[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 12.

Title: Can You Choose Me , Cho Kyuhyun ? No ?

Author : Erva Fitria

FB : Erva CK Fitria

Cast : Cho Kyuhyun

Park Hyejin

Kim Na Young

Genre: Romance, Friendship, Sad.

Length: Series

Rated: PG-15

 

This FF is Mine .. !! sorry for typo 😛

 

RCL sangat dibutuhkan ..

 

 

Sebelumnya…

|| Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 || Part 5 || Part 6 || Part 7 || Part 8 || Part 9 || Part 10 || Part 11 ||

 

 

Happy Reading ^^

 

 

 

“Hyejin ..” panggil Kay.

“Ne?” Hyejin menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kay.

“Jika aku mengatakan sesuatu, apa tidak apa-apa?”

“apa yang ingin au katakan?” tanya Hyejin.

“Aku mencintaimu ..” ucap Kay membuat Hyejin terkejut.

 

Kay langsung melambaikan tangannya lalu pergi begitu saja, menyisakan Hyejin yang terdiam atas perkataan Kay itu. Apa yang Kay katakan? Ia mencintai Hyejin? Juga?

 

***

 

Hyejin memasuki kamarnya. Ia menutup dengan pelan pintu kamarnya itu. Wajahnya masih terlihat bingung dengan apa yang terjadi hari kemarin. Dua lelaki menyatakan cinta padanya. Ia juga tak tahu harus percaya dengan apa yang kemarin terjadi atau menganggap semua itu hanya khayalannya. Ini terlalu tak mungkin.

 

“OhTuhan .. semoga ini hanya mimpi ..” ucap Hyejin.

 

Hyejin melangkah dan naik ke atas tempat tidurnya. Ia membaringkan tubuhnya dengan lemah. Untunglah hari ini libur sehingga ia bisa menenangkan hatinya sejenak saja. Namun saat diam seperti ini justru Hyejin semakin tak bisa melupakan Kyuhyun dan Kay. Mereka seolah terus berputar-putar di otak Hyejin dan itu membuatnya pusing.

 

Dua wajah itu terus saja mengucapkan perasaannya pada Hyejin seperti kejadian kemarin malam. Tentu Hyejin semakin meyakini bahwa kejadian kemarin benar-benar terjadi padanya. Tapi kenapa bisa bersamaan seperti ini?

 

Entah kenapa Hyejin bukan merasa bahagia dengan pernyataan dua lelaki itu walaupun Kyuhyun yang ia sukai pun menyatakan cintanya. Ia justru khawatir karena ia pasti tak bisa menyakiti salah seorang di antara mereka. Eottohkae?

 

“Kenapa semua ini harus terjadi padaku?” teriak Hyejin

 

Tak lama setelah itu tiba-tiba Eomma Hyejin membuka pintu kamar Hyejin dan membuat Hyejin terlonjak kaget.

 

“Yak !! Eomma bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk?? Aku jadi kaget kan ..” tanya Hyejin sewot.

“Hey .. ada juga kau yang membuat Eomma terkejut. Kenapa kau berteriak seperti itu?” tanya Eomma Hyejin.

 

Hyejin menghela napas panjang. Ia lalu bangun dari tidurnya dan duduk menghadap eommanya.

 

Eomma Hyejin menutup pintu lalu menghampiri Hyejin. ia duduk di samping anak satu-satunya itu menatap dengan teduh.

 

“Apa kau sedang ada masalah? Berceritalah pada Eomma, mungkin eomma bisa membantumu ..” tanya Eomma Hyejin. ia mengelus puncak kepala Hyejin dengan lembut.

“Aku hanya sedang bingung saja. Temanku meminta saran padaku ..” kata Hyejin.

“Apa dia punya masalah?”

“Ne .. ada dua orang lelaki yang menyatakan cinta padanya. Tapi ia bingung karena dua lelaki itu baik sekali padanya. Memang salah satu di antara mereka temanku menyukainya, tapi lelaki itu pernah mengkhianatinya ..” kata Hyejin menganalogikan dirinya sebagai orang lain.

 

Ia tak bisa jujur kalau sebenarnya orang itu adalah dirinya, karena sebelumnya Hyejin belum pernah menceritakan apapun tentang cinta pada eommanya.

 

“menurut eomma, aku harus memberi saran apa?” tanya Hyejin sedikit ragu. Ia harap eommanya tidak curiga kalau Hyejin sedang berbohong.

“Carilah lelaki yang membuatmu lebih nyaman ..” kata Eomma Hyejin sambil tersenyum ke arah Hyejin.

 

Hyejin mengangguk-angguk mengerti. Namun tiba-tiba ia tersadar dengan apa yang dikatakan eommanya padanya.

 

“Eomma ini untuk temanku .. bukan untukku. Kenapa mencari yang membuatku lebih nyaman?” Hyejin tertawa garing.

“Eomma tahu itu pasti ceritamu sendiri. Kalau memang benar temanmu, dia telah mencari orang yang salah sebagai tempat curhat ..”

 

Hyejin merenggut malu. Eomma memang tahu saja perasaannya bagaimana.

 

“Eomma ..” ucap Hyejin sedikit kesal.

“Hahaha.. jadi sekarang ada dua lelaki yang menyatakan perasaannya padamu? Whaa .. eomma bangga sekali punya anak yang dikagumi banyak lelaki..” kata Eomma menggoda.

“Eomma aku sedang serius .. aku tak bisa memilih di antara mereka berdua. Kay sangat baik padaku, dan aku senang. Tapi Kyuhyun, dia orang yang kusukai, hanya saja Na Young menyukai dia juga.” Tutur Hyejin

“apa Kyuhyun menyukai Na Young juga?” tanya Eomma Hyejin lagi.

“aku tidak tahu sekarang. Tapi memang sebelumnya Kyuhyun mencintai Na Young ..” jawab Hyejin.

 

Eomma Hyejin mengangguk mengerti. Ia lalu tersenyum pada Hyejin.

 

“kau akan tahu jawaban apa yang harus kau ambil saat kau merasa yakin pada salah satu di antara mereka.” Kata Eomma.

“Maksud Eomma?” Hyejin tak mengerti.

“Kau akan tahu jawabannya dan secara tidak langsung kau akan yakin..”

 

Eomma Hyejin menepuk pundak Hyejin pelan lalu ia bangkit dari atas kasur Hyejin. ia melangkah pergi menyisakan kebingungan di otak Hyejin.

 

“aku akan yakin dengan sendirinya?” batin Hyejin tak mengerti..

 

***

 

Hyejin kini sedang ada di ruangan tes mengikuti beasiswa ke luar negeri. Dengan pensil, balpoint dan penghapus di depannya ia siap menjawab semua tes ini dan pergi ke luar negeri. Hh .. semalaman ia belajar dan ia harap semua usahanya itu tidak berujung sia-sia atau kegagalan.

 

Tak lama kemudian Kay memasuki ruangan itu. Hyejin melihat ke arah pintu setelah mendengar suara pintu terbuka. Namun saat sadar itu Kay, ia segera memalingkan wajah. Entah kenapa ia merasa canggung melihat Kay. Ia selalu ingat kejadian waktu itu bahkan jika hanya mengingat namanya.

 

“Hyejin-ah ..” panggil Kay

“Nde?” Hyejin menoleh ke arah Kay sejenak lalu mengalihkan pandangannya kembali pada mejanya.

“Kau sudah siap?” tanya Kay dengan wajah yang berseri

“Ne .”

“Aku harap kita bisa pergi bersama .. Fighting ..” ucap Kay memberi semangat.

“Ne .. Fighting .. hehe” ucap Hyejin dengan tawa yang garing.

 

Kay menatap Hyejin sedikit aneh hari ini. Yeoja itu bahkan tak menatapnya sama sekali. Sikapnya sangat berbeda sekali. Ada apa dengan yeoja ini?, pikir Kay tak mengerti.

 

***

 

Hyejin keluar dari ruangan kelas itu dengan perasaan lega. Ujian beasiswanya telah selesai dan ia bersyukur karena ia cukup bisa menjawab soal-soal itu. Sekarang tinggal menunggu pengumumannya besok.

 

“Hyejin-ah ..” ucap Kay tiba-tiba dari belakang Hyejin.

 

Hyejin terlonjak kaget. Ia menoleh ke belakang sambil mengusap dadanya yang kaget. Ia melihat Kay berlari kecil menghampirinya dan Hyejin segera melihat ke depan kembali.

 

“Bagaimana ujiannya?” tanya Kay saat berhasil menyejajarkan langkahnya dengan Hyejin.

“Cukup lancar ..”

“Aku juga sama. Aku yakin kita bisa pergi bersama .. Kau berharap begitu bukan ?” tanya Kay

“Ne ..” jawab Hyejin singkat

 

Kay kembali melihat Hyejin tak mengerti. Sikap Hyejin jad sangat dingin padanya. Walaupun selama ini Hyejin memang tak peduli dengannya tapi Hyejin yang sekarang sangat jauh berbeda.

 

“Hyejin-ah .. kau ..”

“Aku harus ke loker duluan .. annyeong ..”

 

Hyejin melambaikan tangan pada Kay dan berlari secepat mungkin meninggalkan Kay yang terus menatap Hyejin bahkan sampai kepergiannya.

 

“Hyejin-ah .. apa karena aku menyatakan cintaku jadi sikapmu jadi sedingin ini padaku? Aku tahu kau mencintai Kyuhyun, tapi tidak bolehkah aku menyukaimu?” batin Kay sedih.

 

***

 

Na Young sedang membereskan barang di dalam lokernya. Barang-barang itu lalu ia masukan ke dalam tasnya. Ia ingin membereskan lokernya yang cukup berantakan karena banyak benda-benda yang tidak diperlukan.

 

“Na Young ..”

 

Na Young menghentikan aktivitasnya setelah ia begitu mengenal suara khas itu. Ia melanjutkan kembali perkerjaan dan memutuskan untuk tidak menoleh ke belakang.

 

“Museun illiseo, Kyuhyun-ah?” tanya Na Young.

 

Kyuhyun menatap Na Young yang memunggunginya. Ia tersenyum kecil.

 

“Aku telah menyatakan cintaku pada Hyejin ..” ucap Kyuhyun.

 

Na Young kembali menghentikan aktivitasnya setelah ia mendengar pernyataan itu. Entah harus apa ia sekarang, tapi ia sangat terkejut dan perasaannya begitu campur aduk di hatinya. Namun Na Young berusaha setenang mungkin menanggapinya. Kemudian ia memasukan barangnya kembali ke tas.

 

“Jinjayo?”

“Ne .. kau bilang aku mungkin menyukai Hyejin, setelah kupikir ada benarnya juga. Aku merasa begitu kehilangannya saat aku memutuskan untuk mengikutimu. Terima kasih karena kaulah aku jadi sadar akan perasaanku.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum.

 

Na Young tersenyum miris sambil menunduk. Ia menarik napas panjang dan perasaannya kembali tenang.

 

“Aku senang mendengarnya. Lalu bagaimana dengan Hyejin? sepertinya di menyukaimu juga.” Tanya Na Young

“Dia belum memberikan jawaban apa-apa padaku.”

“oh .. tanyakanlah, akan lebih baik jika kalian segera bersama .. aku pasti akan mendukungmu” kata Na Young terus membereskan lokernya.

“Ne .. aku akan mencari Hyejin sekarang ..” kata Kyuhyun.

“Semoga kau berhasil ..” ucap Na Young lemah.

 

Kyuhyun mengangguk dan pergi menjauh dari Na Young. Na Young berhenti memberekan loker. Ia terdiam sebentar mencoba mengatur kembali perasaannya yang semakin lama malah semakin ingin meledak. Tak lama kemudian air matanya jatuh. Ia tak bisa menahan semua perasaan sedihnya. Ia terisak pelan. Ia tetap menahan suara tangisannya agar tak ada satupun orang yang tahu.

 

Di lorong yang sepi itu , Na Young terduduk di lantai dan membenamkan wajahnya ke kedua tangannya. Semua yang ia cintai telah pergi meninggalkannya …

 

“Eottohkae ??” batin Na Young menangis.

 

***

 

Kay keluar dari gedung dan langsung mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Matanya terus bergerak mencari keberadaan Hyejin yang tak sangaja ia lihat keluar dari gedung itu. Ia ingin bertemu dengan Hyejin saat ini untuk membicarakan mengenai sikap Hyejin yang berubah sejak tes tadi. Bahkan ia menjauh saat bertemu dengannya.

 

Kay melihat Hyejin sedang berjalan keluar gerbang. Dengan cepat, Kay berlari menyusul Hyejin yang ada di sana. Saat tubuhnya mukai dekat dengan Hyejin, ia mengulurkan tangannya dan meraih lengan Hyejin sehingga Hyejin berhenti berjalan dan menoleh ke arahnya. Terlihat mimik wajah Hyejin terkejut melihatnya.

 

“Mwonde?” tanya Hyejin kesal.

“Ada apa denganmu hari ini?” tanya Kay bingung.

“aku? Aku baik-bak saja ..” kata Hyejin.

“Aniyo .. kau menjauhiku. Wae? Apa kau bersikap seperti ini karena aku menyatakan perasaanku?” tanya Kay.

 

Hyejin terlihat menekuk wajah. Ia berpikir tapi ia tetap tak tahu bagaimana menjelaskan sikapnya pada Kay yang menuntut jawaban itu.

 

“Lepaskan, aku harus pulang.” Kata Hyejin mengalihkan pembicaraan.

“kau memang berbeda ..”

“Mwo? Aku tidak berbeda sama sekali. Kau bisa lihat kan?” tanya Hyejin.

 

Hyejin langsung tersenyum manis dan bersikap biasa pada Kay. Namun, bukan membuat Kay percaya, Kay malah ngeri melihatnya.

 

“Jangan tersenyum jika kau hanya terpaksa ..”

 

Senyuman di wajah Hyejin hilang seketika. Ia menunduk lagi berpikir apa yang harus ia lakukan.

 

“Benar kan? Apa kau tidak nyaman karena aku menyatakan perasaanku padamu?” tanya Kay.

“Aniyo .. aku hanya sedang ingin sendiri ..” kata Hyejin mencai alasan.

“Aku bosan kau terus memakai alasan itu ..”

“Lalu bagaimana? Sudahlah, aku harus pulang ..” kata Hyejin lagi.

 

Hyejin menarik tangannya dari Kay kembali. Namun cengkraman tangan lelaki dihadapannya itu terlalu kuat baginya.

 

“Kay ..” ucap Hyejin menekan.

“Apa aku salah menyatakan bahwa aku menyukaimu?” tanya Kay.

 

Hyejin terdiam mendengar pertanyaan itu yang terlontar dari mulut Kay. Ia melihat kedua mata Kay yang tajam menatapnya penuh keseriusan. Hyejin tak bisa melakukan apa-apa selain terpaku dalam suasana hati Kay saat ini. Ia tak pernah melihat Kay seserius ini sebelumnya. Kenapa, Kay?

 

“Aku tahu kau mencintai Kyuhyun, dan aku menghargai itu. Bukankah kemarin aku tak meminta jawaban apapun darimu? Jebal, jangan ubah sikapmu padaku hanya karena perasaanku ..” ucap Kay yang memang tak nyaman melihat Hyejin mengabaikannya seharian ini.

“Kay ..” lirih Hyejin.

“jika memang perasaanku menggangumu, tolong lupakan saja semua yang telah kukatakan malam itu. Aku tahu hatimu memang telah semuanya untuk Kyuhyun. Bodohnya aku karena telah menyatakan perasaanku ..” kata Kay sambil tertawa kecil.

“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Hyejin dengan tatapan nanar.

“Hhh .. gwenchana .. aku hanya tak mau kehilangan teman sepertimu. Tapi aku tidak menyesal dengan perasaan ini. Aku bangga bisa menyukai yeoja sepertimu ..” Kay tersenyum lebar.

 

Hyejin diam menatap Kay. Entah kenapa perkataan Kay itu justru menyayat hatinya. Seperti ada sesuatu yang salah dan Hyejin tidak menerimanya.

 

“Kay .. aku tidak bermaksud ..”

“Arraseo .. aku hanya tidak mau kau jauh dariku. Bersikaplah seperti kau melihat Kay yang menyebalkan” pinta Kay. “Yakso?” tanya Kay

 

Hyejin belum menjawab. Hanya kedua matanya yang menatap lekat Kay. Namja di hadapannya terlihat tulus dan akhirnya Hyejin pun mengangguk pelan dengan sebuah senyuman di wajahnya.

 

“Aku senang akhirnya kau bisa memperlihatkan senyuman terbaikmu padaku. Aku pergi dulu. Kau hati-hati di jalan ne ?”

 

Kay melambaikan tangannya pada Hyejin. Ia lalu pergi dari hadapan Hyejin dengan wajah kelegaan. Namun saat ia makin jauh dari Hyejin, senyumannya semakin lama semakin memudar.

 

“Ini pertama kalinya aku mencintai wanita dengan setulus hatiku, tapi wanita itu malah menaruhkan perhatiannya pada orang lain .. sungguh hidup sangatlah adil ..”

 

***

 

Matahari hampir saja menenggelamkan dirinya dan hari berubah malam. Hanya lembayung yang kali ini tinggal menerangi langit. Jalan ibukota, Seoul, kini telah di penuhi kendaraan dengan pemiliknya yang lelah bekerja. Ada juga beberapa orang yang mulai membuka warungnya untuk mulai bekerja.

 

Tampak Hyejin ada di tengah kerumunan-kerumunan itu. Ia berjalan menuju ke rumahnya yang tinggal ratusan meter lagi dari tempatnya kini. Ia memutuskan untuk berjalan kaki sambil melihat pemandangan langit sore yang sangat indah baginya. Pemandangan ini bagai musim gugur yang selalu ia nantikan. Ia senang berada di tengah-tengan suasana seperti ini.

 

Hyejin menghentikan langkahnya di dekat taman yang kemarin ia kunjungi. Taman yang tiba-tiba jadi taman favoritnya dan di sinilah juga Kyuhyun menyatakan cinta padanya. Hh .. sungguh pengalaman yang sulit diartikan untuk Hyejin. Apalagi seharian tadi di sekolah ia tak melihat namja itu muncul. Kemana dia?

 

“Kau mencariku?”

 

Hyejin terlonjak kaget dengan suara itu. Ia menoleh ke arah suara itu dan melihat Kyuhyun sedang berdiri tepat di sampingnya. Hyejin mengerutkan dahinya. Tapi perkataan Kyuhyun itu seolah Kyuhyun bisa membaca pikirannya.

 

“Sejak kapan kau di sini?” tanya Hyejin.

“Saat kau melihat ke taman itu ..” jawab Kyuhyun.

“Kau mengikutiku?”

“Aniyo .. tidak sengaja saja aku ada di belakangmu dari kampus tadi ..”

 

Hyejin menghela napas pelan. Ia berbalik untuk pergi  melewati Kyuhyun, tapi dengan cepat Kyuhyun menghalangi jalannya. Saat Hyejin berjalan ke kiri, Kyuhyun pun menggeserkan tubuhnya ke kiri. Begitu pula sebaliknya. Hyejin pun menatap Kyuhyun sebal.

 

“Wae?” tanya Kyuhyun seolah tak terjadi apapun.

“Berhentilah untuk mengikutiku ..”

“Jika aku tidak mau, apa yang kau lakukan padaku?” tanya Kyuhyun menantang.

“Tentu saja akan mengusir kau dari hidupku selamanya..” jawan Hyejin degan nada yang tak kalah menantang.

“lalu aku harus memenuhi syarat apa agar aku tetap di sisimu?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

 

Mulut Hyejin seolah terkunci dengan perkataan Kyuhyun itu. Namun Kyuhyun malah tersenyum padanya seolah ia tahu apa yang akan membuat Hyejin tak bisa melawannya lagi. Tapi kenapa Kyuhyun harus berbicara seperti itu? Itu kan sangat aneh di telinganya Hyejin.

 

“Kau tak lupa kan dengan apa yang telah kukatakan padamu?” tanya Kyuhyun kini mulai serius.

 

Hyejin menundukkan wajahnya. Ia tak memberikan respon apapun, tapi bagi Kyuhyun ini sudah menjawab bahwa Hyejin memang tak lupa dengan kejadian itu.

 

“Itu hanya mimpi kan?” tanya Hyejin sambil tertawa garing

“Mwoya? Aku mengumpulkan keberanianku untuk mengatakan aku mencintaimu dan kau hanya menganggap itu mimpi?” tanya Kyuhyun heran.

“Bukan  begitu .. aku hanya ..”

“Aku tidak bercanda. Aku benar-benar memiliki perasaan padamu lebih dari sekedar teman.”

“Oh .. jadi kau benar-benar serius ..” gumam Hyejin mengerti.

 

Kyuhyun menghela napas panjang. Ia menenangkan emosinya melihat Hyejin sedikit polos dengan perkataan itu.

 

“Tapi aku ..”

“Kau bisa menjawabnya besok. Sekarang kau ikut aku ..” ajak Kyuhyun.

 

Tangan kanan Kyuhyun langsung menarik tangan kiri  Hyejin untuk ikut pergi bersamanya ke suatu tempat.

 

“Yak !! kau mau mengajakku kemana?” tanya Hyejin kaget.

“Ke suatu tempat.” Jawab Kyuhyun masih penuh pertanyaan bagi Hyejin.

 

Akhirnya Hyejin hanya menurut saja apa yang dikatakan Kyuhyun. Kedua matanya kini tertuju pada tangan Kyuhyun yang menggenggam erat tangannya. Bahkan tangan itu seperti siap untuk menjaga Hyejin dari segala yang ingin menggangunya.

 

“Kau benar-benar memegang erat tanganku? Tapi kenapa justru aku yang merasakan ragu saat melihatmu .. Kyu, tolong yakinkan aku jika kau memang mencintaiku ..” batin Hyejin.

 

***

 

Kyuhyun dan Hyejin kini sedang duduk di sebuah halaman berumput di tempat yang lebih tinggi untuk melihat bintang yang sangat indah. Bintang-bintang itu tepat berada di hadapan Hyejin dan Kyuhyun, tak ada yang menghalangi pandangan mereka. Ini merupakan pertama kalinya bagi Hyejin melihat bintang dengan puasnya.

 

“Bagaimana menurutmu?” tanya Kyuhyun meminta yeoja di sampingnya.

“Sangat cantik .. Darimana kau tahu ada tempat seperti ini?” tanya Hyejin bingung.

“Aku pernah di ajak ke sini bersama Appaku saat aku masih belum pindah ke Seoul. Tempat ini memang pas untuk melihat bintang.” Jelas Kyuhyun.

“Daebak .. aku seperti berada di kamarku dan kupasang assesoris bintang di langit-langinya. Gomawo telah mengajakku ke tempat yang indah seperti ini ..” ucap Hyejin senang.

 

Kyuhyun mengangguk dan mengalihkan pandangannya kembali ke atas, menikmati bintang-bintang tersebut bersama Hyejin.

 

Sementara itu, tiba-tiba Hyejin teringat akan sesuatu. Wajahnya yang semula terlihat bahagia kini terlihat khawatir. Ya .. semua keindahan yang disajikan alam tetap saja membuat masalahnya muncul lagi.

 

“Hubunganmu dengan Na Young bagaimana?” tanya Hyejin.

 

Kyuhyun menoleh ke arah Hyejin dengan perasaan  yang terkejut. Hubungan dengan Na Young?

 

“Kami hanya sekedar berteman.”

“Teman? Tapi Na Young begitu mencintaimu.” Kata Hyejin.

“Kau juga begitu kan?” tanya Kyuhyun.

 

Hyejin kembali tak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun. Ia mengalihkan pandangannya dengan cepat ke langit lagi.

 

“Jangan membicarakan tentang aku. Tapi Na Young bagaimana ? Dia sangat mencintaimu dan ia juga tahu kau mencintai dia. Bagaimana jika ia menyangka aku kembali merebut namja yang ia sayangi?”

“Justru Na Younglah yang memintaku untuk mengatakan semuanya padamu .. ia tahu aku menyukaimu dan ia juga tahu kau juga sebenarnya menyukaiku ..” ucap Kyuhyun enteng.

“Mwoya?” tanya Hyejin

“Mwoya?” tanya Kyuhyun juga heran mendengar pertanyaan itu.

“Apa maksudmu aku menyukaimu? Aku tidak begitu ..” gerutu Hyejin.

“Ya !! aku bisa melihat dengan jelas kau menyukaiku walaupun kau menyangkal juga ..” kata Kyuhyun.

“Aisshh ..”

 

Hyejin mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk tidak meneruskan perkataannya. Namun saat itu ia tersenyum kecil karena malu.

 

“Aku tahu kau sekarang sedang tersenyum. Dan aku semakin yakin, kau memang menyukaiku .” kata Kyuhyun dengan percaya dirinya. Kyuhyun terlihat menyunggingkan senyumannya yang lebar.

“Hentikan !! Kau ingin mati ya terus mengatakan itu padaku ..” kata Hyejin mengancam sekaligus malu.

“Memangnya kau ingin kehilangan aku?”

“MWO?” perkataan Kyuhyun terasa aneh di telinganya.

“Hehe .. “ Kyuhyun malah terkekeh kecil.

“Dari mana kau belajar kata-kata manis seperti itu, hah?” tanya Hyejin tak habis pikir.

 

Hyejin terkekeh pelan begitu pun dengan Kyuhyun. Mereka lalu memfokuskan kembali pandangan mereka ke arah langit yang masih menyediakan pemandangan indah di sana. Mereka terpaku sebentar dan hanyut dalam keindahan langit malam. Tiba-tiba Kyuhyun menyandarkan kepala di bahu Hyejin. Ia tersenyum, tapi Hyejin malah menatapnya tak mengerti.

 

“Apa sekarang kita sudah menjadi sepasang kekasih?” tanya Kyuhyun.

 

Hyejin terdiam tak bisa menjawab pertanyaan itu. Jujur saja, masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia masih belum sepenuhnya yakin ingin mengambil keputusan itu.

 

“Aku tahu sebagai temanmu yang pernah mengkhianatimu, tidak mudah menerimaku kembali. Aku akan menunggu sampai kau mau ..”

“Bukankah kau menyukai Na Young, lalu kenapa dengan mudahnya kau menyukaiku?” tanya Hyejin menganti topik pembicaraan ke lebih serius lagi.

“Mollayo .. tapi bukankah kita telah saling mengenal sebelumnya. Mungkin hal itu yang sekarang jadi bermakna bagiku.” Jawab Kyuhyun.

“Jinja?” Hyejin tak yakin

“Tentu saja .. bahkan jika aku sedang bersama Na Young aku selalu khawatir denganmu ..” kata Kyuhyun sewot.

“haha .. ne aku mengerti ..” kata Hyejin tertawa.

 

Hyejin menatap Kyuhyun yang masih bersandar di bahunya. Ia tersenyum dan mulai yakin ia akan memilih namja ini. Memang sudah seharusnya bukan? Ia juga harus ingat, bahwa ia mencintai Kyuhyun pula.

 

“Kyu, boleh aku memberi jawaban sekarang?” tanya Hyejin.

 

Kyuhyun langsung bangun dari sandarannya dan duduk menghadap Hyejin dengan wajah yang begitu antusias.

 

“Tentu saja. Aku malah akan senang jika kau memberiku jawaban secepatnya.” Kata Kyuhyun senang.

“Aku harap jawaban ini tidak akan mengecewakanmu ..”

“Apa itu buruk ?” tanya Kyuhyun mulai takut

“Kau dengarkan aku dulu ..”

“Baiklah ..”

 

Hyejin menarik napas panjang untuk mempersiapkan dirinya mengatakan suatu jawaban yang penting. Kyuhyun masih menunggu.

 

“Kau benar, aku memang menyukaimu sudah lama. Bahkan aku sangat kecewa saat kau memilih Na Young. Tapi saat kau kembali aku begitu senang. Dan aku mau ..”

 

Tiba-tiba handphone Kyuhyun berbunyi. Kyuhyun merogoh sakunya dan meminta izin untuk menjawab panggilan yang teryata dari Dongsuk. Hyejin mengangguk mempersilahkan. Tapi sangat terlihat Hyejin sedikit berat karena di saat ia akan menjawab perasaan Kyuhyun padanya.

 

“Yeoboseyo  …”

“…”

“MWO? Na Young sakit?” Kyuhyun terkejut mendengar perkataan Dongsuk dari sambungan telepon.

“…”

“Arraseo .. aku akan kesana ..” kata Kyuhyun terlihat khawatir.

 

Kyuhyun mengakhiri panggilan itu. Ia melihat Hyejin menatapnya khawatir setelah yeoja itu mendengar bahwa Na Young sakit.

 

“Wae?” tanya Hyejin

“Na Young sakit dan mengurung diri lagi di kamarnya. Aku harus segera ke sana. Kau mau ikut?” tanya Kyuhyun

“Aniyo .. aku mungkin akan lebih merusak keadaan jika aku bertemu Na Young. Lebih baik jangan.” Kata Hyejin sambil tersenyum pahit.

“Arraseo .. Aku akan menghubungi nanti. Mianhae ..” kata Kyuhyun.

“Oh .. ne ..” kata Hyejin lemah.

 

Kyuhyun mengusap puncak kepala Hyejin dan ia segera pergi meninggalkan Hyejin yang masih di sana. Hyejin menatap kepergian Kyuhyun dengan tatapan yang nanar.

 

“Padahal aku ingin menerima cintamu, Kyuhyun-ah ..” batin Hyejin sakit.

 

To Be Continue …

 

whaaa .. gimana masih buat kamu penasaran?? yuk berikan komentarnya yaaaa biar authos semangat nih !! .. mungkin ini tinggal 1 part lagi hehe ..

gamsahamnidaaa 😀

 

Advertisements

One thought on “[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 12.

  1. Yakkk author!! Ffnya kurang panjang!! Nunggu sampe lumutan nihh ff gmna part slnjtnya malah pendek.. panjangin lg dong ffnya!!
    Kecewa sm kyuhyun-.- pdhal Hyejin mau nerima dy!!! Aiiissshhh!!!! #greget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s