[Kyuhyun] Twoshot – Because Envy (Part 1).

TITTLE : Karena Iri

GENRE : Brothership, And Find Your Self

RATED : All Age

LENGTH : TwoShot

MAIN CAST :

§ Cho Kyuhyun As His Self

§ Lee Donghae As Kyuhyun’s Brother

+Sub Cast :

§ Cho Yeunghwan as Georyeo Dynasty’s King

§

Lee Sungmin As Kyuhyun’s Royal Nanny

 

§

Lee Hyuk Jae As Donghae’s Royal Nanny

 

AUTHOR : KTR

FACEBOOK : http://www.facebook.com/tiara.adesty & http://www.facebook.com/tiaramousforever.elf >> Harap Add ! xD

TWITTER : https://twitter.com/TiaraAdesti2 >> Harap Follow! xD

DISCLAIMER :

         Cerita ini hanyalah sebuah Fiktif belaka. Jika ada kesamaan tokoh, tempat, kejadian, DLL. Itu hanyalah sebuah unsur KETIDAKSENGAJAAN belaka. Dwi! Ini aku bawa FF Request mu! Maaf jikalau sangat-sangat tidak memuaskan :/. Fanfict ini terinspirasi oleh cerita yang ada di VCD saya, jadi pasti ada yang sudah tau alur ceritanya seperti apa.

         Harap siapkan kantung muntah jikalau kalian ingin membaca Fanfict yang GAJE ini, dan hati-hati jika mata kalian sakit membacanya di karenakan TYPO yang masih Eksis & EYD yang berantakan. Okay, kita langsung saja!

 

 

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Happy Reading^^~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

 

 

Author Pov~

 

         Matahari sudah duduk di singgasananya, burung-burung berkicau indah di sarangnya, yang membuat suasana pagi ini semakin syahdu. Terlihat seorang pedagang paruh baya sedang membenahi dagangannya untuk di jual di depan gerbang sebuah kerajaan. Kerajaan dinasti Georyeo.Pedagang itu menatap puas dagangannya yang sudah tertata rapih, tetapi ada seseorang lelaki paruh baya yang mendatanginya.

 

“Ahjumma, saya beli sayurnya!” Ucap lelaki paruh baya itu

“Oh… ne, mau sayur apa, Ahjussi?” Ucap pedagang itu

“Ige…” Ucap lelaki itu sembari menyodorkan sebuah kertas yang diyakini adalah daftar belanjaannya.

 

Pedagang itu segera membungkus sayur-sayur yang ingin di beli Ahjussi itu, sembari mengajak berbicara pembelinya sementara.

 

“Anda tak ingin pergi melihat penampilan Tuan Lee Donghae dan Cho Kyuhyun?” Ucap pedagang itu sembari memasukkan beberapa bahan belanjaan ke dalam kantong plastik.

“Lee Donghae dan Cho Kyuhyun…?? Ohh… Putra kerajaan itu nde?” Ucapnya sembari mengingat-ingat

“Ne… Mereka akan tampil sebentar lagi, apa kau tak ingin melihatnya?” Ucap pedagang itu

“Sepertinya tidak… Aku sangat sibuk” Ucapnya

“Ohh… Ya sudahlah…, padahal mereka sangat berkarisma. Ini belanjaannya…” Ucap pedagang itu sembari menyodorkan belanjaan ahjussi itu

“Aku tak tertarik…Ya sudah, aku pergi dulu…” Ucap ahjussi itu sembari membayar belanjaannya lalu pergi dari sana.

Tapi langkah pria paruh baya itu terhenti saat mendengar alunan lagu yang amat-amat merdu digendang telinganya. Terlihat sekali, bahwa dia sangat menikmati alunan lagu dan suara alat musik khas biola yang sepertinya berasal dari dalam kerajaan. Sang pedagang hanya tergeleng-geleng melihat tingkah pembelinya itu.

 

***

 

 

Terlihat dua orang pemuda yang… Tampan, sedang berada di atas panggung. Lantunan lagu yang dinyanyikan seorang pemuda berkulit putih pucat itu, teramat sangat merdu. Juga iringan sebuah biola yang dimainkan oleh seorang pria yang teramat tampan itu,juga sangat pas jika di-iringi dengan suara bass milik pemuda berkulit pucat itu.

Orang-orang yang ada di sana hanya bisa memejamkan matanya, sembari menikmati alunan yang indah itu. Tapi tidak dengan seorang gadis yang memakai kimino berwarna biru safir. Ya! Dia itu adalah putri kerajaan lain yang ada di Semenanjung Korea.Dia sedang menatap orang yang bersuara indah itu begitu dalam.

Pemuda yang sedang berkutat dengan biolanya itu, hanya bisa menatap sebal dan iri denganpemuda yang berada di sebelahnya. Tapi segera ia mengusir godaan-godaan setan yang ada di sekitarnya lalu kembali memainkan pianonya.

Saat pemuda berkulit pucat itu memang kebagian berhenti bernyanyi, ia menatap gadis sang putri kerajaan.Terlihat gadis itu sedang menatap pria yang sedang bermain biola sembari memejamkan matanya. Sama seperti pemuda yang sedang bermain biola itu, dia menatap sebal dan iri pada orang yang ada di sebelahnya itu. Tapi ia segera menggelengkan kepalanya dan kembali bernyanyi, yah… memang dia sekarang kebagian menyanyi kembali.

 

***

 

 

Cho Kyuhyun pov~

 

Setelah aku dan hyungku tampil, aku segera turun dari panggung ini. Yeah! Aku ini adalah putra dari Raja Cho, Raja Dinasti Georyeo. Hyungku itu adalah pria kebanggaan ayahku, sehingga dia diangkat sebagai putra kerajaan. Aku sangat iri pada hyungku, dia itu sangat tampan, berwibawa, baik hati, dan dikagumi semua orang, termasuk Appa.

Tapi aku tak bisa membencinya, aku sangat-sangat menyayangi hyungku. Ia selalu  menyayangiku kecil, dan selalu mendidikku. Ia memang sangat bisa mengandalkan rencana-rencana perang, dan selalu rencananya itu berhasil. Dan karena itulah appaku sangat membanggakannya dan menganggapnya sebagai anaknya sendiri.

 

Saat aku dan dia beranjak dewasa, gadis yang kusayangi dan kucintai ternyata hanya mencintai hyungku, begitupun hyungku. Tapi aku merelakannya bahagia demi Hyungku dan dia.Tapi tak lama, yeoja itu meninggal karena peperangan. Dan saat aku mendapatkan pengganti, yeoja itupun menyukai hyungku, dan… Yah sama saja dengan kejadian sebelumnya. Karena itulah aku tak ingin jatuh cinta lagi.

Aku sangat iri dengannya, dia selalu bisa merebut hati orang yang kusayangi. Oh Jeongmal! Aku sangat-sangat ingin memiliki wajah tampan sepertinya. Aku hanya seorang pemuda yang berjerawat, dan tidak bisa apa-apa.

Dan sekarang lihatlah! Dia sedang dikerubungi oleh orang-orang. Orang-orang itu memberikannya bunga, dan memberikannya selamat. Sedangkan aku? Tak ada seorangpun yang memberiku ucapan selamat, oh mirisnya hidupku.

 

Lee Donghae Pov~

 

Aku turun dari panggung, dan aku langsung dikerubungi oleh orang-orang untuk mengucapkan selamat padaku dan memberikanku sebuket bunga. Tapi gadis yang kutunggu-tunggu tak mengucapkan selamat padaku. Aku melihatnya sedang tertawa bebas dengan adikku tercinta.

Oh,sepertinya dia memang menyukai adikku yang tampan itu. Aku iri dengannya, dia itu tampan, bersuara indah, dan selalu di sayangi dan di cintai oleh orangtuanya, dia juga lebih tinggi dariku. Aku dijadikan anak angkat Raja Cho, hanya semata-mata ia ingin aku menjaganya dengan baik. Ingin rasanya aku menyingkirkannya, tapi aku tak bisa, aku sangat-sangat menyayangi adikku, entah karena apa.

Setelah itu, aku menghampirinya dan mengucapkan selamat padanya. Aku mengajaknya untuk bermain di tepi sungai Han.

 

***

 

 

In Han River, at10:00 KST, Cho Kyuhyun Pov~

 

Aku sudah berada di tepi sungai Han, aku duduk tepat di sebelahnya. Sedari tadi aku hanya diam dan tak berkata sepatah katapun, begitu pun dengannya. Aku hanya memandangi sungai Han yang indah dan berseri.

Tanganku bermain di air sungai itu, tanganku berputar-putar sembari mengobok air sungai itu. Terlihat air-air itu bergerak memutar mengelilingi sebagian sungai itu, dan saat aku melihatnya berputar, aku melihat bayangan hyungku di sana. Tampan. Itulah yang berada di benakku.

Saat itulah, tertarik bibirnya membentuk senyuman yang begitu indah. Oh Tuhanku, kau benar-benar sangat hebat! Bisa menciptakan makhluk setampan ini.

 

“Jangan menatapku seperti itu! Aku tau aku ini tampan” Ucapnya, haahh… Narsisnya kambuh lagi

“Aku tak menatapmu, Hyung! Aku menatap sungai itu!” Elakku

“Dan di sungai itu, ada bayangan diriku” Ucapnya santai, tapi menurutku itu sangat-sangat menyebalkan

“Aish… Terserah padamu saja!” Ucapku

 

Keadaan kembali hening, hyungku juga ikut menatap air sungai yang mengalir indah tersebut. Senyumnya kembali tercipta. Aku sangat menyukai senyumnya yang manis itu.

 

“Kau sangat tampan jika dilihat dari sini!” Ucapnya

“Kau bisa saja! Hey apa sedari tadi kau menatapku?” Ucapku

“Ne… Memangnya kenapa?” Ucapnya

“Aku malu, Hyung…”Ucapku sembari mengerucutkan bibirku

“Hey tak usah malu!, kau itu tampan Kyunnie” Ucapnya memujiku

“Tapi aku tak setampan dirimu! Aku iri padamu, Hyung! Kau sangat tampan! Kau juga sangat baik hati dan disukai banyak orang! Aku ingin setampan dirimu!” Ucapku

“Hey! Justru aku yang seharusnya iri padamu, kau juga tampan! Mempunyai kulit yang putih, dan memiliki suara yang indah! Dan juga, kau amat disayangi orang tuamu!” Ucapnya

 

Aku tak menjawab, aku diam dan kembali menatap sungai itu. Hyung, aku sangat kagum denganmu!

 

“Kyunnie! Maukah kau berjanji padaku?! Kita akan selalu bersama dalam suka maupun duka! Aku akan selalu menjagamu, dan kau juga selalu menjagaku” Ucapnya

“Hyung… Aku juga ingin seperti itu, jadi aku akan berjanji!”Jawabku

 

Aku tersenyum, dia juga ikut tersenyum. Aku melontarkan lelucoku dengannya, begitupun dengannya. Aku tertawa bersama Hyungku, sungguh masa-masa yang indah.

 

***

 

 

In Kyuhyun’s Room, at21:00 KST, still Cho Kyuhyun Pov~

 

Aku terduduk di depan cerminku, aku menatap wajahku. Wajahku yang sangat lesu dan berjerawatlah yang selalu aku lihat di depan cermin ini. Berbeda sekali dengan Hyungku, oh Really! Aku ingin sekali sepertinya.

 

TOK! TOK!

 

Terdengar suara ketukan pintu di luar, aku langsung menyebut  dua buah kata, ‘Masuk saja!’. Dan tampaklah seorang pria yang tampan dengan wajah imutnya. Ia menghampiriku…

 

“Tuan… Kau belum tidur?” Ucapnya sembari merangkul pundakku

“Aish Hyung! Kubilang jangan memanggilku dengan kata itu!”Ucapku sebal

“Oh iya! Aku ulangi, kenapa kau belum tidur, Kyu?” Ucapnya

“…” Aku hanya terdiam menanggapinya

“Haahh… Apa kau memikirkan Hyungmu yang tampan itu?” Ucapnya. Aku hanya mengangguk

“Aiigo Tuan Cho! Kau itu sangat tampan, suaramu bagus dan indah, pesonamu itu begitu besar! Lalu apa yang kurang darimu?” Ucapnya

“Tapi dia itu lebih tampan dariku, dan ia mendapatkan perhatian lebih dari ayah-ibuku. Aku sangat ingin menjadi dirinya! Dan kau akan kupanggang jika menyebutku seperti itu lagi” Ucapku

“Mwo? Panggang!? Andwae! Aku masih mau hidup, Kyu! Sudahlah, kau sebaiknya tidur yang nyenyak! Dan jangan pernah kau membenci hyungmu, Arra?” Ucapnya

“Arraseo, Eomma!” Ucapku sembari tidur di ranjang danmembenarkan selimutku

“Aish… Kalau begitu Good Night! I hope you got the nice dream!” Ucapnya sembari mematikan lampu dan pergi dari kamarku.

 

Begitulah Sungmin Hyung, dia itu seperti Eomma keduaku. Aku sangat menyayanginya

 

“Nado hyung” Ucapku lirih sembari menutup mataku

 

***

 

 

 

In Donghae’s Room, at 21:00 KST too, Lee Donghae Pov~

 

Aku terdiam di ranjangku. Sama seperti hari-hari sebelumnya, aku memikirkan kelebihan adikku yang tak aku punya. Jika aku sebut satu-persatu, tak akan selesai sampai pagi menjelang. Karena itulah, aku sangat iri padanya. Aku hanya orang yang menumpang hidup pada Raja Cho.

 

CEKLEK

 

Pintu kamarku terbuka, kalau begini tak salah lagi, pasti Hyungku yang tak sopan itu yang membukanya –Lee Hyukjae-

 

“Belum tidur?” Tanyanya,aku hanya menggeleng

“Memikirkan adik laki-lakimu lagi?” Tanyanya lagi, aku pun mengangguk

 

“Haahh… Aiigo Lee Donghae! Sampai kapan kau seperti ini, eoh? Kau itu orang tertampan yang pernah aku lihat! Sekarang kau tidur! Atau kau akan kulaporkan pada kedua orangtuamu!” Ucapnya galak

 

Jika sudah berhubungan dengan orang tuaku, aku langsung takut. Aku pun  langsung tidur di ranjangku. Kudengarlangkahnya mendekatiku, ia membenarkan selimutku lalu mengelus rambutku.

 

“Jaljjayo! Janganmimpikan aku, nde?! Kkk~” Ucapnya lalu pergi dari kamarku.

 

Aku hanya mendengus sebal saat mendengarkan kata-kata terakhirnya itu. Tapi aku segera tersenyum

 

“Nado… Hyung menyebalkan!” Ucapku lirih lalu aku menutup mataku dan mengarungi dunia mimpi.

 

***

 

 

Pagi yang indah dan berseri ini datang kembali, memberikan efek sejuk bagi yang menghirup udara pagi. Segerombolan orang berlalu-lalang di istana, entah apa yang mereka lakukan di sana. Sepertinya ada sebuah acara meriah yang akan di adakan disana.

Dua orang kakak-beradik kini sedang berada di hadapan Raja Cho, Ayah mereka. Tubuh mereka menunduk sembari menangkupkan tangannya, sebagai tanda hormat kepada Raja Dinasti Goeryeo sekaligus Ayahnya.

 

“Kyuhyun-ah, Donghae-ya! Kalian tau apa maksud Appa memanggil kalian berdua?” Ucap Raja Cho sembari tersenyum

“…” Donghae hanya terdiam, tanda ia tak tau

“Aku tahu! Appa pasti akan merayakan hari Ulang tahun hyung seminggu lagi, bukan?” Ucap Kyuhyun bersemangat

“Hahaha… Anak Appa ini pandai sekali, kau dengar Donghae? Kyuhyun bahkan sangat hapal hari Ulang tahunmu, apa kau menyadarinya?” Ucap Raja Cho

“Jinjja? Aku bahkan tak meyadari sedikit pun hari Ulangtahunku seminggu lagi! Gomawo Kyunnie… Karena kau mengingatnya!” Ucap Donghae

“Gwenchana Hyung! Bukankah itu wajar? Bahwa seorang adik mengetahui hari Ulang tahunnya!” Ucap Kyuhyun sambil menepuk Hyungnya

“Ya sudah… Aku akan mempersiapkannya, kupastikan seminggu lagi pasti akan selesai!” Ucap Raja Cho

“Appa… Jangan terlalu meriah, okay!?” Bujuk Donghae

“Oouuww… Itu takkan kulakukan! Karena acara ini akan sangat meriah! Yasudah, kalian boleh pergi dari sini!” Ucap Raja Cho

“Aisshh… Appa!” Gerutu Donghae. Tapi Ayahnya tak menjawabdan pergi dari hadapan mereka berdua. Donghae mengerucutkan bibirnya lucu.

 

“Hyuung… Sudahlah! Mereka melakukan ini, karena mereka sangat menyayangimu!” Ucap Kyuhyun

“Begitukah Kyunnie?!” Ucap Donghae. Donghae hanya memiringkan bibirnya, lalu mengangguk.

“Kajja! Kita pergi dari sini!” Ucap Kyuhyun sambil menarik lengan Hyungnya

 

***

 

 

In Other Place

 

“Hyukkie-ya! Bagaimana ini??! Raja Cho akan mengadakan acara besar-besaran untuk merayakan Ulang tahun Tuan Lee Donghae! Ini pasti akan membuat Tuan Cho Kyuhyun akan bertambah Iri pada Hyungnya!”

“Aku juga tak tahu, Hyung! Semoga Tuhan bisa mempersatukan mereka kembali!”

“Ya, semoga!”

 

***

 

 

Pagi datang kembali menyapa dunia, entah keberapa kalinya pagi datang ke dunia. Terlihat seorang namja imut sedang mengaduk susu putih sembari meletakkan sarapan pagi ke sebuah meja. Ia membangunkan Tuannya secara perlahan untuk menyadarkannya dari dunia mimpi.

 

“Tuan muda Cho…Bangunlah!” Ucapnya secara lembut

“Sungmin Hyung…” Ucap Kyuhyun bermonolog

“Tuan muda Cho, ayo__” Ucapan Sungmin berhenti, ketika Kyuhyun menatapnya tajam

“Emm… Maksudku, Kyu,ayo bangun! Ini sudah siang, lihat! Matahari itu sudah naik!” Ucap Sungmin lembut.

“Baiklah Hyung” Ucap Kyuhyun lalu beranjak dari ranjangnya.Tampak ia meminum susu putihnya dan membawa roti tawarnya ke balkon rumahnya.

 

Ia mencari Donghae –Hyungnya-, tapi ia tak ada. ‘Kemana Donghae Hyung?’ Batinnya. Ia pergi menuju kamar pengasuhnya –Sungmin- untuk menanyakan keadaan Donghae Hyung.

 

“Hyung, kenapa Donghae Hyung tidak ada?” Ucapnya

“Dia tadi latihan, mungkin latihan biola!” Ucap Sungmin

“Mwo? Kenapa dia tak megajakku! Dan kenapa kau tak membangunkanku?!”Ucap Kyuhyun

“Molla. Tadi aku memang di suruh jangan membangunkanmu olehnya sebelum jam 7 pagi” UcapSungmin

“Aish… Cepat kau bersiap-siap untuk ke tempat latihan!” UcapKyuhyun

“Ta…Tapi Kyu__ Haish!” Sungmin mendengus saat Kyuhyun sudah berlalu dari hadapannya. Lalu ia mengemasi barang-barang yang Kyuhyun butuhkan saat latihan. Padahal dia tau, Donghae melarangnya untuk mengajak Kyuhyun kesana.

 

1 Minutes Later~

 

“Kajja, Hyung!” Ucap Kyuhyun tergesa-gesa lalu ia beranjak menuju tempat latihannya yang tak jauh dari rumahnya

 

Setelah sampai di tempat latihan, Kyuhyun dan Sungmin , langsung memasuki ruang latihantersebut.

 

“Mianhae… Aku terlambat…” Ucap Kyuhyun

“Kyuhyun…!!??” Ucap Donghae dan beberapa orang lain

“Sekarang aku akan bernyanyi apa?” Ucap Kyuhyun

“Kyu…” UcapDonghae lirih

“Sungmin Hyung, apa kau membawa buku Agendaku? Coba kulihat!” Ucap Kyuhyun mengabaikan panggilan Donghae

“Kyu…” UcapDonghae agak mengeraskan suaranya

“Ke…Kenapa tak ada jadwalku hari ini?” Ucap Kyuhun membolak-balik buku agendanya

“KYU…!!” TeriakDonghae

“Nde… Hyung!!? Kenapa kau berteriak?!” Ucap Kyuhyun

“Kyu… Maaf, kali ini aku tak bisa berduet bersamamu. Awalnya aku menolak permintaan Appa, tapi katanya, ini khusus penampilanku. Mianhae Kyu…” Ucap Donghae

“Jinjja?” Ucap Kyuhyun dengan nada kecewa

“Jeongmal mianhae, Kyunnie!” Ucap Donghae

“Gwenchana, Hyung! Aku mengerti, ya sudah Sungmin Hyung, ayo kita pulang!” Ucap Kyuhyun

 

Donghae hanya menatap kepergian Kyuhyun dengan wajah yang sendu, ia merasa sangat bersalah. Jika seperti ini, hubungannya dengan Donghae akan semakin berantakan

 

“Mianhae Kyu…”Lirihnya

***

 

 

 

Semakin hari,semakin indah kerajaan ini karena riasan-riasan di mana-mana. Saat Kyuhyun berulang tahun, sepertinya tak semeriah ini diadakan perayaannya

Dapat dilihat pula, Donghae di sana sedang duduk di sana sembari bergaya. Dan seorang lelaki muda di depannya tampak sedang berkutat dengan kertas yang ada di hadapannya dan menggerak-gerakkan tangannya dengan lincah. Tak lupa ia menengok objek yang ingin di lukisnya. Ya, Donghae sedang di lukis oleh pelukis ternama di Semenanjung Korea.

Hal itumembuat seorang namja berkulit pucat itu semakin iri, ia hanya menghembuskan nafasnya dan kembali menuju kamarnya untuk menyendiri lagi.

Ternyata seorang namja berwajah imut sedari tadi memandanginya dengan rasa kasihan, ia tak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa menyemangati Tuannya… ani, bahkan dia sudah menganggap Tuannya itu sebagai keluarganya. Memang kita semua ini berkeluarga, bukan? Ia merasa tak berguna bagi seorang Cho Kyuhyun

 

 

 

 

ToBeContinued

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s