[Kyuhyun] Chaptered – Always Be Mine (Chapter 2)

TITLE                  :  Always  Be  Mine

AUTHOR            : Kim Ra Shi

CAST                  : Cho Kyuhyun

Lee Ji Ra

Lee Dong Soo

                              Lee Jonghyun

              Kim Woo Ri

                              Yoon Mi Sun

GENRE               : Comedy,Family,Friendship,Romance

TYPE                   : Chapter 2

RATE                  : 16+

PG                       : 15

FACEBOOK      : Rahma Nurahma

https://www.facebook.com/rahma.nurahma.71 

TWITTER           🙂

Disclaimer :  Chapter 2 disini, hehe…Cerita  dalam  ff  ini benar-benar imajinasiku, mohon maaf jika ada kesamaan nama  ataupun  tempat, itu benar-benar tidak disengaja.  semoga pembaca menyukainya, mohon maaf jika thypo bertebaran dimana ^^

Warning : Dilarang memplagiat atau mengambil karya milik saya ini tanpa seizin dan sepengetahuan saya selaku author. Terima kasih 

Happy Reading

 

****

Author  POV

“Kyuhyun memaksaku kesini! Katanya dia mengkhawatirkanmu” Jonghyun melirik ke arah Kyuhyun

“Tutup  mulutmu  Lee  Jonghyun! Aku   kesini hanya merasa bersalah saja karena tadi siang aku meninggalkan tempat  acara  sebelum  acara benar-benar  selesai, untuk  itu  aku bawakan  pizza  untukmu! Kau  tau  tidak, malam  ini  ada  pertandingan sepak bola  Barcelona vs Real  Madrid, bagaimana  kalau  kita menonton  bersama  eoh? Jonghyun-ah…malam  ini kita  menginap  saja dirumah baru Ji Ra ini bagaimana? Boleh kan Ji Ra-ya?” Tanya Kyuhyun

“YA! Cho Kyuhyun, kenapa kau selalu berbicara sesukamu?!” Ji Ra mendengus kesal

“Nde, sejak kapan  kau  suka  menonton bola? Bukankah  setiap  kali  kita  menonton  bola  bersama, kau sering tertidur  sebelum pertandingan selesai!” Jonghyun  menambahkan

“Ne, kau  mengajak  kami  menonton   pertandingan sepak bola? Apa   aku tidak  salah dengar eoh? Dan  satu lagi, kau tidak boleh menginap disini! Jika  kau  ingin  menginap disini, setidaknya  kau  harus meminta  ijin  dulu   pada oppaku, kau  tau kan sekarang aku  punya  seorang  kakak! Aku  bukanlah  Ji  Ra yang  dulu  hanya tinggal berdua dengan eomma, aku  kini  punya  oppa, arraseo?”

Lee  Ji Ra POV

Aku, Kyuhyun dan  Jonghyun  sedang  berbincang  di ruang  tamu  yang  cukup  besar  ini. Sebenarnya  aku sangat  senang  karena  kedua  sahabatku  itu datang di waktu yang  tepat. Aku tidak tau apa  yang  akan  terjadi  padaku jika mereka berdua tidak disini sekarang. Aku kira aku adalah Alice dalam dongeng Alice in Wonderland, tapi ternyata aku salah. Aku bukan  terperangkap di dunia seperti Alice, setidaknya Alice memiliki teman seekor kelinci yang bisa berbicara, sedangkan aku? jika  sedang  tidak ada eomma seperti sekarang ini, harus dengan siapa aku berbicara jika bukan dengan kedua sahabatku ini? Dong Soo oppa  bahkan  sudah menemukan dunianya bersama Kim Mi Sun, wanita yang makan malam bersama  kami tadi. Lalu  aku? Tentu  saja  yang  terbaik adalah berbicara dengan kedua sahabatku ini. Dan kini aku pun harus dengan berat hati menerima kenyataan bahwa  Dong Soo oppa  sudah  memiliki calon istri. Menerima  kenyataan? Kurasa tidak semudah itu  bagi  hatiku.

Saat aku dan Jonghyun sedang berdebat dengan Kyuhyun, tiba-tiba  saja suara Dong Soo  memecah ketegangan diantara kami bertiga. Dong Soo menghampiri kami “Kalian boleh menginap disini” Ucapnya,  kalimat itu keluar dari mulutnya saat aku tidak mengijinkan Kyuhyun dan Jonghyun untuk menginap di rumah ini. Kalimat yang tak pernah kuduga  sebelumnya.

“Oppa….” Aku menatap ke arahnya dengan tatapan penuh tanya

“Jeongmal  hyung?” Kyuhyun bertanya pada Dong Soo. Kyuhyun dan Jonghyun  sebelumnya memang telah mengenal Dong Soo dan cukup akrab dengan Dong Soo di sekolah sebelum Dong Soo lulus dari sekolah karena mereka berada dalam satu kelompok anggota teater sekolah.

“Nde..tentu saja boleh, kalian berdua kan sahabat dari  Lee Ji Ra dan  Ji Ra sekarang  adalah dongsaengku jadi aku mengijinkan kalian menginap disini, kalian bisa tidur di kamar tamu yang ada di sebelah kamarku” Dong Soo tersenyum

“Tapi oppa…” Belum selesai aku melanjutkan kalimatku tapi Kyuhyun sudah memotongnya

“YA ! Lee Ji Ra kau dengar itu, Oppamu saja mengijinkan, tidak ada masalah kan?” Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, matanya mengisyaratkan kemenangan. Menyebalkan.

“Tapi Kyu  sepertinya aku tidak akan menginap, aku belum meminta  ijin  pada  eommaku! Kau kan yang  memaksaku  untuk  datang  kesini tadi!” Jonghyun menggaruk rambutnya

“Lee  Jonghyun  sudahlah, soal ijin  pada eommamu serahkan saja padaku! Kau ini seperti anak kecil saja…” Kyuhyun mengeluarkan senyuman licik

“Kalau  begitu  aku  ke atas dulu ne? oh iya Ji Ra-ya, bolehkan Mi Sun tidur di kamarmu? Dia  kusuruh untuk menginap disini saja daripada di hotel, dia menyetujuinya tapi dia mengatakan kalau dia ingin tidur  bersamamu karena ingin lebih akrab denganmu, bagaimana? Apa  kau  keberatan?” Tanya Dong Soo oppa padaku

Apa katanya? Aku harus  tidur satu  ranjang bersama wanita yang akan menjadi istri dari namja yang aku sukai? Apa dia  tidak  berpikir  bahwa mungkin  saja  saat  wanita itu  tertidur lelap, aku akan mencekiknya  sampai  mati, itu bisa saja terjadi bukan? Ish! Apa aku sudah gila? Ku rasa, rasa cemburuku benar-benar berlebihan. Lee  Ji Ra sadarlah, kau ini hanya seorang adik tiri dari Lee Dong Soo sekarang, untuk apa kau masih memendam cintamu yang tak mungkin terwujud itu? Lee Ji Ra terimalah kenyataan ini “Nde oppa, sebaiknya… Mi Sun eonni tidur saja bersamaku tidak apa-apa…” Dengan berat hati akhirnya aku mengucapkan kalimat itu

“Baiklah nanti aku akan mengatakannya pada Mi Sun, sekarang dia sedang mandi, nanti kusuruh dia untuk ke kamarmu, gomaweo Ji Ra-ya…” Dong Soo sempat menusap puncak kepalaku sebelum ia pergi meninggalkanku

*****

22.30 KST

Tiga kaleng cola, satu kotak pizza dan beberapa buah snack menemani kami bertiga menonton pertandingan bola malam ini. Aku, Kyuhyun dan Jonghyun menonton pertandingan bola di  ruang televisi sementara Dong Soo oppa dan Mi Sun eonni sedang berbincang di balkon rumah yang  terlihat dari jendela ruangan ini,  mereka berdua sedang duduk di sebuah kursi sambil menatap bintang. Suasana yang   membuatku  tidak  fokus menonton pertandingan bola  kali ini. Kurasa  sikapku  yang  sedari tadi hanya melihat ke arah  jendela  -yang langsung menghadap balkon- disadari oleh Kyuhyun. “Ji Ra-ya, ada apa denganmu? Kenapa kau selalu melihat ke arah sana, televisinya  kan ada di depanmu, apa  diluar sana  ada  pesawat  UFO  yang  jatuh  eoh?” Kemudian  Kyuhyun  meneguk cola-nya sambil menatapku

“Jangan  pedulikan  aku, sudah…kalian tonton saja pertandingannya! Aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun sekarang” Jawabku

“Ji Ra-ya, apa  kau marah  pada  kami yang  tiba-tiba  menginap disini? Jika benar, itu salah Kyuhyun, bukan salahku…” Kali ini Jonghyun yang bertanya

“Ani…bukan karena  itu, sudahlah jangan pedulikan aku”  aku menghembuskan nafas lemas

“Ada apa disana?” Karena semakin penasaran, Kyuhyun akhirnya  berjalan ke arah jendela dan melihat ke arah luar.

“OMO! YA! Cho Kyuhyun!” Aku berlari dan segera menarik tangan Kyuhyun agar ia tidak melihat ke luar jendela, namun usahaku terlambat. Kyuhyun sudah  melihat  objek apa yang sedari tadi  aku  perhatikan.

“Isssh!” Aku mendengus kesal

“Lee Ji Ra!!! Jadi kau belum melupakan perasaanmu pada namja yang saat ini menjadi  kakakmu ?!!” Aku langsung menutup mulut Kyuhyun dengan tangan kananku.

“YA Cho Kyuhyun  tutup  mulutmu!!!! Suaramu bisa terdengar! Issh…” Aku mendengus kesal

“Jadi, kau masih  menyukai Lee  Dong Soo hyung?” Tanya Jonghyun penasaran

“Kau juga, sudahlah  jangan  ikut  campur  urusanku  Jonghyun-ah! Kalian  ini, bisakah kalian diam sekarang?” Aku melepaskan tanganku yang sedari tadi membekap mulut Kyuhyun

Tiba-tiba saja  ponsel Kyuhyun berdering dan aku yakin  Kyuhyun  pasti  mendapat telepon dari  Kim Woo Ri, kekasihnya. Saat Kyuhyun menerima telpon, aku dan Jonghyun sempat mendengar  percakapan mereka.

“Nde chagi, kau belum tidur?” Kyuhyun mulai berbicara di telepon dengan nada suara yang membuatku dan Jonghyun seperti ingin muntah

“Tidak, aku  sekarang sedang berada di rumah Ji Ra bersama Jonghyun, kami sedang menonton pertandingan bola”

“Apa? Mmm…kami akan menginap disini”

“Kau cemburu?”

“MWO? YA CHAGIA? CHAGI?”

Kemudian Kyuhyun menutup teleponnya. Aku yakin kali ini Kyuhyun yang akan mendapatkan masalah karena ulahnya sendiri.

“Apa tadi itu  Kim Woo Ri?” tanyaku penasaran

“Nde, dia  bilang hubungan kami  akan berakhir jika satu jam lagi aku tidak ada di rumah!”

“Lalu? Apa kita tidak jadi menginap sekarang?” Jonghyun bingung

“Ku rasa menginapnya lain kali saja, aku tidak ingin  mendapatkan masalah dengan Woo Ri! Jonghyun-ah, kita  pulang sekarang!” Kyuhyun segera mengambil  jaketnya di atas sofa, ia segera memakainya

“Aku  pulang sekarang Ji Ra-ya…jaga dirimu baik-baik ne?”

“Tapi bagaimana denganku? Eomma sudah mengijinkan  aku  menginap, jika aku pulang…eomma pasti akan curiga padaku karena aku telah membohonginya!” Jonghyun menatap ke arah Kyuhyun

“Kau menginap di rumahku saja Jonghyun-ah, satu jam lagi Woo Ri akan menelpon ke rumahku dan jika bukan  aku yang mengangkat telponnya ,maka  hubungan kami akan benar-benar berakhir!”

“Posesif sekali yeojachingumu itu” Ucap Jonghyun

“Berbicaranya  kita lanjutkan saja nanti, kami pulang sekarang Ji Ra-ya!”

Kyuhyun dan Jonghyun pergi meninggalkanku begitu saja sebelum membereskan makanan yang berserakan diatas meja. “Mereka itu menyebalkan, sebelum pergi harusnya mereka  membereskan dulu semua ini! Awas saja nanti di sekolah, issh…Cho Kyuhyun, Lee  Jonghyun…benar-benar membuatku….” Ji Ra menahan emosinya

 

Author POV

Kyuhyun dan Jonghyun kini sudah tiba di rumah Kyuhyun. Mereka segera bergegas masuk ke dalam rumah sebelum Woo Ri menelpon. Eomma dan appa Kyuhyun sudah  tertidur nyenyak karena Kyuhyun sudah  tidak  mendegar  omelan  eommanya  kali ini.  Biasanya eommanya sering  memarahinya jika Kyuhyun pulang terlalu larut. Benar saja, lima menit kemudian telpon yang  terletak di dekat  ruang  keluarga itu pun berdering . Kyuhyun  pun segera  mengangkatnya sebelum  suara  telpon  itu membangunkan  kedua orang  tuanya  yang  sudah tertidur pulas.  “Nde chagi…aku  sudah  sampai di  rumah sekarang, kau bisa  tidur dengan tenang  ne?” Jawab Kyuhyun

“Geurae, baguslah kalau begitu! Tidur yang nyenyak chagia, selamat malam…” Ucap Woo Ri dari sebrang telpon, kemudian ia menutup teleponnya

Jonghyun hanya melihat ke arah Kyuhyun dengan tatapan  bingung.

“Hhhh…hampir saja! Yaa…kenapa kau menatapku seperti itu eoh?” tanya  Kyuhyun yang  kemudian duduk di sofa

“Seberapa serius hubunganmu dengan Kim Woo Ri sampai-sampai  kau  rela kembali ke rumah dan tidak jadi menginap di rumah Ji Ra di tengah malam seperti ini? Kau sepertinya benar-benar  tidak ingin kehilangannya” Jonghyun  pun kini duduk di samping Kyuhyun

“Kau tidak perlu tau sudah seberapa dalam hubungan  kami” Kyuhyun mengeluarkan senyuman evilnya

“Apa kalian sudah sering melakukan skinship? Seperti berpelukan….? atau mungkin berciuman?” Jonghyun mulai penasaran, matanya penuh dengan kecurigaan

“Untuk apa kau menanyakan itu?” Kali ini Kyuhyun tersenyum misterius

“OMO! Atau  mungkin kalian sudah  pernah  melakukan lebih dari itu?” Jonghyun  mulai menyelidiki

“Issh…babo!” Kyuhyun melemparkan  sebuah  bantal  kursi  ke wajah Jonghyun “Sudahlah  lebih  baik kita tidur saja sekarang! Aku  sudah  mengantuk!” Kemudian  Kyuhyun  berjalan  menuju  kamarnya yang terletak di lantai atas  tanpa menjawab pertanyaan dari Jonghyun

“Ya tunggu aku! kau belum menjawab pertanyaanku!” Jonghyun mengikutinya dari belakang

****

Di  tempat  yang  berbeda, Lee  Ji  Ra sedang termenung dikamarnya sendirian. Ia sedang menangis di atas  tempat tidurnya. Bukan tanpa alasan ia menangis  karena  beberapa saat  lalu  setelah  Kyuhyun dan  Jonghyun memutuskan untuk  tidak  jadi  menginap dirumahnya malam ini, ia  melihat sebuah kejadian yang membuatnya seperti dihantam sebuah meteor besar  yang   jatuh  dari  langit. Bagaimana tidak, Ji Ra melihat dengan  matanya sendiri  ketika Dong Soo mencium bibir  Yoon  Mi  Sun di balkon beberapa menit lalu.

Berapa  lama  lagi  aku bisa bertahan di rumah ini jika aku harus  sering melihat kejadian  seperti  tadi? Tuhan….aku  harus bagaimana sekarang? Lee Ji Ra menangis tersedu-sedu dikamarnya. Air  matanya  semakin  mengalir  deras ke pipinya. Ia menangis sambil  memeluk bantal  berbentuk hati berwarna  merah, pemberian eommanya ketika ia kecil. Bantal itu selalu  menemaninya tidur. Lee Ji Ra bukanlah tipe gadis yang mudah mengeluarkan air matanya, hanya Lee  Dong Soo  yang sukses membuatnya menjadi gadis yang cengeng.

Eomma, aku sangat merindukanmu….cepatlah pulang!

Lee Ji Ra tiba-tiba saja menghentikan tangisannya ketika ia mendengar suara ketukan pintu kamarnya yang  terdengar  jelas. “Ji Ra-ya?” Suara  Lee  Donghae terdengar  memanggil namanya dibalik pintu

Ji Ra segera bangkit kemudian  menghapus air matanya dan mencoba menenangkan dirinya, ia  membuka  pintu dan berhasil memperlihatkan senyuman pada  Dong Soo, seakan tidak terjadi apa-apa. Dong Soo dan  Mi Sun  sudah berdiri di depannya sekarang. “Aku hanya ingin mengantarkan Mi Sun ke kamarmu” Ucap Dong Soo sambil tersenyum

“Aku boleh tidur di kamarmu kan?” Tanya Yoon Mi Sun sambil tersenyum

“Nde eonni, silakan masuk” Jawab Ji Ra

“Ji Ra-ya, dimana Kyuhyun dan Jonghyun? Aku tidak  melihat mereka, bukankah mereka akan menginap juga?”

“Mereka tidak jadi menginap oppa, tadi mereka pamit pulang” Ji Ra menjawab pertanyaan Dong Soo dengan tenang seakan tidak pernah terjadi apapun pada dirinya, seakan ia tidak pernah menangis seperti tadi.

“Oh  jadi begitu yasudah tidak apa-apa, aku ke kamar dulu ne? selamat malam Lee Ji Ra…Yoon Mi Sun” Ucap Dong Soo yang kemudian berjalan meninggalkan mereka menuju kamarnya

*****

Ji Ra gelisah. Ia tidak bisa tidur. Matanya masih memandang ke atas,  ke langit-langit di kamarnya. Sementara wanita di sebelahnya  yaitu Yoon Mi Sun, juga  merasakan hal yang sama dengan Ji Ra. Malam ini ia belum bisa tertidur karena ia masih memikirkan sesuatu yang membuat hatinya belum bisa dikatakan tenang.

“Kau belum tidur?” Tanya Mi Sun yang berbalik  arah  menghadap Ji Ra

“Eonni juga tidak bisa tidur?” Ji Ra balik bertanya

“Ji Ra-ya, aku ingin bertanya padamu…bisakah kau menjawab pertanyaanku?”

“Apa yang ingin eonni tanyakan padaku?” Ji Ra penasaran

“Mmmh…menurutmu,  bagaimana Lee Dong Soo itu? kau kan sekarang  sudah menjadi  dongsaengnya, dan ku dengar darinya  kalau sebelum kau  menjadi dongsaengnya pun, kalian sudah saling mengenal dengan baik”

Ji Ra terdiam  sejenak. Ia sedang berpikir, apa yang harus ia katakan pada Mi Sun? haruskah saat ini ia menceritakan tentang perasaannya untuk Dong Soo  pada Mi Sun? Namun sebelum itu terjadi, ia mengurungkan niatnya.

“Dong Soo oppa…dia namja yang baik, tampan, sopan…”

“Bukan itu, maksudku…ceritakan tentang Dong Soo yang  kau tau padaku!”

“Sebenarnya…sebelumnya aku dan Dong Soo oppa memang kenal baik saat di sekolah, dulu Dong Soo oppa  adalah  sunbae ku di sekolah  yang sama, tapi…kami tidak  terlalu  akrab, maksudku…kami sesekali  hanya bertegur  sapa jika bertemu di sekolah karena  kami sama-sama  tergabung  dalam  klub penggemar komik di sekolah. Ia sangat populer di kalangan  para yeoja, kau sangat beruntung eonni, karena kau dicintai oleh namja baik seperti Dong Soo oppa”

“Aku  tidak  tau  itu  termasuk  keberuntunganku atau beban untukku”

“Beban?”

“Nde…hhhh…(menghembuskan nafas) aku  takut aku mengecewakannya! Kami memang sudah di jodohkan  sedari  kami kecil, orang tua kami sudah lama bersahabat  baik, maksudku tuan Lee dan appaku, dan Dong Soo pun mengatakan dia  tidak pernah menolak perjodohan ini karena baginya aku adalah  wanita yang  ia  impikan  selama ini tapi  bagiku….masih  banyak  impian yang ingin aku capai  sebelum  aku  menikah, aku ingin bekerja sebagai  fashion designer di New York, selain itu aku pun  ingin bekerja di salah satu  brand  fashion  ternama di Paris! Tapi  Dong Soo…ia selalu membujukku untuk segera menikah dengannya”

“Maksud eonni, eonni tidak ingin menikah dengan oppaku?”

“Bukan   begitu, hanya saja…aku tidak ingin menikah  secepat  itu!  kau tau tidak, usiaku lebih tua dua tahun darinya….Saat aku  memutuskan  kuliah di New York,  Dong Soo memberikan waktu sampai aku menyelesaikan  kuliah  untuk menjawab lamarannya… tapi sekarang, mesikpun hanya tinggal menunggu satu  tahun  lagi  bagiku  untuk lulus, tapi  setelah itu rasanya aku masih ingin berkarir, aku belum berani untuk melangkahkan kakiku ke altar pernikahan”

       Eonni…mungkin  jika aku menjadi dirimu, aku akan dengan senang hati menikah dengan Dong Soo oppa dan  bersedia  meninggalkan  apapun asalkan bisa hidup bahagia bersamanya, termasuk meninggalkan karir seperti yang kau impikan itu. Andaikan saja aku berada di posisimu saat ini…. Ucap Ji Ra dalam hati

“Apakah eonni mencintai Dong Soo  oppa?” Ji Ra bertanya  karena  ia sangat penasaran  ingin mengetahui isi hati dari wanita yang dicintai oleh Lee Dong Soo itu

“Nde, aku juga mencintainya” Mi Sun tersenyum setelah menjawab pertanyaan Ji Ra dan itu membuat Ji Ra merasakan sesak dalam dadanya

“Lee Dong Soo…aku sangat mencintainya” Lanjut Mi Sun

Kedua  mata Ji Ra sudah mulai berkaca-kaca dan air matanya mungkin akan  jatuh beberapa saat lagi namun sebelum itu “Eonni, aku rasa sekarang aku sudah  mengantuk, aku  tidur  duluan  ne eonni? Mimpi  indah…” Kemudian Ji Ra berbalik arah dan berbaring memunggungi  Mi Sun. Air matanya kini sudah membasahi  pipinya. Ia  menangis  tanpa  sepengetahuan Mi Sun yang berbaring disebelahnya.

 

Cho  Kyuhyun  POV

02.00 KST

Aku tidak bisa  tidur malam ini. Hatiku terus gelisah. Mataku  benar-benar  tidak bisa diajak berkompromi. Isi otakku dipenuhi nama Lee Ji Ra. Baiklah ku akui, aku mengkhawatirkannya. Apalagi setelah melihatnya beberapa hari ini yang nampak berbeda dari biasanya, hatiku  terasa  lebih sakit dari apa yang dia rasakan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana dengannya saat ini? Bukankah tadi aku melihat Lee Dong Soo bersama seorang gadis lain di balkon itu? Bagaimana perasaan Ji Ra saat ini? Tuhan….aku bingung dengan  perasaanku sendiri.

Aku memutuskan mengambil ponselku yang tergeletak  di atas meja. Aku melihat Jonghyun  disebelahku yang sudah tertidur  pulas.Aku beranjak dari tempat tidur menuju balkon kamarku. Aku mencoba menelpon Ji Ra.

“Kyuhyun-ah….” Jawab Ji Ra disebrang telpon, suaranya berbeda. Ia seperti sedang menangis

“Kau belum tidur? aku hanya mmm…hanya ingin tau  saja  skor  pertandingan sepak bola tadi, kau kan tau aku tidak sempat menonton sampai pertandingan selesai tadi…” alasanku

“Aku tidak tau, aku pun tidak menonton sampai pertandingan selesai tadi, tapi…Kyuhyun-ah….” Suara Ji Ra yang sedang menangis sekarang semakin terdengar jelas ditelingaku

“Kau sedang menangis?” Tanyaku

“Wanita itu, kau lihat wanita yang bersama Dong Soo oppa  tadi kan? Itu adalah calon istrinya, eottokaeeotokkae Kyuhyun-ah?”

“Yaaa….kenapa kau jadi seperti ini?!  sudahlah Ji Ra-ya…aku tau kau  masih  memendam  rasa sukamu itu padanya, tapi ku rasa sekarang kau harus mulai melupakan rasa itu! aku tau itu sulit, tapi…kau pasti bisa! Aku yakin kau pasti bisa!” Aku mencoba menguatkan perasaannya

“Kau tau Kyuhyun-ah…bahkan sekarang  wanita itu tidur satu  ranjang denganku! Bagaimana aku tidak merasa sakit…untuk  menjawab  telponmu sekarang saja, aku  jadi  harus  keluar  kamar seperti ini”

“Mwooo? Jinjja? Issh….bagaimana itu bisa terjadi? Apa karena Dong Soo hyung  yang….”

“Ani…karena wanita itu sendiri yang ingin menjadi lebih akrab denganku sehingga ia ingin tidur di kamarku, itu yang  dikatakan oppa padaku” Ji Ra menjelaskan

“Lee Ji Ra…kau tau apa yang harus kau lakukan sekarang? Kau harus mulai membuka hatimu untuk namja lain, kau  tau…selama ini  kau hanya melihat satu namja saja  dalam  hidupmu  yaitu  Lee Dong Soo! tapi mulai saat ini, kau harus bisa membuka hatimu untuk seseorang yang mungkin akan menjadi belahan jiwamu nanti”

“Yaaa Cho Kyuhyun, sejak kapan kau berubah menjadi bijaksana  seperti itu eoh?”

“Kau tau, setiap kali aku mendengar kau menangis…rasanya hatiku pun  sangat  perih! Dan aku tidak ingin kau terus  menerus seperti  itu!”

“Lalu bagaimana denganmu? Apa tadi  Woo Ri  jadi memutuskan hubungannya denganmu? Jika itu terjadi, ku rasa kalian akan menjadi berita utama di sekolah nanti!”

“Ish! Kau  senang eoh? kau senang Lee Ji Ra? Mana  mungkin  hubungan kami  berakhir hanya  karena hal sepele seperti tadi”

“Ku kira hubungan kalian akan benar-benar berakhir, syukurlah kalau begitu…”Gumamnya

“Mm…Ji Ra-ya, kau tau tidak…ku dengar appaku akan  memberiku  hadiah  PS4 jika aku berhasil menjadi juara umum lagi!”

“Jinjja?  PS4? Aku sudah tidak sabar ingin mencobanya, belajarlah  yang  rajin  Cho Kyuhyun agar aku bisa mencoba PS4 mu nanti!”Aku dan Ji Ra memiliki hobi  yang sama, bermain game lebih tepatnya. Itulah yang membuat persahabatan kami semakin terjalin erat sampai saat ini.

“Kau percaya diri sekali, memang  kau yakin  aku akan baik hati mengijinkanmu mencobanya juga jika PS4 itu sudah ada di rumahku eoh?” candaku

“Itu hak mu akan meminjamkan padaku ataupun tidak tapi mungkin semua rahasiamu akan aku beritahukan pada Woo Ri jika kau tidak….”

“YA! Kau mengancamku?rahasia apa? Aku tidak memiliki rahasia apapun!!!”

“Ani, banyak sekali rahasiamu yang aku tau seperti jika kau tidur, kau pasti mendengkur atau…”

“Ji Ra-ya…kau sangat…sangat…sangaaaaat… menyebalkan”Ucapku dengan intonasi suara yang ditekan di akhir kalimat

“Kyuhyun-ah, apa Jonghyun sudah tidur sekarang?”

“Nde, dia sudah bermimpi indah sepertinya”

“Oh iya kau tau tidak  cerita terbaru  yang aku dengar di sekolah, Jonghyun sedang mendekati seorang hobae di sekolah kita!”

“MWO? Siapa dia? Siapa gadis itu? apa dia lebih cantik dari yeojachinguku? Kenapa dia tidak cerita pada kita?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu? memangnya kenapa jika gadis yang disukai Jonghyun lebih cantik daripada Kim Woo Ri?”

“Karena itu akan merusak reputasiku yang saat ini memiliki kekasih tercantik seantero sekolah, hehehe”

“Aigooo…aku menjadi ingin mencekikmu saat ini”

“Hahaha…babo!”

Tanpa terasa aku dan Ji Ra berbicara di telpon sampai  waktu  menunjukkan pukul 4 pagi. Berbicara dengan Lee Ji Ra memang  tidak  pernah  ada kata bosan untukku. Kami selalu saling menguatkan satu sama lain ketika kami sedang ada masalah.

Ji Ra itu adalah gadis yang berbeda dari gadis-gadis seusianya. Jika gadis lain lebih memilih ke salon  ataupun berbelanja, lain halnya dengan Ji Ra. Ia lebih memilih berlatih judo daripada menghabiskan waktu seperti gadis-gadis lainnya. Pernah suatu ketika saat  aku, Ji Ra, Jonghyun dan Woo Ri  pergi  bersama ke salah satu pusat  perbelanjaan di kawasan Cheongdamdong, saat  itu  kami  sedang  memilih-milih parfume, Ji Ra tiba-tiba saja menghilang dari toko parfume  tersebut  dan  saat  kami  mencarinya ternyata ia berada di toko buku, ia sedang membaca  komik . Saat  aku, Jonghyun  dan Woo Ri  berbelanja  parfum, ia  malah membeli  banyak  komik di toko buku. Bahkan Ji Ra pernah mengatakan padaku kalau salah satu alasannya menyukai  Lee Dong Soo  adalah karena Dong Soo memiliki  wajah  seperti anime yang ada dalam salah satu  komik yang  pernah  ia baca. Alasan  yang  aneh menurutku. Tapi apapun kekurangannya, aku benar-benar tulus menyayanginya. Menyayangi  Lee  Ji  Ra. Aku bahkan bertanya pada diriku sendiri, apakah  aku  bisa tetap hidup jika Lee Ji Ra tidak berada di sampingku ? karena selama ini…aku dan Ji Ra sudah sangat  dekat, bahkan ku rasa aku lebih dekat dengannya daripada dengan bayanganku sendiri. Ada apa denganku? Rasanya semakin  hari  aku menjadi semakin sangat menyayanginya! Rasa ini, rasa yang tidak pernah aku rasakan jika bersama dengan Kim Woo Ri. Perasaan ini sungguh membingungkan.

-TBC^^

Tunggu chapter berikutnya ne?

Gomaweo readers 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s