[TWOSHOOT/EUNHYUK] SHADOW (The Prom15e?) Part 1

Tittle : FF TWOSHOT EUNHYUK : SHADOW (The Prom15e?) Part 1

Author : 13elieve KyuNa

Rate : PG 16

Leight : TwoShot

Genre : Angst, Sad, Sad ROmance

Main Cast :

    • KWON HYO BI
    • LEE HYUK JAE (EUNHYUK)
    • OTHER’s

Disclaimer :

Annyeonghaseyooooo… Saya datang dengan FF Oneshot si Dance Machinenya Eunhyuk *Prok prok prok. FF ini sebagai perwakilan untuk merayakan Ulang tahunnya si Monkey ketjeh dan sebagai bentuk apresiasi(?) saya sebagai ELF. Nggak tau ini FF bagus apa nggaknya, tapi semoga saja pada suka yaaah.. Maaf juga buat TYPO(s) yang selalu mengganggu kenyamanan membaca anda. Akhir kata,

^^^^HAPPY READING^^^^

_CINTA. Sebuah kata yang sederhana namun memiliki makna yang sangat istimewa. Mencintai adalah hal yang sangat sederhana dan dicintai merupakan hal yang sangat istimewa. Namun mencintai jauh lebih membahagiakan daripada dicintai. Karna dengan mencintailah seseorang tau apa itu maknanya Cinta dan akan selalu menjaganya sampai kapanpun. Karna cinta adalah sebuah Perjanjian dan sebuah Prinsip_

_Story In Begin_

HYO BI POV

Pagi ini terasa lebih membahagiakan untukku dan membuatku merasa nyaman. Bagaimana tidak, seseorang yang sangat aku cintai berjanji kembali akan memberikan sesuatu yang sangat berharga untukku. Bukan dari apa yang diberikannyalah yang membuatku bahagia, tapi dari ketulusannya yang selalu melakukan apapun yang aku inginkan. Yaah, dia selalu tau bagaimana caranya membuatku nyaman dan merasa bahagia bersamanya.

Pagi ini aku sudah terlihat sangat rapi akan berangkat ke kampus untuk kembali melanjutkan aktifitas biasaku. Aku berjalan menuruni tangga untuk melakukan kebiasaan rutin setiap pagi. Sarapan.

“Good morning Eomma” Sapaku kepada Wanita paruh baya yang paling aku cinta itu. Dialah Eommaku.

“Morning juga Chagi. Kau sudah sangat rapi pagi ini” Sapa Eomma balik. Aku menarik salah satu kursi untuk aku duduki sambil menikmati santapan pagiku.

“Jelas Eomma, kan aku anak rajin” Jawabku membanggakan diri. Sedangkan Eomma yang mendengar itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum bagaikan malaikat. Eommapun duduk di seberangku dan bermaksud ingin sarapan bersamaku.

“Eomma, Appa belum bisa kembali?” Tanyaku kepada Eomma sambil mulai menyuapkan Nasi Goreng Kimchi terenak di Dunia ini. Karna dia buatan Eommaku ^^

“Belum, mungkin minggu depan”

“Eeiihh padahal aku sangat berharap Appa akan ada di sini saat hari Ulang tahunku Bulan depan” Kesalku sambil tertunduk.

“Kan masih Bulan depan, Eomma rasa Appa sudah berada di sini” Jawab Eomma sambil menghiburku. Aku yang melihat Eomma berusaha menghiburku itupun seketika menampilkan senyumanku.

“Ne, arraseo Eomma” Jawabku bersemangat. Akupun kembali melanjutkan makanku dengan bersemangat. Selang beberapa waktu kemudian, makanan yang ada di piringku sudah habis dan aku segera meminum Coklat panas yang tadi di sediakan Eomma untukku.

“Eomma, aku pergi dulu” Ujarku sambil mendekat kepada Eomma dan memeluknya dari belakang. Eomma yang mendapat perlakuanku itupun membalas pelukanku yang ada di belakangnya.

“Chagiyaa, syukurlah kau sudah kembali seperti semula. Eomma tak mau kau kembali seperti Tujuh Bulan yang lalu, kau terlihat seperti Mayat Hidup” Ujar Eomma memelan.

“Gwaenchana Eomma, saat itu aku hanya merasa terpukul dan aku sedang down. Tapi kini Eomma lihat sendiri bukan dengan Putri Eomma yang paling cantik ini? Apakah aku terlihat seperti mayat hidup lagi?” Pertanyaanku dijawab dengan gelengan oleh Eomma.

“Kau malah terlihat seperti Putri Tidur yang baru terbangun Chagi. Cantik dan bersemangat” Jawab Eomma. Akupun melepaskan pelukanku kepada Eomma dan menatap Eomma dengan serius.

“Greooomm.. Nae~yaa, Hyo Bi~yaa.. Eoh? Eomma, aku pergi dulu, sepertinya aku sudah hampir telat” Pamitku kepada Eomma dan segera meraih tas ku.

“Kau kembali tidak memakai Mobilmu?” Tanya Eomma kepadaku sambil bangkit dari duduknya.

“Anniya, aku sudah terbiasa menggunakan Bis. Lagipula Halte Bis ke kampusku kan dekat dari rumah kita, ada diujung jalan. Dan juga, seseorang selalu menungguku di situ setiap hari”

“Nugu?”

“Eeeiiisshh.. Eomma seperti tidak tau saja. Siapa lagi Eomma?”

“Geundae_”

“Eomma, aku sudah hampir telat. Eomma nan khaikhae”

CHUP

Aku mencium pipi Eommaku sekilas dan berlari meninggalkannya di dapur sendirian. Aku harus segera ke Halte Bis supaya Namja bawel itu tidak mengomeliku karena telat. Walau bagaimanapun ini prinsip kami berdua untuk berangkat ke tempat kami masing-masing dengan menggunakan Bis. Aku pun berjalan dengan cepat agar segera sampai di Halte Bis yang ada di ujung jalan rumahku. Saat sampai, aku melihat bangku yang biasanya di jadikan tempat duduk para penumpang untuk menunggu jurusan Bis mereka masing-masing sudah kosong tanpa ada yang menduduki satupun.

“Eoh? Apakah Bis yang terakhir sudah berangkat? Huuuwwaa eottokhae?” Ujarku kepada diriku sendiri. Akupun mencari-cari ke segala penjuru jalan untuk melihat sosok yang ingin kulihat saat ini. Merasa tak menemukan apa yang aku cari, akupun memutuskan untuk duduk di bangku-bangku kosong tersebut.

“Ke mana Namja itu? Apakah dia juga sudah ikut naik di Bis yang terakhir?” Gumamku lagi. Jujur saja aku merasa sangat sedih saat ini, bagaimana mungkin ia juga ikut menaiki Bis itu tanpa aku?

“Kan sudah berapa kali kukatakan agar jangan bangun kesiangan. Dan tak perlu khawatir, aku tidak menaikinya” Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara dari belakangku. Belum sempat aku melihat yang berbicara kepadaku itu, dengan gerakan cepatnya kini Namja itu sudah berada di sampingku dan duduk tenang dengan wajah santainya. Gerakannya masih sama, lincah dan bisa dikatakan seperti sebuah Koreo Dance.

“Lee Hyuk Jae” Sapaku terkejut.

“Mwoo?? Tssskk..!!”

“Eoh? Mian. Oppaa” Ralatku karena mendengar kekesalannya saat aku memanggilnya tidak menggunakan embel ‘Oppa’.

“Kau ini, tidak sopan sekali denganku. Kenapa kau terlambat hmm? Kau lupa ini sudah Jam berapa Nona Kwon?” Tanya Eunhyuk Oppa kepadaku. Eunhyuk? Yah, nama aslinya Lee Hyuk Jae. Tapi Orang-orang lebih mengenalnya dengan nama Eunhyuk.

“Hehe.. Mianhae. Tadi aku sedikit terlambat bangun. Oppa, apakah Bis yang terakhir sudah lewat?” Tanyaku yang kembali teringat dengan nasibku pagi ini.

“Sudah”

“Mwo? Jinjaro?”

“Hmm”

“Huuwwaaa eottokhae Oppa? Bagaimana kita bisa berangkat kalau sudah begini?” Akupun langsung histeris mengingat sebentar lagi waktu kampusku akan segera tiba.

“Aiiisshh kau ini berisik sekali, kan masih ada Taxi. Lagipula ini salah siapa?” Tanyanya kepadaku dengan sedikit kesal.

“Miaann.. Geundae, kenapa kau tak ikut naik ke Bis itu? Kau tidak takut kalau kau bisa saja terlambat masuk ke kantormu Oppa?” Tanyaku yang sedikit heran kenapa Eunhyuk Oppa masih berada di sini.

“Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan Kekasihku sendirian di sini dan menjadi santapan tatapan nakal para Namja-Namja brengsek nantinya?” Aku yang mendengar jawaban itupun menjadi berkaca-kaca seketika. Namja ini, walaupun lebih sering konyol namun dia memiliki sisi yang sangat mengagumkan.

“Oppaa~”

“Wae? Kau terharu?” Eunhyuk Oppa menatapku saat menanyakannya dan akupun mengangguk semangat.

“Hahahaha kau ini baru segitu saja sudah terpana denganku” Belum sempat aku menjawab ucapannya yang terakhir, tiba-tiba sebuah Bis berhenti di tepi jalan, tepatnya di depan kami.

“Itu dia sudah datang, Kajja” Eunhyuk Oppa bangun dari duduknya dan berjalan menaiki Bis. Aku yang melihat itu hanya bisa terbengung sambil mengikutinya naik ke dalam Bis.

“Mwo?” Kau bilang sudah berangkat? Cciiih, pantas saja kau masih berada di sana tadi” Kesalku karena tau kalau Namja itu sudah berbohong kepadaku. Sedangkan Namja yang aku kesalkan? Dia hanya bisa menyengir karena mendengarku mengomel.

“Hahahaha mianhae. Habisnya kau terlihat sangat putus asa tadi. Kkk~ mianhae chagia”

“Shireo…!! Besok aku kembali naik mobil saja kalau begitu” Rajukku.

“Mwo? YAA!! Bukankah kita sudah sepakat akan naik Bis setiap berangkat dan pulang dari kampus dan kantor masing-masing?” Apa yang dikatakan Eunhyuk Oppa itu memang benar. Tepatnya hampir setahun yang lalu aku dan Eunhyuk Oppa sepakat agar selalu menaiki Bis saat berangkat ke kantornya dan juga ke kampusku. Arah kampus dan kantor yang searah, membuat kami tak membutuhkan waktu lama untuk berangkat bersama. Kecuali kalau kami mau berkencan, Eunhyuk Oppa selalu membawa Mobil atau tidak Motornya.

“Habisnya kau membohongiku. Kau sendiri lihatkan bagaimana tadinya aku sangat panic? Lagi pula mana mungkin kalau kau masih mau menungguku. Geujji?”

“Baiklah Oppa sangat meminta maaf dan tak akan mengulanginya lagi. Tapi kalau masalah yang terakhir, aku serius mengatakannya. Bagaimana mungkin aku akan meninggalkanmu sendiri kalaupun Bis itu benar-benar sudah berangkat? Aku tak akan pernah melakukannya Chagi” mendengar jawaban itu membuat pipiku bersemu merah seketika.

“Jinja?” Tanyaku yang berusaha menyembunyikan raut wajah memerahku.

“Jinjaaa” Jawab Eunhyuk Oppa. Aku pun tersenyum kepadanya sambil menaruh kepalaku ke bahu nyamannya yang duduk di samping jendela itu. Saat aku mengitari pandanganku, tanpa sengaja aku melihat seorang Yeoja yang duduknya tak jauh dari depan kami sedang memperhatikan kami saat ini. Akupun segera melihat Yeoja itu, namun saat ia menyadari kalau aku sedang melihatnya tajam, Yeoja itu langsung tersenyum canggung kepadaku dan membuang pandangannya ke luar jendela.

“Wae? Apakah dia tertarik dengan Kekasihku ini?” Gumamku yang tak didengar oleh Eunhyuk Oppa. Akupun selalu memperhatikan Yeoja itu kalau seandainya ia kembali memperhatikan kami.

*****

Waktu istirahat sudah kembali tiba dan aku mengajak Han Yoo Ri sahabatku untuk makan siang di kantin kampus.

“Aaaahhh rasanya lega sekali meminum minuman ini. Pelajaran Kim Seonsaengnim sangat melelahkan dan membuatku dahaga” Ujarku kepada Yoo Ri setelah berhasil menenggak sebotol sedang Minuman Mineral yang dijual di kantin ini.

“Mwoyaa? Kau ini seperti Orang yang kesetanan saja kalau lagi haus” Protesnya.

“Nee Yoo Ri~yaa, aku merasa sangat haus. Tapi sekarang aku sudah lega. Ahjumma, aku mau minum ini sebotol lagi” Teriakku kepada Ahjuma yang menjaga kantin.

“Hyo Bi~yaa, uuuhhmm bukankah sebentar lagi kau akan ulang tahun?” Tanya Yoo Ri hati-hati. Heey, ada apa dengan Yeoja ini?

“Nee. Wae?” Tanyaku balik.

“Uuuhhmm apakah kau ingin kembali merayakannya?” Tanyanya lagi.

“Molla, mungkin saja iya. Kau maukan menemaniku mempersiapkan untuk merayakannya?”

“Tentu saja aku mau. Tidak kurang dari sebulan lagi bukan? Sekita tanggal 15?” Tanya Yoo Ri yang kali ini sudah kembali bersemangat.

“Nee”

“Kaauuu.. Tidak trauma bukan?” Aku melihat raut wajah tidak nyaman kini terpancar di wajah Yoo Ri. Ada apa dengan Yeoja itu?

“Tentu saja tidak. Kau ini kenapa?”

“Anniyaa.. Tahun lalukan hal ituuu.. Ituuuu”

“Eooohhh aku tau. Sudahlah tidak usah di ucapkan lagi. semua Orang suatu saat nanti akan meninggalkan kita sesaat, tapi nantinya akan kembali lagi kepada kita. Bukankah kau melihat aku sekarang ini?

“Ne??”

“Aaaahh sudahlah.. Ccaaahhh makanan kita sudah sampai. Selamat makan Yoo Ri~yaa” Akupun segera menyantap makananku dan mengabaikan Yoo Ri yang bisa aku lihat menggeleng-geleng karena melihatku yang seperti Orang kelaparan saat ini.

*****

“Oppa, kau akan segera balik?”Tanyaku kepada Eunhyuk Oppa. Kini kami sudah kembali ke Halte Bis yang biasa menjadi tempat kencan kami. Halte Bis yang dulunya sempat membuatku ingin mengakhiri hidupku.

“Ndee. Kau segeralah istirahat Chagi, besok kau juga kembali ke kampus. Maaf Oppa tak bisa mengantarmu sampai ke rumah, karna Oppa sudah sangat sibuk” Kulihat wajah menyesal dari raut Eunhyuk Oppa. Akupun segera menampilkan senyumanku yang katanya sangat disukainya itu untuk menenangkannya.

“Anniya, gwaenchana Oppa. Aku mengerti. Lagipula aku juga sudah harus banyak belajar untuk menyusun skripsiku bukan?”

“Tapii, kita juga sudah lama tidak berkencan ke luar. Kau pasti bosan bukan mempunyai Kekasih yang hanya bisa kau lihat saat mau berangkat dan pulang dari kampus. Aku ini benar-benar Namja yang sangat membosankan” Kulihat Eunhyuk Oppa tertunduk sedih. Akupun segera memeluk tubuh yang tidak terlalu tinggi itu.

“Aku akan merasa baik-baik saja Oppa selama aku masih bisa melihat dan menyentuhmu seperti ini. Aku baik-baik saja kalaupun seandainya kita sudah sangat jarang kencan ke luar seperti dulu. Aku akan menunggu saat-saat itu” Eunhyuk Oppa melepas pelukanku dan menatap lekat mataku. Dengan kedua tangannya yang masih memegang tanganku.

“Gomawo karena telah menjadi seseorang yang selalu mencintai dan mengerti keadaanku. Akuuu.. aku tak tau apa jadinya aku kalau tak dirimu” Ujar Eunhyuk Oppa dengan mata yang berkaca-kaca.

“Nado Gomawo Oppa. Asalkan kau tak akan meninggalkanku lagi, aku akan merasa baik-baik saja. Tetaplah berada disisiku meski kau akan menjadi bayangan sekalipun. Asalkan itu bayanganku, aku akan baik-baik saja” Eunhyuk Oppa tersenyum mendengarkan penuturanku dan perlahan wajah tampan itu mendekat ke wajahku. Aku tau maksud ini, Namja ini memang sedikit pervert -_-

Wajah kamipun kini semakin dekat, hingga bibir yang selalu menampilkan gummy smile itu berhasil menyentuh permukaan bibirku. Meskipun Eunhyuk Oppa tergolong Namja yang Pervert, tapi dia selalu menciumku dengan penuh kelembutan dan selalu memperlakukanku dengan sopan. Bahkan ia sangat menjaga kehormatanku sebagai Wanita. Inilah yang membuatku sangat mencintai Namja ini dan selalu menjaga cinta ini.

“Saranghae” Ujarnya saat ciuman itu sudah terlepas dari bibir kami

“Nado Saranghae” Jawabku balik.

___000___

_Because this is a Reality_

 

Siang ini aku sudah terlihat sangat cantik dan pasti akan sangat mengagumkan di mata Kekasihku. Yah, hari ini akhirnya kembali sejarah kami berkencan di luar setelah hampir setahun ini kami tak pernah kencan di luar. Eunhyuk Oppa akhirnya memiliki waktu untuk berkencan denganku. Karena ini kebetulan hari Minggu, Eunhyuk Oppa mengajakku untuk berjalan-jalan hari ini. Aku yang mendengar ia mengajakku kencanpun sontak saja merasa bahagia yang amat sangat. Akhirnya Namja itu meluangkan waktunya untukku. Aku masih menunggunya di Halte Bis biasa untuk segera pergi ke tempat tujuan pertama kami. Lotte World.

“Ekheeemm” Seseorang kini sedang berdehem di sampingku. Aku yang mendengar itupun segera mencari sumber suara dan kini terlihatlah seorang Namja yang menurutku Namja tertampan setelah Appa sedang memandangiku.

“Eoh? Oppa kau sudah datang?” Senyumku seketika merekah saat melihat Namja tampan itu kini sedang duduk di sampingku. Dengan pakaian Casualnya, Eunhyuk Oppa terlihat sangat tampan. Belum lagi Topi yang terpakai di kepalanya semakin menambah kadar ketampanannya. Terbiasa melihat Eunhyuk Oppa dengan stelan Jaz terkadang membuatku rindu dengan stelan Casualnya ini

“Ne, kau sudah lama menunggu?” Tanyanya balik.

“Anni, baru sekitar 10 Menit”

“Eooohh.. Euuuhhmm, kau terlihat berbeda hari ini” Sedikit gugup Eunhyuk Oppa mengatakannnya. Aku tau Namja ini, ia sangat sulit untuk memuji, tapi aku tau kalau maksudnya adalah mengatakan kalau aku terlihat cantik hari ini.

“Nee, aku sengaja berdandan habis-habisan supaya bisa membuat Orang-orang terpesona kepadaku dan mereka menganggap kalau kau sangat beruntung karena telah memilikiku” Jawabku percaya diri.

“Hahaha, pikiran yang sangat picik. Tapi aku senang kau melakukannya untukku. Gomawo”

“Nee Oppa. Eoh? Oppa, itu dia Bisnya sudah datang. Kajja” Akupun segera bangun dari dudukku dan menarik tangan Eunhyuk Oppa agar segera menaiki Bis yang sudah berhenti di depan kami. Akulah yang meminta Eunhyuk Oppa agar menaiki Bis saja daripada menaiki Mobil. Kerena aku sudah sangat terbiasa menaiki Bis.

*****

Setibanya di Lotte World, aku sangat antusias melihat semua wahana yang ada di sana. Ingin rasanya aku berlari ke semua wahana itu dan mencobanya bersama Eunhyuk Oppa.

“Oppa, ayo kita naik itu?” Ujarku sambil menunjuk ke arah biang lala.

“Mwooo?? Itu?” Tanya Eunhyuk Oppa tak percaya.

“Ne, wae?” Aku menangkap raut wajah Eunhyuk Oppa telah berubah. Ada apa dengannya?

“A-anniyaa” Jawabnya sedikit tercekat. Aku mencoba mencari jawabannya dan aku seperti mengingat sesuatu.

“Aaa~ Kau kan takut pada ketinggian. Geujji?”

“Mwo? Anniyaaa. Aku hanya ingin bertanya saja apakah kau serius menaikinya? Nanti kau malah ketakuatan” Aku yang mendengar jawaban itu seketika tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya aku tau kalau Eunhyuk Oppa sangat khawatir saat ini.

“Hahahaha.. Kau tidak usah berbohong Oppa, aku tau kau pasti sangat khawatir saat ini bukan?” Godaku kepada Eunhyuk Oppa yang semakin terlihat salah tingkah.

“Mwoyaa?? Aku tidak takut. Sudahlah, cepat pesan tiketnya. Nanti terlalu ramai Orang” Ujarnya sedikit dongkol sambil berlalu meninggalkanku. Aku yang melihat itu lagi-lagi tak bisa menahan tawaku. Itulah dia Namjaku yang selalu ingin terlihat mengagumkan di depanku meskipun ia sedang menyembunyikan ketakutannya saat ini.

“Aku pesan tiketnya Dua” Ujarku kepada penjaga Loket Tiket yang agar kami bisa segera menaiki biang lala itu.

“Dua?” Tanya penjaga itu balik.

“Iya Dua. Waeyo?” Tanyaku tak mengerti. Kulihat wajah petugas itu menatap kami aneh. Ia pun terlihat memperhatikan ke sampingku. Aku yang juga merasa heranpun melihat ke samping kananku, ada Eunhyuk Oppa yang ikut-ikutan melihat-lihat apakah ada yang aneh dari kami. Kemudian aku melihat ke arah kiriku, dan ternyata yang membuat petugas itu heran adalah, seorang anak kecil sedang berdiri di sampingku. Anak itu tanpa sadar memegang ujung Dressku dan sepertinya ia tidak sadar siapa yang dipegangnya saat ini.

“Eoh? Ternyata karena Adik kecil ini” Gumamku.

“Anda bersama bocah itu?” Tanya sang petugas lagi kepadaku.

“Annieyo, dia tidak ikut denganku” Jawabku cepat yang tak mau kalau Ahjussi itu salah faham.

“Jae Suk~aah, ternyata kau berada di sini. Kajja, kita berada di barisan belakang. Mianhamnida” Seorang Ibu muda kini sedang menghampiri Bocah itu dan mengambilnya ke dalam gendongannya. Aku hanya bisa tersenyum saat Nyonya itu meminta maaf. Baiklah, kini aku rasa Ahjussi itu tidak akan bertanya lagi.

“Baiklah Nona, ini tiketmu”Ahjussi itupun segera memberikanku tiket dan akupun segera menaiki biang lala bersama Eunhyuk Oppa.

*****

“Kau ingin membunuhku Chagi?” Tanya Eunhyuk Oppa dengan wajah pucatnya. Kami baru saja menaiki wahana yang kelima dan semua wahana itu aku yang memilihnya. Kuakui semua wahana bisa dibilang sangat ekstrim dan hal itulah yang membuat Eunhyuk Oppa terlihat pucat saat ini.

“Hehe, mianhae Oppa. Kau ini lemah sekali, begitu saja kau tidak bisa menaikinya” Ejekku kepada Eunhyuk Oppa. Kini sebuah tatapan melotot sudah menantiku.

“Miaaann” Ucapku meminta maaf. Tanpa dijelaskanpun aku bisa tau apa arti dari tatapan itu.

“Kau iniii.. Oppa ingin ke Toilet, apakah di sini ada Toilet?” Eunhyuk Oppa dan aku mengitari pandangan kami untuk mencari tempat yang dimaksudkan oleh Eunhyuk Oppa tadi.

“Sepertinya ada Oppa, tapi aku tidak tau di mananya” Aku masih saja memutar-mutar tubuhku untuk melihat kesegala penjuru arah. Namun,

“Kwon Hyo Bi” AKu mendengar sebuah suara kini sedang memanggilkan namaku. Aku yang mendengar itupun segera mencari siapa yang memanggilku barusan.

“Eoh? Bae Min Jung” Aku melihat seorang Yeoja kini sedang berjalan mendekatiku dengan senyuman khasnya itu. Sebuah lesung pipi tercetak sangat dalam di pipi kirinya.

“Aigoo Hyo Bi~yaa, aku sudah lama tak melihatmu” Dia adalah teman lamaku, Bae Min Jung. Min Jung pun langsung memelukku dan aku membalas pelukan itu.

“Ne Min Jung~ah, aku sangat merindukanmu. Selama ini kau ada di mana?” Tanyaku kepada Min Jung sambil melepaskan pelukannya.

“Aku kuliah di Paris Hyo Bi~yaa dan aku sedang berlibur saat ini. Oh iya, bagaimana kabarnya Yoo Ri? Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Min Jung yang kini sedang menanyakan kabar sahabatku Yoo Ri.

“Dia baik-baik saja Min Jung~ah” Jawabku. Min Jung memanglah teman SMA ku dan Yoo Ri. Akupun kembali teringat kalau Yeoja tinggi ini ternyata melanjutkan Studynya ke Paris.

“Ooohh syukurlah. Kau bersama siapa ke sini?”

“Aku bersama Namjachinguku. Inii_” Ucapankupun terputus saat aku tak lagi melihat sosok Eunhyuk Oppa di sampingku. Bisa kupastikan saat ini Min Jung sangat heran karena Orang yang ingin kuperkenalkan tidak ada di tempat yang aku lihat saat ini.

“bersama siapa?” Tanya Min Jung lagi.

“Tadi Eunhyuk Oppa ada di sini. Tapi ke mana dia? Apakah dia sedang mencari Toilet?” Tanyaku heran.

“Eunhyuk? Apakah itu nama Namjamu?” Tanya Min Jung dengan senyuman penuh artinya.

“Ne Min Jung~ah. Aku berpacaran dengan Eunhyuk Oppa sudah Tiga Tahun ini” Jawabku dengan tersipu-sipu.

“Jheongmal? Waaaahh beruntungnya kau bisa bertahan selama itu. Aku turut bahagia Hyo Bi~ya”

“Gomawo Min Jung~ah. Tadinya dia ada di sini, tapi sekarang entah ke mana. Tadi dia sempat mengatakan ingin ke Toilet, mungkin dia sudah pergi sendiri saat kau datang tadi”

“Ooohh mungkin saja. Eoh? Hyo Bi~yaa sepertinya kita harus berhenti sampai di sini dulu, aku sudah harus pergi ke tempat lain”

“Jinja? Kalau begitu kapan-kapan mainlah ke rumahku Min Jung~ah”

“Ne, kau tunggu saja. Sampaikan salamku kepada Namjamu dan jangan lupa menghubunginya untuk mencari tau di mana keberadaannya. Aku pergi dulu Hyo Bi~yaa”

“Eooohh.. Hati-hati” Min Jung pun pergi meninggalkan aku. Yeoja itu masih sama seperti dulu dan masih saja tinggi.

“Eoh? Oppa kau darimana saja?” Tanyaku kepada Eunhyuk Oppa saat Eunhyuk Oppa sudah kembali bersamaku dan berada di sampingku.

“Oppa barusan dari Toilet. Habisnya menaiki wahana-wahana menyeramkan itu membuatku ingin buang air” Aku sontak tertawa saat Eunhyuk Oppa mengeluh padaku. Kuakui ini memanglah salahku dan aku menyadarinya, tapi aku juga senang melihat wajah menahan kesal dari Eunhyuk Oppa.

“Kau ini, bukannya minta maaf tapi malah menertawakan” Rutuknya dan menatapku kesal.

“Arraseo-arraseo. Bagaimana kalau kita istirahat makan saja dulu Oppa? Eoh?” Tawarku untuk meminta maaf kepada Eunhyuk Oppa.

“Geurae. Geundae, tadi itu siapa?” Tanya Eunhyuk Oppa saat kami sudah kembali melanjutkan langkah kami untuk makan di salah satu Caffe yang ada di lokasi Lotte World ini.

“Eoh? Kau kenapa bisa tau Oppa?”

“Tadi saat Oppa mau kembali ke tempat kita tadi, Oppa melihat ada Yeoja yang berjalan dari tempatmu berdiri”

“Ooohh dia itu teman lamaku. Tadinya aku mau memperkenalkan kalian berdua, tapi kau sudah menghilang begitu saja. Jadilah dia hanya menitipkan salam saja kepadamu”

“Ooohh geuraeguna” Kulihat Eunhyuk Oppa manggut-manggut pertanda mengerti. Akupun segera teringat sesuatu dan sontak saja menghentikan langkahku.

“Oppa, ulang tahunku kurang dari seminggu lagi. Masih ingat bukan dengan janjimu?” Langkahku yang berhenti sontak saja diikuti oleh Eunhyuk Oppa. Aku menatap matanya tajam.

“Tentu saja Chagi, aku akan menepatinya. Kau tunggu saja, eoh?”

“Yakseokhae? (janji?)” Aku mengulurkan jari kelingkingku kepada Eunhyuk Oppa dan Eunhyuk Oppapun menautkan jari kelingkingnya dikelingkingku.

“Yakseoso (aku janji)” Aku yang mendengar janji itupun seketika menampilkan senyuman terbaikku. Bagaimana tidak? Eunhyuk Oppa menjanjikan akan membawaku ke suatu tempat yang katanya bisa membuatku menyadari sebuah bukti cintanya kepadaku. Aku yang dulunya mendengar keinginan itu tentu saja merasa sangat bahagia. Kembali aku melihat ke sekitarku, kini seorang Yeoja kembali melihat kepada kami dengan tatapan anehnya. Akupun melihat Eunhyuk Oppa dari atas sampai bawah saat ini, dan aku menyadari sesuatu. Eunhyuk Oppa terlihat sangat tampan dengan pakaian Casualnya saat ini..!! Tak mau kalau Namjaku menjadi santapan para Yeoja kelaparan itu, akupun segera mengaitkan tanganku di tangan Eunhyuk Oppa agar mereka tahu kalau Namja ini adalah milikku. Dan hanya milikku..!! Aku dan Eunhyuk Oppa pun kembali melanjutkan langkah kami untuk mengisi perut karena kelelahan menaiki wahana-wahana itu.

HYO BI POV END

___000___

AUTHOR POV

Hari indah ini begitu sangat membahagiakan setiap Orang yang memandangnnya. Alam yang seolah sangat bersahabat tak menyurutkan setiap langkah penghuninya untuk menjalankan aktifitas mereka dan menghabiskan waktu bersama mereka yang bisa membuat tertawa dan bahagia. Begitu pula dengan seorang Yeoja yang bernama lengkap Kwon Hyo Bi tersebut. Langkah kakinya yang berjalan ke arah kantin terlihat sangat bersemangat mengingat saat yang dinanti-nantikannya akan segera tiba. Ia sengaja mendatangi sahabatnya yang sedang sarapan itu untuk menyampaikan maksud hatinya. Saat sampai di pintu kantin, mata indah Hyo Bi menyapu ke segala penjuru arah guna mencari Orang yang dicarinya sejak tadi. Kini tampaklah Yeoja yang sedang dicarinya itu sedang menikmati santap paginya. Iapun menghampiri Yeoja itu dan duduk di depannya.

“YAA!! Kau sarapan tidak mengajakku?” Serobot Hyo Bi saat ia sudah duduk di depan Yoo Ri. Yoo Ri hampir saja tersedak saat mendengar sebuah suara kini menyerangnya.

“Eeiiisshh, kau ini membuatku terkejut saja” Kesal Yoo Ri.

“Kau sendiri yang ke kantin tidak mengajak-ajakku Nona Han”

“Arraseo, mianhae. Tadi kau belum terlihat sama sekali sedangkan aku sudah sangat kelaparan. Ada apa?” Tanya Yoo Ri akhirnya dan segera mengingatkan sesuatu kepada Hyo Bi.

“Aaa mattha. Aku hanya ingin memintamu untuk membantuku menyiapkan ulang tahun yang tinggal tiga hari lagi” Jawab Hyo Bi sambil mengambil minuman Yoo Ri dan meminumnya.

“Oooohh itu. Jadi apa yang bisa aku bantu?” Tanya Yoo Ri tulus.

“Pesankan aku Cake dan tolong belikan aku beberapa perlengkapan lainnya. Kau kan tau di mana tempat memesan Cake yang enak. Appa juga sudah kembali dan mungkin pestanya hanya ada Orang-orang terdekatku”

“Ooohh baiklah, nanti setelah pulang ngampus aku akan memesannya. Kau ikut?”

“Anni, aku akan memesan gaun pestaku ke butik. Tidak apa-apakan?” Tanya Hyo Bi merasa tak enak.

“Gwaenchana, kau ini seperti Orang lain saja. Gendae Hyo Bi~yaa, apakah kau benar-benar akan melakukannya?”

“Tentu saja aku akan melakukannya. Memangnya kenapa?” Tanya Hyo Bi sedikit heran.

“Anniya, aku hanya tak mau kalau kau kembali mengingat hal itu lagi daaan daan_”

“Sudahlah Yoo Ri~yaa, jangan mengingat-ingatnya lagi, aku sudah berusaha melupakannya dan kini aku bahagia bersamanya”

“Bahagia? Bersamanya?”

“Neee.. Aahhh minuman ini sangat melegakan”

“YAA!! Kau meminum minumanku sampai habis?” teriak Yoo Ri tiba-tiba saat melihat kini minumannya hanya tinggal kenangan setelah diminum habis oleh Hyo Bi. -_-

*****

Dengan perasaan bahagia Yoo Ri berjalan memasuki toko Cake yang menjadi langganannya dalam memesan Cake. Ia bahagia mengingat sahabatnya itu kini sudah sepenuhnya menjadi dirinya yang dulu dan tak ada tanda-tanda kalau ia merasakan tertekan yang amat sangat. Yoo Ri pun segera melihat-lihat contoh Cake yang akan dipesannya untuk pesta sederhana Hyo Bi Tiga hari lagi. Saat ia tengah memilih-milih Cake tersebut, ia merasakan ada sebuah tepukan halus dipundak belakangnya saat ini dan membuatnya terpaksa harus menghentikan aktifitasnya tadi.

“Han Yoo Ri?” Tanya Orang tersebut sambil menyerukan namanya. Yoo Ri pun penasaran dan melihat siapa yang memanggilnya tadi. Saat itulah kinerja pengingat Yoo Ri harus kembali diasah dan mencoba untuk kembali bekerja. Yoo Ri mengingat-ingat siapa Yeoja cantik yang memanggil namanya tadi.

“Bae Min Jung?” Tanya Yoo Ri sedikit ragu-ragu.

“Nee. Kau masih mengingatku?” Senyum manis itupun kini telah tercetak kala Yeoja yang disapanya tadi ternyata masih mengingatnya.

“Kyaaaa bagaimana kau bisa berada di sini Min Jung~aahh? Aahhh aku hampir saja tak mengenalimu. Kajja kita mengobrol di sana dulu” Ajak Yoo Ri sambil mengajak Min Jung duduk di tempat pengunjung yang ingin menikmati semua jenis Cake yang berada di toko itu.

“Baiklah, ayo” Ajak Min Jung balik dan kedua Orang itupun meninggalkan etalase Cake Ulang tahun tersebut.

“Bagaimana kau bisa berada di sini? Bukankah kau selama ini berada di Paris?” Tanya Yoo Ri langsung saat mereka sudah menemukan tempat yang pas untuk mengobrol.

“Ne. Aku di sini sedang berlibur dari jadwal kuliahku. Kau sendiri bagaimana? Kau berkuliah di mana?”

“Aku kuliah di Seoul University, sama seperti Hyo Bi”

“Hyo Bi? Aahh, aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu” Ujar Min Jung yang tiba-tiba teringat dengan Hyo Bi saat Yoo Ri menyebut nama Hyo Bi tadi.

“Jinja? Di mana kalian bertemu? Yeoja itu pasti lupa bercerita denganku”

“Kami bertemu di Lotte World. Saat itu aku sedang jalan-jalan bersama keluargaku dan tanpa sengaja bertemu dengan Hyo Bi di sana” Tutur Min Jung mengenang saat ia bertemu dengan Hyo Bi di Lotte World.

“Oohh.. Sama siapa dia ke sana? Kenapa dia tidak mengatakannya kepadaku?” Tanya Yoo Ri yang merasa sedikit aneh.

“Dia ke sana bersama Namja chingunya”

“Mwo? Na-namja chingu?” Kaget Yoo Ri tak percaya.

“Ne, aahhh sayang aku tak sempat berkenalan dengan Namja chingunya karena Namja itu sedang ke Toilet. Tapi sepertinya dia sangat bahagia dengan Namjanya itu”

“Benarkah? Siapa Namja itu? Apakah dia mempunyai Namja baru?” Gumam Yoo Ri yang bisa didengar oleh Min Jung.

“Sepertinya tidak. Dia sendiri mengatakan kalau hubungan itu berjalan sudah Tiga Tahun, tidak mungkin bukan itu Namjanya yang baru? Atau kau yang tidak tau Yoo Ri~yaa?” Perasaan Yoo Ri semakin tak enak saat mendengar penjelasan Min Jung barusan dan hal itu semakin membuatnya penasaran.

“Apakah kau sempat menanyakan siapa namanya Min Jung~ah?” Tanya Yoo Ri harap-harap cemas.

“Aah aku sempat menanyakannya, tapi aku kurang ingat”

“Apakaaah, namanya Lee Hyuk Jae?” Tanya Yoo Ri yang detakan jantungnya semakin bergemuruh.

“Anni, tapi sedikit mirip”

“Euuuunn.. Hyuuukk”

“Aaah itu.. Yaahh!! Eunhyuk, aku ingat nama itu yang terdengar sedikit aneh ditelingaku”

“MWO?” Keterkejutan Yoo Ri sontak saja membuat Min Jung heran dan menatap aneh kepada Yoo Ri.

“YAA!! Kau ini kenapa terkejut seperti itu? Apakah ada yang salah dengan Namja itu?” Tanya Yoo Ri dengan keheranannya.

“Apakah kau bercanda saat ini? Atau kau sedang memainkan sebuah lelucon?”

“Bagaimana mungkin aku bisa bercanda dengan menyebutkan nama yang bahkan sama sekali belum pernah aku dengar dari kalian. Aku sungguh-sungguh Yoo Ri~yaa” Ucapan Min Jung yang sangat meyakinkan itupun sontak membuatYoo Ri melemas seketika. Entah apa yang membuat tubuhnya terasa ingin terlepas dari tulang belulangnya.

“K-kau kenapa Yoo Ri~yaa?” Tanya Min Jung yang menangkap aura aneh dari Yoo Ri. Sedangkan Yoo Ri susah payah menelan salivanya saat ini.

“Apakah kau tau? Eunhyuk itu adalah Namja yang sama dengan Hyuk Jae yang kutanyakan diawal”

“Lantas?” Tanya Min Jung yang semakin tak mengerti.

“Eunhyuk atau Hyuk Jae sudah meninggal satu tahun yang lalu..!!”

“MWOO??”

TBC
 
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s