The Story Only I Didn’t Know – Part 2

Author                  : Yasmitha

FB                           : Yas Mitha

Twitter                 : @mitha_clouds

Main Cast            : Park Eun Ri a.k.a Eun Ri

                                  Lee Dong Hae a.k.a Dong Hae

                                  Jung Young Ra a.k.a Young Ra

Sub Cast               : Choi Jin Ra a.k.a Jin Ra

                                  Park In Young a.k.a In Young

                                  Park Jung Soo a.k.a Jung Soo

                                  Other

Genre                   : Sad, Hurt, Fluff, Comfort

Rate                       : PG 13

Length                  : Chapter

Disclaimer          : Author membuat FF ini berdasarkan kehidupan nyata Author. Semua cast disini milik Tuhan YME. But, Eun Ri and this FF is mine :p

 

Dimohon READERS memberikan RCL setelah membaca FF ini. RCL sama dengan motivasi plus semangat buat Author. DON’T COPAS AND DON’T BASH. Gak suka? Gak usah dibaca.

 

Gomawo buat admin yang udah ngepost FF abal – abal saya *bow with Yesung

 

 

–Previous Part–

 

“ Eun Ri~ya “ teriak Jin Ra yang membuat semua siswa yang ada di canteen itu memandang mereka aneh.

 

“ Yakk, kenapa kau berteriak Jin Ra~ya “ pekik Eun Ri.

 

“ Kau kenapa, eoh? Kenapa kau tak berkedip sama sekali? Apa yang kau lihat? Kau juga mengabaikanku “ ucap Jin Ra sambil mepoutkan bibirnya.

 

“ Mianhae, aku tadi melihat Dong Hae “ ucap Eun Ri setengah berbisik.

 

“ Huh, kau ini benar – benar menyebalkan Eun Ri~ya. Aku tak tau kau akan menganggapku ada atau tidak jika kau benar – benar berpacaran dengan Dong Hae “

 

“ Yakkk, aku tak akan menghiraukanmu Jin Ra~ya. Yaksok. “ ucap Eun Ri sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

 

“ Jeoseumnida “ ucap Jin Ra sambil menautkan kelingkingnya ke kelingking Eun Ri.

 

Setelah selesai menghabiskan minuman mereka, Eun Ri dan Jin Ra melangkahkan kakinya menuju kelas mereka.

 

 

#BUKKK

^Story Begin^

^Happy Reading^

Author’s POV

 

                Saat tengah asyik berjalan, Eun Ri terkena lemparan bola basket yang dilempar oleh salah satu pemain basket yang tengah berlatih untuk pertandingan yang akan dilaksanakan sekolah minggu depan. Namja yang melempar bola basket itu sontak berlari menghampiri Eun Ri yang jatuh terduduk sambil memegangi kepalanya. Lalu beberapa saat kemudian Eun Ri kehilangan kesadaran.

“ Aigo~, apa yang kau lakukan? Lihat, sekarang chinguku tak sadarkan diri “ ucap Jin Ra kesal.

“ Mianhamnida, aku akan membawanya ke ruang kesehatan “ ucap namja itu.

                Namja itu dengan segera membopong Eun Ri yang tak sadarkan diri menuju ruang ruang kesehatan. Saat perjalanan menuju ruang kesehatan, banyak teriakan histeris para yeoja memanggil – manggil namja yang membopong Eun Ri.

“ LEE DONG HAE SARANGHAE “ ucap salah satu dari mereka.

                Namja yang dipanggil Dong Hae itu menghiraukan teriakan histeris yeoja yang ada disekitarnya. Dia hanya menyunggingkan sebuah senyuman yang membuat para yeoja kelabakan. Lee Dong Hae, namja tampan yang menjadi capten basket di Shinhwa High School namja yang selalu dikejar para yeoja yang dijuluki sebagai Romantic Prince.

 

–Ruang Kesehatan–

Eun Ri’s POV

                Ku kerjap – kerjapkan kedua mataku saat aku menghirup bau yang sedikit menyegat. Aku dapati sesosok namja tampan yang kini tengah menatapku dengan wajah penuh kekhawatiran. Tunggu, sepertinya aku mengenal namja ini. Lee Dong Hae. Yah, dia Dong Hae. OMO~ kenapa dia ada disini? Apakah aku masih bermimpi? Jika iya, aku mohon jangan bangunkan aku.

“ Gwenchana? “ tanyanya sambil menyunggingkan senyuman indahnya. Aigo~ ini benar – benar nyata.

“ Ah.. ndeNan.. nan.. gwe.. gwenchana “ ucapku gugup. Eottokhae? Namja yang aku sukai ada di hadapanku.

“ JinjjaJeongmal mianhamnida, aku tadi tidak sengaja melempar bola dan mengenai wajahmu. Mianhae “

“ Ne, nan gwenchana “ jawabku singkat. Aku tak tahu apa yang harus aku katakana, aku benar – benar gugup.

“ Lee Dong Hae imnida “ ucapnya tiba – tiba sambil mengulurkan tangannya padaku.

“ Park Eun Ri imnida. Bangapseumnida “ ucapku sambil membalas uluran tangannya.

                Jantungku berdetak lebih cepat dan wajahku sepertinya memanas. Apakah aku benar – benar mencintai Lee Dong Hae? Apakah aku sudah bisa berpaling darinya?. Tangannya lembut sekali, dia benar – benar namja yang perfect. Wajah tampan, senyum yang selalu menghiasi wajahnya, perhatian pula. Hari ini aku memang benar – benar beruntung bisa berkenalan dengan Lee Dong Hae, namja yang aku kagumi.

“ Emm.. bolehkah aku keluar? Aku harus meneruskan latihan, kau tau kan jika kami akan bertanding? Sekali lagi mianhae Eun Ri~ssiAnnyeong Gaseyo“ ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya.

“ Nde, gomawo telah menolongku “ ucapku berteriak karena dia sudah berada lebih jauh dari ku.

^The Story Only I Didn’t Know^

 

“ Cinta.. sesuatu yang rumit. Terkadang sebuah pasangan itu berbeda, tapi dengan cinta mereka dapat disatukan. Didalam sebuah hubungan, hanya kepercayaan yang bisa membuat hubungan itu tetap bertahan “

 

Dong Hae’s POV

 

                Saat ini aku sedang mengendarai mobilku menuju taman dimana Young Ra –yeojachinguku– memintaku untuk menemuinya. Huh, sepertinya dia sedang marah kepadaku, terlihat dari nada bicaranya saat aku menghubunginya beberapa saat lalu. Ku tepikan mobilku saat aku sudah berada di taman.

                Ku edarkan pandanganku ke sekeliling taman mencari yeoja yang kucintai. Ke dua sudut bibirku terangkat tatkala mataku menangkap siluetyeoja yang sangat ku kenali tengah berdiri membelakangiku dengan kedua tangan yang direntangkan.

                Ku langkahkan kedua kakiku mendekati Young Ra yang sepertinya menikmati hembusan angin di sore hari ini. Ku lingkarkan kedua tanganku di pinggang rampingnya dan mengecup singkat tengkuknya.

“ Nappeun “ ucapnya.

“ Mianhae, kau marah padaku eoh? “ tanyaku tanpa melepaskan kedua tanganku di pinggangnya.

“ Menurutmu? “ ucapnya sambil membalikkan badannya menghadapku dan berusaha melepaskan tanganku.

“ Nde, tapi apa aku berbuat salah hum? “ ucapku dan mengeratkan kedua tanganku.

“ Yakkk, Lee Dong Hae paboya namja “ teriaknya dengan terus berusaha melepaskan tanganku.

“ Jinjja? Tapi kau menyukainya bukan? “ godaku.

“ Nde, tapi tidak untuk sekarang “ ucapnya sinis.

“ Waeyo? “ tanyaku.

“ Apa kau benar – benar tak sadar apa yang tadi kau lakukan, eoh? Kau mengangkat yeoja lain di hadapan semua siswa dengan senyum yang terkembang di bi.. “

                Sebelum menyelesaikan kalimatnya, ku bungkam bibir merah cherrynya dengan bibirku. Ku salurkan semua rasa cintaku melalui ciuman ini. Young Ra tak membalas ciumanku sebelumnya, tetapi perlahan dia membalas ciumanku. Beberapa menit kemudian, Young Ra memukul – mukul dada bidangku. Sepertinya dia kehabisan napas, akhirnya aku mengakhiri ciumanku.

“ Aku akan menjelaskannya, Chagiya. Tapi, apa kau cemburu eoh? “ ucapku sambil mengecup pipinya sekilas.

“ A.. aniya.. “ ucapnya gugup ada rona merah di pipinya.

“ Jinjjayo? “ ucapku sambil menatapnya intens.

“ Yakk, jangan mengalihkan pembicaraan Dong Hae~ya. Beri aku penjelasan. Palliwa! “ bentaknya.

“ Huh, sebenarnya tadi saat aku latihan basket bolaku tak sengaja mengenai yeoja yang melewati lapangan basket. Karena dia pingsan, akhirnya aku memutuskan untuk membawanya ke ruang kesehatan. Kau tau kan kalau aku seorang capten basket? Jadi aku harus menjaga imej ku di hadapan para siswa. Jeongmal mianhae, Chagiya. Kau percaya padaku kan? “

“ Huh, nde arraseo. Aku percaya padamu, Oppa~ya “

“ Gomawo, Chagiya. Saranghae “ ucapku sambil mengecup bibirnya sekilas.

“ Nado ” ucapnya sambil tersenyum. Senyuman yang selalu membuat jantungku berdetak tak normal.

“ Sudah sore, kajja kita pulang. Aku akan mengantarmu “

“ Jeoseumnida “

 

^The Story Only I Didn’t Know^

 

“ Cinta.. bukan bagaimana kita memikirkan apa balasan yang kita dapat, tetapi bagaimana kita memberi semua rasa kasih sayang dan semua cinta yang kita miliki dengan tulus kepada seseorang yang kita cintai “

 

–Stars Hill–

Author’s POV

 

                Seorang namja tengah menikmati indahnya sore di bawah pohon maple. Kedua bola matanya matanya terpejam menikmati sentuhan angin berhembus dengan semilir. Beberapa kali ia menghirup udara segar di sekelilingnya.

                Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman tatkala retina matanya menangkap bayangan beberapa daun maple yang jatuh dari batangnya karena tiupan angin. Namja itu menengadahkan telapak tangan kanannya untuk meraih sebuah daun maple yang melayang di dekatnya.

                Namja itu memandang sekilas daun maple yang berwarna cokelat itu, lalu mengambil sebuah pena hitam yang berada di tas kecil miliknya dan menuliskan beberapa kata dan menggambarkan dua orang yang tengah bergandengan tangan.

SARANGHAE ❤

–Double E Yeongwonhi –

 

                Setelah menuliskan beberapa kata itu, dia menuliskan ^LHJ^ di bagian bawah daun maple itu. Namja itu beranjak dari tempat ia duduk tadi, lalu memandang lagi daun maple yang ada ditangannya dengan senyuman yang terkembang dari bibirnya. Sedetik kemudian di lemparkannya daun maple itu hingga terbang entah kemana dibawa hembusan angin sore itu.

“ Biar waktu yang memberiku jawaban “ ucapnya lirih.

^The Story Only I Didn’t Know^

“ Dia.. dia namja yang bisa membuatku merasakan jatuh cinta lagi. Tapi, aku aku tak bisa meyakinkan perasaanku ini. Aku tak mau jika kejadian di masa lalu terulang kembali. Akankah aku menahan gejolakku ini? “

Eun Ri’s POV

 

                Langit biru dengan semburat warna orange dan awan putih yang menghiasi langit yang terbentang luas. Angin berhembus dengan semilir menggugurkan daun beberapa pohon yang berada di tepi jalan.  Matahari juga ingin beranjak dari singgasananya dan akan digantikan oleh bulan yang sudah tak sabar untuk memberikan cahayanya untuk kehidupan makhluk yang ada di bumi pada malam hari.

                Hari ini In Young Eonnie dan Jung Soo Oppa tak bisa menjemputku. In Young Eonnie hari ini melembur kerja dia adalah seorang dokter di salah satu Rumah Sakit di Seoul sedangkan Jung Soo Oppa dia ada jam kuliah sore hari. Orang tuaku? Mereka sedang sibuk mengurusi perusahaannya yang berada di Paris.

                Sebenarnya In Young Eonnie menyuruh sopir untuk mengantar jemput ku. Tapi aku menolaknya, wae? Karena aku tak mau dianggap manja teman – temanku. Aku juga tidak bisa mengendarai sepeda motor, jadi aku lebih memilih untuk naik bus meskipun aku harus berjalan sedikit jauh untuk sampai di halte.

                Ku langkahkan kedua kakiku menapaki jalanan kota Seoul yang terlihat sepi. Ku pasang headphone ke telingaku yang sudah ku sambungkan ke MP3 untuk menemani perjalananku yang sedikit sepi. Aku berjalan hanya ditemani suara music, angin yang berhembus, dan juga dedaunan yang gugur dari pohonnya. Ku angkat tangan kananku saat aku melihat sebuah daun maple berwarna cokelat, lalu menjangkaunya. Aku tersenyum saat aku melihat ada tulisan dengan tinta hitam disana.

“ Kyaa~neomu yeppeo “ ucapku saat menyadari ada sebuah gambar seorang namja dan yeoja tengah bergandengan tangan.

“ Siapa yang menggambarnya? Chakkaman, disini ada sebuah tulisan “ ucapku sendiri.

“ Saranghae, double E yeongwonhi “ ejaku membaca tulisan yang tertulis di daun maple itu.

                Daun ini indah sekali, apalagi ada sebuah gambaran seorang namja dan yeoja tengah bergandengan tangan. Aku penasaran siapa yang membuatnya. Hajiman, bukankah E adalah inisial namaku? Ah, aku terlalu percaya diri. Ku edarkan pandanganku menelusuri jalanan disekitarku. Siapa tahu ada orang yang memiliki daun ini. Tapi, mataku tak menemukan siapapun disini. Ku pandangi lagi daun maple yang ada di tanganku ini. Retina mataku menemukan sebuah tulisan kecil di bagian bawah daun maple itu ‘^LHJ^’ itu tulisannya. Jadi, kemungkinan besar itu adalah inisial nama pemilik daun maple yang indah ini.

“ Sebaiknya aku simpan saja daun indah ini “ ucapku sambil memasukkan daun maple tadi ke dalam tasku dengan hati – hati.

^The Story Only I Didn’t Know^

 

“ Dia seperti bintang, terlihat dekat jika dilihat tetapi tak bisa diraih sekalipun kau berusaha untuk mendapatkannya “

 

^Skip^

 

 

–Park Family’s House­–

Author’s POV

 

                Eun Ri nampak sibuk dengan buku yang ada digenggamannya, sesekali dia menggerutu tak jelas terkadang juga tertawa terbahak – bahak. Itu lah kebiasaannya saat membaca novel.

# TING NONG TING NONG

–To Be Continue–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s