[Kyuhyun] Chaptered – Always Be Mine (Chapter 3)

[Kyuhyun] Chaptered – Always Be Mine (Chapter 3)

23 Februari 2014 pukul 14:42

TITLE                  :  Always  Be  Mine

AUTHOR            : Kim Ra Shi

CAST                  : Cho Kyuhyun

Lee Ji Ra

Lee Dong Soo

                              Lee Jonghyun

              Kim Woo Ri

                              Yoon Mi Sun

GENRE               : Comedy,Family,Friendship,Romance

TYPE                   : Chapter 3

RATE                  : 16+

PG                       : 15

FACEBOOK      : Rahma Nurahma

https://www.facebook.com/rahma.nurahma.71 

TWITTER           🙂

Disclaimer :  Chapter 3 telah tiba, merapaaat…hehe, Cerita  dalam  ff  ini benar-benar imajinasiku, mohon maaf jika ada kesamaan nama  ataupun  tempat, itu benar-benar tidak disengaja.  semoga pembaca menyukainya, mohon maaf jika thypo bertebaran dimana ^^

Warning : Dilarang memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author. Terima kasih

Happy Reading

 

****

Author POV

06.55 KST

Lee  Ji  Ra terlihat sedang menunggu bus di salah satu halte dekat rumah barunya. Biasanya ia  selalu berangkat bersama dengan Kyuhyun ke sekolah ketika ia tinggal dirumah lamanya namun sekarang ia harus bisa membiasakan diri naik kendaraan umum karena jarak rumah barunya dan sekolahnya cukup jauh dibandingkan dengan jarak yang harus ia tempuh dulu, saat ia masih bertetangga dengan Kyuhyun. Meskipun Dong Soo sudah membujuknya untuk naik kendaraan pribadi dan diantarkan oleh sopir tapi ia menolaknya dengan alasan ia lebih senang naik bus karena ia tidak ingin membuat sensasi di sekolah jika ia datang dengan sopir  pribadi sambil mengendarai sebuah mobil mewah.

Ia panik saat ia melihat arloji di tangan kirinya yang menunjukkan waktu hampir pukul 7 pagi dan itu artinya ia  akan datang  terlambat ke sekolah  kali ini.

“OMO! Eottokae…aku sudah terlambat sekarang! Dimana bus nya? Kenapa tidak kunjung datang? Issh…andai  saja  rumahku  masih bersebelahan dengan Kyuhyun, aku pasti  tidak akan panik seperti ini! biasanya aku memang selalu menumpang di mobil Kyuhyun jika berangkat sekolah tapi sekarang? Hhhh…(menghembuskan  nafas) sudahlah! Tidak usah disesali, seharusnya tadi ketika Dong Soo oppa membujukku untuk diantar oleh sopir, aku tidak menolaknya, tapi aku memang tidak ingin menjadi pusat perhatian di sekolah! Aku tidak suka menjadi pusat perhatian”

Sudah hampir sepuluh menit Lee Ji Ra menunggu bus yang akan mengantarkannya menuju Hannyoung High School sekolahnya, namun bus tersebut tak kunjung datang. Otaknya mulai berpikir, kemudian ia mengeluarkan ponsel dari saku  jas  seragamnya. Ia menekan nama Cho Kyuhyun di layar ponsel touchscreen nya.

“Nde…wae?” Jawab Kyuhyun disebrang telpon

“Kau dimana?apa kau sudah sampai di sekolah sekarang?” Ji Ra tidak ingin membuang waktunya, ia lagsung bertanya pada Kyuhyun

“Ani, aku masih di rumah Jonghyun sekarang! Jonghyun  sedang berganti pakaiannya dengan seragam sekolah, semalam  kan  dia  menginap di rumahku jadi sebelum berangkat ke sekolah aku ke rumahnya dulu” Jawab Kyuhyun

“Baguslah kalau begitu, jemput aku di halte bus dekat rumahku  kau bisa kan? Aku sudah menunggu bus dari tadi tapi tidak kunjung datang”

“Kau yakin sedang menunggu bus? Kenapa tidak bilang saja kau ingin berangkat bersamaku seperti biasanya?”Canda Kyuhyun

“Aigooo….terserah apa katamu saja, aku tunggu kau disini! Cepatlah datang!”

Bipp~ Telpon di tutup oleh Ji Ra

*****

Mobil sport  berwarna biru kini berhenti tepat di depan sebuah halte bus. Di halte tersebut sudah menunggu seorang gadis berseragam sekolah dengan rambut  panjangnya  yang digulung ke atas. Benar, gadis itu adalah Lee Ji Ra. Ia segera masuk ke dalam mobil yang sudah sangat ia kenali itu.

Cho Kyuhyun yang menjadi pengemudi mobil tersebut segera melajukan mobilnya menuju Hannyoung High School,salah  satu  sekolah terkenal  di Korea yang  para  siswanya  diseleksi dengan sangat ketat. Para  sisiwa  yang  bersekolah di sekolah tersebut adalah anak-anak pintar yang dipilih dengan beberapa ujian secara ketat.

Namun malang nasib ketiganya, sesampainya mereka di sekolah, mereka  tidak diijinkan  masuk  kelas untuk mengikuti jam pelajaran  sampai waktu istirahat sekolah  tiba  karena mereka datang terlambat. Mereka di hukum untuk membersihkan kaca gedung belakang  sekolah sampai jam istirahat berakhir. Mereka akan diijinkan masuk ke dalam kelas setelah membersihkan seluruh kaca gedung belakang sekolah  sampai jam istirahat selesai.

“Aigooo….tanganku sudah pegal! Baru kali ini murid pintar sepertiku melakukan hal seperti ini!” Gerutu  Kyuhyun  sambil terus mengelap  kaca yang ada didepannya

“Issh…! Sudah diam! kau berisik sekali!” Ucap Ji Ra yang hari ini perasaannya sedang sensitif

“Ya! ada apa denganmu? Aku  hanya berbicara seperti itu saja, kau tiba-tiba marah! Babo!” Kyuhyun pun terbawa suasana sehingga ia menjadi ikut kesal dengan apa yang dikatakan Ji Ra barusan, sementara Jonghyun  baru kembali dari toilet dan segera melanjutkan hukumannya bersama mereka dengan membersihkan kaca gedung.

“AKU PERGI!” Kemudian Ji Ra  melempar alat pembersih kaca dengan kesal sehingga  alat tersebut menimbulkan bunyi yang cukup keras dihadapan Kyuhyun dan Jonghyun

Jonghyun yang melihat kejadian itu cukup kaget karena tidak biasanya ia melihat Ji Ra semarah ini, ia pun bertanya pada Kyuhyun yang masih berdiri diam sambil menatap Ji Ra yang mulai berjalan menjauhi mereka “Ada apa? Kenapa dia jadi seperti itu?” tanya Jonghyun pada Kyuhyun dengan tatapan bingung

“Aku tidak tau, ku rasa karena Dong Soo lagi…” Jawab Kyuhyun singkat

10.00 KST

Lee Ji Ra tengah duduk diam termenung dilantai. Kini ia sedang berada di sebuah ruangan klub judo sekolah. Setelah membersihkan kaca, ia pergi menuju tempat tersebut untuk menenangkan pikirannya.  Ia sedang  memikirkan hal yang  membuat mood nya buruk di hari ini. Meskipun  tadi malam hatinya sudah merasa  lega  karena Kyuhyun mau mendengarkan keluh kesahnya namun pagi ini hatinya kembali terasa perih. Bagaimana  tidak, saat sarapan bersama  Dong Soo dan Mi Sun pagi tadi, ia melihat lagi kemesraan  keduanya di depan matanya, itulah sebabnya  mood nya  menjadi sangat buruk di pagi ini. Tiba-tiba saja Kyuhyun datang  dengan sebuah burger ditangannya. Ia menghampiri Ji Ra yang masih duduk diam dengan wajah yang  terlihat  tidak seperti biasanya.

“Lee Ji Ra…aku ingin berbaikan denganmu, mianhae atas ucapanku tadi pagi” Ucap Kyuhyun sambil duduk disamping Ji Ra

Ji Ra menatap Kyuhyun sambil tersenyum tipis “Harusnya  aku yang meminta maaf, mianhae…mood ku hari  ini  sedang  tidak baik” Jawab Ji Ra

“Kau pasti lapar, ini hamburger  untukmu!”  Kyuhyun memberikan hamburger yang dibawanya  pada Ji Ra, namun tiba-tiba saja  sebuah suara  terdengar di ruangan itu.

“Aniyaaaa…..!ya! chagia…andwae, itu kan burger pemberianku, kenapa  kau  malah  memberikannya pada  dia?!Issssh…jinjja!” Kim Woo Ri berlari menghampiri Kyuhyun dan Ji Ra di ruangan itu

“Aissh…chagi, kenapa kau ada disini? Bukankah tadi kau bilang kau akan latihan dance eoh?” Tanya Kyuhyun pada Woo Ri

“Nde, aku memang akan berlatih di klub dance sekolah tapi sebelumnya aku merasa curiga padamu sehingga aku mengikutimu, ternyata benar seperti apa yang  aku  pikirkan, kau datang ke tempat ini! burger itu sengaja aku belikan untukmu karena aku tau kau selalu terlambat sarapan, tapi kenapa kau malah memberikannya pada Ji Ra eoh?” Woo Ri meminta penjelasan pada namjachingunya itu

“Ini  burger  nya! Aku sedang tidak bernafsu makan, ambil saja! Sudahlah, aku tidak ingin mencampuri kehidupan cinta kalian! Aku ke kelas duluan ne?” Ji Ra mengembalikan burgernya pada Kyuhyun

“YA  Lee  Ji  Ra!  Kau itu  seperti  kekasih gelap namjachingu-ku yang muncul secara terang-terangan dihadapanku! Aisssh….kenapa kalian selalu membuatku curiga?!” Woo Ri menatap Ji  Ra

“Hhh…aku sedang tidak ingin menanggapi keluhanmu Kim Woo Ri, aku pergi sekarang!” Lee Ji Ra pergi meninggalkan mereka

“Seharusnya  kau  tidak seperti itu padanya chagi, Ji Ra sedang dalam mood yang buruk hari ini, kau harusnya tidak menambah beban pikirannya lagi”

“Mwo? Jadi kau membelanya lagi? Chagia…sebenarnya kau itu  kekasihnya  siapa? Kenapa kau  selalu membela Lee Ji Ra? Bahkan aku masih  tidak  percaya  pada  persahabatan murni diantara namja dan yeoja, masih adakah persahabatan seperti itu?! menyebalkan” Woo Ri melipat kedua tangannya di depan dada

“Kami  memang  bersahabat, bukankah sudah aku ceritakan kalau  sedari kecil aku dan Ji Ra memang sudah sangat dekat bahkan eommaku sudah menganggap Ji Ra seperti putrinya sendiri!”

“Aigooo…kau membuat kepalaku menjadi pusing chagi! Sudahlah, aku  akan latihan dance dulu sekarang! Aku pergi!” Kim Woo Ri meninggalkan Kyuhyun dengan perasaan yang masih merasa kesal terhadap namjachingunya tersebut.

****

15.30 KST

Bel tanda  jam sekolah sudah berakhir pun berbunyi. Para  siswa  berhamburan keluar kelas. Kyuhyun, Ji Ra dan Jonghyun yang duduk di kelas yang sama, kini sedang berjalan di lorong sekolah menuju tempat parkir. Mereka akan pulang bersama dengan  mobil  Kyuhyun. Namun  dari arah berlawanan, Kim Woo Ri sedang berjalan bersama Lee Dong Soo menuju ke arah mereka.

“Oppa…” Ucap Ji Ra yang kaget saat melihat Dong Soo yang menghampirinya sambil tersenyum padanya

“Lee Ji Ra, tadi siang saat aku baru pulang kuliah, eomma menelpon ke rumah, ia mengatakan sangat merindukanmu, eomma dan appa mengatakan mereka akan pulang minggu depan”

“Jeongmal?” Tanya Ji Ra

“Nde, aku kesini hanya ingin menjemputmu kebetulan aku bertemu dengan Kim Woo Ri jadi aku memintanya  mengantarku  kekelasmu  tapi ternyata kita  malah bertemu disini, dan kebetulan juga aku  melewati sekolah ini setelah  mengantarkan Mi Sun ke bandara tadi”

“Jadi, Mi Sun eonni sudah kembali ke New York?”

“Nde, kau mau pulang bersamaku kan Lee Ji Ra?” Ajak Dong Soo

“YA! Lee Ji Ra bukankah  ada  tugas kelompok yang harus kita selesaikan, kau bilang akan mengerjakannya di rumahku setelah  ini? bagaimana jadi tidak?” Kyuhyun mengingatkan Ji Ra sementara Jonghyun hanya meng-iyakan pernyatakan Kyuhyun barusan

Chagi…kau akan kerja kelompok bersamanya?” Woo Ri bertanya pada kekasihnya itu karena Woo Ri tidak satu kelas dengan mereka.

“Mmm…aku akan pulang  bersama Dongh Soo oppa, kita kerjakan tugas kelompoknya di rumahku saja, bagaimana? Mm…bolehkan oppa?” Akhirnya Ji Ra memutuskan untuk pulang bersama Dong Soo

“Nde, tentu saja!” Jawab Dong Soo  sambil  mengangguk

“Kau  ini  selalu  merubah  rencana  secara  mendadak!” Kyuhyun  terlihat sedang dalam mood yang buruk sekarang

“Mmm…kalau aku setuju saja, di rumahmu ataupun di rumah Kyuhyun, yang  penting  tugas itu bisa cepat selesai!” Jonghyun menambahkan

“Geurae, kalau begitu kita mengerjakan tugasnya di rumahku saja! Kajja! Kita pergi  sekarang! Kau mau ikut dengan siapa Jonghyun-ah? Bersama mobil Kyuhyun  atau  bersamaku dan  Dong Soo oppa?” Tanya Lee Ji Ra

“Aku  ikut! Chagi…aku ikut denganmu tidak apa-apa kan?” Woo Ri   merajuk  pada Kyuhyun dengan  menunjukkan puppy eyes andalannya

“Aku ikut di mobil Dong Soo hyung saja, aku tidak ingin mengganggu  kemesraan Kyuhyun dengan Woo Ri” Jawab Jonghyun dengan menaikkan sebelah alisnya

“Baguslah, kali ini aku  ingin mengucapkan… gomaweo Lee Jonghyun” Woo Ri  tersenyum tipis  pada Jonghyun

Aku  melihatnya  lagi. Ini sudah kesekian kalinya aku melihat  tatapan seperti itu,  tatapan  mata Kyuhyun  pada  Ji  Ra  yang  sulit  untuk  diartikan. Kali ini bahkan lebih jelas  saat  Lee Dong Soo ada diantara  mereka. Kyuhyun  seperti  tidak  suka  melihat  kedekatan  Dong Soo dan  Ji  Ra. Semoga hanya perasaanku saja… Ucap Kim Woo Ri dalam hati

 

Lee Ji Ra POV

Lihat  aku sekarang, Ya Tuhan…ini  kenyataan? Aku duduk di samping  Dong Soo oppa di dalam mobilnya, meskipun kami tidak hanya berdua karena Jonghyun ada di belakang kursi kami. Tapi mood ku benar-benar berubah sekarang. Aku sangat senang.

Dong Soo oppa menjemputku ke sekolah hari ini, aku  tidak  berhenti tersenyum saat Dong Soo mulai melajukan mobilnya. Kami berbincang di saat perjalanan menuju rumah.

“Kau kenapa? Kenapa kau terus tersenyum  sedari tadi?” Tanya Jonghyun padaku sementara Dong Soo kini melihat ke arahku. Tuhan, jantungku…ku rasa bom waktu seperti akan meledak di jantungku saat  Dong Soo menatapku seperti itu walaupun hanya dua detik

“Mmm…aniyeo, aku hanya tersenyum mengingat kejadian lucu yang pernah ku alami” aku berbohong

“Memangnya ada kejadian apa yang bisa membuat kau tersenyum manis seperti itu?” Dong Soo sepertinya penasaran dengan kebohonganku barusan

“Apa kejadian kita di hukum tadi pagi  yang membuatmu bisa tersenyum seperti itu?” Kali ini ucapan  Jonghyun  yang  bisa membuatku malu di depan Dong Soo

“YA! Sudahlah jangan membahas itu, mood ku bisa berubah  menjadi  buruk  lagi  jika kau membahasnya lagi, arraseo?” Gumam ku dengan sedikit kesal, di saat seperti  ini aku  harus bisa mengendalikan emosiku karena aku sedang berada di sebelah namja tampan impianku selama ini.

“Nde, ara…ara…” Jawab Jonghyun

“Kalian ini terkadang membuatku iri, kau beruntung Ji Ra-ya karena kau memiliki dua orang sahabat yang baik dan tampan seperti Jonghyun dan Kyuhyun…”

“Ah, benar itu hyung !seharusnya  Ji Ra bersyukur karena memiliki sahabat setampan aku” Jonghyun tersenyum

“Issh…oppa, jangan terlalu sering memuji mereka seperti itu, kau tidak tau saja bagaimana sifat asli mereka selama ini”

“Seperti  apa  maksudmu? Ku rasa selama ini kau lah yang memiliki sifat yang aneh, bagaimana mungkin seorang gadis memiliki cinta yang sangat besar terhadap judo dibandingkan dengan make up, benar tidak hyung? Kau menyukai gadis cantik kan hyung? Lihat  penampilan dongsaengmu itu, terkadang sikapnya malah lebih mengerikan dibandingakan dengan seorang gangster! Hehehe…” Jonghyun menyeringai

“LEE JONGHYUN! Isssh….kau itu, kenapa mulutmu berubah  menjadi  seperti  Cho Kyuhyun? Sepertinya  kau  sudah  tertular olehnya” Aku mendengus kesal

“Kalian ini serasi, kenapa kalian tidak berpacaran saja?” Canda Dong Soo oppa yang membuatku dan Jonghyun hampir shock dengan pernyataannya itu

“MWO? ANDWAE!” Jawabku dan Jonghyun bersamaan

Aku mencoba mencerna apa yang dikatakan Jonghyun barusan. Apa  aku tidak  pernah terlihat cantik di mata  kaum  namja selama ini? aku pun bercermin di kaca  sebelahku. Disitu aku  melihat  wajah seorang gadis tanpa make up dengan rambut digulung dan wajah yang tampak sedikit kusam. Itu aku? kenapa  aku baru  menyadarinya selama ini. Pantas saja Dong Soo  tidak pernah melirik ke arahku sebelum ia menjadi kakak tiriku. Kenapa aku baru menyesal sekarang. Tidak, ini belum terlambat. Setidaknya  aku harus mulai terlihat menjadi seorang gadis  mulai saat ini. Aku harus berubah menjadi terlihat anggun.

****

Kami sudah sampai di rumahku saat ini. Rumahku yang  baru  lebih  tepatnya. Tak lama kemudian Kyuhyun dan Woo Ri sampai dengan mobil sport berwarna biru milik Kyuhyun.

Kini kami sedang berada di ruang santai, dekat kolam  renang. Jonghyun dan aku sedang  diskusi dan berusaha mengerjakan soal-soal bahasa Inggris sedangkan Kyuhyun  sedang mengerjakan  soal matematika sambil  disuapi salah satu makanan ringan oleh Woo Ri.

“Yaaa…Kyuhyun-ah, sebenarnya kau kesini benar-benar ingin mengerjakan tugas kelompok atau ingin bermesraan dengan yeojachingumu itu? mengganggu penglihatanku saja” Aku melihat ke arah mereka dengan wajah sedikit kesal

“Wae? Kau iri dengan kami eoh?” Jawab Woo Ri

“Mwo? Iri pada kalian? Terserah apa katamu saja Kim Woo Ri…” Aku  sedang  malas  menjawab ocehan gadis itu

“Kau tidak lihat ini, aku juga sedang mengerjakan tugas matematika kelompok kita!” Kyuhyun menambahkan sambil menatap ke arahku dan Jonghyun

“Ji Ra-ya, apa tidak  ada minuman? Kau tau,  dari tadi aku haus, apa ada orange  juice atau minuman segar lainnya?” tanya Woo Ri

“OMO! Aku  lupa, kalau begitu tunggu sebentar, aku akan panggil pelayan untuk membuatkan minuman” Aku beranjak  dari  tempatku, aku berjalan di pinggir kolam renang menuju ke dalam rumah namun karena kecerobohanku, kakiku terpeleset dan aku terjatuh ke kolam renang. Sialnya aku pun tidak bisa berenang. Aku tidak tau apa yang terjadi  setelah itu  karena aku sempat tidak sadarkan diri beberapa saat sampai ketika mataku kubuka, aku melihat Kyuhyun dan Dong Soo  didepanku dengan wajah mereka  yang  pucat seperti tampak  khawatir pada kondisiku .

 

 

 

Cho Kyuhyun POV

Aku  hampir  shock saat  melihat Ji  Ra terpeleset dan  jatuh ke kolam renang  yang  cukup  dalam itu. Aku segera  meninggalkan buku dan ballpoint-ku dan menolong  Lee Ji  Ra dengan  berenang  ke dalam kolam renang saat itu juga karena aku tau Ji Ra  tidak bisa berenang. Ternyata disaat yang bersamaan Dong Soo pun melakukan hal yang sama denganku, menolong  Lee Ji Ra. Dong Soo berlari dari dalam ruangan dan berenang  menolong  Ji Ra. Tapi aku yang pertama kali berhasil mengangkat tubuhnya dan membawanya ke sisi kolam renang dengan dibantu oleh Dong Soo.

Peraaanku tidak pernah sekhawatir ini sebelumnya, aku  tidak  bisa  menahan rasa kesalku saat Lee Dong Soo memberikan nafas buatan pada Lee Ji Ra. Hatiku seperti hancur berkeping-keping saat aku melihat peristiwa itu di depan mataku sendiri. Dong Soo memberikan  nafas buatan untuk gadis yang selama ini menjadi sahabat baikku. Sebenarnya, jika  disini  tidak ada Kim Woo Ri, aku pun bisa memberikan nafas buatan itu untuk Ji Ra. Aku hanya ingin menjaga perasaan Woo Ri saja, jadi aku memutuskan membiarkan Lee Dong Soo yang melakukannya. Beberapa  saat  kemudian, Lee Ji  Ra sadar sambil  terbatuk-batuk dengan  mengeluarkan air dari mulutnya. Aku sedikit lega.

Setelah Lee Ji Ra dibawa oleh Dong Soo ke kamarnya, aku mengantarkan Woo Ri pulang ke rumahnya dengan meminjam t-shirt putih milik Dong Soo karena  seragamku  basah. Aku akan kembali kesini  setelah mengantar Woo Ri  pulang. Diperjalanan, Woo Ri sempat  menanyakan  pertanyaan yang  membuatku  tidak  bisa menjawabnya.

Chagia, apa  kau  pun akan menolongku seperti tadi kau menolong Ji Ra jika aku tenggelam?”

“Tentu saja aku akan melakukan hal yang sama padamu juga chagi…tapi kau kan bisa berenang” Jawabku sambil tetap fokus mengemudikan mobilku

“Mmmm….Jika  ada ombak yang sangat besar membuat aku dan Lee Ji Ra tenggelam di laut, siapa yang pertama kali akan kau tolong? Aku  atau…Ji Ra?”Kali ini Woo Ri bertanya dengan wajah serius

Ciiit~ aku menghentikan mobilku secara tiba-tiba

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Ucapku

“Apa kau tidak bisa menjawabnya?” Woo Ri diam sejenak kemudian “Baiklah, aku mungkin  sudah tau jawabannya…aku turun disini saja!” Woo Ri memutuskan keluar dari mobilku dan menghentikan taksi

“Aisssh…kenapa  jadi seperti  ini?!” Gumamku  pada diriku sendiri  sambil  mengacak-acak  rambutku  karena sedikit  frustasi

Chagi…yaa…Kim Woo Ri…” Aku berlari mengejar taksi  yang  dinaiki  oleh Woo Ri  namun taksi  itu  berjalan dengan sangat cepat sehingga langkah  kakiku tidak  mampu untuk mengejarnya.

Aku  kembali  ke dalam mobil namun sebelum itu aku  memutuskan  merenungkan kejadian yang baru saja terjadi  padaku . Kim Woo Ri  memang selalu cemburu  dengan  kedekatanku dan Ji  Ra. Mungkin hari ini adalah puncak kekesalannya padaku. Ini memang salahku, siapa yang tidak cemburu saat kekasihnya  menolong  gadis  lain padahal di tempat itu masih ada orang lain yang bisa menolongnya. Apa aku terlihat  jahat  dimatanya  saat ini? Bukankah seharusnya  aku beruntung memiliki kekasih yang cantik  dan sangat  populer  di sekolah seperti  Kim Woo Ri? Tapi  kenapa sejauh ini perasaanku  pada Woo Ri  tidak sedalam perasaanku pada Ji Ra? Aku jadi ingat satu  tahun yang lalu, saat Woo Ri menyatakan perasaan cintaya padaku.

#Flashback

Pagi ini aku  mendapat  sekotak minuman ringan  di atas  mejaku. Selalu ada kertas dengan  tulisan yang ditempel di kotak minuman tersebut. “Cho Kyuhyun hwaiting!” tulisan itu selalu tertulis di kotak minuman tersebut  lengkap dengan  sebuah  icon smile  yang  di gambar disitu. Minuman ini dari Kim Woo Ri, murid baru di kelas yang berbeda denganku.

Kim Woo Ri menghampiriku saat jam istirahat sekolah tiba. Kami saling mengenal karena ia pun anggota dari kelompok teater sekolah, sama denganku dan Jonghyun. Kami  sering  latihan teater bersama   sehingga aku dan Woo Ri  menjadi  semakin  dekat.

“Kyuhyun ssi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” Ucap Woo Ri yang membuatku sedikit bingung

“Mengatakan  apa?” Tanyaku sambil menatapnya

“Aku…mmm…..aku menyukaimu Cho Kyuhyun” Woo Ri menatapku dengan tatapan yang  sulit untuk aku artikan, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku pada Woo Ri, aku sama sekali tidak menyukainya.

“Kenapa kau menyukaiku?”

“Karena  kau  berbeda dari namja-namja yang pernah aku  kenal, meskipun di sekolah ini aku sering mendengar kabar tentangmu  yang  sering berganti  kekasih, tapi aku tidak peduli…yang aku rasakan  hanya  perasaan  cintaku  ini  tulus  kepadamu” Ia menatapku lembut dan pipinya berubah menjadi merah

“Apa kau mau menerima cintaku?” Lanjutnya

Aku tidak  bisa menolak permintaan gadis cantik dan baik hati seperti dia. Aku tidak ingin menyakiti hatinya.

“Aku juga menyukaimu” Meskipun  aku berbohong, karena aku  tidak  ingin  menyakiti  hati  seorang  wanita namun  aku  akui, awalnya aku kira hubungan kami hanya akan  bertahan  beberapa  bulan saja karena sifatku yang sangat  addicted  terhadap game seperti hubunganku dengan mantan-mantan kekasihku sebelumnya yang tidak menyukai sifatku itu. Tapi ternyata aku salah, berbeda dengan para mantan-mantanku, Kim Woo Ri adalah gadis yang  bisa membuatku nyaman dan ia mengerti aku.  Rasa  sayang  itu perlahan  mulai tumbuh meskipun rasa sayangku padanya bukanlah bentuk cinta. Aku menyayanginya  seperti  seorang  dongsaeng, bukan seorang  kekasih. Maafkan aku Kim Woo Ri.

#Flashback end

Itulah awal  dari  semua ini. Karena aku membohongi  perasaanku, membuat  semuanya  menjadi  rumit   seperti  ini. Aku  kembali  menyalakan mesin  mobil  dan  melajukan  mobilku  menuju  rumah Ji Ra.

Sesampainya  aku  di rumah bercat putih ini, Dong Soo  yang  saat itu berada di ruang tv bersama Jonghyun  menyuruhku  untuk  langsung  masuk ke kamar  Ji  Ra yang  tidak jauh dari  ruang tv tersebut karena  Ji Ra masih  terbaring lemah di kamarnya setelah ia meminum obat flu, Ji Ra  terkena demam  karena kejadian  tadi.

Aku melangkahkan kakiku  menuju  kamar Lee Ji Ra. Aku mengetuk pintu kamarnya namun tidak ada sedikit pun suara di dalam sana sehingga aku memutuskan  masuk ke dalam kamar tersebut. Aku melihatnya sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Aku menatapnya sambil berdiri disampingnya. Wajahnya sangat berbeda saat aku melihatnya tertidur seperti sekarang ini. Ia terlihat sangat manis. Aku tersenyum sambil memandangi wajahnya.

“Lee Ji Ra, dalam keadaan seperti ini kau terlihat sangat  berbeda…” ucapku

“Cepatlah sembuh agar kita bisa bertengkar lagi, aku  lebih  senang  kau memarahiku sampai tandukmu keluar dibandingkan dengan melihatmu  seperti ini, membuaku lebih khawatir” Kemudian aku duduk disamping tempat tidurnya

“Kau  tau  Ji Ra-ya, saat  ini  Woo Ri  sedang  marah padaku  karena  aku  tidak  bisa  menjawab  pertanyaan darinya! Ia bertanya  siapa  yang  akan  aku  tolong  jika kau  dan  Woo Ri  tenggelam  di laut? Itu pertanyaan yang sulit  jika aku berada disamping Woo Ri  karena tentu saja  aku  pasti  akan  menolongmu terlebih dahulu  karena  kau  kan tidak bisa berenang  sedangkan Woo Ri,  ia cukup mahir dalam berenang! Tapi,  alasan sebenarnya bukan itu….karena aku memang  lebih memilihmu! Aku tidak tau alasannya kenapa, bahkan  semakin  aku mencari  tau  jawabannya, semakin  sulit pula aku menemukannya dan  itu  membuat  perasaanku sendiri menjadi bingung, apakah aku memang jatuh cinta  padamu  selama ini” “Lee Ji Ra, akan  sangat  sulit bagiku  jika  melihatmu  tidak  seceria  biasanya!” Lanjutku

Kemudian Aku  mendekatkan wajahku di dekat Ji Ra  yang  masih  tertidur lelap akibat efek dari obat yang sebelumnya ia  minum. Aku perhatikan setiap inci indra yang ada di wajahnya, matanya, hidungnya, bibirnya…semuanya terasa sempurna. Ia sangat mempesona, ia berbeda dari semua gadis yang pernah aku kenal.  “Saranghae, Lee  Ji Ra…” Kemudian aku  mengecup keningnya  lembut

“CHO KYUHYUN!Jadi selama ini…kau menyukai Lee Ji Ra?” Aku benar-benar  seperti  hampir  mati  saat mendengar suara Jonghyun  yang tiba-tiba saja  ada di belakangku sekarang.

“Kau? Lee Jonghyun, sejak kapan kau berdiri disitu?” Tanyaku dengan wajah yang berubah pucat saat  melihat  Jonghyun  yang  kini  memegang kartu AS ku

 

-TBC

Gimana ceritanya? Apakah membosankan? Comment kalian  sangat  membantu  author  dalam  menulis chapter-chapter selanjutnya^^

Gomaweo  readers  yang  udah baca 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s