[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 10.

Title: Can You Choose Me , Cho Kyuhyun ? No ?

Author : Erva Fitria

FB : Erva CK Fitria

Cast : Cho Kyuhyun

Park Hyejin

Kim Na Young

Genre: Romance, Friendship, Sad.

Length: Series

Rated: PG-15

 

This FF is Mine .. !! sorry for typo 😛

 

RCL sangat dibutuhkan ..

 

 

Happy Reading ^^

 

 

Sebelumnya…

|| Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 || Part 5 || Part 6 || Part 7 || Part 8 || Part 9 || 

 

 

“Bagaimana ini?” Tanya Kay bingung.

“Ya sudah, aku sendiri saja menemui Kyuhyun. Lain kali pasti kukenalkan kau pada Kyuhyun.” Kata Hyejin.

“Baiklah .. Bye ..”

 

Kay melangkahkan kakinya menuju ke lantai 5. Sementara itu Hyejin berjalan ke lapangan sesuai yang dijanjikan Kyuhyun padanya. Ia menarik napas panjang menyiapkan dirinya.

 

“Apa yang kira-kira akan dibicarakan Kyuhyun dengannya? Apa sangat penting?” pikir Hyejin.

 

***

 

Kay keluar dengan lift. Ia telah sampai di lantai 5 yang katanya ada seorang dosen yang sedang menunggunya di sana. Kedua tangannya ada di saku celananya sehingga ia berjalan dengan gaya yang cukup keren. Beberapa yeoja melihat ke arahnya tapi ia berusaha untuk tak peduli.

 

Kay melewati sebuah kelas, dan di saat yang bersamaan Kyuhyun keluar dari kelas itu sambil membaca sebuah buku.  Kyuhyun tak sadar Kay melewat di depannya, tapi Kay menghentikan langkahnya melihat Kyuhyun bingung. Setahu dia, Kyuhyun sedang menunggu Hyejin di lapangan bukan? Tapi kenapa namja itu malah ada di sini?

 

“Hey .. kau kyuhyun, kan?” panggil Kay.

 

Kyuhyun menoleh ke belakang. Tatapannya kini tertuju pada Kay. Inilah pertama kalinya bagi mereka saling berhadapan.

 

“Ne, ada apa?” tanya Kyuhyun.

“Bukankah kau sedang janjian dengan Hyejin di lapangan? Kenapa kau malah di sini? Cepat ke sana dia mungkin sedang menunggumu.” Kata Kay.

 

Namun Kay semakin dibingungkan melihat Kyuhyun mengerutkan dahi seperti orang yang tidak tahu apa-apa.

 

“Ada apa?” kini Kay yang melontarkan pertanyaan.

“Katamu Hyejin janjian denganku?” tanya Kyuhyun lagi memastikan ia tak salah dengar.

 

Kay mengangguk tapi sedikit ragu.

 

Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikirannya. Kyuhyun pun berlari sekencang mungkin meninggalkan Kay yang masih dipenuhi pertanyaan.

 

“Ada apa dengannya??”

 

Kay menggeleng heran dan melanjutkan kembali perjalanannnya menuju ke ruangan dosen. Namun baru beberapa detik ia melangkah terbisit suatu perasaan yang buruk padanya. Melihat Kyuhyun yang sepertinya tidak tahu menahu mengenai ini, membuatnya merasa khawatir. Apa akan terjadi sesuatu pada Hyejin?

 

Kay mengurungkan niatnya untuk menemui dosen itu. Ia juga curiga bahwa ia ke sini pun hanya skenario belaka.

 

“Hyejin-ah ..” kata Kay berbalik lalu berlari mencari Hyejin.

 

***

 

Kyuhyun menunggu di depan lift dengan perasaan yang was-was. Sepertinya ada yang menjebak Hyejin dengan menggunakan namanya. Apa ini ada hubungannya degan yang direncanakan Na Young dan Dongsuk kemarin? Jadi mereka benar-benar melakukannya?

 

Kyuhyun melihat lift belum juga datang. Apalagi masih banyak orang yang sedang mengantri juga. Akan sangat lama jika ia harus menunggu lift datang. Akhirnya Kyuhyun pun memutuskan untuk melewati tangga.

 

Ia berlari melewati anak-anak tangga yang cukup banyak itu. Peluhnya berjatuhan karena dari lantai 5 menuju ke lantai 1 itu luar biasa beratnya. Tapi entah kenapa Kyuhyun merasakan dorongan yang kuat untuk menyelamatkan Hyejin dari rencana Dongsuk itu. Ia tak mau Hyejin menderita lagi karena ulah orang-orang yang jahat padanya.

 

“Hyejin .. tolong jangan ke lapangan.”

 

Kyuhyun mencari handphone di tas dan sakunya untuk menghubungi Hyejin agar tidak kesana. Tapi ia tidak menemukannya. Kenapa harus hilang di saat seperti ini? Akhirnya Kyuhyun mempercepat larinya yang tanpa ia sadari mengundang perhatian beberapa orang yang sedang duduk maupun bercanda di tempat yang ia lewati.

 

Sementara itu tampak Hyejin sudah sampai di sisi lapangan. Tapi ia tak menemukan di mana Kyuhyun berada. Ia mengedarkan pandanganya tapi ia tak menemukan Kyuhyun. Hanya lapangan yang kosong. Tapi tumben sekali di sini sangat sepi.

 

“Dimana Kyuhyun?” gumam Hyejin.

 

Hyejin membaca kembali pesan singkat yang di kirim Kyuhyun. Namja itu memintanya untuk menuju ke tengah lapangan. Ia kembali memasukan handphonenya ke saku jaketnya lalu berjalan ke tengah lapangan. Sesampainya di lapangan, Hyejin kembali mencari keberadaan Kyuhyun. Tapi namja itu tak muncul juga. Di mana dia?

 

Tak lama kemudian, Hyejin melihat beberapa orang datang menghampirinya. Ia masih belum bisa melihat dengan jelas siapa yang datang menghampirinya karena mereka cukup jauh darinya. Tapi yang membuatnya semakin tak mengerti karena semakin banyak orang yang datang.

 

Semakin mereka mendekat, ia bisa melihat siapa yang datang. Perasaannya berubah tak tenang melihat orang-orang yang datang itu dipimpin oleh Dongsuk dan Na Young di sebelahnya. Mereka menatap dengan senyuman yang sangat mencurigakan bagi Hyejin. Tapi untuk apa mereka kesini?

 

“Hai, Hyejin-ah ..” sapa Dongsuk.

“Ada apa kalian di sini?” tanya Hyejin was-was.

“Kami di sini atas nama Kyuhyun. Dia memintamu untuk datang ke sini bukan? Nah kami di sini juga atas permintaannya.” Kata Dongsuk.

“Mwo?”

“Kau tidak percaya? Aigoo .. “

 

Beberapa orang di belakang tertawa meremekan. Hyejin sedikit menundukan wajahnya. Ia tahu pasti ada sesuatu hal yang sedang direncanakan Dongsuk dan Na Young sekarang. Tapi kenapa Na Young malah terlihat diam saja dari tadi. Ia seperti tidak bertenaga.

 

“Na Young, ada yang ingin kau bilang?” tanya Dongsuk.

 

Hyejin mengalihkan pandangannya pada Na Young. Terlihat Na Young sejenak menatap Dongsuk bingung. Namun ia menatap pada Hyejin.

 

“Aku, Dongsuk dan teman-teman lainnya ingin memberikan suatu perayaan kecil padamu ..” Na Young menghela napas lalu memasang senyumannya yang sangat ragu.

“Hyejin-ah .. saengil chukkae hamnidaaaa” ucap Dongsuk dan orang-orang di lapangan itu.

 

Hyejin bisa melihat mereka meniup terompet dan memasang topi perayaan ulang tahun. Namun bagi Hyejin semua ini terlihat aneh. Apalagi melihat Na Young yang setengah gemetaran. Tiba-tiba Dongsuk mengaba-ngabakan sesuatu.

 

“HANA .. DUL .. SET .. !!!!”

 

Dongsuk melempar sebuah telur busuk tepat pada kepala Hyejin. Hyejin terkejut. Ia merasakan sedikit sakit di sana. Tangannya memegang kepalanya yang terkena lemparan secara perlahan. Ia mencium bau yang amis telur busk. Tak lama kemudian, puluhan telur busuk menyusul meluncur ke arah Hyejin. Ada juga kantung-kantung plastik berisi air tepat mengarah padanya. Hyejin berusaha melindungi kepalanya dan membiarkan badannya yang terkena lemparan-lemparan. Ia juga mendengar tawaan orang-orang yang begitu puas mengerjainya.

 

“Hentikan .. kumohon .. hentikan ..” pinta Hyejin lirih. Ia menangis sambil terus melindungi dirinya.

 

Hyejin tak tahu harus meminta bantuan pada siapa sekarang. Seakan dunia ini tak menghendaki adanya dirinya di sini. Ia begitu merasakan sendirian saat tak ada satupun yang bisa melindunginya.

 

“Kumohon .. hentikan semua ini !!!” teriak Hyejin di sela-sela isakannya.

 

Tiba-tiba GREP .. Hyejin merasakan seseorang memeluknya dengan erat. Orang itu melindunginya dari lemparan-lemparan yang mengarah padanya. Ia membiarkan tubuhnya yang terkena lemparan itu. Hyejin menoleh ke arah orang itu. Ia terdiam dengan ketidakpercayaan. Orang itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun?

 

“Hyejin menunduklah !!” kata Kyuhyun.

 

Hyejin tak mengatakan apa-apa. Ia hanya diam tak percaya. Semuanya terasa aneh. Apalagi ia melihat Na Young hanya mundur ke belakang dengan ketakutannya.

 

“HENTIKAN !!!!” teriak Kyuhyun.

 

Orang-orang pun mulai menghentikan setiap lemparan mereka ke arah Hyejin dan Kyuhyun. Mereka menatap Kyuhyun heran. Untuk apa dia di sana melindungi Hyejin?

 

Kay datang dengan napas yang sedikit terengah-engah. Ia menarik Hyejin utnuk lepas dari dekapan Kyuhyun. Emosinya memuncak saat ia melihat keadaan Hyejin yang sudah sangat kotor karena apa yang orang-orang lakukan padanya.

 

“APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH??” teriak Kay marah.

 

Semua orang terdiam seperti tak ada yang bisa menjawab pertanyaan dari Kay itu. Ia pun mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun dengan tatapan yang sangat tajam. Tiba-tiba BUG .. sebuah pukulan yang keras mengarah tepat ke arah Kyuhyun. Kyuhyun tersungkur ke tanah.

 

“Apa yang sengaja kau rencanakan? Kau ingin mencelakakan Hyejin? SEBENARNYA KAU MENGANGGAP HYEJIN INI APA??” bentak Kay tak bisa lagi menahan kemarahannya.

 

Kyuhyun masih terduduk di tanah sambil memegangi rahangnya yang sakit karena pukulan keras itu. Ditambah lagi rasa bersalah yang ada di hatinya saat ia melihat Hyejin yang menangis di depannya.

 

“Apa kau benar-benar teman Hyejin atau bukan, hah?”

“Sudahlah Kay .. tolong antar aku pulang ..” pinta Hyejin sambil memegang tangan kiri Kay.

 

Kay melirik ke arah Hyejin. Ia merasakan tangan Hyejin gemetaran di lengannya. Ia mengambil napas panjang dan ia mulai bisa kembali mengendalikan emosinya. Kay membuka jaketnya, dan ia memakaikannya pada Hyejin. Akhirnya mereka pun pergi.

 

Kini tatapan tertuju pada Kyuhyun. Kyuhyun bangkit dan berjalan menghampiri Dongsuk yang masih tak beranjak dari posisinya. Tepat di hadapan Dongsuk, Kyuhyun menatap namja itu tajam.

 

“Apa sekarang kau bisa tertawa puas? Selamat, rencanamu berjalan dengan lancar,” ucap Kyuhyun dingin. Kyuhyun mengambil handphonenya yang ada di saku depan kemeja Dongsuk.

 

Kyuhyun pergi meninggalkan tempat itu dengan jalannya yang lemah. Ia melihat Na Young tak jauh dari tempat itu. Na Young menatap ke arahnya, tapi Kyuhyun mengabaikannya dan tetap melangkah lurus ke depan.

 

***

 

Kyuhyun duduk di kursi di kelasnya dengan lemas. Ia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia menghela napas berat. Semua perasaan menyesal dan sedih memenuhi hatinya.  Bodoh ,, kenapa selama ini ia begitu lemah untuk menjaga Hyejin? Membelanya saja ia tidak bisa. Berarti selama ini ia telah salah memihak.

 

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Terus saja bayangan Hyejin yang menangis yang terus berputar di pikirannya. Orang yang selama ini terus mengerti dirinya dan menerima semua keputusannya, kini telah Kyuhyun sakiti.

 

“AKKHHH ..” Kyuhyun berteriak melepaskan kekesalannya.

 

Sepasang mata Kyuhyun melihat ada Na Young di dekat pintu sambil membawa kompresan di tangannya. Kyuhyun memalingkan wajahnya, tak ingin melihat Na Young. Sementara itu, Na Young sedikit menekuk wajahnya melihat Kyuhyun malah tak mau menatapnya. Namun Na Young tetap masuk ke kelas itu dan duduk di sebelah Kyuhyun. Ia membawa kompresan untuk lebam karena pukulan Kay.

 

“Kau tak apa?” tanya Na Young.

 

Kyuhyun tak menjawabnya. Na Young pun hanya bisa tersenyum pahit. Ia memasukan sebuah lap putih ke dalan air es itu. Setelah lap itu cukup basah dengan air, ia menekan-nekan lap itu pada bagian luka lebam di wajah Kyuhyun. Namun Kyuhyun malah menolak itu. Na Young tetap mau mengobati Kyuhyun, tapi Kyuhyun malah mengambil lap di tangan Na Young dan melemparnya ke depan kelas, Na Young sangat terkejut melihat Kyuhyun begitu marah padanya.

 

“Kyuhyun-ah ..” Na Young menatap khawatir.

“Pergilah ..” kata Kyuhyun.

“Aku hanya ingin mengobatimu ..”

“Jangan dekat denganku. Jangan berbicara lagi padaku ..” kata Kyuhyun.

“Mwo?” lirih Na Young

“Mulai sekarang, aku tidak bisa terus membelamu. Aku tidak mau ada di pihakmu. Seharusnya dari awal aku terus ada di pihak Hyejin, Hyejin yang jelas menceritakan hal yang sebenarnya. Benar-benar bodoh. Cinta benar-benar telah membutakanku …” kata Kyuhyun.

“Kau mencintaiku? “tanya Na Young.

“Ne, awalnya. Tapi aku sadar, aku tidak akan mungkin mencintai seorang monster, sepertimu. Aku menyesal atas perasaanku. Mianhae, aku tidak bisa menepati janjiku padamu ..” ucap Kyuhyun.

 

Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Na Young di sana. Namun Na Young menangis melihat Kyuhyun kini tak ada lagi untuknya.

 

“Mianhae .. jeongmal mianhae ..” isak Na Young

 

***

 

Malam telah tiba. Burung-burung tampak berterbangan menuju ke sarangnya masing-masing. Langit telah membiru cukup gelap dan matahari sudah tenggelam 30 menit yang lalu. Tampak Kay sedang duduk di ayunan bangku panjang di halaman rumah Hyejin. Ia menunggu Hyejin di sana yang sedang berada di dalam rumahnya. Tak lama kemudian tampak Hyejin keluar dari pintu belakang dengan dua gelas coklat panas.

 

Kay tersenyum ke arah Hyejin begitu pula dengan yeoja itu. Ia melihat Hyejin datang menghampirinya lalu duduk di sebelahnya. Hyejin memberikan segelas coklat panas itu pada Kay. Rasanya sangat enak di waktu yang sangat dingin ini.

 

“Gamsahamnida..” ucap Kay.

“Cheonma ..” jawab Hyejin.

 

Mereka menyeruput minuman hangat itu. Bagian tubuh mereka terasa hangat seiring cairan itu masuk ke dalam tubuh mereka.

 

“Bagaimana dengan keadaanmu?” Tanya Kay

“keadaan apa? tidak ada yang terjadi apa-apa denganku.” Kata Hyejin.

“Hyejin-ah ..” kata Kay, ia tahu bahwa Hyejin hanya menyangkal apa yang terjadi padanya.

“Mian .. mungkin memang lebih baik aku tidak mengingatnya. Sesuatu yang memalukan terjadi pada ulang tahunku yang berharga. Hhh .. ini sepertinya ulang tahun terbaik dalam hidupku. Hahaha ..” Hyejin tertawa terpaksa. Tapi ia sedang berusaha menghibur dirinya.

 

Kay menatap Hyejin dengan nanar. Kenapa Hyejin harus terlihat baik-baik saja di saat semuanya terus saja melawannya? Kalau Kay jadi dia, dia pasti akan membunuh orang-orang yang membullynya saat tengah malam.

 

“Bagaimana bisa Kyuhyun melakukan itu padamu? Kau itu temannya kan?” Kay tertawa heran.

“Kurasa dia tidak terlibat apapun dengan hal tadi” kata Hyejin

“Bagaimana jika itu hanya rencana dari Kyuhyun agar kau tidak menyalahkannya? Kyuhyun itu tidak bodoh. Dia pasti memang telah merencanakan hal ini dengan matang. Kau jangan percaya lagi padanya.” Kata Kay.

 

Hyejin diam memikirkan perkataan Kay itu. Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan Kay. Apalagi Kyuhyun juga sedang bersama kelompok itu saat ini. Selain itu, Kyuhyun sendiri yang mengirim pesan singkat itu. Tapi apakah Hyejin harus percaya secepat ini kalau Kyuhyun memang yang sengaja melakukan hal itu?

 

“Lebih baik kau pindah saja. Percuma kau terus meneruskan kuliahmu jika kau menderita juga. Lagipula untuk apa kau mau tetap di sana sedangkan orang-orangnya bodoh semua. Jika kau mau pindah, aku akan ikut denganmu ..” kata Kay.

 

Hyejin menatap ke arah Kay. Ia menghela napas lalu tersenyum. Ia mengerti, Kay pasti hanya ingin melindunginya.

 

“Aniyo ..”

“Wae?” Tanya Kay heran.

“Untuk apa aku pergi, kalau memang aku melakukan hal yang benar. Jika aku pergi, aku hanya lari dari masalah. Dan orang-orang akan semakin puas menertawakanku.” Jelas Hyejin dengan senyumannya yang tipis itu.

“Kau serius tidak akan pindah sekolah?” tanya Kay lagi.

Hyejin mengangguk. “Ne .. “

 

Kay tersenyum menerima keputusan Hyejin. Setidaknya dia harus menghargai kemauan Hyejin untuk tetap di kampus itu. Tiba-tiba Kay ingat sesuatu.

 

“Hyejin-ah, kau bisa tunggu aku di sini?” tanya Kay.

“kau mau pergi?” tanya Hyejin.

“Ne ..” Kay tersenyum.

“Eodiseo?”

“Suatu tempat. Tunggulah jangan kemana-mana ..”

 

Hyejin menganggukan kepalanya. Akhirnya Kay pergi ke tempat yang tergambar di ootaknya. Ia berlari dengan cepat seperti tidak mau kehilangan moment ini.

 

Sementara Hyejin masih duduk di ayunan itu. Ia tersenyum melihat Kay yang tetap ada untuknya. Rasanya ia ingin terus berterimakasih pada Kay yang terus ada di sampingnya walaupun Kay datang sedikit terlambat.

 

“Kay .. apa yang membuatmu baik padaku?” tanya Hyejin lirih.

 

Tiba-tiba handphone Hyejin berbunyi. Hyejin melihat nama yang tampil di layar handphonenya. Perasaannya mulai tak menentu ketika nama Kyuhyun muncul di sana. Kyuhyun menelpon Hyejin, tapi Hyejin bingung untuk mengangkatnya atau tidak. Namun terlalu lama Hyejin tak mengangkatnya, akhirnya panggilan itu berakhir. Ada sedikit penyesalan pada diri Hyejin. Tapi mungkin ini lebih baik.

 

Tak lama kemudian, sebuah pesan singkat masuk di handphonenya. Hyejin membuka pesan yang ternyata juga dari Kyuhyun. Jantungnya berdebar tatkala ia menekan tombol untuk membuka pesan itu.

 

From : Cho Kyuhyun

Hyejin-ah , kenapa kau tidak menjawab panggilanku? Aku tahu kau kecewa, tapi bisakah kita bicara sebentar? Mianhae …

 

Hyejin menatap pesan itu nanar. Kemudian ia menghela napasnya dan mengabaikan pesan itu. Untuk saat ini ia tak ingin membahas apapun mengenai Kyuhyun. Masih banyak hal yang harus ia pikirkan selain itu.

 

“Hyejin-ah ..” panggil seseorang.

 

Hyejin mendongak ke arah suara di depanya. Ia terdiam melihat Kay datang dengan sesuatu yang mengejutkan. Di tangannya ada sebuah kue ulang tahun dan lilin yang menyala di atas kue itu. Ia melihat Kay tersenyum ke arahnya lalu melantunkan lagu ulang tahun untuknya.

 

“Saengil chukkae hamnida .. saengil chukkae hamnida ..” kata Kay sambil menggerak-gerakkannya kepalanya seperti anak kecil.

 

Hyejin bangkit dari ayunan itu. Ia mendekat ke arah Kay masih dengan perasaan yang campur aduk. Ia melihat lilin di atas kue itu. Ia terharu melihat apa yang dilakukan Kay saat ini. Sebuah perayaan kecil yang amat sederhana dan indah. Perayaan kecil ini lebih dari ia harapkan di ulang tahunnya.

 

“Untunglah, toko kuenya masih buka ..” ucap Kay setelah selesai menyanyikan lagu ulang tahun untuk Hyejin.

“Kau sengaja melakukan ini?” tanya Hyejin dengan perasaan terharu yang tak bisa ia sembunyikan. Airmatanya kembali mengalir ke wajahnya.

“Hey jangan menangis. Aku sudah membayar mahal untuk ini” kata Kay masih dengan nada bercanda.

“Menyebalkan .. kenapa kau membuat ulang tahunku yang indah menjadi buruk seperti ini !!!” ucap Hyejin kini dengan isakan di sela-sela perkataannya.

 

Hyejin benar-benar tak mampu untuk mengatakan apapun lagi. Ada suatu kebahagiaan kecil yang bisa ia rasakan. Tapi itu akan sangat berkesan untuknya.

 

“Gomawo, Kay-a .. Jeongmal gomawo ..” ucap Hyejin. Punggung tangannya ia gunakan untuk menampung airmatanya yang terus mengalir.

 

Kay menatap Hyejin. Ia tersenyum haru. Entah kenapa ia juga tak bisa menahan airmata harunya untuk keluar, saat airmatanya hendak turun, Kay mendongak ke atas dan berusaha untuk terlihat baik-baik saja.

 

“Ahh .. bintangnya indah sekali ..” ucap Kay. Namun jujur saja Kay bahagia bisa mempersembahkan sesuatu hal yang berarti untuk Hyejin. Ia senang Hyejin menyukai kejutannya.

 

***

 

Kay sedang duduk di depan komputernya. Ia membuka e-mail sambil melakukan chatting dengan temannya yang ada di Jepang. Tiba-tiba tatapannya kini tertuju pada chattingannya dulu sekali bersama Ji Hoon saat ia sudah ada di Jepang. Ia membuka jendela chatnya bersama Ji Hoon dan kembali membacanya.

 

Saat membaca obrolan mereka di sana, membuat Kay jadi merindukan sosok Ji Hoon yang menyenangkan baginya. Ia menyesal saat ia di Jepang, ia tak bisa pulang untuk mengantar Ji Hoon ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Satu pesan yang paling diingat Kay dari Ji Hoon adalah ..

 

Tolong, jaga sahabatku dengan baik. Aku tak bisa melindunginya atas semua kesalahanku ..

 

Inilah salah satu alasan untuk Kay kembali ke Korea dan melindungi Hyejin dari orang-orang yang jahat pada Hyejin. Selain itu ada hal lain, yaitu ..

 

“Kay, turunlah. Waktunya makan malam ..” ucap Eomma Na Young yang muncul dari balik pintu.

“Ne , ahjumma ..”

 

Kay pergi bersama Eomma Na Young untuk makam malam bersama. Komputernya dibiarkan menyala begitu saja dan ia juga lupa mengunci pintu kamarnya yang ada di sebelah kamar Na Young.

 

Selepas Kay turun ke lantai bawah, tampak Na Young keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju ke kamar Kay untuk bertanya sesuatu pada namja yang menumpang tinggal di rumahnya.

 

“Kay ..”

 

Na Young melihat ke dalam, tapi tak ada Kay di sana. Na Young masuk ke dalam tanpa permisi, karena menurutnya rumah ini miliknya jadi ia bisa bebas masuk ke setiap ruangan di rumah ini.

 

“Dimana namja bodoh itu?” runtuk Na Young kesal.

 

Kini tatapan Na Young tertuju pada layar komputer yang dibiarkan menyala oleh Kay. Na Young tidak suka jika ada orang yang membiarkan sesuatu barang elektronik jika dibiarkan menyala begitu saja. Akhirnya, Na Young pun duduk di kursi untuk mematika komputer itu.

 

Namun Na Young mengurungkan niatnya untuk mematikan komputer itu saat ia melihat obrolan antara Ji Hoon dan Kay sebelum Ji Hoon meninggal. Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya Na Young membaca obrolanyang cukup panjang itu.

 

Kay : Kau tidak benar-benar berpacaran dengan Hyejin, kan?

Ji Hoon: Kami berpacaran ..

Kay: Jangan mencoba bohong padaku. Sekarang jelaskan padaku kenapa kau melakukan itu? Kau tidak melihat perasaan Hyejin yang menderita atas skenario yang kalian lakukan?

 

Skenario? Itulah pertanyaan yang tiba-tiba muncul di otak Na Young.

 

Ji Hoon: kau memang hebat. Aku sakit, Kay. Waktuku tak banyak. Aku akan segera mati

Kay: apa maksudmu?

Ji Hoon: aku melakukan ini agar Na Young membenciku. Aku tidak mau melihat ia bersedih jika suatu saat ragaku mengkaku.

Kay: lalu bagaimana dengan Hyejin? Kau tidak memikirkan perasaannya?

Ji Hoon: tentu aku sangat memikirkannya. Karena itulah aku butuh kau untuk melindungi Hyejin. Aku tahu kau sebenarnya menaruh perhatian pada Hyejin.

Kay: jangan mengalihkan pembicaraan.. lalu perasaanmu pada Na Young sekarang bagaimana?

Ji Hoon: mungkin Na Young membenciku saat ini. Tapi sampai kapanpun aku akan tetap mencintainya. Hanya dia yang sempurna dalam hidupku ..

 

Na Young mengakhiri obrolan antara Ji hoon dan  Kay dengan sebuah isakan tangis pelan dan tertahan dari mulutnya. Hal itu membuatnya menyadari sesuatu.

 

***

 

“Hyejin-ah , ayo kita bicara sebentar ,,” pinta Kyuhyun memohon.

 

Kyuhyun berdiri di depan Hyejin untuk menahan yeoja yang seharian ini terus menghindar darinya. Hyejin tampak hanya menunduk menyembunyikan wajahnya dan menjaga pandangannya dari Kyuhyun. Hyejin berusaha mencari celah untuk pergi, namun Kyuhyun sepertinya begitu berniat menghalanginya untuk pergi.

 

“Hyejin-a ..”

“Mian, aku sedang sibuk ..” kata Hyejin.

“Sebentar saja, tidak lebih dari 5 menit ..”

 

Hyejin hanya menggeleng dan berusaha untuk pergi selagi Kyuhyun sedang lengah. Namun tiba-tiba Kyuhyun membalikan tubuh Hyejin untuk menghadap ke arahnya. Hyejin cukup terkejut.

 

“Tidak bisakah kau mendengar penjelasanku sebentar saja? Semua kesalahpahaman ini sangat berat bagiku jika kau tetap tidak mau mendengarkannya” kata Kyuhyun.

“Jangan seperti ini. Kau harus menjaga perasaan Na Young. Tolong jangan buat dia bersedih lagi ..” ucap Hyejin.

“Hyejin-ah ..” lirih Kyuhyun.

 

Hyejin melepaskan tangan Kyuhyun dari kedua bahunya dengan senyuman yang sangat pahit. Ia lalu berbalik. Namun sebelum ia benar-benar pergi ..

 

“Kyuhyun-ah, terima kasih atas kejutannya kemarin. Terima kasih juga kau telah melindungiku. Aku hargai itu semua. Tapi aku mohon, untuk beberapa hari kedepan, aku tidak mau kau muncul dihadapanku ..” kata Hyejin lalu pergi.

 

Kyuhyun terdiam mendengar pernyataan Hyejin itu. Ia menatap sosok Hyejin yang semakin jauh darinya.

 

“Hyejin, apa kau benci padaku ?? Mianhae ..”

 

***

 

Hyejin berdiri di depan gedung kampusnya sambil melihat hujan yang turun semakin deras. Kembali, ia lupa membawa payung. Ia seharusnya membawa payung karena ia juga tahu sekarang masih musim hujan. Betapa bodohnya ia ..

 

Hyejin menoleh ke arah kanan. Tiba-tiba ia menemukan sebuah payung berwarna biru muda dengan sebuah kertas yang bertuliskan ‘Kenapa kau selalu lupa membawa payung? Pakailah ini.’. Hyejin mengambil payung itu lalu menoleh ke kanan dan kiri untuk melihat siapa yang menyimpan payung ini di dekatnya. Ia penasaran siapa yang meminjamkan payung ini untuknya.

 

“Tidak mungkin jika itu adalah Kyuhyun. Bukankah dia sudah kuperingatkan untuk tidak mendekat dulu. Apa mungkin Kay?” pikir Hyejin.

 

Hyejin hanya menggeleng dan membuka payung itu. Ia lalu berlari menembus hujan bersama payung itu menuju ke rumah. Tanpa disadari Hyejin, seseorang tak jauh dari sana tersenyum kecil.

 

 

To Be Continue …

 

whaaaaa gimana untuk partnya kali ini ??? masih membuat penasaraan ?? makin seru kah??

berikan tanggapanmu yaa, karena akan sangat berguna untuk author ..

 

gamsahamnidaaaa 😀

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s