Not My Birthday I Want, But you Hye.

Tilte : Not My Birthday I Want, But you Hye.

Author : Bo Givanka

Main cast :

–          Cho Kyuh Hyun

–          Song Hye Won

Other Cast :

–          Kwon Ji Sun

Rated : T

Leght : One Shot

Genre : AU! Sad. Romance, Hurt.

Disclamer : Tulisan ini saya buat murni dari hasil pemikiran otak saya. Maaf jika banyak typo bertebaran dan kata-kata yang tidak enak dibaca. Saya masih dalam tahapan belajar _-. Dan couple yang saya pakai disini itu milik Natasya Eka Putri, nunna saya. Bukan real couple saya.

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

____Happy Reading______

 

 

 

 

 

 

 

Aku tersenyum sinis menatap seorang gadis berpakaian putih dihadapanku. Saat ini dia tengah berbicara mengenai keadaanmu Hye. Kata-katanya membuat aku benar-benar muak. Aku bahkan tak mengerti dengan apa yang ia katakan saat ini. Ia berkata aku harus merelakanmu untuk pergi Hye. Haha Hye? gadis itu bodoh atau tak memiliki isi pada otaknya?

 

Apa ia tak tau aku sangat menyayangimu. Aku tak bisa hidup tanpamu, bahkan rasanya sehari tanpa melihatmu membuatku gila. Dan sekarang aku harus melepasmu, tak melihatmu lagi untuk selamanya. Itu bodoh Hye Won-ssi. Itu bodoh.

 

Aku mohon jangan biarkan aku memilih hal seperti ini Hye.

 

 

 

_Cho Kyuh Hyun_

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Sunday. 2014-Jan-28th

 

 

 

Lamborghini reventon putih milik Kyuh Hyun melaju cepat. Membelah jalanan kota Seoul yang tampak basah. Efek yang dihasilkan dari hujan yang turun siang tadi. Pria berkulit putih susu itu tersenyum. Manakala menemukan sebuah benda yang tergeletak tepat disebelahnya. Itu bunga lili putih kesukaan Hye Won, yang baru saja ia beli. Seperti biasa kegiatan rutin yang pria itu lakukan setelah usai dengan pekerjaannya. Pergi kerumah sakit untuk mengujungi kekasihnya. Song Hye Won.

 

Sesak. Hanya itu yang saat ini Kyuh Hyun rasakan. Apa yang terjadi sebenarnya pada pria itu. Apa ini karena dasi yang tersimpul rapih pada lehernya? apa itu penyebab utamanya? namun bisa dipastikan bukan hal itu yang menjadi penyebab utamanya, sebagai salah satu aktor terkenal yang ada di Korea gaya berpakaian seperti ini sudah bukan hal yang tabu baginya.

 

Usapan ringan yang ia ciptakan pada dada bidangnya. Mampu membuat pria itu beberapa kali mengehela nafas panjang. Tatkala tak menemukan sesosok gadis yang biasanya, duduk disampingnya. Yang sudah hampir satu tahun ini tak lagi menghabiskan waktu bersamanya. Gadis itu hanya terkulai lemas diatas kasur empuk rumah sakit. Tetap bernafas dibantu dengan alat-alat yang tersedia dari rumah sakit tersebut. Berada diantara hidup dan mati.

 

Kyuh Hyun menatap lekat layar ponsel hitam miliknya. Yang entah sejak kapan sudah ia genggam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seorang gadis lengkap dengan senyuman khas yang terpampang pada bibir tipisnya, tengah mengendong bayi laki-laki tepat dipangkuannya. Dapat terlihat dari sorot mata caramelnya, rasa bahagia yang begitu lekat terasa. Photo yang Kyuh Hyun ambil kurang lebih satu tahun yang lalu. Saat ia dan Hye Won pergi berkunjung ketempat seorang ahjumma. Yang mereka kenal saat beribur beberapa hari keMokpo.

 

 

 

Demi hidung besar squidward. Siapa yang ingin membantunya? satu tahun tanpa gadis berisik itu benar-benar membuat Kyuh Hyun gila. Tidak bisa pria itu pungkiri, ia memang masih tetap bisa melihat Hye Won. Tapi itu hanya sebatas melihatnya. Melihat seorang gadis yang tengah terkulai lemas diatas kasur. Dengan beberapa alat medis yang terpasang ditubuh kekasihnya. Tanpa bisa mengobrol dan berbincang seperti yang dulu.

 

 

 

“ Aku merindukanmu Hye—- aku rindu saat kita berbincang bersama, bertengkar. Aku merindukan saat-saat seperti itu. “ Kyuh Hyun berseru. Seruan yang lebih pantas dikatakan sebuah bisikan. Otaknya kanan milik pria itu kembali berputar mengingat semua tingkah yang Hye Won lakukan saat bersamanya. Bertengkar, berteriak bukan hal tabu bagi keduanya. Hal yang mungkin sudah menjadi hobby dari keduanya jika bertemu. Selama 3 tahun ini.

 

 

 

Mungkin jika tuhan menginjinkan, pria itu akan rela menggantikan nyawanya demi Hye Won. Agar gadis itu bisa kembali. Bahkan uang sebanyak apapun, akan ia keluarkan. Dengan satu syarat Hye Won kembali sadar seperti sediakala.

 

 

 

Pria itu tersenyum, tatkala merasakan sebuah benda cair baru saja turun dari sudut matanya. Yang dengan cepat membuat sebagian permukaan wajah putihnya basah. “ Bodoh! Lagi-lagi aku kau buat menangis Hye. “

 

 

 

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Saturday. 2013-Jan-31st

 

 

 

 

 

Pagi datang begitu cepat. Membawa sang penguasa langit yang bertugas, bertengger indah pada posisinya. Sang matahari tentunya. Sinar yang ia bawa tak menghalangi siapa pun untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk dipagi hari, sinar matahari kali ini terbilang cukup terik. Hye Won meneruskan langkahnya. Menyusuri jalan setapak yang ada dihutan, untuk menuju suatu tempat yang akan ia jadikan tempat observasi photonya kali ini. Tak lupa dengan tas  berisikan camera kesayangannya. Yang menggantung setia pada bahu miliknya.

 

Kegiatan rutin bagi Hye Won pergi kesuatu tempat untuk mengeksplor sejauh mana. Kemampuannya dalam menggunakan camera. Meninggalkan semua kegiatannya yang ada diSeoul. 2 sampai 3 hari lamanya.

 

 

 

“ Kyu kau yakin arah jalanya kesini? “ tanya Hye Won, kearah pria yang sedari tadi berjalan dibelakangnya. Kyuh Hyun tersenyum lantas mempercepat langkahnya agar bisa setara dengan gadis yang tadi bertanya padanya.

 

 

 

“ Siapa yang lebih tau, Aku atau kau? jadi kau tak percaya dengan kemampuanku mengingat denah tempat dan rute jalannya. Hye Won-ssi ingat otak ku jauh lebih dari pada otakmu. “ Sahut Kyuh Hyun cepat, mencoba menyakinkan Hye Won bahwa kemampuan mengingatnya memang jauh lebih jika dibandingkan denganya.

 

 

 

“ Arraseo. Aku percaya padamu Kyuh Hyun-ssi. “ Semua yang pria itu ucapkan memang tak ada yang salah. Kyuh Hyun terkekeh menangkap ekspresi wajah kekasihnya, yang sudah dipastikan berubah. Karena ucapan yang keluar dari mulutnya tadi.

 

Hye Won mengelilingi pandangannya keseluruh penjuru. Melihat inci demi inci pemandangan sekitar yang hanya didominasi olah pepohonan dan rumput-rumput liar yang menumbuh disekitarnya. Tumbuh disembarang tempat dengan tatanan letak yang tak beraturan. Namun tetap indah untuk dilihat, mengingat tempat yang ia datangi bukan hutan binaan. Melainkan hutan sungguhan. Tempat para hewan hidup.

 

 

 

“ Kenapa berhenti Hye? Tempatnya masih didepan. Itu— “ Ucap Kyuh Hyun. Pria itu mengacungkan jari telunjuknya kearah tempat yang ia maksud.

 

 

 

Aliran air sungai yang dikelilingi oleh bebatuan besar. Tak lupa dengan pepohonan dan rumput liar yang juga tumbuh disekitarnya. Suara gemericik air terdengar bising, menarik seseorang untuk segera menikmatinya.

 

 

 

“ Yak! Hye kau mau kemana? Hati-hati disana licin. “ Pria berkulit putih itu reflesk berteriak setelah melihat Hye Won yang tengah berusaha berjalan kearah tengah aliran sungai. Bahkan saat ini gadis itu sudah berhasil berdiri disana. Tanpa memperdulikan Kyuh Hyun yang setengah mati khawatir padanya.

 

 

 

“ Cepat photokan aku. “

 

 

 

“ Mwo? “

 

 

 

“ Cepat lakukan. Bodoh! “

 

 

 

“ Aishh! “

 

 

 

———–JEPRET———

 

 

 

 

 

 

“ Otte. Bagus tidak? “

 

 

 

“ Yakk! Sudah cepat meyingkir dari tempat itu Hye Won-ssi. “ Titah Kyuh Hyun dengan nada yang sedikit meninggi. Jika tidak seperti itu Hye Won tak akan beranjak dari tempat itu.

 

 

 

“ Arraseo. “ Sahut Hye Won enteng. Gadis itu meraih cepat cameranya, yang tadi digunakan untuk mengambil gambarnya dari tangan kekasihnya. Hye Won tersenyum, merasa puas dengan hasil jepretan yang diambil. Ya, setidaknya ini tidak terlalu buruk untuk orang amatiran seperti Kyuh Hyun.

 

 

 

 

 

“ Hye? “ Hye Won menoleh menatap pria yang tadi menyerukan namannya. Menatap pria itu begitu intens.

 

 

 

“ Wae? “

 

 

 

 

 

Hye Won mebulatkan matanya, setelah sadar saat ini tengah berada dalam dekapan pria yang berstatus sebagai kekasihnya. Kyuh Hyun tersenyum lantas memejamkan matanya, menyesap dalam-dalam aroma coklat khas dari tubuh Hye Won. Aroma yang begitu ia sukai.

 

 

 

 

 

“ Kyu? Gwenchana? “ tanya Hye Won. Sunyi tak ada jawaban atau ucapan apapun yang keluar dari mulut pria itu. Kyuh Hyun kekasihnya yang sudah kurang lebih tiga tahun ini bersamanya. Satu menit berlalu. Kyuh Hyun melonggarkan dekapannya terhadap tubuh sang kekasihnya. Mencengkram bahu gadis itu dengan erat. Menatapnya sejenak lalu kembali tersenyum. Sedangkan Hye Won hanya dibuat heran dengan semua tindakan yang Kyuh Hyun lakukan terhadapnya saat ini.

 

 

 

 

 

“ Saranghae Hye. “

 

 

 

 

 

“ Mwo? “

 

 

 

 

 

“ Saranghae Song Hye Won. “

 

 

 

 

 

 

 

Kyuh Hyun memajukan sedikit badannya. Tak memberi jarak sedikit pun antaranya dan Hye Won. Tangan milik Kyuh Hyun terangkat. Menyingkirkan poni yang baginya sangat meganggu dari kening Hye Won.

 

 

 

 

 

 

 

“ Song Hye Won. Gadis yang mengaku IQ nya lebih tinggi dari padaku. Yang tak pernah mau mengakui sebuah kenyataan yang ada. Yang mengatakan bahwa IQ ku jauh lebih tinggi dari padamu. “  Ucap Kyuh Hyun. Hye Won memekik pelan manakala sang pria menyentil keningnya pelan. Walaupun pelan tetap saja itu terasa sedikit sakit baginya.

 

 

 

 

 

 

 

 

“ Saranghae. “ Kata-kata pamungkas yang Kyuh Hyun gunakan untuk menutup semua pembicaraannya lengkap dengan sebuah kecupan. Yang mendarat dengan sempurna pada kening sang gadis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Sunday. 2014-Jan-28th

 

 

 

 

 

 

 

Suara tertutup pintu memecah keheningan siang diruang tersebut. Hembusan angin yang tertiup dari sebelah barat, mampu membuat gordeng berwarna biru laut itu menari dengan begitu bebasnya. Ruangan yang didominasi oleh warna putih dan birunya itu tampak sunyi. Hanya ada satu orang wanita yang tengah tertidur lemas dengan alat medis yang menempel pada  tubuhnya. Dan seorang pria yang baru saja masuk beberapa menit yang lalu.

 

 

 

Kyuh Hyun melangkah lebar memasuki ruang VIP yang sengaja ia sewa untuk Hye Won selama masih dalam masa penyembuhan. Pria itu menarik salah satu sudut bibirnya. Membuat sebuah seringai yang biasa orang sebut dengan senyuman. Salah satu hal yang membuat pria itu banyak digandrungi oleh wanita lain selain Hye Won, sepertinya.

 

Tanganya putih miliknya ia gunakan untuk menggeser bangku yang telah tersedia tepat disebelah ranjang milik Hye Won. Ia gunakan untuk duduk tentunya.

 

 

 

“ Seperti biasa aku membawa lili putih. Bunga kesukaanmu Hye. “ Ucap Kyuh Hyun. Berucap seolah-olah ada seseorang yang mengeluarkan pertanyaan “ Kau membawa apa? “

 

 

 

Kyuh Hyun meraih lengan Hye Won. Memegangnya dengan begitu erat. Meletakan lengan milik sang kekasih, tepat didepan wajahnya sesekali mengecupnya dengan lembut. Hanya tatapan kosong yang terlihat dari sorotan mata milik pria itu. Deruan nafas yang berhembus kencang dari hidung mancung milik Kyuh Hyun. Menunjukan bahwa pria itu sedang menahan sesuatu. Rasa yang membuatnya sesak dan sulit bernafas.

 

Kyuh Hyun sadar ia memang tak bisa terus seperti ini. Pihak dari rumah sakit termasuk dokter pribadi dari Hye Won. Sudah berulang kali memberi saran sekaligus nasihat kepada Kyuh Hyun. Agar pria itu mau menandatangani surat pencopotan alat medis pada tubuh Hye Won. Yang hampir satu tahun ini membantu kekasihnya agar tetap bernafas. Tapi kenyataannya pria itu tak kunjung berniat untuk membubuhkan tanda tanganya. Kyuh Hyun egois? Apa yang seharusnya ia lakukan saat ini. Tak semudah membalikan telapak tangan. Kyuh Hyun masih punya keyakinan yang kuat bahwa Hye Won akan kembali sadar dan sehat seperti sediakala. Walaupun setelah itu ia akan jatuh miskin. Karena tagihan rumah sakit yang meledak. Apapun itu. Asalkan Hye Won kembali sadar, pria itu pasti akan melakukannya.

 

 

 

“ Aku kira kau tak akan datang oppa. Bisa ikut denganku sebentar. “

 

 

 

Kyuh Hyun menoleh sejenak, memalingkan pandangannya yang tadi hanya terfokus kearah Hye Won menuju sumber suara. Suara yang sudah tak asing bagi indra pendengarannya. Itu Ji Sun, adik sepupu sekaligus dokter yang ditugaskan sebagai doker pribadi Hye Won.

 

 

 

“ Ada apa? “ Kyuh Hyun memicing menatap sang dokter dengan begitu intens. Sudah bisa ditebak apa yang akan dibicarakan Ji Sun kepadanya nanti.

 

 

 

“ Kau pasti sudah tau kan topik yang akan kubicarakan dengan mu. “ Jelas Ji Sun. Pria berkulit putih itu bangkit dari tempat duduknya. Setuju dengan ajakan adik sepupunya untuk membicarakan hal yang berkaitan dengan kekasihnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

___BGV____

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Saturday. 2013-Feb-3th

 

 

 

 

 

 

 

                Gemuruh suara angin terdengar lembut. Membuat beberapa lembar daun maple yang telah rontok dari rantingnya mengelilingi kota Seoul hari ini. Warna merah kekuningan tampak mendominasi pemandangan disekitar jalanan kota. Teriknya sinar matahari siang, sama sekali tak menghalangi niat para warga kota untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Terbukti dengan jalanan dan taman kota yang masih terlihat ramai. Yang dipenuhi mobil dan orang-orang.

 

Sama halnya dengan yang dilakukan pria berambut kecoklatan yang sedang duduk disalah satu bangku putih panjang yang ada ditaman, yang berada tepat dibawah pohon. Kyuh Hyun mengangkat tangannya menatap lekat arloji putih yang melekat tepat disana. Sudah hampir satu jam dia menunggu Hye Won. Tapi gadis itu tak juga terlihat.

 

 

 

“ Kyuh Hyun-ssi. “

 

 

 

Kyuh Hyun menolehkan kepalanya menatap sumber yang menciptakan suara yang baru saja masuk kedalam indra pendengarannya. Beberapa detik setelah itu Kyuh Hyun mengangkat kedua sudut ujung bibirnya. Hingga terlihat sebuah senyuman.

 

Matanya menatap lekat kearah Hye Won, yang tengah berjalan tergesa kearahnya. Sudah bukan hal yang aneh bagi Kyuh Hyun, jika harus menunggu sang gadis saat membuat janji untuk bertemu disuatu tempat. Gadis itu memang tak pernah bisa tepat waktu jika membuat janji dengan siapapun. Termasuk dengan Kyuh Hyun, kekasihnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

“ Kyu— kau sudah lama? “ Tanya Hye Won. Gadis itu tengah mencoba kembali menormalkan nafasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“ Tidak aku juga baru datang. Datang sekitar sejam yang lalu. “

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pria itu tersenyum setelah menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh kekasihnya. Hye Won menatap Kyuh Hyun yang tengah bangkit dari tempat duduknya. Demi sasaeng fans yang akan mati besok. Apa yang terjadi dengan Hye Won. Degup jantungnya tak berdetak seperti biasanya. Kali ini jauh lebih cepat. Mata bercorak caramel milik gadis itu masih terdiam dalam posisinya. Menatap Kyuh Hyun dari sisi belakang.

 

Jika gadis itu boleh memilih, ia lebih suka memaki pria itu dibanding harus memujinya. Satu kata pujian yang ia keluarkan akan membuat Kyuh Hyun besar kepala dan membanggakan dirinya sendiri. Tapi untuk kali ini? sial Hye Won tak bisa menjaga matanya. Kyuh Hyun memang terlihat sangat tampan saat ini. Hembusan angin yang tertiup, membuat beberapa helai rambut Kyuh Hyun berterbangan. Membuat pria itu semakin tampan jika diperhatikan meski sebentar atau bahkan terlalu lama.

 

 

 

“ Kyu kau tampan bodoh. “ Sial! Apa yang baru saja Hye Won katakan. Yak! Gadis bodoh kenapa kata-kata itu bisa keluar dari mulutmu.

 

 

 

Kyuh Hyun menoleh kearah Hye Won yang tengah memalingkan wajahnya. Gadis itu tengah sibuk berpikir bagaimana caranya mengalihkan pembicaran dengan pria yang ada dihadapannya atas ucapan yang keluar dari mulutnya tadi. Hye Won muak jika harus melihat Kyuh Hyun membagakan dan memuji-muji dirinya. Apalagi jika hal itu ia lakukan didepan Hye Won. Tolong siapkan beberapa plastik untuk gadis itu membuang sampah yang keluar dari mulutnya. Konyol!

 

 

 

“ Hye, coba ulang apa yang kau katakan tadi. “ Ucap Kyuh Hyun menatap gadis yang tengah memicing dari hadapannya dengan begitu intens. “ Hye Won-ssi. Cepat ulangi kata-katamu tadi. “ Hardik Kyuh Hyun cepat. Walaupun hanya sekilas tapi sejauh ini kuping pria itu masih sanggup untuk mendengar ucapan yang kapasitas suaranya pelan. Seperti yang barusan Hye Won lakukan.

 

 

 

“ Ahh— itu. Aku hanya berkata kau harus melihat makanan yang aku bawa dan masak untukmu hari ini Kyu. “ Ucap Hye Won refleks. Saat ini hanya itu yang bisa Hye Won katakan, untuk menutupi semua ucapannya yang terlontar tak sengaja dari mulutnya. Ucapan yang sebenarnya tak ingin ia keluarkan apalagi harus diucapkan seperti tadi.

 

 

 

“ Yang aku dengar tadi. Ucapan mu sebelumnya jauh lebih singkat dari pada yang kau ucapkan tadi. “ Ucap Kyuh Hyun enteng. Sudah dari tadi pria itu melihat gelagap yang tidak biasa dari wajah kekasihnya.

 

 

 

“ Ahh—Kyu aku bawa makanan hari ini. Kau tak ingin melihat atau sekedar mencicipinya? “ tanya Hye Won susah payah gadis itu baru saja berhasil menghindar dari hadapan Kyuh Hyun dan beralih duduk di karpet yang entah sejak kapan sudah tersedia.

 

 

 

Mata Kyuh Hyun menatap dengan seksama punggung kekasihnya yang saat ini tengah sibuk merapihkan makanan yang sengaja ia bawa. Pria berkulit putih itu bangkit dari tempat duduknya, menyusul Hye Won untuk segera duduk dan mencicipi makanan. Kyuh  Hyun memang tak pernah bisa membuat Hye Won mengakui. Bahwa sebenarnya gadis itu sering memuji ketampanannya saat ia tak memperhatikan gerak-geriknya. Bukan Kyuh Hyun yang terlalu percaya diri. Dia memang sering memergoki Hye Won sedang melakukan hal seperti tadi. Hanya saja gadis itu terlalu gengsi untuk mengakuinya.

 

 

 

“ Seharusnya kau mengatakan itu saat aku memperhatikanmu Hye. “ Ucap Kyuh Hyun menghela nafas panjang. Ucapan yang keluar dari mulut pria itu membuat Hye Won, gadis yang duduk tepat diahadapannya tertawa dengan kencang bahkan nyaris kehilangan controlnya untuk tertawa.

 

 

 

 

 

“ Hwakkkaakak… Kyu. Hwakakakakkkk kau membuatku tertawa dan tak bisa menghentikannya. “

 

 

 

Kyuh Hyun tersenyum picik. Otaknya yang terbilang diatas rata-rata kembali berkerja. Memikirkan hal apa yang harus ia lakukan agar membuat gadis itu berhenti tertawa. 1 detik.. 2 detik… pria itu kembali tersenyum sambil terus menatap sang gadis yang masih tertawa dengan tatapan khas miliknya. Sepertinya Kyuh Hyun sudah tau apa yang harus ia lakukan untuk membuat Hye Won berhenti tertawa.

 

 

 

“ Yak! Cho Kyuh Hyun! “ Seru Hye Won kencang. Gadis itu menatap tajam kearah Kyuh Hyun yang tengah sibuk tertawa. Ternyata apa yang dilakukan pria itu benar-benar berhasil membuat Hye Won berhenti tertawa.

 

 

 

“ Jika tidak seperti itu kau tak akan berhenti tertawa Hye. “ Ucap Kyuh Hyun enteng. Membuat Hye Won mendengus sebal hingga beberapa kali. Ia memang harus mengakui apa yang ada dalam kepala Kyuh Hyun, lebih dari pada yang ada didalam kepalanya. Terbukti dengan kejadian barusan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Sunday. 2014-Jan-28th

 

 

 

 

 

Ji Sun masuk kedalam ruangan priabadi dengan Kyuh Hyun yang sedari membutut dibelakangnya. Gadis itu telebih dulu duduk sebelum akhinya mempersilakah kan pria yang berstatus sebagai kakak sepupunya itu duduk berhadapan dengannya.

 

 

 

“ Apa lagi yang kau ingin bicarakan? Tentang Hye Won lagi. Atau memaksa ku untuk menandatang tangani perjanjian yang kemarin? “ Kyuh Hyun bertanya dingin, baginya mengobrol dengan Ji Sun saat ia berada dirumah sakit sama saja dengan membuang waktunya. Saat bersama dengan Hye Won. Walaupun Kyuh Hyun tau, gadis itu adalah dokter pribadi kekasihnya. Yang bisa saja berbicara dan menceritakan tentang keadaan Hye Won kepadanya dirinya. Dengan waktu yang sudah ia tentukan.

 

 

 

“ Aku rasa kau sudah bisa menebak apa yang akan kubicarakan oppa. Dan ini untuk kedua kalinya aku membicarakan hal ini kepadamu. “ Jawab Ji Sun pelan. Gadis itu menghirup nafas panjang demi menghilangkan semua rasa groginya saat berbicara tentang Hye Won dengan Kyuh Hyun. Apapun yang terjadi Ji Sun harus tetap profesional dengan pekerjaaannya.

 

 

 

“ Ini hasil semua hasil pemeriksaan dan penelitianku tentang penyakit yang Hye Won derita selama satu tahun ini. Bacalah dengan teliti apa yang kutuliskan disana. Aku telah membuatnya agar mudah kau baca dan mengerti. “ Lanjut Ji Sun setelah menyodorkan sebuah note dengan ukuran sedang kearah Kyuh Hyun.

 

 

 

Pria itu menautkan satu alisnya keatas tak mengerti dengan hal yang dimaksud oleh dokter yang ada dihadapannya. Namun walaupun tampak tak mengerti Kyuh Hyun tetap mengambil note tersebut membuka dan mulai membacanya. Mata milik pria itu terus menatap tulisan demi tulisan yang terlihat jelas dalam note yang diberi oleh Ji Sun tadi. Dengan otak yang lumayan untuk kelas seorang artis seperti Kyuh Hyun tentu saja ia bisa mengerti apa yang dimaksud dari tulisan-tulisan tersebut.

 

 

 

Hampir 10 menit berlalu. Akhirnya Kyuh Hyun pun menyudahkan kegiatannya. Pria itu menatap lama Ji Sun sebelum akhirnya kembali memulai pembiacaraan yang sempat tertunda tadi.

 

 

 

“ Kau masih ingin memaksaku untuk menadatangi itu Ji? “ tanya Kyuh Hyun pelan. Pria itu tak ingin membuang waktu terlalu banyak lagi. Dia ingin segera kembali keruangan Hye Won saat ini.

 

 

 

“ Maafkan aku Kyuh Hyun-ssi. Maaf saat ini aku tengah berkerja dan harus profesional dengan pekerjaanku. Jadi tolong untuk saat ini, jangan anggap aku adik sepupumu begitu pun sebaliknya. Kau bebas membetakku dan menolak semua kata-kataku jika itu ingin kau lakukan. Aku tau kau memiliki sudut pandangmu sendiri tentang keadaan Hye Won selama satu tahun ini. Mungkin kau menganggap keadaan pasienku itu baik-baik saja dan masiih memiliki harapan untuk kembali sadar seperti sediakala. Tapi untuk ku, seorang yang sudah koma lebih dari tiga bulan itu sudah tidak wajar. Sedangkan Hye Won sudah koma selama satu tahun. Apa kau tau Kyuh Hyun-ssi? Selama dua bulan koma Hye Won. Gadis itu memang terus menunjukan keadaannya semakin membaik. Tapi setelah memasuki bulan ketiga, aku tak tau hal apa yang terjadi padanya. Keadaannya menurun dengan begitu cepat. Dan tepat saat itu juga aku mengatakan padamu bukan? tentang keadaannya. Dan kau memutuskan untuk tetap mempertahankan tubuh Hye Won terpasang alat medis agar bisa tetap hidup dan bernafas. Saat itu aku benar-banar tak tega, maka dari itu aku menyutujui keinginanmu. “ Tutur Ji Sun panjang lebar, gadis itu menatap lurus kedepan mengingat semua hal yang membuatnya terkadang menagis jika mengingatnya.

 

 

 

“ Jika saat itu aku tak memberi kesempatan kepadamu untuk memutuskan. Mungkin Hye Won tak ada lagi didunia ini. Kyuh Hyun-ssi… apa kau bisa mengerti semua perkataanku? Hye Won tak akan kembali sadar seperti sediakala. Saat ini dia hanya sebatas bernafas, itupun dibantu dengan alat medis yang menempel pada tubuhnya. “

 

 

 

Ji Sun menghela nafas panjang matanya menatap lekat kearah Kyuh Hyun yang tengah terdiam. Tugasnya sebagai seorang dokter telah selesai, semua ucapan yang awalnya tak ingin ia katakan telah ia keluarkan. Apa gadis itu berdosa? Memaksa Kyuh Hyun untuk merelakan Hye Won pergi selamanya. Gadis yang notabennya sangat disayangi oleh Kyuh Hyun.

 

 

 

“ Oppa... “

 

 

 

“ Tolong beri aku waktu Ji. “ Kyuh Hyun bangkit dari tempat duduknya. Dan segera meninggalkan ruangan pribadi milik adik sepupunya itu. Tanpa perduli dengan tatapan sendu Ji Sun yang tengah menatap kepergiannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Saturday. 2013-Feb-3th

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesan romantis diacara ulang tahun kecil-kecilan Kyuh Hyun yang dibuat Hye Won begitu terasa. Di taman yang terletak tepat dipertengahan kota Seoul. Semuanya terlihat biasa, tak ada kesan mewah yang nampak dari pesta kecil yang dibuat Hye Won. Hanya ada satu buah kue tart berukuran sedang dengan gambar Kyuh Hyun diatasnya lengkap dengan dua pasang lilin yang juga tertata rapih disana. Bahkan mereka saat ini hanya duduk di atas alas tipis yang sengaja Hye Won bawa. Duduk tepat dibawah penerangan sinar bulan dan yang juga terdapat bintang yang berjajar rapih mendampingi. Walaupun terlihat sangat sederhana, jika dibandingkan dengan ulang tahun Kyuh Hyun tahun lalu yang ia rayakan bersama keluarga dan kerabatnya. Tapi inilah hal yang sanggup menggambarkan bahwa keduanya memang lebih suka kesederhanaan, tak terlalu suka dengan hal yang berlebihan.

 

 

 

Waktu saat ini menunjukan tepat pukul 12 malam hanya kurang beberapa menit. Yang berarti hari ulang tahun Kyuh Hyun akan segera usai. Kyuh Hyun tersenyum berlalu menatap Hye Won yang terduduk tepat dihadapannnya dengan seulas senyuman yang tak kunjung hilang dari bibir tipisnya. Sadar tengah dipandang Kyuh Hyun. Hye Won membalikan posisi badannya agar bisa berhadapan dengan pria yang tadi memandangnya. Tangan milik gadis itu terangkat meraih kue tart yang sengaja ia pesan untuk acara ulang tahun Kyuh Hyun. Menyodorkannya tepat didepan muka sang pria, dengan lilin yang sudah menyaa tentunya.

 

 

 

“ Tiup lilin itu dan jangan uacapkan apa doamu tuan Cho. “ Ucap Hye Won singkat. Mata gadis itu terlihat berkaca-kaca saat melihat Kyuh Hyun tengah melakukan hal yang ia suruh tadi. sepertinya menagis, tangisan bahagia tentunya.

 

 

 

“ Terima kasih. “

 

 

 

“ Untuk? Aku bahkan belum mengucapakan selamat ulang tahun untukmu. Jadi beri aku kesempatan walau sedikit terlambat. “ Sahutnya

 

 

 

“ Sedikit terlambat? Kau itu sudah terlambat sangat jauh Song Hye Won! “ Hardik Kyuh Hyun cepat. Dengan sebuah sentilan kecil yang mendarat mulus pada kening Hye Won.

 

 

 

“ Baiklah biarkan aku menyelesaikan tugasku hari ini Cho Kyuh Hyun. “ Hye Won menarik nafas panjang sebelum akhirnya kembali berucap. “ Saengil Chukkaehamnida Kyuh Hyun-ssi. Semoga kau menjadi pria dewasa yang lebih baik dari sebelumnya. Dan tentunya terima kasih untuk tiga tahun ini telah bersedia menemani ku. Menghadapi semua tingkahku yang terkadang menjengkelkan. Gomawo dan sekali lagi selamat ulang tahun Cho Kyuh Hyun. “ Ucap Hye Won panjang lebar dengan sebuah kecupan yang berhasil ia daratkan pada kening Kyuh Hyun. Ia bahkan harus menjijit saat melakukan hal tersebut, mengingat tubuh Kyuh Hyun yang 10 centi lebih tinggi darinya.

 

 

 

“ Kyu… maaf hanya ini yang aku bisa berikan kepadamu. Hanya pesta kecil dengan kue tart dan lilinnya. Mianhae. “

 

 

 

“ Dan maaf atas keterlambatan ku mengucapkan ulang tahun kepadamu. Mungkin orang lain dilauar sana berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama. Tapi sepertinya untuk melakukan hal tersebut aku tak mampu Kyu. Jadi aku memutuskan untuk jadi yang terakhir. Jadi orang terakhir yang mengucapkan dan memberi doa untukmu saat hari ulang tahunmu hampir usai. “ Lanjutnya Hye Won.

 

 

 

“ Sekali lagi… saengil chukkaehamnida Cho Kyuh Hyun. “ Kata-kata terakhir yang menyudahi semua ucapan Hye Won untuk Kyuh Hyun. Pria  yang berstatus sebagai kekasihnya.

 

 

 

“ Terima kasih kembali Song Hye Won. Dan sepertinya kau berhasil menjadi yang terakhir. Aku hanya berharap kau juga jadi yang terakhir untuk hidupku. Terima kasih. “ Ucap Kyuh Hyun dengan nada lembut. Pria itu meraih lengan kekasihnya, mengecup punggung lengannya dengan begitu lembut.

 

 

 

 

 

Kyuh Hyun mendekatkan jarak wajahnya dengan Hye Won. Hingga membuat gadis itu bisa merasakan aroma mint dari nafasnya. Sedangkan Hye Won hanya mampu memejamkan matanya. Apa yang bisa ia lakukan dengan posisi seperti ini. bernafas saja sudah susah untuknya. Hye Won membuka matanya lebar, setelah sadar bibir tipis Kyuh Hyun mendarat dengan mulus pada bibir miliknya. Tak selang beberapa detik setelah itu, gadis itu kembali memejamkan matanya. Kyuh Hyun tersenyum disela-sela french kiss yang ia buat. Ini merupakan salah satu ucapan terima kasihnya untuk Hye Won atas semua kejutan yang diberinya

 

 

 

“ Saranghae…. “

 

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Sunday. 2014-Jan-28th

 

 

 

 

 

Kyuh Hyun mengangkat tanganya, untuk menarik kenop pintu kamar mandi yang berada dihadapannya. Tetes-tetes air masih berjatuhan membasahi tubuhku. Efek yang terjadi setelah usai keramas tadi. Handuk putih yang Kyuh Hyun genggam sejak tadi mulai bergerak. Ia fungsikan untuk mengeringkan rambutnya. Segarnya mandi malam hari. Membuat semua beban hidup pria itu sedikit menghilang, walaupun sudah bisa dipastikan akau kembali kambuh esok harinya. Sehat tak sehat, sepertinya Kyuh Hyun tak perduli kan hal itu. Yang ia pikirkan hanya bagaimana cara membuatnya bisa sedikit lepas dan melupakan semua beban hidupnya. Hanya untuk malam ini.

 

Semburat cahaya tak sengaja tertangkap oleh mata Kyuh Hyun yang berasal dari ponsel hitm milikinya. Yang ia letakan dikasurnya. Pria itu duduk disisi kasur dan dengan cepat meraih ponsel hitamnya. Menungurungkan niatnya untuk menggunakan baju. Yang ia gunakan saat ini hanya celana selutut. Ada Dua pesan dan satu panggilan tak terjawab yang menyangkut pada ponsel Kyuh Hyun saat pria itu tengah sibuk mandi tadi.

 

 

 

From : Ji Sun-ah

 

To : Kyuh Hyun oppa

 

 

 

Oppa terima kasih. Aku tau kau pria sejati.

 

 

 

From : Ji Sun-ah

 

To : Kyuh Hyun oppa

 

 

 

Segera pulang dan istirahatkan badanmu. Sekali lagi terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“ Sialan! “ Kyuh Hyun mengumpat kesal setalah usai membaca dua pesan yang dikirim Ji Sun untuknya.

 

 

 

Mimik muka milik Kyuh Hyun mendadak berubah setelah membaca isi pesan yang dikirim Ji Sun. Pria itu menarik kedua sudut bibirnya hinggan membentuk sebuah senyuman. Yang nyatanya hanya sebuah kebohongan untuk menutupi semua yang ia rasakan saat ini.

 

Entah apa yang dirasakan olehnya saat ini. Semua rasa yang ia miliki tak dapat ia jabarkan satu persatu. Kyuh Hyun terduduk lemas, kaki miliknya terasa begitu lemas dan tak sanggup lagi untuk menahan beban tubuhnya untuk berdiri. Pria itu mengcekram keras bagian kepalanya, mencoba menahan isakan yang terus saja mendesak ingin keluar. Usapan ringan kembali ia daratkan pada dada bidangnya. Kyu apa bagian itu juga terasa sakit?

 

 

 

1..detik hingga 2…detik Kyuh Hyun menahan nafasnya. Dan nyatanya itu tak berhasil membuat semuanya menghilang. Rasa sesak yang ia rasakan tetap terasa begitupun dengan isakan yang terdengar semakin kencang. Kyu, jangan tahan itu. Keluarkan semuanya!

 

 

 

Merelakan seseorang yang sangat disayangi untuk pergi bergitu saja. Bukan hal yang mudah bagi Kyuh Hyun. Tiga tahun bersama Hye Won tentu saja banyak kenangan yang telah lewatkan bersama. Menangis dan tertawa mungkin bukan hal tabu lagi bagi keduanya. Berteriak dan melampiaskan kemarahannya satu sama lain saat itu memang diperlukan bagi Hye Won dan Kyuh Hyun juga hal biasa yang sering mereka lakukan dan saat hal itu terjadi. Apa ini yang akhir dari kehidupan pria yang terlahir dengan nama Cho Kyuh Hyun?

 

Jika ada yang mengatakan iya atau bahkan setuju, dan mengatakan ini akhir dari kehidupan Kyuh Hyun. itu terdengar konyol!

 

 

 

Brukkkk…

 

 

 

Kyuh Hyun membaringkan tubuhnya, diatas kasur yang beralaskan sepray berwarna putih. Sorot mata milik pria itu menatap kosong kearah langit-langit kamar. Beberapa saat kemudian Kyuh Hyun memejamkan matanya, yang dilanjutkan dengan helaan nafas panjang. Yang berakhir dengan hilangnya kesadaran pria itu. Kyuh Hyun tak mati, ia hanya tertidur. Dan akan terbangun kembali dikeesokannya. Berharap bisa merangakai sebuah mimipi indah dalam tidurnya. Yang sepertinya bisa membantu Kyuh Hyun menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan walaupun, hanya sedikit.

 

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seoul, Saturday. 2013-Feb-3th

 

 

 

 

 

Kyuh Hyun memakirkan Lamborghini reventon putih miliknya. Setelah melihat sebuah nama restoran 24 jam menggantung disebrang jalan. Kurang lebih 20 menit waktu yang ditempuh untuk sampai direstoran tersebut. Restoran yang tak asing lagi bagi Kyuh Hyun. Restoran yang sering ia datangi bersama member Super Junior, jika lapar dimalam hari.

 

Pria itu tersenyum, setelah kedua sorot matanya menemukan gadis yang sedari tadi duduk disebelahnya tertidur dengan begitu pulas. Tangan milik Kyuh Hyun mengudara, dan berhasil mendarat pada permukaan wajah Hye Won. Mengelusnya dengan begitu lembut. Menyikirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik kekasihnya. Bagi Kyuh Hyun itu sangat menganggunya. Hye Won menggeliat kecil setelah sadar ada sebuah tangan yang mengganggu tidur pulasnya sejak tadi. Siapa lagi pemilik tangan itu, kalau buka Kyuh Hyun. Pria yang duduk dibangku pengemudi, tepat disampingnya.

 

 

 

“ Aku mengganggumu Hye? “ tanya Kyuh Hyun pelan. Hye Won tersenyum, tak lama setelah itu gadis itu menggelengkan kepalanya pelan. Memberi jawaban atas pertayaan Kyuh Hyun barusan.

 

 

 

“ Dimana Kita Kyu? “ kali ini Hye Won yang bertanya kepada Kyuh Hyun.

 

 

 

“ Kau lihat restoran itu kan? “ Kyuh Hyun mendekat badannya kearah Hye Won, telunjuk milik pria itu terangkat tertuju pada sebuah bangunan yang tepat berada disebrang jalan. “ Itu. Restoran yang sering ku ceritakan kepadamu Hye. “

 

 

 

“ Lalu? “ Hye Won bertanya seolah tak mengerti dengan maksud perkataan Kyuh Hyun tadi.

 

 

 

“ Jadi begini Nonna Song. Aku mendadak lapar, bisakah kau menemaniku untuk makan? aku masih memiliki waktu beberapa jam lagi bukan? “

 

 

 

Hye Won menatap arloji putih yang berada tepat dipergelangan tangan kanannya. “ Setengah jam dari sekarang. “

 

Kyuh Hyun membuka lebar langkah kakinya untuk segera keluar dari mobil  lalu menuju ke sebrang untuk membukakan pintu untuk Hye Won, Hye Won menyambut uluran tangan Kyuhyun dengan senyum manis yang terpampang di wajahnya.

 

Kyuhyun menggenggam tangan Hye Won, menuntun gadis itu untuk menuju restorant yang letaknya berada di sebrang. Kyuhyun hendak melangkahkan kakinya, namun belum sempat keduanya melangkah, Kyuhyun berbalik dan menatap Hye Won. Gadis itu menautkan sebelah alisnya setelah sadar Kyuh Hyun tengah menatap dirinya, ia tak mengerti dengan tatapan pria itu beri padanya.

 

 

 

“ Wae? “

 

 

 

“ Dompet ku tertinggal dimobil. Aku akan kembali kemobil dan mengambilnya, kau jalan saja duluan. Aku akan menyusul. “ Sahut Kyuh Hyun, pria itu mengacak rambut sebahu milik Hye Won sebelum akhirnya pergi.

 

 

 

“ Kau selalu seperti itu Kyuh. “ Hye Won bergumam pelan. Ia menatap bayangan punggung kekasihnya yang mulai jauh dan dalam hitungan detik menghilang. Tangan milik gadis itu terlihat tengah mengenggam benda kecil pada tangan. Yang baru saja ia ambil dari tasnya. Benda yang baru Hye Won ambil tadi adalah sebuah headshet yang saat ini sudah ia kenakan pada kedua telinganya, mengusir sedikit rasa bosan yang ada saat Kyuh Hyun pergi mengambil dompetnya.

 

 

 

Alunan musik kecil keluar dari mulut Hye Won terdengar serasi walau dengan suara yang kurang merdu. Langkah yang ia ciptakan membawanya tepat ditengah jalan penyebrangan dengan lampu yang tak berfungsi. Larut dalam kesenangan yang ia ciptakan untuk megusir rasa bosannya saat menunggu Kyuh Hyun. Hingga membuat gadis itu tak sadar dengan tempat berdirinya.

 

Mobil truk dengan muatan semen yang dikemudikan dengan kecepatan tinggi dari sebelah utara dan membelok tepat pada jalan yang Hye Won digunakan untuk menyebrang. Gadis itu seakan tuli dengan suara tlakson yang terus dibunyikan oleh sang pengemudi truk. Walaupun sedang mendengarkan lagu dengan menggunakan headshet, tapi volume yang ia gunakan terbilang kecil seharusnya Hye Won bisa mendengar suara tlakson itu.

 

 

 

Brukkkkk

 

 

 

Brakkkkk

 

 

 

Suara yang dihasilkan dari benturan kedua benda, memecahkan keheningan kota yang terlihat sepi malam itu. Sebagian besar pengunjung restoran yang berada tepat disebrang jalan tempat kecelakaan tersebut. Berhambur tak karuan dari dalam restoran, meninggalkan kegiatan makan malamnya hanya untuk sekedar melihat kejadian apa yang sedang terjadi.

 

Tepat ditengah jalan, terlihat sebuah mobil truk dengan muatan semen terparkir. Sekitar 3meter dari tempat dimana truk terpakir, terlihat seorang gadis yang menjadi koraban dalam kecelakaan tersebut. Darah segar terus mengalir dari bagian kepalanya. Semua pikiran seperti sedang melayang diudara, bagian kepalanya sang korban terasa begitu sakit. Riuh suara orang yang tengah mengelilinginya begitu bising suasana menegangkan begitu pekat terasa ditempat kejadian. Masing-masing dari mereka terus berdesakan ingin melihat korban untuk jarak yang lebih dekat. Seperti sedang menonton sebuah pertunjukan pentas seni yang diadakan tanpa bayaran.

 

 

 

Kyuh Hyun yang baru saja keluar dari mobil terperanjat kaget. Dengan suara yang baru saja memenuhi indra pendengarannya. Pria itu termenung beberapa saat, dipikirannya hanya ada nama Hye Won gadis yang tadi bersamanya. Dan ia tinggal untuk mengambil dompet yang tertinggal dimobil. Itu tak mungkin Hye Won kan? Gadis yang tengah tergeletak ditengah jalan itu bukan Song Hye Won kan? Gadis yang berstatus sebagai kekasih Kyuh Hyun. Langakh demi langkah ia tarik dengan perasaan yang tak karuan. Entah kenapa Kyuh Hyun merasa bagian dada begitu sesak. Ia berjanji akan menggantung mengemudi dari truk yang telah menabrak gadis tersebut. Jika gadis korban tabrakan itu benar Hye Won, Song Hye Won kekasihnya.

 

 

 

 

 

“ Hye Won-ssi! “ Pekik Kyuh Hyun kencang, pria itu melangkah cepat menuju tempat dimana Hye Won tergeletak. Yang dalam hitungan detik mampu membuat semua pandangan tertuju padanya. Perkiraannya sejak tadi memang benar. Gadis korban dalam kecelakaan tersebit adalah Hye Won, kekasihnya.

 

 

 

“ Hye Won-ssiMianhae….hiks…mianhae.… “Ucap Kyuh Hyun gemetar. Pria itu sudah tak bisa menahan air matanya, yang sejak tadi memaksa untuk dikeluarkan.

 

 

 

Air mata terus mengalir dari pelupuk mata Kyuh Hyun. Saat ini Hye Won telah berada dalam dekapannya, pria itu bahkan tak perduli jika nantinya baju yang ia gunakan akan berubah warna karena darah Hye Won yang terus mengalir dan mengenai bajunya. Hye Won tersenyum, tangan gadis itu mengudara mendarat tepat pada sudut mata milik pria yang tengah memangkunya. Menghapus titik air yang tersisa disana. Bagaimana pun caranya Kyuh Hyun tak boleh menagis karenanya. Itu sangat tak lucu baginya.

 

 

 

“ Kyu, uljima ne? “ ucap Hye Won dengan sisa-sisa tenaganya yang masih tersisa. Jari telunjuk milik gadis itu terangkat. Yang saat ini ia gunakan untuk menutup mulut Kyuh Hyun. Mencoba membuat pria itu menghentikan isakan yang lolos dari bibir Kyuh Hyun.

 

 

 

“ Hye, bertahanlah. Aku mohon. “ Kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Kyuh Hyun yang berhasil Hye Won dengar, sebelum akhirnya ia benar-benar kehilangan kesadarannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

____BGV____

 

 

 

 

 

Seoul, Sunday. 2014-Feb-3th

 

 

 

 

 

 

 

Pagi begitu cerah, mendatangi langit kota Seoul hari ini. matahari menampakan sinarnya dengan baik, diiringi dengan hembusan semilir angin yang terus bertiup. Kyuh Hyun meneruskan langkahnya, menyusuri jalan setapak. Sebelah tangan milik pria berkulit putih itu, tampak penuh dengan beberapa bungkusan yang sengaja dibawanya.

 

Sejak pemakaman Hye Won tepatnya seminggu yang lalu. Kegiatannya rutinnya mengunjungi dirumah sakit kini telah berganti dengan pergi mengunjungi Hye Won ditempat barunya. Tempat yang Kyuh Hyun maksud bukan tempat tinggal Hye Won, melainkan sebuah tempat peristirahatkan terakhir didunia. Tanpa dijelaskan sepertinya kalian dapat menyimpulkan hal tersebut bukan?

 

Satu-satunya yang nanti akan menjadi tempat favorit pria jangkung itu untuk melampiaskan semua kekesalan, kesenangan, dan kesedihan yang ia miliki. Tak ada tujuan lain, toh bukankah Hye Won berada didalam sana sekarang? Orang yag biasanya menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan semua rasa yang miliki. Tanpa ada larangan ataupun penolakan dari gadis tersebut.

 

 

 

“ Annyeong… “ Suara berat milik pria itu terdengar sedikit bergetar. Sebelah tangannya yang tengah menggenggam setangkai lili terlihat melambai. Seperti menyambut seseorang yang barus saja datang dengan lambaian tangan. Pria itu menarik sudutnya membentuk sebuah seringaian yang disebut senyuman, seraya membukukkan separuh tubuhnya. Sekedar memberi hormat.

 

 

 

“ Bagaimana seminggu berada disana? Apa kau mendapatkan asupan makanan yang cukup seperti yang eomma mu berikan? Apa kau juga meridukanku seperti aku sekarang merindukanmu Hye? “ Kyuh Hyun bertubi-tubi melontarkan semua pertanyaannya kepada lawan bicaranya, siapa lagi kalau bukan Hye Won. Senyuman dari bibir tipisnya tetap terlihat, pria itu meletakan setangkai bunga lili putih tepat diatas gundukan tanah yang berada disampingnya yang seluruhnya tertutupi oleh rerumputan hijau. Kyuh Hyun mengubah posisi tubuhnya. Menyetarakan posissinya dengan tempat dimana Hye Won berada.

 

 

 

“ Hye, kau tak lupakan? Sekarang adalah hari kelahiran ku? “ Kyuh Hyun bergumam dengan suara yang terdengar sangat kecil. Pria itu tengah sibuk mengigit kasar bibirnya. Bagaimana pun caranya, isakan itu tak boleh keluar dari mulutnya.

 

Kyuh Hyun menghela nafas panjang, tak lupa dengan usapan ringan pada dada bidangnya. Membuatnya agar lebih tenang, walau hanya sedikit. Sorot mata milik pria itu kembali menatap gundukan tanah yang berada tepat dihadapannya. Berfikir seolah-olah hal yang sedang ia tatap adalah mata milik Hye Won. Pria berkulit putih itu membuk astu persatu barang bawaan yang sedari tadi ia acuhkan, karena sibuk melontarkan pertanyaan yang tak jelas. Kepada seseorang yang bahkan tak menjawab satu pun pertayaannya.

 

“ Hye… aku membawa kue tart. Kue tartnya sama dengan yang kau berikan untuk ku tahun lalu saat aku berulang tahun. “ Ucap Kyuh Hyun disela-sela kegiatannya menata lilin diatas kue tart. Seperti apa yang pria itu katakan. Kue tart yang ia bawa memang sama persis dengan yang Hye Won berikan tahun lalu, saat dia berulang tahun.

“ Bantu aku meniup lilin dan jangan lupa kau juga harus berdoa untuk ku. “

Seulas senyuman yang terpampang jelas pada bibir Kyuh Hyun tak kunjung pudar. Pria itu memejamkan matanya, membuat sebuah permohonan sebelum meniup lilin, yang entah sejak kapan telah menyala.

Rasa sakit itu kembali datang, membayangkan semua yang terjadi tepat satu tahun lalu. Saat Kyuh Hyun masih diberi kesempatan untuk merayakan ulang tahunnya bersama gadis yang ia cintai. Waktu yang secara bersamaan membuatnya senang sekaligus sedih. Siapa yang akan bertanya kalau pada kenyataannya Kyuh Hyun saat ini tengah berada dimakam tempat peristirahatan terakhir gadia itu, yang bahkan sampai saat ini masih Kyuh Hyun akui sebagai kekasihnya. Kyuh Hyun-ssi kau bodoh!

 

Dan yang Kyuh hyun maksud merayakan ulang tahun bersama Hye Won bukan pergi kesuatu tempat seperti tahun lalu, bukan. Melainkan.. mendatangi makan Hye Won. Menemui gadis itu dengan membawa barang bawaan yang sama persis dengan yang Hye Won bawa tahun lalu saat merayakan ulang tahunnya. Hanya untuk hari ini saja Kyuh Hyun melakukan hal tersebut, hari selanjutnya ia akan tetap mengujungi gadis itu tanpa rasa bosan yang menghinggap padanya sedikit pun.

 

 

 

“ Terima kasih Hye Won-ssi. Untuk bantuannya semoga aku bisa menepati janji yang kuucapkan barusan kepadamu. “ Ucap Kyuh Hyun antusias dengan senyuman yang merekah pada bibirnya. Yang justru terlihat seolah tengah meyakinkan dirinya sendiri.

 

 

 

Waktu mulai senja, matahari yang sedari tadi bertengger pada kedudukannya kini mulai menghilang. Begitu pun dengan senyuman dari bibir Kyuh Hyun yang mulai memudarkan. Menunjukan kesadaran yang pria itu miliki mulai kembali pulih. Kesadaran yang dimaksud adlah menyadarkan Kyuh Hyun tentang keadaan Hye Won yang sudah benar-benar tiada. Dan sedari tadi ia hanya berbicara seorang diri tanpa memiliki satu orang pun lawan bicara, termasuk Hye Won gadis yang ia akui sebagai lawan bicaranya tadi. Membuatnya terlihat seperti orang bodoh yang kehilangan akalnya untuk sesaat. Saat ia memikirkan bahwa gadis itu masih ada dan dapat ia jangkau. Yang pada kenyataan berbalik seratus delapan puluh derajat dari apa yang terjadi didunia nyata. Ya paling tidak Kyuh Hyun sadar akan hal itu, walau pada akhirnya akan tetap kembali terulang lagi dan lagi.

 

……….END…….

 

Dan ini adalah tulisan yang saya tulis selama beberapa minggu, tulisan yang seharusnya saya pos saat hari ulang tahun Kyuh Hyun. maaf buat Natasya yang karakter couplenya jadi hancur ditangan saya. Inilah kemampuan yang saya punya. Tulisan ini tadinya mau saya publish pas Kyuh Hyun ulang tahun. Tapi karena sibuk ngerjain tugas keulur sampe berminggu-minggu. Dan mood yang nggak pernah ada saat mau nulis. _-

 

Makasih buat yang udah niat baca. Komentarnya ditunggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s