[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 6.

Title: Can You Choose Me , Cho Kyuhyun ? No ?

Author : Erva Fitria

FB : Erva CK Fitria

Cast : Cho Kyuhyun

Park Hyejin

Kim Na Young

Genre: Romance, Friendship, Sad.

Length: Series

Rated: PG-15

 

This FF is Mine .. !! sorry for typo 😛

 

RCL sangat dibutuhkan ..

 

 

Happy Reading ^^

 

 

Sebelumnya…

|| Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 || Part 5 ||

 

 

 

“aku ingin marah padamu, tapi aku tak bisa. Kenapa? Karena kaulah teman terbaikku. Aku mungkin saat ini kecewa padamu, tapi aku masih peduli padamu, Hyejin. Sekarang terserah apa maumu!” kata Kyuhyun lalu berbalik untuk pergi.

 

Hyejin terdiam mendengar perkataan Kyuhyun tadi. Ia tak percaya Kyuhyun mengatakan hal itu. Apa kau tulus Kyu? Hyejin pun berbalik dengan tatapan memohon.

 

“Bisakah kau mendengar penjelasanku? Aku ingin sekali seseorang mendengarnya ..” kata Hyejin membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

 

***

 

 

Part 6

 

Hyejin dan Kyuhyun sedang duduk di suatu kursi katu panjang yang berada tak jauh dari rumah Na Young. Hyejin terlihat menundukkan kepalanya sementara Kyuhyun hanya menatap lurus ke depan. Ia menunggu mengenai apa yang akan Hyejin jelaskan padanya tapi Hyejin malah diam saja seperti itu.

 

“Jadi, apa yang ingin kau jelaskan padaku? Sepertinya itu sesuatu yang penting.” Kata Kyuhyun memulai.

 

Hyejin mengangkat kepalanya. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan perasaannya yang masih merasa sedih. Kyuhyun masih menatap ke arah Hyejin menunggunya untuk berbicara.

 

“Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Tapi intinya, aku tak pernah berniat jahat pada Na Young.” Kata Hyejin tegas.

“Lalu kenapa kau mengkhianatinya?” tanya Kyuhyun yang memang sudah tahu apa yang terjadi di antara Hyejin dan Na Young.

“Aku terpaksa melakukan ini.”

“Terpaksa?” Kyuhyun tak mengerti.

“Aku melakukannya karena Ji Hoon. Dia yang memintaku melakukan ini.”

“Jika memang kau diminta melakukan ini, apa yang membuatmu mau?”

“Ji Hoon, aku dan Na Young bersahabat baik.  Aku begitu berterima kasih pada mereka karena hanya mereka yang mau bersahabat denganku. Semua orang di kampus itu memang orang berada. Sementara aku hanya seorang anak dari single parents yang berjualan di pasar saja. Tak ada yang mau menemaniku karena aku miskin dan masuk ke kampus dengan bantuan dari donatur. Saat itu aku sendiri. Sampai akhirnya mereka yang datang mengakrabkan diri denganku. Aku sering diajak mereka untuk berkumpul bersama dengan orang-orang yang selama  ini hanya memandangku sebelah mata. Kau tahu aku bahagia sekali saat mereka mulai menerimaku karena Ji Hoon dan Na Young bersamaku. Saat itu aku tahu aku menyayangi mereka” Jelas Hyejin.

 

Kyuhyun mengangguk mengerti. Namun ia belum menemukan jawaban atas pertanyaannya itu.

 

“Ji Hoon adalah namjachingu Na young. Mereka bisa dibilang sepasang kekasih yang sangat romantis dan cocok. Banyak orang yang iri pada mereka. Namun suatu hari …

 

FLASHBACK ___

 

Suara gelak tawa terdengar di mana-mana. Beberapa orang lalu lalang menuju ke tempat di mana mereka tuju. Tak hanya itu masih banyak orang yang duduk di lantai, menikmati obrolan yang sangat menyenangkan. Ada juga yang menyibukkan diri dengan membaca buku karena tak lama setelah ini ia akan menghadapi tes unitnya. Sementara yang lainnya terlihat belum jelas melakukan apa.

 

Seorang yeoja yang tak lain adalah Hyejin sedang duduk dengan asyik menatap layar handphonenya. Wajahnya terlihat resah ketika ia mengalihkan pandangan dari handphone dan mengedarkannya ke setiap tempat. Gelagatnya seperti sedang mencari seseorang. Ya, dia memang sedang seperti itu. Temannya seorang lelaki menghubunginya dan meminta dia untuk menunggu di sini dan bertemu dengannya. Tapi sudah 20 puluh menit ia menunggu tapi lelaki yang ia tunggu tak juga datang.

 

“Maaf aku terlambat”

 

Hyejin terkejut ketika lelaki yang ditunggunya akhirnya datang tanpa ia sadari. Hyejin berdiri dari tempat duduknya dan memberikan tempat yang ia duduki untuk lelaki itu beristirahat.

 

“Kau memang baik sekali” ucapnya.

Hyejin menghela napas. “Ada apa kau mencariku? Aku ada kelas sebentar lagi!! Gerutu Hyejin meminta untuk Ji Hoon cepat. Ya namja itu bernama Ji Hoon.

“Bisakah kau bertemu denganku di halaman belakang kampus sepulang kuliah nanti?” tanya Ji Hoon.

“Untuk apa?”

“Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”

“Baiklah .. Lalu apa yang ingin kau bicarakan sekarang denganku?” tanya Hyejin lagi.

“Ya itu, aku ingin kita bertemu nanti”

“Mwoyaaa? Seharusnya kau bisa membuat janji itu lewat pesan singkat saja ..”

“hehehe … kupikir apa yang akan kukatakan anti adalah hal penting jadi lebih baik bertemu denganmu untuk membuat janji tentang itu” kata Ji Hoon sambil tertawa garing.

 

Hyejin hanya menghela napas lelah. Ia mengangguk dan bangkit dari tempat duduknya.

 

“Kalau begitu jangan terlambat lagi sore nanti. Arraseo?”

 

Ji Hoon menunjukkan jempolnya lalu mengangguk setuju. Sementara itu Hyejin berbalik dan melangkah pergi menuju ke kelas dengan langkah yang cepat. Ji Hoon tersenyum menatap kepergian Hyejin. Dia adalah yeoja yang sangat baik, pikirnya.

 

***

 

Hyejin melangkahkan kakinya ke bagian belakang kampus. Ia sedikit merasa kesal karena sedari tadi Ji Hoon tidak menjawab teleponnya untuk tahu di mana namja itu berada. Belakang kampus ini sangat sepi dan jarang sekali ada orang yang berani ke sana. Ia khawatir harus menunggu di sana sendirian seperti siang tadi.

 

Hyejin mengintip sedikit di belakang kampus itu ada siapa. Namun tatapannya terkejut melihat Ji Hoon sedang duduk di sana. Ternyata dia sudah sampai. Tapi ada hal yang membuat Hyejin sedikit heran saat melihat namja itu. Ada yang aneh dengan Ji Hoon.

 

Hyejin mendekat menghampiri Ji Hoon yang terduduk di suatu teras yang sedikit kotor. Ia melihat keadaan Ji Hoon dari jauh dengan perlahan saat berjalan ke arah namja itu. Ia melihat Ji Hoon sedang meringis tapi ia menahannya sebisa mungkin. Wajahnya dipenuhi keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya. Ada apa dengannya? Apa dia sedang sakit.

 

Tak hanya itu, ia juga melihat sebuah benda yang di dalamnya seperti butiran obat. Benda itu sedang digenggam erat oleh Ji Hoon. Saking eratnya urat-urat di tangannya terlihat menonjol.

 

“Kau kenapa?” tanya Hyejin khawatir.

 

Ji Hoon terlihat terkejut dengan kedatangan Hyejin yang tiba-tiba. Ia segera bersikap biasa dan menyembunyikan apa yang ia pegang ke saku jasnya. Namun Hyejin segera merampas obat itu dari Ji Hoon.

 

“Hyejin-ah .. Jangan .. itu hanya …”

“Hanya apa? Apa ini?” tanya Hyejin.

“Itu obatku. Hanya vitamin saja. Hehe” ucap Ji Hoon.

 

Hyejin memperhatikan obat itu. Ia sedikit mengenal obat itu karena hampir sama dengan yang pernah ada di rumahnya. Benar, obat itu dipakai untuk ayah Hyejin yang sekarang sudah meninggal karena kanker otak sebagai penghilang rasa sakit. Untuk apa Ji Hoon membawa benda ini?

 

“ini obat penghilang rasa sakit, bukan vitamin. Untuk apa kau membawanya?” tanya Hyejin.

“Dasar so tahu !! Itu hanya obat biasa. Kemarikan !!”

 

Ji Hoon berusaha mengambil obat itu dari Hyejin, tapi Hyejin dengan cepat menjauhkannya dari Ji Hoon. Ji Hoon terlihat kesal.

 

“Kau pikir aku bodoh? Ayahku selalu meminum obat ini saat ia sakit”

“Lalu sekarang di mana ayahmu?” tanya Ji Hoon.

“Dia sudah kembali pada Tuhan.” Jawab Hyejin.

Ji Hoon tersenyum miris. “Baiklah … mungkin suatu saat aku akan bernasib sama seperti ayahmu.” Kata Ji Hoon.

“Mwonde?”

 

Ji Hoon bangun dari posisinya. Ia menghela napas lalu memberikan kembali senyumannya pada Hyejin. Hyejin mengerutkan dahi tak mengerti. Namun tak lama kemudian matanya membulat tak percaya.

 

“Apa maksudmu kau ..”

 

Ji Hoon mengangguk seperti sudah tahu maksud Hyejin apa.

 

“Aku memang sedang sekarat, Hyejin-ah .. aku sakit” kata Ji Hoon dengan senyuman yang semakin lama semakin pudar.

“Sakit apa?”

“Aku tak tahu, aku hanya berusaha untuk tidak mengingatnya dan aku berhasil. Hahaha” kata Ji Hoon masih sempat bercanda padahal Hyejin sangat khawatir.

“Ku menganggap semua ini lucu?” tanya Hyejin kesal.

“aku harus bagaimana? Waktuku sedikit lagi untuk bisa tertawa”

 

Hyejin terdiam mendengar jawaban Ji Hoon itu. Ia menghela napas lalu duduk di tempat yang tadi Ji Hoon duduki. Wajahnya terlihat kesal sekaligus kasihan melihat Ji Hoon.

 

“hey ,, kau biasa saja. Aku juga biasa dengan ini.” Kata Ji Hoon berjongkok di hadapan Hyejin.

“Kenapa kau selalu menganggap enteng semuanya?” tanya Hyejin heran

Ji Hoon tersenyum tipis dengan sedikit menundukkan kepalanya. “Aku hanya tak mau terbebani karena hal ini. Menurutku aku tidak harus memikirlan masalah ini terlalu serius.

 

Ji Hoon menatap ke arah Hyejin sambil menyengir kuda. Hal itu membuat Hyejin sedikit sadar bahawa yang dikatakan Ji Hoon ada benarnya. Tapi apa namja itu benar-benar tak ada rasa takut?

 

Ji Hoon melihat ke arah Hyejin yang masih terlihat khawatir ke padanya. Tangannya lalu bergerak menuju ke tiap ujung bibir Hyejin. Kedua jari telunjuknya menarik ujung bibir Hyejin itu untuk membentuk senyuman.

 

“Kau harus terus tersenyum di depanku jika kau ingin aku merasa baikkan” kata Ji Hoon sambil tertawa kecil.

“Hentikan jangan terus bercanda. Kau harus tahu di mana saatnya kau harus serius dan di mana kau harus bercanda.” Ucap Hyejin.

“Saat ini aku sedang ingin tertawa jadi jangan memakai wajah yang jelek seperti tadi”

“MWO ?? Aku jelek?”

“Tidak .. kau hanya akan jelek kalau kau cemberut” goda Ji Hoon.

“Hhh .. ingat pada pacarmu, Ji Hoon-ah ..” kata Hyejin.

 

Ji Hoon dan Hyejin tertawa bersama.

 

“Hyejin, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu” kata Ji Hoon meraih tangan Hyejin.

 

Hyejin sedikit terkejut dengan perlakuan Ji Hoon padanya. Kenapa tiba-tiba Ji Hoon memegang tangannya seperti ini?

 

“A..apa?” tanya Hyejin

“Aku ingin kau …”

“Kalian sedang apa?”

 

Hyejin dan Ji Hoon menoleh ke arah suara itu. Mereka terkejut ketika melihat Na young ada di hadapan mereka dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Pegangan tangan dari Ji hoon terlepas dari Hyejin dan mereka berdiri seolah tak ada apa-apa.

 

“Na Young-ah .. jangan salah paham dulu. Aku tak ..”

“Kalian punya hubungan khusus di belakangku?” tanya Na Young tak sangka.

“Tidak ,, aku tak ada apa-apa dengan Ji Hoon.”

“Lalu tadi apa?” Na Young menunjuk ke arah tangan mereka yang tadi saling bersentuhan.

 

Hyejin menggeleng dengan semua tuduhan tidak benar kepadanya. Ia menoleh ke arah Ji Hoon meminta untuk Ji Hoon menjelaskan semuanya agar tidak ada kesalahpahaman ini. Namun tampaknya Ji Hoon hanya diam saja.

 

“Apa yang mau kalian jelaskan padaku? Kalian benar-benar jahat padaku !!!”

 

Na Young menarik cincin di jari manisnya. Cincin itu adalah cincin tunangan yang diberikan Ji Hoon untuknya. Kemudian Na Young melempar cincin itu tepat di wajah Ji Hoon. Air mata jatuh dari matanya dan ia pun pergi.

 

Hyejin tak bisa membuat Na Young sedih seperti ini. Saat ia hendak pergi menyusul Na Young untuk menjelaskan  semuanya, tangan Ji Hoon menahannya untuk pergi. Tentu hal ini membuat Hyejin tak mengerti.

 

“Ada apa denganmu? Kenapa kau malah diam saja?” tanya Hyejin.

“Biarkan saja” jawab Ji Hoon dengan wajah tak peduli.

“Apa? Kau gila? Dia yeoja chingumu !!” Hyejin tak sangka dengan perkataan Ji Hoon itu. Apa dia mau mengkhianati Na Young?

“Justru itulah yang aku inginkan .. Biarkan dia marah terhadapku” kata Ji Hoon.

 

Hyejin mengkerutkan dahi bingung.

 

“Aku ingin dia marah padaku dan membenciku.”

“Untuk apa?”

“Waktuku tak lama, aku hanya ingin dia tak kehilanganku. Mungkin dengan ini ia tak peduli jika aku mati juga.” Ucap Ji Hoon dengan sebuah senyuman kecil terbentuk oleh bibirnya.

“Kau tidak bisa begitu …”

“Tapi aku ingin seperti itu. Na young terlalu baik padaku sehingga aku juga tak bisa kehilangannya. Aku harap dengan dia benci padaku aku akan lebih mudah untuk pergi.”

“Ji Hoon-ah …”

“Jebal , Hyejin-ah .. Na Young itu wanita yang sangat manja. Aku tidak bisa terus berada di sampingnya sementara dia sibuk mengajakku untuk memikirkan rencana pernikahan kami. Aku tak bisa mengatakan jika aku sakit, ia pasti akan sedih dan aku akan membuatnya repot karena aku. Mianhae …”

 

Hyejin melihat mata Ji Hoon mulai dipenuhi air mata yang mulai turun ke pipi. Hyejin meringis melihat kesedihan yang ditunjukkan Ji Hoon kepadanya. Ia mengerti karena ia juga bisa merasakan perasaan sahabatnya itu. Ia pasti tak mau membuat orang yang ia cintai sedih karena keadaannya.

 

“Sungguh Hyejin-ah .. aku masih mencintai Na Young bahkan aku sangat menyayanginya. Aku hanya tak bisa melihat Na Young menangis dan kecewa padaku karena pernikahan kami tak mungkin bisa dilaksanakan” jelas Ji Hoon.

 

Kaki Ji Hoon terkulai lemas seperti tak mampu menahan berat badannya. Namun Hyejin segera menangkap tubuh Ji Hoon walaupun perlahan ia juga turun ke tanah karena berat badan Ji Hoon terlalu berat.

 

“Kau jangan begitu !! Kau harus membahagiakannya. Aku yakin kau akan kuat menghadapi penyakitmu itu. Kau bukan Ji Hoon yang lemah” kata Hyejin muali menangis juga. Ia tak bisa membayangkan jika ia ada di posisi Ji Hoon saat ini.

“Penyakitku ini sudah parah, Hyejin-ah … bahkan aku disarankan oleh dokter untuk beristirahat penuh di rumah. Menyedihkan sekali tubuhku ini begitu lemah menghadapi penyakit ini, bukan?”

“Kau sendiri yang menyerah !!!” tegas Hyejin kesal.

 

Ji Hoon hanya tersenyum seperti ia sadar bahwa ia memang sangat lemah.

 

“Jebal bantu aku ..”

“Bantu apa??”

“Jadilah pacarku untuk membuat Na Young kesal padaku.”

 

Hyejin menggeleng menolaknya. Ia tak mungkin menyakiti hati Na Young.

 

“Hyejin, kau satu-satu sahabatku yang bisa kupercaya. Tak ada yang mengerti aku selain kau …”

 

Hyejin tak menjawab. Otaknya berpikir apa yang harus ia lakukan sekarang ini. Ia benar-benar bingung. Kenapa ia harus dalam posisi seperti ini?

 

“Hyejin, kumohon …”

“Baiklah !!!” ucap Hyejin sambil menutup matanya lelah.

 

Ji Hoon tersenyum senang. Ia memeluk Hyejin dengan sangat erat untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.

 

“Aku memang tak salah pilih, kau sahabatku yang terbaik” kata Ji Hoon senang.

“Aku melakukan ini karena kau sahabatku, tapi jika sesuatu terjadi aku tak sungkan untuk mengatakan semua yang sebenarnya pada Na Young!”

 

Ji Hoon tak peduli. Ia hanya memikikan apa yang harus ia lakukan selanjutnya agar Na Young bisa membencinya.

 

***

 

Semenjak sore itu, Hyejin dan Ji Hoon selalu terlihat berdua. Ji Hoon begitu memberikan perhatian pada Hyejin saat Na Young melihat kemesraan mereka itu. Malah di mana ada Hyejin di situ juga ada Ji Hoon yang setia menemani agar mereka terlihat lebih menjiwai. Sebenarnya Hyejin tidak begitu memperlihatkan kemesraan terhadap Ji Hoon tapi tetap saja orang-orang di kampus mulai berkomentar miring ke padanya dan itu membuat Hyejin kesal.

 

Semua orang menyalah kan pada Hyejin mengenai hancurnya hubungan Na Young dengan Ji Hoon, mereka menyebut Hyejin sebagai wanita pengkhianat perusak hubungan orang lain. Banyak orang sering menuliskan sesuatu yang jelek mengenai Hyejin di mading, di papan tulis sehingga membuat Hyejin muak.

 

“Hentikan semua kebohongan ini !!” kata Hyejin marah.

 

Ji Hoon yang sedang membaca sebuah komik di taman terlihat tak begitu memperhatikan apa yang dikatakan Hyejin padanya. Ia hanya sibuk tertawa membaca tingkah lucu tokoh komik di sana.

 

“Ji Hoon-ah ..”

“Mwo??”

“Aku tidak bisa seperti ini terus. Semua orang benci padaku !!”

“Mereka pasti akan melupakanya. Berita ini akan hilang sepeninggalnya aku nanti ..”

“Berhenti berbicara menyepelekan seperti itu !! Ini sudah keterlaluan, kau hanya berjanji untuk membuat Na Young membencimu saja, bukan membuat semua orang marah padaku” kata Hyejin lagi.

“Mereka saja yang berlebihan. Berselingkuh itu sangat lumrah sekarang ini.”

“MWO??”

“Tenang saja Hyejin-ah … Kau terlalu berlebihan menanggapinya” kata Ji Hoon sambil tertawa kecil.

“kau bilang ini berlebihan? Semua orang menulis caci makiannya kepadaku di mading dan membuat karikatur tentang diriku yang merebut sepasang kekasih yang sedang menikah, menurutmu reaksiku harus santai saja?” Hyejin mengangkat kedua alisnya dengan kaget.

“Kau tenang saja. Orang itu gampang bosan” kata Ji Hoon sambil menepuk pundak Hyejin untuk menenangkan Hyejin yang emosi.

 

Hyejin menghela napas panjang. Ia tak mengerti apa yang dipikirkan namja di hadapannya ini. Haruskah ia menyesal mengambil keputusan untuk membantunya?

 

“Besok , akan kujelaskan semuanya pada semua orang termasuk Na Young ..” kata Hyejin tak peduli dengan Ji Hoon.

 

***

 

Hyejin masuk ke dalam tempatnya berkuliah. Ia datang dengan membawa semangat baru untuk menjelaskan bahwa isu-isu yang telah beredar selama ini adalah murni tidak benar. Tidak apa-apa jika ia juga harus menjelaskan  pada semua orang orang secara satu persatu.

 

Namun baru saja ia datang ia melihat di mading gedungnya tertera banyak sekali foto-foto saat Hyejin dan Ji hoon mengumbar kemesraan. Bukan hanya satu atau dua foto tapi puluhan tertempel di sana sampai memenuhi tiap sudut papan mading.

 

Beberapa orang terlihat memperhatikan Hyejin yang kagetnya dengan tatapan sinis maupun mengejek. Ada yang menggeleng tak percaya ke arah Hyejin bahkan ada yang sengaja mempraktekan salah satu adegan di foto itu.

 

Hyejin kesal melihat itu semua. Ia segera menghampiri ke mading dan melepas semua foto itu dengan asal. Ia berteriak membuat orang-orang di sekitarnya memandangnya bingung.

 

“Siapa yang memasang ini?” tanya Hyejin ingin memberi pelajaran.

“Siapapun dia, dia telah menunjukkan betapa busuknya dirimu ini.” Kata seorang lelaki diikuti suara tawa dari orang-orang di sana.

 

Hyejin membuang foto-foto rusak itu dari tangannya dan mulai pergi dari orang-orang yang puas menertawakannya. Ia melangkah ke ruang tata usaha dan memijam sebuah pengeras suara tanpa izin. Ia melangkah ke tengah gedung itu yang kebetulan di sekeliling gedungnya ada orang-orang terlihat bingung dengan apa yang akan dikatakan oleh wanita itu.

 

Hyejin mengecek pengeras suara itu, “Tes .. Tes .. Tes …”.

“sedang apa dia di sana? Apa ia sedang bermain sirkus” celoteh seorang perempuan dengan gayanya yang so keren.

 

Sebelum memulai mengungkapkan apa yang ingin dia bicarakan pada semua orang, Hyejin berdehem agar suaranya tidak terdengar aneh. Ia pun mulai menyiapkan diri dengan satu tarikan napas.

 

“Perhatian semuanya … maaf menggangu kalian. Namaku Hyejin. Aku akan menjelaskan sesuatu hal pada kalian semua”

 

Terlihat si sekeliling gedung mulai bermunculan beberapa orang  untuk melihat Hyejin di tengah gedung yang halamannya cukup luas itu. Mereka penasaran dengan apa yang akan dijelaskan Hyejin saat ini. Bahkan perkataan Hyejin ini menarik perhatian Na Young, Dongsuk dan beberapa orang temannya. Mereka memperhatikan apa yang akan dijelaskan oleh Hyejin sangat serius.

 

“Sebelumnya aku ingin meminta maaf pada sahabatku, Na Young karena aku telah berbuat jahat padanya. Aku juga ingin meminta maaf pada Ji Hoon karena aku harus mengakuinya. Mianhae ini memang pilihan salah yang telah kuambil. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengkhianati Na Young, aku dan Ji Hoon hanya berpura-pura. Kami hanya sahabat itu saja. Satu hal lagi aku ingin Na Young kembali jadi sahabatku. Maaf aku dan Ji Hoon hanya berpura-pura di depan kalian terutama kau Na Young selama ini. Ji hoon sangat mencintaimu ..”

 

Semua orang terdiam mendengar perkataan Hyejin itu. Namun tiba-tiba Ji Hoon berjalan menghampiri Hyejin. Ia tertawa membuat semua orang bingung.

 

“Kau ini berbicara apa chagiya .. kau ingin mencampakanku? Jangan seperti itu, aku sangat mencintaimu”

 

Semua orang menyoraki Hyejin dan Ji Hoon.

 

“Mwo?? Apa yang kau katakan ??” tanya Hyejin aneh.

“Maaf teman-teman .. Hyejinku hanya bercanda saja. Ia benar-benar pacarku.”

“Aniyo !! Jangan percaya dia. Selama ini kita hanya berpura-pura …” Hyejin berusaha untuk meyakinkan semua orang yang ikut larut dalam kebingungan ada apa di antara mereka.

“Akan kubuktikan bahwa dia benar-benar berpacaran ..” kata Ji Hoon.

 

Tiba-tiba Ji Hoon menarik tengkuk Hyejin sehingga wajah mereka berdekatan dengan cepat. Mata Hyejin membulat ketika ia merasakan bibir Ji Hoon menyapu bibirnya dengan lembut. Ji Hoon menciumnya di depan semua orang?

 

Semua orang yang menonton itu terkejut dan bertepuk tangan melihat apa yang mereka lakukan di sana. Na Young terlihat lemas namun dengan cepat Dongsuk memeluknya untuk menjaga Na Young dari pemandangan itu. Orang-orang mulai percaya bahwa mereka benar-benar berpacaran.

 

Hyejin melepas ciuman Ji Hoon dengan paksa. Saat terlepas, ia menampar wajah Ji Hoon lalu pergi. Ji Hoon terkejut saat wajahnya terkena tamparan yang sangat kuat. Ia juga bisa melihat Hyejin menangis. Hatinya mulai dirasuki rasa bersalah. Hyejin .. kau kenapa ??

 

 

 

To Be Continued ,,

 

 

 

whaaaa gimana ini kelanjutannya?? Flashbacknya masih belum terungkap semuanya looohh .. masih penasaran ??? yuk berikan RCLnya biar author semangat nihhh ^^

 

gamsahamnidaaaa 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s