[ Kyuhyun ] ONESHOT || I’m Sorry My Husband

Tittle                : I’m Sorry My Husband

Author             : Nita

Facebook         : Ranita ( https://www.facebook.com/ranita .nesama )

Twitter                        : @Ranita_ELFs ( https://twitter.com/Ranita_ELFs )

Genre              : Married Life, Sad

Rated              : 15

Lenght             : Oneshoot

Cast                 : -Lee Hye Ri (OC)

                          -Cho Kyu Hyun (Super Junior’s Kyu Hyun)

                          -Lee Hyuk Jae (Super Junior’s Eunhyuk)

 

 

 

Paris, 08.03 PM

 

Wednesday, 18 Juny 2013
Sudah 7 bulan. Sudah 7 bulan aku menetap di Paris. Aku menghela nafas berat, rasanya aku sudah tak kuat menahan semua beban berat yang aku rasakan. Aku merasa tersiksa di sini. Aku ingin kembali ke Seoul. Aku, aku merindukannya..

 

 

 

 

Mataku terpejam, sekelebat bayangan masa lalu terputar kembali di dalam otakku saat ini.  Mengingat kembali semua kenangan manis yang pernah aku alami dengan namja itu. Dengannya. Mataku terbuka kembali, iris mataku menatap lurus ke depan. Melihat keramaian Paris.

 

 

 

Aku memeluk tubuhku sendiri, untuk sekedar memberi kehangatan pada ragaku. Mungkin juga dengan hatiku. Rasanya itu tidak mungkin, hatiku terlalu beku sejak beberapa waktu lalu.

 

 

Aku menundukkan wajahku. Aku tersadar kembali dan menatap secangkir teh hijau hangat yang ada di genggaman tangan kananku.

 

 

 

Setelah menyesap beberapa teguk, kini focusku kembali pada pemadangan kota Paris. Melihatnya melalui kaca jendela kamar Appartement yang aku tinggali menjadi kegiatan favoritku sejak pertama kali aku pindah ke Paris.

 

 

 

Aku selalu menghabiskan waktu hingga malam tiba. Aku hanya mencari ketenangan. Aku tidak mengenal siapa pun di Paris.

 

 

 

Aku tersenyum miris, dalam hati aku tertawa keras dengan semua hinaan untuk diriku sendiri. Rasanya bodoh sekali, faktanya kata ‘Tidak mengenal siapa pun di Paris’ adalah sebuah kebohongan besar.

 

 

 

Menyedihkan, aku hanya belum bisa atau mungkin takkan pernah bisa menerima keadaan ini saja dan tidak mau berbaur dengan siapa pun di sini.

 

 

 

Karena rasanya raga dan  jiwaku ada disana bersamanya. Lamunanku buyar saat suara pintu terbuka dan menampakkan seorang lelaki tinggi bertubuh tegap dengan wajahnya yang menawan.

 

 

 

Seindah apa pun aku menggambarkannya, tetap saja dia terlihat lebih dari apa yang aku deskripsikan. Jika ada kata lain selain tampan untuknya, maka kata itulah yang tepat untuknya.

 

 

 

Dia berjalan mendekatiku dengan senyum menawannya, dengan tangan kiri yang membawa tas kerjanya dan tangan kanan yang sedang berusaha melonggarkan dasinya.

 

 

 

Dia meletakkan tas kerjanya di sofa yang terdapat di kamar kami. Aku hanya melihatnya sekilas dan tak ada niat sedikit pun untuk membantu atau sekedar menyambut kedatangan suamiku.

 

 

 

“Sedang melihat menikmati malam yeobo?”

 

 

 

 

“Eumm..”

 

 

 

 

“Apakah kau sudah makan malam?”

 

 

 

 

“Ya.”

 

 

 

“Syukurlah kalau begitu.”

 

 

 

Kulihat ia tersenyum saat mengucapkan kalimat itu, aku semakin terlihat jahat jika begini terus menerus. Kau terlalu baik untukku Kyuhyun-ah, ku mohon lepaskan aku.

 

 

 

Ceraikan aku. Aku tidak bisa menjadi seorang istri yang seharusnya untukmu. Aku menatap punggungnya dengan nanar, yang berjalan menuju kamar mandi setelah ia menyimpan tasnya.

 

 

 

Kakiku melangkah menuju buffet kecil di samping ranjang kami. Menaruh cangkir teh yang masih terisi setengah.

 

 

 

Aku segera pergi keluar kamar, sengaja meninggalkan suamiku yang sedang membersihkan diri. Aku fikir, aku akan menunggunya keluar kamar sambil menonton televisi.

 

 

 

Tak ada acara yang menarik di televisi, aku memutar bola mataku bosan. Tanganku menjangkau remote televisi lalu menekan tombol off setelahnya.

 

 

Bertepatan dengan Kyuhyun yang keluar dari kamar. Dengan kaus putih polos dan celana panjang berwarna hitam miliknya yang sukses membungkus kaki panjangnya.

 

 

 

Aku bangkit dari sofa,

 

 

 

“Aku sudah memasakan makanan untukmu tadi sore.”

 

 

 

Kataku singkat padanya. Itu memang sudah menjadi kebiasaanku sejak kami benar-benar resmi menjadi suami istri 7 bulan lalu.

 

 

 

Aku selalu bersikap dingin padanya. Tapi Kyuhyun bersikap sangat lembut dan sangat menghargaiku. Dia sangat menghormatiku dan menghargai prinsipku.

 

 

 

Dia benar-benar baik padaku, dia selalu bersikap seolah-olah kami adalah pasangan yang sama seperti pasangan-pasangan lainnya.

 

 

 

Kami bahkan belum pernah melakukan hal seharusnya dilakukan suami istri. Kadang aku merasa bersyukur karena orang yang dijodohkan denganku adalah dia.

 

 

 

Tapi disisi lain aku begitu tersiksa, tersiksa dengan kebaikannya padaku. Aku tidak tega kalau aku meminta berpisah dengannya. Keluarganya sangat mengharapkanku memberi cucu untuk mereka.

 

 

 

Kyuhyun adalah anak tunggal di keluarganya, sama denganku. Dia dan keluarganya sangat baik padaku. Aku hanya akan menuggu hingga dia bosan hidup denganku.

 

 

 

Rasanya aku tidak bisa menyakitinya lebih dalam lagi dari ini. Aku kembali masuk ke kamar setelah Kyuhyun mengucapkan terima kasih padaku.

 

 

 

Aku segera merebahkan tubuhku di ranjang dan menarik selimut untuk menuputi tubuhku hingga sebatas perut.

 

 

 

Pikiranku melayang kembali. Selalu seperti ini, dia akan makan sendirian setelah pulang kerja. Selama 7 bulan pernikahan kami.

 

 

 

Aku tidak pernah menyengaja menemaninya dalam hal apa pun terkecuali kalau itu di depan keluarga kami.

 

 

 

Aku tidak membencinya, hanya saja. Rasanya hatiku sudah tertutup rapat untuk lelaki lain. Hatiku hanya untuknya, untuk Lee Hyuk Jae.

 

 

 

Aku sangat mencintainya. Kyuhyun memang mempunyai semua yang tidak Hyuk Jae punya. Kyuhyun sangat kaya, tampan, baik dan berasal dari keluarga kelas atas. Sangat berbanding terbalik dengan Hyuk Jae.

 

 

 

Dia seorang yatim piatu dan hanya bekerja sebagai penyanyi di cafe-cafe kecil. Hingga hubungan kami yang sudah terjalin selama 2 tahun hancur begitu saja karena kedua orang tuaku yang tidak memberi restu.

 

 

 

Dan akhirnya menjodohkanku dengan Kyuhyun, hingga sekarang aku di Paris mengikuti Kyuhyun yang berbisnis disini.

 

 

 

Tak terasa sudah berapa lama aku bergelut dengan lamunanku. Hingga Kyuhyun sudah selesai makan malam dan kembali ke kamar.

 

 

Aku segera menutup mata berpura-pura tidur saat mengetahui langkah kakinya semakin mendekat. Ku rasakan ranjang kami bergerak. Aku menebak Kyuhyun segera berbaring di sampingku.

 

 

 

“Hye Ri-ah, kau sudah tidur?”

 

 

 

Aku hanya diam tak memberi respon mendengarnya bertanya seperti itu.

 

 

 

“Tidurlah yang nyenyak, semoga mimpi indah.”

 

 

 

Ucapnya yang diakhiri dengan mematikan lampu kecil di sampingnya dan juga yang berada di sampingku. Terasa gelap, aku menangis dalam diam di kegelapan malam.

 

 

 

Rasa bersalah, marah, rindu, dan semua yang kurasakan bercampur menjadi satu. Aku merasa lelah dengan semua ini.

 

 

 

Rasa kesalku berangsur-angsur menghilang dengan rasa kantuk yang menderaku hingga akhirnya alam mimpi membukakan pintunya untuk ku sambangi.

 

 

 

——

 

 

 

Paris , 01.20 AM

 

 

Thursday, 19 December 2013

 

 

 

“Aniyo Appa! Aniyo!”

 

 

 

 

“Aku tidak mau! Jangan paksa aku!”

 

 

 

“Aku mencintai Hyuk Jae! Aku mencintainya Appa. Ku mohon.”

 

 

 

 

“ANDWEE!!!”

 

 

 

Aku terbangun dengan posisi yang langsung terduduk, aku bermimpi. Bermimpi saat-saat diamana Appaku memaksaku untuk menikah dengan Kyuhyun. Nafasku tidak teratur, keringat bercucuran di pelipisku.

 

 

 

Aku juga merasakan sepasang tangan melingkar di tubuhku. Kyuhyun memelukku dengan khawatir. Mencoba memberiku ketenangan.

 

 

 

“Mianhae Hye Ri-ah, mianhae. Aku memang tak pantas untukmu. Jeongmal mianhae.”

 

 

 

Kyuhyun mendengar semuanya, dia mendengarnya. Aku harus bagaimana Tuhan?

 

 

 

—–

 

 

 

Incheon International Airport, 11.10 AM

 

 

 

Friday, 20 Juny 2013

 

 

 

 

Aku bahagia, sangat bahagia. Akhirnya aku bisa menginjakkan kembali kakikku di tanah kelahiranku. Aku berada di Seoul sekarang, bersama Kyuhyun disampingku.

 

 

 

Karena kejadian malam itu, Kyuhyun berjanji akan membawaku pada Hyuk Jae Oppa. Aku merasa ini salah, walaupun aku memang menginginkannya.

 

 

 

Tapi ia mengatakan sangat bersungguh-sungguh atas ucapannya. Dia terlihat serius saat itu. Hingga akhirnya kami berada disini. Di Incheon Airport.

 

 

Aku berencana langsung menemui Hyuk Jae Oppa sekarang, walaupun jarak dari Paris ke Seoul sangat jauh. Rasanya aku tidak perlu istirahat terlebih dahulu.

 

 

 

Terdengar seperti istri yang tidak tahu malu memang, aku akui itu. Aku bahkan diantar oleh Kyuhyun untuk menemui Hyuk Jae Oppa, aku sudah benar-benar dibutakan cinta. Walaupun  aku bisa melihat dengan jelas Kyuhyun tersakiti saat ini.

 

 

 

Aku duduk  di samping Kyuhyun, mobil Audi hitam yang sedang melaju akan membawaku pada Hyuk Jae Oppa. Kulihat Kyuhyun melihat keluar jendela, aku merasa dihinggapi rasa bersalah saat melihatnya.

 

 

 

Kyuhyun bahkan bilang akan menceraikanku secepatya setelah aku bertemu Hyuk Jae Oppa agar kami bisa bersama.

 

 

 

Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas kebaikannya, dia terlalu baik. Sangat baik, dan aku adalah wanita parasit yang menyusahkan hidupnya saja dengan tidak tahu malu dan tak berbalas budi.

 

 

 

Aku hanya bisa berharap kau mendapat wanita yang benar-benar mencintaimu Kyuhyun-ah.

 

 

 

 

 

Aku sudah sampai di cafe tempat Hyuk Jae Oppa bernyanyi, aku melangkah masuk ke dalam cafe itu.

 

 

 

Senyumanku berkembang melihat Hyuk Jae Oppa sedang bernyanyi panggung kecil dengan gitar yang sedang ia mainkan.

 

 

 

Kyuhyun ada dibelakang tubuhku, kurasa dia memperhatikanku yang hanya diam melihat Hyuk Jae Oppa.

 

 

 

Kami sudah lama tidak bertemu, aku tidak tahu harus bagaimana saat berada di depannya. Tapi aku tetap melangkah mencoba mendekati Hyuk Jae Oppa.

 

 

 

Kyuhyun sudah tidak mengikutiku sekarang. Dia terdiam di dekat pintu masuk saat aku menengok ke belakang. Aku ingin memeluk Hyuk Jae Oppa.

 

 

 

Langkahku terhenti ketika ada seorang anak kecil yang memeluknya. Aku kaget, aku bukan kaget melihat anak kecil itu memeluknya.

 

 

 

Namun aku kaget saat anak kecil itu memanggilnya dengan sebutan ‘Appa’.

 

 

 

DEG!!!

 

 

 

Apa aku tidak salah dengar? Seketika air mataku meleleh saat berikutnya ada seorang perempuan memeluk Hyuk Jae dan anak kecil yang kira-kira berusia 5 tahun.

 

 

 

Apakah bocah lelaki itu anaknya? Aku menangis, tanganku menutup mulutku sendiri. Mencoba meredam kesedihanku.

 

 

 

Ku rasa pengunjung cafe menatap heran padaku, namun aku tak peduli akan hal itu. Kalau mereka adalah keluarganya. Berati aku hanya simpananmu saja Oppa?

 

 

 

Aku berlari meniggalkan cafe, Kyuhyun terlihat shock melihatku menangis saat aku berlari melewatinya.

 

 

 

Dia mengejarku, aku hanya ingin sendiri saat ini. Aku ingin menenangkan pikiranku. Aku ingin melupakan semuanya. Melupakan Lee Hyuk Jae.

 

 

 

“Tiiiitttttt!!!!”

 

 

 

Aku tersentak kaget saat terdengar suara klakson sebuah bus, aku menjerit ketakutan. Namun yang kurasakan hanyalah sebuah dorongan dari seseorang.

 

 

 

Aku masih belum sadar dengan keadaan ini. Aku tidak sadar kalau aku berlari di tengah  jalan raya yang sedang ramai. Aku membalikkan tubuhku.

 

 

Mencoba melihat siapa yang mendorongku, mataku terbelalak. Jantungku terasa lepas dari tempatnya.

 

 

 

Tubuhku gemetar melihat tubuh Kyuhyun terkapar tak berdaya dengan banyak darah yang keluar dari kepala dan mulutnya.

 

 

 

Aku menangis melihatnya, kulihat Kyuhyun mulai dikerumuni banyak orang,

 

 

 

Aku mencoba berdiri, berjalan dengan langkah lemah mendekatinya. Aku terduduk melihat Kyuhyun, seakan mengerti orang-orang disana memberi ruang untukku.

 

 

 

Dengan air mata yang masih menghiasi wajahku, aku menangis tanpa suara melihat Kyuhyun. Tanganku mengangkat kepalanya.

 

 

 

Menaruhnya di atas pahaku, kulihat Kyuhyun mencoba tersenyum dengan susah payah. Aku menggenggam tangannya yang mencoba menggapai wajahku.

 

 

 

Aku menangis pilu melihatnya. Orang-orang disekitar kami mulai panik, mencoba menelpon rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulance.

 

 

 

“Ak- Aku, aku mencintaimu Hye Ri-ah..”

 

 

 

 

Kyuhyun berbicara dengan sisa-sisa tenanga yang dimilikinya, tangannya terhempas. Matanya terpejam untuk selamanya.

 

 

 

Tangisku pecah begitu saja, aku meraung menangisi kepergiannya.

 

 

 

“Andwe Kyuhyun-ah, andwe!! Bangunlah Kumohon.. Hiks hiks.”

 

 

 

—–

 

 

 

Pemakaman, 05.50 PM

 

 

Saturday, 22 Juny 2013

 

 

 

Aku masih berdiri di hadapan makamnya, pemakaman suamiku sudah selesai sejak beberapa jam yang lalu.

 

 

 

 

Tapi aku masih enggan untuk beranjak dari sini. Aku ingin menemaninya. Tidak ada air mata lagi sekarang, aku sedih sangat sedih.

 

 

 

Hingga rasanya air mataku benar-benar habis untuk menangisinya.

 

 

 

Aku merasa seperti dipermainkan takdir. Aku benci ini, kenapa kami tak pernah bahagia? Aku dengan bodohnya menyia-nyiakan orang yang benar-benar mencintaiku hanya untuk orang yang mempermainkanku saja.

 

 

 

Aku bodoh, sangat bodoh. Aku selalu merutuki kebodohanku sendiri.

 

 

 

 

 

Aku ingin belajar mencintamu Kyuhyun-ah, aku sangat ingin. Tanganku merogoh isi tas hitamku.

 

 

 

Mengambil sebuah pisau disana. Aku ingin menyusulmu. Aku merasa tak ada yang mengharapkanku disini. Lebih baik aku bersamamu.

 

 

 

 

“ARRRGGGHH!!!”

 

 

 

Aku menusukkan pisau tersebut ke dada, tepat di jantungku, aku langsung kehilangan keseimbangan.

 

 

 

Tubuhku limbung, aku terkapar di dekat makam suamiku. Dengan nafas tercekat aku tersenyum.

 

 

 

‘Tunggu aku, aku akan menjadi istri yang baik bagimu disana Kyuhyun-ah.’

 

 

 

Aku membatin, mataku terasa semakin berat dan gelap bersamaan dengan gelapnya hari yang ditinggal oleh sang mentari.

 

 

 

END

 

 

Advertisements

15 thoughts on “[ Kyuhyun ] ONESHOT || I’m Sorry My Husband

  1. Takdir yang begitu kejam untuk Hyeri saat kebahagiaan yg sudah pasti di depan mata ada tapi Hyeri memilih mencari Kebahagiaan yg semu 😦

  2. What the ?!

    Oh my!
    This z%*@€¿£&~

    endingnya nyek(?) banget.
    Kasian Kyu sumveh :3
    tapi keren, cuma masih ada typo dan EYD diperbaiki ya 🙂
    alurnya juga bagus, penyampaiannya juga baik. Nice story! ^^
    fighting author!

  3. hue…gua nyesek min..#elapingusduli…
    min ini hurt banget..hurt banget..hyeri..gua hurt you!!..kalau gua ketemu elu disurga gua cemplungin lu ke neraka hahaha #ditabokparareaders
    huh nggak penting ya?…tapi over all bagus min..walau sakit hati masih ada orang kayak gitu dibumi…hehehe
    keep writting thor…

  4. hue…gua nyesek min..#elapingusdulu…
    min ini hurt banget..hurt banget..hyeri..gua hurt you!!..kalau gua ketemu elu disurga gua cemplungin lu ke neraka hahaha #ditabokparareaders
    huh nggak penting ya?…tapi over all bagus min..walau sakit hati masih ada orang kayak gitu dibumi…hehehe
    keep writting thor…

  5. ohmaygaad tragis banget akhirnya
    jarang jarang ada ff yg cast kyuhyun nya jadi peran protagonis nya, sukaa he’s too sweet :’)

  6. Ini ff yg plg tragis yg pernah aq baca. Kyu meninggal? Gk rela bged hiks 😦 knpa gk d bkin happy end jjaa.. Kehilangan br bisa bkin sadar. Cinta itu mengerikan.. Sad story 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s