SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 9]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART  9]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin OC

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi OC
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend) OC
  • Kang Seorin (new cast) OC
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE ! but cho kyuhyun milik Tuhan,Ortu n SM. Han soo jin milik author^^ kekekek Don’t bashing because this all just fiction

NO COPAS!!! Ini jerih payah saya sendiri ok^^

 

 

—————————————————-Happy Reading————————————————————

 

 

Summary

_Di kala cinta terasa begitu indah, aku mempunyai alasan untuk selalu di sampingnya. Dan di kala cinta seperti luka , sedikit pun tidak terfikirkan di benak ku bagaimana caranya untuk pergi darinya_

 

Author POV

Kyuhyun tersadar dari sikap bodohnya yang lebih mementingkan emosi sesaatnya dari pada soojin yang tak sadarkan diri. Ia berbalik lalu mengangkat tubuh soojin yang terkulai lemah. Hyerin, hyukjae dan ryeowook mengekor di belakang. Mereka semua cemas!Kyuhyun terlihat sangat panik ketika menidurkan soojin di tempat tidur, yeoja itu masih menutup matanya tak bergerak.

“sebaiknya telepon dokter!” ucap hyerin melihat pada kyuhyun

“ne, ku telepon sekarang” jawab kyuhyun cepat

Sementara itu ryeowook berdiri termenung di samping soojin, ia cukup merasa bersalah atas apa yang terjadi pada yeoja itu kini. Ia tak memperdulikan sudut bibirnya yang terluka akibat berkelahi tadi.Tak lama setelah itu dokter  datang, semuanya di minta keluar dari dalam kamar kecuali hyerin

***

“ryeowook-ssi ku rasa kau tidak perlu ada disini, aku bisa mengurus ISTRI KU sendiri” ujar kyuhyun sinis dengan menekankan kata istri di ucapannya tak lain dan tak bukan bermaksud menyindir ryeowook

“Jadi namja ini bernama ryeowook” batin hyukjae

“kyu…. jangan memulai lagi” timpal hyukjae yang merasa suasana kembali memanas

“Aku akan pulang setelah memastikan soojin baik-baik saja!” jawab ryeowook tidak kalah sinisnya, tak bersahabat sama sekali. Melihat ini hyukjae jadi pusing sendiri

“ryeowook-ssi kau baik-baik saja? aku lee hyukjae. Teman kyuhyun dan soojin” sapa hyukjae ramah

“ne, gwenchana” balas ryeowook sekenanya, ia sedang tidak ingin bicara banyak. Kyuhyun meremas-remas tangannya takut terjadi sesuatu dengan calon bayinya.

Di sisi lain setelah dokter yang memeriksa soojin pergi, yeoja itu terbangun dengan sedikit terbatuk mengagetkan hyerin yang sedang memeras handuk basah untuk di kompreskan di kepala temannya itu.

“hyerin-ah kau disini?” tanya soojin, ia tidak tahu kenapa hyerin ada di sini

“ne, kau ingat? Tadi kau pingsan” ungkap hyerin antusias

Soojin memejamkan matanya mengingat ulang apa saja yang terjadi sebelum ia pingsan tadi. jantung nya berdetak lebih cepat berkali-kali lipat sebelum ingat kejadian itu.

“dimana kyuhyun?” sentak soojin bertanya pada hyerin

“dia di luar bersama hyukjae dan….namja itu…” ucap hyerin

Namja itu? Apakah yang di maksud hyerin ryeowook? Batin soojin

“ryeowook masih disini?” Ekspresi soojin berubah cemas. Seingatnya sebelum pingsan kyuhyun dan ryeowook sempat saling pukul

“oh namanya ryeowook” gumam hyerin mengangguk-ngangguk

“hyerin…..”ucap soojin lagi

“tenang saja di luar ada hyukjae juga, mereka tidak akan berani berkelahi lagi”

“sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa saat aku tiba tadi kyuhyun dan berkelahi dengan ryeowook? Dan kau pingsan?” tanya hyerin hati-hati

“aku…aku tadi berniat akan pergi dengan ryeowook” jawab soojin takut-takut

“maksudmu?” hyerin sepertinya tidak mengerti dengan maksud ‘pergi’ yang di ucapkan soojin

“pergi…maksud ku pergi dari sini “ ungkap soojin lebih jelas

“MWO???” mata hyerin membulat sempurna

“kau gila ???? kau sadar dengan ucapan mu? Lari dengan namja lain?? Aish Ya! Kau itu punya suami…… aigoo soojin-a aku tidak mengerti dengan dirimu” ujar hyerin tak habis fikir

“kau tidak tahu masalahnya hyerin-ah” ujar soojin pelan berharap temannya itu mau mengerti

“lalu apa masalahnya? Kau tidak pernah bercerita kepadaku” tuntut hyerin. Soojin berpikir ia tak mampu menyembunyikan beban itu sendirian selamanya. Ia memutuskan membaginya dengan hyerin, bagaimana pun juga masalah tak akan selesai jika di simpan sendiri

***

“uisa-nim bagaimana keadaan soojin?” sambar kyuhyun langsung berdiri ketika melihat dokter keluar dari balik pintu kamarnya

“tidak ada yang parah. hanya demam,kelelahan dan beban pikiran” jawab sang dokter menjelaskan

“jadi kandungannya baik-baik saja kan?” tanya kyuhyun sekali lagi, namun tak lagi secemas tadi

“sejauh ini masih baik-baik saja. Psikisnya sedikit terganggu mohon perhatikan perasaannya, sepertinya ia terbebani dengan sesuatu yang mengganggu fikirannya. Ibu hamil harus dijauhkan dari stres” nasehat dokter itu lagi, kyuhyun mengangguk mengiyakan  lalu menerima resep yang harus di tebusnya setelah itu ia berterima kasih dan mengantarkan dokter tersebut sampai depan pintu.Selang beberapa menit hyerin juga keluar dari dalam kamar menatap hyukjae sesaat lalu kemudian mengalihkan pandangannya pada ryeowook. Hyukjae sedikit terganggu karna tatapan hyerin pada ryeowook

“Park hyerin imnida, aku teman soojin” hyerin memperkenalkan dirinya pada ryeowook. Namja itu membungkuk sopan membalas perlakuan hyerin

 

“ryeowook-ssi kau terluka, ku dengar dari soojin hari ini seharusnya kau masih di rawat bukan? Sebaiknya kau kembali ke rumah sakit biar aku yang mengantarmu” ujar hyerin tersenyum ramah, hyukjae memelototi hyerin karna sikap hyerin yang mendadak manis hanya pada ryeowook. Tapi hyerin bersikap seolah tak melihat hyukjae. Kyuhyun melirik hyerin sebentar , ryeowook sadar kehadirannya disini tidak di butuhkan dan ia juga merasa asing berada di tengah-tengah ketiga orang  tersebut. Karna sebelumnya ia belum mengenal hyukjae dan hyerin yang notabene adalah teman kyuhyun. Ryeowook cukup lega mendengar penjelasan dokter tadi, sungguh sebenarnya ia ingin melihat keadaan soojin meskipun sebentar saja. Tapi itu mustahil bila mengingat reaksi kyuhyun tadi, ryewook tidak ingin membuat keadaan menjadi tambah parah karna kehadirannya karna itu hanya akan menyulitkan soojin.

“ne” jawab ryeowook setuju dengan ajakan hyerin

Hyukjae sebenarnya ingin meneriaki hyerin sekarang juga, namun situasi menegangkan seperti sekarang ini rasanya tidaklah pantas ia membuat kehebohan semacam itu.

“kyu….biar aku yang mengobati memar di wajahmu” ucap hyukjae kemudian, ia tak tahu lagi harus melakukan apa hingga matanya tertumpu pada luka memar di wajah kyuhyun.

“eh tadi ahjuma menelepon ku memberitahu supaya kau cepat pulang hari ini” potong hyerin. Hyukjae melongo tak merespon maksud perkataan hyerin yang sebenarnya sengaja ingin meninggalkan kyuhyun berdua saja dengan soojin, makanya ia membuat alasan ibu hyukjae meneleponnya.

“ta tapi…kenapa eomma tidak menelpon pa…..” ujar hyukjae terputus karna hyerin lebih dulu menariknya

“humm kyuhyun jaga soojin baik-baik ne? Kami bertiga pulang dulu” ucap hyerin cepat pada kyuhyun sementara tangannya masih mencengkeram tangan hyukjae. Ryeowook telah lebih dulu berjalan keluar rumah, rasanya tak tahan berada lama-lama di dalam sana. Ini semakin melukai hatinya jika memikirkan bagaimana nasib soojin nanti.

 

Soojin POV

Aku menceritakan semuanya pada hyerin, rasanya sedikit lega walau aku tidak tahu masalah ini kapan akan berakhir.

“aku pulang,ne?” ujar hyerin

“nanti saja…”

“tidak bisa, kau harus bicarakan ini dengan kyuhyun”

“tapi….”

“kau takut kyuhyun marah?”

Aku hanya diam dan memalingkan wajah ku, kenapa hyerin tega meninggalkan ku. Aku belum sanggup bertemu kyuhyun.

“bersikaplah lebih dewasa, aku yakin kyuhyun tidak akan marah…ku rasa hyukjae sudah bicara dengannya”

“ya sudah, pulang saja sana” jawab ku memberenggut masih tak memandang hyerin. Hyerin memeluk ku sebelum pergi meninggalkan kamar ini.

***

Selang beberapa menit aku merasa ada yang menuju ke kamar ini, itu pasti kyuhyun. Keringat ku bercucuran lagi, tanganku meremas selimut yang menutupi tubuhku. Pintu kamar ini terbuka tanpa menoleh ke samping aku tahu ia sudah memasuki kamar ini dan menutup pintu. Aku masih duduk menyandar di kepala tempat tidur. Ia berjalan tanpa melihat ke arah ku, dugaan ku salah! Ku kira ia akan memarahi ku tapi tidak ia malah dengan santainya membuka lemari mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Ya tuhan apakah kyuhyun benar-benar marah pada ku? Sampai-sampai ia tidak mengacuhkan ku bahkan ia tidak bertanya bagaimana keadaan ku.

 

Author POV

Dada soojin rasanya sesak di perlakukan begini. Ia turun dari ranjang berjalan keluar dari kamarnya, ia mendapati kyuhyun sedang duduk di sofa menonton TV di ruang tengah. Dengan langkah pelan yeoja ini ikut duduk disana, walaupun mata kyuhyun melihat ke arah TV namun bisa di lihat mendadak tatapannya menjadi kesal merasakan kehadiran soojin disana, sebenarnya ia masih sangat marah dan kecewa pada yeoja ini namun setelah mendengar perkataan dokter tadi ia menahan kemarahannya dan berusaha diam

“kyu….”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan sekarang ia menatap soojin tanpa bersuara

“mianhae” ujar soojin

“apa yang kau rencanakan, kenapa bisa-bisanya kau ingin pergi bersama namja itu??” tanya kyuhyun mulai terbawa emosi. Ternyata ia salah, ia tak dapat menyembunyikan kemarahannya

“aku..aku….” jujur soojin kebingungan ingin mengatakan apa. Semuanya terlalu mendadak hingga membuatnya pusing harus menceritakan mulai dari mana

Kyuhyun merasa soojin tak menghargainya. Bagaimana tidak namja ini rela melepaskan semuanya bahkan keluar dari rumahnya hanya untuk bertanggung jawab pada soojin, tetapi malah kekecewaan ini yang di terimanya.

“sudahlah aku muak ” ucap kyuhyun mulai gusar karna soojin yang hanya diam dan menangis bila di tanyai. Kyuhyun bangkit dari duduknya tapi sesuatu menghentikannya

“ Hyemi “ ucap soojin kontan kyuhyun mematung mendengar nama itu, ia berbalik dengan kaku menatap soojin

“kau pasti tahu nama itu bukan?” tanya soojin lagi. Kyuhyun diam beribu pertanyaan bagaimana soojin sampai tahu nama itu menggerayangi otaknya saat ini.

“bukankah dia yeojachingu mu? Kenapa kau diam?” bola mata soojin basah lagi, ia tersenyum miris. kyuhyun tak berkutik. Sejurus kemudian ia berkata

“ya, memangnya kenapa?” tanya kyuhyun balik. Soojin tercengang mendengar pernyataan kyuhyun, itu membuat luka di hatinya makin dalam

“kenapa kau malah bertanya seperti itu? Apa kau tidak tahu bagaimana perasaan ku sekarang?” air mata soojin memberontak keras ingin keluar menghadapi sikap kyuhyun yang mendadak dingin seperti ini.

“bukankah seharusnya aku yang marah?? Kau tidak ingat beberapa jam lalu apa yang kau perbuat? Kau yang jelas-jelas sudah bersuami  hampir melarikan diri bersama namja lain?? Menurut mu apakah aku tidak pantas marah??” serang kyuhyun meledak-ledak, ini tidak seperti kyuhyun yang biasanya.

“aku sudah minta maaf”

“kau pikir itu cukup?” kyuhyun menyunggingkan senyum sinisnya

“kenapa kau semakin menyalahkan ku? Lalu bagaimana dengan hyemi? Kau tidak tahu bagaimana takutnya diri ku sekarang ha?? Kau pikir kesalahpahaman macam apa yang sudah kau perbuat antara aku dengan hyemi huh?? hyemi sahabat ku!!” ucap soojin setengah berteriak, itu sudah kemampuan maksimalnya untuk menahan volume suara agar tak berteriak.

“sahabatmu?” tanya kyuhyun kaget

“iya. Shin hyemi!! Shin hyemi putri shin ahjuma. Ahjuma yang sudah ku anggap sebagai ibu ku sendiri!!!!” seru soojin akhirnya berteriak. Kyuhyun terduduk di sofa, ia masih belum bisa mencerna perkataan soojin dengan baik, shock!!. Bagaimana mungkin ia menikahi sahabat kekasihnya sendiri, tidak! Bahkan ini lebih buruk,tepatnya ia menghamili sahabat hyemi, yeojachingunya sendiri. Kyuhyun frustasi berkali-kali ia menjambak rambutnya sendiri, ingin rasanya ia mati untuk saat ini. Soojin menyadari perubahan sikap kyuhyun, namja itu tak kalah frustasi dari dirinya saat tahu kenyataan ini.

“apakah kalian akan bersama lagi?” tanya soojin takut-takut. Ia sudah mengeluarkan seluruh keberaniannya untuk menanyakan ini. Hati terasa di cabik-cabik sekarang, jika kyuhyun menjawab iya apa yang bisa di lakukan yeoja ini? Tidak ada, ia hanya pasrah.

“dari mana kau tahu semua ini?” kyuhyun berusaha mengabaikan pertanyaan soojin, ia belum siap menjawab.

“itu tidak penting, jawab pertanyaan ku” jawab soojin mendesak. Ia menatap nanar kyuhyun dengan air mata yang terus mengalir. Bibirnya bergetar kuat, sedikitpun kyuhyun tak menyadari hal itu. Bahkan sesuatu yang selama ini menjadi pusat kebahagiaannya pun terlupakan oleh namja ini, untuk saat ini ia bahkan melupakan calon bayinya.Karna semua tempat di otaknya terlalu sibuk memikirkan hyemi.

“aku tidak tahu” dengan teganya kyuhyun berkata seperti itu tanpa memikirkan perasaan soojin yang semakin kalut karnanya, ia tidak tahu sebarapa frustasi soojin memikirkan ini. Mungkin di saat sekarang egonya berhasil menang

“kyu…..” ujar soojin dengan nada memohon. Tentu saja soojin harus mendapat kepastian sekarang juga ini menyangkut masa depan bayinya. Bagaimana jika nanti saat hyemi pulang kyuhyun memutuskan kembali pada yeoja itu.

“aku mohon jangan tanyakan itu sekarang” kyuhyun beranjak pergi dari sana, cepat-cepat soojin mencegatnya

“kau mau kemana?”

“aku ingin sendiri” jawab kyuhyun datar , ia berjalan melewati soojin. Yeoja itu tidak mampu mencegah kyuhyun. Bukankah sekarang ia terlihat menyedihkan. Semuanya benar-benar kacau. soojin terduduk di lantai menangisi hidupnya yang kini sudah dapat di bilang benar-benar hancur

***

Tidak ada habis-habisnya hyukjae dan hyerin saling adu argumen, entah mengapa keduanya tidak pernah sependapat selalu saja tidak ada yang mau mengalah. Sementara hyukjae dan hyerin sibuk-sibuknya perang kata-kata ryeowook yang duduk di belakang sendirian hanya membisu dalam diam sembari memperhatikan jalanan dari jendela mobil. Pandangannya kosong, ia benar-benar mencemaskan soojin. Seumur hidup ia tidak pernah mencintai seseorang dengan sebegini besarnya.

“ryeowook-ssi kita sudah sampai” ucap hyukjae seolah-olah mengusir ,takut hyerin akan jatuh hati dengan namja itu jika mereka bertiga berlama-lama di dalam mobil. Tapi hyukjae terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya

“Yak! Bisakah nada bicaramu itu sedikit lebih sopan?” omel hyerin kesal pada sikap hyukjae yang seperti anak-anak

“bela saja dia terus” cibir hyukjae

“aish neo…..” geram hyerin

“apa?” tantang hyukjae tak takut membuat aura antara dirinya dan hyerin semakin panas saja.

Tanpa mereka sadari ryeowook telah turun dari mobil itu tanpa sepatah kata pun. Dengan tangan yang di masukkan ke dalam saku ryeowook melenggang masuk ke rumah sakit. Entah kenapa hyerin malah mengejar ryeowook mau tak mau hyukjae juga ikut mengejar hyerin.

“hyerin-ssi namjachingu mu sepertinya  pencemburu” ujar ryeowook, ia berhenti melangkah agar hyerin bisa menyamai langkahnya

“oh mianhae ryeowook-ssi, hyukjae tidak bermaksud begitu” seru hyerin mengerti

“gwenchana” jawab ryeowook tersenyum

“eh tuan, bukankah kau tuan yang tadi siang melarikan diri dari rumah sakit?” seru seorang yeoja yang berhasil menghentikan langkah ryeowook

“kau…” ucap ryeowook, belum sempat ryeowook menyelesaikan ucapannya tiba-tiba seseorang menyela lagi dengan nafas terengah-engah.

“seorin?” seru hyukjae pada yeoja yang berbicara pada ryeowook tersebut. Hyukjae baru saja berhasil sampai di sana, dari tadi ia tertinggal jauh saat mengejar hyerin dan ryeowook.

Sontak hyerin hanya memandang bingung ketiganya, kenapa semuanya saling kenal? Sedangkan ia tidak.

“eoh hyukjae-ssi kita bertemu lagi, apa kabar?” sapa yeoja bernama seorin itu tersenyum manis

“kabar ku baik, kau bagaimana?” tanya hyukjae balik, ini kesempatan baginya balas dendam pada hyerin .

“aku juga baik”

Hyukjae dan seorin ternyata saling kenal saat dulu akan mendaftar di kedokteran , kebetulan gedung universitas kedokteran tersebut berdekatan dari rumah sakit ini. Bisa di bilang rumah sakit ini sebagian besar pekerjanya adalah rekomendasi dari universitas tempat hyukjae dan seorin sekarang belajar. Dan seorin adalah seorang asisten dosen yang merupakan salah satu dokter di rumah sakit ini makanya seorin sering datang ke sini.

“dia pasti yeojachingu mu? Cantik sekali, perkenalkan aku kang seorin” seorin memperkenalkan dirinya pada hyerin yang sedari tadi hanya diam melihat mereka berdua berbicara.

“Park hyerin imnida” balas hyerin

“hmm seorin  bisakah kau jelaskan kenapa kau mengenal ryeowook-ssi” kini semua mata tertuju pada ryeowook yang balik menatap mereka satu-persatu.

Seorin tersadar tujuan kesini adalah menemui namja yang bernama ryeowook tapi ia malah asyik bercengkrama dengan hyukjae, ia menggerutu pada dirinya sendiri.

“tadi siang kami tidak sengaja saling tabrak saat tuan ini melarikan diri dari rumah sakit” jawab seorin menunjuk ryeowook

“Ya! Siapa yang melarikan diri” sahut ryeowook ketus, suasana hatinya masih belum membaik hingga responnya sedikit kurang sopan.

“ryeowook-ssi tenanglah sedikit” ucap hyerin

“jadi berjalan mengendap-ngendap dengan bekas infus di tangan itu apa namanya kalau bukan melarikan diri ah iya bahkan kepalamu saja masih di perban?” ujar seorin memenangkan opininya

Ryeowook mendengus kasar, ia malas sekali berbicara terlebih dari luar seorin sepertinya tipe yeoja periang yang banyak bicara beda sekali dengan soojin yang lebih cenderung pendiam dan kalem tidak banyak bicara namun lembut dan sopan.

“aigoo kenapa jadi kalian yang bertengkar” sungut hyukjae melihat ryeowook dan seorin dengan tatapan bingung

“aku asisten dokter yang merawat mu, nama ku kang seorin” ucap seorin pada ryeowook

“jangan sembarangan kabur lagi Tuan kim, kau tahu? tadi keluarga mu marah-marah pada pihak rumah sakit karena mereka tidak menemukanmu di kamar. Mohon jangan membuat ulah lagi, cukup berbaring di ranjang mu dengan baik” oceh seorin panjang lebar. Sedangkan ryeowook tak terlalu menanggapinya, ia melongos begitu saja pergi dari sana dan menuju ke kamarnya.

“hykjae-ssi, hyerin-ssi aku pergi dulu,aku masih ada tugas” seorin berpamitan pada kedua orang itu dan bergegas menyusul ryeowook sesuai tugas yang di dapatnya dari dokter.

 

Soojin POV

Sudah lima jam lebih kyuhyun pergi dari sini, sampai sekarang ia belum pulang. Sedari tadi yang ku lakukan hanya menatap jam dinding yang terpajang di ruang keluarga. Jino sudah dari tadi pulang, aku juga sudah melakukan tugas ku sebagai seorang noona dengan menyiapkan makan malamnya. Sekarang ku rasa ia sedang tidur setelah ku paksa ia mengerjakan tugas sekolahnya. Jino harus rajin belajar, menjadi orang sukses dan memiliki masa depan yang jelas dan baik tidak seperti ku. Apa yang jino lakukan jika ia tahu aku sedang bertengkar hebat dengan kyuhyun? Tadi jino sempat menanyakan kenapa namja itu belum pulang, untung saja kyuhyun setiap harinya memang pulang larut malam sehabis bekerja jadi ku jawab saja kyuhyun masih ada pekerjaan.

“ahk” aku merintih ketika merasakan pergolakan di perut ku. Bayi ku bergerak? Apakah ia sudah mulai bisa menendang? Ku usap perut ku. Klise potongan percakapan kyuhyun pada saat malam kami pergi ke supermarkat beberapa minggu lalu teringat lagi

“kalau nanti ia sudah mulai bergerak katakan pada ku

“aku ingin mendengarnya sendiri nanti ketika ia mulai menendang-nendang”

Aku sangat ingat ketika ia mengatakan itu, aku tersenyum miris jika mengingat keadaan kami sekarang. Jika saja saati ini kami masih baik-baik saja mungkin dengan sangat gembiranya aku akan memberitahunya hal ini. Memberitahu bahwa anaknya mulai bergerak di dalam perut ku.

“kyu…bayinya bergerak,,,,” aku tahu hanya angin malam yang mendengar ucapan ku ini

Mata ku mulai tak sanggup menahan serangan kantuk ini, sekarang sudah jam sepuluh malam. Tentu saja aku mengantuk karna di hari biasanya ini sudah lewat jam tidur ku. Tapi hari ini demi menunggu kyuhyun aku rela tidak tidur dan tetap terjaga duduk di sofa yang menghadap ke pintu berharap akan ada bunyi bel pertanda ia pulang.

***

 

“Mwoya……kyu-ah kau ini………jinjja” hyukjae krasak-krusuk sendiri mengurusi kyuhyun yang mabuk di sebuah pojangmacha. Ia kesusahan membopong tubuh kyuhyun, ia juga bingung harus membawa kemana mobil kyuhyun. Karna saat datang kesini ia juga membawa mobil sendiri sementara kyuhyun sudah hilang kesadaran, tidak mungkinkan hyukjae mengendarai sekaligus dua mobil bersamaan (?). akhirnya ia memutuskan menelepon jasa pangantar kendaraan untuk membawa mobil kyuhyun. Sementara itu ia sendiri dan kyuhyun naik mobilnya.

“kyu..kau kasian sekali, maaf aku lancang mengetahui masalahmu dari hyerin” desis hyukjae kecil menatap wajah kusut kyuhyun yang tertidur di sampingnya. Sama seperti hyerin hyukjae juga sudah mengetahui semuanya dari hyerin. Padahal ia cukup berteman dekat dengan hyemi tetapi entah kenapa ia sedikit tak suka dengan sikap kyuhyun yang mendiamkan soojin hari ini, bukankah seharusnya ia berdiri di pihak hyemi? Selama menemani kyuhyun minum tadi,tidak sedikit pula kyuhyun mengoceh panjang lebar di bawah kesadarannya karna mabuk. Dari sanalah hyukjae mengetahui bahwa sebelum ke sini kyuhyun sempat bertengkar dengan soojin. Ia mendesah pelan lalu fokus lagi menyetir

 

***

Soojin mendengar suara deruan mobil, tapi kali ini tidak terdengar seperti biasa. Terang saja karna itu adalah mobil milik hyukjae bukan mobil kyuhyun yang sering di dengarnya setiap kali ia pulang. Dengan sedikit kesusahan soojin berdiri karna terganggu tidurnya dan karna perutnya yang kini mulai terasa berat

“soojin-a kyuhyun mabuk…” ujar hyukjae

“hyukjae-ah tolong bawa masuk ke dalam” pinta soojin yang langsung di iyakan hyukjae.

BRAAKK

“fiuuh” desah hyukjae lega setelah menghempaskan tubuh kyuhyun di atas tempat tidur

“hyukjae gomawo” ucap soojin tulus

“bukan apa-apa, apa kau baik-baik saja?” tanya hyukjae prihatin

“gwenchana” soojin tersenyum

“aku tahu ini hari yang berat untuk kalian” hyukjae menyentuh bahu soojin sekedar menenangkan,  soojin diam yang lebih terkesan pasrah

“aku pulang” pamit hyukjae kemudian menghilang di balik pintu

 

Soojin mengunci pintu dan secepatnya kembali ke kamar, ia menatap kyuhyun yang masih tidur tidak beraturan di atas ranjang. Sepatunya belum di lepas begitupun dengan jaketnya, sebagai seorang istri yang baik soojin membantu melepas kan jaket dan sepatu yang melekat di di kaki kyuhyun dengan penuh perasaan. Tidak lupa ia juga membetulkan posisi tidur namja itu

“kau mencintai hyemi?” tanya soojin dengan tatapan menyakitkan, ia tahu takkan mendapat jawaban tapi soojin masih saja mengutarakan apa yang terfikir di otaknya.

“bayi nya bergerak, kau tahu? Aku sangat senang. Apa kau juga senang mengetahuinya?” ucap soojin lagi memandangi kyuhyun yang tertidur pulas skemudian ia menatap ke perutnya

 

Kyuhyun POV

Entah ini hari yang ke berapa setelah pertengkaran itu, aku tidak bisa mengingatnya. Kami saling diam, tidak seperti biasanya lagi. Aku pun mulai tak nyaman jika begini terus tapi apa yang dapat ku perbuat agar keadaan ini lebih nyaman. Seperti hari ini sebelum ia terbangun aku lebih dulu bangun dan bersiap pergi kebetulan jino yang akhir-akhir ini mendapat jadwal sekolah siang jadi ia tidak bisa berangkat bersama ku lagi. Dengan itu aku lebih mudah menghindari soojin setiap pagi, aku tidak tahu kapan ego ku ini akan berakhir tidak seharusnya aku mendiamkannya begini. Ini bukan kesalahannya, apakah aku seperti suami yang kejam? Aku sendiri juga tidak mengerti dengan sifat ku ini. Aku masih belum bisa melupakan penghianatan soojin hari itu, ketika ia berniat akan pergi dengan namja yang entahlah aku tidak tahu siapa dia. Entah soojin memiliki hubungan apa dengannya sebelum menikah dengan ku. Yang jelas aku tidak suka ia dekat-dekat dan berhubungan dengan namja lain terutama dengan namja itu. Telah beratus kali aku memikirkan tentang hyemi, bahkan sampai sekarang status ku masih namjachingunya. Otak ku rasa nya akan jebol bila mengingat masalah ini yang sudah seperti benang kusut. Kenapa dunia sangat sempit untuk kami bertiga, sebelumnya aku tak pernah berfikir bahwa soojin dan hyemi bersahabat. Bukankah masalah ku benar-benar rumit.

 

Author POV

Kyuhyun sedang merapikan pakaiannya di depan sebuah cermin besar , ia berniat pergi pagi lagi hari ini tepatnya sebelum soojin bangun dan pulang di saat yeoja itu telah tertidur. Mereka jarang sekali berbicara. Sebenarnya soojin juga sudah bangun dan merasakan gerak-gerik kyuhyun di kamar itu namun ia tetap memejamkan matanya. Soojin tahu kyuhyun berusaha menghindarinya maka dari itu yeoja ini masih berpura-pura tidur meskipun hatinya merasa sakit. Kyuhyun sudah keluar dari kamar ini beriringan dengan soojin yang segera membuka matanya mengetahui kyuhyun telah pergi, ia menghembuskan nafas berat lalu menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul enam pagi. Handphone soojin berdering ia segera mengangkatnya. Yang menelpon ternyata Han Jiwoo,kakak soojin

“yeoboseyo oppa?” sapa soojin dengan nada yang di buat seriang mungkin

“hmm kau sudah bangun sepagi ini?”

“ne,,,apa oppa baik-baik saja?”

“sangat baik disini menyenangkan, ah bagaimana kabar keponakan ku?”

“oppaa kau sudah berani mengabaikan ku, oppa tidak menanyakan keadaan ku?

“ah hahaha mian oppa sampai melupakan mu karna begitu ingin segera melihat keponakan oppa”

“oppa dia belum lahir” kekeh soojin tertawa

“tapi ini sudah empat bulan kan?”

“hmm”

“berarti lima bulan lagi oppa akan pulang”

“jinjja? Oppa akan pulang?”

“ne tapi hanya sebentar Cuma untuk melihat keponakan ku lahir, bekerja disini tidak di perbolehkan cuti lama-lama”

“tidak apa-apa, oppa sudah bisa pulang satu atau dua hari saja aku sudah sangat senang”

“soojin-a apa kau baik-baik saja?”

Soojin meneguk ludahnya sulit, ia paling tidak bisa berbohong pada oppanya. Tapi bagaimana? Ia juga tak mungkin menceritakan masalah yang sedang di tanggungnya bisa-bisa jiwoo marah besar lagi pada kyuhyun. Lagi pula itu akan makin memperburuk hubungan kyuhyun dengan jiwoo yang memang dari awal jiwoo tidak begitu suka dengan kyuhyun.

“soojin-a?”

“ah ye! Nan gwenchanayo oppa”

“dia menjaga mu dengan baikkan?”

“maksud oppa siapa?”

“kyuhyun…”

“ya, dia menjaga ku sangat baik….” tenggorokan terasa tercekat ketika mengatakan ini

“hum istirahatlah yang banyak, jangan terlalu lelah. Dan sampaikan salam ku pada kyuhyun oh astaga oppa sampai  lupa, bagaimana kabar jino? apa dia membuat ulah lagi di sekolah?”

“ani oppa…jino sangat baik dia juga sehat”

“oppa lega jika kau dan jino baik-baik saja, ingat jangan pernah menyembunyikan sesuatu pada oppa. Aku akan memberi pelajaran siapa saja yang berani membuat adik ku menangis termasuk kyuhyun,sekalipun dia suamimu” tegas jiwoo serius, ia begitu menyayangi dongsaeng-dongsaengnya. Soojin mencengkeram seprei kala mendengar itu, ia tidak dapat membayangkan jika oppanya itu tahu masalahnya dengan kyuhyun sekarang

“oppa sudah dulu,ne. Aku mau menyiapkan sarapan untuk jino dan kyuhyun”

“ah iya, oppa juga harus berangkat ke kantor sekarang. Oppa menyayangimu dan jino, jaga diri kalian baik-baik”

“ne . oppa juga jangan melupakan kesehatan mu, annyeong!”

TUT TUUT TUUUT

Soojin menghela nafas dalam, ia menatap nanar handphone yang baru saja menghubungkan dirinya dengan jiwoo. Sedetik berikutnya ia menurunkan kedua kakinya ke lantai dan berjalan ke kamar mandi

***

 

Di sisi lain sebuah rumah sakit, ryeowook bersiap-siap akan pulang hari ini. Kesehatannya nampak telah benar-benar pulih, seseorang memperhatikan namja ini dari balik kaca. Ia ragu dengan apa yang akan di lakukannya. Setelah berpikir cukup lama akhirnya ia memutuskan sesuatu dan memberanikan diri berjalan masuk ke dalam sambil terus menyemangati dirinya dari dalam hati

“annyeonghaseyo” seorin membungkuk sopan dan tersenyum, ryeowook menoleh padanya masih dengan tatapan datar sama persis saat pertemuan mereka beberapa hari lalu dengan hyukjae dan hyerin. Entah kenapa seorin merasa ryeowook tak berminat berteman dengannya. Namja itu merundukkan kepala sekilas membalas salam seorin lalu kembali memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.

“kau pulang hari ini?” tanya seorin hati-hati, kedua jemari tangannya yang mengait saling meremas satu sama lain bentuk penyaluran dirinya yang kini gugup berhadapan dengan ryeowook

“ ne “

Huft seorin kehabisan kata-kata karna sedari tadi yang bertanya hanya dirinya dan selalu di balas singkat oleh ryewook

“nama mu kang seorin kan?” tanya ryeowook tiba-tiba di saat seorin tengah melamun

“ne?” yeoja itu tampak tidak fokus

“ku tanya nama mu Kang Seorin ?” ulang ryeowook sembari duduk di ujung kasur dan melipat kedua tangannya di dada setelah selesai mengemas semua pakaiannya.

“ne, kang seorin imnida. Kenapa?”

“ani, kau yeoja yang langka”

“Tuan Kim,kau menyindir ku?”

“tidak. Itu kenyataan” jawab ryeowook santai

“Mwoya,,,,neo,,,aish….maksud mu apa dengan mengatakan ku yeoja langka?” decak seorin tak terima

“hanya kau yeoja yang berani-beraninya menyentuh namja yang baru di temui”

“jadi kau masih mengingat hal itu? Bukankah aku sudah meminta maaf?”

“aku tidak perlu permintaan maaf mu, hanya saja….”

“apa?” tanya seorin yang penasaran karna ryeowook tak menyelesaikan ucapannya

“tidak jadi, aku lupa” jawab ryewook dengan wajah tanpa dosa

“kau menyebalkan” gumam seorin namun sayup-sayup ryeowook dapat mendengarnya

“kau tadi mengatakan apa?”

“tidak, aku tidak mengatakan apa-apa”

Ryeowook menanggapi hal itu biasa, ia tak terlalu ambil pusing. Namja ini akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari sini

“eumm tadi dokter hwang menitipkan ini pada ku, katanya ini resep terakhir. Kau harus meminumnya teratur” seorin mengulurkan secarik kertas dari dalam kantongnya saar ryeowook berjalan di sampingnya

“baiklah, gomawo seorin-ssi” ucap ryewook.

Kemudian seorin dan ryeowook beriringan berjalan ke luar kamar tersebut. Sesampainya di depan pintu terakhir kalinya ryeowook bertanya

“kau suster disini?”

“tidak, aku hanya asisten dosen yang kebetulan juga bekerja disini sebagai dokter” jawab seorin

“oh begitu” ryeowook tersenyum sekilas membuat seorin terdiam sesaat memperhatikan senyum itu. Senyum yang sangat indah fikir yeoja ini, baru kali ini ia melihat ryeowook sedikit berwajah cerah tidak seperti sebelum-sebelumnya. Tanpa di sadarinya ryeowook telah berjalan jauh, seorin hanya dapat melihat punggung ryeowook dari kejauhan, tergurat kekecewaan di wajah manisnya. Pada hal ia ingin berteman dengan ryeowook tapi sepertinya namja itu tidak begitu memberi respon yang di inginkannya

“ku harap kita bertemu lagi ryeowook-ssi” ujar seorin sembari berjalan gontai meinggalkan tempat itu

 

Di tempat lain….

Hari telah beranjak senja, bisa juga di bilang hampir malam. Soojin baru saja selesai membeli keperluan dapur karna stok persediaan bahan makanan telah menipis. Ia mencapai teras supermarkat di pandangnya langit yang mulai kelabu memperlihatkan awan hitam yang menggulung. Tak urung suara gemuruh mulai bersahut-sahutan pertanda sebenatar lagi akan turun hujan membasahi bumi. Hal pertama yang di ingatnya adalah kyuhyun, bukan kah namja itu tak memiliki persediaan payung di dalam mobilnya. Soojin berinisiatif pergi ke studio sekarang juga untuk mengantarkan kyuhyun payung agar namja itu tak kehujunan saat pulang ke rumah nanti. Beberapa menit di dalam bus di habiskannya dengan memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan kelahiran anaknya nanti. Bukannya tak mau menyinggung masalah yang kini mengguncangnya, tetapi alasannya adalah karna janinnya ia tak ingin terjadi hal-hal buruk jika ia tetap memikirkan masalah itu yang dapat menyebabkan stres. Tak jarang masalah itu terus menghantuinya dimanapun dan kemanapun ia terus bermunculan, namun soojin berusaha menepis semua itu dengan hanya memikirkan calon bayinya. Sedikit banyak itu akan merileks kan fikirannya, dari kaca bus yang terdapat uap dingin jemari soojin bergerak-gerak di permukaan kaca tersebut mencoba menulis-nulis nama yang pantas nantinya untuk anaknya. Bus berhenti melaju soojin tersadar sekarang ia telah sampai di tempat tujuan, ia menggenggam kertas kecil yang bertuliskan alamat tempat studio kyuhyun bekerja. Dulu kyuhyun sempat menuliskan itu untuknya.

“masih harus berjalan sedikit lagi” ujar soojin di bawah suara gemericik hujan. Satu payung di pakainya untuk berlindung dari hujan dan satu lagi di pegangnya erat. Tak terhitung telah beberapa kali kakinya melangkah hingga kini ia sampai di suatu tempat, tempat yang di seberangnya adalah studio yang di maksud. Soojin mengembangkan senyumnya ia akan menyebrang jalan ketika suatu pemandangan berhasil menghentikan langkahnya di tempat itu juga. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat kyuhyun mempersilahkan seorang wanita muda masuk ke dalam mobilnya, bahkan terlihat muda dari soojin. Yeoja itu terlihat bermanja-manja dengan kyuhyun, postur tubuhnya sangat ramping wajahnya juga cantik. untuk sesaat soojin terdiam seribu bahasa sulit mengerti ini semua. Payung dan kantong plastik berisi makanan yang di pegangnya pun jatuh ke aspal. Tak sedikitpun kyuhyun melirik ke samping jalan yang jelas-jelas mempelihatkan istrinya berdiri di situ. Berteriak pun mungkin suara soojin tak akan terdengar karna suara hujan yang begitu keras. Mobil kyuhyun sudah jauh berada di ujung jalan menyisakan soojin yang masih shock di tepian jalanan itu. Barusaja ia mulai berpikiran baik tapi secepat itu pula ia melihat kejadian menyakitkan ini. Demi apapun yeoja ini sangat menyesal telah datang kesini, ia mengutuk dirinya sendiri yang telah dengan bodohnya berbaik hati mengantarkan payung untuk suaminya itu

 

***

Kyuhyun baru saja tiba di rumah, ia berusaha menutupi kepalanya dari hujan. Sesampai di depan pintu ia memencet bel, pintu terbuka. Kyuhyun sedikit mengerinyitkan alisnya ketika mendapati yang membukakan pintu adalah jino bukan soojin

“soojin mana?” itu lah kata pertama yang di tanyakan kyuhyun pada jino yang berdiri di hadapannya

“noona belum pulang sejak tadi sore” jino mengangkat bahunya dengan wajah cemas

“apakah tadi soojin bilang tadi pergi kemana?”

Jino mengangguk lalu berkata

“katanya tadi ke supermarket, tapi ini sudah lewat tiga jam” jino mulai tak nyaman, terang saja kenapa soojin ke supermarket sampai tiga jam

“kau sudah menghubunginya?” tanya kyuhyun lagi

“tidak di angkat” jino menggeleng

“apakah hyung dan noona sedang bertengkar?” tanya jino pelan. Tak mungkin bocah ini tidak menyadari hubungan kyuhyun dan soojin yang mulai merenggang melihat kedua orang tersebut yang jarang berbicara akhir-akhir ini. Jino cukup peka akan hal itu

“kenapa kau bertanya begitu jino-ah?” kyuhyun menyentuh bahu lembut

“ku perhatikan hyung jarang mengajak noona bicara, tadi malam saat hyung belum pulang aku mendengar noona menangis di kamar” ungkap jino prihatin, kyuhyun tak menjawab apapun. Ia merasa bersalah ketika jino berbicara tadi. perlahan tangannya terlepas dari bahu jino menatap ke bawah.

“hyung ada masalah apa?” tanya jino lagi

“apa kau teman yang bisa di ajak curhat? Jino-ah suatu hari kau akan mengerti. Untuk sekarang cukup hyung dan noona mu saja yang tahu” jelas kyuhyun yang  masih bisa menyunggingkan sebuah senyum. Jino menatap kyuhyun penuh tanda tanya

Kyuhyun memandang ke jalan sebentar lalu mengedarkan pandangan ke langit. Hujan tidak ada tanda-tanda akan berhenti, pikiran buruk mulai menjalari tubuhnya. Mungkinkah terjadi sesuatu pada soojin. Kyuhyun memberikan tas ransel yang berisi peralatan pemotretannya pada jino

“jino-ah taruh ini di dalam, hyung akan mencari noona mu dulu” pesan kyuhyun sebelum kemabali masuk ke mobilnya.

Tidak henti-hentinya kyuhyun menjalankan mobil ini sebelum menemukan soojin. Ia mulai mencari dari jalan-jalan yang biasa di lewati yeoja itu saat akan bepergian ke suatu tempat. Hujan semakin lebat turun memekakkan telinga saat ini. Dengan tampang kusut namja ini menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan berharap akan menemukan sosok yang di carinya di tengah deraian hujan. Matanya beberapa kali memicing setiap kali matanya menangkap bayangan seseorang disana , memastikan bahwa itu adalah orang yang di cari atau tidak sebab pencahayaan mulai berkurang karna sekarang sudah pukul 7 malam. Setiran pun tak urung menjadi pelampiasan ketika pandangan fokunya keluar sana tidak menghasilkan apa-apa. Sedikitpun ia tak dapat menangkap sosok soojin di jalanan yang di laluinya. Kyuhyun berdecak kesal  kenapa yeoja itu bisa-bisanya membuatnya cemas setengah mati seperti sekarang. Namja ini menatap jalanan di depannya putus asa hampir sejam ia berkeliling menyelusuri tiap jalanan yang di laluinya. Kyuhyun menginjak rem secara mendadak membuat suara decitan antara aspal dan ban mobilnya tercetak jelas. Dengan sangat terburu-buru ia turun dari mobil tak peduli tubuhnya yang basah karna di timpa hujan. Yeoja itu lebih penting dari apa pun untuk saat ini, yeoja yang terduduk di bangku halte bus dalam kedinginan dan kesunyian malam. Ia menggigil hebat tubuhnya bergetar. Di samping kiri kanannya tergeletak kantong belanjaannya tadi sore dalam keadaan basah sempurna isinya pun sudah mencuat ke sana-sini  dan dua payung yang bernasib sama dengan kantong belanjaan tersebut. Rambut soojin basah pandangannya kosong seakan menembus apa saja yang di tatapnya. Ia tidak peka sedikitpun ketika kyuhyun tepat berada di sampingnya

“kenapa kau disini?” Tanya kyuhyun menyadarkan soojin dari alam fikirannya. Soojin mendongak dengan mata sembab. Dengan segera kyuhyun melepaskan jaketnya dan memasangkannya pada soojin. Yeoja itu tak mengelak sedikitpun bukan karna pasrah tapi memang karna tubuhnya terasa sangat kaku karna kehujanan sedari tadi

“ayo pulang” ajak kyuhyun membantu soojin berdiri, tapi soojin masih mampu untuk sekedar menahan tubuhnya. Bibirnya bergetar menatap kyuhyun tajam masih teringat dengan jelas bayangan dimana kyuhyun membawa seorang yeoja ke mobilnya

“ada apa lagi? Ku bilang kita pulang sekarang” ujar kyuhyun

 

 

 

TBC

 

Hmm mungkin ini part terakhir sebelum author ujian kenaikan kelas. Lanjutannya mungkin akan saya tulis setelah ujian nanti. Nah itu cewe siapa?? >,

RCL…RCL… please…tanpa komentar kalian saya ga bersemangat lho. coment pedas asal membangun (?) saya terima kok. Tolong bgt coment nya biar nanti setelah ujian saya semangat nulis lanjutannya #ngancem =..= ga semangat ga di lanjutin kekeke

Satu kata sebelum berpisah #ceiileh

Jeongmal gomawo bwt chingudeul smw

#bow sendirian

Jeongmal gomawo juga tentunya bwt min Aoi yang bantuin publish^^

 

annyeong

 

Baru kali ini saya mencamtukan summary sebelum cerita di mulai #gapede -_-

Apakah summary nya cocok?

 

 

Advertisements

3 thoughts on “SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 9]

  1. Keadaan semakin rumit…Soojin sm kyuhyun Saling Slh Paham…Kepercaan itu semakin di uji sm konflik2 yg terjdi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s