SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 8]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART  8]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin OC

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi OC
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend) OC
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE ! but cho kyuhyun milik Tuhan,Ortu n SM. Han soo jin milik author^^ kekekek Don’t bashing because this all just fiction

Saya ga tau mau ngucapin apa lagi selain terima kasih karna respon readers semua yang menurut saya luar biasa(?) pda part sebelumnya^^.saya ga mau muna jujur saya ngakak baca komentar2 kalian smw ckckckc . yaseungdah kita lanjut ke cerita aja yaw

Part 8

——————————————————-Happy Reading———————————————————-

 

 

Kyuhyun POV

Setelah melakukan itu padanya aku langsung beralih ke belakang, mengunci diriku di dalam kamar mandi. Hah ! lagi-lagi aku tak dapat mengendalikan diriku, bodoh! Aku sendiri yang salah memancing lebih dulu. Ku acak-acak rambut ku tidak habis fikir dengan yang sudah ku lakukan, jika terus-terusan begini tidak mungkin aku tak akan jatuh cinta padanya suatu hari nanti. Tangan ku bergerak memencet keran air lalu membasuhkan air yang terkumpul di tangan ke wajah ku, aku menatap lekat-lekat wajah ku sendiri dari kaca westafel.

“hyemi…..bagaimana kabar mu sekarang?”

Entahlah setiap kali bercermin melihat pada wajah ku sendiri yang ada di benak ku adalah yeoja itu, yeoja yang meninggalkan ku. Aku benar-benar pecundang setelah berhasil mencium istri ku sendiri aku malah memikirkan yeoja lain, cho kyuhyun kau brengsek. Aku tak tahu apa yang ada di fikiran soojin setelah aku menciumnya tadi, jangan sampai ia berfikiran kalau aku mencintai nya. Itu hanya akan membuatnya sakit hati. Atau ia marah pada ku? Karna aku telah lancang melakukan hal tadi padanya? Aishh kepala ku ingin meledak sekarang juga. Apa yang harus ku lakukan bila menemuinya setelah keluar dari dalam sini.

Ku harap soojin tidak berfikiran yang tidak-tidak, ini akan baik-baik saja. Ku langkahkan kaki ku keluar dari kamar mandi, aku melihat ke ruang tengah ia sudah tidak ada. Kemana soojin? Aku baru akan membuka pintu kamar tapi pintu itu telah lebih dulu terbuka dan nyaris membentur hidung ku. Aku melihatnya telah berpakaian rapi tapi masih dengan tampang kikuk dan sedikit salah tingkah.

“kau mau kemana?” tanya ku seadanya

“aku ingin mengunjungi shin ahjuma, sudah lama aku tidak kesana” ia meremas-remas tali tas yang menggantung di sisi tubuhnya,  gugup? Kenapa tak berani menatap pada mata ku

“biar ku antarkan” seru ku

“ah tidak perlu, aku bisa sendiri” ucapnya memotong perkataan ku

“ lagi pula rumah shin ahjuma hanya beberapa blok dari sini” sambungny lagi yang ta mendengar persetujuan dari ku

Tidak ada salahnya ku biarkan kali ini ia pergi sendiri, oh iya aku juga baru ingat hari ini aku harus ke studio photo untuk perkenalan diri karna besok aku sudah mulai kerja disana sebagai photographer.

“ya sudah, hati-hati di jalan” ucap ku padanya, cara bicara kami sangat terdengar aneh seolah-olah tak ada yang terjadi sebelum ini, ku harap ia tidak menganggap serius ciuman tadi. aku mengantarnya hingga pintu, sedikit melambai ketika ia mengangkat tangannya setelah sampai di dekat pagar. Aku harus segera mandi dan pergi menemui hyukjae

Author POV

Sudah berlalu  3 minggu sejak saat itu, sampai hari ini hubungan kyuhyun dan soojin masih berjalan lancar. Mereka saling mengerti, tidak pernah memaksa satu sama lain dan yang terpenting keduanya saling menghormati . Sikap lembut kyuhyun juga tak berkurang selama 3 minggu ini bahkan ia lebih protektiv pada calon ibu anaknya itu meski perlakuannya itu belum di dasari cinta melainkan karna rasa tanggung jawab.

“kau pulang jam berapa hari ini?” soojin berucap sambil membersihkan piring sisa sarapan pagi dirinya,kyuhyun dan jino

“aku tidak tahu, itu tergantung pemotretan hari ini” kyuhyun meneguk air putih selesai menghabiskan sarapan

“apa kau tidak merasa lelah sehabis kuliah kau langsung bekerja? Tadi malam saja kau pulang tengah malam”

“tidak,aku senang melakukannya” kyuhyun tersenyum

“apa kuliah mu lancar?” tanya soojin lagi, sejak hamil sepertinya tingkat keingintahuan soojin semakin tinggi. Sejak awal sarapan tadi ia tidak berhenti bertanya-tanya dan kyuhyun hanya menanggapinya dengan sabar =,=

“ne, kuliah ku baik-baik saja” ujar kyuhyun

“jino-ah apa kau sudah selesai?? Hyung ada kuliah pagi,cepatlah!” ucap kyuhyun dengan suara sedikit keras agar jino yang sedari tadi bersolek ria di kamarnya cepat keluar.

Jino akhirnya keluar setelah bertapa (?) sekian lamanya di kamar, entah untuk apa ia melakukan itu. Mungkin juga untuk menggaet yeoja-yeoja di sekolahnya  karna ia percaya diri sekali dirinya itu tampan dan mempesona -_____-“

“hati-hati di jalan” soojin

“ah hyung kau lupa sesuatu?” jino mengerinyitkan dahinya seolah berpikir

“apa?” sahut kyuhyun

“hyung tidak mencium noona?” tanya jino sok polos

“hehehe aku bercanda, hyung sedang terburu-buru kan. Jadi ayo pergi, umm noona nanti saja ya ciumannya” goda jino sebelum kyuhyun sempat menjawab

“yak ! siapa juga yang minta di cium” sungut soojin gengsi-gengsian

“jangan menunggu ku nanti malam, tidurnya saja duluan” pesan kyuhyun sebelum mendaratkan sebuah ciuman di pangkal kepala soojin membuat pipi yeoja itu merona seketika. Belum sempat ia melampiaskan keterkejutannya jino sudah menarik kyuhyun untuk segera menjalankan mobil dan pergi

“aish” desis soojin

Hari ini soojin tidak ada kegiatan sudah tiga minggu keadaan ini berlansung membuatnya sungguh bosan seorang diri di rumah. Seluruh bagian rumah telah bersih tidak ada yang perlu di bersihkan lagi untuk sekedar menyibukkan diri. Karna soojin sangat telaten merawat rumahnya sebab dari ia kecil mendiang ayahnya sangat menekan kan kebersihan. Bayangan seseorang melintas di kepalanya ia beranjak mencai ponsel dan menelepon seseorang.

TUUT TUUUT TUUUUUT  sambungan telepon itu mati

Soojin melepaskan nafas beratnya, sudah tiga minggu ini ia tak bertemu ryeowook bahkan mendengar kabarnya saja tidak. Yeoja ini tidak tahu ia harus mencari ryeowook kemana karna ia tidak tau dimana namja itu tinggal setelah kepulangannya ke seoul beberapa waktu lalu. Hyerin? Tidak mungkin soojin mengganggu hyerin sekarang karna yeoja itu pasti sedang kuliah. Akhirnya ia memutuskan melepon shin ahjuma

“yeoboseyo, apakah ahjuma sekarang di rumah?”soojin memulai percakapan

“………………………………….”

“nde…aku kesana sekarang” ucap soojin lagi setelah itu ia mematikan ponselnya. Hari ini ia akan ke rumah shin ahjuma lagi

Soojin POV

“annyeonghaseyo” ku pencet bel rumah ini, tak lama menunggu pintu akhirnya terbuka diikuti kemunculan seorang wanita tua dari balik pintu, ia shin ahjuma.

“aishh kenapa aku selalu merasa merindukan mu…” sambut ahjuma terdengar senang ketika melihat ku. Ia langsung membawa ku ke dalam pelukannya

“ayo kita duduk” ahjuma menarik tangan ku agar duduk di kursi

“nde, ahjuma terlihat senang sekali?” tanya ku, ia masih menggenggam erat tangan ku

“apakah begitu terlihat? Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu” ucap ahjuma dengan wajah berbinar-binar, sepertinya ada kabar baik yang menanti

“jinjja, apa itu?” tanya ku antusias

“hyemi melakukan pengobatannya dengan baik, terapinya berjalan lancar” ujar ahjuma kegirangan

“Omo ahjuma aku senang sekali” jerit ku seraya memeluk ahjuma

“itu berarti hyemi akan pulang sebentar lagi kan?” tanya ku masih memeluk ahjuma erat-erat

“ne…mungkin 4 bulan lagi ia akan kembali”

Ada perasaan bahagia menyelimui ku tetapi ada perasaan sedih menyelimuti ku di saat bersamaan

“apakah hyemi tahu aku sudah menikah dan sekarang mengandung?” tanya ku ragu-ragu

“tidak, ahjuma belum memberitahunya. Biarkan ini menjadi kejutan untuknya setelah kembali ke korea. Kemarin hyemi menelepon dan menanyakan kabarmu “

Aku senang sekali mendengar itu, hyemi memang tidak pernah melupakan ku. Aku tersenyum bahagia sekarang

“ah jin-a bisa kau bantu ahjuma membersihkan lemari hyemi? Pembantu di rumah ini sedang sakit, jadi hari ini ia tidak bekerja”

“geuroum, ayo ahjuma” kami pun beranjak ke kamar hyemi

Author POV

“kau tidak perlu cemas, ahjuma hanya minta mu duduk disini menemani ku membersihkan ini semua, kau tidak perlu ikut bekerja. Ibu hamil tidak boleh kelelahan nanti suamimmu marah”

“tidah perlu begitu ahjuma, aku masih kuat bekerja” soojin pura-pura merajuk, ia tidak suka di perlakukan seperti yeoja hamil yang lemah. Menurutnya ini menggelikan

“terserah apa kata mu, kau duduk di kasur saja,ne? Cukup perhatikan ahjuma saja” shin ahjuma menuntun soojin duduk di kasur hyemi,soojin menurut saja.

“aigoo aku lupa, ahjuma ke belakang sebentar. Tadi ahjuma memanaskan makanan” ucap shin ahjuma menghentikan aktivitasnya membongkar lemari pakaian hyemi

“biar aku saja yang melihat ke belakang” tanggap soojin

“tidak kau disini saja, biar ahjuma yang ke belakang. Setelah ini kita makan” shin ahjuma langsung berjalan ke dapur, soojin masih mengamati sekitarnya. Ia kemudian beranjak turun dari kasur mendekati lemari hyemi bermaksud membantu menyelesaikan tugas shin ahjuma yang terbengkalai karna harus melihat makanan ke dapur.

“huh hyemi-ah baju mu banyak sekali” gumam soojin sembari melipat baju-baju tersebut, soojin terus melipat pakaian-pakaian yang di temuinya hingga matanya tertarik pada suatu benda. Tangannya terulur mengambil benda yang tak lain adalah buku. Buku? Tidak ini bukan sekedar buku, covernya sangat tebal berwarna biru muda dengan gambar hati dimana-mana

“diary?” ucap soojin dengan suara kecil

Entah dorongan nekat dari mana ia membuka diary tersebut, ia tahu sikapnya ini sungguh lancang tetapi rasa penasarannya juga tak mampu di hilangkan sampai-sampai ia berani membuka diary hyemi. Tertulis di lembaran pertama ‘memories of you in jeju’, lembar berikutnya terdapat beberapa bait kalimat terangkai indah menggambarkan bagaimana perasaan hyemi saat bertemu pertama kali dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta. Berlanjut ke lembar berikutnya menceritakan saat-saat hyemi berkenalan secara tak sengaja dengan namja yang di sukainya hingga bagaimana romantisnya sang namja menyatakan perasaannya pada hyemi. Sedikit tercetus keirian di hati soojin ketika membaca itu karna ia tak pernah mengalami apa yang dialami hyemi sahabatnya.

Di sana juga tertulis betapa berwarnya hidup hyemi setelah mengenal namja itu di hidupnya. Bahkan ketika suatu hari ia divonis menderita leukimia oleh dokter, yeoja itu masih tetap tegar dan mampu tersenyum karna yang di butuhkannya hanya namja itu berada di sisinya. Maka apapun yang terjadi hyemi akan melaluinya demi sang namja. Soojin sedikit terhenyak ketika matanya menemukan barisan tulisan yang menjelaskan perasaan hyemi ketika ia di tolak mentah-mentah oleh ibu namjachingunya karna penyakit yang menggorogoti tubuhnya saat itu. Namun soojin kembali tersenyum saat tahu namja itu, namja yang mencintai sahabatnya begitu melindungi mati-matian hubungannya dengan hyemi walau akhirnya hyemi dan kekasihnya itu harus berpisah karna hyemi harus berobat ke paris

“hyemi kau beruntung bertemu namja sepertinya” ucap soojin lirih

Ia membalik lembar demi lambar diary itu sampai terhenti pada sebuah lembaran

“Cinta ku mungkin tak sesempurna cinta yang lain

Aku sakit tapi aku masih mampu mencintaimu segenap hati ku

Bagaimana caranya mengungkapkan perasaan ini?

Perasaan tulus ku untuk mu yang sering di salah artikan oleh yang lain

Aku tidak tuli untuk mendengar ocehan mereka yang mengatakan aku hanya memanfaatkanmu

Karna penyakit ku

Aku egois karna membiarkan mu mencintai yeoja penyakitan seperti ku

Seharusnya kau memilih yang lebih baik dari ku

Kau mungkin bisa menemukan cinta lain yang lebih dari ku

Tapi tidak untukku aku terlalu mencintai mu

Namja yang masih saja memperjuangkan yeoja jelek dan sakit seperti diriku

Jadi bagaimana mungkin aku dapat melepaskan mu

Yang begitu tulus mencintai ku tanpa menuntut lebih

Cho kyuhyun yang selalu marah jika aku melakukan sedikt saja kecerobohan yang membahayakan diri ku

Cho kyuhyun yang selalu mengomeli ku jika lupa pesannya yang menyuruhku untuk meminum obat

Cho kyuhyun yang berani melawan ibunya demi diri ku

Dan cho kyuhyun yang marah besar saat aku mengatakan ingin mengakhiri hubungan ini mengingat ibunya yang tak memberi restu

Saranghae~

“Cho..cho…kyuhyun” Mata soojin melotot membaca nama di akhir kalimat tersebut, apa yang salah dengan penglihatannya? Berkali-kali ia menyentuh nama yang tertulis di buku tersebut namun tetap saja yang tertulis disana adalah ‘cho kyuhyun’ nama namja yang kini menjadi suaminya. Ia menggeleng-geleng, ia tidak ingin mempercayai ini. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

“tidak, nama cho kyuhyun tidak hanya satu di negara ini” soojin mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mencoba membalikkan fakta, tapi tetap hal ini seakan menghantamnya sangat keras, menjatuhkannya ke jurang yang lebih dalam. Ia tak menyangka semua kebahagiaan yang di alaminya kemarin akan di bayar dengan kepahitan sedalam ini. Tidak terasa air mata merembes dari matanya, ia mencengkeram kuat diary yang berhasil mengoyak hatinya itu. Betapa jahatnya dirinya sebagai sahabat, ia menikahi kekasih sahabatnya sendiri. Kata-kata di diary hyemi seakan menjadi pemicu ingatannya pada malam ‘itu’ ketika kyuhyun tanpa sadar menyebut sebuah nama . Ya nama itu! Soojin baru bisa mengingatnya bahwa kyuhyun menyebut nama Hyemi kala itu dan percakapan singkatnya dengan kyuhyun di malam terburuk itu sebelum sampai di rumahnya

“aku benci di tinggalkan”

“siapa yang meninggalkanmu?”

“jangan tinggalkan aku”

(ingat part 1 kan kan kan? #maksa)

Sebaris demi sebaris percakapan mereka malam itu teringat lagi oleh soojin. Ia semakin menggeleng-geleng keras

“soojin, kita makan dulu” itu suara shin ahjuma yang terdengar mendekat. Cepat-cepat yeoja ini memasukkan diary itu ke dalam tasnya, ia belum sanggup membiarkan ibu dari yeoja yang kekasihnya telah di rebut oleh dirinya itu mengetahui kebenaran ini. Kenyataan terburuk yang di takutinya adalah shin ahjuma akan membencinya. Soojin berniat menyembunyikan diary itu!

“ne…aku kesana sekarang” soojin menghapus air mata yang tadi sempat jatuh, tubuhnya tersasa limbung tak kuat menopang tubuhnya. Tapi ia berusaha tegar

“gwenchana? Wajahmu pucat soojin-a” shin ahjuma menempelkan punggung tangannya di dahi soojin yang telah basah oleh keringat itu

“aniya…aku baik-baik saja” sangkal soojin mencoba tersenyum

“apa perlu ku panggilkan kyuhyun agar menjemputmu?” tanya shin ahjuma, ia merasa ada yang tidak beres dengan soojin

“shireo! Aku..aku bisa pulang sendiri” jawab soojin cepat, sungguh kyuhyun adalah orang yang sangat  tidak ingin di lihatnya untuk saat sekarang

DRRRRRRRRTTT

Soojin merogoh tasnya merasa ponselnya bergetar panjang

“yeoboseyo?” sapa soojin

“apakah ini dengan nona Han Soojin?” tanya orang di seberang sana

“ne,,,Han Soojin imnida, ada perlu apa?”

“ini dari pihak rumah sakit, seorang pasien yang di rawat disini meminta kami menghubungi anda”

“nde? Nuguya?” tanya soojin was-was

“Tuan Kim Ryeowook”

“Mwo??? Apa yang terjadi dengannya?” soojin membulatkan matanya, ia kaget bukan main

“Tuan Kim mengalami kecelakaan, sebaiknya anda segera kemari nanti kami jelaskan secara rinci”

“ah nde, kamsahamnida” soojin mematikan teleponnya ia beralih memandang shin ahjuma

“aku pergi sebentar, teman ku mendapat kecelakaan” jelas soojin

“tapi kau terlihat tak sehat soojin-a,lebih besok saja melihat teman mu itu”

“tidak bisa ahjuma, ini sangat penting” yeoja ini bersikukuh ingin pergi

“kau sama keras kepalanya dengan hyemi,pergilah ! hati-hati” ucap shin ahjuma sedikit kecewa

Kyuhyun POV

Hari ini aku sedang di dalam perjalanan menuju tempat pemotretan yang dikatakan pamannya hyukjae,choi ahjushi. Tapi sebelumnya aku menjemput hyukjae dulu di rumahnya, katanya ada sedikit masalah higga ia menyuruhku menjemputnya. Apapun untuk mu monkey-ah, kau sudah banya membantu ku!

TIIIIN TIIIN

Sudah beberapa kali ku pencet  klakson mobil ku sebagai pemberitahuan pada hyukjae bahwa aku telah datang namun ia belum juga keluar. akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke rumah hyukjae, awas saja kalau dia masih tidur.

“ya eomma! Aku tidak mauuuu jangan memaksa ku”

“eomma bilang harus ya harus”

“tapi bakat ku tidak di sana eomma-yaaaaa” aku mendengar suara hyukjae merengek, bahkan terdengar hampir menangis. Ada masalah apa lagi dia dengan ibunya, mereka sepertinya tak sadar dengan kehadiran ku. Aku pun berdehem kecil

“ehm”

“uwaa kyu-ah eomma memaksa ku masuk universitas kedokteran” namja ini langsung bergelayut di lengan ku. Aku memandangnya cengo, apa? Kedokteran?

“Ya! Kenapa ekspresimu sedatar itu, bantu aku” teriak hyukjae di telinga ku

“berhenti bersikap bodoh seperti itu, kau tidak malu menangis di depan kyuhyun ha. Berapa umurmu?” eomma hyukjae menarik putranya dari ku

“aishh eomma aku masih ingin menjadi photographer” isak hyukjae tersedu-sedu(?)

“kau pikir setelah menikah dengan hyerin nanti kau bisa memberinya makan hanya dengan bekerja sebagai photographer? Bagaimana dengan anak kalian nanti? Sadar lah hyukjae dunia sekarang sangat keras, kau perlu kehidupan yang mapan!!”

Author POV

“kau pikir setelah menikah dengan hyerin nanti kau bisa memberinya makan hanya dengan bekerja sebagai photographer? Bagaimana dengan anak kalian nanti? Sadar lah hyukjae dunia sekarang sangat keras, kau perlu kehidupan yang mapan!!”  oceh ibu hyukjae tanpa titik koma! Kyuhyun terdiam mendengar itu, kata-kata itu terlalu meresap di benaknya. Semua yang di katakan ibu hyukjae seolah menggambarkan situasinya saat ini ! perasaan senang yang baru hinggap beberapa saat lalu sekarang berganti dengan kekhawatiran. Bagaimana ia menghidupi soojin? Anaknya yang segera lahir? Belum lagi ia harus melanjutkan kuliahnya. Seketika ucapan mengerikan ayahnya beberapa hari lalu terngiang kembali. Ayahnya pasti akan berusaha membuatnya meninggalkan soojin bila keadaan terus-terusan begini. Ia tak ingin menyakiti yeoja itu.

“eommaaa…..aku sangat menyukai menjadi photographer” rengekan hyukjae kembali menyadarkan kyuhyun yang sempat terbuai oleh lamunannya tadi

“begini saja, eomma memperbolehkan mu bekerja sebagai photographer tapi hanya part time. Tapi kau harus belajar yang benar di kedokteran, arra? Jika nilai mu jelek lihat saja apa yang akan ku lakukan”

“apa?” seru hyukjae

“ku nikahkan kau saat itu juga dengan hyerin” sahut eomma ketus

“Ya! Eomma!” teriak hyukjae

Sementara kyuhyun namja itu masih membisu, raut wajahnya sangat tak enak di pandang

“kyuhyun-ah kau baik-baik saja? Bagaimana kabarmu sekarang? Kau ambil jurusan apa di universitas? Kau kan anak pintar sangat berbeda dengan uri (kami) hyukjae” ujar Ny lee itu tanpa rasa bersalah pada putranya yang kini menatapnya seraya memonyongkan bibir

“salah apa diri ku sehingga memiliki eomma sebegini kejam pada putarnya” sindir hyukjae berbisik entah pada siapa

“Ya! Ya! Ya! Bicara apa kau?” gertak Ny lee yang ternyata mendengar sindiran putra tampan(?) nya itu

“ah…ani…ani…” hyukjae mengibas-ngibaskan kedua tangannya, ia takut di telan hidup-hidup oleh sang eomma

“ah kabar ku baik-baik saja ahjuma, ahjuma bagaimana?” tanya kyuhyun sopan

“aku? Aku selalu di buat pusing oleh hyukkie” kekeh Ny lee, bagaimana tidak hyukjae semakin menekuk wajahnya setiap kali mendengar eommanya buka suara

“aku pulang, kyuhyun-ah tolong awasi hyukjae jika ia main serong dengan yeoja lain. Dia sudah ku jodohkan dengan hyerin” ibu hyukjae pun pergi dari sana. Kyuhyun melirik hyukjae

“hyerin? Siapa itu?”

“aigoo kau masih bertanya, kau kan mengenal hyerin” gerutu hyukjae

“park hyerin teman soojin???” tebak kyuhyun

“ne..ne..yeoja nenek lampir teman istri mu” balas hyukjae sembari mengambil jaketnya

“kajja” ajak hyukjae, ia menarik kyuhyun keluar dari rumah itu

***

#Paris_@hospital#

“congratulations miss shin, your therapy is very smooth. It’s helpful for your recovery, god bless you (selamat nona shin, terapi mu sangat lancar. Ini sangat membentu penyembuhan mu, tuhan memberkati mu)” ujar seorang dokter berkulit putih kemerah-merahan  pada pasiennya yang berkebangsaan korea

“thank you doctor, I’m very glad to hear it  (terima kasih dokter, aku sangat senang mendengar itu)” balas gadis manis yang menjadi pasien tersebut

“time seems to speed up the return you will be given the conditions that you are getting better (sepertinya waktu pemulangan mu akan di percepat mengingat kondisi mu yang semakin hari semakin membaik)”

“is it true? Oh god thank you (benarkah? Ya tuhan terima kasih)” sahut yeoja bermaga shin itu tersenyum sumringah

“yes, it’s all thanks to your efforts and prayers to the gods  (ya, ini semua berkat usaha dan do’a mu pada tuhan)” jawab sang dokter bijaksana

Soojin POV

“kim ryeowook pasien tabrakan ada di ruangan berapa?” tanya ku pada suster yang menjaga meja resepsionis

“Tuan kim di rawat di kamar 103”

“kamsahamnida” dengan sangat tergesa-gesa aku mancari ruangan tempat wookie di rawat, kenapa aku sampai tidak tahu keadaannya. Hah soojin babo beberapa hari ini aku melupakannya.

KREEEK

Aku membuka pintu bernomor 103 ini, disana aku melihat seorang dokter dan beberapa suster memeriksa keadaan namja yang saat ini ku cemaskan. Aku menunduk hormat ketika dokter dan suster berjalan melewati ku, mereka juga melakukan hal yang sama. Dan sekarang tinggallah aku berdua dengan wookie. Ia memandang ku lemas, kepalanya di balut perban, ada beberapa luka goresan di sekitar wajah nya. Ya tuhan, kenapa aku begini bodoh sampai-sampai tidak tahu ia kecelakaan. Aku berjalan perlahan mendekati tempat tidurnya, ia hanya menatap ku diam. Apa yang harus ku katakan? Menanyakan keadaannya? Itu pertanyaan bodoh. Untuk apalagi aku bertanya jika keadaannya jelas-jelas di depan mata ku sekarang.

“kau datang?” akhirnya ia buka suara juga, aku mendesah lega

“tentu saja” jawab ku dengan tersenyum kecil

“bagaimana keadaan mu? Apa kau baik-baik saja?” sebenarnya namja seperti apa dia? Keadaannya kritis begini masih menanyakan ku? Aku benar-benar merasa bersalah atas apa yang menimpanya

“khawatirkan saja diri mu,aku sehat” jawab ku singkat

“mendekatlah” ia menyuruhkan mendekat kesana. Tanpa pikir panjang aku langsung memenuhi permintaannya

GREEEP

Astaga wookie memlelukku, posisinya saat ini sedang duduk dengan aku yang berdiri di sampingnya. Kepalanya tepat berada di perut ku. Kenapa sikapnya jadi begini, aku bingung apakah aku harus membalasnya atau malah menolak. Aku takut ia marah bila aku menolak walau aku tahu wookie tak pernah sekalipun marah pada ku. Jika ia sedang marah ia hanya mendiamkan ku, dia tidak pernah membantak ku. Aku berdiam diri tak melakukan apapun..

“bogosipheo” ujarnya pelan tapi masih cukup terdengar oleh ku

“ne,aku disini” jawab ku

“kau tidak marah kan?”

“marah untuk apa?” kenapa ia bertanya begitu, harusnya aku yang bertanya seperti itu padanya

“karna aku melakukan ini padamu”

“ani…aku tidak marah” kepalaku menggeleng walau ia tak melihatnya

Perlahan ia melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang ku dan duduk seperti posisi semula, ia mulai menatap ku seolah menuntut sesuatu

“kenapa kau tidak mengangkat telepon ku pagi itu? 3 minggu yang lalu sebelum aku kecelakaan?” tanya nya membuang pandangan ke sudut ruangan.

Author POV

“Telepon? 3 minggu ynag lalu?” batin soojin bertanya-tanya, karna memang ia tak merasa ada telepon dari ryeowook. Mengingat kata pagi seketika bayangan sewaktu kyuhyun menciumnya di pagi hari kembali berputar-putar di otak nya. Beriringan dengan bayangan itu masalah diary hyemi juga kembali menghantuinya. Mendadak kepalanya soojin terasa sangat berat saat bayangan setumpuk masalah yang siap menantinya setelah ini.

“kau kenapa?” tanya ryeowook ketika ia merasakan perubahan yeoja itu,soojin terlihat tak baik dimatanya

“gwenchana” jawab soojin, tidak mungkin ia menceritakan masalahnya pada ryeowook. Tapi ryeowook seakan tak percaya.

“apakah terjadi sesuatu pada mu?” selidik ryeowook lagi

“tidak ada,sungguh”

“kau berbohong! Aku tahu itu” reflek ryeowook menarik tangan yeoja ini, cukup keras membuat soojin bergidik

“sudah ku bilang aku baik-baik saja” soojin sudah tak tahan, ia menghempaskan tangan ryeowook dan berlari dari tempat itu sejauh mungkin. Sepeninggal soojin ryeowook tak mengeluarkan sepatah kata pun, ia yakin soojin pasti sedang dalam suatu masalah. Ia menjambak rambutnya sendiri dan menggerutu pelan. Jika bukan karna kondisinya sekarang mungkin ia sudah mengejar soojin ke luar sana. Ryowook saat itu terluka parah, seminggu ia tidak sadarkan diri. Sudah 3 minggu pula ia di rawat. 2 minggu setelah kesadarannya belum cukup memulihkan keadaannnya .

Soojin POV

Secepatnya aku ingin pergi dari tempat ini, aku ingin pulang. Aku ingin melepaskan semua beban ku, Bagaimana jika hyemi nanti pulang. Apa yang harus ku lakukan, apakah aku harus meminta maaf padanya? Ku rasa itu takkan cukup. Lalu bagaimana, melepaskan kyuhyun? Jika aku melakukan itu lalu apa yang harus ku lakukan pada anakku, bagaimana dengan nasibnya nanti jika tanpa seorang ayah?

Ketika kaki ku baru keluar dari taxi, aku dengan cepat berlari sekencang mungkin ke dalam rumah. syukurlah kyuhyun maupun jino tidak ada di rumah. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung berjalan ke kamar ku. Membuka lemari dan membongkarnya mencari tempat terpencil, seaman mungkin di dalam lemari ini. Untuk apa aku melakukan ini? Tentu saja untuk menyembunyikan diary hyemi. Aku gila. Ya, aku tidak ingin siapapun tahu tentang kebenaran ini. Setidaknya biarkan aku bahagia sebelum kepulangan hyemi nanti. Biarkan anak di perut ku merasakan kasih sayang ayahnya meskipun ia belum lahir ke dunia. Yang ku lakukan ini benar-benar di luar akal sehat. Aku mencuri diary sahabat ku sendiri dan menyembunyikannya hanya untuk kegoisan ku. Tapi aku benar-benar frustasi aku tidak tahu harus melakukan apa lagi dan aku juga tidak bisa berbagi mengenai masalah ini kepada siapa pun. Akhirnya aku menemukan tempat yang menurut ku cukup aman untuk menyembunyikan benda yang sebentar lagi akan menjadi malapetaka bagi ku ini. Aku memasukkan lagi baju yang tadi ku bongkar dengan acak-acakan dan menutup pintu lemari tersebut rapat-rapat. Kaki terasa lemas tidak sanggup lagi menopang berat tubuh ku hingga akhirnya tubuh ku merosot ke lantai. Air mata yang ku tahan telah berhasil memberontak keluar, dadaku sesak. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. Hati ku seakan di iris sembilu tajam, sangat sakit. A

“appa dulu hidup ku tidak serumit ini, sekarang sangat sulit rasanya tanpa kehadiran mu” aku bicara seorang diri sambil menatap ke sekliling kamar ku ini seolah mencari-cari dimana ayah ku kini berada. Tapi aku tidak menemukannya, gerakan bola mata ku berhenti ketika menangkap sebuah benda. Benda yang cukup asing bagi ku, karena benda itu tergolong benda milik pribadi seseoarng. Sebuah dompet, dompet kyuhyun?. Sungguh yang ada di otak ku sekarang adalah kata-kata yang ada di dalam diary hyemi. Ku usap air mata ku lalu perlahan berjalan mendekat ke laci di samping tempat tidur ku. Di atas laci itulah dompet kyuhyun tergeletak begitu saja. Tangan ku mulai merabanya tak lama setelah itu, dompet itu telah berada di tangan ku. Apa yang ku harap dari benda ini? Sebuah bukti? Bukti yang akan memperjelas semuanya. Tapi aku sendiri tidak tahu bukti seperti apa itu. Yang jelas aku hanya mengikuti naluri ku. Pikiran ku berkecamuk, rasa penasaran itu terus mengusik ku hingga mendorong ku melakukan hal ini. Sesaat aku mengehla nafas panjang, di detik ini aku masih berharap bahwa Cho Kyuhyun kekasih sahabat ku bukanlah Cho kyuhyun Suamiku. Aku membukanya, di saat itu juga dompet itu terjatuh dari tangan ku. Tidak ada hal yang dapat menggambarkan betapa hancurnya hati ku. Aku melihat foto yang di dalamnya terlihat kyuhyun merangkul hyemi dan latarnya persis di pulau jeju tepat sekali dengan yang ada di dalam diary hyemi ‘memories of you in jeju’. Kesekian kalinya air mata ku tumpah ruah, kenapa rasanya sangat sakit. Perut ku mual lagi, apakah bayi ku baik-baik saja. Apakah ia juga merasakan apa yang di rasakan ibunya sekarang. Samar-samar aku mendengar suara pintu terbuka, siapa yang datang. Jangan –jangan kyuhyu mungkin juga jino. tidak ada yang boleh tahu tentang ini semua. Aku kembali memungut dompet kyuhyun yang terjatuh di lantai dan meletakkannya lagi di atas laci. Semoga saja ia tidak curiga.

Author POV

Soojin naik ke atas tempat tidur dan bersembunyi di balik selimut seolah tidak terjadi sesuatu. Hatinya sangat tidak tenang ia takut dengan semua kemungkinan yang terjadi setelah ini. Suara langkah kaki makin terdengar jelas di telinga soojin, itu berati kyuhyun juga akan masuk ke kamar ini sebentar lagi. Pintu kamar terbuka dan kyuhyun masuk , sebelah alisnya terangkat melihat gundukan di atas tempat tidur. Kyuhyun berjalan ke ranjangnya lalu membuka selimut itu sabatas leher soojin

“kenapa siang-siang begini tidur?” tanya kyuhyun lalu kemudian duduk di tepian ranjang

“apakah ada larangan untuk tidur siang?” sahut soojin kembali membuka mata namun enggan menatap kyuhyun

“maksud ku bukan begitu, tidak biasanya kau tidur siang”

“aku hanya ingin tidur saja” jawab soojin, ia meremas ujung bajunya dari balik selimut menekan perasaannya yang kini membuncah

(Author : readers di bagian ini silahkan memutar lagu Storm-Suju,kalau ga ada silahkan putar lagu lain yang menurut kalian pas dengan moment ini^^)

“oh ya sudah aku tidak akan mengganggu mu, aku pulang sebentar hanya untuk mengambil dompet ku yang ketinggalan” ujar kyuhyun, ia kemudian berdiri mengambil dompetnya di atas laci setelah itu melangkah lagi hendak  keluar. Tetapi  di luar pemikiran kyuhyun tiba-tiba soojin bangun dari tidurnya  menarik tangan kyuhyun lalu memeluk namja ini,erat sekali.

“kau mau kemana?” tanya soojin dengan nada yang teramat sangat cemas seakan kyuhyun akan pergi meninggalkannya, pergi menjauh. Sebenarnya kyuhyun ingin bertanya kenapa yeoja ini memeluknya tiba-tiba namun itu bukanlah kata yang tepat untuk di utarakan di saat seperti ini karna kyuhyun dapat menangkap kegelisahan soojin.

“aku tidak kemana-mana, aku disini” jawab kyuhyun mencoba tenang. Setalah mendapat jawaban yang cukup melegakan itu soojin melepaskan pelukannya. kemudian menyesali perbuatannya barusan, tidak seharusnya ia bersikap begini. Kyuhyun menyibak poni yeoja itu lalu menempelkan punggung tangannya di sana

“kau demam? Apakah kau sakit? Kenapa tidak mengatakannya pada ku ??” tanya kyuhyun sedikit marah

“maafkan aku”

Kyuhyun makin bertambah bingung dengan ucapan soojin, ia semakin tak mengerti dengan yeoja di hadapannya itu.

“kau itu demam, kenapa minta maaf. Kau tidur saja aku akan memanggilkan dokter” kyuhyun tak menggubris permintaan maaf soojin. Namja ini berdiri ia sudah akan melangkahkan kaki lagi tapi lagi-lagi soojin menarik tangannya dan menggeleng pelan

“kau ini sebenarnya kenapa? Aku hanya mau menelepon dokter sebentar”

Soojin memandang sayu suaminya, matanya mulai berkaca-kaca sembari menggigit bibir bawahnya. Sebetulnya ia ingin mengatakan sesuatu pada kyuhyun tapi hati nuraninya seakan tak sependapat dengan itu. Alhasil ia hanya bisa menatap kyuhyun tanpa bisa berkata apa-apa sambil menangis.

Kyuhyun putus asa dengan sikap soojin, ia tidak tahu sebab istrinya itu menangis dan bersikap aneh begini. Kyuhyun duduk kembali ke tepi ranjang,sekarang berbalik ia yang menggenggam tangan soojin agar yeoja itu tidak ketakutan lagi. Di mata kyuhyun sekarang soojin nampak ketakutan.

“kau takut tinggal sendirian?” tanya kyuhyun melembut

Soojin menggeleng, air mata menganak sungai di kedua pipinya. Walaupun soojin berkata tidak dengan menggelengkan kepalanya tapi tetap saja kyuhyun berpendapat soojin takut di tinggal sendirian. Jika saja kyuhyun tahu alasan sebenarnya…

“kau sudah makan”

“belum”

“ku ambilkan makanan,ne?”

“shireo”

“ada apa dengan mu?? Aku pergi tidak boleh, makan juga tidak mau. Kau itu sakit tapi masih bersikeras” ucap kyuhyun tegas, hampir saja ia membentak jika saja ia tak dapat mengontrol emosinya

“aku tidak sakit, tidak perlu memanggil dokter” ujar soojin. Yang sakit itu bukanlah badan ataupun tubuhnya. Hatinya yang sakit hingga berpengaruh pada fisiknya di tambah lagi ia yang sedang mengandung. Sangat mudah bagi yeoja sepertinya jatuh sakit bila banyak beban dan berpikir.

“lalu kau mau apa,hm?” kyuhyun manghapus air mata di pipi soojin dengan ibu jarinya. Membuat air mata soojin semakin ingin keluar. Yeoja itu menjauhkan tangan kyuhyun dari wajahnya tak tahan dengan sikap baik kyuhyun yang semakin membuat perasaannya hancur tak menentu

Apakah melepaskan mu adalah jalan paling baik? Batin soojin bicara pada dirinya sendiri

“temani saja aku disini setidaknya sampai aku tertidur, setelah itu kau boleh pergi”  pinta soojin, perlahan tangisnya mulai mereda merasakan kehangatan kyuhyun padanya

“baiklah, aku akan menungguimu sampai kau tidur” kyuhyun tersenyum sekilas, dalam hati sebenarnya ia masih bertanya-tanya kenapa dengan soojin hari ini. Ia juga tidak mau memaksa yeoja itu bercerita padanya. Ia tahu jika di paksa soojin akan semakin bungkam, jadi lebih baik begini saja dulu. Kyuhyun naik ke sisi tempat tidur, ia ikut berbaring menelentang. Soojin juga menelentang,dalam hati ia ingin tidur menyamping menghadap kyuhyun. Tapi tubuhnya seolah tak bisa berkompromi dengannya.

“aku mengambil air dan handuk dulu ke dapur, kau tenang saja aku tidak akan pergi”

Soojin mengangguk, kyuhyun pergi ke dapur tidak butuh waktu lama ia kembali lagi dengan baskom kecil berisi air dan handuk kecil. Kyuhyun merendam handuk tersebut  lalu memerasnya sedikit dan terakhir meletakkannya di dahi soojin.

“gomawo” gumam soojin. Kyuhyun tak menjawab ia sibuk mencari tempat untuk meletakkan baskom berisi air tersebut. Soojin terus memperhatikan setiap gerak-gerik kyuhyun hingga kyuhyun kembali berbaring di atas ranjang bersamanya, takut namja itu akan pergi.

“nah tidurlah, setelah bangun nanti ku harap panasmu turun” kata kyuhyun lagi, ia merapat selimut soojin. Soojin berpikir tentu saja hyemi sangat mencintai kyuhyun, jika dulu kyuhyun selalu bersikap begini baik pada hyemi seperti yang dilakukan kyuhyun padanya saat ini.

“hmm” jawab soojin bergumam. Entah kenapa hatinya saat ini perih, ia juga tak mengerti kenapa begitu berat rasanya meninggalkan namja yang telah terlanjur menjadi suaminya itu. Perasaannya benar-benar kacau. Apa yang sebenarnya di rasakan yeoja ini terhadap kyuhyun hingga sulit baginya mengembalikan namja itu pada sahabatnya orang yang semestinya dicintai kyuhyun saat ini. Ia merasa telah mengambil paksa posisi hyemi, soojin merasa bersalah. Tapi bagaimana dengan nyawa yang kini tumbuh di perutnya itu. Apakah harus di besarkan seorang diri? Lagi-lagi air bening meluncur lagi dari kelopak matanya,miris.

Kyuhyuh menoleh ke samping melihat soojin, soojin yang merasa kyuhyun menolah padanya segera merapatkan matanya. Ia tidak ingin ada percakapan lagi yang akan semakin membuatnya merasa sulit. Kyuhyun memiringkan tubuhnya menghadap ke soojin

“kau menangis? Kenapa menangis terus?” kyuhyun membersihkan iar mata yang mengalir di pipi soojin

“berhenti bersikap baik padaku” gumam soojin yang tak di mengerti kyuhyun

“tidak apa-apa, jangan merasa takut lagi aku akan tidak akan pergi. Hari ini aku akan di rumah saja” jelas kyuhyun yang berusaha mengabaikan perkataan soojin barusan, jujur ia kecewa soojin berkata seperti itu. Entah kenapa hatinya sakit melihat keadaan soojin hari ini, yeoja itu terlihat sangat terpuruk. Soojin mengambil nafas ringan lalu mencoba untuk benar-benar tidur melupakan sejenak beban di kepalanya, kyuhyun juga mencoba merapatkan matanya meski hatinya belum tenang sebelum mengetahui penyebab soojin menangis.

Author POV

Seorang namja berusaha turun dari ranjang tidurnya ia mencoba melepas infus yang menancap di pergelangan tangan kirinya. Ia sedikit meringis ketika berhasil mencabut infus tersebut, di dalam ruangan bernuansa putih itu tak ada yang tahu dengan apa yang akan di lakukan namja ini. Ia menyambar jaketnya lalu lalu memakaikan ke tubuh nya. Ryeowook bersikeras ingin bertemu soojin, ia tidak bisa membiarkan yeoja yang di cintainya menderita seorang diri. Dengan langkah berjaga-jaga ryeowook membuka pintu kamar menolehkan kepalanya ke kanan kiri seperti pencuri. Ia takut bila bertemu dokter atau suster rencana nya ini akan gagal. Beruntung ia mengenakan topi hingga perban di kepalanya tertutupi. Sesampainya di luar kamar ryeowook berjalan agak cepat sambil terus menunduk dan memegangi topi di kepalanya. Tangannya yang lain masuk ke kantong celana, semakin lama jalannya semakin cepat sampai-sampai ryeowook tak menyadari di depannya ada seseorang. Ryeowook menubruk orang tersebut hingga orang yang ternyata seorang yeoja itu terjatuh beserta dengan map-map yang di pegangnya

“mianhamnida agasshi, neo gwenchanayo?” ryeowook membantu yeoja itu berdiri dengan rasa bersalah dalam hati ia menggerutu kenapa di saat saat seperti ini ia harus mengalami hal yang dapat mengganggu rencananya. Aish

“nan gwenchana, eh kau seorang pasien?” tanya yeoja itu yang menyadari ryeowook adalah seorang pasien karna perban yang melilit di kepalanya. Ryeowook kaget, ia tak percaya ada yang mengenalinya sebagai pasien di rumah sakit ini

“bu..bukan..aku aku hanya mengunjungi kerabatku yang sedang sakit” sangkal ryeowook

“kau tidak bisa berbohong, aku bisa melihat luka di kepala mu dan lihat tangan mu juga ada bekas tusukan infus” balas yeoja itu tak mau kalah sembari mengangkat-ngangkat tangan ryeowook tanpa sadar

“agasshi kau yeoja yang sangat tidak sopan” ujar ryeowook tajam sembari mendelik pada tangannya yang di angkat oleh yeoja itu. Yeoja itu juga kaget melihat tangannya yang berani sekali memegang tangan orang baru saja di kenalnya, tidak! Bahkan mereka belum berkenalan.

“ah jeongmal mianhamnida” yeoja itu membungkuk beberapa kali sebagai rasa bersalahnya. Ryeowook mendengus kasar karna ini sangat membuang-buang waktuya

“ck”

Dengan sigap ryeowook memperbaiki topinya  lalu menatap tajam dengan tatapan KAU-MEMBUANG-WAKTU-KU-YG-BERHARGA  pada yeoja itu sesaat dan pergi dari sana begitu saja

“tuan kau perlu di rawat” teriak yeoja yang bernama Kang Seorin itu tapi sayang ryeowook tak menghiraukannya

Soojin POV

Aku kembali melihat dunia, setelah tertidur beberapa jam aku bangun. Ku tolehkan kepalaku ke samping aku masih melihat kyuhyun tidur dengan meringkuk. Wajahnya sangat tenang, aku tidak percaya namja ini adalah Cho kyuhyun yang dulu ku sukai yang juga menolak ku mentah-mentah di hadapan seisi kelas XII 1. Dan sekarang sudah menjadi suami, ayah dari anak ku meski dengan cara yang tidak dapat di banggakan. Bagaimana tidak kami menikah karna kecelakaan bukan dengan melalui masa-masa bahagia seperti pasangan lainnya dengan berpacaran.

DRRRRTTT

Getaran ponsel ku memecah keheningan yang kini tercipta. Aku mengangkat telepon tersebut tanpa melihat nama pemanggilnya terlebih dahulu, aku sangat tidak bersemangat melakukan apapun

“yeoboseyo?”

keluar lah, aku di depan rumah mu” wookie? Bukankah ini suara wookie, tapi bagaimana bisa?

Aish ia juga sudah mematikan teleponnya, sepertinya ia sudah tahu kalau aku akan menolak. Dengan gerakan pelan aku mencoba turun dari tempat tidur agar kyuhyun tak ikut bangun. Aku berhasil turun tanpa membangunkannya. Wajahnya kenapa aku sangat suka wajah itu? Jika di pikir ulang, hidupnya juga tak jauh berbeda dari hidup ku. Ia di usir dari rumahnya karna bersikeras bertanggung jawab pada ku. Harusnya aku sadar dia juga menderita, kenapa dulu aku sangat menyalahkannya.

***

Aku menutup pintu rumah, di ujung sana tepat di bawah pohon cemara aku melihat sosok yang memakai topi dan  melambai-lambai pada ku.

“kau melarikan diri dari rumah sakit?”Tanya ku tak percaya

“iya, aku melakukannya demi dirimu”

“Mwo???”

“ikutlah dengan ku, kau pasti menderita hidup dengannya kan?”

Astaga! Apa yang di ucapkan wookie, kenapa ia berpikiran seperti itu. Aku memang berniat melepaskan kyuhyun tapi tidak sekarang ini terlalu cepat, aku belum siap. Dan sekarang wookie malah menarik tangan ku keras

“ta tapi aku..aku…”

“nanti saja kau ceritakan masalah mu, yang jelas sekarang kita pergi dari sini” aku mencoba melepaskan tangan ku, tapi cengkeramannya terlalu kuat untuk ku lawan.

“lepaskan tangan ku wookie” aku meringis tapi wookie tetap tak menggubris ku

“aku tidak bisa meninggalkannya” ujar ku lagi. Entah kenapa kali ini wookie mematung ia berhenti menarik ku, cengkeramannya juga mulai mengendur sebelum akhirnya terlepas

“kau mencintainya?” satu pertanyaannya yang mengejutkan ku. Mulutku tak bisa di gerakkan aku hanya diam

Author POV

“kau mencintainya” tanya ryeowook tepat menatap manik mata soojin. Soojin terhenyak ia tak mampu menjawab pertanyaan itu. Mulutnya tidak bisa di gerakkan ia memaku di tempatnya, sekelebat bayangan sikap manis kyuhyun terbayang di dikirannya. Secepat itu pula potongan gambar hyemi dengan kyuhyun di pulau jeju teringat oleh soojin. Pikirannya terasa berat lagi, semuanya bercampur aduk hingga soojin tak bisa mengontrol dengan baik emosinya. Dan menutupi pikiran jernihnya

“Lalu bagaimana dengan ku?” tanya ryeowook, namja ini tampak menyedihkan. Bahkan ia rela menjadi tempat pelarian asal ia dapat berada di sisi soojin. Ryewook putus asa dengan apa yang akan di katakan soojin

“wookie…bukan begitu maksud ku” soojin sungguh  tak ingin menyakiti ryeowook. Dia tak ingin memberi harapan-harapan kosong. Itu terlalu menyakitkan untuk namja itu, ini semua di luar kuasanya

“lalu apa?” desak ryeowook membuat soojin harus berpikiran cepat. Salah-salah mengambil tindakan akan berakibat fatal

“bawa aku pergi” soojin berkata dengan lirih. Ia tidak bisa menjawab apakah ia mencintai kyuhyun atau tidak. Ia hanya bisa mengatakan ini meski berat

“Mwo?” sekarang gantian ryeowook yang kaget dan tidak percaya

“bawa aku sekarang juga”

“baik, kita pergi sekarang” ucap ryeowook mantap, ia meraih pergelangan soojin untuk di bawa pergi

“Siapa yang mengizinkan mu PERGI?????” tiba-tiba saja kyuhyun datang, ia sangat marah. Tentu saja ia tak tahu menahu kenapa soojin tega meninggalkannya. Ryeowook menatap kyuhyun sengit tak takut sedikitpun

BUUKK

Kyuhyun melayangkan tinjunya di wajah ryeowook, amarahnya meluap-luap

“ya! Apa yang kau lakukan?” jerit soojin melihat ryeowook terjerembab di tanah akibat pukulan kyuhyun

“TUTUP MULUTMU!” bentak kyuhyun mendelik pada soojin

“kau tidak melihat soojin menderita dengan mu ha?” ryeowook berdiri meski bibirnya mengalir darah segar, kondisinya pun tidak memungkinkan untuk berkelahi karna seharusnya hari ini ia masih memerlukan perawatan bukan malah berkelahi seperti ini

“tahu apa kau?” kyuhyun hendak memukul namja itu lagi tapi ryeowook lebih dulu memukulnya balik dengan sisa-sisa tenaganya yang ada

BUUGG

Tubuh kyuhyun terhuyung ke belakang namun tidak sampai jatuh ke tanah, karna pukulan ryeowook yang lumayan keras. kyuhyun menyeringai meremehkan

“kau buta ? atau kau bodoh? Setiap bertemu dengannya dia selalu menangis!!!!” bentak ryeowook lagi. Menangis? Berarti soojin sering bertemu dengan ryeowook tanpa sepengetahuannya? Pikir kyuhyun. Entahlah hatinya panas memikirkan itu. Ia sudah siap akan melayangkan tinjunya lagi

“BERHENTI!!!aku mohon berhenti” isak soojin jatuh ke tanah, ia frustasi. Sedetik kemudian tubuhnya tergolek di tanah tak berdaya. Soojin pingsan!

“soojin!! Soojin!” teriak ryeowook melihat itu. Kyuhyun langsung berlari mengejar istrinya begitu pun ryeowook

“ireona….ireona…jebal” kyuhyun mengguncang-guncang tubuh soojin, ryeowook tak kalah cemas.

“jangan sentuh istri ku” ucap kyuhyun ketus pada ryeowook. Ia mendorong tubuh ryeowok yang sebenarnya berniat membantu

“Ya! Kau tidak bisa melihat keadaan SOOJIN sekarang hah???? Dia pingsan! Dia pingsan!” teriak ryeowook tak terima. Amarahnya terpancing lagi. Kyuhyun juga kembali tersulut oleh kemarahan,sekarang keduanya saling memegang kerah baju lawan masing-masing

“Ya ! Ya! Ya! Apa kalian lakukan ???” untung saja hyukjae datang segera memisahkan kedua namja yang akan beradu tinju itu

“Omo….soojin-a ireona…” hyerin menepuk-nepuk pipi soojin cemas, keringatnya mengalir menyaksikan soojin tak sadarkan diri. Hyerin datang bersama hyukjae ternyata

“YAK kalian cepat bantu aku mengangkat soojin!!!!” jerit hyerin kepada tiga namja yang masih bersitegang itu.

 

TBC

Terlalu panjangkah???

Bagaimana dengan part ini?

Sekedar pemberitahuan di part-part selanjutnya mungkin akan ada penambahan cast!

Klo masih pengen lanjut coment yaw, tanggapan dan koment kalian smw sangat membantu untuk kelancaran ff ini. Seperti biasa koment pedas asal membangun pun saya terima kok ^^

Gomawo

#bow

 

Gomawo jg bwt min Aoi yang bantu publish^^

 

 

Advertisements

3 thoughts on “SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 8]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s