[Kyuhyun] Chaptered – Always Be Mine (Chapter 4)

 

TITLE                  :  Always  Be  Mine

AUTHOR            : Kim Ra Shi

CAST                  :  Cho Kyuhyun

Lee  Ji  Ra

Lee  Dong Soo

 Lee  Jonghyun

 Kim  Woo Ri

Yoon  Mi Sun

GENRE               : Comedy,Family,Friendship,Romance

TYPE                   : Chapter 4

RATE                  : 16+

PG                       : 12

FACEBOOK      : Rahma Nurahma

https://www.facebook.com/rahma.nurahma.71 

TWITTER           : @rahmashi

Disclaimer : This is chapter 4, cerita  dalam  ff  ini benar-benar imajinasiku, mohon maaf jika ada kesamaan nama  ataupun  tempat, itu benar-benar tidak disengaja.  semoga pembaca menyukainya, mohon maaf jika thypo bertebaran dimana ^^

Warning : Dilarang memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author. Terima kasih 

Happy Reading

 

****

Author  POV

Rintik  germis  yang  turun  membasahi kota Seoul di senja hari  ini cukup  mewakili perasaan Cho Kyuhyun  yang sudah  tertangkap basah oleh sahabatnya, Lee Jonghyun. Dengan  sangat  terdengar  jelas  di telinga Jonghyun  bahwa  Kyuhyun mengakui ia mencintai Lee Ji Ra.     Jonghyun sangat terkejut bahkan jantungnya  seperti akan melonjak keluar ketika mendengar pengakuan cinta Kyuhyun  pada Ji Ra, namun untung saja saat ini Lee Ji Ra sedang tertidur pulas sehingga ia tidak mendengar pernyataan cinta dari Kyuhyun yang  mungkin bisa membuat  Lee Ji Ra sangat shock apabila mendengarnya. Sebenarnya Jonghyun tidak merasa keberatan dengan apapun pengakuan Kyuhyun pada  Ji Ra akan  tetapi dalam hal ini, Jonghyun  merasa  Kyuhyun  sudah  keterlaluan  karena Kyuhyun sudah  memiliki kekasih tapi ia masih berani menyatakan cintanya pada  yeoja  lain, terlebih  lagi yeoja itu adalah Lee Ji Ra, sahabatnya  juga.

“Benarkah itu? kau  menyukai Lee Ji Ra?” Jonghyun kembali mengulangi pertanyaannya

“Kau belum menjawab pertanyaanku! Sejak kapan kau berdiri dibelakangku?” Wajah Kyuhyun pucat pasi

“Kita  bicara di luar!” Ajak Jonghyun pada Kyuhyun  karena  tidak  ingin membangunkan Lee Ji Ra yang  masih tertidur pulas di ranjangnya.

Jonghyun berjalan terlebih dahulu menuju kolam renang diikuti Kyuhyun dari belakang. Jonghyun menghentikan langkah kakinya tepat di depan kolam renang kemudian ia berbalik dan

BUGG

Sebuah  pukulan tepat di diberikan oleh Lee Jonghyun yang membuat darah mengalir di hidung  Kyuhyun. “YA! JONGHYUN-AH!!” Kyuhyun marah terhadap perlakuan Jonghyun yang  tiba-tiba padanya

“Wae? Kau ingin membalasnya? Cepat pukul aku! pukul aku!!! Aissh…kau  membuatku  gila  Cho Kyuhyun! Kenapa harus Ji Ra eoh? WAE? ” Jonghyun  menatap Kyuhyun penuh amarah

“Kau  pikir ini salahku? Jika aku  bisa, aku  pun akan menghentikannya, tapi aku tidak bisa!! Aku tidak bisa menahan  rasa cintaku padanya, pada Lee Ji Ra…”

 

BUUGG

Kedua kalinya Jonghyun memukul Kyuhyun, pria  yang sudah enam  tahun  menjadi sahabat dekatnya itu.

“HENTIKAN! Jangan  berbicara  lagi Cho Kyuhyun!!! KAU GILA, KAU MASIH  MEMILIKI KIM WOO RI TAPI KAU MENYATAKAN CINTA PADA LEE JI RA! Aku  tidak  akan  semarah  ini jika  yeoja  itu bukan  Lee  Ji Ra!  tapi  ini  sahabat  kita, Lee Ji Ra….!!! Jika Ji Ra tau  hal ini, dia pasti shock dan aku tidak ingin kau menambah  beban  pikiran Ji Ra lagi!  bagaimana dengan Kim Woo Ri? Apa  kau  mau  menyakiti hatinya juga?  Cukup Lee Dong Soo yang membuat Ji Ra sedih, kau jangan menambah masalah lagi untuknya!”

“Tapi aku…aku sangat…maksudku, aku benar-benar mencintainya” Jawab Kyuhyun sedikit terbata-bata

“Aisssh…kau ingin ku hajar lagi eoh?” Saat Jonghyun akan memukul Kyuhyun, sebuah suara menghentikannya

“YA! CHO KYUHYUN…LEE JONGHYUN HENTIKAN!!!” Dong Soo tiba-tiba datang dengan setengah berlari dan memisahkan perkelahian antar  sahabat  itu.

“WAE?Ada apa ini? Kenapa kalian berkelahi seperti anak kecil eoh?” Tanya Dong Soo

“Anggap  saja aku tidak pernah mendengar perkataanmu  Cho Kyuhyun! Hyung…mianhae aku sudah membuat kekacauan di rumahmu, jika Ji Ra sudah bangun, tolong katakan padanya aku sudah menyelesaikan  tugas-tugas  kelompoknya, aku pamit pulang hyung…” Jonghyun pergi meninggalkan Dong Soo dan  Kyuhyun dari tempat itu

“Ada apa ini? kenapa Jonghyun sangat marah padamu?” Dong Soo penasaran sementara Kyuhyun menutupi  hidungnya  yang  berdarah dengan  tangannya

“Hyung…bolehkah  aku  meminta obat padamu? Aku ingin mengobati hidungku yang berdarah ini” Ucap Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan dari Dong Soo

“Ah ne, sebaiknya obati hidungmu dulu”

****

“Jadi bisa kau ceritakan apa  yang  sebenarnya terjadi antara kau dan  Jonghyun tadi?” Dong Soo penasaran, Kyuhyun dan Dong Soo sedang duduk di sebuah sofa yang terletak di ruang televisi

“Kami hanya sedikit salah faham saja hyung, kau tidak perlu khawatir…” Kyuhyun tersenyum tipis

“Salah faham?  masalah  apa yang bisa  menyebabkan hidungmu berdarah seperti itu?” Dong Soo semakin menyelidik

“Ini…gwanchana hyung, mungkin karena tadi Jonghyun  sedang dalam keadaan sangat emosi sehingga  ia memukulku! Kau tau sendiri kan, Jonghyun itu seperti Ji Ra, ia juga mahir judo jadi tidak heran jika ia memukulku sampai hidungku berdarah seperti ini. hehe” Kyuhyun menyeringai

“Yasudah, jika kau  tidak ingin bercerita padaku tidak apa-apa, semoga masalah kalian cepat selesai! tidak baik  jika kalian  yang  sudah bersahabat bertahun-tahun bertengkar seperti itu…” Dong Soo menepuk punggung  Kyuhyun  untuk  menyemangatinya

“Hyung! Mmm…perkelahian  aku dan Jonghyun tadi itu, ku  mohon  jangan  beritahukan  pada Ji Ra, bisa kan hyung?” Pinta Kyuhyun

“Aku mengerti, kau tenang saja” Jawab Dong Soo

“Karena ini sudah malam, aku pulang sekarang hyung! Sampaikan salamku pada Ji Ra jika ia sudah bangun nanti dan bajumu ini, aku pinjam dulu ne? besok akan aku kembalikan”

“Sudahlah  itu  untukmu saja tidak usah dikembalikan, ne…nanti aku beritahu Ji Ra jika ia sudah bangun!”

“Gomaweo hyung, aku pergi sekarang” Kyuhyun pergi meninggalkan rumah Ji Ra setelah waktu menunjukkan pukul 7 malam

 

 

Lee Ji Ra POV

Aku terbangun dari tidurku saat aku mendengar sebuah  suara. Seorang  namja yang  membangunkanku. “Ji Ra-ya…Lee Ji Ra…” Suara itu terdengar merdu di telingaku sehingga aku tidak bisa mengabaikannya. Aku membuka mataku perlahan. Dan mendapati seorang  namja  dengan senyuman indahnya  menatapku sambil  duduk  disamping  ranjangku. Namja itu  Lee Dong Soo, “Oppa…” Ucapku pelan, kepalaku masih sedikit  pusing  namun panas di tubuhku  sepertinya  mulai menurun.

“Kau  sudah  bangun, mianhae aku membangunkanmu! ini…eomma menelpon, ia ingin berbicara denganmu! Ia mengkhawatirkanmu karena aku  memberitahukannya kalau kau terkena demam” Dong Soo memberikan ponselnya padaku kemudian aku menempelkan ponsel itu ke telinga kananku

“Eomma?” Ucapku untuk menyapa eomma yang ada di sebrang telpon

“Sayaaaaaaang…..bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kau  masih demam? Eottokae…tadinya eomma dan appa akan pulang malam ini dengan penerbangan malam tapi ternyata kami kehabisan tiket jadi eomma….”

Aku memotong pembicaraan sebelum eomma melanjutkan kalimatnya“Eomma…aku sudah tidak apa-apa, eomma tidak perlu mengkhawatirkanku karena disini  Dong Soo oppa sangat baik padaku, ia menjagaku dengan  baik”

“Bagaimana eomma tidak khawatir jika disini eomma sedang bersenang senang sementara putri eomma disana sedang  demam! mianhae…eomma minta maaf  karena  tidak  ada  disampingmu sekarang”

“Eomma, sudahlah  jangan seperti itu, aku akan  marah  jika eomma terus menyalahkan diri eomma sendiri!eomma tidak usah cemas, bersenang-senanglah…aku akan bahagia jika eomma juga bahagia”

“Kau jaga dirimu baik-baik ne? saranghae Ji Ra-ya…”

“Nado eomma” Jawabku kemudian aku menyerahkan kembali ponsel Dong Soo padanya

“Ne eomma…” Kini Dong Soo yang  berbicara dengan eomma sementara aku hanya bisa memperhatikan sambil menyandarkan kepalaku di kepala ranjang

Setelah  Dong Soo  selesai  menelpon dan menutup teleponnya, ia kembali tersenyum padaku kemudian ia letakkan  telapak  tangan  kanannya  di  dahiku

Degg

Aliran darah di tubuhku seakan berhenti di detik ini juga, jantungku berdetak  sangat  cepat  seperti sedang berlari  marathon. Dong Soo menyentuhku lagi. Ku  Rasa  pipiku sudah mulai  memerah  sekarang.

“Panas di tubuhmu  sudah  mulai  berkurang, apa kau mau  bubur? Nanti aku akan  membuatkannya untukmu”

“Aniya… oppa tidak usah repot karena aku”

“Kau tidak boleh seperti itu, kau sama sekali tidak merepotkanku! biar bagaimana pun kau  harus  makan agar tubuhmu tidak lemas seperti ini”

“Mmm…tapi oppa, dimana Kyuhyun dan Jonghyun? Apa mereka berdua sudah pulang?”

“Nde, mereka menitip salam  padamu, mereka sudah pulang…Jonghyun juga mengatakan kau tidak perlu mengkhawatirkan  tugas  kelompoknya  karena  ia sudah mengerjakannya, begitu katanya”

“Syukurlah kalau begitu”

“Yasudah, kau tunggu sebentar ne? nanti aku akan kembali membawa bubur untukmu”

“Nde oppa, gomaweo”

Dong Soo meninggalkan kamarku sementara jam sudah menunjukkan  pukul delapan  malam. Aku jenuh sekali  jika sedang sakit seperti ini. Aku hanya bisa berbaring di tempat  tidur  tidak bisa melakukan apapun. Mataku  menangkap benda  yang membuatku bisa tersenyum. Ponselku tergeletak  di atas meja sebelahku. Aku memutuskan untuk menelpon sahabatku agar rasa jenuh ini bisa terobati sambil menunggu Dong Soo datang  membawa bubur untukku. Aku  menekan nama Cho  Kyuhyun di  ponselku  namun  tanpa  ku duga ternyata ponselnya sedang tidak aktif. “Ini tidak seperti biasanya, kenapa ponselnya tidak aktif?” gerutuku

Setelah itu aku menelpon  Jonghyun  karena aku tidak berhasil menelpon Kyuhyun. Ku rasa  mungkin mereka berdua sedang bersama sekarang. Tapi lagi-lagi hasilnya  nihil. Ponsel  Jonghyun pun sedang tidak aktif. “Ada  apa dengan  mereka? Dasar bodoh! Kemana kalian? Kenapa perasaanku  menjadi  sedikit  cemas   sekarang?” Ucapku

Aku tidak ingin berprasangka buruk dulu, karena siapa tau  mereka berdua memang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Kyuhyun mungkin sedang bersama kekasihnya sekarang dan Jonghyun, yang  aku tau dia memang sedang mendekati seorang yeoja hobae kami di sekolah yang bernama  Caroline Park  akhir-akhir ini. Kedua sahabatku  itu  jika sedang jatuh cinta memang akan berubah menjadi berbeda. Terkadang aku berpikir, bagaimana diriku jika kami sudah memiliki kehidupan masing-masing di masa depan nanti? Apakah  mereka  akan   tetap menjadi sahabatku? Atau…kami akan  benar-benar berpisah  jika masing-masing dari kami sudah menikah kelak? Aku  bahkan tidak berani membayangkannya jika hal itu benar-benar terjadi.

Lima belas menit kemudian

Cklek~

Pintu kamarku tiba-tiba dibuka oleh Dong Soo yang membawa semangkuk bubur dan segelas air putih ke kamarku.

“Bubur  untukmu! kau  tau…ini aku yang  membuatnya sendiri dan ini pertama kalinya” Ucapnya sambil tersenyum

“Jinjja Wooaaa…gomaweo oppa, aku sudah tidak sabar ingin mencicipinya! Pasti buburnya enak” Jawabku, namun saat aku akan mengambil mangkuk bubur itu, Dong Soo melarangku.

“Sebagai  oppa  yang  baik, aku yang  akan menyuapi bubur ini padamu jadi jangan protes! Arraseo?”

Aku mengangguk tanda setuju.

Oh Tuhan. Apa yang terjadi sekarang? Inikah yang dinamakan mimpi indah itu? Dong Soo oppa ingin menyuapiku? Mana mungkin aku menolaknya. Tapi, baru saja Dong Soo meniup satu sendok bubur yang masih panas itu, ponselnya tiba-tiba saja berdering  dan ternyata teman kuliahnya yang menelponnya. Mengganggu saja, pikirku.

“Mmm…oppa, kau tidak usah merasa terbebani! Biar aku makan sendiri buburnya, angkat saja telpon itu” Akhirnya kalimat itu terucap dari bibirku juga

“Mianhae Ji Ra-ya….”

“Gwanchana oppa, aku tidak apa-apa” Aku melebarkan senyumanku padanya meskipun rasanya aku tidak ingin

“Kalau begitu aku keluar ya, selamat makan…”Dong Soo pergi meninggalkan kamarku sementara aku hanya bisa mengerucutkan bibirku saja

****

Keesokan harinya~

Aku pergi ke sekolah seperti biasanya. Aku sudah sembuh sekarang. Kali ini aku diantar oleh Dong Soo ke sekolah. Kemarin pun menjadi hari yang membosankan untukku  karena kedua sahabatku  itu sama sekali tidak ada kabar beritanya meskipun  aku  sudah  mencoba  menghubungi ponsel mereka berkali-kali.

Langkah kakiku terhenti saat aku mendapati pemandangan yang tak biasanya. Kyuhyun berjalan bersama  yeojachingunya  sementara  Jonghyun berjalan beberapa meter di belakang  mereka. Bahkan Kyuhyun dan Jonghyun tidak bertegur sapa. Ada apa ini? Apa ada sesuatu yang terjadi diantara mereka? Kenapa mereka merahasiakannya dariku? Sahabat macam apa itu? Lalu aku berlari sambil berteriak memanggil nama Jonghyun.

“Jonghyun-ah……” Aku menghampirinya karena jaraknya tidak terlalu jauh dariku

“Ji Ra-ya? kau sudah sembuh?” Tanyanya bingung

“Issh…kau  ini seperti  tidak tau aku  saja, aku  tidak mungkin betah sakit berlama-lama!”

“Mmm…kalau begitu, kajja kita masuk ke kelas!” ajaknya

Aku  menyapa Kyuhyun  saat aku tiba di dalam kelas bersama Jonghyun namun lain halnya dengan Jonghyun, ia  tidak  menyapa  Kyuhyun. Ia hanya menyimpan tasnya  lalu  keluar kelas karena bel sekolah  tanda  jam  pelajaran dimulai belum berbunyi.

“Kyuhyun-ah, wae? Apa kau dan Jonghyun sedang bertengkar? Kenapa hari ini aku merasa aneh pada kalian berdua?!” Aku duduk dibangku Jonghyun yang bersebelahan dengan  Kyuhyun karena mereka berdua adalah teman satu meja

“Kami baik-baik saja …” Kyuhyun membuka isi tasnya dan ia mengeluarkan PSP kesayangannya

“YA! Apa kalian merahasiakan sesuatu dariku eoh?” Aku merebut PSP nya agar membuat  Kyuhyun fokus menjawab pertanyaanku yang sudah seperti detektif ini

Namun belum juga  Kyuhyun menjawab pertanyaanku, bel  tiba-tiba saja berbunyi dan Jonghyun pun kembali ke kelas namun tanpa di duga, ia mengambil  tasnya dan  memindahkannya ke bangku ku.

“Kita tukar tempat duduk Ji Ra-ya!” Ucapnya padaku tanpa sempat aku menjawabnya karena Aiko Seonsaengnim sudah memasuki kelas tanda pelajaran bahasa Jepang akan dimulai

 

Cho Kyuhyun POV

19.00 KST

Aku tau keadaan di sekolah tadi pagi sangat aneh bagi  Ji Ra. Jonghyun sepertinya  masih  marah  padaku. Apa aku sangat keterlaluan kali ini? Jika aku bisa, aku  pun akan menghentikkan perasaan cinta ini pada Ji Ra, tapi aku bukanlah Tuhan yang bisa membolak  balikkan  hati  manusia dengan  mudah, aku hanya seorang  manusia  biasa  yang  memiliki rasa cinta  yang  tulus pada seorang yeoja, apakah aku salah? Mungkin  posisiku yang salah saat ini. Aku memang  telah  memiliki  kekasih  namun  kekasih yang  tak  pernah aku cintai sepenuh hati. Aku tidak bisa meninggalkan kekasihku Kim Woo Ri untuk saat ini karena alasan yang sangat tidak bisa aku beritahu pada semua orang.

“Kyuhyun-ah…ada Jonghyun di depan!” Eomma teriak dari lantai bawah rumahku. Teriakan eomma yang sangat nyaring itu selalu terdengar sampai kamarku  yang  terletak  di lantai atas. Aku  segera turun ke lantai bawah. Jonghyun sudah menungguku dibalik pintu utama rumahku. Tentu saja, ini bukan pemandangan seperti biasanya

“Aku ingin berbicara denganmu, tapi tidak disini! Aku tunggu di café biasa tiga puluh menit lagi” Ucapnya,  kemudian ia bergegas menuju motor sportnya yang diparkir di depan rumahku lalu pergi

****

@Brownie cafe

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Aku duduk berhadapan dengan Jonghyun di sebuah café, sebelumnya kami belum pernah berbicara seserius ini

“Asalkan kau mau meninggalkan yeojachingumu… maksudku Kim Woo Ri, aku rela  jika  kau dengan Ji Ra! Aku  hanya  tidak  ingin  kau menyatakan cinta pada Ji Ra sedangkan kau masih memiliki Kim Woo Ri!!!” Jonghyun menatapku tajam

“Bagaimana kalau aku tidak bisa? Aku tidak bisa meninggalkan Kim Woo Ri saat ini!”

“KAU!!!!!” kemudian Jonghyun mencoba mengendalikan emosinya

“Hhh….kenapa tidak bisa? Kau hanya harus memutuskannya, itu  saja! Apa  kau ingin menjadi namja yang serakah eoh?” Lanjutnya

“Bukan seperti  itu  Lee Jonghyun! Memutuskan Kim Woo Ri, jika saja aku bisa…mungkin dari dulu  aku sudah melakukannya, tapi ini…. sangatlah rumit!” Aku mencoba menjelaskan padanya

“Mwo? Rumit? Bukankah cinta itu membutuhkan sebuah pengorbanan?”

“Aku tau, tapi ini… lain halnya dengan kisahku dan Woo Ri! Aku memiliki alasan untuk hal ini”

“Geurae, kalau begitu…JANGAN PERNAH MENDEKATI  LEE JI RA LAGI!!!!”

“YA LEE JONGHYUN! Siapa kau sampai  berhak melarangku  mendekati  Ji Ra eoh? kau bahkan tidak tau  perasaan yang berkecambuk di dalam hatiku selama ini!”

“Cho Kyuhyun, sejak kapan kau menjadi seorang pengecut  seperti  ini? Aku hanya ingin kau memilih Lee Ji Ra atau Kim Woo Ri, apa itu sangat sulit untukmu?”

“Kim Woo Ri…dia memang terlihat ceria dari luar tapi sebenarnya…. dia itu  lebih rapuh dari  yang terlihat! Kedua orang tuanya selalu bertengkar bahkan oppa kandungnya  menjadi  pecandu narkoba karena  kejadian  itu  dan  sampai  sekarang masih direhabilitasi, sedangkan Woo Ri….hanya aku satu-satunya orang yang bisa ia percaya! Ia bahkan pernah dua kali melakukan percobaan bunuh diri tapi aku berhasil  mencegahnya! Jika aku memutuskannya, entah apa yang akan terjadi padanya”

Jonghyun terdiam setelah mendengar penjelasanku

“Orang tua Woo Ri  sering bertengkar, bahkan appa kandungnya sering kali memukulnya dan memukul eommanya tapi eommanya tidak pernah bisa menceraikannya karena ancaman dari appanya!!! untuk  itulah, ku mohon… Jonghyun-ah, jika kau berada di posisiku sekarang, aku  yakin  kau  pun akan melakukan hal yang sama denganku”  Lanjutku sambil meyakinkan Jonghyun

“Aku jadi  merasa kasihan pada  Kim Woo Ri, kau bahkan  sanggup  membohonginya sejauh ini! Jika  tidak mencintainya, jangan memberi harapan…! itu lebih menyakitkan, dengarkan apa kataku itu Cho Kyuhyun! Sudahlah! Aku pergi sekarang”  Jonghyun pergi meninggalkanku sendirian di café ini

Aku hanya bisa diam  merenung memikirkan kalimat terakhir yang diucapkan oleh Jonghyun barusan. Aku baru menyadarinya sekarang. Aku seorang  pengecut. Tidak, apa  yang  harus aku  lakukan  sekarang? Perasaan  cinta ini, perasaanku pada Lee  Ji Ra… sampai  kapan aku bisa merahasiakannya dari Kim Woo Ri? Bukankah keadaannya akan bertambah rumit jika Woo Ri mengetahui bahwa aku  membohonginya selama ini? Ini benar-benar  rumit. Lee Ji Ra… apa aku harus benar-benar  menjauhimu  mulai saat ini? Bahkan aku lebih baik memilih  mati daripada aku harus menjauh darimu. Lalu,  Apa aku harus mulai belajar mencintai Kim Woo Ri sekarang? Kepalaku seperti akan meledak rasanya!!! Lee Ji Ra,  jika  menjauhimu adalah  hal yang terbaik untuk saat ini, meskipun tersa sangat sulit bagiku…aku akan melakukannya, mianhae.. Lee Ji Ra.

 

-TBC

Maaf kalau chapter yang ini kependekan, hehe… ide author disimpen buat chapter selanjutnya, nantikan yaa ^^ gomaweo para readersku yang masih setia membaca FF ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s