[ONESHOOT/EUNHYUK] Happy With You (Sequel Trapped In Love Spesial Honeymoon And Eunhyuk Birthday)

Title :  Happy With You (Sequel Trapped In Love Spesial Honeymoon And Eunhyuk Birthday)
Cast :
– Lee Hyukjae a.ka Eunhyuk
– Kang Hae Na
– And other cast.
Author : Chieva Chiezchua a.ka Choi Hyo Reen
Find Me on : @Chiezchua
Genre : Romance, Merried Life
Lenght : Oneshoot
Rating : PG 17 +

Disclamer : FF ini merupakan sequel dari Trapped In Love, spesial Honeymoon dan Spesial juga untuk merayakan Ulang tahun Oppa kece kita, “Saengil Chukkae Eunhyuk Oppa”, sengaja saya buat dua versi dan untuk Versi NC nya sengaja saya protek untuk menghindari Penyalahgunaan bagi yang masih di bawah umur *nyengir, dan yang saya post di Fb merupakan Cut Versionnya. mianhe sebelumnya kalau hasilnya jelak dan membuat kalian bosan saat membacanya, tapi saya tetap menunggu RCL dari kalian semua, OK, Happy Reading All……. ^^

Author POV

Hae na terlihat sibuk dibelakang meja kerjanya, berkutat dengan berbagai laporan keuangan dan investasi saham dari beberapa relasi bisnis yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya, tidak bisa dipungkiri sejak pernikahannya dengan Eunhyuk yang notabene seorang CEO di perusahaan LG Group, kini perusahaannya pun semakin berkembang lebih pesat, kerjasama diantara kedua belah perusahaan besar itu menuai kesukseskan yang cukup mengesankan.

Bagaimana tidak jika dua buah perusahaan elektronik terbesar di Korea yang bahkan hampir menguasai Asia itu bergabung menjadi satu dan mengeluarkan berbagai macam produk terbaru andalan mereka untuk dipasarkan di berbagai negara, dan tentu saja hasil produk mereka mendapatkan respon yang cukup fantastis dari para konsumen.
Disini bukan hanya LG group yang mempunyai pengaruh besar bagi kesuksesan kedua belah pihak, namun Samsung group pun memiliki standar kompetensi yang tak kalah bagus dari LG group, kedua perusahaan sama-sama mempunyai pengaruh yang sangat kuat.

Kerjasama itu berjalan dengan lancar setelah pernikahan mereka berdua, apalagi setelah Hae Na resmi menyandang marga sebagai nyonya Lee, ia pun secara otomatis menjadi CEO juga di perusahaannya, karena sudah tidak ada lagi penerus keluarga Kang selain Hae Na, apalagi melihat kondisi Tuan Kang yang akhir-akhir ini sering drop membuat Hae Na mau tidak mau, atau dengan kata lain terpaksa menerima jabatannya ini, meskipun ia sendiri tidak yakin dengan kemampuannya tapi ia terus berusaha keras mengembangkan perusahaannya.

“Fiuhh! Akhirnya selesai juga.” Hae Na mendesah lega saat ia baru saja memeriksa beberapa laporan yang hampir seminggu ini terbengkalai di meja kerjanya, sekilas ia melirik jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tangannya.

“Aigoo, ternyata sudah waktunya makan siang.” Hae Na mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, berniat menghubungi seseorang, jemari lentiknya bergerak lincah menekan nomor panggilan cepat yang sudah ada di contact ponselnya dan mulai mendekatkan benda persegi itu ke telinganya.

“Yeobseyo, sapa suara dari seberang lebih dulu.” Entah untuk keberapa kalinya Hae Na masih saja merasa gugup jika mendengar suara namja yang sudah hampir satu bulan ini mengisi hari-harinya.

Sebegitu kuatkah pesona namja itu hingga membuat Hae Na nyaris kehilangan konsentrasinya jika barada di dekatnya, Hae Na sendiri tidak mengerti kenapa ia bisa sampai seperi ini. Yang ia tau hanya namja itulah yang sekarang ini menjadi pendamping hidupnya untuk sekarang dan seterusnya.
“Ya! Nan Gwencana? Kenapa diam saja Yoebo?” terdengar sebuah pertanyaan dari seseorang di seberang sana dan sukses membuyarkan lamunan Hae Na.

Kata ‘Yoebo’, terdengar masih sangat menggelikan bagi Hae Na, namun ia berusaha untuk membiasakan diri, meskipun terkadang merasa risih dengan ulah jail suaminya yang sengaja ingin menggodanya.
“Nde, nan gwenchana , apa kau sudah makan siang?” tanya Hae Na hati-hati berusaha untuk menormalkan suaranya agar terlihat biasa saja.

“Belum, tapi setelah ini aku ada meeting dengan klien di sebuah restorant dan sekalian makan siang disana, sepertinya aku harus pergi sekarang, jaga dirimu baik-baik yoebo, saranghae.” Tanpa mendengar jawaban dari Hae Na, Eunhyuk langsung mematikan sambungan mereka berdua.

Hae Na menghela nafas berat lalu berjalan dengan langkah gontai keluar dari ruangannya, kenapa selalu seperti ini?, gumam Hae Na dalam hati. Sebenarnya ia ingin memiliki waktu lebih banyak dengan suaminya namun kondisi mereka berdua yang memang tidak memungkinkan karena kesibukan masing-masing.
Seperti itulah hubungan mereka yang selalu disibukkan oleh urusan masing-masing, bahkan yang lebih menghawatirkan lagi kedua pasangan ini bahkan belum sempat berbulan madu untuk merayakan pernikahan mereka yang hampir satu bulan telah berlalu, pasangan pengantin baru ini terlalu sibuk dengan pekerjaan kantor hingga membuat mereka melupakan urusan peribadi bersama.

__o0o__

Ditempat lain…………….

Kondisi seperti itupun tidak jauh berbeda dengan Eunhyuk, seharian penuh namja itu selalu menghabiskan kesibukannya di tempat kerja, menandatangani berbagai macam laporan,menghadiri meeting dengan pemegang saham ataupun relasi bisnis untuk membahas segala macam proyek baru yang akan mereka kerjakan.

Sebenarnya kondisi seperti ini bukanlah keinginan dari mereka berdua, namun harus bagaimana lagi, karena hanya mereka berdualah yang menjadi penerus keluarga, sebenarnya Eunhyuk memiliki seorang nuna tapi nunanya tersebut telah pindah keluar negeri setelah menikah, karena berniat mengikuti suaminya yang tinggal di Amerika.

Sedangkan kedua orang tua Eunhyuk sendiri berada di jepang untuk mengurus bisnis keluarga mereka yang lain, jadi mau tidak mau Eunhyuk lah yang mempunyai kuasa penuh atas perusahaan yang ia kelola sekarang dan tidak ada orang lain lagi yang bisa diandalkan selain dirinya.

Saat Eunhyuk masih sibuk memeriksa berbagai macam laporan yang ada di meja kerjanya, tiba-tiba saja suara getaran ponsel mengintrupsi kegiatannya, tanpa sadar sebuah senyuman terkembang di wajah tampannya saat melihat ID pemanggil yang sudah di hafalnya itu, entah mengapa meskipun baru satu bulan mereka menikah Eunhyuk merasa sudah sangat mengerti tentang segala hal yang berhubungan dengan istrinya.

“Yeobseyo,sapa Eunhyuk dengan senyum lebar terkembang di wajah tampannya, meskipun ia tau kalau istrinya tak bisa melihat senyumnya, Eunhyuk tetap saja tersenyum seolah istrinya sedang berada di depannya, membayangkan wanitanya itu berada dalam pelukannya saja, sudah membuatnya nyaman.

Eunhyuk merasa ada sedikit keanehan dari istrinya, mengapa Hae Na diam saja dan tidak merespon sapaannya sama sekali, ada sedikit rasa khawatir yang terbersit dalam hati Eunhyuk, takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.
“Ya! Nan Gwencana? Kenapa diam saja Yoebo? Sergah Eunhyuk dengan nada cemas.

Kata ‘Yoebo’, terdengar cukup menggelikan bagi Eunhyuk, tapi dia sangat senang dengan sebutan itu yang menandakan bahwa gadis yang ia cintai telah menjadi miliknya seutuhnya. Selain itu Eunhyuk juga sangat senang sekali menggoda Hae Na dengan ulah dan tingkah usilnya.

“Nde, nan gwenchana, apa kau sudah makan siang?” terdengar suara Hae Na di seberang sana yang terlihat sedikit gugup.
Tanpa sadar Eunhyuk terkekeh geli saat membayangkan ekspresi istrinya itu, pasti saat ini Hae Na sedang berusaha mati-matian untuk menormalkan detak jantungnya.

“Belum, tapi setelah ini aku ada meeting dengan klien di sebuah restorant dan sekalian makan siang disana, sepertinya aku harus pergi sekarang, jaga dirimu baik-baik yoebo, Saranghae.” Sebenarnya bukan jawaban seperti itu yang ingin diucapkan oleh Eunhyuk, namun dengan terpaksa dia harus berkata seperti itu karena memang ada urusan penting yang harus ia selesaikan.

Dengan secepat kilat Eunhyuk memutuskan sambungan mereka tanpa menunggu jawaban dari Hae Na, mungkin saja Hae Na sedikit kecewa dengan tingkah Eunhyuk saat ini.

__o0o__

At Restaurant, Myeongdeong, South Korea
02.00 Pm

Hae Na menatap makanan yang berada di depannya tanpa minat, tak ada sedikitpun selera untuk mencicipi bagaimana rasa makanan yang teronggok tak berdaya di depannya itu, segala pikirannya hanya tertujupada seseorang, yach, siapa lagi kalau bukan namja yang baru satu bulan ini yang secara tiba-tiba masuk dalam kehidupannya dan mengubah segalanya menjadi sangat berbeda, namun tanpa Hae Na sadari ia merasa nyaman saat berada di samping Eunhyuk,
Eunhyuk benar-benar sukses menyita segala perhatianHae Na, bahkan segala apapun yang ia lakukan kini hampir selalu fokus pada Eunhyuk, Hae Na sendiri tidak mengerti bagaimana mungkin dia bisa mencintai Eunhyuk begitu cepat dan memutuskan untuk mengahabiskan hidup bersamanya, semua itu terasa begitu cepat dan sulit untuk dipercaya, namun segala apapun yang telah terjadi, Hae Na tidak pernah menyesalinya sama sekali, karena Hae Na memang sangat mencintai Eunhyuk, dan ia sudah berjanji untuk selalu berada di samping namja itu hingga maut memisahkan mereka kelak.

Namun ada sedikit hal yang sering mengganggu fikiran Hae Na , dibalik segala rasa nyaman dan bahagia saat bersama Eunhyuk,Hae Na merasa masih ada sesuatu yang kurang di antara mereka, terkadang Hae Na merasa bersalah karena belum bisa menjadi istri yang baik untuknya, namun hal itu terjadi bukan karena kehendaknya sendiri, namun lebih tepatnya akibat dari kesibukan masing-masing yang membuat mereka sulit untuk menghabiskan waktu bersama.
Meskipun seperti itu kehidupan rumah tangga mereka saat ini, Eunhyuk tidak pernah mempermaslahkannya sedikitpun pada Hae Na, namja itu tidak pernah menuntut macam-macam dari Hae Na, Eunhyuk selalu terlihat santai dan seolah tidak ada sedikitpun masalah yang mengganjal diantara mereka berdua, padahal sebenarnya masalah seperti itumerupakan hal yang cukup signifikan bagi kehidupan rumah tangga.

Hae Na sangat ingin menjadi istri yang baik, yang tidak hanya disibukkan oleh kegiatan kantornya saja, ia ingin memiliki waktu banyak untuk suaminya, dan selalu siap jika seandainya Eunhyuk membutuhkan bantuannya, menyiapkan segala keperluan namja itu, memasak makanan sendiri untuk suaminya setiap hari, namun rasanya semua hal itu sangat sulit dilakukan mengingat posisinya sendiri saat ini.

Hae Na melempar garpu yang berada di genggamannya ke atas meja dengan raut wajah kesal, sepertinya ia sudah benar-benar kehilangan selera makannya saat ini. “Aish, jinja, menyebalkan sekali, sampai kapan seperti ini terus?”. Entah, sudah untuk yang keberapa kalinya ia harus makan siang sendirian seperti ini tanpa ditemani oleh suaminya, selalu saja ada kepentingan dengan klien jika Hae Na ingin mengajak Eunhyuk makan siang bersama dan begitupun sebaliknya jika giliran Eunhyuk mempunyai banyak waktu, malah Hae Na yang sangat sibuk dengan pekerjaaannya.

Hae Na merogoh tasnya yang berada di atas meja, mencari sesuatu , kemudian ia mengeluarkan sebuah buku agenda yang setiap hari ia bawa, Hae Na mengamati berbagai catatan yang ada pada buku agendanya tersebut, sepertinya dua hari terakhir ini ia akan disibukkan oleh berbagai meeting dengan relasi bisnisnya.

Saat melihat sebuah tanggal yang tertera di catatannya ,sontak Hae Na terperanjat, keningnya berkerut dengan raut wajahnya yang terlihat sangat bingung, bagaimana mungkin ia bisa melupakan hal yang sangat penting ini, oh!! Tidak, ia hampir saja melupakan hari terpenting bagi suaminya itu, lusa adalah ulang tahun suaminya, tapi apa yang harus ia lakukan sekarang, karena bertepatan dengan itu Hae Na harus pergi ke China untuk menghadiri launcing produk terbarunya.

“Othokke?? Apa yang harus kulakukan?”, Hae Na mengetuk-ngetukkan buku jarinya ke atas meja dengan gelisah.

__o0o__

At LG Corporation
03.00 Pm
Seoul, South Korea

“Ne, abonim jongmal khamsamnida.” Sahut Eunhyuk mengakhiri panggilan dengan ayah mertuanya.
Eunhyuk menghela nafas lega sambil menyandarkan kepalanya pada sofa yang berada di ruang kerjanya. Fikirannya seolah menerawang jauh,memikirkan segala sesuatu yang akan ia rencanakan.

Eunhyuk sengaja menghubungi ayah mertuanya , menanyakan kondisi kesehatannya, dan jawaban yang didengar Eunhyuk benar-benar membuatnya lega, kini kondisinya Ayah mertuanya sudah cukup membaik dan beberapa hari ini mungkin bisa menggantikan Hae Na untuk menghandel urusan kantor yang selama ini menyibukkan istrinya itu.
Eunhyuk berencana mengajak Hae Na pergi ke Itali untuk merayakan ulang tahunnya besok lusa sekaligus Honeymoon mereka , ini adalah moment pertama mereka karena sejak mereka menikah Eunhyuk dan Hae Na belum sempat pergi berlibur kemanapun untuk merayakan pernikahan mereka.

Itulah kenapa Eunhyuk beralasan akan meeting dengan klien saat Hae Na menelfonya tadi, padahal alasan sebenarnya adalah Eunhyuk sedang mempersiapkan segala hal dan keperluan yang akan ia persiapkan untuk moment spesialnya itu, Eunhyuk tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini.

“Aku yakin, dia pasti lupa dengan hari pentingku, ” gumam Eunhyuk pada diri sendiri. Sebenarnya ia tidak merasa kecewa sama sekali jika memangHae Na melupakan hari spesialnya itu, yang terpenting adalah lusa ia akan menghabiskan banyak waktu bersama istri tercintanya.

__o0o__

Eunhyuk’s Home, South Korea
07.15 Am

Hae Na menggeliat perlahan dalam tidurnya, sepenuhnya terjaga saat merasakan bahwa tubuhnya berada dalam dekapan seseorang dan ia merasa sangat nyaman.
Untuk sesaat Hae Na membiarkan posisinya seperti itu untuk menikmati sensasi menyenangkan saat berada dalam pelukan suaminya. Ia terus mengamati wajah polos Eunhyuk yang tertidur lelap di sampingnya. Entah sudah berapa kali ia melakukan rutinitasnya seperti itu, pemandangan pertama yaitu wajah suaminya di pagi hari membuat Hae Na merasa begitu bersyukur karena memiliki seseorang yang mencintaiya .

Meskipun mereka selalu tidur bersama namun pada kenyataannya tidak pernah terjadi hal apapun yang memang seharusnya telah mereka lakukan, penyebabnya adalah karena mereka selalu pulang kerumah dalam kondisi yang terlalu lelah karena disibukkan oleh urusan kantor, biasanya merka berdua akan langsung terlelap dalam mimpinya masing-masing jika sudah bertemu dengan ranjang mereka yang sangat nyaman, sedangkan terkadang Eunhyuk sendiri sering pulang larut malam, hingga Hae Na lebih dulu tertidur saat menunggunya, dan semalam juga seperti itu.

Karena terlau asyik memandangi wajah suaminya, Hae Na sampai tidak sadar kalau sebenarnya Eunhyuk telah terjaga dari tidurnya, namja itu sengaja ingin membiarkan istrinya menikmati wajah tampannya lebih lama lagi.
“Sudah puas memandangiku nyonya Lee?” tanya Eunhyuk seraya membuka matanya perlahan sambil memamerkan gummy smile andalannya yang mampu membuat saraf-saraf Hae Na berhenti mendadak.

Hae Na hanya mampu diam terpaku tanpa bisa menjawab pertanyaan dari Eunhyuk, ia terlalu syok sekaligus malu saat tertangkap basah oleh suaminya seperti itu, wajah putihnya semakin merona saat Eunhyuk memberikan sebuah kecupan singkat untuknya.

“Morning kiss nyonya Lee, aku memberikan cuma-cuma untukmu.” Ujar Eunhyuk seraya beranjak dari temapat tidurnya.
Sedangkan Hae Na masih tetap terpaku di atas ranjang, seolah sebagian rohnya masih berkelana jauh, berkelana di alam mimpinya.

Eunhyuk berbalik dan kembali menatap istrinya, “sebegitu memabukkan kah ciuman dariku hingga membuatmu mematung seperti itu nyonya Lee?” tanya Eunhyuk dengan cengiran lebar di wajahnya.
Tidak terima dengan kata-kata Eunhyuk barusan,Hae Na reflek melemparkan sebuah bantal ke arah Eunhyuk,”yak ! dasar kau, berani sekali mengejekku eoh”. Umpat Hae Na kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
“Aigoo, wajahmu yang seperti itu semakin terlihat lucu, dan membuatku ingin menciummu lagi.” Balas Eunhyuk semakin menggoda Hae Na.

Satu bantal lagi melayang ke arah Eunhyuk, namun sayang benda itu tidak jatuh pada sasarannya, karena Eunhyuk berhasil mengihindar. “aish! Kau menyebalkan.”

__oOo__

Mereka berdua sedang berada di dalam mobil menuju ke kantor, seperti itulah rutinitas mereka setiap pagi, berangkat bersama ke kantor, Eunhyuk akan mengantarkanHae Na ke kantornya lebih dulu, baru setelah itu ia sendiri juga pergi ke kantornya.

“Ya, kita akan kemana?” selaHae Na saatEunhyuk sibukmenyetir. Namjaitumenolehsekilas.
Hae Na merasa ada sesuatu ynag berbeda, ia bertanya-tanya dalam hati mengapa saat ini Eunhyuk mengemudikan mobilnya menuju ke bandara. Memangnya mereka akan pergi kemana.

“Ya! Kita akan pergi kemana, kenapa kau membawa mobilmu menuju ke bandara?” sergah Hae Na gusar, sebenarnya hari ini ia berencana mencari sesuatu untuk diberikan pada suaminya, sebelum ia berangkat ke China besok, Hae Na berencana memberikan kejutan untuk suaminya nanti malam, namun segala hal yang sudah ia rancang rasanya sia-sia belaka karena tiba-tiba saja Eunhyuk ingin mengajaknya pergi, entah kemana.

Ckiittt….

Eunhyuk menghentikan laju mobilnya secara tiba-tiba. Setelah itu dengangerakancepatiamenarikHae Na kedekatnyalalumengecupsingkat bibir ranum gadis itu. Tentu saja Hae Na terkesiapmendapati aksitiba-tibasuaminya. Bibirnyalangsung bungkamseketika hanya dengan kecupan sekilas dari

suaminya.Gadis itu langsung  menunduk malu dengan pipi merona. Tentu saja jantungnya berdebar kencang akibat hal itu.
Eunhyuk menatapnya lekat. “Lihat, ini akibatnya jika kau terus cerewet yoebo. Jadi, bisakah kau jadi anak manis selama aku menyetir? , tetap diam dan ikuti saja keinginanku.” Ujar Eunhyuk seraya menatap Hae Na intens.
Hae Na membulatkan matanya tak percaya mendengar kata-kata yang keluar dari bibir manis suaminya. Sejak kapan Eunhyuk menjadi seorang pemaksa.

__o0o__

At Lambordy, Itali
10.15Am (Lambordy’s Time)

Setelah melewati perjalanan panjang Korea-Itali, Eunhyuk memutuskan mengajak Hae Na menginap di di sebuah hotel berbintang yang berada di kota Lambordy,
Mereka berangkat dari Seoul Pukul sembilan pagi dan sampai di Lambordy pukul 10 siang, tepatnya pukul 6 malam waktu Korea, karena perbedaan waktu tujuh jam di antara kedua negara itu.
Eunhyuk sangat senang bisa mengajak istrinya berlibur dan menghabiskan waktu mereka berdua disini, tanpa adanya sedikit gangguan dari siapapun tentunya. Meskipun harus menggunakan sedikit paksaan agar Hae Na mau mengikuti keinginanya.

Eunhyuk baru saja selesai cek-in di hotel tersebut, ia sengaja mengambil paket Honeymoon untuk menginap di hotel ini, agar mendapatkan fasilitas yang labih lengkap, setelah ini ia berniat langsung mengajak istrinya jalan-jalan menikmati berbagai tempat wisata yang ada di negara tersebut, dan akan menghabiskan waktu bersama-sama mengelilingi kota ini.

Sedangkan Hae Na masih sibuk mengamati kemewahan hotel yang akan mereka tempati hingga tak menyadari jika eunhyuk sedang memanggilnya.
Hae Na tidak menyangka jika sekarang ia sedang berada di itali, sepertinya baru beberapa jam yang lalu ia terbangun dari tidurnya dan itupun masih berada di korea, semua ini sungguh sangat mengejutkan bagi Hae Na, bagaimana mungkin Eunhyuk mengajaknya berlibur tanpa memberi tahunya lebih dulu.
Tiba-tiba Hae Na teringat sesuatu, “aish!! Lalu apa yang akan kuberikan padanya?” gumam Hae Na dalam hati. Disaat seperti ini ia tidak memiliki persiapan apapun untuk merayakan ulang tahun suaminya.

Hae Na berdecak kesal, bagaimana mungkin saat ini Eunhyuk yang malah memberikan kejutan padanya. Sebenarnya siapa yang sedang berulang tahun?. “Hae Na paboya.” Gerutunya pelan sambil memukul keningnya perlahan.
Eunhyuk melihat Hae Na hanya terdiam mematung sambil mengamati arsitektur hotel yang akan mereka temapti, mungkin yeoja itu sedikit terpesona dengan keindahan hotel tersebut.
“Yoebo, sampai kapan kau akan berdiri disitu.” Ujar Eunhyuk sedikit meninggikan nada suaranya untuk mengalihkan perhatian Hae Na.

Hae Na pun tersadar dari lamunanya dan berbalik menatap ke arah Eunhyuk kemudian berjalan menghampirinya.
Hae Na kembali dibuat terperangah saat melihat desain kamar hotel yang akan mereka tempati, semuanya terlihat begitu mewah, terdapat sebuah ranjang king size yang telah dihias sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan yang sangat romatis, sepertinya kamar ini memang sudah dipersiapkan untuk pasangan suami istri yang sedang berbulan madu.

“Ya, kau menyebalkan sekali.” Umpat Hae Na kesal seraya memukul dada Eunhyuk ringan.
Sedangkan Eunhyuk hanya tersenyum lebar melihat tingkah kekanakan istrinya itu yang sangat jarang sekali keluar.
“Wae?” Tanya Eunhyuk singkat dengan ekspresi polos tanpa dosa.

“Kau bahkan tidak mengatakan apapun jika akan mengajakku berlibur kesini, aku tidak memiliki persiapan apapun untuk merayakan ulang tahunmu, lalu besok aku harus pergi ke China” ujar Hae Na sedikit merajuk.
“Aku tidak menginginkan apapun darimu yoebo, yang kuinginkan hanyalah kau tetap berada di sampingku seperti saat ini, dan untuk sekarang aku ingin kita tidak memikirkan pekerjaan dulu” Ujar Eunhyuk lirih seraya merengkuh tubuh Hae Na dan membenamkannya ke dalam sebuah pelukan.

“Mianhe, jongmal Mianhe, aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu.” Lirih Hae Na dalam pelukan Eunhyuk.
“Gwencahana, aku sudah sangat bersyukur karena telah memilikimu, tak perduli apapun kekuranganmu, tetaplah di sampingku selamanya, karena hal itu akan menjadi kado terindah untukku disetiap tahunnya.” Ujar Eunhyuk seraya mengecup kening Hae Na lembut.

Hae Na sungguh merasa bahagia dengan apa yang baru saja dibicarakan oleh Eunhyuk, ia sangat bersyukur memiliki seorang suami yang sangat pengertian seperti Eunhyuk.

“Saengil Chukka Hamnida, Nae Nampyeon.” Ujar Hae Na lirih, dan dengan gerakan cepat ia mencium Eunhyuk sekilas.
“Sepertinya kau ingin menggodaku eoh.” Geram Eunhyuk seraya mendekatkan wajah mereka kembali. Hidungmerekasalingbersentuhan.Hae Na memejamkan mata tak berani menatap sorot mata Eunhyuk, jantungnyaberdebar-debar kencang saat ia merasakan tangan Eunhyuk memeluknya semakin erat.

Tak lama kemudian Hae Namerasakan sebuah material lembutmenempel di bibirnya. Mengecupi bibirnya perlahan, dan bergerak secara teratur melumatnya sedemikian rupa, Hae Na merasakan tubuhnya seakan tersengat aliran listrik bertenggangan rendah hingga membuat fikirannya kacau balau.

Beberapa menit kemudian Eunhyuk mulai menjauhkan wajahnya dari Hae Na, berusaha mengontrol dirinya untuk tidak berbuat lebih jauh lagi.
“Sepertinya aku harus bersabar hingga nanti malam.” Ujar Eunhyuk seraya kembali mengecup bibir Hae Na sekilas.
“Palli kaja, aku akan menunjukkan sesuatu padamu.” Ucap Eunhyuk seraya menggandeng jemari istrinya, agar mengikuti langkahnya keluar dari kamar hotel tersebut.

Eunhyuk memang sengaja mengajak Hae Na menginap di hotel itu, karena selain hotel tersebut terlihat mewah terdapat pula sebuah danau bernama Lake Como,hotel yang mereka tempati langsung menghadap ke danau tersebut.

The Lake Como adalahdanauindah yang terletak di Lambordy,Danauinimemilikisebutan “bintangdengantigatitik,” sebutanitudidapatkarenabentukdaripulauini yang unik.

Hae Na tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya saat melihat pemandangan danau yang sangat indah tersebut, air yang jernih dan pepohonan rindang yang berada di sekitar Danau membuat pemandangan terlihat begitu sejuk dan nyaman. Belum lagi saat sore dan pagi hari, mereka yang berada disekitar tempat itu bisa ikut menikmati indahnya Sunrise maupun Sunsetyang terlihat jelas di sekitar Danau tersebut.

“Whoooaa, yeppuda.” Gumam Hae Na. Ia masih sibuk mengamati keindahan yang terpampang jelas di depannya, hingga tanpa sadar mengacuhkan Eunhyuk yang dari tadi hanya berdiri di sampingnya seraya mengamati wajah tercengang istrinya.

“Ya! Kau mengacuhkanku eoh?” rajuk Eunhyuk seraya mempoutkan bibirnya.Hae na pun terkekeh geli melihat tingkah kekanakan suaminya itu. “aigoo kau sangat lucu” kekeh Hae Na seraya mencubit pipi Eunhyuk gemas.

Setelah menikmati keindahan danau Lake Como, Eunhyuk mengajak Hae Na pergi kesebuah restorant yang menyajikan makanan khasyaitu Pizza Frutti di Mare yang terdiri dari tomato, garlic dan campuran seafood tanpa keju.

Hae Na sangat menikmati hidangan yang berada di depannya, ia hampir menghabiskan setengan dari pizza ukuran big porsi itu . mungkin saat itu memang kebetulan ia merasa sangat lapar karena telah melakukan perjalanan yang cukup jauh.

“Pelan-pelan saja, apa kau akan menghabiskannya sendiri?, ujar Eunhyuk sambil terkekeh geli melihat cara makan istrinya yang serampangan.

“Pizza ini sangat enak, sayang sekali jika aku tak menghabiskannya.” JawabHae Na cuek dengan mulut penuh.
“Makanlah yang banyak setelah ini aku akan mengajakmu ketempat yang labih menarik lagi.”
__o0o__
Piazza delDuomo, Milan, Itali
13.56 Pm
Akhirnya mereka sampai di kota Milan, Setelah menempuh jarak beberapa kilo meter dan hampir menghabiskan waktu satu jam dari Lambordy menuju ke Milan menggunakan kereta bawah tanah.
Milan merupakan kota tropis yang pada dasarnya memilki iklim yang cukup panas dan memiliki kelembapan yang cukup tinggi,cuaca terbaik untuk mengunjungi Milan adalah pada musim semi dan gugur, karena cuacanya tidak terlalu panas dan dingin.
Keindahan kota Milan sangat mengagumkan, Hae na tidak menyangka kalau Eunhyuk akan mengajaknya ke tempat ini juga, semua hal yang dilakukan suaminya ini sama sekali tidak pernah terbersit sedikitpun di dalam benaknya. Tentu saja Hae Na sangat senang karena mendapati dirinya sekarang ini akan menikmati liburan dengan suaminya.
Selain itu Eunhyuk mengajak Hae Na mengunjungi Piazza Del Duomo, sebuah alun-alun yang berada di kota Milan dan merupakan peninggalan penting dari abad ke sembilan belas.
Terdapat tiga bangunan menarik yang berada di sekitar Piazza Del Duomo, yaitu katedral Gothic terbesar dan Katedral Katolik terbesar kedua di dunia. Jika kita kembali ke katedral dan berjalan lurus melintasi alun-alun kesudut yang paling kanan, maka kita tidak boleh melewatkan Via Mercanti, di mana kita dapat   menjumpai Palazzo della Ragione, peninggalan dari zaman pertengahan abad ke-13.

Hae na tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya saat melihat pemandangan sebuah bangunan megah yang menjulang tinggi di depannya itu, ia tidak menyangka bisa sampai ketempat ini.

“Tempat ini sungguh sangat mengagumkan.” Gumam Hae Na lagi, Hae Na tidak pernah bosan mengagumi tempat-tempat yang Eunhyuk tujukan padanya karena memang semuanya sangat indah.
“Apa ka menyukainya?” tanya Eunhyuk seraya menatap wajah Hae Na intens.
“Ne, gomawo sudah mengajakku ketempat yang sangat indah ini, gumam Hae Na saraya merangkul pinnggang Eunhyuk erat mencoba mengikis jarak diantara mereka berdua.

Untuk sekedar melepas rasa lelah sejenak, Eunhyuk dan Hae Na memutuskan untuk bersantai lebih dulu di sebuah taman umumyang berada di pusat Kota Milan yang bernama Parco Sempione, mereka berdua mengahabiskan waktu bersama sambil menikmati ice cream.

“Setelah ini kau akan mengajakku kemana lagi?” tanya Hae Na sambil memakan ice cream coklat yang berada dalam genggamannya.
“Apa kau tak lelah?”bukannya menjawab, Eunhyuk malah mengajukan sebuah bertanya pada Hae Na, karena takut jika istrinya kelalahan.

“Ani, aku sangat menikmati ini semua, aku ingin mengunjungi banyak tempat lagi.” Jawab Hae Na dengan penuh semangat.
“Baiklah setelah ini aku akan mengajakmu kesebuah kastil yang tak jauh dari sini.” Jawab Eunhyuk dengan senyuman lebar.
“Mwo , jinjayo, aish aku sudah tidak sabar.”

Eunhyuk mengajak Hae Na ke sebuah kastil yang terletakdekatdenganpusat Kota Milan, Di dalamkastiliniterdapatbeberapa museum yang menawarkankarya-karyasenikuno Milan. SepertisalahsatupahatanMichelangelo yang bernamaRondanini Piet.

Selainitu, terdapatjugaberbagaimacamkaryaseni, koleksiinstrumenmusik, dan museum arkeologi yang menawarkansejarahsertaartefakmesirkuno.keindahanarsitekturdansisa-sisapeninggalan di dalamnyasemakin membuat Hae Na terpana, tempat itu benar-benar sangat mengagumkan, hingga membuatnya lupa akan waktu jika hari sudah menjelang malam.

Tak terasa sudah seharian penuh mereka menghabiskan waktu bersama mengelilingi berbagai macam tempat wisata yang berda di negara itu. Kini Eunhyuk dan Hae Na memutuskan kembali ke hotel untuk melepas lelah setelah seharian mereka jalan-jalan, bahkan belum sempat istirahat saat mereka baru sampai di negara itu.
At Hotel Lambordy Itali.
22.13 Pm

“Apa kau sangat lelah,?” tanya Eunhyuk saat mereka berdua sudah berbaring di atas ranjang king size yang sangat nyaman.
“Ani, yang aku rasakan saat ini hanyalah perasaan senang, karena bisa menghabiskan banyak waktu denganmu.” Ucap Hae Na sambil menatap Eunhyuk intens.

Eunhyuk pun semakin mengeratkan pelukannya, mengikis jarak di antara mereka berdua, ia ingin mengahabiskan malam istimewa ini bersama istrinya dan membuat sebuah kenangan indah lagi.

“Apa kau tak ingin memberikan sesuatu padaku?” tanya Eunhyuk sengaja ingin menggoda Hae Na.
“Seingatku kau belum memberikanku apa-apa.” Tambah Eunhyuk lagi.
“Aish, jinja, ne aku memang belum sempat memberikan apa-apa padamu, kau tenang saja, dasar perhitungan sekali.” Gumam Hae Na dan tentu saja Eunhyuk mendengarnya.

“Kau tak perlu bersusah payah memberiku sesuatu.” Ujar Eunhyuk seraya mendekatkan keningnya dan membuat hidung mereka bersentuhan.
“Lalu apa yang kau inginkan.?” Tanya Hae Na penasaran tak mengerti dengan maksud suaminya.

“Kau.” Jawab Eunhyuk singkat seraya mengecup bibir Hae Na lembut.
Sedangkan Hae Na hanya bisa terpaku mendapatkan perlakukan manis dari suaminya, ia hanya terdiam tak mampu membalas perlakuan Eunhyuk yang begitu memabukkan
Tanpa disadari, Hae Na mulai terbuai dengan segala bentuk cumbuan Eunhyuk, Dengan perlahan ia menggerakkan bibirnya mencoba mengimbangi ciuman suaminya yang kini mulai menunjukkan sebuah gairah tertahan yang seakan ingin meluap.

Kedua pasangan itu terus disibukkan dengan aktivitas intim mereka, saling mencumbu dan melumat memberikan pagutan-pagutan mesra pada bibir masing-masing. Hae Na merasakan paru-parunya mulai sesak, pasukan oksigen dalam tubuhnya kian menipis akibat aktivitas ciuman mereka yang menggebu-gebu. Meskipun demikian, sedetikpun ia tak rela melepaskan bibir suaminya yang sejak tadi terus melumat bibirnya.
Sepertiny malam ini akan menjadi malam terindah bagi kedua insan yang sedang dimabuk cinta tersebut.

THE ED

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s