[TWOSHOOT/SHINDONG] Kissing Part 2 (END)

Tittle    : Kissing (Part 2 -END)

Cast     :

Kim Ji Sun

Shin Dong Hee

Other Cast

Genre  : Romance,School life

Length            : Twoshoot

Facebook:

http://www.facebook.com/galuhraganithi

Rated:

PG+ 15

Author

: Naughty Angel

Disclaimer

: ff ini adalah asli pemikiran saya , semua cast adalah milik tuhan dan

keluarganya . Apabila ada kesamaan itu sama sekali tidak disengaja ..

 

Warning

: typo bertebaran    

Happy

Reading ^^

Link

Sebelumnya :

 

Sepulang sekolah Ji Sun memang menerima ajakan Sung Min untuk pulang bersama dengan

mobil sport merah milik pria bergigi kelinci tersebut. Karena mereka berdua

terlibat didalam kelompok yang sama,sepertinya Ji Sun mulai akrab dengan pria

itu.

“Apakah Shin Dong yang menghubungimu tadi?” Tanya Ji Sun saat Sung Min yang baru saja

memasuki mobilnya setelah mendapatkan sebuah panggilan telepon.

“Ne.”

Ji Sun terdiam.

“Mianhae..Aku tahu situasi diantara kalian berdua sedang tidak baik.” Sung Min mencoba

menghibur Ji Sun.

“Keunde..Shin Dong tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya.” Sung Min cukup terkejut  dengan pernyataan yang baru saja ia dengar.

“Kenapa?”

“Aku rasa dia bukannya tidak menyukai wanita..hanya saja aku mengira..” Ji Sun

menghentikan separuh perkataannya. Setelah beberapa hari ini ia menghabiskan

waktunya bersama pria bergigi kelinci ini. Akhirnya ia mengetahui satu hal

dalam diri Shin Dong,jika pria itu sudah beberapa tahun ini menjauhi dan

terkesan menutup hati dan dirinya dari mahkluk yang bernama wanita.

“Hanya apa,Sunnie?”

“Entah kalian menyadarinya atau tidak..Tapi menurutku dia belum siap untuk menjalin

hubungan dengan gadis lain. Seperti ada sesuatu di masa lalu yang membuat dia

menjadi..Trauma?”

Sung Min menganggukan setuju. Kemudian Ji Sun berusaha mencari tahu pengetahuan Sung

Min tentang Shin Dong. Sung Min menceritakan tentang kekasih terakhir Shin Dong

beberapa tahun yang lalu. Dan mungkin gadis itulah yang menjadi alasan utama

bagi Shin Dong belum siap untuk mempunyai kekasih lain. Sung Min juga

menambahkan bahwa Shin Dong sebenarnya tidak menginginkan taruhan ini,tetapi ia

dipaksa untuk ikut karena dialah yang mempunyai usul berciuman sebagai patokan

kemenangannya. Ji Sun tidak Nampak terlalu terkejut ataupun marah mendengar hal

itu.

“Tapi yang aku tidak mengerti..Bagaimana bisa ia mengajakku pulang bersama,seorang

gadis,gender yang ia jauhi selama ini?”

Mata Sung Min kini berbinar. Dia mulai mengerti maksud Ji Sun. Ji Sun menyadari jika

Shin Dong menyukai dirinya. Dan Ji Sun sebenarnya hanya berusaha untuk

mengetahui lebih dalam tentang pria itu. Karena sepertinya Ji Sun juga

mempunyai perasaan yang sama.

“Sejujurnya,aku juga sudah lama tidak menjalin hubungan yang berarti dengan seorang pria. Empat

yang terakhir,bukanlah pria yang baik. Sejak saat itu aku memutuskan untuk

tidak menjalin hubungan yang serius dengan pria. Aku menerima tawaran untuk

mengikuti taruhan tersebut juga karena kebetulan saja..Tapi..”Ji Sun menghela

nafas panjang dan senyumnya sedikit mengembang. “Hari itu,untuk pertama kalinya

lagi setelah sekian lama aku menutup hati dari banyak pria. Aku merasa nyaman

didekatnya. Perasaan nyaman yang tidak pernah lagi aku rasakan.” Sung Min

mengangguk setuju.  Itu dia pernyataan

yang sedari tadi Sung Min tunggu.

“Karena itu,setelah kau tahu dia hanya maanfaat kan suatu moment yang menurutmu paling

spesial untuk memenangkan taruhan itu,kau marah?”

“Tentu

saja.” Jawab Ji Sun yang langsung membuat senyum diwajahnya menghilang.

Keduanya sempat terdiam selama beberapa saat. Hingga keheningan tersebut terpecahkan

karena suara ponsel Sung Min yang berada di atas dashboard yang berasal dari

Hyuk Jae. Pembicaraan tak berlangsung lama. Seusai menutup telepnnya,Sung Min

bertanya pada Ji Sun, “Bagaimana kalau kau menemaniku untuk bertemu dengan

saudaraku?”

-XXX-

KiniSung Min dan juga Ji Sun tengah melangkahkan kedua kakinya untuk menaiki

puluhan anak tangga yang akan membawa mereka berdua menuju atap sebuah gedung.

“Untuk apa kita kesini,Minnie?” Tanya Ji Sun,namun lagi-lagi pria itu hanya

menjawabnya dengan sebuah senyuman yang Ji Sun pastikan jika setiap wanita yang

melihat senyuman tersebut akan pingsan dibuatnya.

Tak berselang lama,ponsel gadis itu bergetar. Tanpa membuang waktu,gadis itu

langsung mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Dilihatnya nama ‘Shin Dong’

dilayar ponselnya.

“Angkatlah.”

Kata Sung Min dengan senyum seperti mengharapkan sesuatu yang menakjubkan akan

terjadi. Ji Sun semakin terkejut . Sung Min jelas-jelas mengerti tentang hal

ini.

“Yeobseyo..”

“Akhirnya kau mau mengangkat teleponku,Sunnie.”

“Ada apa?”

Some questions I want to ask you. Jadi kau juga menjadikan ku sebagai bahan taruhan?” Ji Sun terdiam sesaat,

“I don’t have to answer this.”

“Ji Sun-ah,dengarkan aku. Dan ternyata kau..” Shin Dong memotong perkataan Ji Sun.

Ji Sun kembali terdiam. Ketika ia sadar.saat ia berhasil membuka pintu atap gedung

tersebut dan menemui Hyuk Jae dan Kyu Hyun yang sudah berdiri di sana dengan

senyum yang mengembang. Ji Sun semakin tak mengerti. Tetapi dari tingkah laku

mereka bertiga,Ji Sun bisa memastikan jika Shin Donglah yang menyuruh mereka

semua melakukan ini.

“You gotta slapped me for me a reason.Right ?” Tanya Shin Dong lagi. Dan Ji Sun tidak

bisa menjawab pertanyaan itu. Mereka bertiga kini membawanya semakin dekat

ujung atap gedung itu. Dan Dong Hae,yang entah muncul dari mana. Kini

memberikan sebuah teropong kepada gadis itu. Dan Ji Sun pun langsung memakai

teropong tersebut. Di puncak sebuah gedung yang berada disebelah gedung ini,Ji

Sun dapat melihat seorang pria dengan pakaian bak seorang montir telah berdiri

ditengah-tengah overall sedang memegang sebuah ponsel. Ya dia adalah Shin Dong.

“Apa kau melihatku,dari sana?”

Ji Sun bersusah payah meneguk salivanya sendiri kali ini. Dengan berusaha

mengumpulkan satu per satu kejadian yang ia alami beberapa waktu yang

lalu,akhirnya ia sadar jika dirinya telah terjebak didalam sekenario yang Shin

Dong buat,dan bisa dipastikan jika Sung Min juga turut andil dalam hal ini.

Tsk! Setelah bergelut dengan pemikirannya sendiri,Ji Sun dikejutkan dengan

sebuah spanduk yang begitu besar terpajang disana. Dengan tulisan ‘I Love You,My Trouble’,Ji Sun bisa

memastikan semua orang yang akan melintasi jalan ini akan dengan mudah

melihatnya.

“Apa maksudnya dengan semua ini?”

“Aku minta maaf karena telah menjadikanmu taruhan,tapi ku rasa aku juga butuh permintaan maafmu karena  kau juga telah menjadikan ku sebuah taruhan.”

Kali ini Ji Sun terdiam,sungguh ia tak menyangka jika Shin Dong telah

mengetahui semua ini. “Mungkin kau

menyangka jika permintaan maafku ini adalah sebuah rekaya tapi untuk kali ini

aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku,Ji Sun-ah. Would you be give me another

date?”

Ji Sun tersenyum samar, dalam hatinya ia sangat menunggu hal ini akan terjadi.

Meskipun ia tahu,menjadikan pria itu dalam sebuah pertaruhan sangatlah salah.

Tapi Ji Sun harus mengakui,jika dirinya sudah terjebak dalam sandiwara yang ia

buat sendiri dan mungkin mulai saat ini ia bisa menjalin hubungan yang benar

tanpa adanya sebuah sandiwara didalamnya.

“Kapan kau akan menjemputku?”

-END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s