[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 5

Title: Can You Choose Me , Cho Kyuhyun ? No ?

Author : Erva Fitria

FB : Erva CK Fitria

Cast : Cho Kyuhyun

Park Hyejin

Kim Na Young

Genre: Romance, Friendship, Sad.

Length: Series

Rated: PG-15

 

This FF is Mine .. !! sorry for typo 😛

 

RCL sangat dibutuhkan ..

 

 

Sebelumnya…

|| Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 ||

 

 

 

Happy Reading ^^

 

 

 

“aku harus bagaimana? Kyuhyun-ah, seandainya kau belum tahu tentang itu kau pasti ada disini sedang memberi semangat padaku. Aku merindukanmu, Kyuhyun-ah ..”

 

Hyejin menghentikan permainan itu. Ia menunduk sedih dan melangkah pelan ke arah belakang panggung. Gedung sudah kosong tanpa penonton, untuk apa dia meneruskannya. Sementara itu, tanpa Hyejin sadari Kyuhyun ada di sana, menonton pertunjukkan itu dari awal. Bahkan dia belum pergi saat Hyejin menyerahpun. Tatapannya ke arah Hyejin terlihat sedih.

 

***

 

Part 5 …

 

Kyuhyun duduk di kantin sambil meneguk minuman dingin di dalam botol yang ia pegang. Matanya menatap lurus ke depan. Tapi ia tak memperhatikan apapun, melainkan ia hanya melihat beberapa orang tengah sibuk dengan apa yang mereka lakukan.

 

Hhhh .. bosan sekali di tempat ini sendirian. Biasanya selalu ada Hyejin yang senantiasa berbicara ke mana saja tanpa peduli ia sedang mood berbicara atau tidak. Rasanya cukup kehilangan juga tak ada yeoja itu.

 

Mengingat Hyejin, membuat pikiran Kyuhyun kembali pada saat-saat kemarin malam. Ia melihat kesungguhan Hyejin di depan para penonton namun usahanya itu diabaikan begitu saja. Kyuhyun memang sedikit kasian pada Hyejin tapi mencoba untuk berpikir logis, jika dia jadi para penonton yang peduli dengan keadaan Na Young, apa mungkin Kyuhyun juga bersikap seperti mereka? Tentu jawabannya iya. Tapi, jika dipikir lagi, apa sikap mereka pada Hyejin tidak terlalu keterlaluan?

 

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya ke arah belakang karena mendengar suatu keributan. Cukup jauh dari sana, tidak sengaja ia melihat ada Hyejin yang sedang di kelilingi beberapa yeoja dan namja. Beberapa orang disana yang membelakangi Kyuhyun bisa dengan jelas Kyuhyun lihat mereka membawa seperti telur, terigu dan beberapa krim coklat. Apa yang akan mereka lakukan?

 

Sementara Hyejin yang sedang membawa nampan yang terdiri atas makan siangnya terlihat bingung ketika melihat cukup banyak namja dan yeoja yang tiba-tiba datang dan mengelilinginya. Ia memasang tatapan waspada terhadap mereka semua.

 

“Ada apa?” tanya Hyejin ketus.

“Hey .. tenang saja. Kami takkan menjahatimu” kata seorang namja.

“lalu kenapa kalian menyembunyikan sesuatu di belakang punggung kalian? Kalian sedang ingin mengerjaiku ya?” tuduh Hyejin.

 

Para namja dan yeoja di sana tertawa kecil mendengar Hyejin berbicara seperti itu. Namun itu sebagai bentuk peremehan dari mereka semua padanya.  Hyejin berusaha menghindar dari mereka-mereka yang punya niat jahat padanya. Namun seorang yeoja menghalangi jalannya.

 

“minggir dari hadapanku!” tegas Hyejin,

“oww .. kenapa kau berbicara seperti itu? Kau tidak rindu kami, sahabatmu?” tanya yeoja itu dengan nada menyindir.

“sebaiknya kalian pergi dari hadapanku sebelum aku marah” kata Hyejin memperingatkan.

 

Mereka saling menatap dan yeoja yang menghalangi Hyejin tanpa memberika suatu tanda pada teman-temannya yang lain yang kemudian memberikan sebuah anggukan.

 

“oh .. baiklah jika kau ingin pergi” kata yeoja itu.

 

Hyejin mendelik kesal. Ia lalu melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu. Baru dua langkah ia berjalan, tiba-tiba kakinya dijegal oleh seorang namja sehingga Hyejin jatuh ke lantai dengan cukup keras dan makanan yang ia bawa terlempar dan berceceran di lantai. Terdengar suara tawa yang puas dari beberapa orang di belakangnya. Hyejin mencoba untuk menahan rasa sakitnya. Ia juga berusaha keras agar ia tidak menangis. Rasa sakit di tubuhnya memang sangat terasa, tapi rasa sakit di hatinya lebih membekas lama.

 

Kemudian Hyejin bangkit dari posisinya. Ia menepuk rok dan bajunya yang kotor terkena lantai. Namun baru saja Hyejin berdiri, sebuah lemparan telur busuk mengarah tepat ke kepalanya. Disusul dengan taburan terigu serta tumpaham coklat pada tubuhnya. Hyejin diam melihat perlakuan orang-orang ini padanya. Ia bukan menerima saja, tapi ia lebih takut kalau emosinya meledak.

 

“Selamat ya Hyejin, untuk permainan biolamu. Kulihat respon penonton sangat bagus. Hahahaha” ungkap beberapa dari mereka.

 

Salah seorang dari mereka mendorong tubuh Hyejin sehingga kembali terjatuh. Kini air mata Hyejin tak bisa ia bendung lagi. Ia sudah tak punya tenaga lagi untuk terus menahan semua olokkan dan ejekkan dari teman-temannya yang asal tahu saja apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa mereka tidak mencari kebenarannya sebelum mereka melakukan hal ini padanya?

 

Tiba-tiba seorang lelaki mengeluarkan sebuah kamera untuk memotret keadaan Hyejin yang sudah sangat berantakan itu. Namun saat lelaki itu hendak menekan tombolnya, seseorang merebut kamera itu dari tangannya dan melempar kamera itu dengan sangat kencang sehingga saat membentur tembok kamera itu hancur dan rusak total.

 

Hyejin mendongak melihat siapa yang membantunya. Ia cukup terkejut karena orang itu adalah Kyuhyun.  Ia melihat Kyuhyun menatap kesal ke arah orang-orang yang sedang menganggunya. Orang lain pun yang sedari tadi melihat Hyejin dibully pun langsung menyibukkan diri kembali seakan tak mau terlibat di dalamnya.

 

“Kameraku !!!!” teriak seorang namja kaget

“apa yang kalian lakukan? Jika kalian memang membencinya, jangan lakukan ini padanya. Lebih baik kalian melakukan hal yang lebih berguna” kata Kyuhyun tegas.

“Heh .. siapa kau? Ahhh .. aku ingat. Kau ini temannya kan? Bukankah dia telah menipumu?” tanya salah seorang namja dengan tawanya yang meledek.

“Aku tak peduli dengan semua yang terjdi sekarang ini atau apapun yang kalian katakan. Tapi jika kalian melakukan hal ini lagi, kupastikan aku yang akan melakukan hal yang sama pada kalian” ancam Kyuhyun tapi dengan nada yang tenang dan malah itu yang membuat ciut nyali beberapa dari mereka.

“Kau itu sudah dibodohi olehnya! Seharusnya kau tidak membantunya!”

 

Kyuhyun tak menanggapi. Ia hanya berbalik meraih tangan Hyejin dan membantunya berdiri. Hyejin menatap ke arah kyuhyun tapi Kyuhyun malah memalingkan wajah. Hyejin menunduk sedih. Namun ia juga merasakan tangan Kyuhyun semakin erat memegang tangannya dan menarik Hyejin untuk pergi. Mereka yang membully Hyejin tadi hanya melongo melihat sikap Kyuhyun itu. Kenapa sebenarnya dengan namja itu?

 

***

 

Kyuhyun menuntun Hyejin menuju ke belakang sekolah. Selama langkah mereka menuju ke sana tak ada obrolan sedikitpun yang terlontar dari mulut mereka. Kyuhyun hanya menatap lurus ke depan sementara Hyejin masih tak berani berbicara apa-apa pada Kyuhyun.

 

Mereka berhenti di suatu kolam kecil di mana ada kran air disana. Kyuhyun memegang kedua bahu Hyejin dan mengiringnya untuk berdiri di depannya. Kyuhyun lalu mengambil sapu tangan yang ada di saku kemejanya. Ia membasahi sapu tangan itu lalu pengusapkannya pada wajah Hyejin dengan hati-hati.

 

Hyejin hanya diam dengan jarinya yang saling memainkan di depan dadanya. Rasanya ia tak bisa mengatakan apa-apa. Ia membisu dengan kelakuan Kyuhyun terhadapnya. Ia tak mengerti, Kyuhyun kemarin sangat marah padanya tapi kenapa ia malah berbuat baik bahkan membelanya dari orang-orang itu.

 

“ada apa denganmu? Kenapa kau sangat membingungkan?” tanya Hyejin akhirnya.

 

Kyuhyun menghentikan tangannya yang telah membuat wajah Hyejin terlihat bersih kembali.  ia melihat sepasang mata sendu milik Hyejin menatap ke arahnya. Namun ia kembali meneruskan apa yang ia lakukan tanpa menjawab apa-apa.

 

“sikapmu ini hanya membuatku sakit. Jika kau membenciku, maka bencilah aku. Jangan membuatku semakin berharap padamu” ucap Hyejin.

“Aku seperti ini karena dulu kau telah baik padaku” jawab Kyuhyun datar.

“Tapi kenapa kau tak percaya padaku? Kau malah tetap menganggapku orang yang jahat, kan?” tanya Hyejin lagi.

 

Kyuhyun kembali tak menjawab pertanyaan Hyejin. Ia meraih tangan Hyejin untuk membersihkannya juga. Namun baru dalam usapan pertama, hyejin sudah menarik tangannya dengan kasar.

 

“Hentikan !! Aku tak butuh bantuan darimu” kata Hyejin dengan tatapan penuh amarah.

 

Kyuhyun menghela napas. Ia lalu berusaha meraih kembali tangan Hyejin, tapi Hyejin menjauhkannya. Kedua mata itu masih tertuju pada Kyuhyun. Penuh rasa kekecewaan dan kesedihan.

 

“Kau lebih baik tak usah membantuku, jika kau memang memilih untuk percaya mereka. Aku lelah terus diberikan harapan mempunyai seorang teman seperti ini. Lebih baik dari awal aku tak punya teman daripada aku harus terus begini.” Isak Hyejin dengan kepala yang sedikit menunduk.

“Aku tidak tahu harus menjelaskan apa. Semua telinga seolah ditulikan saat aku mencoba untuk menjelaskan semuanya. Termasuk telingamu, Cho kyuhyun ! Maafkan aku karena aku tak bercerita soal ini sebelumnya padamu, karena aku takut kau akan bersikap seperti ini.. mianhae ..” ucap Hyejin.

 

Hyejin masih menangis dalam posisinya. Melihat Hyejin menangis membuat Kyuhyun sedikit tak tega. Apa yang ingin Hyejin jelaskan pada semuanya? Kenapa kau harus berusaha seperti itu sementara orang-orang di sana sudah terlanjur memandangmu jahat?,pikir Kyuhyun.

 

Kyuhyun bergerak mendekat ke arah Hyejin. Ia hendak menenangkan yeoja di hadapannya itu. Namun saat ia hendak meraih puncak kepala Hyejin, Kyuhyun mengurungkannya. Seperti ada sesuatu hal yang menahannya, kyuhyun hanya meraih tangan Hyejin dan memberikan sapu tangan yang basah ke tangan kirinya.

 

“Pakai ini untuk membersihkan tanganmu” ucap Kyuhyun. Lelaki itu langsung melangkah pergi meninggalkan Hyejin sendiri.

 

Hanya itu? Hanya itu yang bisa Kyuhyun berikan untuk Hyejin. Padahal Hyejin harap dengan ini Kyuhyun bisa mendengarkan keluhan hatinya. Ia harap Kyuhyun bisa mendengarkannya dan menjadi orang yang percaya padanya. Bukan meninggalkannya seperti ini seperti orang bodoh yang hanya haus akan perhatian.

 

“Kyuhyun, kenapa kau tak mengerti? Aku sedang memanggilmu untuk mendengarkanku. Jika itu telah selesai, tapi kau tetap tak percaya, aku janji takkan memaksamu untuk percaya padaku lagi. Tolong dengar aku sekali saja”

 

***

 

Kyuhyun tengah berjalan di ruang tamu rumah Na young. Ia memperhatikan foto-foto yang terpajang di dinding dan foto yang di simpan di atas lemari berukuran kecil. Senyumannya terlihat ketika melihat Na Young ketika bersama temannya di kampus. Ada Dongsuk di sana dan juga Hyejin. Di gambar itu Na Young melingkarkan tangannya di pundak Hyejin yang bergaya malu-malu. Sungguh lucu sekali mereka saat itu. Bisa dirasakan Kyuhyun bahwa persahabatan mereka sungguh harmonis saat itu. Tapi apa yang membuat Hyejin bersikap jahat pada Na Young? Tak mungkin jika Hyejin sengaja melakukannya.

 

Kyuhyun kembali duduk di kursi tamu saat Na Young datang membawa minuman untuknya. Wajah Na Young kini terlihat ceria dan itu membuat Kyuhyun merasa senang. Dulu Na Young yang penuh rasa depresi kini berubah menjadi Na Young yang bersemangat. Saat depresipun na Young terlihat sangat cantik, apalagi saat ia kembali jadi dirinya sendiri. Pasti banyak lelaki yang saat itu mengejar Na Young. Pantas saja banyak orang yang peduli padanya.

 

“wah jadi merepotkanmu” kata Kyuhyun basa-basi.

 

Na Young tertawa sambil menarik rambutnya ke belakang telinga. Ia senang Kyuhyun bisa kembali mengunjunginya. Walaupun ia sudah sembuh Kyuhyun tetap memberikan perhatian padanya. Namja itu selalu datang jika ia punya banyak waktu luang. Na Young jadi tidak merasa kesepian sekarang karena Kyuhyun.

 

“minumlah, kau pasti capek” kata Na Young.

“ne .. gamsahamnida” Kyuhyun mengambil minuman di atas meja yang telah dibuatkan oleh Na Young. Minuman itu terasa segar apalagi saat dinginnya melewati tenggorokannya yang sudah kering.

“wah .. enak sekali” puji Kyuhyun.

“Berhenti menggodaku !” kata Na Young dengan wajah yang sudah seperti tomat.

 

Kyuhyun hanya tertawa. Ahh .. dulu pembicaraan mereka tak pernah sebanyak ini. Bahkan dulu bisa dibilang hanya Kyuhyun yang berceloteh. Kyuhyun tak pernah berhenti bersyukur pada Tuhan karena telah membantunya membuat Na Young kembali jadi dirinya sendiri.

 

“Oh iya, apa kau berencana untuk kembali berkuliah?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk sebuah fotonya bersama teman satu kelasnya.

 

Na Young diam namun ada sebuah senyuman di sana. Ia memperhatikan foto ketika saat dulu ketika ia berkuliah. Ia memang merindukan masa itu tapi Na Young masih takut untuk kembali dan membuka kembali ingatannya. Sekarang ia masih berusaha keras untuk melupakan itu. Dan ia sadar dengan adanya Kyuhyun di sampingnya ia mulai terbiasa.

 

“Entahlah .. mungkin aku akan meneruskan tahun depan saja” kata Na Young.

“oh .. ya sudah jika itu memang keputusanmu. Aku mengerti” kata Kyuhyun.

 

***

 

Hyejin diam di kamarnya sambil membaca sebuah novel. Wajahnya sangat terlihat masam padahal saat itu novel yang ia baca cukup banyak memberikan kesan komedi. Rasanya membosankan dan Hyejin pun akhirnya menutup novelnya lalu melempar ke sembarang tempat.

 

Hyejin berusaha mencari hiburan untuk menghilangkan semua pikiran di otaknya. Ia mencari sebuah kaset musik bergenre rock lalu dimaikannya di alat pemutar musik. Ia putar volume di tape itu sampai full sehingga seisi ruangan itu dipenuhi oleh dentuman suara keras dan sangat mengganggu tetangga di sebelah. Bahkan eomma Hyejin yang sedang menjemur pakaian terkejut saat awal lagu itu dimainkan.

 

“Hyejin-ah … !!! matikan musik itu!!” teriak eommanya marah dari luar rumah.

 

Hyejin tak mendengarkan. Suara musik itu terlalu berisik di kamarnya sehingga suara lain seperti lenyap saja. Hyejin diam di atas tempat tidurnya. Sebenarnya ia pun tak mendengar alunan musik keras itu, ia hanya sedang ingin tak mendengar apa-apa. Telinganya terlalu lelah mendengar kata-kata ejekkan yang tertuju pada dirinya.

 

Walaupun suara itu sangat bersemangat justru Hyejin malah sedang meratapi kesedihannya. Ia mengambil suatu foto yang selama ini masih tersimpan di bawah bantalnya. Ada tiga orang di dalam foto itu. Salah satunya adalah Hyejin sendiri dan dua yang lainnya adalah Na Young dan Ji Hoon. Terlihat mereka saling merangkulkan tangan. Hyejin di sebelah kiri, Na Young ada di tengah dan Ji Hoon di sebelah kanan.

 

Ketika melihat foto ini, Hyejin selalu tersenyum senang, namun ia juga pasti akan menangis tak lama setelah itu, seperti sekarang ini juga. Hyejin rindu saat-saat seperti ini, mereka bertiga bersahabat dan selalu menghabiskan waktu bersama.

 

“Ji Hoon-ah .. inilah yang aku takutkan. Aku melarangmu karena aku takut seperti sekarang ini. Apa kau tenang di sana melihatku sekarang menderita karena ulahmu?” tanya Hyejin cukup kesal.

 

Tapi Hyejin tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Ia juga yang sudah memutuskan dan mau membantu Ji Hoon. Entah ia bodoh atau apa saat itu? Yang ia pedulikan hanya karena kata ‘Teman’.

 

Tok Tok Tok …

Eomma Hyejin masuk ke dalam kamar Hyejin. Ia melihat kamar Hyejin begitu berantakan. Namun yang paling ia cari adalah dari mana asal suara yang keras itu. Akhirnya tatapannya tertuju pada tape. Ia pun mematikannya.

 

Eomma Hyejin menghela napas melihat kelakuan anaknya ini semakin aneh dari hari ke hari. Namun kemarahannya berubah menjadi kekhawatiran kala ia melihat Hyejin menangis. Eomma mendekat ke arah Hyejin.

 

“Museun illiseo?” tanya Eomma.

“Eomma …”

 

Hyejin langsung menghambur ke pelukan eommanya. Ia memeluk Eomma nya erat menumpahkan perasaannya yang selama ini ia pendam. Sebenarnya Eomma Hyejin tak tahu apapun mengenai masalah yang sedang dihadapi Hyejin selama ini.

 

“Ada apa, Hyejin-ah. Ceritakan pada Eomma” pinta Eomma tambah khawatir.

 

Hyejin tak menjawab selain menangis di pelukan ibunya. Eommanya pun sepertinya tak bisa memaksa Hyejin untuk bercerita sekarang. Mungkin ia harus menunggu sampai Hyejin mulai tenang. Sebuah usapan lembut dari tangan Eomma Hyejin menyapu puncak kepala Hyejin.

 

***

 

Na Young kini sedang menyirami bunga kesayangannya di taman. Wajahnya terlihat sekali bahwa ia sedang bahagia. Ia senang karena bunganya masih sangat sehat padahal sudah beberapa bulan ia tak menyiraminya. Ini pasti eommanya yang menjaga bunga ini.

 

Hari ini Na Young berencana untuk pergi bersama Kyuhyun ke taman bermain. Karena itulah ia terlihat sangat bersemangat. Setelah ia menceritakan pada Kyuhyun apa yang selama ini ada di benaknya, rasanya Na Young mulai bisa kembali bangkit. Beban yang selama ini ia rasakan akhirnya lepas sehingga membuatnya lebih optimis. Ia menganggap kejadian masa lalu sebagai sebuah acuan baginya untuk sabar dalam menghadapi cobaan. Ia juga punya satu pesan penting bahwa seorang manusia tidak boleh memilih teman, tapi harus benar-benar memilih sahabat mana yang terbaik.

 

Na Young bersenandung ringan sambil terus mengalirkan air yang segar pada tanamannya. Rasanya tidak sabar menunggu Kyuhyun untuk datang.

 

“Na Young-ah …”

 

Na Young terkejut mendengar suara itu. Deru napasnya berubah cepat dan tangannya yang memegang alat menyiram tanaman pun gemetaran. Suara itu begitu tak asing di telinganya. Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian yang cukup besar, Na Young berbalik. Alat penyiram tanaman Na Young terjatuh ketika ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal ada di hadapannya. Ia memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Wajahnya sangat ketakutan.

 

“Na Young-ah .. ini aku, Hyejin ..” kata wanita itu yang ternyata adalah Hyejin.

“Pergi ! Pergi dari hadapanku !!!” teriak Na Young histeris.

“Mari kita bicara …” ajak Hyejin dengan wajah memohon

“Shireo !!! Kubilang pergi !!!” tegas Na Young takut.

 

Hati Hyejin cukup merasakan sakit saat Na Young berlaku seperti ini padanya. Sebenci inikah Na Young terhadapnya?

 

“Na Young, jebalyo .. dengar aku dulu sebentar, aku akan menjelaskan tentang apa yang terjadi sebenarnya” pinta Hyejin lagi.

“Aniyo … Aku tak mau mengungkit masalah itu lagi. Dan untukmu, jangan pernah bertemu denganku lagi! Aku muak melihatmu!!”

 

Hye Jin belum menyerah walaupun Na Young bersikeras menyuruhnya pergi. Tiba-tiba hyejin berlutut di depan Na Young dan memohon ampunan pada sahabatnya itu. Kedua telapak tangannya di satukan di depan kepalanya sebagai tanda ia meminta maaf.

 

“Kumohon dengar aku! Setelah aku menjelaskan semuanya aku akan pergi” kata Hyejin.

“Aniyo !!! Pergi dari ku !!!”

 

Na Young melempar semua yang ada di sampingnya termasuk tanah yang bsah di dekatnya. Ia tak peduli Hyejin akan menjelaskan apa karena ini semua telah berakhir. Bagi Na Young tak perlu ada yang harus dijelaskan lagi.

 

Sementara itu Hyejin menangis dan menerima semua perlakuan Na Young padanya. Teriakan Na Young cukup membuat penghuni rumah Na young seperti Nyonya Kim dan Tuan Kim langsung mendatangi Na Young untuk melihat apa yang terjadi. Nyonya Kim langsung memeluk Na young yang menangis histeris. Sementara tuan Kim menatap Hyejin dengan penuh kemarahan.

 

“Untuk apa kau kembali ke rumah ini?? Pergi dari sini !!!” bentak tuan Kim.

“Ahjusshi .. kumohon berikan aku kesempatan untuk menjelaskan ..” kata Hyejin memohon.

“PERGI SEKARANG JUGA !!!!”

 

Hyejin bangkit dari posisinya. Ia berbalik pergi dengan perasaan sedih dan kecewa. Sekali lagi, ia tak bisa meluruskan semua yang terjadi sekarang ini. Semua sepertinya sudah berakhir.

 

Saat Hyejin keluar dari halaman rumah Na Young, Kyuhyun tiba-tiba datang dan tak sengaja melihat Hyejin di sana. Ia juga melihat Na Young menangis. Sungguh ia bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini?

 

“Hyejin-ah , ada apa?” tanya Kyuhyun.

 

Hyejin hanya menoleh ke arah Kyuhyun lalu pergi begitu saja. Kyuhyun terkejut melihat wanita itu sedang menangis juga. Matanya masih melihat ke arah Hyejin, menatap punggungnya yang semakin jauh. Kemudian Kyuhyun mengalihkan pandangannya pda Na Young untuk melihat keadaannya. Namun saat ia hendak menghampiri Na Young, pikirannya tertuju pada Hyejin. Kyuhyun pun mengurungkan niatnya dan berlari mengejar Hyejin yang sudah hilang dari pandangannya.

 

***

 

Hyejin berlari dengan air mata yang turun dari matanya itu. Punggung tangannya dijadikannya untuk menghapus air matanya yang semakin membanjiri wajahnya. Ia sangat sedih melihat Na Young begitu membencinya bahkan seperti tak mau kenal lagi dengannya. Padahal dari lubuk hatunya yang terdalam, Hyejin masih menganggap Na Young sebagai sahabat yang baik untuknya. Bahkan ia sangat menyayangi Na Young.

 

Hyejin menghentikan langkahnya setelah mendengar suara langkah kaki di belakangnya. Ia tahu itu pasti Kyuhyun.

 

“Untuk apa kau di sini?” tanya Hyejin dengan nada ketus.

Langkah kaki itu berhenti. “Kau kenapa?” tanya orang itu yang memang Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja” jawab Hyejin.

“jangan berpura-pura seperti itu sementara aku bisa melihat dengan jelas kau menangis” kata Kyuhyun.

“Apa pedulimu? Pikirkan saja Na Youngmu itu !”

“Hyejin-ah ..”

“Jangan sebut namaku ! kau tidak mengenalku kan?”

 

Kyuhyun menghela napas. Ia mengangguk mengiyakan perkataan Hyejin dengan tatapan yang kesal.

 

“aku ingin marah padamu, tapi aku tak bisa. Kenapa? Karena kaulah teman terbaikku. Aku mungkin saat ini kecewa padamu, tapi aku masih peduli padamu, Hyejin. Sekarang terserah apa maumu!” kata Kyuhyun lalu berbalik untuk pergi.

 

Hyejin terdiam mendengar perkataan Kyuhyun tadi. Ia tak percaya Kyuhyun mengatakan hal itu. Apa kau tulus Kyu? Hyejin pun berbalik dengan tatapan memohon.

 

“Bisakah kau mendengar penjelasanku? Aku ingin sekali seseorang mendengarnya ..” kata Hyejin membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Hyejin.

 

To Be Continued …

 

 

whhaaaaa gimana nih untuk part kali ini??? makin membuat penasaran ?? Yuk RCL .. biar author semangat nih lanjutinnya 😀

 

Gamsahamnidaaa 😀

 

Advertisements

One thought on “[ Kyuhyun ] SERIES || Can You Choose Me, Cho Kyuhyun? No? – Part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s