[DONGHAE] || SERIES Love by Accident (Part 9)

 

Title :  Love by Accident

Author :  Zatha Amanila

Casts :  Lee Donghae, Han Chaerin, Henry Lau, Yoon Hara

Genre :  Romance

Length :  Chaptered

Rating :  General

 

~~~~~

 

CHAERIN’S POV

 

Seminggu kemudian…

Aku menyeret langkah menuju ruang makan. Hari ini aku akan menjalani ujian masuk universitas. Seminggu ini aku belajar dengan keras d sekolah maupun di rumah agar aku bisa lolos dan menjadi mahasiswi seni perfilman seperti yang kuimpikan selama ini. Universitas Korea adalah universitas terbaik. Aku memilih kuliah di sana karena aku merasa IQ yang kumiliki cukup tinggi. Tidak ada salahnya aku mencoba. Hihihi…

”Kau yakin tidak ingin kami antar?” tanya Eomma begitu aku selesai melahap seluruh sarapanku.

”Ne, eomma. Aku sudah semangat, jadi Eomma dan Appa tidak perlu menyemangatiku di sana.” jawabku.

Kuteguk susu putih yang Eomma buatkan.

”Baiklah, aku harus berangkat sekarang. Aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian.”

Eomma tersenyum. ”Ne. Kami percaya pada kemampuanmu. Sudah sana, nanti kau terlambat!”

Kulangkahkan kaki dengan cepat keluar rumah. Jarak dari rumah ke Universitas Korea tidak begitu jauh. Yeay! Aku bisa menggunakan sepedaku kembali.

”Apa kabarmu, sepedaku? Haaahh… aku rindu sekali padamu.” ucapku sambil menepuk-nepuk jok sepeda. ”Baiklah, kau harus mengantar kesuksesanku hari ini. Han Chaerin, FIGHTING!”

Dan aku pun meluncur meninggalkan rumah.

 

>>>>>

 

Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, akhirnya aku sampai di Universitas Korea. Kusandarkan sepedaku di antara sepeda-sepeda lain yang ada di tempat parkir. Ternyata banyak juga yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi mereka. Seharusnya memang begitu, ini salah satu cara mengurangi efek global warming.

Aku pun berjalan menuju tempat ujian.

”Hya! Han Chaerin!”

Kudengar seseorang bersuara cempreng memanggilku. Aha, aku tahu siapa dia.

”Ah, Minkyung-ssi. Annyeong haseyo!” ucapku sambil membungkukkan sedikit badanku. Eits, jangan kira aku memang berniat menyapanya ya. Aku hanya menggoda si muka tebal ini.

”Ck, kau menggodaku ya?”

”Whoaaaa… sudah dua minggu tidak bertemu ternyata kau sudah pintar sekarang.” aku bertepuk tangan. ”Cukhae!”

”Hya! Hentikan leluconmu itu!”

”Lelucon? Ah benar juga, aku kan memang sedang melucu sekarang.”

Kulihat Minkyung mendengus sebal. ”Tertawalah sepuasmu sekarang. Tapi nanti, kau akan menangis, Han Chaerin.”

Aku mulai memperhatikan ucapannya. Sepertinya ini ancaman yang serius.

”Sebentar lagi aku akan mendapatkan bukti bahwa kau sudah menikah. Kalau aku sudah mendapatkan bukti itu, tamatlah riwayatmu, Han Chaerin.”

Glek! Dia tidak main-main ternyata. Ancamannya waktu itu bukan hanya untuk menakut-nakutiku. Dia benar-benar ingin membuktikannya.

”Kau takut kan? Hahaha… aku sudah pernah katakan padamu. Aku tidak akan tinggal diam kalau ada yang meremehkanku.”

Ck, gadis ini benar-benar membuatku muak!

Minkyung maju beberapa langkah ke arahku. Dia membisikkanku sesuatu yang membuatku mati rasa saat ini juga.

”Tidak akan semudah itu menikah dengan Lee Donghae, Han Chaerin. Aku akan membuat kau berakhir.”

 

>>>>>

 

DONGHAE’S POV

 

Hari ini aku baru saja menyelesaikan rangkaian sushow tahun ini bersama member. Jepang adalah negara terakhir yang kami kunjungi. Sekarang aku berada di dalam mobil bersama Leeteuk hyung, Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung hyung untuk pulang ke dorm. Tapi aku tidak akan lama di dorm, aku sudah punya janji dengan Hara untuk makan siang bersama.

Sudah seminggu aku tidak berhubungan dengan Chaerin. Entah bagaimana kabarnya sekarang. Yang aku ingat, dia mengikuti ujian masuk universitas hari ini. Semoga saja dia bisa menyelesaikan soal-soalnya dengan baik.

”Omo!”

Suara kencang Kyuhyun mengagetkanku dan yang lainnya.

”Hya! Kau ini mengganggu tidurku saja!” omel Yesung hyung yang memang sedang tidur. Perhatianku teralih pada wajah panik Kyuhyun yang duduk di belakangku.

”Hyung! ini gawat!” Kyuhyun berbicara padaku.

”Apanya yang gawat?” tanyaku bingung.

”Entah ini ELF atau wartawan yang pintar. Tapi, berita tentang pernikahanmu sudah menyebar di semua situs internet, hyung.”

”Bo?” aku terkejut luar biasa. Yang ada di otakku saat ini juga adalah Chaerin. Bagaimana dengannya kalau berita pernikahan ini sudah menyebarluas?

”Coba kulihat,” Leeteuk hyung mengambil tab Kyuhyun. Dia membacanya sebentar.

”Bukan Chaerin.”

“Apa?” aku semakin bingung.

”Yang diberitakan sebagai istrimu bukan Chaerin, Hae. Tapi… Yoon Hara.”

”Hara?”

Aku mendelik. Ya Tuhan, bagaimana bisa Hara?

”Mereka bahkan punya fotonya. Kau lihat saja sendiri,”

Leeteuk hyung menyerahkan tab Kyuhyun padaku. Jantungku seperti berhenti saat kulihat sebuah foto yang nampak jelas wajahku terpampang di sana. Bukan hanya aku, tapi wajah Hara juga sangat terlihat jelas. Ini foto saat aku membantu Hara membelikan hadiah untuk ulang tahun eommanya tiga hari yang lalu.

Tapi bagaimana bisa? Butik yang kami kunjungi sepi. Tidak ada orang mencurigakan di sana. Hanya ada dua wanita paruh baya yang asik berdiskusi tentang baju, dan pelayan butik itu sendiri. Tapi dia tidak mencurigakan. Dia justru terang-terangan meminta tanda tangan padaku. Tidak mungkin dia. Lalu siapa?

Ah, tunggu sebentar! Sepertinya aku mengingat sesuatu. Waktu itu, aku sempat menabrak seorang pria dengan kamera menggantung di lehernya begitu aku dan Hara keluar dari butik. Dia memakai topi dan hanya meminta maaf padaku sambil membungkukkan badannya, lalu pergi tergesa-gesa. Sial! Pasti dia yang sudah memotretnya!

”Foto ini tidak menunjukkan apa-apa. Aku hanya tersenyum pada Hara saat dia memintaku untuk memilih baju mana yang kira-kira cocok untuk eommanya. Bagaimana mungkin mereka bisa menyebut Hara adalah istriku?”

”Hyung, kau lupa sesuatu. Saat sushow di Indonesia kemarin, Leeteuk hyung sempat menyinggung pernikahanmu secara tidak langsung di panggung.”

”Hya! Jadi ini semua salahku, Kyu?” protes Leeteuk hyung.

”Tentu saja ini semua salahmu, Park Jungsoo.”

Pletak!

”Beraninya kau memanggil nama asliku!”

”Tapi hyung, Kyunnie benar. Ah, maksudku bukan kau yang salah, hyung.” Ryeowook tampak takut-takut saat melirik Leeteuk hyung.

”Maksudku, mungkin saja ELF merasa saat itu Leeteuk hyung tidak bercanda. Bisa saja mereka penasaran lalu mencoba mencari informasinya. Dan mengenai foto itu, aku rasa orang yang telah memotretnya sengaja menguploadnya ke internet lalu menyebar berita bahwa yeoja yang bersama Donghae hyung adalah istrinya. Dia mungkin tahu tentang ucapan Leeteuk hyung saat konser.”

Benar. Pasti seperti itu.

”Aiissshh…” kuhempaskan badanku di badan kursi mobil sambil menarik rambutku sendiri. Aku bingung sekarang. Amat sangat bingung!

”Donghae-ya, kau harus mengkhawatirkan keadaan Hara sekarang. Mungkin saja sekarang dia sedang menerima perlakuan yang tidak baik dari ELF.” ucap Leeteuk hyung. Ah, benar juga. Yang harus kupikirkan adalah keadaan Hara.

Drrt… Drrt…

Tiba-tiba ponselku bergetar panjang. Hara menelepon.

”Hara-ya? Kau baik-baik saja?” cecarku.

”Joesonghamnida, apa kau rekan dari nona Yoon Hara?”

Aku tertegun sejenak.

”Benar. Aku temannya.”

”Maaf, kami dari Rumah Sakit Internasional Seoul. Nona Yoon Hara mengalami kecelakaan. Seseorang telah melempar batu ke kepalanya. Pasien masih belum sadarkan diri sejak setengah jam yang lalu. Apa anda bisa kemari?”

Ya Tuhan! Hara kecelakaan? Ada yang melemparinya dengan batu? Ini benar-benar kejam!

”Baiklah, aku akan segera ke sana. Gamsahamnida.”

Pip.

”Ada apa, hyung? ” tanya Ryeowook panik.

”Sebaiknya kita ke rumah sakit dulu. Kim ahjussi, antar kami ke Rumah Sakit Internasional Seoul sekarang!”

 

>>>>>

 

CHAERIN’S POV

 

Akhirnya ujian ini selesai juga. Semua soal itu sudah kupelajari sebelumnya, jadi aku bisa menyelesaikan soal-soal itu dengan mudah. Keberuntungan memang berpihak padaku.

Drrt… Drrt…

Ponselku bergetar tiba-tiba. Kurogoh tas selempang hitamku dan meraih ponselnya. Telepon dari Henry.

”Halo? Mochi-ah?”

”Kau sudah selesai ujian?”

”Ah, sudah. Aku baru saja keluar. Ada apa?”

”Aku ingin mengajakmu makan siang. Kau bisa?”

Apa? Makan siang bersamanya? Aaahh… Tentu saja aku bisa!

”Mm… oke. Lagi pula, aku tidak ada acara setelah ini.” jawabku. Walaupun aku sangat senang, aku tetap harus menjaga imejku dong! Kekeke~

”Aku sudah ada di depan Universitas Korea sekarang. Lebih baik kau cepat kemari karena banyak orang yang melihatku.”

Omo! Aku lupa kalau dia adalah seorang idola.

”Baiklah, aku ke sana sekarang juga! Tunggu aku, oke?”

Pip.

Kumasukkan ponselku ke dalam tas lalu segera berlari keluar gedung. Mataku sudah mendapati sosok Henry yang berdiri di samping mobilnya. Aigoo, kenapa dia ceroboh sekali? Harusnya dia pakai masker dan topi untuk menutupi wajahnya itu. Haahh… memang sulit punya kenalan seorang artis.

”Mochi-ah!”

Henry nampak tersenyum dan melepas kacamata hitamnya. Kudengar teriakan dari para yeoja di sekitarku. Mereka meneriakkan nama Henry lalu berkerumun mendekatinya. Aku hampir terjatuh karena mereka menyenggolku berkali-kali.

”Hya! Aku tahu dia artis! Tapi jangan seenaknya saja menyenggolku seperti ini! Aiiissshh…”

Kulihat para yeoja itu sibuk meminta foto dan tanda tangan Henry. Bahkan ada pula yang mencubit pipinya. Hei, itu daerahku! Hanya aku yang boleh mencubit pipinya!

”HYA! KALIAN SEMUA NORAK!” tak sadar, aku berteriak. Baru kusadari suara riuh para yeoja itu berhenti, dan mereka semua menatap tajam ke arahku. Aigoo, apa aku akan dimakan saat ini juga?

”Kau ini siapa? Berani-beraninya mengatai kami norak!” seru seorang yeoja dengan wajah angkuhnya. Aku mengerjapkan mata berkali-kali. Mereka benar-benar seperti ingin memakanku. Oh God, help!

”Pasta-chan, kau dari mana saja? Aku sudah menunggumu sejak tadi. Ayo kita pulang!” ujar Henry dengan santainya.

Omo, kenapa dia berbicara begitu? Nyawaku bisa terancam sekarang!

”Oppa, kau kenal dia?” tanya seorang yeoja yang berdiri di sebelah Henry.

”Tentu saja. Dia adikku.”

Mwo? Adik?

”Aku datang ke sini untuk menjemputnya. Dia harus pulang ke Beijing sekarang.”

Astaga! Aku? Pulang ke Beijing? Sejak kapan aku tinggal di sana? Tiba-tiba saja Henry menghampiriku dan menggandeng tanganku.

”Kau ini bandel sekali! Sudah kubilang ini bukan tempat bermain. Ayo pulang! Sebentar lagi pesawat akan berangkat.”

Aku mendadak tidak bisa berbicara. Mulutku mengatup seketika saat aku ingin membalas ucapannya. Aigoo, apa dia berbohong kalau aku ini… idiot?

Brak!

Kututup pintu mobil. Sesaat kemudian, Henry menginjak gasnya dan mobil pun melaju menjauhi para yeoja yang sepertinya sedang kebingungan.

”Mochi-ah, apa maksudmu dengan ’di sini bukan tempat bermain’?” tanyaku. Henry tersenyum.

”Mianhae, Pasta-chan. Tapi aku memang harus berbohong kalau kau punya… keterbelakangan mental.”

”Bo?”

”Hahaha… wajahmu tadi benar-benar lucu. Kalau saja tadi aku sempat merekamnya.”

”Hya! Kau ini tega sekali!” kupukul lengan Henry. Dia meringis tapi masih tertawa.

”Seharusnya kau berterima kasih padaku. Aku sudah menyelamatkan kita berdua. Kalau saja tadi aku bilang yang sebenarnya, mungkin mereka akan menerormu. Aku pasti akan ikut repot juga.” ujar Henry.

Aku berpikir sejenak. Benar juga. Kalau mereka tahu aku adiknya yang punya keterbelakangan mental, pasti yeoja-yeoja norak itu tidak akan menerorku. Tidak mungkin mereka menganggap seseorang yang idiot sebagai perebut Henry mereka.

Aku ikut tertawa. ”Kau jenius, Mochi-ah. Hahaha… eh, kita makan di sana saja. Pastanya sangat enak!”

 

>>>>>

 

AUTHOR’S POV

 

Donghae bersama Leeteuk, Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung sampai di Rumah Sakit Internasional Seoul. Setelah bertanya pada suster resepsionis, mereka segera berlari menuju kamar tempat Hara di rawat. VVIP 503.

”Ini kamarnya, hyung!” seru Kyuhyun.

Donghae segera masuk ke dalam dan mendapati seorang suster tengah memeriksa keadaan Hara.

”Apa dia baik-baik saja, suster?” tanya Donghae panik. Suster itu nampak terkejut dan terdiam sesaat memandang Donghae, Leeteuk, Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung bergantian. Mungkin karena kelima namja itu adalah seorang artis.

”Kalian… rekan nona Yoon Hara?” tanya suster itu.

”Benar. Tadi ada seseorang yang meneleponku dan mengabarkan tentang kecelakaan yang dialami Hara.” jawab Donghae.

”Ah, itu aku. Maaf kalau aku sudah mengganggu jadwal kalian. Tapi ini benar-benar penting. Kami sudah menelepon orang tua pasien tapi tidak ada jawaban. Karena itulah, kami menelepon orang yang terakhir kali dihubungi pasien.”

”Apa luka di kepalanya itu parah, sus?” tanya Ryeowook.

”Pasien mengalami pendarahan hebat. Karena dia tidak segera dibawa ke rumah sakit, maka dia kehilangan banyak sekali darah di kepalanya. Untunglah, rumah sakit kami masih menyimpan banyak stok darah yang sama dengan pasien, sehingga luka pasien bisa segera diatasi.”

Donghae menghela napas lega. Dia menatap sosok Hara yang terbaring lemah dengan perban di kepalanya.

”Dia tidak kena gegar otak kan, sus?’ tanya Leeteuk ngeri. Suster itu membisu sejenak.

”Dia terkena gegar otak ringan. Tapi…” jeda sesaat. ”Tapi kalau dia tidak sadarkan diri selama dua puluh empat jam, dia akan koma.”

 

>>>>>

 

DONGHAE’S POV

 

Ya Tuhan, kejutan apa ini? Hara akan koma kalau dia tidak segera sadar. Ini semua salahku!

”Kami sudah memberikan yang terbaik untuk pasien. Kalian tinggal berdoa saja, semoga pasien cepat sadar.” ucap suster itu lagi. ”Kalau begitu, aku permisi.”

Lututku tiba-tiba lemas. Aku terduduk di kursi yang ada di samping ranjang. Kupandangi wajah Hara.

Pucat.

Dia menderita. Aku tahu itu. Dan itu semua karena aku!

”Yoboseyo?

Kudengar Leeteuk hyung berbicara di telepon.

”Ah, manajer hyung…., kami ada di rumah sakit…, aniyo, kami hanya menjenguk teman yang kecelakaan…, baiklah, kami segera pulang…., ne.”

Pip.

”Kita harus pulang sekarang. Nanti malam kita ada jadwal tampil di Inkigayo.” ucap Leeteuk hyung.

”Aku tidak bisa ikut, hyung. Kalian saja yang pulang, aku akan tinggal di sini beberapa jam lagi.” sahutku.

”Baiklah, akan kujelaskan nanti pada manajer. Telepon aku kalau Hara sudah sadar. Jangan lupa makan. Arasseo?” Leeteuk hyung menepuk bahuku pelan.

”Ne.”

Dia, Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung hyung pun keluar dari kamar rawat. Aku kembali menatap Hara.

”Kumohon sadarlah. Kau tidak boleh koma kalau kau tidak ingin aku dihantui rasa bersalah sepanjang hidupku. Jeongmal mianhae. Tidak seharusnya kau mengalami hal seperti ini…”

 

>>>>>

 

CHAERIN’S POV

 

Pelayan restoran baru saja meletakkan dua porsi pasta daging pedas di mejaku dan Henry. Tak lupa lemon tea yang kami pesan. Entah kenapa Henry memilih pesanan yang sama denganku kali ini. Padahal, dia lebih suka pizza dari pada pasta. Soal minuman, dia tidak jauh-jauh dari kopi dengan segala jenisnya.

’aku hanya ingin merasakan semua hal yang kausukai.’ Dia menjawab seperti itu saat kutanya. Rasanya jiwaku langsung melayang tinggi saat ini juga.

”Sampai kapan kau akan tinggal di Korea?” tanyaku ditengah kegiatan makan.

”Aku juga belum tahu. Setelah ini jadwal grup yang melibatkan aku tidak padat. Mungkin aku akan tinggal lebih lama di sini. Kenapa?”

”Ah, tidak ada apa-apa. Aku hanya berpikir untuk menghabiskan waktu bersamamu sampai pengumuman ujian masuk universitas.”

”Geurae? Itu ide yang bagus!”

Eh? I-itu… apa itu berarti dia setuju untuk menghabiskan waktu bersamaku?

”Memangnya kapan pengumuman ujiannya?” tanya Henry setelah meneguk lemon tea miliknya.

”Dua minggu lagi.” sahutku sambil tersenyum.

Kami pun kembali sibuk dengan makanan kami. Sesekali aku melirik Henry. Rambutnya sudah kembali hitam sekarang. Tapi tetap saja tampan. Ah, bukan hanya itu, dia juga imut dan keren. Aku semakin suka padanya!

”Kenapa kau melihatiku seperti itu? kau naksir padaku?”

”A-apa? A-aniyo. Siapa juga yang naksir padamu. Aku kan sudah punya suami.”

Astaga! Apa yang baru saja kukatakan?

Kupukul berkali-kali kepalaku. Dasar Chaerin babo! Kau merusak suasana, tahu!

”Benar juga, kau kan sudah punya suami. Tidak mungkin kau naksir padaku.” Henry kembali melahap pastanya yang tinggal sedikit. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku. Sumpah demi apapun! Aku menyesal!

”Mak-maksudku bukan begitu, Mochi-ah. Aku… ah, eotteokhae?”

Henry nampak mendongak memandangku lalu tersenyum. ”Kau ini kenapa? Sudah, jangan kaku begitu. Cepat habiskan makananmu.”

Selera makanku tiba-tiba saja hilang. Kuletakkan garpu dan sendokku di atas piring sambil menghela napas panjang. Kuhabiskan sisa lemon tea.

”Mochi-ah, aku ke toilet dulu ya!” pintaku.

”Hmm.”

Dengan langkah cepat, aku beranjak menuju toilet yang cukup sepi. Hanya ada tiga yeoja yang sedang berbincang-bincang sambil menaburkan make-up pada wajah mereka. Aku segera masuk ke dalam bilik toilet dan duduk di atas kloset.

”Aigoo… apa yang aku lakukan tadi? Ini kan kencan, dan aku sudah merusaknya. Babo! Babo! Chaerin babo!” ucapku lirih sambil terus memukul-mukul kepalaku sendiri.

Aku baru akan menekan tombol pada kloset itu saat kudengar sebuah suara. Hanya satu kata yang dapat kucerna. Donghae.

”Aku juga membacanya. Meskipun aku bukan ELF, tapi aku cukup terkejut dengan berita pernikahan Donghae.”

Deg! Jantungku tiba-tiba saja berdetak lebih cepat. Berita pernikahan Donghae?

”Aku bahkan sudah menangis sejak tadi pagi karena berita itu. Aku dengar mereka menikah hampir empat bulan dan istrinya itu mahasiswi Universitas Korea jurusan perfilman.”

APA? Mereka bahkan sudah mengetahui sejauh itu? Astaga, bagaimana ini? Tamat sudah riwayatku!

”Kalian sudah lihat fotonya kan?”

Mwo? Foto??

”Donghae oppa tersenyum manis sekali pada yeoja itu. Kelihatan sekali kalau dia mencintainya. Ah, aku benar-benar tidak rela! Aku ingin sekali menjambak rambut yeoja itu sampai botak! Benar-benar menyebalkan!”

Glek!

Kutelan ludah dalam-dalam. Kejam sekali! Mereka tega melakukan hal itu? Aigoo, eotteokhae? Mereka sudah mengetahui wajahku. Kalau aku keluar sekarang, bisa-bisa rambutku habis begitu aku keluar dari restoran. Andwae! itu tidak boleh terjadi!

”Sudah selesai kan? Ayo keluar! Oh ya, apa kalian akan datang ke pesta ulang tahun Soojin besok? Sepertinya aku bla bla bla..”

Suara ketiga yeoja itu menghilang. Toilet benar-benar hening sekarang. Kuhembuskan napas panjang. Bahkan sangat panjang. Aku harus menelepon Donghae sekarang juga!

 

>>>>>

 

HENRY’S POV

 

Drrt… Drrt…

Ponselku tiba-tiba bergetar saat aku menghabiskan lemon tea-ku. Kurogoh saku celana. Telepon dari Leeteuk hyung.

”Yoboseyo?”

”Henry-ah, kau di mana sekarang?”

”Aku sedang makan siang di restoran italia, hyung. Ada apa?”

”Apa kau bersama Chaerin?”

Dari mana Leeteuk hyung tahu?

”Ne, hyung. Memangnya ada apa? Sepertinya kau panik sekali.”

”Ani. Aku hanya… ah, begini, Henry-ah. Berita pernikahan Donghae sudah menyebar di berbagai situs internet. Bahkan beberapa infotainment sudah mengetahuinya.”

”Apa?”

”Tapi, bukan Chaerin yang dikabarkan menikah dengan Donghae, melainkan seorang gadis bernama Yoon Hara. Sebenarnya dia itu mantan pacar Donghae. Mereka kembali dekat akhir-akhir ini. Seseorang mengambil foto Donghae dan Hara beberapa hari yang lalu dan menyebarkannya di internet. Sekarang, gadis itu sedang kritis di rumah sakit karena ada orang yang melempar kepalanya dengan batu.”

Jujur, aku bingung dengan keadaan ini. Aku juga tidak mengerti apa yang harus kulakukan.

”Henry-ah, tolong kau pastikan kalau Chaerin tidak mendengar berita ini. Kami sedang menyelesaikan masalah ini secepatnya. Dan selama itu, kau harus memastikan Chaerin tidak tahu apa-apa. Kau mengerti?”

”Hyung, apa kau yakin? Aku rasa, Chaerin harus mengetahuinya. Secara tidak langsung dia juga terlibat.”

Kudengar desah napas Leeteuk hyung ditelepon. ”Untuk sementara ini, tolong kaulakukan apa yang kuperintahkan barusan. Aku harus menutup telepon ini dulu. Annyeong!”

Pip. Aku menurunkan ponsel perlahan. Ini benar-benar sulit kupercaya. Bukan karena berita pernikahan itu sudah tersebar atau karena gadis yang bernama Hara itu dilempar batu sampai kritis, tapi karena…

Donghae hyung sudah berselingkuh.

 

-TBC-

 

 

 

 

 

 

>published by.yooNkyu

Advertisements

4 thoughts on “[DONGHAE] || SERIES Love by Accident (Part 9)

  1. Kasian hara kena sasaran fans donghae..fansnya yg kejam banget belum tentu beritanya benar dah main bully aja…jangan sampe hara koma jika terjadi donghae pasti merasa sangat bersalah..hanry salah paham mengira donghae selingkuh..akan kah henry merebut chaerin dari donghae…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s