[SERIES] My Life With Destiny And Your Baby (Part 12)

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART  12]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance, friendship and family

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin OC

 

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi OC
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend) OC
  • Kang Seorin OC
  • Lee Sungmin
  • Lee Seungmi
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE, cerita ini murni hasil kerja otak saya tanpa bantuan siapapun kecuali anugerah(?) dari Tuhan YME. Jadi jangan seenak jidatnya mem-PLAGIAT dan meng-COPAS #trauma :3 kemarin banyak yang bilang saya kejam hiks… T.T kejam dari mananya ? romancenya kan udah di kasih banyak,,, pertanyaan yang selalu saya terima ‘thor, Soojin kapan bahagia? Menderita terus’ menderita dari mananya coba ? inget2 lagi dech scene romantis ama Kyu aja byk tuch #kedip2. Dan satu lagi, di part kemarin ada beberapa readers yang bilang donghae mana thor? Jangan di umpetin? Huaaaa sejak kapan di ff ini ada nama donghae =>nunjuk2Cast. Readersku sayang, haeppa ga ada disini, disini itu Cuma ada si magnae, pacar ku wookie, abang yadong sama si imut umin >o< saya jadi bingung sendiri =..= *getir. Udah ah langsung baca aja dech hoho -,-

Siapkan juga lagu A ‘Good’ bye – Super Junior^^

 

——————————————————Happy Reading———————————————————–

 

 

“Aish sialan !!! kenapa mogok begini argh…” teriak Hyukjae frustasi saat mobilnya yang tiba-tiba saja mogok di tengah jalan ketika akan ke Gangnam menuju apartmen Kyuhyun-Soojin.

“Ya! kau ini bagaimana? Apakah kau yakin sudah menservice-nya ? ahh…kenapa mogok di saat-saat genting seperti ini ?” rutuk Hyerin sembari menggigit bibir bawahnya karena gemas dengan keadaan ini. Hyukjae keluar dari mobilnya untuk mengecek mesin mobil, tak lama kemudian ia malah menendang ban mobil tersebut seolah melampiaskan kekesalannya.

“Bagaimana ?” tanya Hyerin harap-harap cemas.

“Kita tidak akan bisa kemana-mana sebelum ada tukang servis di sekitar sini” jawab Hyukjae yang berarti mereka takkan bisa ke apartmen Kyuhyun. Hyerin mendengus lalu bersandar pasrah pada mobil begitupun Hyukjae.

“Ku harap masalah seperti itu tidak akan pernah terjadi dalam hidup kita” Hyukjae bergumam sembari memegangi tangan Hyerin, ia turut merenung mengenai nasib sahabatnya. Hyerin mengangguk mengerti.

**

 

Ryeowook bersama-sama dengan Seorin kini tengah mendongak menatap sebuah gedung apartmen bertingkat.

“Kau yakin disini tempatnya ?” Ryeowook bertanya pada yeoja yang kini sibuk memperhatikan sebuah alamat di sebuah kertas kecil.

 

“Benar, ini alamatnya. Kajja! Kita masuk” ucap Seorin. Ryeowook menurut saja mereka mulai memasuki lift dan berhenti di lantai 7. Seorin dan Ryeowook berjalan beriringan di sebuah lorong, sesekali Seorin menolehkan kepalanya memeriksa alamat apartmen yang di tuliskan oleh Hyukjae sedangkan Ryeowook tampak santai-santai saja di sebelahnya. Tetapi sorotan matanya menajam ketika melihat dua orang manusia tepatnya seorang yeoja dan seorang namja tengah berlari dengan posisi si namja mengejar yeoja yang berada beberapa langkah darinya. Ryeowook melihat ini ketika di persimpangan sebuah lorong, penglihatannya masih sangat tajam untuk merekam dengan jelas bahwa yeoja yang berlari itu sedang menangis.

 

“Kyuhyun…?” gumamnya seolah bertanya. Tapi siapa yeoja yang di kejarnya ? yeoja itu bukan Soojin. Pikirannya langsung bekerja dengan cepat, reflek Ryeowook menarik lengan Seorin hingga gadis itu menoleh padanya.

“Waeyo ?”

“Siapa nama teman yang mengundang mu itu ?”

“Hyukjae”

 

Otak Ryeowook langsung terpusat pada satu nama. Yah! Bukankah ia dulu pernah berkenalan dengan namja yang bernama Hyukjae? Tanpa bertanya terlebih dahulu Ryeowook langsung merebut kertas kecil yang di pegang oleh Seorin. Kemudian ia berlari mencari alamat tersebut, sudah tiga hari ini Ryeowook melihat rumah Soojin kosong dan sungguh kebetulan yang menguntungkannya dapat mengetahui yeoja itu sekarang berada di apartmen ini. Seorin yang tertinggal di belakang hanya keheranan sambil terus mengikuti langkah Ryeowook.

 

“Soojin-a?” Ryeowook terpaku melihat Soojin terduduk di lantai dengan cucuran air mata yang menganak sungai di kedua pipinya. Ia mendongak lalu tersenyum pahit ke arah Ryeowook, namja itu memegang bahu Soojin dengan erat.

“Kenapa ? Ada apa? Kenapa kau jadi seperti ini ?” tanya Ryeowook pelan namun terkesan panik. Soojin makin terisak menemukan fakta bahwa orang yang bersedia menampung segala kesedihannya di kala menangis adalah Ryeowook dan bukan suaminya, Cho Kyuhyun. Bahu Soojin bergetar, ia menangis hebat di dalam dekapan Ryeowook.

 

Hati Seorin mencelos ketika matanya di suguhi pemandangan ini. Ia kembali berbalik arah lalu bersandar pada dinding apartmen mengurungkan niatnya untuk masuk. Ryeowook sama sekali tak mempedulikannya, bahkan namja itu tak ingat bahwa ia kemari bersama Seorin.

“Sebenarnya aku ini apa bagi mu ? Pelarian?” desis seorin mengingat-ingat kebersamaannya dengan Ryeowook akhir-akhir ini. Mungkinkah ia terlalu berharap lebih ? tetapi ini sungguh menyakitkan.

 

Soojin POV

Inikah bukti janji yang pernah ia ucapkan itu ? kenapa aku percaya pada ucapannya. Kenapa hati ku sakit ? seharusnya Hyemi yang lebih sakit dari ini. Awalnya aku berpikir ini pantas untukku dapatkan tetapi setelah merasakannya sendiri kenapa aku sulit melalui ini. Aku ingin mati, aku tidak dapat bernafas dengan baik ketika melihat orang yang ku cintai lebih memilih mengejar yeoja lain. Ya Tuhan kenapa rasanya semenyesakkan ini, apakah salah ku begitu besar? Bahkan di saat-saat seperti ini aku masih dengan bodohnya mengharapkannya kembali datang kesini dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Tapi tidak, aku tidak menemukan cerita-cerita seperti itu di hidup ku. Yang slalu ku temui saat air mata ku mengalir tanpa henti hanya Ryeowook namja yang beberapa saat lalu ku buat hancur hatinya. Membuang perasaannya yang tulus untukku dan menyia-nyiakan setiap perlakuan baiknya. Apa yang harus ku lakukan ketika ia bertanya kenapa aku menangis ? kenapa aku sampai semenyedihkan ini ? haruskah ku bilang bahwa orang yang ku cintai pergi meninggalkanku hanya demi yeoja lain ? oh shit ! harus di letakkan dimana wajahku setelah aku berhasil menolaknya dulu. Kim Ryeowook bisakah kau hentikan kebaikan mu ini, aku bukan yeoja yang pantas kau cintai. Dekapan nya bahkan masih terlalu dingin untuk menghentikan tangisan ku, bukan dekapan ini yang ku mau.

 

“Kau gemetaran. Apa yang harus ku lakukan agar kau berhenti menangis ?”

Aku melepaskan diri dari pelukannya, ku usap dengan punggung tangan air mata ku. Aku berusaha meredam tangis ku tapi tetap saja tak bisa.

“Dari mana kau tahu aku tinggal disini ?” tanya ku.

“Itu tidak penting. Apa kau sakit ?”

Namja ini menempelkan punggung tangannya di dahi ku. Lalu secara perlahan ia membawa ku duduk di sofa.

“Dimana dapurnya? Aku akan membuatkan sesuatu yang hangat untukmu” ia berkata lembut pada ku membuat sesuatu di dalam dada ku bergemuruh. Aku tidak mengerti ini, aku malah meremas tangannya seolah berisyarat agar ia tak kemana-mana.

“Kenapa kau jadi pendiam ? jawab pertanyaan ku tadi”

“Dia pergi…”

 

Author POV

“Dia pergi…” ujar Soojin amat pelan.

“Siapa ? siapa yang pergi ?” tanya Ryeowook tak sabaran. Soojin memandangnya lemah dengan bola mata yang tak pernah luput dari genangan air semenjak beberapa menit yang lalu. Ryeowook semakin prihatin, baru beberapa hari mereka tak bertemu dan hilang kontak yeoja ini sudah seperti mayat hidup. Namja ini tak bisa membiarkan ini, ia tak kan rela orang yang ia cintai menderita hidup dengan namja lain. Apakah keputusannya ingin melepaskan Soojin perlu di tarik kembali ?

 

“Kyuhyun dia meninggalkan ku…dia…dia pergi mengejar Hyemi” Soojin akhirnya mengaku. Ryeowook memang tak kenal dengan nama yeoja yang baru saja di sebut-sebut Soojin, tetapi ia dapat mengerti kesimpulan masalah ini. Sudah jelas bahwa Kyuhyun menghianati Soojin. Ryeowook mengepalkan tangannya. Kenapa bukan dia saja yang mendapat kesempatan di cintai oleh Soojin. Jika itu terjadi ia akan memastikan bahwa yeoja ini takkan pernah menitikkan air mata.

“Aku disini, aku selalu bersama-mu, tidak akan terjadi apa-apa” ucap Ryeowook menenangkan. Betapa inginnya Soojin mendengar Kyuhyun yang berkata seperti itu untuknya.

**

 

Di sebuah tepi jalanan kota terlihat dua orang manusia, ekspresi apa yang mereka tunjukkan kini ? bahkan mereka tak tahu.

“Hyemi-ya…berhenti” ucap Kyuhyun masih mengejar Hyemi. Namun yeoja itu tak berniat menghentikan langkahnya bahkan untuk sekedar mengikat tali heel’s nya yang terlepas tanpa sengaja. Kyuhyun mulai gusar, ia menggeram tertahan.

 

“KAU TIDAK DENGAR AKU MEMINTA MU BERHENTI ???” Kyuhyun mempercepat langkahnya dan berhasil menjangkau lengan yeoja itu dengan sedikit paksaan.

“Jangan menyentuh ku!” ujar Hyemi penuh penekanan. Kyuhyun melepaskan tangan Hyemi, ia malah berjongkok dan beralih pada kaki yeoja itu.

“Tali heel’s mu pun lepas kau tidak tahu, kau bisa saja jatuh” Kyuhyun berucap sembari memasangkan tali high heel’s yeoja itu dengan sabar.

“Nah, begini lebih baik” ucap namja ini setelah selesai dan berdiri di hadapan Hyemi.

“Kenapa kau melakukan ini semua?” tanya Hyemi langsung.

“Kau perlu penjelasan agar tak menyalahkan siapapun” jawab Kyuhyun.

“Penjelasan seperti apa? Ini sudah cukup jelas. KAU-BERMAIN-DI BELAKANG KU-DENGAN-SAHABAT KU –SENDIRI”

“Kita bicarakan ini di tempat lain” tanpa mendengar jawaban yeoja itu, Kyuhyun langsung menyeret Hyemi pergi dari tempat ini.

 

@Han River

Hembusan angin seolah tak mampu menghalau meski sejenak kejunuhan fikiran yeoja ini. Ia menatap dengan tatapan yang sulit di artikan pada Kyuhyun.

“Aku bukan Cho Kyuhyun yang dulu lagi…” Kyuhyun memulai pembicaraan dengan tenang. Hyemi mendelik marah padanya.

“Maksud mu ?”

“Aku tak bisa kembali seperti dulu lagi, aku sudah terlalu jauh melangkah”

“Apa sekarang kau sedang mencoba mengatakan pada ku bahwa sekarang kau mencintai yeoja itu ?”

Hyemi bahkan menyebut Soojin dengan sebutan ‘yeoja itu’. Ia tak berminat menyebut nama Soojin.

“Jangan menyalahkannya. Ini semua aku yang salah, dia terlalu banyak menderita karena ini” ucapan Kyuhyun terdengar membela Soojin. Hyemi beralih menatap kedua bola mata namja itu dengan sedikit genangan air mata.

“Lalu bagaimana dengan ku ? Aku yang lebih dulu hadir di kehidupan mu, kenapa sekarang kau malah berdiri di pihaknya?” tanya Hyemi parau, ia mulai menangis.

“Aku tidak membelanya. Hanya saja memang keadaan yang ada begini, tak ada yang patut di salahkan, aku tidak mau Soo…”

“BRUUUK”

“Hyemi !! Hyemi ireona, jebal!” yeoja itu pingsan, pertahanan tubuhnya tak mampu mengimbangi semua sakit hati yang ia terima hari ini.

**

 

Seungmi berjalan gontai di sela-sela lorong apartmen. Dari tadi ia hanya berjalan keluar dari gedung apartmen tersebut dengan memonyongkan bibirnya. Ia kesal karena Kyuhyun meninggalkannya.

“Aish memangnya yeoja itu siapa huh ? kenapa Kyuhyun oppa meninggalkan ku begitu saja” gumamnya sambari menghentak-hentakkan kaki ke lantai. sungguh malang nasib yeoja kecil ini tapi tak jauh berbeda dengan Seorin yang bernasib sama sepertinya.

 

“Eoh bukankah kau eonni yang tadi ? apa tadi itu namjachingu ? kenapa kau biarkan saja dia memeluk yeoja yang di dalam itu ? seharusnya kau membawa namja-mu keluar eonni” oceh seorin berapi-api ketika tanpa sangaja ia bertemu dengan Seorin di dalam lift. Seorin memandangnya sekilas dengan tatapan ada-apa-dengan-bocah-ini. Lalu pergi begitu saja dari sana saat pintu lift telah terbuka secara otomatis. Lagi-lagi seungmi merasa di acuhkan.- salahnya sendiri mengajak bicara orang yang sedang patah hati.

**

 

Kyuhyun langsung mengangkat tubuh Hyemi, ia bingung harus membawa yeoja itu kemana. Apakah ia harus membawa Hyemi ke rumah ibunya ? lalu bagaimana nanti dengan reaksi Shin ahjuma melihat ini semua? Bukankah Shin ahjuma hanya mengenal Kyuhyun sebagai suami Soojin ! tapi itu semua tak ada di benak Kyuhyun, yang ia pikirkan sekarang hanya kondisi yeoja itu. Dengan ketidaksabaran di atas rata-rata Kyuhyun tak lagi memencet bel, ia langsung menggedor-gedor pintu rumah Shin ahjuma agar cepat di bukakan.

“CEKLEK”

Pintu rumah terbuka, Shin ahjuma langsung melempar tatapan shocknya mengetahui putrinya yang baru saja pulang sudah pingsan begini. Tanpa di komandoi Kyuhyun langsung masuk dan membaringkan tubuh yeoja itu ke sofa ruang tamu. Karena kepanikan yang teramat Shin ahjuma masih belum sadar bahwa yang mengantar putrinya itu adalah Kyuhyun.

 

“Bukankah kau Kyuhyun ?”

Kyuhyun langsung membeku di tempatnya, ia tak bisa lari dari masalah ini. Namja ini hanya menundukkan kepalanya hormat sesaat.

“Dari mana kau mengenal Hyemi ? “ tanya Shin ahjuma.

 

Jika memang ini harus terungkap saat ini juga tak ada yang dapat mencegah hal itu terjadi. Kyuhyun sulit meneguk ludahnya sendiri.

“Aku…kekasih putrimu…ahjuma” jawab Kyuhyun dengan sekali helaan nafas.

“Kekasih ? apa yang kau bicarakan ? kau ini suami Soojin !!” Shin ahjuma menatapnya tak mengerti.

“Aku mengenal Hyemi jauh sebelum pernikahan ku dengan Soojin”

“Kau…? jadi selama ini kau yang…KELUAR DARI SINI” tanpa penjelasan lebih Shin ahjuma langsung meneriaki Kyuhyun. Mendengar teriakan yang keras itu, Hyemi menggeliat dari tidurnya. Ia terbangun dan sedikit memijat keningnya.

 

“Eomma…” Hyemi memohon pada ibunya.

“Jadi namja seperti ini yang kau cintai itu ? namja yang tega menyakiti mu hah ?” Shin ahjuma memandang putrinya garang. Wanita tua itu berdiri lalu mendorong Kyuhyun keluar dari sana.

“Keluar dari sini, namja kurang ajar” rutuk Shin ahjuma, Hyemi ikut menenangkan ibunya. Ia menghalangi tubuh Kyuhyun dari jangkauan tangan ibunya.

 

“Eomma ku mohon jangan begini, jangan perburuk keadaan aku mohon. Ini masalah ku” Shin ahjuma mendelik kesal pada kedua orang itu. Ia menghembuskan nafas kasar dan masuk ke kamarnya.

“Kau lihat sendiri kan ?” tanya Hyemi tersenyum getir.

Kyuhyun terdiam, ia sendiri tak tahu akan menjadi serumit ini.

“Eomma ku bahkan marah kepada ku karena masalah yang bukan ku perbuat, ini semua salah Soojin. Dia mengambil mu dari ku” entah kenapa sekarang mulut Kyuhyun seolah terkatup rapat saat Hyemi menyalahkan Soojin lagi. Tak seperti saat di sungai Han tadi ia masih membela Soojin, tapi sekarang ia tak lagi melakukan itu. Dengan bersikap begini sama saja Kyuhyun membiarkan rasa egois Hyemi semakin manjadi.

“Kau masih mencintai ku bukan ? Kau tidak mungkin melupakan ku” Hyemi menggenggam tangan Kyuhyun. Ini seperti bukan Hyemi, sikapnya sekarang ini terlalu egois untuk yeoja seukuran Hyemi yang biasanya adalah seorang perempuan baik.

 

 

Namja ini seolah berubah menjadi pengecut ia tidak meng-iyakan dan tidak pula menepis pertanyaan tersebut. Ini seperti sebuah jebakan kata-kata, yeoja ini terlalu pandai mendominasi keadaan. Tentu saja Kyuhyun tak dapat menepis pertanyaan ini, ia masih punya otak agar tak menyakiti Hyemi untuk kesekian kalinya. Keadaan akan berubah lebih jelas jika saja Hyemi bertanya apakah Kyuhyun mencintai Soojin. Maka dengan cepat Kyuhyun pasti akan meng-iyakannya. Jika sudah begini ia hanya mengambil jalan tengah dan diam.

 

Dalam diam Kyuhyun membawa Hyemi ke dalam pelukannya, setidaknya ini yang harus ia lakukan.

“Soojin maafkan aku” ucapnya dalam hati.

 

Soojin POV

Kemana dia ? apakah kau tidak tau aku disini menunggumu. Aku bahkan mencaci diri ku yang sempat berpikiran kau tidak akan pulang. Tapi buktinya kau memang tak kunjung pulang.

“Soojin-a aku pulang, besok aku akan kemari lagi” aku merasakan seseorang menyelimuti ku dari belakang. Dan orang itu tersenyum hangat untuk ku.

“Ini…kau pakai saja, di luar sana dingin” aku kembali melepaskan jaket-nya yang beberapa detik sempat terpasang di tubuhku. Ia malah menolak uluran ku.

“Aku ini namja, jadi takkan mudah kedinginan. Aku tahu kau pasti sangat malas untuk sekedar berjalan ke lemari dan mengambil sebuah selimut. Jadi kau pakai saja jaket ku” adakah orang yang lebih baik dari namja ini ? kenapa hanya aku yang menerima kebaikannya. Sementara ia tak pernah menerima apapun dari ku.

“Gomawo Wookie-a”

“Boleh aku mencium mu ?”

 

Author POV

“Mwo ?”

Ryeowook sedikit merunduk lalu mencium dahi Soojin dengan lembut. Ini adalah detik paling bahagia di hidup namja ini.

“Jika kau tidak suka, anggap saja aku ini Kyuhyun. Tidak apa-apa selama kau merasa nyaman. Aku tahu kau menunggunya kan ? “ ujar Ryeowook kemudian. Hah…ia seperti tak memiliki harga diri berbicara seperti itu. Namja ini bersedia Soojin menganggap sebagai Kyuhyun asalkan yeoja itu senang. Soojin terpaku, ini keadaan yang buruk. Di satu sisi ia mencintai Kyuhyun namun namja itu meninggalkannya begitu saja dan di sisi lain ada seseorang yang setia menantinya menjadi wadah untuk pelariannya. Tidak ada lagi sebenarnya alasan untuk menolak Ryeowook.

“Kenapa kau berbicara seperti itu ? kau seharusnya tidak perlu merendahkan diri hanya demi yeoja seperti ku. Aku senang, aku senang kau yang mencimku. Aku tidak mengharapkannya, dia jahat. Kyuhyun jahat” ucap Soojin lirih sembari menunduk manatap lantai, ingin sekali ia menangis dan berteriak betapa ia kecewa pada Kyuhyun dan betapa ia kecewa terhadap dirinya sendiri karena sampai detik ini masih belum bisa menerima cinta Ryeowook.

Ryeowook menarik Soojin agar yeoja itu bisa menumpahkan kekesalannya di dalam dekapan namja ini. Tangan Ryeowook tergerak mengusap pelan punggung Soojin meredakan amarah yeoja itu.

“Kau bohong, kau memang menunggunya” ucap Ryeowook dalam hati.

**

 

Malam yang buruk itu pun berganti hari. Sekarang telah pagi dan Soojin bangun di dalam kesendirian, semalam Ryeowook pulang pukul 11 malam karena menemaninya. Hingga sekarang Kyuhyun belum pulang. Yeoja ini hanya mengatur detak jantungnya agar tak berbaur dengan emosi. Hari ini ia butuh udara segar, kakinya melangkah tak tentu arah. Di tengah-tengah jalan ponselnya berdering, Soojin terkesiap saat disana tertera nama Jiwoo.

“Yeoboseyo ?”

Apa yang sedang kau lakukan sekarang ?

“Oppa…” suara Soojin lirih, ingin menangis.

Kau kenapa ?”

“Apa yang harus ku lakukan sekarang ?? Aku sendirian disini…”

Apa maksudmu ? kenapa kau bilang sendirian ? kau disana bersama Kyuhyun

“Dia tidak menginginkanku, di pergi dan belum kembali!”

Entah setan apa yang merasuki yeoja ini, masalah yang selama ini selalu di tutup-tutupinya dari Jiwoo malah ia ceritakan dengan mudah. Tak heran, karena hatinya terlanjur sakit.

MWO??? Kau jangan bercanda Han Soojin, selama ini kau selalu bilang hubunganmu baik-baik saja dengan suamimu itu!!

“Tidak, kenyataannya tidak. Oppa, ku mohon jangan memarahiku lagi” ucap Soojin sangat memohon.

Ceritakan masalahnya

Soojin menggigit bibir bawahnya, haruskah ia ceritakan ? ia jadi menyesal kenapa tadi ia mengatakan ini pada Jiwoo.

“Hyemi…Kyuhyun dulunya adalah kekasih Hyemi. Mereka saling mencintai sebelum aku datang, saat Hyemi pergi ke LN kecelakaan itu terjadi. Tapi sungguh Kyuhyun tidak tahu bahwa aku dan Hyemi bersahabat dan aku pun juga tidak tahu mereka sepasang kekasih. Sekarang Hyemi kembali ke Seoul dia marah besar padaku, sampai sekarang Kyuhyun belum pulang sejak bertemu Hyemi kemarin…” Soojin tak tahu apakah langkah memberitahu Jiwoo ini akan berguna atau malah makin memperburuk keadaan. Ia pasrah, ini tergantung kehendak Tuhan.

Haaah…Kenapa adik kecilku ini selalu bernasib malang ? kenapa tidak aku saja” desah jiwoo pelan, ia tak bisa lagi menggunakan emosi ini terlalu miris untuk adiknya.

“Akan ku pikirkan cara membawamu keluar dari masalah itu, nanti oppa akan meneleponmu lagi. Sekarang dimana pun kau berada pulanglah, istirahat dengan baik. Aku akan mencari jalan keluarnya” sambung Jiwoo dengan nada yang sangat jelas menunjukkan keputus-asaan. Soojin menyimpan Handphone tersebut ke dalam tasnya, sesuai kata Jiwoo lebih baik ia sekarang pulang lalu istirahat.

 

“TINN…TINNN”

Soojin membalikkan tubuhnya, ia terganggu dengan suara klakson mobil itu.

“Kau Han Soojin ?” ucap pria tua dengan setelah jas rapi. Yeoja itu menganggguk.

“Anda siapa?”

“Aku ayah Kyuhyun, apakah kau punya waktu luang sebentar ? Ada yang ingin kutanyakan padamu” Ayah Kyuhyun tersenyum, Soojin memang tak pernah bertemu dan tau siapa ayah Kyuhyun. Ini pertemuan mereka yang pertama kali.

“Iya, abeonim” jawab Soojin sopan.

 

Tuan Cho membawa Soojin ke ruangannya, mereka berbicara empat mata di kantor perusahaan keluarga Cho.

“Duduklah, anggap saja ini rumahmu ” ujar Tuan Cho ramah. Soojin mendudukkan dirinya, ia menatap dengan teliti tempat yang terlewat mewah ini.

“Suatu hari nanti, semua ini akan menjadi hak anak yang sedang kau kandung”

Soojin terkesiap ia tidak menduga Tuan Cho akan berkata begini padanya.

“Maaf abeonim, apa yang anda katakan ?”

“Kau terkejut ? maaf aku tak bermaksud begitu. Kau tahu bukan Kyuhyun putraku satu-satunya, siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan ini jika bukan keturunan darinya dan kau sedang mengandung jadi sudah jelas anakmu yang akan menerima semua ini nantinya ketika ia dewasa” jelas Tuan Cho. Soojin tahu, sangat tahu kalau Kyuhyun adalah putra tunggal keluarga kaya ini. Tapi ia sama sekali tak pernah berfikir bahwa anak yang di kandungnya akan mewarisi kekayaan keluarga suaminya itu. Karena sungguh Soojin tak pernah memandang Kyuhyun dari status ekonomi.

“Aku tidak pernah memikirkan hal itu abeonim” jawab Soojin.

“Tidak apa-apa, aku tahu kau perempuan baik-baik” balas Tuan Cho tenang dan terkesan baik. Tapi Soojin sudah terlanjur takut dengan pernyataan Tuan Cho tadi. Bagaimana jika nanti ia dan Kyuhyun berpisah lalu Tuan Cho mengambil hak asuh atas anaknya ? Segala macam perspektif buruk mulai menghantuinya.

 

“Apakah Kyuhyun baik padamu ?” Tuan Cho bertanya lembut. Lagi-lagi Soojin hanya mengangguk, ia terlalu tegang berhadapan dengan mertuanya itu.

“Jika dia berlaku buruk padamu, katakan saja padaku. Ah iya kau tidak perlu berfikiran negatif tentang yang ku katakan padamu tadi”

Soojin meremas-remas tangannya, tak peduli kuku-kukunya yang mencekam dalam di telapak tangannnya. Masalahnya dengan Kyuhyun apa perlu di beritahu pada Tuan Cho, yeoja itu juga tak tega bila nanti Kyuhyun di marahi oleh mertuanya itu.

“Tidak abeonim, Kyuhyun baik. Hubungan kami baik-baik saja”

 

“Hm syukurlah kalau memang begitu, Bagaimana jika kita pergi keluar untuk makan siang?” Tuan Cho sedikit gembira dengan ajakannya, ia telalu senang ingin memiliki cucu.

“Sekarang tidak bisa abeonim, mungkin besok-besok aku akan menelepon anda untuk pergi makan siang. Aku ingin pulang dan istirahat” tolak Soojin halus, ia sebenarnya tak ingin mengabaikan niat baik Tuan Cho ini.

“Mungkin lain kali saja, sekarang kau memang harus banyak-banyak beristirahat. Dan ingat apapun yang kau butuhkan kau bisa memintanya pada ku” ujar Tuan Cho sekali lagi. Soojin semakin tak mengerti situasi ini. Dimana di satu sisi ibu Kyuhyun yang sungguh membencinya terbalik dengan itu ayah Kyuhyun malah mendukungnya. Tapi yeoja ini masih ragu, apakah ayah Kyuhyun memang tulus membantunya atau malah memiliki motif lain.

“Sopir ku akan mengantar mu pulang, berhati-hatilah di jalan jaga kandunganmu”

“Ne” Soojin membungkuk hormat lalu pergi dari sana yang di luar telah menanti sopir suruhan dari Tuan Cho.

 

Kyuhyun POV

Hari ini aku pulang ke Gangnam, aku tidak tahu akan seperti apa ekspresi Soojin pada ku nanti. Yang masih menjadi pertanyaanku, kenapa bisa Hyemi tahu aku sekarang tinggal di apartmen ku di Gangnam? Jika saja pertemuan mendadak ini tak terjadi mungkin akan lebih mudah bagiku menjelaskan ini semua pada Hyemi. Ada beban berton-ton yang rasanya menyangkut di pergelangan kakiku, aku sangat malas pulang. Aku tidak menginginkan pertengkaran dengan Soojin, aku hanya butuh ia memeluk ku. Aku membutuhkannya saat ini.

“KREEK”

 

Aku sudah berhasil membuka pintu, ku langkahkan kaki memasuki ruangan utama. Aku tidak menemukan Soojin dimana-mana, kemana dia?

“Soojin ?? apa kau di dalam?” ku ketuk pintu kamar mandi di kamar kami,  karena tak mendapat jawaban aku langsung membukanya tapi tetap kosong. Soojin tak ada disini.

 

Author POV

Kyuhyun melangkah dengan cepat kembali ke ruang santai, apartmen ini kosong. Kini matanya tertuju pada sandaran sofa, ia berjalan mendekat. Di sofa itu ada sebuah jaket, Kyuhyun menelitinya dengan baik-baik. Ini bukan miliknya ! tak mungkin ia lupa dengan barang kepunyaan. Ia menyentuh jaket tersebut.

“Milik siapa ini ? mungkinkah…?”

Ryeowook! Satu nama itu pasti melekat di kepalanya, bagaimana tidak Kyuhyun masih ingat insiden saat dulu Soojin hampir lari bersama namja itu. Namja yang menjadi saingan terberatnya, jika di fikir ulang Ryeowook memang lebih tahu segala sesuatu tentang Soojin sementara dirinya, ia hanya namja yang masuk dalam kehidupan Soojin karena sebuah kecelakaan. Yang membuatnya unggul dari Ryeowook hanyalah karena Soojin mencintainya, sejauh apapun Ryeowook masuk dan mengetahui semua tentang Soojin tetap saja perasaan mencintai yang menentukan.

**

 

Soojin kembali pulang ke apartmen, namun langkahnya di hentikan teriakan seseorang.

“Eonni !”

“Ne, kau siapa ?” tanya Soojin tak kenal. Rupanya hari ini bocah bernama Seungmi itu mendatangi apartmen Kyuhyun. Ia memutuskan menjadi mata-mata alias detektiv untuk mengetahui masalah oppa-nya tercinta Kyuhyun.

“Eonni yang di apartmen Kyuhyun oppa kemarin kan ? OMO! Eo..nni hamil ??” ternyata Seungmi baru menyadari bahwa Soojin tengah mengandung. Soojin menatap yeoja itu datar.

“Cepat katakan! Ada hubungan apa eonni dengan Kyuhyun oppa ? kenapa kalian tinggal satu atap?” tanya Seungmi mengerucutkan bibirnya membentuk sebuah aegyo seperti oppa-nya Lee Sungmin.

“Aku istrinya, kenapa ?” jawab Soojin santai.

“Is..istrinya ? Ya! Eonni jangan berbohong tidak mungkin Kyuhyun oppa dengan yeoja seperti eonni ini” cela Seungmi.

“Apa katamu ?” Soojin kesal mendengarnya.

**

 

Hyemi resah di tempat duduknya, sedari tadi ia menunggu Kyuhyun. Namja itu bilang setelah berbicara pada Soojin ia akan kembali ke rumah Hyemi, tapi hingga sekarang Hyemi tak melihat janji itu. Ia memutuskan untuk pergi mencari Kyuhyun ke sana, ia akan ke Gangnam lagi. Ia sangat khawatir kalau Kyuhyun tak akan kembali dan malah bersama Soojin. Hyemi merasa ia berhak memutuskan masalah ini akan berakhir seperti apa, egois!

Selama di perjalanan Hyemi mencoba menghubungi Kyuhyun namun nomor itu tak aktif. Keyakinan Hyemi makin kuat kalau Kyuhyun pasti tidak bisa meninggalkan Soojin. Dari awal pertemuan mereka kemarin entah kenapa yeoja ini merasa Kyuhyun tak lagi mencintainya. Debaran jantung Kyuhyun saat memeluknya tak lagi sama seperti dahulu. Sikap Kyuhyun pada Hyemi sekarang lebih terkesan mengasihani bukan malah mencintai. Tapi Hyemi tak peduli itu, ia tak mempersalahkan lagi jika perasaan Kyuhyun padanya saat ini hanya sebatas mengasihani. Toh yang di inginkannya adalah mendapatkan Kyuhyun kembali, ia tak terima dengan perlakuan Soojin yang menurutnya telah merebut Kyuhyun. Cinta bahkan dengan mudahnya dapat berubah menjadi ambisi.

 

Hyemi mempercepat langkahnya ketika taxi yang ia tumpangi telah mengantarkannya sampai di depan kawasan apartmen. Kakinya tak melanjutkan aktivitasnya melangkah kala mata Hyemi melihat sosok yeoja yang mirip Soojin tengah berdebat dengan seseorang beberapa meter di depan lift.

“Soojin…”

Bukannya menghampiri, Hyemi malah bersembunyi di balik sebuah pohon hias di sudut ruangan itu, ia hanya memperhatikan Soojin dari jauh namun ia masih dapat menangkap setiap pembicaraan yang terlontar.

 

“Eonni tak pantas manjadi istri Kyuhyun oppa, aku lebih pantas dari eonni” ucap Seungmi dengan sedikit menangis. Bukannya iba, orang-orang akan muak melihat tingkah seungmi ini. Soojin tahu sekarang ini ia sedang menghadapi seorang anak remaja yang belum mengerti apa-apa. Tapi perkataan Seungmi cukup mengena di hati Soojin.

“Apa eonni menggoda Kyuhyun oppa ? kenapa eonni melakukan itu ? Wae ?” tuntut Seungmi makin menjadi. Soojin merasa sulit bernafas, kepalanya pusing. Ia berpegangan pada dinding, pandangannya mulai berkunang-kunang.

“Cukup, kau tidak tahu apa-apa anak kecil” jawab Soojin berusaha membela diri. Hyemi sedikit berjengkit melihat Soojin yang benar-benar sudah lemas. Ia ingin menolong tetapi jika ia mengingat apa yang telah Soojin lakukan padanya itu membuat niat baiknya di tarik kembali.

 

Seungmi masih belum menyadari bahwa yeoja di depannya itu sebentar lagi akan roboh karena ulahnya.

“Aku tidak habis fikir kenapa Kyuhyun oppa mau saja dengan eonni, aku bahkan lebih cantik dan aku ini seorang model. Seharusnya aku lebih cocok dengan Kyuhyun op…”

“Hei hentikan omonganmu !!” sambar sebuah suara dari arah belakang Seungmi. Hyemi tak dapat mencegah dirinya untuk menolong Soojin. Yeoja itu langsung menghampiri Soojin yang sedang berpegangan pada dinding.

“Gwenchana?” tanya Hyemi.

Soojin sangat lemas, ia sekarang bersandar pada bahu Hyemi. Hampir saja yeoja itu pingsan.

“Apa yang kau lakukan ? kau tidak lihat dia hampir pingsan ?” bentak Hyemi.

“Huh…siapa lagi ini ?” decak Seungmi seenaknya. Hyemi mendelik kesal rasanya ia ingin melempar yeoja itu.

 

“OMONA! Bukankah eonni yang kemarin pergi bersama Kyuhyun oppa? Sebenarnya siapa yeoja-nya Kyuhyun oppa ? Eonni ini atau eonni yang itu? Ouh aku pusing” keluh Seungmi. Hyemi betul-betul naik darah melihat bocah ini berbicara.

“Seungmi-ya !!” seungmi tahu itu suara siapa, ia bergidik takut mendengar derap langkah orang yang memanggilnya itu semakin mendekat.

“Aish…kenapa oppa tahu aku disini”

Lee sungmin namja itu akhirnya sampai disini. Ia menatap garang adiknya.

“Ya!! Kenapa kau suka sekali menghilang ? aku kerepotan mencarimu” omel Sungmin. Hyemi menatap adik-kakak itu tak percaya. Tak bisakah ia melihat Hyemi yang kini kesusahan menahan tubuh Soojin. Yeoja itu benar-benar lemas bersandar pada Hyemi, terang saja dari pagi ia belum mengisi perutnya belum lagi kena hinaan dari Seungmi.

“Tuan tolong ajari adikmu cara berbicara, ucapannya sungguh tak sopan di usianya yang masih muda ini” ujar Hyemi. Sungmin tersadar bahwa di tempat ini masih ada orang lain selain dirinya dan Seungmi.

“Ah maaf aghassi, memangnya apa yang di perbuat adikku?” tanya Sungmin polos.

“Kau lihat temanku ? dia hampir pingsan karena cacian dari mulut adikmu” balas Hyemi sedkit kesal karena mendengar nada bicara Sungmin. Untuk sekarang ia seolah lupa dengan rasa bencinya terhadap Soojin. Sebuah hubungan persahabatan memang bisa di putuskan tapi sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa menghapus bahwa persahabatan itu pernah ada. Dan mungkin inilah yang terjadi pada Hyemi dan Soojin, setidaknya Hyemi masih punya hati untuk mengasihani seseorang yang fisiknya sedang lemah.

“Haishh…” Sungmin menatap tajam adiknya. Selalu saja Seungmi berulah, Sungmin yang selalu menyelesaikan permasalahan adiknya dan kena getahnya.

“Biar aku yang mengangkatnya…” tawar Sungmin pada Hyemi. Hyemi sudah akan membiarkan Sungmin mengangkat Soojin hingga tiba-tiba…

“Apa yang terjadi padanya ?!?” seru Ryeowook yang baru saja menjejakkan kakinya di tempat itu. Hyemi tak tahu harus menjawab apa, ia tak mengenal namja itu.

“Haah…aku pusing” lirih Soojin yang kini bersandar di bahu namja yang bernama Sungmin tersebut.

“Aghassi…” ucap Sungmin mencoba mengecek kesadaran Soojin. Yeoja itu memijiat pelipisnya.

Melihat oppanya yang sedang sibuk itu menjadi celah bagi Seungmi untuk melarikan diri. Tak ada yang menyadari bahwa bocah itu telah lenyap dari sana.

“Bisa jelaskan pada ku apa yang terjadi dengannya?” Ryeowook mengulang pertanyaan.

“Dia tiba-tiba lemas” jawab Hyemi singkat. Ryeowook belum tahu bahwa yeoja yang berbicara dengannya itu adalah Hyemi yang di sebut oleh Soojin kemarin.

“Berikan dia pada ku, aku akan mengantarnya pulang” ujar Ryeowook menatap pada Sungmin.

Sungmin yang tak tahu apa-apa melirik pada Hyemi seolah meminta pendapat namun yeoja itu malah membuang muka tak memberi respon apa-apa. Akhirnya Sungmin menuruti perintah Ryeowook. Lagi pula ia tak tahu menahu dengan apa yang terjadi disini, jadi ini bukanlah urusannya.

“Kita ke rumahku sekarang…” bisik Ryeowook halus di telinga Soojin.

Hyemi ingin tahu apa hubungan namja itu dengan Soojin, kenapa namja itu berbicara begitu pada Soojin ? setahu Hyemi, Soojin tak pernah bercerita mengenai siapapun padanya. Hyemi berpikir keras, sepertinya situasi ini akan menguntungkannya. Bagaimana tidak ? namja itu mungkin saja kekasih Soojin. Dengan itu ia bisa dengan mudah menarik perhatian Kyuhyun lagi.

“Kajja!” ucap Ryeowook pelan.

Tepat ketika mereka berdua akan pergi, pintu lift yang berada di samping mereka terbuka secara otomatis. Dan sialnya disana ada Kyuhyun yang langsung menatap keduanya penuh emosi.

“Kyu…” desis Hyemi. Ini sebuah kebetulan yang mungkin saja menguntungkannya.

Tanpa basa-basi Kyuhyun menarik lengan Soojin dengan keras, tetapi Ryeowook tak mau kalah ia tetap mempertahankan Soojin.

“Lepaskan is-tri-ku” ujar Kyuhyun tajam. Ryeowook diam, ia tidak peduli dengan kata-kata ancaman dari Kyuhyun.

Soojin memberontak, dengan sedikit limbung ia berusaha berdiri sendiri.

 

“Ayo pulang” Kyuhyun menarik tangan Soojin. Hyemi tak tinggal diam, ia menarik lengan Kyuhyun lalu menggeleng seakan mengisyaratkan supaya Kyuhyun tak pergi bersama Soojin.

Soojin tersenyum getir melihat adegan ini. Ia menghentakkan tangan Kyuhyun.

“Ada yang lebih membutuhkanmu” Soojin menggidikkan dagunya pada Hyemi.

Ryeowook menatap Hyemi sekilas dan mulai mengerti kondisi ini.

“Kau tidak akan berani pergi Han Soojin” ujar Kyuhyun mendelik pada Soojin.

“Berhentilah bersikap egois, kau menahan istrimu sementara kau sendiri tidak bisa mengambil keputusan yang pasti mengenai kekasihmu” sela Ryeowook semakin memperkeruh suasana dengan ucapannya.

“Dengar Kim Ryeowook kau yang seharusnya berhenti mengganggu Soojin” balas Kyuhyun

“Kita bicarakan ini baik-baik, ini semua tidak seperti yang kau lihat kemarin” Kyuhyun mencoba meminta pengertian Soojin. Tapi hati Soojin mengeras seperti batu, sangat sulit untuk mempercayai Kyuhyun saat ini.

Berbanding terbalik dengan Soojin, di saat ini Kyuhyun malah mengharapkan kepercayaan Soojin kembali padanya. Ia rapuh tanpa Soojin, ia ingin Soojin menyokongnya di saat bimbang begini. Jika saja menangis itu bukan hal yang memalukan bagi seorang namja melakukannya mungkin sekarang juga Kyuhyun akan menumpahkan air matanya agar Soojin dapat melihat kesungguhan namja itu. Ia ingin menangis tapi tak bisa, ia hanya dapat meluapkan semuanya dengan emosi.

 

“Aku memberimu waktu untuk berpikir Kyu…” ujar Soojin dengan dada yang rasanya amat menyesakkan. Ia tak ingin mengatakan ini tapi keadaan memaksanya.

Hyemi mencengkeram lengan baju Kyuhyun. Ia berusaha memberi sugesti agar Kyuhyun membiarkan Soojin pergi. Tapi bukan ini yang di inginkan Kyuhyun. Kenapa begitu sulit baginya menolak Hyemi, disinilah letak kesalahannya tak bisa memutuskan suatu hal dengan cepat. Dan hal ini hanya akan membuat orang yang di cintainya yakni Soojin akan semakin menjauh.

Ryeowook segera menggenggam tangan Soojin. Yeoja itu tersentak dari lamunan sesaatnya, kemudian ia mendapati Ryeowook menatapnya dengan sangat lembut.

“Ikutlah bersamaku” ajak Ryeowook yang tentu saja mengundang kemarahan Kyuhyun yang mendengarnya. Kyuhyun sudah mengepalkan tangannya saat Soojin dan ryeowook mulai melangkah pergi dari sana.

 

Namja itu kini tak lagi mementingkan keberadaan Hyemi di sampingnya. Separuh tempat di otaknya yang kemarin masih terpenuhi oleh Hyemi sekarang seolah kembali. Ia mulai berpikir jernih, bukan ini yang seharusnya terjadi. Dunia akan menertawakannya bila ia terus berdiam diri seperti orang bodoh saat orang lain membawa pergi istrinya di hadapannya sendiri.

Kyuhyun mempercepat langkahnya menyamai langkah Soojin-Ryeowook yang nyaris manjauh dan keluar dari area apartmen.

“Soojin tunggu!!”

Soojin terhenyak mendengar itu, ia ingin membalikkan tubuhnya dan menghampiri Kyuhyun tetapi tangan Ryeowook seolah bertanding kuat dengan keinginannya itu. Ryeowook semakin mempererat cengkramannya den mempercepat jalannya, bahkan pemandangannya sekarang terlihat Ryeowook seperti menyeret Soojin. Namja itu tak bermaksud ingin memisahkan Soojin dengan suaminya hanya saja ia begitu tidak tahan melihat Soojin yang terus-terusan menderita tinggal bersama Kyuhyun. Ia ingin memberi pelajaran Kyuhyun karena berani-beraninya mempermainkan Soojin..

 

Kyuhyun kehabisan kesabaran, ia berlari dan menggapai pundak Ryeowook.

“Jika kau masih terus melanjutkan langkahmu, aku tidak akan segan-segan…” ucap Kyuhyun yang sengaja menggantung kalimatnya sebelum…

“BUGH”

Kyuhyun melayangkan pukulannya di rahang Ryeowook. Ryeowook berdiri setelah sempat terjatuh. Kali ini ia takkan mengalah seperti waktu itu, ia bukan pengecut. Jika ia berkata akan membawa Soojin maka ia pastikan Kyuhyun akan melihat itu sekarang juga.

“BUGH” pukulan Kyuhyun untuk Ryeowook tadi terbayar, sekarang malah ia yang tersungkur akibat tinjuan dari Ryeowook.

 

“Aku tidak akan mengalah lagi padamu, seharusnya dari dulu aku merebut Soojin darimu” Ryeowook menarik kerah baju Kyuhyun. Namja itu mendorong tubuh Ryeowook hingga jatuh telentang ke tanah, Kyuhyun yang berada di atas Ryeowook tersenyum sinis.

 

“Kau pikir aku akan melepaskannya? Jangan bermimpi!” ucap Kyuhyun yang sedetik setelah itu kembali melampiaskan kemarahannya dengan memukul Ryeowook.

“Kyuhyun hentikan!” jerit Soojin melihat kedua namja itu bergulingan di tanah saling memukuli.

“Wookie ku mohon jangan memukulinya lagi” jerit Soojin sekali lagi.

Soojin panik, ia tak mungkin melerai kedua orang yang tengah adu pukul tersebut, itu sangat membahayakan. Kepalanya menoleh kesana-sini berniat mencari bantuan ataupun seseorang yang dapat menghentikan perkelahian itu. Dari kejauhkan terlihat Hyemi dan namja yang tidak di ketahui Soojin bernama siapa berlari ke arahnya. Yeoja itu merasa tertolong, setidaknya ada satu namja yang bisa membantunya.

“Kyu…” Hyemi melotot melihat perkelahian di depan matanya. Ia tidak tahu bahwa kedua namja itu begitu menginginkan Soojin hingga mau bertengkar seperti ini. Entah mengapa ini semain memunculkan rasa iri di hati Hyemi. Mengapa Soojin begitu di cintai banyak orang ? sedangkan dirinya tidak. Ia menatap Soojin penuh benci, Soojin merasakan tatapan Hyemi yang seperti ingin membunuhnya. Tapi Soojin tak menghiraukan itu, ada yang lebih penting untuk di urusnya lebih dari ini.

 

“Tolong pisahkan mereka…aku mohon” Soojin menghampiri namja yang bernama Sungmin tadi, ia menggoncang-goncang lengan Sungmin. Yeoja itu begitu takut terjadi apa-apa di antara kedua orang yang bergumul di tanah itu. Sungmin awalnya tak mau ikut campur dengan hal merepotkan seperti ini, namun ia sudah terlanjur mencelupkan kakinya ke kolam jadi apa boleh buat ia akan membenamkan sekalian dirinya kesana.

 

Sungmin kewalahan memisahkan Kyuhyun dan Ryeowook yang saling tarik. Tidak ada satupun yang mau mengalah baik Ryeowook, Kyuhyun apa lagi. Sungmin menarik Kyuhyun dengan keras lalu memberi isyarat pada Soojin agar yeoja itu menenangkan Ryeowook yang tak sanggup di peganginya karena sekarang ia sedang memegangi Kyuhyun.

“Wookie-a…sudah !!” Soojin menarik lengan Ryeowook, namja itu hampir saja menyentakkannya tangan Soojin jika saja yeoja itu tak mengucapkan kata-kata yang membuat hatinya tertohok dan membuat tenaganya melemah seketika.

“Jika kau tidak mendengar perkataanku dan terus berkelahi aku akan pergi jauh…tanpamu” ucap Soojin pelan namun penuh penekanan dan kentara akan pengancaman.

Ryeowook mulai melunak ia benar-benar takut dengan ucapan Soojin, entah mengapa namja itu merasa ucapan Soojin tak main-main.

“Mianhae”

 

Di  ujung sana Kyuhyun yang sudah mulai di lepaskan Sungmin mulai tenang walau dengan nafas yang masih memburu. Nafas Kyuhyun besar menandakan ia masih di kuasi amarahnya, Hyemi mendatangi Kyuhyun yeoja itu mengusap wajah Kyuhyun. Seangin Kyuhyun mengelak dari sentuhan tangan Hyemi di wajahnya. Ia tidak ingin sentuhan Hyemi, ia ingin sentuhan Soojin.

Kyuhyun dapat menangkap sosok yang di inginkannya itu tengah berdiri di samping Ryeowook, Soojin membersihkan pakaian bagian atas Ryeowook yang kotor alhasil dari bergulingan di tanah tadi dengan Kyuhyun. Bukan tak mungkin emosi Kyuhyun tersulut lagi tapi ia tahan, ia mencoba mengendalikan dirinya. Yang sedang ia pertahankan saat ini bukanlah sebuah benda yang bisa di pindah tangankan namun seseorang yang di cintainya, seseorang yang terlalu sering ia buat menangis.

“Kyu… jangan…” Hyemi memanggil nama Kyuhyun kala namja itu berjalan mendekati Soojin.

(Silahkan putar lagu A ’Good’ bye biar lebih dapet feelnya^^)

“Soojin ayo kita pulang” Kyuhyun berkata dengan tenang menatap Soojin sedalam-dalamnya. Yeoja itu tak menyahut, melihat itu Kyuhyun mendekat lagi beberapa langkah tetapi apa yang di lihatnya ? Kyuhyun merasakan nyeri di ulu hatinya karena Soojin mundur secara perlahan ke belakang seakan tak mau berdekatan dengannya. Kali ini Ryeowook tak ikut andil, ia sadar dirinya hanya mengacaukan segalanya. Ryeowook hanya diam membiarkan Soojin memilih sendiri keputusannya.

 

“Kenapa kau begini ?? Aku ingin kau pulang bersama ku” Kyuhyun memohon lagi sembari mengulurkan tangannya. Air mata Soojin serasa ingin meluncur dari pelupuk matanya, ia menatap sendu wajah Kyuhyun yang lebam. Ia ingin menyentuh lebam itu, mengobatinya dengan tangannya sendiri. Namun tatapan Hyemi yang berdiri di belakang Kyuhyun lurus menatapnya, Hyemi memandang Soojin dengan memelas meminta dengan cara lembut agar ia melepaskan Kyuhyun. Soojin tak kuasa melawan semua tekanan ini, semua menekannya dari berbagai arah.

 

Di satu sisi ia tak ingin mengabaikan uluran tangan Kyuhyun yang mengajaknya untuk pulang. Betapa ingin ia menggenggam tangan itu lagi. Tapi Hyemi ? rasa bersalahnya tak jauh lebih kecil dari rasa inginnya ia kembali bersama Kyuhyun.

Soojin menggeleng perlahan sebagai jawaban atas ajakan Kyuhyun, hati Kyuhyun mencelos tepat saat itu setetes air mata jatuh menuruni pipi namja itu.

“Tidak ?” tanya Kyuhyun lirih hampir terdengar seperti bisikan halus karena menahan sesak di dadanya.

“Tidak” jawab Soojin. Saat itu juga tangan Kyuhyun yang tadinya terangkat dan terulur pada Soojin perlahan mengepal lalu jatuh terhempas ke bawah dengan gontai. Harus dengan cara apalagi ? namja itu bahkan telah mengeluarkan segala kelembutan yang ia punya.

Tanpa di sadari Hyemi telah berdiri di samping Kyuhyun, sekarang tiba gilirannya untuk datang pada Kyuhyun di kala namja itu terluka. Untuk yang ke sekian kalinya Kyuhyun bahkan tak menyadari kehadiran Hyemi. Soojin melihat Hyemi dan Kyuhyun secara bergantian, di matanya kedua orang itu sangat serasi tanpa dirinya sebagai pengganggu. Ini pemandangan yang seumur hidup sangat menyakitkan bagi Soojin. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Kyuhyun dan Hyemi berdiri berdampingan, sementara ia sendiri tegak bersebelahan dengan Ryeowook. Pada hal yang berstatus suami istri disini adalah dirinya dan Kyuhyun tetapi mengapa kenyataan yang ada begini ? seharusnya ia yang berdiri di samping Kyuhyun. Cerita cinta macam apa ini ? kenapa sungguh kejam?

 

“Wookie-a, kita pergi sekarang ?” Soojin menoleh pada Ryeowook yang berada di sampingnya. Namja itu malah menatap Soojin ragu, ia tahu yeoja itu tak menginginkan ini.

 

“ Ya, ayo kita pergi” jawab Ryeowook kemudian. Ia menarik lembut tangan Soojin, ini sangat berbeda dengan tadi. Jika tadi keinginan mereka untuk pergi penuh dengan teriakan, bentakan, pertikaian bahkan perkelahian namun tidak dengan yang terjadi sekarang ini. Soojin pergi dengan keheningan, hanya air mata yang menjadi saksinya. Ryeowook bahkan dengan leluasa menggenggam tangan Soojin. Kyuhyun mematung di tempatnya, semua ini seakan menamparnya secara bertubi. Yeoja itu sendiri yang menolaknya ketika ia bersikap lembut, sekarang apa lagi yang bisa ia lakukan? Apakah kesalahannya pada Soojin begitu besar ? hingga yeoja itu tak mau lagi bersamanya.

 

Sungmin yang menyaksikan ini ikut merasakan sebuah kesedihan meski ia tak tahu apa yang jadi permasalahannya disini.

 

Semuanya hening, hanya belaian angin dan kicauan burung yang menghiasi tempat ini. Dengan hati yang benar-benar hancur Kyuhyun memperhatikan punggung Soojin yang semakin menjauh. Demi apapun di dunia ini ia telah menyesali perbuatannya yang kemarin meninggalkan yeoja itu dengan semena-mena. Kini hanya tersisa penyesalan yang perlu di ratapi tanpa orang yang di cintainya.

“ Kajima… “ ujar Kyuhyun pilu dengan pelan tanpa sedikitpun tenaga, ia lelah tapi perlu di ketahuinya Soojin juga lelah.

 

 

TBC

Holla ! selamat bergalau ria readers sayang :*

Tapi tetep tinggalakan C dan L setelah R jika kalian ingin ff ini di lanjutkan! No coment no like berarti kalian yang minta ff ini tidak di lanjutkan^^ bye~

Annyeong

Gomawo untuk admin Aoi yang bantuin publish!

 

published by Natsu

 

 

Advertisements

6 thoughts on “[SERIES] My Life With Destiny And Your Baby (Part 12)

  1. hiyaaaaa…author keren bingit
    soojin ntu namkorku. kkkk kebetulan yg bgs..klo ni han soojin namaku sung soojin..#kgkadaygnanya..nex…kgk sabar

  2. Kyu gg mau nyakitin hyemi . tp pada akhirnya dya malah lebih nyakitin soo jin 😥
    yg paling menderita disini soo jin dya kehilangan appa nya ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s