[Series/Kyuhyun] Strange Marriage Part 8

Tittle : Strange Marriage

Author : jjj

Genre : Married Life, Comedy, Romance ?

Fb : Kha Riska Jujujejejiji

Rate : PG-15

Main Cast :

– Lee Jaeri

– Cho kyuhyun

Support Cast : Temukan sendiri ^^

 

 

ANNYEONG ! ^^

gimana part 7 B nya ? Memuaskan gak ? Gak ya ? u,u

Kayaknya ini juga nggak 😀

Oh iya buat yang mau di tag dari Part 1 ampe ntar ending, Inbox ke fb aku yah..

Jangan ng wall, cz kdang dka ngilang -__-

Langsung aja

RCL selalu diperlukan, tapi saya tidak memaksa ^^

 

HAPPY READING \(^o^)/

(PREVIEW PART SEBELUMNYA)

 

 

 

“Kau tidak tahu bagaimana hidupku menderita karena cinta, kau tidak tahu kan apa yang membuat eonnie-ku pergi dan sampai sekarang tak pernah kembali  ? Tidak tahu kan oppa ?”. Jaeri menghela napasnya perlahan.

“Baiklah aku beritahu.. Eonnie ku tahu bahwa kisah cinta ku tak pernah mulus, dia tau bahwa aku selalu memendam perasaanku dan selalu mencoba merelakan kebahagiaanku. Termasuk dia tahu bahwa AKU MENCINTAIMU ! Aku mencintaimu sehingga dia merasa bersalah padaku ! Dia tak ingin menyiksa batinku. Dia bilang, lebih baik dia pergi jauh menghilang dari hidupku daripada harus melihatku menderita menahan perasaanku, dia juga lebih memilih mati daripada melihatmu menderita jika dia memutuskanmu. Dan kau tau ? Ini salahku. Ini semua SALAHKU ! Dia ! Orang yang teramat dekat denganku mengorbankan dirinya  hanya untuk menghentikan penderitaanku. Lalu apa yang harus aku lakukan ? APA ? Apa aku harus hidup tenang dan menikmati kebahagiaanku bersama cintaku ? Cihh. Bahkan aku saja masih dihantui rasa takut dan bersalah. Sepertinya memang aku pantas mati, hidupku bahkan masih menyusahkan orang lain.Kau pikir kenapa aku di jodohkan dengan Kyuhyun ? Tentu saja karena eomma-ku tak ingin aku berlarut dalam kesedihanku. Tapi nyatanya, aku masih selalu dihantui kesepian dan penderitaan.

Lebih dari apapun aku merindukan eonnie-ku. Aku bahkan tidak tahu apa dia masih hidup atau tidak”.

 

Jaejoong terdiam, tak menyangka jika orang yang sangat ia sayangi pergi karena kasih sayangnya pada adiknya.

Tapi Jaejoong juga tak bisa menyalahkan Jaeri, tidak ada yang bisa disalahkan disini.

Jaejoong mencoba merengkuh Jaeri, memeluknya dengan perasaan penuh sayang. Lebih dari siapapun, Jaeri yang paling tersiksa disini.

 

Nan jauh disana, seorang pria memegang dadanya erat.

“Ternyata kau begitu menderita Jaeri-ya, kejadian-kejadian aku melihatmu menangis bahkan bukan apa-apa. Dan kau ? Mencintai Kim Jaejoong ?”. Gumam seorang yang berdiri tak jauh dari sana. Hatinya sedikit mencelos, rasa kecewa menyelimutinya kini.

Secara tidak langsung, ia bahkan telah ditolak.

 

-STORY BEGIN-

Strange Marriage Part. 8

 

Kyuhyun berjalan dengan lunglai, dadanya begitu sesak. Ia bahkan tak menyangka kenapa rasanya sesakit ini, mendengar sendiri Jaeri mengatakan bahwa ia mencintai pria lain membuatnya seakan terhempas jauh ke dasar bumi. Sepertinya ini lebih mengerikan daripada diacuhkan Jaeri.

 

~

 

Jaejoong melepaskan pelukannya ditubuh Jaeri, mengusap air mata yang telah membasahi pipi Jaeri. Menatap Jaeri tepat dikedua manik matanya.

 

“Sekarang izinkan aku bertanya. Apa kau masih mencintaiku ?”.

Jaejoong bertanya sehalus mungkin pada Jaeri, Jaeri terdiam, tak tau harus menjawab apa. Sebenarnya, ia ingin menjawab ia masih mencintai pria yang ada dihadapannya, tapi entah mengapa dalam hatinya ia hanya menganggap Jaejoong sebagai kakaknya. Tidak lebih seperti dulu.

 

“Sudah ku duga. Rupanya kau mencintai Kyuhyun”.

 

DEG

 

Seketika Jaeri mendongak kearah Jaejoong.

 

“Ap, apa maksudmu op, oppa ?”.

“Aku akan bertanya lagi, bagaimana rasanya pelukanku tadi ?”.

“Mwo ?”.

“Sudah jawab saja”.

“Hmm, nyaman oppa. Aku langsung bisa tenang. Bukankah memang aku selalu tenang jika dipeluk olehmu ?”.

“Lalu, bagaimana rasanya pelukan Kyuhyun ?”.

“Mwo ?”.

“Kau hanya perlu menjawabnya Jaeri-ya”.

“Hahh.. Aku juga tak tau oppa. Rasanya seperti.. Aku tak ingin melepaskan pelukan itu, hmm dan jantungku juga tak bisa berdetak normal”. Sahut Jaeri. Jaejoong hanya tersenyum penuh arti.

“Kau memang mencintainya”. Ujar Jaejoong pelan.

“Hahaha jangan bercanda oppa”. Elak Jaeri

“Lalu, apa kau merindukannya ? Bukankah kalian sudah 1 bulan ini tak bertemu ?”.

“Ya, memang kami sudah satu bulan ini tak bertemu. Dia bahkan tak pernah menghubungiku. Geundae, untuk merindukannya… Aku tidak tau oppa. Hanya saja seperti ada yang hilang dalam diriku”. Beber Jaeri seraya menerawang ke dalam pikirannya lebih dalam.

“Hahaha berhenti membohongi dirimu sendiri Jaeri-ya”.

Jaeri terdiam, tidak ! Tidak mungkin dia mencintai Kyuhyun. Lagipula kalaupun ia, kenapa ini semua begitu membingungkan.

Ia memang nyaman, bahkan teramat nyaman berada di dekat Kyuhyu. Hanya saja, ia masih ragu.

 

 

“Hyuuung !”. Panggil seseorang yang langsung membuat Jaejoong dan Jaeri langsung menoleh.

“Changmin ? Oh kau sudah datang ? Tidak ada yang tau kau kesini kan ?”. Bisik Jaejoong.

“Ne hyung”. Jawab Changmin seraya menganggukkan kepalanya.

“Whoaa ada adik ipar juga ?”. Sahut Changmin saat melihat Jaeri.

“Oh annyeong oppa”. Jaeri tersenyum pelan. Changmin membalas senyuman Jaeri, tetapi sedikit mengerutkan keningnya.

“Mana Kyuhyun ?”. Tanya Changmin. Jaeri merasa heran.

 

“A,aku tidak bersamanya oppa. Lagipula, bukankah dia akan pulang besok ?”. Ujar Jaeri pelan.

“Dia pulang hari ini, bahkan dia sudah sampai Korea. Aihs lalu kemana dia. Kukira dia bersamamu”. Dumel Changmin.

“Memangnya kenapa oppa ?”.

“Aniyo, aku akan memberikan laptopnya yang tertinggal di tasku, dan aku sudah menyuruhnya untuk mengambil kesini. 10 menit yang lalu dia bilang sudah sampai, Seharusnya dia ada disekitar sini”.

“MWO ??!”. Jaeri dan Jaejoong seketika saling menatap.

“Oppa, apa jangan-jangan dia ?”.

“Dia kenapa ?”. Ucag Changmin penasaran.

“Jaeri-ya kejar dia”. Ucap Jaejoong pelan.

“Tapi oppa ?”.

“Kau mencintainya. Jadi kejar dia, jelaskan semuanya padanya. Jangan sampai dia salah paham”.

“Oppa tapi aku -“.

“Kejar dia atau kau tak akan pernah melihatnya selamanya”.

 

Jaeri terdiam, seketika bangkit lalu menyambar tas nya dan mulai berlari.

Dalam hatinya, ia tak ingin Kyuhyun mengira bahwa ia mencintai Jaejoong, ia bahkan tak peduli jika Kyuhyun tau semua ketakutannya. Yang ia pedulikan hanyalah kata-katanya yang bisa membuat Kyuhyun salah paham.

Langkah demi langkah terus ia percepat, berharap menemukan sosok Kyuhyun didepannya. Tapi, semuanya hanya angan. Ia bahkan tak menemukan sosok yang ia cari.

 

Jaeri terduduk di halte dengan rasa penuh penyesalan, ia ingin menelpon Kyuhyun tapi bahkan ia tak berani. Entahlah ia juga tak tahu apa yang harusnya ia lakukan sekarang.

 

“Pabo ! Kyuhyun-ah, mianhae.. Aku tak bermaksud, aku.. Hiks”. Jaeri menunduk, air matanya jatuh tak terasa dibawah matanya. Membuat seseorang yang terduduk dipojok halte sedikit menoleh.

“Aku seperti mendengar suara Jaeri”. Ucap seseorang tersebut, ia sedikit memiringkan kepalanya. Melihat ke samping dan mendapati seorang wanita tengah tertunduk seraya terisak. Wajahnya tak bisa ia lihat karena tertutupi rambut panjangnya.

“Kenapa caranya menangis sama seperti Jaeri ? Hahs ! Bahkan semua hal mengingatkanku padanya. Ya Tuhan, apa aku terlalu mengaguminya ? Tsskk”.

 

“Kyuhyun-ah, hikss.. Hikss”. Suara itu terdengar lagi, Kyuhyun semakin bingung. Apakah ia bermimpi atau ia berhalusinasi ?

“Ahh, lagipula kalau itu Lee Jaeri.. Mana mungkin dia menangisi-ku. Mungkin itu fans-ku hahaha “. Kyuhyun mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang ia lihat bukanlah Jaeri.

 

Bis akhirnya datang, Kyuhyun segera bangkit dan memasang masker agar menutupi sebagian wajahnya.

Ia sedikit menghentikan langkahnya di depan gadis tersebut.

 

“Jogiyo, agasshi bis nya sudah datang”. Ucap Kyuhyun yang seketika membuat sang gadis mendongak.

“Kyu, kyuhyun ?”. Gadis itu-Jaeri, ia segera berhambur memeluk Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya cengo.

 

“Jaeri ?”. Ya, ia baru saja menormalkan tingkat kesadarannya.

“Kyu, kyuhyun-ah. Kau salah paham, hiks. Aku, hiks”.

“Hei anak muda ! Jadi naik tidak ?”. Sela sopir bus yang membuat Kyuhyun dan Jaeri melepaskan pelukan mereka.

“Kita bicara dirumah”. Ujar Kyuhyun lalu mengusap air mata Jaeri dan menggenggam tangannya kemudian naik kedalam bus.

 

*

 

Keheningan masih menyelimuti langkah demi langkah kedua sejoli itu. Tangan mereka masih saling mengait, seolah-olah mereka tak ingin terpisahkan.

Suara pagar bergeser membuat kesadaran mereka merayapi keduanya.

Kyuhyun menggiring Jaeri masuk kedalam rumah, mendudukannya di kursi lalu ia duduk dibawahnya, menggenggam tangan Jaeri.

 

“Sekarang kita sudah dirumah, apa yang akan kau bicarakan ?”. Kyuhyun mencoba menormalkan suaranya, meskipun dalam hatinya justru ia tak ingin mendengar suara Jaeri, ia tak ingin mendengar hal yang mampu menyakiti hatinya. Yang mampu membuatnya terluka.

 

“A,aku.. Aku”.

“Apa kau tak merindukanku eoh ?”. Kyuhyun segera memotong ucapan Jaeri, sungguh lebih dari apapun dalam hatinya begitu berkecamuk. Sementara Jaeri hanya menunduk.

“Kau tau ? Jauh darimu selalu membuat dadaku sesak. Aku tak tau kenapa, hanya saja sakit dari dalam sini”. Ucap Kyuhyun seraya memegang bagian dadanya.

“Setiap hari bahkan setiap waktu, rasanya hidupku tak pernah tenang jika kau jauh dariku. Meskipun kau selalu mengacuhkanku, tapi ini tak sebanding. Aku bahkan tak bisa berlari memelukmu, aku hanya bisa terdiam menahan seluruh perasaan rinduku. Lebih dalam lagi aku bahkan sangat takut, takut jika kau jauh dariku kau akan pergi, pergi meninggalkanku. Aku takut jika itu memang terjadi”. Kyuhyun menundukkan kepalanya diatas tangan Jaeri yang ia genggam.

 

TES

 

Tanpa sengaja bahkan Jaeri merasakan tangannya telah basah. Kyuhyun menangis !

Dan itu membuat anak sungai dalam mata Jaeri semakin turun dengan derasnya. Jika pria menangis, itu berarti hatinya sangat tersiksa, dan Jaeri yang membuatnya menangis.

 

‘Aku ternyata memang kejam Kyuhyun-ah, aku kejam.. Aku bahkan bukan seorang wanita. Aku dengan tega membuatmu menderita seperti ini’. Batin Jaeri.

 

“Kyuhyun-ah”. Jaeri mencoba menormalkan suaranya yang masih terisak itu, sementara Kyuhyun hanya mendongak tak percaya. Mendengar Jaeri memanggil namanya seakrab itu membuatnya sungguh tak percaya.

 

 

“Apa kau men, mendengar pembicaraanku dan-“.

“Aah aku lapar, hmm kau bisa membuatkan sesuatu untukku ?”. Dengan sengaja Kyuhyun memotong ucapan Jaeri lalu bangkit. Tetapi tangan Jaeri memegang tangannya erat, menghentikan tangan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah dengarkan aku dulu”. Ucap Jaeri tegas. Kyuhyun menoleh lalu kembali duduk.

“Hmm bagaimana kuliahmu ?”. Lagi, Kyuhyun kembali mengalihkan pembicaraannya.

“Kyuhyun-ah jebal. Kau mau mendengarnya atau tidak ?”. Ucap Jaeri frustasi.

“Aku tak peduli dengan apa yang sudah kudengar ! Aku bahkan tak peduli jika kau memang mencintai Kim Jaejoong”.

“Kyu-“.

“Aku bahkan tak ada apa-apanya jika dibandingkan dia, jelas kau lebih memilih dia daripada aku”.

“Aku-“.

“Aku mencintaimu Jaeri ! Lebih dari apapun aku mencintaimu, aku ingin menjadi orang yang selalu mendekapmu, melepaskan penderitaanmu, aku benar benar-“.

 

CHUP

 

Jaeri mengecup singkat bibir Kyuhyun, membuat Kyuhyun terdiam dan hanya bisa menatap Jaeri tak percaya.

“Kau ini kenapa selalu memotong pembicaraanku hah ? Aigoo cham”. Jaeri sedikit tertawa melihat ekspresi cengo Kyuhyun.

 

HAP !

 

Tangannya ia tangkupkan diwajah Kyuhyun, memegang kedua sisi pipi Kyuhyun.

 

“Terimakasih secara tidak langsung kau membuatku sadar Kyuhyun-ah”. Ucap Jaeri seraya tersenyum.

“Jaeri-ya ?”.

“Kau ingin tau apa ketakutan terbesarku ?”. Tanya Jaeri. Kyuhyun mengangguk.

“Ketakutan terbesarku adalah tak bisa melihatmu lagi, tak bisa merasakan dekapanmu lagi, bahkan tak bisa mengungkapkan semua perasaanku”. Jelas Jaeri dengan suara yang sangat pelan.

“Saranghae Cho Kyuhyun”.

 

Chu~

 

Kyuhyun membelalakkan matanya saat Jaeri mengucapkan kata ‘saranghae’ lalu mengecup bibirnya.

 

~

 

Kyuhyun menahan tengkuk Jaeri, melumat perlahan bagian bagian bibir indah yang telah mengucapkan kata-kata seindah syair surga.

Air mata mengalir di kedua mata pasangan ini, bukan kesedihan.. Melainkan kebahagiaan.

Ciuman itu semakin dalam, Kyuhyun semakin melumat bibir Jaeri dengan dahsyat, direngkuhnya kuat tubuh Jaeri.

 

Membuat Jaeri terjatuh di sofa dan menindih tubuhnya. Kyuhyun membalikkan posisi sehingga ia yang kini menindih Jaeri.

Decakan decakan mesra mengalun indah disana, Jaeri meremas rambut Kyuhyun pelan. Sementara Kyuhyun kini semakin menuntut, lidahnya dan lidah Jaeri saling membelit.

Kyuhyun mulai melepaskan pagutannya dibibir Jaeri, keduanya saling menghela nafas lalu tertawa.

 

Kyuhyun kemudian menatap Jaeri dalam, menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajah Jaeri, ia tersenyum lebar kemudian bangkit dan menggendong Jaeri ala bridal style.

Jaeri hanya mengangguk tersenyum lalu mengecup pelan pipi Kyuhyun

 

*

 

Sinar mentari memancar begitu terang dilautan awan yang bergumul indah di langit. Dalam sebuah kamar yang kini penuh dengan cinta, seorang namja tengah menatap bahagia yeoja yang kini tidur dalam dekapannya.

 

“Apakah kau mencintaiku ? Dan, apakah kita benar-benar melakukannya ? Hh aku berharap ini bukan mimpi”. Gumam Kyuhyun seraya mengusap pelan wajah Jaeri.

“Nggh”. Karena merasa ada sentuhan diwajahnya, Jaeri sedikit terusik lalu perlahan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Saat mata indah itu telah membuka dengan sempurna, Jaeri sedikit tersentak saat melihat Kyuhyun tengah menatapnya dengan senyum yang indah. Seindah mentari di senja hari.

 

CHU~

 

“Morning kiss”. Ujar Kyuhyun seraya mengecup bibir Jaeri. Jaeri hanya bisa tersipu lalu membalikkan badannya dan bersembunyi dibalik selimut.

‘Ya Tuhan, apa yang sudah ku lakukan kemarin’. Batin Jaeri.

Kyuhyun mengernyit heran, sebuah pikiran mengganggunya kini, sebuah ketakutan sedikit mengusiknya. Senyum yang tadinya tersungging di bibirnya kini mulai luntur.

“Lee Jaeri, katakan padaku kalau kau memang mencintaiku, sama seperti yang kau katakan kemarin”. Ucap Kyuhyun pelan, Jaeri tersentak dan langsung membalikkan badannya menghadap Kyuhyun.

 

“K,kyuhyun-ah ?”.

“Katakan kalau kau memang mencintaiku. Bukan mencintai Kim Jaejoong”. Ucap Kyuhyun dengan suara yang sangat lemah.

“K, kenap kau berbicara seperti itu ?”. Tanya Jaeri pelan.

“A,aku.. Aku hanya takut jika kemarin kau hanya ingin menghiburku yang terlihat menyedihkan. Aku, aku bahkan takut jika kau menganggapku Kim Jaejoong saat kita melakukannya”. Kyuhyun berkata sangat pelan, membuat Jaeri membelalakkan matanya. Hatinya serasa tertohok benda yang sangat tajam. Perih..

“Ya Tuhan, apa yang sebenarnya harus ku lakukan ? Apa dengan mengatakan aku mencintainya dan menyerahkan seluruh diriku juga membuatnya menderita”. Gumam Jaeri pelan, tapi Kyuhyun dapat dengan jelas mendengar suaranya. Senyum sedikit mengembang diujung bibirnya. Senyum yang penuh kejahilan -__-

 

“Aku bahkan ragu jika kau memang mencintaiku”. Kyuhyun mencoba memelaskan wajahnya. Jaeri hanya bisa cengo, bingung harus bagaimana.

 

“Jadi, apa yang harus aku lakukan ?”. Tanya Jaeri polos.

“Hmm.. Bagaimana kalau kita lakukan lagi ?”. Ucap Kyuhyun seraya mengedipkan matanya.

“Lakukan apa ?”. Tanya Jaeri dengan wajah yang semakin polos.

“Lakukan yang seperti ini”. Ucap Kyuhyun seraya mendaratkan tangannya dibagian tubuh Jaeri.

“MWO ? YAK ! Apa yang kau PEGAANG ?!”

 

BUUUG

BUUUGG

BUGG

 

“Aww.. Appo ! Yak !”. Jaeri merasa kesal lalu menarik selimut dan berlari kedalam kamar mandi.

BLAMMM

“Yak ! JAERI ! Kenapa kau tarik selimutnya ? Aigoo tubuhku. Yak ! Kita mandi bersama !”. Teriak Kyuhyun. Sementara Jaeri yang sedang berdiri dibalik pintu hanya bisa memegang dadanya yang begitu tak tenang karna jantungnya yang berdesir cepat.

 

“Ya Tuhan.. Kenapa aku begitu bahagia ?”. Gumam Jaeri pelan lalu ia mulai tersenyum sumringah dan meloncat-loncat kegirangan.

Dan..

 

BUGG

“Aww”.

Baiklah, Jaeri terjatuh karena menginjak bagian selimut yang melilit tubuhnya -___-

 

*

 

Segerombolan pria terlihat berjalan mengendap-endap mendekati halaman belakang sebuah rumah.

 

“Eihhhss.. Kenapa seprei nya tidak ada ?”. Gerutu salah seorang diantara mereka.

“Hyung, memangnya kenapa kalau ada seprei disini ?”. Tanya seorang namja yang lain.

“Yak ! Kau bodoh ! Tentu saja kalau ada seprei disini berarti semalam adalah malam yang indah”.

“Kau ini ? Jangan sok tau ! Bagaimana kalau mereka melakukannya di karpet eoh ?”.

“Ya kita lihat saja lah mana yang mereka jemur !”.

“Aah yasudah”.

“Kembali ke persembunyian !”.

“Ne”.

 

Persembunyian itu terusik saat mereka melihat siluet seorang yeoja yang tengah membawa sebuah keranjang berisi kain.

“SEPREI !!”. Teriak semua pria itu, refleks. Membuat sang yeoja menengokkan kepalanya.

 

“O,oppadeul ? Kenapa pagi-pagi sudah disini ?”. Tanya Jaeri.

“A,a, aniyo.. Hmm kita hanya numpang lewat saja adik ipar, hehe”. Jawab Kangin terbata-bata.

“Aah, geurae.. Lalu.. Kenapa tak lewat depan ?”.

“Mwo ? Aah kami-“.

“Mana Kyuhyun ?”. Ucap Yesung, segera memotong ucapan Shindong.

“Aah, dia sedang mandi oppa. Tunggu didalam saja, kebetulan aku akan memasak sarapan”.

“Whoaaaa rupanya cinta sudah terungkap”. Goda Eunhyuk, Jaeri hanya tersipu malu.

“Hahahaha yasudah ayo kita masuk saja”. Sahut Ryeowook menengahi.

 

A MINUTES LATER

 

“Jaeri-ya ! Whoaa kau jahaat. Punggungku perih sekali. Kenapa cakaranmu sangat tajam eoh ?!”. Kyuhyun berjalan menuju dapur seraya mengeringkan rambutnya. Tak menyadari bahwa banyak mata dan senyuman yang terarah padanya. Sementara Jaeri hanya memelototi Kyuhyun seolah berkata ‘Kenapa kau bicara seperti itu !’

 

Prok Prok Prok ..

 

“Rupanya memang semalam adalah malam yang indah”. Ucap Shindong, membuat Kyuhyun membelalakkan matanya.

 

“YAK ! Kenapa kalian ada disini ?”. Ucap Kyuhyun sedikit malu.

“Tentu saja untuk survey”. Jawab Yesung.

“Mwo ?”.

“Dan ternyata, hasilnya sangat memuaskan ! Seprei dijemur, kissmark di bagian belakang leher adik ipar, dan cakaran dipunggung setan tengil. Hahahaha”. Sahut Eunhyuk seraya menggenggam kedua tangannya dan menerawang jauh kedepan seperti orang yang tengah menatap kagum.

Sementara Jaeri dan Kyuhyun hanya menggaruk tengkuk mereka, bingung sekaligus salah tingkah.

 

*

 

Dibawah langit malam yang indah bertabur bintang, sepasang jiwa tengah terdiam dalam pikiran masing-masing. Terduduk di sebuah taman kecil yang berada di halaman belakang rumahnya.

Jaeri menyandarkan kepalanya di bahu lebar Kyuhyun. Kyuhyun yang merasakan sesuatu dibahunya menoleh seraya tersenyum, lalu mengusap pelan rambut gadisnya itu.

 

“Cho Jaeri..”. Panggil Kyuhyun pelan.

“Ne ? Eh ? Sejak kapan kau mengganti marga ku ?”. Jaeri segera menegakkan tubuhnya lalu menghadap Kyuhyun.

“Sebenarnya dari awal aku ingin mengganti margamu, geundae.. “.

“Geundae ?”.

“Aah kau harusnya introspeksi ! Kau kan sangat dingin padaku !”.

“Mworago ? Jadi kau memarahiku ? Begitu ?”.

“Mwo ? Aniyo ! Siapa yang memarahimu ? Heuh. Aku hanya kesal saja. Kau ini kan selalu mengacuhkanku !”.

“Ooh jadi begitu ? Lalu kenapa kau malah baik padaku ? Kalau kau kesal padaku, kau kan bisa membunuhku. Atau membakarku. Atau apa sajalah !”.

“Mwo ? Kau pikir aku apa ? Aihs Jinja ! Kenapa kau jadi begini ?”.

“Kau yang memulainya ! Aku kesal padamu tau ! Ah, aku tau. Apa kau mempertahankanku karena aku selalu mempersiapkan semuanya ? Dalam istilah aku pembantu tanpa dibayar ? Begitu ? Cihh gila !”. Jaeri berkata ketus seraya masuk kedalam rumah. Kyuhyun yang kesal segera mengejarnya.

 

“Jaeri-ya jangan bercanda. Kenapa kau marah ?”. Ujar Kyuhyun pelan. Jaeri hanya diam.

“Aku saja tidak marah saat mobil kesayanganku hilang karena-“. Kyuhyun segera menghentikan kata-katanya saat menyadari ucapan apa yang keluar dari mulutnya.

 

“Karena menolongku ? Hah ! Baiklah. Aku akan mengganti mobilmu. Apa merk yang kau inginkan ? Lambhorgini ? Buggati ? Masserati ? Atau Ferrari yang lebih mahal ?”.

“K,kenapa -”

 

BLAMMM

 

Pintu kamar segera tertutup dengan kerasnya.

Membuat Kyuhyun merengutkan bibirnya.

“Ya tuhan, cobaan apa lagi yang akan kau berikan padaku ?”. Ucap Kyuhyun pelan, lalu duduk di sofa dan menyalakan TV.

 

*

 

 

Jaeri tersenyum didalam kamarnya dan Kyuhyun.

Setelah ungkapan cintanya pada Kyuhyun, dia seolah kembali lagi seperti Jaeri yang dulu.

Seperti pribadinya yang tak pernah seperti akhir-akhir.

Jaeri yang periang, jahil, bahkan Jaeri yang penuh tawa.

Semuanya mulai kembali secara perlahan.

 

“Hmm aku penasaran apa yang ada dalam laptopnya”. Gumam Jaeri pelan saat mendapati Laptop Kyuhyun yang menggeletak diatas meja. Dibukanya Laptop itu, dan dinyalakannya tombol On yang ada disamping.

 

“Sial. Memakai password”. Gerutu Jaeri pelan.

“Hmm kita coba !”. Gumam Jaeri seraya menekan beberapa tombol.

“Ulang tahun-ku bukan, Ulang tahunnya juga bukan, hmm mari pikirkan lagi”.

 

15 MINUTES LATER

 

120812

Klik !

Terdengar suara tanda password benar dan itu membuat Jaeri sedikit tertegun.

 

“Ini.. Tanggal pernikahan kita”. Gumamnya pelan, tak terasa bibirnya tersenyum senang. Dalam hatinya seolah ada perasaan hangat yang menghilangkan kedinginannya.

 

Tangan lentik itu terus menari-nari diatas Keyboard Laptop berwarna hitam itu. Matanya fokus pada sebuah folder yang diberi nama ‘MY ALL’ .

Dibukanya folder itu, bibirnya semakin tersenyum lebar saat mendapati lagi sebuah folder dengan nama ‘Baby Lee Yeppo’ .

 

“Kenapa namanya kekanak-kanakan sekali, hahaha”.

Jaeri menelusuri setiap file yang ada dalam folder namanya, semua berisi foto-foto dirinya saat di pantai, saat tertidur, bahkan ia mendapati fotonya saat hanya memakai kemeja Kyuhyun dan saat ia tertidur dalam pelukan Kyuhyun. Termasuk Kyuhyun yang juga ikut berfoto -__-

“Hahaha dia malah bergaya sendiri. Aigoo Kyeopta, hahaha”.

 

~

 

Ditelusurinya lagi seluruh file yang ada disana. Termasuk salah satu tulisan.

Dibacanya sejenak tulisan itu.

 

Jaeri-ya..

Hmm..

Entah mengapa sejak awal aku diperkenalkan padamu, aku merasakan sesuatu yang hangat dalam hatiku.

Untuk pertama kalinya aku merasa bahwa kali ini hatiku sudah terikat oleh seseorang.

Meskipun waktu itu kau selalu menunduk, tapi aku tak sengaja melihatmu tersenyum riang dan itu membuat jantungku seolah sudah tidak pada tempatnya lagi.

Aku bahkan tak tau apa yang aku rasakan, apakah cinta atau mungkin hanya sebatas kagum..

Dalam pernikahan kita yang semakin berjalan ini, aku bahkan tak pernah melihatmu..

Kau seolah selalu menghindariku. Kau menyiapkan semuanya, menjadi istri yang baik. Tapi kau seolah enggan untuk berinteraksi padaku.

Jujur saja dadaku sangatlah sesak Jaeri-ya..

Aku mencoba berinteraksi denganmu, tapi bahkan kau menolak pertolonganku.

Kau bahkan mengira aku memanfaatkanmu.

Aku harus bagaimana Jaeri-ya ?

Aku tulus padamu.. Sungguh, tak ada niat lain selain memberikan semua hal yang kubisa.

Seharusnya aku membencimu dan langsung menceraikanmu. Hahaha

 

Tapi hanya untuk memikirkannya saja bahkan aku sangat takut.

Dari awal bertemu denganmu aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa ‘apapun yang terjadi aku akan menyerahkan seluruh hidupku untuk gadis yang telah menyita hatiku’ . Jadi, bukankah aku tak boleh mengingkari janjiku eoh”.

 

Jaeri menghela napasnya, menghentikan sejenak kegiatan membacanya. Air matanya bahkan sudah tumpah ruah saat ia membaca kata-kata itu.

 

Saat melihatmu begitu ketakutan, saat mendengar tangisanmu yang begitu memilukan, aku..

Entahlah, kenapa rasanya seperti terhimpit sesuatu yang menyesakkan dadaku. Kenapa dalam hatiku begitu perih, bahkan aku tak bisa melakukan apapun. Aku hanya bisa memelukmu. Lelaki bodoh ini hanya bisa melakukan hal yang sama sekali tak bisa menghilangkan semua ketakutanmu !

Geundae..

Kenapa kau kejam sekali Jaeri-ya ? Kau tau.. Aku bahkan baru jatuh cinta, tapi kenapa kau malah menghancurkan hatiku ?

Bukankah cinta itu indah ? Tetapi mengapa aku yang baru pertama kali saja merasa semuanya begitu berat. Ahh kemana perginya aura setanku. Huhu

sudah ah, aku tak mau seperti Key yang selalu menulis diary..

Semoga suatu saat aku bisa mengganti kata-kata menyedihkan ini menjadi sebuah cerita indah yang tak akan pernah kulupa.

 

Cho KyuHyun

 

Jaeri hanya bisa membekap mulutnya, menahan tangisnya yang tak tertahan.

 

“A,aku bahkan menyia-nyiakan orang yang sangat menyayangiku..

Ya Tuhan, aku memang benar-benar bukan manusia. Hikss”.

Dalam hatinya, tumbuh perasaan hangat sekaligus menyesal. Kenapa ia bahkan tak bisa menghilangkan ketakutannya ? Ketakutan konyol yang menyulitkan dirinya sendiri.

 

Dengan tergesa-gesa, Jaeri bangkit dan segera berlari keluar kamar mencari Kyuhyun. Ruang tamu, Dapur, Kamar mandi, Halaman, Garasi. Ia berlari tapi bahkan Kyuhyun tak ada disana.

Dalam hatinya, muncul sebuah ketakutan. Takut akan kehilangan sosok yang tulus padanya. Ia mungkin telah di tinggalkan oleh orang yang kini benar-benar ia cintai.

“Ya Tuhan.. Apa dia sudah lelah padaku ? Hikss”.

 

Jaeri terduduk dihamparan rumput liar yang berada diluar, hatinya seolah olah tengah tercabik-cabik, rasanya sakit ! Kenapa semuanya begitu sakit saat ia sudah kehilangan..

“Jaeri-ya ? Apa yang kau lakukan disini ?”.

 

TETEWWW

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya heran saat melihat Jaeri terduduk ditanah. Dan Jaeri segera menghapus air matanya dan berhambur memeluk Kyuhyun dengan sangat kencangnya.

 

“Hikss, a, aku menh heuu heuu aku mencarimu kemana mana, hiks. Ta, tapi kau tidak ada. Haaaa”. Isak Jaeri, tangisnya semakin kencang. Tak kalah kencang dengan tangannya yang memeluk pinggang Kyuhyun.

“Kenapa kau menangis Jaeri-ya ?”.

“Hikss.. Mianhae.. Hiks. Ku kira kau akan meninggalkanku”.

“MWO ? HAHAHA ! Aku hanya membeli snack Jaeri-ya, hahaha”. Kyuhyun berucap seraya menggoyangkan kantung keresek yang dibawanya.

“Mwo ?”. Jaeri melepas pelukannya karena sedikit terkejut. Tapi sedetik kemudian, ia kembali menghambur kedalam pelukan Kyuhyun.

“Ckk.. Misterius sekali. Hahh sudahlah kita masuk dulu”.

Kyuhyun menggiring Jaeri untuk masuk kedalam rumah. Bibirnya tersenyum bahagia.. Sangat bahagia..

 

TBC

 

HAHAHAHAHA

Gimana ? Memuaskan gak ?

Pasti nggak, pasti FEEL GAK DAPET

Heu, mianhae kalo kcepetan yah ? Aku gak mau kalo Kyuhyun menderita. Serasa tersayat sayat

Kemaren ada yang bilang katanya ni FF Bagus buat novel, hmm yg baik silahkan modalin saya deh

Yorobun~

curhat bentar XD

Dari awal ampe akhir paling seneng baca komen2.a

Lucuu ~

ada yang katanya ampe ketawa dipojokan, yg paling parah yang berdarah2. Hahaha #yang ngerasa mukanya rada beda tuh ekspresinya brubah XD

Oke tak henti henti nya saya ucapkan terimakasih pada crew yang telah bertugas (?)

hahaha ..

Pkony buat semuanya aja

Udah ah cape pidatonya, ntar cantiknya luntur -,-

akhir kata..

Sekian dan Terimakasih..

Min Jea gomawo ~

Yorobun Saranghae

Advertisements

8 thoughts on “[Series/Kyuhyun] Strange Marriage Part 8

  1. So sweet banget couple ini benar2 kya tom jerri bentar baikan bentar berantem, dan yg paling rusuh itu member SJ hahha Hyuktong yg yadong.. #keep writting 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s