SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [PART 11]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART  11]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance, friendship and family

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin OC

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi OC
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend) OC
  • Kang Seorin OC
  • Lee Sungmin
  • Lee Seungmi
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE, cerita ini murni hasil kerja otak saya tanpa bantuan siapapun kecuali anugerah(?) dari Tuhan YME. Jadi jangan seenak jidatnya mem-PLAGIAT dan meng-COPAS #trauma :3 sebelumnya saya mau jawab pertanyaan salah satu reader kemarin. Asal-usul nama Hyunzy di fb name saya, Yaps! Itu berasal dari nama Kim Soo Hyun dan Bae Suzy. Saya berharap couple ini akan real #amin hahaha itu aja. Bagi yang mau nanya2 lagi dari pada mati penasaran tanya aja, author jawab kok hohoho -,-

Langsung aja dech

 

 

—————————————————–Happy Reading————————————————————

 

 

 

Di sore hari yang menjelang malam itu Kyuhyun dan Soojin pindah ke Gangnam, tepatnya ke apartmen lama milik Kyuhyun dulu. Kyuhyun memutuskan ini bukan tanpa alasan, ia memiliki caranya sendiri untuk melindungi orang yang di cintainya. Cinta? Mengenai itu entahlah ini mungkin terlalu cepat tetapi itulah yang di rasakan namja ini terhadap soojin. Terlebih setelah ia tahu bahwa soojin juga mulai mencintainya, meski belum mendengar secara langsung itu sudah cukup baginya. Semua kebimbangan hatinya sedikit-sedikit mulai berkurang hingga ia tahu apa yang harus di lakukannya, termasuk keputusan pindah. Di dalam mobil Soojin hanya duduk tanpa mengeluarkan suara dengan posisi tangan menyangga kepalanya.

“Kau marah?” Kyuhyun menoleh ke samping

“Tidak, aku hanya tidak mengerti jalan fikiran mu” jawab Soojin. Kyuhyun menghela nafas sekilas.

Selang beberapa waktu kemudian Kyuhyun memberhentikan laju mobilnya. Mereka berdua turun disana sudah menanti seorang ahjushi tua yang menyambut mereka dengan senyuman ramah.

“Tuan muda, anda datang juga” ucap ahjushi tersebut tersenyum. Soojin menundukkan kepala dan balik tersenyum.

“Mianhamnida membuat ahjushi menunggu lama, jeongmal gamsahamnida untuk bantuanmu  ahjushi” Kyuhyun memeluk ahjushi itu sangat akrab. Ahjushi itu sebenarnya dulu adalah mantan sopir yang bekerja di rumah keluarga Cho. Saat di pecat dari sana ia sama sekali tak memiliki tujuan bahkan rumah tempat tinggal pun tak punya. Sebagai putra tunggal keluarga Cho tak mungkin Kyuhyun tak di bekali sebuah apartmen oleh ayahnya. Saat itu tanpa sepengatahuan orangtua nya namja ini mengijinkan ahjushi tersebut tinggal di apartmennya. Ahjushi itu sekarang sudah bekerja dan tidak tinggal lagi di sana, namun ia masih memelihara dan menjaga apartmen itu sesuai janjinya kepada kyuhyun dulu sebagai rasa terima kasih.

“Jangan begitu tuan muda. Anda dulu terlalu banyak membantu ku ” jawab ahjushi sungkan.

“Jangan memanggil ku tuan muda. Sekarang ahjushi bukan sopir ku lagi, panggil saja aku Kyuhyun! Aku lebih suka mendengar ahjushi memanggil ku begitu” seru Kyuhyun

“Ah nde tu… ah maksud ku Kyuhyun-ah” tanggap ahjushi terkekeh karna masih belum terbiasa memanggil Kyuhyun tanpa embel-embel tuan muda. Soojin hanya berdiri sembari memperhatikan sekeliling nya yang masih terasa sangat asing.

“Ku harap apartmen ini masih senyaman dulu, semua barang-barang  sudah ku tata di dalamnya. aku sering datang kesini sekedar mengecek keadaannya. Terima kasih karena dulu telah mengijinkan aku tinggal disini Kyuhyun-ah” ujar ahjushi tersebut ketika sampai di depan pintu apartmen yang di maksud.

“Ne, cheonmaneyo ahjushi” jawab Kyuhyun. Setelah kepergian ahjushi itu mereka berdua masuk ke dalam.

“Kemarikan tasmu, biar ku bawa ke kamar” Kyuhyun mengambil alih tas jinjing di tangan Soojin, tapi yeoja itu menahannya.

“Kenapa kita harus pindah kesini? Apa alasan mu?” tanya Soojin .

“Kau benar-benar tidak tahu?  Kenapa sampai sekarang kau masih belum mengerti diri ku?”

“Itu tidak ada hubungannya”

“Ku dengar dari ibuku kau mencintai ku?” tanya kyuhyun tersenyum, ia geli melihat tingkah soojin yang tadinya cemberut sekarang berubah bersemu merah.

“Kau ini….” Kyuhyun menyentil dahi Soojin yang tertutupi poni.

“Aww…appo…” ringis Soojin

“Seharusnya kau mengatakan hal penting seperti itu kepada ku dulu” Kyuhyun mengusap dahi soojin yang tadi di sentilnya dengan ibu jarinya.

“A-apa yang kau bicarakan”

“Kau masih mengelak huh? Kau mencintai ku” tukas Kyuhyun menatap soojin, yeoja ini malah gelagapan di tatap begitu dalam.

“Aku tahu kau bukan tipe yeoja yang mudah mengatakan cinta dan mengatakan apa yang menjadi keinginan mu, tapi lakukan pengecualian untuk ku. Aku ini suami mu, setidaknya biar kan aku tahu apa yang ada di dalam hati mu. Kau begitu berani mengatakan kepada ibuku bahwa kau mencintai ku tanpa sepengetahuanku. Aku berhak tahu dan merasakan hal itu juga. Kau tidak tahu kan bagaimana perasaan ku saat mendengar ibu mengatakan bahwa kau mencintai ku…”

“Apa ?”

“Aku sangat bahagia mendengarnya, akan lebih menyenangkan lagi jika aku mendengarnya dari mu langsung” tutur Kyuhyun

“Ahhkk…” tiba-tiba Soojin memegangi perutnya.

“Kenapa ? apa yang sakit ?” Kyuhyun langsung terserang panik mendadak.

“Hanya kontraksi bayi. Tidak perlu secemas itu, wajahmu jadi lucu “ yeoja ini malah tertawa melihat wajah kyuhyun yang langsung berubah cemas setengah mati.

“Bayi-nya bergerak ? benarkah ?” tanya Kyuhyun berbinar-binar. Soojin mengangguk lalu tersenyum.

Kyuhyun menjatuhkan tasnya dan berlutut di hadapan perut Soojin. Yeoja ini kaget dan langsung membulatkan matanya.

“Baby~ jangan bergerak terlalu aktif, kasian eomma-mu. Kau dengar suara appa ?” namja ini menatap lekat-lekat perut istrinya seolah-olah memiliki lawan bicara di dalam sana. Meskipun jalan yang mereka lalui tidak mudah namun Soojin bahagia sebagai seorang perempuan ia dapat merasakan istimewanya mengandung dan di perhatikan oleh suami. Merasa cukup bicara pada calon bayi-nya Kyuhyun berdiri ia memegangi wajah Soojin dengan raut kebahagiannya ia berkata

“Gomawo karena telah mengandung anakku “

**

 

Seorang yeoja tengah asyik bermain dengan alam fikirnya sendiri, tangannya memain-mainkan kelopak bunga krisan kuning yang ia terima tadi siang. Di kertas yang di kirim bersama bunga itu tertera beberapa baris kata.

“Terima kasih telah membantu ku memilihkan bunga”

“Krisan kuning ini sebagai rasa terima kasih ku, dan apa kau tahu arti dari warna kuning di setiap bunga?”

“Kuning melambangkan pertemanan”

Sender

_Mr. Kim_

Yeoja ini beberapa kali mengembangkan senyum indahnya, entah yang ke berapa kalinya ia membaca-baca ulang pesan singkat dari Kim Ryeowook itu. Ia kemudian mengambil tas tangannya yang berada di atas sofa tempatnya duduk sekarang.

“Aku harus berjaga di rumah sakit sekarang” gumamnya ceria setelah menghirup wangi bunga krisan pemberian seseorang yang ia sukai itu.

 

Soojin POV

Suasana hening begitu terasa di tempat ini. Sepertinya orang-orang yang tinggal di apartmen ini sudah tertidur semuanya. Ku lirik jam yang menggantung di dinding ternyata sekarang sudah pukul tiga pagi. Karena sudah terlanjur bangun mataku tidak bisa di bawa untuk tidur lagi, apa yang harus ku lakukan ? ini masih terlalu pagi untuk bangun pagi. Ku tolehkan kepalaku ke samping yang ku dapati wajah tampan seseorang yang tertidur lelap. Tteokboki ? kenapa aku ingat makanan pedas itu malam-malam- begini ??

Aku berusaha duduk dari posisi ku sekarang. Dengan sedikit ragu tangan ku menarik-narik selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun, ku harap dia tidak marah ku bangunkan pagi buta begini. Kyuhyun menggeliat kentara sekali kalau dia malas.

“Kyu… “

“Hmm… “

“Bangun…”

“Wae..eum aku mengantuk soojin-a…” dia mengambil bantal lalu menutupi wajahnya.

Aish, aku mengambil bantal yang menutupi wajahnya itu.

“Aku ingin Tteokboki”

Kyuhyun mengucek mata lalu dia ikut bangun dan duduk bersama ku.

“Jam berapa sekarang ?”

“3 pagi “ jawab  menunjukkan arah letak jam.

“MWO ??”

**

Author POV

Kyuhyun masih cengo mendengar sekarang adalah pukul 3 pagi. Kemana ia harus mencari pedagang Tteokboki pagi buta begini. Ia menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali, Kyuhyun memelas menatap Soojin berharap agar yeoja ini tidak minta yang macam-macam dan tidur saja.

“Tunggu pagi saja, ne ?” bujuk Kyuhyun. Soojin malah meringis dan memandangi perutnya lalu cemberut.

“Aku mau sekarang. Aku merindukan rasa saus tteokboki yang pedas itu” pinta Soojin memelas.

“Hah…Araseo akan ku carikan” Kyuhyun mengacak puncak kepala Soojin gemas. Yeoja itu tersenyum amat manis keinginannya di turuti.

“Aku keluar sebentar, ingat jangan sembarangan membuka pintu kecuali jika itu petugas kebersihan” ujar Kyuhyun saat dirinya berada di ambang pintu hendak pergi mencari sesuatu yang minta istrinya itu. Soojin mengangguk paham.

**

Kyuhyun menguap beberapa kali selama di perjalanan, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah menelisik tiap-tiap pojangmacha yang di laluinya berharap ada satu yang masih buka. Tapi hasilnya nihil. Namja ini pulang dengan tangan hampa, Soojin menatapnya tak percaya lalu memanyunkan bibirnya.

“Ini sudah larut malam dan hampir pagi semuanya sudah tutup” ucap kyuhyun mencoba menjelaskan.

“Yang lain saja bagaimana ?” Kyuhyun memberi usul agar istrinya itu tak merajuk.

“Aku mau ramyeon tapi buatanmu ! “ seru Soojin.

“Pertama dan terakhir kalinya aku membuat ramyeon sendiri kuahnya seperti Sungai Han” ungkap Kyuhyun malu-malu. Jadi bagaimana bisa ia membuatkan istrinya makanan itu. Soojin terkekeh geli mendengarnya, ternyata di balik sifat keras yang terkadang bijaksana itu Kyuhyun adalah namja yang membuat Ramyeon saja tidak bisa.

“Ah iya aku lupa kau kan tidak biasa masak karena di rumah mu punya banyak pelayan” ucap Soojin begitu saja.

“Jangan mengejek ku Nyonya Cho” ujar Kyuhyun mencibir.

“Jika memang semua penjual tteokboki sudah tutup dan kau juga tak bisa membuatkan ku Ramyeon kita buat saja tteoboki-nya ! Kajja kita ke Supermarket di depan untuk membeli bahan-bahannya” Soojin menarik-narik baju Kyuhyun layaknya anak kecil. Jika bukan karena yeoja itu ngidam yang notabene sekarang ia hamil mungkin Kyuhyun tak akan mau acara tidurnya di ganggu seperti ini. Namja itu akhirnya mengangguk pasrah dan mengikuti langkah Soojin yang agak semangat. Diam-diam Kyuhyun tertawa kecil di belakang Soojin menyaksikan yeoja itu bahagia malam ini.

**

“Hey kau sebenarnya hanya ingin keluar malam-malam kan ?” tanya Kyuhyun saat mereka tengah berjalan pulang ke arah apartmen dengan sebuah kantong plastik hitam di tangan namja itu.

“Itu kau tahu. Aku bosan di apartmen-mu” Jawab Soojin jujur.

“Aku merindukan rumah ku… “ sambung nya lagi. Kini suasana menjadi terasa hening, Kyuhyun merasa tak enak lagi pada Soojin karena pindah ke apartmen ini adalah kemauannya.

“Jangan bicara seperti itu lagi, kau membuatkan merasa bersalah. Hah…baiklah apa kau ingin kita kembali ke rumah mu ? kalau iya besok pagi kita pindah lagi ke rumah” Kyuhyun begitu tidak tega melihat raut sedih di wajah Soojin.

Soojin tampak berfikir, bukankah telah cukup kebahagiaan yang ia rasakan? Memiliki suami yang begitu pengertian dan baik, merasakan kasih sayang dan bisa mengandung darah daging orang yang di cintai. Apa lagi yang kurang sekarang ? seharusnya ia tidak boleh lebih merepotkan Kyuhyun untuk sekarang ini. Tanpa aba-aba Soojin malah memeluk Kyuhyun sangat erat, sebaliknya namja itu malah makin kebingungan. Tapi tak lama kemudian mencoba rileks dan mengusap punggung yeoja itu dengan tenang.

“Aku hanya tidak ingin Eomma menemui-mu lagi disana. Aku tidak mau kejadian kemarin terulang kembali saat eomma-ku hampir menampar-mu, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika itu sampai terjadi dan aku juga tidak bisa marah pada eomma. Bagaimana pun juga aku putra-nya, jadi jangan membuatku berada di keadaan yang sulit. Kalian berdua orang yang ku cintai. Jalan satu-satunya hanya menyembunyikan-mu dari eomma-ku” terang Kyuhyun perlahan.

“Araseo…aku tidak akan meminta pindah lagi” jawab Soojin di dalam pelukan Kyuhyun.

“Aku lega, karena aku tidak akan pernah tenang jika kau masih terpaksa ku ajak pindah kesini”

Soojin melonggarkan pelukannya sebelum akhirnya terlepas.

“Sa-rang-hae” ujar Soojin.

CHU~

Tanpa di duga-duga Soojin mencium pipi kiri Kyuhyun membuat namja itu mematung tak percaya. Setelah melakukan itu Soojin langsung berjalan dengan langkah lebar dan cepat, ia sendiri juga sebenarnya sedikit malu tapi sudah terlalu lama ia memendam kata-kata itu untuk Kyuhyun.

Malam yang dingin ini pun seakan di sulap menjadi hangat dengan kejadian manis ini. Tak ingin berdiri seperti orang bodoh di luar sana, cepat-cepat Kyuhyun mengejar Soojin yang telah lebih dulu berjalan di depannya. Sungguh, kyuhyun tak dapat menahan senyum bahagianya. Di dalam lift namja ini terus memperhatikan istrinya itu sambil sesekali tersenyum kecil.

“Kenapa senyum-senyum ?” tanya Soojin

“Tidak…aku hanya senang setelah seseorang menyatakan cintanya yang kedua kali pada ku” jawab Kyuhyun sengaja usil.

“Kedua kali ?” Soojin mengerinyitkan alisnya.

“Kau lupa saat SMA kau juga pernah menyatakan cinta pada ku ?” seru Kyuhyun berlagak sok. Pipi Soojin seketika memerah. Yah! Ia ingat, tidak mungkin ia melupakan kenangan memalukan itu. Seorang namja yang menolak pernyataan cinta dari seorang yeoja yang menembaknya saat itu.

“Ya! Kau masih mengingat itu…lupakan…!” Soojin berdecak kesal sekaligus malu.

“Tidak akan, itu pengalaman langka” Kyuhyun menggeleng.

“Ya ! kau ini…” Soojin memukul lengan suaminya itu membuat Kyuhyun meringis kecil.

“Haha…jangan marah. Tapi sekarang kenyataannya namja itu yang balik mencintai yeoja yang di tolaknya dulu” ucap Kyuhyun mulai serius lagi, tanpa tawaan seperti tadi. Soojin jadi gugup sendiri karena ulah Kyuhyun yang sering kali membuat keadaan menjadi tegang dengan kata-katanya yang langsung meluruhkan hatinya, sangat manis.

“Saranghae ! sekarang kita impas. Kita sama-sama dua kali menyatakan perasaan” memang terdengar kekanakan tapi ini lebih dari sekedar romantis dan Soojin menyukai ini.

**

“Kita buat Garaetteok-nya dulu, baru setelah itu kita buat tteokboki” tukas Soojin semangat sembari memakai makronnya. Kyuhyun membuka kantong plastik belanjaan lalu mengeluarkan semua isinya.

“Pakai ini, aku akan mengajarimu” Soojin memasangkan dengan lihai makron pada tubuh Kyuhyun.

Soojin menuang tepung pada wadah yang sebelumnya telah di sediakan oleh Kyuhyun. Namja itu memperhatikannya dengan seksama seperti pelajar yang memperhatikan pelajaran yang di berikan oleh seorang guru.

“Bagian mu kerjakan ini. Potong melintang bawang bombay dan wortel” tutur Soojin menyodorkan bahan-bahan yang di sebutnya tadi. Kemudian Soojin mengangkat rebusan jamur shitake yang tadi di tinggalnya sebentar. Sejurus kemudian ia kembali berkutat pada tepungnya, yeoja ini melihat Kyuhyun yang memotong bawang bombay dengan irisan super tebal.

“Aigoo…bukan begini, lebih tipis sedikit bisa-bisa nanti bawangnya tidak matang” komentar Soojin mengambil lagi sebuah pisau lalu memberi Kyuhyun contoh memotong bawang yang benar.

“Urus saja tepungmu jin-a…jangan ganggu konsentrasi ku, aku bisa sendiri” Kyuhyun merasa terganggung dari aktifitas yang sedang di tekuninya.

Soojin tak bergeming ia terus melanjutkan memotong bawang, melihat itu Kyuhyun memikirkan sebuah ide lalu beralih ke tepung di sebelah soojin. Ia mencolek tepung itu dengan telunjuknya lalu menempelkannya ke pipi Soojin sambil terkekeh.

“Haha Wajahmu lucu” Soojin menggigit bibir bawahnya sambil memperhatikan Kyuhyun tertawa. Yeoja ini tidak mau kalah ia mengambil segenggam tepung lalu melemparnya ke wajah Kyuhyun. Tepung tersebut berhamburan ke wajah tampan namja itu.

“Kau seperti badut” sekarang gantian Soojin yang menertawai. Sebelum Kyuhyun membalasnya, Soojin lebih dulu berlari. Benar saja, Kyuhyun menyambar tepung itu lalu mengejar Soojin. Mereka berlarian mengitari meja makan dengan diselingi tawa yang sarat akan kebahagiaan.

“Jangan lari, awas saja jika kau ku tangkap” Kyuhyun terus mengejar Soojin sambil melempar tepung. Yeoja itu juga balik melempari Kyuhyun dengan tepung, jadilah mereka saling melepari. Tanpa sadar mereka telah mengacaukan dapur kecil itu. Soojin tertawa lepas, pertama kalinya Kyuhyun melihat itu.

“Kyu…Sudah…” ujar Soojin masih dengan tawaannya meminta Kyuhyun berhenti menimpalinya dengan tepung.

“Lihat wajahmu, seperti tikus keluar dari tepung” kekeh Kyuhyun.

“Jangan menertawai ku, lihat wajahmu putih semua”

“Eh…mm…bagaimana dengan tteokboki-nya ?” Kyuhyun tersadar bahwa tujuan utama mereka adalah membuat tteokboki bukan bermain tepung begini.

“Kau saja yang lanjutkan, aku lelah Kyu…” Soojin menguap, staminanya memang cepat turun karena bawaan hamil.

“Kalau begitu kau duduk disini saja, biar aku yang mengerjakan . Kau hanya perlu memberiku instruksi yang benar” namja itu mendudukkan Soojin di salah satu kursi meja makan.

“Campur tepung dengan air lalu aduk merata” ucap Soojin mengomandai dengan mata yang terasa sangat berat akibat mengantuk. Belum cukup 5 menit saat Kyuhyun ingin menanyai langkah selanjutnya, ia malah melihat Soojin tertidur dengan kepala berada di atas meja. Awalnya Kyuhyun mendengus putus asa tapi ia ingat kalau Soojin sedang ngidam dan sangat menginginkan tteokboki itu. Akhirnya ia memutuskan untuk tetap melanjutkan pekerjaannya itu dengan cara mencari tau langkah-langkah membuat makanan tersebut dengan berguru pada internet. Kyuhyun mengangguk-ngangguk sendiri memperhatikan layar ponselnya yang memperlihatkan bagaimana membuat tteokboki. Setelah cukup paham Kyuhyun memindahkan adonan tepung tadi ke panci untuk di kukus. Sementara menunggu kukusan itu selesai namja ini berinisiatif memindahkan Soojin ke kamar. Sebelumnya ia membersihkan rambut Soojin dari tepung yang menempel.

“Kita bermain tepung bersama, tapi yang membereskan dapur hanya aku” ujar Kyuhyun lirih sembari membaringkan Soojin ke tempat tidur.

“Tidur yang nyenyak…aku bahagia melihatmu tersenyum senang hari ini” bisik Kyuhyun sebelum meninggalkan Soojin yang sudah terlelap dengan nyenyaknya. Kakinya kembali melangkah ke dapur dengan sigap tangannya namja ini menyingkap penutup panci lalu tersenyum puas melihat Garetteok-nya telah matang. Selanjutnya Kyuhyun menyiapkan bumbunya yang terdiri dari Gochujang, taujo cabe merah, kaldu daging dan beberapa rempah lainnya. Kemudian ia memanaskan bumbu tersebut hingga matang lalu langkah terakhir tinggal mencampurnya dengan Garettoek yang telah di beri minyak wijen sebelumnya. Juga tak lupa memasukkan irisan bawang bombay dan wortel tadi. Taraa~ Tteokboki buatan Cho Kyuhyun siap di hidangkan^^. Ia memperhatikan dengan tatapan bangga makanan yang berhasil ia buat itu. Lalu menatap lagi dengan putus asa kondisi dapurnya yang kini seperti kapal pecah. Piring kotor dimana-mana, tumpahan saus sana-sini dan tepung-tepung yang menempel di berbagai tempat. Di saat lelah begini lagi-lagi Kyuhyun menggunakan senjata andalannya agar kembali bersemangat, ia hanya perlu mengingat ini semua demi calon bayi-nya maka membereskan tempat ini akan terasa mudah dan ringan.

**

Bertepatan dengan malam yang membahagiakan itu seorang yeoja duduk manis sembari menatap fokus pada foto yang memperlihatkan sepasang kekasih tengah tersenyum yang di belakang nya berlatar pulau Jeju. Yeoja ini adalah Shin Hyemi , kurang dari waktu 72 jam lagi ia akan berada lagi di Seoul. Secarik kertas di tariknya dari dalam leci kecil, senyum terpatri di bibir mungilnya. Itu adalah surat yang di keluarkan Rumah Sakit tempatnya berobat, disana di nyatakan nona yang bernama Shin Hyemi di nyatakan bebas dari penyakitnya. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya tak sabar menanti kebahagiaan yang akan di terimanya ketika nanti tiba di Seoul. Ibu, teman, sahabat dan kekasihnya Cho Kyuhyun pasti akan gembira menerima kepulangannya. Itulah pikir yeoja satu ini.

“Eomma, Kyuhyun, dan semuanya…tunggulah secepatnya kita akan bertemu lagi” ujarnya lirih sembari menitikkan air mata bahagia.

Soojin POV

Mata ku mulai terasa tak nyaman, ada sesuatu yang rasanya menusuk-nusuk kornea ku seperti sebuah silauan. Dengan malas dan masih mengantuk ku buka mata ku dan mengedarkan pandangan ke sudut ruangan. Aku bisa melihat sekarang sudah jam 7 pagi, berarti aku tertidur 3 jam. Ku hela udara pagi yang membahagiakan ini lalu ku hembuskan lagi perlahan. Tangan ku tergerak dan dengan sendirinya kedua telapak tangan ku bertemu di depan dada ku. Ku pejamkan mata ku, menghirup aroma pagi dengan sebaik-baiknya. Bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi ku kehidupan ini dengan orang-orang yang menyayangiku di dalamnya. Mempertemukan ku dengan seorang namja yang berjanji mencintai ku. Semua ini karena Takdir-Mu  hingga sekarang aku merasa bahagia. Dapat menjaga malaikat titipan-Mu dengan seorang suami yang berada di sisi ku.

Author POV

Yeoja itu tengah berdo’a kepada Tuhan, dengan mata terpejam ia asyik bercerita betapa bahagianya ia sekarang pada Tuhan dan tidak berhenti-henti untuk mengucapkan syukur. Ia tidak tahu bahwa sedari tadi Kyuhyun telah berdiri di depan pintu kamar mandi menyaksikan dan mendengar setiap kata dan do’a yang ia ucapkan dengan suara kecil.

“Jaga dan lindungi kami…” ucap Soojin mengakhiri do’anya.

“Dan jangan biarkan kami terpisah” sambung Kyuhyun sambil melangkahkan kakinya ke tempat Soojin kini duduk. Yeoja itu membuka matanya cepat lalu menoleh ke samping tepatnya ke sumber suara. Ia menemukan Kyuhyun dengan senyuman di bibirnya, namja itu mengusap kepalanya lembut lalu mendaratkan sebuah ciuman singkat di pangkal kepalanya.

“Selain memohon agar kita selalu di lindungi seharusnya kau juga bilang pada Tuhan agar jangan memisahkan kita, itu yang terpenting” Kyuhyun mencubit pelan hidung yeoja itu.

“Arra ?” tanya Kyuhyun. Soojin melamun memperhatikan dalam-dalam wajah orang yang di cintainya itu. Entah apa yang di pikirkannya.

“Apa wajah ku sangat tampan hingga kau tak berkedip sedikitpun menatap ku ?” tanya namja itu lagi membuat Soojin langsung tersadar dengan kegiatan tatap-menatapnya itu.

“Kau pede sekali,,,aku tidak mau anak ku narsis seperti mu” Soojin mencibiri Kyuhyun.

“Tapi tampan seperti ku tidak masalah bukan ? kalau yeoja aku ingin dia duplikat dirimu” ucap Kyuhyun seolah menerawang entah kemana. Mungkin juga ia sedang membayangkan bagaimana wajah anak-nya kelak. Soojin malah ikut-ikutan memikirkan hal yang sama, memikirkan nama bayi adalah sesuatu yang menyenangkan bagi pasangan muda ini.

“Jika dia namja dia akan memiliki garis wajah yang sama dengan ku” tutur Kyuhyun dengan mimik beropini.

“Tapi akan memiliki hati setegar eommanya” sambung Kyuhyun lagi.

“Aku akan bersyukur jika Tuhan memberikan bayi apa saja, tidak peduli itu namja atau yeoja” ungkap Soojin berpendapat. Kyuhyun membenarkannya, sepertinya ia terlalu berharap akan memiliki seorang putra.

“Ya, kau benar. Yeoja juga tidak apa-apa” jawab Kyuhyun tersenyum. Setelah itu iya menarik Soojin turun dari ranjangnya.

“Pergi lah mandi, aku sudah menyiapkan makanan untuk mu” ia mendorong pelan tubuh Soojin ke arah kamar mandi. Yeoja itu sebenarnya juga sudah punya niatan mandi sejak tadi, karena risih rambutnya masih bercampur dengan tepung yang pagi buta tadi ia mainkan bersama Kyuhyun.

“ Ne “

**

Seorin menghentikan langkahnya saat dengan jelas bola matanya menangkap sosok yang di fikirkannya semenjak kemarin. Dia benar-benar mendapatkan angin segar hari ini. Meski sedikit masih ragu-ragu ia memberanikan dirinya menyentuh bahu namja yang tengah membelakanginya itu. Namja yang tak lain adalah Ryeowook itu membalikkan badannya dengan ekspresi datar memandang Seorin biasa. Seangin, yeoja ini berpikir kenapa bisa namja ini bersikap masih acuh padanya pada hal kemarin ia telah mengirimkan bunga untuk dirinya. Bukankah dengan pemberian sesuatu itu telah membuat orang menjadi lebih akrab? Tapi kenyataannya sekarang ia masih menerima tatapan datar dari Ryeowook, tidak berubah sama sekali.

“Gomawo…” ucap Seorin mendahului.

“Untuk ?”

“Krisan kuning yang kau kirimkan kemarin”

“Ouh itu…” tanggap Ryeowook sembari memperhatikan peliharaannya. Saat ini namja itu sedang membawa jalan-jalan anjing-nya yang di beri nama Ddabong .

“Kenapa hanya ouh ? apa kau memang tidak berniat memberinya pada ku ? atau itu hanya bunga yang batal kau berikan pada seseorang lalu akhirnya mengirimnya pada ku ? aku tidak tahu di balik wajah polos mu kau ternyata begitu sombong, permisi Tuan Kim aku harus segera ke rumah sakit” yeoja ini sudah lelah bersikap baik pada Ryeowook, jangankan untuk berteman bertatap muka saja sepertinya Ryeowook malas. Begitulah pikirnya dalam hati. Demi apapun pagi ini mood seorin langsung berubah buruk hanya karena berbicara sepatah kata dengan namja ini.

Ryeowook merutuki mulutnya yang telah asal bicara itu, jika di pikir-pikir lagi apa gunanya ia bersikap cuek pada Seorin. Memang jika sekarang perasaan Ryeowook tengah di landa kebimbangan dan terluka tapi bukan kah yeoja ini tak ada sangkut pautnya dengan itu. Jadi kenapa ia bisa bersikap tidak baik begitu pada Seorin ? yang salah sebenarnya disini adalah dirinya sendiri yang sudah tak  bisa membedakan antara keinginan untuk memiliki, ketulusan dan cinta. Hatinya kini mengeras tak lagi ramah seperti dulu, apakah cinta itu selalu menyakitkan begini ? yang jelas ia tetap tak boleh bersikap dingin dan cuek pada seseorang yang mau berteman dengannya, tidak ada yang salah dengan mengenal orang baru. Ryeowook sedikit menyeret ddabong agar mau mempercepat jalannya untuk mengerjar Seorin yang semakin manjauh. Susah memang menyeret anjing bertubuh besar macam ddabong tapi Ryeowook juga tidak akan meninggalkan anjing itu sendirian karena ia sangat menyayangi ddabongnya.

“Kang Seorin tunggu !” dengan sigap tangan Ryeowook meraih lengan yeoja yang tengah di liputi perasaan kesal itu.

“Ada apa lagi ?” jawab Seorin dingin.

“Mianhae,,,maafkan atas sikap ku ini. Suasana hati ku hanya kurang baik, aku tidak bermaksud sombong ataupun mengacuhkan mu. Ku harap kau mengerti” tutur Ryeowook.  Seorin menghela nafas lega berusaha menekan emosinya agar tak lagi terpengaruh oleh rasa kesal.

“Ne, gwenchana…”

“Dan soal bunga itu, tidak seperti yang kau bicarakan tadi. aku benar-benar sengaja membelikan itu untuk mu” ujar Ryeowook meluruskan kesalahpahaman.

“Aku tidak serius dengan ucapan ku tadi, itu aku hanya sedang emosi” jawab Seorin tersenyum kecil. Setelah membicarakan tentang ini mereka saling diam, seperti tak ada lagi topik yang akan di bahas di dunia ini.

“Ah iya, kau kan biasa menjadi asisten dokter. Apakah kau tahu klinik hewan yang bagus ?” akhirnya Ryeowook menemukan sebuah topik yang bagus sekaligus di butuhkannya.

“Hm anjing mu kenapa ?” tanya Seorin sambil melirik anjing Ryeowook.

“Ddabong-ku sedikit bertingkah akhir-akhir ini, dia susah makan dan hanya tidur seharian penuh. Aku jadi khawatir dengan kesehatannya” jelas Ryeowook. Seorin mengangguk mendengar itu.

“Ya, aku tahu tempat yang bagus, kajja!” ajak Seorin bersemangat.

***

Soojin menatap takjub hidangan yang tersedia di depan matanya sekarang. Di atas sana sudah tersedia susu putih, roti isi strawbery dan..tteokboki. Ini semua yang menyiapkan adalah Kyuhyun, sedangkan namja itu kini tengah berdiri di samping meja sambil senyum-senyum. Terlihat sekali bahwa ia bangga dengan hasil kerjanya.

“Jadi kau menyelesaikan tteokboki-nya ? ku kira kau ikut tidur” tanya Soojin mulai mendudukkan dirinya di kursi yang di tarikkan Kyuhyun.

“Kau sangat menginginkannya, jadi mana mungkin aku tidak jadi membuatnya” jawab Kyuhyun sembari mengambilkan peralatan makan untuk Soojin.

“Gomawo” ujar Soojin.

Soojin menyuap ttoekboki-nya, baru suapan pertama wajahnya sudah mengerinyit. Sontak Kyuhyun bereaksi dan memandang penuh harap.

“Otthae ?”

“Kyu…perut ku mual…aish mianhae bukannya ini tidak enak tapi memang aku tidak suka bau tteokboki untuk saat ini” sebelum mengeluarkan isi perutnya di tempat yang salah, Soojin segera berlari ke kamar mandi sambil menutupi mulut dengan tangannya dan muntah di westafel. Tiba-tiba saja ia tidak suka dengan bau makanan itu, Kyuhyun menyusul ke kamar mandi. Ia sedikit meringis melihat usahanya cukup di sia-siakan.

“Sudah lebih baik ?” tanya Kyuhyun. Yeoja itu mengangguk.

“Lain kali kalau tidak suka, jangan memaksa memakannya”

“Eum…mianhae aku sudah merepotkanmu” ucap Soojin perlahan.

“Apa yang kau bicarakan ? sudahlah tidak apa-apa, ini hanya masalah kecil” Kyuhyun tersenyum melihat istrinya bersikap takut-takut layaknya anak TK yang ketakutan saat tidak mengerjakan PR. Mendengar Kyuhyun berbicara begitu Soojin merasa sedikit lebih baik, ia teringat sesuatu.

“Kau tidak ke studio hari ini ?”

“Ne, setelah ini aku memang akan berangkat kesana”

“Cepatlah bersiap-siap nanti kau telat”

***

Pagi di musim gugur ini sudah di awali dengan perdebatan kecil oleh Hyukjae dan Hyerin hanya karena namja itu mempermasalahkan pakaian yang di kenakan yeoja itu hari ini. Hyerin memakai syal di lehernya namun di bagian bawah ia hanya memakai sebuah rok yang masih tergolong mini.

“Ya! Ganti rok mu ?!?! aku tidak mau tau” perintah Hyukjae ke sekian kalinya.

“Tapi kita sudah di mobil, aku tidak mau turun dan kembali ke rumah! Itu merepotkan” balas Hyerin bersikukuh tak mau.

“Apa-apaan kau ini Park Hyerin…??? ku bilang cepat ganti,,, lihatlah pahamu terekspos babo!”

“Memangnya kenapa ? aku kan sexy, seharusnya kau bangga memiliki yeoja seperti ku” sahut Hyerin seenaknya. Itu malah membuat telinga Hyukjae panas dan menggeram.

“Kau kira aku senang saat ada namja lain yang memperhatikan tubuh mu ? kau kira aku bangga dengan itu ? apa kau tidak tahu aku sangat mengkhawatirkan mu bila namja lain sudah memandang mu dengan tatapan yang aneh-aneh terlebih jika kau memakai rok mini seperti ini” ucap Hyukjae emosi tingkat tinggi.

“Aish…arraseo!” bisik Hyerin pelan, namun di dalam hati ia bangga dengan sikap Hyukjae kali ini. Dengan cepat ia kembali berlari ke rumahnya dan sesegera mungkin mengganti pakaiannya. Sore ini mereka berencana pergi ke tempat tinggal Kyuhyun dan Soojin yang baru. Tadi malam Hyukjae sempat menelepon Kyuhyun sekedar menanyakan kabar Soojin selepas Insiden dengan Ny.Cho beberapa hari lalu, dan saat itulah Kyuhyun bercerita bahwa ia membawa Soojin pindah dari sana ke apartmen lamanya dahulu.

“Kau senang ya melihat ku marah-marah dulu ?” ujar Hyukjae saat Hyerin sudah berada kembali di jok sampingnya setelah mengganti pakaiannya.

“Maksud mu ?” yeoja ini mengerinyitkan alisnya.

“Kenapa tidak dari tadi saja memakai baju panjang begini ? kenapa harus menunggu ku marah dulu ? lagi pula memang cuaca sekarang dingin bukan ?” jelas Hyukjae sembari mulai menghidupkan mesin mobil.

“Ya! kau ingin kita terlambat kuliah dan terus berdebat disini ? aku kan sudah mengganti pakaian ku Tuan Lee” balas Hyerin.

“Lain kali jangan ulangi lagi. Ku pastikan aku yang akan menggantikan pakaian itu untuk mu”

“ Ya !”

Kyuhyun POV

Sekarang ini aku sedang berjalan memasuki studio. Ini hari yang paling membahagiakan di hidupku, entahlah aku tidak tahu kenapa aku merasa begitu senang. Memikirkan saat nanti pulang dan di sambut oleh pelukan dari istri ku membuat ku tersenyum-senyum sendiri. Itulah kegiatan yang akhir-akhir ini rutin kami lakukan setelah aku pulang dari kampus malam hari. Yach aku bekerja sambil kuliah jadi tidak mengherankan mengapa aku bisa pulang malam. Ternyata bahagia yang berlebihan itu juga bisa membuat mu merasa gila. Meskipun sekarang cuaca cukup dingin, tapi tetap saja aku merasa hangat setiap saat. Tangan ku pun bergerak mendorong gagang pintu yang tepat berada di hadapan ku. Aku memasuki ruang kerja ku.

Author POV

“Annyeonghaseyo Kyuhyun-ssi, kau terlihat sangat senang hari ini” Sapa Hyo-in sembari tersenyum, teman seprofesi Kyuhyun.

“Hahaha apakah begitu terlihat ?” jawab Kyuhyun sambil mulai mengecek camera-nya dan membidik-bidik ke sudut ruang.

“Tentu saja, lihatlah wajahmu bersemu merah” balas Hyo-in terkekeh.

“OPPAAA!!!” jerit sebuah suara. Astaga, Hyo-in langsung menutup kupingnya dan mengungsi dari tempat itu, ini sudah menjadi sesuatu yang biasa sejak model muda bernama Lee Seungmi itu melakukan pemotretan disana. Kyuhyun menoleh ke belakang, ternyata Seungmi yeoja muda centil itu sudah berada tepat di belakangnya.

“Seungmi-ya ?”

“Oppa? Aish bogoshipeo…karena kemarin aku sakit aku jadi tidak bisa mengikuti pemotretan” keluh Seungmi memulai aksi manja-manjanya.

“Eoh aku tidak tahu kau sakit. Apa kau sudah benar-benar sembuh ? kalau belum tidak usah bekerja dulu, di rumah saja” ujar Kyuhyun memberi saran, ia hanya tersenyum menanggapi kelakuan manja Seungmi karena ia memang menganggap Seungmi adalah yeodongsaeng yang imut.

DRRRTTT

Kyuhyun mencari-cari ponsel nya di tas karena merasa ada panggilan masuk, ia segera menerima telepon itu.

“Yeoboseyo ?”

Kyu-ah nanti Sore kami ke apartmen mu, ne?

“Boleh saja, tapi ada apa ? mendadak sekali ?”

Hehehe aku dan Hyerin ingin mengadakan pesta kecil untuk merayakan kepindahan mu ke apartmen, tidak apa-apa kan?

“Pesta? tapi apakah kau sudah tanyakan pada Soojin juga ?” tanya Kyuhyun. Seungmi yang saat itu tengah sibuk bermain-main dengan camera milik Kyuhyun menghentikan aktivitasnya, ia tertarik begitu mendengar kata ‘pesta’ yang di lontarkan Kyuhyun tadi.

Soal itu tenang saja, itu bagian Hyerin. Bagian ku adalah menanyakan pada mu

“Ne, Gomawo Hyukjae-ah. Hmm pesta kecil ku rasa itu ide bagus” ucap Kyuhyun sebelum mengakhiri sambungan teleponnya dengan Hyukjae.

“Oppa, nanti oppa mengadakan pesta ? aku ikut, ne ?” Seungmi memasang aegyo-nya. Dahi Kyuhyun mengkerut, seharusnya ia tidak mengangkat telepon Hyukjae tadi di hadapan yeoja hiperaktif ini.

***

Seorin melenggang keluar dari sebuah ruangan tempat seorang balita di rawat, ia menyimpan sebuah catatan kecil hasil pemeriksaan anak itu hari ini ke kantongnya.

“Seorin-ah !!” yeoja itu menghentikan langkahnya.

“Oh Hyukjae-ah waeyo ?”

Ternyata yang memanggilnya itu adalah Lee Hyukjae

“Hm,,,hari ini aku mengadakan pesta untuk teman ku, tapi ku rasa akan sangat sepi karena hanya empat orang yang akan mengikuti pesta itu dan..tujuan ku mencari mu kesini adalah mengajak mu juga” Hyukjae manatap penuh harap pada yeoja itu.

“Tapi, aku tidak mengenal teman mu itu Hyukjae-ah. Jadi bagaimana mungkin aku ikut”

“Itu masalah gampang, teman ku itu adalah orang yang baik. Ku rasa kalian akan akrab karena kau berada di jurusan dokter kandungan dan teman ku itu juga sedang hamil, jadi dia pasti membutuhkan saran dari mu”

Mendengar itu Seorin jadi berpikir dua kali, sepertinya tidak masalah jika ia ikut berpesta melepas penat.

“Baiklah ,tapi bolehkah aku juga mengajak seorang teman ?”

“Boleh-boleh saja asalkan kau juga datang” Hyukjae langsung pamit pergi karena ia sudah berjanji pada Hyerin menemani Yoeja itu belanja makanan serta minuman untuk pesta nanti.

Seorin melanjutkan langkah kakinya sambil sesekali menebar senyum manis, tentu saja! Karena ia bermaksud mengajak Ryeowook untuk pergi bersamanya ke pesta yang di bicarakan Hyukjae tadi. sesampainya di pelataran rumah sakit ia menemukan Ryeowook telah berdiri disana dengan tangan terlipat.

“Bukankah kemarin kau bilang hari ini akan tampil tampil di showcase kampus-mu?” Tanya Seorin yang bingung mengapa namja itu ada disini sekarang

“Tidak jadi, piano ku rusak…aku tak bisa memainkan sebuah lagu jika bukan dengan piano kesayangan ku” jawab Ryeowook sembari memandangi pepohonan sekitar rumah sakit yang hanya tinggal rantingnya saja. Entah kenapa sejak hubungannya dengan Soojin memburuk, ia seakan anti memegang piano.

“Kurasa mungkin memang belum waktunya kau tampil” ucap Seorin pengertian. Yap yeoja ini sudah tahu tentang permasalahan Ryeowook, akhir-akhir ini mereka sering keluar bersama.

“Hmm…Ryeowook-s…” belum juga Seorin menyelesaikan ucapannya, Ryeowook sudah menyambar dengan tatapan kesal.

“Sudah ku bilang jangan memanggil ku Ryeowook-ssi lagi, itu terdengar sangat formal dan aku tidak menyukainya!”

“Hahaha…mianhae aku lupa. Baiklah hm…Ryeowook-a bisakah kau menemaniku? Teman ku mengadakan pesta kecil, jadi dia mengundang ku. Apa kau bisa ikut bersama ku ? itu juga kalau kau tidak ada kegiatan lain”

“Baiklah, aku mau” jawab Ryeowook tanpa berpikir panjang

***

Menunggu hingga esok hari seakan tak mampu bagi yeoja ini, seharusnya ia baru akan pulang ke Seoul besok. Tetapi ia mempercepat hari kepulangannya, hari ini juga ia telah mendarat dengan selamat di Korea. Jalannya anggun, kaca mata elegan bertengger di hidungnya, kulit putih bersihnya seakan memancarkan sinar cantik dari dirinya tak lupa sebuah senyum yang tercetak indah dari bibirnya. Hyemi berjalan sambil menarik kopernya, ia melepas kaca matanya seolah ingin melihat dengan lebih jelas lagi bahwa ia benar-benar telah berada di Seoul. Yeoja ini merogoh tas tangannya dan mengeluarkan sebuah Handphone.

“Telepon atau tidak ?” gumamnya bertanya sendiri pada angin.

“Hyukjae…ah iya Hyukjae saja” sambungnya lagi.

Hyemi sekarang berada di dalam sebuah taxi, tujuannya masih belum jelas. Ia ingin menemui semua orang yang di rindukannya secara bersamaan namun itu mustahil sebab belum ada satupun yang tahu bahwa ia telah sampai di Seoul.

**

Hyukjae dan Hyerin telah hampir selesai dengan belanjaan mereka. sementara Hyerin masih mengurus sedikit lagi belanjaan di meja kasir, Hyukjae bertugas memasukkan belanjaan yang lain ke bagasi mobil. Mereka berdua sengaja tidak melibatkan Kyuhyun dan Soojin dalam hal ini karena ingin memberi kejutan. Mereka hanya meminta Soojin dan Kyuhyun duduk manis saja di apartmen sambil menunggu mereka. Hyukjae terhenti dari pekerjaannya memasukkan belanjaan karena merasa ponselnya bergetar.

“Yeoboseyo ?” sapa Hyukjae langsung karena ia tak melihat ID name di pemanggil itu.

“Kau dimana?”

“Aku…aku sedang di depan supermarket” jawab Hyukjae apa adanya karena sekarang ia terlihat tidak fokus karena menyambil antara menelepon dan memasukkan barang.

“Kira-kira apakah Kyuhyun sekarang berada di rumah?”

“Ani…Dia sekarang pindah ke apartmennya”  Hyukjae menjawab dengan santainya tanpa tahu dengan siapa ia bicara sekarang ini.

“Oh gomawo Hyukjae-ah, kau tidak merindukan ku ?”

“Cheonma, memangnya kau siapa ?”

“Aish Ya! Ini aku Hyemi, aku sekarang sudah di Seoul. Kau jahat Hyukjae-ah telah melupakan ku”

Dan BIP sambungan telepon langsung terputus secara sepihak, Hyemi yang mematikannya. Hyukjae langsung menganga dengan mata nyaris meloncat keluar.

“Ya! Ya! Ya! Hyemi-ya jangan matikan tele…aish” decak Hyukjae saat menyadari telepon itu telah putus. Ia mencoba menghubungi nomor itu kembali, tapi non-aktif.

“Omo…eotteokhe…” gumam Hyukjae frustasi, semuanya menjadi kacau sekarang. Namja ini meremas ponselnya. Hyerin datang, ia bingung melihat Hyukjae yang nampaknya panik bukan main.

“Kau kenapa ?”

“Hyerin-ah, Hyemi kembali dan sekarang mungkin ia sedang menuju apartmen Kyuhyun di Gangnam” adu Hyukjae dengan tampang cemas.

“Mwo ?” Hyerin juga terkejut, kantong belanjaan di tangannya hampir saja jatuh ke tanah. Meskipun ia belum pernah bertemu dengan Hyemi tetapi ia cukup tahu tentang seluk-beluk hubungan Hyemi dengan Soojin dan Kyuhyun.

Kyuhyun POV

“Baiklah cukup untuk hari ini, kalian telah bekerja dengan baik sekarang pulang dan beristirahatlah”

Huh…ku tarik nafas lega mendengar sajangnim menutup kegiatan hari ini. Aku sudah tak sabar ingin pulang.

“Oppa!!”

“Seungmi-ya, wae ?”

“Bukankah oppa dengan teman oppa bilang sekarang ada pesta, aku boleh ikut kan ?”

Astaga, anak ini lagi. Bagaimana caranya aku menolaknya, dia bukan tipe anak yang akan menyerah bila di tolak satu kali. Di saat-saat seperti ini ku harap Oppa-nya Lee Sungmin segera datang agar membawanya pulang dan tidak menyusahkan ku.

“Oppa ???”

Bagaimana ini, kenapa aku berurusan dengan anak manja seperti dirinya. Ku fikir menjadi Sungmin lebih berat karena punya adik seperti dia ini.

“Baiklah, kau boleh ikut” sungguh aku benar-benar buntu kata-kata untuk menolaknya.

***

Seoul kini telah berada di pukul 5 sore, Soojin juga telah bersiap berhubung sebentar lagi Hyerin dan Hyukjae datang. Yeoja ini berjalan ke dapur hendak membuat segelas susu karena sekarang adalah waktunya melakukan hal tersebut. Tetapi saat hendak menuangkan bubuk susu ke dalam gelas, Soojin tak sengaja menyenggol gelas itu hingga jatuh dan hancur berkeping-keping setibanya di dasar lantai. Entah apa yang terjadi dingin seolah menyusup ke tubuhnya saat itu juga dan perasaannya berubah tak enak. Tapi Soojin tak mau percaya dengan hal-hal yang tidak pasti seperti ini, ia menggeleng seakan mengusir pikiran buruknya.

“Semuanya akan baik-baik saja, ada Kyuhyun di sampingku” ucap Soojin dalam hati, kemudian ia segera membersihkan dapur dari pecahan gelas tadi. Tangannya kembali mengambil gelas baru lalu menuang susu dan air panas ke dalamnya dengan pelan-pelan agar kejadian seperti tadi tak lagi terjadi. Soojin kembali merasa biasa yang sebelumnya sempat merasa gemetaran, ia mengambil toples yang berisi biskuit dan membawanya ke ruangan menonton TV.

Acara sore hari yang menjelang malam memang tidak begitu menarik, mata yeoja ini berkeliaran mencari-cari sesuatu yang bisa di kerjakannya untuk menyibukkan fikirannya yang sudah mulai bercabang ke mana-mana efek dari insiden gelas pecah tadi. Tak lama kemudian ia mengambil sapu dan mulai membersihkan setiap sudut tempat ini. Selang beberapa menit mungkin setengah jam-an terdengar suara bel melantun di dalam ruangan. Soojin yang saat ini sedang menata rak sepatu yang berada di dekat pintu berpikiran untuk langsung membuka pintu tersebut tanpa melihat dulu ke layar intercom. Ia mengira bahwa yang datang adalah Kyuhyun atau juga Hyerin dan Hyukjae, jadi tak perlu mengecek ke layar intercom lagi. Soojin memutar gagang pintu dan membuka pintu itu dengan lebar. Tapi apa yang di lihatnya kini ? seseorang yang di rindukannya dan mungkin juga tak di di harapkan datang sekarang tepat berada di hadapanny, Shin Hyemi!

Soojin menutup mulutnya, seketika senyum yang berada di bibir Hyemi pudar dalam sedetik. Tas tangannya jatuh begitu saja ke lantai. Ia begitu shock melihat orang yang membuka pintu apartmen Kyuhyun saat ini adalah seseorang yang amat di kenalnya, Han Soojin. Di tambah lagi dengan mata kepalanya sendiri, ia bisa melihat Soojin yang kini tengah berbadan dua. Rasanya fikiran ingin meledak menyaksikan Soojin berdiri dengan tampang bersalahnya sembari mengigit bibir bawahnya. Semua orang akan bisa tahu apa yang kini Hyemi pikirkan tentang sahabatnya itu. Jahat, egois, menusuk teman dari belakang dan sebutan-sebutan buruk lainnya.

“H-hyemi…” sapa Soojin terbata saat ia melihat Hyemi melangkah masuk ke dalam apartmen tanpa di persilahkan terlebih dahulu. Dagu hyemi bergetar hebat ketika matanya menangkap sebuah pigura photo pernikahan terpampang jelas di ruangan tempat ia berpijak sekarang ini. Dan pasangan pengantin yang ada di sana adalah Soojin dan Kyuhyun. Soojin berdiri tepat di belakang sahabatnya itu, tangannya sedari tadi tak berhenti meremas-remas ujung pakaiannya. Hyemi mengerjapkan-ngerjapkan matanya beberapa kali agar cairan yang siap meluncur kapan saja itu tak jatuh keluar, apa lagi sampai di lihat Soojin. Ia akan terlihat lemah, yeoja itu berbalik ke belakang dan dengan tatapan nanarnya bertanya pada Soojin.

“Sudah berapa lama kandungan mu ?” suaranya bergetar. Orang yang seharusnya di peluk erat saat ini malah membuatnya menangis merasakan luka dalam.

“Hyemi-ya mianhae…” Soojin tak menggubris pertanyaan Hyemi, yang harus di lakukannya saat ini adalah meminta maaf. Hyemi tersenyum getir.

“Sejak kapan kau mulai suka mengalihkan pembicaraan ?” tanya Hyemi dengan tatapan menusuk.

“Kau pasti benar-benar terluka sekarang, aku minta maaf..sungguh Hyemi maafkan aku”

“Tidak! Tahu apa kau tentang perasaan ku Han Soojin, jika kau tahu bagaimana perasaan ku seharusnya kau tidak menusuk ku dari belakang” ujar Hyemi penuh penekanan.

Soojin terdiam, karena yang berhak menuding saat ini adalah Hyemi. Ia tak punya hak untuk membela diri karena yang di rugikan disini adalah Hyemi.

“Sahabat macam kau ini Han Soojin ?” rasanya semua cacian ini belum cukup untuk melampiaskan sakit hatinya. Tapi apa yang dapat di lakukannya ? ini terlalu berbelit. Hyemi tak tahan menatap wajah Soojin yang kini ada di hadapannya, mungkin sewaktu-waktu tangannya dapat melayangkan sebuah tamparan. Tetapi ia tak setega itu, meski sekarang ia benci sebenci-bencinya pada Soojin ia tak memiliki niatan untuk melakukan kekerasan. Soojin dapat melihat Hyemi menyeka sebulir air mata yang menuruni pipinya sebelum yoeja itu melangkah. Hyemi ingin pergi , ia sengaja menabrakkan bahunya dengan bahu Soojin saat berselisih jalan.

Bertepatan dengan Hyemi yang akan meninggalkan tempat ini, Kyuhyun tiba-tiba saja datang. Ia terhenti di ambang pintu, otak nya tidak dapat berfikir melihat keadaan yang ada di depan matanya sekarang. Ia mematung ketika bertemu pandang dengan kekasihnya, Shin Hyemi. Ya…sampai sekarang hubungan mereka masih berstatus pacaran. Sebelum Hyemi pergi ke LN mereka memang sempat bertengkar namun tak pernah mengucapkan perkataan putus . Hyemi menatap Kyuhyun denga penuh luka, ia tidak tahu bahwa perjuangan berobat ke LN sekian lama itu akan berbuah pahit seperti ini.

Seungmi, yeoja manja itu hanya melongo kebingungan melihat pemandangan layaknya drama yang di suguhkan secara gratis di hadapannya itu. Dan satu lagi yeoja centil ini belum tahu bahwa Kyuhyun sudah menikah.

“Hyemi…” ujar Kyuhyun ingin menyentuh lengan yeoja itu, namun ia mengelak. Hyemi mulai terisak, pertahanannya hancur seketika mendengar Kyuhyun menyebut namanya.

“Hyemi-ya…dengarkan…” belum usai Kyuhyun bicara, Hyemi telah lebih dulu pergi dari sana. Ia berlari sekuat yang ia bisa. Namja ini pusing sekarang, siapa yang harus di pilihnya. Ia tak mampu bergerak mendekati Soojin yang kini menangis di dalam sana, kakinya seakan berat untuk melangkah. Sementara itu Hyemi juga mulai berlari menjauh, dengan keberatan yang teramat Kyuhyun memilih berlari keluar mengejar Hyemi dan mengabaikan Soojin. Ia tahu mungkin ia akan menyesali perbuatannya ini. Janjinya beberapa waktu lalu pada Soojin seolah tak pernah terucap untuk di khianati demi kekasihnya, Hyemi

 

 

TBC

Sesuai permintaan readers yg terhormat itu di atas moment Kyuhyun-Soojin udah banyak kan ? jadi jangan minta lagi #digampar

Soalnya kalo saya terlarut dalam membuat adegan Khusus Kyu-Jin nanti puncak konfliknya kapan? Ntar endingnya molor dari jadwal yg di tentukan hohohoho karena ff ini tidak pernah di tambah atau di kurangkan sejak awal di buat. Jadi konsepnya itu memang udah ada dari dulu, jadi klo tamatnya udah di tentuin di part segitu, yang ff ini bakal end di part segitu juga. Lagian kalo lama-lama takut Reader pada bosan :3 di part kemarin aja peminat ff ini kayanya udah nurun *lapingus

Kenapa ? udah bosen yach ? bilang aja. Klo emang udah bosen bilang aja ke author ntar biar endingnya di percepat #mellow . bagi yang engga begitu suka konflik maaf jika ff ini terlalu banyak konflik karena jujur saya tipe orang yang suka ber’konflik’ kalo bikin ff. Saya mohon maaf atas kekurangan ini dan satu lagi setelah author baca ulang part 10 kemarin di sjff ternyata Miss Typo banyak sekali yang berlalu lalang . mohon maaf lagi atas ketidaknyamanan tersebut karena itu adalah penyakit penulis yang sangat sulit di hilangkan. Saya tidak memaksakan untuk RCl tapi jika ff ini rasanya pantas dan menyentuh di hati para readers pasti dengan sendirinya kalian akan menyumbangkan ‘like’ dan ‘comment’ ^^ #curcoldadakanselesai -,-

Yang mau protes ataupun menyampaikan unek-unek silahkan mampir ke rumah author haha nggaklah maksudnya Fb.

Jeongmal Gomawo buat para readers #Bow

Terima kasih buat admin Aoi yang udah bantu publish^^

 

Annyeong

 

 

Advertisements

2 thoughts on “SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [PART 11]

  1. Ehhm mian author aku mau koreksi typo…K kata Makron itu harusnya Apron…aigoo Hyemi pulang…& Kyuhyun kembali membuat kecewa Soojin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s