[TWOSHOOT/SHINDONG] Kissing Part 1

Tittle    : Kissing (Part 1)

Cast     :

Kim Ji Sun

Shin Dong Hee

Other Cast

Genre  : Romance,School life

Length            : Twoshoot

Facebook: http://www.facebook.com/galuhraganithi

Rated: PG+ 15

Author : Naughty Angel

Disclaimer : ff ini adalah asli pemikiran saya , semua cast adalah milik tuhan dan keluarganya . Apabila ada kesamaan itu sama sekali tidak disengaja ..

Warning : typo bertebaran

 

Happy

 

Reading ^^

 

 

 

 

Jam sudah menunjukan pukul 16.00

 

KST. Kegiatan belajar mengajar sepertinya juga sudah berakhir sekitar setengah

 

jam yang lalu. Banyak para siswa yang sudah meninggalkan sekolah ini. Namun

 

tidak dengan pria yang bernama Shin Dong Hee. Siswa kelas 12 ini masih

 

disibukkan dengan dua buah buku yang menjadi tugas rumahnya ini. Memang menjadi

 

suatu kebiasaan baginya untuk mengerjakan tugas yang baru saja diberikan oleh

 

gurunya tadi siang di sekolah. Baginya mengerjakan tugas terlebih dahulu

 

sepertinya cukup efektif daripada ia lupa mengerjakan tugas tersebut

 

dirumahnya. Dibaliknya lembar demi lembar buku sekolahnya tersebut guna mencari

 

jawaban atas pertanyaan kimia yang diberikan oleh Park Songsaenim.

 

 

 

 

“Satu soal lagi dan tugas kimia

 

ku akan selesai. Hwating,Dongie!” Ujar Shin Dong berusaha memberikan semangat

 

pada dirinya sendiri. Sesekali ia juga mencoba untung merenggangkan tubuhnya

 

yang terasa begitu kaku akibat terlalu lama bergulat dengan pelajaran yang bisa

 

membuat kepalanya mengeluarkan asap dari dalam.

 

 

 

 

Diliriknya jam tangan hitam yang

 

melingkar di sebelah kanan pergelangan tangannya. Detik selanjutnya pria itu

 

menghembuskan nafasnya lega. Kumpulan soal yang begitu sulit  akhirnya bisa ia pecahkan seorang diri,ada

 

perasaan bangga terselip didalam jiwa pemuda itu. Sepertinya usahanya selama

 

ini untuk meningkatkan kualitas diri dalam memahami semua soal yang diberikan

 

oleh semua guru,berjalan dengan lancar. Tanpa membuang waktu,Shin Dong langsung

 

memasukan satu per satu buku kedalam tasnya dan bersiap untuk meninggalkan

 

kelas.

 

 

 

 

Dengan sedikit bersenandung kecil

 

saat melewati setiap bagian sudut bangunan sekolah ini. Manik mata itu berhasil

 

menemukan sesosok perempuan yang bisa mengalihkan perhatiannya. Dengan

 

didampingi dua orang yang Shin Dong perkirakan mereka adalah orang tua sang

 

gadis,mereka memasuki ruang kepala sekolah.

 

 

 

 

“Siapa dia? Apa dia murid baru di

 

sekolah ini?” Gumamnya saat bayang-bayang gadis itu telah menghilang dibalik

 

pintu kepala sekolah. Lamunan pria itu akhirnya sedikit teralihkan dengan

 

sebuah ponsel yang bergetar,dengan segera ia mengambil ponselnya didalam saku

 

celananya. Setelah membaca pesan singkat yang di kirim oleh salah satu

 

temannya,kini Shin Dong kembali melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan

 

sekolah ini.

 

 

-XXX-

 

 

Shin Dong melajukan mobilnya

 

dengan cepat. Pemuda ini juga merutuki kebiasaan buruknya yang tak bisa bangun

 

tepat waktu. Jam sudah menunjukan pukul 06.45,sementara ia harus bisa sampai di

 

sekolah pukul 7.00. Sepertinya sangat tidak mungkin dia bisa sampai menuju

 

sekolah tepat waktu hanya dalam waktu 15 menit saja. Mengingat jalan kota Seoul

 

yang terbilang cukup ramai pagi ini. Hari ini Kim songsaenim sudah menentukan

 

akan mengadakan ujian. Dan terkutuklah pria itu kalau sampai ia datang

 

terlambat dalam ujian itu. Shin Dong tak bisa membayangkan jika penghapus papan

 

tulis itu akan melayang lagi kepadanya,karena Kim songsaenim yang tak

 

memperbolehkan dirinya untuk mengikuti pelajaran.

 

 

 

 

Setelah 25 menit bergelut dengan

 

jalanan kota Seoul. Akhirnya pria itu sudah sampai di area parkir sekolahnya.

 

Tanpa membuang waktu,Shin Dong langsung berlari meninggalkan mobilnya yang

 

sudah terkunci. Dengan mencoba mengatur nafasnya,Shin Dong mencoba untuk

 

membuka pintu kelasnya yang sudah tertutup dengan sempurna.

 

 

 

 

“Kau datang terlambat lagi,Shin

 

Dong-ah.” Shin Dong berusaha menelan salivanya saat Kim songsaenim menatapnya

 

dengan tatapan yang begitu mematikan ini. “Apa alasanmu kali ini?” Sambung Kim

 

songsaenim dengan sedikit menurunkan kacamatanya.

 

 

“Ah..itu karena..” Shin Dong

 

sepertinya tadi terlalu memikirkan bagaimana caranya agar tiba di sekolah

 

dengan cepat,sehingga ia lupa mencari alasan yang tepat hari ini.

 

 

 

 

Kunci mobil hilang,sudah..Baju sekolah yang belum kering,sudah..Tidur larut karena

 

ada saudara yang menginap,sudah..Jam weker yang baterainya sudah habis,juga

 

sudah..Aissh Jinjja!Apa yang harus aku katakan? Pikirnya keras.

 

 

 

 

“Shin Dong-ah?” Kim Songsaenim

 

masih setia menunggu jawaban apa yang keluar dari mulut pria itu,sementara para

 

teman sekelasnya yang lain memandang ke arahnya dengan tatapan siap untuk

 

mentertawakannya seperti yang biasa mereka lakukan setiap kali dirinya datang

 

terlambat.

 

 

 

 

“Duduklah,kali ini kau ku biarkan

 

mengikuti kelasku.” Kata Kim songsaenim

 

 

“Huft..!” Shin Dong menghela

 

nafas lega diiringi dengan nada-nada tak percaya dari yang lain

 

 

“Oh iya,kau belum berkenalan

 

dengan siswi baru di kelas ini kan? Dia bernama Ji Sun” Shin Dong menggelengkan

 

kepalanya. Lagi pula ia tak bisa melihat siapa gadis baru itu dengan jelas

 

karena terhalang tubuh salah satu temannya yang mempunyai tubuh gempal melebihi

 

dirinya. Shin Dong hanya bisa melihat pipi putih gadis itu,sweater biru muda

 

dan rambut lurusnya yang sengaja diurai. Kemudian ia dapat melihat dengan jelas

 

wajah gadis tersebut,saat gadis itu mengangkat tubuhnya berdiri. Shin Dong pun

 

cukup terkejut. Gadis itu yang ia lihat kemarin siang,saat ia ingin pulang. Dan

 

siapa sangka jika mereka akan menjadi teman sekelas.

 

 

-XXX-

 

 

Jam pulang sudah tiba. Kini Shin

 

Dong dan beberapa teman prianya telah berkumpul didalam rumahnya.

 

 

 

 

“Bagaimana menurutmu tentang

 

siswi baru itu?” Tanya Hyuk Jae salah satu temannya yang sedang duduk

 

disebelahnya.

 

 

“Cukup menarik. Waeyo?”

 

 

“Cukup menarik? Dia itu adalah

 

yeoja tercantik yang pernah aku temui.” Sahut Hyuk Jae dengan mata yang

 

berbinar. Namun tidak begitu dengan Shin Dong yang serasa ingin memukul kepala

 

pria itu dengan sebuah sendok yang sedang ia gunakan. Bagaimana tidak? Hyuk Jae

 

selalu berkata seperti itu saat bertemu dengan gadis cantik. Bukankah itu

 

memuakkan?

 

 

 

 

“Bagaimana kalau kita taruhan?”

 

Ajak Kyu Hyun yang tiba-tiba saja muncul dari dapur rumah Shin Dong.

 

 

“Taruhan? Apa maksudmu,Kyu?”

 

Tanya Sung Min

 

 

 

 

“Siapa yang pertama kali bisa

 

mengajak gadis itu pergi bersama,dia yang menang.” Seru Kyu Hyun dengan

 

menunjukan seringainya.

 

 

“Shirreo,aku tidak setuju!” Kali

 

ini Dong Hae yang menolak mentah-mentah saran pemudah yang usianya lebih muda

 

dari dirinya. Bagaimanapun bisa saja Kyu Hyun bertindak dengan cepat dengan

 

rayuan mulusnya yang biasa ia gunakan pada setiap gadis yang akan ia dekati.

 

 

 

 

“Eum apa ya..” Kyu Hyun mencoba

 

memikirkan taruhan macam apa yang akan mereka pertaruhkan dalam mendekati gadis

 

itu.

 

 

 

 

“Bagaimana kalau berciuman saja?”

 

 

 

 

Shin Dong memasang wajah polosnya

 

saat memberikan usul kepada keempat sahabatnya yang sedari tadi sibuk membahas

 

tentang seorang gadis yang merupakan murid baru dikelas mereka dan tentu saja

 

arah pembicaraan mereka semua berakhir dengan sebuah pertaruhan untuk

 

mendapatkan hati gadis itu.

 

 

 

 

“Apa?Bukankah

 

sebuah ciuman berada ditengah-tengah,kita tidak harus memiliki gadis itu dan

 

kita tidak harus bersusah payah untuk merebut hatinya. No heart and no feel.Lagi pula itu menjadi sebuah keuntungan bagi

 

sang pemenang taruhan tersebut.” Shin Dong menghentikan kegiatan memakannya

 

saat ia dihadiahi sebuah tatapan kebingungan dari para sahabatnya itu.

 

Sementara itu keempat sahabatnya yang bernama Lee Hyuk Jae , Lee Dong Hae , Lee

 

Sung Min dan yang terakhir bernama Cho Kyu Hyun hanya bisa memasang wajah

 

bodohnya saat mendengar sambungan kata dari salah satu sahabatnya . Mereka

 

semua tak menyangka jika pemuda yang selalu menutup hatinya pada semua gadis

 

dan suka menghabiskan makanan mereka ini bisa memberikan usul yang bisa

 

dibilang cukup gila.

 

 

 

 

“Ahh

 

aku setuju dengan idemu,hyung.” Kyu Hyun menunjukan senyuman seringainya

 

diwajahnya. Sebagai seorang pria yang mempunyai kadar ketampanan yang sudah

 

melewati batas normal itu,sepertinya sangat yakin jika dirinya akan bisa

 

mendapatkan ciuman dari si anak baru itu.

 

 

 

 

Persetujuan

 

itu akhirnya diikuti oleh Lee Hyuk Jae. Seorang pria yang mendapatkan julukan

 

playboy disekolah ini,juga begitu percaya diri dengan pertaruhan ini.

 

Bagaimanapun,siapa yang bisa menolak kharisma pria ini? Pikirnya. Berikutnya ,

 

duo Lee yang lain juga menyetujui ini juga. Bagi mereka berdua,pertaruhan

 

dengan sebuah ciuman yang menandakan inti dari ini semua,sepertinya cukup

 

menarik perhatian mereka berdua. Tsk!

 

 

 

 

“Baiklah,untuk

 

kali ini tak ada waktu untuk menentukan siapa pemenangnya. Tak ada yang boleh

 

menjatuhkan lawannya hanya demi memenangkan taruhan ini.”

 

 

 

 

Sung

 

Min,Kyu Hyun dan Hyuk Jae menganggukan kepalanya saat mendengar peraturan yang

 

diucapkan oleh Dong Hae. Shin Dong sendiri juga tak mengerti bagaimana bisa ia

 

juga ikut dalam taruhan konyol seperti ini. Mereka memaksanya ikut karena

 

dialah yang mempunyai ide ciuman tadi. Bagaimanapun menurutnya tak ada yang

 

menarik dalam diri Ji Sun. Namun ia sudah terlanjut dalam taruhan ini,mau

 

bagaimana lagi?

 

 

 

 

Sementara

 

itu Shin Dong yang sama sekali tak berniat ikut dalam pertaruhan ini kembali

 

melanjutkan kegiatan memakannya yang sempat tertunda. Sebuah senyuman samar-samar

 

terlihat dari kedua sudut bibir pria itu,ia tak bisa membayangkan jika gadis

 

yang akan menjadi korban dari taruhan konyol yang ia buat akan membunuh keempat

 

sahabatnya saat mereka berempat akan mencuri ciuman gadis itu.

 

 

-XXX-

 

 

Satu

 

bulan telah berlalu,Shindong hampir tak bisa menahan tertawanya saat mendengar

 

keempat sahabatnya mengeluh karena sampai detik ini tak ada yang berhasil

 

mendapatkan ciuman dari gadis yang akhir-akhir ini diketahui bernama Kim Ji Sun

 

tersebut. Berawal dari Kyu Hyun,yang sejak awal begitu yakin akan memenangkan

 

pertaruhan ini.Akhirnya ia bertekuk lutut akan kekalahannya. Sudah berbagai

 

cara ia lakukan untuk memikat hati Ji Sun. Namun sayang,Ji Sun bukanlah tipe

 

gadis yang mudah terjebak rayuan busuknya. Sementara itu,Lee Hyuk Jae juga

 

bernasib sama dengan Kyu Hyun. Si playboy cap kera ini akhirnya menyerah atas

 

diri Ji Sun. Dong Hae..yah jangan lupakan pria berjuluk ikan mokpo ini..iapun

 

sama dengan kedua temannya yang lain,yang berakhir dengan penolakan..Pria itu

 

sering kali menawarkan Ji Sun untuk pulang bersama,namun Ji Sun selalu menolak

 

mentah-mentah tawaran tersebut. Dan yang terakhir Lee Sung Min.Sepertinya

 

diantara para sahabatnya,pria inilah yang mungkin bernasib cukup baik. Sung Min

 

berhasil mengantarkan pulang Ji Sun beberapa kali,dan iapun berhasil untuk

 

mengajaknya menonton film.Namun sangat disayangkan,sesampainya Sung Min dirumah

 

Ji Sun,ternyata gadis itu tengah tertidur..Memalukan.

 

 

 

 

Sementara

 

itu Shin Dong yang sejak awal sama sekali tak berniat dengan pertaruhan yang

 

teman-temannya buat hanya bisa membayangkan bagaimana wajah bodoh para

 

sahabatnya saat itu. Pria ini sepertinya cukup menyimpan rasa kagumnya pada

 

diri Ji Sun yang tak mudah untuk ditakhlukan itu. Sejenak ia jadi teringat akan

 

sosok wanita yang menyebabkan dirinya sampai detik ini sulit untuk membuat

 

hatinya untuk sedikit saja mengukir sebuah nama gadis dihatinya. Ya mungkin

 

itulah yang menyebabkan Shin Dong seperti trauma pada setiap gadis. Tapi apakah

 

itu tidak berlebihan? Mengingat kejadian perpisahaannya dengan gadis yang

 

pernah menjalin cinta dengannya sudah menginjak tahun keempat.

 

 

-XXX-

 

 

Jam

 

pelajaran sudah berakhir lima belas menit yang lalu,seluruh murid sepertinya

 

sudah mengosongkan kelasnya dan hanya menyisakan Ji Sun yang masih sibuk dengan

 

segala tugasnya. Dengan memakai sebuah earphone,gadis itu sepertinya larut

 

dalam setiap irama lagu-lagu yang ia dengarkan. Sampai ia menghentikan

 

kegiatannya saat dirinya merasakan sebuah tepukan dibahunya.

 

 

 

 

“Eh?

 

Ada apa,Shin Dong-ah?” Ji Sun buru-buru melepaskan earphonennya yang masih

 

setia menempel ditelinganya.

 

 

“Aku

 

sudah memanggilmu sepuluh kali,namun kau tak mendengarku. Mianhae,aku jadi

 

mengganggumu.”

 

 

“Ah,gwenchanayo.

 

Omong-omong,kenapa kau belum pulang?Ada sesuatu yang tertinggal,eo?”

 

 

“Ponselku

 

tertinggal dilaci meja.” Ji Sun terkekeh saat melihat Shin Dong mengangkat

 

ponselnya ,sebagai bukti kalau ia benar-benar meninggalkan ponselnya dan bukan

 

sebagai alasan untuk berusaha mendekati hatinya. “Lalu kau sendiri? Sedang

 

mengerjakan tugas?” Ji Sun menganggukan kepalanya,dan membiarkan pemuda itu

 

mengambil sebuah bangku didepannya untuk duduk tepat didepan dirinya.

 

 

 

 

“Kim

 

songsaenim memberikan tugas yang cukup banyak,aku tak yakin bisa menyelesaikan

 

tugas ini dirumah sendirian. Bolehkah aku bergabung denganmu?” Tanya Shin Dong

 

sedikit berhati-hati. Bagaimanapun ia tak mau berakhir seperti keempat

 

teman-temannya yang berakhir dengan penolakan kan.

 

 

“Tentu

 

saja.” Shin Dong terseyum penuh kemenangan kali ini. Sepertinya pemikirannya

 

untuk tak mengikuti pertaruhan itu,sudah ia rubah. Siapa bilang jika taruhan

 

itu adalah hal yang konyol?

 

 

-XXX-

 

 

Tiga

 

jam telah berlalu. Mataharipun sudah sedikit menuruni singgah sananya. Setelah

 

dengan susah payah Shin Dong membujuk Ji Sun untuk pulang bersamanya,akhirnya

 

gadis itu menerima ajakan dari pemuda bertumbuh sedikit gempal itu. Kini mereka

 

berdua melangkahkan kedua kakinya menuju rumah Ji Sun,sebagai pemuda yang

 

bertanggung jawab ,Shin Dong tak mungkin membiarkan Ji Sun pulang seorang diri.

 

Seharian ini memang mereka berdua dengan mengerjakan tugas sekolah bersama,tak

 

jarang Shin Dong memberikan beberapa lelucon yang membuat Ji Sun tak kuasa

 

menahan tawanya. Dan harus di akui , jika bersama dengan gadis itu mampu

 

membuat getar-getar cinta didalam hati Shin Dong yang sudah lama berhenti untuk

 

bergetar. Entah ini hanya perasaan Shin Dong saja ataupun memang benar

 

kenyatannya,jika Ji Sun sepertinya juga mempunyai perasaan yang sama pada

 

dirinya.Tsk!

 

 

 

 

“Sudah

 

sampai,ini rumahku.” Shin Dong mengitarkan kedua bola matanya kesetiap sudut

 

bangunan rumah yang bergaya klasik ini. Kemudian manik mata itu kembali menatap

 

Ji Sun yang tengah tersenyum kepadanya. “Mau masuk dulu?”

 

 

 

 

“Lain

 

kali saja.Kau masuklah.” Ji Sun menganggukan kepalanya. Namun langkah kakinya

 

enggan untuk menjauh dari pria itu. Mendadak suasana disini menjadi sunyi.

 

Kedua pasang mata mereka saling menatap.Jelas sekali diantara mereka

 

menginginkan yang lebih dari sekedar kata ‘Selamat Malam’ ataupun ‘Terima

 

Kasih’. Beberapa menit kemudian,entah siapa yang memulai. Kini bisa dipastikan

 

kedua bibir mereka saling menyatu.Merasakan sesuatu yang belum pernah mereka

 

bayangkan sebelumnya.

 

 

-XXX-

 

 

 “Mwo?”

 

 

“Kau

 

pasti berbohong?”

 

 

“Bagaimana

 

bisa kau.?”

 

 

 

 

Shin

 

Dong tersenyum puas dihadapan keempat sahabatnya siang ini. Beberapa saat yang

 

lalu,pria ini baru saja menceritakan sebuah cerita yang menjadikan dirinya

 

didalam sebuah taruhan yang beberapa bulan lalu mereka buat.

 

 

 

 

“Benarkah

 

kau telah menciumnya,Shin Dong-ah? Bagaimanapun,kami semua tak ada yang tahu

 

jika kau berbohong atau tidak?” Shin Dong sedikit terperangah saat mendengar

 

ucapan Dong Hae.Sepertinya pria itu sama sekali tak rela jika Shin Donglah yang

 

memenangkan taruhan ini.

 

 

 

 

“Bukti?Ahh..baiklah

 

aku akan membuktikannya pada kalian.” Ujar Shin Dong yang berniat untuk meninggalkan

 

kelasnya tersebut,namun ia urungkan saat melihat seorang gadis yang tengah

 

berdiri diambang pintu kelasnya dengan tatapan membunuhnya. Detik selanjutnya

 

,Shin Dong dapat merasakan pipi kanannya memanas akibat akibat tamparan yang

 

berasal dari gadis itu. Kim Ji Sun.

 

 

 

 

“Lupakanlah

 

semua sandiwaramu kini,Dong-ah. Aku benci dirimu.” Ujar Ji Sun yang mampu

 

membuat Shin Dong dan juga keempat teman-temannya tak mampu mengucapkan sepatah

 

katapun. Begitu jelas api kemarahan dari raut wajah Ji Sun saat ini.

 

 

 

 

“Butuh

 

bukti lagi?” Tanya pemuda itu dengan wajah kesalnya kepada sahabatnya yang

 

masih terdiam sejak kepergian Ji Sun beberapa detik lalu.

 

 

 

 

Jantung

 

pria itu seakan tidak lagi bergetar kencang. Dia hanya bisa memandang nanar

 

bayang-bayang Ji Sun yang sudah meninggalkan ruangan kelas ini. Dan wajah kesal

 

itu perlahan berubah menjadi sendu.

 

 

-XXX-

 

 

Tiga

 

hari sudah Shin Dong tak bertegur sapa dengan Ji Sun. Sudah selama itu juga

 

pemuda tersebut mencoba mendekati gadis itu dan berusaha meminta maaf padanya.Namun

 

sepertinya Ji Sun belum berniat untuk menjalin hubungan dengan Shin Dong. Dan

 

tindakan penolakan yang diberikan Ji Sun akhir-akhir ini,benar-benar membuat

 

Shin Dong hampir putus asa untuk mendapatkan kepercayaan gadisnya lagi.Namun

 

bukan Shin Dong namanya,jika ia menyerah meratapi nasib perpisahan bersama

 

gadis tercintanya itu. Siang ini,pemuda itu melangkahkan kedua kakinya menuju

 

kantin sekolahnya.Mengingat seorang temannya yang tadi baru saja memberi tahu

 

keberadaan Ji Sun saat ini. Dengan membawa seiikat bunga tulip dan senyum yang

 

sejak lima menit yang lalu terus mengembang,pria itu sangat berharap jika kali

 

ini acara permintaan maafnya kepada Ji Sun tak berakhir dengan penolakan lagi.

 

 

 

 

“Cepat

 

berikan uang yang kau janjikan,Seung-ah! Bukankah aku sudah memenangkan taruhan

 

ini,eo?” Sebuah suara kini mampu membuat langkah Shin Dong berhenti. Entah

 

kenapa,ia merasa detak jantungnya tiba-tiba saja tak bekerja dengan baik saat

 

berhasil memastikan jika suara yang baru saja ia dengar adalah suara dari Ji Sun

 

yang sedang berbicang asik dengan teman-temannya dan tentunya para gadis itu

 

tak menyadari keberadaan Shin Dong saat ini.

 

 

 

 

“Baiklah

 

aku mengerti,ini 10 ribu won yang aku janjikan untukmu. Tak ku sangka kau bisa

 

merebut hati salah satu dari mereka. Kau sangatlah licik,nona Kim haha.” Bunga

 

tulip itu langsung terjatuh ,tepat saat para gadis itu tertawa puas diatas

 

keperihan hati yang kini dirasakan Shin Dong. Pria ini sama sekali tak

 

menyangka jika gadis yang menjadi korban atas taruhan konyol yang dibuat dirinya

 

dan juga teman-teman prianya,ternyata juga ikut menjadikan dirinya sebagai

 

taruhan juga. Tak masuk akal!

 

 

 

 

Satu

 

menit kemudian,setelah ia berhasil mengatur emosinya. Shin Dong berusaha

 

mengambil ponsel yang berada dari kantung celananya. Ditekannya beberapa nomor

 

yang akan ia hubungi.

 

 

 

 

“Yeobseyo,Dong

 

Hae-ya.”

 

 

“Waeyo,Hyung?”

 

 

“Karena

 

aku telah memenangkan taruhan ini,bisakah aku meminta satu hal pada kalian?

 

Anggap saja ini adalah balasan atas kemenanganku.”

 

 

“Nde? Ahh..baiklah,cepat katakan

 

apa yang kau mau? Kami akan mengikuti apapun yang kau katakan,selagi itu tak

 

menyusahkan kami berempat.” Shin Dong tersenyum puas saat

 

mendengar ucapan Dong Hae tadi.

 

 

“Tak

 

akan..Baiklah,aku ingin-“

 

 

 

 

T.B.C

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s