[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 13 END

Title: Can You Choose Me , Cho Kyuhyun ? No ?
Author : Erva Fitria (http://www.facebook.com/errvaa)
FB : Erva CK Fitria
Cast : Cho Kyuhyun
Park Hyejin
Kim Na Young
Genre: Romance, Friendship, Sad.
Length: Series
Rated: PG-15

This FF is Mine .. !! sorry for typo 😛

RCL sangat dibutuhkan ..

Happy Reading ^^

“Aniyo .. aku mungkin akan lebih merusak keadaan jika aku bertemu Na Young. Lebih baik jangan.” Kata Hyejin sambil tersenyum pahit.
“Arraseo .. Aku akan menghubungi nanti. Mianhae ..” kata Kyuhyun.
“Oh .. ne ..” kata Hyejin lemah.

Kyuhyun mengusap puncak kepala Hyejin dan ia segera pergi meninggalkan Hyejin yang masih di sana. Hyejin menatap kepergian Kyuhyun dengan tatapan yang nanar.

“Padahal aku ingin menerima cintamu, Kyuhyun-ah ..” batin Hyejin sakit.

***

“MWOYA !!!”

Na Young berteriak kepada Dongsuk yang ada di hadapannya. Ia terlihat kesal karena Dongsuk menelpon Kyuhyun untuk datang ke sini. Padahal ia tak meminta Dongsuk melakukannya bahkan untuk menelpon Kyuhyun sekalipun.

“kenapa kau harus marah padaku? Kau seharusnya berterima kasih padaku karena aku memanggil Kyuhyun untukmu.” Kata Dongsuk bingung.
“Kyuhyun sedang bersama Hyejin. Kita seharusnya tidak menggagu mereka.” Kata Na Young sebal.
“Mwo? Hyejin?”
“ne ..” jawab Na Young.

Na Young berjalan menghampiri kursinya dan duduk di sana. Dongsuk mengikuti Na Young dengan duduk di kursi di sampingnya. Ia terlihat kaget dan juga heran kenapa Na Young dengan santainya membiarkan Hyejin bersama dengan Kyuhyun.

“Kau itu menyukai Kyuhyun atau tidak? Atau Kyuhyun lebih memilih Hyejin dibanding denganmu?” tanya Dongsuk mulai berprasangka jelek.
“Aniyo .. mereka kan memang sudah dekat dari awal.”
“Mwo?” Dongsuk tak sangka Na Young akan mengatakan itu. Padahal ia tahu betul Na Young tidak suka melihat Kyuhyun bersama dengan Hyejin.
“Dan satu lagi. Mulai sekarang jangan sakiti Hyejin lagi.” Kata Na Young.

Dongsuk menatap Na Young cepat. Terlihat sekali ia sekarang sedang terkejut.

“MWO? Tunggu kenapa kau tiba-tiba memutuskan hal itu? Ada apa denganmu sebenarnya?” tanya Dongsuk tak mengerti. Sikap Na Young baginya sangatlah aneh.
“Aku hanya sudah lelah. Lagipula aku sudah cukup membuat Hyejin menderita. Sekaramg biarlah dia bahagia ..” ucap Na Young dengan senyuman kecil di wajahnya.

Dongsuk memperhatikan Na Young. Dahinya mengkerut masih belum menerima keputusan Na Young itu. Baginya Na Young masih terlalu cepat untuk menyerah. Kesakitan Na Young masih belum bisa terbalaskan.

“Na Young-ah, kau mau membuat wanita yang telah merebut orang yang kau cintai bahagia?” tanya Dongsuk heran.
“Wae? Kau tidak suka. Bagiku Hyejin pernah menjadi sahabatku. Aku tidak mau lagi membuatnya sedih.”
“apa kau diancam oleh Kay?”
“Ani .. ini keputusanku sendiri. Jebal Dongsuk-ah , kau pun tidak akan selamanya mengurusi dendamku. Aku sudah tak apa sekarang. Aku harap kau mengerti dan mau menerima keputusanku ..” pinta Na Young.
“Tapi …”

Perkataan Dngsuk terhenti kala Kyuhyun datang ke rumah Na Young. Namja itu langsung menghampiri Na Young dan Dongsuk yang ada di depan rumah saat ia sampai di depan gerbang rumah Na Young itu.

“Na Young-ah, kau tak apa?” tanya Kyuhyun.
“Naneun gwenchana ..” kata Na Young sambil tertawa kecil.
“Dongsuk bilang kau mengurung diri di kamar lagi” Kyuhyun menoleh ke arah Dongsuk yang terlihat mengalihkan pandangan seperti orang yang tidak mau disalahkan.
“Ahaha .. aniyo .. aku hanya tertidur saja dan menggunakan headset di telingaku jadi aku tidak bisa mendengar panggilan Dongsuk juga para pembantu.” Jelas Na Young. Walaupun dalam keadaan sebenarnya tidaklah begitu.
“Oh begitu .. syukurlah ..”
“Kau berlari?” tanya Na Young
“Ne ..”
“Wae?”
“Aku khawatir kau kembali seperti dulu ..”
Na Young tertawa renyah mendengarnya. “tentu saja tidak. Aku kan sudah berjanji akan menjadi Na Young yang dulu. Tapi sebaiknya kau tidak di sini” kata Na Young.
“Wae?”
“Aku melihatmu bersama Hyejin. kau pasti harus meninggalkannya karena berita tidak nyata dari Dongsuk ini ..”

Na Young menyenggol lengan Dongsuk dengan tangannya. Terlihat Dongsuk sedikit malu karena ia salah mengira.

“Tidak apa-apa. Hyejin mengerti. Bahkan dia mengirim salam untukmu.”

Na Young mengangguk sambil tersenyum kecil.

“Pergilah ..”
“Mwo?” tanya Kyuhyun bingung.
“aku kan tidak apa-apa. Lain kali jangan mengkhawatirkan aku di depan Hyejin. sebagai wanita, aku mengerti ia pasti terpukul melihat lelaki yang ia suka malah memikirkan orang lain ..” tutur Na Young dengan tatapan yang sesekali mengarah pada Kyuhyun.
“tapi Hyejin tidak mungkin ..”
“Dia juga wanita Kyuhyun-ah .. pergilah, mulai sekarang jangan khawatikan aku lagi. Aku tidak apa-apa.”
“Na Young-ah ..”

Na Young berjalan menghampiri Kyuhyun. Saat ia di depan namja itu, Na Young membalikkan badan Kyuhyun dan mendorong pelan Kyuhyun untuk pergi. Yeoja itu terlihat meringis sambil berusaha menahan air matanya untuk jatuh. Tapi tetap ada saja setetes air matanya yang tak bisa ia tahan.

“Na Young-ah, wae geurae?”
“Ka .. jangan melihat ke belakang .. teruslah berjalan dan pulang ke rumahmu. Besok kau pasti harus menyiapkan alasan agar Hyejin tidak marah adamu karena ini ..” kata Na Young.

Na Young melepaskan tangannya dari punggung Kyuhyun. Ia segera berbalik saat Kyuhyun membalikkan badan ke arahnya. Ia tak mau Kyuhyun melihat ia sedang menangis. Kyuhyun tak boleh melihat kesedihannya sekarang. Ia hanya ingin Kyuhyun tahu bahwa ia baik-baik saja sekarang dan tidak perlu dikhawatirkan lagi.

“Na …”
“aku mengantuk. Annyeong ..”

Na Young melambaikan tangannya pada Kyuhyun dalam posisi membelakangi Kyuhyun. Kemudian, ia berlari ke dalam rumah dengan segera meninggalkan Kyuhyun yang dipenuhi tanda tanya. Dongsuk yang ada di sana juga, hanya bisa memasang wajah kesalnya. Ia lalu pergi dari rumah Na Young tanpa mengatakan apapun..

***

Hyejin diam di dalam kamarnya dengan tangan yang terus memeluk lutut. Ia melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 11 malam. Sudah 5 jam dari kepergian Kyuhyun menemui Na Young itu. Tak ada kabar mengenai keadaan Na Young. Apa mungkin Kyuhyun lupa padanya?

Ahh .. Hyejin rasanya ingin berteriak sekeras mungkin agar semua mendengar apa yng ia rasanya sekarang ini. Tapi apa orang lain akan bisa menafsirkan apa yang ia rasakan? Sejujurnya ia juga tak tahu mengenai dirinya sekarang. Melihat Kyuhyun berlari menghampiri orang lain membuatnya sakit. Bahkan namja itu meninggalkannya sendirian saat ia justru ingin mengemukakan perasaannya. Apa cinta Kyuhyun memang benar kepadanya atau tidak?

Hyejin menghela napas panjang. Ia berusaha menenangkan dirinya atas semua yang bergejolak di dalam hatinya. Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Tangannya bergerak mengambil handphone itu. Di layar kacanya tertulis Kyuhyun memanggilnya. Ia berpikir untuk apa Kyuhyun menelponnya malam-malam begini. Dengan sedikit ragu, akhirnya Hyejin mengangkat panggilan itu.

“Yeoboseyo ..”
“Hyejin-ah, kau belum tidur?” tanya Kyuhyun lewat sambungan telepon.
“Belum. Museun illiseo?”
“Kau pulang dengan selamat?”
“Ne .. bagaimana keadaan Na Young?” tanya Hyejin pelan.
“Dia baik-baik saja, ternyata Dongsuk yang terlalu berlebihan ..” kata Kyuhyun dengan tawa kecil yang bisa terdengar oleh Hyejin.
“Syukurlah kalau begitu “ Hyejin tersenyum simpul.
“Ne ..”

Mereka diam untuk beberapa saat seperti tak tahu harus mengatakan apa lagi. Sebenarnya ada satu hal yang ingin ditanyakan Hyejin pada Kyuhyun mengenai keseriusan perasaan Kyuhyun padanya. Rasanya saat ini Hyejin sedikit ragu.

“Mian, telah meninggalkanmu. Aku tak bisa menolak untuk tidak datang. Aku khawatir dengan keadaan Na Young.” Kata Kyuhyun.
“Gwenchana, aku mengerti.” Ucap Hyejin dengan senyumannya yang kecil. Hatinya terasa sakit saat ini. Perkataan Kyuhyun itu, kenapa membuat Hyejin malah ingin menangis?
“Aku ingat kau akan mengatakan sesuatu padaku. Mwonde? Aku jadi penasaran ..”
“mwo? Sepertinya aku lupa. Hehe”
“Mwoya? Cepat ingat-ingat lagi. Aku ingin tahu ..”

Hyejin menggigit bibir bawahnya. Sebenarnya ia ingat jelas apa yang ia akan katakan saat itu. Tapi ia semakin ragu saja untuk mengatakannya pada Kyuhyun. Terlebih Hyejin sedikit merasakan Kyuhyun masih menyimpan rasa untuk Na Young.

“Sebenarnya sudah lama ini, aku juga menyukaimu ..” kata Hyejin akhirnya dengan seluruh keberanian yang ia kumpulkan.

Ia menarik napas dan menghembuskannya secara perlahan. Entah apa yang ada di otaknya saat ini. Kalimat itu tiba-tiba saja meluncur dengan sendirinya dari mulut Hyejin. apa mungkin ini adalah bentuk bahwa Hyejin tidak bisa menahan lagi semua perasannya?

“Kyuhyun-ah ..”

Hyejin sadar tak ada tanggapan Kyuhyun setelah itu. Suara namja itu dari telepon menghilang begitu saja. Hyejin lalu melihar layar handphonenya untuk melihat apa sambungan telepon mereka terputus atau tidak. Tapi mereka masih dalam keadaan menelpon. Lalu kemana Kyuhyun?

“Kyuhyun-ah, kau masih di sana? Jika tidak akan kututup teleponnya” kaya Hyejin dengan nada pelan.
“Bisa kau ulang?” tanya Kyuhyun.
“nde?” Hyejin mengurungkan niatnya.
“Aku suka kata-katamu tadi. Bisakah kau mengulanginya?” pinta Kyuhyun lagi.
“A..aniyo. aku mengucapkannya dengan susah payah. Kenapa aku harus mengulanginya?” tanya Hyejin bingung.
“Ya!! Apa maksudmu kau terpaksa mengucapkannya?”
“Bukan begitu. Aku hanya ..”
“Kalau begitu ucapkan lagi saja “ gerutu Kyuhyun.

Hyejin memutar bola matanya kesal. Ia mendengus dan memberikan kepalan tangan yang kosong ke arah handphonenya. Namun setelah itu Hyejin menarik napas panjang untuk menenangkan hatinya.

“Kenapa kau memaksa sekali. Sudah aku ingin tidur ..” kata Hyejin dengan nada yang lebih tenang.
“Kau tidak boleh tidur sebelum kau mengulang kalimat itu.”
“Wae? Jika aku tidak mau mengulangnya kau mau apa?”
“Aku … aku akan menciummu. Lagi pula aku juga menyukaimu, jadi kau tidak perlu takut untuk mengatakannya. Cepat, jika kau tidak mengatakannya, aku janji saat kau datang ke kampus besok aku akan menciummu.”
“Aku tidak takut. Weee ..”

Hyejin dengan cepat menutup sambungan teleponnya dengan Kyuhyun. Ia lalu mencabut baterai handphonenya. Ia tak mau Kyuhyun mengganggu tidurnya sekarang. Ia juga yakin sekali Kyuhyun tidak akan berani melakukan itu di kampus besok. Tapi setidaknya ia tenang Na Young baik-baik saja.

***

Hyejin turun dari bis. Ia menatap kampusnya yang besar yang kini ada di hadapannya. Ia sungguh tak sabar melihat pengumuman beasiswanya ke luar negeri. Ia harap ia bisa mendapatkan yang terbaik.

Hyejin memasuki area kampus dengan senyuman sumringah di wajahnya. Beberapa orang melihat ke arahnya dan beberapa di antara mereka juga ada yang tidak peduli. Namun saat ia baru saja masuk ke dalam gedung yag besar itu, tiba-tiba dari arah kirinya sebuah kecupan kecil terasa di pipi kirinya. Hyejin terkejut dan langsung menoleh. Matanya membulat ketika ia melihat Kyuhyun ada di sana, tersenyum padanya.

“Joheun achim ..” salam Kyuhyun.

Hyejin seketika memegang pipi kirinya dan memasang wajah cemberut. Untunglah saat itu di dalam sana masih sepi sehingga tak ada orang yang melihat apa yang Kyuhyun lakukan padanya. Namun ada beberapa orang yang terlihat terkejut saat ia tak sengaja melihat adegan tadi.

“Apa yang kau lakukan? Aisshh ..”

Hyejin berjalan dengan kesal meninggalkan Kyuhyun di sana. Namun Kyuhyun segera menyejajarkan langkahnya dengan Hyejin dengan  tangan yang ada di sakunya.

“Waeyo? Aku sedang menepati janjiku yang kemarin.” Kata Kyuhyun dengan santai.
“Ya !! kupikir itu tidak serius.”
“aku serius dengan semua perkataanku termasuk tentang aku mencintaimu.” Ucap Kyuhyun.

Hyejin kembali membisu mendengarnya. Namun di dalam hatinya ia sungguh merasa senang.

“Jadi bagaimana?” tanya Kyuhyun
“Mwoya?” tanya Hyejin bingung.
“Apa kau sekarang yakin dengan perasaanku?”
“mollayo ..” jawab Hyejin.
“Mungkin aku harus membuktikan padamu yang lain. Tapi aku senang karena kau juga menyukaiku.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum ke arah Hyejin.

Hyejin menoleh ke arah Kyuhyun. Ia melihat senyuman itu sehingga ia harus kembali mengalihkan pandangan karena malu.

“Hyejin-ah ..”

Hyejin menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu. Ia melihat Kay sedang melambaikan tangan ke arahnya dari jauh. Kay juga terlihat berlari mengampirinya dengan tak sabar seperti ia ingin menyampaikan sesuatu yang penting terhadap Hyejin. namun senyuman Kay sedikit memudar ketika melihat Kyuhyun ada di samping yeoja itu.

“Kay, wae?” tanya Hyejin saat Kay ada di hadapannya.

Kay memusatkan perhatiannya pada Hyejin dengan tanpa mempedulikan Kyuhyun yang melihat ke arahnya.

“Kau sudah membaca pengumuman beasiswa?” tanya Kay.
“Belum, tapi aku mau melihatnya.”
“Aku sudah melihatnya.”
“Jinja? Lalu bagaimana hasilnya?” tanya Hyejin antusias.
“Kita berhasil. Kita berdua lolos dan mendapat beasiswa itu.”
“Mwo?” tanya Kyuhyun bingung. Ia memang tak tahu mengenai hyejin yang mengikuti beasiswa ke luar negeri.
“Kita akan pergi keluar negeri. Kau senang kan karena tidak ada lagi yang bisa membuat Na Young merasa terganggu?” tanya Kay sinis.
“Kau mau ke luar negeri?” tanya Kyuhyun pada Hyejin.
“Ne “ Hyejin mengangguk.
“Mwoya? Jika kau ke luar negeri bagaimana denganku?” tanya Kyuhyun. Tangannya membalikkan tubuh Hyejin ke arahnya.

Kay mengerutkan dahi tak mengerti. Ia meraih bahu Kyuhyun untuk membuat Kyuhyun jauh-jauh dari Hyejin.

“ireumi mwoya?”
“Ini tidak ada urusannya denganmu. Ini antara aku dan Hyejin.” kata Kyuhyun dengan tatapan tajam ke arah Kay.
“heh .. Apa pedulimu sekarang pada Hyejin? Dulu kau membuangnya seperti dia bukan temanmu. Apa sekarang kau sudah mulai bosan pada Na Young?” tanya Kay
“Ya!! Aku menyukai Hyejin. arraseo?”
“Mwo?” Kay cukup terkejut.
“Wae? Kau menyukai Hyejin juga?”

Kay membuang napas pelan. Ia menatap Hyejin dan Kyuhyun bergantian. Namun setelah itu malah sebuah senyuman pahit yang terpancar di wajah tampannya itu.

“Aniyo .. aku senang akhirnya perasaan Hyejin terbalas juga.”

Kay langsung mundur menjauh dari Kyuhyun dan juga Hyejin. ia berbalik untuk pergi walaupun hatinya masih berat untuk menerima bahwa Hyejin dan Kyuhyun mungkin kini telah berpacaran. Ia bisa melihat betapa khawatirnya Kyuhyun saat Hyejin mendapat beasiswa ke luar negeri.

“Kay ..” ucap Hyejin lemah.

Namun Kay terus berjalan pergi menjauhi mereka. Sementara Kyuhyun mengalihkan tatapannya pada Hyejin.

“Kau akan menerima beasiswa itu?” tanya Kyuhyun.

Hyejin menatap Kyuhyun dengan nanar. Ia sangat bingung kali ini. Seandainya Kyuhyun tidak menyatakan cintanya, mungkin akan lebih mudah bagi Hyejin untuk memutuskan bahwa ia mau mengambil beasiswa itu. Tapi sekarang terasa lebih berat.

“Baiklah, mungkin kau tidak bisa memutuskan sekarang. Tapi aku menunggumu memberikan jawabanmu.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Hyejin mengangguk pelan. Ia lalu menoleh ke arah Kay yang masih bisa terlihat di pandangan mataya. Ia melihat Kay terus menundukkan wajahnya. Ia pasti kecewa pada Hyejin.

***

Kay diam di balkon atas sekolahnya. Terlihat wajahnya sangat memancarkan perasaan yang tidak baik. Semua dimulai saat ia mendengar sendiri bahwa Kyuhyun menyukai Hyejin. Itu sangat menyakitkan baginya karena sebagai orang yang menyukai Hyejin juga, ia tahu Hyejin menyukai Kyuhyun. Bukankah itu berarti kesempatannya untuk mendapatkan Hyejin akan lebih kecil bahkan tertutup dengan rapat.

Kay merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya. Setiap angin yang bergerak melaluinya seakan membawa semua kepenatan yang ada di hatinya. Ia cukup senang berada di sini untuk menenangkan hatinya. Begitu tenang dan nyaman.

“Kay-a ..”

Kay meneoleh ke arah suara itu, di sana ia melihat Hyejin tengah berdiri menatapnya khawatir. Kay tersenyum kecil, setidaknya itu cukup manjur membuar gurat kekhawatiran di wajah Hyejinmenghilang. Yeoja itu pun berjalan menghampiri Kay.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Hyejin ketika ia sampai di samping Kay. Ia menatap lurus ke depan seperti apa yang Kay lakukan.
“Hanya diam, menenangkan pikiranku.” Ujar Kay.
“Mianhae .. Aku tidak bilang padamu tentang Kyuhyun.”
“Gwaenchana, setidaknya aku tidak mendengar kau menolakku karena Kyuhyun mencintaimu. Aku lebih lega bisa mengetahui sendiri jawabannya.”
“Kay ..” Hyejin menatap Kay tak enak,
“Sekarang aku juga mengerti alasanmu menjauhiku akhir-akhir ini. Terima kasih kau telah menjaga perasaanku. Aku menghargainya.”

Hyejin terdiam mendengar perkataan Kyuhyun itu. Jujur itu sangat menyakitkan baginya. Kenapa Kay? Kenapa kau berbicara seperti itu?, pikir Hyejin.

“Aku akan pergi ke Italy besok.” Kata Kay.
“Mwo? Kenapa cepat sekali? Aku belum ada persiapan apapun bahkan aku belum memutuskan ..” gerutu Hyejin tak mengerti.
“Aku pergi sendiri saja. Lebih cepat juga akan lebih baik bukan? lagipula, aku tak yakin kau akan mengambil beasiswa itu. Kyuhyun pasti ingin kau ada di sampingnya. Tetaplah di sampingnya. Kau tak apa jika sendirian.” Kata Kay sambil tertawa kecil.

Wajahnya terlihat begitu senang tapi matanya tidak. Hyejin melihat Kay terlihat berat untuk melakukan itu. Ia juga tahu mereka telah berjanji untuk pergi ke Italy bersama.

“Kay .. kau tak mau pergi denganku?” tanya Hyejin.
“Justru aku ingin sekali. Tapi kau mungkin punya pilihan sendiri meski aku berharap kau akan menyusulku jika kau berubah pikiran. Hehe. Sudah ya, kau harus pergi. Sampai jumpa lagi nanti ..” ucap Kay.

Kay menepuk pundak Hyejin sebelum ia pergi. Ia juga terseyum pada Hyejin, mungkin sebagai senyuman perpisahan untuk yeoja yang masih ia sayangi itu. Hyejin hanya menatap kepergian Kay. Kenapa justru ia ingin Kay bisa tetap di sisinya.

***

Na Young datang ke kampus setelah dua hari kemarin ia tidak hadir. Beberapa orang menolh ke arah Na Young yang saat itu memang ia hanya memakai piyama dan wajahnya yang polos tanpa makeup. Orang di sana sudah menganggap Na Young seperti orang yang sedang frustasi, lagi.

Na young langsung berjalan menuju tengah lapangan yang saat itu akan dipakai untuk menyampaikan pengumuman penting. Oarang yang sedang mengecek microfon di sana langsung membiarkan Na Young mengambil microfon itu mengantikan tempat ia berdiri. Orang-orang langsung tertarik perhatiannya kala Na Young mengambil microfon.

“Bisa kalian melihat ke arahku sebentar.” Ucap Na Young lantang.

Orang yang sibuk mengerjakan tugas, makan dan mendengarkan musik lagsung meninggalkan aktivitas mereka saat itu juga. Termasuk di sana juga ada Hyejin, Kyuhyun, dan juga Dongsuk. Sikap Na Young sedikit mengherankan, khususnya bagi tiga orang tadi. Untuk apa yeoja itu ada di sana?

“Aku di sini untuk membuat suatu pengakuan. Selama ini aku telah salah. Aku hanya memikirkan diriku sendiri yang sedih saat kepergian Ji Hoon. Aku hanya terpaku untuk menyalahkan orang lain sehingga aku dibutakan dengan semua penjelasannya. Mianhae tapi aku sadar Hyejin tidak salah. Ji Hoon yang memanfaatkannya. Mianhae Hyejin-ah .. karena keegoisanku justru kau yang menderita. Mianhae …” ucap Na Young cukup membuat mulut setiap orang yang mengetahui hal ini menganga tak percaya.
“Aku tahu kalian pasti berpikir ini semua ini lelucon. Tapi aku benar-benar merasa bersalah padamu Hyejin-ah. Aku orang yang sangat buruk. Aku telah jahat padamu. Mianhae..” kata Na Young lagi.

Beberapa orang terlihat mulai mengutuk Na Young kesal. Ada yang menggelengkan kepala karena saking tak percaya Na Young bisa melakukan hal sejahat itu. Ada yang menatap sinis dan juga tak peduli saking kesalnya. Mereka mungkin merasa dibohongi selama ini oleh Na young dan gara-gara yeoja itu juga mereka menyakiti Hyejin. lihat seberapa kesalahan yang ditimbulkan atas kesalahpahaman ini.

Namun di antara berbagai reaksi dari orang-orang di sana, terlihat Hyejin mulai menangis haru. Ia merasa bahagia dengan perkataan Na Young itu. Akhirnya setelah sekian lama Hyejin menunggu, Na Young bisa tahu kebenarannya.

“Aku minta maaf pada kalian juga. Mianhae ..”

Tiba-tiba beberapa orang langsung melempari Na Young dengan sampah yang mereka ambil dari tempat sampat. Sampah-sampah botol yang bisa sampai menuju ke arahnya, membuat Na Young melindungi tubuhnya sediri. Ia takut, tapi ia merasa pantas mendapatkan semua ini.

Namun saat Na Young harus merasakan semua lemparan ke arahnya itu, ia juga bisa merasakan seseorang memeluknya dengan erat. Na Young membuka matanya dan ia sangat mengenali siapa orang itu.

“Hyejin-ah ..” ucap Na Young terkejut.
“Bogoshipo , Na Young-ah ..”

Na Young kembali tak bisa menahan air matanya untuk keluar dari matanya itu. Ia memeluk balik Hyejin dengan perasaan bahagia. Ternyata Hyejin masih mau menerimanya setelah semua yang terjadi bahkan saat Hyejin mengatakan bahwa dia tak akan memaafkan Na Young. Semantara itu orang-orang mulai berhenti melemparkan sampah pada Na Young. Mereka terdiam melihat Hyejin yang malah menghampiri Na Young dengan memberikan pelukan yang hangat. Di sisi lain tampak Kyuhyun tersenyum senang. Ia lalu pergi seolah semua masalah telah selesai. Tak hanya Kyuhyun, Dongsuk pun hanya bisa tersenyum melihat sepasang sahabat itu. Mungkin setelah ini ia harus meminta maaf juga pada Hyejin.

“Nado bogoshipo Hyejin-ah .. Gomawo” ucap Na Young.

***

Hyejin keluar dari rumah Na Young dengan perasaan yang cukup sedih. Baru saja Na Young mengatakan bahwa Kay telah pergi ke Italy tadi malam. Hal yang membuat Hyejin sedih tentu karena Kay tidak memberitahunya bahkan untuk berpamitan. Kay memang kemarin mengatakan bahwa ia akan pergi besok, tapi nyatanya ia pergi kemarin malam. Apa kay tak ingin mengenal Hyejin lagi?

Hyejin menutup pintu gerbang rumah Na Young. Namun ia terkejut ketika melihat Kyuhyun ada di tembok seperti sedang mengawasi ke dalm rumah.

“Kyuhyun-ah, kau sedang apa?” tanya Hyejin heran.

Kyuhyun terkejut ketika menyadari Hyejin sudah ada di dekatnya. Dengan tingkah seolah tidak apa-apa, ia tersenyum ke arah Hyejin.

“Aku sedang menunggumu keluar.” Jawab Kyuhyun.

Hyejin sempat menoleh ke arah yang tadi diperhatikan Kyuhyun. Tatapannya itu tepat menuju kamar Na Young yang jendelanya kebetulan terbuka dan Hyejin pun bisa melihat Na Young dari sini. Namun Hyejin kembali menatap Kyuhyun. Ia mengangguk seperti tak ada yang ia curigai.

“oh .. kajja ..”
“Ne ..” jawab Kyuhyun.

Hyejin berjalan duluan disusul Kyuhyun yang masih sempat melihat ke arah yang sama. Ya .. Na Young. Sudah dari terakhir ia bertemu Na Young 2 hari yang lalau itu, ia belum juga bertemu Na Young. Sebenarnya ia sudah beberapa kali berusaha bertemu yeoja itu, tapi entah kenapa Na Young seperti menghindar.

***

Hari-hari selanjutnya, Hyejin sengaja mengikuti apa yang dilakukan Kyuhyun secara diam-diam. Akhir-akhir ini Kyuhyun terlihat gelisah dan tidak tenang. Seperti ada sesuatu hal yang menganggunya. Namun beberapa hari juga, Kyuhyun terlihat memperhatikan rumah Na Young. Hyejin jadi terpikir, mungkin saja alasan utama Kyuhyun terlihat murung kareng kaitannya dengan Na Young.

Setiap kali saat Hyejin sengaja mengikuti Kyuhyun, ia selalu melihat Kyuhyun melompat-lompat melihat keadaan di dalam kawasan rumah Na Young. Ia seperti sedang mencari sesuatu yang ingin ia temui. Tentu perkiraan Hyejin pasti tertuju pada Na Young. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya itu. Ada kalanya Hyejin juga melihat Kyuhyun di jalan memperhatikan dari jauh saat Hyejin berkunjung ke rumah Na Young.

“Kyuhyun-ah, sejujurnya pada siapa hatimu itu? Aku atau Na Young?” batin Hyejin.

***

Hyejin berdiri tak jauh dari rumah Na Young. Kini ia sedang memperhatikan ke arah handphonenya. Kay .. namja itu tidak menghubunginya bahkan untuk memberitahukannya bahwa dia sudah sampai. Begitu indahnyakah Italy sehinggan ia sampai lupa pada Hyejin? Hyejin menekan tombol ‘call’ untuk menghubungi Kay. Namun sambungan telepon itu selalu saja gagal. Hal ini membuat Hyejin seketika menyerah.

Tidak sengaja, Hyejin melihat Kyuhyun di depan rumah Na Young. Kembali berusaha memperhatikan ke dalam. Ada apa dengan namja itu? Akhirnya, karena kesal Hyejin pun menghampiri Kyuhyun.

“kau sedang apa?” tanya Hyejin.
“Aissh .. kau mengagetkanku saja.” Ucap Kyuhyun sambil mengusap dadanya.

Hyejin tak menanggapi perkataan Kyuhyun itu. Namun ia menunggu Kyuhyun menjawab pertanyaannya.

“Aku ingin mengantarkan catatan mata kuliah kita. Dia sudah tertinggal banyak.”  Jawab Kyuhyun.
“Kau masih menyukainya?”
“Mwo? Kau ini bicara apa? Kau juga tahu kan aku menyukaimu.” Kyuhyun tertawa kecil. Namun mimik wajahnya menandakan seperti dia sedang ketahuan sesuatu.
“Aniyo. Sikapmu tidak seperti kau menyukaiku. Aku tahu kau menyukaiku, tapi bukan sebagai sepasang kekasih. Hatimu tetap tertuju pada Na Young. Benar begitu, kan?” tanya Hyejin berusaha untuk tetap tersenyum.
“Hyejin-ah, jinja! Aku menyukai-“
“Nuguya? Aku atau Na Young?” tanya Hyejin memberika pilihan.
“neo ..”
“Aku atau Na Young?” Hyejin memberi pilihan kembali.”
“Neo ..” jawab Kyuhyun kembali memilih Hyejin.
“Na Young atau aku?”

Kini Kyuhyun terdiam. Entah kenapa hatinya semakin berat untuk tidak memilih Na Young.

“kau memang mengatakan kau menyukaiku, tapi tidak dengan hatimu. Matamu terus tertuju padanya, pikiranmu tetap padanya, dan semua perhatianmu tertuju pada Na Young. Aku? Aku hanya orang yang selama ini kau lupakan sehingga kau merasakan kehilangan dan menganggapku sebagai orang yang kau cintai. Nyatanya, kita memang hanya teman. Tak ada kata lebih di antara kita.” Jelas Hyejin. Terlihat mata Hyejin berkaca-kaca.
“Hyejin-ah ..”
“Sejujurnya aku memang menyukaimu, bahkan mencintaimu. Tapi kurasa, selama ini aku telah melupakan orang yang lebih memperhatikanku. Aku sadar, kau dan aku memang hanya cocok untuk berteman. Kyuhyun-ah, tolong kejar dia dan kembali jadikan dia yeoja yang kau cintai. Tolong jaga sahabatku. Kau dan aku akan tetap teman. Bagaimana kau setuju?”

Hyejin dengan berat hari menjulurkan tangannya dengan kelingking terangkat ke arah Kyuhyun sebagai tanda persahabatan. Kyuhyun sempat menatap kelingking itu dan Hyejin bergantian. Ia merasa sedih melihat Hyejin mengatakan itu, terleih ada airmata yang jatuh. Namun ia melihat juga bahwa Hyejin tidak main-main. Ia serius dengan perkataannya. Lagipula memang selama ini justru Na Younglah yang selalu memenuhi hati dan pikirannya. Apa mungkin memang Kyuhyun masih mengharapkan Na Young?

“ayolah ..” Hyejin tersenyum tapi ia lelah menunggu Kyuhyun menyambut kelingkingnya itu.

Akhirnya dengan perlahan Kyuhyun pun mengaitkan kelingkingnya di kelingking Hyejin. mereka saling tersenyum dan saat itu juga Kyuhyun menarik Hyejin ke dalam pelukannya. Tangisan Hyejin pun tumpah.

“Mianhae, Hyejin-ah ..”

***

Italy, negara dengan menara Pisa yang terkenal terlihat sangat indah kala matahari terbenam. Kawasan ini masih terlihat ramai walaupun hari sudah menjelang malam hari. Beberapa orang sibuk berfoto agar tidak melewatkan moment yang indah itu. Ada juga orang yang masih sibuk membuat tugas kuliahnya di bangku-bangku panjang yang tersedia, termasuk Kay.

“Akh ,, akhirnya.”

Kay meregangkan otot-ototnya yang pegal karena sudah sejak siang ia terus berkutat di depan laptopnya. Kini ia merasa senang karena tugasnya telah selesai. Ia menutup jendela ms wordnya. Namun saat jendela awal laptop itu terbuka, wallpaper itu memunculkan foto Hyejin yang sedang membaca buku di perpustakaan. Ahh .. ia merindukan yeoja itu. Rasa bersalah begitu menghantuinya karena ia tak mengucapkan salam perpisahan pada Hyejin dan sampai sekarang masih belum menghubungi yeoja itu.

“Hyejin-ah .. apa kabarmu?” gumam Kay.

JEPRET .. kilatan cahaya tertuju ke arah Kay. Mata Kay sedikit menyipit karena kilatan itu. Ia mencoba membuka matanya da melihat dengan jelas siapa yang berani memotret dirinya tanpa permisi. Namun tubuh Kay terasa tak bisa berkutik kala ia melihat seorang yeoja yang mirip dengan gambar yeoja di wallpaper laptopnya. Aniyo .. apa mungkin itu benar-benar ..

“Hahaha .. akhirnya aku bisa membalas kelakuanmu yang seenaknya saja mengambil gambarku ..” ucap yeoja itu.
“Hye .. hyejin?” tanya Kay tergagap. Namja itu bangkit dari tempat duduknya dengan laptop yang ia letakan di kursi itu.
“Ne Kay. Apa kabar?” Hyejin tersenyum.
“Kenapa kau di sini? Bukankah kau ..”
“Kau pikir aku akan melepaskan beasiswa yang sudah lama kuimpikan ini? Enak saja ..”
“oh .. Jadi kau dan Kyuhyun menjalani hubungan jarak jauh?”
“Ani .. lagipula hubungan apa? Hubungan teman? Kami tentu akan tetap berteman.”
“Mwo?” Kay masih tak mengerti.
“Baiklah” Hyejin menghela napas. “Aku tak mungkin membiarkan orang yang tulus mencintaiku menikmati Italy sendirian. Aku juga ingin bersama orang yang mencintaiku agar dia juga tahu bahwa aku kehilangannya.” Ucap Hyejin dengan senyuman di wajahnya.

Kay diam sebentar mencoba mencerna perkataan Hyejin. Namun tiba-tiba ia sadar sesuatu. Mungkinkah Hyejin baru saja bilang bahwa ia kehilangan Kay? Bukankah ini tanda bahwa Hyejin mencintai Kay juga?

Kay tersenyum senang. Ia lalu berlari ke arah Hyejin. Ia mengangkat tubuh Hyejin dan membawa yeoja it berputar dengan gembira. Saat putaran itu berhenti Kay memeluk Hyejin dengan erat. Tak hanya Kay, Hyejin juga bahagia.

Sementara itu di Korea..

Na Young duduk di sisi tempat tidurnya. Ia diam di sana di tengah keheningan. Di rumahnya tak ada siapapun. Semuanya pergi dengan kesibukkannya sendiri. Semenjak Kyuhyun telah memilih Hyejin, Na Young lebih suka menghabiskan waktunya kembali untuk berdiam diri di kamar. Hatinay memang sakit, tapi ia bahagia jika Kyuhyun dan Hyejin bisa bersama.

“NA YOUNG – ahhhh …..”

Na Young terkejut dengan panggilan yang lebih mirip teriakan itu. Suara itu milik Kyuhyun. Untuk apa namja itu di sini? Akhirnya Na Young menghampiri dan membuka jendela kamarnya untuk melihat keluar sana. Dahinya mengkerut saat melihat Kyuhyun ada di luar pintu gerbang rumahnya.

“ya !! kau berisik sekali. Mwonde? Kau mencari Hyejin? Dia tak ada di sini.” Kata Na Young ketus,
“Mwo? Aku tidak mencari Hyejin. Aku sengaja di sini untuk bertemu denganmu.”
“Museun illiseo? Mianhae, aku sedang sibuk.”
“Sibuk memikirkanku?” tanya Kyuhyun dengan seringai di wajahnya.
“Mwoya?” Na Young begidik geli.
“Hahaha .. kalau memang iya aku tak apa. Aku justru senang.”

Na Young hanya memalingkan wajahnya merasa tak tahan dengan perkataan Kyuhyun itu yang justru malah membuatnya semakin sakit. Apa maksudnya?

“Na Young-ah .. kembalilah padaku ..” kata Kyuhyun.

Seketika Na Young langsung menoleh kembali ke arah Kyuhyun dengan mimik wajah yang terkejut. Apa lagi maksudnya itu?

“Aku sadar, selama ini aku hanya memikirkanmu. Aku salah mengenai perasaanku pada Hyejin. Aku memang menyayangi Hyejin, tapi perasaanku tetap tertuju padamu. Mianhae. Aku menyakitimu, dan aku meninggalkanmu padahal perhatianku masih tertuju padamu.” Tutur Kyuhyun dengan nada yang lebih pelan tapi serius.
“Kyuhyun-ah ..” Na Young menatap Kyuhyun nanar
“Tolong beri aku kesempatan. Semua janjiku untuk menjagamu dan tetap di sampingmu akan kulakukan jika kau mengizinkannya. Na Young, aku masih mencintaimu ..”

Na Young diam dengan mata yang berkaca-kaca. Ia menatap Kyuhyun dengan kesal dan tanpa berkata apapun ia segera menutup jendela kamarnya. Yeoja itu hilang dari pandangan Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat sedih melihat Na Young tak menjawab apapun semua perkataannya. Ia menunggu dan berharap Na Young akan memberinya jawaban yang pasti. 5 menit, 15 menit, dan 30 menit Kyuhyun menunggu. Kyuhyun menunduk dengan rasa kecewa. Ia pun berbalik untuk pergi. Namun tiba-tiba ,, CKLEK …

“Nado Saranghae, Kyuhyun-ah ..”

Kyuhyun kembali membalikan badan. Ia melihat Na Young sudah ada di luar gerbang. Yeoja itu tersenyum pada Kyuhyun yang menandakan bahwa ia ingin juga Kyuhyun untuk kembali.

“Tepatilah janjimu, Kyuhyun-ah ..” ucap Na Young membuat Kyuhyun tak bisa menahan untuk tersenyum.

The End …

AKHIRNYAAAA END JUGAAA …. Gimana nih readers jalan ceritanyaa??? Bikin kesel karena HYejin gak jadi sama Kyuhyun atau justru seneng? kurang feel? mianhaeee jika endingnya kurang sesuai dengan permintaan hati. YUK berikan komentarnya ya biar jadi suatu pelajaran bagi FF saya ke depannya .. makasih juga udah pantengin FF ,sampai akhir, yang masih banyak kekurangannya ini.

Gamsahamnidaaaaa 😀

Advertisements

5 thoughts on “[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 13 END

  1. Ini udh END,,,???
    Aiiisshhh kenapa cepet bgt!!!
    Akhirnya Key sama Hyejin,,dan Kyuhyun sama Nayoung^ ^
    Key cocok sm Hyejin 🙂
    Happy Ending… mdh2an abis ini aa ff cast Kyuhyun yg lebih keren! :^)

  2. hyejinn…yg sabar y…sakit bgt rasanya klo jd dia..q kalo jd hyejin y lebih baek menghimdar drpd ttp dtmpt yg sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s