SERIES :: My Life with Destiny and Your Baby [PART 14]

Title           : My Life with Destiny and Your Baby [PART  14]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance, friendship and family

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Twitter     : @FaniaRyeong9 (follow ya,,,nanti aku follback^^)

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend)
  • Kang Seorin
  • Lee Sungmin
  • Lee Seungmi
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

NB  : Semua Cast Yeoja disini adalah OC (original cast) saya tidak memakai artis di karenakan biar readers merasa jadi pemainnya sendiri disini #plakk

Disclaimer :

This story is MINE, cerita ini murni hasil kerja otak saya tanpa bantuan siapapun kecuali anugerah(?) dari Tuhan YME. Jadi jangan seenak jidatnya mem-PLAGIAT dan meng-COPAS karya saya ini karena saya akan menuntut balas dan dosa di akhirat tanggung sendiri :3

Kejutan yang saya maksud kemarin ya lahirannya baby Kyu-jin :* yang kemarin nanyain cover ff ini, udah ada kok! Tapi saya ga mw masangin di ff ini karena ukurannya gede bgt, takutnya nanti ga kebuka di hp. Yg mau lihat ada di album foto saya -,- lihat disana aja, ok!

——————————————————–Happy Reading———————————————————

 

 

Author POV

Seorang namja nampak berpindah-pindah tempat sedari tadi, kakinya tak mau diam. Sudah lebih dari setengah jam ia berjalan bolak-balik di depan pintu ruangan persalinan di sebuah rumah sakit Seoul. Saku celananya terasa bergetar, dengan gerakan cepat ia langsung mengambil handphonenya.

“Yeob…” ucap Kyuhyun terhenti mana kala orang yang menelopon itu menyela cepat.

Di rumah sakit mana? Apakah Soojin baik-baik saja ?” tanya orang yang di ketahui ternyata adalah Hyukjae.

“Dia masih di dalam, aku tidak tau” jawab Kyuhyun dengan nada cemas.

Ya sudah, aku akan kesana sekarang

*BIP*

 

Kyuhyun pun duduk di bangku rumah sakit yang tersedia di depan ruangan itu. Ia menundukkan kepalanya menatap lantai putih di sana. Tangannya menelungkup sempurna di wajahnya. perasaannya tak menentu sekarang, ia benar-benar cemas sekaligus bahagia. Desiran darahnya tak jarang membubung tinggi ketika telinganya dapat menangkap suara jeritan dari dalam ruangan tempat Soojin melahirkan. Sungguh, ia tidak tega mendengar teriakan tersebut, itu membuat keseimbangan tubuhnya melemas. Namja itu hanya bisa berdo’a do’a kepada Tuhan agar Soojin dapat melalui ini dengan selamat.

Lima menit kemudian terlihatlah dari ujung koridor lorong rumah sakit Hyerin datang dengan langkah tergesa-gesa, di belakangnya mengekor Hyukjae.

“Kyu…!” panggil Hyukjae pada namja yang terduduk di bangku rumah sakit tersebut. Orang yang di panggil pun mengangkat kepalanya, ia bisa melihat Hyerin dan Hyukjae datang menghampirinya.

 

“Apakah ada kabar terbaru ?” tanya Hyukjae cepat setelah sampai di tempat Kyuhyun.

“Belum ada” jawab Kyuhyun singkat.

Hyerin kemudian duduk di bangku di sebelah bangku yang di duduki Kyuhyun lalu merapatkan kedua tangannya berdo’a untuk Soojin. Sedangkan kedua namja itu masih nampak berdiri, apalagi Kyuhyun ia berdiri dengan gelagat yang tidak tenang.

“Tidak apa-apa, Soojin pasti baik-baik saja” Hyukjae menepuk pelan bahu Kyuhyun agar namja itu sedikit tenang.

“Aku takut sekali, kau tahu kan dua bulan terakhir ini aku tidak berada di sampingnya bagaimana jika Tuhan nanti menghukum ku dengan mengambil anakku atau Soojin ?” Adu Kyuhyun pada Hyukjae, ia benar-benar khawatir. Hyukjae bersimpati pada ucapan Kyuhyun tadi, jika ia di posisi Kyuhyun entahlah mungkin frustasinya akan lebih parah dari namja itu.

“Kau tidak salah Kyu… Keadaan yang membuat kalian begini. Kau juga sudah mencarinya kemana-mana bukan ? Yang terpenting sekarang ini adalah, saat Soojin melahirkan kau ada di sisinya” ucap Hyukjae bijaksana. Hyerin tak ikut andil dalam pembicaraan ini karena sampai saat sekarang ia masih belum mau bicara dengan Hyukjae karena insiden kecil di cafe tadi pagi.

 

Kyuhyun tersenyum kecil mendengar ucapan sahabatnya itu, namun di dalam hati rasa kecemasannya belum berkurang sedikitpun meski Hyukjae telah memberikan sedikit masukan.

“Oh iya… Aku belum mengucapkan terima kasih padamu. Gomawo karena telah memberiku alamat itu. Dari mana kau mendapatlkannya ? ” tanya Kyuhyun.

“Itu… Aku mendapatkannya dari Seorin, dia temanku. Kapan-kapan akan ku kenalkan” jawab Hyukjae, Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya sekilas.

“Ah kebetulan, itu dia… Seorin !!!” ujar Hyukjae dengan nada yang lumayan keras saat matanya menemukan sosok Seorin melintas tak jauh dari matanya.

**

 

Ryeowook tengah menyetir menuju Seoul. Ia tidak jadi pulang malam karena mengingat kondisi Soojin yang kini hamil 9 bulan, sekarang masih sore sekitar pukul 4 petang. Fikirannya melayang kesana kemari. Terutama pada sosok yeoja yang bernama Kang Seorin itu, Ryeowook masih merasa bersalah pada yeoja itu karena telah memberinya harapan kosong selama ini, yang pada akhirnya hatinya tetap hanya untuk Soojin. Belum lagi perkataan orang tuanya ketika berkunjung tadi, eomma dan appa Ryeowook menyuruh namja itu untuk menggantikan posisi ayahnya untuk mengawasi beberapa cabang restoran keluarga Kim. Sementara namja ini tak menaruh minat sedikitpun di dunia perbisnisan, bakatnya ada di music. Yang membuatnya cemas adalah namja itu belum memberi tahu orang tuanya bahwa dirinya kuliah di Seoul mengambil jurusan music. Sedangkan ayahnya waktu itu berpesan agar ia melanjutkan studynya di jurusan semacam perbisnisan. Ia mengacak rambutnya dan berdecak kesal, sejak kembali ke Seoul hidupnya menjadi lebih banyak masalah.

“Haaah…”

 

Ryeowook mempercepat laju mobilnya membelah jalanan kota yang mulai berkabut. Setibanya di depan rumahnya, ia merasa ada yang aneh karena melihat pintu pagar yang terbuka begitu saja. Kakinya melangkah melewati pekarangan rumah lalu memencet beberapa digit nomor untuk kode pintu agar terbuka. Ryeowook memasuki rumah nya, sepi dan kosong itulah yang ia lihat sekarang.

“Soojin…?” panggilnya ketika berada di tengah-tengah ruangan.

“Soojin-a “ ulangnya lagi lebih keras. Ryeowook kemudian membuka dengan kasar pintu kamar yang biasa di tempati Soojin. Tapi ia tak menemukan Soojin disana, setelah itu dengan langkah besar Ryeowook pergi menuju ke taman di belakang rumah. Seingatnya itu adalah tempat favorit Soojin ketika di sore hari untuk sekedar mengamati daun-daun yang gugur. Ryeowook terkesiap saat mendapati tempat itu juga kosong.

“Kau dimana…” gumamnya panik.

 

Tanpa membuang-buang waktu lagi Ryeowook segera bergegas keluar dari rumahnya, mengikuti instingnya untuk mencari Soojin di tempat-tempat yang kini terbayang oleh otaknya. Sesampainya di pintu luar, namja itu merasa seperti menendang sesuatu. Ia melirik ke bawah, lalu menemukan sebuah remasan kertas tak berbentuk. Rumahnya selalu bersih dan rapi, jadi tak mungkin itu hanya sekedar kertas biasa. Ryeowook mengambil kertas itu lalu di bukanya, alisnya menyatu ketika membaca tulisan di sana.

“Ini dari Soojin untukku, tapi kenapa seperti di remas lalu di buang ? Apakah ada yang lebih dulu datang kesini sebelum aku?” gumamnya mencoba berpikir.

**

 

Hyemi menelungkupkan dirinya di atas kasur, beberapa hari ini ia tidak menemui Kyuhyun ia hanya mengurung dirinya di kamar. Shin ahjuma tidak mau ikut campur dengan urusan putrinya itu, ia pusing memikirkan masalah yang semakin lama semakin rumit ini. Perlahan ia beranjak dari posisinya, ia membuka sebuah koper usang yang selalu ia sembunyikan di bawah tempat tidur. Tangannya meraba sebuah album photo, tempat kenangannya terpatri bersama Kyuhyun dulu. Di saat senyumnya masih bisa membuat Kyuhyun luluh, di saat ia dan Kyuhyun saling mencintai, di saat Kyuhyun mengajaknya pergi ke Jeju dengan diam-diam, di saat cinta mereka masih seperti cinta monyet yang begitu indah tanpa beban dan masalah. Air matanya mengalir begitu saja mengingat kenangan itu yang hanya tinggal sebuah bingkai kenangan manis. Hyemi meremas dadanya, ada sebuah perasaan yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Sakit, jika ada perumpamaan yang lebih selain kata sakit mungkin itulah yang lebih pantas untuk dirinya.

“Naneun saranghaeyo… Jeongmal…” gumam Hyemi miris. Sekeras apapun ia mencoba mengembalikan Kyuhyun seperti dulu, itu tak kan ada artinya.

 

*DRRRRTTT*

 

Handphone Hyemi bergetar singkat pertanda ada sebuah pesan masuk untuknya, yeoja ini menjangkau benda tersebut yang berada tak jauh dari dirinya.

*One messege from Hyukjae*

Apa kabar Hyemi-ya ??? Ku harap kau baik-baik saja. Aku sekarang berada di rumah sakit bersama dengan Kyuhyun. Soojin melahirkan, aku memberi tahumu bukan karena aku memihak pada Soojin tapi karena kau sahabatnya

Handphone itu menyoloroh begitu saja dari tangan Hyemi, ia tidak dapat merasakan hatinya sekarang. Air asin itu semakin banyak keluar dari pelupuk matanya, tubuhnya mematung. Menangis dengan terisak-isak. Ia begitu mencintai Kyuhyun, dari luar ia tampak seperti yeoja egois tapi bisakah orang memahami hatinya sedikit saja ? yeoja ini juga terluka, bagaimana pun juga namanya pernah mengisi hati Kyuhyun sebelum Soojin.

 

Hyemi memeluk lututnya erat-erat ia terduduk di lantai sambil terus menangis. Yeoja itu menangis hingga terisak, kepalanya ia benamkan di atas kedua lututnya yang di tekuk. Kenangan bersama orang yang di cintainya terus berputar-putar di otaknya layaknya seperti kaset film. Sangat menyakitkan mengetahui orang yang kita cintai telah memiliki buah hati dengan orang lain, itulah yang di rasakan Hyemi sekarang. Tubuhnya perlahan melemas lalu jatuh terkulai ke lantai dengan tangan menggenggam  potret dirinya dengan Kyuhyun, ia menangis hingga tertidur.

**

 

Seorin sempat mengobrol sebentar dengan Kyuhyun Hyukjae dan Hyerin yang saat ini tengah menunggui Soojin. Yeoja itu tadi tak sengaja melintas di sekitar sana hingga Hyukjae melihatnya lalu memanggilnya.

“Ku harap Soojin akan baik-baik saja” ujar Seorin ketika akan meninggalkan tempat itu. Ia baru tau cerita yang sebenarnya setelah mengobrol sebentar dengan Hyukjae, yeoja itu bisa melihat sendiri bahwa Soojin memang sudah memiliki suami yang sedang menungguinya. Entah mengapa rasa marahnya dengan Ryeowook pelan-pelan berubah menjadi rasa kasihan, Seorin tau bagaimana rasanya mengharapkan seseorang yang telah mencintai orang lain. Ia jadi menyesal karena pada saat malam itu ia tidak memberi kesempatan Ryeowook menjelaskan permasalahan sesungguhnya. Dan ia malah menuding Ryeowook telah memberinya harapan tanpa balasan cinta. Saking marahnya Seorin sampai-sampai meminta Ryeowook untuk tidak menemuinya lagi.

“Ne, kami juga berharap begitu” jawab Hyukjae tersenyum sekilas. Kyuhyun masih sama, sedari tadi ia tidak berhenti mengkhawatrikan Soojin. Beberapa kali ia membuang nafas kasar untuk menentramkan dirinya yang sedang di landa syndrom panik mendadak calon ayah.

 

“Kyuhyun-ssi aku pergi dulu,ne ?” pamit Seorin sopan. Kyuhyun mengangguk lalu membalas senyuman Seorin. Yeoja itu melambai sekilas pada Hyukjae sebagai isyarat ia akan pergi.

“Hyerin-ah kau tidak ikut pulang bersamaku ?” Seorin menyapa Hyerin, yeoja itu lalu menggeleng pelan.

“Tidak, aku ingin menunggui Soojin. Kau pulang saja duluan” balas Hyerin. Seorin kemudian mengangguk mengerti, setelah itu ia benar-benar pergi dari sana.

**

 

Ini sudah lewat beberapa jam, pintu ruangan yang berada di hadapan Kyuhyun, Hyukjae dan Hyerin mendadak berdecit pertanda ada dorongan seseorang dari dalam. Sontak Kyuhyun bereaksi, ia langsung mendekati pintu tersebut dan berharap seorang dokter keluar dari sana. Dan benar saja selang beberapa detik keluarlah seorang dokter yeoja yang tersenyum penuh arti. Jantung Kyuhyun langsung gugup melihat pemandangan itu.

“Anda Tuan Cho ?” tanya sang dokter sembari membuka penutup mulutnya.

“Nde, waeyo uisa-nim ? apakah istriku baik-baik saja ? dan bagaimana dengan anakku?” tanya Kyuhyun antusias, terlihat sekali ia begitu bahagia pada hal dokter itu belum mengatakan apa-apa.

 

Kemudian seorang suster keluar dari ruangan itu dengan menggendong sebuah buntalan yang di dalamnya membalut seorang bayi yang masih begitu polos. Mata Kyuhyun terbelalak melihat bayi itu, ia masih tidak percaya bahwa anaknya telah lahir ke dunia. Hyukjae dan hyerin juga langsung mendekati suster tersebut.

“Selamat Tuan, anak anda seorang namja. Istri anda sedang beristirahat jangan ada yang mengganggunya terlebih dahulu” terang sang dokter pada Kyuhyun. Namja itu langsung mengangguk mengiyakan.

“Ne, gamsahamnida uisa-nim” ujar Kyuhyuh. Setelah itu Kyuhyun, Hyukjae dan Hyerin langsung mendekati suster yang menggendong bayi tersebut.

 

“Hati-hati tuan” ujar suster tersebut ketika menyerahkan bayi mungil itu ke tangan Kyuhyun. Kyuhyun tidak dapat menghentikan senyumnya, di lihatnya bayi itu menggeliat pelan di dalam gendongannya. Lama-kelamaan pergerakannya semakin aktif membuat perasaan bangga Kyuhyun semakin memuncak. Mata bayi itu mengerjap-ngerjap berusaha membuka matanya, sungguh pemandangan yang sangat lucu dan mengagumkan. Melihat kebahagiaan di hadapannya, Hyerin jadi tersentuh dan tanpa sadar ia malah memeluk lengan Hyukjae yang berdiri di sampingnya.

“Lihat dia menyentuh jariku” seru Hyukjae ketika ia menyentuh tangan bayi itu kemudian sang bayi merespon balik jari telunjuk Hyukjae.

“Omo… Neomu kyeopta” ucap Hyerin berbinar-binar. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada bayi itu, kemudian menciumi dengan lembut wajah putranya tersebut.

“Euunng… Hek… Hek… Hek… Hoeee… Hoeee” Kyuhyun terkaget-kaget saat bayi itu mulai resah dan tangisannya pecah, ia jadi panik sendiri. Ia masih belum tau cara mendiamkan bayi yang menangis.

 

“Kemari… Berikan padaku” Hyerin mengulurkan tangannya dan mengambil bayi itu dari Kyuhyun. Hyerin kemudian menimang-nimangnya, Kyuhyun mendesah lega saat tangis anaknya perlahan mulai berhenti berkat Hyerin.

“Kau belum pantas jadi ayah” komenter Hyukjae.

“Jangan menertawaiku, kau saja belum merasakannya” jawab Kyuhyun mencibir Hyukjae.

“Hyerin-ah ayo kita menikah dan membuat anak juga” ujar Hyukjae sembarangan. Hyerin, yeoja itu langsung memelototinya. Kyuhyun hanya tersenyum-senyum tidak jelas.

**

 

Sesudah mendapatkan info dari orang-orang sekitar area gedung apartemen, Ryeowook segera melajukan mobilnya ke rumah sakit yang di katakan orang tadi. Ada perasaan sedih yang terselip di hatinya mengetahui Soojin melahirkan, ia meremas setiran saat mengendarai mobil itu. Dengan cepat ia sampai di rumah sakit sekitar pukul 8 malam. Tanpa di duganya namja itu bertatap muka dengan Seorin, ia lupa bahwa Seorin adalah asisten dokter disini.

“Annye..ong” sapa Ryeowook terlebih dahulu, yeoja itu hanya tersenyum kecil ia tahu maksud kedatangan Ryeowook ke sini.

“Kau pasti ingin melihat Soojin kan ?” tebak Seorin langsung.

“Nde ?” ujar Ryeowook yang tampak tak fokus.

“Ah anio…” jawab Seorin sambil menggeleng.

 

Saat Ryeowook mulai melangkah, ia merasakan sebuah tangan melingkari lengannya. Seorin yang melakukan itu. Ryeowook melempar tatapan yang berarti Ada-Apa-Lagi.

“Bisa kita bicara sebentar ?” tanya Seorin. Ryeowook menjauhkan tangan Seorin dari lengannya.

“Baiklah, tapi paling lama 10 menit” ucap Ryeowook. Seorin mengerti mengapa sikap Ryeowook begitu, karena ini tidak lepas dari pertemuan terakhir mereka malam itu yang sempat berdebat kecil dan berakhir dengan ucapan Seorin bahwa yeoja itu tak ingin melihat wajah Ryeowook lagi. Tapi kenyataannya sekarang ia yang malah ingin berbicara dengan namja itu. Seorin lalu mengajak Ryeowook ke sebuah taman  masih di dalam area rumah sakit.

 

“Jangan temui yeoja bernama Soojin itu lagi” ujar Seorin memberanikan dirinya mengeluarkan kata tersebut. Ryeowook mendelik padanya.

“Apa alasanmu mengatakan hal seperti itu padaku?” tanya Ryeowook balik, sebetulnya ia tidak terima dengan pernyataan Seorin barusan.

“Dia memiliki keluarga, ia mempunyai suami yang sangat mencintainya dan mereka juga sudah memiliki seorang anak. Untuk apa kau mengusik mereka yang sudah bahagia ?” jelas Seorin panjang lebar. Ryeowook mengatur helaan nafasnya yang mulai tak beraturan akibat perkataan yeoja di hadapannya itu. Ryeowook mengakui Seorin cukup berani untuk mengatakan hal ini padanya.

“Sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan ?” tanya Ryeowook tersenyum sinis.

“Carilah kebahagiaanmu sendiri, orang yang kau cintai sudah bahagia dengan suami dan anaknya”

Ryeowook sudah sangat panas mendengar setiap perkataan dari mulut Seorin yang langsung menyindirnya secara terang-terangan. Namja itu hendak melangkah pergi dari sana hingga tiba-tiba.

*GREP*

“Bukankah kau tadi menanyakan alasan mengapa aku melarangmu menemui Soojin ? alasannya karena aku mencintaimu” ungkap Seorin. Yeoja itu masih tetap mempertahankan tangannya yang memeluk tubuh Ryeowook dan menyandarkan kepalanya di punggung namja itu.

“Tidak bisakah kau merasakan perasaan ku untuk mu ? kenapa aku sering cemburu dan marah-marah saat kau berdekatan dengan Soojin ? itu karena aku mencintaimu” jelas  Seorin lagi.

Ryeowook tak membalas apapun perkataan Seorin, entah bagaimana caranya namja yang dulunya termasuk periang itu sekarang menjelma menjadi namja dingin seperti saat ini. Perlahan ia melepaskan tangan Seorin lalu membalikkan badannya menatap yeoja itu.

“Maaf…” ujarnya dengan kepala tertunduk yang setelah itu pergi meninggalkan Seorin seorang diri. Yeoja itu terduduk di salah satu bangku taman, pipinya membentuk sebuah aliran sungai kecil. Lagi-lagi namja bernama Kim Ryeowook itu membuatnya menangis.

**

 

Soojin POV

Aku tersenyum melihat ayah dan ibuku di seberang sana, mereka juga tersenyum menatapku. Pelan-pelan aku mendekatkan diriku pada mereka, tempat ini sangat indah. Semuanya berwarna putih, aku dan ibu mengenakan gaun putih yang cantik. Yang membuatku heran ada seorang anak kecil berdiri di samping ayah dan ibuku, dia sangat tampan dan mirip seseorang hmm… entah lah aku lupa siapa orang itu. Yang ku ingat sekarang ini hanya ayah dan ibu dan aku ingin bersama-sama dengan mereka. Tangan kiri dan kananku masing-masing telah di genggam oleh ayah dan ibu, aku sangat senang mereka akhirnya mengajakku tinggal bersama mereka. Kakiku sudah akan melangkah mengikuti  kedua orang yang amat ku cintai ini ketika ku dengar tangisan anak kecil. Owh aku melupakan namja kecil itu, namja yang berdiri di samping ibu dan ayah ku tadi. Tangan mungilnya menarik-narik gaunku, ku tolehkan kepalaku padanya.

“Kau kenapa menangis, hm?” tanyaku.

“Eomma jangan kesana, ayo kita pulang”

Eo..eomma? siapa yang di panggilnya eomma? Ia menarikku ke arah yang berlawanan sambil terus menangis.

“Kemana orang tua mu ? kau tersesat?” aku berjongkok menyamaratakan tinggiku dengannya.

“Ayo pulang eomma, jangan ke sana” ia menunjuk pada kedua orang tuaku yang tanpa sepengetahuanku malah pergi menjauh ke sebarang sana tanpa mengajakku. Aku ingin mengejar ayah dan ibuku tetapi anak itu semakin mengeratkan cengkramannya di gaunku.

“Eomma Appa jangan tinggalkan aku!!” jeritku keras. Sekeras jeritanku sekeras itu pula anak tersebut menangis meminta agar aku tidak pergi. Orang tuaku hanya tinggal seberkas bayangan hingga akhirnya biasan cahaya dari atas menelen sosok ayah dan ibuku, melenyapkannya dari pandanganku. Tidak! Ini tidak boleh terjadi, aku tidak mau di tinggalkan untuk yang kedua kalinya.

“ANDWE !!!!”

 

Author POV

“ANDWE !!!!” Soojin menjerit keras hingga membangunkan Kyuhyun yang tertidur di sebuah kursi yang berdekatan dengan ranjang Soojin. Yeoja itu terduduk dengan nafas terengah-engah dan peluh yang  mengucur bebas di pelipisnya.

“Hah..hah..hah…” Soojin baru saja mengalami mimpi buruk, bahunya naik turun tak beraturan. Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum saat tahu Soojin telah sadar. Karena efek dari mimpi mengerikan itu reflek Soojin langsung memeluk Kyuhyun yang sudah berdiri di sampingnya.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun mengusap-ngusap punggung Soojin.

“Aku tadi bertemu eomma dan appa” cerita Soojin.

“Lalu ?” Kyuhyun mendengarkan dengan sabar cerita Soojin. Namja itu tersenyum kecil mengingat yeoja itu masih belum dalam keadaan sadar sepenuhnya, terbukti ia tidak sedikitpun menanyakan tentang bayi mereka.

“Lalu mereka pergi meninggalkanku di saat aku sedang menghampiri seorang kecil yang menangis”

“Kenapa kau menghampirinya ?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak tega melihatnya menangis”

“Itu pasti anak kita” jawab Kyuhyun. Soojin langsung teringat sesuatu, ia melepaskan pelukannya kemudian meraba perutnya yang sudah rata itu.

“Mana bayiku ?” tanya-nya yang seketika sadar merasakan perutnya telah mengempis.

 

 

 

Kyuhyun menjuah perlahan dari Soojin, ia berjalan mendekati sebuah box bayi yang terletak tak jauh dari sana. Mata Soojin terbuka lebar saat Kyuhyun tengah menimang seorang bayi di pangkuannya. Yeoja itu menanti dengan tak sabaran Kyuhyun sampai di hadapannya.

“Bayiku ?” gumam Soojin memperhatikan makhluk yang baru beberapa jam melihat dunia itu.

Kyuhyun langsung menyerahkan bayi tersebut ke dekapan Soojin. Bayi tampan itu nampaknya tertidur dengan pulas, tetapi bibirnya bergerak-gerak kecil. Soojin menyentuhkan telunjuknya ke setiap inci wajah anaknya itu. Mulai dari bulu mata, hidung, pipi hingga bibirnya nan kecil. Ia menatap takjub bayi itu, sesuatu yang selama 9 bulan ini di kandungnya telah lahir ke dunia.

“Kita beri nama siapa ?” tanya Kyuhyun.

“Aku belum menyiapkan nama untuknya” jawab Soojin. Ia sebenarnya sudah dari dulu ingin membicarakan soal nama bayi dengan Kyuhyun, namun seperti yang di ketahui akhir-akhir ini hubungan mereka memburuk hingga jarang bertemu. Soojin sangat ingin memutuskan nama bayi secara bersama-sama, makanya sampai detik ini ia belum menyiapkan nama karena menunggu Kyuhyun.

“Hyunsoo…Cho Hyunsoo” ujar Kyuhyun.

“Bagaimana? ‘Hyun’ dari ‘Kyuhyun’ dan ‘Soo’ dari ‘Soojin’” tanya Kyuhyun meminta pendapat Soojin.

“Cho Hyunsoo…” ujar Soojin mengeja nama pemberian Kyuhyun itu. Namja tersebut menatapnya menanti jawaban Soojin.

“Ya, aku setuju. Namanya Cho Hyunsoo”

Kyuhyun lalu merangkul Soojin dan bayi yang baru saja di beri nama Hyunsoo itu dalam satu pelukan.

“Kita tidak akan berpisah lagi” ujarnya sembari tersenyum. Soojin tertegun mendengar itu, ada sedikit masalah yang mengganggunya. Ia ingin membicarakan tentang itu dengan Kyuhyun, tapi ia takut itu akan menimbulkan permasalahan lagi. Akhirnya ia hanya bisa memaksakan sebuah senyuman kaku.

**

 

Di luar sana tanpa sepengetahuan mereka berdiri seorang yeoja memperhatikan keberlangsungan keluarga kecil itu dari balik pintu kaca ruangan tersebut. Ia membekap mulutnya sendiri agar tidak menimbulkan suara isakannya. Hyemi, yeoja itu memperhatikan Kyuhyun dan Soojin serta bayi mereka dari kejauhan. Dagunya bergetar, andai ia yang berada di posisi Soojin sekarang ini ia takkan mengharapkan kebahagiaan lain. Angan-angan yang di rangkainya dulu sukses di rebut Soojin, menjadi istri dan memiliki anak dari Kyuhyun. Hatinya semakin perih melihat ini, yeoja itu ingin melupakan semua ini dan memulai sesuatu yang baru di hidupnya namun rasa kebencian itu semakin beranak-pinak di dalam dirinya. Ia tidak bisa menghentikan perasaan buruk itu.

“Aku tidak mungkin berakhir buruk seperti ini” ucap Hyemi dengan suara kecil. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat meyakinkan dirinya bahwa ini semua belum berakhir.

**

 

Tujuh hari setelah kelahiran Hyunsoo, Kyuhyun dan Soojin kembali tinggal di apartemen. Sampai saat ini belum ada kejelasan untuk permasalahan rumah tangga mereka yang nyaris kandas jika saja bayi mungil itu tak cepat muncul ke dunia. Kehadiran Hyunsoo membuat mereka sejenak melupakan masalah tersebut, Kyuhyun dan Soojin lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan Hyunsoo kecil meski ada sedikit kecanggungan mewarnai kehidupan mereka.

 

Sekarang ini Kyuhyun sedang memperhatikan Soojin yang tengah mengganti celana Hyunsoo, bayi itu lagi-lagi mengompol di tengah malam seperti ini. Yeoja itu bermain-main sembari memasangkan celana Hyunsoo. Beberapa kali terdengar suara Hyunsoo berguman-gumam tak jelas mengisi ruang itu. Tanpa di sadari Kyuhyun malah tersenyum-senyum melihat pemandangan itu. Bayi itu tidak rewel sama sekali namun yang menjadi masalahnya adalah ia terlalu aktif di malam hari di banding siang hari yang kebanyakan hanya tidur. Itu membuat Soojin dan Kyuhyun selalu bangun tengah malam selama tujuh hari ini, mungkin untuk ke depannya juga harus begini. Kyuhyun menurunkan kakinya ke lantai kemudian berjalan ke arah Soojin dan Hyunsoo. Bayi itu sekarang berada di pangkuan Soojin, karena sedari tadi ia tidak mau tidur, maka dari itu Soojin menggendongnya agar capat tertidur.

 

“Biar aku yang menggendongnya, kau lelah kan ?” ujar Kyuhyun sembari meminta Hyunsoo pada Soojin. Yeoja itu menggeleng sambil terus menimang Hyunsoo.

“Tidak perlu, ini memang tugasku” jawab Soojin.

“Siapa bilang ? aku ayahnya, jadi aku juga memiliki tugas yang sama denganmu. Ayo, berikan Hyunsoo padaku” ucap Kyuhyun. Mau tak mau akhirnya Soojin membiarkan Kyuhyun menggendong bayi itu.

Mata Hyunsoo malah mengerjap-ngerjap lebih sering ketika melihat wajah Kyuhyun. Anak itu seolah mengerti bahwa yang di depannya itu adalah ayahnya. Kyuhyun mencubit-cubit pelan pipi gembul Hyunsoo, melihat bayi itu bergerak-gerak ceria Kyuhyun sangat senang.

“Jangan memegangi pipinya terus, nanti Hyunsoo tidak mau makan” sergah Soojin karena melihat kegiatan Kyuhyun itu.

“Benarkah ? bukankah itu hanya mitos ? kau terlalu percaya pada hal-hal seperti itu” jawab Kyuhyun sambil terus melanjutkan kegiatannya membuat bayi itu makin candu bergerak-gerak.

“Kyu… kau membuatnya tambah tidak mau tidur” keluh Soojin melihat tingkah anak dan ayah itu.

*DRRRTTT*

Ada sebuah pesan masuk di Handphone Soojin, ternyata itu dari jiwoo.

Kau sudah membaca email yang oppa kirim kan ?

Diam-diam tanpa sepengetahuan Kyuhyun karena asyik dengan Hyunsoo, Soojin membuka pesan itu membaca lalu membalasnya dengan satu kata.

Ne “ kemudian tangannya menyentuh tulisan ‘send’ pada layar ponsel tersebut.

 

Soojin pergi ke kamar mandi, setelah berada di dalamnya ia segera mengunci pintu tersebut. Lalu ia bersandar pada pintu itu. Yeoja itu sedang menyembunyikan sesuatu dari suaminya, sehari sebelum melahirkan hari itu Soojin menerima kiriman email dari Jiwoo. Email itu berisi penjelasan Jiwoo mengenai masalah yang di katakan Soojin waktu itu, kakaknya itu telah menemukan jalan keluar yang menurutnya pantas untuk Soojin.

Dalam beberapa hari dari sekarang oppa akan mengirimu paket, di dalamnya sudah ada paspor perjalananmu. Kau hanya perlu menandatanginya setelah itu semua beres dan kau bisa berangkat ke jepang”

Kata-kata terakhir yang di tulis Jiwoo di email itu masih teringat dengan sempurna di benak Soojin. Ia telah menyesali perbuatannya yang terlalu ceroboh menceritakan tentang masalah rumah tangganya itu pada Jiwoo. Ia tahu bagaimana sifat Jiwoo, jika bertindak ia tidak akan setengah-setengah. Dan yang di rasakan Soojin saat ini adalah tidak mau berpisah dengan Kyuhyun. Ia merutuki dirinya sendiri yang bertindak gegabah pada saat itu. Kini semua memusingkannya, ia tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi Kyuhyun jika tau masalah keberangkatannya ini. Namja itu pasti tidak akan membiarkan Soojin pergi begitu saja terlebih Hyunsoo.

 

“Soojin-a… Kau dimana? Liatlah anak ini akhirnya tertidur” terdengar suara Kyuhyun memanggilnya, Soojin cepat-cepat bercermin di kaca westafel. Ia ingin memastikan bahwa di wajahnya tidak ada yang salah agar nanti Kyuhyun tidak curiga.

“Huuh…” desah dengan menggembungkan kedua pipinya, setelah itu ia membuka pintu dan berjalan keluar. Di lihatnya Kyuhyun sedang membaringkan tubuh kecil Hyunsoo di box bayi, Soojin sebenarnya tidak lihai dalam hal berbohong. Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak ingin merusak moment baik yang telah berlangsung selama tujuh hari ini.

 

Soojin POV

Aku berjalan mendekatinya, aku bisa dengan jelas melihatnya begitu mencintai Hyunsoo. Bayi itu seperti duplikat dirinya, sangat tampan. Aku merundukkan kepalaku mendekatkan wajahku pada Hyunsoo, hidungku dan hidung Hyunsoo menempel kemudian menciumnya tepat di bibir mungilnya. Aku melihatnya menggeliat, segera ku jauhkan wajahku dari sana khawatir dia akan terbangun lagi.

Aku berbalik dan saat itu aku melihat wajah Kyuhyun yang menatapku dengan tatapan teduh.

“Kajja! Kita tidur, ini sudah pukul 3 pagi” ia menarik tanganku pelan . Aku mengikuti langkahnya dari belakang. Tiba-tiba perasaanku membuncah, aku tidak ingin tidur malam ini. Itu akan semakin mempersempit waktuku dengan Kyuhyun. Tanpa ragu lagi aku segera memeluknya dari belakang.

“Soojin-a…” aku mendengarnya mengucapkan namaku, tapi aku tidak menghiraukan itu. Aku hanya sangat merindukannya. Setelah berlalu beberapa detik aku melepaskan tanganku yang memeluknya sangat erat. Perlahan ia membalikkan tubuhnya ke belakang menatapku. Oh tidak, jangan biarkan ia melihat ada sesuatu yang aneh dariku.

“Kau kenapa ? Hari ini kau berbeda” ujarnya dengan raut bingung.

“Tidak apa-apa” jawabku sebisanya, aku hanya bisa memperlihatkan wajahku pada lantai atau dengan kata lain aku hanya menunduk. Hatiku terlalu bergetar kuat jika memandang wajahnya, aku tidak sanggup membohonginya lebih jauh.

“Hey, tegakkan kepalamu” tangannya meraih daguku membuat kepalaku mendongak dan lantas bertemu pandang dengannya.

“Kau kenapa ? Apa ada masalah, hm?”

Ku tatap kedua matanya, apakah tatapan lembut ini masih ada jika ia tahu apa yang sedang ku sembunyikan? Aku takut tatapan itu tidak akan ku lihat lagi, aku benar-benar mencintainya.

“Tidak, aku baik-baik saja” balasku. Kedua tanganku menyentuh dadanya.

“Aku hanya merindukanmu” ujarku pelan. Ada sesuatu yang meraba pinggangku, aku hanya membiarkan itu, aku tidak ingin menghentikannya kali ini.

“Nado” ucapnya tepat sebelum bibirnya menempel di bibirku, bisa ku pastikan sekarang kedua tangannya saling mengait menarik pinggangku.

 

Aku mengikuti setiap pergerakan yang di berikannya, aku tidak ingin lagi munafik. Selama ini aku selalu membuatnya seakan-akan hanya dirinya yang menginginkanku. Aku juga menginginkannya, aku tidak akan menyembunyikan itu lagi. Dia mempermainkan bibirku dengan telaten, tidak ada kesan tergesa-gesa. Aku senang bisa melihatnya dari jarak sedekat ini, kami nyaris tidak berjarak. Ku lihat ia tersenyum di sela-sela ciuman kami ketika menadapatiku tengah menatap wajahnya. Tanganku perlahan mengalung di lehernya, ia semakin memperdalam ciuman ini. Aku juga tidak akan melepaskan ini jika ia belum menginginkan itu, aku membiarkannya mengusaiku perasaan dan fisikku hari ini. Karena selama ini aku belum memberikan apapun untuknya. Kyuhyun tidak mengabaikan bibirku barang sedetikpun, aku membalas dengan perlakuan yang sama.

 

Kyuhyun POV

Aku menyudahinya, dia menatapku dengan pandangan yang sulit di artikan, aku suka melihat bibirnya yang memerah karena ciumanku.

“Ini hanya milikku” ibu jariku menyentuh tepat pada bibirnya.

“Ya, semuanya milikmu” jawabnya yang membuat senyumku merekah.

“Sebaiknya kita tidur, aku tidak mau kita bangun kesiangan” ucapku padanya. Kenapa aku merasakan ada sesuatu yang lain ? aku tidak bisa menemukan kebagiaan di sorot matanya. Kenapa ? bukankah tadi ia yang memulai lebih dulu ? tapi kenapa dia tidak tampak bahagia ? apakah ia terpaksa kembali padaku ?

“Apa kau masih mencintaiku ?” tanyaku. Aku ingin kepastian agar hatiku berhenti mengkhawatirkan ini. Kami sudah hidup nyaman bertiga dengan Hyunsoo tapi masalah ini sepertinya belum benar-benar berakhir.

“Kenapa kau bertanya seperti itu ? tentu saja aku mencintaimu” jawabnya. aku tersenyum puas. Puas ? tidak, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Aku tahu Soojin sedang berusaha menutupi sesuatu dariku.

“Hm…Baiklah, kajja kita tidur”

 

Author POV

Ryeowook menyentuhkan jarinya pada tuts-tuts piano. Ia memejamkan mata merasakan sensasi lain saat semua yang ada di fikirannya dapat ia tumpahkan melalui sebuah iringan musik. Tuts-tuts piano tersebut mulai terbenam ke bawah secara bergantian karena tekanan dari jari-jarinya yang lantas menghasilkan sebuah nada indah. Ryeowook memainkan sebuah musik instrumental ‘Memories’ . Tepukan tangan menggema di seluruh ruangan ketika lagu itu mulai melantun. Saat ini Ryeowook berada di sebuah acara musical di kampusnya, panggung gelap hanya ada sebuah lampu sorot yang menerpa tubuh Ryeowook. Namja itu begitu serius saat penampilannya, lagu pertama berakhir yang kemudian di lanjutkan oleh musik instrumen ‘Bittersweat’. Lagu yang memiliki ketukan gairah ceria tersendiri, lampu panggung yang tadinya hanya sebuah lampu sorotan sekarang berubah menjadi kelap-kelip. Ryeowook mengukir sebuah senyum kala di pemuncak lagu tersebut. Ia dengan sukses memainkan  musik instrumen kedua lagu itu. Tepuk tangan kembali ia dapatkan, namun kali ini berkali-kali lipat dari tepukan di awal. Tatapan Ryeowook berhenti di bagian kiri kursi penonton, disana ia melihat sesosok yeoja yang di kenalnya. Itu Seorin! Pada hal Ryeowook mengira yeoja itu takkan mau datang  tapi perkiraannya salah. Ryeowook menunjukkan raut keheranan saat beberapa detik setelah itu ia tidak melihat lagi Seorin di kursi itu, yeoja itu langsung melarikan diri setelah ia menyadari Ryeowook memperhatikannya dari panggung sana. Ryeowook berdecak kesal melihat hal tersebut, entah kenapa ia tidak suka melihat Seorin pergi begitu saja.

 

Cepat-cepat Ryeowook membungkuk hormat kepada penonton yang masih menyuarakan tepukan tangan untuknya. Kemudian ia menyerahkan microfon yang seharusnya di gunakan untuk berpidato mengakhiri permainan musiknya pada seorang MC di acara itu.

“Ya! Ryeowook-ssi kau mau kemana ?” tanya MC itu kaget. Ryeowook tak menjawabnya, ia lebih fokus berlari untuk menemui Seorin.

**

 

Pagi ini Soojin dan Kyuhyun sedang sarapan bersama. Hyunsoo belum bangun, seperti biasa bayi itu akan bangun telat setiap pagi. Soojin mengumpulkan piring dan gelas kotor setelah selesai makan, ia mengenakan apron untuk mulai bekerja membersihkan dapur

“ Appa menyuruh kita tinggal di rumahku, apa kau mau ?” tanya Kyuhyun. Soojin terhenti dari kegiatannya mencuci piring. Apa yang harus di jawabnya ? tinggal di apartemen ini saja belum tentu yeoja itu bisa mengingat email yang di kirimi oleh Jiwoo, apa lagi tinggal di rumah keluarga Cho.

 

Soojin hendak menjawab ketika ia mendengar suara Hyunsoo menangis dari dalam kamar mereka.

“Hoeeee…hoeeee…”

“Biar aku saja, kau lanjut saja mencuci piring” ujar Kyuhyun mencegah Soojin yang ingin menghampiri Hyunsoo di kamar.

 

*TING TONG*

Soojin berjalan ke arah pintu, sebelumnya ia melihat ke layar intercom dulu. Yeoja itu membukakan pintu, ia melihat seseorang mengenakan topi berdiri di hadapannya.

“Aghassi ada titipan paket untukmu, tolong tanda tangan dulu disini sebagai bukti anda telah menerima paketnya” ujar kurir itu sambil menyerahkan sebuah amplop coklat berukuran besar pada Soojin. Setelah selesai dengan kurir tersebut Soojin cepat-cepat membuka amplop coklat itu. Matanya terbelalak ketika menemukan paspor dan segala surat-surat kepindahan di dalamnya, ini pasti paket yang di maksud oleh Jiwoo. Pintu yang ada di belakangnya mendadak terbuka, Soojin kaget hingga ia menjatuhkan amplop coklat besar itu ke bawah.

“Siapa yang datang ?” tanya Kyuhyun berdiri di depan pintu. Yeoja itu membalikkan tubuhnya dengan sedikit gemetaran, ia lantas menginjak amplop yang berada tepat di belakang tubuhnya itu. Hanya satu harapannya saat ini, jangan sampai Kyuhyun melirik ke bawah.

“Itu…tadi… orang salah alamat ” ucap Soojin dengan asal jawab. Kyuhyun melipat tangannya di depan dada.

“Jeongmal ?” tanya Kyuhyun seakan tak percaya dengan kata-kata Soojin.

“Benar” Soojin mengangguk cepat.

“Oh ya sudah kalau begitu. Hyunsoo sepertinya haus, cepatlah masuk ke dalam” ujar Kyuhyun seraya masuk ke dalam mendahului Soojin. Yeoja itu mendesah lega, setelah memastikan Kyuhyun benar-benar telah masuk ke kamar Soojin segera memungut amplop besar kembali. Kepalanya menduduk menatap benda tersebut.

**

 

Pagi ini Hyemi telah bersiap pergi ke suatu tempat, susah payah ia menemukan alamat tersebut. Ia hendak pergi ke studio photo tempat Kyuhyun bekerja karena ia tidak bisa lagi pergi ke apartemen Kyuhyun untuk menemuinya sebab disana sudah pasti ada Soojin dan anaknya juga. Ia mempunyai tujuan tertentu, entahlah tidak ada yang bisa menebak sifat yeoja ini. Belum sempat Hyemi memasuki studio itu, seseorang yang tidak di harapkannya muncul.

“Haissh dia lagi.. Ck..” decaknya kesal seraya memperhatikan Sungmin yang sedang mengantarkan adiknya. Yeoja itu berniat berbalik arah, ia ingin menunggu namja itu pergi dulu dengan mampir ke sebuah cafe di seberang sana. Beberapa saat Hyemi duduk di cafe itu matanya kembali mengamati pintu masuk studio, di lihatnya namja bernama Sungmin itu sudah tak ada lagi disana. Hyemi memegang satu cup black coffee lalu melenggang keluar dari cafe itu dan tanpa duga…

*BRUKK*

“Ah, mianhae” ucap Hyemi yang langsung meminta maaf karena melihat kemeja putih seseorang yang di hadapannya itu langsung berubah menjadi warna coklat karena tumpahan minumannya.

Orang itu ternayata Sungmin! Ia meringis kecil mendapati kemejanya kotor.

“Aigoo,,, eotteokhe…aku sekarang ada ujian di kampus” keluh Sungmin. Hyemi masih ingat dengan suara khas itu, ia menegakkan kepalanya. Astaga! Kenapa dunianya sempit sekali ? ia malah bertabrakan dengan orang yang tak di harapkannya.

“Kau… lagi !?” ujar Sungmin setelah memperhatikan dengan jelas wajah Hyemi.

**

 

“Hyerin-ah, kenapa kau masih saja marah padaku ?” ujar Hyukjae pada yeoja di sampingnya. Hyerin melepaskan nafas kasar, ia malas menatap wajah namja itu. Sekarang mereka sedang terdiam di dalam mobil yang terparkir di dekat area sungai Han.

“Kita ini sudah bertunangan tetapi kenapa sikapmu masih begini ?” Hyukjae memutar tubuhnya mengahadap Hyerin. Yeoja itu nampak acuh tak acuh.

“Hyerin-ah kalau aku sedang bicara tolong dengarkan” ucap Hyukjae memperingati.

“Apa?” tanggap Hyerin ketus.

“Oh ayolah jangan bersikap kekanakan begini lagi, orang-orang yang seumuran dengan kita saja seperti Kyuhyun dan Soojin sudah memiliki anak. Tapi kenapa kenapa kita masih bersikap egois satu sama lain layaknya anak-anak ? kau masih marah karena kejadian di cafe itu ?” tanya Hyukjae bertubi-tubi. Hyerin semakin malas mendengarkannya.

“Hyukjae-ssi kau tidak salah bicara ? bukannya kau yang selalu kekanakan?” balas Hyerin.

“Aku ?”

“Kau tidak sadar kalau kau itu terlalu pencemburu ?”

“Itu… itu… karena aku aku terlalu mencintaimu” jawab Hyukjae terbata.

“Benarkah ? jika kau mencintaiku kenapa akhir-akhir ini kau sering mengunjungi rumah sakit ?”

“Rumah sakit ? apa hubungannya ?” pikir Hyukjae heran.

“Asih, yeoja itu. Yeoja bernama Kang Seorin itu, kau menyebalkan!” Hyerin kemudian keluar dari mobil dan membanting pintu mobil kasar. Hyukjae langsung mengerti, ia terkekeh pelan. Padahal ia membayangkan ada masalah serius yang membuat Hyerin marah padanya, tapi ternyata hanya masalah cemburu.

“Dia cemburu pada Seorin… Aigoo” Hyukjae menggeleng kecil ia langsung menghampiri Hyerin.

“Kau cemburu Hyerin-ah” ujar Hyukjae setelah berada di depan yeoja itu.

“Ne, aku cemburu!” jawab Hyerin ketus dan membentak.

“Bagaimana rasanya ? itu juga yang ku rasakan saat aku cemburu karenamu”

“Ya! Kau…” bentak Hyerin semakin emosi mendengar ucapan Hyukjae.

“Berhenti berteriak, kau membuat orang berpikir aku menjahatimu” Hyukjae menutup mulut Hyerin dengan tangannya. Yeoja itu malah menggigit tangan Hyukjae sehingga namja itu menjerit keras.

“Ouh… Appo!”

“Rasakan siapa suruh menutup mulutku”

“Kau benar-benar tak bisa diam Park Hyerin ?”

“Biar! biar saja orang tahu kau jahat, kau menyebalkan, kau namja pencemburu yang Mmph…” teriak Hyerin yang terhenti karena Hyukjae mengunci mulutnya dengan sebuah ciuman.

“Kau brengsek” gumam Hyerin sambil menyeka sudut bibirnya setelah ciuman itu terlepas.

“Tapi kau mencintai namja brengsek ini kan ?” ujar Hyukjae sembari menahan kedua tangan Hyerin agar lebih fokus menatap matanya dan menghentikan aksi berontak yeoja itu.

“Will You marry me ?” tanya Hyukjae sambil berlutut di hadapan Hyerin.

**

 

Kyuhyun sedang berada di rumah, saat ini ia hanya tinggal berdua dengan Hyunsoo. Soojin pamit pergi keluar dengan alasan bertemu Hyerin. Kyuhyun percaya-percaya saja, mulai hari ini ia tidak akan datang ke studio itu lagi. Sebab kemarin ia telah mengundurkan diri pada Tuan Choi pemilik studio tersebut. Tanpa memberitahu Soojin mulai besok ia akan mulai bekerja di perusahaan keluarga Cho.

 

 

“Hyunsoo anak appa, kenapa kau bisa setampan ini hm ?” Kyuhyun mencium tangan bayi itu dengan lembut.

“Kau rindu eomma ? sebentar lagi eomma pulang” ucap Kyuhyun berbicara sendiri tanpa mendapat jawaban dari bayi yang di ajaknya bicara.

Hyunsoo tersenyum membuka mulutnya memperlihatkan barisan gusinya yang polos tanpa gigi.

“Kapan gigimu tumbuh ? Cepatlah besar supaya kita bisa pergi bermain bersama” ujar Kyuhyun sekali lagi.  Sampai Hyunsoo tertidur kembali, Soojin masih belum juga pulang. Namja itu sangat bosan di rumah tanpa melakukan apa-apa, ia teringat tentang percakapannya tadi pagi dengn Soojin. Mengenai kepindahan mereka ke rumah keluarganya. Soojin belum sempat memberikan jawaban karena tadi terhalang oleh Hyunsoo yang menangis, namun Kyuhyun mengartikan bahwa jawaban Soojin adalah ‘iya’. Kyuhyun salah pengertian, lalu dengan sedikit menyugingkan senyum ia berpikir akan lebih baik jika mempersiapkam semuanya dari sekarang sebelum Soojin pulang. Lagi pula Hyunsoo juga sedang tidur jadi Kyuhyun bisa melakukan sesuatu.

 

Kyuhyun berjalan menuju lemari pakaian, ia mengeluarkan pakaiannya dan pakaian Soojin untuk di masukkan ke dalam koper. Saat membongkar pakaian Soojin sesuatu jatuh dari lipatan pakaian yeoja itu. Kyuhyun memungutnya, benda itu amplop yang tadi pagi!

“Apa-apaan ini ??” umpatan itu meluncur dari mulut Kyuhyun saat ia membuka amplop tersebut. Matanya tak berkedip membaca surat-surat kepindahan yang ada di dalamnya, di sana juga ada passpor perjalanan atas nama istrinya Han Soojin.

“Haah…” dengusnya keras, ia sudah tidak sabar menunggu Soojin pulang dan menanyakan tentang ini. Kyuhyun memutuskan untuk menelepon Hyerin, ia mulai curiga.

“Yeoboseyo ? Hyerin-ah apakah Soojin sekarang bersama-mu ?”

Tidak

“Kau yakin ?”

Tentu saja, di sampingku sekarang ada Hyukjae. Kau bisa bertanya padanya

“Oh begitu, ya sudah. Annyeong”

Annyeong

Ini semakin memperburuk pikiran Kyuhyun, Soojin bahkan sudah bisa membohonginya.

**

Lima belas menit kemudian akhirnya seorang yeoja turun dari sebuah taxi. Ia berjalan seperti biasa menuju ke apartemennya. Baru sebentar berpisah dengan Hyunsoo rasanya ia sudah sangat merindukan bayi itu. Soojin menutup pintu apartemen setelah berhasil membukanya, ia bisa melihat Kyuhyun sedang duduk di sofa ruang menonton televisi.

 

Tanpa merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Kyuhyun, Soojin menghampirinya dan ikut duduk di sofa yang berhadapan dengan Kyuhyun.

“Apakah Hyunsoo rewel selama aku pergi ?”

Kyuhyun langsung melempar tatapan marahnya pada Soojin, ia menghempaskan amplop yang sedari tadi ia pegang ke atas meja di hadapan Soojin.

“Apa maksudmu dengan ini HAH?” tanya Kyuhyun dengan suara yang langsung meninggi.

“Kyu… i… ini…” Soojin terkesiap, ia tidak menyangka Kyuhyun akan menemukan amplop itu.

“Jadi ini alasan semalam kau bersikap manis padaku ? ” ujar Kyuhyun dingin.

“Bukan, bukan begitu…” jawab Soojin pelan, ia menundukkan kepalanya. Ia tidak memiliki keberanian membalas tatapan Kyuhyun pertanda memang ia yang salah.

“Apa kau puas berhasil mempermainkan hatiku ? memberiku kebahagiaan sesaat sebelum kau pergi, memuakkan” tutur Kyuhyun dengan marahnya. Ia merasa di bohongi habis-habisan, selama ini ia tidak pernah menyembunyikan apapun dari Soojin. Perkiraannya yang mengira hidup mereka akan baik-baik saja setelah Hyunsoo lahir ternyata salah besar.

Soojin benar-benar merasa bersalah mendengar kalimat Kyuhyun, ia sudah tau akan jadi seperti ini. Seharusnya dari awal ia memberi tahu Kyuhyun soal ini.

“Jika kau pergi, Jangan harap bisa membawa Hyunsoo” ucap Kyuhyun sinis.

 

TBC

 

Hyyy jumpa lagi dengan saya -,-

Hmm semua scene couple di part ini menggantung ya ? haha sengaja !!!

Hubungan Ryeowook sama Seorin gimana ya ?

Ada apa dengan Sungmin dan Hyemi ?

Hyerin nerima lamaran Hyukjae kagak ya ? cara ngelamar Hyukjae ga elit bgt dech =,= *salahkan author.

Semuanya ada di part 15 ^_^  jangan ketinggalan MLWDaYB part-part terakhir ! okay ?

#tebar Popo

Sebelumnya siapa disini yang orang PADANG ????

Masih mau di lanjutkan? Jangan lupa tinggalkan C dan L setelah R^^

Segitu aja, saya pamit *Bow gandeng tangan Wookie Kyu Eunhyuk Sungmin kekeke

Gomawo buat admin Aoi yang udah bantuin publish^^

Annyeong

Advertisements

7 thoughts on “SERIES :: My Life with Destiny and Your Baby [PART 14]

  1. Heemmh kenapa waktu Soojin Melahirkan Orang Tua Kyuhyun gk ada ? Mungkin Kalo mereka ada bisa nambah seru…Janjinya Jiwon oppa jg kan mau datang nemuin Soojin dan babynya..,:D terus keputusan apakah yg diambil Soojin Dan semuanya ?

  2. Akhirnya kyuhyun jadi appa juga.. Soorin udh nerima paspor jiwoo dan kyuhyun nemuin amplop yg di beri jiwoo.. Wuah, kyuhyun nyuruh pergi soojin dan hyunsoo dilarang di bawa sama soojin.. Hiks..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s