[Dong-Hae] Twoshot l You Have To Be My Fangirl (Part 2 END)

Title                     : You Have To Be My Fangirl.

Genre                    : romance comedy (maybe)

Length                  : Series

Rated                    : 15

Cast                      :

  • Lee Donghae
  • Choi hyo in
  • Kim Sungha
  • All Super Junior Member

Author                  : Ririn Kim

Twitter                 : @Rinriza

Facebook               : Riza Ramadhani Elf

Cerita ini murni hasil khayalan author,kkk… mohon maaf kalau ada kesamaan cerita, tapi ini murniiiii dari otak author. Jangan lupa RCL yaaa…..

Happy Read.. 🙂

Di cerita sebelumnya, Hyo In memberanikan diri melamar Donghae, namun respon Donghae membuat Hyo In kecewa hingga akhirnya Hyo in kesal dan memutuskan berhenti jadi elfishy. namun hubungan mereka membaik setelah Donghae merawatnya saat sakit. tidak berlangsung cukup lama, Hyo In kembali kecewa pada sikap Donghae.. how next?? just read n RCL 😀

Donghae baru saja pulang mengisi acara sebuah stasiun radio. Malam itu dorm sedikit sepi karena para member belum pulang. Dia membaringkan tubuhnya di sofa panjang ruang tv, sambil berusaha mencari acara tv yang menarik. Tiba-tiba dia teringat kejadian kemarin malam. Dia tahu betul kalau yang jatuh adalah Hyo In, namun dia tidak mau membantu karena merasa itu hal yang biasa dan merasa Hyo In bisa berdiri sendiri. Tapi sialnya dia malah jadi merasa bersalah. Dia raih ponselnya mencoba meghubungi Hyo In namun tidak ada jawaban. Dia menghubunginya lagi dan ternyata ponselnya malah tidak aktif.

“Aish…. Yeoja ini benar-benar.” Dia bangkit dari sofa dan segera berjalan meninggalkan dorm menuju pintu apartemen Hyo In. Matanya terbelalak kaget melihat tulisan di depan pintu apartemen Hyo In. Poster wajahnya yang sedang tersenyum yang diberi tanda silang berwarna merah, dan dibawahnya terdapat tulisan “NO DONGHAE AREA” lalu di bawahnya lagi tertulis “I’LL NEVER BE ELFISHY YONGWONHI”. Donghae mengepalkan tangannya karena geram, nafasnya pun mulai naik turun tidak beraturan. Dengan geram dia lalu menggedor pintu apartemen tersebut.

Buk..buk..buk.. “YA! HYO IN AH!!! KELUAR KAU!!!!!!! PALLI!!!!” teriaknya, namun Hyo In tidak mau membukanya malah semakin mengencangkan volume tv. Donghae teringat sesuatu, dia tahu kode kunci apartemen Hyo In. Maka dengan tampang evil dia menekan beberapa kode, namum passwordnya ditolak.

“Aish… sial. Dia mengganti kodenya. YA!! KELUAR KAU HYO IN!!!! AKU TIDAK MENGIZINKANMU BERHENTI JADI FANSKU!!!! KAU HARUUS TETAP JADI ELFISHY!!! YA!!!!! BUKA HYO IN AH!!!” namun Hyo In tetap tidak peduli. Donghae yang mulai putus asa lalu kembali ke dorm dengan perasaan kesal. Dia bertemu dengan Ryeowook yang baru saja pulang dari Sukira di depan pintu dorm mereka.

“Ya! Hyung Ah… kenapa wajahmu? Kenapa kau cemberut??”

“Diam wook. Anak kecil tidak usah ikut campur. Anak kecil tahu apa sih??” katanya lalu segera masuk ke kamarnya dan sedikit membanting pintu.

“YA!!!!!!! AKU SUDAH DEWASA DONGHAE HYUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNG!!!!” teriak Ryeowook geram.

****************

Hyo In selalu mengecek jadwal Super Junior melalui website resmi. Dia harus memastikan Donghae tidak ada di dorm sebelum dia pergi meninggalkan apartemen, karena dia tidak mau berpapasan dengan namja itu. selalu begitu setiap hari, bagitupun saat ingin pulang ke apartemen. dia merasa benar-benar kesal pada Donghae, dia merasa dipermainkan. Dia benar-benar tidak mengerti pada sikap Donghae. Donghae selalu bersikap protective padanya dan selalu menunjukkan bahwa dia tidak mau kehilangan Hyo In sebagai fansnya, bahkan cenderung menyukainya, tapi sikapnya yang tidak memperdulikan Hyo In yang terjatuh dan menganggap seperti tidak kenal benar-benar membuat kesal. Dia merasa Donghae seperti ingin membuatnya jatuh cinta, tapi di sisi lain seakan Donghae tidak tertarik sama sekali padanya. Ahh.. ini benar-benar melelahkan hatinya.

“Aku harus kembali ke dunia nyata, tidak boleh mengharapkan Donghae lagi, aku harus terima kenyataan bahwa aku sangat jauh dari tipe yeoja idamannya. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah memenangkan hatinya, dan aku tidak ingin dipermainkan lebih jauh lagi.” Begitulah yang ia ucapkan setiap hari pada dirinya sendiri yang dia tulis di cermin meja riasnya untuk ia baca setiap hari. Walau pun sulit baginya karena Donghae adalah cinta pertamanya, tapi ia sudah bertekad dan akan berusaha melupakan perasaannya pada namja yang dia panggil bayi ikan itu.

 

Donghae POV

Sudah satu minggu yeoja menyebalkan itu menghindar. Tidak ada pertengkaran, tidak melihatnya di setiap lokasi perform, tidak melihatnya main ke dorm sambil membawa makanan untuk kami dan tidak berpapasan di lift. Wajah polosnya terus menari-nari di otakku. Sebenarnya dia kemana sih? Apa dia benar-benar marah pada kejadian itu? aku datang ke apartemennya, dan tidak lagi menemukan fotoku dan tulisan no Donghae area di pintunya. Ini bukannya membuatku senang tapi malah membuatku semakin khaawatir. Kalau dia membuat tulisan itu, berarti dia masih sedikit memikirkan tentangku, kalau sudah bergini, aku curiga dia benar-benar akan meninggalkaku dan berpaling ke artis lain, ke dongsaengku Ryeowook misalnya, karena aku melihat mereka cukup akrab setiap dia datang ke dorm.

Aku berjalan malas menuju ke apartemenku lalu memilih berdiri di balkon menikmati udara malam seoul. Cukup lama aku berdiri di sini memikirkan segala hal yang mungkin terjadi. Aku ambil ponselku dari saku celana lalu melihat foto wajah polosnya yang sedang tidur saat sakit waktu itu yang aku jadikan sebagai wallpaper ponselku. aku tersenyum.

“Hyung.. kenapa diam di sini?” tanya Ryeowook yang sepertinya baru pulang siaran. Aku pun langsung menyimpan ponselku kembali ke saku celanaku.

“ani, hanya ingin menikmati udara malam dengan tenang. Jarang-jarang kan kita bisa begini.” Ucapku mengelak.

 

Author POV

“Hyung.. kenapa diam di sini?” tanya Ryeowook yang sepertinya baru pulang siaran.

“ani, hanya ingin menikmati udara malam dengan tenang. Jarang-jarang kan kita bisa begini.” Ucap Donghae mengelak.

“Hmm.. benar juga. Aku akan ambil soju supaya tubuh kita lebih hangat.” Ucap Ryeowook lalu berjalan meninggalkan Donghae menuju dapur. Donghae mengeluarkan ponselnya dari saku celana lagi lalu mencoba menghubungi Hyo In, namun tidak diangkat, begitu terus hingga 10 x. dengan ragu-ragu akhirnya dia memutuskan mengetik sebuah pesan singkat yang ditujukan untuk Hyo In.

“mianhae.. “ itu lah isinya, namun ia ragu untuk menekan tombol kirim.

“Sudah kirim saja. Kita tidak akan tahu apa jawabannya kalau kau tidak coba kirim.” Ucap Ryeowook yang sudah kembali dari dapur.

“Kau ini, tahu apa tentang urusan orang dewasa.”

“Aish… aku ini sudah dewasa Hyung. Jangan bohongi aku, kau memikirkan yeoja itu kan? kau menyukainya?” tanya Ryeowook sambil memberikan sekaleng soju pada Donghae.

“Hahahaha.. kau ini bicara apa, yeoja seperti Hyo In? Aigoo.. dia bukan tipeku. Lagi pula terlalu muda untukku. Dia hanya fans, aku hanya menyukainya sebagai fansku.” Jawab Donghae lalu meminum soju yang baru saja dibuka tutup kalengnya.

“Lalu tipemu seperti apa? Hyuna? G-na? atau Yoona?Hyung… cobalah jujur pada hatimu. Aku merasa kau seperti bukan sedang mempertahankan fans, tapi lebih dari itu, kau ingin dia hanya memikirkanmu sebagai seorang namja, bukan seorang idola.”

“Hahahahhaahha.. lucu sekali. Aniya, aku murni tidak mau kehilangan fans.”

“Tapi aku melihatmu berbeda saat dengannya, seperti senang sekali. Sudah jujur saja, lebih baik katakan padanya sebelum dia… sebelum dia menikah dengan orang lain.” Ucap Ryeowook menatap langit.

“Mwo? menikah? Dengan siapa? Katakan padaku. apa namja itu tampan? Dari mana kau tahu? Dia masih muda, mana mungkin menikah.”

“Dia katakan begitu. Eommanya menjodohkannya dengan namja lain, dan namja itu tetap mengizinkannya kuliah, dan dia bilang sepertinya dia tertarik pada namja itu. namja itu tidak kalah tampan darimu dan dia bilang setidaknya namja ini tidak menolak lamaran dan menertawakannya.”

“Mwo?? Dia bilang begitu? Keterlaluan. Ini tidak boleh dibiarkan.” Geram Donghae lalu menenggak habis minumannya.

“Hahahahahahahaa… tu kan, kau cemburu!! Hahahahhaa.. sudah lah, akui saja. Kau menyukainya kan? aku akan membantumu bicara padanya kalau kau mau.”

“Mwo?! kau ini.. NE NE!! AKU MENYUKAINYA, KAU PUAS???!!!” bentak Donghae kesal.

“Hahahahahahaha…. Jujur begitu saja susah. Aku hanya membohongimu, dia tidak akan menikah. Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya lagi seminggu ini.” Ryeowook memamerkan senyum kemenangannya.Donghae yang kesal langsung menjitak kepala Ryeowook.

“Ya! Apha!” Ryeowook memukul Donghae balik.

“makanya jangan macam-macam denganku. Tapi.. kau benar ingin membantuku?” tanya Donghae.

“Ne, asal kau berjanji jangan memanggilku anak kecil lagi. Sadarlah kita hanya beda satu tahun Hyung.”

“Ne… ne… aku berjanji. Kalau begitu apa rencanamu?” tanya Donghae. Ryeowook lalu membisikkan sesuatu di telinga Donghae.

 

**************************

Hyo In merasa begitu lelah seharian ini karena harus mengerjakan begitu banyak tugas kampus sehingga dia lupa mengecek jadwal super junior. Dia berjalan gontai memasuki lift. Donghae yang baru turun dari mobil Eunhyuk langsung mengejar Hyo In dan menahan lift agar tidak tertutup dan masuk ke lift. Hyo In yang sedang fokus membalas pesan di ponselnya pun tidak menyadari kehadiran Donghae.

“kenapa menghindariku? Aku kan ingin minta maaf.” Donghae memberanikan diri untuk bicara. Hyo In kaget mendengar suara yang sudah sangat familiar di telinganya.

“bukan urusanmu.” Jawab Hyo In singkat tanpa sedikit pun menoleh ke arah Donghae.

“aish.. kau ini lucu sekali. Kau tidak boleh seperti itu, kau itu elfishy. Apa aku harus selalu mengingatkan padamu kalau kau itu elfishy? Kenapa menghindar? Kenapa tidak pernah hadir lagi menontonku di stasiun tv? Eoh? kau mau membuatku kesal?” Dongahe sedikit membentak. Hyo In yang kesal lalu melihat ke arahnya dengan sinis.

“Apa masalahnya? Eoh? elfishy bukan hanya aku di Korea ini, bahkan ada jutaan di seluruh dunia. Apa ruginya kalau kehilangan satu? Kau pikir kau siapa? Kau pikir kau sesempurna apa hingga aku harus selalu menyukaimu? Kau dengar ya, segala urusan kampusku jauh lebih penting dari pada harus selalu mengikutimu, dan masih lebih banyak hal yang lebih penting dari pada menyukaimu, dan menyukaimu itu hanya buang-buang waktu. Dan kau harus ingat, jangan pernah ganggu hidupku lagi dan jangan pernah memaksaku jadi fansmu lagi. Aku tidak suka, aku terganggu, kau tahu itu?!”Nafas Hyo In sedikit tersengal karena kesal sementara Donghae hanya bisa terdiam mendengar kata-kata fans kesayangannya ini.  Ting! Pintu lift terbuka. Hyo In langsung berjalan keluar meninggalkan Donghae sambil sedikit menahan air matanya yang mendesak keluar. Donghae yang tersadar langsung berlari mengejar Hyo In, menariknya dan menahan Hyo In di dinding dengan tangan kekarnya, dan langsung mencium Hyo In tepat di bibirnya sedikit kasar.

“Aku bilang jangan pernah berhenti jadi fansku!” Bentaknya. Plak!! Satu tamparan keras melayang di pipinya. Dia langsung memegang pipinya yang perih akibat tamparan dari Hyo In dan bersiap ingin memarahi Hyo In lagi namun terhenti saat dilihatnya air mata Hyo In mengalir deras.

“Jangan pernah permainkan aku lagi. Aku membencimu.” Ucap Hyo In dingin lalu segera berlari meninggalkan Donghae dan masuk ke apartemennya. Terbersit rasa bersalah di hatinya, dia telah membuat yeoja yang dicintainya menangis. Dia menyandarkan tubuhnya yang melemas ke dinding dan terduduk dengan kepala yang menunduk.

‘tidak seharusnya aku melakukan itu. mianhae Hyo In..mianhae..’ ucapnya dalam hati.

 

***************

Hyo In POV

Aku langsung menutup pintu dengan sedikit membanting ketika sudah memasuki apartemen. kakiku terasa lemas dan akhirnya aku duduk di lantai dan bersandar ke pintu memeluk  lututku. Aku kecewa, benar-benar kecewa. Berani-beraninya dia melecehkanku seperti itu. dia pikir karena dia seorang artis lantas bisa bertindak sesukanya padaku? dia benar-benar sudah mempermainkanku. Hatiku sakit, amat sangat sakit.

********

Dia terus menghubungiku, namun aku tidak pernah mau meresponnya hingga akhirnya aku mengganti nomor ponselku. Sudah seminggu aku mengurung diri, tidak keluar rumah sama sekali. Bahkan tidak pergi ke kampus. Aku memutuskan mengikuti perkuliahan dari rumah dengan sistem online dan mengumpulkan tugasku dari email, kecuali tugas fisik. aku sudah memikirkan semuanya, aku lebih baik pindah dari sini. Tidak baik jika aku terus berada di sini dan selalu dihantui ketakutan, takut bertemu dengan Donghae. Sebenci apa pun aku padanya, aku tetap tidak bisa memungkiri aku masih sangat mencintainya. Aku benci perasaan ini, aku tidak mau dia mempermainkanku lagi. Aku sudah membereskan barang-barangku dibantu oleh Sungha dan satu orang orang pembantu. Kebetulan barang-barangku juga tidak terlalu banyak. Aku sudah menemukan apartemen baru yang tidak terlalu jauh dari kampus dan ruangannya juga tidak kalah bagus. Untuk sementara apartemen ini akan aku sewakan pada orang lain.

 

Author POV

“nona, mau diapakan semua poster-poster ini?” tanya ahjuma.

“buang saja ahjuma. Aku sudah tidak membutuhkannya.” Ucap Hyo In sambil membereskan buku-bukunya.

“Hyo In ah, light stick dan hand bannernya mau disimpan dimana?” tanya sungha.

“Ambil saja untukmu. Kalau tidak mau, buang saja.”

“Kau yakin?” Sungha mendekat pada Hyo In. Hyo In mengangguk kemudian memeluk Sungha dan kembali menangis.

“Ya! uljima.. sudah, jangan menangis lagi, kau bisa sakit kalau memangis terus.” Sungha mengusap punggung Hyo In lembut berusaha menenangkan.

“Kenapa dia jahat? Kenapa aku harus jatuh cinta padanya Sungha?” Ucapnya sedikit terisak.

“Percayalah Hyo In, kau pasti bisa melupakannya. Aku yakin kau bisa. Dia akan besar kepala kalau tahu kau menangis seperti ini.” Hyo In melepas pelukannya pada Sungha lalu menghapus air matanya dan berusaha tenang. Sungha benar, tidak seharusnya dia terus-terus menangis.

“senyum dong.. mana semangat pindahmu?” kata sungha lagi, Hyo In tersenyum lalu memeluk sungha lagi.

“Gomawo ya… bantu aku melupakannya.”

“Ne, pasti. Itulah gunanya teman.” Ucap Sungha tersenyum.

********************

Bel apartemen Hyo In berbunyi, Hyo In segera bergegas berlari ke arah pintu dan melihat siapa yang datang melalui monitor kecil di samping pintu. Ternyata Siwon.

“Ada apa Oppa?” tanyanya.

“Hey… bisakah membuka pintu dulu?” tanyanya. Hyo In yang bingung lantas membuka pintu.

“Aneh, tidak biasanya oppa datang ke sini. Ada apa? Kalau ini tentang Donghae aku sibuk.” Ucapnya langsung.

“Ani ani, bukan tentang dia. Memangnya kau dan dia kenapa?” tanya Siwon dengan tampang ingin tahu.

“Ani, lupakan saja. Oppa, kenapa tiba-tiba ke sini?”

“Ani, para hyung bilang ada elf yang tinggal satu lantai dengan kami dan sering membawakan makanan, aku penasaran jadi aku datang untuk sekedar mengobrol dan berterima kasih. Masa’ hanya aku member Super Junior yang belum pernah mengorol dengan fans kami yang satu ini. Hey, kajja, ikut aku, kita mengobrol di atap gedung. Di sana Shindong dan Sungmin hyung sedang bersantai, kita bisa bergabung dengan mereka. Pasti seru.”

“Apa ada Donghae?” tanya Hyo In ragu.

“Ha? Kenapa Donghae lagi? Ada apa dengan kau dan dia?” tanya Siwon menginterogasi.

“ah aniya. Kalau begitu aku ganti baju dulu ya, pasti dingin di atas. Tunggu sebentar ya Oppa. Oppa tidak mau masuk dulu?”

“ani, aku tunggu di sini saja.” Ucap Siwon tersenyum. Hyo In tersenyum lebar, ini serasa mimpi. Salah satu member mengajaknya mengobrol bersama? Terlebih itu adalah siwon, salah satu member tertampan yang terkenal sibuk. Dia sedikit mencubit pipiya berharap ini bukan mimpi. Setelah mengganti pakaiannya dengan celana jeans panjang dan mantel dia pun kembali menemui Siwon dan mengikuti Siwon masuk ke lift.

“ternyata ada Henry juga, tadi dia meneleponku. Sepertinya para member sedang free hari ini. Kau benar-benar elf yang beruntung Hyo In ssi.” Ucap Siwon tersenyum.

“Ah, oppa bisa saja.” Hyo In tersenyum malu. Ting! Pintu lift terbuka. Hyo In mengikuti Siwon berjalan ke pintu kecil yang menghubungkan dengan beranda yang ada di atap gedung apartemen. Begitu keluar dari pintu itu Hyo In terkejut. Orang-orang yang dikatakan Siwon tidak ada, beranda atas begitu gelap, hanya ada satu lampu yang menyala yang menyinari seorang namja yang duduk di sebuah meja bundar bertaplak meja putih dengan hidangan yang tertutup tudung saji, dua buah gelas panjang dan setangkai bunga mawar yang mempermanis meja tersebut.

“Kau membohongiku Siwon Oppa.” Ucap Hyo In kesal. Hyo In berjalan ke arah pintu untuk pergi dari situ,namun Siwon bergegas ke pintu itu, keluar mendahului Hyo In dan menguncinya.

“YA!! BUKA SIWON OPPA!! PALLI!!!” teriak Hyo In.

“Mianhae Hyo In ah. Ini demi kebaikanmu dan hyungku.” Ucapnya.Hyo In mendengus kesal lalu tiba-tiba seseorang menarik tangannya.

“Kajja ikut aku.” Donghae menarik tangan Hyo In dengan paksa menuju meja bundar yang sudah ia siapkan.

“Lepaskan aku Lee Donghae!!!” bentak Hyo In, namum Donghae tidak peduli hingga akhirnya mereka tiba di bawah sinar lampu.

“Jebal dengarkan aku dulu.” Donghae membalikkan tubuh Hyo In lalu memegang kedua bahu Hyo In. Hyo In menatapnya sinis, tatapan yang sangat terasa sakit di hati Donghae.

“Mau apa lagi, eoh?? mau mempermainkan perasaanku lagi?? Sudahlah, percuma. Aku sudah benci melihatmu. Kau selalu bertingkah sesuka hati terhadapku. Kau membuatku bingung.” Hyo In berkata dengan nada yang sedikit kasar.

“Justru aku membawamu ke sini untuk minta maaf. Sekarang izinkan aku menjelaskan.”

“Tapi aku sudah muak melihat wajahmu!!”

“BERI AKU 2 MENIT!! Jebal…. Beri aku 2 menit saja untuk bicara.” Donghae yang tadinya membentak akhirnya berkata lembut penuh harap.

“Baiklah, hanya 2 menit. Dan tolong lepaskan tanganmu dari bahuku.” Ucap Hyo In dingin dan Donghae menuruti.

“Hyo In mianhae kalau waktu itu aku menolakmu saat kau memberanikan diri melamarku, aku waktu itu benar-benar syok. Aku merasa kau masih terlalu muda, dan aku tidak menyangka akan ada yeoja yang berani bertindak senekad itu. waktu kau memutuskan tidak lagi mau jadi fansku, aku benar-benar kesal, aku tidak rela kehilangan fans, karena bagiku fans adalah orang yang berharga dan aku tidak mau kalah pamor dari Ryeowook. Aku tidak boleh kalah oleh dongsaengku sendiri karena bagaimana pun aku lebih tampan dari dia. Aku terus berusaha membuatmu kembali menjadi fansku. Namun lama-kelamaan obsesi itu berubah, aku merasakan getaran setiap melihatmu dan merasa tidak senang kalau kau bertindak lebih pada orang lain yang bukan aku. Saat kau terjatuh waktu itu, aku mengaku salah. Seharusnya aku menolongmu, dan bukannya Sungmin, tapi aku malu melakukannya, aku takut kau menemukan wajah kekhawatiranku dan aku takut ketahuan olehmu karena menyukaimu. Sepanjang acara aku terus memikirkan apakah kau baik-baik saja, dan aku terus berusaha mencarimu di antara ratusan penonton. Aku mohon maafkan aku. Hyo In ah… aku…… aku……. Hmm aku…….” Jantung Donghae berdetak semakin cepat.

“Aigooo.. bagaimana mengatakannya. Hyo In ssi… aku… aku…..”

“waktu habis. Sudah 2 menit 3 detik.” Hyo In memotong pembicaraan Donghae sambil melihat ke arloji yang melingkar di tangannya.

“Tapi Hyo In aku…”

“Dengar ya Donghae, aku lelah. Aku lelah jadi fansmu dan aku lelah mencintaimu. Aku memang babo, tidak seharusnya aku mengharapkan hal yang tidak mungkin terjadi. Aku dicintai Lee Donghae? Hahahaha.. mana mungkin. Aku jauh dari tipe yang dia idamkan. Aku hanya gadis biasa. Gomawo karena sudah merawatku saat sakit dan gomawo atas kebohongan yang kau sampaikan. Sudah malam. Aku harus pulang karena besok pagi aku harus mengangkut barang-barangku ke apartemen baruku. Annyeong.” Hyo In berbalik dan berjalan meninggalkan Donghae yang terdiam.

“HYO IN AH!!!!!! SARANGHAE!!!!!” teriak Donghae. Hyo In tidak mau dengar, air matanya mulai menetes dan dia terus saja berjalan. Donghae mengejarnya lalu memeluknya dari belakang.

“Aku mencintaimu. Jangan pergi, jebal jangan pergi. Aku mencintaimu. Sungguh..” Hyo In berhenti.

“cukup! Jangan bohongi aku. Aku tidak mau dipermainkan.” Hyo In mulai terisak. Donghae membalik tubuh Hyo In hingga menghadapnya, diangkatnya dagu Hyo In sehingga mata mereka bertatapan.

“Aku sungguh-sungguh. Percaya padaku, jebal..” Donghae mendekatkan wajahnya pada Hyo In lalu mencium pinggir bibir kanan Hyo In. Hyo In terdiam sejenak, sedetik kemudian dia menghambur ke pelukan Donghae dan memeluk tubuh Donghae erat.

“Nado saranghae..” ucapnya. Tiba-tiba lampu-lampu menyala dan terlihatlah semua member Super Junior sudah berkumpul mengelilingi mereka dan berjalan mendekat.

“Iwanna hold Your Hand…….

I wanna kiss your lips…..

I wanna fall in love with you…

Must be beautiful lovely….day…………”

Semua member menyanyikan reff lagu lovely day tersebut dengan versi jazz lalu bertepuk tangan. Hyo In menyembunyikan wajahnya di balik dada Donghae.

“semuanya melihat, aku malu.” Katanya dan Donghae pun tertawa.

“Hahahahahaha.. gwencana chagiya.”

“kami sudah mempersiapkan ini selama seminggu di sela-sela aktivitas kami yang super sibuk. Kalau saja kau tidak menerima uri Donghae, kami bunuh kau, hahahaha..” sahut Kyuhyun.

“jangan lama-lama pelukannya, aku mau tertawa gara-gara kalian.” Sambung Heechul.

“Hyung ah, aku jadi ingin punya yeojachingu..” Ryeowook berkata asal.

“Ryeowook…………………………!!!” semua member menegurnya dengan nada memperingatkan.

“YA! Wae? Aku kan sudah dewasa.” Jawab Ryeowook dengan tampang tak berdosa.

“mana ada yeoja yang mau pacaran dengan anak tk berlidah tajam sepertimu.” Ucap kangin dan semua member pun tertawa dan sukses membuat Ryeowook merengut.

“Yasudah, kajja tinggalkan mereka berdua. Aku mulai ngantuk.” Kata Shindong.

“Ne, aku dan Siwon juga harus ke gym.” Sambung Eunhyuk.

“Ne, kami pergi dulu ya..” semua member pergi meninggalkan Hyo In dan Donghae.

“Ne, gomawo yeorobun…” ucap Donghae. Setelah semua member pergi, Donghae mengajak Hyo In untuk duduk di meja makan yang sudah disediakan dan menarikkan kursi untuk Hyo In. Setelah menyelesaikan makannya, Donghae menggenggam kedua tangan Hyo In dan mencium punggung tangannya.

“Chagiya.. aku minta maaf karena belum bisa menikahimu. Sebaiknya kita pacaran dulu, kau masih terlalu muda untuk menikah. Lebih baik kau selesaikan dulu kuliahmu, dan aku meniti karirku juga mengurus Grillis Taco. Setelah waktunya tepat dan kau sudah sarjana, aku akan melamarmu. Gwencana?” tanya Donghae.

“Hmm.. gwencana. Pacaran juga tidak buruk, yang penting hatimu untukku, bayi ikan.” Hyo In tersenyum.

“hahahaha.. kau ini. Aku sudah dewasa tahu. Kalau begitu, kau harus tetap jadi elfishy ya..” Donghae mengedipkan sebelah mataya.

“Ya! jangan mulai lagi Lee Donghae!!!” teriak Hyo In sebal.

“Mana? Sini biar aku tanda tangan. Aku harus tanda tangan di mana fansku?” tanya Donghae sambil mengeluarkan pena namun segera berlari kaena Hyo In memasang tampang sebal dan mulai mengejar,siap untuk menghajarnya.

“YA!!! SINI KAU BAYI IKAN!!!! YA!!!” teriak Hyo In. Donghae hanya tertawa sambil terus berlari. Donghae berhenti tiba-tiba hingga Hyo In menabrak bagian depan tubuhnya.

“Menyebalkan..menyebalkan..menyebalkan..!!!” teriak Hyo In lalu memukul dada bidang Donghae sebal, lalu mereka kembali berpelukan sambil tertawa.

*********************

Hyo In POV

Hari ini aku kembali mengantri dengan para elf untuk melihat perform super junior di sebuah acara music di sebuah stasiun tv Korea. Aku dan Sungha dapat duduk di urutan kedua paling depan. Aku memegang hand banner bertuliskan사랑합니다 Lee Donghae . akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba, Super Junior’s performance. Mereka menyanyikan lagu Hero. Donghae berdiri di depan saat menyanyikan partnya dan memberikan flying kiss untukku, aku membalasnya dengan senyuman.tidak ada fans yang tahu hubungan kami, hanya sahabatku Sungha dan semua member Super Junior. Kini, aku bukan hanya seorang elfishy, tapi pemilik hati member tertampan Super Junior, Lee Donghae. Dan aku bahagia karena itu.

 

*epilog*

“Hyo In mianhae kalau waktu itu aku menolakmu saat kau memberanikan diri melamarku, aku waktu itu benar-benar syok. Aku merasa kau masih terlalu muda, dan aku tidak menyangka akan ada yeoja yang berani bertindak senekad itu. waktu kau memutuskan tidak lagi mau jadi fansku, aku benar-benar kesal, aku tidak rela kehilangan fans, karena bagiku fans adalah orang yang berharga dan aku tidak mau kalah pamor dari Ryeowook. Aku tidak boleh kalah oleh dongsaengku sendiri karena bagaimana pun aku lebih tampan dari dia.” Ucap Donghae.

“Ya! Do…” ucapan Ryeowook langsung tertahan oleh tangan Eunhyuk yang membekap mulutnya.

“Babo. Jangan berisik.” Ucap Heechul, Ryeowook pun hanya bisa merengut.

“kau lihat saja Lee Donghae, akan ku rebut semua fansmu,hahahaha” ucap Ryeowook dalam hati.

End.

 

Gomawo buat yang mau baca.. kalo ada waktu, mampir ya di Haerinlee.wordpress.com 😀

Advertisements

2 thoughts on “[Dong-Hae] Twoshot l You Have To Be My Fangirl (Part 2 END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s