[Yesung] Oneshot – One Love

Title        : One Love

Genre     : Romance, School Life

Author     : Shafa Haniya

Lenght     : Oneshoot

Cast         : Kim Jong Woon, Kim Han Gyul, And Other cast.

Rating     : PG 13+

Disclamer     : Mianhae kalau ff-nya  kurang romance, tapi semoga kalian suka, don’t    forget RCL, gomawo!!

 

Kim Han Gyul POV

Aku berjalan di koridor sekolah, dan tiba-tiba ada seorang namja yg menabrakku. “Awwww, appo.” Rintihku pelan.

 “Eh aghasi, gwencaha?” tanyanya padaku. Sudah jelas aku kesakitan seperti ini, tapi dia masih saja bertanya seperti itu, ‘dasar namja aneh’. Rutukku dalam hati.

“Ne, gwenchana.” Jawabku singkat.

 “Sini biar ku bantu kau beridi.” Katanya seraya mengulurkan tangannya padaku.

“Hmm, ghamsamnida” jawabku, sambil mengulurkan tanganku padanya mencoba untuk berdiri.

Saat ini kami sedang berhadap-hadapan, eemmb! Jika di lihat-lihat, namja ini bukan hanya terlihat aneh, tapi lebih tepatnya bisa dikatakan tampan, baik dan sopan, entah mengapa hatiku berdegup kencang saat dia menatapku.

“Mianhe,  aku tidak sengaja.” Ujarnya menyesal terlihat raut penyesalna di wajahnya.

“Ya tak apa.” Jawabku santai.

“Kalau begitu aku pergi dulu, temui aku di taman sekolah pukul 4 sore nanti.” Teriaknya sambil berlari.

“Ne, baiklah.” Reflek aku mengiyakan permintaannya, sebenarnya terdapat banyak pertanyaan yang berkecamuk di otakku, untuk apa dia memintaku bertemu?, bahkan kami pun tidak saling mengenal. Gumamku seraya berfikir keras tentangnya.

__o0o__

Aku memasuki kelas hingga pukul 3 sore. Tepat pukul setengah 4 kelas selesai dan segera aku mencari namja tadi di taman.

“Aghasi, di sini!” Panggilnya padaku.

Akupun menghampirinya dan berhadapan dengan namja itu.

 “Hai, kita belum sempat berkenalan, siapa namamu?” Tanyanya sambil mengulurkan tangan.

” Kim Han Gyul imnida, panggil saja aku Han Gyul, kau sendiri?”

“Ternyata marga kita sama, ujarnya seraya tersenyum manis padaku. Aku Kim Jong Woon, panggil aku Yesung.”

“Senang bertemu denganmu Yesung.” Tak ingin kalah akupun memamerkan Senyum termanisku padanya.

 “Mau ke taman bermain? Aku ingin menebus kesalahanku tadi siang?”

“Boleh juga, aku sudah lama tidak kesana.” Jawabku mengiyakan ajakannya.

“Baiklah, ayo naik ke motor ku .”

“Ne.” jawabku tanpa sadar,  sebuah senyuman terkembang di wajahku. Entah mengapa sepertinya aku menyukai namja ini, dia baik dan tingkahnya lucu. Kami menuju taman bermain, sekitar 15 menit dari sekolah.

“Ayo kita ke rumah hantu?” Ajak yesung padaku saat kami telah sampai di taman bermain.

“Aa.. Aaku yang lain saja bagaimana?” ujarku gugup, sebenarnya aku sangat takut dengan hal-hal yang berbau seperti hantu. Mungkin terlihat sangat kekanakan memang.

 “Kau takut yaa?? Jangan bilang kalau kau takut ke sana Han Gyul..” Ledeknya.

“Aa.. Aniyo, aku tidak takut, ayo kita kesana!” ujarku terpaksa berobohong, rasa gengsiku telah mengalahkan segalanya. Dengan sangat terpaksa aku masuk ke dalam rumah hantu, 10 menit berada di sana membuat ku takut setengah mati.

 “Hah.. Hah.. Aigo, hantu itu membuatku takut setengah mati!” Kataku denga nafas terengah.

Hahaha, “benar saja kau takut kan?”, Yesung terkikik geli melihat wajah panikku.

“Kau sendiri bukannya takut hah!?” aku mengumpat tak terima dengan ejekannya.

 “Ya benar, tapi tidak setakut dirimu”. Hehehe, ia masih saja tersenyum seenyum tidak jelas saat melihat wajah ketakutakunku. Aish! Menyebalkan, Dasar namja aneh, rutukku dalam hati.

“Eh yuk ke sana.” Ajaknya lagi setelah menyelesaikan tawanya.

 “Kemana?”, tanyaku sedikit bosan.

 “Push ball, kau suka boneka beruang?” tanyanya padaku.

Seketika wajahku berbinar mendengar tawarannya. “Ya aku menyukainya.”

“Akan kuambilkan untukmu, Kaja!” ucap yesung seraya menggandeng tanganku.

“Ahjusi, tolong berikan satu bola ne.”

“Kau hanya pnya 1 kesempatan, apa kau yakin bisa?” tanyaku sedikit meragukan kemampuannya.

“Tentu.” Jawabnya mantap.

Kemudian dengan hitungan, Hana… dul…set…  Yesung pun melempar bola itu, dan praang.. Kaleng berjatuhan.

“Ini hadiah’an kalian pasangan serasi ” ucap penjaga stand permainan.

“Aa.. Kami bukan-” ujarku mencoba mengelak ucapan penjaga stand, tapi yesung segera menyodorkan boneka beruang padaku. “Ini untukmu, aku bisa kan .” yesung tersenyum manis padaku.

“Yaa.. Kau bisa, gamsamnida .”

“Ne, cheonma, setelah ini kita akan bermain apa lagy?

“Ayo kita naik kemudi putar?”

“Oke, aku akan beli tiketnyaa.” Kemudian kami naik kemudi putar, tanpa terasa matahari sebentar lagi akan tenggelam, aku berharap eomma tidak marah karena aku pulang terlambat.

“Sunsetnya indah ya?” Kataku.

“Ya benar.” Jawabnya.

“Apa kita akan bertemu lagi yesung?” tanyaku padanya.

“Kita akan bertemu lagi,  harus, kita harus bertemu lagi!”

“Han Gyul, apa kau sudah pnya kekasih?” tanyanya padaku, aku melihat ada sedikit kegugupan pada dirinya. Sebenarnya untuk apa tiba-tiba dia bertanya seperti itu padaku. Gumamku dalam hati.

“Ng? Wae? Aku tidak punya.”

“Ohh.. Ya baiklah, aku hanya bertanya.”

 “Ayo turun, wktu kita sudah habis di sini.”

“Ne, akan kuantar kau pulang.”

“Hm.” Kemudian aku pulang dengan yesung, udara malam itu sangat dingin, oleh karena itu yesung tidak memakai kecepatan tinggi. Kami sampai di depan rumah ku, aku turun lalu yesung melaju kembali.

 “Eomma.. Aku pulang.”

“Nona, nyonya tadi baru saja pergi, katanya ada pertemuan dan harus rapat di luar kota, katanyaa nyonya akan pulang minggu depan.”

 “Oh ya bi, makasih. Aku akan keatas, jika sudah selesai bibi boleh istirahat.” Kataku sopan lalu menuju tangga.

 Di kamar, aku terus memikirkan namja tadi, juga pertanyaannya waktu di komedi putar tadi, mungkinkah dia punya perasaan untuk ku?

__o0o__

 Pagi harinya aku sarapan sendiri di meja makan, biasanya aku bersama eomma kalau sarapan, tpi karena eomma tidak ada jadi aku sarapan sendiri. Tiba-tiba bibi menghampiriku dan berkata kalau ada seseorang yang menungguku di depan.

“Mian nona, ada seseorang yang menunggu nona di depan.”

“Siapa bi? Baiklah aku akan kesna, gomawo bi.”

“Kau si-“, belum sempat aku melanjutakan kata-kataku.

 “Hai apa aku mengganggumu?”

“Yesung? Wae, kau.. Ada apa kau ke mari?” Tanyaku gugup.

“Menjemputmu, tak apa kan?”

“Ah ne gwaencahana, aku akan ambil tas ku.”

“Ya, santai saja.” “Bibi, aku berangkat.. Yuk berangkat.” Kataku smbil tersenyum.

“Ne, naiklah ke mobilku.”

“Ya.” Kemudian kami menuju sekolah. sesampainya disekolah, kami menuju kelas bersama, lalu tiba-tiba ada 5 orang namja yg menghampiri kami.

“Hei yesung, kau dengan siapa/?” Tanya salah seorang namja dengan rambut yg di susun mangkuk?

“Ini temanku, namanya Kim Han Gyul, Han Gyul Ini sahabatku ini Siwon, Donghae, Kyuhyun, Eunhyuk dan Ryeowook”

“Hai, senang bertemu kalian.” Sapaku pada mereka semua.

“Ne, kami juga.” Jawab mereka serentak. Kemudian kami mengobrol hingga bel masuk.

Pelajaran selesai setelah itu, sahabatku Eun Soo menghampiriku.  “Han Gyul, bisa temani aku ke toko buku?”

“Ne, kapan?”

“Sekarang?”

“Ayo, aku juga mau mencari novel baru .”

“Baiklah ayo.” Lalu aku dan Eun Soo menuju toko buku dengan kendaraan bus. Sesampai’a di toko buku, Eun Soo lngsung ke bagian sains sedangkan aku ke bagian novel.

“Aku akan ke bagian sains, kita bertemu di dekat kasir ya Han.” “Ne.” 10 menit aku melihat” akhirnya aku menjatuhkan pilihanku pada novel yg berjudul friendzone.

Pada saat aku akan ke kasir, seorang namja menabrakku lagi. “Aigo!” Teriakku. “Mianhae, aku tidak sengaja.” “Ng? Kyuhyun Oppa? Kau kah itu?” Tanyaku pada namja itu.

“Han gyul? Hei kau sedang apa di sini?”

“Aku sedang menemani sahabatku membeli buku, kau sendiri?”

 “Aku sedang mencari buku sejarah untuk persiapan minggu depan.”

“Ohh gtu, hm aku rasa aku harus segera pergi. Kalau begitu, sampai jumpa .” Dengan sedikit gugup, lalu aku pergi menuju kasir.

“Ya smpai jumpa.” Lalu aku menuju kasir, dan membayar novel ku, setelah itu Eun Soo mengajakku ke cafe dekat sini untuk mengemil dan mengobrol sebelum pulang.

“Tadi kulihat di toko buku, kau berbicara dengan seorang namja, apa kau kenal dengannya?” “Hm, dia Kyuhyun oppa dari Super Junior, wae? Apa kau menyukainya?”

“Benarkah!? Kau dekat dengannya Han Gyu-ssi? Bisa kah kau menitipkan salamku untuk Eunhyuk oppa??” Rayunya padaku.

“Ne, bisa saja.” “Baiklah kalau begitu. Ayo pulang, sudah hampir malam.” Lalu kami pulang dengan bus lagi.

__o0o__

Sesampainyaa di rumah, aku langsung ke kamar, setelah membersihkan diri, aku mengecek hpku, dn ternyata ada 20 pesan dari yesung.

“Hah.. Dingin se- hah? Yesung, untuk apa dia mengirim pesan sebanyak ini?” Kemudian aku menelfon yesung untuk menanyakan ada apa dia mengirim pesan sebanyak itu.

 “Yeoboseo?” “Hei Yesung-ssi, apa kau sibuk?”

“Aniyo, wae?” “Hm.. Untuk apa kau mengirim 20 pesan padaku?” Tnyaku heran. “Hnya iseng saja.. Hehe apa besok kau bisa ke danau setelah pulang sekolah?”

 “Ne, bisa wae? Apa ada yg mau kau bicarakan denganku?”

“Ya, baiklah, smpai jumpa bsk, aku akan menjemputmu lagi.”

 “Heh, ne, sampai jumpa.” Lalu kami memutuskan panggilan, setelah itu aku menaruh hp ku di meja dain tdur.

__o0o__

Keesokan pagi, setelah rapih dan sarapan, aku keluar dan melihat seorang namja tampan,cool namun imut sudah menungguku di depan, segera aku menghampirinya dan naik ke mobilnya.

Kami sampai, lalu masuk ke kelas, kami melihat 5 orang namja sedang berbincang, lalu aku duduk di salah satu bangku kosong dan mengatakan salam dari Eun Soo yg ia titipkan kemarin untuk Eunhyuk oppa.

“Hei ini dia pasangan teman kita yg sudah datang.” “Pasangan? Apa aku tidak salah dengar?” Tanyaku terheran pada Donghae oppa.

“Haha, tpi jika di lihat kalian memang seperti seorang pasangan.” Ledek Eunhyuk. “Kalian bisa saja, oiya Hyuk oppa, kau dapat salam dri temanku, dia penggemarmu lho.”

 “Ng? Benarkah?? Siapa namanya?” tanyanya dengan wajah berbinar.

“Namanya Eun Soo..”

 “Ah, dia yeoja yg kau suka bukan Hyuk?” Ledek Siwon lagi pada Eunhyuk oppa. “Ayolah hyuk, dia juga suka padamu.” Kata yesung.

 “Biar ku fikirkan dulu ne.”

Tak lama gurupun datang, hari ini hnya 4 mata pelajaran yg akan kami pelajari,.

__o0o__

Setelah kelas selesai, Yesung mengajakku untuk segera menuju mobil.

Sesampainyaa di danau, aku dan Yesung duduk di rerumputan dan melihat pemandangan yg cukup indah.

“Hah.. Udaranya sejuk, pemandangannya juga indah ya?”

“Iya benar.”

“Lebih indah lagi jika kita adalah sepasang kekasih.”

 “Hah, kau ini..”

“Tunggulah disini, aku akan segera kembali.”

Kemudian yesung pergi, aku tidak tau dia kemana, tapi 5 menit kemudian dia datang, lalu menyodorkanku sebuah mawar merah yg indah.

 “Kau kembali.”

 “Ya, ini untukmu Han Gyul.”

“Untukku? Wah gomawo Yesung-ssi”

 “Ne, Han Gyul ada hal yg ingin ku katakan.”

 “Katakanlah.” Kataku smbil menatap yesung.

“Mau kah kau menjadi pacarku?” Katanya datar namun dengan penuh harap.

 Aku merasa hatiku berdegup kencang, aku tidak tau hrus berkata apa, tapi yg jelas aku merasa sangat senang.

“Hm.. Tidak di jawab sekarang juga ti-” “

Aku mau.” Kataku tersenyum.

“Jinjja? Kau menerimaku?”

 “Ne, aku menerimamu..” Kemudian yesung memelukku, aku sangat senang, karena aku bisa bertemu dengannya dan yang paling membuat ku senang adalah aku bisa menyimpan 1 cinta untuknyaa. Lalu kami akhiri hari itu dengan senyuman dan sunset yg indah.

-The End-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s