THREESHOT// My Destiny – Part 1

Tittle : My Destiny
Author : CS
FB : Cici Sukarti II Twitter : @cici_sukarti PG : 15+
Genre : romance (maybe)
Cast : Cho Kyuhyun, Choi Sungrin, shin min rin, seo joo hyun.
Lenght : threeshoot

annyeong ^___^ aku kembali datang dengan FF baru  kali ini FF nya threeshoot. oh iya, gomawo buat yang kemaren udah ngebaca FF oneshoot ku & gomawo juga buat min yura yang udah ngepost FF ku

happy reading~~


Pagi hari ini langit sangat cerah. Menampakkan keindahan yg amat mengesankan. Langit bersih tanpa awan sedikit pun. Kicauan burung ikut mendominasi keindahan di pagi hari ini. Dari ujung lorong kampus nampak seorang yeoja tengah berjalan sambil sesekali mengedarkan pandangan nya ke setiap penjuru kampus. Yeoja tersebut seperti sedang mencari seseorang.
‘Aish dimna namja itu?’ Batin nya.

Sungrin POV

Aku mengedarkan pandanganku ke setiap penjuru kampus berharap aku menemukan sosok namja yangg sedari tadiaku cari. Aku memutar bola mataku ke arah taman kampus dan BINGO! Ternyata pria itu sedang duduk manis dengan menyilangkan kedua kakinya dan sebuah earphone berwarna putih yg bertengger dengan manis di telinganya. Oh god dia sangat tampan sekali. Kalian ingin tau siapa pria itu? Pria itu bernama cho kyuhyun. Pria yang selama 2 tahun belakangan ini membuatku gila karena terlalu mencintainya. Apa kalian pikir dia adalah namjachinguku? Kalian salah besar jika menganggap seperti itu karena kenyataan nya dia bukan namjachinguku, kami bahkan tidak saling mengenal. kami juga belum pernah berinteraksi. Aku hanya bisa mengaguminya tanpa bisa memilikinya. Miris? Ya memang, miris sekali jika kalian berada di posisiku. Berulang kali aku berusaha untuk melupakan nya, berharap agar aku berhenti untuk mencintainya tapi aku tidak bisa. Setiap kali aku melihat senyumnya, aku semakin jatuh cinta padanya.
“Oppa” sapa seorang yeoja dan yeoja itu duduk di sebelah kyuhyun. Aku lihat kyuhyun tersenyum manis padanya lalu mengacak gemas rambut yeoja itu. Aish jinjja! Ini masih pagi tapi kenapa aku harus melihat pemandangan yang tidak enak dilihat?!

kulangkahkan kakiku menuju kelas. Aku tidak mau jika terus menerus melihat pemandangan itu.
Aku masuk kelas dengan wajah yang sedikit kesal.
“Yak! Wae? Ada apa denganmu eoh?” Tanya min rin, shin min rin. Dia sahabatku. Kami sudah berteman sejak kami masih duduk dibangku SMP.
“Yak! Kau melamun eoh? kau kenapa?” Tanya nya lagi.
“Tadi aku melihat kyuhyun ditaman dan ada seorang yeoja yang menghampirinya. Yeoja itu duduk disamping kyuhyun lalu kyuhyun mengacak rambutnya. Cih~ mereka terlihat seperti sepasang kekasih” jelasku panjang lebar.
“Kau cemburu?” Aish pertanyaan macam apa itu? Sudah jelas kalau aku sedang dibakar api cemburu tapi dengan polosnya dia bertanya seperti itu. Menyebalkan.
“Menurutmu?” Tanyaku sedikit kesal.
“sung rin-ah, kau tenang saja. Bukankah kyuhyun belum memiliki yeojachingu?”
“Tapi mungkin saja seakarng dia sudah memiliki kekasih”
“Ani~ aku yakin dia belum memiliki kekasih.” Ck. Yakin sekali dia. Bahkan dia tidak mengenal kyuhyun sebelumnya tapi dengan yakin nya dia berkata seperti itu. Aku hanya mendengus kesal.

********

Author POV

Kelas nampak kosong. Itu berarti pelajaran telah usai. Tapi kedua yeoja ini masih berada didalam kelas, mereka berdua sedang sibuk membereskan buku-buku yang berada di atas mejanya.
“Min rin-ah, kau mau menemaniku ke kantin? Aku sangat lapar.” Tawar yeoja berambut panjang dan bertubuh ramping itu. Sedangkan yeoja yang dipanggil minrin itu membalasnya dengan sebuah gelengan.
“Mianhae sungrin-ya, aku tidak bisa. Sungmin oppa mengajakku ke suatu tempat. Tak apa kan?”
“kau lebih memilih pergi bersama kekasihmu daripada menemani sahabatmu ini makan di kantin?” Balas sungrin dengan nada yang dibuat buat seperti orang yang sedang marah. Sebenarnya dia iri dengan sahabatnya itu, minrin bisa dibilang lebih beruntung daripada dirinya karena cintanya terbalaskan. Sahabatnya itu menyukai sungmin -lee sungmin- yang notebenenya adalah seorang ketua tim basket ketika mereka masih duduk dibangku SMA. 2 tahun minrin memendam perasaannya dan dua minggu belakangan ini sungmin menyatakan perasaannya pada minrin. Sedangkan sungrin? Dia sudah 2 tahun memendam perasaannya pada kyuhyun tapi keadaan masih tetap sama. Mereka tidak pernah berinteraksi sekalipun. Bahkan tersenyum satu sama lain pun tidak pernah.
“Mianhae. Kau ajak saja pangeran CHO mu itu.” Jawab minrin dengan menekankan kata “cho” diakhir kalimat.
“Aku tidak mengenalnya minrin-ah bagaimana mungkin aku mengajaknya ke kantin”
“Kau harus berusaha. Kau hampiri dia lalu ajak dia berkenalan. Kalau kau hanya diam dan memandanginya dari jauh, kau tidak akan pernah dekat dengannya.”
“Tapi aku malu. Mana mungkin seorang yeoja menghampiri pria terlebih dahulu?” Sungrin nampak frustasi dan sedikit menundukkan kepalanya.
“Aish singkirkan rasa malumu itu nona choi! Kau mencintainya bukan? Bukankah cinta butuh pengorbanan? Kalau kau tidak mau berkorban maka kau tidak akan pernah mendapatkan cinta itu. Aku pergi dulu, sungmin oppa sudah menungguku. Kau pikirkan kata-kataku barusan. Annyeong” Ucap minrin lalu berlalu pergi meninggalkan sungrin yang masih mencerna setiap perkataan nya barusan.
‘Dia benar, tapi apa harus aku menghampirinya terlebih dahulu? Aish ani ani! Aku tidak mau  bisa-bisa aku dianggap sok kenal. Mau ditaruh dimana wajahku nanti?’ Batin sungrin sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.

****

Sungrin berjalan gontai menuju bangku kosong sambil membawa sebuah nampan yang berisi semangkuk ramyeon dan segelas capuccino. Dia mendaratkan pantatnya dibangku tersebut. Saat dia hendak memasukan ramyeon ke mulutnya, tiba-tiba seseorang menghentikan kegiatannya tersebut.
“Annyeong agasshi, boleh aku duduk disini?” Tanya nya. Kebetulan bangku di depan sungrin kosong jadi dia membiarkan orang itu duduk berhadapan dengan nya.
“Ne” balasnya singkat tanpa menatap sang lawan bicara.
“Gomawo”

Sungrin POV

Suara ini. Mirip sekali dengan suara kyuhyun apa jangan-jangan pria yang berada dihadapanku ini adalah cho kyuhyun? Aku sedikit mendongakkan kepalaku dan betapa terkejutnya aku ketika melihat bahwa seseorang yang kini duduk berhadapan denganku adalah cho kyuhyun! Orang yang aku cintai. Jantungku berdetak kencang saat ini.

Gugup, ya itu yang aku rasakan sekarang. Aku berusaha menetralkan keadaanku. Pria ini, dengan tenang menyantap makan siangnya. Aku menatapnya. Ini seperti mimpi bagiku. Aku baru saja berbicara dengan nya dan sekarang kami duduk saling berhadapan? Aku memanfaatkan kesempatan ini. Aku memandangi setiap lekuk wajahnya, karna selama ini aku hanya memandanginya dari jauh. Aaaa ingin rasanya menghentikan waktu agar kesempatan langka ini dapat aku nikmati.
“Jangan memandangiku seperti itu nona. Aku tau aku sangat tampan, jadi berhentilah memandangku dan segera makan ramyeonmu itu” sontak aku terkejut mendengar penuturan nya. Aish aku malu sekali saat ini. Choi sungrin pabo! Tunggu, apa yang dia bilang barusan? Tampan? Ck~ ternyata dia memiliki tingkat kepercayaan diri yang diluar batas. Aku mengalihkan pandanganku dari wajahnya dan aku sedikit menundukkan kepalaku, berusaha untuk menutupi wajahku yang saat ini tengah memerah seperti kepiting rebus karna baru saja tertangkap basah sedang memandanginya.
“Kyuhyun. Cho kyuhyun imnida” ucapnya memperkenalkan diri.
“Aku tau.” Jawabku refleks dan membuat dia sedikit bingung.
“Mwo?”
“Ah maksudku ne, sungrin. Choi sungrin imnida. Bangapseumnida” aku sedikit gugup berbicara dengan nya. Tentu saja, siapa yang tidak gugup jika kita berbicara dengan orang yang sangat kita cintai?
“Oh ternyata namamu choi sungrin, nado bangapta sungrin-sshi.” Dia tersenyum manis ke arahku. Ya tuhaaan senyuman itu.. Senyuman yang selalu membuat detak jantungku bekerja 2x ah ani, 3x lebih cepat dari biasanya.
Dia kembali melanjutkan menyantap makanan nya. Begitu pula denganku, aku mulai menyantap makananku yang sama sekali belum aku sentuh. Saat kami sedang menikmati makanan kami, tiba-tiba seorang yeoja datang menghampiri kami. Yeoja itu seohyun, seo joo hyun. Yeoja yang selalu mendekati kyuhyun. Aish mau apa lagi gadis ini? Merusak mood ku saja.
“Oppa…” Ucapnya manja sambil duduk disebelah kyuhyun.
“Seohyun-ah? Mworago?” tanyanya sambil menoleh kearah seohyun.
“Antarkan aku pulang ne?” Pintanya seraya bergelayut manja dilengan cho kyuhyun.

Aish pemandangan yang merusak mata. Aku tetap menjalankan aktivitasku menyantap ramyeon ini. Berusaha tidak memperdulikan kedua insan dihadapanku. Cemburu? Ya aku memang sedang cemburu saat ini!
“Mwo?! Ani~ kau bisa pulang dengan mobilmu. Bukankah setiap hari kau selalu membawa mobilmu?”
“Aku tidak membawa mobil hari ini. mobilku dipinjam appa. jebalyo, antarkan aku pulang ne?” Gadis ini mengeluarkan puppy eyesnya. Cih~ menjijikkan.
“Aish ne ne, akan ku antar kau pulang!” Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya. Dia menatapku. Lagi lagi dia tersenyum kepadaku lalu membungkukkan badannya. Aku membalasnya dengan senyuman dan anggukan kecil. lalu dia melangkahkan kakinya diikuti dengan seohyun yg berjalan di belakangnya. Errr yeoja itu benar-benar merusak hariku. Tapi tunggu, dia meminta kyuhyun untuk mengantarkan nya pulang? Kalau memang mereka menjalin hubungan, tanpa diminta pun kyuhyun psti mengantarkan seohyun pulang tapi kenapa barusan seohyun memohon mohon? Membingungkan.

Author POV

Kyuhyun dan seohyun berjalan berdampingan menuju tempat parkir. Sesekali seohyun menggoda kyuhyun agar tidak marah. Siapa yang tidak marah jika seseorang dengan tiba-tiba mengganggu acara makan siang kalian?
“Aish oppa, ayolah. Jangan marah. Aku hanya memintamu mengantarkanku saja.”
“Tapi kau mengganggu makan siangku seohyun-ah. Kau tidak lihat? Aku baru memakan makan siangku beberapa sendok!” Balas kyuhyun sedikit kesal.
“Arraseo, mianhae.” Seohyun menunduk, merasa bersalah dengan tindakan nya barusan. Seharusnya dia menunggu kyuhyun menyelesaikan makan siangnya.
“Gwenchana.” Kyuhyun tersenyum kearah seohyun kemudian dia mengacak rambut seohyun.
“Kau sudah tidak marah lagi oppa?”
“Aniyo~ aku tidak bisa marah padamu seohyun-ah” jawabnya sambil mencubit pipi chubby seohyun.
“Gomawo” balas seohyun senang sambil tersenyum lebar.
“Hmm oppa.. Yeoja tadi, apa dia kekasihmu?” Pertanyaan seohyun barusan sontak membuat kyuhyun bingung. Dia mengernyitkan dahinya.
“Yeoja? Yeoja yg mana?”
“Aish, yeoja yang barusan makan siang di kantin bersamamu oppa. Apa dia yeojachingumu?”
“Ah dia. Ani~ aku bahkan baru mengenalnya barusan. Wae?”
“Ah aku pikir dia yeojachingumu oppa.”
“Kau tau sendiri kan kalau aku belum memiliki yeojachingu? Kalaupun aku memiliki yeojachingu, aku pasti sudah mengenalkan nya padamu.” Ucap kyuhyun sambil membukakan pintu mobil untuk seohyun. Sebenarnya kyuhyun merasakan jantungnya berdegup kencang saat berhadapan dengan sungrin hanya saja dia menganggap kalau itu hanya perasaan biasa bukan perasaan cinta.
“Kekeke ne oppa”. Kyuhyun pun menjalankan mobilnya membelah kota seoul.

****

Langit berubah menjadi orange. Matahari mulai tenggelam. Kini bulan mulai menampakkan diri. Menggantikan tugas matahari untuk menerangi bumi. dari balik kamar nampak seorang yeoja tengah duduk manis sambil memperhatikan layar laptopnya yang menyala. Sesekali dia tersenyum bahagia melihat foto yang ia jadikan wallpaper. Yeoja itu adalah sungrin dan foto yang sedang ia lihat adalah foto kyuhyun. Pria yang sudah lama ia cintai. Di foto itu kyuhyun tengah tersenyum manis menunjukkan deretan gigi putihnya.
“Oppa-ya~ ah ani maksudku kyuhyun-ah, Aku sangat senang hari ini. Kau tau kenapa? Itu karna kau mengajakku berbicara di kantin. Dan kau juga menunjukkan senyuman yang bisa membuat jantungku berdetak hebat. bisakah seperti ini terus kyuhyun-ah? Aku ingin kau selalu tersenyum setiap kali bertemu denganku. Aku juga ingin dekat denganmu. Dekat dalam artian sebatas teman. Untuk saat ini aku tidak berharap lebih. Aku tidak mengharapkan menjadi yeojachingumu. Bisa berteman denganmu saja sudah cukup membuatku senang. Hmm.. Kyu-ah, gadis itu. Gadis bernama seohyun itu, apa dia kekasihmu eoh? Kau tau? Aku sangat cemburu melihat kedekatan kalian itu!” Celotehnya kepada kyuhyun yang berada dilayar laptopnya. Kemudian dia merebahkan dirinya di kasur king size miliknya dan sesekali menghembuskan nafasnya berat.

Sungrin POV

Seperti inilah aku. Setiap malam aku pasti memandangi foto kyuhyun. Mengajaknya bicara seolah olah dia berada dihadapanku. Gila? Ya aku gila karna mencintai seorang cho kyuhyun. Apa kalian bertanya tanya darimana aku mendapatkan foto itu? Aku mendapatkan nya dari akun twiter miliknya. Saat itu aku tidak sengaja melihat tweet nya yang berada di timelineku. Dia mengupload sebuah foto. Karna penasaran dengan foto yang dia upload akhirnya aku putuskan untuk membuka link tersebut. Alangkah terkejutnya aku ketika melihat foto itu, dia sangat tampan. Dia tersenyum manis dengan kaos polos berwarna hitam dan jaket berwarna hitam. Apa dia pantas disebut manusia? Ketampanan yg ia miliki bahkan melebihi ketampanan manusia pada umumnya(?). aku putuskan untuk menyimpan foto ini dan menjadikan nya sebagai wallpaper laptopku agar setiap aku menghidupkan laptopku, aku dapat melihat senyum seorang cho kyuhyun yang nampak manis dan terkesan tulus.
Hoaaaammm mataku berat sekali. Dan sedari tadi aku menguap terus. Sepertinya aku mulai mengantuk. Ku matikan laptopku dan tidak lupa aku mengucapkan “good night” kepada calon pangeranku kkk~ setelah itu aku menarik selimut dan mulai memejamkan mataku.

—————

“Eungh…” matahari pagi masuk melalui celah celah jendela kamarku. Dan sinarnya berhasil masuk kedalam retina mataku. Aku menggeliat pelan, mengerjap ngerjapkan mataku dan mengumpulkan nyawaku yang belum sepenuhnya terkumpul(?). Aku beranjak dari ranjangku menuju kamar mandi yang ada di sudut kiri kamarku.

Hanya butuh wktu 20 mnt aku sudah selesai membersihkan anggota tubuhku. Kini aku sedang mematut diriku di cermin besar. Berputar ke kanan dan ke kiri. Memastikan bahwa penampilanku hari ini tidak buruk. Aku memakai celana jeans hitam, baju berwarna coklat yang bermotif bunga-bunga dan ada sedikit renda dibagian dadanya. Aku memasukkan bajuku kedalam celana dan aku melingkarkan sabuk berwarna coklat senada dengan bajuku..
Setelah selesai aku segara turun ke meja makan. Disana terdapat eomma dan appa yang tengah sarapan

Aku duduk di samping kanan appa.
“Morning eomma, appa”
“Morning chagia” jawab mereka serempak.
“Bagaimana tidurmu eoh? Kau tidur nyenyak?” Tanya appa
“Ne, aku selalu tidur dengan nyenyak karna…..” Aku menggantung ucapanku.
“Karna apa?” Tanya eomma penasaran. Tidak mungkin jika aku mengatakan hal ini. Aku tidur nyenyak karna sebelum tidur aku melihat senyuman cho kyuhyun. Mereka pasti akan mengejekku.
“Ah ani~ kkk”
“Yak neo! Selalu saja seperti itu.” Protes eomma kesal. Aku hanya tertawa melihat eomma yang kesal karna ulahku kekeke.
“Eomma appa, aku berangkat ne?” Ucapku seraya berdiri dan menghampiri kedua orng tuaku lalu aku mencium pipi mrka.
“Hati hati chagia”

*****

Sesampainya di kampus, aku mengedarkan pandanganku ke setiap penjuru kampus. Mencari sosok kyuhyun yang saat ini tidak dapat kutemukan keberadaan nya. Aku melirik kearah taman, berharap sosok kyuhyun ada disana namun nihil. Dia tidak ada disana. Ah mungkin sedang berada dikelas.
“Sungrin-ya” teriak seseorang yang membuat gendang telingaku hampir pecah.
“Aish tidak bisakah kau pelankan suaramu eoh? Kau mau membuat gendang telingaku pecah?” Aku menutup telingaku.
“Aish mianhae~ temani aku ke kantin ne? Aku lapar, barusan tidak sempat sarapan.”
“Kau pikir aku mau menemani yeoja menyebalkan sepertimu?” Aku berpura pura marah padanya.
“Aish jebalyo~ apa kau tega melihat sahabatmu mati kelaparan hanya karna tidak sarapan hmm?”
“Aish kau berlebihan sekali nona shin!” Dia terkekeh lalu dengan cepat dia meraih tanganku dan menariknya menuju kantin.
“Kau mau makan juga?” Dia menawarkanku untuk sarapan juga
“Ani, aku sudah sarapan dirumah.”
“Ah ne” minrin menyantap sarapan paginya dengan sangat lahap. Ck~ dia terlihat seperti orang yang tidak makan 1 minggu.
“Hmm.. Minrin-ya.” Ucapku berusaha memecahkan suasana karna sedari tadi hanya terdengar dentingan sendok dan piring yang beradu. Dikantin ini hanya ada kami berdua karna yang lain mungkin tengah mengikuti pelajaran dikelas.
“Wae?” Jawabnya dengan mulut yang masih dipenuhi makanan. Aish jorok sekali dia. Bagaimana mungkin seorang lee sungmin mau menjadikan dia sebagai yeojachingunya.
“Ak-aku..”

TBC

 

Advertisements

One thought on “THREESHOT// My Destiny – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s