[Series/Kyuhyun] Strange Marriage Part 6

Tittle : Strange Marriage

Author : jjj

Genre : Married Life, Romance ?

Fb : Kha Riska Jujujejejiji

Rate : PG-15

Main Cast :

– Lee Jaeri

– Cho kyuhyun

Support Cast : Temukan sendiri ^^

Annyeong annyeong #tebar beras

hayoh pikirannya pada yadoong. Hahaha

whoaa lama sekali saya post part 6 nya

Muuph eaa qaqa -__-

maaf sekali, karna utk yg k 2 kalinya sy kembali merubah cerita. Hadeuh jujur ini melenceng dari jalur (?) rencana sy awal.a , heu

kalo yang ini kepanjangan, bias diliat di note sy.

Hope you like it guys ^^d

okay..

 

 

HAPPY READING \(^o^)/

 

Dan..

CUPP

Bibir kedua insan itu akhirnya bertemu. Jaeri hanya bisa semakin memejamkan matanya erat, sedangkan Kyuhyun.. Belum ada pergerakan dari bibirnya. Hanya menempel diatas bibir empuk Jaeri. Tangannya yang erat menggendong Jaeri mendorong tubuh Jaeri agar semakin menempel dengan tubuhnya.

 

Nalurinya mengalahkan akal sehatnya, ditekannya bibirnya itu agar semakin bersentuhan dengan bibir Jaeri. Sesuatu mengganggu pikirannya kini. Hingga pada akhirnya ia tersadar dan segera menjauhkan dirinya dari Jaeri lalu menaruh Jaeri diranjangnya.

“Mi, mianhae”. Ucap Kyuhyun yang segera beranjak keluar kamarnya untuk sekedar menenangkan diri. Sementara Jaeri, hanya tertegun menatap bayang bayang Kyuhyun yang sudah menghilang dari hadapannya.

 

 

– STORY BEGIN –

STRANGE MARRIAGE PART 6

 

 

Jaeri masih tertegun, tenggelam dalam samudera pikiran yang cukup rumit. Tangannya terangkat dan bergerak menyentuh bibirnya, bekas sapuan bibir Kyuhyun.

“Apa yang aku lakukaan ? Kenapa tadi- . Ahss aku tak boleh begini ! Ya ! Lupakan saja yang tadi. Anggap saja itu mimpi !”. Ujar Jaeri mencoba menghindari sesuatu yang muncul di pikirannya. Sementara Kyuhyun, pria itu merutuki kebodohannya, merutuki perlakuannya yang ‘berani’ itu.

 

‘ARRGGHH ! Pabo ! Bagaimana bisa dengan lancangnya aku menyentuh yeoja yang aku saja tidak tahu bagaimana perasaannya padaku. Oh tidak, kurasa ini adalah masalah yang besar. Ahs jeongmal paboya !’ . Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi, pikirannya sangat kalut saat ini. Dia telah salah dalam melangkah, terlalu jauh. Padahal Jaeri sudah mulai mau berinteraksi dengannya, tapi mungkin. Entahlah, apa yang akan terjadi setelah ini.

 

A MINUTES LATER

 

Seorang gadis keluar dari lamunannya saat mendengar suara bising yang cukup mengusiknya. Suara itu, suara dentingan alumunium dan beberapa alat-alat lain. Kontras sekali bahwa suara itu berasal dari dapur.

 

“Ah! Aku baru ingat kalau ini sudah hampir siang dan aku belum menyiapkan sarapan!”. Gumamnya seraya membenahi diri.

 

Gadis itu – Jaeri, mulai menarik pelan kakinya yang masih terasa amat sakit itu. Ia bangkit dan beranjak dari tempatnya melamun beberapa saat yang lalu. Dibukanya pintu kamar itu dengan perlahan dan mulai mendekati sumber suara. Sedikit meringis, mengingat kakinya yang terkilir cukup parah. Tapi ia tetap mendekati asal suara tersebut, ya sekedar untuk menghabiskan rasa penasarannya.

 

“Aihhs ! Bagaimana ini ? Apa yang harus aku lakukan ?”. Gumam seorang pria yang membuat Jaeri mengurungkan niatnya untuk semakin mendekat.

Ia berdiri dibalik dinding dan sedikit bersembunyi, mencoba memperhatikan apa yang akan terjadi.

“Aku benar – benar tidak bisa memasak. Hyaaa ottokhae ? Kenapa malah jadi berantakan seperti ini ?”. Gerutu sang pria.

 

Jaeri yang melihatnya hanya bisa terkikik geli, diperhatikannya seluruh permukaan dapur yang, cukup berantakan ? . Ia menyunggingkan kembali senyuman diwajahnya saat perhatiannya tertuju pada objek utama, seorang pria dengan wajah yang terlihat sedang kesal, rambut acak-acakkan, baju kotor oleh beberapa bahan makanan serta tangan yang memegang sebilah pisau.

 

“Lucu sekali, hihihi. Kalau saja fans-nya tau apa yang sedang kulihat ini, kurasa Korea akan gempar, hahaha”. Tawanya seketika meledak melihat tingkah pria itu.

“Eh mwo ? Yaak kenapa aku malah memperhatikannya ? Aihss andwae ! Andwae ! Naega andwae !”. Suatu hal membuatnya sadar dan merutuki kelancangan bibir dan matanya. Jaeri, ia mulai menarik kembali kakinya. Mulai mendekati pria itu – Kyuhyun. Ia merasa tidak harus berdiam diri melihat Kyuhyun yang sedang kebingungan itu, ia rasa membantu Kyuhyun bukanlah hal yang sangat sulit.

“Yaak ! Lee Jaeri ! Kau membuatku gilaa !”.

 

Umpatan yang hampir mirip teriakkan itu, membuat Jaeri menghentikan langkahnya. Kembali pada posisi sebelumnya, bersembunyi dibalik dinding. Ia berpikir mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk muncul dihadapan Kyuhyun.

 

“Aihhsss Jinjaa !! Bagaimana mungkin ada kehidupan seperti hidupku didunia ini, aku CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR begitu dipuja diluar sana, tapi disini ? Dia, Lee Jaeri bahkan tak melirikku sama sekali ! Dia bahkan menganggapku seperti piaraannya, yang hanya ia siapkan makan dan keperluannya. Oh ayolah, piaraan saja selalu diberi kasih sayang lebih, selalu diajak berinteraksi. Lalu aku ? Sebenarnya aku ini apa ?”.

 

Jaeri terdiam, apakah benar yang telah diucapkan oleh Kyuhyun ? Apakah ia sudah terlalu kejam pada Kyuhyun ? Apakah salah jika ia bersikap seperti itu selama ini. Ya, ini memang salah. Sangat salah ! Tak seharusnya ia bersikap seperti itu, Kyuhyun bahkan tak tahu apa-apa atas apa yang telah terjadi padanya. Tapi, sungguh ia pun tak berniat seperti ini. Hanya saja, ketakutan dan keegoisan menyelimutinya saat ini.

 

*(‘-‘)*

 

Seorang murid sekolah dasar tengah tersenyum riang, melangkahkan kakinya dengan semangat. Gadis kecil itu menggoyang-goyangkan rambutnya yang dikucir kuda. Langkahnya terhenti saat melihat seorang bocah pria menendang-nendang kerikil dihadapannya. Laki-laki itu adalah pujaan hatinya.

“S, Seunghyun ?”. Ucap gadis kecil itu terbata-bata. Ada gemuruh dan getaran hebat dalam hatinya, sementara anak laki-laki yang dipanggilnya itu tersenyum dengan manisnya.

“Oh, hai. Kau pulang sendiri ? Mana temanmu ?”. Sahutnya lagi, membuat gadis kecil itu ingin melompat kegirangan.

 

“Temanku ? Hehe aku tidak tahu, jadi aku pulang sendiri”. Jawabnya.

“Kau ini lucu sekali”.

 

BLUSH

 

Semburat merah muncul seketika mewarnai wajah imut si gadis kecil itu, hatinya semakin bergetar mendengar hal itu.

“Kau melamun ? Humm mianhae aku duluan ya ? Annyeong.. Sampai bertemu lagi besok”. Ucap Seunghyun, menyadarkan gadis kecil itu dari dunianya yang sedang berbunga-bunga itu.

“Ah, geurae.”. Ucap Jaeri seraya tersenyum manis.

 

*

 

Hari demi hari, sebuah perasaan yang berawal hanya dari sebuah ketidaksengajaan mulai berkembang, besar dan semakin besar. Semakin jelas terasa. Jaeri telah jatuh cinta pada Seunghyun. Entahlah, cinta monyet mungkin ?

Karena pribadi Jaeri yang sangat riang, dia bahkan memberitahu semua teman sekelasnya bahwa dia menyukai seorang Choi Seunghyun, murid dari kelas yang berbeda dengannya.

 

“Jaeri-ya”. Panggil seorang yeoja yang mendekatinya.

“Ooh Hyera.. Hihi waeyo ?”. Sahutnya dengan suara riangnya itu.

“Hmm..aku ingin mengatakan sesuatu padamu”. Ucap Hyera secara perlahan.

“Mwo ? Malhaebwa”.

“Aku..”.

“Ne ? Hyera ? Kau kenapa ?”.

“Mianhae, aku. Aku berpacaran dengan Seunghyun”.

 

JLEBB

 

 

Temannya ? Berpacaran dengan seorang yang sangat ia sukai ? Oh, ayolah ini lebih menyakitkan dari apapun juga.

Bagaimana mungkin seorang teman yang ia anggap sebagai saudaranya sendiri tega melakukan hal seperti itu ?

 

 

“Jaeri ?”.

“Nh, ne ?”. Sahut Jaeri, masih dengan jiwanya yang belum terkumpul sepenuhnya.

“M, mianhae. Aku juga dipaksa oleh In Jun, kau tahu kan In Jun itu paling berkuasa disekolah ini, dan dia juga selalu memalaki kita ? Bahkan dia selalu mencari gara-gara dengan kelas Seunghyun. Jadi, aku terpaksa menjadi kekasih Seunghyun. Untuk menolongnya”.

‘Benarkah ? Benarkah itu alasannya ?’ Batin Jaeri berkecamuk dengan pikirannya.

 

“Jaeri-ya ? Ottokhae ? Kau tidak apa-apa kan ?”. Ucap Hyera lagi.

“Ah ? N,ne . G,gwaenchana. Hahaha selamat yah. Lagipula kita juga kan masih kecil. Hehe”.

“Hyaa gomawo Jaeri-ya”.

“Ne, hh”. Ujar Jaeri mencoba menormalkan suara dan mimik wajahnya.

 

 

*

 

Hari itu, terasa sangatlah menyedihkan untuk Jaeri. Langit yang biru pun menjadi gelap. Seolah ikut tenggelam dalam kepedihan hati yang dirasa Jaeri.

“Ya tuhan.. Apa aku tidak boleh bahagia ? Aku kan masih kecil, walaupun aku sudah kelas 5 SD tapi aku masih kecil, masih belum pantas untuk merasakan perasaan seperti ini”. Keluhnya.

Jaeri melangkahkan kakinya lemas dilorong sekolahan itu, matanya menatap kosong daerah sekitarnya hanya fokus lurus kedepan tanpa ada satu hal yang ditatapnya. Matanya menemukan sesuatu yang menggulung dipojok lantai.

“Apa ini ?”. Ucapnya saat mendekati bahkan memegang kertas itu.

Dibukanya perlahan kertas yang sudah menggulung itu.

 

“Hyaaaa senang sekali rasanya aku bisa bersama Seunghyun ! Oh Tuhan, gomawo.. Aku menyukainya dan aku bahagia sekali bisa bersamanya”

 

Bagaikan mendapat gertakan petir disiang hari, hati Jaeri hancur seketika. Bagaimana mungkin temannya sendiri tega melakukan hal seperti ini. Didepannya seolah terpaksa, tapi dibelakangnya ? Justru berbahagia.

Kesakitan itu, mulai terasa nyata. Senyuman yang awalnya merekah dibibir gadis itu kini berubah menjadi sebuah isakan kekecewaan. Hatinya begitu sakit, sungguh demi apapun ini sangat menyakitkan.

“Hyera, kenapa kau tidak jujur saja padaku ? Kenapa kau malah berbohong padaku ? Kenapa kau bertingkah seperti terpaksa tapi nyatanya kau bahagia ?”. Ucap Jaeri dengan suara yang sangat lemah.

Untuk pertama kalinya, suatu hal yang disebut cinta itu membuat hatinya sakit. Dengan umur yang masih sekecil itu, ia harus belajar untuk merelakan kebahagiaannya pada orang lain. Dan inilah awal sebuah penderitaan hati, mengalah yang tak tau sampai kapan itu terjadi.

 

*(‘-‘)*

 

(LEE JAERI POV)

 

 

Ingatan itu, kenapa harus muncul disaat seperti ini ? Kenapa harus menghantuiku lagi ? Sampai kapan ? Aku bahkan tak bisa untuk melupakannya.

Berapa hal lagi yang akan menghantuiku ? Apa aku memang tak bisa bahagia ? Kenapa ketakutan ini selalu datang disaat aku ingin melawannya ? bagaimana caranya ? Aku lelah ! Sungguh aku sangat lelah jika hidupku terus menerus seperti ini. Aku ingin keluar dari semua ketakutan ini, aku ingin mengakhiri semua kesakitan hatiku, aku ingin menghapus semua goresan luka dalam hatiku. Kenapa hanya itu saja terasa sangat sulit ? ini bahkan lebih sulit dari memecahkan kepalaku sendiri.

 

TES

 

Kurasakan pipiku basah, aku luruh dilantai. Memegangi dadaku yang begitu sakit. Amat sakit seperti tertohok benda yang sangat tajam. Aku tak bisa lagi menguasai diriku sendiri, sungguh lebih dari apapun aku sangatlah lemah. Tuhan, sampai kapan aku akan seperti ini ? Sampai kapan aku terus menerus seperti ini ?

“Jaeri-ya ?”. Kurasakan usapan lembut dikedua pundakku bersamaan dengan suara seseorang yang sangat ku kenal. Kyuhyun. Aku tertunduk, tak ingin membiarkan dia melihatku dalam keadaan kacau seperti ini.

 

(CHO KYUHYUN POV)

 

 

Aku masih berkutat dengan beberapa bahan masakan dan alat-alat merepotkan ini. Pandanganku tak sengaja melihat sebuah kaki yang berselonjor dibalik dinding sana. Astaga !

Apa itu Jaeri ?

Sejak kapan dia ada disana ?

Apa dia mendengar semua ucapanku tadi ?

Hyaaa Cho Kyuhyun !

Mengapa kau senang sekali membuat masalah huh ?

Dengan segenap keteguhan jiwa, kulangkahkan kakiku mendekati sepasang kaki

yang berselonjor itu. Langkahku semakin dekat, hingga kini aku sudah berdiri didepan seorang yeoja yang hanya memakai kemeja, tetapi kemeja itu mampu menutupi setengah dari pahanya .

 

 

“Jaeri-ya”. Aku meletakkan kedua tanganku dipundaknya. Dia tidak menyahut, malah terdengar suara isakan.

Hei tunggu.. Isakan ?

“Jaeri-ya, waegeurae ? Kau menangis hum ?”. Aku mencoba berbicara lagi padanya. Dia hanya menggelengkan kepalanya pelan, masih tetap menunduk. Dan itu membuatku tak bisa melihat wajahnya. Mengingat rambut panjangnya terurai menutupi wajahnya.

“Jaeri-ya.. Jawab aku, kau kenapa ?”. Kuraih wajahnya dan kutangkupkan kedua tanganku dipipinya. Ya tuhan, apa aku tak salah lihat ? Kenapa dia begitu kacau ?

“Hiks.. Hiks”. Hanya isakan yang keluar dari mulutnya, sementara matanya terus menerus mengeluarkan anak sungai yang tak juga berhenti.

Ku usap air matanya dengan kedua ibu jariku lalu menariknya kedalam pelukanku. Kurasa menenangkannya lebih baik daripada membuatnya berbicara.

“Gwaenchana, ada aku disini. Uljima..”. Kuusap rambutnya pelan dan kudekap semakin erat tubuhnya. Ia membalas pelukanku tak kalah erat dan semakin terisak, mengeluarkan semua kesedihannya yang sudah meronta itu. Melihatnya dalam keadaan seperti ini membuat dadaku sesak, rasanya aku ingin bertarung melawan hal yang membuatnya menangis.

 

*

 

Aku masih memeluknya dengan erat, sekarang sudah tak terdengar lagi isakannya. Yang terdengar hanyalah helaan nafas tenang, ya dia tertidur. Gadisku tertidur didalam pelukanku. Bahkan dia masih memelukku dengan sangat erat. Sebenarnya aku ingin memindahkannya, tapi aku takut dia terbangun. Tapi, dia juga belum sarapan dan ini sudah hampir siang hari.

 

‘ddrrtt ddrrtt ddrrtt’

 

Kurasakan ponsel dalam sakuku bergetar. Aigo, siapa yang mengganggu hari liburku ini ?

 

“Yeoboseyo”.

“Kyuhyun-ah, kau mau ikut tidak ? Kami akan jalan-jalan ke Haeundae”.

“Mwo ? Kalian mau jalan-jalan ? Yaak ! Kenapa baru memberitahuku ?”.

“Mianhae, ini juga rencana mendadak”.

“Aihs. Baiklah aku ikut ! Tapi kau harus menjemputku kerumah ! Mobilku hilang dan aku belum mengurusnya”.

“MWO ? Hahaha. Eh HILANG ?”.

 

“Aihs Hyuktong ! Kau malah menertawakanku. Cepatlah jemput aku !”.

“Dasar setan tengil ! Baiklah tunggu disana dengan manis. Ahya, adik ipar akan kau ajak ?”.

“Tentu saja ! Sudah kututup telponnya !”

 

PIIP

*

(AUTHOR POV)

 

Tiga buah mobil mewah terlihat menepi didepan sebuah rumah bergaya minimalis.

 

“Hyung ! Kenapa kita harus membawa 3 mobil ? Padahal kan 2 juga cukup. Mobil Siwon hyung dan mobil Eunhyuk hyung pasti cukup menampung kita”. Protes Ryeowook.

“Kau ini kenapa pikiranmu sangat pendek sekali ? Kita memang bisa saja memakai 2 mobil. Tapi, apa itu akan nyaman untuk kedua pasangan aneh itu ?”. Sahut Yesung.

“Jadi ? Kau membawa mobilmu untuk dipakai mereka ?”. Sela Eunhyuk.

“Hahaha tentu saja !”. Ucap Yesung tertawa bahagia.

 

“Aihs.. Lalu untuk apa kita repot-repot mencuri mobil Kyuhyun ?”. Sahut Kangin.

“Aihs ! Kau banyak bicara sekali. Tinggal menurut saja apa susahnya !”. Yesung berlalu dan mulai memasuki rumah yang cukup mewah itu.

“Kyuhyun-ah ? Dimana kau ?”. Yesung mengitari seluruh permukaan rumah Kyuhyun, mencoba mencari dimana letak dongsaengnya saat ini.

‘ddrrt ddrrt ddrt’

Yesung mengangkat teleponnya yang meronta dibalik sakunya itu.

“Aku didapur hyung ! Kau kemari dan jangan berisik”. Sahut suara diseberang sana. Yesung menurut, ia mulai melangkahkan kakinya menapaki lantai rumah Kyuhyun.

 

“HYUNG KENAPA KAU MENINGGALKANKUU”. Suara ricuh dan berisik mengganggu aksi Yesung. Dia menoleh dan memberikan tatapan tajamnya yang seolah mengintimidasi itu.

“SST ! Jangan berisik !”.

“Wae ?”. Sahut Donghae seraya berbisik.

“Kyuhyun menyuruh kita tidak berisik ! Sudah, kalian ikuti saja aku”.

 

“Ne”. Sahut namja-namja yang lain.

Mereka tampak semakin mendekat kearah dimana Kyuhyun berada, sementara Kyuhyun masih betah dalam posisi terduduk seraya memeluk Jaeri.

 

“STOP DISITU !”. Sahut Kyuhyun saat melihat bayangan pasukan namja itu dibalik dinding.

“Wae ?”. Protes Shindong.

“Nanti dulu ! Sekarang siapa yang memakai jaket panjang ?”. Sahut Kyuhyun lagi.

“Aku. Wae ?”. Jawab Siwon.

“Lepaskan jaketmu hyung ! Dan jangan membantah. Hanya lepaskan dan kau lemparkan saja jaketmu”.

Dengan sedikit menggerutu dan sedikit protes dari member lain, akhirnya Siwon membuka dan melempar jaketnya. Kyuhyun langsung mengambil jaket itu dan menutupi paha Jaeri yang tak tertutupi kemejanya itu.

 

“Sudah, kalian boleh kemari”. Ucap Kyuhyun.

“MWO ? Yaak ! Adik ipar kenapa ? Kau menyiksanya Kyu ?”. Sela Siwon saat melihat Jaeri yang tertunduk dalam dekapan Kyuhyun”.

“Kau gila hyung ! Mana mungkin aku setega itu ? Kau tak lihat ? Dia tertidur !”. Beber Kyuhyun. Dan dijawab oleh anggukkan dari namja-namja itu. Sementara Eunhyuk, terlihat sedang berpikir keras.

 

“KYU !”. Teriaknya mengagetkan semua orang yang ada disana.

“WAE ?”. Sahut Kyuhyun dengan berteriak juga.

“Apa kau…”.

“Wae ?”.

“Apa kau sudah melakukannya dengan adik ipar ? Whoaaa lihatlah bahkan adik ipar hanya memakai kemejamu sajaa !”.

 

 

PLETAAK

PLETAAK

BUUG

BUUG

 

 

“Aww ! Hwaa ! Yak ! Appo ! YAK !”.

“Makanya kau jaga ucapanmu hyuk !”. Sela Sungmin.

“Aihs sudahlah ! Kalian berisik sekali ! Nanti bagaimana kalau dia bangun ? Sudahlah sekarang kalian tolong bereskan pakaianku”.

“MWO ? Yak ! Kenapa tidak kau saja ?!”.

“Kalian tidak lihat huh ? Bahkan dia memelukku dengan sangat erat”.

“Kalau begitu biar aku yang menggantikanmu memeluknya”.

“YAAK ! Kau gila huh ? Mimpi pun kau tidak boleh hyung !”. Teriak Kyuhyun, membuat Jaeri sedikit terusik. Tapi dengan cekatan Kyuhyun segera mengusap pelan rambut Jaeri.

 

SKIP

 

(CHO KYUHYUN POV)

 

Setelah semuanya siap, aku segera mengangkat tubuh Jaeri dan membawanya keluar. Aku sengaja tak membangunkannya

karena tentu saja dia tak akan ikut kalau aku membangunkannya. Hahaha

 

 

“Ini, kau pakailah mobilku Kyu”. Ucap Yesung hyung seraya menyerahkan kunci mobilnya.

“Ooh gomawo hyung. Tapi aku lelah. Malas menyetir. Kau saja yang menyetir ne ?”. Aku berlalu dari hadapannya dan segera memasukkan Jaeri kedalam jok belakang mobil Yesung hyung lalu duduk disampingnya. Sementara kulihat hyung-hyungku hanya terdiam. Muka mereka terlihat sangat kesal. Hahaha lucu sekali tuhaan.

“Dasar Dongsaeng kurang ajar !”. Gumam Yesung hyung yang masih bisa kudengar jelas. Biar saja, toh aku memang begitu.

 

*

(AUTHOR POV)

 

 

Suara hentakan pintu mobil terdengar. Yesung masuk dan mulai memposisikan dirinya dibalik kemudi.. Distarternya mobil itu dan terdengar suara mesin yang mendominasi.

Kyuhyun terlihat duduk dengan nyaman di jok belakang, seraya membenahkan letak jaket Siwon yang ia pakai untuk menutupi bagian tubuh Jaeri yang terlihat. Senyumnya merekah, ia seperti bocah kecil yang baru saja mendapat mainan yang sangat didambakannya. Tapi, bukan berarti Kyuhyun menganggap Jaeri sebagai mainan.

 

TOKK TOKK

 

Terdengar suara ketukan yang sedikit keras pada kaca mobil. Yesung menurunkan kaca tersebut.

 

“Wae ?”. Sahut Yesung saat melihat Eunhyuk dibalik kaca.

“Aku ikut mobilmu hyung !”. Sahut Eunhyuk antusias dan langsung masuk kedalam mobil, mengatur posisinya senyaman mungkin.

“Yak ! Hyuktong ! Bukankah kau membawa mobil huh ?”. Sela Kyuhyun seraya merenggutkan wajahnya kesal. Tentu saja, karena dia pasti tak bisa menikmati kedamaian dalam perjalanannya. Mengingat seorang Lee Hyukjae yang sangat berisik dan pasti akan merecoki ketenangannya.

“Kau kan bilang tidak mau menyetir Kyu. Jadi aku menyimpan mobilku digarasi rumahmu dan aku ikut ke mobil ini”. Jawab Eunhyuk dengan tampang yang datar, sama sekali tanpa dosa.

“Lalu ? Kau membiarkan ke 6 namja itu dalam 1 mobil ?”. Sela Yesung.

“Hahaha tentu saja ! Tapi tenang, mobil Siwon hyung kan cukup menampung 6 orang”. Ucapnya lagi.

“Ah terserah kau sajalah Hyuktong. Yang penting asal kau tidak merecoki ketenanganku”. Ucap Kyuhyun. Masih merasa dongkol dalam hatinya.

“Arraseo setan tengil ! Kurang ajar sekali kau pada hyungmu ini ! Sudah tidak sopan, merusak nama, heuh pantas Jaeri selalu mengacuhkanmu”. Jelas Hyukjae yang tentu saja secara tidak langsung mengusik iblis yang tertidur dalam diri Kyuhyun.

“Benar kan, mulutku masih basah. Kau selalu merecoki ketenanganku”. Umpat Kyuhyun. Sementara Yesung, hanya fokus ke jalanan. Mengemudikan mobilnya yang mulai membelah jalanan kota seoul.

 

“Eh Kyu, ngomong-ngomong kenapa Jaeri tak bangun-bangun ? Apa dia pingsan ?”. Ucap Eunhyuk yang mulai membuka suaranya lagi.

“Mwo ? Kau ini sok tahu sekali ! Kau lihat ! Nafasnya begitu tenang, itu tandanya dia tidur”. Protes Kyuhyun.

“Bukannya kau yah yang sok tahu”. Gumam Yesung dan langsung mendapat tatapan membunuh dari Kyuhyun.

“Aihs sudahlah hyung. Kau nanti berhenti dulu dibutik ya !”. Perintah Kyuhyun.

“Kau ini seperti bos saja ! Arraseo ! Kita berhenti dulu didepan butik. 2 Km lagi ada butik. Kita berhenti disana”. Sahut Yesung.

“Eo”.

 

Setelah 2 Km, akhirnya butik yang dituduhkan Yesung sudah terlihat. Yesung mulai memarkirkan mobilnya didepan butik itu dan Kyuhyun membenahkan posisi Jaeri dan langsung keluar dari mobil lalu mulai masuk kedalam butik yang cukup besar itu. Sementara Jaeri, tidurnya cukup terusik dan secara perlahan kesadarannya berkumpul dalam dirinya.

 

“Aku kasian sekali hyung pada Kyuhyun”. Sebuah suara semakin membuat kesadaran Jaeri nyata. Ia membuka matanya dan menggeliat perlahan, dilihatnya keadaan sekitarnya. Sebuah mobil ! Ya ! Dia ada disebuah mobil sekarang. Jaeri hendak membuka suaranya, tapi suara namja didepannya telah mendahuluinya.

“Ya, aku juga kasihan padanya. Ferrari nya itu, mobil impiannya. Dia bahkan sampai kehilangan suaranya dan sampai dirawat di Rumah Sakit karena terus bekerja untuk mendapatkan mobil impiannya itu”.

 

DEG !

 

Jaeri terdiam,

 

“Apa usahanya sekeras itu ?”. Batinnya.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi sampai-sampai dia lupa memasukkan mobilnya kedalam rumah. Dia bahkan meninggalkan kuncinya dalam mobil. Bukankah itu tolol sekali ? Oh ayolah hyung, Kyuhyun itu seorang yang sangat teliti. Tidak mungkin dia seceroboh itu jika tidak terjadi sesuatu”.

 

Jaeri semakin terdiam, ia merasa terpojok dan merasa sangat bersalah saat mendengar penuturan dari kedua namja yang ada di jok didepannya. Tentu saja ia merasa bersalah, karena Kyuhyun mengejarnya kedalam rumah, tetapi ia malah menuduh yang tidak-tidak. Kyuhyun bahkan langsung menolongnya saat

ia terperangkap dalam gelap. Kyuhyun begitu respect padanya. Kyuhyun bahkan sangat telaten menenangkannya yang ketakutan pada waktu itu. Sementara Jaeri, tidak melakukan apa-apa bahkan saat keadaan Kyuhyun yang kacau karena kehilangan mobilnya.

 

“Huh .. Beruntung sekali Jaeri menikah dengan Kyuhyun. Walaupun mungkin adik ipar belum bisa menerimanya, tapi kurasa lama – lama bisa”.

“Ne.. Dan aku sangat kagum pada adik ipar. Dia membuat Kyuhyun sangat patuh. Sikapnya bahkan lebih dewasa. Walaupun dia jahil tapi dia terlihat mulai berlatih untuk menjadi suami yang baik”.

“Hahaha benar sekali ! Aku bahkan ingin tertawa melihatnya. Apalagi saat dia terus – terusan mengadu pada kita soal adik ipar yang selalu mengacuhkannya”.

 

“CUKUP ! CUKUP !”. Batin Jaeri berkecamuk, dia bahkan tak ingin mendengar apapun lagi. Hatinya semakin tak tenang, perasaan bersalah semakim menguasainya. Mukanya bahkan terlihat agak pucat.

 

“Eo, kau sudah bangun ?”. Terdengar suara Kyuhyun diikuti suara dentuman pintu mobil. Menyadarkan Jaeri dari lamunannya. Jaeri hanya menunduk dan memalingkan wajahnya. Tak sanggup jika harus menatap Kyuhyun yang sangat baik padanya. Sementara Yesung dan Eunhyuk, mereka saling memandang dan tersenyum penuh arti.

Sebenarnya, mereka sengaja mengatakan hal tadi saat melihat Jaeri terusik lewat kaca mobil Yesung. Licik memang, tapi cukup membawa perubahan kecil dalam diri Jaeri.

 

‘Kita berhasil hyung !’. Bisik Eunhyuk pada Yesung.

 

“Hyung ! Kenapa masih berhenti ? Ayo kita lanjutkan lagi perjalanannya”. Sahut Kyuhyun saat melihat Yesung hanya duduk tenang didepan.

“Ooh ne”. Yesung menurut dan mulai menyalakan lagi mesin mobilnya.

 

“Kita mau kemana ?”. Akhirnya, setelah suara hening yang cukup lama, Jaeri mulai membuka suaranya.

“Haeundae”. Jawab Kyuhyun.

“MWO ?”. Teriak Jaeri tak percaya. Jujur saja sebenarnya ia sudah lama ingin ke Haeundae, tapi dia tak punya waktu.

“Wae ? Kau tak suka hum ?”. Tanya Kyuhyun.

“A, aniyo. A, aku”. Jaeri menghentikan sejenak ucapannya.

 

Tidak mungkin jika ia jujur kalau ia senang akan pergi ke Haeundae.

 

“Sudahlah kau nikmati saja perjalanannya. Kami ditambah dua hari, jadi ada waktu untuk bersenang-senang disana”. Jelas Kyuhyun dan hanya mendapatkan anggukkan dari Jaeri.

“Igo.. Makanlah, kau belum sarapan daritadi”. Kyuhyun mengambil Roti yang ada dalam kantung kresek yang ia bawa. Menyodorkannya pada Jaeri, lengkap dengan susu kotak.

“G,gomawo”. Sahut Jaeri. Ia mengambil roti dan susu itu, menatapnya dan menerawang dalam pikirannya.

 

‘Lihatlah apa yang telah pria ini lakukan untukmu Lee Jaeri’. Batinnya.

 

“Kenapa hanya ditatap hum ? Kau tidak mau ? Maaf tapi aku hanya menemukan ini disana. Dan hanya itu yang terakhir”. Suara Kyuhyun mulai melemah, ia kembali tak bisa menaklukan Jaeri. Bahkan hanya untuk memakan makanan darinya.

“a, aniyo. A, aku suka”. Jaeri menyunggingkan senyumnya, sangat manis. Membuat Kyuhyun hanyut dalam senyumannya.

“Ige.. Kau juga lapar kan ? Kau juga sama denganku. Belum makan”. Sahut Jaeri yang menyodorkan roti yang ia sobek diddepan mulut Kyuhyun. Kyuhyun terdiam, tak menyangka dengan sikap Jaeri.

 

‘Ya tuhan ! Mimpi apa aku semalam ?’. Batinnya.

 

Kyuhyun lalu mendekatkan mulutnya ke tangan Jaeri dan melahap (?) roti yang disodorkan Jaeri. Sesobek roti tak ada artinya jika dimakan oleh seseorang yang belum mendapat asupan makanan apapun sejak pagi. Tapi lain bagi Kyuhyun, sesobek roti itu membuatnya seolah berada dalam keindahan dunia yang sesungguhnya.

 

“Aigoo aigoo romantis sekali pasangan dibelakang sana”. Ujar Eunhyuk yang langsung membuat keduanya tersipu.

“Benar sekali, bahkan kita seperti bayangan saja disini”. Sahut Yesung. Lagi lagi, semakin membuat keduanya tersipu malu.

 

SKIP

 

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mereka sampai pada tempat tujuan.

Sebuah pantai dengan hamparan pasir putih yang indah terbentang diluar sana. Yesung dan Eunhyuk segera keluar dari mobil, memutuskan untuk menunggu member lain diluar. Sementara kedua pasangan yang duduk di jok belakang masih terdiam membisu. Jaeri hanya membelalakkan matanya menatap keindahan yang ada diluar sana. Dalam hatinya sebenarnya ia ingin sekali berontak keluar dan berlari, merasakan sapuan ombak berlarian menyapa kakinya. Apalagi sekarang tepat saatnya matahari akan terbenam. Tapi hanya guratan kekecewaan yang memancar dalam wajahnya saat ini, tentu saja mengingat kakinya yang masih terasa sangat sakit bahkan untuk berjalan sekalipun.

Kyuhyun yang melihat Jaeri tengah menatap kagum diluar sana sedikit tergerak hatinya, ia turun dari mobil dan berjalan mendekati pintu dimana Jaeri sedang terdiam dibalik sana.

 

“Kajaa”. Sahut Kyuhyun yang terlihat membuka pintu mobil dan menunduk dihadapan Jaeri. Ia meletakkan kedua tangannya dipunggung dan paha Jaeri, mencoba membawa Jaeri keluar dengan menggendongnya. Jaeri hanya membelalakkan matanya saat mendapati Kyuhyun yang tengah membawanya dalam gendongannya. Demi apapun, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini juga, ia hanya bisa mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun. Sebenarnya ia ingin mengucapkan sesuatu, tapi entahlah.. Rasanya sesuatu itu terlalu sulit untuk ia ucapkan.

 

“Aku tahu kau sangat ingin keluar kan ? Kenapa susah sekali membuatmu berbicara ? Kau tinggal bilang saja padaku dan aku akan senang hati menolongmu”.

Kyuhyun berkata pelan seraya membenahkan letak gendongannya. Sementara Jaeri hanya tertunduk, tidak mau melihat wajah Kyuhyun, tentu saja itu akan membuatnya sangat gugup.

“Matahari sebentar lagi tenggelam”. Ujar Kyuhyun seraya menurukan Jaeri ke dasar pasir pantai yang lembut menyapu kakinya itu.

“N, ne. Dan aku suka sekali saat matahari tenggelam”. Jaeri menatap lurus kedepan, membiarkan angin laut membawa rambutnya bergoyang, Kyuhyun yang berdiri di belakangnya semakin mendekat, memperkecil jarak diantara mereka hingga akhirnya, tangan kekarnya mampu mendekap erat tubuh Jaeri yang ada dihadapannya. Ia meletakkan tangannya diatas perut Jaeri dan tentu saja itu membuat Jaeri terdiam mematung.

 

“Kenapa kau suka matahari tenggelam ?”. Ucapnya lagi, kali ini ia meletakkan kepalanya diatas pundak Jaeri.

“Entahlah, aku hanya suka saja. Tak ada alasan..”. Sahut Jaeri sekenanya, ia meletakkan tangannya diatas kedua tangan Kyuhyun yang tengah memeluknya. Entahlah apa yang terjadi padanya, sentuhan Kyuhyun terasa sangat berbeda untuknya.

“Aah, geurae”.

 

Suasana menjadi hening seketika, hanya suara deburan ombak yang mendominasi. Kedua pasangan itu masih betah menikmati posisi kebersamaan mereka yang disaksikan oleh langit senja yang menampakkan matahari yang akan segera menghilang menuju peraduannya.

 

“Hmm.. Kyuhyun ?”. Panggil Jaeri dengan suara yang sangat pelan.

“Ne ?”.

“Gomawo”. Ucap Jaeri tersenyum dengan sangat manisnya. Walaupun hanya hamparan laut yang dapat melihat senyumannya itu.

“Tidak perlu berterimakasih seperti itu. Ini tidak seberapa. Harusnya aku yang berterimakasih padamu. Selama 3 bulan ini kau sangat memperhatikanku. Gomawo Jaeri-ya”.

“Kyu, Kyuhyun”. Jaeri membalikkan badannya menghadap Kyuhyun, membuat dekapan itu terlepas seketika. Kyuhyun terlihat kecewa, tapi ia mencoba untuk tetap tersenyum dihadapan Jaeri.

“Kenapa ? ada yang ingin kau katakan ?”. Sahut Kyuhyun dengan suara yang selembut mungkin.

 

Jaeri hanya terdiam, tak berapa lama terdengar suara isakan dari bibirnya. Jaeri mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun dan berhambur kedalam pelukan Kyuhyun. Menenggelamkan wajahnya didada Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum, seraya mencoba menormalkan detak jantungnya yang sudah tak terkontrol lagi.

Sementara tak jauh dari sana, 8 orang namja bersorak melihat adegan yang cukup romantis itu.

 

“Uljimaa.. Kenapa kau sering sekali menangis dihadapanku ?”. Tanya Kyuhyun.

“Mianhae.. Ky, Kyuhyun. Mi, mianhae”. Isak Jaeri. Semakin erat memeluk Kyuhyun.

“Hey, kenapa kau malah meminta maaf padaku ?”. Kyuhyun mengerutkan dahinya kebingungan.

“Gara-gara aku, hiks. Mobil impianmu hilang”.

“MWO ? Hahahaha sudahlah. Lagipula tak ada gunanya kau minta maaf.”.

“Semuanya gara-gara aku”. Ucap Jari masih keukeuh.

“Bukan Jaeri-ya”. Jawab Kyuhyun, semua ini memang bukan salah Jaeri menurutnya.

“Bagaimana aku bisa menebus kesalahanku ?”. Tanya Jaeri yang langsung membuat Kyuhyun kaget dengan apa yang diucapkannya.

“Tidak ada yang harus kau tebus Jaeri-ya”.

“Tapi semuanya gara-gahh hmmff”

 

Kyuhyun dengan sangat cepat segera membungkam bibir Jaeri dengan bibirnya, tidak ingin mendengar perkataan Jaeri lebih jauh lagi. Ia takut, Jaeri akan mengatakan sesuatu yang akan membuatnya kecewa, sungguh demi apapun ia juga mempunyai ketakutan dalam hidupnya. Tepatnya, semenjak Jaeri hadir di hidupnya. Jaeri sedikit memberontak, karena ia tak bisa melanjutkan perkataannya gara-gara perbuatan Kyuhyun.

Kyuhyun mulai menekan bibirnya semakin dalam, mencoba melumat perlahan bibir manis Jaeri. Tangannya mendekap erat tubuh Jaeri yang ada dihadapannya. Sementara Jaeri, masih menormalkan keadaannya yang seperti tak menapak dalam tanah. Ia ikut terhanyut dalam ciuman itu dan memegang bahu Kyuhyun, sedikit membalas ciuman Kyuhyun. Dimiringkannya kepalanya mencari posisi terbaik mengikuti irama ciuman mereka. Kyuhyun terlihat semakin menuntut, ciuman yang tadi hanya biasa saja kini mulai terasa berbeda karena Kyuhyun mendorong mulut Jaeri, mencoba memasukkan lidahnya kedalam sana. Jaeri yang sudah tenggelam dalam ciuman itu membukan sedikit bibirnya dan membuat lidah Kyuhyun langsung menerobos kedalam bibirnya, mengabsen setiap deretan bibirnya, saling membelitkan kedua lidah mereka dan berbagi saliva. Decakan decakan romantis mendominasi situasi disana. Matahari pun tenggelam, bersamaan dengan peraduan dari dua insan yang tengah berciuman itu. French Kiss yang indah diwaktu senja..

 

 

TBC

 

Maaf jika :

 

– Feel gak dapet

– Alur trllu rapet

– Cerita merayep (?)

 

Maaf adegan kisseu.a kurang memuaskan , karena sy jga belum pernah. Jadi gatau kyk gmana rasanya #plaak

sy hny skdar liat2 di ff2 lain.

dan maaf banget cerita gak memuaskan ! sumpah ini udah dua kali edit dan udah mau tamat.. KOMPUTER MATI !

nyesek gaa ??

Capeeee T__T

Jadi.. yah seadanya aja. Dan mohon maaf saya belum bisa meningkatkan kualitas FF saya. Karena saya juga ,asih belajar dan yah.. butuh proses kan ? hehe

 

Sekali lagi mianhae, dan gomawo untuk semua :*

gomawo utk min Jea yang udh bntu post ff sy :*

Advertisements

5 thoughts on “[Series/Kyuhyun] Strange Marriage Part 6

  1. Waaaah kyeopta uri oppadeul benar2 hebat bisa nyatuin mereka dan tau bagaimana u/k membuat mereka dekat… Jadi iri sma Jaeri yg begitu bnyak dpat perhtian.. #keep writting 🙂

  2. Waaahhhh kisseu nya bener” romantis deh >.<
    perlakuan kyuhyun ke jaeri itu bikin aq deg deg ser , kkkkkk
    eyy gomawp oppadeul uda bantuin kyuhyun *pkegwlebay , haaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s