[ Kyuhyun ] ONESHOT || If

TITLE : IF

 

GENRE : TENTUKAN SENDIRI

 

CAST : JUNG NA HYUN, SHIN AE RI, CHO KYUHYUN, CHOI SIWON

 

RATED : ALL

 

LENGTH :ONESHOOT

 

AUTHOR : LALAKYU

FB : https://m.facebook.com/maryam.saraswati?ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fpages_timeline.php&refid=17

 

 

 

twitter : https://mobile.twitter.com/jihyun10701274?p=s

 

https://mobile.twitter.com/saraswatimaryam?p=s

 

jika saja aku tak mencintaimu

 

jika saja aku tak membiarkan rasa ini tumbuh

 

jika saja..

 

aku tak mengenalmu..

 

oh… doraemon, boleh aku meminjam mesin waktumu?

 

Oh..

 

Jika itupun kau perbolehkan..

 

“jika” kata itu ku junjung tinggi layaknya orang gila..

 

 

 

Happy reading

 

Aku terduduk di balik lempeng bening yang mengarahkanku ke lautan hijau di depan mataku, menyaksikan nyiur yang melambai menari menemani rintik hujan yang sedari tadi tidak jengah menyanyikan melodi dengan tetesannya yang jantuh ke genting merah tua.

 

Aku tersenyum menyaksikan serentet anak kecil berebut gumpalan putih dari kulit itu, mereka dengan asyik menendang tanpa peduli suara sang tundher yang kadang datang menyapa supaya mereka pulang.

 

Mereka sesekali berteriak membuatku meloloskan tawaku melihat tingkah mereka yang melepas baju mereka yang sudah kotor dengan lumpur, mereka saling mencipratkan air berwarna kecoklatan dari lubang di sekita rerumputan hijau itu, tubuh mereka yang mulanya mulus kini pennuh coreng oleh lumpur yang kotor.

 

Aku iri dengan mereka yang tertawa lepas tanpa beban, aku iri ketika mereka seolah tak memiliki soda atau tanggung jawab yang besar, mereka membuatku berfikir untuk mengingat masa kecil seorang gadis bergigi ompong yang suka sekali di kucir dua menunggang sepedanya..

 

Ah..mengingatnya memubuatku tertawa lagi,

 

Ku hidupkan laptop silver di hadapanku, mencomot secangkir teh hangat menanti layar desktopku memunculkan sebuah gambar kotak kuning berlubang bercelana bersama bintang merah jambu yang menggemaskan dengan kepolosannya.

 

 

 

“slurrrppp…ahhh” nikmat rasanya menyesap teh melati yang baru kemarin aku beli di minimarket dekat kontrakan kecil rumahku, yah….aku memang mengontrak guna menimba ilmu di kota ini, sebagai mahasiswa jurusan sastra, aku menikmati kehidupanku yang jauh dari orang tuaku, yah..walaupun sejujurnya aku sangat merindukan mereka, tapi aku berusaha mengalihkan kerinduanku dengan memperhatikan hal-hal kecil yang akan menjadi bahan tulisanku, aku tak peduli hasilnya buruk atau tidak yang ku tahu setidaknya hatiku merasa nyaman ketika jutaan kata yang membeludag di otaku ini mampu terealisasikan dengan rentetan huruf yang akan membentuk kalimat nantinya.

 

 

 

Aku mulai menyalakan modemku, menunggu hingga siap untuk di hubungkan dan segera mengklik “connect” untuk terhubung

 

Aku bingung mau apa??

 

Sehingga ku putuskan membuka akun twitterku, aku mulai mengetikan alamat e-mail dan passwordku, menunggu loading dengan lagi menyesap teh melatiku yang harum

 

 

 

“aku berharap kalian tak mengecewakanku” ujarku seraya mengamati sebuah akun sahabatku yang menampilkan kemesraanya. “ShinAe” dan “GaemGyu” aku tersenyum melihat gambar mereka yang juga tersenyum

 

 

 

Entah kenapa seolah ada kepulan asap memasuki rongga paru-paruku membuatku sulit menghirup oksigen dengan baik, senyum itu pudar seiring dengan tanganku yang mulai meremas bajuku tepat dimana jantungku bersarang.

 

 

 

“tidak.. lupakan dia Hyun, kau tak pantas bersanding dengannya, percayalah cinta Shin Ae jauh lebih baik dari cintamu” aku berbisik kepada angin disertai dengan luncuran sungai bening yang sudah tak mampu ku bendung lagi.

 

Aku bodoh,

 

Memang bodoh dalam hal ini..

 

Munafik?

 

Mungkin iya, tapi sungguh kenapa ini semua harus terjadi padaku..tuhan aku mencintainya, tapi mau bagaimana lagi?

 

 

 

Kau tak faham apa arti aku berkata ‘senang’

 

Kau tak faham ketika aku memberi lengkungan sabit di bibirku

 

Dan aku tak memaksamu untuk faham

 

Cukup bahagiakan dia

 

Maka kuanggap kau sudah faham

 

Jangan sayat hatinya seperti kau menyanyat hatiku dengan belati asmaramu..

 

 

 

************

 

 

 

Aku melangkahkan kakiku yang berselimut jenas biru tua menuju bawah pohon yang terlihat melambaikan tangannya kearahku memintaku duduk di bawah kursi putih yang panjang itu.

 

Seraya membenarkan letak tasku, aku berjalan seraya bersenandung kecil mengikuti lagu yang mengalir di telingaku yang bersumber dari earphone biru yang menggantung cantik di kepalaku.

 

 

 

“aah…” ujarku seraya menghempaskan bokongku di bangku kayu putih ini, ku lepas earphoneku dan menyimpannya dalam tas merah muda miliku,

 

Mataku terpaku sejenak melihat sebuah gambarku dengan dirinya tersenyum bahagia berselca ria, ah..sudah lupakan Hyun, itu dulu..dia hanya pemberi harapan palsu, lupakan..hush..hush..

 

 

 

Ah, bisa gila terus jika aku mensugesti pikiran dan hatiku sendiri, lebih baik aku membaca novel sir arthur lagi, memecahkan kasus-kasus kriminal itu lebih menarik daripada mendengarkan kisah metal alias melow totalmu itu Hyun, lagipula siapa yang peduli dengan hatimu yang teriris ini?, bukankah mereka tahunya kau tak pernah menyimpan rasa untuknya?.

 

“HYUN!!!” sebuah suara familiar membuatku mengalihkan fokus dari kasus tragedi ritual keluarga musgrave, aku langsung menarik ujung bibirku melihat seorang gadis berambut panjang dengan dress selutut merah tua miliknya, gadi itu nampak berlari kecil kearahku dengan high heelsnya yang tidak terlalu tinggi, mungkin hanya sekitar 5cm- ah baiklah aku bukan penjual sepatu, aku tak tahu?

 

“kau tahu Hyun, dia semakin baik kepadaku, akhirnya dia mulai bisa menerimaku, aku senang penantianku menghasilkan buah seperti ini, yaaah..walaupun dia belum mau menjadikanku seorang kekasih” gadis itu-Shin Ae, mendumel panjang lebar setelah menghempaskan bokongnya di sampingku, bahkan lihatlah saking bersemangatnya seolah tanpa ada jeda di setiap katanya, dan aku??? Hanya bisa tersenyum mendengar kata’dia’ yang sudah pasti kutahu., siapa lagi kalau bukan-Cho Kyuhyun, pria yang aku cintai dan dia juga seperti mencintaiku tapi nyatanya tidak, dia hanya pemberi harapan palsu, dan ini kesekian kalinya hatiku tersakiti olehnya, setelah waktu itu dia membombardir ulu hatiku setelah aku tahu maksudnya mendekatiku adalah untuk mencari tahu tentang Yura, temanku.. bahkan saat itu hatiku terasa sakit mengetahui dia dengan terang-terangan berucap bahwa menembak Yuri, aku tak tahu harus bagaimana saat itu melihatnya tertawa antusias menceritakan Yuri, membuatku terpaksa ikut tersenyum walau hatiku sakit, dari situ aku mulai belajar menjauhinya, tapi justru hatiku semakin sakit, dan saat itu dia kembali mendekatiku memberi perhatian, hingga akhirnya dia bilang bahwa Yuri menolaknya, hatiku ngilu..seolah aku ini hanya warung kopi yang dia boleh datang seenaknya untuk minum dan pergi begitu saja dan akan kembali lagi jika dia haus.

 

 

 

Apa aku seburuk itu dimatanya?, aku tahu aku tak cantik seperti gadis-gadis yang diincarnya, tapi tak bisakah dia memandangku? Memandang gadis disini yang dengan setia menanti dan mendengar curhatamu,

 

 

 

Cho..

 

Aku bukan warung kopi..

 

 

 

“Hyun, sejujurnya aku bingung dengannya, kenapa dia selalu memberi harapan palsu padaku?? Kau tahukan segila apa aku mengejar-ngejarnya, bahkan wanita mana yang terang-terangan mengakui mencintai laki-laki dengan gilanya, kecuali aku… ohhh Hyun, dia sungguh menyebalkan tapi tampan..” gadis itu berujar kesal sebelum akhirnya tersenyum manis menerawang seolah membayangngkan sosok wajah cho kyuhyun.

 

Aku terkekeh kecil memperhatikan tingkahnya, ah… bukan kau saja Shin yang tergila-gila padanya, bahkan aku sama..hanya bedanya aku terlalu pengecut untuk mengaku pada dunia kalau aku mencintainya.

 

 

 

“lihat ini foto ini, wah dia tampan bukan??” Shin megeluarkan mobile phone berwarna silvernya, dia dengan sangat antusias menunjuk gambar pria tampan yang tengah berfoto dengannya,

 

 

 

Sesak..

 

 

 

Ku mohon, jangan menangis di depan gadis ini, kau sama saja membuatnya terluka, kalau dia tahu kau mencintai cho kyuhyun,

 

 

 

Ayo senyum Hyun…

 

 

 

Tettt

 

“Shin, aku kekelas dulu yah…kapan-kapan lanjut tentang prince charming mu itu, bye..” aku berujar menepuk pundaknya sebelum akhirnya pergi meninggalkan dia,

 

 

 

Dalam derap langahkahku, tak terhitung lagi bulir yang jatuh dari mataku. Kau gadis kuat Hyun..

 

 

 

“ah…siwon..sungguh ajarkan aku sungguh..” pintaku memelas pada pria tampan di hadapanku, ku melihat dia tersenyum manis kearahku, namun fokusku goyah mendengar ejekan dari seorang pria yang teramat sangat ku kenal suaranya “cish…aku tahu Hyun, kau tergila-gila padanya, tapi jangan segitunya” dia tersenyum mengejek kearaku membuatku merasakan sakit.

 

*******

 

 

 

“Hyun, tunggu” sebuah suara membuatku berhenti dari langkahku, perlahan dengan memantapkan hati aku menoleh kesumber suara itu, tidak Hyun..buang jauh-jauh rasa itu, ayo..kau pasti bisa..

 

 

 

“kenapa kau berubah??” lihat dia bertanya kearahku dengan tatapan seolah kecewa, apa maksudnya ini, ku mohon Kyu, jangan biarkan aku jatuh pada pesonamu lagi.

 

 

 

“maksudmu?? “ tanyaku pura-pura tak faham

 

“kau bukan Hyun, yang ku kenal.. kau berubah, kau tak perhatian lagi padaku, kau menjauhiku dan memilih dekat dengan Siwon, oh ayolah Hyun , aku merindukanmu”

 

Dia menatap mohon kearahku, aku bingung..apa maksud ucapannya, sungguh hatiku sakit mendengarnya berucap seperti itu, dia seolah mengharapkanku tapi setelah aku kembali memperhatikannya dia membuangku layaknya sampah

 

“HYUN JANGAN DIAM SAJA, JAWAB AKU !!!” entah kesurupan setan apa, dia beteriak membentaku sekarang.. aku kaget sebelum akhirnya memberikan tatapan tajam kearahnya membuat diaa seketika terdiam- merasa salah mungkin.

 

 

 

“hyun..” kali ini suaranya terdengar lebih lembut, bahkan dia dengan berani memegang tanganku,

 

“hyun..”

 

 

 

“KAU SADAR KAN CHO..KAU BARU SADAR AKAN PERHATIANKU, AKAN KASIH SAYANGKU..KAU BARU SADAR KETIKA KAU MULAI KEHILANGANKU???? KEMANA KAU DULU CHO KEMANA??? KAU MEMBUANGKU SEENAKNYA MENCAMPAKANKU SETELAH MENDAPATKAAN INCARANMU DAN KEMBALI LAGI SETELAH KAU TERLUKA..!! KAU EGOIS CHO.. KENAPA KAU BOLEH MENDEKATI MEREKA SEMENTARA AKU TAK BOLEH MENDEKATI SIWON, CHO HATIKU SAKIT…AKU BUKAN WARUNG KOPI..YANG BISA KAU SINGGAHI DAN TNGGAL PERGI BEGITU SAJA..HIKSS_HIKS_KALI INI AKU MENGAKU CHO, AKU MENCINTAIMU, AKU MENYAYANGIMU,HIKS… TAPI HIKS.. KALI INI AKU JUGA MENGAKU UNTUK BERHENTI MENCINTAIMU JADI TOLONG KAU  JU___!!!!!!!

 

 

 

GREEEEEEEEEP

 

 

 

hentikan…hentikan Hyun, kumohon..” aku semakin terisak mendengar ucapannya, dia menariku menenggelamkan kepalaku di dadanya, sesak sungguh.. rasa hangat ini menjalar namun membuatku sesak, cho… ku mohon jangan seperti ini.

 

 

 

“Hyun, hentikan..cup…cup..”dia berujar seraya terus menerus mencium puncak kepalaku, aku merasakan ada sebuah ketulusan disana, ah..tidak Hyun, apa yang kau fikirkan

 

 

 

“CUKUP..CUKUP CHO..INI SALAH, TIDAK…SUNGGUH INI SALAH CHO….JANGAN KAU SAKITI ORANG LAIN LAGI, CUKUP..!! CUKUP AKU JADI KORBANMU, TIDAK…AKU HARUS PERGI..TIDAK, SUNGGUH SHIN AE LEBIH MENCINTAIMU, LUPAKAN !!!! HIKS…LUPAKAN INI SEMUA CHO!!!!” aku berjalan meninggalkannya yang masih terpaku, sungguh aku tak dapat menahan tangis ini, tak kupedulikan lagi orang-orang yang menatapku bingung, aku….sakit…sungguh…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Epilog

 

 

 

 

 

“ada apa anda memanggil saya kemari??” tanyaku seraya menghadapa, Park Jungso, dosenku yang tadi setelah pelajaran memintaku untuk datang keruangannya

 

“ada beasiswa untukmu belajar di amerika, apa kau mau mengambilnya.. aku tidak akan memaksamu, kalau kau tidak ma—-“

 

“aku mau….sungguh aku mau pak,” aku menghentikan ucapan dosenku, kurang sopan memang tapi aku sungguh senang dan teramat bahagia

 

“baiklah.. lusa kau akan berangkat..” ujarnya menjulurkan tangan kearahku dan di sambut baik olehku.

 

 

 

************

 

 

 

“kau bercanda kan?” dia bertanya menajamkan mata elangnya ke arahku, sementara aku hanya bisa menggelengkan kepala menjawab ucapannya, membiarkan angin menerpa anak rambutku, karena pada nyatanya disini sangat sejuk, di atap gedung ini semua terlihat sangat indah, terlebih lagi di hadapanku ada seorang yang kucintai.

 

 

 

“Hyun, kenapa kau harus pergi..siapa lagi yang akan mendengar semua ceritaku” dia memegang kedua bahuku semakin menatap tajam mataku, sungguh kenapa itu yang dia ucapkan, bukankah itu menunjukan bahwa selama ini aku tak berarti apa-apa untuknya selain sebagai robot pendengar.

 

 

 

“kyu, maafkan aku, mungkin ini yang terbaik..oh ya..jangan sakiti orang lagi..em..lepaskan..aku harus pergi..” aku berusaha menahan sesak yang sudah semakin menambah di paru-paruku, aku berujar seraya perlahan melepaskan cengkramannya di bahuku, dan setelah yakin..aku mulai berbalik meninggalkan lelaki itu,

 

 

 

Disini, atap gedung ini menjadi saksi semuanya..

 

 

 

Mungkin tuhan punya rencana lain, lihat dia begitu mencintaiku, mungkin dia ingin mengingatkanku bahwa aku harus membahagiakan keluargaku dulu dengan prestasiku daripada aku memikirkan percintaan yang menyanyat hati ini.

 

 

 

Sungguh jika kita berjodoh, tuhan akan mempertemukan kita..

 

 

 

“jika tuhan memang sudah berkehendak, kita manusia hanya bisa menerimanya”

 

 

 

RCL please………

 

Lalakyu

 

Advertisements

One thought on “[ Kyuhyun ] ONESHOT || If

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s