[ONESHOOT/EUNHYUK] Trapped In Love

Title            :  Trapped In Love

 

Cast            :  Lee Hyuk Jae a. Ka Eunhyuk

 

Kang Hae Na

 

Author         : Chieva Chiezchua

 

Genre          : Romance

 

Lenght         : Oneshoot

 

Rating          : PG 17+

 

 

 

Disclamer    :   Ini adalah FF tergaje yang pernah saya buat meskipun yang laen gak kalah gaje, *ditimpuk sendal*. Dalam ff ini saya mencaba main cast baru, bukan Kyuhyun lagi ea, disini saya pke’ Eunhyuk karena ada temen saya yang request minta dibuatin yang castnya Hyuk, sebenarnya saya gag PD sekali coz kemampuan menulis saya masih sangat buruk tapi saya mencoba memberikan yang terbaik semoga gak  ada yang kecewa, *plak, gak da yang mau baca*

 

 

 

 

 

 

Author POV

 

Seorang yeojasedang berlarianmenuju sebuah halte bus, sepatu High hels setinggi tujuh senti yang dikenakannya sepertinya sedikit menyulitkannya untuk berlari.

 

“Othokke?, kenapa aku bisa bangun kesiangan seperti ini?, rutuk yeoja itu sambil terus berlari.

 

“Aish ! Jinja, sepatu ini benar-banar menyulitkanku.” Keluhnya lagi sambil terus mempercepat langkahnya.

 

Hoosh…. hosh….

 

Akhirnya sampailah yeoja itu di sebuah halte bus yang memang jaraknya sedikit jauh dari apartemennya, kini ia terduduk sambil mengatur nafasnya,berniat sedikit  menormalkan kembali tarikan nafasnya akibat berlari tadi, namun tanpa ia sadari bus yang ia tunggu ternyata sudah datang.

 

Ia baru tersadar saat bus itu telah melaju meningalkan halte. Dengan sekuat tenaga yeoja itu berlari lagi berusaha untuk mengejar busnya karena memangsudah tak ada waktu lagi baginya untuk menunggu bus selanjutnya.

 

“AHJUSSI CHAKKAMANYO!” Teriak Yeoja itu, dan tentunya ahjussi supir bus itu tidak mendengar teriakannya, untuk kali ini ia tak boleh terlambat, yeoja itu terus saja berusaha berlari sekuat tenaga.

 

Namunkeberuntungan sepertinya belum berpihak padanya hari ini,  tiba-tiba saja hak sepatunya yang dipakainya patah dan membuatnya kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.

 

“Awww,Appo!” yeoja itu meringis kesakaitan.

 

“Aish! jinja, ada apa denganku hari ini,kenapa aku sampai sial terus seperti ini?”

 

“Aigoo aku benar-benar sudah terlambat, Aaarrrghhh! Othokke?,” teriak yeoja itu frustasi.

 

__oOo__

 

Akhirnya ia telah  sampai di depan sebuah perusahaan yang terlihat sangat megah, Meskipun sudah terlambat, yeoja itu masih tetap bersikeras untuk datang mengikuti wawancara, tidak ada salahnya mencoba dulu, pikir yeoja itu, siapa tau untuk kali ini keberuntungan menghampirinnya.

 

“FIGHTING Hae na, semoga kau berhasil.” Yeoja yang tak lain bernama Hae na itu mencoba memberi semangat pada dirinya sendiri dan kembali melangkahkan kakinya untuk segera masuk kedalam perusahaan itu, sudah tidak ada banyak waktu lagi, pikirnya.

 

Hae na memang dikenal sebagai yeoja yang mandiri, ia punya semangat juang yang tinggi tanpa mengenal kata menyerah dalam segala hal, oleh karena itu banyak teman-temannya yang sangat kagum karena kegigihannya.

 

Tidak banyak pula temannya yang mengetahui kalau sebenarnya Hae na merupakan putri tunggal dari pengusaha kaya, pemilik sebuah perusahaan ternama  Samsung Group  yang merupakan salah satu perusahaan elektronik terbesar dikorea selatan  dan sudah terkenal bahkan hampir diseluruh dunia.

 

Sebenarnya mudah saja bagi Hae na mendapatkan pekerjaan, ia baru saja lulus dari kuliahnya dan orang tuannya berniat memberikan jabatan padanya sebagai Direktur di perusahaannya sendiri, yach meskipun Hae na seorang perempuan tapi orang tuanya sangat percaya dengan kemampuannya, karena Hae na merupakan lulusan terbaik di kampusnya dan kemampuannya dalam bidang bisnis sudah tidak bisa diragukan lagi.

 

Namun Hae na lebih memilih hidup mandiri dan ingin memulai semuannya dari awal, ia tidak memiliki rasa percaya diri pada kemampuannya sendiri, karena itu ia lebih memilih mencari pekerjaan di perusahaan lain untuk mengasah kemampuannya dan tinggal di sebuah apartemen yang cukup sederhana, ia tidak ingin bergantung pada kedua orang tuannya, Hae na benar-benar bertekad ingin sukses tanpa campur tangan dari orang tuannya.

 

Sebenarnya kedua orang tua Hae na kurang setuju dengan keputusannya ini, namun Hae na terus saja meyakinkan mereka kalau ia akan baik-baik  saja, dan Hae na berjanji akan kembali pada orang tuannya jika ia benar-benar telah menjadi orang yang sukses, itulah tekad Hae na, dengan berat hati orang tuannya pun tidak bisa menolak keinginan putri tercinta mereka.

 

__oOo__

 

Tampak seorang namja sedang duduk di kursi kebesarannya, ia sedang memeriksa dan mengamati satu persatu berkas yang tergeletak di atas meja kerjanya. Jabatan baru yang ia sandang sebagai CEO sebuah perusahaan ternama membuatnya terlihat sangat sibuk,  berbeda saat dulu ia masih menjadi general manager di perusahaan itu, kini ia dituntut untuk lebih berkompeten dalam menangani segala hal yang bersangkutan dengan perusahaannya.

 

Terlihat kini tangannya sedang mengarah untuk meraih  gagang telefondan mulai mendekatkan pada telingannya,  sepertinya ia berniat untuk menghubungi seseorang.

 

“Hyo sung- shi, tolong bawakan berkas calon pegawai yang melamar pekerjaan di perusahaan ini secepatnya.” Perintah namja itu pada bawahannya yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri, setelah mendengar jawaban dari seberang sana ia kembali meletakkan gagang telefon ketempatnya semula.

 

Lee Hyukjae atau biasa disebut Eunhyuk itulah nama CEO terbaru dari perusahaan LG group sebuah perusahaan  elektronik pertama di korea yang bergerak dalam bidang pengembangan produksi elektronik.

 

Sebelumnya ia telah menjabat sebagai Genaral Manager dan belum lama ini Eunhyuk telah  menggantikan posisi ayahnya sebagai presdir di perusahaan tersebut dan tentu saja tanggung jawabnya kini semakin besar.Ia sudah tidak bisa dengan seenaknya sendiri bermain dengan banyak  wanita, hanya karena tuntutan  pekerjaan yang selalu menyita banyak waktunya.

 

Eunhyuk terkenal sebagai cassanova yang sering berganti-ganti pasangan, semua karyawan di perusahaannya mengetahui akan kebiasaan buruknya itu namun mereka sudah terbiasa melihatnya, bahkan tak jarang pula Eunhyuk sering mengencani pegawainya sendiri yang mungkin menurutnya dianggap sedikit menarik.

 

Sangat mengagumkan memang, entah siapapun wanita yang di inginkan Eunhyuk pasti mereka  akan takhluk padanya, bukan hanya karena kekayaanya namun Eunhyuk juga sering menghipnotis mereka dengan pesona dan gummy smile andalannya yang menurut para wanita sangat menawan . dengan semua kesempurnaan itulah Eunhyuk memanfaatkan semua yang ia miliki untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

 

Namun dibalik sifatnya yang seperti itu, Eunhyuk termasuk seseorang yang pekerja keras, ia tidak pernah main-main dengan pekerjaannya dan selalu serius saat bekerja, kini tanggung jawabnya yang semakin besar pada perusahaan membuatnya sedikit melupakan kebiasaan buruknya itu, ia sudah jarang terlihat bermain dengan wanita- wanita yang biasanya sering ia kencani.

 

Knock… Knock…

 

 

 

 

 

Terdengar suara pintu ruangan diketuk, ‘masuk’ perintahnya.

 

Terlihat sekretarisnya melangkah masuk kedalam ruangan sambil membawa sebuah berkas yang dari tadi sepertinya sudah ditunggu-tunggu oleh eunhyuk.

 

“Berkas ini berisi daftar calon pegawai yang melamar pekerjaan di perusahaan ini, silahkan sanjangnim memeriksanya.

 

“Ne, kau boleh pergi sekarang”. Perintah Eunhyuk dengan wajah datar.

 

“Nde sanjangnim.” Hyo sung segera keluar dari ruangan Eunhyuk tampak raut wajahnya sedikit kecewa atas sikap atasannya itu.

 

“Ada apa dengannya, tak biasannya ia bersikap dingin seperti itu?”, gumam Hyo sung dalam hati.

 

Hyo sung yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri merupakan  salah satu Dari sekian banyak teman kencan Eunhyuk, namun seperti itulah sikap namja tersebut, jika ia sedang tak mengingikannya maka Eunhyuk sering kali mengacuhkannya begitu saja, namun Hyo sung juga tak ambil pusing dengan sikap atasannya itu karena ia sendiri sebenarnya sudah mempunyai tunangan.

 

Eunhyuk segera memeriksa semua berkas-berkas calon pegawai yang melamar pada perusahannya, saat memeriksa salah satu dokumen sepertinya ia tertarik untuk melihatnya lebih jauh.

 

‘Kang hae na’, hmmmm! sepertinya menarik, gumam Eunhyuk lirih.

 

“Aku akan memperkerjakannya sebagai asistan pribadiku.” Pandangan Eunhyuk menerawang entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.

 

Hae na POV

 

“Fiuuh! untung saja tadi aku melihat ada toko sepatu, Aigoo! jika bukan karena akan wawancara di perusaan aku tak akan pernah mau menggunakan sepatu penyiksa ini,”

 

Gerutuku dalam hati dan tentu saja tak akan ada orang yang mendengarnya, jujur saja sebenarnya aku memang sangat membenci sepatu ini, aku lebih nyaman menggunakan  sepatu sneaker, namun harus bagaimana lagi aku terpaksa memakainya, tidak lucu kan jika aku akan mengikuti wawnacara namun menggunakan sepatu seperti itu.

 

Segera saja kulangkahkan kakiku berniat menghampiri meja resepsionist. “chogiyo, bolehkah aku bertanya?”

 

“Ne, tentu saja, silahkan agashi?”, jawab salah satu resepsionist  yang bernama song Ah Ri sambil tersenyum ramah kepadaku.

 

“emmb, kira-kira di ruangan mana wawancara dilakukan, josonghamnida,  aku sedikit terlambat tadi dijalan tidak sengaja ada sedikit masalah.” Aku bertanya pada recepsonist yang bernama Ah Ri itu dan sedikit menjelaskan tentang keterlambatanku.

 

“Agashi, bisa langsung menemui Presdir kami di lantai paling atas.” Jawab resepsionis itu.

 

“Ne, khamsamnida.” Sebenarnya  aku sedikit kaget dengan jawabannya, namun aku hanya bisa mengangguk dan berterimakasih.

 

Aku segera menaiki lift untuk menuju ke lantai atas, sedikit ada sesuatu yang mengganjal di benakku. Kenapa aku harus langsung menemui presdir, aku kan hanya melamar sebagai pegawai biasa di perusahaan ini, apa mungkin jika ada pegawai baru memang presdir sendiri yang akan mewawancarai. Semua pertannyaan dan itu berkecamuk di dalam pikiranku.

 

Hingga tanpa terasa aku telah sampai di lantai atas.

 

“Huuwwaaa othokke??, aku gugup sekali”,Teriakku dalam hati.Rasanya seperti akan menjalani sidang hukuman mati dan tak ada satupun orang yang bisa menolongku.

 

Namun aku segera menormalkan pikiranku dan kembali berjalan dengan santai.

 

Kuketuk sebuah ruangan yang kuyakini adalah ruangan CEO perusahaan ini.

 

‘masuk’, terdengar suara dari dalam menyuruhku untuk masuk.

 

Perlahan aku membuka pintu dan kulangkahkan kakiku untuk masuk keruangan tersebut.

 

“Anyeonghaseyo sanjangnim.” Sapaku ramah. Terlihat seorang namja sedang berdiri membelakangiku, pandangan namja itu tertuju pada pemandangan kota Seoul yang terlihat sangat indah jika dilihat dari gedung ini.

 

Sedetik kemudian namja tersebut membalikkan badannya dan kini ia melihatku dengan sorot mata yang sangat sulit untuk diartikan.

 

“Mianhe sanjangnim saya terlambat, apakah saya masih bisa mengikuti wawancara ini?” tanyaku gugup, othokke!  siapapun disana tolonglah aku, rasanya aku ingin segera kabur dari tempat ini.

 

“Apa kau benar-benar ingin bekerja di perusahaan ini agashi?” tanyanya dengan senyum meremehkan ke arahku.

 

“Ne, sanjangnim, saya berharap bisaditerima di perusahaan ini, dan ma’af saya tadi sempat terlambat karena ada suatu masalah saat di jalan.” Jelasku panjang lebar, berharap semoga CEO muda ini mau menerimaku.

 

“Sudah sangat jelas kalau aku tak akan menerima pegawai yang tidak bertanggung jawab sepertimu, interview saja kau sudah terlambat bagaimana bisa aku mempercayaimu untuk bekerja disini.”

 

Bentaknya sengit padaku, aku hanya bisa tertunduk tak beranai melawan kata-katanya, memang disini akulah yang bersalah, namun aku tak sepenuhnya salah karena keterlambatanku memang tidak kusengaja, tapi sepertinya CEO yang bernama Lee Hyuk Jae ini sepertinya tak menghiraukan sedikitpun alasanku.

 

“Namun sepertinya ada sedikit pengecualian untukmu.” Tambahnya lagi kembali merendahkan intonasi suaranya.

 

Aku segera mendongakkan kepalaku penasaran dengan apa yang baru saja ia katakan,

 

“Pengecualian apa sanjangnim?”, tanyaku kemudian.

 

“Kau bisa saja bekerja disini, namun ada satu syarat untukmu.” Katanya membuatku penasaran.

 

“Mwo! Syarat apa sanjangnim?” tanyaku semakin dibuat penasaran olehnya.

 

Kini ia berjalan mendekatiku dan sorot matanya menatap lurus ke arahku, aku semakin gugup dibuatnya, entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini. Secara tiba-tiba tangannya membelai wajahku dengan seduktif dan membisikkan sesuatu padaku.

 

“Kau bisa bekerja disini menjadi asisten pribadiku dan harus siap melayaniku kapan saja jika aku membutuhkanmu, aku pikir kau sangat membutuhkan pekerjaan jadi kau tak akan menyia-nyiakaan kesempatan ini bukan.” Tawarnya dengan suara yang dibuat selembut mungkin.

 

Tentu saja wajahku memanas menahan amarah akibat ulah namja mesum di depanku , aku tidak menyangka seorang CEO sepertinya bisa berlaku kurang ajar seperti ini.

 

PLAAAK!!

 

Tanpa menunggu lebih lama lagi segera aku menampik tangan jahilnya dan memberinya hadiah sebuah tamparan yang cukup kuat pada wajahnya.

 

“Josonghamnida sanjangnim, saya tidak akan pernah menerima tawaran anda, perlu sanjangnim ingat saya bukanlah gadis seperti diluar sana yang dengan mudah nya bisa sanjangnim perlakukan seenaknya, sepertinya saya sudah tidak ada kepentingan apapun disini. permisi.”

 

Aku segera berlari keluar meninggalkan ruangannya, aku merasa sangat sakit karena harga diriku benar-benar telah direndahkan. Dia kira aku ini siapa, seenaknya saja memperlakukanku seperti itu. Aku bersumpah tdak akan pernah mau bertemu dengan orang sepertinya lagi.

 

Eunhyuk POV

 

Aku semakin dibuat penasaran dengan yeoja yang bernama Kang Haena, baru melihat fotonya saja sepertinya aku sudah tertarik padaanya. Entah apa yang ada pada dirinya sehingga membuatku  seolah menginginkannya, padahal kamipun belum pernah bertemu secara langsung, tapi menurutku dia yeoja yang menarik.

 

Hmmm,Apa mungkin dia tidak jadi melamar pekerjaan di perusahaan ini, kenapa ia tidak menghadiri interview, tanyaku pada diri sendiri tanpa tau akan mendapatkan jawaban dari siapa.

 

Kini tatapan mataku tertuju pada pemandaangan indah kota Seoul diluar sana yang terlihat dari jendela ruanganku, dari tadi aku terus saja memikirkan yeoja yang bahkan sama sekali belum pernah ku kenal , yang aku tau darinya hanyalah  nama dan ssebuah fotonya saja, tapi kenapa dia seolah menyita semua perhatianku.

 

Yaa, Eunhyuk-ah, ada apa denganmu, kenapa kau menjadi seperti ini, biasanya kaulah yang selalu dikagumi oleh banyak yeoja, tapi kenapa sekarang malah kau sendiri yang seakan tergila-gila pada seorang yeoja yang bahkan belum pernah kau kenal. Aish! Benar-benar tak bisa dipercaya.

 

Tiba-tiba suara ketukan pintu kembali menyadarkanku ke alam nyata, ‘masuk’ perintahku, pandangan mataku masih terus saja tertuju ke arah luar jendela.

 

Terdengar seseorang membuka pintu, “Anyeonghaseyo sanjangnim“ mendengar suara seorang yeoja yang terdengar asing ditelingaku langsung saja aku berbalik mengalihkan pandanganku ke arahnya,

 

‘Dugeun…Dugeun’ ada apa ini, kenapa tiba-tiba saja jantungku berdebar tak karuan seperti ini, padahal biasanya dengan yeoja manapun aku tidak pernah merasa  seperti ini.

 

Terlihat seorang yeoja kini berdiri di depanku, pakaiannya terlihat sederhana namun terkesan rapi, aku berfikir mungkin ia dari kalangan orang biasa, dengan begitu aku akan sangat mudah mengendalikannya. Pikirku merasa akan mendapatkan kembali apa yang selalu aku inginkan.

 

Sepertinya dia nampak takut padaku, mungkin ia menyadari kalau dirinya sekarang ini memang sedang bersalah karena telat tidak mengikuti interview,

 

Mungkin jika pegawai biasa lainnya aku tak akan pernah perduli mereka mengikuti intrerview atau tidak, namun kali ini berbeda, aku memang ingin mewawancarainya sendiri secara langsung, berhubung dia terlambat maka aku menggunakan kesempatan ini untuk memberi penawaran yang cukup bagus untuknya.

 

“Mianhe sanjangnim saya terlambat, apakah saya masih bisa mengikuti wawancara ini?” tanyanya terlihat sadikit gugup.

 

Aku masih terus aja memandangnya tanpa berniat menjawab pertannyaanya. Sedetik kemudian aku bertanya padanya dengan raut wajah yang kubuat sedikit meremehkan. “apa kau benar-benar ingin bekerja di perusahaan ini agashi?”

 

“Ne, sanjangnim, saya berharap bisa diterima di perusahaan ini, dan ma’af saya tadi sempat terlambat karena ada kendala di jalan.” Jelasnya panjang lebar, mungkin dia berharap aku akan menerima alasanya, hmm!tidak semudah itu nona manis, pikirku dalam hati.

 

“Sudah sangat jelas kalau aku tak akan menerima pegawai yang tidak bertanggung jawab sepertimu, interview saja kau sudah terlambat bagaimana bisa aku mempercayaimu untuk bekerja disini.”

 

Aku sengaja membentaknyaa, mungkin terlihat sengit , dan ia hanya menunduk  tak berani menjawab kata-kataku.

 

“Namun sepertinya ada sedikit pengecualian untukmu.” Tambahku kemudian sambil kembalimerendahkan intonasi suaraku.

 

Ia langsung mendongakkan kepalanya, mungkin ia penasaran dengan pengecualian yang ku maksud.

 

“Pengecualian apa sanjangnim?”, tanyanya kemudian.

 

“Kau bisa saja bekerja disini, namun ada satu syarat untukmu.” Tambahku lagi, memang aku sengaja ingin membuatnya penasaran.

 

“Mwo! Syarat apa sanjangnim?” tanyanya lagi terlihat ia semakin penasaran karena ulahku.

 

Kini aku berjalan mendekatinya dan sorot mataku lurus mengarah padanya, aku berfikir mungkin ia tak akan menolak penawaranku ini, sedetik kemudian tanpa kusadari tanganku telah sukses mendarat di pipinya dan membelainya dengan lembut serta kubisikkan sesuatu padanya.

 

“Kau bisa bekerja disini menjadi asisten pribadiku dan harus siap melayaniku kapan saja jika aku membutuhkanmu, aku pikir kau sangat membutuhkan pekerjaan jadi kau tak akan menyia-nyiakaan kesempatan ini bukan.” Tawarku dengan suara yang sengaja aku buat selembut mungkin, yach! Aku sedikit berharap ia terpesona oleh perlakuan istimewa yang kuberikan.

 

Berbanding terbalik dengan apa yang kupikirkan, kini Sangat jelas terlihat wajahnya seketika menegang sepertinya ia sedang menahan amarah, apa mungkin ia salah paham dengan ucapanku, pikirku dalam hati, dan tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat cukup keras di wajah tampanku ini.

 

PLAAAK!!

 

“Josonghamnida sanjangnim, saya tidak akan pernah menerima tawaran ini, perlu sanjangnim ingat saya bukanlah gadis seprti diluar sana yang dengan mudah nya bisa sanjangnimperlakukan seenaknya, sepertinya saya sudah tidak ada kepentingan apapun disini. permisi.”

 

Sepertinya ia benar-benar salah paham dengan ucapanku, dia langsung saja pergi meninggalkan ruanganku.

 

Sepertinya ia telah berpikiran buruk dengan kata-kataku barusan, apa mungkin kata-kataku itu terkesan sangat merendahkannya, tapi aku tak pernah berpikiran untuk menyamakan ia dengan gadis-gadis malam diluar sana yang biasanya sering menemaniku, entah mengapa aku merasa ia sangat berbeda dengan yang lain, dan hal itu semakin membuatku penasaran.

 

Mengingat sebuah tamparan yang telah ia berikan padaku, amarahku sedikit tersulut karenanya.

 

“Shiiit!, tidak ada seorang yeoja pun yang bisa menolakku, berani-beraninya dia menamparku, akan ku pastikan kau akan kembali dan memohon-mohon padaku.” Aku bergumam pada diriku sendiri.

 

Selama ini semua yeoja yang ku kuinginkan selalu takhluk akan pesonaku, mereka tidak akan mungkin bisa melawan semua yang kuinginnkan.

 

Tapi kenapa dengan sombongnya, yeoja itu menolak tawaranku, bahkan dia berani menampar wajah tampanku ini, memang siapa dia?

 

“Aish, benar-benar tak bisa dipercaya.” Teriak Eunhyuk frustasi sambil mengacak rambutnya.

 

“Akan kupastikan ia tidak akan diterima kerja di manapun.”

 

Drrtt…..drrtt..

 

Tiba-tiba ponsel di atas mejaku bergetarmenyadarkan segala lamunanku tentang yeoja tadi.

 

“Yeobseo,” jawabku sedikit malas pada sesorang yang menelfonku.

 

“Chagi-ya, neo eodhiseo?, terdengar suara yeoja yang sedang bertanya di seberang sana?

 

Aku mengernyikan dahi mencoba mengingat suara yeoja ini, dan pada akhirnya aku tetap tak bisa mengingatnya, karena terlalu banyak yeoja yang dekat denganku.

 

“Nuguya?” tanyaku kemudian.

 

“MWOYA?” , teriak yeoja di seberang sana seolah tak percaya dengan pertannyaanku.

 

“ Kau melupakanku Oppa”, tanny yeoja itu lagi.

 

“Mian, aku sedang banyak pekerjaan, kau bisa menghubungiku lain waktu.” Jawabku dengan cepat, aku sudah mals menanggapi obrolan yeoja tak penting bahkan aku sudah lupa siapa dia.

 

“CHAKKAMAN,” terdengar suara yeoja itu lagi, mencegah tindakannku yang akan segera mematikan sambungan kami.

 

“WAEYO, sudah kubilang aku sedang banyak pekerjaan, arrasso.” Jawabku lagi dengan penuh penekanan.

 

“Nde, mianhe Oppa, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.”

 

“Ne, cepat katakan, aku tidak mempunyai waktu banyak.” Sergah Eunhyuk tak sabar.

 

“Bogoshipoyo Oppa, aku akan segera kembali jadi tunggulah aku, ne.”

 

Aku segera mengiyakan saja apa yang dia bicarakan lalu akupun menutup sambungan telefon itu.

 

__o0o__

 

Author POV

 

“Arrghh! Othokke, bagaimana bisa aku tidak diterima kerja dimanapun.” Teriak Hae na frustasi, sudah beberapa hari ini, ia mencari pekerjaan di perusahaan lain namun semuanya sia-sia, karena tak ada satupun perusahaan yang menerima lamaranya.

 

Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mereka semua menolak lamaranku, padahal sudah sangat jelas bahwa aku ini memiliki kemampuan yang tak bisa diremehkan begitu saja.

 

Kali ini Hae na mengakui kemampuannya sendiri, sebenarnya ia sadar kalau ia memang mempunyai kemampuan yang bagus mengingat semua nilainya saat kuliah diatas rata-rata.

 

“Apa kali ini aku memang harus meminta bantuan appa?, tanya Hae na pada dirinya sendiri.

 

Ia segera meraih ponselnya, berniat ingin menghubungi appanya, namun baru saja ia akan menekan tombol dial tiba-tiba nama appa tercintanya sudah terpampang di layar ponsel.

 

“whoooaa, kenapa bisa kebetulan sekali, appa memang selalu tau kalau aku sedang kesusahan.” Gumam Hae na . Tanpa menunggu waktu lama lagi ia segera mengangkat panggilan itu.

 

“Yeobseo”, sapa Hae na

 

“Ne, appa tentu saja aku tak keberatan, ne besok aku pasti akan datang ke kantor.” Jawab hae na.

 

Sebenarnya Hae na ingin mengutarakan keinginanya untuk bekerja di kantor appanya, namun sebelum ia sempat mengatakan keinginanya ternyata appanya sendiri  sudah menyuruhnya untuk datang ke kantor besok maka Haena mengurungkan niatnya itu,

 

Hae na sangat penasaran, “ada apa sebenarnya?, kenapa appa menyuruhnya datang ke kantor , apa mungkin ini sesuatu yang sangat penting?, sepertinya appa benar-benar membutuhkan bantuanku, semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan perusahaan.” Gumam Hae na, tanpa sadarternyata hari sudah larut malam, Hae na pun segera merebahkan dirinya untuk segera tidur.

 

__o0o__

 

Seorang yeoja yang tak lain adalah Hae na kini sedang berjalan menelusuri loby perusahaan,ia berniat akan segera menuju ke ruangan appanya yang berada di lantai atas. Saat berada di depan lift sepertinya lift itu masih berjalan dan terpakasa Hae na harus menunggunya.

 

Saat pintu lift terbuka Hae na sangat shock dengan pemandangan yang ada di depan matanya, ia tak habis fikir bagaimana mungkin di kantor elit seperti ini ada pasangan mesum di dalam lift, mereka berciuman di dalam lift seakan tak menyadadari keadaan bahwa lift yang mereka gunakan kini telah terbuka.  Namja yang mencium yeoja itu posisinya membelakangi Hae na jadi Haena tidak bisa melihat wajah namja tersebut.

 

Sedetik  kemudian mereka berdua baru menyadari kalau kini tengan ada sepasang mata yang sedang melihat adegan mereka tanpa berkedip , secara refleks keduanya membenarkan posisi mereka dan dengan cepat mereka melangkah keluar dari dalam lift.

 

Hae na masih tetap mematung ditempatnya, ia seakan baru saja menyadari sesuatu.

 

“Sepertinya aku tidak asing dengan wajah namja itu?, gumam Hae na lirih.

 

Kini ia telah masuk ke dalam lift dan pikirannya teringat kembali pada namja tadi, sekelebat bayangan terlintas dipikirannya.

 

“Omooo!!, aku ingat sekarang, bukankah dia namja mesum yang aku temui minggu lalu.”

 

“Aish, jinja , ini tidak bisa dipercaya, bagaimana dia bisa berada disini, dan melakukan hal yang tak sepantassnya di kantor appaku, ini tidak bisa dibiarkan.” tekad Hae na dalam hati

 

Sambil berjalan menuju ruangan apppanya hae na terus saja merutuki namja yang tadi baru saja ia temui tanpa sengaja.

 

Dasar namja mesum, bagaimana bisa ia berada di kantor ini, membawa seorang yeoja dan melakukan hal yang tidak sepantasnya di kantor appa, benar –benar tidak bisa dipercaya padahal dia seorang CEO tapi kelakuannnya sangat memalukan, fiuuh untung saja tadi dia tak melihatku.

 

Hae na telah sampai di ruang kerja appanya, ia segera melangkah masuk.

 

Di dalam ruangan Terlihat seorang namja paruh baya sedang duduk dibelakang meja kerjanya sambil memeriksa sesuatu, entah apa yang sedang dilihatnya.

 

Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dam muncullah sesosok putrinya yang selama ini sangat ia rindukan.

 

“Anyeonghaseyo appa.” Sapa haena pada appanya

 

Appa Haena nampak gembira dengan kedatangan putrinya, senyum merekah terlihat di wajahnya.

 

“Appa kira kau akan sibuk dan tak  bisa datang kesini.”

 

“Aniyo appa, sesibuk apapun sibuk jika appa sedang  membutuhkan bantuanku psti aku akan bersedia, tidak mungkin aku menolak permintaan appa.” Jawab Hae na penuh yakin.

 

Appa Hae na tersenyum sumringah mendengar jawaban putrinya. “Ne, kau memang putri appa yang penurut, Appa sangat menyayangimu.”

 

“Waeyo appa, sebenarnya ada keperluan apa, appa memanggilku?”, tanya Hae na penasaran.

 

“Untuk kali ini appa sangat membutuhkan bantuanmu, perusahaan kita berniat akan memproduksi sebuah gadget keluaran terbaru dan appa berharap kau bisa ikut bergabung dalam proyek ini.” jawab appa Hae na.

 

Hae na sempat terkejut dengan penjelasan appanya. “Mwo? Proyek apa yang appa maksud?”, tanya Hae na lagi belum mengerti dengan penjelasan appanya.

 

“Baru saja CEO perusahaan LG Group datang menemui appa dan ia berniat melakukan kerja sama dengan perusahaan kita untuk memproduksi dan mempasarkan  sebuah produk elektronik gadget terbaru, dan appa telah menyetujuinya, sepertinya kerja sama ini akan membuahkan hasil yang cukup menarik.” Penjelasan appa Hae na sedikit membuat hae na tersentak kaget.

 

Mwo, CEO LG group bukankah namja mesum itu, dan perusahaan appa akan bekerja sama dengannya. Aigooo ini tidak bisa dipercaya. Gumam Hae na dalam hati, namun ia tak berani membantah perkataan appanya.

 

“Dan untuk kali ini appa minta kau harus bersedia menjadi wakil appa dalam menjalankan proyek ini, semua tugas appa alihkan kepadamu dan menjadi tanggung jawabmu, appa harap kalian bisa bekerja sama dengan baik.” Pernyataan appa barusan semakin membuat Hae na terkejut, benar-benar tak bisa dipercaya, bagaimana ia bisa berada di posisi seperti sekarang ini.

 

“MWO? Kenapa harus ?, aku belum siap appa.” Rengekku  sambil memperlihatkan wajah memelasku di depan appa kuharap kali ini appa tak memaksaku lagi.

 

“Untuk kali ini kau harus siap, siapa lagi yang bisa appa percayai kalau bukan putri appa sendiri, dan kau satu-satunya putri yang appa miliki, jadi tidak ada lagi orang lain yang bisa menggantikan tugas appa selain dirimu, saat launching produk nanti appa akan memperkenalkanmu kepada semua rekan bisnis appa kalau kau adalah anak appa dan akan menggantikan posisi appa sebagai pemimpin perusahaan ini.”

 

Penjelasan appa Hae na yang panjang lebar semakin membuat Haena syok, ia merasa belum siap diberi tanggung jawab sebesar ini,namun harus bagaimana lagi, sepertinya untuk kali ini permintaan appa benar-benar tidak bisa ditolak olehnya.

 

__o0o__

 

Eunhyuk segera mempercepat laju audy silvernya,  tampak seorang yeoja tengah terduduk diam disampingnya.

 

“Mianhe sanjangnim, saya telah mempermalukan sanjangnim di depan orang”, pernyataan ma’af yeoja itu membuat Eunhyuk segera mengalihkan pandangannya ke arah samping tepat pada seorang yeoja yang kini tengah menundukkan wajahnya duduk disampingnya.

 

“Aniyo gwenchana Hyo sung-ah ini bukan kesalahanmu, memang posisi kita tadi seperti orang yang sedang berciuman tapi sudah jelas kalau aku tadi hanya mencoba membantumu meniup kedua matamu yang perih akibat terkena debu, terserah orang lain akan berfikiran apa tentang posisi kita tadi, yang penting kita tak melakukan hal seperti itu, apalagi di dalam kantor. “Jawab Eunhyuk panjang lebar  sambil memamerkan gummy smilenya berniat untuk menenangkan yeoja itu.

 

“Nde”, Hyo sung yang tak lain adalah sekertaris eunhyuk sendiri hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar penuturan Eunhyuk.

 

Kini mereka berdua telah sampai di perusahaan. Eunhyuk segera menuju ke ruangannya belum sempat ia membuka pintu tiba-tiba ia berbalik menghadap ke sekertarisnya lagi.

 

“Waeyo sanjangnim?,” tanya Hyosung penasaran.

 

“Ohh aniyo gwenchana, aku hanya ingin mengatakan tolong siapkan semua berkas-berkas yang kita perlukan untuk meeting kita besok dengan perusaan Samsung group.” Jawab Eunhyuk.

 

Sepertinya ia sangat yakin kalau kerja sama ini akan sangat sukses nantinya, appa Eunhyuk pun sangat mendukung  rencana putrannya, dengan begini dua persahaan terbesar yang ada di korea bekerja sama untuk menghasikan produk elektronik terbaru yang pastinya akan sangat diminati oleh konsumen. Tentu jika proyek ini berhasil, akan lebih menguntungkan bagi perusahaan Eunhyuk maupun yang lainnya.

 

Hae na POV

 

“Fiuuh, semoga saja nanti bisa berjalan lancar, aku tak ingin mengecewakan appa.”

 

Kupatut penampilanku di depan cermin,  “sepertinya tidak terlalu buruk.”

 

Aku segera melangkah meninggalkan apartemenku menuju kantor appa, hari ini adalah metting kedua belah perusahaan yang akan membahas proyek kerja sama kami, dan sepertinya aku benar-benar harus menarik sumpah ku sendiri, tanpa disengaja aku telah bertemu dengan namja mesum itu lagi, dan hari inipun akan menjadi pertemuan ketiga kami, yang sebenarnya sangat tidak aku inginkan.

 

Aku harus bisa bersikap professional untuk kali ini, gumamku dalam hati.

 

Tidak mungkin saat aku bertemu dengan namja mesum itu, aku harus mencakar wajahnya, hal konyol itu akan mempermalukan diriku sendiri tentunya.

 

Kini aku sedang menunggu kedatangan mereka di ruang meeting 10 menit lagi rapat akan segera dimulai, tapi kenapa namja mesum itu belum datang juga. Ternyata bukan hanya mesum dia juga suka telat, rutukku dalam hati padanya.

 

Tiba-tiba terdengar derap langkah dari luar ruangan dan sedetik kemudian pintu pun terbuka, tampak sesosok namja memasuki ruangan ini.

 

Aku segera berdiri untuk menyambut kedatangannya, sebenarnya aku sangat ingin menendangnya keluar, namun kenyataan lain yang keluar dari bibirku.

 

“Anyeonghaseyo” sapaku ramah padanya sambil menundukkan badanku, kenapa ia datang sendiri, gumamku sedikit terheran biasanya kemana-mana ia akan membawa yeojanya.

 

Saat aku kembali menegakkan badanku, tampak raut wajah namja itu mengernyit saat pandangan matanya kini tepat mengarah padaku, entah apa yang ada dalam pikirannya, mungkin ia syok melihatku berada disini. Ia hanya terdiam tak menanggapi sapaanku. Benar-benar namja tak tau sopan santun, ingin sekali aku mengacak-acak wajah jeleknya itu. Sangat menyebalkan harus bersikap baik padanya.

 

“ Dimana tuan kang?, tanya namja itu padaku terkesan dingin.

 

“Ma’af sebelumnya silahkan duduk dulu, saya akan menjelaskan semuanya.” Huweek ingin sekali aku muntah dengan perkataanku sendiri, namun karena aku telah di didik untuk menjadi yeoja yang tau sopan santun maka aku harus berlaku baik pada rekan kerjaku.

 

“Perkenalkan naneun Kang Hae na imnida saya selaku direktur di Perusahaan ini,”aku memperkenalkan diriku secara langsung padanya, entah dia masih ingat padaku atau tidak aku tak peduli.

 

“Nde, Lee Hyukjae imnida atau kau bisa memanggilku Eunhyuk saja.” Jawabnya singkat dan tentu saja aku sudah tau namanya.

 

“Sebelumnya saya akan memberitahukan bahwa tuan kang selaku Direktur utama di perusahaan ini sedang berhalangan hadir, karena ada keperluan di luar negeri,  jadi disini saya yang akan menggantikan beliau untuk menangani proyek ini, semua tanggung jawab mengenai proyek ini telah diberikan kepada saya,” jelasku panjang lebar padanya.

 

Nampak ia sedikit keget karena penjelasanku ini, “Oh, ne gwenchana, dengan siapapun saya akan bekerja sama pasti akan sangat menarik, apalagi dengan yeoja cantik seperti anda.”

 

Rasanya aku benar-benar ingin muntah mendengar kata-katanya. Namja sepertinya memang sudah biasa mengatakan hal-hal seperti itu.

 

“Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik.”

 

“Oh, ne khamsamnida.” Jawabku kemudian.

 

Namja itu telah pergi meninggalkan ruangan ini.

 

Fiiuhh, akhirnya rapat ini selesai juga, sepertinya dari tadi aku ingin lari saja tidak tahan berada di dekat namja mesum itu.

 

Eunhyuk POV.

 

Kulangkahkan kakiku melewati loby perusahaan ini, kulemparkan senyum terbaikku pada setiap yeoja yang berpapasan denganku, aku yakin mereka pasti sangat mengagumi ketampananku ini, siapa lagi yang meragukan ketampanan seorang Lee Hyukjae, tentu tak akan ada yang meragukan lagi.

 

Aku berjalan dengan santainya menuju ruang rapat yang telah dipersiapkan untuk meeting kita kali ini.

 

Segera aku masuk kesebuah ruangan, dan mendapati seorang yeoja ynag sedang duduk mengamati gadgetnya.

 

Dia segera berdiri dan memberi hormat padaku.

 

Aku berdiri tepat di depannya dan hanya mengamatinya tanpa membalas salam yang ia berikan padaku, saat ia kembali pada posisi tegaknya aku sedikit terkaget dengan yeoja yang ada di depanku ini.

 

Bukankah ia adalah yeoja bernama Kang Hae Na yang sempat melamar pekerjaan di perusahaan ku, tentu saja aku masih mengingat betul yeoja ini, apa yang dilakukannya disini, bukankah aku telah membuat agar ia tidak bisa bekerja di perusahaan manapun. Segela pertanyaan berkecamuk di kepalaku.

 

Kini ia mempersilahkanku duduuk. Aku pun segera mengikuti perintahnya.

 

__o0o__

 

Apa aku tadi sedang bermimpi, benarkah dia yeoja yang sempat melamar pekerjaan di perusahaanku. Gumamku sendiri sambil menyetir audy silverku berniat kembali ke kantor.

 

Ini benar-benar menakjubkan bagaimana mungkin yeoja yang terlihat biasa sepertinya ternyata adalah direktur dari perusahaan terbesar di korea ini, sebenarnya siapa dia ,

 

“Aish!, yeoja satu ini benar-benar membuatku penasaran” gerutuku frustasi.

 

Mulai sekarnga aku akan mencari tahu segala hal tentangnya, dia benar-benar yeoja yang menarik dan tak dapat diduga.

 

Aish kenapa aku masih tetap memikirkannya terus.  Hmmm sepertinya ini tantangan untukku, aku harus bisa menakhlukkanya. Tekad Eunhyuk dalam hati.

 

Author POV

 

Sejak kerjasama itu dilangsungkan, Eunhyuk terus saja mencari tahu tentang latar belakang Kang Hae Na, ia sempat terperangah tak percaya saat pertama kali mengetahui kenyataan bahwa Hae Na adalah putri tunggal tuan Kang Ji Suk pemilik Samsung Group merupakan perusahaan terbesar di korea selatan.

 

Ia sempat bertanya-tanya, bagaimana mungkin putri tunggal seorang pengusaha kaya, sempat ingin melamar pekerjaan di perusahaanya, kenapa ia tak bekerja di kantornya sendiri, apa mungkin ada maksud tertentu pada gadis itu. Pertanyaan serupa terus menghantui Eunhyuk.

 

Meskipun kini perusahaan mereka telah mengadakan kerjasama yang sangat baik tak dapat dipungkiri Eunhyuk sangat penasaran tentang penyebab Hae Na ingin bekerja di perusahannya dulu.

 

Hari ini setelah jam kantor selesai Eunhyuk berniat menjemput Hae Na di kantornya, ia ingin mengajak gadis itu makan malam bersama dan untuk mengetahui segala fakta tentang gadis itu langsung dari mulut Hae na sendiri

 

__o0o__

 

“Aish ! jinja, kenapa pekerjaanku masih menumpuk begini.” Gerutu Hae na.

 

Kini ia masih berkutat di depan komputer untuk menyelesaikan pekerjaanya. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, Hae na bergegas untuk segera pulang ke apartemennya. Meskipun ia sudah bekerja di perusahaan appanya, namun Hae na masih tetap tinggal di apartemennya sendiri, ia beralasan hanya ingin mandiri saja.

 

Hae na sedang berdiri di depan halte untuk menunggu bus yang akan membawanya pulang, tiba-tiba dari kejauhan nampak sorot lampu sebuah mobil menyilaukan pandangannya. Mobil itu pun berhenti tepat di depannya, Hae na hanya berdiri mematung tanpa berniat untuk melihat sedikitpun siapa orang yang berada di dalam mobil tersebut.

 

Seorang namja keluar dari mobil,ia berjalan mendekati Hae na sambil membenarkan jasnya yang sedikit berantakan, Namja yang tak lain adalah Eunhyuk hanya tersenyum menampakkan gummy smilenya.

 

Hae na hanya terdiam tak menanggai senyum namja mesum yang menurutnya sangat memuakkan itu.

 

“bisakah kau ikut denganku?”, tanya Eunhyuk sambil terus menyunggingkan senyum yang menurutnya sendiri sangat mempesona itu.

 

“Ma’af ini sudah bukan jam kantor, dan saya tidak ada urusan dengan anda tuan Lee.” Jawab Hae na dengan bahasa formal seperti biasanya.

 

Hae na sebenarnya merasa risih berada di dekat namja ini, namun ia tak bisa menghindarinya akibat kerja sama perusahaan mereka yang memang harus menuntut Hae na untuk sering bertemu dengan Eunhyuk.

 

Sejak saat itulah Hae na merasa Eunhyuk selalu saja berusaha untuk mendekatinya, namun Hae na mencoba untuk mengabaikan hal itu. Ia tidak akan terpengaruh dengan semua perhatian yang diberikan oleh cassanova sepertinya.

 

Lain halnya dengan sekarang ia merasa harus benar-benar menghindari namja mesum ini kalau tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya.

 

Bus yang ditunggu-tunggu oleh Hae na pun akhirnya datang, ia segera melangkahkan kakinya berniat untuk meninggalkan Eunhyuk.

 

Belum sempat ia melangkahkan kakinya sejengkal saja, sebuah tangan telah menarik lengannya dengan kuat, dan sedetik kemudain ia merasakan sebuah matrial lembut kini sedang berada di bibirnya mengecupnya dengan ringan, Hae na membelalakkan matanya seolah tak percaya dengan kejadian yang begitu tiba-tiba ini.

 

Bagaiman bisa namja mesum ini dengan sembarangan menciumnya di tempat umum seperti ini, Aish, jinja benar-benar tak bisadipercaya.

 

PLAAAK! Tanpa sadar Hae na kembali melayangkan sebuah tamparan di pipi namja tersebut. Ia benar-benar syok atas perlakuan namja di depannya ini, ia merasa harga dirinya benar-benar telah dipermalukan.

 

Hae na segera berlari menyebrang jalan meninggalkan Eunhyuk tanpa mengamati jalanan di sekitarnya, tak disadari olehnya sebuah mobil dengan kecepatan tinggi kini sedang melaju ke arahnya, Hae na yang masih syok dengan keadaanya semakin tidak bisa berpikiran jernih dengan posisinya yang sekarang ini.

 

ARRRRGGGHHH !!!!  BRUUUUGGGHH!

 

Hanya dalam waktu satu detik semua itu telah terjadi begitu saja, Hae na semakin dibuat syok akan semua yang baru saja terjadi.

 

Namja itu telah menolongnya, dan kini malah Eunhyuk sendiri yang tertabrak oleh mobil tersebut.

 

Hae na sedikit merasakan pening dikepalanya, karena Dorongan Eunhyuk tadi kepala Hae na sempat terbentur trotor jalan namun keadaannya tidak jauh lebih buruk dari Eunhyuk, seolah baru tersadar akan apa yang baru saja ia alami, Hae na segera berlari menghampiri tubuh Eunhyuk yang sedang terkulai tak berdaya, terlihat darah segar meleleh keluar dari pelipisnya, Hae na benar–benar takut melihat keadaan Eunhyuk sekarang.

 

__o0o__

 

At Seoul Hospital…….

 

Hae na sedang duduk termenung sendiri di ruang tunggu rumah sakit, segala do’a ia panjatkan agar namja yang berada di ruangan itu bisa selamat. Hae na masih menunggu keluarnya uisa yang sekarang masih berada di ddalam ruang ICU untk menangani Eunhyuk.

 

Kedua Orang tua Eunhyuk sedang berada di jepang untuk mengurusi bisnis keluarga mereka yang ada di sana, oleh karena itu perusaan yang ada di korea telah dipercayakan kepada Eunhyuk. Dan kini mereka tidak mengetahui keadaan putra mereka seprti apa sekarang.

 

Hae na telah memberi kabar kepada kedua orang tua Eunhyuk, dan lusa mereka akan sampai disini, untuk melihat keadaan putra semata wayangnya.

 

Seorang dokter telah keluar dari ruang ICU, Haena segera berlari menghampiri dokter tersebut, semoga saja namja itu baik-baik saja , gumam Hae na dalam hati.

 

“Bagaimana keadaannya uisanim?”, tanya Hae na sedikit gugup, takut ada sesuatu yang serius terjadi pada Eunhyuk, karena semua itu berkaitan dengannya ia takut disalahkan atas kejadian yang telah menimpa Eunhyuk.

 

“Sedikit ada benturan di kepalanya, dan hal itu menyebabkan adanya pembekuan darah di otaknya, kami sudah berusaha yang terbaik ,dan  semoga saja pasien baik-baik saja, kami belum bisa memastikan apakah kondisi pasien sudah benar-benar membaik atau tidak karena pasien masih dalam keadaan tak sadarkan diri, Namun sejauh ini kondisiya masih cukup stabil kita tunggu saja hingga esok, kemungkinan ia akan baru sadar, pasien telah kami pindahkan di ruang rawat dan anda bisa melihatnya.”

 

Dokter mempersilahkan Hae na untuk melihat keadaan Eunhyuk secara langsung. Penjelasan dokter tadi  sempat membuat Hae na sedikit merasa lega, ia berharap besok pagi, Eunhyuk bisa kembali sadar.

 

Rasa gugup kembali mneyerangnya, kini  Hae na sedang berdiri di depan pintu ruang rawat Eunhyuk, ia bimbang, apakah ia berani masuk ke ruangan ini.

 

Gwenchana Hae na-ya, apa kau lupa kalau Eunhyuk sekarang ini dalam keadaan tidak sadar dan  kau tidak perlu takut untuk menemuinya. Yakin Hae na dalam hati berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.

 

Hae na pun membuka pintu ruang rawat Eunhyuk dan segera melangkah masuk, ia melihat Eunhyuk sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, terdapat perban yang membelit kepala namja tersebut, dan sedikit luka memar di wajahnya.

 

Hae na duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Eunhyuk, ia hanya terdiam tanpa mampu berbicara apapun, entah apa yang dirasakannya saat ini, kenapa namja itu rela menjadi seperti ini hanya untuknya.

 

Segala pertanyaan muncul di pikiran Hae na, namun ia sangat frustasi karena tak bisa menemukan sendiri jawaban dari pertannyaan tersebut hanya namja yang terbaring di depannya ini yang bisa menjawab semuannya.

 

__o0o__

 

Keesokan hari…..

 

Eunhyuk sedikit menggerakkan jari-jarinya sepertinya ia akan sadar, Hae na duduk di sisi tepat tidur Eunhyuk dan menyilangkan kedua tangannya dan menopangkan kepalanya di tempat tidur Eunhyuk sepertinya ia tidur sambil terduduk dari semalam.

 

Eunhyuk merasakan kepalanya terasa sakit, dan pandangan matanya sedikit buram, perlahan ia membuka matanya, dan mendapaati seorang yeoja kini tengah tertidur  menopangkan kepalanya di samping tempat tidurnya.

 

Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin, ahh, sepertinya hyuk  baru ingat kalau ia tertabrak mobil karena menyelamatkan Hae na.

 

Kepalanya terasa sedikit pening, ternyata yeoja ini masih setia menungguinya dari semalam, apa mungkin ia merasa bersalah atas kejadian ini, gumam hyuk sambil menatap wajah Haena yang terlihat polos saat tertidur beda dengan saat ia sadar pasti wajah muram yang akan diperlihatkannya kepada Eunhyuk.

 

Hmmm, mungkin aku bisa membuat sedikit kejutan untuknya, gumam hyuk lagi. Entah kejutan apa yang ia maksud.

 

Hyuk merasakan adanya pergerakan kecil di sampingnya, ia berpikir mungkin yeoja ini akan terbangun, hyuk cepat-cepat memejamkan matanya kembali. Ia akan berpura-pura seakan baru sadar saat Hae na sudah terbangun.

 

“Omona, aku tetidur dengan posisi seperti ini dari semalam, aigoo, rasanya tulang-tulangku akan lepas dari tempatnya.” Gumam Hae na menggeliatkan tubuhnya untuk meluruskan kembali otot-ototnya yang terasa sangat pegal akibat tidur sambil terduduk semalaman.

 

“Namja ini belum sadar juga, aish! apa yang harus aku lakukan  saat orang tuanya  datang kesini nanti .” Gumam Hae na cemas tampak sekali raut wajahnya terlihat sangat khawatir.

 

Ia sangat takut untuk mengakui semuanya, ia takut disalahkan atas semua yang telah terjadi pada Eunhyuk.

 

“Arrrrgghhh, Othokke, teriaknya frustasi.

 

“Eunhyuk-ah, cepatlah sadar, ne. Aku berjanji akan menuruti keinginanmu jika kau sadar nanti, mianhe karena aku kau jadi seperti ini.”

 

Hae na sepertinya tidak sadar dengan apa yang baru saja diucapkannya, yang ada dipikirannya kali ini hanya ingin melihat Eunhyuk sadar, ia tidak berfikir konsekuensi apa yang akan terjadi jika ia benar-benar menuruti keinginan namja seprti Eunhyuk.

 

Tanpa disadari oleh Hae na Eunhyuk sebenarnya mendengar semua yang telah dikatakan oleh Hae na, dan kini Eunhyuk merasa sangat senang, ia akan memanfaatkan semua ini untuk mendapatkan yeoja itu, dan Eunhyuk yakin untuk kali ini Hae na tidak akan bisa menolak keinginannya lagi.

 

Entah sejak kapan rasa itu tumbuh, untuk kali ini Eunhyuk benar –benar tulus mencintai seorang yeoja, entah apa yang nampak berbeda dari seorang Hae na namun Eunhyuk merasa gadis itu benar-benar istimewa, selama ini ia suka sekali berkencan dengan banyak yeoja karena ia merasa belum menemukan pasangan yang tepat untuknya, Eunhyuk merasa jika mereka semua mau menuruti semua keinginannya hanya karena melihat  Eunhyuk dari segi materi saja, jadi menurut Eunhyuk mereka semua tidak ada yang tulus, oleh karena itu Eunhyuk pun hanya memanfaatkan mereka semua.

 

Lain halnya saat Eunhyuk bertemu dengan Haena ia merasa Hae na adalah gadis yang benar-benar tulus, ia tidak akan memanfaaatkan sesuatu hanya demi harta, buktinya Hae na mau hidup mandiri tanpa bergantung pada kedudukan orang tuannya, ia benar-benar gadis yang sangat istimewa dan sangat disayangkan jika Eunhyuk tidak mendapatkan gadis sepertinya.

 

Dengan perlahan Eunhyuk sedikit membuka kelompak matanya, kini pandangannya tertuju pada sosok gadis yang berdiri disampingnya sambil menatapnya dengan sorot mata penuh harap.

 

“Eunhyuk-ah, kau sudah sadar?” tanya Haena , ia tanpa sadar telah memanggil nama Eunhyuk dengan sebutan informal.

 

“Apa ada yang terasa sakit.?” Tanyanya lagi terlihat raut wajahnya sangat khawatir.

 

“Chakkaman, aku akan segera memanggilakan Uisanim.” Haena segera berbalik beniat untuk memanggil seorang dokter, belum sempat ia berjalan, tiba-tiba terasa ada yang menahan pergelangan tangannya.

 

Hae na kembali menatap Eunhyuk dengan raut wajah penuh tanda tanya.

 

“Gwenchana, tetaplah disini temani aku, jebaal.” Mohon Eunhyuk dengan suaranya yang terdengar sangat lirih.

 

“Ne, aku akan tetap disini, apa kau merasa baik-baik saja.” Tanya Hae na lagi.

 

Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Hae na.

 

Untuk kali ini Hae na benar-benar merasa sedikit lega, entah mengapa sejak kejadian semalam semua kebencian yang dirasakannya pada Eunhyuk seakan musnah entah kemana, kini rasa simpati lebih mendominasipada dirinya.

 

Sebenarnya hae na sangat ingin menanyakan alasan kenapa Eunhyuk menolongnya dan rela seperti ini hanya demi menyelamatkannya, namun semua pertannyaan itu ia telan kembali melihat kondisi Eunhyuk sekarang ia tak ingin membebani Eunhyuk dengan pertannyaan yang mungkin sangat tidak penting.

 

Tiba-tiba pintu ruang rawat Eunhyuk terbuka, ternyata kedua orang tua Eunhyuk telah kembali dari jepang dan mereka langsung pergi kerumah sakit tempat putranya dirawat.

 

“Omonna!, apa yang terjadi padamu hyukkie-ya,” teriak oemma Eunhyuk sambil berjalan mendekati ranjang putranya.

 

Hae na hanya terdiam tak mampu berbicara apapun saat kedua orang tua  Eunhyuk datang.

 

“Gwenchana hyukkie-ya?’’ tanya oemma Eunhyuk pada putranya, ia benar-benra tidak tega melihat putranya terbaring sakit seperti ini.

 

“Siapa orang yang berani membuatmu seperti ini Eunhyuk-ah, appa tidak akan melepaskannya.” Tanya appa Eunhyuk dengan wajah mengeras, ia tidak terima putra semata wayangnya menjadi korban tabrak lari seperti ini, apa memang ada orang yang sengaja ingin mencelakinya.

 

“Gwenchana abhoji.” Jawab Eunhyuk untuk menenangkan appanya.

 

Deeg, Haena yang dari tadi hanya terdiam, semakin merasa ketakuan yang teramat sangat, jelas terlihat sekali kalau saat ini ia sedang gugup. Hae na terus saja memainkan ujung bajunya sambil menundukkan kepalanya tanpa berani melihat ke arah siapapun.

 

“Siapa yeoja ini, hyukkie-ya, apa dia yeojachingumu?”, tanya oemma Eunhyuk.

 

“Ne, dia yeoja ku oemma, dan sebentar lagi aku ingin menikahinya, apa kalian mau melamarkannya untukku?” jawab Eunhyuk dengan cepat  dan sukses membuat ketiga orang yang berada diruangan itu terperangah tek percaya, bagaimana bisa Eunhyuk yang sedang sakit bisa dengan lancar membicarakan mesalah pernikahan, apa otaknya kini masih baik-baik saja.

 

Perkataan Eunhyuk barusan membuat Hae na kembali di buat syok sampai ia kembali tak bisa berbicara apapun, bagaimana bisa namja di depannya ini dengan seenaknya memperkenalkan pada kedua orangtuanya kalau ia adalah calon istrinya. Bahkan berpacaran pun mereka tidak pernah.

 

Baru saja Hae na akan menyanggah perkataan Eunhyuk, namun terhenti karena pekikan oemma Eunhyuk.

 

“Jongmlyo hyukkie-ah, omona oemma senang sekali kau telah mempunyai calon istri, neomu yeppoyo.”  Oemma Eunhyuk berjalan mendekati Hae na dan kini Haena semakin dibuat gugup karena omma Eunhyuk tiba-tiba menangkup wajahnya dengan lembut.

 

“Oemmanim berharap kalian akan bahagia bersama, tolong rawat hyukkie kami, mungkin dia akan sedikit mengesalkan tapi sebenarnya ia adalah anak yang baik.” Jelas oemma Eunhyuk pada Hae na.

 

Entah mengapa seakan tidak tega untuk memudarkan kebahagiaan oemma Eunhyuk Hae na hanya bisa menjawab “ne ahjumma.”

 

“Mulai sekarang panggillah aku oemmanim, ne.” Hae na hanya melongo tak percaya dengan semua ini. Ia hanya terdiam tak mampu mengiyakan perkataan oemma Eunhyuk padanya.

 

__oOo__

 

Hae na POV

 

Aku tidak percaya dengan semua ini, bagaimana bisa aku telah berdiri disini, semuanya berjalan begitu cepat bahkan aku seakan sudah tak mampu melukiskannya dengan kata-kata lagi.

 

Keringat kecil mengalir di pelipisku,aku benar-benar merasa gugup sekarang, andai saja aku tidak sedang menggenggam lengan appa dengan erat mungkin aku telah jatuh karena kakiku begitu terasa lemas,

 

Sungguh ini terjadi diluar dugaanku,  bagaimana tidak,  seakan aku masih tak percaya bahwa sebentar lagi aku akan menyandang marga Lee di depan namaku.

 

Namun entah mengapa rasa gugup ini seakan telah di domimasi dengan rasa bahagia hanya karena sekarang ini aku melihat seorang namja telah berdiri di depan altar sedang menanti kedatanganku, senyumnya yang terlihat menawan seakan telah menenangkanku.

 

Lee Hyukjae, entah sejak kapan aku mlulai menyukainya aku pun tak mengerti,kenapa rasa ini begitu datang secara tiba-tiba, padahal sepertinya baru kemarin aku sangat membenci namja mesum ini, tapi kenapa sekarang seolah aku terhipnotis dengan semua yang ada pada dirinya.

 

Flashback On

 

“Yaak! Kenapa kau memperkenalkanku pada orang tuamu seperti itu eoh.” Teriak Haena pada namja di depannya ini, seakan ia telah lupa bahwa Eunhyuk sekarang ini masih dalam keadaan sakit.

 

“Aku hanya ingin menolongmu, apa itu salah.” Tanya hyuk lagi dengan suara serak.

 

Haena seakan tersadar dengan kelakuannya, tidak seharusnya ia berteriak seperti itu pada Eunhyuk. Kini ia menundukkan wajahnya dalam tak berani menatap Eunhyuk lagi.

 

“Aku tak ingin appa menyalahkanmu jika beliau mengetahui yang sebenarnuya penyebab aku seperti ini.” Jawab hyuk lagi. Kini Haena semakin menundukkan wajahnya, ia benar-benar menyesali atas semua yang telah terjadi pada Eunhyuk.

 

“Mianhhe, jongmal mianheyo, karena aku kau menjadi seperti ini, harusnya kau tak perlu menolongku.” air mata Hae na perlahan menetes, ia sudah tak sanggup untuk menahan buliran air matanya yang telah mendesak dari tadi.

 

“Gwenchana, kau tak perlu merasa bersalah seprti itu.” Jawab hyuk mencoba untuk menenangkan Hae na.

 

“Kenapa kau melakukan semua ini, kenapa kau menolongku, padahal aku sering sekali mengacuhkanmu, kenapa kau tak pernah merasa jera Eunhyuk-ah.” Hae na terisak, semua pertanyaan yang menggangu pikirannya kini telah ia luapkan, ia sangat penasaran kenapa namja di depannya ini rela berkorban untuknya padahal selama ini Hae na sangat membenci Eunhyuk, namun entah bagaimana dengan Eunhyuk sendiri Hae na tidak tahu.

 

 

 

“Mungkin jika aku mengatakannya kau tak akan pernah percaya.

 

“ jawab Eunhyuk sambil tersenyum miris.

 

Eunhyuk benar-benar sadar kalau ia merasa buruk di mata Hae na,  ia tak yakin kalau Hae na percaya dengan apa yang akan ia utarakan.

 

“Memangnya apa alasanmu melakukan semua ini.” Tanya Hae na, ia sangat penasaran sekali.

 

Eunhyuk sempat terdiam seakan ia menahan nafas, namun sedetik kemudian keluarlah sebuah kata dari bibirnya ‘SARANGHAE’,

 

“Jongmal saranghae Hae na-ya, menikahlah denganku,aku ingin kau menjadi pendamping hidupku selamnya.” Eunhyuk berkata dengan tulus dan kini bulir air mata pun jatuh menetes di pipinya.

 

Hae na menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan namja di depannya ini, ia seolah tak bisa berkata apa- apa untuk menanggapi perkataan Eunhyuk, ia semakin terisak seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

 

“Aku berkata demikian kepada orang tuaku, bukan hanya ingin melindungimu sesaat saja, tapi karena aku ingin menjadi pendamping hidupmu untuk melindungimu  selamanya.

 

“Aku merasa sekarang ini telah menemukan seseorang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupku, orang yang benar-benar tulus akan mencintaiku , bukan hanya melihat dari segi materi saja, aku yakin kau yeoja istimewa yang telah dikirimkan Tuhan untukku Hae na-ya.”

 

“Sekali lagi Aku mohon padamu, hanya satu permintaanku, menikahlah denganku Hae na-ya.”

 

“Ma’afkan aku, karena saat pertama kali kita bertemu aku telah membuatmu kecewa, sebenarnya pada waktu itu kau salah paham padaku, aku berniat memperkerjakanmu sebagi asistenku bukan karena aku ingin berbuat buruk padamu Hae na-ya melainkan karena aku ingin lebih dekat denganmu, saat pertama melihat fotomu saja aku sudah tertarik padamu, aku merasa ada sesatu yang lain pada dirimu.”

 

Hae na benar- benar merasa sesak sekarang ini, entah karena apa, ia merasa bahagia sekaligus sedih,

 

Baru pertama kali ini ada seorang namja yang benar-benar secara tulus melamarnya, entah ia pun tak tau harus menjawab apa, karena Hae na belum yakindengan perasaanya sendiri, bagimana semuaini terjadi begitu cepat. Semua rasa benci yang ia rasakan pada namja ini seakan telah luluh entah hilang kemana. Kini Hae na begitu bingung dan merasa gugup, sedetik kemudian bukan-kata-kata ‘iya’ yang muncul dari bibirnya melainkan sebuah perintah untuk namja didepannya ini.

 

“yaaa! Kau jahat sekali tuan Lee Hyukjae, bagaimana bisa kau melamarku dengan kondisi sakit seperti ini, kau harus sembuh dulu. Arra.”

 

Flashback off

 

Eunhyuk POV

 

Bahagia, senang, tak percaya, semua rasa itu bercampur menjadi satu, Begitu banyak pasang mata yang akan menjadi saksi atas bersatunya kami nanti.

 

Sekarang ini aku sedang berdiri di depan pendeta menunggu calon pengantinku datang menghampiriku untuk mengucapakan janji suci.

 

Dari sini aku melihat seorang yeoja menggunakan gaun pengantin yang membalut tubuhnya dengan  sangat indah, Kang Hae Na itulah nama yeoja itu ahh! ani lebih tepatnya Lee Hae Na karena sebentar lagi aku kan meresmikannya menjadi istriku,

 

Kiniia sedang berjalan menghampiriku, entah mengapa hari ini Hae Na benar-benar terlihat lebih cantik dengan gaun yang dikenakannya,

 

Semua pasang mata tengah memandang kagum kearahnya, aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat melihatnya berdiri disampingku, andai saja saat ini aku bisa berlari dan menjemputnya sendiri, aku berusaha untuk menenangkan gejolak dihatiku rasa bahagia yang sangat membuncah karena pada akhirnya bisa menemukan gadis sepertinya.

 

Kini Hae Na telah berdiri di sampingku, akupun menggenggam tangannya dengan erat seolah ingin melindunginya, aku tau pasti sekarang ini ia merasakan perasaan gugup sama seperti yang aku rasakan.

 

Pendeta tengah mengucapkan janji suci pernikahan yang ditujukan padaku, dengan perasaan yang mantap tanpa ragu sedikitpun aku mengiyakannya dan kini giliran Hae na yang harus menjawab ikatan janji suci kami ia sempat terdiam sambil menundukkan wajahnya, perasaan takut kini melandaku, apakah ia tidak bersedia menikah denganku, aku menolehkan wajahku padanya menatapnya dengan sendu berharap ia akan memberikan jawaban yang aku inginkan, sedetik kemudian ia menjawabnya dan bersedia menjadi pendamping hidupku.

 

“sekarang kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang diberkati oleh Tuhan, silahkan kalian berciuman.”

 

Perasaan senang semakin membuncah dihatiku, akhirnya aku bisa memiliki yeoja ini sepenuhnya, kini aku menatap wajahnya dengan senyum yang terus terkembang di wajahku, wajah cantiknya seolah menghipnotisku, aku seakan lupa segalanya,

 

Cium, cium,cium, teriakan para undangan yang hadir kembali menyadarkanku untuk kembali ke alam nyata, bagaimana bisa saking terpesonanya aku pada wajah yeoja ku ini, sampai aku melupakan segalanya.

 

Kini ia hanya menundukkan wajahnya tak berani memandang wajahku, rona merah sangat terlihat di ajah cantiknyaa,aku tau ia sangat gugup sekarang ini,

 

Aku mulai mendekatkan wajahku padanya, ku pegang kedua pipinya agar aku bisa lebih mndetkan wajahku padanya, dan kini bibir kami telah bersentuhan. Aku menciumnya dengan lembutdan begitu dalam, sepertinya aku tak ingin mengakhiri semua ini karena rasanya begitu manis, Hae na pun seakan larut dengan sentuhan yang aku berikan pada bibirnya, ia pun mengikuti dan membalas ciumanku, kami saling melumat seakan lupa ada banyak pasang mata yang melihat adegan kami ini.

 

Tepuk tangan dan sorakan para undangan yang datang seolah menyadarkan kami berdia, Hae na segera melepaskan tautan kami, rona merah kembai terlihat di wajah cantiknya.

 

Akupun berbisik ditelinganya, “Jongmal Saranghae Nae Yoebo”

 

Ia pun membalas pernyataanku, “Nado Saranghae Nae Nampyon”. Senyum manis menghiasi wajah cantiknya, aku benar-benra bersyukur bisa memilikinya, dialah separuh nafasku yang akan hidup bersamaku sampai maut memisahkan kami.

 

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s