THREESHOT // High Class Romance – Chapter 2

Author            : r13zth4

Acc FB  

Acc Twitter  

 Tittle               : High Class Romance

Type               : Chapter – Part 2 of 3 | Pictorial Fanfiction

Cast    :

– Lee Donghae

– Jung Ilwoo

– Qien Cherish (OC)

– Other Cast

Genre              : Humor, Konflik, Friendship & Romance

Backsong        : Super Junior – Storm

Length            : 2.698 words

Warning         : Maaf, kalau ada typo(s), kata-kata yang “keras” (kurang sopan) dan kalimat yang mungkin belum diketahui artinya oleh readers (nanti cari sendiri artinya di google ya? hehe) ^^. Tapi tak ada jaminan dari author jika readers mengalami gejala imajinasi yang berlebihan & ketagihan (kecanduan) terhadap FF ini! 

Note                : Seperti yang saya katakan di part 1 kemarin bahwa FF ini sudah pernah saya publish di acc FB pribadi saya tahun 2012 silam, jadi saya benar-benar minta maaf tak ada pengeditan ulang *deep bow*

 

Chapter sebelumnya:

Part 1

Now, happy reading the second part ^^

 

☺ ☻ ☺  ~ ~ ~ ♥ ◘ ♥ ~ ~ ~  ☺ ☻ ☺

☺ ☻ ☺  ~ ~ ~ ♥ ◘ ♥ ~ ~ ~  ☺ ☻ ☺

 

 

~ AUTHOR POV ~

 

Seorang yeoja yang tadinya membaca buku tentang materi kuliahnya, kini lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas sofa dekat ranjang. Seolah pikirannya berkecamuk tentang apa yang dilakukannya tadi siang.

 

 

Flashback

 

Begini saja, demi kelancaran ‘karir’ Ilwoo-shi dan ‘keselamatan’ hidup anda, Cherish-shi. Mungkin nantinya agar tidak dikejar-kejar oleh paparazzi, sasaeng fans atau informan dan semacamnya, akan lebih baik kalau besok kita segera mengadakan konferensi pers yang menyatakan bahwa kalian berdua memanglah sepasangan kekasih…”

 

“MWO!!!” kata Ilwoo dan Cherish kompak.

 

“Maaf Tuan, saya sudah mempunyai namjachingu. Jadi saya tidak bisa melakukan sesuatu seperti keinginan Anda.” Ucap Cherish dengan sungguh-sungguh.

 

“Aku yakin namjachingu-mu tidak akan keberatan, Cherish-shi. Terlebih lagi jika mengetahui bahwa Ilwoo-shi adalah seorang artis.”

 

“Tapi sayangnya namjachingu saya juga seorang artis ternama.” Lanjutnya.

 

“Mwo??? Itu tidak mungkin!” sahut Ilwoo dengan cepat.

 

“Ck, kau ini. Apanya yang tidak mungkin? Sumpah, aku tidak berbohong.” (-_-)v

 

“Kalau begitu siapa namanya?”

 

“Dia…” Cheris mulai mengambil jeda sejenak. Ingin sekali menyebutkan nama namjachingu-nya tetapi dalam pikirannya, jika semakin banyak orang yang mengetahui hubungan mereka, itu akan semakin mempersulit namjachingu-nya kelak. “Aku tak bisa menyebutkan namanya…” lanjutnya.

 

“Aish, kau pasti hanya membual, mana ada namja yang mau dengan yeoja sepertimu!” ejek Ilwoo sambil melihat Cherish dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu ke ujung kepala lagi.

 

“Ya! Apa maksudmu huh! Kau menyangsikanku eoh?”

 

“Appo!!! Berani-beraninya kau memukul kepalaku huh? Lihatlah manajer hyung, dia mulai anarkis sekarang!”pekik Ilwoo sambil mengusap-usap kepalanya.

 

“Aku mohon hentikan perdebatan kalian! Mengertilah, ini demi kalian berdua juga. Kalian hanya perlu berpura-pura menjadi kekasih selama 3 bulan saja. Setelah itu kalian akan berpisah dan bebas melakukan kehidupan masing-masing. Yah, seperti kebanyakan berita tentang artis yang sudah-sudah.” Kata sang manajer mencoba untuk meyakinkan Ilwoo dan Cherish.

 

“Jadi hanya pura-pura saja? Aah, syukurlah…” ucap Ilwoo sedikit lega.

 

“Shireo! Yang benar saja, Tuan. Namja seperti dia sama sekali bukan tipeku.” Ujar Cherish sambil menunjuk Ilwoo.

 

“Nona Cherish, ku mohon dengan sangat, setujuilah semua ini. Aku janji ini hanya sementara, lagi pula kita hanya berpura-pura saja. Aku yang akan bertanggung jawab atas semuanya. Kau hanya perlu membantu kami.” Lanjut sang manajer.

 

“………”

 

“Bagaimana, nona Cherish?”

 

Cherish tampak menghela nafas dengan berat, pikirannya benar-benar kacau. Sebenarnya dia tidak suka kalau didesak seperti ini. “Terserahlah, lakukan saja apa yang kalian mau selama itu tak menggangguku.”Dan akhirnya kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Cherish.

 

“Baiklah, mulai besok kita akan bekerja sama. Segera akan ku siapkan surat perjanjian kontraknya. Mohon bantuannya, Cherish-shi.” Ucap sang manajer dengan bahagia.

 

Flashback End

 

Kini Cherish mulai menghela nafas berat untuk yang kesekian kalinya. Daia mulai mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan mengganti posisi duduk bersandar di sofa. Di raihnya ponsel yang ada di samping tubuhnya lalu mulai menghubungi seseorang.

 

Calling……

î Fishy í 

 

{Incoming Call}

 

“Yeoboseyo…”

 

Eh?

 

Kaget mendengar jawaban dari sang pengangkat telepon, Cherish-pun melihat ID Calling-nya. Takut-takut jika dia salah menghubungi orang. ‘Benar, ini ID Call Fishy. Tapi kenapa yang menjawab……’ batinnya.

 

“Yeoboseyo, Cherish-ah… Kau masih di situ?” tanya seseorang di seberang sana.

 

“Ah, ne, ne. Aku masih di sini. Apakah ini Leeteuk oppa?”

 

“Ne, ini aku saeng. Karena Donghae sudah tertidur pulas, jadi aku yang mengangkat telepon darimu. Sepertinya dia kelelahan setelah seharian melakukan pemotretan.”

 

“Oh, begitu.”

 

“Waeyo? Ada sesuatu yang pentingkah? Kalau begitu akan ku bangunkan Donghae, dia pasti tak akan keberatan.”

 

“Aah, aniya oppa. Biar aku telepon besok pagi saja. Mianhae merepotkan oppa malam-malam begini.”

 

“Gwaenchana, tak perlu sungkan.”

 

“Ne, gomawo oppa. Annyonghi Jumuseyo ~”

 

“Cheonma saeng, Jaljayo~”

 

{Incoming Call – End}

 

♦—–♥…♥—–♦

 

~ CHERISH POV ~

 

Tubuhku seketika tercengat setelah mendengar bunyi alarm weker yang ku setting pukul 06.00 pagi. Yah, pagi ini aku ingin menghubungi namjachingu-ku karena tadi malam aku tak berhasil berbicara dengannya. Kini tekadku sudah bulat, sebelum konferensi pers nanti siang, aku harus menceritakan semua kepadanya. Takut-takut kalau dia salah paham dengan kejadian ini.

 

Calling……

î Fishy í 

 

{Incoming Call}

 

“Yeoboseyo…” Akhirnya suara yang ku nanti-nanti terdengar juga.

 

“Yeoboseyo, Fishy?”

 

“Ne, waeyo Starfish? Apakah kau merindukanku heum? Barusan Leeteuk hyung juga bilang kalau tadi malam kau meneleponku.” Jawab Donghae dengan manja.

 

“Ani. Ah, maksudku aku memang merindukanmu tapi ada hal yang ingin ku ceritakan padamu.” Kataku dengan nada yang agak cepat.

 

“Hmm, benarkah? Aku juga. Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu saat kita tak bisa bertemu.”Terdengar Donghae mengatakannya dengan sangat antusias.

 

“Bukan hal semacam itu, Fishy. Ini hal yang jauh lebih pen–”

 

“Starfish, bisa kita melanjutkannya nanti saja waktu jam makan siang? Leeteuk hyung sudah mengomeliku karena aku hampir terlambat ke lokasi shooting.” Ucap Donghae seraya menyela perkataanku

 

“Shooting? Sepagi ini?”

 

“Ne, aku ada Drama terbaru ‘Miss Panda & Mr. Hedgehog’. Jadi aku harus bergegas. Saranghaeyo…”

 

Tuuuttt… Tuuuttt… Tuuuttt…

 

{Incoming Call – End}

 

Aigo, sesibuk itukah kau Fishy? Bahkan aku belum sempat menjawab ‘nado’ padamu tapi kau sudah mematikan teleponnya. Aku jadi tak yakin apakah nanti siang kita bisa berbicara? Mengingat konferensi pers akan dilakukan nanti siang juga… ‘Oh my God,  help me please… What should I do?’

.

.

.

12.43 PM

 

Berkali-kali ku dial nomor ponsel namjachingu-ku, tapi tak ada respon sedikitpun darinya. ‘Kumohon, angkat teleponnya’ karena kemungkinan ini adalah kesempatan terakhirku untuk menceritakan semuanya. Akhirnya ku coba berulang-ulang, lagi dan lagi (untuk kesekian kalinya) untuk menghubunginya, tapi tetap saja tak diangkat. Tanpa pikir panjang, aku segera mengirim pesan padanya.

 

To: î Fishy í 

 

Fishy, sesibuk itukah dirimu?

Please, angkat telepon dariku. It’s very important !!

 

Hatiku benar-benar tidak tenang sekarang, pikiranku-pun mulai tak fokus. Bisa kurasakan hawa dingin mulai menjamah setiap inci tubuhku. Gugup? Aku kira bukan. Lebih tepatnya takut. Untuk meredam semua ini, ku coba untuk memejamkan kedua mataku sejenak lalu mulai menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku dan berangsur ku tiupkan udara hangat dari bibirku.

 

“Apa yang kau lakukan?” mataku mulai terjaga karena mendengar suara namja ‘itu’. Aku hanya meliriknya sekilas tanpa bergeming.

 

“Aneh sekali… Kau nerveous eoh?” ujarnya dengan nada meledek.

 

Ku hela nafas penuh lalu memandangnya, “Ilwoo-shi… I’m not nervous, but I’m so scary…” jawabku terus terang.

 

“Hahaha, kau tenang saja. Nanti kau hanya perlu memperkenalkan dirimu saja, setelahnya biar aku yang menjawab semuanya, arrachi?” ujarnya sambil tersenyum lebar. Astaga, namja ini benar-benar bebal!

 

“Pabo! Bukan takut karena konferensi pers-nya. Yang aku takutkan bagaimana kalau namjachingu-ku salah paham?”

 

“Tentu saja itu bukan urusanku…”

 

“Tapi jelas-jelas semua ini adalah tanggung jawabmu!”

 

“Aku? Bagaimana bisa?”

 

‘Aish, rugi aku pernah memujimu di depan Fishy dulu’ batinku. “Aigo, ternyata wajah tampan tak menjamin otaknya beres eoh?”

 

“Kau ini! Lidahmu benar-benar ‘licin’! Tapi… Paling tidak… Kau masih memuji ketampananku kan? kekeke”^_^

 

“Narsis!”

 

“Aah, ternyata kalian berdua ada di sini. Cepat masuk ke ballroom, konferensi akan segera di mulai.” Ujar manajer seraya mendekati kami berdua.

 

“Beri aku waktu 5 menit saja.” Ucapku pada sang manajer.

 

Sambil melirik jam tangannya manajerpun berkata “Baiklah, hanya 5 menit. Kita tak punya banyak waktu karena wartawan sudah berkumpul di dalam.”

 

“Ne~” anggukku pelan.

 

Untuk terakhir kalinya, ku sempatkan untuk terus mendial nomor ponsel namjachingu-ku. Bahkan aku juga sempat mengirim lagi pesan yang sama (seperti tadi) padanya. Kenapa begitu susahnya kau untuk dihubungi.

.

.

.

01.05 PM

 

Nihil. Dan ku rasa waktuku telah habis. Aku mulai pasrah, kini ku simpan ponsel di dalam tas tangan yang ku bawa dari rumah tadi. Ku pejamkan mata dan ku hela nafas perlahan. Di detik berikutnya mulai ku langkahkan kaki menuju ballroom yang di samping pintu tertutup itu sudah berdiri seorang Jung Ilwoo. Dengan perasaan was-was aku berharap ‘semoga semuanya baik-baik saja.’

 

♦—–♥…♥—–♦

 

~ DONGHAE POV ~

At Shooting Location, 01.20 PM

 

Kegiatan ini benar-benar menguras tenaga. Walaupun shootingku sudah selesai dari tadi, namun aku tergerak untuk membantu tugas kameramen, mereka terlihat sangat  kelelahan saat ini. Dan akhirnya, jadilah aku seorang kameramen pengganti. Ku rasa ini pengalaman baru untukku dan aku benar-benar menikmatinya 🙂

 

Selang beberapa menit kemudian, sang sutradara mengatakan ‘break’. Yeah, waktunya untuk istirahat makan siang. Dan tak pernahku sangka ternya ELFish mengirim 1000 kotak makanan ke lokasi shooting. Aah, mereka sangat perhatian. Thank you ELFish, you’re the best!! ^_^

Acara makan siang bersamapun terjadi. Sampai akhirnya aku mulai teringat dengan ‘Starfish’, yeojachingu-ku. Bukannya tadi pagi aku sudah bilang kalau akan meneleponnya? Kenapa aku bisa lupa? (O.o)a

 

Kuraih ponsel yang dari tadi ku letakkan di atas meja rias. Dan setelah ku sentuh layarnya, betapa kaget aku melihatnya.

 

33 Missed Call

13 Message

 

Dan semua itu berasal dari Starfish. Tanpa banyak komentar, akupun menghubunginya. Tapi aneh, kenapa tidak di angkat? Kini gantian aku yang berkali-kali meneleponnya. Wah, sepertinya dia marah padaku karena tak menjawab teleponnya tadi. Kalau begitu kuputuskan saja untuk mendatangi rumahnya sepulang shooting nanti.

.

.

.

Seusai shooting, kini aku dalam perjalanan menuju rumah yeojachingu-ku. Di tengah perjalanan kudengar ponselku berbunyi, setelah ku lirik ID Callernya, aku-pun langsung menyambungkannya dengan headset.

 

{Incoming Call}

 

“Yeoboseyo…”

 

“Hyung, kau dimana?”

 

“Di mobil, Kyu. Wae? Kau mau titip CD game lagi eoh?”

 

“Ani, bukan itu. Cepat kau nyalakan smartphone-mu.”

 

“Untuk apa? Aku kan sedang mengendarai mobil. Nanti saja di dorm ne?” rengekku pada si evil.

 

“Dasar ikan pabo! Tepikan dulu mobilmu, hyung. Ini benar-benar penting! Kau harus mengetahuinya…”katanya dengan antusias.

 

‘Ck, ada apa sebenarnya? Kenapa begitu memaksa sekali?’ ucapku dalam hati.

 

“Ne, ne, aku akan menurutimu.”

 

“Ok, tapi ingat, jangan terbawa emosi ne?”

 

“Ng?” aku berpikir sejenak. “Ne, arra.” Akhirnya ku jawab asal saja.

 

{Incoming Call – End}

 

‘Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa sampai sebegitunya?’ batinku sambil menggaruk-garuk kepala pertanda bingung sedang melanda. Kini ku tepikan mobilku dan mulai meraih smartphone.

 

“Apa ini?” ucapku seraya membaca tulisan-tulisan yang di smartphone-ku. Semuanya membahas tentang hal yang intinya sama.

 

Kekasih Jung Ilwoo Terungkap!

 

“Jung Ilwoo? Ternyata bukan hanya ‘Starfish’ saja yang menggemari namja itu, si ‘setan’ itupun juga ikut-ikutan. Aah~ Aku hampir lupa kalau dia suka melihat drama sampai dijuluki ‘DraKyu’ tapi apa hubungannya denganku?”

 

Dengan malas aku mulai menggeser-geser layar smartphone-ku. ‘Apa ini yang akan diberitahukan oleh Kyuhyun?’ gumamku seraya membaca judul-judul artikel tersebut.

 

“Ya! Jangan-jangan dia hanya menjahiliku saja. Paboya namja! Kenapa kau selalu tertipu oleh ‘setan sialan’ itu?” ucapku kesal pada diri sendiri.

 

Di detik selanjutnya saat aku akan menyudahi kegiatan ini, pupil mataku tiba-tiba membesar, tertumpu pada sebuah foto…

 

“Starfish???” Mulutku mencelos begitu saja ketika melihat foto yeojachingu-ku. Kini akupun tak hanya membaca judul dari artikel tersebut, melainkan bersama ringkasannya juga. ‘Oh God, I can’t believe it!’ Aku harus segera bertemu dengannya, yakinkan aku bahwa ini semua tidak benar.

.

.

.

 

“Starfish???” Mulutku mencelos begitu saja ketika melihat foto yeojachingu-ku. Kini akupun tak hanya membaca judul dari artikel tersebut, melainkan bersama ringkasannya juga. ‘Oh God, I can’t believe it!’ Aku harus segera bertemu dengannya, yakinkan aku bahwa ini semua tidak benar.

.

.

.

Aku menunggu, masih menunggu di sini. Menunggu dengan perasaan yang tanpa bisa ku ungkapkan dengan sedetail mungkin. Kira-kira 45 menit yang lalu aku bertamu ke rumah ‘Starfish’ namun neneknya berkata bahwa dia belum pulang. Akhirnya ku putuskan untuk menunggunya di dalam mobil yang berada di luar pagar rumahnya, yah walaupun tadi  neneknya bersikeras menyuruhku untuk menunggu di dalam, namun ku tolak dengan berat hati.

 

“Sebenarnya kau kemana? Ku mohon jangan buat aku lebih khawatir dari pada ini…”

 

Ku remas rambutku perlahan, merasakan bahwa pikiranku ‘melayang’ ke sana kemari. Memikirkan sesuatu yang tidak-tidak malah membuat hatiku terasa nyeri. Untuk meredam semua ini, berkali-kali ku hela nafas dengan berat dan meyakinkan diriku sendiri agar tetap berfikiran positif. Aku yakin dia bukan yeoja seperti itu.

 

Seakan semua pertanyaan terjawab sudah, aku melihatnya turun dari mobil fan (masih berpakaian sama dengan yang ku lihat di artike tadi). ‘Ya Tuhan, itu benar dia’ Kemudian disusul oleh seorang namja yang ku yakini itu adalah Jung Ilwoo mengikutinya turun dari mobil. Entah apa yang mereka bicarakan sampai pada akhirnya aku melihat seorang namja paruh baya yang mengendarai mobil fan itu memanggil Jung Ilwoo. Jung Ilwoo-pun mengangguk kemudian mengusap lembut puncak kepala ‘Starfish’ lalu mulai masuk ke dalam mobil fan. Yang membuatku sakit, ‘Starfish’ malah tersenyum hangat dan melambaikan tangan padanya.

 

‘Ooh, cukup sudah!’ Pikiranku kacau dan mataku mulai memanas. Cemburu? Tentu saja! Hey, bukankah aku najachingu-nya? Wajar bukan kalau aku merasakan ini? Kini ku tepuk dadaku perlahan untuk mengurangi rasa sakitnya. Padahal matian-matian aku menyangkal semua ini, aku tetap bersikukuh untuk berfikiran positif, tapi lihatlah, apa yang kau lakukan padaku? Kau tahu jelas bahwa aku sangat mencintaimu, Qien Cherish!

 

“Tunggu!” kataku dengan suara serak karena mati-matian aku menahan ‘sesuatu’ yang akan menetes dari kelopak mataku.

 

Sebelum menyentuh knop pintu, diapun terhenti melakukan aktifitasnya dan berbalik menghadapku. Dipandangnya diriku dengan seksama lalu mulai mendekat padaku.

 

“Fishy?” ucapnya dengan senyum dan hendak memelukku namun langsung ku tepis tangannya. Benar-benar terlihat sekali kalau dia sangat kaget atas perlakuanku.

 

“Kau kenapa? Are you okay?” ujarnya dengan nada khawatir.

 

“Apakah aku terlihat baik-baik saja?” ucapku dengan mata nanar.

 

“Fishy–”

 

“Kenapa kau lakukan ini padaku?”

 

“Ng?”

 

“Aku tak habis fikir, kenapa kau setega ini?” tanyaku dengan nada tinggi.

 

Itu……” Dia menunduk seakan mengerti maksudku.

 

“Apakah sebegitu inginnya kau populer sampai melakukan semua ini hah?”

 

“Populer? Apa maksudmu?”

 

“Aka tahu kau yeoja yang pandai, QIEN CHERISH! Kau tahu benar bahwa selama ini aku tak pernah mempublikasikan hubungan kita, karena itu kau lebih memilihnya dari pada aku kan!”

 

“Bukan, bukan seperti itu…” elaknya.

 

“Pantas saja kau selalu memuji-mujinya, ternyata ada maksud tertentu di balik semua ini!”

 

“Aigo, sama sekali tak–”

 

“Sudahlah~” Ujarku seakan tak ingin mendengar alasannya dan akan beranjak meninggalkannya namun tangannya mencegahku untuk beranjak.

 

“Tunggu, ini tak sep–”

 

“Cukup!”  hardikku sambil menepis tangannya yang memegang lenganku.

.

.

.

♫ Geuman marhe…

Berhenti berbicara…

 

Geu ipsureul yoldigo jone modeun gol… ♪

Aku benci diriku yang mengetahui semuanya…

 

♫ Araborin naega wonmangseuropda…

Bahkan sebelum kau membuka mulut…

.

.

.

“Paling tidak kau harus mendengarkan penjelasanku dulu.” Ucapnya dengan mata sendu.

 

“Aku bilang cukup!!!”

.

.

.

♪ Gotjimallo domanggago sipjiman noye du nuni…

Aku berusaha berbohong dan menghindar tapi~

 

Ijen annyongira maraeul hane… ♫

Kedua matamu mengatakan selamat tinggal padaku…

.

.

.

“Sebenarnya aku ingin menceritakannya padamu, tapi kau se–”

 

“Hentikan!!!!!!!” Teriakku dengan keras.

 

Kami terdiam dan saling bertatapan. Ku akui, selama berpacaran dengannya tak pernah sekalipun aku membentak bahkan memarahinya. Tapi kali ini lain, sepertinya rasa cemburu, kecewa dan sakit hatiku lebih mendominasi.

 

“Kita akhiri saja semua ini…”

.

.

.

♪ Gyou garyogo maemeul jaba gochin pokpungchorom millyowatda…

Akhirnya aku menetapkan hatiku untuk pergi

 

Machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman… ♫

Semuanya datang padaku seperti badai yang parau…

.

.

.

“Aku dan kau, tak akan bisa menjadi ‘kita’…”

 

 

“Selamat tinggal, Qien Cherish…”

 

_TBC_

☺ ☻ ☺  ~ ~ ~ ♥ ◘ ♥ ~ ~ ~  ☺ ☻ ☺

Ok, untuk yang bertanya tentang sequelnya Heart to Heart, kalian tenang aja karena sequelnya masih dalam proses. Mungkin jadinya agak lama karena FF tersebut adalah FF kolaborasi (ada 2 author yang membuat). Well, ditunggu aja ne? Pasti nanti saya kabari lagi 😉

Now, give me RCL ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s