[Yesung] Series – The Winners (Part 10)

Title : The Winners

Author : Rea

Fb : www.facebook.com/rea.xetia

Twitter :www.twitter.com/RK_Soohee_

Cast : -Han Soo Hee

-Kim Jong Woon (Yesung)

-Min Hyo Sun

Support Cast : Find by your self

Genre : Comedy, romance

Length : Series

Rated : PG 17

~Happy Reading~

 

 

Hweji tampak tengah membantu beberapa karyawan yang tengah mendekorasi aula StarMuseum karena aula ini akan menjadi tempat berlangsungnya Fashion Show serta pesta.

 

 

TAP TAP TAP

 

 

Eottae Hweji~ya? Apa sudah beres?” tanya Kepala Sekolah yang notabenenya adalah ayah Hweji.

 

“Tinggal sedikit lagi, tapi aku butuh beberapa model untuk hasil designku.”

 

“Pilihlah siswi-siswi disini.” Hweji tersenyum dan meninggalkan ruang aula untuk memilih model yang akan menggunakan hasil rancangannya.

 

 

@A class

 

 

Guru Hwang sedang memberikan penjelasan tentang pahitnya perjuangan di dunia hiburan, “Kalian harus benar-benar menunjukkan profesionalitas kalian agar-”

 

 

CEKLEK

 

 

Penjelasan guru Hwang terpotong karena ada seseorang yang membuka pintu tanpa izin, “Hweji~ssi…” Hweji tersenyum dan masuk ke dalam kelas pilihan itu.

 

“Ada yang bisa saya bantu Hweji~ssi?” Hweji tidak mengindahkan bantuan guru Hwang sehingga membuat guru Hwang menggerutu tak jelas. Seluruh warga StarMuseum sudah tahu bahwa guru Hwang sangat tidak suka -iri- dengan Hweji karena kepandaian, kecantikan serta kebaikan yang Hweji punya. Guru Hwang selalu berusaha untuk mengalahkan Hweji namun selalu gagal karena beberapa faktor salah satunya faktor usia.

 

 

Hweji menatap murid kelas A satu per satu, “Jungyeon, Hyosun, Jungra geurigo Mikki kalian ikut saya…” Hweji menatap guru Hwang yang tengah menggerutu.

 

“Hwang seongsaengnim, saya pinjam anak didik anda sebentar.” Hweji tersenyum dan keluar diikuti Jungyeon, Hyosun, Jungra, dan Mikki. Guru Hwang membenarkan letak kacamatanya karena tadi sudah ketahuan tengah berceloteh tak jelas.

 

 

@B class

 

 

Hweji kembali masuk ke kelas B dimana tidak ada guru yang mengajar namun keadaan kelas tetap tentram dan damai.

 

Chogiyo yeoreobun.” Sapa Hweji.

 

“Hweji eonni!!!

 

“Hweji noona!!!” Berbagai macam teriakan terlontar dari mulut murid kelas B saat mengetahui ada Hweji di kelas mereka. Hweji tersenyum kemudian mengangkat tangannya keatas tanda diam.

 

Joeseonghamnida yeoreobun telah mengganggu, bolehkah saya meminjam beberapa teman kalian sebentar?”

 

Ye…

 

Geuraeyo… mmmm~ Shinyeong, Haneul geurigo Hyojin kalian bertiga ikut saya. Gomawo.” Sebelum pergi Hweji melihat seorang siswa yang mencurigakan, Hweji mendekati siswa itu.

 

“Hey boy!!! Where is your name tag?” Hweji tersenyum kemudian benar-benar pergi meninggalkan kelas B.

 

 

Setelah kepergian Hweji, semua siswa kelas B mendekati siswa tadi, “Jino~ya bagaimana rasanya bisa melihat senyum Hweji noona persis didepanmu?” tanya seorang siswa. Jino tersenyum dan darah segar mengalir dari hidungnya hingga kemudian…

 

 

BRUK

 

 

“JINO~YA!!!

 

 

===ooo===

 

 

Siswi-siswi yang telah dipilih Hweji disuruh untuk berkumpul di ruang aula, tinggal kelas C yang belum dipilih.

 

Geuraeyo kalian bisa berkumpul di aula sembari menunggu saya memanggil siswi kelas C dan membagikan pakaian yang akan kalian pakai.” Mereka mengangguk dan pergi ke aula.

 

 

Diperjalanan menuju kelas C, Hweji bertemu dengan Jungsoo yang kebetulan akan mengajar di kelas C.

 

“Hweji~ssi!!” Hweji menoleh dan tersenyum.

 

Ye, Jungsoo seongsaengnim.

 

“Anda mau kemana?”

 

“Saya ingin ke kelas C.”

 

Geuraeyo, geureom kita pergi bersama.” Hweji tersenyum, mereka pergi ke kelas C sambil mengobrol tentang urusan pesta.

 

 

@C class
<p> </p>
<p> </p>
CEKLEK

 

 

Jungsoo dan Hweji masuk ke kelas C dimana semua murid kelas C tengah bermain alat musik, “Chogiyo yeoreobun, bisa minta perhatiannya sebentar.” Ujar Jungsoo, semua murid meletakkan alat musik mereka masing-masing dan menatap kedepan.

 

“Hari ini, kita kedatangan orang yang spesial… dia adalah Hweji, Hweji~ssi ingin memilih tiga siswi diantara kalian yang akan mengenakan designnya untuk pesta besok malam.” Para siswi mulai membenahi almet, rok serta rambut mereka yang dirasa berantakan. Dari sekian siswi disana hanya Soohee yang tidak terlalu menanggapi pengumuman tadi mungkin karena dia baru saja sembuh dari ‘kecelakaan’ tempo lalu.

 

Geuraeyo Hweji~ssi, silakan anda memilihnya.” Hweji menatap semua siswi kelas C yang tampak berbinar menunggu siapa yang akan dipilih Hweji hingga tatapannya terfokus pada seorang siswi yang tengah membaca komik.

 

“Raeya~ya..” Gumamnya lirih.

 

“Hweji~ssi gwaenchana?

 

“Ahh.. ekhem ne. Geureom saya pilih Sura, Nara geurigo Eunhye. Kalian bisa ikut saya sekarang.”

 

 

@Mikki’s house
<p> </p>
<p> </p>
TOK TOK TOK
<p> </p>
<p> </p>
CEKLEK

 

 

Mata Mikki sukses membulat ketika mengetahui bahwa Donghae yang bertamu selarut ini, “Yakk ikan Mokpo!!! Untuk apa kau datang selarut ini eoh? Kau tidak tahu kalau aku ingin tidur… yakk yakk yakk kau mau apa!!!” Donghae mendorong Mikki masuk kedalam dan menutup pintunya. Donghae menatap Mikki tajam seakan-akan dirinya telah menemukan mangsa untuk diterkam.

 

“Yakk!!! Kenapa kau menatapku seperti itu!!!”

 

 

BRUKK

 

 

Donghae jatuh terduduk dan menangkupkan kedua tangannya, menatap Mikki denganpuppy eyes gagalnya.

 

“Yeonju~ya izinkan aku menginap disini ne.” Mikki menatap Donghae tak percaya, laki-laki yang dijuluki anime prince oleh murid StarMuseum tengah memohon kepadanya.

 

 

HAP

 

 

“Yeonju~ya jebal…” Pelas Donghae sambil memegang tangan Mikki. Terselip rasa iba dihati Mikki saat Donghae melakukan hal seperti ini, Mikki menatap mata Donghae sambil berpikir.

 

 

Flashback
<p> </p>
<p> </p>
“Donghae~ya, kau ikut eomma ke Shanghai sekarang!!” Ujar Nona Lee sambil membawa dua buah koper.
<p> </p>
“Tidak boleh!! Donghae tetap disini bersamaku!”
<p> </p>
“Jika dia tetap tinggal bersamamu apa kau akan menjamin kehidupannya di masa yang akan datang? Apa dia akan bahagia jika tinggal bersamamu. Donghae~ya! Cepat siapkan barang-barangmu kita akan berangkat sekarang!” Karena tak tahan mendengar pertengkaran antara ayah dan ibunya, Donghae memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah. Nona Lee yang melihat Donghae membawa koper tersenyum senang.
<p> </p>
“Sekarang lihat siapa yang dipilih Donghae. Kajja Donghae kita berangkat!”
<p> </p>
“Mi… mianhae eomma hajiman Donghae tidak akan memilih eomma maupun appa lebih baik Donghae pergi dari rumah sampai kalian kembali seperti eomma dan appa yang Donghae kenal dulu. Annyeong.”
<p> </p>
<p> </p>
Flashback end
<p> </p>
<p> </p>
SRUUUPP

 

 

Donghae menyeruput teh hijau yang dibuat oleh Mikki, walaupun terkesan tomboy namun bagaimanapun juga Mikki seorang perempuan.

 

Geureom kau akan tinggal berapa lama?”

 

“Mmmm… kalau boleh selamanya!”

 

“Kau pikir rumahku sebuah penampungan!”

 

Jebal Yeonju~ya, setiap bulan aku akan membayar semua fasilitas disini dari makanan sampai tempat tinggal.”

 

“Pemakaian air juga?” Donghae mengangguk mengiyakan.

 

Geuraeyo hitung-hitung sebagai pemasukkan buatku.”

 

Gomawo Yeonju~ya.

 

 

GREPP

 

 

Karena terlalu bahagia, tanpa sadar Donghae langsung memeluk Mikki hingga mereka terjatuh di atas sofa.

 

Gomawo Yeonju~ya jeongmal gomawo.

 

“Aaa… ikan Mokpo… bisakah kau lepaskan aku, nafasku sesak.” Dengan segera Donghae melepaskan pelukannya dan dia baru sadar bahwa jarak antara dirinya dan Mikki sangat dekat bahkan hidung mereka sudah saling bergesekkan. Tak ada sedikitpun bagi Donghae untuk menjauhkan wajahnya yang ada ia semakin mendekatkan wajahnya. Entah apa yang ada dipikiran mereka berdua sehingga mereka menutup kedua mata mereka dan

 

 

CUP

 

 

@Soohee’s Room

 

 

Ryan sedang memikirkan riasan apa yang akan dia aplikasikan di wajah Sura karena Sura telah memilihnya sebagai penata riasnya untuk Fashion Show nanti.

 

“Sura~ya kenapa kalian harus memilih penata rias sendiri? Kenapa tidak Hweji eonni yang meriasnya?” tanya Soohee sambil membantu Ryan yang sibuk memilih warna perona pipi.

 

“Hweji eonni bilang bahwa selain Fashion Show, kita juga akan mendapat hadiah bagi mereka yang terlihat mempesona di acara Fashion Show nanti tapi itu hanya berlaku untuk siswi yang terpilih sebagai modelnya saja. Ah Ryan~ah apa kau sudah menyiapkan gaun yang akan kau pakai besok malam?” tanya Sura pada Ryan yang masih sibuk memilih warna perona pipi.

 

Muloniyeyo. Aku akan memakai gaun yang aku beli di Italia saat liburan kemarin.”

 

“Kalau kau Soohee?”

 

“Aku tidak akan ikut.”

 

Waeyo?” tanya Ryan dan Sura bersamaan, “Ada beberapa faktor yang membuatku tidak akan ikut. Pertama aku tidak punya gaun pesta…”

 

“Kau bisa meminjam punyaku ataupun Sura dan sepertinya ukuran tubuhmu sama dengan kami jadi tidak akan masalah.” Soohee tersenyum mendengar tawaran baik dari teman satu kamarnya itu tapi bagaimanapun juga dia tetap tidak akan ikut, “Aku… tidak suka pesta.” Sura dan Ryan saling menatap satu sama lain.

 

Geuraeyo kami tidak akan memaksa.”

 

 

===ooo===

 

 

Hyosun dan Yesung tengah jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan, sebenarnya Hyosun yang memaksa Yesung untuk menemaninya.

 

“Hyosun~ah bisa lepaskan tanganmu.”

 

Shireo!!” Hyosun semakin mengeratkan genggamannya ditangan Yesung, terlihat jelas bahwa Yesung benar-benar tidak suka dengan hal ini. Mereka berdua masuk ke sebuah toko khusus yang menjual alat-alat rias yang di impor langsung dari Paris.

 

“Hyosun~ah!!” Sapa seseorang, Hyosun dan Yesung menoleh.

 

“Hweji~ssi.” Ujar mereka bersamaan. Hweji menghampiri mereka dan tanpa sengaja melihat Yesung dan Hyosun saling bergandengan tangan.

 

“Kalian berpacaran?” tanyanya dengan sesekali melirik tangan mereka. Yesung yang sadar langsung melepas kaitan tangannya dengan Hyosun namun Hyosun kembali menggenggam tangan Yesung kali ini bahkan lebih erat, “Ne Hweji~ssi.

 

“Oh, geuraeyo geureom nan tteonaga. Annyeong.” Setelah memastikan Hweji pergi, Yesung langsung melepaskan tangan Hyosun dengan kasar.

 

“Kau!!! Belanja sendiri!!!”

 

“YESUNG~AH!!!” Teriak Hyosun.

 

 

===ooo===

 

 

Semua murid sudah memenuhi aula dengan penampilan terbaik mereka, musik beatmengalun di ruangan itu mengiringi para model yang berlenggak-lenggok di atas panggung. Saat giliran Mikki dan Haneul yang tampil, Kyuhyun dan Donghae saling beradu argumen bahwa gadis yang mereka sukai adalah yang terbaik. Yesung tak menggubris argumen kedua ‘adiknya’ pandangannya terus mencari seseorang yang sangat dia harapkan namun tak juga menampakkan batang hidungnya.

 

 

Hweji menaiki panggung untuk menyampaikan beberapa pesan, “Tes… tes… Perhatian semuanya…” Ujar Hweji yang menyita semua pandangan seluruh murid.

 

Kamsahamnida untuk semuanya yang sudah berpartisipasi dalam acara saya, selain itu ada beberapa hal yang akan saya sampaikan. Pertama, <>chukkahamnida untuk kelas C yang sudah memenangkan test tempo lalu.”

 

 

PROK PROK PROK

 

 

Seluruh murid kelas C terutama yang mewakili untuk mengikuti test saling berpelukan satu sama lain.

 

“Kedua, pemenang untuk Fashion Show ini adalah… beri tepuk tangan untuk Choi Haneul dari kelas B.” Kyuhyun yang mendengar nama Haneul langsung berteriak gembira dan menatap Donghae dengan pandangan -kau kalah-.

 

“Dan yang terakhir adalah untuk seluruh murid kelas III akan mendapatkan liburan gratis ke Paris dan untuk murid kelas I dan II jangan bersedih karena jika kalian kelas III saya akan melakukan hal yang sama pada kalian. Geuraeyo mungkin itu saja, sekarang waktunya untuk pesta dansa silakan pilih pasangan kalian masing-masing.” Hweji tersenyum dan turun dari panggung. Hyosun segera menghampiri Yesung saat mendengar pesta dansa akan segera dimulai namun ketika Yesung mengetahui Hyosun menghampirinya, dia melenggang pergi meninggalkan aula. Hyosun tersenyum miris, yang ada dipikirannya saat itu adalah tak ada lagi ruang hati Yesung untuk dirinya.

 

 

===ooo===

 

 

Yesung keluar menembus lorong-lorong sekolah, langkahnya terhenti tatkala ia melihat seseorang yang tengah duduk di bangku taman. Ia hampiri orang itu, “Sedang apa kau disini?” orang itu berbalik dan terkejut.

 

“Ah namja alien, kau membuatku kaget saja.” Ternyata orang itu adalah Soohee. Tanpa seizin Soohee, Yesung langsung mendudukkan tubuhnya disebelah gadis yang memakai sweater bergambar bebek itu.

 

“Kau tidak ikut ke pesta?” Soohee menggeleng sambil meneruskan memakan snacknya.

 

“Lalu, kau sendiri kenapa ada disini?”

 

“Saatnya pesta dansa.”

 

Geureom???

 

“Tak ada yang ingin berdansa denganku.”

 

“Tsk!!! Gojitmal. Didalam kan banyak yeoja-yeoja yeppo, bagaimana mungkin salah satu diantara mereka tidak ingin berdansa denganmu!”

 

“Memang tidak ada.” Yesung menatap Soohee sekilas dan tersenyum, detik kemudian dia menarik paksa tangan Soohee dan membawanya pergi, “Yakk !!! Kau mau membawaku kemana?”

 

 

Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mereka tiba di salon langganan Yesung, “Kenapa kau mengajakku kesini?” tanya Soohee, Yesung tak menghiraukannya ia membuka pintu untuk Soohee.

 

Kajja!” Yesung menarik tangan Soohee namun Soohee tetap tak bergerak dari tempat duduknya.

 

Shireo!!! Kau mau mengajakku masuk kesana? Shireoyo!!

 

“Sudah jangan banyak bicara!” Soohee tetap tak bergeming bahkan ia semakin mempererat sabuk pengamannya.

 

 

CLICK
<p> </p>
<p> </p>
HAP

 

 

Mau tak mau Yesung harus menggendong Soohee agar ia mau masuk kedalam, “Hey turunkan aku!!” Melihat Yesung datang, dua orang pegawai salon itu membukakan pintu untuk Yesung.

 

“Ada yang bisa saya bantu Yesung~ssi?” tanya salah seorang perempuan yang merupakanmanager di salon itu.

 

“Lakukan perubahan padanya.” Ujarnya sambil menurunkan Soohee.

 

Geuraeyo akan saya lakukan.” Manager itu dan beberapa pegawainya mengajak Soohee untuk masuk ke dalam sebuah ruangan.

 

“Kalian mau apa? Aku tidak mau masuk kedalam!! Huaaaahhh eommaaa!!!” Teriak Soohee yang membuat seulas senyum terlukis di wajah tampan Yesung.

 

 

1 jam telah berlalu, manager salon itu keluar diikuti Soohee dari belakang.

 

“Yesung~ssi.” Panggil sang manager, Yesung menoleh dan terkejut. Sweater rajut bergambar bebek kini telah tergantikan dengan gaun putih panjang bak pakaian kerajaan. Surai lurus Soohee berubah menjadi sedikit bergelombang dengan bando putih yang menghiasinya, polesan make up natural membuatnya tampak lebih cantik.

 

“Yesung~ssi… Yakk!! Namja alien!!!” Panggil Soohee karena dari tadi Yesung terus menatapnya.

 

“Ahh… kajja kita kembali ke sekolah! Jooyeon~ssi gomawo.” Yesung kembali menarik paksa tangan Soohee dan membawanya kembali ke sekolah.

 

 

@School

 

 

“Yeonju~ya chukkae, walaupun kau tidak menjadi juara namun kau tetap yang terbaik.” Donghae langsung memeluk Mikki yang baru saja bergabung dengan yang lainnya.

 

 

DUGH

 

 

“Aww!!” Donghae memegang kakinya yang baru saja diinjak oleh Mikki.

 

“Yakk wae?” Mikki menarik bahu Donghae agar sejajar dirinya dan berbisik, “Aku tidak mau ada skandal, arrayo!

 

“Memangnya kenapa kalau ada skandal? Yeonju~ya kajja kita berdansa.” Donghae mengulurkan tangannya namun Mikki tak merespon apapun. Karena kesal Donghae langsung menarik paksa tangan Mikki dan berdansa bersama. Kyuhyun yang melihat Haneul tengah mengambil minuman segera menghampirinya.

 

“Haneul~ssi.

 

“Eoh Kyuhyun sunbae.” Haneul mengambil segelas minuman lagi dan memberikannya pada Kyuhyun.

 

Gomawo geurigo chukkae.” Haneul tersenyum dan mereka saling berbincang-bincang tentang kehidupan pribadi mereka.

 

 

Sementara dilain sudut ruangan itu tampak Eunhyuk dan kawan-kawan sedang berbincang satu sama lain.

 

“Ryan~ah Soohee eoddiseo?” tanya Taemin yang tak menemukan sosok Soohee.

 

“Dia tidak ikut.”

 

Wae?

 

“Katanya dia tidak suka pesta.”

 

“Ternyata masih ada ne yeoja yang tidak suka pesta, tidak seperti seseorang yang sangat tergila-gila akan pesta.” Ujar Eunhyuk sambil melirik Ryan.

 

Wae! Kenapa menatapku seperti itu? Mau kupatahkan tulang-tulangmu eoh!” Eunhyuk mulai kabur saat Ryan mulai menunjukkan tanduknya.

 

“Kapan mereka bisa akur?”

 

Annyeong chingudeul.” Sapa Sungmin dan Hyojin yang baru saja datang, mereka langsung bergabung dengan Eunhyuk dan kawan-kawan daripada dengan teman sekelas mereka sendiri begitu pula dengan Baekhyun dan Hye Eun. Mereka mulai kembali mengobrol dan melupakan Ryan dan Eunhyuk yang masih kejar-kejaran.

 

 

CEKLEK

 

 

Pintu terbuka dan menunjukkan sesosok laki-laki yang selalu dipuja oleh siswi StarMuseum namun mereka heran mengapa Yesung tak berpasangan dengan Hyosun. Semua penghuni aula terfokus kepada Yesung begitu juga dengan Hyosun yang sudah tampak geram.

 

“Soohee~ya.” Ujar Sura tak percaya.

 

“Sejak kapan Yesung hyung dekat dengan yeoja lain selain Hyosun.” Bisik Donghae ke Kyuhyun, Yesung menggandeng tangan Soohee menuju lantai dansa.

 

Namja alien aku takut.”

 

Gwaenchana.

 

“Kau ini bagaimana? Kau tidak lihat tatapan mereka padaku? Bisa-bisa aku jadi zombie nanti!”

 

“Apa hubungannya?”

 

Mollayo.” Mereka terus berbisik-bisik sambil terus berdansa. Bukankah ini seperti dongeng Cinderella, mereka terus berdansa sedangkan yang lain menatap mereka.

 

 

Setelah berdansa, Soohee memutuskan untuk pergi ke danau belakang sekolah. Ia sangat tidak suka dengan tempat-tempat yang ramai karena itu membosankan. Danau itu tampak sepi karena murid yang lain sedang berpesta, Soohee berdiri tepat di bibir danau. Merentangkan kedua tangannya dan membiarkan sang bayu menerpa kulit wajah halusnya.

 

 

BYURR

 

 

“Tol…long…” Orang itu tersenyum sinis setelah berhasil mendorong Soohee ke danau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s