[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 11

Title: Can You Choose Me , Cho Kyuhyun ? No ?

Author : Erva Fitria

FB : Erva CK Fitria

Cast : Cho Kyuhyun

Park Hyejin

Kim Na Young

Genre: Romance, Friendship, Sad.

Length: Series

Rated: PG-15

 

This FF is Mine .. !! sorry for typo 😛

 

RCL sangat dibutuhkan ..

 

 

Happy Reading ^^

 

 

Sebelumnya…

|| Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 || Part 5 || Part 6 || Part 7 || Part 8 || Part 9 || Part 10 ||

 

 

 

‘Kenapa kau selalu lupa membawa payung? Pakailah ini.’. Hyejin mengambil payung itu lalu menoleh ke kanan dan kiri untuk melihat siapa yang menyimpan payung ini di dekatnya. Ia penasaran siapa yang meminjamkan payung ini untuknya.

 

“Tidak mungkin jika itu adalah Kyuhyun. Bukankah dia sudah kuperingatkan untuk tidak mendekat dulu. Apa mungkin Kay?” pikir Hyejin.

 

Hyejin hanya menggeleng dan membuka payung itu. Ia lalu berlari menembus hujan bersama payung itu menuju ke rumah. Tanpa disadari Hyejin seseorang tak jauh dari sana, tersenyum kecil.

 

***

 

Kay berdiri di depan sebuah papan pemberitahuan. Sebuah pengumuman beasiswa ke luar negeri menjadi sangat menarik bagi dirinya. Apalagi di sana beasiswa itu untuk dua orang yang beruntung. Jadi terlintas di otak Kay, bagaimana jika dia dan Hyejin ikut tes beasiswa itu dan pergi bersama dari kampus ini. Denagn begini tak ada alasan bagi Hyejin utnuk tetap diam di sini.

 

“Kau sedang melihat apa?” tanya Hyejin yang tiba-tiba ada di samping Kay.

“kebetulan sekali kau ada di sini. Lihat pengumuman ini. Ada beasiswa ke luar negeri lagi. Apa kau tertarik mengikutinya bersamaku?” tanya Kay.

 

Hyejin membaca selembar pengumuman yang ada di sana. Beasiswa ke Italia. Ini cukup menarik bagi Hyejin, tapi entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya sehingga membuatnya sedikit ragu.

 

“Entahlah ..” ucap Hyejin lalu pergi.

 

Kay menatap Hyejin bingung. Kemudian ia berjalan menyusul Hyejin.

 

“Ada apa Hyejin-ah. Ini kan mimpimu?” tanya Kay berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Hyejin.

“Aku tidak tahu. Aku tak yakin juga bisa mendapatkan beasiswa itu.”

“Ayolah, Hyejin .. ini kesempatan yang langka untuk kita bisa pergi bersama.” Kata Kay berusaha menyakinkan Hyejin untuk ikut.

“Kita?”

“Ne .. beasiswa itu untuk dua orang.”

 

Hyejin menghentikan langkahnya lalu berpikir sebentar. Rasanya berat juga. Tesnya pasti akan sulit sekali. Lagipula, eommanya akan tinggal sendiri jika ia pergi nanti.

 

“Hyejin-ah, kita coba saja dulu. Jika kita berhasil, kita akan meninggalkan kampus ini ..” Kay menatap Hyejin dengan tatapan memohon.

 

Hyejin melihat ke arah Kay. Ada sesuatu yang mengigatkan Hyejin pada Kyuhyun saat Kay bilang meninggalkan kampus ini. Jika dia pergi, dia akan meninggalkan orang-orang yang benci padanya, orang yang menyakitinya, dan itu termasuk Kyuhyun. Tapi apa ia sanggup meninggalkan Kyuhyun dengan perasaan yang belum saja hilang walaupun Kyuhyun sudah menyakitinya?

 

“Kau mau kan?” tanya Kay

“Baiklah, kita coba ..”

 

Kay tersenyum senang.

 

“Itulah Hyejin yang aku kenal ..” ucap Kay

Hyejin tersenyum. Tiba-tiba ia ingat sesuatu. Payung kemarin yang ia temukan di lantai, pasti punya Kay. Hyejin merogoh tasnya dan mengeluarkan payung itu.

 

“Ini .. terima kasih ..” ucap Hyejin.

“Apa itu?”

“Payungmu ..”

“Payungku? Itu bukan punyaku” kata Kay.

“Oh jadi bukan kau ya? Lalu punya siapa ini?” tanya Hyejin.

 

Kay mengangkat kedua bahunya. Ia juga tidak tahu.

 

***

 

Hyejin dan Kay sampai di lantai tiga. Di sana sudah ada Kyuhyun yang sedang menunggu mereka datang, tepatnya ia menunggu Hyejin. Saat Hyejin dan Kay muncul, Kyuhyun langsung datang menghampiri mereka sehingga membuat suasana jadi serius.

 

“Hyejin-ah, bisa kita bicara sebentar ..” kata Kyuhyun.

“shireo .. mian ..” kata Hyejin.

 

Hyejin lalu pergi menghindar secepat mungkin, tapi Kyuhyun menahan tangan Hyejin untuk pergi. Sehingga membuat Kay mengerutkan alis.

 

“Hey, jangan menyentuhnya seperti itu .. Hyejin bilang tidak mau apa kau tidak mendengarnya?” kata Kay.

“Diam kau !! aku tidak ada urusannya denganmu” kata Kyuhyun pada Kay.

“Mwo? Semua yang berhubungan dengan Hyejin adalah urusanku. Aku yang sekarang menjaganya.” Kay memegang tangan Hyejin yang dipegang juga oleh Kyuhyun.

 

Kyuhyun berusaha untuk tak peduli, ia mengalihkan pandangannya pada Hyejin.

 

“kumohon Hyejin-ah, kemarin itu bukan aku yang melakukan ..”

“Iya , tapi kau yang menjebaknya.” Timpal Kay dengan tatapan tajam ke arah Kyuhyun.

“Kubilang kau diam saja !”balas Kyuhyun.

“Aku takkan diam jika kau hanya ingin menyakiti Hyejin. Biarkan dia tenang ..” kata Kay kesal.

“Karena itulah aku di sini untuk menjelaskan semuanya. Aku tidak pernah mau ikut dalam rencana mereka.”

“Kalau begitu, kenapa kau membiarkan mereka melakukan itu hah?” Tanya Kay dengan nada menantang Kyuhyun untuk berkelahi.

“HENTIKAN !!!!!” Hyejin melepas paksa tangan Kay dan Kyuhyun darinya. Ia mengatur napasnya yang tidak teratur dan menatap kedua namja di depannya dengan tajam.

“Biarkan aku pergi dulu baru kalian berkelahi. Kalian .. saling membunuhlah !! aku muak dengan kalian semua ..”

 

Hyejin berbalik pergi dengan secepatnya. Ia tak kuat mendengar ocehan-ocehan mereka yang kekanak-kanakan itu. Sampai kapan ia harus berada dalam situasi yang rumit ini???

 

“Lihat apa yang kau lakukan !!” kata Kay protes.

“Kau pikir ini murni kesalahanku ? Jika kau tidak ikut campur pasti takkan seperti ini. Lain kali biasakanlah untuk tak mencampuri urusanku !” kata Kyuhyun melawan.

“Aku hanya tak ingin satupun menyakiti Hyejin lagi ..” kata Kay.

 

Kay berbalik untuk pergi menyusul Hyejin.

 

“Apa kau menyukai Hyejin?” tanya Kyuhyun dengan kening yang berkerut.

 

Kay menghentikan langkahnya sebentar. Tangannya mengepal keras namun ia kembali menenangkan hatinya. Ia berjalan kembali tak mempedulikan pertanyaan Kyuhyun itu.

 

***

 

Hyejin membuka menghampiri lokernya untuk menyimpan sepatu olahraga yang ia pakai. Namun saat ia hendak membuka pintu lokernya, ada sebuah surat kecil tertempel di sana.  Hyejin mencabut surat itu yang berisi kata maaf. Ia menoleh ke kanan ke kiri, mencari siapa yang menempel surat ini. Tapi Hyejin sudah curiga jika yang melakukan ini adalah Kyuhyun. Siapa lagi orang yang sedang berusaha keras meminta maaf padanya.

 

Hyejin membuka lokernya dan menyimpan sepatu yang ia bawa ke dalamnya. Saat ia menutup kembali pintu loker itu, tiba-tiba ada Na Young di sampingnya sedang membuka pintu lokernya juga. Hyejin berusaha menahan rasa terkejutnya. Ia mengunci lokernya secepat mungkin untuk pergi. Namun baru beberapa langkah Hyejin berjalan menjauh dari Na Young, Na Young memanggilnya.

 

“Hyejin-ah ..”

 

Hyejin menghentikan langkahnya. Ia berbalik perlahan karena tak yakin ada seseorang yang memanggilnya. Ia melihat ke arah Na Young yang masih sibuk menyimpan buku di loker.

 

“Kau memanggilku?” tanya Hyejin dengan wajah sedikit heran.

“Apa namamu sudah berubah?” tanya Na Young masih sibuk dengan aktivitasnya.

“Sangat mengherankan sekali kau memanggilku. Apa ada rencana lain?” tanya Hyejin sambil tersenyum miring.

 

Na Young menutup pintu lokernya. Ia menoleh ke arah Hyejin. Entahlah, saat itu Hyejin tak bisa menebak apa yang diekspresikan wajah Na Young. Antara canggung tapi dingin sekali.

 

“Aku hanya ingin bilang, Kyuhyun tidak terlibat dengan kejadian kemarin. Hal kemarin murni rencanaku. Aku yang sebenarnya mengirim pesan padamu melalui handphone milik Kyuhyun. Jadi jangan salah paham padanya ..” jelas Na Young dingin.

“Daebak .. apa yang sebenarnya kau rencanakan untukku kali ini eoh?”

“Kau pikir aku sedang merencanakan sesuatu padamu, hah?” tanya Na Young sedikit tersinggung.

“Ne. Kau pikir apa yang bisa kau lakukan padaku selain membuatku menderita? Itu kan yang kau mau?”

“Mwo?”

“Kau takkan puas sebelum membalaskan dendamu padaku. Tapi kupikir selama ini kau hanya salah sasaran, bahkan jika kau tahu yang sebenarnya, kau tidak seharusnya melakukan ini padaku. Bahkan aku mungkin tak akan memaafkanmu kali ini jika kau tahu kebenarannya. Walaupun kau nanti harus berlutut di depanku dan disaksikan semua orang yang telah kau buat benci padaku, aku tidak bisa memafkanmu ..” kata Hyejin.

“Hyejin-ah ..” kata Na Young tak sangka Hyejin akan bersikap seperti itu padanya.

“aku selama ini sabar padamu, aku mencoba untuk tetap mementingkan dirimu, karena kesalahanku ini. Tapi sudah cukup aku buang kesabaranku ini. Sia-sia saja sepertinya. Aku lelah harus terus mengemis kata maaf darimu. Mulai sekarang, aku menyerah.” Ucap Hyejin sambil tersenyum.

 

Hyejin lalu pergi meninggalkan Na Young yang terdiam akibat perkataannya yang begitu menusuk hatinya. Melihat Hyejin semakin menjauhinya membuat penyesalan Na Young semakin besar. Apa ini yang dirasakan Hyejin saat tak ada satupun yang mau memaafkannya?

 

***

 

“Hyejin-a … jangan marah padaku ..”

 

Kay mengikuti Hyejin yang ada di depannya. Hyejin terlihat masih mengacuhkan Kay yang sedari tadi berbicara padanya. Ia masih kesal atas kelakuan Kay dan Kyuhyun tadi pagi. Mereka itu baru saja kenal tapi mereka sudh bertengkar. Hh .. memangnya mudah punya masalah itu?

 

“Hyejin-a ..”

“Aku tidak marah. Aku hanya butuh waktu sendiri saja .. pergilah ..” perintah Hyejin.

“Itu berarti kau marah padaku ..”

“Kenapa aku harus marah padamu? Sudah jangan mengikutiku !! ” tanya Hyejin masih berjalan menghindari Kay.

“Hey, apa kau tidak bosan sendiri terus? Jarang-jarang ada orang baik sepertiku yang baik mau menemanimu ..” ucap Kay membuat Hyejin berbalik menatap Kay aneh.

“Wae?” Tanya Kay bingung. “aku memang baik kan?”

“Ishh .. kenapa harus kau yang menemaniku? Kenapa tidak Lee Min Ho atau Song Jong Ki saja?” tanya Hyejin heran.

“Siapa mereka? Apa mereka satu tipe dengan seseorang yang namanya Cho Kyuhyun?” tanya Kay serius.

 

Hyejin menghela napas panjang. Bahkan Kay tak tahu orang-orang yang disebutkan Hyejin adalah siapa? Dia memang hobi tidur sehingga jarang menemukan televisi.

 

“Hyejin, jawab siapa mereka??” tanya Kay memaksa.

“Kau benar-benar tidak tahu?” tanya Hyejin ragu Kay benar-benar tak tahu mereka.

 

Kay menggeleng pelan dengan tampang polosnya.

 

“Mereka itu aktor terkenal, masa kau tidak tahu. Kau ini orang Korea apa bukan?” tanya Hyejin.

“Jinja? Ah .. syukurlah. Ku kira mereka siapa. Hahaha” kata Kay lega.

 

Hyejin menggeleng pelan sambil berdecak lidah melihat Kay. Terkadang seseorang seperti Kay ini sulit sekali ditebak. Tanggapan pertama saat melihat Kay pasti akan berbeda dengan saat kau mengenalnya. Di luar dia terlihat sangat dingin dan keren. Tapi sebenarnya ia punya sesuatu hal yang bisa membuat orang terhibur. Ia memang pintar dalam segala apapun.

 

Hyejin pergi meninggalkan Kay lagi. Kay pun mengikutinya lagi.

 

“Jangan mengikutiku lagi !!!”

“Shireooo .. aku akan tetap di sisimu ..” teriak Kay mengundang perhatian orang-orang di sekitar mereka.

“Aishh . perkataanmu membuatku geli ..” ucap Hyejin ngeri.

 

Kay hanya tertawa melihat tingkah Hyejin. Tak lama kemudian tawanya berubah menjadi senyuman yang teduh. Wanita di depannya selalu membuatnya tersenyum seperti ini. Mungkin inilah yang selama ini Kay rasakan. Alasannya untuk kembali ke Korea dan melindungi sosok yang ia ikuti sekarang.

 

Sementara itu tampak Kyuhyun sedang memperhatikan mereka dari lantai dua. Terlihat ia menghembuskan napas kesal. Ia melihat ke atas mengalihkan pandangan matanya dari dua orang yang cukup membuat hatinya iri.

 

Kenapa ini begitu aneh? ia merasa ia telah kehilangan sesuatu selama ini karena telah ia abaikan.  Ia merindukan Hyejin. Dulu, sebelum semua ini terjadi, seperti itulah Kyuhyun dan Hyejin. Ia sadar saat ia memilih untuk Na Young, ia kehilangan candaan yang sering ia lakukan dengan Hyejin.

 

“Apa ini? Hyejin terlihat bahagia bersama Kay. Tapi kenapa aku harus seperti ini? Kyu, apa kau menyesal telah menyia-nyiakan Hyeji yang dulu butuh bantuanmu, hah??” gumam Kyuhyun pada dirinya sediri.

 

Kyuhyun membalikkan badan agar tidak melihat lagi Kay dan Hyejin yang sedang di lapangan. Namun saat ia berbalik, ia melihat Na Young ada di hadapannya. Wanita itu tersenyum padanya, tapi Kyuhyun malah memalingkan wajah. Ia tak tahu harus berbicara apa saat ada Na Young di sini. Lagipula ia masih merasa kecewa.

 

Na Young mendekat ke arah Kyuhyun dan berdiri di samping. Namun ia menatap keluar jendela melihat apa yang sebenarnya sedang Kyuhyun perhatikan sedari tadi. Kedua mata Na Young melihat Hyejin dan Kay sedang saling mengejar di lapangan, mereka terlihat sedang bersenang-senang.

 

“Hyejin, ya?” tanya Na Young.

 

Mata Kyuhyun melirik Na Young sebentar. Tapi tak ada satu katapun yang terlontar dari mulutnya.

 

“Sepertinya dia sudah sangat berarti bagimu. Bagaimana cara kau melindunginya kemarin begitu jelas di mataku bahwa kau menaruh perhatian padanya. Bahkan saat ada aku kau masih mencari Hyejin. Bagaimana dia menurutmu?” tanya Na Young menatap Kyuhyun.

 

Kyuhyun diam. Ia belum menjawab pertanyaan Na Young itu padahal Na Young berharap Kyuhyun akan menjawabnya.

 

“Jika kau tidak mau menjawab ..”

“Dia sangat baik dan tulus. Ia tetap menganggapmu sahabatnya walaupun beberapa kali kau menyakiti hatinya.” Jawab Kyuhyun akhirnya.

“Begitu ya. Hmm .. dia masih tak berubah ..” kata Na Young sedikit menekuk wajahnya. Sebuah senyuman miris pun terbentuk di wajahnya yang cantik itu.

 

Kyuhyun menoleh ke arah Na Young menatap yeoja itu. Ia melihat linangan air mata jatuh di wajah Na Young. Ia tak mengerti kenapa tiba-tiba Na Young menangis. Kyuhyun kini bingung harus melakukan apa. Ia ingin bertanya keadaannya, tapi ia juga masih belum mau berbicara dengan Na Young.

 

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun sedingin mungkin, walaupun kekhawatiran terlihat di wajah Kyuhyun.

“Aniyo .. naneun gwaenchana. Maaf aku cengeng sekali.”

“Jelas sekali kau menangis. Tak mungkin jika tanpa alasan ..”

 

Na Young mengangkat wajahnya. Kini ia tersenyum lebih tenang untuk menyembunyikan rasa sedihnya.

 

“Aku hanya merasa, semakin lama aku kehilangan satu-persatu orang yang aku sayangi. Kyuhyun-ah, kau mungkin harus segera mengutarakan perasaanmu padanya. Aku tahu kau sebenarnya mencintai Hyejin. Segeralah, karena Kay juga mencintai Hyejin ..” ucap Na Young.

 

Na Young tersenyum pada Kyuhyun sebelum ia pergi. Sementara Kyuhyun tak mengerti kenapa Na Young mengatakan ini padanya. Bukankah dia yang paling tak ingin Kyuhyun untuk dekat dengan Hyejin. tapi kenapa sekarang berubah? Tapi dari semua perkataan Na Young ada dua maksud yang ia tangkap. Satu, ia mencintai Hyejin, walaupun Kyuhyun pun masih ragu. Kedua, Kay mencintai Hyejin. Benarkah?

 

 

***

 

Hyejin berjalan sendirian menuju ke rumah. Ia menatap ke langit yang mulai berwarna jingga karena matahari akan segera tenggelam. Ia melihat di sekitarnya hanya ada sedikit orang berlalu lalang baik itu berjalan kaki maupun dengan kendaraannya. Hh .. rasanya lelah sekali di kampus tadi.

 

Hyejin mengurungkan niatnya untuk pulang langsung. Ia melihat sebuah taman kota kecil yang mengundangnya untuk beristirahat sebentar di sana. Taman itu terlihat sangat indah dengan air mancur yang airnya memantulkan cahaya matahri juga lampu taman yang sudah menyala. Sebuah kursi katu berukuran panjang semakin membuat Hyejin untuk segera duduk di sana.

 

Hyejin menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia menghirup napas menikmati udara segar di sana. Dengan suasana yang cukup nyaman dan tenang membuat rasa lelahnya hilang begitu saja. Mungkin lain kali ia akan mengunjungi taman ini sesering mungkin. Hh .. tapi kenapa justru Hyejin malah ingat dengan Kyuhyun.

 

“Hyejin-ah ..”

 

Hyejin melihat ke arah suara itu. Tiba-tiba Hyejin terkejut melihat Kyuhyun sudah duduk di sampingnya. Tapi apa mungkin ini hanya mimpi? Ini pasti hanya khayalan seperti di padang pasir.

 

“Aigoo .. apa karena aku terus memikirkannya sehingga dia terus terbayang di otakku? Aisshh ..” runtuk Hyejin sambil menutup matanya berusaha menghilangkan semua bayangan Kyuhyun di otaknya.

“Mwonde? Ini aku Kyuhyun .. aku benar-benar Kyuhyun” kata Kyuhyun.

 

Hyejin menganga menyadari Kyuhyun benar-benar ada di depannya. Ia lalu menutup mulutnya karena telah kelepasan berbicara. Tapi ia malah melihat Kyuhyun tersenyum kecil terhadapnya.

 

“Apa yang kau tertawakan?” tanya Hyejin sambil membuang muka, menyembunyikan rasa malunya.

“Aniyo .. aku baru tahu kau terus memikirkan aku. Aku jadi malu mendengarnya.” Ucap Kyuhyun menahan tawanya.

Hyejin menghela napas. “Darimana kau tahu aku di sini dan kenapa kau tiba-tiba muncul?”

“Aku mengikutimu ..”

“kenapa kau mengikutiku? Aku tidak suka ..”

“Aku tidak tahu bagaimana cara berbicara dengamu. Jadi aku mengikutimu saja. Kau pun selalu bersama Kay, jadi aku mencari waktu yang tepat untuk bisa berbicara denganmu” jelas Kyuhyun.

 

Hyejin melirik ke arah Kyuhyun sebentar. Ia tidak tahu bahwa kesungguhan Kyuhyun sampai seperti ini. Padahal Kyuhyun yang selalu membela Na Young dan membela Na Young walaupun namja ini tahu Na Young salah paham. Tapi kenapa malah sekarag ia bersikeras meminta maaf padanya? Ia harusnya ada di pihak Na Young.

 

“Aku tidak apa-apa Kyuhyun-ah.”

“Mwo?” tanya Kyuhyun

“Aku tahu kau pasti ingin aku menjelaskan tentang saat di lapangan itu bukan?”, Hyejin tersenyum kecil. “Aku tidak akan menyalahkan siapapun, aku sudah terbiasa dengan itu. Seperti makanan sehari-hari saja ..” jelas Hyejin.

“Tapi kenapa kau harus menjauhiku?”

“aku tidak menjauhimu. Hanya saja aku sedang ingin sendiri saja. Jadi biarkan aku sendiri ..” Hyejin menoleh ke arah Kyuhyun yang masih menatapnya serius.

 

Kyuhyun menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi untuk mencerna apa yang dikatakan Hyejin saat ini.

 

“Kau benar-benar ingin aku lenyap dari pandanganmu?”

 

Hyejin menggeleng lemah. Ia menunduk sambil menghempaskan napas yang panjang. Rasanya sulit baginya untuk mengatakan hal ini juga. Satu sisi ia ingin menjauh dari Kyuhyun, tapi perasaan justru menolak untuk melakukan itu.

 

“Hanya menjaga jarak untuk menjaga perasaan Na Young”

“kenapa hanya Na Young yang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun dengan nada yang sedikit kesal.

 

Hyejin menatap Kyuhyun tak mengerti. Kenapa Kyuhyun harus bertanya tentang jawaban yang jelas ia sudah tahu jawabannya?

 

“Walaupun Na Young sudah tdak menganggapku sahabat, tapi aku ..”

“Hentikan memikirkan dia. Saatnya kau memikirkan perasaanmu sendiri. Sampai kapan kau akan terus menerima hal-hal yang justru membuatmu sedih?” tanya Kyuhyun tak mengerti dengan sikap Hyejin yang seperti itu.

“Ada denganmu? Bukan kah kau yang selalu ada untuk Na Young? Kenapa justru sekarang kau yang malah ingin aku tidak memikirkannya?”

“Aku hanya ingin kau mulai memikirkan dirimu. Kau jangan terus ingin membuat Na Young bahagia sementara kau sendiri seperti ini.”

 

Hyejin menatap Kyuhyun serius. Ia lalu mengganguk cepat mengerti maksud Kyuhyun padanya.

 

“Baiklah .. kalau memang itu maumu aku memang takkan mempedulikan Na Young lagi. Aku akan memikirkan hidupku seolah tak ada satu masalah pun sekarang.”

 

Hyejin pergi dari hadapan Kyuhyun. Kyuhyun memutar badannya mengikuti arah kepergian Hyejin. Kini dia merasakan rasa sedih melihat Hyejin seperti itu padanya. Namun tak lama kemudian Hyejin berbalik dan menghampiri Kyuhyun kembali. Ia membuka tasnya dan memberikan sebuah payung.

 

“Terima kasih. Tapi kau tak perlu seperti ini lagi ..” kata Hyejin.

“Mwo?” Kyuhyun menatap penuh pertanyaan.

“Aku tahu kau hanya ingin meminjami aku payung. Tapi sebaiknya jangan lagi nanti, aku tidak akan lupa lagi untuk membawa itu. Terima kasih ..”

“Tapi ini bukan milikku ..” kata Kyuhyun.

“Jadi milik siapa?” tanya Hyejin bingung.

“Ini milik Na Young” Jawab Kyuhyun. Ia pernah melihat Na Young membawa payung yang sama seperti ini.

 

Hyejin berpikir sebentar. Tapi ia berusaha tak peduli.

 

“Kalau begitu tolong kataan padanya, terima kasih pada payungnya” ucap Hyejin begitu saja.

 

Hyejin kembali berbalik untuk pergi. Terlihat ia sangat terkejut tadi saat Kyuhyun mengatakan bahwa payung itu adalah milik Na Young. Tapi kenapa Na Young sengaja memberikan payung itu untuknya? Akh .. ini sangat membingungkan untuknya.

 

“Hyejin-ah …” Kyuhyun memanggil.

 

Hyejin menoleh sebentar tapi ia kembali berjalan untuk segera pulang.

 

“Berhenti di sana. Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu ..” kata Kyuhyun.

“Kita bicara besok saja ..” kata Hyejin.

 

Hyejin meneruskan langkahnya. Ia tak mau melihat ke belakang. Ia harus pulang dan melupakan semuanya.

 

“Hyejin-ah .. biasakah kau dengar aku dahulu !!!” kaya Kyuhyun berteriak.

“Mwonde???” Hyejin berbalik dengan kesal.

“AKU MERINDUKAN SEMUA YANG TELAH KITA LAKUKAN !!” Ucap Kyuhyun dengan cukup cepat

“Mwo?” kini Hyejin sedikit terdiam.

“Mianhae .. tapi aku tidak akan berbicara lama denganmu, dan aku tidak mau menunggu sampai besok ..”

“apa maksudmu?” tanya Hyejin dengan sisa-sisa suaranya

“Aku menyesal karena aku tidak memilihmu sedari awal. Aku telah kehilangan seseorang yang justri selama ini membuatku merasa bahagia. Maafkan aku Hyejin..”

“Aku .. mencintaimu ..” lanjut Kyuhyun menatap Hyejin dalam.

 

Hyejin terkejut dengan pernyataan itu. Tubuhnya seakan lemas, tapi ia masih bisa menahan tubuhnya untuk tetap berdiri di sana. Kemudian Hyejin berlari secepat mungkin dan segera meninggalkan Kyuhyun sejauh mungkin. Ia berlari dan tahu bagaimana Kyuhyun menatapnya saat ini. Ia tak peduli yang ia pikirkan sekarang adalah pulang ke rumah dan menenangkan segalanya

 

Hyejin berhenti berlari. Ia berjalan menuju ke rumah yang tinggal satu belokan lagi. Tangannya bergerak menyentuh bagian jantungnya merasakan detak jantungnya yang lebih cepat dari sebelum ia mendengar pernyataan Kyuhyun itu. Kyuhyun mencintainya? Akh .. entahlah, satu sisi ia bahagia, satu sisi ia sedikit khawatir.

 

Hyejin berbelok menuju ke rumahnya. Namun ia melihat ada Kay di sana sedang berdiri di depan rumahnya. Untuk apa Kay kesana?

 

Hyejin segera menghampiri Kay yang ada di sana.

 

“Kay ..” Panggil Hyejin.

 

Kay yang sedang menunduk menatap jalan di bawahnya segera menoleh ke arah suara Hyejin yang memanggilnya.  Wajah Kay yang terlihat khawatir tadi, berubah menjadi kelegaan. Ia berjalan menghampiri Hyejin dan saat mereka dalam jarak yang dekat, Kay tiba-tiba memeluknya dengan erat.

 

“Kay. Waeyo?” tanya Hyejin cukup kaget.

“Syukurlah kau tidak apa-apa. Aku mencoba menghubungimu tapi tak bisa. Aku sudah mencarimu kemana-mana tapi aku tidak juga menemukanmu. Karena itulah aku di sini menunggumu sampai kau pulang ..” jelas Kay sangat senang melihat Hyejin.

“Mianhae telah membuatmu khawatir. Tapi kau seharusnya tak seperti in. Aku tak apa-apa. Kau melihatnya juga bukan ?” tanya Hyejin.

“Ne .. aku juga senang kau baik-baik saja ..”

 

Hyejin tersenyum. Pelukan semakin hangat. Tapi kenapa Kay tak juga melepaskan pelukan itu? Rasanya terlihat aneh saat Kay memeluknya seperti ini.

 

“Kay .. aku ingin beristirahat ..”

 

Kay tersadar dari apa yang ia lakukan sekarang. Ia pun melepaskan pelukannya dari Hyejin. mereka tersenyum canggung.

 

“Kalau begitu aku harus masuk ke dalam rumah dulu. Sampai jumpa besok ..” kata Hyejin.

“Ne .. beristirahatlah ..” kata Kay.

 

Hyejin membungkukkan tubuhnya sejenak lalu melangkah pergi menuju ke rumah.

 

“Hyejin ..” panggil Kay.

“Ne?” Hyejin menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kay.

“Jika aku mengatakan sesuatu, apa tidak apa-apa?”

“apa yang ingin au katakan?” tanya Hyejin.

“Aku mencintaimu ..” ucap Kay membuat Hyejin terkejut.

 

Kay langsung melambaikan tangannya lalu pergi begitu saja, menyisakan Hyejin yang terdiam atas perkataan Kay itu. Apa yang Kay katakan? Ia mencintai Hyejin? Juga?

 

To be Continued ..

 

whaa .. gimana nih readersss ?? semakin membuat geretan gak baca FF ini ???? Masih penasaran?? Yuk berikan tanggapan mu untuk FF ini yaaa .. sangat berguna bagi author !!!

 

gamsahamnidaaa ^^

 

Advertisements

2 thoughts on “[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 11

  1. Mwo?
    Eotteokhae? Hyejin dicintai 2pria?
    Beruntungnya dy dicintai Kyuhyun….
    Aku jg suka sm key disini,, key org baik, perhatian, penyayang….
    Nayoung? Apa dy skrg udh sadar klau selama ini dy salah?
    Buat endingnya jgn cpt2 dong thor!! Sad ending or Happy ending nih nntynya? Ngmng2 knp br akhir2 ini ffnya dipost? Lumutan nunggu ff sljtnya, masa udh mau end?-,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s