[Ryeowook] The Fate Of Our Marriage (Chapter 2)

Title : The Fate Of Our Marriage

Author : Kim Jinnie

Fb : http://www.facebook.com/dhea.safitri.523

Twitter : http://www.twitter.com/Jinnie_kim221

Genre : Romance, Sad, Hurt, Friendship

Main Cast :

·        Kim Ji Woo (OC)

·        Kim Ryeo Wook

Rate : T

Length : Chaptered

Disclaimer : FF ini asli buatan author, namun paracast adalah milik Tuhan dan keluarganya masing-masing. Tidak ada unsur plagiat,nyontek, dll. Jika ada sebuah kesamaan alur, cast, atau lainnya, itu bukanlahkesengajaan author. Karena FF ini keluar dari otak author dan di tulis olehtangan author juga. Perubahan karakter cast tidak di maksudkan untuk sesuatu,tapi hanya untuk keperluan cerita saja.

Warning : Typo(s)

Quotes : Jikamemang aku bukan jodohmu, tak apa-apa. Tidak apa-apa juga jika kau melepasku.Aku bisa menerimanya walau dengan berat hati dan perasaan sedih. Walausejujurnya, perasaanku sangatlah kecewa. Takdir cintaku ini sangat menyakitkanku terima. –Kim Ji Woo-

 

Happy Reading~ ^^

.

.

.

.

BeforeCapther>>>

 

“Akan aku bawa dia kesini lusa, appa. Tenang saja.Dia gadis yang baik dan mempunyai pekerjaan yang bagus. Kalian tidak akankecewa.”

 

“Aku harap yang di katakan olehmu itu benar. Karnajika kau tidak menepati perkataanmu tadi, aku akan menjodohkanmu dengan anakteman appa.”

 

“Ne, appa. Tenang saja.” Aku hanya memberikansenyuman sinis ke appa-ku. Dia memang ingin menjodohkanku dengan anak temannyaitu. Tapi untung saja, aku segera melamar Kim Ji. Jadi kemungkinan besar,perjodohan konyol itu akan di batalkan. Terima kasih Tuhan..

 

Ryeowook’sPOV End

 

 

*  * *  *

 

 

KimJi’s POV

 

Sekarang, sudah satu minggu lebih 2 hari setelahRyeowook oppa melamarku. Hatiku saat ini begitu bahagia. Dia saat ini semakindekat denganku. Dan perasaanku padanya juga semakin dalam. Aku seperti menjadiorang yang sempurna di dunia, yang baru saja mendapatkan seorang pangeran.Sangat berlebihan memang, tapi aku bahagia.

 

Kini aku sedang duduk di meja kerjaku, sepertibiasa. Dan kegiatanku sama seperti waktu yang lain, menggambar design baru.Tapi untuk kali ini yang aku gambar adalah rancangan gaun pengantin yang akanaku kenakan nanti saat pernikahanku. Ryeowook oppa yang menyarankan ini. Dantentu saja, aku langsung menerimanya. Untuk apa memesan gaun di orang lain jikaaku bisa membuatnya? Lagipula, jika aku yang merancangnya, aku bisa membuatnyasenyaman mungkin.

 

Untuk gambarku ini, aku memilih kesan glamor yangdipadupadankan dengan kesan yang simple. Aku rasa ini sangat bagus dan akanterasa sangat mengesankan. Dan kuharap, gaun dan tuxedo yang aku rancang, akanmemuaskan. Dan semoga saja Ryeowook oppa menyukainya. Dan aka nada 2 pasanganbaju pengantin yang akan kukenakan nanti. Pada saat pemberkataan, dan saatresepsi.

 

“Eonni, sore ini kita harus ke Pulau Jeju.” Aku yangsedang asik menggambar seketika langsung membulatkan mataku menatap gadis yangduduk di sebelahku ini. Apa maksudnya.

 

“Mworago?”

 

 

-StoryBegin, capther 2-

 

 

“Ne, kita harus ke Pulau Jeju sore ini karenaboutique kita akan melakukan pertunjukkan busana disana. Dan kalau tidak salah,ada salah satu majalah kosmestik yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita.Apa kau lupa,  eonni?” seketika akumengingat kembali jadwalku yang satu itu. Ah, dia benar. Mengapa aku tiba-tibamelupakan hal penting itu? Apa karna Ryeowook oppa? Ah, molla!

 

“Apa harus sore ini? Aku sedang sibuk membuatrancangan ini.”

 

“Aish.. eonni, aku tahu itu gaun untuk pernikahanmu.Tapi apa kau mau mengecewakan mereka? Inikan rencanamu bulan lalu untukmempertunjukkan hasil karyamu. Kau lupa? Dan sekarang kau tidak ingin datangkarna sedang merancang gaun pengantinmu. Aku tahu ini juga penting, tapi yangingin bekerja sama dengan kita itu perusahaan besar. Tak boleh kita sia-siakan.Dan lagi pula gaunmu ini tinggal sedikit lagi saja sudah mau jadi. Kauit..mmpphh..”

 

“Bagaimana rasa cake itu? Enak bukan? Ryeowook oppayang membuatnya. Dan itu mampu membuat mulutmu tertutup.” Ucapku kesal setelah menyumbatmulutnya dengan cake yang Ryeowook oppa berikan padaku kemarin saat aku bermainke restorantnya. Diapun langsung menghabiskan cake-nya itu.

 

“Enak, eonni. Pantas saja kau sangat mementingkanRyeowook oppa dari pada pekerjaanmu, eo? Padahal semuanya sudah siap disini.”

 

“Yak! Aniya. Arraseo, kajja kita pergi ke PulauJeju!” dengan cepat aku keluar dari ruanganku untuk mengambil beberapa baranguntuk aku bawa. Aku memang ingat rencana ini. Bahkan aku sudah menyiapkan semuapakaian yang akan di pakai oleh model yang akan berjalan di catwalk nanti. Tapikeasyikan ku dengan gambarku tadi melupakan semuanya. Pukul 01.30 PM. Baiklah,harus berangkat sekarang.

 

 

*  * *  *

 

 

Drrrttt..Drrrtt..

Aku mengalihkan perhatianku pada suara getaran tadi.Aku merasa ada yang bergetar di celana jeans yang aku pakai ini. Pasti ponselkuyang bergetar. Dengan segera, aku merogoh saku celanaku untuk mengambil ponselflip biru milikku.

“Yeoboseyo.”

 

“Yeoboseyo,Jinnie. Kau ada dimana sekarang? Aku ingin mengajakmu pergi malam ini.”

 

“Nde? Mianhae, oppa. Aku dan karyawanku akan pergike Pulau Jeju karna ada pekerjaan disana. Kami semua saat ini sudah ada dibandara. Mianhae aku lupa memberitahumu.”

 

“Pekerjaan?Kapan kau kembali ke Seoul?”

 

“Entahlah, oppa. Mungkin 3 hari lagi aku akankembali. Tidak apa-apa kan, oppa? Jeongmal mianhae..”

 

“Ah,gwaenchana, Jinnie. Cepatlah kembali karena aku akan merindukanmu. Saranghae..”

 

“Ne, nado saranghae..”

 

Panggilanpun berakhir. Sebenarnya aku merasa takenak padanya. Dari gaya bicaranya, dia terdengar sangat kecewa. Tapi aku bisaapa? Aku tak bisa menolak ini. Aku bisa rugi. Di tambah lagi, fashion show-kuini bisa gagal. Ah, aku tak ingin itu terjadi. Ya, memang  terkesanegois. Tapi aku harap Ryeowook oppa bisa mengerti.

 

“Kajja, eonni. Kita berangkat.” Aku langsung berdiridari tempat dudukku saat mendengar suara Rara yang memanggilku di sebelahku.Dengan cepat, aku dan para crew segera berdiri dan berjalan menuju pintupenerbangan.

 

 

*  * *  *

 

 

Author’sPOV

 

Hari sudah senja, tapi pria itu terlihat resah direstorant miliknya. Berjalan mondar-mandir membuatnya menjadi perhatian dibagian dapur itu. Tangannya terus ia remas, berharap rasa gelisah dan gugupnyabisa terobati. Tapi itu sia-sia. Pria yang bernama Kim Ryeowook itu memangsedang kebingungan saat ini. Bingung dengan situasi yang ia hadapi sekarangini.

 

Bagaimana tidak? Kemarin malam, ia mengatakan padakedua orang tuanya bahwa dia akan membawa tunangannya ke hadapan mereka untukdikenalkan. Tapi tiba-tiba Kim Ji pergi tanpa memberitahunya. Dan sekaranglah,dia yang merasa menderita. Bayangan-bayangan amarah dari kedua orang tuanyapunsudah terkumpul di benaknya. Dia memang anak yang penurut kepada orang tuanya.Jadi tak heran dia sangat takhluk oleh kedua orang tuanya.

 

“Hyung, mengapa kau mondar-mandir seperti itu? Apakau sedang bertengkar dengan Kim Ji? Aigo, kalian bulan depan akan menikah tapimengapa malah bertengkar, eo?” suara yang tiba-tiba itu membuat Ryeowooksedikit terlonjak. Dia membalikkan tubuhnya, mendapati seorang pria yangberdiri dengan cengirannya.

 

“Yak, Kyu! Apa maksudmu? Aku tak bertengkar denganKim Ji.” Jelas Ryeowook sambil mendengus kesal. Kyuhyun yang notabenyasebagai  teman yang ia anggap sebagaiadiknya sendiri itu memang sering datang ke tempat Ryeowook untuk makan siang.Tapi kali ini, dia datang saat matahari akan tenggelam.

 

“Tapi kau kelihatan gelisah. Wajahmu berantakandengan keringat yang becucuran. Kau tampak buruk. Bahkan wajah cute yang seringKim Ji puja-puja itu tampak hilang. Aku tak yakin Kim Ji masih mau denganmusaat melihatmu berantakan seperti ini.” Pengakuan pedas dari Kyuhyun hampirmembuat Ryeowook naik pitam. Tapi, pria cute itu masih bisa memendam amarahnya.Namun setelah diam beberapa waktu, dia akhirnya menemukan kalimat yang bisamembalas Kyuhyun.

 

“Iya, sama sepertimu. Tapi bedanya, jerawatmu akanlebih banyak. Dan kau pasti akan merengek ke Rara untuk memaafkanmu. Cih,sangat kekanak-kanakkan.” Dan, bingo! Mata Kyuhyun langsung memerah, menahanamarah.

 

“Yak Hyung!” seketika terjadi kejar-kejaran antaraKyuhyun dan Ryeowook. Sebenarnya mereka sudah saling kenal sejak dulu, jadimereka sangatlah dekat. Dan di dapur inilah, mereka terlihat bahagia sepertianak kecil. Semua pekerja yang ada di sana hanya tertawa kecil melihat bos-nyayang sedang bermain itu.

 

 

*  * *  *

 

 

“Hyung, sebenarnya apa yang membuatmu gelisah didapur tadi?” Tanya Kyuhyun yang membuat Ryeowook menatap dongsaengnya itudengan senyum. Setelah lelah berkejar-kejaran tidak jelas tadi, kedua pria yangumurnya sudah di atas 20 tahun itu mengistirahatkan diri mereka di ruanganRyeowook. Mereka melepas lelah dengan di temani oleh cokelat hangat. Saat inibenar-benar senja. Jam di ruangan Ryeowook sudah menunjukkan pukul 6 sore.Berarti 1 jam lagi dia akan menemui kedua orang tuanya tanpa Kim Ji.

 

“Kau sudah tahukan Kim Ji dan Rara pergi ke PulauJeju sekitar jam 3 lalu?”

 

“Mwo? Pergi ke Jeju? Aigo, Rara tidak memberitahuku.Aish, mengapa dia tak memberitahu pacarnya sendiri? Dan apa alasannya?Pekerjaan? Mengapa Kim Ji selalu memberikan pekerjaan untuk Rara? Aku danpacarku jadi jarang untuk bertemu.”

 

“Yak, mengapa kau jadi menyalahkan tunanganku? Kauitu sebenarnya mau mendengarkan ceritaku atau mau sibuk mengomel sendiri, eoh?”protes Ryeowook. Dia benar-benar heran dengan Kyuhyun. Sifat cerewet yangdimilik Rara sepertinya tertular kepadanya. Sungguh couple yang sangat manis.Dan aneh tentunya.

 

“Ah, mianhae hyung. Lanjutkan ceritamu.” Dengantarikan nafas, Ryeowook kembali melanjutkan ceritanya yang di potong tadi.

 

“Kemarin malam, kedua orang tuaku menyuruhku untukmemperkenalkan Kim Ji ke mereka. Dan malam ini, rencananya aku akanmempertemukan mereka dengan Kim Ji. Tapi, tadi sore tiba-tiba Kim Ji mengatakankalau dia akan pergi ke Jeju karena ada fashion show perusahaannya. Jadi, akubingung sekarang. Di tambah, lusa baru ia akan pulang. Aish, Kyunnie.Eottokhae??” Ryeowook terlihat sangat frustasi setelah menjelaskan secarapanjang tentang ceritanya tadi. Semua dugaan burukpun kini sudah banyak hinggapdi pikirannya.

 

“hmm..masdashdhdiuehiuefaohff” Ryeowook menengokKyuhyun yang duduk di sebelahnya. Dengan memesang wajah datar, ia menatapKyuhyun yang sedang menyomot kue yang berada di meja yang terletak ditengah-tengah mereka. Apalagi tadi Kyuhyun memakan kue itu sampai mulutnyaterisi penuh, susah untuk berbicara.

 

“Aish, kau bicara apa, eoh? Telanlah makananmu baru berbicara,babo!” setelah mendengar ucapan Ryeowook, dengan susah payah Kyuhyun menelanblackforest cake yang Ryeowook ambil dari restorantnya.

 

“Hehe.. Mianhae hyung, aku begitu tertarik dengancake ini.” Jelas Kyuhyun dengan wajah tanpa dosa. Setelah itu, ia meminumcokelat hangatnya untuk melarutkan sisa-sisa cake yang tertinggal ditenggorokkan. “Aku juga bingung, hyung. Menurutku, jelaskan baik-baik saja padakedua orang tuamu. Mungkin mereka akan mengerti. Dan tetaplah meyakinkan merekauntuk bisa menerima Jinnie sebagai calon istrimu.”

 

“Saranmu bagus, Kyu. Gomawo ne dongsaeng. Tapitunggu! Kau memanggilnya apa? Jinnie? Yak! Itu panggilanku untuknya. Ck! Apakau tak punya panggilan sayang dengan Rara, eoh?” Ryeowook kini kembali kesalterhadap Kyuhyun. Walau dia tahu, itu hanya sebuah candaan Kyuhyun.

 

“Hyung, aku hanya menyukai nama panggilan itu.Terdengar sangat manis. Apa kau yang membuatnya, hyung?” Spontan Ryeowookmengangguk untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi. “Kau benar-benar sayangpadanya. Aku harap kau tidak menyakitinya. Dia sahabat terbaikku. Arrachi?”Pria itu langsung menggangguk mendengar ucapan dongsaengnya tadi.

 

“Tentu saja, Kyu. Aku begitu mencintainya.”

 

“Ah iya, hyung. Aku ingin memberitahumu kalau akudan Rara baru saja bertunangan kemarin. Dan sebulan lagi juga kami akanmenikah.”

 

“Mwo? Jinjja?”

 

 

*  * *  *

 

 

Ryeowook tampak tak nyaman dengan suasana makanmalam saat ini. Pasalnya, kedua orang tuanya tampak sibuk dengan makanannya.Suasana begitu sepi, hanya dentingan alat makan yang terdengar. Setelahmengatakan Kim Ji tak datang malam ini karena ada pekerjaan di Jeju, sepasangorang paruh baya itu langsung diam. Entah apa yang mereka pikirkan dalam diam itu. Mungkin mereka kecewa atau marah.Ryeowook hanya berharap tidak terjadi apa-apa yang buruk setelah ini.

 

“Kau yakin dengan Kim Ji, Wook-ah?” Ryeowooklangsung menatap eomma-nya dengan senyum yang menggembang.

 

“Tentu, eomma. Aku tak pernah meragukannya. Akubegitu mencintainya.” Jelas Ryeowook untuk menjawab pertanyaan eommanya tadi.Sang eomma hanya menggangguk dan melanjutkan makannya.

 

“Tapi appa tidak setuju! Kau lihat kan, betapasibuknya dia sampai tak bisa datang makan malam bersama kita. Appa tak yakinnanti dia bisa selalu bersamamu atau tidak. Pekerjaannya sebagai designer itubegitu sangat sibuk, Wook-ah.” Ryeowook langsung mengangkat kepalanya lalumenatap appa-nya tajam setelah mendengar penegasan beliau tadi.

 

“Nde? Mengapa appa tiba-tiba tidak setuju? Bukan‘kah appa selalu menyetujui semua keputusanku? Dan aku yakin Kim Ji bisamembagi waktu untuk pekerjaannya dan untukku. Dan mengapa dia tak datang, itukarena aku memberitahukan acara makan malam ini saat dia sudah berada di bandarauntuk berangkat. Jadi ini bukan salahnya. Apa appa masih tidak maumenerimanya?”

 

“Tentu! Aku yakin dia tak bisa membahagiakanmu.Lebih baik kau batalkan rencanamu untuk menikahinya itu. Dan setelah itu, kaumenikah saja dengan anak teman appa. Dia cantik dan tidak sibuk seperti KimJi-mu itu. Seorang mahasiswa yang begitu pintar.”

 

“Nde? Anak teman appa? Shireo! Saat aku mau menikah,appa malah ingin menjodohkanku. Ini sangat keterlaluan. Dan aku tak mungkinmembatalkan pernikahanku ini. Tak mungkin! Aku tak mau menyakiti hati Kim Ji.Aku juga sangat mencintainya/”

 

“Yak, Wook-ah! Kau berani melawan appa, eoh? Kaulebih memilih wanita itu dari pada orang tuamu sendiri huh?”

 

“Appa, aku sangat menyayangi kalian. Tapi, aku jugamenyayangi Kim Ji. Tak mungkin aku melepaskannya dengan rasa sakit hati nanti.Aku bukan pria yang seperti itu. Aku memang selalu menuruti appa dan eomma daridulu. Tapi appa, mungkin aku tak bisa menuruti kemauan appa yang satu ini.”Ryeowook kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan pergi. Namun, ia berhentisaat mendengar appa-nya memanggil namanya.

 

“Wook-ah, kau harus menurutiku. Jikatidak..kau..aarrgghh..”

 

“APPA!!” pekik Ryeowook dan eomma-nya bersamaan saatTn. Kim memegang dadanya dan terlihat sangat kesakitan. Sepertinya seranganjantungnya kambuh lagi. Ryeowook dan eomma-nya segera menghampiri appa-nya yangsudah kesakitan.

 

“Wook-ah, cepat panggilkan dokter Park!” Ryeowookmengangguk, mengiyakan perintah eomma-nya. Dengan segera, dia menelfon dokterPark, dokter pribadi keluarga Kim.

 

Tn. Kim memang mempunyai riwayat penyakit jantung.Dan di saat dia emosi seperti tadi, penyakit itupun akan kambuh. Dan itu yangmembuat Ryeowook tak pernah bisa menolak kemauan appa-nya dari dulu.Sekaranglah pertama kalinya ia berani melawannya. Pikiran pria itupun sekarangsangatlah kalut. Dia harus menuruti kemauan appa-nya tadi demi kesehatanappa-nya, atau lebih memilih Kim Ji dari pada appa-nya? Sungguh pilihan yangsangat sulit.

 

Author’sPOV End

 

 

*  * *  *

 

 

KimJi’s POV

 

Hari ini hari terakhirku di Jeju. Dan nanti sore,aku akan kembali ke Seoul. Untuk agenda hari ini, aku hanya akan menemuipemilik sebuah perusahaan kosmetik yang terkenal di Korea. Ini sungguh peluangbesarku untuk semakin memperkenalkan perusahaanku ini di Negara ini. Dan,harapan eomma yang dulu menginginkanku menjadi designer terkenal, akan menjadikenyataan. Eomma, aku akan mengabulkan keinginanmu dengan segera.

 

Hari memang masih pagi. Tapi aku sudah sibukmengerjakan sesuatu di kamar hotelku ini. Ya, aku sedang menyelesaikan gaunpengantinku ini. Gaunnya memang sudah jadi, tapi ada beberapa detail lagi yangaku tambahkan untuk gaunku ini. Di Jeju memang aku mempunyai pekerjaan. Tapi,aku tetap melanjutkan gaun ini. Aku begitu bahagia saat tangan-tanganku sibukbekerja di gaun ini. Gaun putih dan gaun biru yang begitu anggun namun simple.

 

“Eonni, kau tahu ini masih pagi, mengapa kau selalusibuk dengan gaunmu itu? Aish, aku tahu itu gaunmu. Tapi mengapa kau begitubersemangat mengerjakannya?” aku tersenyum mendengar perkataan  Rara barusan saat dia duduk di sebelahku.

 

“Karena ini gaunku, makanya aku sangat bersemangatmengerjakannya. Kau tahukan pernikahanku 3 minggu lagi. Kau baru saja mandi,eoh?” tanyaku karena aku melihat rambut hitam panjangnya itu basah. Apalagijika bukan mandi?  Kehujanan? Takmungkin, saat ini sedang tidak hujan!

 

“Ne, eonni. Aku baru saja mandi. Kau tidak maumandi?”

 

“Nanti saja. Setelah aku mengerjakan beberapa detaildi bagian dada ini. Pasti sangat terlihat indah. Iya kan?” dia hanya menganggukmendengar pertanyaanku.

 

“Tapi Ryeowook oppa pasti akan berpikir dua kaliuntuk menikahi wanita jorok sepertimu, eonni.”

 

“Yak!”

 

“Hehehe… Mianhae, eonni. Ah ne, eonni aku inginmemberitahumu kalau aku sudah bertunangan dengan Kyuhyun oppa dan akan menikahjuga bulan depan.”

 

“Mwo? Jinjja?”

 

 

*  * *  *

 

 

Kyuhyun’sPOV

 

Aku begitu bingung saat melihat Ryeowook hyung duduk diam di sebelahku denganpandangan kosong ke depan. Dia terlihat sangat bingung dan frustasi sekarang. Bahkan lebih sangat frustasidaripada saat aku menemuinya di restorantnya kemarin. Aku tidak mengerti, diamenyuruhku untuk menemuinya di taman dekat Seoul Hospital pagi-pagi sepertiini. Entah mengapa dia menuruhku menemuinya disini. Apalagi, aku tak tahuapa-apa, siapa yang sakit?

 

“Hyung, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”Hanya pertanyaan ini yang sedari tadi aku lontarkan. Tapi dia sama sekali tidakmerespon. Bahkan aku melihatnya sedari tadi hanya menghembuskan nafas putusasa. Sebenarnya apa yang terjadi?

 

“Kyu..” Setelah satu jam kami disini, akhirnya diamengeluarkan suaranya. Aku segera menengok, menunggu kalimat apa yang akan dialontarkan selanjutnya. Aku harap kalimat itu akan menjawab semua pertanyaanyang terkumpul di otakku.

 

“Aku menyerah sekarang.” Aku memutar otakku setelahperkataannya barusan. Aku memang pintar, tapi untuk perkataannya tadi membuatkumenguras otak. Menyerah? Menyerah dari apa? Sepertinya hyung-ku ini tak punyamusuh. Mengapa dia menyerah? Ah, hyung-ku ini benar-benar membuatku penasaran.

 

“Menyerah? Menyerah kenapa hyung? Ceritakanlahpadaku.” Tanyaku dengan sangat penasaran. Dia tampak menghembuskan nafasnyalagi sesaat sebelum bercerita.

 

“Appa-ku menyuruhku membatalkan pernikahanku denganKim Ji hanya karena alasan dia terlalu sibuk. Dan setelah itu, aku akandijodohkan dengan anak temannya.” Lirihnya. Aku kaget mendengar penuturannyabarusan. Ini sangat aneh. Setahuku, appa-nya dan Ryeowook hyung saling mengertidan bisa saling mengalah. Tapi mengapa sekarang malah ahjussi Kim menentangpernikahan Ryeowook hyung.

 

“Mengapa ahjussi menolaknya, hyung? Bukankah ahjussiselalu menerima keputusanmu?”

 

“Molla, Kyu. Dan karena aku langsung membantahnya,serangan jantung appa langsung kambuh. Aku benar-benar bingung, Kyu. Apa yangharus aku lakukan? Aku tak mungkin menyakiti hati Kim Ji begitu saja. Dansebaliknya, aku juga tak mungkin menolak permintaan orang tuaku sendiri.” Akuseketika terdiam. Permasalahannya benar-benar rumit. Dia benar, saat diamemilih salah satu dari kedua pihak yang sama-sama dia sayangi, pasti pihaklain akan kecewa. Aku langsung mengusap pundaknya, mencoba sedikit memberinyasemangat.

 

“Aku juga ikut bingung dengan masalahmu. Tapi akuyakin setiap masalah, pasti ada jalan keluarnya. Menurutku, hyung ikuti sajakata hati. Aku tahu hyung sama-sama menyayangi mereka. Tapi aku yakin, hyungpasti bisa menentukan yang terbaik. Walau kau harus merelakan salah satu darimereka. Aku tahu hyung pasti bisa.” Entah mengapa, hanya perkataan ini yangbisa aku katakan untuk sekedar menghiburnya. Dia tampak tersenyum, kuharap diabisa menerima perkataanku yang tiba-tiba terlintas di otakku ini. Namunsebenarnya, aku sangat mengharapkan dia tak melepaskan Kim Ji tanpa membantahorang tuanya. Kim Ji itu  gadis yangterlalu baik jika di lepas begitu saja.

 

“Ne, Kyu. Aku akan berusaha untuk menyelesaikan ini.Gomawo.” Aku hanya tersenyum lalu mengangguk menanggapi perkataannya. Aku cukupsenang kini sebuah senyum sudah menghias di bibirnya. Setidaknya dia takterlihat sedih seperti tadi. Dia adalah hyung yang begitu aku sayangi.

 

“Kajja, Kyu. Kita ke rumah sakit. Nae appa sedangsakit disana.” Aku sedikit kaget mendengar informasi darinya barusan. Pantassaja dia menyuruhku datang di taman dekat Seoul Hospital. Namun tanpamembiarkan aku bertanya, dia langsung menarikku pergi menuju rumah sakit.

 

Kyuhyun’sPOV End

 

 

*  * *  *

 

 

KimJi’s POV

 

Sore ini aku sudah berada di apartementku bersamaRara. Setelah 3 hari aku berhasil memperkenalkan boutique-ku di fashion showyang di datangi oleh orang-orang dari perusahaan besar. Benar-benar hasil yangmembanggakan. Dan aku yakin, aku pasti akan semakin sibuk dengan aktivitas yangmenumpuk itu. Apalagi boutique dan perusahaanku ini sudah bekerja samadengan  perusahaan kosmetik di Korea.Pasti akan sangat melelahkan, namun juga pasti akan mempunyai pengalaman yangmenyenangkan.

 

Aku mendudukan tubuhku di ranjangku ini. Akubenar-benar merindukan tempat ini. Aku mendengar suara kesibukan di dapur.Sepertinya Rara sedang membuat minum. Aku tahu dia benar-benar kehausan karenadari bandara Jeju, kami sama sekali belum menegak air. Dia memang tidak bisamembiarkan perut kesayangannya itu kosong. Ck! Gadis aneh. Tapi dia dongsaengkesayanganku.

 

Seketika aku teringat pada Ryeowook oppa. Akubenar-benar merindukan pria manis-ku itu. Selama di Jeju, aku sama sekali tidakberkomunikasi dengannya. Padahal, aku sering menelfon atau mengirimnya pesan.Tapi tak adapun jawaban. Bahkan tak jarang aku menunggunya yang menghubungikuduluan. Aku semakin bingung, sebenarnya ada apa dengannya. Apa aku mempunyaisalah yang membuatnya marah? Tapi apa?

 

Ah iya, jika memikirkan Ryeowook oppa, aku jaditeringat kedua gaun pengantinku yang aku bawa ke Jeju untuk aku lanjutkan.Sekarang, hampir 97% jadi. Tinggal beberapa pelengkap lagi untuk membuat gaunitu tampak sangat indah. Dan aku tak lupa juga untuk tuxedo yang akan di pakaiuntuk Ryeowook oppa nanti. Aku harap semuanya akan baik-baik saja.

 

“Eonni kau mau minum?” Aku langsung mengalihkanpandanganku pada gadis yang berjalan mendekatiku sambil membawa dua gelas jusjeruk di tangannya. Dengan segera aku bangkit dari tidurku saat dia sudah dudukranjang, tepat di sebelah kiriku.

 

“Hmm.. Gomawo, Ra-ya.” Ucapku saat menerima jusdarinya. Dia hanya tersenyum lalu mengangguk. Kami sama-sama meneguk jus ini.Aku sangat merasakan kesegaran saat air bersuhu dingin ini mengalir ditenggorokanku yang juga sangat terasa kering ini.

 

“Eonni, aku melihatmu banyak pikiran. Ada apa, eo?”Aku menaruh gelasku di nakas dekatku berada lalu menatapnya lembut. Diabenar-benar tahu apa yang sedang aku rasakan. Bahkan aku yang sebenarnyaterlihat tidak apa-apa, dia bisa menebak apa yang aku rasakan. Gadis aneh namunsangat unik.

 

“Aku hanya bingung. Mengapa Ryeowook oppa tidak pernah membalas pesanku ataupun mengangkat telfonku. Apa mungkinaku melakukan kesalahan lalu dia marah padaku?” Aku mencoba mengeluarkan semuayang ada di kepalaku dan sudah aku pendam dari tadi. Dia mengangguk.

 

“Mungkin dia sedang sibuk, eonni. Mungkin jika diasudah tidak terlalu sibuk, dia pasti akan menghubungimu. Kau tenang saja.” Akuhanya mengangguk lesu mendengar penjelasannya. Aku berharap juga begitu. Tapi,harapanku ini kemungkinan kecil terjadi. Karena sesibuk apapun Ryeowook oppa,dia pasti akan menyempatkan untuk menghubungiku.

 

“Eonni, lebih baik kita segera mandi dan makanmalam, lalu kita tidur. Aku sangat lelah saat ini dan aku yakin kau  juga seperti itu.” Aku mengangguk danmemutuskan untuk mandi terlebih dahulu.

 

 

*  * *  *

 

 

Rara’sPOV

 

Aku mengerjapkan mataku saat mendengar sebuah laguyang cukup keras memengkakkan telingaku. Bunyi ponselku yang sebenarnya alarmyang sudah aku atur tadi malam. Dengan segera, aku mematikan alarm itu dansegera duduk di ranjang ini, mencoba mengumpulkan semua nyawaku yang tadiberhamburan entah kemana. Aku menengok kearah Kim Ji eonni di sebelahku. Diamasih tidur dengan sama nyaman. Tidak seperti biasanya dia masih tidur saatwaktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Dan terlihat dari wajahnya, dia terlihat sangatlelah dan banyak pikiran. Tanpa ingin mengganggu tiduranya, aku langsungberanjak dari ranjang kemudian menuju ke dapur.

 

Hari ini aku akan memasak spagetti sebagai sarapanuntukku dan Kim Ji eonni. Ini makanan yang sangat simple yang bisa aku buat. Walausebenarnya aku tahu, spaghetti kurang cocok untuk dijadikan sebagai sarapan.Karena biasanya eonni-lah yang membuatkan makanan untuk sarapan. Tapi ku harapeonni mau mengerti. Dia ‘kan sangat baik.

 

Tak perlu beberapa lama, masakanku akhirnya jadi. Duapiring yang berisi spaghetti ini sudah aku taruh di meja makan. Aku atursemuanya. Kami memang tinggal di apartement yang bisa di katakan mewah. Tapi,semuanya kami lakukan sendiri jika kami bisa melakukannya.

 

“Ra-ya, ada panggilan masuk di telfonmu.” Akumenengok ke belakang, mendapati Kim Ji eonni berjalan mendekatiku sambilmembawa ponselku yang masih bordering itu. Dengan segera kuhampiri dia.

 

“Ne, eonni. Aku angkat  telfon dulu ne.” Dia mengangguk. Dengansegera, aku langsung sedikit menjauh dari Kim Ji eonni. Dan aku memilih ruangtengah untuk aku mengangkat telfon dari Kyuhyun oppa ini.

 

“Yeoboseyo.”

 

“Yeoboseyo,chagiya. Apa kau dan  Kim Ji sudah pulangdari Jeju?”

 

“Ne, oppa. Kami sudah ada di Seoul dari kemarinsore. Ada apa?”

 

“Emm..Sebenarnya aku  ingin menyampaikansesuatu pada Kim Ji lewat telfon. Tapi ponselnya mati. Makanya akumenghubungimu. Aku hanya ingin bilang, appa-nya Ryeowook hyung  sedang sakit dan kini sedang di rumah sakit.Ryeowook hyung juga ada di sini. Kim ahjussi meminta Kim Ji datang kesini untukmenemuinya. Sepertinya ada yang ingin dia bicarakan.”

 

“Jinjjayo, oppa? Apa yang ingin Kim ahjussibicarakan?”

 

“Mollayo.Dari kemarin Kim ahjussi sangat ingin bertemu dengannya. Kalian harussecepatnya datang ke Seoul Hospital. Nanti aku kirimi nomor kamar rawatnyalewat pesan. Karena aku tahu kalau kau itu termasuk orang yang pelupa.”

 

“Aish, oppa!!”

 

“Hahaha..Sudahlah, cepat mandi dan bersiap-siap. Pakailah pakaian yang membuat kalianterlihat sangat cantik. Ah ne, jangan lupa sarapan. Tapi kalau perlu, kaliansarapan saja di kantin rumah sakit. Annyeong. Saranghae chagiya..”

 

“Nado saranghae oppa..”

 

Aku menghembuskan nafasku berat setelah menerimatelfon dari Kyuhyun oppa. Aku dan Kim Ji eonni harus ke rumah sakit? Haruskahsaat ini juga?  Padahal rencananya akudan eonni akan mengistirahatkan diri karena kemarin kami benar-benar mengurastenaga di Jeju. Dan di pagi hari ini, kami harus datang ke rumah sakit.Benar-benar menyebalkan!

 

Aku berjalan lesu ke meja makan. Aku langsungmelihat Kim Ji eonni yang sedang minum di kursinya dengan piring yang hanyasisa saus spaghetti saja. Sepertinya dia baru saja selesai makan. Aku langsungmenarik kursiku dan duduk di sini.

 

“Siapa yang menelfon, Ra-ya?”

 

“Kyuhyun oppa.”

 

“Apa yang dia katakan padamu? Mengapa kau terlihatlesu sekali seperti itu?”

 

“Kyuhyun oppa bilang Kim ahjussi saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Dan diasangat ingin bertemu denganmu. Kata Kyu oppa, dia sepertinya ingin bertemudenganmu.” Jelasku singkat sambil memakan sarapanku ini dengan santai. Namundia terlihat sangat kaget.

 

“Mwo? Sekarang? Cha! Ayo kita siap-siap. Aku takingin mengecewakan Kim ahjussi lagi.” Dengan cepat, eonni berlari kearah kamar.Sepertinya ia ingin mandi. Okelah, aku tak bisa menolak untuk pergi keluar saatini. Eonni, aku akan ikut dengamu, walau dengan setengah hatiku!

 

 

*  * *  *

 

 

Author’sPOV

 

Kedua gadis itu berjalan beriringan saat memasukiSeoul Hospital. Mereka cukup terkegesa-gesa mengingat saat ini mereka baru sajasampai di rumah sakit setelah 2 jam yang lalu di beritahukan untuk datang ketempat itu. Dan yang menyebabkan keterlambatan itu adalah mereka yang terlalulama memilih-milih pakaian yang akan di kenakan. Ini semua karena saran Kyuhyunyang menyuruh mereka memakai pakaian dan terlihat cantik. Namun pada akhirnyamereka memilih dress berwarna biru dan hijau. Dan salah satu dari merekamemakai syal, sedangkan satunya lagi memakai topi rajut yang warnanya samadengan warna dress selutut mereka.

 

Ya, kedua gadis itu adalah Kim Ji dan Rara. Merekaakhirnya sampai di rumah sakit. Dari tadi, mereka terus mengguman tidak jelas,berharap akan segera sampai di rumah sakit detik itu juga. Namun mereka tahuitu tidak akan membantu. Kedua sahabat itu berjalan di koridor, mencari kamartempat ahjussi Kim dirawat. Dengan berbekal nomor kamar rawat yang Kyuhyunberikan lewat pesan, mereka mencarinya.

 

Selama mereka berjalan, banyak pasang mata yangterpaku menatap dua orang gadis cantik ini. Mereka bagai menjadi pusatperhatian di tempat itu. Apalagi dengan gaya mereka yang sangat mode danterlihat sangat anggun. Tak heran banyak gadis yang melihat mereka iri. Danakhirnya mereka berdua –Kim Ji dan Rara- sampai di depan kamar yang merekatuju. Mereka masih diam. Ekspresi ragu sangat terlihat di wajah mereka,terutama Kim Ji. Sampai akhirnya dengan keberaniannya, Kim Ji memutar knoppintu itu dan segera masuk.

 

“Annyeonghaseyo..” ucap mereka berdua sambilmembungkukkan badan mereka. Seketika semua pandangan tertuju pada mereka.Pandangan dari Ryeowook, Ny. Kim, Tn. Kim, dan juga Kyuhyun yang ada di sana.Dengan pelan, mereka mendekati Tn. Kim yang sedang berbaring di ranjangnya.Namun Rara lebih memilih berada di sebelah Kyuhyun, tepat di depan ranjang Tn.Kim.

 

“Jeosohamnida, abeojinim. Kami terlambat.” Ucap KimJi dengan wajah bersalahnya. Memang dalam hatinya, dia merasa bersalah padakedua calon mertuanya itu. Sedangkan Ryeowook yang berdiri di sebelahnya hanyabisa terdiam. Memperhatikan apa yang terjadi. Karena dia tahu, apa tujuanappa-nya mengundang Kim Ji ke tempatnya.

 

“Kau sudah datang, calon menantu? Mengapa lamasekali? Apa kau mempunyai urusan yang lebih penting di bandingkan menjengukcalon mertuamu sendiri, eo?” Tiba-tiba ucapan tajam itu keluar dari mulut Tn.Kim. Dia memang sengaja berbicara seperti itu karena pada awalnya, dia takmenyukai Kim Ji. Sedangkan gadis berpakaian dress biru itu hanya bisa menunduk.Matanya sudah memanas karena air mata. Namun dengan segera, ia tahan air mataitu. Sedangkan KyuRa couple sudah keluar dari tadi menuju kantin. Mereka tidakingin  mengganggu pembicaraan keluargaitu.

 

“Animnida, abeoji. Aku—”

 

“Ck! Sudah bisa kutebak, kalau kau memang tak pantasmenjadi menantuku dan menjadi istri seorang Kim Ryeowook. Bahkan saat kemarinRyeowook ingin mengajakmu makan malam bersama keluarga Kim, tapi kau lebihmementingkan pekerjaanmu dan pergi ke Jeju. Anggap apa kami ini sehingga kautidak datang waktu itu, HAH?!” DEG! Hati Kim Ji bagai tertusuk. Sangat sakitrasanya. Kim Ji bahkan baru kedua kalinya bertemu dengan calon mertuanya. Tapi,kini dia sudah mendapatkan cacian yang begitu tajam.

 

“Appa!” Panggil Ryeowook untuk menghentikan ucapantajam appanya. Namun sebaliknya, sang appa malah memberikan tatapan dansenyuman sinis padanya.

 

“Wae Wook-ah? Kau mau membela gadis sibuk ini? Untukapa, eoh? Tak ada gunanya! Coba lihat saja contoh saat ini. Kalian sangatjarang bertemu. Sangat jarang melakukan komunikasi. Bahkan hanya telfon yangbisa kalian andalkan. Apakah sepasang suami istri nanti akan seperti itu?” Tn.Kim tampak menarik nafasnya untuk melanjutkan kata-katanya. Ny. Kim yang sedaritadi hanya diam duduk di kursi sebelah ranjang. Sedangkan Ryeowook sudahmengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya.

 

“Ah iya, chukkaeyo Kim Ji. Kau sudah berhasilbekerja sama dengan perusahaan kosmetik Diamond Beauty yang sangat terkenal diSeoul itu. Aku yakin perusahaan bajumu serta Amour boutique akan semakinterkenal disini. Hh~ dan tentunya kau akan menjadi gadis yang lebih sibuk darisekarang. Chukkaeyo.” Terdengar nada merendahkan dari ucapannya barusan. Dansenyuman sinis yang Tn. Kim berikan. Pria paruh baya itu memang sengajamengucapkan kata-kata barusan karena melihat anaknya yang sudah menahan emosi.

 

 

“Sudahlah, batalkan pernikahan kalian! Aku tak maumempunyai menantu sibuk sepertimu.” DEG! Lagi-lagi jantung Kim Ji sepertiberhenti mendengar kalimat to the point tadi. Kalimat itu bagai kalimatpembunuh untuknya. Dari tadi dia terus mendengarkan ocehan-ocehan Tn. Kim. Tapiocehan itu kini benar-benar membuatnya sedih. Ia tak menyangka, dari semuaucapan-ucapan calon mertuanya itu, kini berakhir dengan sangat tragis.

 

“Tapi abeoji___”

 

“Sudah ku bilang, batalkan pernikahan kalian! Akutak pernah merestuinya. Dan aku tak pernah menginginkan seorang menantu yangselalu sibuk dengan pekerjaannya sepertimu. Kau tahu, jika  kau tak bekerja sekalipun Ryeowook masih bisamenghidupimu. Karena aku yakin, pasangan yang sama-sama sibuk, adalah pasanganyang hubungannya sangat renggang.” Penjelasan Tn. Kim barusan lagi-lagi membuathati Kim Ji sesak. Bahkan kini dia tak bisa melakukan sesuatu. Dia benar-benartak menduga, hubungannya akan di tentang oleh calon mertuanya sendiri.Sekalipun, beberapa minggu lagi ia akan menikah.

 

Dengan tarikan nafas dalam, Kim Ji mulai berbicarapelan “Baiklah, abeoji. Terima kasih dulu anda sudah membiarkanku berpacarandengan  Ryeowook oppa. Walau aku hanyamerasakan indahnya berpacaran dengannya, tapi aku sudah bahagia. Maaf aku tidakbisa menjadi yang anda inginkan. Mohon maaf. Saya tidak akan mengganggu hidupRyeowook oppa lagi. Saya permisi.” Dengan sekuat tenaga, Kim Ji berkalimatseperti tadi. Walau pada akhirnya, dia memutuskan untuk pergi dengan linanganair mata. Semua yang ia terima itu sangat sulit ia pikirkan. Terjadi begitusaja.

 

Dia terus berlari sampai ke luar gedung rumah sakit.Ia tak menghiraukan panggilan Ryeowook yang mengejarnya, ataupun pandangan anehorang-orang padanya. Dia terus menangis dalam larinya sambil menutup mulutnyadengan tangannya, berharap tak ada yang tak ada mendengar suara tangisnya yangbegitu memilukan. Dia segera menyetop taksi, dan segera pergi. Entah kemana,tapi dia sangat ingin menenangkan pikiran dan hatinya saat ini.

Sedangkan Ryeowook yang tadi mengejarnya hanyakesal, tak berhasil mendapatkan lagi gadisnya itu.  Ia sudah tertinggal oleh larinya Kim Ji yangbegitu  cepat. Ryeowook kini berdiri dihalaman gadung itu hanya memandang kemana pergi taxi yang membawa Kim Ji itu.Dia sama sekali tak berniat mengejarnya. Karena dia tahu, pasti saat ini Kim Jimembutuhkan waktu untuknya sendiri.

 

“Argh~” pria itu tampak frustasi. Ia mengerang kerassambil menjambak rambutnya. Saat ini, ia sudah melukai cintanya melaluiappa-nya sendiri. Dan dia tahu perasaan Kim Ji yang begitu  sakit saat ini. Dan kini, ia  tak tahu harus melakukan apa. Karena iniadalah pilihan yang sudah ia pilih. Melepaskan Kim Ji demi orang tuanya.

 

“Hyung, ada apa? Mengapa kau ada di sini?” Tiba-tibaKyuRa Couple datang. Kyuhyun menepuk pundak Ryeowook yang membuat pria ituberbalik.

 

“Jinnie pergi karena appa berbicara kasar padanya.Dan menyuruh kami membatalkan pernikahan kami.” Jelas Ryeowook lirih. Dia hanyabisa menunduk bersalah. Sedangkan Rara menutup mulutnya, kaget. Ia tak percayatentang apa yang barusan diterima oleh rekan kerja sekaligus eonni-nya itu.

 

“Lalu dimana Kim Ji eonni?” Tanya Rara dengan suarayang bergetar. Tak bisa di pungkiri kalau gadis itu memang sedih. SedangkanRyeowook hanya menjawabnya dengan gelengan. Dia juga merasa sangat bersalahsaat ini.

 

TBC^^

Publised by Allison

Advertisements

One thought on “[Ryeowook] The Fate Of Our Marriage (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s