SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 10]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART  10]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance, friendship and family

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin OC

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi OC
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend) OC
  • Kang Seorin OC
  • Lee Sungmin (New Cast)
  • Lee Seungmi (New Cast)
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE ! but cho kyuhyun milik Tuhan,Ortu n SM. Han soo jin milik author^^ kekekek Don’t bashing because this all just fiction

Hai Hai Hai saya come back again XD  rindu dech ama semuanya.. #tebar popo

Huaaa jeongmal kamsahamnida *bow* atas likernya kemarin yang mencapai 1000+ ga nyangka ff aba-abal ini laris manis kekeke dan tidak ada yang lebih menyenangkan selain membaca coment2 dari chingudeul semua^^

NO COPAS!!! Ini jerih payah saya sendiri. Saya tidak menerima yang namanya plagiator, dosa tau XP  XD dan saya pun akan menuntut balas #plakk abaikan XD

Sekali lagi jeongmal kamsahamnida atas respon reader kemarin *tebar popo lagi muehehehe

Oke dech, cekidot!! J

—————————————————-Happy Reading————————————————————-

 

 

Author POV

“ada apa lagi? Ku bilang kita pulang sekarang” ujar kyuhyun menatap soojin dengan tampang memerintah. Sebelah lengan yeoja ini sudah berada di genggaman kyuhyun. Soojin memandang kyuhyun tanpa ekspresi, ia sudah berdiri tapi ketika akan berjalan ia menyentakkan tangan kyuhyun dari lengannya

“aku bisa jalan sendiri”

Kyuhyun melepaskan nafas beratnya, udara dingin mengepul dari dalam mulutnya. Soojin masuk duluan ke mobil sedangkan kyuhyun mengemasi barang-barang soojin yang tergeletak di bangku halte ia segera memasukkannya ke bagasi belakang. Pintu mobil terbuka kyuhyun masuk ke mobil menyadari soojin yang kedinginan ia langsung menghidupkan pemanas.

“apakah sangat dingin?” tanya kyuhyun cemas. Soojin tidak menanggapi ia sibuk dengan pikirannya meski tubuhnya tampak menggigil. Kyuhyun memutar badannya ke belakang lalu meraih mantel yang selalu di sediakannya di jok belakang. Dengan cekatan ia menyelimuti tubuh soojin yang sebelumnya sudah di lampisi dengan jaketnya.

“cepat jalankan mobilnya….ak aku ingin pulang….di..ngin…sh” soojin berubah drastis tubuhnya drop. Bicara saja sudah kesusahan. Melihat keadaan soojin membuat kyuhyun panik seketika,baru saja ia terlepas dari rasa cemasnya setelah menemukan yeoja ini namun sekarang ia kembali cemas.

“kita pulang sekarang”  kyuhyun melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata takut terjadi sesuatu pada soojin jika ia kedinginan terlalu lama

Entah sekarang pukul berapa akhirnya mereka sampai di rumah, cepat-cepat kyuhyun membopong soojin ke kamar. Jino melongo sekaligus kaget melihat keduanya pulang dalam keadaan basah kuyup. Ia ingin bertanya tapi kyuhyun dan soojin sudah keburu masuk ke kamar dan pintu kamar itu juga telah tertutup rapi. Tidak mungkin kan jino masuk ke dalam kamar sepasang suami istri? Akhirnya ia hanya bisa bersandar di balik pintu dan menghembuskan nafas berat sembari menebak-nebak apa saja yang terjadi dengan noonanya. Selang beberapa detik berikutnya jino memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja, ia yakin kakak iparnya itu tidak akan melakukan hal-hal buruk pada noona-nya.

 

***

Di sebuah rumah besar keluarga terpandang berlangsung perjamuan makan malam. Namun kondisi ini begitu sepi dikarnakan yang mengikutinya hanya dua orang saja. Tn & Ny Cho tanpa putra mereka Cho Kyuhyun. Masih terpampang jelas raut kekesalan di wajah perempuan yang makan berhadapan dengan Tn Cho, ayah kyuhyun. Ayah kyuhyun menanggapinya dengan tampang datar sembari memotong-motong kecil steak yang beberapa menit lalu di hidangkan oleh para pelayan. Berbeda dengan ibu kyuhyun yang lebih memilih melakukan kegiatan mubazir, sedari tadi ia hanya memutar-mutar daging itu dengan garpu dan pisau hingga bentuknya tak beraturan dan siapapun tidak akan berminat lagi untuk menyantapnya. Yang paling tepat adalah makanan itu hanya akan berakhir di tong sampah, bukankah ini mubazir?

“dia tidak akan mati hanya karna tinggal dengan yeoja itu” Tn Cho menyadari kegelisahan istrinya akan nasib putra semata wayangnya hingga ia mulai membuka sebuah percakapan

“apakah uri kyuhyun makan dengan baik disana? Apakah yeoja itu melayaninya dengan baik?” reaksi ibu kyuhyun sungguh berlebihan membuat Tn Cho kehilangan selera makannya dan malah fokus pada topik yang sedang di bahas oleh istrinya itu

“apakah anak kita seorang yeoja? Kenapa kau cemas setengah mati begitu?” tanya Tn Cho sakartis

“yeobo, kyuhyun  tidak bia….”

“menurut ku membiarkannya tinggal bersama yeoja itu bukan ide buruk” ayah kyuhyun langsung memotong perkataan Ny Cho. Tn Cho lalu melipat tangannya di atas meja setelah menyingkirkan piring makannya dengan menyuruh seorang pelayan meletakkannya ke dapur.

“maksud mu?” tanya Ny Cho tak mengerti

“biarkan ia belajar mandiri”

“tapi ini bukan cara yang pantas, putra kita harusnya mendapat kehidupan yang layak”

“sampai kapan kau terus berperilaku seolah-olah dia itu anak manja? Dia harus bertanggung jawab dengan segala perbuatannya!” ujar Tn Cho yang mulai geram pada sifat istrinya. Tanpa sadar telah berdiri di pihak kyuhyun,putranya.

“jadi kau membelanya? Itu berarti kau merestuinya dengan yeoja itu??” tanya Ny Cho mulai emosi karna dapat menangkap maksud lain perkataan suaminya barusan

“kita tidak bisa selamanya lepas tangan begini, dia mengandung anak kyuhyun. Cucu pertama keluarga Cho” ujar ayah kyuhyun setenang mungkin agar pengertiannya tersampaikan pada istrinya itu. Tapi sepertinya Tn Cho salah sebab wajah ibu kyuhyun semakin berwarna merah padam seakan ingin menghancurkan barang apa saja yang ada di dekatnya pertanda ia tak setuju dengan ungkapan suaminya tadi.

“aku tidak akan pernah menerimanya” ucap Ny Cho dengan nada tertahan, ia menahan sekuat tenaga emosinya yang siap meledak kapan saja. Marah? Tentu saja karna semuanya kini telah berpihak pada yeoja itu, bukankah tinggal selangkah lagi soojin akan bisa memasuki rumah keluarga Cho ini dengan resmi? Hanya tinggal menunggu keputusan terakhirnya darinya.

“terserah pada mu, sebagai seorang ayah ku rasa kyuhyun sudah melakukan sesuatu yang benar” ujar Tn Cho final ia beranjak dari sana menyisakan wanita paruh baya itu dengan berbagai macam hidangan utuh yang belum tersentuh di atas meja makan. Saking kesalnya Ny Cho membanting sendok dan garpu makannya ke lantai.

 

Kyuhyun POV

Aku merenggangkan otot ku setelah selesai mengeringkan rambut. Soojin masih di kamar mandi, aku sengaja mandi duluan sebelum dirinya. Aku yang menyuruhnya begitu, aku memintanya menunggu sebentar karna aku ingin menghidupkan pemanas air , jadi menunggu airnya panas dulu. Ku rasa ia butuh mandi dengan air panas setelah kehujanan tadi. saat ini aku terduduk di ujung tempat tidur menunggunya, aku sudah memikirkannya baik-baik dan hasilnya adalah aku berencana membicarakan masalah kami sekarang juga. Aku tahu sikap ku beberapa hari belakangan ini mungkin egois tapi sungguh itu hanya untuk menenangkan diri ku, aku tidak bermaksud mendiamkannya. Lebih dari siapapun mungkin perasaannya juga jauh terluka di banding diri ku meski dalam konteks yang berbeda. Dan  lagi  jauh di atas segalanya aku harus ingat bahwa sekarang aku memegang penuh tanggung jawab atas dirinya. Ini semua perbuatanku jadi apakah sebanding jika sekarang aku melupakan sebentar saja perasaan ku terhadap hyemi demi anak nya? Meski sekarang aku mencintai hyemi tapi kenyataannya adalah soojin lah yang mengandung anak ku. Terlalu kejam jika aku berdiri pada satu pihak, memilih keduanya apakah itu mungkin? Menggenggam sekaligus dua tali balon gas yang siap lepas kapan saja bila aku melepaskan ikatan salah satunya dan mempertahan kan yang satunya. Apakah yeoja yang ku cintai akan memaafkan perbuatan ku ini ? aku terlalu jauh menyakitinya, jika aku mempebaiki kesalahan ini tetap saja lukanya akan membekas walau bukan membekas padaku. Jika saja semua sakit ini pada akhirnya hanya aku yang merasakannya aku rela menerima itu semua tanpa melibatkan yang lain. Tapi kenyataannya tidak begitu, luka itu menggores setiap hati yang bergelut di dalamnya. Jika bisa aku ingin di dalam kehidupan ini mereka tidak pernah bertemu dengan ku, tidak pernah ada diri ku di kehidupan mereka yang sebelumnya baik-baik saja tanpa hadirnya diri ku. Aku sadar aku menyakiti mu hyemi, tapi cobalah untuk memaafkan ku.

 

Author POV

Bunyi kresek terdengar akibat dari dorongan seseorang dari balik pintu kamar mandi. Soojin muncul dari sana dalam balutan baju handuk berwarna putih polos dengan handuk segi empat panjang berukuran kecil di tangannya. Kyuhyun langsung menolehkan kepalanya kesana.

“keluarlah” soojin meraih gagang lemari bajunya, tetapi kyuhyun masih tak merespon melihat itu, seharusnya ia mengerti bahwa soojin ingin mengganti bajunya.

“aku akan mengganti baju” ujar soojin menjelaskan

Kyuhyun maju ia berjalan mendekati soojin

“aku ingin bicara” ucap kyuhyun santai. Soojin menatapnya dengan tatapan yang menyiratkan penolakan

“sekarang” perintah kyuhyun dan tanpa pemberitahuan menarik pergelangan tangan soojin

Mereka berdiri di samping tepat di samping tempat tidur, kyuhyun melepaskan cengkeraman tangannya

“apa yang kau lakukan tadi di luar selama tiga jam? Jino bilang kau hanya ke supermarket tapi kenapa selama itu?”

Mata soojin memerah, dadanya naik turun perkataan kyuhyun membuatnya terbayang pemandangan tadi sore.

“bicara lah”

Soojin tak menggerakkan bibirnya sedikitpun, ia tidak berniat bicara.

“baiklah, biar aku yang bicara duluan” putus kyuhyun sepihak

Kyuhyun maju mendekat, soojin langsung mendongak dalam sekejab ia telah berada dalam pelukan suaminya itu. Yeoja ini mencoba berontak tapi kyuhyun tak tinggal diam, ia tahu soojin sedang marah padanya.

“lepaskan” ucap soojin

“apakah aku sangat  jahat padamu?” tanya kyuhyun

GLEEK, mata soojin melebar ia tidak percaya kyuhyun bertanya seperti itu

Entah tenaga dari mana soojin berhasil mendorong tubuh kyuhyun sehingga tubuhnya kini terlepas

“kau baru sadar? Bukankah kau yang selalu menghindari ku dengan alasan kau membutuhkan waktu untuk sendiri?? Harus berapa lama lagi aku menunggu mu, seminggu? Sebulan? Atau tahun depan? Aku siap menunggu mu lebih lama lagi, bagi mu mungkin aku adalah yeoja berhati batu yang mudah saja kau sakiti tanpa terluka!”

Soojin benar-benar emosi, sudah terlalu lama ia selalu mengalah pada keegoisan namja di hadapannya itu. Kini perasaan itu tak dapat lagi di bendungnya.

“maafkan aku”

“jika aku bilang itu tidak cukup bagaimana?” balas soojin dengan marahnya. Yeah dulu kyuhyun juga pernah mengatakan itu saat soojin meminta maaf. Sekarang keadaan berbalik arah

“kalau begitu apa mau mu? Memukul ku ? silahkan” lagi-lagi kyuhyun memajukan tubuhnya, soojin mundur kebelakang. Yeoja ini menggeleng, peperangan batinnya sungguh melelahkan,membuatnya ingin mati saja. Hyemi, satu kata itu cukup membuat hati dan fikirannya benar-benar kacau. Bagaimana mungkin ia bisa menyakiti sahabatnya itu.

“untuk kali ini saja bisakah kita berbicara tanpa rasa marah?” kyuhyun mencoba bicara lembut, selembut yang ia bisa. Ia sendiri juga lelah dengan perdebatan yang berkepanjangan ini.

“aku tidak suka kau mendiamkan ku,aku tidak suka kau bicara membentak, aku tidak suka kau marah-marah pada ku, aku takut…” ucapan soojin terpotong karna kaget kyuhyun memeluknya tiba-tiba.

“ cukup ” ucap kyuhyun tertahan

Kyuhyun tak sanggup lagi mendengar rintihan itu, itu membuatnya terdengar seperti namja jahat yang kejam. Hatinya menjerit pilu ketika mendengar soojin berbicara begitu terlebih dengan nada memohon seolah-olah menyiratkan betapa dalam luka di hatinya. Sekarang ia menyadari betapa menderitanya istrinya itu karna masalah yang tercipta oleh dirinya sendiri dan parahnya ia malah membiarkan soojin terpuruk seorang diri di lubang ketakutan itu sekian lama. Tanpa sadar setetes air mata mengalir di sudut matanya, kyuhyun menangis.

“aku tidak tahu kau begitu menderita, maafkan aku” ucap kyuhyun dengan suara serak

“maafkan aku yang telah merusak hubungan mu dengan hyemi”

“tidak, itu tidak benar…tidak ada yang bisa di salahkan, kau tidak salah sama sekali”

“tapi kau mencintai hye….”

“ssstt”

Kyuhyun merenggangkan pelukannya lalu meletakkan telunjuknya di bibir soojin

“ini takdir, takdir ku dan anak ku ada pada mu. Pada akhirnya jika nanti kita di takdirkan untuk bersama ku pastikan bahwa aku mencintaimu. Ini hidup ku, aku yang berhak dengan itu jika aku mengatakan aku mencintai mu tidak akan ada yang bisa mencegah hal itu terjadi sekalipun masa lalu ku”

Soojin terhenyak mendengar itu. Beberapa detik lalu luka hatinya masih menganga tapi detik ini luka itu terasa di angkat dan di hentakkan sejauh-jauhnya dari kehidupannya. Ia masih belum bisa mempercayai perkataan manis itu sepenuhnya tapi entah kenapa kini ia sudah merasa di atas angin. Bukannya soojin mengira ucapan kyuhyun palsu hanya saja, jika ia mulai mempercayai ini yeoja ini takut jika sewaktu-waktu perasaannya kembali di hempaskan ke dasar paling dalam dengan semua kemungkinan terburuk yang siap menanti setelah ini.

 

Kyuhyun menangkup wajah soojin dengan kedua tangannya, ia bisa melihat ke khawatiran itu di wajah soojin. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada wajah soojin, memperkecil jarak yang ada lalu sebisanya ia menumpahkan seluruh perasaannya saat bibirnya mulai mengecup pasti bibir soojin. Menyalurkan setiap perasaan yang kini terbuka lebar untuk yeoja itu, meyakinkan soojin bahwa kini rasa cinta itu memang telah ada meskipun ia sendiri tidak tahu pasti sudah sejak kapan ia mulai mencintai yeoja yang menjadi istrinya itu. Ciuman yang manis dan begitu hangat tanpa nafsu dan keterpaksaan serta penolakan. Ini seolah bentuk penyaluran bagaimana perasaan mereka yang terlalu sulit di ungkapkan lewat kata-kata. Soojin dan kyuhyun sempat terbuai dengan perlakuan mereka yang saling memberi kesempatan satu sama lain untuk memasuki lebih jauh. Soojin meremas baju bagian dada kyuhyun dan langsung mendapat respon dari kyuhyun yang langsung melepaskan tautan bibirnya. Ia mengerti soojin butuh pasokan udara.

“apakah itu cukup untuk meyakinkanmu?” tanya kyuhyun menatap lekat-lekat mata soojin

“lalu bagaimana deng….”

“sekarang hanya ada aku dan kau, jangan memikirkan sesuatu yang membuatmu tersakiti lagi. Lupakan itu” ungkap kyuhyun

Soojin memandang mata suaminya, tidak ada keraguan disana. Apakah ucapannya dapat di percaya? Entah lah soojin tidak tahu.

“kau bisa mempercayai ku untuk hal satu ini” kyuhyun kembali dengan tatapan seriusnya lalu melanjutkan kata-katanya

“aku mencintaimu” kyuhyun mengecup singkat dahi soojin, soojin memejamkan matanya merasakan ketulusan kyuhyun di sela perkataan sakral itu. Pertama kalinya soojin mendengar kyuhyun mengucapkan kata cinta.

Tidak dapat di ungkapkan lewat kata-kata bagaimana perasaan soojin sekarang, ia kaget sekaligus tidak percaya. Apakah ini mimpi? Begitulah suara batinnya yang sedari tadi berteriak-teriak di dalam dirinya.

“aku bukannya tidak percaya hanya saja….” soojin takut apabila perkataannya ini akan merusak suasana namun hati nuraninya juga terus mendesaknya.

“apa? Katakan saja”

“siapa yeoja yang tadi pulang bersama mu tadi sore?” soojin telah mempersiapkan hatinya jika jawaban kyuhyun nantinya akan mengecewakannya. Soojin tidak mau memandang suaminya, matanya terus berkeliaran ke sudut ruangan. Berbanding terbalik dengan soojin, kyuhyun malah tenang-tenang saja sembari sesekali mencoba berfikir.

“kau cemburu?” kyuhyun buka suara dan pura-pura bertanya dengan tampang serius

“aniya…tidak sama sekali”

“tidak?? Aku ini tampan dan ba…”

“ah sudahlah jangan menggoda ku, cepat katakan siapa yeoja itu?” soojin mendorong tubuh kyuhyun menjauh, ia mulai gusar dan terbawa godaan kyuhyun. Siapa yang tidak cemburu melihat suami sendiri menggandeng yeoja lain.

“ck arra arra….. Yeoja itu lee seungmi, model yang melakukan pemotretan di studio tempat ku bekerja. Tadi sore karna hujan lebat kebetulan oppanya tidak bisa menjemput lalu salah satu staf meminta ku mengantarkannya”

“tapi kenapa dia..”

“manja? Kau perlu tahu dia hanya yeoja kecil yang matang sebelum usianya, umurnya masih 16 tahun”

Soojin masih ingin bertanya lagi, rasa ingin tahu dan rasa errr.. cemburunya sepertinya masih menggelutinya

“HYUUUNG !! di luar ada yang mencari mu” terdengar sorak sorai jino dari luar

“kau tunggu disini, jangan berani-berani keluar dengan penampilan seperti ini tanpa izin ku, arra?” kyuhyun menunjuk-nunjuk tubuh soojin dari atas sampai bawah yang hanya di balut oleh handuk baju kimono dengan rambut yang tergerai basah. Soojin mengikuti arah pandang kyuhyun ke tubuhnya sendiri lalu mengangguk polos.

 

Kyuhyun POV

Aku segera berjalan ke ruang tamu, jino yang akan kembali ke kamarnya berpapasan dengan ku

“siapa yang mencari ?” tanya ku

“mollayo, aku juga baru melihat nya hari ini” jino menggidikkan bahunya dan langsung melongos masuk kamar. Kaki ku hampir mencapai pintu, di beranda rumah ku lihat seseorang berdiri membelakangi ku, tapi siapa? Aku tidak pernah bertemu orang ini sebelumnya. Baru saja aku ingin menyapa orang ini sudah lebih dulu membalikkan badannya dan langsung berhadapan dengan ku.

“jeosonghamnida aku mengganggu waktu mu sebentar, perkenalkan nama ku Lee Sungmin” dia tersenyum ramah pada ku aku pun membalas senyumannya

“ne, cho kyuhyun imnida. Ada perlu apa sungmin-ssi?”

“aku oppa lee seungmi model yang melakukan pemotretan di tempat mu, dari info staf disana mereka bilang kau yang mengantar adik ku pulang. Kalau aku boleh tau kau tadi mengantarnya kemana?” namja ini bertanya hati-hati, sepertinya ia takut aku akan tersinggung.

“eoh tadi seungmi meminta ku memberhentikan mobil di daerah myeongdong, ketika ku tanya dimana rumahnya dia hanya mengatakan rumahnya berada di dekat sana” melihat raut wajah namja ini aku mengerti ia sedang mengumpat kesal.

“aish anak nakal itu selalu saja membuat masalah, sebenarnya kami tinggal di daerah distrik nowon. Maafkan karna dia telah membohongimu, dia remaja yang sangat labil dan manja”

Nowon? Entahlah aku teringat rumah ku, ibu dan ayah. Apakah mereka sekarang sehat, sejak keluar dari rumah sekalipun aku tidak pernah menginjakkan kaki di rumah itu lagi.

“ehm kyuhyun-ssi?”

“ah ne, waeyo?”

“aku pamit pergi dulu, terima kasih atas informasimu”

“ne, cheonma sungmin-ssi” ku lihat ia berlari kecil ke mobilnya dan mengeluarkan handphone, meski tidak terlalu dekat tapi aku masih bisa mendengar percakapannya

“ahjushi Goo cepat ke myeongdong sekarang juga ! bantu aku mencari seungmi, aku tidak mau ibu mengomeli ku karna tidak bisa menemukannya” nada bicaranya lumayan tinggi dan terdengar memerintah. Sebelum menjalankan mobilnya ia menurunkan kaca jendela mobil dan tersenyum sekilas ke arah ku lalu membunyikan klakson. Aku hanya menyunggingkan senyum ku.

 

Ku pandangi langit rintik-rintik hujan masih turun dari atas, hujan belum benar-benar reda. Ash aku lupa urusan ku masih belum selesai dengan soojin. Dengan langkah besar aku kembali ke kamar dan ternyata yeoja ini sudah menunggu ku di pintu kamar. Pakaiannya sudah rapi.

“kau menguping pembicaraan ku dengan namja tadi?” tebakku

“sedikit tadi saat aku ingin keluar kamar aku tidak sengaja mendengar nya” jawabnya jujur tapi sedikit ketus, pasti dia masih cemburu.

“kau dengar sendiri kan? Dia hanya model..tadi itu oppa nya yang datang jadi, jangan cemburu lagi. Kau tidak malu cemburu dengan anak umur 16 tahun cho soojin?”

Dia malah mempoutkan bibirnya hingga membulat dan mendesah kesal,tapi sepertinya aku melupakan sesuatu

Author POV

“dari mana kau tahu tadi sore aku mengantar seungmi? Apa jangan-jangan?” kyuhyun membulatkan matanya karna baru saja terlintas sesuatu di kepalanya.

“aku tadi ke studio mu mau mengantarkan payung, tapi aku melihat mu dan anak itu” soojin tidak meneruskan perkataannya, ia rasa kyuhyun sudah mengerti. Soojin berbalik dan masuk ke kamar, kyuhyun mengikutinya lalu memegang lengan soojin agar berhenti melangkah. Seperti dugaan soojin, kyuhyun nampaknya sudah mengerti penyebab yeoja ini duduk kehujanan di halte bus.

“kemari, dengarkan aku. Untuk ke depannya jika turun hujan jangan pernah mengantarkan ku payung lagi atau apapun yang terjadi kau tenang saja di rumah,jangan mengkhawatirkan ku yang terpenting itu keselamatan mu. Kau tahu aku seperti tidak bisa bernafas saat menemukan mu menggigil di halte bus tadi, jangan membuat ku takut lagi. Arraseo?”

Soojin akhirnya tersenyum, senyuman yang sangat manis. Ia mengangguk mengiyakan ucapan kyuhyun karna ia bisa melihat betapa tulusnya kyuhyun mengatakan itu kepadanya.ia merasa sangat di perhatikan

***

 

Ryeowook membenahi kamar di rumah lamanya, rumah yang di tempatinya sebelum meninggalkan seoul dahulu. Ia memutuskan untuk tinggal sendiri dan menolak ketika orang tuanya mengajaknya tinggal bersama. Ryeowook menghentikan aktivitasnya saat matanya menemukan sebuah kotak persegi. Di dalamnya ada beberapa barang pemberian soojin saat masih remaja dulu. Foto-foto, surat-surat dari soojin, kotak musik yang dihadiahi soojin ketika ulang tahun ryeowook ke 15 tahun karena namja itu hoby sekali dengan musik dan beberapa benda lainnya.

“aku ingin sekali mendengar mu memainkan piano”

“setelah aku pulang nanti, orang pertama yang akan ku perdengarkan permainan piano ku adalah diri mu”

Potongan kejadian masa lalu yang kini tinggal kenangan itu merayapi pikirannya, membuat sebuah senyum sinis terukir di wajahnya menyadari dirinya yang sangat menyedihkan.

Ryeowook mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja lalu pergi dengan membawa kotak tersebut ke suatu tempat yang kini terfikir olehnya. Sebelum ke rumah soojin ia berhenti di sebuah toko bunga tepi jalan  yang memajang aneka jenis bunga, salah satunya bunga krisan. Ryeowook tersenyum lalu keluar dari mobil dan berniat membeli bunga kesukaan soojin itu. Tangannya baru akan membelai serumpun bunga krisan berwarna putih di hadapannya, namun di dahului oleh tangan lain. Ryeowook menolehkan kepalanya ke samping, ia mendapati ternyata pemilik tangan itu adalah seorin.

“kau lagi, kenapa kau kesini?” dengan sigap ryeowook mengambil alih bunga krisan tersebut karna yeoja itu membuang-buang kesempatan nya yang hampir mendapatkan bunga itu  hanya karna melongo tak percaya bisa bertemu lagi dengan ryeowook di tempat ini.

“aku…aku ingin membeli bunga” jawab seorin tergagap. Ryeowook menikmati setiap aroma krisan yang masuk lewat hidungnya dengan wajah damai. Seorin memperhatikan itu dan makin tertarik dengan sosok namja ini.

“kau suka bunga jenis apa?” tanya ryeowook

“aku?” seorin menunjuk dirinya sendiri

Ryeowook mengalihkan pandangannya dari bunga lalu balik menatap seorin.

“iya, memangnya dengan siapa lagi aku bicara disini” jawab ryeowook

“krisan, aku suka bunga krisan” sahut seorin tersenyum senang

“ahjushi aku pesan bunga krisan putih, bungkus bersama dengan pitanya sekaligus” pinta ryeowook pada penjual bunga yang langsung mengangguk mengiyakan

“kau beli yang putih saja? Sebaiknya kalau yang putih padukan juga dengan krisan merah muda itu akan membuatnya terlihat lebih cantik” seorin menyodorkan bunga krisan merah muda pada ryeowook, awalnya ryeowook memandang ragu tapi sejurus kemudian

“benarkah?” tanyanya seolah meminta pendapat, seorin mengangguk pasti

“hm baiklah, ahjushi tolong tambahkan krisan merah muda juga” seru ryeowook kepada penjual bunga yang tengah merangkai bucket bunga pesanan ryeowook tadi.

“agasshi punya mu sudah selesai, kau memilih perpaduan warna yang indah” seorang penjual yang juga bekerja di sana datang dan memberikan sebucket bunga krisan perpaduan merah muda dan ungu kepada seorin. Yeoja itu menerimanya, ryeowook memperhatikan seorin sesaat lalu

“untuk mu?” tanya ryeowook menggidikkan dagunya ke arah bunga yang di pegang seorin

“bukan, ini untuk bibi ku yang di rawat di rumah sakit” jawab seorin sembari membetulkan plastik pembungkus bunganya yang sedikit kusut.

“kau sendiri membeli bunga untuk siapa?” tanya seorin kemudian

“untuk seseorang”

Wajah seorin berubah tidak seceria tadi. bahkan ia seakan kehabisan kata-kata untuk di ucapkan sekarang.

“ryeowook-ssi aku pergi dulu, bibi ku sudah menunggu di rumah sakit” pamit seorin lalu pergi begitu saja.

Sesaat ryeowook berpikir lalu sesuatu melintas di otaknya, bibirnya pun terulas sedikit senyum

“ahjushi tolong bucket kan satu lagi krisan kuning” ryeowook bicara kepada pemilik toko yang melayaninya tadi

“baiklah tuan” jawab ahjushi pemilik toko tersenyum

***

 

Di sebuah bandara negara korea selatan, mendarat pesawat penerbangan dari negara jepang di landasannya yang luas. Seorang lelaki muda berperawakan tinggi keluar dari pintu kedatangan bandara, ia memandang jauh ke depan sembari memperlihatkan senyumnya. Ia sudah tak sabar menemui keluarga kecilnya yang tinggal disini.

“2 bulan yang lalu aku meninggalkan korea, sekarang aku sudah berada disini lagi” gumam namja yang tak lain dan tak bukan itu adalah han jiwoo

“perusahaan menyebalkan,harusnya aku di perbolehkan pulang saat soojin melahirkan nanti. Tetapi mereka malah memberi kebijakan lain” gerutunya dalam hati

***

 

Walau dengan hati berat ryeowook tetap berusaha menemui soojin hari ini. Berkali-kali ia melepaskan desahan panjang karna gugup sebelum akhirnya ia benar-benar menginjakkan kaki di depan pintu kediaman keluarga Cho. Di pencetnya bel rumah tersebut sembari melatih sebuah senyum manakala sang pemilik membukakan pintu. Pintu terbuka tetapi soojin heran melihat seseorang di hadapannya dengan wajah yang di tutupi dengan sebucket bunga krisan, bunganfavoritnya.

“nuguse..” soojin menggantung kalimatnya. Ryeowook segera menggeser bunga itu ke samping dan otomatis memperlihatkan wajahnya, wajah yang tersenyum. Soojin tahu itu bukanlah sebuah senyuman kebahagiaan melainkan senyuman yang menyembunyikan rasa sakit di belakangnya. Ya dia tahu bahkan sangat tahu namja di hadapannya itu hanya mengumbar senyum palsu. Tapi yeoja ini juga balik melemparkan sebuah senyum untuk ryeowook seolah-olah tidak pernah ada sesuatu pun yang terjadi di antara mereka. Karna memang lebih baik begini, jika mengungkit hal kemarin akan membuat luka kembali basah.

“mau keluar dengan ku?” ajak ryeowook

“ ne “

Soojin masih berdiri disana, ryeowook memandangnya heran.

“kenapa masih disini? Kau tidak siap-siap?” tanya ryeowook

“bunga itu, apakah hanya untuk kau bawa-bawa saja? Tidak untuk di berikan kepada siapapun?” tanya soojin tersenyum. Astaga! Bahkan pikiran ryeowook sedang tidak di tempatnya sekarang ini karena begitu memikirkan yeoja yang masih di cintainya itu.

“eoh ne, ini untuk mu. Siapa lagi yang menyukai krisan selain diri mu” ryeowook menyerahkan bunga itu kepada soojin.

“gomawo wookie-a”

***

 

Seorang wanita tua berjalan dengan angkuhnya memasuki mobil, ia memberi perintah kepada sopirnya untuk pergi ke suatu tempat. Sang sopir menganggukkan kepala menuruti titah tuan rumah nya.

Mobil mulai melaju lalu berhenti di depan sebuah rumah. Ny Cho ibu kyuhyun memandang rumah itu sesaat lalu memutuskan untuk keluar dari mobil. Ia menyuruh sopirnya untuk pulang lebih dulu dengan alasan setelah dari sini ia akan pergi mengunjungi rumah temannya. Tak lama kemudian ibu kyuhyun berjalan menelusuri pekarangan rumah ini hingga ia sampai di depan pintu rumah. Dari cara pandangnya tak ada rasa ketertarikan sedikitpun. Jarinya bergerak memencet bel, tak ada tanggapan. Ia memencetnya sekali lagi ternyata masih sama tetap tidak ada yang menyahuti seorang pun dari dalam. Akhirnya ia mengeluarkan handphone dari dalam tas tangannya lalu menelepon kyuhyun.

“yeoboseyo?”Tanya orang di seberang sana

“ini eomma, aku sekarang ada di rumah istri mu”

a ada apa eomma kesana?” tanya kyuhyun mulai cemas, takut-takut ibunya melakukan sesuatu pada soojin

“kemana istri mu? Kenapa membiarkan rumah kosong begini?”

bukankah soojin di rumah?” Tanya kyuhyun balik

“jika dia ada, aku tidak akan meneleponmu!”

“ibu jangan kemana-mana aku pulang sekarang”

Ny Cho mendengus. Ia kemudian duduk di beranda rumah memperhatikan tiap sudut tempat ini

 

Soojin POV

Aku dan wookie sekarang berada di dalam mobilnya, sedari tadi ia hanya menjalankan mobil ini tanpa ada niatan untuk berhenti. Aku ingin tahu apa yang ada di fikirannya saat ini, kenapa wookie tidak pernah marah pada ku? Lebih baik ia marah-marah padaku dari pada rasa bersalah ini terus bersarang di hati ku, itu akan terasa lebih baik.

“kau ingin kita kemana?”

Aku langsung mengalihkan pandangan ku yang sedari tadi memandang ke jendala.

“terserah saja, bukankah kau yang mengajak ku?”

“hmm baiklah kalau begitu ke taman kota saja” jawab nya tampak berfikir

Aku hanya menganggukkan kepala ku sebagai jawaban iya

 

Sudah berapa lama aku tidak main kesini, dulu saat masih SMA aku dan hyerin sering ke sini sehabis pulang sekolah untuk menyegarkan otak. Taman ini semakin banyak yang berubah atau aku yang terlalu lama tidak kesini. Sejak menginjakkan kaki disini orang-orang menatap kami terus, rasanya aneh aku yang sedang berbadan dua pergi bersama namja lain yang bukan suami ku.

“wookie-a kita duduk disana, aku lelah berjalan terus” aku menunjuk sebuah bangku panjang di tepi taman. Ia berjalan mendahului ku dan menggenggam erat tangan ku!

“kali ini saja” wookie mungkin merasakan keterkejutan ku hingga ia berbalik dan mengucapkan itu untuk ku.

“ Ya “ jawab ku

Setelah beberapa kali melangkah kami sampai di bangku taman yang ku maksud tadi, wookie melepas tangan ku agak canggung. Kami bahkan duduk hening di tengah keramaian kota seakan kami memiliki dunia kami sendiri.

“soojin-a…”    “wookie-a…”

Ucap kami bersamaan, aku dan dia terdiam beberapa detik sebelum akhirnya kami berdua tertawa. Wookie mengusap kepala belakangnya, aku hanya mengeratkan cengkeramanku pada tepi bangku ini sembari tertawa.

“kau duluan….”   “kau duluan…”

Astaga! Kami serentak lagi. Aish sebenarnya ada apa dengan fikiran kami berdua? Kenapa selalu sepemikiran begini.

“hey, kau mambaca fikiran ku ya?” tanya nya menudingku

“seharusnya aku yang bertanya begitu” jawab ku pura-pura kesal

“kita sepemikiran bukankah itu lucu?”

“ya…seperti saudara…..” jawab ku begitu saja tanpa berpikir dahulu. Ku rasa ia menatap ku sekarang, kenapa? Apakah perkataan ku menyinggung nya? Aish soojin babo apalagi yang kau perbuat! Kenapa aku tanpa sengaja selalu menyakiti namja sebaik dirinya.

“kau menganggap hubungan kita begitu?”ia menatap ku sayu

Ya tuhan, apa yang harus ku jawab. Tidak, bukan seperti itu maksud wookie-a

“kau tahu di dunia ada semacam hubungan yang meski kita begitu menginginkannya tapi pada akhirnya takdir lah yang menentukan, tidak peduli betapa kita mencintai seseorang itu”

“maksudmu hubungan kita ini seperti itu?”

“entah lah, aku tidak tahu”

Sungguh aku tidak ingin mengatakan ini padanya, aku tahu ini akan membuatnya semakin terpuruk. Tetapi bukankah kejelasan ini yang terpenting, agar aku berhenti memberinya harapan-harapan kosong. Maafkan aku Kim Ryeowook, walaupun kita berakhir seperti ini tapi sungguh kau adalah orang yang pernah menjadi bagian terpenting di dalam hidup ku. Sampai kapan pun aku tidak akan melupakan hal itu. Sebenarnya aku sangat ingin memberitahu mu aku juga sangat mencintaimu, tapi itu dulu saat kau pergi dan di saat aku menanti mu. Maaf jika aku telah membiarkan rasa itu perlahan memudar saat kau benar-benar telah berada disini, di samping ku.

“kau menangis?”

“ tidak “ aku menggeleng pelan

“jangan menangis lagi, itu akan membuat ku berpikir satu kali lagi untuk melepaskan mu”

“mwo?”

“aku tidak pernah mengulang ucapan ku, jadi pikirkan saja sendiri apa yang ku ucapkan tadi” ia mencoba bicara ketus pada ku, walaupun terasa berbeda tapi tak apa asal itu membantunya untuk melupakan ku. Aku tidak ingin ia tersakiti karena perasaannya yang tidak mungkin bisa ku balas.

 

Author POV

Tidak di pungkiri beberapa detik lalu soojin berhasil menghancurkan perasaan namja ini. Hanya untuk sekarang ia ingin menangis, ryeowook butuh sandaran seseorang di saat ia rapuh seperti sekarang ini dan orang itu sudah pasti bukan soojin lagi. Ia sendiri tidak tahu apakah dirinya masih bisa mencintai yang lain seperti ia mencintai soojin.

“perpaduan bunga krisan mu bagus? Biasanya kau  hanya memberi ku satu warna saja” ujar soojin yang duduk di sampingnya. Perpaduan krisan? Sekilas tapi pasti ryeowook langsung teringat seorin. Yeoja yang mengusulkan ide agar ia mencampur krisan putih dengan merah muda.

“oh itu atas usul seseorang, dia juga menyukai krisan sepertimu” ryeowook memandang sekeliling taman yang di penuhi oleh manusia lainnya.

“benarkah? Siapa dia?” tanya soojin antusias dan bersemangat, ryeowook memperhatikan ketertarikan soojin itu. Membuatnya berpikiran soojin memang tak ingin lagi bersamanya.

“bukan siapa-siapa, hanya orang yang ku kenal saat di toko bunga tadi” jawab ryeowook tak berminat sama sekali menceritakan tentang yeoja itu. Semangat soojin pupus, wajahnya kembali seperti tadi.

“jam berapa sekarang? Sebaiknya aku mengantarmu pulang” ryeowook melirik jam tangannya lalu mengajak soojin pulang

“ Ne “

Mereka pulang dalam kesunyian yang tercipta, ryeowook sudah tak mampu lagi mengatakan apapun untuk memperjuangkan perasaannya. Ini terlalu menyakitkan untuk di ungkit. Ryeowook memberhentikan mobilnya.

“aku akan mengantarmu sampai depan pintu” ujar ryeowook kemudian turun dari mobil tanpa mendengar jawaban soojin. Yeoja ini mengikuti dari belakang, sesampainya di beranda soojin mendongak mendapati ibu kyuhyun duduk disana, ibu mertuanya. Ibu kyuhyun berdiri menatap dengan pandangan sulit di artikan pada soojin yang pulang bersama namja lain yang bukan putranya.

“eommonim “ sapa soojin kaku

“ini yang kau lakukan saat anakku pergi bekerja? Dan kau pergi bersama namja lain? Sebenarnya yeoja seperti apa kau ini?” ujar ibu kyhyun dengan suara membentak keras. Ryeowook yang berdiri disana memaku memahami ucapan wanita paruh baya itu

“aku hanya pergi bersama te…”

“kau masih bisa membela diri setelah tertangkap basah oleh ku?” sergah ibu kyuhyun tak membiarkan soojin berbicara sedikitpun. Ibu kyuhyun melangkah maju mendekati soojin, yeoja ini mundur selangkah. Melihat itu ryeowook maju di depan soojin menutupi tubuh ketakutan itu di balik punggungnya.

“Nyonya sepertinya anda salah paham, jangan sekali-sekali berani menyentuhnya aku tidak akan tinggal diam” tegas ryeowook berani

“aku sungguh tidak memiliki hubungan apapun dengan namja lain eommonim” soojin menggeser tubuhnya ke sampinng keluar dari persembunyiannya di belakang ryeowook

“kau kira aku percaya? Kau….jika bukan karna kejadian itu, kau sama sekali tidak pantas bersama dengan putra ku” jawab ibu kyuhyun merendahkan

“tentang itu aku benar-benar minta maaf. Aku mohon biarkan kyuhyun bersama dengan ku…aku mencintainya” untuk kali ini soojin berani menantang menatap kedua mata ibu mertuanya itu.

Pasokan udara terasa berkurang banyak bagi ryeowook mendengar itu, nafasnya tercekat. Baru beberapa saat lalu yeoja ini menolaknya secara halus detik ini ia juga harus mendengar bahwa soojin mencintai namja lain. Sakit hati yang bertubi-tubi di terimanya di hari yang sama

“apa? Ulangi perkataan mu!” suruhnya ibu kyuhyun marah

“aku mencintaimu Cho Kyuhyun putramu” tegas soojin penuh tekad, ia tidak memikirkan lagi bagaimana reaksi ibu dari namja yang kini di cintainya itu. Selangkah demi selangkah ibu kyuhyun mencoba mendekati soojin kembali dengan tangan terangkat, tepat sebelum tangan itu mendarat suara seseorang menghentikannya.

“jangan pernah berani menampar adikku Nyonya Cho yang terhormat” jiwoo datang, ia menahan lengan ibu kyuhyun. Ibu kyuhyun mendengus kasar sembari menghempaskan tangannya ke udara.

“bisakah anda sedikit lebih menghargai keluarga kami? Kami bukan orang rendahan yang selalu pasrah menerima setiap hinaan dari keluarga terpandang seperti anda” ujar jiwoo tajam. Jiwoo mendelik pada ryeowook, namja yang di kenalinya sejak remaja dulu.

“bisa kau bawa soojin ke dalam Kim Ryeowook?” tanya jiwoo dengan pandangan penuh arti seolah menegaskan mereka harus menyelesaikan sesuatu setelah ini

“ne hyung” jawab ryeowook sembari merangkul soojin ke dalam

“berhenti disana” kini terdengar lagi suara dari arah belakang mereka. Kyuhyun datang, semuanya menolehkan kepala mereka. Kyuhyun langsung mengambil soojin dari ryeowook menggenggam tangannya erat.

“apa yang eomma lakukan disini?” tanya kyuhyun mengarah pada ibunya

“kau masih bertanya?” ucap ibu kyuhyun murka dengan wajah memerah merasa tak ada yang berdiri di pihaknya di tempat ini. Kyuhyun menyadari kini jiwoo tengah menatapnya tajam,sepertinya ia harus mempersiapkan diri.

“antar aku pulang sekarang!” perintah ibu kyuhyun setengah berteriak, melihat amarah ibunya yang sudah naik ke ubun-ubun kyuhyun tahu pasti ada sesuatu yang terjadi sebelum ia kesini.

“baiklah, ku antar sekarang” putus kyuhyun akhirnya di tengah suasana tegang ini.

“hyung aku mengantarkan eomma ku dulu” pamit kyuhyun menghadap jiwoo, jiwoo tak memberi respon apa-apa. Tanpa banyak kata lagi kyuhyun masuk ke mobil membawa ibunya pergi dari sana sebelum keadaan semakin di perburuk oleh kehadiran ibunya itu.

Soojin POV

Ya tuhan apa lagi ini, kenapa jiwoo oppa ada disini? Kenapa oppa ku suka sekali pulang tanpa pemberitahuan. Aku menarik nafas dalam-dalam merilekskan fikiran ku, kyuhyun belum pulang. Aku harap tidak ada lagi perkelahian seperti dulu. Aku tidak tahu apa yang di bicarakan oleh jiwoo oppa dan wookie di luar sana. Yang jelas saat kyuhyun dan ibunya tadi pergi jiwoo oppa meminta ku masuk ke kamar.

 

Telinga ku menangkap suara deruan mesin mobil, aku yakin itu mobil kyuhyun. Aku mencoba menajamkan pendengaran ku tapi aku sama sekali tidak bisa mendengar apapun. Jantungku bekerja dua kali lebih cepat menebak-nebak apa yang dilakukan jiwoo oppa dan kyuhyun. Tidak lama kemudian aku mendengar derap langkah bersahutan-sahutan menuju kamar ini. Aku membeku di tempat ku duduk, perlahan pintu terbuka memunculkan sosok oppa ku. Orang yang begitu ku rindukan saat ia tidak disini, tapi aku juga tidak ingin ia kembali di saat keadaan seperti ini.

“oppa?”

“aku kan sudah bilang, jika kau punya masalah kau bisa membicarakannya dengan oppa. Kenapa harus dengan cara seperti ini aku mengetahuinya? Kau benar-benar anak bodoh” ku rasakan tangannya mengacak-ngacak rambutku penuh sayang.

“berapa lama oppa disini?”

“besok aku pergi dan….”

“apa?”

“membawa jino…”

“jino? kenapa oppa membawanya?”

“perusahaan memberikan tunjangan kepada anggota keluarga karyawannya yang masih dalam masa pendidikan formal”

“aku melakukan ini bukan tanpa alasan, ini akan meringankan beban mu kau juga bisa menghemat pengeluaran dengan tidak adanya jino disini”

“aku tidak pernah merasa terbebani dengan kehadiran jino, dia adikku satu-satunya” air mata ku memberontak ingin keluar. Kenapa harus begini, aku tidak bisa berpisah dengan adikku jino.

“aku tahu itu,bahkan sangat tahu. Oppa janji akan sering-sering membawa jino mengunjungi mu”

Author POV

Soojin menyeka air mata dengan punggung tangannya, mencoba menerima ini. Ini bukan sesuatu yang perlu di tangisi.

“ tidak apa-apa, jino mungkin akan lebih baik jika tinggal dengan oppa” ujar soojin

“aku tahu soojin-ku sangat kuat” kata jiwoo menyemangati, ia mengepalkan tangan dan mengangkatnya dengan wajah ceria. Baru kali ini soojin melihat oppanya sangat tenang dengan mengkesampingkan emosinya. Seharusnya saat ini ia marah karna soojin tersakiti tapi tidak, jiwoo tahu yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah ini adalah kyuhyun, orang yang kini bertanggung jawab atas soojin. Ia sudah tidak bisa seleluasa seperti dulu dalam menjaga soojin, adiknya telah dewasa dan terlebih ia juga telah memiliki keluarga sendiri.

#one day latter#

Kyuhyun bersandar di samping mobilnya, fikirannya kini sedang menimang-nimang sesuatu ini tidak jauh berbeda dari pembicaraan empat matanya dengan jiwoo kemarin. Pagi tadi jiwoo dan jino telah berangkat ke jepang. Sekarang hanya tinggal ia dan soojin di rumah semua keputusan kini ada di tangannya. Ia mengecam tindakan ibunya kemarin setelah mendengar cerita dari jiwoo bahwa ibunya hampir saja menampar soojin. Kyuhyun ingin meminta maaf atas nama ibunya namun ia takut soojin akan terluka lagi. Yang tak kalah membuat nya kaget tidak percaya sekaligus ehm senang adalah ketika ia berdebat dengan ibunya di dalam mobil kemarin saat mengantar ibunya itu pulang.Nyonya Cho tanpa bisa di rem mulutnya sendirilah yang menyampaikan pada putranya bahwa soojin mencintai kyuhyun. Jujur di tengah masalah pelik  yang menyesakkan ini kyuhyun tidak dapat mengelak dari rasa senangnya ketika mengetahui hal itu. Tapi yang membuatnya sedikit ragu kenapa soojin tak pernah mengungkapkan itu kepadanya secara langsung? Kenapa ia harus mendengar soojin mencintainya dari ibunya sendiri? Kyuhyun benar-benar ingin mengetahui tentang kebenaran ini. Kyuhyun menatap ke langit yang mulai berwarna merah kekuning-kuningan itu sangat dalam. Angin yang berhembus meniup rambutnya hingga sedikit berantakan, ia memejamkan mata sejenak lalu membukanya kembali seolah memutuskan suatu hal. Tangannya pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah ponsel.

“yeobeseyo?”

“………….”

“apartmen ku di daerah Gangnam apakah masih bisa di huni?”

“…………….”

“eoh gamsahamnida ahjushi, aku berhutang banyak padamu. Satu jam dari sekarang aku akan ada disana”

Setelah memutus sambungan teleponnya kyuhyun tersenyum simpul lalu masuk ke mobil dan segera menjalankannya untuk pulang.

***

Hari menunjukkan pukul 5 sore, soojin duduk di ruang tengah menyaksikan acara yang di suguhkan melalui salah satu chanel di televisi. Ia mulai bosan, mengenai masalah dengan ibu kyuhyun kemarin ia belum menyinggungnya atau tepatnya ia belum membicarakan tentang itu dengan kyuhyun. Bunyi bel melantun di sekitar ruangan menandakan ada seseorang di luar sana, soojin membukakan pintu. Kyuhyun masuk tanpa sepatah kata pun, lantas membuat soojin bingung. Tapi ia berusaha acuh namun saat ia akan kembali ke kegiatannya tadi kyuhyun mulai membuka suara

“bereskan semua barang-barang mu, bawa yang penting saja” setelah mengucapkan itu kyuhyun beranjak ke kamar lalu membongkar beberapa koper, soojin mengikutinya dari belakang merasa perlu mendapat sebuah penjelasan

“kita mau kemana?” tanya soojin

“kita pindah ke apartmen lamaku” tak sedikitpun kyuhyun menghentikan aktifitasnya melipat baju dan memasukkan ke koper

“pindah? Apa maksudmu?”

“kau tidak mengerti dengan kata pindah? Kita tidak akan tinggal disini lagi” kyuhyun menoleh sesaat pada istrinya itu

“bagaimana mungkin aku meninggalkan rumah ini? Kenapa kau selalu melakukan semuanya sesuka mu tanpa menanyakan pendapat ku?” soojin kesal ke-tidak-setujuan-nya tidak di gubris oleh kyuhyun.

“aku tidak ingin medengarmu penolakan mu dengan atau tanpa persetujuanmu kita akan tetap pindah satu jam dari sekarang. Jadi bersiaplah” ujar kyuhyun cuek tak mau tau

Soojin benar-benar tidak mengerti kenapa kyuhyun melakukan ini, pada hal baru dua hari yang lalu hubungan mereka membaik tapi kini kyuhyun berhasil merusaknya dan membuatnya kesal setengah mati. Yeoja ini tidak akan mungkin bisa meninggalkan rumahnya itu, rumah yang di dalamnya terukir kenangannya bersama ayah, ibu, kakak dan adiknya. Meskipun di balik semua itu kyuhyun memiliki rencana yang baik tapi terlalu sulit bagi yeoja ini meninggalkan rumah ini. Ini adalah satu-satunya tempat yang mengingatkannya akan keluarganya.

“kau menyebalkan” gumam soojin seraya pergi meninggalkan kamar itu dengan langkah besar

Pergerakan aktifitas kyuhyun mulai melemah lalu perlahan berhenti ketika soojin sudah pergi dari kamar ini. Ia memandang ke pintu tempat tadi soojin berdiri

“kau tidak mengerti soojin-a. Aku mohon untuk kali ini saja turuti perkataanku, ini semua ku lakukan demi kebaikan mu. Maaf jika aku memaksamu, aku tidak akan marah jika saat ini kau kesal pada ku karna bagaimanapun juga aku tahu kau mencintai ku”

 

TBC

 

Hayooo sapa yang tau apa alasan kyu ngajak soojin pindah????

Yang tau author kasih permen rasa eunhyuk,eh? *di rajam jewels

Oh iya ini adalah part terpanjang dari part2 sebelumnya, kalian senang?? ^-^

Satu lagi, kalian bayangin aja jiwoo itu heechul oppa^^

Hm akhir kata terima kasih dan jangan lupa RCL biar di lanjutnya cepet, ga komen ga yakin lanjut 😛 kekeke *ngancem

Jeongmal gomawo buat admin Aoi yang dengan baik hati mau mempublish ff ini

*Bow

Annyeong!

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 10]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s