SERIES :: My Life Destiny And Your Baby [Part 13]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART  13]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance, friendship and family

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Twitter     : @FaniaRyeong9 (follow ya,,,nanti aku follback^^)

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend)
  • Kang Seorin
  • Lee Sungmin
  • Lee Seungmi
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE, cerita ini murni hasil kerja otak saya tanpa bantuan siapapun kecuali anugerah(?) dari Tuhan YME. Jadi jangan seenak jidatnya mem-PLAGIAT dan meng-COPAS karya saya ini karena saya akan menuntut balas dan dosa di akhirat tanggung sendiri :3

Sudah puaskah bergalau ria di part kemarin ? saya malah ngakak baca coment” yang masuk, aduh readers kenapa sebegitunya sich sedihnya ? ampe ada yang ngancem author segala 😀 ini Cuma cerita fiksi lho ga nyata kekekekekek.

Di part ini akan ada kejutan, Sure Price!!! Saya sengaja ga ngumbar”nya di part kemarin karena ingin membuat sedikit kejutan untuk readers yang udah setia mentengin ni ff dari part 1 sampai part 13. Ga kerasa ff ini udah 13 part. saya masih ingat waktu ff ini part 1 pas mw di publish deg”annya minta ampun gregetan takut aja banyak yang ga suka dan ternyata  part 1-nya Cuma dapet 50-an comment. Tapi sumpah ya waktu bernostalgia ke part 1, aduh saya tutup muka. Typo sana-sini, paragraf ga jelas, cerita entah dimana dan bahasa yang di pake masih ancur. Pokonya engga bgt dech >.< bwahahah mian saya curcol panjang2 lagi hehehe. Langsung aja dech!

 

——————————————————–Happy Reading——————————————————-

 

 

Author POV

Sehari, dua hari, tiga hari hingga kini adalah minggu pertama Soojin tidak pernah bertemu dengan Kyuhyun. Ia sudah letih menangis, ia lelah dengan masalah yang berkepanjangan ini. Sekarang ia tak peduli lagi bila anaknya itu nanti lahir tanpa ayah. Yang di inginkannya sekarang dan di masa depan adalah hidup tenang bersama dengan putranya. Putra ? Tiga hari yang lalu Soojin pergi ke rumah sakit, dokter lalu menyarankan USG. Awalnya yeoja ini tak ingin melakukan hal itu tanpa izin dan keberadaan Kyuhyun di sampingnya. Tetapi saat itu ia sangat ingin mengetahui jenis kelamin bayi yang di kandungnya lagi pula Soojin berpikir Kyuhyun sudah takkan ingat lagi dengan bayi yang belum lahir itu. Dan siapa yang pergi menemaninya ah tidak…lebih tepatnya siapa yang ada di samping Soojin kala itu hingga sekarang sampai-sampai dokter, tetangga dan orang-orang yang tak tahu apa-apa malah menganggap ia suami Soojin. Orang itu adalah Ryeowook, ia tak pernah menuntut apapun. Namja ini hanya setia menemani dan menunggui Soojin.

 

“Apa yang kau fikirkan ?” Ryeowook datang mengejutkan Soojin dengan suara pelan. Yeoja itu kini tengah duduk di taman kecil yang terletak di belakang rumah Ryeowook.

“Tidak ada, hanya memandang langit saja” jawab Soojin sembari mengayun-ngayunkan kakinya, membuat kakinya menyentuh rumput di bawah bangku yang mulai menguning karena layu.

“Apanya yang bisa di pandang saat langit mendung begini ?” ungkap Ryeowook yang ikut-ikutan pula mendongakkan sedikit kepalanya ke atas.

“Baiklah aku tidak jadi memandang langit, aku memandang daun-daun yang gugur” ralat Soojin sembari tersenyum.

“Untuk apa memandangi hal seperti itu ? Saat musim panas nanti aku akan membawamu piknik, bagaimana ? “

Soojin tertegun, musim panas masih lebih kurang 4 bulan lagi. Sementara kandungannya kini sudah di penghujung bulan ke-6 hampir masuk bulan ke-7. Saat itu tiba pasti putranya telah lahir kedunia. Haruskah ia pergi bersama Ryeowook saat itu tiba ? lalu bagaimana nanti dengan Ryeowook ?

 

“Bersama anakmu juga” sambung Ryeowook ketika fikiran Soojin melayang kemana-mana. Sentak yeoja itu menoleh pada Ryeowook. Ia menatap lekuk wajah tampan namja itu.

“Gomawo”

“Sejak seminggu yang lalu sudah berapa kali kau mengucapkan kata-kata itu ? jangan pernah mengatakan terima kasih lagi, aku ini bukan orang lain” balas Ryeowook.

Ryeowook memang tak pernah mengucapkan kata-kata seperti ia akan menggantikan posisi Kyuhyun bagi bayi Soojin nanti, ia tak ingin menjadi seperti itu. Apapun yang terjadi ayah dari anak itu tetaplah Kyuhyun meski hal itu di sembunyikan sekalipun dan di tutup serapat mungkin. Soojin juga tak mempermasalahkan hal itu namun ia akan sedikit canggung bila membahas tentang bayi-nya dengan Ryeowook. Soojin tau Ryeowook mencintainya, pasti sulit bagi namja itu menerima anak dari hasil hubungannya dengan Kyuhyun. Toh Soojin memiliki rencana lain setelah ini, ia tak ingin lebih merepotkan Ryeowook.

**

 

Langkah kakinya seakan tak memiliki arah dan tujuan yang jelas, hidupnya tak ada aturan akhir-akhir ini. Semuanya menjadi lebih buruk sejak Soojin pergi, ia mencintai yeoja itu. Hari ini ia pulang pukul 9 malam setelah dari kampusnya, seminggu ini tugas kuliahnya menumpuk karena malam lebih banyak di gunakannya untuk merenung dan mengabaikan pelajaran. Hari ini untuk kedua kalinya ia di tegur oleh dosen karena keterlambatan mengumpulkan tugas. Dirinya telah sampai di depan pintu apartemen pun ia tak sadar sebelum mendengar sapaan dari seseorang.

“Kyuhyun….?” orang yang menunggu di depan apartemennya adalah Hyemi. Sudah setengah jam lebih ia berdiri disitu.

“Aku memasakkanmu jajangmyeon, ini buatan ku sendiri” Hyemi mengangkat tangannya yang menenteng makanan.

“Masuklah” suruh Kyuhyun, belakangan ini yeoja itu sering mengunjunginya.

“Taruh saja di dapur, aku mandi dulu” namja itu segera beranjak ke kamarnya meninggalkan Hyemi di ruang tamu sendirian. Yaoja itu menggidikkan sedikit bahunya lalu melenggang ke dapur dengan santai. Setelah selesai mandi Kyuhyun keluar ia mendapati Hyemi tengah duduk manis di meja makan dengan hidangan kesukaannya, jajangmyeon. Yeoja itu memang paling tahu makanan favorit Kyuhyun. Berbeda dengan Soojin, yeoja itu tak pernah tahu bahwa Kyuhyun sangat menyukai makanan tersebut, namun itu bukanlah menjadi daya ukur untuk mencintai seseorang.

 

“Hyemi-ya…” ucap Kyuhyun yang langsung di sambar Hyemi.

“Ah makanlah, kalau dingin tidak akan enak” ucap Hyemi cepat seraya menyodorkan semangkuk jajangmyeon ke hadapan Kyuhyun. Beberapa hari ini Hyemi selalu memtong perkataan Kyuhyun di saat namja itu ingin menyampaikan sesuatu. Yeoja itu seolah memiliki firasat buruk tentang apa yang akan di katakan Kyuhyun padanya. Namja ini menghela nafas panjang, entah kenapa ia terkesan pasrah dengan tindakan Hyemi tersebut. Ia mulai menyendok kuah Jajangmyeon itu seujung sendok, hambar…Kyuhyun tak merasakan apapun.

“Otthe ?” tanya Hyemi antusias.

“Aku tidak tahu apa yang salah dengan lidah ku tetapi ini terasa hambar Soojin-a” ujar Kyuhyun yang reflek tanpa di buat-buat menyebut nama Soojin . Sedetik kemudian Kyuhyun sadar dengan perkataannya barusan kemudian ia melepaskan sendok tersebut dari tangannya. Ia sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Di seberang sana Hyemi memandangnya tak habis fikir. Yeoja itu menatap Kyuhyun dengan emosi yang sudah naik ke ubun-ubun.

“Ini sudah yang kedua kalinya kau menyebutku sebagai Soojin dalam seminggu ini. Aku Hyemi bukan Soojin” ujar Hyemi penuh penekanan, perasaannya seperti di lukai. Berhari-hari ia bersabar menghadapi sifat murung Kyuhyun tapi kali ini namja itu sudah keterlaluan menurut Hyemi.

 

“Berhenti memandang ku sebagai Soojin istri-mu, pandang aku sebagai Hyemi kekasih-mu” sambung Hyemi mulai parau. Yeoja itu mendorong kursinya ke belakang lalu berdiri sebelum akhirnya menyambar tasnya yang tergeletak di sofa dan berakhir dengan meninggalkan apartemen itu dengan sedikit berlari.

“Hyemi mianhae…” Kyuhyun sempat mengejar Hyemi namun hanya sampai pintu karena jejak yeoja itu telah lebih dulu luput dari matanya.

“Arrggh” Kyuhyun meremas rambutnya kesal. Ia kemudian menutup pintu dengan kasar lalu beranjak ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Ia merasa dirinya akan gila bila Soojin masih lebih lama meninggalkannya seperti ini belum lagi dengan statusnya yang kini menggantung dengan Hyemi.

 

Jemarinya menari-nari di permukaan layar touch ponselnya untuk mencari sebuah kontak.

“Yeoboseyo, Hyerin-ssi ini aku Kyuhyun”

Eoh nde…wae ?

“Eum…apa kau sudah menemukan keberadaan Soojin ?”

Mianhae aku belum berhasil, aku tidak tahu dimana rumah namja itu. Tapi aku dan Hyukjae tidak akan berhenti mencari Soojin” jelas Hyerin panjang lebar. Kyuhyun hanya dapat mengandalkan Hyukjae dan Hyerin saat ini.

“Gwenchana…kalian sudah mau membantu aku sudah sangat senang, gomawo Hyerin-ssi”

*BIP*

Kyuhyun meletakkan Handphone ke kasur dengan gerakan sedikit membanting, kemudian ia meneggelamkan wajahnya di antara banta-bantal. Seketika kejadian menyakitkan seminggu lalu melintasi fikirannya. Kyuhyun mengerang merasakan sakit itu hadir kembali, ia benar-benar tak bisa menerima kenyataan yang saat itu terjadi. Ketika Soojin menolak untuk pulang bersamanya dan lebih memilih ajakan Ryeowook. Tangannya mengepal perlahan menyentuh dadanya di daerah bagian ulu hati.

“ Sakit ” gumamnya dengan mata terpejam

**

 

Soojin POV

Malam ini harusnya aku sudah tidur tapi mataku sulit sekali terpejam. Yang ku lakukan sejak setengah jam lalu hanya berjalan bolak-balik di area sepanjang 3 meter. Ini seperti anjuran dokter, aku melakukan sedikit olahraga. Meskipun membosankan tapi tak apa ini demi kesahatan bayi ku, dokter bilang aku terlalu banyak melamun hingga beban fikiranku menjadi berat. Karena itulah aku melakukan ini. Wookie juga sering mengomeliku karena aku sering malas melakukan kegiatan seperti strikaan ini.

“Huuufftt…” aku menghirup nafas sebentar dan menghembuskannya lagi sebelum melanjutkannya kegiatan bolak-balik ini.

*TING TONG*

Bunyi bel ? padahal aku berniat akan langsung tidur setelah ini. Ku paksakan kaki ku melangkah ke tempat pintu utama berada.

 

*CEKLEK*

Ku renggangkan pintu dengan lebar, aku melihat seorang yeoja yang sepertinya seumuran denganku menatapku dengan ekspresi kaget. Dia sangat cantik dengan rambut sebahunya, lekuk tubuhnya yang indah tercetak dengan sempurna di balik dress coklat kelabunya. Di tangan kirinya memegang sebuah mantel.

“Nuguseyo…?” tanyaku langsung.

“Eum…aku Kang Seorin, apakah Ryeowook sekarang di rumah ?” ku lihat dari cara bicaranya terasa canggung dan kaku, tapi kenapa ? dan wajahnya juga sepertinya tak asing.

“ Ada, tunggu sebentar “ ku anggukan kepalaku cepat.

“Soojin-a…Siapa yang datang ?”

 

Author POV

“Soojin-a… Siapa yang datang ?” Ryeowook tiba-tiba sudah ada di belakang Soojin. Pandangannya membeku melihat Seorin ada di hadapannya. Seminggu yang lalu namja ini melupakan Seorin begitu saja saat di apartemen Kyuhyun-Soojin. Seorin mendadak risih, ia meremas rantai anjing yang berada di tangan kanannya.

“Aku hanya ingin mengantarkan Ddabong, sepertinya kau sudah terlalu lama meninggalkannya di klinik hewan. Temanku hampir saja menyerahkannya ke panti rehabilitas anjing jalanan jika saja aku tak menjemputnya hari ini” jelas Seorin menutupi perasaan hancurnya sekarang ini. Ia kemudian menyerahkan rantai anjing itu ke tangan Ryeowook, ddabong kemudian muncul dari balik tubuh Seorin.

 

Belum sempat Ryeowook mengatasi perasaan bersalahnya dan berterima kasih, yeoja itu telah lebih dulu menarik dirinya dari sana.

“Aku permisi, maaf telah mengganggu waktu kalian” ujar Seorin kaku. Soojin mencoba mengingat dengan keras. Usahanya tak sia-sia ia akhirnya dapat mengingat wajah Seorin saat insiden di aprtemennya seminggu lalu. Ryeowook melirik Soojin lalu menyerahkan rantai anjingnya ke tangan yeoja itu.

“Pegang ini sebentar,ne?” Ryeowook-pun langsung berlari mengejar Seorin. Soojin merasa tak enak, ia merasa telah menyakiti seseorang. Ia merasa dirinya sangat jahat karena ia telah membuat hubungan Ryeowook dengan yeoja lain rusak sementara dirinya belum tentu bisa memberikan hatinya untuk namja itu.

“Kenapa kehadiranku selalu membuat hubungan antara dua orang menjadi buruk ?” tanyanya bergumam.

**

 

Hyemi berjalan dengan terburu-buru di tengah pemandangan elit kota Seoul. Ia merasa udara musim gugur kali ini sangat dingin terlebih bila dijalani seorang diri. Ia masih sakit hati dengan perkataan Kyuhyun tadi. kekesalannya semakin menjadi saat tahu bahwa Kyuhyun tak berusaha mengejarnya. Pada hal ia merasa sekarang ini akan menjadi lebih mudah tanpa adanya Soojin, tapi tidak. Ini bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Kyuhyun sering kali tak merespon apapun yang di lakukannya untuk namja itu. Dengan bola mata yang mulai berkaca-kaca ia mengedarkan pandangannya ke sudut kota. Hyemi berniat mampir ke sebuah cafe yang di jumpainya namun langkahnya di hadang oleh tiga orang berandalan.

 

“Hey yeoja cantik” ucap salah seorang dari mereka. Hyemi membulatkan matanya.

“Kau kedinginan ? Ayo kita sama-sama menghangatkan diri” namja itu mulai mendekati Hyemi. Yeoja itu terus menjaga jarak.

“Jangan mendekat!!” teriak Hyemi. Namun teriakan itu sudah pasti di abaikan.

“Yeoja cantik sepertimu tidak pantas berteriak-teriak, kau harusnya memperlakukan kami dengan lembut” teman dari namja yang berbicara tadi kini mulai menyentuhkan tangannya di pipi mulus Hyemi. Yeoja itu menegeng di posisinya.

“Pergi…Ku mohon…jangan lakukan apapun padaku” pinta Hyemi. Bukannya menuruti permintaan itu ketiga namja tersebut malah saling menarik Hyemi. Tak ayal yeoja itu menjerit keras.

“Lepaskan aku…!!!”

“Brengsek…lepaskan!!! lepas!!!!” jerit Hyemi semakin keras. Mendadak berhenti sebuah mobil silver di hadapan mereka.

*BUGH BUGH* seseorang keluar dari dalam mobil itu, ia langsung memukuli berandalan itu tanpa ampun. Jumlah memang Sungmin kalah banyak, namun di tempatnya belajar taekwondo tak mungkin tak di ajarkan cara mematikan lawan sekelas penjahat jalanan yang sedang di hadapinya kini. Dalam hitungan menit Sungmin berhasil membuat ketiga orang itu kalah dengan telak.

 

Hyemi masih memandang kejadian itu dengan shock, salah satu dari berandalan yang berada di belakang Sungmin itu ternyata masih sanggup berdiri. Ia hendak menghantam pundak namja yang telah menyelamatkan santapannya itu. Namun sebelum itu terjadi tiba-tiba Seungmi melompat keluar dari dalam mobil yang di bawa Sungmin dengan tongkat baseball di tangannya.

*BUGH * yeoja itu memukulkan tongkat baseball itu ke punggung orang itu.

“Enak saja mau memukul oppa-ku” cibir Seungmi pada orang yang telah di buatnya pingsan itu.

Sungmin tersenyum melihat adiknya yang kali ini melakukan sesuatu yang benar.

“Agasshi gwenchanayo ?” tanya Sungmin menyentuh lengan Hyemi. Yeoja itu mendongak.

“Kau…?” Sungmin ingat wajah di hadapannya itu.

 

Hyemi membuang muka, harusnya ia berterima kasih. Tapi ia terlalu malu memperlihatkan wajahnya.

“Oppa, bukankah ini Eonni yang kita temui di apartemen itu ?” tanya Seungmi memperhatikan Hyemi dari ujung kaki sampai kepala.

Hyemi hendak pergi namun di cegat oleh tangan Sungmin.

“Ya ! kau bahkan tidak berterima kasih ? apakah kau belajar sopan-santun ?” tanya Sungmin berjengkit melihat tingkah Hyemi yang menurutnya sedikit angkuh. Dulu Hyemi yang mengatakan padanya bahwa Seungmi adiknya tak memiliki sopan santun. Sekarang Sungmin membalikkan kata-kata itu kepada Hyemi.

Hyemi berbalik menghadap Sungmin. Matanya mendelik tajam, kepulan asap keluar dari setiap hembusan nafasnya yang memburu tak beraturan.

 

“G0-MA-WO…” ujar Hyemi dengan penekanan yang  sangat jelas lalu terhenti sejenak kemudian menatap dada sebelah kanan namja itu.

“Tuan Lee Sungmin” sambung Hyemi dan kemudian pergi dari sana menyisakan Sungmin yang masih terdiam.

 

“Dari mana dia tahu namaku ?” tanya Sungmin pada dirinya sendiri. Seungmi yang mendengar itupun langsung menyela.

“Oppa di kemeja-mu ada name tag” Seungmi menunjuk dada Sungmin dengan wajah polos. Namja itu mengacak lembut kepala Seungmi, adiknya ini kadang-kadang memang mengesalkan namun di satu waktu bisa menjelma manjadi sangat manis dan lucu.

“Aigoo…oppa lupa” jawab Sungmin terkekeh.

“Seungmi-ya kau tahu nama yeoja tadi ?” tanya Sungmin. Seungmi mengerucutkan mulutnya dengan cemberut.

“Ku dengar Kyuhyun oppa memanggilnya ‘Hyemi’ “ jawab Seungmi mengingat kembali kejadian dimana Kyuhyun mengejar-ngejar Hyemi. Sungmin merenungkan ini saat tadi yeoja itu menatapnya dengan tajam Sungmin dapat melihat tatapan kesedihan di bola mata Hyemi. Namja ini kemudian menggelengkan kepalanya mengusir fikirannya yang mulai terbang kemana-mana.

“Untuk apa oppa menanyakannnya ? Awas saja kalau oppa sampai tertarik padanya, eonni itu pemarah dan aku tidak suka” gerutu Seungmi.

**

 

Kyuhyun terbangun di pagi hari, kepalanya masih terasa pusing karena hampir semalaman ia menangis. Tidak terisak, hanya menangis dalam diam. Ia memegang kepalanya yang rasanya sangat berat untuk di tegakkan.

“Eunggh..” erangnya pelan ketika kepalanya berdenyut. Tetapi namja ini bersikeras untuk tetap bangun, hari ini ia akan meneruskan mencari Soojin. Rumah tangganya tidak bisa berakhir kacau begini. Kyuhyun masih memiliki otak untuk berpikir bahwa yeoja itu kini tengah hamil besar anaknya. Soojin tanggung jawabnya sekarang ini. Kyuhyun mulai bersiap dan merapikan diri.

 

Saat hendak keluar dari apartemen ia malah berpapasan dengan ayahnya. Mau tak mau Kyuhyun harus kembali lagi masuk ke apartemen beserta dengan ayahnya juga.

“Apa kabar appa ?” sapa Kyuhyun datar. Tuan cho tak menanggapi matanya malah berkeliling melelisik setiap celah tempat ini.

“Mana Soojin ? Aku tak melihatnya ?” tanya Tuan Cho dengan kening berkerut. Kyuhyun terhenyak, ia merutuki dirinya sendiri mengapa tadi ia membawa ayahnya itu ke apartemen ini. Ia terngiang perjanjiannya dengan ayahnya dulu (read part 6).

“Dia…Soojin pulang ke rumah orang tuanya pagi-pagi sekali” jawab Kyuhyun berbohong.

 

“Kau bercanda ? Kau pikir aku tak tahu yeoja itu hanya seorang diri di Seoul ? kedua orang tuanya telah meninggal, kakak dan adiknya sekarang ada di jepang” ungkap Tuan Cho menyudutkan pernyataan Kyuhyun tadi. Skak mate! Namja itu tak tahu lagi cara menghindari pertanyaan dari ayahnya.

“Appa benar…Soojin pergi dari sini” jawab Kyuhyun lemah.

“Kenapa ?”

Kyuhyun menggeleng, hal itu mengundang kecurigaan Tuan Cho. Ia dapat mencium suatu masalah sedang terjadi pada rumah tangga anaknya itu.

“Apakah kalian bertengkar dan berakhir dengan istrimu kabur dari rumah ?” tebak Tuan Cho beropini atas pengamatannya. Kyuhyun yang sedari tadi menunduk kini mulai mengangkat kepalanya.

“Hanya salah paham, tidak ada yang serius” jawab Kyuhyun.

“Apakah ini yang kau sebut bertanggung jawab ? istrimu pergi kau tidak mencarinya, apakah kau tidak ingat janjimu dulu ?” seru Tuan Cho melempar berbagai pertanyaan yang membuat kepala namja itu rasanya ingin meledak.

“Dan ah iya, apa pekerjaanmu sekarang ini ? apa kau sudah bisa menemukan pekerjaan yang layak ?” tanya Tuan Cho lagi.

 

Kyuhyun tak berkutik melawan setiap pertanyaan ayahnya, fikirannya terlalu berat untuk di ajak berkompromi sekarang. Apakah namja ini harus menjawab bahwa ia sekarang bekerja sebagai photo grapher ? bisa-bisa tawa ayahnya itu akan meledak dengan keras menertawainya.

“Bukankah appa memberiku waktu 2 tahun ? ini baru berjalan beberapa bulan” jawab Kyuhyun yang untuk sementara dapat mengimbangi pertanyaan bertubi dari ayahnya.

“Kembalilah ke rumah lalu bekerja di perusahaan, perjanjian waktu itu anggap saja aku tak pernah mengatakannya” ujar Tuan Cho yang tiba-tiba saja mengeluarkan pernyataan tersebut. Kyuhyun terpana menatap ayahnya tanpa berkedip. Sorot mata Tuan Cho yang tadinya kuat sekarang berubah lemah lebih tepatnya lembut.

“Soojin…”

“Tentu saja kau harus pulang ke rumah bersama Soojin juga, dia istrimu” balas Tuan Cho menyela ucapan Kyuhyun. Namja itu masih terkejut dengan ini, ia tak menyangka ayahnya itu akan merestui hubungannya dengan Soojin secepat ini tapi yang jadi masalahnya saat ini adalah yeoja itu sendiri, mengapa perseteruannya dengan orang tuanya menjadi lebih baik di saat Soojin pergi ? andai saja Soojin ada disini mungkin mereka akan bahagia bersama-sama.

“Untuk itu carilah Soojin sekarang juga, selesaikan masalah kalian dan kembali ke rumah. Aku tidak akan mencampuri masalah pribadimu dengan istrimu, hanya saja jangan mengecewakanku. Soojin yeoja yang baik dan pantas untukmu” ucap Tuan Cho menepuk bahu Kyuhyun sekilas. Kemudian pria setengah baya itu mulai melangkah menuju pintu keluar lalu pergi dari sana.

**

 

Soojin menyeduh teh di dapur, bukan untuk dirinya namun untuk Ryeowook. Sejak kemarin malam setelah berbicara empat mata dengan Seorin namja itu tak banyak bicara. Entah apa yang di fikirkannya. Soojin memperhatikan dalam diam wajah Ryeowook, namja itu tengah duduk di sebuah kursi goyang dengan kaki di selonjorkan ke depan. Kursi itu menghadap ke jendela kaca yang super besar, bisa di bilang ukurannya sebesar dinding rumah itu sehingga memperlihatkan pemandangan yang sangat berguna untuk mengusir stres dan jenuh. Tangan kirinya ia gunakan sebagai penopang kepalanya dengan mata terpejam. Namja itu hanya menggunakan kaos putih polos dengan bawahan celana tidur panjang, rambutnya pun masih acak-acakan. Soojin sedikit takut mengganggu kegiatan Ryeowook tersebut, namun ia juga ingat bahwa namja itu pasti membutuhkan segelas teh panas untuk sekedar menghangatkan suasana.

 

“Ehm…” Soojin berdehem dan sekarang posisinya telah berada di samping Ryeowook.

“Eoh kau sudah bangun ?” Ryeowook membuka mata kemudian tersenyum melihat yeoja di sampingnya.

“Sudah…hm…sebaiknya kau minum teh dulu, aku juga memasukkan perasan lemon ke dalamnya” ujar Soojin seraya menyerahkan gelas di tangannya. Ryeowook menegakkan kepalanya lalu menerima gelas tersebut.

“Kau bagaimana ? tidak minum juga ?” tanya Ryeowook.

“Aku sudah tadi” jawab Soojin.

“Baguslah” Ryeowook berdiri dari kursi goyangnya kemudian meneguk teh tersebut, wajahnya mengerinyit. Soojin menggigit bibir bawahnya, apa yang salah dengan teh buatannya?

“Berapa banyak kau memasukkan lemonnya Soojin-a?” tanya Ryeowook dengan wajah yang masih sedikit mengerinyit.

“Apakah terlalu asam ? huh sepertinya aku terlalu banyak memasukkan lemonnya” jawab Soojin malu-malu. Ryeowook menghembuskan nafasnya, ia geli melihat kelakuan yeoja itu.

“Tidak apa-apa, eum… aku akan menghabiskannya” ujar Ryeowook.

“Eh jangan, kau bilang tadi terlalu asam. Jadi tidak usah di minum” sergah Soojin mengambil gelas itu dari tangan Ryeowook.

“Baiklah…kita buat saja teh-nya lagi” ucap Ryeowook dan ia hendak menarik Soojin ke dapur.

 

“Semalam bagaimana dengan yeoja itu ??” tanya Soojin mulai mengubah topik pembicaraan.

“Siapa ?”

“Seorin, kalian punya hubungan apa ?”

Ryeowook berhenti melangkah begitupun Soojin yang di belakangnya juga ikut berhenti.

“Aku tahu yang kau fikirkan, jangan merasa bersalah. Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya” balas Ryeowook yang setelah itu pergi melangkah ke dapur lebih dulu. Soojin meringis, bukan ini maksudnya. Sepertinya namja itu salah pengertian, Soojin malah akan merasa senang jika memang Ryeowook memiliki hubungan dengan yeoja lain karena sampai kapan pun hatinya sudah terlanjur di miliki seseorang dan itu bukanlah Ryeowook tapi suaminya Cho Kyuhyun.

**

 

#2 Mounth Latter#

Hyukjae sedang duduk bersama Hyerin sekarang ini di sebuah cafe, dua cup cappucino siap terhidang di hadapan mereka. Hyukjae menautkan jari-jemari kedua tangannya dengan siku menumpu ke meja. Lalu meletakkan dagu di atas kedua tangannya yang saling bertaut itu sembari memandangi buih di capuccino-nya.

Sementara Hyerin sibuk menulis sesuatu di note kecilnya, melanjutkan sedikit demi sedikit bagian novel karyanya sendiri. Sebenarnya mereka sedang tidak benar-benar serius dengan kegiatan yang mereka lakukan sekarang ini, fikiran mereka lebih terpusat kepada Soojin atau yang lebih tepatnya bagaimana cara menemukan Soojin. Terlebih Hyukjae yang tak tega melihat Kyuhyun yang semakin hari semakin kacau karena masalah ini.

 

“Hyukkie…” panggil Hyerin tetapi yang di panggil tak menjawab.

“Hyukkie……” ulang Hyerin namun Hyukjae tetap bungkam seolah tak mendengar. Yeoja ini mulai kesal.

“Ya! Lee hyukjae!! Kau tidak mendengar ku ?” ucap Hyerin dengan suara membentak.

“Sejak kapan namaku berubah menjadi Hyukkie?” ujar Hyukjae sambil memperagakan cara Hyerin tadi memanggilnya  dengan sebutan ‘Hyukkie’. Hyerin menggeram melihat tingkah laku Hyukjae, pada hal ia telah susah-susah memikirkan panggilan khusus tersebut untuk namja itu tetapi Hyukjae malah menyepelekannya. Hyerin kemudian diam hingga Hyukjae bereaksi.

“Kau menyebalkan!! Kau memang tidak bisa bersikap romantis” Hyerin menggebrak meja lalu mengemasi semua peralatan tulis-menulisnya dan segera pergi. Sebenarnya tadi ia ingin membicarakan masalah Soojin dengan Hyukjae namun ia terlalu kesal hingga melupakan masalah itu.

 

“Ya! Ya! Ya! Kau mau kemana ??? Hyerin…!” sergah Hyukjae berteriak.

“HYERIN!! Hosh…” Hyukjae tertinggal karena yeoja itu dengan cepat naik ke taxi tanpa menghiraukannya.

“Aish… Ada apa dengannya ? aku akan hanya bercanda ck”

“Atau Hyerin ku sedang kedatangan tamu sampai-sampai dia sensitiv begitu ? Apakah sebaiknya aku konsultasi pada Seorin saja ? haha” Hyukjae terkekeh membayangkan apa yang ada di otaknya.

“Eh tunggu, Seorin ? Yeoja itu… apa mungkin dia tahu alamat Ryeowook ??” batin Hyukjae yang baru saja menyadari sesuatu. Dengan cepat ia kembali masuk ke cafe untuk mengambil kunci mobil dan membayar minumannya lalu pergi ke tempat dimana Seorin sekarang berada

**

 

Soojin POV

Aku mulai merasa tidak enak tinggal lama-lama disini. Bayangkan saja aku sudah dua bulan disini, jika tetangga-tetangga di sekitar sini tahu apa yang akan mereka fikirkan tentang diriku. Aku bukan yeoja murahan, aku hanya sedang memiliki masalah dan sedikit menyedihkan. Perutku sudah sangat membesar, tentu saja ini kan sudah masuk bulan ke sembilan. Bayi ku akan lahir, aku akan punya bayi dan jadi seorang ibu. Memikirkannya saja aku sangat senang, nanti wajah anakku seperti apa ?

“Jika dia namja dia akan memiliki garis wajah yang sama dengan ku” (Kyuhyun said in part 11)

Kata-kata itu lagi, kenapa selalu berputar-putar di kepalaku ? aku muak mendengar itu. Anakku, apakah nanti memiliki wajahnya ? wajah yang membuat perasaan ku hancur ? Aku berusaha membenci wajah itu, aku tidak mau mencintainya. Memikirkan ini setiap saat membuat ku stres, aku tidak punya siapa-siapa disini. Oppa… Jino… Aku merindukan mereka Ayah dan ibu apakah mereka melihatku dari surga ? di saat-saat seperti ini aku sangat ingin merasakan kehadiran ibu dan ayah.

Apakah dia tahu setiap hari aku memimpikannya di dalam tidurku, aku selalu terbangun tengah malam hanya untuk memperhatikan lekuk wajahnya saat tidur. Tapi dua bulan terakhir ini aku tak lagi melihat itu. Air mataku jatuh saat aku ingat anak yang ku kandung ini adalah anaknya. Bayi ini selalu berkontraksi jika malam datang seperti biasa ia merindukan belaian ayahnya. Aku yang memisahkan mereka, apakah aku sangat jahat pada anakku ? aku sering menanyakan itu pada diriku sendiri. Masih teringat jelas bagaimana tatapannya saat aku menolak ajakannya untuk pulang ketika itu. Aku senang ? Munafik jika aku senang melihatnya hancur saat itu. Bagaimana mungkin aku senang, aku tidak menginginkan perpisahan itu. Aku hanya butuh waktu untuk memulihkan perasaanku dan membiarkannya berfikir untuk memilih. Semua ini berawal dari kecerobohanku yang tidak bisa menjaga diri, tapi apakah semua sakit ini belum cukup untukku ? aku ingin membuang dan melupakan semua ini.

 

Author POV

Yeoja itu terdiam menatap keluar jendela, sekarang ini hingga nanti waktu persalinan ia di larang oleh dokter untuk bekerja. Ryeowook juga selalu mengawasinya menjauhkannya dari segala kegiatan yang dapat membuatnya lelah. Alhasil yeoja itu hanya bisa duduk diam membuat jalan kenangan-kenangan buruk itu menggerayangi otaknya kembali. Di rumah Ryeowook sekarang Soojin hanya tinggal sendirian disana, karena pembantu yang biasa melakukan tugas rumah sedang sakit, sedangkan namja itu pagi-pagi sekali telah berangkat ke Incheon untuk mengunjungi rumah orang tuanya disana. Ia berjanji akan pulang malam agar Soojin tak merasa kesepian di rumahnya itu. Ryeowook benar-benar bersikap layaknya seorang suami yang protektiv pada istrinya yang sedang hamil. Soojin tak mau terlarut dalam fikiran-fikiran yang memberatkan otaknya, ini sama saja dengan membuat bayinya mati. Yeoja itu segera beringsut ke kamar dan mangganti pakaiannya, ia akan ke mall untuk membeli beberapa perlengkapan bayi karena waktu hanya tinggal sedikit menjelang waktu persalinan. Namun sebelum itu ia akan ke rumah abu orangtua nya dulu untuk sembahyang.

 

Setibanya di depan pintu Soojin sudah akan mengeluarkan handphone-nya untuk mengirimi Ryeowook pesan memberi tahu bahwa dirinya akan keluar sebentar. Namun ia mengurungkan niatnya tersebut karena namja itu pasti akan khawatir dan pulang saat ini juga demi mengantarnya. Soojin tak ingin begitu, itu akan mengganggu acara Ryeowook bertemu dengan orang tuanya. Akhirnya ia merobek selembar kertas dari note yang selalu ada di dalam tasnya kemudian menulis sesuatu yang mengatakan ia akan pergi ke tempat yang ada di otaknya sekarang. Lalu Soojin masuk lagi ke dalam rumah mengambil lakban untuk menempelkan kertas itu di pintu. Cara ini mungkin sedikit terlihat manis, Soojin tersenyum sekilas menatap carikan kertas yang ia telah berhasil tempel itu.

**

 

Hyukjae berjalan dengan tergesa-gesa menuju sebuah ruangan di gedung kampusnya. Ini sudah jam pulang, makanya namja itu sedikit berlari agar bisa bertemu dengan Seorin.

“Seorin-ah!” panggil Hyukjae saat baru tiba di ambang pintu kelas mereka dan benar saja yeoja itu terlihat tengah mengemasi barang-barangnya. Untung saja Hyukjae bergerak cepat.

“Hyukjae…?”

“Aku langsung saja, tapi kau janji harus menjawab pertanyaanku ne?” tanya Hyukjae terburu-buru. Seorin mengerjap beberapa kali.

“Ne, apa yang ingin kau tanyakan ?”

 

“Kau akhir-akhir ini dekat dengan namja bernama Ryeowook itu bukan ? jadi bolehkah aku tahu alamatnya ?” pinta Hyukjae dengan tatapan memelas. Ekspresi Seorin berubah, wajahnya berubah menjadi tatapan datar tak bersemangat. Hyukjae salah, malah akhir-akhir ia semakin menjauh dengan Ryeowook.

“Wae ? kenapa diam ? Tadi kau sudah janji. Ku mohon bantu aku sekali ini saja, aku benar-benar membutuhkan alamat namja itu” ujar Hyukjae mendesak.

“Apakah ini ada hubungannya dengan Yeoja hamil itu ?” tanya Seorin ragu-ragu.

“Dia punya nama, namanya Han… ah bukan tapi Cho Soojin” balas Hyukjae menatap Seorin dengan agak berbeda. Hyukjae hanya mengantisipasi sesuatu, ia tak ingin ada lebih banyak lagi orang yang membenci dan menyalahkan Soojin karena ia dapat melihat tatapan kecemburuan dari Seorin.

“Lain kali jika ada waktu aku akan bercerita padamu, tapi kali ini bisakah kau membantuku ?” ucap Hyukjae mulai tenang. Seorin menghela nafas mengusir segala hipotesis buruknya, ia menyerah dan akhirnya duduk di bangku sambil mengeluarkan secarik kertas dan mulai menulis sederetan alamat.

“ Ini “ Seorin menyerahkan kertas itu pada Hyukjae. Mata namja itu berbinar seketika senyum kepuasan tercetak di bibirnya.

“Jeongmal gomawo Seorin-ah, aku tidak akan melupakan kebaikanmu ini” seru Hyukjae tersenyum.

 

Kyuhyun POV

Disini juga tidak ada, sekarang aku sedang berada di rumah lama Soojin. Tapi tempat ini kosong, ku coba bertanya pada tetangga disini apakah Soojin pernah pulang kemari ataupun mengunjungi tempat ini namun jawaban yang ku terima hanya gelengan kepala dan perkataan ‘tidak’. Kau dimana sekarang ?

*Drrrrt*

“Eoh wae Hyukjae-ah ?”

Kali ini kau benar-benar berhutang padaku…

“Sebenarnya kau ingin mengatakan apa ? jangan berbelit begini, aku sedang pusing mencari Soojin”

Baiklah… Kau dengar baik-baik ucapanku, oke ? Aku-menemukan-alamat-Ryeowook

“MWO ??? Jinjjayo ?”

Benar ! Mana mungkin aku berbohong di saat-saat seperti ini. Alamatnya akan ku kirimi lewat pesan saja

“Ne, gomawo Hyukjae-ah”

*BIP*

 

Author POV

Kyuhyun segera masuk ke mobilnya, setelah berada di dalam mobil ponselnya bergetar pertanda pesan masuk dari Hyukjae. Kyuhyun menyunggingkan senyumnya kemudian menambah kecepatan laju mobil tersebut sekencang-kencangnya.

“Aku menemukanmu…” gumamnya tersenyum kecil.

Tak butuh waktu lama untuk sampai di alamat yang di beritahukan oleh Hyukjae tadi. sangat jelas terdengar suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal saking kencangnya laju mobil namja itu. Ia keluar dari mobilnya menatap ke rumah di hadapannya. Tanpa memperpanjang waktu ia langsung masuk ke area pekarangan rumah tersebut berhubung pagarnya tidak terkunci sama sekali. Tatapannya menajam kala matanya menemukan sebuah kertas kecil yang tertempel di pintu masuk rumah itu. Kyuhyun mengambilnya dan membaca dengan teliti, ia tahu itu tulisan tangan Soojin dan yeoja itu sekarang sedang berada di pemakaman tepatnya di rumah abu mendiang orang tuanya. Kyuhyun meremas kertas itu dan dengan cepat kembali berlari ke mobilnya.

**

 

Soojin baru saja selesai melakukan kegiatan memberi salam di depan altar ayah dan ibunya. Disana terpampang foto kedua orang tuanya yang telah meninggal.

“Ayah dan Ibu apa kabar ? Aku datang” ujar Soojin dengan suara pelan.

“Sebentar lagi aku akan punya anak sendiri. Itu artinya Ibu dan Ayah akan segera menjadi nenek dan kakek” ucapnya lagi berbicara pada benda mati itu.

“Ibu dan Ayah tidak perlu khawatir masih ada Jiwoo oppa dan Jino, hanya saja mereka sedang tidak  disini” Soojin menatap kedua foto itu.

 

Tanpa di sadarinya seseorang berdiri di belakang yeoja itu, seseorang yang sedang di adukannya pada photo mendiang orang tuanya. Orang itu Kyuhyun, Soojin benar-benar tak tahu bahwa Kyuhyun telah cukup lama berdiri di belakang sana memperhatikan ia berbicara seorang diri. Kyuhyun melepas sepatunya dengan pelan dan hanya menyisakan kaus kaki sebagai alas. Ia berjalan lebih dekat pada Soojin, jika ini bukan di rumah abu mungkin namja itu akan langsung menghambur memeluk Soojin dengan erat. Namun ia namja yang memiliki tata krama. Ia hanya mendengar setiap aduan yang keluar dari mulut Soojin, Kyuhyun menatap miris punggung Soojin. Bagaimana tidak, yeoja itu tidak bisa mengadu kepada siapapun selain pada orang tuanya. Orang tua yang telah meninggal. Ia juga bisa melihat pertumbuhan kehamilan istrinya itu yang semakin membesar dan sialnya ia bukan orang berada di samping Soojin di bulan-bulan terakhir kehamilannya.

 

 

“Aku rindu Ayah dan Ibu” ucap Soojin dengan lirih. Hati Kyuhyun tertohok mendengar itu seolah ada yang menyentuh perasaanya oleh hati yang tulus karena perkataan itu. Istrinya benar-benar menderita, Soojin masih membutuhkan kedua orang tuanya tapi kenyataannya malah yeoja itu kini sebatang kara tinggal di Seoul. Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri yang kemarin-kemarin tega meninggalkan Soojin sendirian hanya karena masa lalunya yang telah lewat dengan Hyemi.

“Ayah Ibu aku pulang dulu, besok setelah melahirkan aku akan mengunjungi kalian lagi ke sini” ujar Soojin mengakhiri perbincangan sepihaknya.

 

Kyuhyun maju ke depan tanpa mengeluarkan suara lalu duduk bersimpuh di samping Soojin. Yeoja itu membulatkan matanya tak percaya mendapati siapa yang kini duduk di sampingnya. Kyuhyun tak menghiraukan itu ia melakukan kegiatan memberi salam di depan altar tersebut dengan hormat.

“Eommanim Abeonim kami datang, maafkan aku karena telah membiarkan putri kalian kemari seorang diri. Aku akan segera mengajaknya pulang” ujar Kyuhyun.

“Aku sangat mencintainya, terima kasih telah melahirkannya ke dunia hingga takdir mempertemukan kami. Aku akan menjaga Soojin sampai aku mati. Kami pulang” sambung Kyuhyun mengakhiri perkataannya. Ia menoleh ke samping dengan cepat Soojin mengalihkan pandangannya. Dada Soojin mulai naik turun mengatur nafasnya yang kini terasa memburu cepat, entahlah kehadiran Kyuhyun membuatnya terserang panik mendadak.

 

Soojin langsung beranjak dari situ dan tentu saja Kyuhyun mengikutinya dari belakang. Sesampainya di luar mereka sama-sama terdiam.

“Ikutlah bersama ku” Kyuhyun mulai bersuara menghentikan keheningan di antara mereka.

“Kemana?”

“Aku ingin membicarakan sesuatu” ucap Kyuhyun.

“Disini saja, aku akan mendengarkanmu” balas Soojin berusaha bersikap biasa-biasa saja walau di dalam hati ia gugup.

Jika terus melakukan percakapan tanpa arti begini bisa-bisa ini hanya akan mengulur waktu dan menimbulkan perdebatan lagi. Akhirnya Kyuhyun memutuskan menarik pergelangan tangan Soojin tanpa bertanya dulu. Soojin menggerak-gerakkan pergelangan tangannya yang di genggam oleh Kyuhyun.

“Lepaskan tanganku” ujar Soojin.

“Jangan membuatku melakukan pemaksaan di hadapan orang tuamu” jawab Kyuhyun sembari melirik ke dalam rumah abu yang menampakkan altar mendiang ayah dan ibu Soojin. Dan tanpa aba-aba ia segera berjalan ke mobilnya dengan membawa Soojin sekaligus.

 

“Masuklah” suruh Kyuhyun yang masih melihat Soojin berdiri di depan pintu mobil. Soojin menatap Kyuhyun dengan pandangan sulit di artikan. Bisa-bisanya namja itu membawanya dengan cara yang terbilang paksa begini, karena tidak menanyakan pendapat dirinya dulu. Akhirnya Soojin masuk dengan di ikuti dengusan kasar.

Di dalam mobil Kyuhyun sempat melirik ke arah perut Soojin ketika yeoja itu lengah. Ia sendiri juga tidak tahu mengapa ia bersikap begini, harusnya ia memperlakukan Soojin dengan lembut tetapi yang terjadi malah ini.

“Kita kemana ?” tanya Soojin.

“Apartemen”

“Aku tidak mau kesana”

Kyuhyun tak menggubris pernyataan Soojin, yeoja itu hanya bisa menahan kekesalannya dengan diam.

 

Sampai di dalam lift tangan Kyuhyun tak pernah lepas melingkari pergelangan tangan yeoja itu, takut jika sewaktu-waktu ia lengah dan mendapati Soojin sudah menghilang dari sana. Ia tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya. Soojin sebenarnya masih enggan menginjakkan kaki di apartemen itu, terakhir kali ia disini itu benar-benar merupakan pengalaman buruk.

“Ini sudah di dalam, bisakah kau lepaskan tanganku ?” Soojin melirik ke tangannya ketika mereka telah sampai di dalam apertemen. Alih-alih melepaskan genggaman tangannya Kyuhyun malah memeluk Soojin sangat erat. Melampiaskan kerinduannya selama ini, ini seperti candu baginya Kyuhyun sulit menghentikan tindakannya ini. Kontrol dirinya terlalu lemah bila mengingat ia telah berpisah selama dua bulan dengan Soojin.

“Apa yang kau lakukan!” seru Soojin yang tak di hiraukan sama sekali.

Yeoja itu tidak mau diam, ia terus berusaha melepaskan dirinya dari kekangan tubuh Kyuhyun yang terpaku diam memeluknya. Kyuhyun menyusupkan kepalanya di lekuk leher Soojin, ia merindukan wangi tubuh yeoja itu. Kyuhyun tahu situasi, makanya ia hanya menitik beratkan pelukannya di bagian atas karena ia takut akan menghimpit bayinya yang ada di perut Soojin. Namja itu terlalu lama terbuai dalam posisinya tidak peduli Soojin yang mulai jengah dengan kelakuannya ini.

“Kyu… hentikan…” seru Soojin.

“Aku sangat merindukanmu” jawab Kyuhyun dengan mata terpejam menikmati moment ini.

“Apa kau tidak merindukanku ?” tanya-nya lagi.

Tangan namja mulai meraba ke tengkuk Soojin, ia juga bisa meraskan hembusan nafas Kyuhyun menggelitik di sekitar tengkuk dan lehernya. Yeoja itu langsung bereaksi ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Soojin mendorong dada Kyuhyun dengan kedua tangannya.

 

“Kyu…lepaskan…aku benar-benar lemas…” ucap Soojin. Mendengar itu seakan mengembalikan akal sehat Kyuhyun, ia segera menghentikan perbuatannya itu. Namja itu melepaskan pelukannya dengan perlahan. Jantungnya berdegup kencang tak karuan, karena jujur selama menjadi suami-istri dengan Soojin ia belum pernah melakukan hal-hal seperti tadi di luar malam ‘kecelakaan’ itu. Entah kenapa ia mulai lebih berani sekarang.

“Maaf, aku terbawa suasana” ucap Kyuhyun.

Soojin merapikan rambutnya di daerah lehernya yang sedikit kusut akibat ulah tangan Kyuhyun tadi. yeoja itu sekarang mulai menjaga jarak lagi seperti waktu itu, Kyuhyun menyadarinya tapi ia tak ambil pusing hal itu. Toh yeoja itu tidak bisa kemana-mana sekarang.

“Bisa kita duduk ? kau membuatku pusing” keluh Soojin yang mulai merasa sesuatu yang tidak enak pada dirinya. Kyuhyun merasa bersalah karena membuat Soojin berdiri selama itu.

 

Soojin sebetulnya merasa gugup berhadapan dengan namja itu, namun ia menelan bulat-bulat rasa gugupnya itu terlebih saat tadi Kyuhyun memeluknya yang nyaris saja berakhir dengan berciuman jika ia tidak segera menghentikannya. Soojin tentu saja bukan yeoja bodoh yang mau saja di sentuh oleh Kyuhyun setelah kejadian yang menimpa mereka belakangan ini. Tetapi tidak di pungkiri bahwa pertahanannya agar tak membalas perlakuan Kyuhyun tadi hamir saja roboh. Beruntung ia masih bisa mengendalikan diri agar pertemuan mereka setelah berpisah cukup lama ini tidak hanya berdasarkan keinginan nafsu melainkan hati dan perasaan.

“Apa yang ingin kau katakan, aku tidak punya banyak waktu berlama-lama disini ” ujar Soojin.

“Sayangnya aku tak berniat mengijinkan mu keluar dari sini” jawab Kyuhyun berlagak santai dan tetap dalam posisi tenang.

“Mwo ?”

“Apa yang kau fikirkan ? Tentu saja rumah mu disini, kau tidak akan pulang kemana-mana”

Kyuhyun tak membalas tatapan tajam yang di lemparkan Soojin, ia menghindari mata yeoja itu. Caranya ini memang agak memaksa, tapi kalau tidak begini dengan apa lagi ia harus membuat Soojin tak lagi pergi ?

“Aku ingin keluar dari sini” ucap Soojin bersikukuh, sepertinya bayangan ketika Kyuhyun lebih memilih mengejar Hyemi begitu mengena di hatinya hingga ia sulit percaya pada Kyuhyun.

“Dengarkan kata-kata ku, kau tidak boleh pergi dari sini” ucap Kyuhyun tak mau kalah.

“Kau egois !” ucap Soojin. Kyuhyun berpindah tempat sekarang ia berlutut di hadapan Soojin duduk, tangannya memegangi kedua bahu Soojin. Menatapnya dengan sorotan lembut sangat berbeda dengan tadi

“Aku tidak akan bersikap egois jika kau mau menuruti permintaan ku sedikit saja”

Mata Soojin memerah bola matanya sekarang terasa panas. Ia masih merasakan sakit hati itu, sangat sulit hilang meski dengan permintaan maaf. Semua yang membebani hatinya terasa bergemuruh hebat.

“Aku  minta maaf atas kejadian hari itu”

Soojin tak merespon perkataan Kyuhyun, ia hanya mendengarkan tanpa menggerakkan bibirnya sedikitpun. Air matanya jatuh dengan leluasa dari matanya yang kini menatap Kyuhyun tanpa berkedip. Kyuhyun menghapus air mata itu dengan ibu jarinya, namun air bening itu semakin deras keluar. Soojin memang yeoja yang keras terbukti ia bahkan sekarang menangis tanpa mengeluarkan suara, sekuat tenaga ia menahan isakannya. Ia sudah berjanji tidak akan menangis lagi apalagi di hadapan Kyuhyun. Tapi air itu tiba-tiba muncul tanpa berkompromi dengannya.

“Jangan menahan tangismu, itu akan semakin menyakitimu” ujar Kyuhyun pelan.

“Ku mohon katakan sesuatu jangan diam saja” ulang Kyuhyun karena masih tak mendapat tanggapan dari Soojin

“Hk…Hk…Hk…” akhirnya isakan itu meluncur dari mulut Soojin, ia tidak sehebat apa yang di bayangkannya.

“Kau jahat…kau jahat Kyu…” desis Soojin di sela tangisnya.

“Aku ingin membencimu…aku ingin membenci…tapi aku tidak bisa”

Kyuhyun menerima semua makian dari Soojin, ia merasa pantas menerima itu semua. Tangannya juga tidak berhenti menghapus setiap air mata Soojin yang keluar. Hatinya seperti teriris melihat Soojin menangis seperti ini, bagaimana bisa ia membuat air mata tulus itu keluar tanpa arti ?

“Katakan semua yang ingin kau katakan, aku akan menerima jika kau membenci ku tapi aku hanya minta satu hal jangan pernah meninggalkanku lagi” ujar Kyuhyun.

 

“Aku memang salah hari itu tapi bisakah kau tetap mempercayai bahwa aku memang mencintaimu ?” sambung Kyuhyun terus mengutarakan isi hatinya.

“Aku tidak tahu…tidak tahu” jawab Soojin sambil menangis.

“Tidak apa-apa… Aku akan membuat mu percaya lagi” balas Kyuhyun, ia menegakkan tubuhnya lalu merengkuh Soojin ke dalam pelukannya. Sebetulnya mungkin saja namja itu kecewa karena jawaban Soojin tetapi itu bukanlah hal yang perlu di permasalahkan sekarang. Soojin sudah mau menerima kehadirannya saja itu sudah lebih baik. Kyuhyun bisa merasakan tubuh Soojin yang bergetar di dalam dekapannya. Yeoja itu masih terisak kecil, ia bahkan menutup mulutnya sendiri menggunakan tangannya.

“Aku sungguh ingin mati saat kau pergi waktu itu, jangan tinggalkan aku lagi” bisik Kyuhyun seraya mengeratkan pelukannya.

 

Tiba-tiba Soojin mengigit bibir bawahnya, bulir-bulir keringat muncul dari pori-porinya. Seketika tangisannya terhenti saat ia mulai merasakan sesuatu yang menyanak sakit yang terpusat di daerah perut hingga bawah tubuhnya. Nafasnya mulai tersengal, ia kesulitan menghirup oksigen.

“Ahkk…” rintih Soojin. Kyuhyun langsung merenggangkan pelukannya hingga akhirnya terlepas. Ia menatap cemas keadaan Soojin.

“Ada apa?”

“Argh Kyu…per..rut ku sak..kitt” jawab Soojin. Tangannya meremas lengan kemeja Kyuhyun.

“K..kau akan melahirkan” ujar Kyuhyun pelan.

“Ahh…sakkitt” rintih Soojin yang semakin menambah kepanikan Kyuhyun. Wajahnya mulai memucat menahan sakit, yeoja itu akan segera melahirkan.

Kyuhyun kalang kabut, ia tidak pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya terang saja karena ini adalah untuk yang pertama kalinya ia akan menjadi seorang ayah. Melihat Soojin kesakitan begitu saja ia sudah panik setengah mati

 

TBC

Udah ngerti yang saya maksud dengan ‘kejutan’ itu ? klo udah alham…yang belon baca ulang dech ini part kekeke :p siapa yang menantikan baby Kyu-jin ? *wiiiiinkkk.

Eum…boleh minta sesuatu ngga ? bukan apa-apa lho, saya Cuma pengen tahu gimana pendapat kalian tentang ff ini sampai sejauh ini ? ga cuma pendapat, bagi yg mau nyampein unek-unek, komenter, saran, kritikan atau hal lainnya boleh kok. Kali aja ada yang ga di suka hehe, ini Cuma buat introspeksi(?) diri saya lho. Sekali” saya juga pengen tau kemauan readers kkkk~

*bow

Gomawo buat admin yang udah bantu publish *bow again

Annyeong

 

Advertisements

4 thoughts on “SERIES :: My Life Destiny And Your Baby [Part 13]

  1. aahkkk demi nunggu bgt baby kyujin’a …
    author ni bgs bgt crta’a meski q baru gabung di bbrpa part yg lalu tp sungguh q suka bgt..dengn soojin yg kyk namkorku jd ngefeel bgti dapet bgt rasa’a sakit’a sedih’a seneng’a.. dan q rasa mo bc part awal’a dah

  2. hey Hyemi pergi Dan cari pria lain aja kyuhyun sudah punya SooJin…Ryeowook sm Seorin aja…tuan cho udh mulai membaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s