[Ryeowook] The Fate Of Our Marriage (Chapter 3 END)

Title : The Fate Of Our Marriage

Author : Kim Jinnie

Fb : http://www.facebook.com/dhea.safitri.524

Twitter : http://www.twitter.com/Jinnie_kim221

Genre : Romance, Sad, Hurt, Friendship

Main Cast :

·        Kim Ji Woo (OC)

·        Kim Ryeo Wook

Rate : T

Length : Chaptered

Disclaimer : FF ini asli buatan author, namun paracast adalah milik Tuhan dan keluarganya masing-masing. Tidak ada unsur plagiat,nyontek, dll. Jika ada sebuah kesamaan alur, cast, atau lainnya, itu bukanlahkesengajaan author. Karena FF ini keluar dari otak author dan di tulis olehtangan author juga. Perubahan karakter cast tidak di maksudkan untuk sesuatu,tapi hanya untuk keperluan cerita saja.

Warning : Typo(s)

Quotes : Jikamemang aku bukan jodohmu, tak apa-apa. Tidak apa-apa juga jika kau melepasku.Aku bisa menerimanya walau dengan berat hati dan perasaan sedih. Walausejujurnya, perasaanku sangatlah kecewa. Takdir cintaku ini sangat menyakitkanku terima. –Kim Ji Woo-

 

Mianhae,aku tak bisa berbuat apa-apa untukmu. Bukan karena aku tak mencintaimu, tapikarena pilihan saat ini benar-benar membuatku bingung. Karena keduanyasama-sama aku sayangi. Maaf karena kaulah yang aku lepaskan. Jika kau percayatakdir, aku yakin setelah ini kau akan mendapat kebahagiaanmu.–Kim Ryeowook-

 

 

Chapter 2 : http://kimjiwoo13.blogspot.com/2013/09/chapter-2-fate-of-our-marriage.html

 

Happy Reading~ ^^

.

.

.

.

 

Beforecapther>>>

 

Dengan tarikan nafas dalam, Kim Ji mulai berbicarapelan “Baiklah, abeoji. Terima kasih dulu anda sudah membiarkanku bersama  Ryeowook oppa. Walau aku hanya merasakanindahnya berpacaran dengannya, tapi aku sudah bahagia. Maaf aku tidak bisamenjadi yang anda inginkan. Saya tidak akan mengganggu hidup Ryeowook oppalagi. Saya permisi.” Dengan sekuat tenaga, Kim Ji berkalimat seperti tadi.Walau pada akhirnya, dia memutuskan untuk pergi dengan linangan air mata. Semuayang ia terima itu sangat sulit ia pikirkan. Terjadi begitu saja.

 

Dia terus berlari sampai ke luar gedung rumah sakit.Ia tak menghiraukan panggilan Ryeowook yang mengejarnya, ataupun pandangan anehorang-orang padanya. Dia terus menangis dalam larinya sambil menutup mulutnyadengan tangannya, berharap tak ada yang tak ada mendengar suara tangisnya yangbegitu memilukan. Dia segera menyetop taksi, dan segera pergi. Entah kemana,tapi dia sangat ingin menenangkan pikiran dan hatinya saat ini.

Sedangkan Ryeowook yang tadi mengejarnya hanyakesal, tak berhasil mendapatkan lagi gadisnya itu.  Ia sudah tertinggal oleh larinya Kim Ji yangbegitu  cepat. Ryeowook kini berdiri dihalaman gadung itu hanya memandang kemana pergi taxi yang membawa Kim Ji itu.Dia sama sekali tak berniat mengejarnya. Karena dia tahu, pasti saat ini Kim Jimembutuhkan waktu untuknya sendiri.

 

“Argh~” pria itu tampak frustasi. Ia mengerang kerassambil mengacak rambutnya. Saat ini, ia sudah melukai cintanya melalui appa-nyasendiri. Dan dia tahu perasaan Kim Ji yang begitu  sakit saat ini. Dan kini, ia  tak tahu harus melakukan apa. Karena iniadalah pilihan yang sudah ia pilih. Melepaskan Kim Ji demi orang tuanya.

 

“Hyung, ada apa? Mengapa kau ada di sini?” Tiba-tibaKyuRa Couple datang. Kyuhyun menepuk pundak Ryeowook yang membuat pria ituberbalik.

 

“Jinnie pergi karena appa berbicara kasar padanya.Dan menyuruh kami membatalkan pernikahan kami.” Jelas Ryeowook lirih. Dia hanyabisa menunduk bersalah. Sedangkan Rara menutup mulutnya, kaget. Ia tak percayatentang apa yang barusan diterima oleh rekan kerja sekaligus eonni-nya itu.

 

“Lalu dimana Kim Ji eonni?” Tanya Rara dengan suarayang bergetar. Tak bisa di pungkiri kalau gadis itu memang sedih. SedangkanRyeowook hanya menjawabnya dengan gelengan. Dia juga merasa sangat bersalahsaat ini.

 

 

-StoryBegin, capther 3-

 

 

“Mianhae. Aku telah mengecewakan Jinnie.” LirihRyeowook sambil terus menunduk. Ini memang tak sepenuhnya adalah salahnya.  Tapi karena kecerobohannya yang tidakmengenal lebih dalamkan Kim Ji dengan orang tuanyalah yang membuat appa-nyamenentang ini.

 

 

*  * *  *

 

 

KimJi’s POV

 

Aku tak bisa percaya ini. Abeoji..anni..maksudku Tn.Kim melarang aku dan Ryeowook oppa menikah. Mengapa dia tega seperti itu? Disaat aku dan Ryeowook oppa ingin mengikat hubungan kami dengan pernikahan, diamelarangnya. Padahal dulu dia menerimaku sebagai kekasih Ryeowook oppa. Danyang membuatku sakit adalah dia menolakku karena aku begitu sibuk dan ia takmau mempunyai menantu sepertiku. Apa aku harus menjadi gadis yang tak punyapekerjaan untuk menikah dengan Ryeowook oppa? Hal konyol!

 

“Arrgghh~”

 

Aku benar-benar frustasi. Di ruangan kerjaboutique-ku, aku duduk di lantai sambil bersandar di meja. Aku tak tahu apayang harus aku lakukan sekarang. Tapi sekarang aku hanya bisa menangis,menyesal, atau yang lain yang berhubungan dengan keputus asaan. Apa kisah cintayang aku jalani akan berakhir seperti ini? Aku bahkan tak pernah membayangkanakan terjadi hal ini. Namun perasaan akan terjadi sesuatu, sudah lama akurasakan. Dan sekarang, telah terjadi.

 

‘Mengapa setelah aku melayang-layang karenamendapatkan sesuatu yang indah, pasti aku akan jatuh lagi. Mengapa hidup inibegitu kejam?’ batinku. Aku benar-benar heran pada kehidupanku yang tidakpernah berjalan dengan bahagia selamanya. Padahal aku hanya berharap adaseseorang yang bisa menemaniku selamanya. Seseorang yang di kirim Tuhan hanyauntukku, itu saja.

 

Aku kemudian berdiri, dan beralih duduk di kursimeja kerjaku ini. Aku memandang ke suluruh ruang. Kosong dan sepi. Sepertinyasemuanya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Apalagi pegawai-pegawaiku. Secaraperlahan, kini tangisku mulai reda. Aku sudah bisa menerima ini. Baiklah, Tuhan.Jika memang ini takdir kehidupanku, aku akan menerimanya. Jika hatiku harussakit dan tersiksa.

 

Aku berjalan menuju patung wanita yang mengenakangaun pengantin dan di sebelahnya patung pria yang mengenakan tuxedo. Ini adalahbaju-baju rancanganku. Yang niatnya akan aku dan Ryeowook oppa kenakan untukpernikahan kami. Tapi sepertinya, itu tak akan terjadi. Jadi sepertinya, selamapembuatan ini yang penuh cinta itu akan sia-sia saja karena bukan aku yangmengenakan gaun ini. Bukan aku yang menjalani pernikahan. Dan bukan aku yangbersanding dengan Ryeowook oppa.  Sungguhkenyataan yang menyakitkan bagiku.

 

Terlintas di benakku, apakah gaun ini harus akubuang? Atau terus saja aku pasang di kantorku ini dan menamainya gaun dantuxedo yang  gagal? Ah, sangatmenyedihkan! Tapi apa yang harus aku lakukan pada kedua gaun dan kedua tuxedoyang sudah aku buat susah payah ini? Baiklah, akan aku taruh di ruanganku.Siapa tahu pakaian ini akan pergi tanpa harus aku membuangnya. Dan inilahtakdir cintaku. Takdir cintaku yang sangat menyedihkan. Ya Tuhan, mengapa kaumemberikanku takdir yang tak pernah kuharapkan seperti ini? Aku harap, setelahini rasa sakitku ini akan berganti dengan kebahagiaan yang kau berikan.

 

 

*  * *  *

 

 

Author’sPOV

1 week leter . . .

 

Ini sudah 1 minggu setelah Kim Ji di tolakmentah-mentah oleh Tn. Kim sebagai menantunya. Kini gadis cantik itu sudahkembali kepada kehidupan awalnya. Tetap pada kesibukannya sebagai seorangdesigner yang saat ini sedang mengurus pengeluaran design baru bulan ini. Dansetelah kejadian itu, dia sama sekali belum pernah bertemu lagi denganRyeowook. Entah karena dia juga sama sibuknya, atau dia dilarang Tn. Kimbertemu dengannya.

 

Gadis itu saat ini sedang duduk di kursi kerjanya,seperti biasa. Dan saat ini dia sedang membuat design baru untuk bulan ini. Dankarena bulan ini adalah musim dingin, dia membuat jaket tebal musim dingindengan berbagai warna dan tambahan detail membuat jaket itu terlihat lebihtrendy. Jaket yang ia yakin akan meledak di pasaran setelah di luncurkan.

 

“Eonni~” Suara yang sangat ia kenal itu tiba-tibamuncul. Dengan cepat, gadis yang tiba-tiba datang itu langsung  mengambilkursi dan di taruhnya di sebelah Kim  Jidan segera duduk di kursi itu. Kegiatan yang di lakukan oleh Rara tadi membuatperhatian Kim Ji teralih. Dia menatap Rara bingung.

 

“Waeyo, Rara-ya? Wajahmu kelihatan kusut.” Tanya KimJi keheranan. Dia bingung melihat Rara yang tiba-tiba datang dengan wajah yang ditekuk. Kim Ji menghentikankegiatan menggambarnya dan memperhatikan asistent yang ia anggap sebagaiyeodongsaeng-nya sendiri itu.

 

“Aish, eonni.. Kau tahu? Kyuhyun oppa bilang kalaudia belum mendapatkan gaun pengantin. Padahal dia sudah janji hari ini diasudah mendapatkan gaun itu. Sedangkan, 1 minggu lagi kami akan menikah. Apa diaterlalu sibuk dengan kegiatannya sebagai fotografer itu? Atau dia sibuk denganmodel-modelnya itu? Huuaahh~~ Dia benar-benar membuat kesal, eonniya.” Kim Jibenar-benar mendengarkan curahan hati Rara. Dia tampak berpikir mencari akal untukmembantu gadis di sebelahnya itu. Seketika ia teringat sesuatu.

 

“Kau bilang Kyuhyun belum mendapat gaun pengantindan tuxedo kan?” Tanya Kim Ji memastikan. Sedangkan Rara hanya meresponnyadengan anggukkan lemas. Kim Ji seketika tersenyum dan langsung menepuk pundakRara pelan. Membuat Rara mengalihkan pandangannya pada Kim Ji.

 

“Suruhlah Kyuhyun kemari.” Ucapan Kim Ji barusanmembuat Rara membulatkan matannya kaget. Seperti mendapat sebuah tantangan yangtak yakin bisa ia lakukan. Kim Ji yang melihat reaksi berlebihan dari Rarahanya mengernyitkan dahinya bingung.

 

“Waeyo?”

 

“Ayolah, eonni. Kau tahukan aku sangat malu jikasedang kesal dengan bocah game itu? Jadi mana mungkin aku menelfonnya tiba-tibadan menyuruhnya kemari sekarang juga. Apa tak bisa kau yang menghubunginya?”Ucap Rara memelas. Dia menunjukkan wajah manis, sangat manisnya pada Kim Ji. Membuatgadis itu ingin mencubit hidung Rara itu.

 

“Kalian ini, benar-benar pasangan aneh. Cepatlah kauhubungi dia, di depanku. Jangan menggunakan pesan!” Mendengar perintaheonni-nya itu, Rara akhirnya menurutinya walau setengah hati. Dia mengambilponselnya di saku blazer-nya dan langsung menghubungi Kyuhyun, walau tak ikhlassebenarnya.

 

“Yeoboseyo.” Sapa Rara datar.

 

“Oh,yeoboseyo, chagiya. Ada apa kau menelfonku? Kau merindukanku? Ck! Bahkan kaukesal, masih ingin menelfonku. Ini sangat tak biasa.”

 

“Yak! Kyu! Aku sedang tak ingin berdebat denganmu.Aku hanya ingin bilang Jinnie eonni menyuruhmu datang ke boutique saat ini.”

 

“Mwo?Untuk apa? Apa dia ingin mengajakku makan siang saat ini?”

 

“Aish, mana ku tahu. Sudahlah Tuan Cho, aku sedangtak ingin berbicara denganmu. Annyeong~”

 

Panggilanpun di putus secara sepihak oleh Rara. Diaterlihat sangat kesal setelah bertelfon setengah hati dengan Kyuhyun. SedangkanKim Ji hanya tertawa kecil melihat pasangan itu. Memang jika Rara sedang kesaldengan Kyuhyun,  ia tak akan menelfon,mengirim pesan atau bertemu dengan pria itu sampai tunangannya itu yang memintamaaf. Memang gadis yang gengsi’an.

 

“Aku sudah menghubunginya kan, eonni? Dan katakanpadaku, apa maksudmu mengundang Tuan berjerawat itu kemari?” Tanya Rara malas.Ia langsung duduk di sofa ruangan itu, lalu di susul oleh Kim Ji yang duduk disebelahnya.

 

“Itu rahasia.” Jelas Kim Ji dan langsung menjulurkanlidahnya yang diiringi tawa membuat Rara kesal dan hanya bisa memukulieonni-nya dengan bantal sofa yang terasa empuk itu.

 

“Kyaaaa~ eonniya!!”

 

“Kau akan mengetahuinya nanti, Rara sayang.” UcapKim Ji dan langsung mencubit pipi Rara pelan. Kedekatan mereka bahkan bisa dikatakan bagai sepasang saudara kandung. Kedekatan yang berawal dari sepasangsunbae ke hoobae-nya di kampus, yang menjadi kedekatan yang terlihat tak akanterpisahkan.

 

 

*  * *  *

 

 

“Annyeong.. Yoohoo, Cho Kyuhyun datang!” suara ituyang terdengar begitu membahana di ruangan milik Kim Ji. Membuat kedua gadisyang sibuk dengan dunianya itu mengalihkan perhatiannya pada seorang priatampan yang berdiri di ambang pintu.

 

“Oh, Kyu. Masuklah!” ucap Kim Ji ramah saat melihatKyuhyun yang datang. Sedangkan Rara hanya memasang wajah datarnya lalu dudukkembali ke sofa, mengingat dia masih kesal dengan pria yang sudah di pacarinyaselama 2 tahun itu. Kyuhyun yang menyadari sifat kekasihnya itu langsung dengansengaja duduk merapat dengan Rara.

 

“Yak! Sedang apa kau duduk disini? Ck! Kim Ji eonniyang mencarimu, bukan aku.” Ucap Rara keras pada Kyuhyun. Tapi pria itu masihsaja duduk di sebelahnya, bahkan semakin merepatkan tubuhnya saat Rara mencobamenggeser tubuhnya menjauhi Kyuhyun.

 

“Aish, Ra-ya, kau ini malu sekali. Aku tahu kau jugamerindukanku kan?” Goda Kyuhyun yang membuat gadis di sebelahnya itu meronamerah namun masih memasang wajah kesalnya. Kyuhyun hanya tertawa kecil melihattingkah laku calon istrinya itu.

 

“Kau masih mau semua kaset game, PSP, dan  games di laptopmu selamatkan, Tuan Cho? Dankau juga masih ingin menghabiskan waktu denganku kan? Jadi berhentilahmenggangguku dan perhatikan Kim Ji eonni!” Ancaman itu ternyata sangat ampuh.Buktinya, kini Kyuhyun terdiam, tak berkutik sama sekali. Yang dikatakan Raramemang akan dilakukannya betul-betul. Jadi ia takut sendiri jika kekasihnya itusudah mengeluarkan kata-kata bernada ancaman itu.

 

“Kalian memang pasangan yang manis.” Puji Kim Jiyang di sambut dengan cengiran Kyuhyun. Namun sebaliknya, Rara malah terlihatdatar. Walau sebenarnya ia ingin tersenyum.

 

“Sebenarnya apa tujuan eonni memanggil DIA kemari?”Tanya Rara ketus, mengalihkan pembicaraan. Dan dengan sengaja pula, iamenekankan kata ‘dia’ yang ia maksud adalah Kyuhyun. Namja di sebelahnyapunhanya tertawa kecil. Ia sangat mengerti kekasihnya sedang dalam mood yang tidakbaik saat ini.

 

“Kyu-ah, aku dengar kau belum mendapatkan gaun dantuxedo untuk pernikahan kalian yang tinggal 1 minggu lagi kan?” Tanya Kim Jiyang memulai pembicaraan. Sedangkan namja yang namanya disebutkan itu hanyamengangguk.

 

“Bagaimana jika gaun dan tuxedo yang aku buat untukpernikahanku yang batal ini kalian pakai saja?”

 

“MWO?! Jinjja?”

 

 

*  * *  *

 

 

Kedua sejoli itu terlihat sangat serasih saat ini.Dengan gadis yang memakai gaun pengantin dan pria yang memakai tuxedo yangberpasangan, mereka terlihat sangat bahagia. Mereka –Rara&Kyuhyun- kinisedang mencoba gaun pengantin dan tuxedo buatan Kim Ji yang di rencanakan akandi pakai oleh Kim Ji dan Ryeowook dalam pernikahan mereka, namun batal. Dansekarang, Kim Ji merelakan gaun dan tuxedo itu untuk pasangan yang tengahberbunga-bunga itu.

 

“Kalian tahu? Kalian sangat pantas mengenakan gaunini. Rara cantik, dan kau tampan Kyuhyun. Kalian sangat manis dan serasih.”Puji Kim Ji terus menerus saat melihat pasangan itu. Kedua sejoli itu sibukmemandang pantulan bayangannya di cermin, mencermati setiap inchi tubuh merekayang terlekat oleh pakaian-pakaian itu.

 

“Bagaimana? Kalian suka?” Tanya Kim Ji memastikan.Rara dan Kyuhyun lalu berbalik menatapnya, lalu memberikan seulas senyum manismereka. Tampak wajah bahagia di wajah mereka.

 

“Kami sangat menyukainya.” Ucap pasangan itu kompaksambil tersenyum manis, dengan tak sengaja tentunya. Membuat Rara mendenguskesal, sedangkan Kyuhyun terkekeh pelan.

 

“Baguslah jika kalian menyukainya. Kalian sangatpantas dan cocok dengan pakaian itu. Tak ada kekecilan, tak ada yang kebesaran.Untung saja Kyuhyun belum membeli pakaian ini untuk kalian. Karena rencananya,pakaian ini akan aku buang.” Ucap Kim Ji dengan tersenyum. Walau di kalimatterakhir, ia sulit mengucapkannya. Tiba-tiba Rara berhamburan ke pelukannya,memeluk eonni-nya itu sangat erat.

 

“Gamsahamnida, eonniya. Kau selalu baik padaku danKyuhyun oppa. Bagaimana aku bias membalas semua kebaikanmu, hum? Hiks..hiks..”Tutur Rara dengan nada bergetar dalam pelukan Kim Ji itu. Ia tak bisa menahanrasa terharunya terhadap perlakuan baik Kim Ji padanya selama ini. Tak lamakemudian, pelukan mereka akhirnya terlepas.

 

“Dengan merawat dan mempertahankan rumah tanggakalian, itu sudah bisa membalas semuanya. Aku ingin kalian menjadi pasanganyang selamanya selalu bersama. Jangan pernah bertengkar hanya karena masalahkecil. Arrachi?” nasihat itu di sambut oleh anggukan dan KyuRa Couple itu. KimJi kemudian tersenyum. Tiba-tiba terlintas sebuah idea di kepala gadis itu.

 

“KyuRa, bagaimana jika kita berfoto bersama? Akupasti sangat senang jika berfoto bersama dengan calon pengantin sepertikalian.” Usul Kim Ji barusan sontak membuat Rara bingung. Berfoto denganKyuhyun dan Kim Ji dengan memakai gaun pengantin? Ayolah, mereka menikah masih1 minggu lagi, batin Rara.

 

“Eotthe?” Tanya Kim Ji sekali lagi sambil menatapKyuhyun dan Rara secara bergantian. Pasangan itu langsung saling berpandangan,saling meminta persetujuan lewat pandangan mata mereka yang bertemu.

 

“Arraseo.” Jawab pasangan itu kompak. Kini, Rara malah  terlihat semangat. Seperti rasa kesalnya padaKyuhyun sudah hilang  setelah melihatpantulan bayangan di cermin yang menunjukkan keserasihan mereka berduamenggunakan gaun pengantin dan tuxedo.

 

“Kajja! Yong In-ah, tolong foto kami!”

 

“Nde.” Dengan cepat, pegawai perempuan yang bernamaYong In itu langsung mengambil kamera. Kim Ji kemudian mengambil posisi ditengah-tengah pasangan itu. Kyuhyun berada di sebelah kiri, dan Rara berada disebelah kanan Kim Ji. Gadis itu langsung menggandeng lengan keduanya. “Senyum!”

 

“Hana..dul..set..”

 

“Kimchi!”

 

Cekrek..

 

 

*  * *  *

 

 

KimJi’s POV

 

Aku memandang foto yang di bingkai rapi ini dengansenyum di bibirku. Memandangnya penuh dengan rasa bahagia. Dalam foto ini,terlihat aku yang berdiri di antara Kyuhyun dan Rara yang memakai bajupengantin. Foto yang di ambil 1 minggu lalu saat KyuRa mencoba gaun dan tuxedobuatanku itu. Syukurlah jika mereka menyukainya. Karena rencanaku akan kubuangbaju-baju itu. Aku akan sakit jika baju-baju yang sudah aku buat sepenuh hatiitu akan di pajang sia-sia di ruanganku.

 

Dan hari ini, Rara yeodongsaengku dan Kyuhyunnamdongsaengku akan menikah. Sebenarnya ini sangat sulit di percaya. Berasabaru kemarin dia menjadi gadis 19 tahun yang aku kenal sebagai hoobae-ku dikampus. Huh, dia benar-benar sudah dewasa sekarang. Dan sekarang, diamendahuluiku menikah. Ah, takdirnya memang sangat baik. Berbanding balikdenganku.

 

Saat ini, aku sudah berpakaian rapi dengan dressbiru laut selutut buatanku, rambut yang kubiarkan tergerai indah denganberhiasi pita biru, higheels yang juga berwarna biru. Ya, hari ini temakuadalah biru, biru laut. Setelah berhias ku hias wajah cantikku ini denganmake-up yang natural, aku langsung bergegas pergi. Pergi menghadiri acarapemberkatan kedua pasangan yang terngah berbahagia itu yang akan di laksanakansetengah jam lagi. Semoga semuanya berjalan dengan lancer, demi kebahagiaandongsaeng-ku ini.

 

 

*  * *  *

 

 

“Eonni, aku gugup. Sangat gugup saat ini, eonni.Eottokhae?” Aku hanya bias tertawa kecil melihat ekspresi gadis di depanku inisangat lucu. Gadis yang akan menjadi Ny. Cho beberapa menit lagi.

 

“Aish, Rara-ya. Tak usah segugup ini. Aku yakinnanti akan baik-baik saja. Ya, walaupun aku belum pernah menikah. Tapi tetaptersenyum, jangan biarkan wajah cantikmu ini akan luntur dengan ketakutanmuitu. Arrachi, Nyonya Cho?”

 

“Aish, eonni! Aku bahkan baru saja akan menikahdengannya!”

 

“Haha.. Arrayo. Baiklah, sekarang aku keluar ne. Akuakan duduk di barisan kiri paling depan agar bisa melihat ekspresimu nantidengan Kyuhyun. Apalagi saat nanti kau dicium oleh Kyuhyun. Kkkkk.. Annyeong~”

 

“Yak! EONNI!!” Aku hanya cekikikan setelah keluardari ruang make-up tadi. Dia memang mudah sekali di goda. Nah, sekarang akuakan ke tempat duduk para saksi pernikahan ini. Orang yang datang ke gereja inisungguhlah banyak. Jadi, aku akan duduk di barisan paling depan sebelah kiri,seperti kataku tadi. Karena kursi yang kupilih itu sudah dibookking olehKyuhyun untukku. Keren bukan? Haha.. Itu karena dia menyuruhku untuk memotretmereka saat berciuman itu. Dasar setan jahil!

 

 

*  * *  *

 

 

Author’sPOV

 

Di barisan kiri bagian depan, terlihat gadis cantikdisana. Dia duduk sambil memegang kamera di genggamannya. Dia terlihat taksabar menunggu saat-saat itu tiba. Saat dimana kedua sahabat yang sudah iaanggap  seperti adiknya sendiri itu akanmenikah di hadapan Tuhan. Terlihat di depan altar, seorang pria tampan dangagah berdiri menunggu pengantin wanitanya keluar.

 

Tak berapa lama, terlihat dari pintu yang dibelakangi oleh para hadirin itu keluarseorang gadis berpakaian gaun pengantin putih yang sangat anggun dan glamournamun simple. Gadis cantik yang ternyata Rara itu keluar dengan senyum manisnyasambil menggandeng tangan pria paruh baya di sebelahnya, appa-nya. Merekaberjalan beriringan pelan menuju kedepan altar. Sedangkan orang-orang yanghadir menatap pengantin wanita itu dengan tatapan kagum, sangat cantik.

 

Tak lama kemudian Rara dan appa-nya sudah sampai didepan altar. Setelah itu, tangan kanan yang di gandeng oleh appa-nya Rara itulangsung ia berikan pada Kyuhyun. Pria tampan itu langsung menerimanya denganbaik hati. Kini, pasangan itu telah berdiri bersebelahan di depan pendeta.Acara pemberkatanpun di mulai.

 

 

KimJi’s POV

 

Mataku terpaku pada kedua sosok yang ada di depanaltar sana. Sesungguhnya aku sama sekali tak mendengarkan percakapan antaratiga orang di depan sana. Tapi aku merasa, sangat bahagia. Walau di dalam lubukhati terdalamku, aku merasa sangat sakit. Sakit karena bukan aku yang berdiridisana. Bukan aku yang mengenakan gaun putih itu. Bukan aku yang bersumpah didepan Tuhan itu. Dan bukan aku dan Ryeowook oppa yang menikah.

 

Aku menatap mereka dengan seksama. Tadi, Rarabercerita kalau dia gugup sebelum pernikahan. Dan itu, seharusnya aku yangmerasakannya. Merasakan perasaan gugup, senang, dan haru secara bersamaan.Merasakan debaran jantung yang tidak beraturan saat berdiri di depan sana.Seharusnya aku juga merasakannya! Aku juga yang akan menikah! Ah, ini tiba-tibamembuat dadaku sesak. Aku merasakan cairan yang turun ke pipiku. Aku menangis?Sebenarnya untuk apa aku menangis? Menangisi dunia yang tidak adil pada hidupkuini? Ck! Itu sangat tak perlu.

 

“Baiklah, kalian sudah menjadi suami istri sekarang.Silahkan pengantin pria mencium pengantin wanitanya.” Aku langsung terkesiapsaat mendengar suara pendeta barusan. Dengan cepat, aku menghapus air matakuyang mengalir di pipiku ini dengan tissue. Setelah aku melihat posisi KyuRayang wajah mereka sudah hampir dekat, aku langsung mengarahkan kameraku dengantepat.

 

CHUU~

 

Cekrek..Cekrek..Cekrek..

 

 

*  * *  *

 

 

“Kyaaa~ Rara-ya. Chukkaeyo, kau sudah menjadi NyonyaCho sekarang. Dan namamu sekarang menjadi Cho Rara, bukan Kim Rara lagi. Hyaaa~aku tak menyangka kau  secepat inimenikah. Rara-ya!!”

 

“Aigoo~ eonniya, tak usahlah kau heboh begitu. Kautahu? Kau menjadi pusat perhatian disini karena tingkah kekanak-kanakkanmu ini.Huh~ menggelikan.” Aku hanya mendengus kesal mendengar penuturan tajamnya itu.Lidahnya itu sudah tertular lidah tajam milik Cho Kyuhyun. Dasar setan itu!Kini setelah pemberkatan, resepsipun di gelar. Aku lebih memilih mengobroldengan Rara di sebelah kursi tahta mereka berdua. Sedangkan Kyuhyun, dia sibukdengan rekan-rekan kerjanya. Apa-apa’an dia? Meninggalkan istrinya sendirian.Ckckck…

 

“Aku hanya tak percaya kau sudah menikah. Bahkan kaumasih terlihat seperti anak usia 19 tahun yang aku temui sebagai hoobae-ku dikampus dulu. kkkkk”

 

“Aish.. Aku bukan anak usia 19 tahun, eonni.”Ucapnya sambil menggembungkan pipinya, berpura-pura kesal mungkin. Hahaha..Karena ekspresinya ini sangatlah menggemaskan. Oh, aku ingin mencubit pipi atauhidung

 

“Hahaha.. Ne ne. Tapi kau gadis yang sudah menikahdengan seorang pria tampan dan terkenal di kota Seoul karena kekayaan dankepopuleran orang tuanya. Dan gadis yang akan melupakanku setelah dia menikahkarena sudah mempunyai seorang suami yang tentunya akan lebih ia pilih.” Jelasku pada Rara, lebih tepatnyamengejek. Haha.. Karena aku yakin, kalau sudah menikah seperti ini, dia akanlebih sibuk bersama suami evil-nya itu. Dan aku tak yakin dia mempunyai waktuuntuk bersamaku sebanyak dulu saat dia belum menikah.

 

“Aigoo~ eonniya, tak perlu takut. Aku akan seringdatang ke apartementmu bersama Kyu oppa untuk mengacaukannya. Kkkk..”

 

“Yak! Kau—”

 

“Annyeong Rara-ya!” Belum sempat aku menyelesaikanucapanku, ada seseorang yang tiba-tiba saja datang entah darimana. Aku langsungmengarahkan pandanganku ke sebelah kananku, mendapati seorang  pria yang sudah 2 minggu ini tak kutemui.Pria yang masih saja bersarang di dalam hati dan otakku. Pria manis ini yangselalu saja berhasil membuat jantungku berpacu cepat. Pria ini ….

 

“Ryeowook oppa?!” Pekik Rara kaget saat melihatkedatangan pria ini. Ya, dia Ryeowook, Kim Ryeowook. Pria yang berhasil berhasilmerebut semua hati dan pikiranku selama 2 tahun belakangan ini. Aku hanya diammemandangnya, sambil membuat lengkungan di bibirku. Entah senyuman apa yangkubuat ini. Tapi sepertinya ini cukup. Dan dia tak menyadari kehadiranku disini.

 

“Chukkaeyo, Rara-ya. Akhirnya kau berhasilmencairkan hati Kyuhyun yang sedingin es itu dan berhasil menjadi Nyonya Cho.Chukkae. Hahaha..”

 

“Ah, oppa. Gamsahamnida. Aku dekat dengannya jugaberkat kau dan Kim Ji eonni. Kalian yang mengenalkan namja dingin itu padaku bukan?”

 

“Jinnie??” Aku mendengar gumamannya yang menyebutkannamaku. Dia tampak terkejut saat mendengar namaku. Aku terus melihat kelakuandua orang yang berada di hadapanku ini. Sampai seketika, aku melihat arah mataRara yang melirik ke arahku. Tiba-tiba, Ryeowook menatapku. Sepertinya ia sadarkalau aku ada di antara mereka berdua dari tadi. Dia langsung tersenyum manis.Dan senyumnya itulah yang membuatku gugup seketika. Entah apa yang terjadi padadiriku ini. Huh, tatapan matanya itu yang membuatku sedikit salah tingkah.

 

“A-Annyeong Ryeowook-ah.” Sapaku pada Ryeowook yangsedikit tergagap tadi sambil sedikit membungkukkan badanku. Senyum tak lepasdari bibirku. Walau gugup kini menyergapiku. Dia tampak tersenyum membalasku.

 

“Eo. Nado annyeong Jin,,nie.” Balasnya ragu saatmemanggil namaku dengan nama panggillan yang ia berikan dulu. Aku hanya tertawakecil. Sepertinya aku akan menyuruh orang untuk memanggilku dengan nama‘Jinnie’ agar lebih singkat.

 

Hening! Suasana di antara kami bertiga menjadi hening.Aku sibuk memikirkan apa yang akan di lakukan saat ini. Dan pembicaraan apayang tepat di bicarakan saat ini. Seketika pendengaranku menangkap suaraKyuhyun yang sedikit teredam oleh alunan music di gedung ini. Walau tak jelasapa yang Kyuhyun bicarakan, aku melihat gerakan mulutnya. Dia memanggil Rara.Aku harap Rara tidak mendengarnya, mohonku dalam hati. Namun …

 

“Ah eonni, oppa, aku ke Kyuhyun oppa nde. Iamemanggilku untuk kesana. Kalian mengobrollah. Ah ne, kalau mau pulang,katakanlah dulu padaku. Aku tak ingin kalian tiba-tiba menghilang begitu saja.Annyeong~” Gadis itu segera pergi dari tempat ini. Huh, mengapa dia mendengarpanggillan Kyuhyun? Lalu yang ia pikirkan meninggalkanku bersama Ryeowookdisini? Apa dia tak tahu aku sekarang aku sedang di landa kebingungan? Huh~

 

“Jinnie, lama tidak bertemu.” Aku langsung menatapkearah Ryeowook yang baru saja mengeluarkan kalimatnya. Aku tersenyum. OhTuhan! Aku benci dalam suasana canggung seperti ini!!

 

“Ah, ne oppa. Sudah 2 minggu lebih.” Setelahucapanku barusan, suasana hening kembali terjadi bahkan, aku merasa sudah taknyaman untuk melanjutkan pembicaraan. Huh, detak jantungku masih tak beraturan.Apa ini gara-gara pria di depanku ini. Ya Tuhan, aku semakin salah tingkahdisini. Tapi pria di depanku ini terus menunduk. Apa yang ia pikirkan saat ini?

 

“Jinnie, aku ingin bicara berdua denganmu. Tapibukan disini. Kajja ikut aku!” ucapnya sambil menarik tanganku. Aku yangkebingungan langsung menghentikan langkah. Dia langsung berbalik menatapku yangkebingungan.

 

“Kita mau kemana?” Tanyaku bingung.  Dia langsung menatapku lembut, sangat lembut.Oh,  jangan tatapan itu lagi. Aku takkuat, Tuhan! Bantulah aku!

 

“Ikut aku saja.”

 

 

*  * *  *

 

 

Ryeowook’sPOV

 

Disinilah aku dan Jinnie, di sebuah taman dekatgedung tempat acara resepsi pernikahan KyuRa Couple. Kami duduk di sebuahbangku dekat pohon maple di taman ini. Suasana sore dengan angin yangsemilir-semilir melewati tubuh kami, terasa sejuk dan nyaman di tempat ini.Apalagi, kini ia sudah duduk di sampingku. Walau kami sama-sama terdiammembisu.

 

Aku menatap ke langit yang cerah ini. Langit yangberwarna biru cerah itu terasa sangat menghibur mataku. Saat ini tepat pukul 4PM, berarti sudah 1 jam kami diam disini. Niat awalku  mengajak Jinnie ke sini karena ada sesuatuyang ingin aku bicarakan. Dan sejak di gadung tadi, aku sudah mendapatkankalimat untuk berbicara dengannya. Namun saat sudah sampai di tempat ini, akubagai kehilangan semua kalimat dan kata-kata itu.

 

“Mianhaeyo…” Kini hanya kata itu yang berhasilkeluar dari mulutku sambil memandang lurus ke depan. Entah kata itu yang terusmengitari kepalaku. Rasa bersalahpun menumpuk di hatiku saat ini pada gadis disebelah kiriku ini.

 

“Nde?” Aku melihatnya di ekor mataku, dia tampakmemandangku dengan tatapan bingungnya. Baiklah, aku sekarang akan berbicarapadanya. Dengan segera, aku menghadapkan tubuhnya ke arahnya.

 

“Mianhaeyo, Jinnie-ya.” Ulangku sekali lagi. Diamenaikkan salah satu alisnya, tetap pada ekspresi bingungnya. Dalam tatapannyaitu, dia bagai bertanya ‘Maaf untuk apa?’. Ya, kurang lebih seperti itu.

 

“Mianhae, aku sudah mengecewakanmu, aku sudahmembuatmu sedih waktu itu, aku tidak menepati janjiku untuk selalu bersamamu,aku—” Tiba-tiba perkataanku terhenti oleh jari telunjuknya yang ia tempel dibibirku. Aku hanya bisa memandang mata hitamnya itu. Tak lama, ia melepaskanjari telunjuknya itu.

 

“Oppa, itu bukan salahmu, juga bukan salah keduaorang tuamu, atau siapapun. Kisah ini adalah takdir yang Tuhan berikan padakita. Aku bisa menerima ini, oppa. Dan kini, aku sudah tak apa-apa.”

 

“Tapi Jinnie, karena aku hatimu merasa sakit. Akubenar-benar merasa bersalah.”

 

“Sudahlah, oppa. Jangan merasa bersalah seperti itu.Lupakanlah aku, itu akan menghilangkan rasa bersalahmu. Kumohon, janganungkit-ungkit masalah ini lagi ne, oppa? Tuhan pasti punya rencana baik setelahini. Dan aku yakin, kau pasti bisa mendapatkan kebahagiaan tanpaku.” Aku hanyabisa tersenyum pahit mendengar penjelasannya dari tadi. Tak percaya, Jinniebegitu kuat menghadapi ini.

 

Seketika kosa-kata yang kumiliki bagai habis, hilangentah kemana. Aku bingung mau mengatakan apa lagi. Karena tujuan utamakumengajaknya ke tempat ini adalah untuk membicarakan ini. Suasana hening kembaliterjadi. Lama-kelamaan, aku jadi frustasi jika dalam suasana ini terus menerus.Ah, apa yang harus aku bicarakan?

Seketika, aku mendapatkan sebuah pertannyaan.Pertanyaan yang aku terus bertanya-tanya apa jawaban darinya.

 

“Jinnie-ya, apa kau masih mencintaiku?”

 

 

KimJi’s POV

 

“Jinnie-ya, apa kau masih mencintaiku?” DEG!Seketika detak jantungku meningkat lebih cepat setelah ia mengeluarkanpertanyaannya barusan. Mulutku tiba-tiba terasa kaku, tak bisa mengatakanapapun. Aku bingung dalam diam. Memikirkan jawaban yang tepat untukpertanyaannya saat ini. Pertanyaan yang entah bisa keluar dari mulutnya.

 

Sejujurnya, aku memang masih mencintainya, sangatmencintainya. Tapi tetap saja aku tidak boleh memiliki perasaan ini padanya.Tentu saja itu karena akan berujung tak baik. Dan itu tak akan terjadi lagipadaku.

 

“Jinnie-ya?”

 

“Eh? Emmm.. Walaupun aku mencintaimu, kita tak akanbersama bukan? Jadi..emm..aku akan melupakan semua perasaanku padamu.” Jawabkuseadanya. Hanya itu yang bisa ku keluarkan. Walau pada kalimat terakhir, akubegitu ragu. Ragu apakah aku bisa melakukannya dengan benar?

 

“Jinnie-ya, aku mau memberitahumu kalau…”

 

“Kau akan menikah?” tebakku, dan dia terkejutmendengar tebakkanku barusan. Huh, sebenarnya berita itu sudah ku ketahui sejak3 hari lalu. Dan aku mengetahuinya dari beberapa karyawanku dan forum diinternet. Bukankah dia chef yang terkenal? Tak mungkin kan kabar itu tidakheboh di Seoul?

 

“Ba-Bagaimana kau tahu?” Aku hanya  tersenyum, yah walau hanya senyum pahit yangbisa ku berikan. Dia terlihat sangat gugup saat bertanya barusan itu. Mengapa ia merasa takut begitu?

 

“Oppa, tak ada yang tidak mengetahui berita tentangseorang chef Ryeowook yang bertunangan dengan seorang mahasiswi Inha Universityberumur 20 tahun bernama Shin Yeon Jung. Yang pernikahannya akan di laksanakan2 minggu lagi di Jeju Island.” Jelasku panjang lebar. Semua berita itu memangbenar dan aku mendapatkan semua itu dari beberapa sumber. Dia terlihatmenunduk. Apa dia sedih?

 

“Ah iya, chukkaeyo oppa. Aku harap kau bisa bahagiyadengan Yeon Jung. Dan aku harap kau bisa melupakanku, begitupun sebaliknya.Yasudah, aku pergi dulu. Masih banyak yang harus aku lakukan. Sampai bertemulagi nanti, oppa.” Aku segera beranjak dari bangku ini. Sebenarnya akubenar-benar tak sanggup duduk berlama-lama disini. Setiap aku berada didekatnya, selalu saja detak jantungku tidak terkontrol. Namun saat berapalangkah, ada yang mencegahku. Aku menoleh, benar saja yang menahanku iniRyeowook oppa.

 

“Tapi, kita masih menjadi teman, bukan?” tanyanyapelan. Aku langsung tersenyum dan mengangguk. Menjadi teman? Kurasa tak masalah.Itu berarti tak ada yang dendam bukan?

 

“Ne, oppa. Kita masih bisa berteman. Yasudah, halkaeoppa.” Aku segera pergi dari taman ini dengan setengah berlari. Meninggalkansemua kenangan dulu yang pernah di ciptakan oleh aku dan Ryeowook oppa. Entahsampai kapan aku sanggup tidak mengingat semuanya. Mengingat semuakebahagiaanku bersamanya.

 

Ryeowook oppa, kita akan menjalani hidup yangberbeda. Hidup tanpa berdampingan seperti dulu lagi. Dan akan menemukan seorangpasangan yang akan menggantikan namamu di hatiku. Yang akan memberikankebahagiaan untukku, kebahagiaan yang pernah kau berikan padaku dulu. Terimakasih kau pernah menjadi bagian dari hidupku. Kau memang akan hilang darihatiku, tapi kau akan tetap berada dalam pikiranku. Walau sampai kapan aku taktahu.

 

KimJi’s POV End

 

 

*  * *  *

 

 

3 bulan kemudian . . .

Author’sPOV

 

Suasana pagi ini sama dengan pagi di hari-harisebelumnya. Pagi pertama di musim dingin tahun ini. Keadaan pagi yangdirindukan oleh beberapa orang pecinta musim dingin. Warga Seoul kini banyakyang masih terlelap tidur dalam balutan lembut selimut yang menutupi. Namun taksedikit pecinta musim dingin kini telah beraktivitas. Tapi karena hari pertamamusim dingin, hari ini sampai beberapa hari kedepan, mereka akan beristirahat sejenakdari kegiatan mereka dan menikmati suasana musim dingin.

 

Sama seperti warga Seoul yang sudah duduk tenang ditaman dekat Namsan Tower itu. Warga yang kebanyakan pasangan muda-mudi itubegitu menikmati pemandangan indah di taman itu. Dengan memakai baju tebal khasmusim dingin, mereka bercanda tawa dengan pasangan mereka. Menghilangkan rasadingin yang begitu menusuk tulang. Dengan begitu, suasana hangat tercipta diantara mereka.

 

Sama halnya dengan pasangan yang duduk di bangkutaman tepat di dekat pohon maple disana. Sebuah tempat yang pernah menjadi satudengan kenangan-kenangan dulu dari gadis itu. Gadis berambut panjang itu kinihanya diam sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang pria, menikmati setiaphembusan angin yang menerpa. Dengan menggenggam tangan masing-masing, merekasaling menyalurkan kehangatan. Kini, ia bersama seorang pria yang telah menjadipilihan pasangan hidupnya. Bukan, bukan pria yang dulu telah meninggalkannyademi menuruti perintah kedua orangnya, terutama appa-nya. Tapi sekarang, kinidi sebelahnya sudah siap dengan seorang pria baru yang akan menemani hidupnyasampai maut yang memisahkan.

 

Kim Ji –gadis itu- seketika tersenyum mengingatbetapa bahagianya kini karena ia telah menemukan seorang pria yang ia yakin takakan mengecewakannya lagi. Pria yang sedang duduk di sebelahnya itu adalahkekasihnya. Ya, mereka adalah sepasang kekasih baruyang sangat romantis. Danitu dimulai lebih tepatnya 1 bulan yang lalu. Tepat pada ulang tahun Kim Ji,pria itu menyatakan perasaannya padanya setelah 3 bulan kenal. Dan setelah KimJi dan Ryeowook bertemu di acara pernikahan KyuRa Couple itu, sudah sangatjarang mereka bertemu kembali. Walau mereka tak ada rasa benci di hati.

 

“Oppa, apa kau bahagia?” Tanya Kim Ji pelan, nyarisberbisik. Namun untunglah pendengaran sang pria masih berfungsi dengan normal,sehingga masih bisa mendengar suara bisikan dari Kim Ji barusan, dan membuatnyamenoleh.

 

“Bahagia? Tentu saja. Aku pasti akan selalu bahagiajika bersamamu.” Jelas pria itu tulus. Pria yang berstatus sebagai di Korea ituadalah tunangan Kim Ji, Kim Jong Woon. Pria yang semua huruf depan namanya samadengan Kim Ji itu sudah 1 tahun menemani Kim Ji sambil melupakan seorang KimRyeowook dari ingatannya.

 

“Aku juga sama seperti itu.” Jawab Kim Ji mantapmasih dengan lekukan cantik di bibirnya. Ia masih sama seperti tadi, tidakmengubah posisinya. Berasa nyaman dengan keadaannya saat ini. Melewatikedinginan oleh musim dengan kehangatan dari seseorang yang kini sangat iacintai. Seseorang yang akan menemaninya sampai ia mati nanti, jika Tuhanmengizinkan seperti itu.

 

 

KimJi’s POV

 

Kini aku sudah menemukan kebahagiaanku. Kebahagiaanbaru yang kutemui bersama pria di sebelahku ini. Pria misterius namun tampanini telah mengisi hari-hariku belakangan ini. Kami yang selalu mencurahkankasih sayang, cinta, dan perhatian satu sama lain. Dan kebahagiaan ini yangmembuatku tetap tersenyum sampai saat ini. Jong Woon oppa memang sangatberpengaruh dalam hidupku saat ini.

 

Dan inilah awal hidup bahagiaku. Hidupku yang akanbersama Jong Woon oppa. Berbagi kasih sampai maut yang akan memisahkan. Iniadalah takdirku. Takdir kisah cintaku yang telah Tuhan tentukan untukku. Dankini, takdir itu telah memberikanku sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang datangsetelah aku hampir saja menyerah oleh kehidupan cintaku. Kehidupan cinta yangdulunya sangat menyakitkan untukku terima. Aku memang menyerahkan semuanya padaTuhan dan takdir. Karna mulai dari kejadian waktu itu, kejadian yang tak bisakulupakan seumur hidupku nanti itu, aku sudah menyerahkan semuanya pada takdiritu. Aku tak berani berharap banyak. Ya, semuanya tergantung takdir yang Tuhanberikan padaku. Karena takdirlah, aku bahagia sekarang.

 

THEEND^^

Publised by Allison

Advertisements

One thought on “[Ryeowook] The Fate Of Our Marriage (Chapter 3 END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s