[TWOSHOOT/EUNHYUK] SHADOW (The Prom15e?) Part 2 (END)

Sebelumnya : http://www.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/twoshooteunhyuk-shadow-the-prom15e-part-1/620657724649503

Tittle : FF TWOSHOT EUNHYUK : SHADOW (The Prom15e?) Part 2_END

Author : 13elieve KyuNa

Rate : PG 16

Leight : TwoShot

Genre : Angst, Sad, Sad Romance

Main Cast :

    • KWON HYO BI
    • LEE HYUK JAE (EUNHYUK)
    • OTHER’s

Disclaimer :

Annyeonghaseyooooo… Saya datang dengan FF Twoshot si Dance Machinenya Eunhyuk *Prok prok prok. FF ini sebagai perwakilan untuk merayakan Ulang tahunnya si Monkey ketjeh dan sebagai bentuk apresiasi(?) saya sebagai ELF. Nggak tau ini FF bagus apa nggaknya, tapi semoga saja pada suka yaaah.. Maaf juga buat TYPO(s) yang selalu mengganggu kenyamanan membaca anda. Akhir kata,

^^^^HAPPY READING^^^^

_Semua Orang suka berimajinasi, tapi bagaimana kalau imajinasi-imajinasi itu malah semakin membuat Orang tersebut ketergantungan dan lari dari kenyataan?_

_Story Begin_

_This reality make me hurt_

 

“MWOO?” Kali ini justru Min Jung lah yang dibuat terkejut oleh Yoo Ri.

“Ne, Eunhyuk sudah meninggal Satu Tahun yang lalu dan hal itu membuat Hyo Bi merasa sangat terpukul. Tapi apakah mungkin Namja yang sudah meninggal akan kembali lagi ke Dunia ini?” Tanya Yoo Ri yang sudah melemah. Sedangkan Min Jung saat ini masih sulit untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

“Aku tak tau apa yang terjadi sebenarnya, tapi wajah Yoo Ri saat itu tidak terlihat sedang berbohong. Wajah itu, aku bisa melihat bagaimana bahagianya ia saat itu, dan aku bisa melihat tatapan matanya yang sangat bersemangat saat menceritakan tentang Kekasihnya itu”

“Ta-tapii kenapa dia bisa mengatakan kalau Eunhyuk ada di Lotte World saat itu juga?”

“Entahlah Yoo Ri~yaa, tapi bisakah kau ceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi?” Yoo Ri menghela nafasnya sesaat untuk mencari dari mana ia memulai ceritanya.

“Hyo Bi dan Eunhyuk Oppa memang sudah lama menjalin hubungan. Bahkan hubungan itu sudah mendapat restu dari kedua Orang tua mereka. Namun tepatnya saat Satu Tahun yang lalu Eunhyuk Oppa meninggalkan Dunia ini dikarenakan sebuah kecelakaan yang menimpanya tepat dihari Ulang tahun Hyo Bi”

FLASHBACK ON

Seorang Yeoja anggun itu kini terlihat sangat murung dan kesal. Yeoja yang tengah memakai gaun pesta itupun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena sang Namja yang sangat dicintainya itu tak kunjung terlihat batang hidungnya.

“Sudahlah chagi, mungkin Eunhyuk sangat sibuk hari ini” Hibur sang Eomma kepada Putri semata wayangnya itu.

“Anniya Eomma, dia sudah berjanji ingin memberikanku hadiah special dan dia janji akan berada di sini saat hari ulang tahunku” Jawab Hyo Bi dengan kekecewaannya.

“Hyo Bi~ya, apakah kau sudah menghubungi Eunhyuk Oppa?” Timpal Yoo Ri yang sejak tadi selalu berada di samping Hyo Bi untuk menenangkannya.

“Sudah Yoo Ri~yaa, tapi tidak ada sahutan. Apakah Eunhyuk Oppa melupakannya?”

“Mana mungkin dia melupakannya, sedangkan jauh-jauh hari Eunhyuk Oppa selalu menantikan hari ini. Dia juga berkata kepadaku ingin melamarmu” Hyo Bi yang mendengar ucapan terakhir Yoo Ri itupun sontak saja menatap Yoo Ri dalam.

“Jheongmal? Apakah dia memang akan melamarku?” Tanya Hyo Bi bersemangat.

“Ne, dan dia sengaja memilih moment ini. Tidak mungkin bukan kalau dia melupakannya?”

“Kau lihat bukan? Mana mungkin Eunhyuk melupakan hari special mu ini Chagi. Sudahlah, bergabung saja dengan teman-temanmu. Tidak baik membuat mereka merasa tak ditanggapi olehmu”

“Apa yang dibilang oleh Eomonim itu benar Hyo Bi~yaa. Lebih baik kita tunggu saja, eoh?” Di dalam hatinya Hyo Bi membenarkan apa yang dikatakan Sahabat dan Eommanya tersebut.

“Baiklah, aku akan menunggumu Oppa” Gumam Hyo Bi dan akhirnya ikut bergabung dengan tamu undangannya yang kini sedang menikmati pesta istimewa tersebut.

Cukup lama Hyo Bi menunggu kehadiran Eunhyuk di pestanya. Hingga penantian itu berubah menjadi sebuah kecemasan. Bahkan sampai acara selesaipun Eunhyuk tak menunjukkan kehadirannya. Kini semua tamu perlahan-lahan minta diri untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.

“Benar bukan? Eunhyuk Oppa pasti sudah melupakanku..!!” Hyo Bi terlihat sudah tidak sabar lagi dan kini ia tampak kesal dan kecewa.

“Chagiii” Tegur Tuan Kwon.

“Tidak Appa. Dia pasti melupakanku dan aku tau itu.!!” Tampak kini mata Hyo Bi sudah mulai berkaca-kaca karena menahan kecewanya.

“Kau tidak boleh berpendapat yang bahkan kau sendiri tidak tau kebenarannya Hyo Bi~ya. Eomma tidak pernah mengajarimu seperti itu..!!”

“Tapi Eomma_”

“Hyo Bi~yaa.. Eunhyuk Oppa menghubungiku dan ia ingin berbicara kepadamu. Ponselmu sudah tidak aktif, makanya dia menghubungi ke Ponselku” Tiba-tiba suara Yoo Ri bergabung dengan mereka.

“Aku sudah tidak ingin berbicara dengannya Yoo Ri~yaa, kau saja yang menjawabnya” Tolak Hyo Bi dengan wajah kesalnya.

“Eunhyuk Oppa ingin meminta maaf dan tadi dia sedang ada rapat mendadak di kantornya. Saat ini ia sedang berada di dalam perjalanan untuk ke sini. Berbicaralah walau hanya sebentar. Jangan membuatnya semakin merasa bersalah” Bujuk Yoo Ri. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Hyo Bi menerima ponsel itu dari tangan Yoo Ri dan menjawabnya.

“Oppa, kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku kalau kau tidak bisa datang? Apakah kau sudah tidak menganggapku lagi?” Berondong Hyo Bi saat ia sudah menempelkan benda persegi itu ke telinga kanannya.

“Mianhae chagiya, jheongmal mianhae. Aku tau aku salah karena tidak mengabarimu lebih dulu dan tidak datang ke acara itu, tapi tadi itu sangat mendesak. Aku sudah berusaha ingin menghubungimu tapi Ponselku mati”

“Jadi kau di mana saat ini?” Tanya Hyo Bi yang sudah mulai meluluh.

“Aku sedang berada di dalam Bis untuk sampai ke rumahmu” Jawab Eunhyuk yang sudah mulai merasa lega.

“Mwo? Bis? Kenapa kau memakai Bis Oppa?” Tanya Hyo Bi yang merasa tidak biasanya Eunhyuk menaiki kendaraan umum tersebut.

“Tadi aku singgah ke suatu tempat untuk membelikan kado special untukmu dan tiba-tiba mobilku mati. Karena aku tak kunjung mendapatkan Taxi, akhirnya aku menaiki apa saja yang lewat di depanku. Kau tau bukan kalau aku tidak mengerti memakai Bis kalau bepergian?”

“Jadi bagaimana kau saat ini bisa berada di situ? Apakah kau tau nanti kau akan turun di mana?” Tanya Hyo Bi mulai panic.

“Aku cukup mengikuti kata hatiku saja. Aku hanya tak ingin kau semakin lama menungguku, sedangkan ini saja sudah sangat terlambat”

“Geundae Oppa, apakah kau akan membeli Cincin untukku?” Tanya Hyo Bi terdengar sedikit malu-malu.

“Mwo? Kau tau dari mana?”

“Yoo Ri yang mengatakannya kepadaku”

“Aaaiiissh Yeoja itu tidak bisa menjaga rahasia sama sekali”

“Hahaha, jangan salahkan dia Oppa. Salahkan dirimu yang sudah sangat terlambat saat ini”

“Arraseo, aku sangat menyesal. Baiklah, kau tunggu saja cincin indah ini akan berpindah ke jari manismu. Aku tak akan membiarkan jari itu menunggu lama untuk segera terpakaikan sebuah cincin yang berlapiskan sebuah kata cinta bukan?”

“Oppa, kau sangat bisa menggombal”

“Kkk~ aku sudah memperlajarinya. Baiklah chagi, kau tunggu saja di sana, eoh?”

“Ne Oppa. Kau turun saja di Halte yang ada diujung jalan. Aku akan menunggumu di sana. Oppa, hati-hati” FLIP!! Belum sempat Eunhyuk mengakhiri panggilannya, tapi Hyo Bi sudah mengakhirinya terlebih dahulu. Ia tau kalau masih menjawab Telepon itu maka Eunhyuk akan memarahinya yang akan menunggu Eunhyuk di Halte.

“Benar bukan apa yang aku bilang?” Tanya Yoo Ri saat Hyo Bi sudah mengembalikan Ponselnya.

“Haha, neee.. Yoo Ri~ya, aku mau menunggu Eunhyuk Oppa dulu di Halte. Nan kahikhae” Belum sempat Orang-orang itu bertanya, kini Hyo Bi sudah berjalan meninggalkan mereka semua untuk menunggu kedatangan Eunhyuk di Halte dekat rumahnya.

*****

Cukup lama Hyo Bi menunggu kedatangan Eunhyuk di Halte itu, bahkan ia tak memperdulikan dinginnya angin malam yang menyapu permukaan kulit putihnya yang hnya mengenakan Gaun bertali tipis tersebut. Ini sudah menit keenam ia menunggu kedatangan Eunhyuk dengan Bis yang dinaikinya.

“Ke mana dia? Apakah dia nyasar?” Gumam Hyo Bi yang merasa cemas karena Eunhyuk tak kunjung keluar dari Bis yang sudah ada beberapa berhenti di Halte itu. Mata jeli Hyo Bi tak lepas memandangi setiap Bis yang berhenti di depannya. Setiap Orang yang keluar dari Bis tersebut ia perhatikan dengan seksama berharap wajah tampan Namjanya ikut keluar dari Bis itu. Hingga di menit ke Sembilan kini sebuah Bis yang berwarna Hijau kembali berhenti di depannnya, anni, tepatnya di seberang jalan. Hyo Bi yang merasa kalau Eunhyuk tidak mungkin keluar dari Bis itupun sedikit tidak bersemangat melihat Orang-orang yang keluar dari Bis tersebut. Hyo Bi tertunduk. Ia sedikit kecewa karena Eunhyuk tak kunjung tiba. Saat Hyo Bi sedang memainkan kakinya yang sedang terduduk itu, samar-samar dari ekor matanya bisa menangkap kalau di seberang sana sedang berdiri seorang Namja yang masih memperhatikannya. Hyo Bi yang menjadi penasaran itupun perlahan-lahan mengangkat kepalanya dan mengikuti pandangan matanya yang melihat ke arah seberang. Saat itu juga ia melihat kalau kini seorang Namja sedang melambai kepadanya. Hyo Bi merasakan sebuah kelegaan saat Namja itu menampilkan Gummy Smilenya. Hyo Bi sontak saja berdiri dari duduknya

“Oppa, kenapa kau turun dari situ?” Tanya Hyo Bi dari tempatnya saat ini. Bahkan ia berteriak agar Eunhyuk mendengar suaranya.

“Tadi aku sempat salah jalan Chagi. Apakah kau sudah menunggu lama?” Pertanyaan Eunhyuk dijawab dengan anggukan dan cemberutan dari Hyo Bi. Eunhyuk yang melihat ekspresi lucu itupun seketika tertawa.

“Baiklah, Oppa akan ke sana” Perlahan Eunhyuk melangkahkan kakinya untuk menyeberangi jalan. Matanya tak lepas menatapi Hyo Bi yang sudah menunggunya di Halte seberang. Dengan tangan kanan yang terdapat sebucket mawar merah dan tangan kiri yang terdapat bungkusan Kado, Eunhyuk semakin melajukan langkah kakinya. Eunhyuk terpesona melihat penampilan Hyo Bi yang saat ini terlihat sangat mengagumkan di matanya. Mata Eunhyukpun tak pernah lepas dari Hyo Bi yang juga menatapnya dengan bahagia. Mereka tidak menyadari kalau dari sisi kiri Eunhyuk kini sedang melaju sebuah Mobil Hyundai dengan kecepatan yang tidak beraturan. Mobil itu melaju dengan tidak stabil, bahkan mobil itu melewati jalur yang sesungguhnya. Langkah itu sebentar lagi akan mengantarkannya kepada Kekasihnya, bahkan sang kekasihpun kini sedang menantikan kedatangan Namjanya yang tadi hampir membuatnya kecewa. Tinggal beberapa langkah lagi kaki itu akan sampai di tepi jalanan yang ada di Halte seberangnya, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang cukup membuat telinga mendengar suara yang cukup membuat merinding dikedinginan malam kala itu.

BRAAAAKKK

Semua terjadi dengan sangat cepat bahkan terkesan singkat. Tubuh yang tadinya terlihat sangat bersemangat itu kini telah terbaring di pinggiran jalan dengan posisi yang mengenaskan. Darah segar berceceran di sekitarnya. 10 detik, 15 Detik, belum ada tanggapan. Namun di Detik yang ke 20,

“OPPAAAAAAAAAA” Sebuah teriakan yang sangat menyayat hati kini telah diperdengarkan Yeoja yang sedang menatap tak percaya ke aarah Namja yang terbujur ditepian jalan itu. Dengan kekuatan yang ia paksakan, Yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah Hyo Bi itu berlari menghampiri tubuh Kekasihnya, Eunhyuk.

“O-Oppaa. OPPAAAAAA” Histeris Hyo Bi yang saat ini sudah memangku kepala Eunhyuk yang penuh dengan darah segar.

“Hi Hyo Bi~yaahh” Ringis Eunhyuk tertahan dengan wajah menahan sakitnya. Entah sejak kapan Air mata Hyo Bi yang jarang terjatuh itu sudah membasahi gaun indahnya. Bahkan kini suara ditenggorokanya seolah tertahan walau hanya untuk menyerukan nama Kekasihnya.

“Oppaaahh” Panggil Hyo Bi tertahan. Hanya air matalah yang bisa mewakili perasaannya saat ini.

“Hi Hyo Bi~yaahh.. A-akuu belum terlambatkaaanh?” Lagi, Eunhyuk bekerja keras mengeluarkan suaranya untuk bertanya kepada Hyo Bi. Hyo Bi yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa menggeleng histeris sambil memeluk wajah penuh darah milik  Eunhyuk.

“Anniya Oppa, kau tidak pernah terlambat. Kau tidak pernah terlambat. Aku mohon bertahanlah Oppa. SAELYOJUSEYOOOO.. SAELYOJUSEYOOOO (Tolong)” Teriak Hyo Bi untuk meminta pertolongan, tapi suasana malam yang sedikit sunyi itupun tak lantas membuat Orang –orang berdatangan.

“Hi-Hyo Bi~yaa.. I-iniii,, Ambillah” Dengan susah payah Eunhyuk memberikan Bunga mawar merah itu kepada Hyo Bi dan Hyo Bi dengan tangan yang bergetar menerimanya dari Eunhyuk.

“I-ini masih sebucket, aku berencanaah memberikanmuuhh Bunga itu selamah 19 hari berturut-turut. Ta-tapi sekali laagiihh aku minta maaf karena sepertinyaa ak_ ukhuuukk” Belum sempat Eunhyuk menuntaskan omongannya, darah segar kembali keluar dari mulut itu dan membuat Hyo Bi semakin mengeluarkan air matanya.

“O-Oppaa aku mohon bertahanlah Oppa. Jangan tinggalkan aku. Aku minta maaf karena tadi memarahimu dan aku berjanji tak akan pernah marah-marah kepadamu lagi. Aku akan menjadi yang lebih baik untukmu Oppa. Bukankah kau berjanji akan menikahiku setelah aku lulus nanti?” Dengan bergetar Hyo Bi mengucapkan itu dan kini setetes demi setetes air mata Eunhyuk turun dan membaur dengan darah segar yang sudah memenuhi wajahnya. Dengan tangan yang masih bergetar dan penuh darah, Eunhyuk meraba saku yang ada di dalam Jaz nya dan mengeluarkan sebuah kotak yang di atasnya diberi pita yang terlihat manis.

“I-inii. Apa yang aku janjikan kepadamu tadi ada di dalam kotak ini. Cepatlah kenakan sebelum jari itu menolak untuk dipakaikan nantinya. Maaf, aku tak bisa memakaikannya”

“Anniyaa, aku tak mau memakainya kalau bukan kau yang memakaikannya. Aku mohon bertahanlah Oppa demi aku dan semua harapan kita dimasa depan. Aku mencintaimu, aku mencintaimu” Kembali teriakan histeris dari Hyo Bi mengiris hati setiap yang mendengarnya. Perlahan satu persatu Orang-orang mendekati mereka dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

“Kumohon bahagialah meskipun tanpa aku, karena jari itu tak akan mungkin tak ada yang memakaikan cincin suatu saat nanti. Ak-akuuhh mencintaimuuhh sampai kapanpun, c-chaagiaahh”

“ANDWAAEEE, OPPA IREONA, IREONABWA. JEBAL IREONA OPPAAAA” Hyo Bi kembali berteriak saat ia melihat nafas Eunhyuk sudah mulai tak beraturan. Bahkan rasanya dada Hyo Bi terasa begitu menyakitkan karena suara yang dikeluarkannya begitu keras, ditambah lagi melihat keadaan Eunhyuk saat ini semakin membuat dadanya terasa sesak. Kini Orang-orang yang sudah berkerumunan itupun sudah menghubungi pihak Rumah Sakit dan Polisi agar segera meluncur ke TKP. Eunhyuk sudah tak sanggup lagi membalas perkataan Hyo Bi, karena kini berbagai kenangan indah mereka tengah terputar di memorinya yang membuatnya tersenyum. Namun ada yang aneh, perlahan memori-memori itu memudar dan meremang, hingga perlahan semuanya menghilang seiring pandangannya yang menjadi gelap total. Yang ada kini hanyalah HITAM dan KOSONG.

FLASHBACK OFF

“Selama Empat Tahun Hyo Bi hidup dalam kekosongannya, bahkan ia selalu saja menyesali hidupnya yang sebelum kematian Eunhyuk ia memarahi Eunhyuk karena terlambat datang ke pestanya. Yang paling menyakitkannya adalah, Hyo Bi sempat mencoba membunuh diri dengan mengiris urat nadinya. Ia juga pernah mencoba mengakhiri hidupnya dengan berdiri di tengah jalan dekat dengan Halte itu di saat kendaraan sedang ramai berlalu lalang. Aku dan Orangtua Hyo Bi melakukan banyak hal demi mengembalikan keceriaan Hyo Bi dan semua senyumannya, tapi semakin kami berusaha, justru air matalah yang selalu Hyo Bi keluarkan saat ia kembali mengingat Eunhyuk. Tapi ada yang aneh di Tujuh Bulan yang lalu. Entah apa yang membuat semua keceriaan Hyo Bi kembali seperti semula bahkan terlihat seperti tak ada yang terjadi. Keceriaan itu sama persis saat Eunhyuk masih berada disisinya. Kami yang merasa sangat bersyukur itupun tak begitu memperdulikan semua perubahan Hyo Bi. Yang kami tau hanyalah Hyo Bi yang dulu telah kembali ke raganya dan hal itu sangat melegakan kami semua” Tutur Yoo Ri mengakhiri ceritanya. Min Jung yang mendengar kisah tragis itupun tak larat untuk tidak meneteskan air matanya. Bahkan kini terdengar sesenggukan kecil dari Min Jung karena ia merasa sangat sedih mendengar kisah Hyo Bi.

“Aku tak menyangka ternyata kisah cinta mereka dibawa Eunhyuk sampai mati. Memang terdengar sedikit berlebihan, tapi itu semua nyata. Yoo Ri~yaa, mungkinkah saja selama ini Hyo Bi hidup dalam bayang-bayangannya Eunhyuk?”

“Maksudmu?” Tanya Yoo Ri kurang mengerti.

“Hyo Bi menganggap kalau Eunhyuk itu masih hidup dan hanya itulah yang dapat kembali membuatnya hidup dan bersemangat”

“Aku rasa juga begitu. Min Jung~ah, maukah kau membantuku?”

“Mwonde?”

___000___

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Hyo Bi. Kini hari yang special itu kembali menghampirinya dan ia merasa sangat bahagia. Kini ia sudah bersiap-siap dengan dandanannnya yang cantik dengan ditemani beberapa kerabat dekatnya termasuk Yoo Ri. Hyo Bi terlihat seperti menunggu seseorang, namun Orang itu sepertinya belum menampakkan dirinya.

“Hyo Bi~yaa” Panggil sebuah suara kepada Hyo Bi dan membuat Hyo Bi menatapnya.

“Eoh? Min Jung~ah, bagaimana kau bisa berada di sini?” Tanya Hyo Bi tak percaya saat melihat Min Jung ada di pestanya saat ini.

“Yoo Ri yang mengundangku. Beberapa hari yang lalu kami bertemu saat dia memesan Cake dan dia juga menyuruhku datang ke pestamu. Tidak apa-apakan kalau aku ikut?”

“Eeeiiisshhh kau ini menanyakan apa? Tentu saja aku senang kau mau hadir ke pestaku. Aku juga berencana mau mengundangmu, tapi sayang aku tak ada waktu”

“Geurae? Gomawo Hyo Bi~yaa. Aa cham, ke mana Namjachingu mu? Apakah dia tak datang?” Bukan karena lupa Min Jung menanyakan hal itu, tapi karena sebuah rencanalah ia terpaksa menanyakannya. Terlihat gila memang, tapi mereka harus menghentikan halusinasi Hyo Bi selama ini tentang Eunhyuk.

“Oh dia? Dia belum datang, bahkan saat ini aku sedang menunggunya”

“Siapa yang sedang kau tunggu itu Kwon Hyo Bi?” Sebuah suara kini ikut menimpali mereka dan menatap Hyo Bi dengan tajam. Ia berjalan mendekati Hyo Bi dan Min Jung.

“Yoo Ri~ah, kau sudah datang?” Tanya Hyo Bi sedikit gugup.

“Siapa yang sedang kau tunggu?” Tanya yoo Ri lagi yang bahkan tak berniat menjawab pertanyaan Hyo Bi.

“i-ituuu.. Ituuu aku sedang menunggu kekasihku” Jawab Hyo Bi hati-hati.

“Siapa kekasih yang kau bilang itu?” Tanya Yoo Ri lagi.

“Kau kan sudah tau Yoo Ri~yaa, kenapa kau tanyakan lagi?”

“Aku memang sudah tau siapa kekasihmu yang dulu dan yang aku tau saat ini kau tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Jadi siapa Kekasihmu itu?” Hyo Bi sedikit heran mendengar ucapan tajam dari Yoo Ri, tapi ia sebisa mungkin menepisnya.

“Kau sedang becanda Yoo Ri~ya? Bagaimana mungkin hubungan yang sudah terjalin Tiga Tahun ini kau bilang itu hanyalah hubunganku dengan Namja yang dulu? Aku masih bersamanya sampai saat ini”  Ujar Hyo Bi dengan suara yang sudah naik satu oktav.

“Nugu? Eunhyuk?” Hyo Bi tersentak saat Yoo Ri menanyakan nama itu dengan nada tegasnya. Sedangkan Min Jung yang menyaksikan hal itu saat ini hanya bisa menahan detakan jantungnya karena merasa khawatir dengan Hyo Bi.

“N-neee Eunhyuk Oppa. Wae? Kenapa kau terlihat tidak menyukainya?” Tanya Hyo Bi tak kala tegas.

“Sejak kapan aku tak menyukainya? Apakah kau lupa Hyo Bi~ya? Eunhyuk yang dulu dengan yang belakangan ini kau lihat adalah sosok yang berbeda. Eunhyuk yang dulu sudah meninggal setahun yang lalu..!! Sedangkan yang kau lihat belakangan ini? Dia hanyalah bayangan yang kau ciptakan sendiri untuk menghibur dirimu..!”

“MWO?” Hyo Bi terkejut dan tersentak saat Yoo Ri mengatakannya. Entah kenapa hatinya saat ini bergemuruh saat mendengar kalau Eunhyuk sebenarnya telah tiada. Tapi siapa yang dilihatnya belakangan ini?

“NE..!! Eunhyuk Oppa, meninggal dari Satu Tahun yang lalu karena kecelakaan di Halte ujung jalan rumah ini, dan itu tepat saat hari ulang tahunmu setahun yang lalu. Apakah kau lupa?”

“Gotjimal..!!” Jawab Hyo Bi cepat.

“Eunhyuk Oppa, sudah tidak ada di Dunia ini lagi, dan yang kau lihat itu hanyalah bayangan yang kau cipatakan sendiri untuk berfantasi dengan imajinasimu. Tepatnya kau hanya berinteraksi dengan kenanganmu bersama Eunhyuk Oppa”

“GEUMANHAE..!!” Suara teriakan Hyo Bi terdengar hingga ke ruang tamu rumahnya yang terdapat kerabat dekat dari Hyo Bi dan juga kedua Orang tuanya. Mereka tentu saja terkejut mendengar teriakan itu.

“Kaaauuu.. Ternyata kaulah yang membuat Eunhyuk Oppa tak hadir hari ini Yoo Ri~yaa. Kau, telah mengatakan omong kosong. Aku membencimu Han Yoo Ri..!! Aku membencimu..!!” Tanpa dikomando lagi Hyo Bi pun berlari meninggalkan Yoo Ri dan juga Min Jung di ruang tengah itu. Hyo Bi terus berlari ingin keluar dari rumahnya, bahkan panggilan-panggilan yang ditujukan untuknyapun tak diperdulikannya lagi, yang Hyo Bi tau hanyalah ingin menemui Kekasihnya saat ini di Halte.

*****

Seorang Yeoja kini sedang menangis sesenggukan di Halte Bis dekat rumahnya. Tak diperdulikannya kendaraan yang berlalu lalang bisa saja membuat pengemudinya menatap dirinya aneh. Yang Hyo Bi tau saat ini hanyalah, ia ingin berjumpa dengan Eunhyuk, kekasih yang dikatakan Yoo Ri sebenarnya sudah meninggal.

“Saengil chukkahae” Akhirnya Hyo Bi kembali mendengar suara itu lagi. Suara yang sudah Dua hari ini tak menampakkan wujudnya dikarenakan dirinya sedang sibuk mempersiapkan pestanya.

“Oppa” Panggil Hyo Bi dengan suara yang sedikit serak akibat menangis.

“Kau menangis?” Tanya Namja yang diyakini Hyo Bi adalah seorang Eunhyuk tersebut.

“Ini benar kau kan Oppa? Apakah kau bayangan?” Tanya Hyo Bi kepada Eunhyuk.

“Menurutmu?” Tanya Eunhyuk balik.

“Anni, kau nyata. Kau adalah Eunhyuk Oppa Kekasihku yang selalu mencintaiku”

“Geurae.. Hyo Bi~yaa, aku mau menepati janjiku dihari ulang tahun mu hari ini”

“Benarkah? Kau akan memberikanku kado?” Tanya Hyo Bi yang langsung kembali bersemangat.

“Ne, bukankah aku sudah berjanji akan membawamu ke suatu tempat yang bisa membuktikan rasa cintaku kepadamu?” Hyo Bi mengangguk semangat saat Eunhyuk mengingat janjinya.

“Ikutlah denganku”

“Eodi kha?” Tanpa menjawab pertanyaan Hyo Bi, Eunhyukpun meraih tangan Hyo Bi dan membawanya ke suatu tempat.

“Oppa, kenapa kau memawaku ke sini?” Tanya Hyo Bi saat ia dan Eunhyuk sudah sampai ke tempat yang Eunhyuk janjikan. Eunhyuk hanya tersenyum saat Hyo Bi menanyakannya.

“Apakah ini tempat yang kau janjikan?” Tanya Hyo Bi lagi.

“Ne, inilah tempat yang ku maksudkan”

“Kuburan siapa ini Oppa?” Tanya Hyo Bi tak mengerti saat Eunhyuk membawanya ke tempat pemakaman yang ada di Seoul. Hyo Bi melihat gundukan tanah itu kini sudah di beri semen sehingga membuatnya tampak lebih bagus.

“Kau bisa membacanya” Jawab Eunhyuk. Hyo Bi pun membaca nama yang tercetak dibatu Nissan kuburan tersebut.

“Lee Hyuk Jae? Eoh? Namanya sama sepertimu Oppa” Baca Hyo Bi dan sedikit merasa aneh.

“Bukan mirip, tapi itu memanglah aku”

DEG

Kembali jantung Hyo bi bergemuruh saat Eunhyuk mengatakan sesuatu yang memiliki makna yang sama dengan apa yang dikatakan Yoo Ri tadi.

“MWO? K-kau mau membohongiku?” Tanya Hyo Bi saat mendengar penuturan Eunhyuk. Ia memandangi Eunhyuk tak percaya. Sedangkan EUnhyuk? Ia hanya memandang dalam ke arah gundukan tersebut.

“Aku sungguh-sungguh Hyo Bi~yaa. Di dalam itu terdapat jasad Namja yang sangat mencintaimu. Lee Hyuk Jae, atau yang biasa kau panggil Eunhyuk Oppa”

“Anniyaa.. Gotjimal” Tolak Hyo Bi yang tak mau mempercayai omongan Eunhyuk. Eunhyukpun memandang Hyo Bi dan menggenggam tangan Hyo Bi dengan hangat.

“Aku tidak berbohong Chagiyaa. Tanggal ini, tepatnya Satu Tahun yang lalu aku meninggalkan Dunia ini dan di dalamnya terdapat Yeoja yang paling aku cintai. Awalnya aku sudah tenang meskipun terkadang aku merasakan sakit saat Yeoja itu selalu menangisiku. Hingga Yeoja itu kembali menghidupkan aku di alam imajinasinya dan menjadikanku bayangan yang hanya bisa dilihatnya dan seolah-olah dapat disentuhnya. Apa yang kau lakukan ini salah Hyo Bi~yaa, tapi aku rela melakukannya untuk sementara ini hanya untuk menebus keterlambatanku saat itu. Tapi, kau semakin bergantung dengan bayanganku dan selalu menghadirkan aku dialam imajinasimu. Inilah saat yang tepat agar kau tak kembali menciptakan bayanganku”

“Gotjimal..!! Oppa, kenapa kau sama seperti Yoo Ri dan begitu kejam kepadaku dengan mengatakan kalau kau sudah meninggal. Apa salahku sampai-sampai kalian bisa melakukan hal itu?!” kini Air mata itu kembali membasahi pipi Hyo Bi dengan tetesan –tetesannya.

“Apa yang kami katakan memang benar adanya Hyo Bi~yaa. Selama ini aku hanyalah bayangan yang kau ciptakan sendiri. Tak ingatkah kau saat pertama kali kau melihatku saat di cermin? Alam bawah sadarmu yang menyukai kehadiranku itupun selalu berusaha membantumu saat kau mulai merindukan aku sehingga mendatangkan aku. Sampai kau sudah terbiasa dan membuat seolah-olah aku memang hidup kembali dan menjalani aktifitasku seperti yang dulu. Coba kau ingat, bukankah setiap malam saat kau sudah kembali ke rumahmu, kau jarang menghidupkanku? Bahkan kita tidak pernah berbicara dari telepon. Itu karena alam imajinasimu tak mendukung untuk hanya mendengar suaraku namun tak melihat wujudku. Aku mohon Chagiya, hentikan semua ini dan hiduplah berbahagia tanpa aku”

“Oppa~” Panggil Hyo Bi melemah. Pikiran nyatanya kembali membuat tersadar dengan apa yang dikatakan Eunhyuk kepada dirinya.

“Debu, kalau kau tidak bersih membersihkannya maka akan semakin menempel dan hal itu akan semakin sulit untuk kau bersihkan. Begitu juga dengan bayanganku. Kalau kau tidak secara bersih membersihkan bayanganku, justru kau akan semakin sulit untuk lepas dari banyanganku itu. Begitu juga dengan Daun kering. Daun yang kering dan yang telah gugur dari pohon tak akan mungkin kembali menghijau dan lengket kembali di pohon, tentu akan ada daun yang baru bukan agar pohon itu tidak mati? Aku mohon carilah seorang Namja yang bisa menggantikan aku dan memakaikan cincin yang saat itu aku beri kepadamu. Jangan biarkan terlalu lama jari itu tanpa sebuah cicncin dari Orang yang kau cintai”

“Tapi aku hanya mencintaimu Oppa. Aku tak menginginkan daun yang segar lagi, karena daun kering sudah cukup untukku kalau itu adalah dirimu” Lagi-lagi Hyo Bi menolak kalau Eunhyuk telah meninggal. Ia tak berani mempercayainya.

“Daun kering tak membawa keindahan untukmu, justru dia membawa kerugian yang fatal. Daun kering juga perlahan-lahan akan menghilang disaat kau belum rela untuk kehilangannya. Maka dari itu buanglah daun kering itu sebelum dia yang menghilangkan diri”

“Aku tak bisa Oppa. Kau tau bukan semenjak mengenalmu aku merasakan kebahagiaan itu? Aku tak mau kalau kau meninggalkan aku dengan semua kenangan kita selama Tiga Tahun, karena aku terlalu pengecut untuk menerima semua ini. Tuhan tidak adil..!! Ketika kau akan berencana untuk melamarku, justru dia semakin menjauhkan kita. Apa salah kita kepadanya Oppa? Bukankah selama ini kita tak pernah menyakiti Orang lain karena hubungan kita? Apa yang membuatnya begitu kejam sehingga memisahkan kita?” Air mata itu tak lagi dapat dibendung oleh Hyo Bi. Bahkan mata itu seolah tak diperbolehkan untuk kering dari air mata walaupun hanya sesaat.

“Ada rencana baik disetiap ketidak adilan yang kita dapatkan. Izinkan aku tenang dan bahagia di alam sana seperti aku mencoba merelakanmu kalau suatu saat nanti kau telah menemukan penggantiku. Siapapun yang mendapatkan hatimu nanti, dia pastilah Namja yang sangat beruntung” Hyo Bi tak tahan lagi mendengar ucapan yang sangat menyakitkan itu. Dipelukanya tubuh Eunhyuk sekuat mungkin, namun pelukan itu sedikit tidak terasa lagi ditubuhnya. Mungkinkah ia sudah mulai melepas bayangan Eunhyuk?

“Pelukan ini sudah mulai tak terasa Chagi. Jujur saja sebenarnya aku sedih, tapi aku harus bahagia karena kau mulai bisa menghilangkan imajinasimu tentang bayanganku selama ini. Bolehkah aku meminta sesuatu darimu?” Tanya Eunhyuk dari balik tubuh Hyo Bi. Hyo Bi mengangguk menjawab pertanyaan itu.

“Kelak, kalau kau sudah menemukan penggantiku, jangan pernah lupakan apa yang telah kita jalani selama ini. Ingatlah kenangan kita meskipun kenangan setelah perpisahan kita lebih banyak lagi. Aku juga berjanji akan baik-baik saja di sana dan menunggumu hingga kita kembali dipertemukan dan mengikat janji untuk hidup selamanya di alam yang kekal itu nantinya. Aku akan menunggumu untuk mendatangiku dan hidup bersamaku” Hyo Bi melepas pelukan itu dengan linangan air mata yang sudah sangat membanjiri wajahnya.

“Aku akan menemuimu Oppa, suatu saat nanti. Kumohon jangan menatap Yeoja manapun di sana dan bersabarlah karena aku akan menyusulmu untuk hidup berbahagia bersamamu” Kali ini Eunhyuk yang meneteskan air matanya mendengar permintaan Hyo Bi. Digenggamnya tangan Hyo Bi dengan erat dan diciumnya kedua kelopak mata Hyo Bi.

“Perlahan sentuhan yang tejadi kepada kita sudah tidak terasa lagi. Semuanya akan berakhir saat kau memejamkan matamu dan kembali membukanya beberapa saat kemudian. Mau tak mau aku harus merelakan kau memejamkan matamu hyo Bi~yaa. Bisakah kau memejamkan matamu dan menghapus semua imajinasimu tentang bayanganku? Hyo Bi yang mendengar ucapan Eunhyuk itupun menggeleng cepat.

“Eiisshh, bukankah aku harus secepatnya kembali ke sana dan memesan tempat untuk kita tinggali nanti? Aku harus menunggumu bukan? Dan mempersiapkan semuanya sehingga kau bisa datang dengan tenang dan aku sudah siap menyambutmu”

“Oppa~~”

“Kumohon, demi impian kita dan keinginan kita” Hyo Bi tak tau harus berbuat apa. Di satu sisi dia menolak, tapi di sisi lain ia juga ingin menyusul Eunhyuk nantinya. Eunhyukpun menatap Hyo Bi dengan tatapan memintanya dan memberikan kekuatan kepada Hyo Bi untuk mempercayainya.

“Demi sebuah impian dan sebuah janji” Ujar Eunhyuk lagi. kini Hyo Bi pun perlahan melepaskan genggaman tangan Eunhyuk, hingga akhirnya Hyo Bi perlahan memejamkan matanya.

“Demi sebuah pengharapan” Gumam Hyo Bi lembut dengan air mata yang selalu mengalir di pipinya. Entah apa yang membuat Hyo Bi mau melakukannya, tapi ia hanya terus memejamkan matanya hingga ia sudah merasakan sebuah kesunyian. Ketakutan itu kembali lagi mengganggu pikiran Hyo Bi. Dengan perlahan Hyo Bi mencoba membuka matanya. Saat mata itu perlahan terbuka, Hyo Bi tak lagi melihat sosok Eunhyuk. Hyo Bi mengitari kesekitarnya, namun lagi-lagi ia tak menemukan sosok Kekasih yang paling dicintainya itu. Merasa kalau Eunhyuk kembali meninggalkannya, air mata Hyo Bi kembali membasahi pipinya, hal itu membuat lututnya tak sanggup lagi menopang berat badannya. Hyo Bi terduduk dengan ditumpukan lutut putihnya. Akhirnya kembali apa yang ia takutkan menghampirinya dan akhirnya membuat Hyo Bi menangis sejadi-jadinya. Hyo Bi menangis dalam kesakitan akibat ditinggalkan untuk yang kedua kalinya oleh Eunhyuk. Tapi inilah yang diinginkan oleh Namjanya itu yang sedang dalam perjalanan menunggunya untuk menyusul. Sebuah bayangan yang selama ini ia ciptakan dan selalu ada di sampingnya kini bayangan itu telah musnah seperti terbawa angin. Yang tertinggal hanyalah sebuah janji yang ia buat bersama Eunhyuk, Namjanya.

*****

Aku pernah mendengar sebuah petuah yang mengatakan kalau Cinta sejati hanya akan dibawa sampai mati. Mungkin itulah yang terjadi kepadaku dan juga Eunhyuk Oppa. Satu Tahun mengenalnya dan Dua Tahun menyandang status sebagai kekasihnya membuatku merasakan hari-hariku begitu sangat membahagiakan. Eunhyuk Oppa selalu memberikan yang terbaik untukku. Aku memang jarang mengeluarkan air mata dikarenakan kehidupanku selalu membahagiakan dan selalu dipenuhi dengan cinta dari kedua Orang tuaku juga Kekasihku. Hingga aku mengeluarkan air mata untuk yang pertama kalinya disaat aku harus kehilangan kekasihku. Setelah itu hari-hariku hanya dipenuhi dengan air mata dan kesediahan. Hingga aku tanpa sengaja menghadirkan bayangan Eunhyuk Oppa dan aku semakin menyukai apa yang telah aku ciptakan untuk membuatku terasa hidup kembali. Tapi sayang, apa yang aku lakukan ternyata membuat Eunhyuk Oppa tersiksa dengan bayangan-bayangannya. Aku menyanggupi keinginannya yang memintaku untuk melepaskan bayangannya, dan akan menunggu kedatanganku. Aku melakukan itu. Bahkan sampai sekarang aku tak tau apakah yang kulakukan itu yang terbaik atau malah sebaliknya. Namun semua itu dapat kutepis saat Eunhyuk Oppa sempat kembali menemuiku di mimpi indahku tentangnya. Ia berkata ‘Kau tau Chagi? Saat aku memintamu untuk melepaskan bayanganku saat itu, yang kau lihat itu bukanlah hanya bayanganku saja. Aku mendapat keistimewaan dari Tuhan yang memberikanku hadiah agar bisa menemuimu dengan wujud Roh ku yang sebenarnya. Kini aku sudah kembali tenang meski hanya bisa memandangimu dari atas sana. Kau ingat bukan dengan janji kita? Aku akan menunggu kedatanganmu dan aku akan menunggumu untuk melanjutkan semua impian kita. Aku menunggumu’

Dengan ucapan itu saja sudah mampu membuatku bahagia. Inilah cinta yang aku impikan sejak aku kecil. Ternyata tanpa aku sadari aku menemukan Namja yang benar-benar mencintaiku. Setiap malam aku menatapi langit gelap dan seolah-olah berinteraksi dengan Eunhyuk Oppa. Heey, aku bukannya ingin kembali menciptakan Eunhyuk Oppa dengan imajinasiku, tapi aku hanya ingin sekedar menyapa kekasihku. Dia menungguku setiap hari, entah apa yang sudah di lakukannya di sana. Tapi yang sangat aku harapkan semoga saja dia tidak melirik Yeoja lain di sana. Inilah cinta. Cinta tak mesti hanya membawa kebahagiaan, tapi juga membawa sisi kesedihannya. Cinta bukan hanya sebuah pengorbanan, tapi juga sebuah perjanjian. Cinta juga bukan hanya untuk menemani dalam kehidupan, tapi juga dalam kematian. Inilah yang kami lakukan saat ini, kami saling menunggu dan menunggu demi menciptakan semua impian kami di saat kami masih sama-sama menghembuskan nafas kami dalam satu kata cinta. Karena aku mencintainya, Namja daun keringku’

*****

Hingga akhirnya sebuah perjanjian memang harus dipenuhi bukan? Perjanjian itu dipenuhi oleh Yeoja yang sedang ditunggu kekasihnya saat ini. Ia pergi dengan semua kebahagiaannya dalam menemui Kekasih yang paling dicintainya. Ia hanya butuh menunggu waktu setahun hingga ia benar-benar pergi dalam kedamaiannya dalam tidur indahnya. Tanpa ada yang tau, setiap ia beranjak tidur ia selalu membayangkan bagaimana kalau seandainya matanya tak kembali terbuka? Hingga akhirnya Tuhannya mengabulkan keinginan itu dalam kematian damainya. Di sana, telah menunggu seorang Namja yang sedang mengulurkan tangannya untuk menyambut Yeoja yang paling dicintainya itu. RIP to KWON HYO BI.

_Cinta, bukan bagaimana kau bisa membahagiakannya, tapi bagaimana kau tak menciptakan air mata untuknya. Cinta, bukan hanya bagaimana kau bisa berkomitmen, tapi juga harus bisa untuk memenuhi janjimu. Karena cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang selalu hidup meskipun salah satunya telah mati dan bersedia untuk menunggu Kekasihnya yang telah ditinggalkannya_

FIN

EPILOG

“Teman kalian tidak gila, tapi daya Imajinasinya jauh lebih tinggi daripada Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan normal. Saat ia ditinggalkan, ia takut untuk menerima semua kenyataan kalau Namja itu telah pergi dari Dunia ini. Rasa cintanya kepada Namja itu membuatnya berhasil menimbulkan sebuah bayangan yang bisa berinteraksi dengannya. Tapi bayangan itu akan menghilang saat ia sedang kedapatan oleh Orang lain. Mungkin waktu Nona Bae temui dia saat di Lotte World, saat itu sang Namja tidak benar-benar ke toilet. Tapi alam imajinasi Nona Kwon berhasil membuat scenario kalau Namja itu sedang ke Toilet, sehingga kalian tidak bisa bertemu. Karena tidak akan mungkin bukan kalau dia mempertemukan kalian berdua yang salah satunya hanyalah bayangan?” Ujar seorang Pria paruh baya yang sedang mengenakan Jaz putih bersih khas seorang Dokter tersebut.

“Tapi Uisannim, sepertinya temanku sudah lama menjalani hidup dengan bayang-bayang Eunhyuk. Kudengar juga belakangan ini dia selalu memakai jasa Bis umum, dan dia selalu mengatakan kepada Eommanya kalau ada seseorang yang sedang menunggunya di halte Bis. Sudah pasti mereka juga berkomunikasi bukan saat di dalam Bis?” Tanya Yoo Ri sambil mengingat-ingat.

 
“Benar, mereka tetap berinteraksi. Bisa jadi sebagian Orang menatapnya heran karena berbicara sendiri. Tapi lagi-lagi alam sadar Nona Kwon menolak kalau dia berbicara sendiri. Dia pasti memikirkan hal lainnya yang dapat mendukung kenapa Orang tersebut menatapnya aneh. Dengan begitu dia tak pernah sadar dengan Imajinasi yang diciptakannya”

“Apakah itu sangat berbahaya Uisannim?” Kali ini Min Jung lah yang bertanya.

 

<p>“Tentu saja sangat berbahaya. Kalau dia selalu merasa masih mempunyai Kekasih, dengan begitu dia tak akan tertarik lagi dengan Namja lain karena didalam imajinasinya ia sudah memiliki Kekasih. Yang paling bahayanya nanti adalah, bagaimana kalau ia ingin menikah dengan bayangan itu?”</p>
<p> </p>
<p>“Andwaeyoo..Uisannim, apakah ada cara untuk meghentikannya?” Tanya Yoo RI khawatir.</p>
<p> </p>
<p>“Bukankah kalian bilang besok adalah hari ulang tahunnya? Besok ia pasti menunggu kehadiran Namja itu, sedangkan alam sadarnya menolak untuk kembali menghadirkan bayangan Kekasihnya karena banyak Orang. Di situ cobalah tanyakan kembali tentang Kekasihnya dan saat ia sudah kembali mengatakan kalau ia sedang menunggu Namja itu, kalian baru bisa menyadarkannya dan terus yakinkan dia kalau Namjanya sebenarnya sudah meninggal setahun yang lalu. Nona Hyo Bi pasti menepisnya habis-habisan atau malah membenci kalian. Tapi siapkah kalian untuk dibencinya dan bisakah kalian terus menyadarkannya?”</p>
<p> </p>
<p>“Aku siap kalau nantinya ia membenciku Uisannim, karena yang kuinginkan adalah kesadaran dari sahabatku dan ia mau menerima semua kenyataan ini”</p>
<p> </p>
“Semoga saja, yang penting hanyalah sebuah usaha dan Doa” Jelas Uisa itu lagi dan membuat Yoo Ri kembali mendapatkan sebuah harapan dari permasalahan Sahabatnya itu, Kwon Hyo Bi.

 

 

END

 

 

Huuuwaaaaa akhirnya selesai juga. Maaf yah kalau Sad Storynya gagal. Kkk~~ Rencananya Cuma mau buat Oneshot, tapi wordsnya kebanyakan, haha. Baiklah, semoga FF ini tidak mengecewakan dan maaf kalau di sini Eunhyuk Oppa saya buat meninggal *amit amiiiitt.. Baiklah, semoga tidak kapok yah baca FF-FF nya Choi Eun Sang. Yeorobun, annyeonghi gaseyooo Bbaa baaaaii *Big Bow.
 

Advertisements

3 thoughts on “[TWOSHOOT/EUNHYUK] SHADOW (The Prom15e?) Part 2 (END)

  1. Sukses cingu..
    Sumpah aku nang!s…
    Pokokx daebaaakkk!!
    Feelx dpat bnget. Nyesek h!ks,h!ks
    tggu karyamu yg lainx ok hwaiting..

  2. aku terkesan, keren awal alurnya tdak bisa dtebak… HYO BI bener 2 mencintai eunhyuk sampai 2 ngak rela cintanya pergi, meskipun udh mlpaskn imajinasinya tapi tetap menunggu janjinya untk menemui kekasihnya. huaaaa DHAEBAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s