[ Donghae ] ONESHOT || Trully, I Love You,!

Title                 :  Trully, I Love You,!

Cast                 :  Lee Donghae, Park Hyun Min

Author             : Chieva Chiezchua

Story               : Lee Hae Ni a.ka Enny

Genre : Romance,  Sad

Lenght             : Oneshoot

Rating                         :  PG 17 +

Disclamer        : FF ini merupakan hasil kolaborasi dengan sahabat saya, dia yang memberikan ide cerita sedangkan saya hanya mengembangkannya saja, mian kalau masih banyak kekurangan dan typo yang bertebaran dimana-mana, tapi semoga kalian tetap suka, sebelumnya saya ingin memberitahu bahwa FF ini juga di sudah publish di wep lain namun nama cast yang digunakan sengaja aku bedakan dengan yang disini, jadi jangan ada yang mengira kalau FF ini merupakan plagiat atau semacamnya, FF ini merupakan hasil jerih payah saya untuk membuatnya lebih menarik lagi semoga kerja keras saya tidak sia-sia dengan coment yang kalian berikan. Ok happy reading all……

 

 

Hyun Min POV

‘Bahagia’, Yach! Hanya satu kata itulah yang bisa menggambarkan perasaanku hingga saat ini, meskipun rasa bahagia ini hanya bersifat semu belaka, aku tidak pernah merasa menyesal sedikitpun untuk menjalankan segala peranku yang memang seharusnya ku lakukan.

Sebagai seorang istri yang baik, aku harus tetap melayani suamiku sepenuh hati, dan aku sangat bahagia melakukan ini semua, meskipun  pada akhirnya, hanya rasa sakit yang mungkin akan ku rasakan, aku sudah siap menanggung resiko atas segala hal yang telah kuperbuat, bahkan perasaan inipun hanya aku sendiri yang akan tahu jika memang semuanya harus berakhir sesuai dengan rencana yang telah kami sepekati.

Dalam jangka waktu 2 bulan ini aku telah mengapdikan hidupku pada seorang namja yang sebenarnya memang sangat ku cintai, kami telah menikah dan aku resmi menjadi istrinya, namun ikatan kami  tidaklah seperti ikatan suci yang selama ini bisa kalian bayangkan sebagai pernikahan yang sangat membahagiakan, semua ini hanyalah ikatan semu yang sudah diatur sedemikian rupa hingga nanti pada akhirnya kita harus berpisah.

Disini akulah sebagai pihak yang harus menanggung rasa sakit yang teramat dalam jika memang hal itu terjadi karena tanpa bisa kuhindari aku memang benar-benar mencintainya.

Flashback On …

Two Monts Ago……..

Aku yang berdiri di sampingnya tidak mampu sedikitpun menyembunyikan perasaan gugup yang menjalari seluruh tubuhku hingga peluh membasahi pelipisku.

Oh Tuhan, apakah ini nyata?, bagaimana mungkin semua ini benar-benar terjadi, memang hal inilah yang selama ini selalu kuimpikan, yaitu berdiri di depan altar dengan seseorang yang sangat ku cintai.

Aku merasa senang sekaligus sedih,

‘senang karena akhirnya impianku untuk memiliki namja tampan yang sekarang berdiri dengan gagahnya di sampingku bisa tercapai.

‘sedih’ karena kenyataan lain yang membuat hatiku pilu, aku sudah tak sanggup untuk menjelaskan seperti apa gambaran perasaanku saat ini.

Kira- kira apa yang akan ia ucapkan nanti, apa mungkin ia akan menolak pernikahan ini dan meninggalkanku begitu saja seperti orang bodoh?, suara hatiku bergemuruh memikirkan kemungkinan terburuk yang mungkin saja bisa terjadi.

‘Tidak’ aku tahu Donghae bukanlah namja sejahat itu, meskipun aku tahu ia tidak pernah mencintaiku, tapi ia tidak akan mungkin mempermalukanku hingga demikian. Suara hatiku yang lain tidak membenarkan pemikiranku sebelumnya.

Meskipun pernikahan kami terjadi hanya karena sebuah perjodohan dari orang tua , atau lebih tepatnya bisa dikatakan hanya sebuah simpati karenadi dunia ini aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, orang tuaku baru saja meninggal karena sebuah kecelakaan, oleh sebab itu tuan Lee ingin putranya menikahiku karena ia sudah menganggapku sebagai putrinya sendiri, keluarga kami dulunya memang cukup dekat.

Namun tak dapat dipungkiri kalau aku sebenarnya memang mencintainya, Yach! Dari dulu aku memang mencintai Lee Donghae bahkan sejak kami berada di sekolah yang sama, tapi tidak dengan dirinya, hal itulah yang membuatku merasa sedih dan kenyataan lain semakin membuat hatiku teriris perih karena sudah ada yeoja lain yang sangat dicintainya. Dan sampai  kapanpun mungkin aku tak akan pernah sanggup menggantikan posisi yeoja itu di hatinya.

Oh! Tuhan, sebegitu egoisnyakah diriku karena telah merusak kebahagiaan orang lain. Batinku dalam hati.

Akupun mulai tersadar dari lamunanku saat Pendeta tengah mengucapkan janji suci pernikahan.

“Bersediakah Tuan Lee Dong Hae menerima Park Hyun Min menjadi istrimu dalam keadaan suka maupun duka ?” “Nde, aku bersedia.”  Tanpa ada rasa ragu sedikitpun Donghae Oppa mengiyakan pernyataan penghulu yang ditujukan padanya.

Seketika itu juga perasaan lega dan menyejukkan menjalari seluruh tubuhku  saat mendengar pernyataannya. Aku sangat bersyukur karena ia menerima pernikahan ini,

“Dan bersediakah nona Park Hyun Min menerima tuan Lee Donghae menjadi suamimu dalam keadaan suka maupun duka ?” Tanpa rasa ragu sedikitpun, aku langsung mengiyakan pernyataan pendeta. “Nde aku  bersedia”.

“Dengan di saksikankeluarga, kalian kini telahsahmenjadisuamiistri, silahkan berciuman.”

Pernikahan ini memang hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja, karena memang semuanya begitu tiba-tiba.

Donghae hanya mengecup keningku sekilas, meskipun begitu aku  merasa sangat bahagia seolah dunia telah berpihak kepadaku karena kini ia telah menjadi milikku seutuhnya.

After Wedding….

“Itu kamarmu, kau bisa beristirahat disana” tunjukknya pada sebuah ruangan yang berada tak jauh dari tempatku berdiri, setelah itu ia pergi begitu saja dan masuk ke sebuah ruangan yang berada tak jauh pula dari kamarku

“Ne, ” jawabku singkat, aku tak bisa menyembunyikan kesedihanku saat ini, seperti inikah malam pertama pernikahanku?, orang bodohpun tak akan pernah bisa menerima ini semua.

“Jongmal Saranghaeyo Oppa, gumamku lirih, tanpa terasa buliran bening meluncur mulus membasahi pipiku.

Oh! Tuhan, kumohon kuatkanlah diriku semoga aku bisa bertahan dengan ini semua.

DonghaePOV

Kulepas kemeja yang melekat ditubuhku kemudian membuangnya ke sembarang tempat, setelah itu kuhempaskan tubuhku ke atas ranjang mencoba untuk mengusir rasa lelah setelah seharian ini bergelut dengan pesta yang tak pernah ku inginkan.

Sebenarnya bisa saja aku menolak perjodohan ini, namun entah mengapa aku tak mampu untuk melakukannya.

Kau harus menikahinya Donghae~ya, apa kau tak kasian padanya, disini dia sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi, dan appa sudah menganggapnya sebagai putri appa sendiri . kata-kata appa selalu terngiang dibenakku.

Aku mengurut pelipisku perlahan, mencoba untuk menjernihkan fikiranku dan mencari solusi atas permasalahan ini semua.

Apa yang harus kulakukan, apa mungkin aku sanggup bertahan dengan gadis yang sama sekali tak ku cintai.

Lalu bagaimana dengan Hyo Reen , sampai detik ini ia belum mengetahui mengenai masalah ini, apa ia rela menerima ini semua jika aku berkata jujur padanya?, segala pertanyaan berkecamuk menjadi satu dalam fikiranku.

“Arrrgghhh!” Aku mengacak rambutku gusar kemudian bangkit  dari tempat tidur, sepertinya malam ini aku tak akan bisa tidur dengan nyenyak.

Aku berjalan mondar mandir seraya berfikir mencoba untuk mencari solusi.

“Sepertinya hanya ada satu cara”, gumamku seraya mengelus dagu, menimbang-nimbang apa mungkin keputusanku ini tepat.

Flashback Off………..

Hyun Min’s Room

Seperti biasa ku  rebahkan tubuhku di atas ranjang untuk melepas segala rasa penat, ‘sendiri’ sudah menjadi hal yang sangat biasa bagiku,  berada di dalam kamarku tanpa ada seseorang pun yang menemani,

“Min-ah,kau tak perlu repot repot membuatkanku makanan dan menyiapkan segala keperluanku, aku bisa sendiri dan hari ini tak usah menungguku, aku akan pulang larut, tidurlah dengan cepatkata-kata seperti itulah yang sering kudengar setiap pagi darinya.

Ia  memang selalu pulang larut malam dan akan berangkat kerja pagi-pagi sekali. Seperti itulah kebiasaan yang terjadi dalam rumah tangga kami selama dua bulan ini.

Mungkin memang ia sengaja melakukan itu semua untuk menghindariku.

Pandangan mataku menerawang menatap langit-langit kamar berwarna putih. Fikiranku tentu saja sedang berkelana memikirkan bagaimana nasib kehidupan rumah tanggaku selanjutnya.

Oohh!! Apa mungkin ini semua bisa dikatakan kehidupan rumah tangga, aku rasa semua ini hanyalah sandiwara sesaat, dan jika sudah datang waktunya sebisa mungkin aku harus bisa melupakannya, meskipun hatiku berteriak tak ingin.

Tidak terasa kebersamaanku dengannya tidak akan lama lagi, satu bulan kedepan akan tiba waktu dimana aku harus rela untuk melepasnya.

Kata-kata yang dilontarkan olehnya pada malam itu,  tepatnya malam pertama kami saat ia memasuki kamarku secara tiba-tiba, semua yang ia ucapkan selalu terngiang di otakku seakan menjadi alarm yang selalu mengingatkanku untuk sadar dari mimpiku bahwa aku bukanlah siapa-siapa baginya.

‘Anggap saja pernikahan kita ini hanya sandiwara semata, aku akan membuat surat pernyataan bahwa kita hanya menikah dalam jangka waktu 3 bulan saja setelah itu kita akan bercerai dan aku akan kembali pada Hyo Reen kekasihku, dan ingat ini semua hanya akan menjadi rahasia kita berdua.’

Tentu saja pada saat itu aku hanya bisa mengiyakan keinginanya dengan hati tersayat, aku cukup tau diri karena tidak akan mampu untuk membuatnya  tetap berada di sisiku sedangkan ia sendiri ingin meninggalkanku. Meskipun sebenarnya aku sangat ingin ia berada tetap di sampingnya.

Oh! Tuhan bagaimana caranya agar aku bisa mempertahankan dirinya agar tetap bersamaku.

__o0o__

Donghae POV

Hariinisetelahpulangbekerjaakuberjanjiuntukmenemuikekasihku Hyo Reen . Aku sangat merindukannya karena beberapa hari ini kami tidak sempat bertemu kerana kesibukanku di kantor.

Kami sepakat bertemu di sebuah restoran sekalian untuk makan malam. “Kau sudah lama menungguku  chagi ?” tanyaku seraya  mencium kening Hyo Reen saat aku sudah berada di depannya. Sungguh demi apapun aku sangat merindukannya.

“Baru saja  oppa” jawabHyo Reen.

“Apa kau takmerindukankuchagi ?” tanyaku sengaja inginmenggodanya.

Tapi bukannya menanggapi pertannyaanku, Hyo Reen malah menunjukkan raut wajah gugup.

“Oppa ,ada yang inginkukatakanpadamu.”

“Katakanlah chagi, kau …..?”.belum sempataku melanjutkan kata-kataku tibatiba saja Hyo Reen membuka suara kembali.

“Aku ingin hubungan kita berakhir, mian” lanjut Hyo Reen setelah menyelesaikan kalimatnya Hyo Reen pergi begitu saja tanpa memperdulikan diriku yang masih mamatung akibat shock mendengar kata-katanya.

__o0o__

 

Aku pulang kerumah dengan keadaan hancur, sesakit inikah rasanya?, bagaimana mungkin seseorang yang sangat kita cinta pergi meninggalkan kita begitu saja tanpa alasan sedikitpun. Aku mohon siapapun tolonglah aku untuk meredakan rasa sakit ini.

Aku menatap pintu kamar yang berada di depanku dengan tatapan nanar, mungkinkah Hyun Min mau mendengar keluh kesahku, Aish! Fikiran bodoh macam apa itu, selama ini aku telah mengabaikannya, tidak mungkin ia bisa mengerti tentang perasaanku. Keluhku frustasi.

Aku berjalan dengan terseok-seok menuju kamarku sendiri, sekarang ini aku bagaikan orang bodoh yang sedang menangisi sesuatu yang harusnya tak perlu ditangisi, tapi entah mengapa yang ingin aku lakukan sekarang ini hanya menangis, masabodoh orang berkataapa ? mungkin keesokan hari aku akan melupakan ini semua.

Hyun Min POV

Aku mendengar seseorang membuka pintu apartement,dengan perlahan “itu pasti Donghae oppa.” Gumamku pada diri sendiri.

Tidak biasanya ia pulang lebih cepat, aku melirik jam yang berada di dinding kamarku. “oh! Ternyata baru jam delapan.” Gumamku pada diri sendiri.

Ada apakah gerangan, tidak seperti biasanya ia selalu pulang larut malam, aku segera bangkit dari atas ranjang untuk segera mencari tahu rasa penasaranku,  aku berdiri di balik pintu kamarku kemudian membukanya perlahan dan meliriknya dari celah pintu yang hanya kubuka sedikit.

Reflek, aku membungkam mulutku tak percaya dengan pemandangan  yang baru saja ku lihat, ia menghadap ke arah pintu kamarku tapi kenapa seolah pandangannya kosong, dan apa itu? Wajahnya memerah seolah menahan tangis, astaga, apa yang sebenarnya telah terjadi padanya?, kenapa wajahnya tampak begitu frustasi?

Kemudian aku melihatnya berjalan dengan terseok-seok menuju kamarnya sendiri,  sungguh aku tidak tega melihatnya kacau  seperti itu, sebenarnya apa yang telah terjadi padanya?

Tanpa menunggu waktu lagi aku segera menghambur keluar kamar untuk menghampirinya.

Aku melihatnya duduk di sisi ranjang dengan wajah tertunduk lesu.  “Donghae oppa.” Sapaku, Akupun berjalan mendekatinya.

Ia mendongakkan kepalanya, memandangku dengan wajah sayu nya.

Omoo!! Apakah ia menangis?, batinku tak percaya dengan kenyataan yang baru saja kulihat namun aku bisa merasakan sorot matanya yang penuh luka.

“Wae geure? Apa yang terjadi?” tanyaku, kini aku telah berdiri tepat di hadapannya.

Tanpa menjawab pertanyaanku Donghe Oppa langsung memelukku, ia masih terduduk di tempatnya sedangkan aku masih berdiri di hadapannya, perlahan tanganku mulai terangkat untuk mengusap kepalanya yang menempel pada perutku

“Oppa, wae Geure, apa yang terjadi ?” tanyakukhawatir.

“Aku berakhir dengannya, eothe! rasanyasakit sekali” , jawabnya parau, ia semakin mengeratkan pelukannya di pinggangku.

“Mengislah oppa jika itu menenangkammu, aku akan menemanimu disini” ucapku tulus.

Kini aku telah terduduk di sampingnya dan memeluknya semakin erat memberi ketenangan dan kekuatan untuknya. “Tenanglah Oppa, aku akan selalu disini untuk menemanimu.”

Entah mengapa aku juga seolah merasakan  sakit yang ia rasakan saat ini, rasa tidak rela saat melihatnya menangisi yeoja lain membuat hatiku perih, namun aku juga harus kuat agar bisa membari dukungan untuknya.

Sesaat kemudian ia mulai melonggarkan pelukannya padaku, aku merasa sedikit kehilangan saat ia mulai menjauhkan tubuhnya dariku.

“Jongmal Gomawoyo, kau sangat pengertian” Ucapnya tulus seraya menagkup kedua pipiku.

Akupun hanya mampu menanggapinya dengan sebuah senyuman yang di paksakan, sejujurnya hatiku sangat sedih saat ini.

“Mianhe, jongmal mianhe.” Lirihnya perlahan seraya menundukkan wajanhya dalam.

“Gwencahan Oppa, aku mengerti.” Aku mengusap wajahnya perlahan mencoba memberi ketenangan dan memperlihatkan bahwa diriku tak apa-apa.

Entah sejak kapan bibir kami telah bertemu, bibirnya bergerak perlahan mengecupi setiap inci sudut bibirku, kini ciumannya mulai menuntut dan sarat akan emosi, bahkan nyaris aku tak mampu mengimbanginya, bibirku merasakan seolah ada benda kenyal dan lembut berusaha ingin menerobos masuk ke dalam mulutku, tanpa menunggu waktu lama, aku langsung melonggarkan bibirku membukanya sedikit memberikan akses masuk pada lidahnya agar bisa bermain sepuasnya di dalam sana,  ini adalah pengalaman pertamaku berciuman dengannya,

Bibirnya kini perlahan turun menciumi leherku, akupun mendongakkan kepalaku, memberikan akses lebih, ia mengecup setiap inci leherku dan menghisapnya kuat memberi jejak kepemilikan disana.

Oh! Tuhan, semua ini begitu memabukkan, bahkan hanya berciuman saja sudah membuat kepalaku pening, seolah dunia ini berputar dengan cepat.

Aku berusaha terus mengimbangi setiap ciuman yang ia berikan, tentu saja aku sangat menikmati semua ini,  apakah mungkin hal ini akan berakhir seperti pasangan-pasangan yang lainnya ?

__o0o__

Akuterbangun di tengah malam, danbarusadarkalau saat ini akutertidurdalampelukan Donghae Oppa, Oh! tidak  Benarkah aku berada di dalam kamar Donghae Oppa, siapapun disana tolong bangunkan aku dari mimpi ini,

Aku merasakan seluruh tubuhku terasa berat dan lengket. “Aish! Sepertinya ini bukan mimpi”, Kulirik jam yang tergantung di atas dinding, ternyata masih jam dua pagi, .

Ku tarik selimut yang menutupi untuk tubuh polosku hingga eher. Kutolehkan wajahku ke samping menatap wajahnya yang kini tertidur pulas di sampingku. Wajahnya saat tertidur begitu tampan dan menyejukkan, tidak ada raut dingin yang biasanya ia perlihatkan padaku.

Kupandangi wajahnyayang menawan tanpa berkedip, aku membelai rahang kokohnya penuh sayang, kurasa saat ini aku semakinmengagumi sosoknya yang rupawan. Hidung mancungnya dan bibir tipisnya membuatku terlena.Oh! Bahkan saat tidur ia nampak begitu tampan, jemariku bergerak perlahan menyentuh sudut bibirnya yang sedikit terbuka, Oh! Tuhan bibir inikah yang membuatku melayang.

Malam ini adalah malam terindah dalam hidupku. Aku tidak akan pernah melupakan moment bahagia ini, malam ini juga aku sudah menjadi milik namja ini. Namja yang telah menjadi suami ku , segala yang kumiliki telah menjadi miliknya. Aku berharap semoga saja setelah kejadian ini hubungan kami semakin membaik. Akupun kembali tertidur dalam pelukan hangatnya dengan senyuman yang terus merekah di bibirku.

__o0o__

The next Day…..

Aku terbangun tanpa busana danDonghae oppa pun samahalnya denganku. sontak akupun terduduk di atas tempat tidur.

“Ommo,” teriakku nyaring.

“Apa yang sebenarnya terjadi semalam, apa benar kami telah melakukannya?.” Gumamku, aku masih tak percaya saat mendapati kondisiku saat ini.

Dia pun terbangun akibat suara nyaringku. Kutolehkan wajahku padanya dengan raut penuh tanda tanya.

“Mianhae aku tak bermaksud melakukan itu padamu, hatiku sedang kalut dan hancur jadi lupakan saja kejadiansemalam,” setelah berkata seperti itu, kemudian ia beranjak dari posisinya dan pergi meninggalkanku begitu saja yang masih terpaku karena tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar.

Benarkah semua itu, kata-kata yang baru saja ia ucapkan seolah menjadi pukulan keras bagiku, aku merasa bagaikan seorang wanita murahan yang akan ditinggalkan begitu saja saat semuanya sudah selesai. akuhnyabisamenangisdanmenangis .

Menangisi kebodohanku karena sempat percaya bahwa ia sudah menerimaku, tapi ternyata itu semua salah, belum cukupkah penderitaanku selama ini?

__o0o__

Takterasatiga bulanakantibadansebentar lagi saatnyaakuharus berpisah dengannya. Ini memang sudah saatnya, aku harus mulai membiasakan diriku untuk menjauh darinya, agar jika waktunya tiba nanti hatiku tak terllau sakit saat harus meninggalkannya.

Namun entah mengapa, akhir-akhir ini aku selalu ingin berada di dekatnya, ada apa sebenarnya dengan diriku, kenapa perasaan seperti itu seolah tak mampu aku tahan.

Selain itu nafsu makanku pun sedikit bertambah, dan aku merasakan ada banyak perubahan pada diriku, aach!.. mungkinkah aku…?

Aku menarik kedua sudut bibirku membuat sebuah senyuman bahagia  saat melihat hasil laporan tes kehamilan yang berada di genggamanku, aku benar-benar tak menyangka jika ini semua memang kenyataan. Ternyata kandunganku sudah berusia dua minggu.

Sedetik kemudian Raut wajah bahagiaku tergantikan oleh rasa cemas. Kenyataan bahwa hubungan kami tidak terlalu baik membuatku cukup takut. Apa mungkin Donghae oppa akan senang jika mendengar kabar ini?

Kenyataan jika mungkin saja Donghae Oppa tak menginginkan kehadiran anak ini, membuat hati ku hancur, jika memang hal itu terjadi aku akan berusaha untuk membesarkannya seorang sendiri, bagaimanapun juga anak ini adalah bukti dari rasa cintaku pada Donghae oppa. “Tumbuhlah dengan baik nak.” Gumamku seraya mengelus perlahan perutku yang masih rata .

Apa yang harus kulakukan, apa aku harus menyembunyikan ini semua darinya. Aku berjalan menyelusuri lorong rumah sakit dengan perasaan tak menentu.

__o0o__

Sudah tiba saatnya, hari ini aku akan meninggalkannya, sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya setelah tiga bulan berlalu, kami akan bercerai, dan lebih baik aku harus cepat-cepat meninggalkan tempat ini secara diam-diam agar hatiku tak semakin terluka saat melihat wajahnya.

Aku menyeret koper besar dan berjalan ke arah pintu berniat untuk segera pergi, aku  membuka pintu apartement secara perlahan.

Aku terkejut saat melihatnya sedang berdiri tegap di depanku, “omoo! Bukankah kau sedang berada di kantor?” tanyaku gugup.

Ia melirik koper yang berada pada genggaman tangan kiriku.

Secepat kilat ia langsung menghambur memelukku erat, hingga sempat membuatku terhuyung kebelakang.

“Jeball, tetaplah di sampingku, bersama anak kita, aku tak akan sanggup jika kau juga pergi meninggalkanku.” Lirih Donghae di pundakku.

Aku  membulatkan mataku tak percaya dengan kata-kata yang baru saja kudengar. “Bagaimana kau tau?” sergahku.

“Tak penting darimana aku mengetahui itu semua, yang terpenting adalah kau tak akan meninggalkanku dan lupakan semua kontrak konyol yang telah ku buat, aku hanya ingin bahagia denganmu dan anak kita kelak, kita akan memulainya dari awal.” Ucap Donghae Oppa,ia semakin mengeratkan pelukannya padaku.

Aku tak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku, hingga membuatku menangis terharu di pundaknya.  Donghae Oppa langsung panik saat melihatku menangis.

“Wae Geure?, Mianhe aku terlalu banyak menyakitimu,” sesalnya. Ia menghapus buliran bening di wajahku dengan ibu jarinya.

“Aku berjanji mulai sekarang akan membahagiakanmu.” Ucapnya tulus dan kembali memelukku dengan erat.

“Aku menangis karena bahagia Oppa, terimaksih sudah menerimaku, aku sungguh sangat bahagia.” Lirihku di dalam dekapannya.

“Saranghae.” Gumamnya lirih namun aku masih bisa mendengarnya.

Rasa bahagiaku semakin membuncah saat mendengar pengakuannya, tanpa rasa ragu akupun membalasnya, “ Nado saranghae oppa.”

Flashback On……

Donghae POV

Seperti inilah kegiatanku setiap malam, mengamati wajah cantiknya saat tertidur pulas, aku tak akan pernah berani menatapnya seperti ini jika ia dalam keadaan terjaga, aku merasa sangat tidak pantas untuknya karena kebodohanku yang selama ini telah mengabaikannya.

Tak dapat kupungkiri, sejak kejadian malam itu semuanya telah berubah, memang saat berada di depannya aku berusaha menunjukkan sikap dinginku seperti biasanya tapi semua itu sangat bertolak belakang dengan hati yang kurasakan saat ini.

Ku akui , kini aku memang telah mencintainya,  entah sejak kapan hatiku mulai berpaling padanya, rasanya semuanya terjadi begitu cepat.

Namun aku sangat bersyukur karena ia masih tetap bertahan    di sampingku, Aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan membuatnya menangis lagi seperti sebelumnya.

Sungguh aku tidak tega jika melihat wajah cantikanya saat tidur yang terlihat sembap akibat terlalu banyak menangis, dan aku menyadari semua itu karena kesalahanku yang terlalu pengecut ini.

Aku membungkukkan badanku perlahan mengecup keningnya lembut, “Jaljayo.” Gumamku lirih, takut akan membangunkannya.

Akupun berbalik hendak kembali menuju kamarku, namun ekor mataku sempat melihat sesuatu yang tergeletak di atas nakas tepat di samping tempat tidurnya.

Aku memindai sebuah amplop coklat yang kini berada di genggamanku, “Seperti sebuah laporan kesehatan dari rumah sakit.” Untuk menghilangkan rasa penasaranku, akupun pun mulai mengeluarkan isi dari amplop tersebut dan membuka suratnya dengan perlahan.

Sontak mataku membulat sempurna saat membaca isi dari surat tersebut, “Jadi selama ini…….?” ucapku tertahan tanpa mampu meneruskan kata-kataku.

 

 

Flashback Off

Hyun Min POV

SemenjakkejadianituDonghae oppa mulaimenyayangiku dan bersikap sangat lembut padaku, sebenarnya aku masih sangat penasaran, pada saat itu  darimana ia tahu jika aku sedang hamil? Jika aku menanyakan hal itu pasti ia selalu berkelit dan tak ingin menjawabnya. Huch! Ternyata ia tetap saja menyebalkan.

Tak terasa kandunganku sudah memasuki bulan kesembilan, dan sebentar lagi aku akan melahirkan. Aku sangat bersyukur, disaat-saat seperti ini Donghae oppa selalu ada untuk menemaniku.

Aku merasa sangat senang jika membayangkan sebentar lagi aku akan menjadi seorang oemma, dan ia akan menjadi appa untk anakku, kami akan mempunyai keluarga kecil yang bahagia.

“Oppa perutku mulas dan sepertinya akan segera melahirkan.” Aku merintih kesakitan seraya memegang perutku yang telah membuncit.

“Omoo, jinja melahirkan sekarang ?” teriak Dongahe oppa panik.

 

END .

Advertisements

One thought on “[ Donghae ] ONESHOT || Trully, I Love You,!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s