimu. Bahkan sampai akhir hayatku. Sampaikan juga rasa cintaku pada Kyuhwon.

Ku harap kalian bahagia, karena aku juga bahagia akan bertemu dengan appa dan eommaku.

 

LOVE

Haena^^

Kyuhyun menagis dalam pelukkan Rana. “Oppa, waeyo?” tanya Rana.

“Haena..Haena telah tiada. Dia sudah meninggal,” ucap Kyuhyun terisak.

Rana tak percaya dengan apa yang Kyuhyun ucapkan. “Bagaimana bisa?” tanya Rana

“Molla, dia tidak bilang penyebabnya,” ucap Kyuhyun. “Apa Donghae tak bilang penyebab kematian Haena padamu?”

“Aniyo, dia hanya datang menitipkan surat lalu pergi,” ucap Rana

 

***

Donghae tengah bersiap –siap untuk keberangkatannya ke Paris. Dia ingin mengenang masa indahnya bersama Haena dulu disana.

“Donghae, tunggu!” ucap Ny.Lee

“Waeyo, eomma?”

“Ini! Sepertinya milik Haena, lebih baik kau kembalikan pada Kyuhyun. Eomma menemukannya dikamar rawat Haena saat pembersihan,” ucap Ny. Lee. Sementara Donghae masih terdiam menatap benda milik Haena yang ditemukan eommanya. “Hey, jangan melamun! Palli, kau harus segera berangkat,” ucap Ny. Lee.

“Ne, eomma. Tapi eomma tak apa aku tinggal sendiri?” tanya Donghae.

“Kau ini terlalu berlebihan. Eomma kan juga akan ke Paris besok. Sudah berangkat, palli!”

“Ne, eomma. Bye..”

 

Sementara saat ini Kyuhyun telah mengunjungi makam Haena.

“Haena, mian aku tak tau mengenai dirimu. Aku sungguh pabo! Kau masih mencintaiku sampai akhir hayatmu tapi aku tak bisa membalas cintamu,” ucap Kyuhyun dan sesaat dia terpikir tentang Donghae. “Lee Donghae! Aku tak akan melepaskanmu atas perbuatanmu pada Haena!” ucap Kyuhyun.

 

 

FIN

Advertisements

One thought on “[ONESHOOT/DONGHAE] TRUE LOVE

  1. oh my……… sungguh terharu bgt….. bcanya.
    tpi alurnya kecepetan soalnya di buat oneshoot. jdi… kedua orang tua haena meninggal karna utang??? kasian bgt
    trs…. si kyuhwon sp yg jga??? lalu sp yg akan jdi eommanya??? apkh rana? tpi btw si rana itu spnya kyuhyun??? apkh istrinya kyuhyun???
    ah… penasaran bgt dan…. ternyata ini ada sequelnya q lgsg bca sequelnya aj deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s