[Series/Kyuhyun] Strange Marriage Part 11A

Tittle : Strange Marriage

Author : jjj

Genre : Married Life, Comedy, Romance ?

Fb : Kha Riska Jujujejejiji

Rate : PG-15

Main Cast :

– Lee Jaeri

– Cho kyuhyun

Support Cast : Temukan sendiri ^^

Part 11 ^^

heu, kayaknya Strange Marriage ini bener-bener longshoot deh, perkiraan mungkin bisa sampe part 20 atau mungkin lebih 😀

hoho kita langsung aja deh ya..

 

HAPPY READING \(^o^)/

 

Hari yang cukup cerah di bulan baru ini. Jaeri menggeliat pelan dalam tidurnya, matanya mengerjap pelan saat mendapati sinar matahari yang silau begitu menusuk celah matanya.

Ia menghela napasnya pelan, sudah 2 minggu ini ia tinggal di rumah orang tua nya. Ya, 2 minggu yang lalu ia terpaksa harus pulang karena suatu hal yang benar-benar tak bisa membuatnya tinggal di Cina.

Awalnya Kyuhyun menolak mengizinkan Jaeri pulang tak bersamanya, tetapi atas paksaan dan rengekan Jaeri akhirnya ia bisa pulang. Tentu saja tak segampang itu, Kyuhyun mengizinkannya pulang asal ia tinggal dengan orangtua Kyuhyun atau orangtua nya selama Kyuhyun belum pulang dari Cina.

Dengan terpaksa, Jaeri menurut dan.. Ya, disinilah dia. Di rumah orang tua nya. Dan inilah tempatnya, sebuah kamar yang sangat nyaman untuknya, kamar yang di penuhi dengan gambar seorang pria tampan dan manis, gambar seorang gadis yang tersenyum ceria, dan gambar sepasang kakak beradik yang bahagia.

Kakak beradik ?

Jaeri menghela napas, rasanya ada sesuatu yang menghimpit dada nya, rasanya begitu sesak saat melihat gambar itu.

Andai sebuah gambar bisa berbicara, akankah ia tetap tersenyum padanya seperti ekspresinya ?

Cih.. Semua ini membuat kepala Jaeri begitu sakit.

Ada suatu hal yang membuatnya tak ingin berada disini, di rumahnya. Bukan ia tidak mencintai rumahnya atau orang-orang yang berada di rumahnya.. Hanya saja, suatu hal yang membuatnya tak ingin berada di rumah ini. Lagipula, percuma juga dia berada dalam rumah ini. Kini semuanya hampa, tak se bahagia dulu.

Ibu nya bahkan jarang berada di rumah karena mengurus bisnis keluarganya. Ayahnya ? Jangan ditanya.. Pulang saja dalam satu tahun dapat di hitung oleh jari.

Semenjak kejadian itu, ayahnya memutuskan untuk fokus pada bisnisnya yang berada di Jepang. Sedangkan ia ? Ia di jodohkan dengan Kyuhyun.

 

Dan, inilah kehidupannya yang sesungguhnya..

Renggang, terpecah belah, dan hampa..

 

“Kau selalu melamun jika berada dirumah ini”. Ucap seorang paruh baya yang tiba-tiba terdengar suaranya. Jaeri menoleh, ia menyunggingkan sebuah senyuman kepada orang di hadapannya.

“Eomma..”. Ucapnya. Di dekapnya tubuh di hadapannya itu, tubuh seorang ibu yang sangat ia rindukan selama ini.

“Wae ? Apa yang terjadi chagi ? Kau memikirkan hal itu lagi ?”. Ibunya bertanya seraya mengusap rambut anaknya pelan.

“Hmm.. Entahlah.. Hanya saja, berada disini selalu membuatku seperti ini”. Ucap Jaeri lemah, ia semakin menenggelamkan kepalanya kedalam rengkuhan ibunya.

“Eihss.. Mentang-mentang kau sudah menikah dan tinggal bersama dengan orang yang kau puja.. Dengan seenaknya kau bilang begitu tentang rumah ini”. Goda Ibunya, semburat merah muncul dalam pipinya.

“Aaah eomma..”.

“Aigoon nae adeul, bagaimana suamimu ? Bagaimana hubunganmu dengannya ? Apakah masih tak saling sapa ?”. Tanya Ibunya. Jaeri terdiam seraya mengerutkan keningnya. Dalam pikirannya, bagaimana mungkin ibunya tau apa yang terjadi padanya dan Kyuhyun ?

“Eomma tau Jaeri-ya.. Eomma tau semuanya. Semua ! Dari kau yang selalu mengacuhkan Kyuhyun, kau yang tidur pisah ranjang dengannya, sampai kau yang membuat rumah dalam kamarmu”. Terang Ibunya, menjawab pikiran Jaeri. Jaeri hanya tersenyum kikuk. Ia begitu malu, tapi.. Siapa yang memberitau ibunya ?

“Suamimu ! Setiap malam sebelum pulang ke rumah kalian, ia selalu mampir kesini. Menceritakan semua hal termasuk sikap konyol mu itu. Hahaha”. Lagi, Ibunya menjawab apa yang sama sekali tak ditanyakan Jaeri.

“J, JINCHA ?”. Jujur sekali, dalam hati Jaeri ia sangat kaget. Setiap malam ? Berkunjung ? Aigoo..

Selama ini ia mengira Kyuhyun terlalu sibuk sampai tak pernah bertemu dengan keluarganya. Tapi sekarang ? Ternyata ia yang sibuk !

Selama 6 bulan pernikahan, ia bahkan baru kali ini mengunjungi keluarganya. Tsk ! Benar-benar anak yang tak tau diuntung. Itulah pikirannya.

 

*

 

“Hyung, bukankah 2 hari lagi ulang tahunnya Kyuhyun ?”. Tanya Ryeowook pada pria di hadapannya.

“Aku juga tau wookie”. Sahut Yesung.

“Lalu ? Apa yang akan kita lakukan ?”.

“Aah aku tidak tau, aku sedang tidak ingin memikirkan itu”. Ucap Yesung dengan suara yang lemas.

“Kau kenapa Hyung ?”. Kyuhyun yang tak baru saja lewat langsung menghampiri mereka berdua saat mendengar Yesung yang terlihat sangat lelah.

“Dia datang lagi Kyu”. Gumam Yesung dan seketika membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Wanita itu ? Aah.. Apakah wanita yang selalu mengganggumu itu ?”.

“Hmm”.

“Aihhs.. Ternyata dia belum lelah juga hyung”.

“Entahlah Kyu, aku tak mengerti”.

 

*

 

Jaeri tersenyum riang seraya menggoyang – goyangkan kantung keresek yang ada dalam tangannya. Ia baru saja selesai berbelanja beberapa bahan untuk suatu hal yang disiapkannya. Dan saat ini, ia sedang berada di jalanan kota Seoul. Melangkahkan kaki menapaki setiap sudutnya. Udara bebas adalah hal yang sangat di sukainya. Dalam pikirannya setidaknya ia harus benar-benar puas dengan udara bebas saat ini sepuas-puasnya, mengingat ia adalah seorang istri dari pria terkenal.. Suatu saat nanti pasti hidupnya sulit hanya untuk sekedar menghirup udara segar.

 

‘I Love You, Love You, Love You ~ ‘

 

Sebuah suara datang dari benda kecil yang berada dalam tas nya. Jaeri menghentikan langkahnya lalu merogoh saku tas nya.

Senyuman terpancar di wajahnya saat sebuah nama tersirat dalam layar ponselnya.

“OPPAA !!”. Teriaknya saat ia menyentuhkan Handphone nya ke telinga nya.

“Aigoo nae dongsaeng.. Kenapa kau hoby sekali berteriak hmm ?”.

“Hehehe mianhae oppaa”.

“Kau dimana ?”.

“Aku sedang di pinggir jalan, baru saja berbelanja dari supermarket”.

“Belanja ? Apakah untuk-“.

“Ne, wae ?”.

“Hahaha aku benar-benar iri ! Apa kau mau aku jemput sayang ?”.

“Hihi tentu sajaa”.

“Kalau begitu tunggu aku ne ? Kau sms kan saja dimana posisimu sekarang”.

“Neeee”.

 

PIIP

 

Sambungan telepon yang cukup menyenangkan itu telah di tutup. Jaeri semakin melebarkan senyumnya. Ternyata, di balik penderitaan dan penyesalan juga rasa bersalahnya, ia mempunyai orang yang benar-benar sangat menyayanginya. Orang-orang yang akan membantu menopang semua bebannya, orang yang akan memapahnya dalam kelemahan yang menderanya. Ya, ia memang tak sendiri. Terlebih lagi, hidupnya mulai begitu berwarna sejak hadirnya Kyuhyun yang berstatus sebagai suaminya.

 

‘I Love you, Love you, Love you~’

 

Benda kecil itu kembali berdering. Jaeri menghela napasnya lalu mengambil kembali Handphone nya yang tadi sudah ia masukkan. Tangannya kanannya memegang Handphone itu sedangkan tangan kirinya kini bergantian memegang kantung belanjaan yang sejak tadi dibawanya.

 

“Yeo–”.

“YAK ! CHO JAERI ! Kenapa sejak tadi aku sulit sekali menghubungimu hah ?!”.

Jaeri sedikit menjauhkan Handphone itu dari telinga nya. Mengingat suara di seberang sana yang akan sangat merusak telinga bila didengarkan sangat dekat.

Jaeri menghela napas pelan lalu kembali mendekatkan Handphone itu ke telinga nya.

“Kumohon jangan berteriak-teriak Cho Kyuhyun, kau bisa membuat kuping ku rusak”.

“Eihs, jangan mengalihkan pembicaraan ! Jawab dulu pertanyaanku, kenapa sejak tadi aku sulit sekali untuk menelponmu hah ?”.

“Aigoo Cho Kyuhyun ! Yak ! Memangnya telepon yang masuk kedalam Handphone ku hanya telepon darimu saja hah ?”.

“Oooh.. Jadi kau sedang bermesraan dalam telepon dengan pria lain ? Begitu ?”.

“Yak ! Siapa yang bilang begitu ?”.

“Eihhs diamlah. Mengaku saja kalau memang benar . Ia kan ?”.

“Aku–”.

“Kau itu sudah menikah Lee Jaeri, kau sudah punya suami dan suamimu itu-“.

“Cho Kyuhyun ! Aku tau ! Sangat tau ! Sudahlah lebih baik kau tutup saja teleponnya, tidak ada gunanya juga jika hanya bertengkar seperti ini”.

“YAK LEE JAERI ! Tidak bisakah kau mengerti sedikit kalau aku ingin berbicara denganmu ?”.

“PABO ! Kau sudah meneleponku puluhan kali hari ini ! Se jam yang lalu kita sudah mengobrol sangat lama sampai telingaku gatal !”.

“Aihs sudahlah ! Kau dimana sekarang ?”.

“Aku dijalanan. Wae ?”.

“Mwo ? Apa yang kau lakukan dijalanan ?”.

“Tentu saja ber– ”

“Yak ! JAERI awas !!!”.

 

SREEEEEET

BRAAAAAAAAK

CKIIIIIIIIIIITTTTT

DUUUUGGGG

 

“Yeoboseo ? Jaeri suara apa itu ? Jaeri ? Yeoboseo ?”.

 

TUUT TUUT TUUT

 

“JAERI !!”. Kyuhyun berteriak di depan Handphone nya. Sebuah ke khawatiran muncul dalam pikirannya. Suara itu, suara yang sudah tak asing lagi bagi nya. Suara itu, suara yang dulu hampir merenggut nyawanya. Suara itu.. Suara seperti..

 

Kecelakaan ?

Tidak ! Tidak mungkin ! Tidak ! Jaeri pasti baik-baik saja. Ya, benar. Jaeri pasti baik-baik saja dan.. Itu mungkin hanya suara di sekitarnya.

Tapi, bagaimana kalau ?

 

“Aah ANDWAE ANDWAE ANDWAE !”. Kyuhyun kembali berteriak, ia mencoba menyentuh digit nomor dalam Handphone nya. Berusaha untuk mencoba menghubungi Jaeri. Terdengar suara seorang wanita yang mengatakan nomor yang ia hubungi tidak aktif.

“SHIT !!”. Kyuhyun mengeram seraya melemparkan Handphone nya frustasi.

Kepala nya sudah tak dapat berpikir yang positiv lagi. Ia sudah sangat khawatir. Ya, terlebih lagi ia mendengar suara seorang pria yang meneriaki nama Jaeri. Ini benar-benar membuatnya gila !

“Kurasa aku harus segera pulang”. Gumamnya. Diambilnya langkah seribu lalu ia memasuki kamarnya dan mulai membereskan barang bawaannya secara tergesa-gesa. Persetan dengan jadwalnya yang masih harus ia penuhi ! Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Jaeri.

 

*

 

“Kau tidak apa apa chagi ?”. Tanya Jaejoong. Jaeri hanya menggeleng lemah. Jaejoong kemudian memapahnya menuju mobilnya. Sebelumnya, saat dia sedang dalam perjalanan menuju tempat yang Jaeri tunjukan, ia melihat mobil yang melaju kencang dan seorang gadis yang tengah berjalan seraya menelpon. Ya, itu Jaeri. Jaeri terlalu sibuk menelepon sampai-sampai ia tak memperhatikan sekitarnya. Untungnya Jaejoong dengan cepat berlari dari mobil dan berusaha menyelamatkan Jaeri. Meskipun memang tubuh Jaeri tetap terluka. Tapi setidaknya, Jaeri tidak apa-apa. Hanya luka ringan yang bisa sembuh dalam hitungan hari.

 

“Kau itu ! Seharusnya kalau menyebrang itu lihat kanan kiri. Dan, kenapa kau menyebrang sambil menerima telepon ?”. Ucap Jaejoong, Jaeri menunduk lemah. Dalam hatinya, ia masih takut atas kejadian ini. Dadanya masih bergemuruh, lututnya masih lemas. Ia juga cukup terkejut, dalm pikirannya. Ia tidak tau akan seperti apa jika dia benar-benar tertabrak.

“Mianhae oppa..”. Ucap Jaeri lemah.

“Sudahlah.. Ini sudah terjadi, tubuhmu perlu di obati. Kita pulang sekarang”.

“Ne..”.

 

*

 

“Aku ingin pulang hyung aku ingin pulaaang !!”. Teriak Kyuhyun seraya berjalan kesana kemari. Yang diajak bicara hanya mampu diam dan menghela napasnya.

“Eihss, kau ini ! Ku bilang hanya tunggu sebentar lagi. Besok kita pulang Kyunnie”. Jawab Sungmin. Kyuhyun menghentakkan kakinya.

“Aku tidak mau kepulangan kita terus menerus diundur. Hei hyung ! Kita harusnya sudah pulang dari kemarin. Aku tidak mau tau pokoknya aku akan pulang sekarang juga !”. Teriak Kyuhyun, Sungmin kembali menghela napasnya.

“Besok Kyu”.

“HYUNG ! Kau itu ! Yaak ! Kau tidak merasakan bagaimana perasaanku sekarang. Tolong ! Mengertilah posisiku hyung. Kumohon, aku takut sesuatu terjadi pada Jaeri. Aku takut hyung..”. Kyuhyun terduduk lemah ditengah ke khawatiran yang melanda pikirannya.

Andai saja ia lebih cepat, mungkin ia sudah dalam perjalanan ke Seoul saat ini.

 

Ya, sebenarnya ia sudah membereskan semua barang-barangnya, tapi Sungmin datang dan menahannya untuk tidak pergi. Sekalipun Kyuhyun sudah menjelaskannya, Sungmin tetap tak membiarkannya pergi.

“Kyuhyun-ah tenanglah, kita pulang besok pagi”.

“Tapi hyung..”.

“Ku bilang besok ! Sesuai dengan jadwal kita”.

“Hyung..”.

“Tidak ada penolakan !”.

 

*

 

Langit sudah tampak hitam legam, rembulan mulai bersinar diiringi kerlipan cahaya bintang-bintang di sekitarnya. Angin malam begitu dingin menusuk tulang, ditambah lagi musim dingin yang tengah melanda seluruh permukaan bumi, membuat semua orang sangat nyaman bergumul diatas tempat tidur dengan selimut tebalnya.

Jaejoong menghentikan mobilnya, ia sudah sampai di pelataran rumah Jaeri.

Rumah ini, rumah yang sangat sering di kunjunginya dulu. Ya, dulu..

Ia menghela napas, kenapa rasanya berat sekali untuk kembali menapakkan kaki nya di rumah mewah ini ?

Diliriknya jok disampingnya, Jaeri tertidur !

 

“Ck ! Kebiasaanmu tak pernah hilang”. Gumamnya seraya mengusap kepala Jaeri. Ia lalu keluar dari mobil dan mulai mengangkat Jaeri.

 

Tokk Tokk Tokk

 

Di ketuknya pintu putih dalam rumah itu.

 

CKLEK

 

“Aigoo Jaejoong-ah ?”.

“Annyeong Eomoni”.

“Wah, lama sekali sejak terakhir kau datang ke rumah ini”. Ucap Ny. Lee . Jaejoong hanya tersenyum kaku. Ia sedikit membenarkan posisi Jaeri yang kini ada dalam gendongannya.

“Aah mianhae Joongie, cepat pindahkan Jaeri ke kamarnya”.

“Ne eomoni”.

“Ahya, apa yang terjadi dengannya ? Kenapa tubuhnya lecet-lecet seperti itu ?”. Ucap Ny. Lee yang mengikuti langkah Jaejoong menuju kamar Jaeri. Jaejoong menidurkan Jaeri lalu kemudian, ia mengajak ny. Lee untuk keluar dari kamar itu.

“Waeyo ?”. Bisik ny. Lee saat melihat pergerakan Jaejoong.

“Dia hampir saja tertabrak”.

“MWO ?”.

“Apakah dia punya masalah dengan seseorang ?”.

“Molla Jaejoong-ah, kita baru bertemu lagi setelah 6 bulan dia menikah. Memangnya kenapa ?”.

“Kurasa, ada seseorang yang berniat jahat pada Jaeri”.

“Kenapa kau bilang begitu ?”.

“Aku melihat sendiri bagaimana orang dalam mobil itu begitu terobsesi saat melajukan mobilnya. Eomoni, kurasa Jaeri dalam bahaya”.

“MWORAGO ?”

 

*

 

“Hyuk !”. Panggil Yesung.

“Wae hyung ?”. Tanya Eunhyuk, namja lain yang melihat Yesung dan Eunhyuk berkumpul, ikut berkumpul dengan mereka. Kecuali Sungmin dan Kyuhyun. Karena mereka sudah lebih dulu pulang ke rumah.

“Hei, kalian kenapa ikut berkumpul ? Aku hanya memanggil Hyukjae”. Keluh Yesung.

“Lagipula siapa yang berkumpul mengelilingimu ? Kami hanya mengelilingi Hyukjae”. Sahut Donghae. Yesung terlihat cukup kesal, tapi sedetik kemudian ia memperbarui ekspresi wajahnya. Kembali pada topik awal.

“Duduklah”. Perintahnya. Namja lain hanya menurut dan mulai duduk melingkar.

“Besok Kyuhyun ulang tahun, kita tak akan memberinya kejutan ?”. Tanya Yesung. Yang lain sedikit berpikir.

“Tapi hyung, kejutan di hari ulang tahun sudah basi”.

“Benar sekali !”.

“Tapi tahun ini kan berbeda. , dia tak sendiri lagi”.

“Bagaimana kalau kita kompromi dengan adik ipar ?”.

“Bagaimana kalau aku pura-pura berselingkuh dengan adik ipar ?”.

 

BUUUGGGG

 

“Pabo ! Kau cari kesempatan sekali !”.

“Hmm bagaimana kalau, kita edit video yang seperti itu. Kita buat pemeran wanita nya adik ipar ?”.

“MWOYA ?”.

 

PLETAAAAK

BUUUGGGG

 

“KAU GILA HAH ?”.

 

*

 

Jaeri terbangun di tengah kesakitan yang cukup menyiksa fisiknya. Memang hanya luka ringan, tapi sebagian tubuhnya memar dan itu membuatnya tak bisa leluasa bergerak.

Dirasakannya sebuah tangan yang menggenggam tangannya erat.

“Oppa ?”. Gumamnya. Sedetik kemudian, orang yang di panggilnya oppa mendongak.

“Kau sudah sadar eoh ?”. Tanya Jaejoong. Jaeri mengangguk.

“Kenapa oppa tidak pulang ?”. Tanya Jaeri. Jaejoong hanya tersenyum.

“Aku tertidur disini, hahaha. Oh ya, bagaimana keadaanmu ?”.

“Gwaenchana oppa.. Hehe”.

“Aah syukurlah. Oh ya, aku ingin bertanya satu hal”.

“Apa ?”.

“Saat kau hampir tertabrak, apa kau melihat plat nomor mobil itu ?”. Tanya Jaejoong hati-hati. Jaeri terdiam, mencoba mengingat-ingat kejadian itu.

“Hmm molla”. Sahutnya saat ia tak berhasil mengingatnya. Jaejoong menghela napas.

“Aah ya sudahlah ! Oh ya, apa kau sudah mengabari Kyuhyun ?”.

“MWO ? Kyuhyun ? HWAAAAAA”.

“Eh ? Wae ?”. Ucap Jaejoong seraya mengerutkan wajahnya. Jaeri tak menghiraukannya, malah segera berlari mencari suatu benda dalam tas nya.

“Wae ? Waeyo Jaeri-ya ?”.

“Oppa ottokhae ?”.

“Wae ?”.

“Kyuhyun pasti khawatir. Aigoo aku tak mengabarinya selama 8 jam ! Oppaa , hp ku mana ?”.

“Hp mu hancur sayang”.

“MWO ? Huaa ottokhae oppaa ?”.

“Aihhs Jaeri-ya.. Sudahlah, kau telepon saja nanti. Lagi pula ini sudah larut sekali”. Sela Jaejoong, Jaeri merengut kesal. Ia lalu kembali duduk di tempat tidurnya.

Kalau Hp nya saja yang keras hancur, bagaimana dengan bahan-bahan untuk kue Kyuhyun ?

Sepertinya, kejutan untuk ulang tahun Kyuhyun tak bisa ia jalankan sesuai rencananya.

“Waeyo ? Apa yang terjadi dengan wajahmu ? Mengapa kusut begitu ?”.

 

“Oppa.. Besok ulang tahun Kyuhyun dan aku belum menyiapkan apa-apa. Huaa ottokhae ?”.

“Aigoo nae dongsaeng.. Kau tak perlu khawatir. Oppa akan membantumu”. Sahut Jaejoong.

“Hmm geundae oppa..”.

“Wae ?”.

“Kira-kira, apa kado yang harus aku berikan ?”. Tanya Jaeri, jujur saja ia cukup bingung untuk memberikan sesuatu pada Kyuhyun. Jika barang, Kyuhyun pasti sudah mendapatkannya dari fans atau rekan kerja nya. Ia ingin memberikan Kyuhyun satu hal yang tak akan pernah bisa di lupakan oleh Kyuhyun. Jaejoong terlihat berpikir keras, ia juga mencoba menerawang dalam pikirannya. Matanya terlihat menjelajahi seluruh isi kamar Jaeri. Dan..

“Jaeri-ya !”. Teriaknya, membuat Jaeri tersentak kaget.

“Yak. ! Oppa jangan berteriak seperti itu !”.

“Mianhae mianhae”.

“Keurom ? Apa hadiah yang harus ku berikan ?”.

“Berikan hal yang paling Kyuhyun inginkan Jaeri-ya”. Gumam Jaejoong. Jaeri terlihat berpikir. Hal yang paling Kyuhyun inginkan ?

“Misalnya saja.. Kejujuranmu”. Gumam Jaejoong lagi. Membuat Jaeri menoleh.

“Oppa tapi-“.

“Sampai kapan kau akan menyimpan semuanya Jaeri-ya ? Kyuhyun berhak tau. Dia suamimu. Kalian sudah hidup bersama dan bukankah jika sudah hidup bersama tak boleh ada rahasia satu sama lain ? Rahasiamu terlalu besar untuk di pendam.”.

“Tapi oppa, ini tak ada hubungannya dengan Kyuhyun”.

“Tentu saja adaa ! Kau tidak lihat. ? Itu, itu, itu, dan masih banyak lagi. Bukankah itu semua sangat berhubungan ?”. Ucap Jaejoong seraya menunjuk-nunjuk sudut kamar Jaeri. Jaeri terdiam, ini belum saatnya. Ia tau ini belum saatnya.

“Jaeri-ya, kau tau sayang ? Hal terindah yang ada di dunia ini itu 2 menurutku. Kebahagiaan dan Kejujuran. Keduanya saling mengait dan membutuhkan. Jika kebahagiaan tercipta tanpa kejujuran, semuanya hampa. Kosong. Sama saja seperti kita hidup di malam hari tapi tak ada bulan maupun bintang”.

“Tapi oppa, apa itu bisa dibilang kado ? Hal sesederhana itu ?”.

 

“Jika itu sebuah hal yang sederhana, kenapa kau banyak berpikir untuk mengatakannya ?”. Ucap Jaejoong, membuat Jaeri terpaku di tempatnya. Benar sekali, jika itu adalah sebuah hal yang sangat sederhana, mengapa ia sulit untuk mengungkapkannya ?

“Jaeri-ya dengarkan oppa.. Hal yang sangat sulit di lakukan seorang wanita adalah hal yang sangat menyenangkan bagi seorang pria. Termasuj saat..”.

“YAK OPPAA !!”.

“Hahahaha memangnya kau mengerti apa yang akan aku katakan ?”.

“Tentu saja”.

“Tentu saja mengerti karena kau sudah mengalaminya kan ?”.

 

BLUSSHH

 

Semburat merah mewarnai rona wajah Jaeri. Malu ! Ia sangat malu saat ini.

“Oh ya, aku hampir lupa. Aku punya sesuatu untukmu. Ya, kurasa bisa menambah hadiahmu untuk Kyuhyun”.

“Mwo ?”.

“Ige..”. Ucap Jaejoong seraya memberikan gulungan kertas yang berada di saku jaketnya. Mata Jaeri berbinar.

“Oppa neo ?”.

“Ne chagi.. Oppa sudah membantumu menyelesaikannya”. Ucap Jaejoong. Mata Jaeri kian berbinar, ia tak menyangka kenapa tepat sekali waktunya. Kertas itu.. Kertas itu berisi sebuah lagu yang khusus ia ciptakan untuk Kyuhyun. Ia hanya bisa menulis liriknya, dan ia meminta Jaejoong untuk menyusun melody nya (Strange Marriage Part 3)

“KYAAA Gomawooo opppaaa”. Ucap Jaeri seraya memeluk erat tubuh Jaejoong.

“Ne chagiya”. Balas Jaejoong seraya membalas pelukan Jaeri dan mengusap usap rambutnya.

“Saranghae oppa saranghaee”. Ucap Jaeri semakin erat memeluk tubuh Jaejoong.

“YAAK LEE JAERI !!”

 

*

 

(FLASHBACK ON)

 

Kyuhyun membanting tas nya dengan kesal, amarah sudah berkumpul seluruhnya dalam kepala nya. Sekeras apapun ia mencoba membujuk Sungmin, percuma saja karena Sungmin tetap tak mengizinkannya.

Sepertinya, ia harus mencari cara lain.

 

“Aha !”. Gumamnya saat mendapat sebuah ide yang melintas di kepalanya.

Seketika ia langsung mengambil jaketnya dan memasukkan beberapa barang yang ia perlukan. Ia kemudian menulis beberapa kata diatas secarik kertas. Smirk tercetak jelas di bibirnya.

“Kita lihat siapa yang paling pintar. Hahaha”.

Kyuhyun melangkahkan kaki seraya bersiul-siul. Sungmin yang sedang menunggu member lain, menatap Kyuhyun dengan heran. Bukankah Kyuhyun sedang kesal, kenapa ia malah bersiul seperti itu ?

“Kyuhyun-ah”. Ucap Sungmin. Kyuhyun menoleh dengan wajah riangnya.

“Wae hyung ?”.

“Kau mau kemana ? Kenapa memakai jaket ? Dan.. Apa kau sudah tidak kesal lagi ?”. Tanya Sungmin hati-hati. Takut apabila Kyuhyun kembali kesal.

“Hahaha hyung ! Mana mungkin aku masih kesal saat Henry mengajakku bertarung main game ? Aigoo aku sudah lama tak menunjukkan kemampuanku. Kekeke”. Kekeh Kyuhyun. Sungmin mengangguk mengerti, satu hal yang bisa membuat Kyuhyun senang adalah Game ! Jadi, ya pantas saja wajahnya begitu riang.

“Arasseo, pergilah. Jangan sampai pulang larut. Bukankah besok pagi kita kembali ke Korea ?”.

“Neee hyuung !”. Ucap Kyuhyun segera melenggang pergi dari pelataran rumah itu.

“Jaeri-yaa ! I’m Comiing baby~”. Teriaknya saat sudah jauh dari rumah.

 

Ia benar-benar gila saat ini !

Hanya karena ingin pulang saat ini juga dan tidak diizinkan, ia nekat pulang ke Korea tanpa membawa Koper !

Ia hanya membawa dirinya sendiri, Pasport, Visa, Handphone, dan tentu saja uang. Pakaian yang ia kenakan juga cukup santai. Hanya celana panjang dengan kaos tipis yang ditutupi jaket tipis pula. -__-

 

(FLASHBACK OF)

 

*

 

“LEE JAERI APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN NAMJA ITU ?!”. Teriaknya lagi. Jaeri masih terdiam, cukup kaget dengan kedatangan Kyuhyun yang sangat mendadak !

“K, Kyuhyun ?”. Ucap Jaeri terbata-bata. Ia lalu melepaskan pelukannya pada tubuh Jaejoong. Kyuhyun mendengus kesal.

“NE ! Aku KYUHYUN ! Wae ? Kau tidak mengenali suamimu sendiri ?”. Bentaknya. Jaeri sedikit kaget saat mendengar Kyuhyun membentaknya.

“K, kyuhyun-ah k, kau salah paham”. Terang Jaeri.

“MWOYA ? Kau bilang aku SALAH PAHAM ? Cihh ! Aku melihatmu MEMELUKNYA dan aku mendengarmu mengucapkan kau MENCINTAINYA ! Ini salah paham ? Hh.. Bahkan aku sudah mendengar ini 2 kali”.

“Aigoo Kyuhyun-ah, kau kenapa marah begitu. Jaeri benar, kau salah paham”.

“YAK ! Kim Jaejoong ! Aku tak berbicara PADAMU !!!”. Bentaknya lagi. Jaejoong terlihat sangat serba salah, sementara Jaeri terlihat ketakutan. Ia tau, Jaeri takut jika dibentak seperti ini.

“Oppa.. P, pulanglah. Besok aku hubungi”.

“TIDAK ADA ! Kalian tidak boleh berhubungan lagi !”. Teriak Kyuhyun frustasi. Sebenarnya ia tak terlalu marah, hanya saja. Ia kecewa..

 

Bagaimana bisa ia melakukan hal bodoh, nekat kabur dari Cina ke Seoul demi istrinya yang malah memeluk namja lain dan mengucapkan kata cinta pada namja lain ! Oh ayolah, setiap orang juga akan marah sepertinya jika mengalami hal seperti itu.

 

“Kalian selesaikan dulu berdua. Aku pulang ! Kyuhyun-ah, jebal jangan bentak Jaeri. Ia sangat ketakutan”. Ucap Jaejoong dan sama sekali tak di hiraukan oleh Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah biar aku jelaskan”.

 

BLAMMMM

 

Kyuhyun segera beranjak ke kamar mandi dan membantingkan pintunya. Ia harus menenangkan diri sekarang. Ya, jika ia masih ada di hadapan Jaeri ia pasti tak bisa menghentikan amarahnya.

 

*

 

Lee Sungmin-ssi .. Maaf aku tak bisa menurutimu. Maaf sekali. Aku harus pulang dan aku ingin pulang sekarang. Aku titip koper ku. Tolong bereskan semua barangku kedalam koper ku yang masih ada di pojok kamar ya !

Salamkan salam tampan ku pada Kim Jongwoon dan pasukannya yang lain.

Saranghaee~

 

Pria terindah dan tertampan didunia

 

 

“Yak ! CHO KYUHYUUN !”. Pekik Sungmin yang baru saja membaca surat yang di tinggalkan Kyuhyun.

 

Baru saja, para member pulang dan Henry juga ikut.

Sungmin agak terkejut dengan kehadiran Henry karena bukankah Kyuhyun bilang ia akan bertarung game melawan Henry ? Lalu, kenapa ia malah ikut ke rumah ini ?

Seketika Sungmin langsung menggeledah kamar Kyuhyun dan..

Mendapati surat konyol yang baru ia baca.

“Dasar Setan TENGIL !!”. Pekiknya lagi.

 

*

 

Jaeri terlihat mondar mandir di dalam kamarnya. Ia tak peduli dengan luka di tubuhnya yang cukup menyiksanya. Yang ia pedulikan hanyalah Kyuhyun yang masih mengunci dirinya dikamar mandi. Ini sudah 1 jam dan Kyuhyun tak juga keluar, hanya suara gemericik air yang terdengar. Entah apa yang tengah di lakukan Kyuhyun di dalam.

Tokkk Tokkk Tokkk

“Kyuhyun-ah”. Panggil Jaeri pelan.

“Aihss diamlah ! Jangan menggangguku !”.

 

DEG !

 

Sebegitu marahkah Kyuhyun padanya sampai sampai suaranya pun dianggap mengganggu oleh Kyuhyun.

Jaeri duduk di depan pintu, ia menghela napasnya berat. Kenapa dalam hidupnya, ia selalu begitu mengecewakan ?

Ia termenung, memikirkan hidupnya yang sangat rumit ini.

Sementara di dalam sana, Kyuhyun sangat asyik menyentuh PSP nya.

Ya, selama 1 jam di Kamar mandi di habiskan untuk main game oleh Kyuhyun.

Seperti yang dipikirkan Sungmin, satu hal yang bisa menghilangkan kekesalan Kyuhyun hanyalah Game !! -__-

Sebenarnya niat awal Kyuhyun ke kamar mandi hanya untuk menghindari Jaeri. Ia takut ia akan menyakiti Jaeri atau melempar apapun pada Jaeri. Jadilah ia berdiam di kamar mandi. Baru berapa menit saja berdiam, ia sudah sangat bosan. Tapi ia tak mungkin begitu saja keluar karena.. Ya, gengsi nya sebagai seorang pria terlalu tinggi.

Akhirnya, ia memutuskan untuk mandi. Sementara menunggu bathup terisi penuh oleh air, ia mendudukkan pantatnya di atas closet lalu mengambil Psp dalam saku jaketnya. sudah 1 jam ia berduduk, sudah 1 jam pula air terbuang sia-sia.

Jujur saja ia masih sangat kesal ! Terbukti dengan sentuhannya pada Psp yang seperti orang kesetanan.

 

Jaeri menyerah ! Ia lelah menunggu Kyuhyun yang tak juga keluar dari kamar mandi.

Akhirnya, ia memutuskan untuk bangkit kembali ke tempat tidurnya. Hari juga sudah sangat larut, bahkan menuju dini hari.

 

KLIK

 

Ia mematikan tombol lampu yang berada di dinding kamarnya. Persetan dengan Kyuhyun yang marah padanya. Toh ia sudah mencoba menjelaskannya, lagipula ia juga tak merasa salah. Biarkan saja, masalah ini juga hanya kesalah pahaman. Cepat atau lambat pasti akan terselesaikan.

 

A MINUTES LATER

 

Kyuhyun akhirnya keluar dari dalam kamar mandi saat melihat bayangan gelap di sela bawah pintu.

Ia tau Jaeri sudah tidur.

Kyuhyun keluar dengan tanpa sehelai benang pun yang membalut tubuhnya karena di dalam kamar mandi tak ada handuk.

Bukankah Jaeri yang selalu menyiapkannya handuk ? Jadi, mana mungkin dia tau !

Kyuhyun berjalan mendekati lemari besar di pojok ruangan. Suara decitan pintu lemari terdengar cukup keras disana.

“Semoga dia tak lupa membawa bajuku”. Gumam Kyuhyun seraya menggeledah isi lemari Jaeri.

 

KLIK !

 

“HWAAAAAAA”.

“KYAAAAAAAA”.

“AAAAAAAAAA”.

 

 

 

 

 

TBC ^^

Maaf yah pendek banget, sengaja soalnya part 11 panjang banget. Jadi aku bagi 2 :3

Maaf juga jika ini belum memuaskan..

Aku gak baca ulang lagi soalnya, hohoho

Besok atau lusa yang B nya J

Publised by ALLISON

Advertisements

8 thoughts on “[Series/Kyuhyun] Strange Marriage Part 11A

  1. Wuah.. Benar gak yah kalau ada yg niat melakukan hal buruk sama jaerin.. Kyuhyun kabur dan ia dengar 2x kalau jaerin bilang suka jaejoong.. Kyuhyun keluar kamar tanpa pke handuk dan jaerin ngeliat lagi, wuah.. kyuhyun malu bgt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s