[ Kyuhyun ] ONESHOT || With You (Sequel Timeless)

One shot //With you (sequel  Timeless)

 

Tittel           : With you

Author        : Winda Cho

Fb/Twitter  : Nnda Kyu Everlasting / @Wins_sparkyu9

Cast            : find by your self

Genre         : Romance, sad

Rating        : 15+

Light          : one shot

Disclaimer  : this story is mine, jika ada kesamaan cerita mungkin hanya ketidak sengajaan.

Aku kembali membawa sequel dari ff timeless, kira-kira ada yang masih inget gak ya??? Sehubungan  banyak komentar yang minta, akhirnya aku buat sequelnya, mianhe…jika ceritanya tidak sesuai dengan harapan kalian, juga lama publisnya. Typo(s) masih bertebaran dimana-mana^^ Don’t copas, RCL dibutuhkan ^^

 

 

 

Sebelumnya… klik di sini !

 

 

Story sebelumnya :

 

 

~

 

 

“jika aku tidak berada di sampingmu, kau harus selalu bahagia meskipun tanpa aku!” Hwang shin ae

“ijinkan aku menjaga apa yang menjadi milik shin ae, yang ada pada dirinya” Cho Kyuhyun.

itu sudah takdir tuhan, kita tidak bisa melawannya atau merubahnya kan?” shin hye jin

 

            ~

 

Seorang namja tampan berkulit putih susu dengan rambut tebal berwarna coklat gelap, terlihat terduduk lemas di samping ranjang kamarnya dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang, dengan wajah ditekuk menatap sendu pada sebuah liontin berbentuk hati yang ia pegang.

 

Kyuhyun menatap miris sebuah foto yang ada didalam liontin itu, menatap foto dirinya bersama orang yang sangat ia cintai hwang shin ae yang kini tiada lagi di sampingnya ia pergi untuk selamanya. Matanya mulai berkaca-kaca, berkali-kali kyuhyun menghembuskan napas berat ketika ingatannya teringat kembali saat-saat bahagianya dengan shin ae, ia  masih tidak menyangka bahkan tidak rela orang yang dicintainya pergi begitu cepat, padahal di dalam benaknya masih banyak hal-hal yang ingin ia lakukan bersama shin ae, tetunya sesuatu yang selalu ia tunggu adalah menikahinya, tapi apa boleh buat, tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang bisa melawannya, kini keinginan itu harus sirna sudah menguburnya dalam-dalam dan hanya menjadi sebuah angan-angan. Kyuhyun merasa semua ini terjadi karenanya, karenanya yang tidak bisa menjaga kekasihnya dengan baik, dan hal itulah membuatnya semakin terpukul dan menyesalinya.

 

Sesekali kyuhyun menyeka airmatanya yang lolos ia kendalikan, kesedihan karena kesedihan dan penyesalan kembali menelusp kedalam jiwanya, hingga ia tidak bisa menahan tangisannya lagi, kepalanya semakin tertuduk badannya bergetar, tangisan pun tidak pecah tidak terkendali.

 

1 bulan sudah shin ae meninggalkan kyuhyun selamanya, baginya 1 hari terasa 1 tahun bagai waktu berjalan lambat, selama itu juga nampak kyuhyun seperti tidak terurus, semenjak ia mengambil cuti beberapa bulan dari kegiatan mengajarnya, setiap hari hanya kesepian yang ia rasakan, hatinya hampa bahkan seperti membeku. Setiap hari ia hanya berdiam diri di apartemen nya tanpa kegiatan apapun, tidur pun tidak nyenyak yang menyisakan sebuah guratan hitam di bawah kedua matanya, seperti tidak ada rasa semangat dari jiwanya.  Padahal ada beberapa teman kyuhyun yang mencoba untuk menghiburnya, ia menyambutnya dengan baik tapi dengan baik juga ia menolaknya dengan alasan kesehatan.

 

Kali ini kyuhyun tidak lagi menangis, hanya tersisakan isakan kecil, tiba-tiba terlintas pikirannya pada seorang yeoja yang ia temui kemarin sore di tempat pemakaman, seorang yeoja yang mendapat donor jantung dari shin ae.

“shin hye jin” gumam kyuhyun

Menyebut nama dari yeoja itu yang masih ia ingat, dalam hatinya ia ingin sekali bertemu dengannya lagi, tapi kyuhyun tidak tahu dimana ia tinggal karena  tidak sempat menanyakan saat itu, ada satu cara menanyakannya ke pihak rumah sakit, tapi pihak rumah sakit mungkin tidak akan semudah itu memberikan informasi tentang pasiennya.

 

“arghh…!”

kyuhyun merasa mulai prustasi, ia meremas rambutnya dengan kasar, kepalanya terasa sakit memikirkan semua hal itu, seperti sebuah beban berat baginya, ia merasa putus asa, baginya hidup di dunia ini seakan tidak berarti.

 

~

 

Pagi menjelang, matahari dari ufuk timur mulai memancarkan sinarnya yang hangat, kyuhyun sudah bersiap-siap memakai setelan jas berwarna biru gelap yang dikenakannya, siap untuk kembali ke aktivias sebelumnya sebagai seorang pengajar.

Kyuhyun akhirnya menyadari, ia tidak seharusnya berlarut-larut dalam kesedihan yang membuatnya semakin tertekan, kyuhyun harus tetap semangat menjalani hidupnya, sebagaimana janjinya pada shin ae di dalam mimpinya yang begitu nyata baginya, ia harus tetap semangat menjalani hidup meskipun saat ini orang yang dicintainya tidak ada di sampingnya lagi, kyuhyun yakin kebahagian suatu saat nanti pasti akan datang menghampirinya.

 

Kini kyuhyun sudah sampai di sekolah dimana tempat dirinya mengajar seni vocal dan music yang menjadi ahlinya, seluruh muridnya menyambutnya dengan gembira bahkan ada salah satu murid menangis betapa ia merindukan seorang gurunya, begitu juga salah satu teman kyuhyun disana.

“syukurlah akhirnya kau kembali..!” sambut yesung.

“gomawo… kau sudah menggantikanku mengajar selama aku cuti.., mianhe jika aku merepotkanmu!”

“gwencana…, yang penting sekarang kau harus kembali bersemangat..” yesung menepuk bahu kyuhyun seolah member semangat.

“ne.., aku akan berusaha!”

 

Tidak salah bagi kyuhyun ia kembali mengajar, nyatanya ia bisa sedikit melupakan kesedihan yang selalu membebaninya, kyuhyun tahu di dunia ini dia tidak sendiri, masih ada keluarganya meskipun tidak bersamanya sekarang, sahabatnya dan juga murid-muridnya yang masih membutuhkannya.

 

Pelajaran hari ini selesai dan berakhir dengan menyenangkan, membuat kyuhyun sedikit terhibur, hanya saja memang masih terasa ada yang kurang biasanya setelah mengajar selesai kyuhyun selalu mengunjungi shin ae di tempat kerjanya di sebuah toko bunga, tapi untuk kali ini kyuhyun bingung kemana ia harus pergi sekarang, apa harus langsung pulang saja kembali ke apartement.

 

Kyuhyun terus melangkahkan kakinya yang terasa melayang itu menuju tempat parkir, dan berhenti di sebuah mobil yang merupakan miliknya seraya masuk kedalm mobil itu, dan mulai mengaendarai mobilnya tanpa kyuhyun tahu arah mana yang akan ia tuju. Sesaat pikirannya menerawang entah kemana, jarak pandang yang membuatnya tidak focus, membuat dirinya hampir mengalami kecelakaan karena mobil yang di kendarainya tiba-tiba oleng.

 

Hingga akhirnya mobil pun berhenti di sebuah pelataran parkir di pinggir jalan sebuah café bernama Kona Beans yang tidak lain café tersebut merupakan tempat favoritnya bersama shin ae. Sesaat kyuhyun menatap café dengan ornament classic itu sendu, saat memory bahagianya bersama shin ae hinggap di pikirannnya, hingga sebuah rasa sakit kembali menelusup hatinya.

 

Kyuhyun kaluar dari mobilnya dan masuk kedalam café tersebut, lalu saat di depan kasir ia memesan makan yang sering ia pesan bersama shin ae, strawberry cup muffin dan Coffe late. Sudah mendapatkan pesanan yang di inginkan ia langsung mencari tempat yang nyaman untuk dirinya, dan akhirnya ia memilih tempat di bagian depan dekat kaca paling ujung. Kyuhyun terdiam sejenak menatap hidangan makanan di depannya dengan miris dengan hembusan napas panjang seakan makan yang ia bawa begitu berat.

 

Setelah itu kyuhyuh memakan muffin itu sedikit demi sedikit, seharusnya muffin yang di makannya itu terasa manis dan enak, tapi kenapa yang ia rasakan hanyalah hambar tanpa rasa, bahkan untuk di telan pun terasa begitu sulit bagai butiran pasir, ada sedikit rasa pahit tapi bukan di lidah melainkan di hatinya, yang kini terasa membeku. Kyuhyun menahan tangis saat memory tentang shin ae kembali muncul, bahkan ia sampai tersedak dan terbatuk-batuk saat merasakan sesuatu mengganjal di tenggorokannya membuat matanya berair, dengan cepat ia meraih sebotol air mineral yang sebelumnya ia pesan juga dengan segera meneguknya.

 

Muffin dan coffe late yang di pesan kyuhyun tidak habis menyisakan setengah bagian, tiba-tiba perutnya sudah merasa kenyang. Setelah itu tatap kyuhyun kembali menerawang tentang shin ae,  sambil ia merogoh sesuatu dalam saku jaketnya yang tidak lain adalah sebuah kalung berliontin hati milik shin ae yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi, kemudian kyuhyun membuka liontin itu, menatap sendu pada foto yang ada pada liontin itu, perlahan ia mengusap foto itu dengan ujung jarinya.

“kenapa kau pergi begitu cepat..!” ucap kyuhyun lirih.

 

tanpa kyuhyun sadari setetes cairan hangat menetes di pipinya, tapi dengan buru-buru kyuhyun mengusap airmata itu mencoba menetralkan perasaan agar tidak terlalu terhayut dengan kesedihan lagi. Kyuhyun menghembukan napas berat, sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain, tanpa ia sadari tiba-tiba lontin itu terlepas dari rantai kalungnya terjatuh.

Dengan cepat kyuhyun mencari kemana arah liontin itu jatuh, yang ternyata liontin itu menggelinding tepat pada ujung belakang kaki seseorang saat ia menemukannya, seorang yeoja yang merupakan salah satu pelayan dari café ini yang sedang membersihkan meja kotor.

Kyuhyun langsung berjalan mencoba mengambil liontin itu, ia berjongkok untuk mengambilnya dan akhirnya liontin itu sudah di tangannya, ia kembali menegakan badanya bersamaan pelayan itu selesai membersihkan dan berbalik tepat berhadapan dengan kyuhyun.

Sesaat kedua mata mereka saling bertemu pandang, sibuk dengan pikiran masing-masing, sebenarnya apa yang mereka berdua pikirkan.

“bukannya kau….” tanya yeoja itu mulai bersuara yang di tanggapi kyuhyuh dengan tatapan heran.

“shin hye jin?” nama itu tiba-tiba keluar dari mulut kyuhyun

“nde…kau masih mengingatku?”

Tentu kyuhyun masih mengingatnya meskipun mereka berdua baru bertemu sekali, karena ia memang berkeinginan untuk kembali bertemu hye jin.

“tentu saja…ah…mianhe!” Kyuhyun memundurkan langkahnya saat posisinya tidak enak terlalu dekat dengan hye jin.

Tampak mereka berdua terlihat cangung.

“oh ya…aku lupa menanyakan namamu waktu itu…!” ucap hye jin

“kyuhyun imnida…!” kyuhyun mengulurkan tangannya

Hye jin menyambutnya “senang berkenalan denganmu!”

“mianhe..mengganggu pekerjaan mu?”

“gwencana!”

Suasana canggung timbul diantara mereka berdua.

“um….kau sibuk sekarang?” kyuhyun bersuara

“tidak, pelanggan tidak terlalu banyak wae?”

“temani aku sebentar untuk mengobrol…..jika itu boleh…!” pinta kyuhyun ragu.

Terlihat hye jin berfikir, menatap kyuhyun aneh, ya..tentu saja aneh kenapa tiba-tiba kyuhyun bersikap seperti itu padahal mereka baru bertemu.

Hye jin sekilas melihat sekitar

“boleh!” ucapnya kemudian dengan seulas senyuaman di bibirnya.

Mereka berdua sudah duduk saling berhadapan, ditempat duduk kyuhyun sebelumnya.

“sejak kapan kau bekerja disini?” kyuhyun memulai perbincangan.

“aku masih pekerja baru di sini, sekitar 2 minggu!”

“oh…” kyuhyun mengangguk paham, akhirnya dia tahu kenapa ia baru melihat hye jin di café ini padahal dia sering datang bersama shin ae.

Sesaat suasana hening kyuhyuh bingung harus bertanya apa lagi pada hye jin.

“ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu!” ucap hye jin

“tentang apa?”

“apa hubunganmu dengan seorang yeoja yang mendonorkan jantungnya padaku?” hye jin berbicara dengan hati-hati.

Kyuhyun menundukan kepalanya sejenak sambil menghela napas “dia kekasihku!”

“mianhae…, bukan maksud aku mengingatkanmu tentangnya…!” ucap hye jin buru-buru merasa tidak enak.

“gwencana kau berhak tahu!”

“hmm….kalau begitu apa yang terjadi dengan….”

“kau ingin tahu bagaimana kekasihku itu meninggal kan?” sambar kyuhyun cepat, mengetahui apa yang hye jin mau tanyakan.

“tidak apa jika kau tidak mau menceritakannya!”

“dia meninggal karena kecelakaan.!” Ucap kyuhyun kemudian sedikit menceritakan penyebabnya.

“aku turut berduka cita!”

Kyuhyun tersenyum tipis sedikit mengangguk

“aku tahu bagaimana perasaanmu kehilangan orang yang sangat disayangi dengan begitu cepat, aku juga pernah mengalami hal seperti itu..” hye jin menghela napas sejenak.

“aku kehilangan ayahku ketika aku berusia 13 tahun karena sebuah kecelakaan!” tanpa diminta hye jin bercerita tentang kematian appanya.

Kyuhyun hanya terdiam memperhatikan hye jin dengan seksama.

“itu terjadi karena ulahku, aku menyuruh appaku untuk menjemputku saat pulang sekolah, padahal saat itu beliau sedang sibuk bekerja, tapi aku terlalu ngotot agar appa segera datang menjemputku, dan akhirnya di tengah appa mengalami kecelakaan..!” hye jin melanjutkan ceritanya, sambil matanya yang terlihat berkaca-kaca.

“argh…kenapa aku tiba-tiba bercerita itu padamu ya?” hye jin mengambil tissue yang berada di meja dan mengusap airmatanya yang sedikit menetes.

“tak apa, dengan mendengar ceritamu, ternyata bukan hanya aku saja yang merasa tertekan karena kehilangan sesorang yang kita sayangi!”

“itu sudah takdir tuhan, kita tidak bisa melawannya atau merubahnya kan?”

“nde..!”

 

“Shin hye jin!!”

tiba-tiba ada seseorang memanggilnya, melainkan salah satu rekan kerjanya yang menyuruhnya kemari.

“mianhe…aku harus kembali bekerja…!” hye jin beranjak dari duduknya.

“gomawo atas waktunya..!” ucap kyuhyun

“cheonman..” hye jin membungkuk sebelum melangkah untuk pergi.

“tunggu..!” jegat kyuhyun

Hye jin berhenti melangkah dan menoleh.

“kapan-kapan boleh kita mengobrol lagi?” pinta kyuhyun

“tentu saja!” jawab hye jin setelah sebelumnya ia berfikir sejenak, dan pergi.

 

Kyuhyun trus menatap punggung hye jin yang terus menjauh, dengan sebuah senyuman yang terukir dibibirnya, entah kenapa setelah mengobrol dengan hye jin tadi dirinya terasa nyaman dan lega.

“ada apa denganku..?” gumam kyuhyun saat terasadar dari apa yang dia lakukan, seolah yang dilakukannya adalah hal yang langka.

 

~

 

Pertemuan kedua yang tak terduga menjadi awal cerita diantara mereka. Kyuhyun selalu datang ke café dimana hye jin bekerja, sekedar untuk makan siang atau jika ada waktu luang mereka sering mengobrol, mengenai keseharian mereka, tentang kyuhyun menceritakan kisah cintanya bersama shin ae, juga hye jin yang berkeingin mempunyai rumah makan sendiri. Perbincangan mereka berdua kadang sedikit di bumbui dengan humor, kyuhyun bisa kembali tertawa lepas, tidak ada lagi raut kesedihan di wajahnya, sepertinya rasa kehilangan yang dulu pernah dialaminya kini sedikit demi sedikit hilang, kyuhyun menemukan kembali kehangatan seperti masa bersama shin ae.

 

Hari berganti hari, waktu berjalan terasa begitu cepat, tidak ada rasa canggung diantara mereka berdua, kyuhyun semakin dekat dengan hye jin, kalau dilihat mereka seperti orang yang sedang pacaran, padahal kyuhyun kini merasa nyaman bersama hye jin sebagai teman. Tapi selama hari demi hari berlalu perasaan itu mula berubah, kyuhyun merasakan sesuatu di dalam hatinya, jantungnya berdebar saat begitu dekatnya kyuhyun dengan hye jin, sepertinya kyuhyun mulai merasakan cinta.

 

Kyuhyun menunggu hye jin pulang dari tempat kerjanya, ia menunggunya di luar padahal saat itu udara cukup dingin, rasa dingin yang dirasa hampir menusuk ke tulang sendinya.

“sedang apa kau disini?” hye jin terkejut ketika melihat keberadaan kyuhyun saat baru saja keluar dari café

“aku menunggumu!” jawab kyuhyun singkat.

“nde..?” hye jin terkejut, tapi disisi lain ia juga merasa bahagia.

“pekerjaanmu sudah selesai kan ?”

Hye jin hanya mengangguk.

“kalau begitu aku akan mengantarkanmu pulang!”

Mendengar tawaran kyuhyun, hye jin semakin dibuatnya tidak bisa berkata apapun, sungguh ini diluar dugaanya.

“arghh..!”

Hye jin tiba-tiba meringirs, merasakan sesuatu yang sakit sambil memegang dadanya.

“kau kenapa..??” kyuhyun khawatir dengan cepat ia menghampiri hye jin dan merangkul pundaknya.

“gwencana..ini..hal biasa aku hanya…arghh..!” hye jin sepertinya tidak bisa menahan sakitnya, tubuhnya lemah tiba-tiba.

Kyuhyun menopang badan hye jin agar tidak terjatuh.

“lebih baik kita kerumah sakit..!” perintah kyuhyun

“tinggal istirahat saja juga sembuh!”

“ayo ke rumah sakit..!”

“tidak usah ini sudah biasa..!” hye jin tetap menolak sambil menahan sakit, tapi sebenarnya sakit itu semakin menjadi. “argh..!!”

 

“aku tidak mau terjadi sesuatu dengan jantung shin ae.!” Kyuhyun berbicara sedikit menyentak.

Hye jin terdiam menatap nya tak percaya, begitu juga kyuhyun mengapa kata-kata itu tiba-tiba keluar dari mulutnya.

Kyuhyun yang masih merasa khawatir, langsung memapah hye jin menuju mobilnya, untuk mengantarkannya ke rumah sakit terdekat, kyuhyun langsung melesat mengendarai mobilnya degan kecepatan tinggi.

 

Setelah sampai di rumah sakit, hye jin langsung mendapat perawatan dan diperiksa oleh dokter, dari hasil pemeriksaan ternyata hye jin bekerja terlalu keras hari ini dan kurang minum air putih, dan juga ini masih merupakan efek samping dari operasi pencangkokan jantung yang dilakukan hye jin, meskipun sudah lama tapi jantungnya masih menyesuaikan  dengan tubuhnya.

“kau harus banyak istirahat, jangan bekerja terlalu kerasa..!” saran kyuhyun

“aku tahu..!” jawab hye jin singkat.

“mianhe…tadi aku tidak sengaja menyentakmu, dan tidak seharusnya aku mengucapkan itu padamu!” ucap kyuhyun menyesal.

Kyuhyun merasakan perubahan sikap hye jin yang penyebabnya memang saat dirinya menyentaknya itu.

“gwencana..!”

Meskipun kyuhyun sudah minta maaf hye jin masih tetap berucap dingin.

 

Setelah itu kyuhyun langsung mengantarkan hye jin pulang ke rumah sebagaimana tujuannya dari awal, dengan suasana yang tidak seharusnya sedingin ini, suasana yang tidak kyuhyun inginkan bukan seperti ini, ditambah dengan udara yang dingin membuat suasana membeku.

 

Kini mereka sudah sampai didepan rumah hye jin, kyuhyun keluar dari mobil dan berlari ke pintu sebelah mobilnya untuk membukakan pintu mobil saat hye jin keluar.

 

“gomawo..kau sudah mengantarkanku!” ucap hye jin dengan sedikit membungkuk.

“cheonmanyo..istirahatlah dan tidurlah yang nyenyak!”

Hye jin tersenyum tipis, lalu ia berjalan menuju pintu gerbang rumahnya, sedangkan kyuhyun masih terdiam menatap punggung hye jin yang semakin menjauh dengan perasaan sesal karena telah membuatnya tidak enak. Ketika sampai didepan gerbang rumahnya hye jin sejenak menoleh menatap kyuhyun yang sedang memperhatikannya.

“aku akan menjaga jantug ini seperti apa yang kau mau..!”

Setelah berkata seperti itu hye jin langsung masuk ke dalam rumahnya meninggalkan kyuhyun yang masih diliputi dengan rasa sesalnya.

 

Rasanya perang dingin?) antara kyuhyun dan hye jin tidak berlangsung lama, ketika kyuhyun baru sampai di apartementnya, ada sebuah pesan masuk ke ponselnya ternyata dari hye jin.

From Hye jin

Sampai jumpa besok

Tidurlah yang nyenyak

Semangat…!!! J 

 

Begitulah sms singkat dari hye jin, dengan diakhiri emotioncon smile di akhir. Kyuhyun pun bisa bernapas lega sepertinya hye jin tidak memusingkan masalah tadi.

 

~

 

Hati kyuhyun sepertinya sudah kembali hangat dengan keberadaan hye jin yang selalu bersamanya sekarang, bahkan ia bisa kembali tersenyum seakan tidak ada kesedihan tersirat diwajahnya. Hanya kesedihan itu pasti akan kembali datang, dan selalu ia tumpahkan saat ia mengunjungi makam shin ae, bagimana pun juga kyuhyun masih tidak bisa melupakan shin ae, karena di sudut hatinya yang paling dalam masih tersimpan namanya. Seperti saat ini kyuhyun sedang berada ditempat makam shin ae, kepalanya tertunduk dan semakin tertunduk merasakan air matanya yang terus membasahi pipinya.

 

Setelah dari pemakaman, kyuhyun langsung menuju ke sekolah, mengerjakan aktifitas seperti biasanya.

Drrrtttttttt……

Ponsel kyuhyun berderit, dengan cepat ia merogoh ponsel yang ada di saku kemejanya, dan terlihat sebuah panggilan dari hye jin.

“tumben sekali dia meneleponku…!” kyuhyun bergumam kecil lalu mengangkat sambungan telepon.

“yeobseo!”

“kau sibuk?” tanya hye jin di ujung telepon

“aniyo wae?”

“ada sesuatu yang ingin aku katakana padamu!”

“katakana saja!”

“tapi tidak disini!”

Kyuhyun penasaran “memang tentang apa? Apakah kau sakit?”

“aniyo…, sore nanti bisakah kau temui aku di taman seoul?” hye jin berbicara serius

“di taman? Kau tidak masuk kerja?” kyuhyun heran

“hari ini aku ijin libur…bisakan?”

“baiklah!”

“sampai bertemu nanti!” ucap hye jin dan langsung menutup sambungan telepon.

Rasa penasaran dan khawatir berkecambuk di benak kyuhyun, sebenarnya apa yang akan dikatakannya, dan beberapa pertanyaan berputar-putar di kepalanya, apakah ini ada hubungannya dengan penyakitnya.? Itulah salah satu yang dipikirkannya.

 

“kyuhyun ssi…!!”

Seseorang tiba-tiba memanggilnya kyuhyun menoleh dan melihat rekan kerjanya yesung sedang berjalan padanya.

“sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu?” sepertinya yesung melihat kyuhyun yang sedang melamun.

“aniyo.., tidak ada yang aku pikirkan, wae?”

“begini…ada yang ingin aku tanyakan padamu!”

“tentang apa?”

“seandainya jika… kau di jodohkan oleh kedua orang tuamu, apakah kau akan menerimanya?” tanya yesung hati-hati.

Kyuhyun menatap yesung heran “kenapa kau menanyakan hal itu?”

“jawab saja!”

“ya…jika itu keinginan orang tua tidak salahnya kita menerimanya, kecuali jika kita sudah punya pilihan sendiri!” kyuhyun menyampaikan pendapatnya.

Yesung mengangguk paham “jadi begitu!”

“lalu kenapa kau bertanya tentang itu?”

Yesung mendesah “aku dijodohkan oleh kedua orang tuaku!”

“mwo?” kyuhyun terkejut “kau menerimanya?”

“entahlah…aku belum menjawabnya!”

“terima saja sepertinya memang sudah saatnya kau menemukan pasangan hidup!”  ucap kyuhyun sedikit menggoda yesung.

Yesung tidak menjawab hanya helaan napas berat yang terdengar.

“apa kau mengenal orang yang dijodohkan denganmu itu?”

“eomma bilang dia teman kecilku, aku lupa siapa dia, tapi…eomma menyebutkan namanya!”

“nugu?” kyuhyun penasaran

“dia…h…hye….hye….” yesung menggantungkan ucapannya sedikit mengeja sambil berfikir.

Kyuhyun semakin penasaran, apalagi saat yesung menyebutkan nama tenganya ‘Hye’ sehingga dalam hatinya ia menerka-nerka “hye jin…? Tidak mungkin!!”

“ah…ne hye jin…!” yesung akhirnya mengingatnya.

Kyuhyun terdiam ternyata dugaannya yang tidak mungkin itu benar.

“wae? Kau mengenalnya?” tanya yesung yang melihat keterkejutannya.

“aniyo…!”

“lalu aku harus bagaimana sekarang?”

“terima saja, kalau sudah orang tua yang memilih mungkin itu yang terbaik!” kyuhyu member saran yang dibalas anggukan yesung

“baiklah!”

Pikiran kyuhyun masih tetap melayang pada diri hye jin, sehingga terpikirkan olehnya hye jin juga ingin mengatakan sesuatu padanya, dan dari nada suara yang ia dengar sepertinya serius, apa jangan-jangan dia ingin menyatakan tentang perjodohan ini.

 

~

 

Seluruh pekerjaanya sudah selesia dengan cepat kyuhyun mengendarai mobilnya menuju taman untuk bertemu dengan hye jin, dengan pikiran yang tak menentu tentang perkataan yesung yang dirinya dijodohkan dengan seorang yeoja yang bernama hye jin.

 

Saat kyuhyun sudah sampai ditaman itu, ternyata hye jin sudah berada disana duduk disalah satu bangku taman berwarna coklat tua itu, kali ini penampilan hye jin terlihat berbeda dia menggunakan dres selutut berwarna baby blue dengan sweater berwarna putih rambut sebahunya dibiarkan terurai di terpa angin sore yang berhembus, sesaat kyuhyun memandang hye jin terlebih dulu dari kejauhan, seolah ingin meyakinkan apakah yeoja itu benar-benar hye jin, dia terlihat benar-benar berbeda hari ini, tidak seperti biasanya yang ia lihat memakai seragam kerja dengan rambut selalu diikat.

Setelah cukup memandangnya dari jauh dan terpesona olehnya, kyuhyun berjalan mengampiri hye jin, dan saat melihatnya datang hye jin pun tersenyum dan bangkit dari duduknya.

“mianhae…sepertinya kau sudah menunggu lama?”

“aniyo..aku juga baru saja datang!”

 

Mereka berdua pun duduk di bangku taman itu, sesaat terjadi keheningan diantara mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sedangkan kyuhyun tentu saja menunggu apa yang ingin hye jin katakana.

“apa yang ingin kau katakana?” merasa terlalu lama diam akhirnya kyuhyun bertanya duluan

“oh iya…aku ingin mengatakna sesuatu padamu, dan sudah lama aku ingin mengatakannya!” ucap hye jin terlihat gugup, sambil menunduk.

Kyuhyun memperhatikannya dengan rasa penasaran.

“sebenarnya aku…” hye jin kali ini menggantungkan ucapannya, dia benar-benar sangat gugup, bahkan kedua jari tangannya terlihat saling bertautan.

“aku…!” lagi-lagi hye jin menggantungkan ucapannya, dan itu malah kyuhyun tambah dibuatnya semakin penasaran.

“kau mau dijodohkan kan?” tukas kyuhyun

Kyuhyun yang tidak sabar menunggu ucapan hye jin akhirnya ia menyimpulkan sendiri, karena di kepalanya terus berputar-putar kata perjodohan.

Hye jin terdiam, jari-jarinya yang semenjak tadi saling bertautan terhenti seketika, tentu ia terkejut, kenapa tiba-tiba kyuhyun berfikiran itu.

Perlahan hye jin menoleh, menatap kyuhyun kali ini yang sedang memandang lurus ke depan dengan ekspresi tampak memendam rasa marah.

“mwo?” pekik hye jin

“itu yang ingin kau katakana?”

“dijodohkan?” hye jin mengulangi kata-katanya dengan bingung

“nde!”

“dugaan mu salah, bukan itu yang ingin ku katakan, perjodohan? dan siapa yang akan di jodohkan?”

Ucapan hye jin seolah menjadi angin segar bagi kyuhyun, kali ini ia yang dibuat terkejut, sepertinya dugaannya sedari tadi adalah sebuah kesalahan, bukan hye jin yang bersamanya sekarang yang menatapnya heran, orang yang dijodohkan dengan yesung memang bernama hye jin tapi marganya yang berbeda.

“eoh…epsseo…aku hanya asal bicara.., lalu apa yang ingin kau katakan?” ucap kyuhyun mencoba mengembalikan kembali pembicaraan dari awal.

“tidak jadi…!” ucap hye jin acuh, sepertinya kyuhyun membuatnya marah dengan praduga yang tidak jelas itu.

“hye jin ssi…benar kau tidak ingin mengatakannya?”

Hye jin masih terdiam seribu bahasa.

“bagaimana kalau besok aku tidak ada lagi didunia ini?” ucap kyuhyun menakut-nakutinya

“jangan asal bicara!” jawab ye jin ketus

“kita tidak tahu kan kapan kematian itu datang!”

“nde…suadahlah jangan menakutiku seperti itu aku akan mengatakannya, jadi kau harus mendengarkannya dengan jelas karena aku akan mengatakannya hanya sekali!” hye jin menoleh dan membenarkan posisi duduknya berhadapan dengan kyuhyun.

Desakan kyuhyun berhasil akhirya hye jin bersedia untuk mengatakannya sekarang. Kyuhyun memperhatikannya, dan yang diperhatikan malah terlihat tegang, mengambil napas panjang dan kemudian menghembuskannya kembali.

Kedua mata mereka saling beradu pandang dan seperdetik kemudian.

 

“kyuhyun…aku menyukaimu!”

Kata-kata itu keluar dari mulut hye jin begitu lancar, seperti tidak ada keraguan di dalam hatinya, kyuhyun tetntu saja terkejut bersamaan terlintas dipikirannya kembali menerawang tentang shin ae, dulu saat mereka resmi jadian shin ae lah yang pertama kali menyatakan perasaannya duluan, tipe seorang wanita pemberani seperti hye jin yang sedang dihadapannya sekarang.

“kau terkejut..!” tanya hye jin yang membuat lamunan kyuhyun buyar.

“arghh…memalukan!!” pekik hye jin memalingkan pandangannya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, saat menemukan kyuhyun tidak bereaksi apapun.

Kyuhyun tersenyum saat menyadari semua yang terjadi sekarang adalah sebuah kebahagiaan baginya, ia tahu ternyata perasaan selama ini ia tidak salah.

“aku rasa ini tidak memalukan!”

Hye jin menurunkan kedua tangannya yang menutupi wajahnya dan menoleh pada kyuhyun.

“lalu?” hye jin dengan harap-harap cemas menunggu ucapan kyuhyun selanjutnya.

“sejak kapan perasaan itu ada?”

Terlihat hye jin berfikir “sejak kedua kali kita bertemu!”

“kau yakin dengan petasaanmu?”

Hye jin menghela napas “aku tidak akan mengatakannya jika aku tidak yakin, aku tahu kau suatu saat nanti pasti akan mengingatnya lagi, bagi seorang namja melupakan seseorang yang dicintainya butuh waktu bertahun-tahun untuk melupakannya, tapi tidak perlu terlalu berlarut memikirnya, apapun yang terjadi…perasaanku itu akan sama terhadapmu!”

“gomawo…, kau sudah mengerti tentangku..shin hye jin!”

 

Sebuah senyuman tulus kyuhyun perlihatkan, ia tahu apa yang dirasakannya sekarang sama dengan apa yang dirasakan hye jin, hatinya tidak bisa memungkiri bahwa pertemanannya dengan hye jin, akan berubah menjadi sebuah cinta, entah kenapa hye jin bisa seyakin itu padahal kyuhyun sudah membuat dirinya kecewa dengan mengingat kembali shin ae.

Peralahan kyuhyun merah tangan hye jin lalu menggamnya erat dengan kedua tanganya, senyumannya seakan memberi jawaban kalau perasaan hye jin tidak salah terhadapnya, hye ji membalasnya dengan senyuman yang manis, kini kyuhyun membawa hye jin ke dalam pelukannya, seolah menyampaikan perasaannya yang sama.

 

Saat itulah kyuhyun meyakinkan dalam hatinya, bukan berarti ia menyukai hye jin karena jantung shin ae berdetak di dalam tubuhnya, dan juga perasaan setiap dirinya dekat dengan hye jin seakan shin ae terasa hidup, tapi melainkan ia mencintai yeoja yang ada dalam rengkuhan pelukannya sekarang tanpa ada bayang-bayang orang yang ia cintai dimasa lalu, yang kini membuat hatinya kembali hangat…. shin hye jin.

 

~End~

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s