SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 7]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART  7]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin / Cho soojin OC

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi OC
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend) OC
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE ! but cho kyuhyun milik Tuhan,Ortu n SM. Han soo jin milik author^^ kekekek Don’t bashing because this all just fiction

Saya ga yakin part ini akan bagus ! karna saya belum memperlihatkan konflik disini, berhubung kemarin banyak yang minta di banyakin kyu-jin moment^^ jadi bisa di bilang part ini full bwt kyu-jin moment. Tpi author ga tw apakah feelnya dpet soalnya author juga geli sendiri ==’ bayangin yang romantis2an #masih di bawah umur saya-nya *Plakkk doenkk…

Dilarang keras COPAS !!! mohon pengertiannya^^

Ingat dosa memplagiat XD dan saya pun akan menuntut balas  #plakk abaikan

Ini dia part 7 nya…………………..semoga kalian tetap suka^^

 

 

Langsung aja kali yah,,,, XD

—————————————————-Happy Reading————————————————————

Author POV                               

 

“Noona Hyung, apa yang kalian lakukan??”  jino berdiri di ambang pintu dengan keringat yang mengalir di pelipisnya. Bocah ini menganga menyaksikan adegan pelukan noona dan kakak iparnya itu. Sebelah tangannya tampak memegangi bola basket, ia mengenakan kaus putih oblong yang di luarnya di lampisi lagi dengan baju tanpa lengan berwarna orange bernomor punggung 13 serta celana olah raga selutut. Kontan kedua insan yang berpelukan itu melepaskan kaitan diri mereka masing-masing. pipi soojin merona karna baru kali ini ketahuan berpelukan dengan namja oleh adiknya sendiri. Sementara kyuhyun, namja ini salah tingkah ia mengusap rambut belakangnya

“Ehmm….” dehem kyuhyun mencairkan suasana kaku yang mendadak tercipta karna kehadiran  jino atau dengan kata lain pengganggu ,

“Kau sudah pulang?” tanya soojin kikuk

“Ne, , ,” jino mengangguk serius. Di tatapnya soojin dan kyuhyun satu persatu dengan alis terangkat.

“Apa saja yang sudah ku lewatkan?” tanya jino dengan seringaian jahilnya

“N nde?” sahut kyuhyun bingung, ia masih berpikir dengan tampang polos tak mengertinya

“Aish,,,,bocah kecil apa yang kau fikirkan! Itu tidak akan terjadi!!” omel soojin yang langsung melarikan diri dari sana karna malu.

“ah hyung tidak pelit kan? Jadi ayo cerita !” jino mulai marayu kyuhyun

Kyuhyun pun hanya tersenyum dan menggeleng kecil ketika ia menyadari maksud jino^^

 

***at night in cho’s/han’s family***

Jarum panjang menunjuk angka 12 sedangkan jarum pendek terhunus pada angka 7. Sekarang adalah waktunya makan malam. Soojin sibuk berkutat dengan peralatan dapurnya, kyuhyun baru keluar dari dalam kamar rambutnya basah seperti habis mandi. Ia memperhatikan soojin yang begitu sibuk, kyuhyun mendekat. Sebenarnya rasa canggung itu masih ada tetapi kyuhyun berusaha melawannya karna baru beberapa jam tadi mereka saling berjanji untuk memulai semuanya dari awal. Soojin yang tak menyadari kehadiran kyuhyun di belakangnya berbalik dengan gerakan cepat dan tanpa sengaja ia menginjak keras kaki kyuhyun

“Awwww” jerit kyuhyun yang langsung memegangi kakinya

“Omona….Kyu….mianhae” sesal soojin ia segera meletakkan spatula yang sedang di pegangnya dan langsung menuntun kyuhyun untuk duduk di kursi meja makan

“apakah sangat sakit? Mianhae aku tidak tau ada kau di belakang ku” ujar soojin lagi merasa bersalah, punggung kaki kyuhyun tampak memerah karna ulah soojin. Kyuhyun malah tersenyum melihat wajah soojin yang bersalah, yeoja ini sibuk memperhatikan kaki kyuhyun yang di injaknya tadi

“berdirilah” suruh kyuhyun

Soojin berdiri dengan canggung

“aku tidak apa-apa, hanya memar sedikit” jelas kyuhyun bermaksud agar soojin tak khawatir lagi. Sungguh kyuhyun berpikir soojin sangat manis, berbeda sekali dengan waktu pertama mereka menikah beberapa waktu lalu.

“benarkah?” tanya soojin kurang yakin

“Hyuuung ada telpon untuk mu” teriak jino dari ruang tengah

“aku kesana sebentar” ucap kyuhyun

Soojin memandangi kyuhyun yang berjalan-jalan dengan sedikit terseok-seok, kemudian ia menggerutu pada dirinya

“aish soojin paboya,kau membuatnya pincang!”

 

Kyuhyun POV

Kaki ku terasa nyeri bila di gerakkan, semoga sakitnya tidak bertahan lama. Aku berjalan untuk menerima telepon dari seseorang yang mencari ku

“yeoboseo?” sapa ku

kyuhyun-ah ini aku hyukjae, kau taruh dimana ponsel mu ha? Dari tadi aku menelepon mu”

Aku berpikir sejenak. Ah iya ponsel ku, ku taruh di atas ranjang sebelum mandi

“mianhae aku tadi mandi dan menaruhnya di atas ranjang, ada apa ?”

dari nada bicara mu kau terdengar bahagia..apa kalian melakukannya lagi….?”

“Ya ! ya ! ya! usir pikiran yadongmu, cepat katakan ada apa?” aigoo penyakitnya kambuh lagi

ada kabar bagus” ujarnya kegirangan

“hmm apa?” balas ku

ahjushi choi menerima lamaran pekerjaan mu! !” suara hyukjae terdengar sumringah

“Mwo? Jinnja?? Kau tidak bercanda kan ?”

aishh untuk apa aku bercanda, aku serius ( yak!! park hyerin tunggu sebentar !! aku sedang ada perlu,,,,berhenti menarik-narik baju ku)” di ujung sana aku  mendengar suara ribut-ribut hyukjae dengan seorang yeoja, ah sejak kapan hyukjae mempunyai yeoja? Ah nanti saja ku tanyakan sepertinya aku terlalu senang sekarang

“ne lee hyukjae gom….”

ah kyu bilang terima kasihnya di tunda dulu, nanti ku telpon lagi !  aku harus mengurus yeoja keturunan nenek sihir ini sebentar !! Annyeong, jangan rindukan aku ! (Yak hyerin-ah jangan tinggal kan aku)” ucapnya lagi tergesa-gesa sambil berteriak, ku jauhkan gagang telpon ini dari telinga ku

 

Kenapa sejak tadi sore semuanya terasa begitu mudah? Aku lega sungguh beberapa beban ku mulai pudar. Hyukjae gomawo !

 

Author POV

Kyuhyun, soojin dan jino makan bersama malam ini, suasananya tak lagi semenegangkan sebelumnya. Setelah menghabiskan makanan utamanya soojin masih ingin makan roti isi, entah karna bawaan hamil yeoja ini begitu lahap makan. Soojin ingin mengambil selai nanas kesukaannya tetapi tangan kyuhyun lebih dulu mengambil botol selai tersebut menjauhkannya dari jangkauan soojin

“kau tidak boleh lagi makan selai nanas, ini tidak baik untuk ibu hamil” larang kyuhyun

“tapi aku ingin makan roti dengan selai nanas” soojin mengeluh

“nanas tidak boleh. yang lain saja, ne?”

“hmm aku ingin selai strawbery” seru soojin

“ah noona selai strawbery nya habis” jino menggeleng di depan pintu kulkas

Soojin tampak tak bernafsu, pada hal hanya strawbery satu-satunya yang dapat menggantikan selai nanas-nya.

“besok pagi saja ku carikan bagaimana?” tawar kyuhyun

“aku ingin sekarang” soojin mulai terdengar merengek

“noona ini manja sekali” protes jino karna tak biasanya noona nya itu bersikap manja

“Ya ! jino-ah kau tak mengerti bagaimana rasanya jadi yeoja hamil. Ini bukan kemauan ku tapi kemauan janin di perut ku” ucap soojin yang nada-nya yang menurun di akhir kalimat karna sadar bahwa kyuhyun mendengar dan memperhatikannya sedari tadi.

“eoh jinjja? apakah bayinya bisa makan selai di dalam sana?” jino mendekat ke perut soojin

“aish jino-ah bukan begitu maksud ku” keluh soojin

“jino-ah kau jaga noona mu, hyung mau keluar mencarikan selai strawbery” kyuhyun menyentuh pundak jino sebentar dan lanjut berjalan

“siap, hyung aku akan menjaga noona dan keponakan ku” jino nyengir

“K k kyuu…” panggil soojin ragu-ragu. Tangannya terulur ke udara seperti ingin menggapai tubuh kyu, namun perlahan tangannya mengepal dan di turunkan lagi. Kyuhyun berbalik mendengar itu

“ne?”

“Bagaimana cara mengatakannya? Aku tidak tau kenapa aku ingin sekali tidak berada jauh-jauh darinya. Ya tuhan aku ini kenapa !” batin soojin bicara pada dirinya sendiri

“ada apa?” tanya kyuhyun sekali lagi

“aku ikut” soojin tak mau memandang kyuhyun, ia melempar pandangannya asal. Yeoja ini malu menatap wajah suaminya sendiri

“di rumah saja, ini sudah malam” bujuk kyuhyun

Soojin mengangguk berat, sebenarnya ia ingin sekali ikut tapi ia terlalu malu untuk lebih merengek pada kyuhyun. Ia tak mau jino mengejek nya lagi seperti tadi

Kyuhyun menyadari kekecewaan di wajah yeoja ini, wajahnya di tekuk sambil terus menunduk dan berjalan ke kamarnya. Sedetik kemudian kyuhyun tersenyum kecil menyadari suatu hal, ia baru mengerti istrinya sedang ngidam^^

“jadi begini rasanya menghadapi wanita hamil” pikir kyuhyun dalam hati

Kyuhyun berjalan mengikuti soojin dari belakang memegang pergelangan yeoja ini dengan lembut, soojin berhenti melangkah ia mendongak menatap kyuhyun polos

“kajja, kita cari selai strawbery nya sama-sama” ajak kyu dengan senyum tipisnya. Tanpa menunggu jawaban soojin,kyuhyun menariknya berjalan keluar. Soojin hanya diam dan menuruti langkah kyuhyun layaknya anak kecil yang menurut pada ibunya. Diam-diam kedua orang ini tersenyum.

Setibanya di luar rumah tepatnya dekat pagar rumah, melihat langit malam yang cerah sebuah ide melayang di benak kyuhyun, ia berpikir soojin pasti akan senang dengan usulnya ini.

“bagaimana kalau kita jalan kaki saja, kau mau?” tanya kyuhyun, soojin yang tadinya melihat-lihat ke pemandangan luar langsung melirik kyuhyun. Terlihat sekali yeoja ini amat senang, inilah yang di tunggu-tunggunya berjalan kaki di malam hari. Entah lah itu terasa menyenangkan baginya saat ini

“ne, tentu saja aku mau” jawab soojin sumringah

“tunggu sebentar” ujar kyuhyun ia pun kembali ke dalam rumah sebentar

“pakai ini” kyuhyun memakaikan sebuah jaket pada tubuh soojin

“tapi panas kyu…ini musim panas, aku tidak suka pakai jaket di musim panas” soojin kegerahan dan risih, ia tak tahan panas

“pakai atau kau tinggal di rumah” ancam kyuhyun pura-pura marah

Soojin hanya memandang kyuhyun sebal sembari mendengus pelan dan langsung mempoutkan bibirnya.

“ayo jalan” untuk kedua kalinya kyuhyun memegang tangan soojin, tidak ! tapi lebih tepat menggandeng

 

Soojin POV

Aku tersentak ia menggandeng tangan ku, wajahnya tampak lebih tenang malam ini sangat berbeda dari tadi malam. Dia kenapa? Sepertinya bahagia sekali.

“apakah masih terasa panas?” tanya nya

“sudah tidak” jawab ku

Di perjalanan kami melintasi rumah shin ahjuma, setelah hari pernikahan aku tak pernah lagi kesana. Ahjuma pasti kesepian tinggal sendiri di rumahnya tanpa hyemi. Baiklah besok aku akan ke rumah shin ahjuma^^

“kau lihat apa?” tanya nya pada ku

“itu disana…rumah shin ahjuma…kau ingatkan ?” jawab ku

“oeh ne aku ingat, kenapa ? kau ingin kita kesana dulu?”

Hah ? kenapa ia tahu isi pikiran ku? Apakah tertulis di wajah ku aku ingin kesana?

“eh ani….kita langsung ke supermarkaet saja” pinta ku

“baiklah kalau begitu”

Kami melanjutkan perjalanan, ia mengayun-ngayunkan tangan ku seperti anak remaja yang baru merasakan pacaran. Jujur jantung ku berdetak tak menentu. Tapi tak ada niatan aku ingin melepaskan genggamannya

“aku lupa, sudah berapa umurnya?”

“apa?” aku tak mengerti ucapannya

“bayi…ah mak..sud ku bayi…” katanya putus-putus, bayi? Bayi siapa? Memang siapa yang sudah melahirkan

“bayi siapa?”

“Aigoo tentu saja bayi kita yang ada di perut mu” jawabnya mulai kesal. Haha pasti aku terlihat menyebalkan, setengah mati ia malu mengucapkannya tapi aku malah tak mengerti ucapannya.eh tapi tunggu, bayi kita? Apakah aku salah dengar? Aku suka dengan dua kata itu.

“oh itu..ini masuk bulan ke tiga, jadi sudah sekitar tiga bulan” balas ku

“apakah dia sudah bisa bergerak?”  ungkapnya lagi berusaha setenang mungkin

“kalau yang seperti itu aku belum merasakannya”

“kalau nanti ia sudah mulai bergerak katakan pada ku”

“kenapa begitu?”

“aku ingin mendengarnya sendiri nanti ketika ia mulai menendang-nendang”

Sesaat aku bingung dengan ucapannya, ia ingin mendengar ketika bayi itu menendang-nendang ? apakah seperti yang ada di drama-drama tv yang sering ku tonton? Seorang calon ayah akan menempelkan telinganya ke perut istrinya untuk merasakan pergerakan sang bayi. Apakah begitu?? Aishh apa yang ku fikirkan, itu menggelikan

“hei apa yang kau lakukan?” tanya nya heran

Astaga tanpa sadar kepala ku menggeleng-geleng keras ini pasti efek dari pemikiran ku yang tidak-tidak tadi.

“eh ani…..” jawab ku dengan kaku

“kita hampir sampai, itu di seberang sana supermarket nya” ujarnya seraya mengarahkan telunjuknya ke seberang jalan sana, aku hanya mengangguk dan memperlihatkan senyum ku. Selai strawbery aku dataaang ^_^

 

Author POV

Saat ini kedua tangan soojin menggenggam masing-masing satu botol selai strawbery. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya menatap aneh yeoja ini

“Hanya itu saja?” tanya kyuhyun ia berjalan mendekati soojin

“ ne “ untuk ke sekian kalinya soojin mengangguk

“kau tidak ingin yang lain?” tanya kyuhyun lagi, ia heran karna soojin hanya menginginkan kedua benda itu saja dan tak mau yang lainnya.

“iya, aku tidak mau yang lain” balas soojin lalu kemudian ia berjalan lagi meninggalkan kyuhyun di belakangnya. Soojin menghentikan langkahnya ketika ia melihat seorang halmeoni kesusahan mengambil sekotak sereal yang terdapat di barisan rak cukup tinggi.

“joesonghamnida halmeoni” ujar soojin sopan, halmeoni tersebut menghentikan aktivitasnya yang tengah berjinjit-jinjit tak sampai

“nde, waeyo agashi?” tanya helmeoni itu

“tolong pegang ini sebentar, biar ku bantu ambilkan sereal itu” soojin menyerahkan kedua botol selai strawbery nya. Ia pun mulai berusaha mengambilkan sereal tersebut, tak jauh beda dengan halmeoni tadi yeoja ini berjinjit dan terkadang melompat untuk dapat menjangkau sereal itu. Untuk ke sekian kalinya soojin melompat dan nyaris jatuh bila kyuhyun tak datang di waktu yang tepat, untung saja kyuhyun cekatan.

“aigoo apa yang kau lakukan? Kalau jatuh bagaimana dengan bayi nya?” omel kyuhyun hampir di buat spot jantung.

“ah bayi? Agashi kau mengandung? Dan ini suami mu?” tanya halmeoni ini sedikit kaget karna soojin yang tadi hampir jatuh karna menolongnya.

“nde halmeoni” jawab kyuhyun dan soojin beriringan, mereka menundukkan kepala hormat

“kyu ambilkan” soojin menyikut lengan suaminya sembari melirik ke rak atas tempat sereal yang gagal di ambilnya tadi. karna tubuh kyuhyun yang jauh lebih tinggi dari soojin ia dengan mudahnya menjangkau sereal itu. Halmeoni tersebut lalu berterima kasih pada kyuhyun.

“gomawo, kau pemuda yang tampan. Istri mu sungguh baik mau menolong ku. Aigoo kalian sangat serasi”

Kyuhyun dan soojin pun tertawa kecil dan saling melirik, tapi cepat-cepat mereka mengalihkan pandangan mereka karna ketahuan saling lirik satu sama lain

“halmeoni kami pulang dulu, hati-hati di jalan” pamit kyuhyun membungkuk lagi denagn sopan. Soojin ikut membungkuk pula

“jaga istri mu baik-baik” balas halmeoni lagi sembari melambai

“annyeong halmeoni” seru soojin, tak lupa ia kembali mengambil selai strawbery nya .

 

Kyuhyun POV

Sebenarnya yeoja seperti apa orang yang menjadi istri ku ini? Semakin dekat aku semakin ingin mengetahui dirinya sedalam mungkin. Aku tak mengira ia bahkan melupakan keselamatannya sendiri demi membantu orang lain. Jika di perhatikan ia memiliki hati yang hangat dan tulus terhadap kebaikan yang di lakukannya. Terkadang sikapnya berubah menjadi seperti anak kecil. Lihat saja tingkahnya sekarang dari supermarket tadi ia selalu memegangi selai strawbery nya. Saat di kasir tadi ia menolak memasukkan selai tersebut ke dalam kantong belanja, ia bilang ingin memegang nya sendiri.

“kau lelah?” tanya ku melihatnya yang mulai lesu

“tidak..” aku tahu yeoja ini berbohong

“geotjimal (bohong)”

“iya, aku lelah” jawabnya kemudian menatap ku sayu

“kemarikan selainya” ku ulurkan tangan ku padanya

“mau kau kemanakan?”

“hanya ku masukkan ke kantong” aku mengambil alih selai-nya dan segera memasukkan ke kantong belanjaan yang ku tenteng di tangan kanan ku. Lalu aku berjongkok di hadapannya, beberapa saat aku belum merasakan apapun menyentuh punggung ku, ku tolehkan kepala ku ke belakang menatapnya dengan tatapan ‘kenapa masih berdiri? Cepat naik’. Tapi ia masih memaku di tempatnya

“ayo naik, bukankah kau lelah?”

“tidak perlu aku masih kuat jalan sampai ke rumah” tolaknya

“aku tidak menerima penolakan” seru ku dan kembali memalingkan wajah ku ke depan. Ku hitung mundur dari tiga. tiga…dua…sa….dan kurasakan punggung ku berat. Hmm dia penurut juga ternyata. Tangannya di kalungkan ke leher ku, aku bisa merasakan terpaan nafasnya di tengkuk ku. Jujur ini mengganggu sebenarnya  #kyu mulai lagi dech =.= haha ga becanda kok ^^v

“ada yang ingin ku sampaikan” ujar ku pelan

“hmm” jawabnya, ku rasa ia gugup karna berada di gendongan ku

“minggu depan aku akan mengikuti ujian masuk universitas” ucap ku perlahan. Aku takut menyinggung perasaannya, aku tahu ia pasti sedih karna tak bisa melanjutkan kuliahnya.

“lalu kenapa?” ku dengar ia merespon ku

“apakah tidak apa-apa aku melakukannya sedangkan kau…..”

“ssssttt”

 

Author POV

Kyuhyun berhenti melanjutkan perkataannya saat telunjuk soojin menyentuh bibirnya seakan menyuruhnya diam. Namja ini menengok ke belakang dan BINGO ! wajah mereka bertemu nyaris tak ada jarak karna saat itu soojin memajukan kepalanya hendak melihat kyuhyun meski hanya dari samping namun di saat yang bersamaan kyuhyun juga menoleh ke belakang. Soojin reflek menjauhkan kepalanya dan kyuhyun juga memalingkan wajahnya lagi ke depan

“yeoppeo” gumam kyuhyun sembari menyunggingkan senyum di sudut bibirnya

“kita sudah berjanji memulai semuanya dari awal, tidak akan ada penyesalan dan marah-marah lagi. Jadi lakukanlah apa yang ingin kau lakukan tanpa mengingat yang terdahulu,sungguh aku sudah tidak apa-apa. Lagi pula aku bisa mengikuti ujian masuk universitas tahun depan” jelas soojin  yang membuat kyuhyun menyadari satu hal bahwa soojin memang benar-benar memiliki hati yang tulus dan baik. Bahkan terlintas di benak kyuhyun bahwa ia tak menyesal telah sampai sejauh ini yang merupakan akibat dari ke-cerobohan-nya ‘malam itu’

“gomawo” ucap kyuhyun

“tidak perlu berterima kasih, memangnya aku melakukan apa?”

Kyuhyun tak menjawab, ia malah tersenyum bahagia dan mempererat gendongannya. Ia bahkan tak merasakan berat yang saat ini menimpa punggungnya karna terlalu senang. Soojin yang di belakangnya mulai terkantuk-kantuk sesekali membentur kepala kyuhyun. Sebenarnya kyuhyun masih ingin menceritakan satu hal yaitu mengenai lamaran pekerjaannya yang di terima menjadi photographer. Namun ia mengurungkan niatnya bukan karna soojin sudah terlelap tapi ia berpikir untuk lebih baik menyisakan kebahagiaan untuk besok.

***

Jino membukakan pintu setelah di dengarnya suara bel berkali-kali.

“aigoo, hyung apa yang terjadi pada noona?” tanya jino cemas melihat noona nya yang tertidur sempurna di punggung kyuhyun

“tidak apa-apa, ia hanya kelelahan dan tertidur. Jino-ah taruh ini ke dapur” kyuhyun mengarahkan pandangannya ke belakang melirik ke kantong belanjaan yang di jinjingnya seraya menggendong soojin

“eoh nde hyung” jino menuruti perintah kyuhyun dan pergi ke dapur sembari menenteng kantong belanja tersebut. Sedangkan kyuhyun lanjut membawa soojin ke kamar, pelan-pelan kyuhyun duduk di tepi ranjang agar tidur istrinya itu tak terganggu. Kemudian ia melepaskan tangan soojin yang mengalung di lehernya lalu dengan perlahan pula kyuhyun membaringkan tubuh soojin ke tengah ranjang. Soojin menggeliat namun tidak sampai bangun, kyuhyun menarik selimut hingga dada yeoja itu. Untuk beberapa saat ia masih terduduk disana memandangi wajah soojin. Tangannya tergerak mendekati perut soojin yang di lapisi selimut tebal, kyuhyun ingin mengusap dan merasakan benih yang di tanamnya, namun ia masih canggung meraba perut istrinya .Bukan bermaksud apa-apa, ini hanya naluri yang biasa di rasakan setiap calon ayah yang menanti buah hatinya. Belum sampai tangan kyuhyun mendarat di atas perut soojin, tangan itu sudah lebih dulu mengepal di udara menarik lagi niat nya.

“meskipun sedang tertidur, tetap saja ini lancang” gumam kyuhyun

Selanjutnya ia juga merebahkan tubuhnya di samping soojin, entah kenapa semua yang di laluinya hari ini terasa sangat manis. Menjalani hari dengan seorang Han Soojin tak seburuk yang di pikirkannya dulu. Matanya tak mau merapat, yeoja yang tertidur pulas di sampingnya itu terlalu mengganggu pikirannya. Kyuhyun tidur menyamping ke arah soojin, sepersekian detik berikutnya dengan perlahan tapi pasti kyuhyun merangsekkan tangan kirinya di bawah leher soojin lalu tangan kanannya menarik pinggang yeoja itu agar mendekat padanya. Jadilah sekarang soojin tidur berbantalkan lengan kyuhyun dengan wajah berada tepat di depan dada suaminya itu

 

***

Malam seakan tak cukup untuk keduanya mengistirahatkan tubuh dengan saling berpelukan. Ya.. sampai pagi posisi soojin tak berubah, ia tidur dengan di peluk oleh kyuhyun hingga terbangun di pagi hari.

“euunggh” lenguh soojin sadar dari tidurnya

“hmp” ia menutup mulutnya sendiri saat menyadari keadaan sekarang ia yang tidur dalam dekapan kyuhyun. Tangan kyuhyun masih setia berada di pinggangnya membuatnya susah meneguk ludahnya sendiri. Soojin tak tahu cara melepaskan diri tanpa membangunkan kyuhyun. Ia berpikir bagaimana bisa ia tidur dalam pelukan kyuhyun, soojin menebak-nebak apakah saat tidur ia berguling ke arah kyuhyun ? tapi itu tak mungkin, lalu bagaimana dengan tangan kyuhyun yang melingkar di pinggangnya?

 

Soojin memandangi wajah kyuhyun yang masih tidur,sangat polos seperti anak kecil.

“kenapa aku suka sekali memandangi wajah ini” pikirnya dalam hati

“kau sudah bangun?” tiba-tiba kyuhyun bangun. pertanyaan singkat yang cukup membuat soojin kaget setengah mati.

Soojin segera mendorong dada kyuhyun menjauh dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur, kyuhyun juga mengikutinya dan ikut duduk bersandar.

“sejak kapan kau bangun?” tanya soojin

“baru saja”

“kenapa kau memeluk ku…ah ani….kenapa aku berada di pelukan mu saat tidur?”

“molla” jawan kyuhyun singkat, membuat yeoja ini semakin bertanya-tanya

“kau tidak ingat tadi malam kau berguling ke arah ku?” lanjut kyuhyun dengan wajah datar seolah-olah tak terjadi suatu keganjalan di ucapannya yang jelas-jelas berbohong karna dialah yang menarik soojin tidur di dekapannya -____-

“MWO?”

“kenapa kau yang kaget?”

“ah i..itu aku benar-benar tidak menyadarinya, sepertinya tidur ku terlalu pulas” ucap soojin menyesal sekaligus malu, ia menunduk menyembunyikan wajahnya. melihat itu kyuhyun terkekeh namun di tahannya agar tak ketahuan, ia pun menggeser dudukya di dekat soojin lalu ikut-ikutan menundukkan kepala untuk melihat wajah soojin lebih dekat

“kenapa menyembunyikan wajah mu begitu?” tanya kyuhyun tanpa merasa bersalah karna telah mengerjai soojin.

 

Soojin membuang muka ke samping, ia tak ingin wajahnya yang merah itu di lihat kyuhyun.

“ya! Lihat ke sini” perintah kyuhyun, tapi tak di gubris soojin

Kyuhyun akhirnya memegang bahu soojin dan memposisikan yeoja ini tepat di hadapannya.

“aku bercanda” ujar kyuhyun

“mwo?”

“ku ulangi aku bercanda, dan kau tidak berguling ke arah ku” ulang kyuhyun lebih jelas

“kau mengerjai ku?” seru soojin yang langsung menegakkan kepalanya setelah mendengar pengakuan kyuhyun

“ ne “

“aishh Jinjja….Ya ! kau tega sekaliii” gerutu soojin kesal sembari memukul kyuhyun dengan bantal-bantal di sampingnya

“appo….hentikan” seru kyuhyun di selingi tawa, namun soojin tak berhenti menghujamkan setiap bantal yang dapat di raihnya pada kyuhyun. Ia kesal sekali di kerjai seperti itu, yeoja ini tak mendengarkan seruan kyuhyun yang memintanya berhenti hingga kyuhyun berhasil menangkap kedua tangannya. Lalu menaruhnya tepat di belakang punggung yeoja ini tapi tetap tangan kyuhyun memeganginya

“sudah ku bilang hentikan” ujar kyuhyun, entah mengapa tatapannya mulai berbeda. Suasana yang tadinya rileks berubah tegang, bagaimana tidak. Kyuhyun mengarahkan kedua tangan soojin ke belakang punggung yeoja ini sambil terus di peganginya.

 “sudah pagi, aku akan membuatkan sarapan” kilah soojin bermaksud menghindari keadaan tegang ini. Kyuhyun tak menanggapinya, ia msih tetap memegangi tangan soojin.

“kau tidak ingin tahu kenapa posisi tidur kita seperti tadi?” goda kyuhyun

“kenapa?”

“bagaimana jika ku katakan kalau memang kau yang berguling pada ku?” tantang kyuhyun

“aku tidak bisa di bohongi dua kali” jawab soojin enteng

“kau yakin? Semalam kau tidur duluan jadi hanya aku yang tahu kebenarannya” perkataan kyuhyun ini membuat soojin kembali ragu

“jadi sebenarnya karna apa?” tanya soojin tak sabaran

“aku yang menarik mu” balas kyuhyun

DEG, soojin terdiam seribu bahasa. Tidak ada kata-kata yang pantas untuk di ucapkannya saat ini. Kalau pun ia bertanya ia takut dirinya terkesan penasaran dan itu akan menjatuhkan harga dirinya, gengsinya sangat tinggi

“jangan mengulanginya lagi” ujar soojin

“wae? Aku suamimu…jadi aku boleh melakukan hal seperti itu….” lagi-lagi senjata yang sama selalu di gunakan setiap pria bila di situasi ini. Selalu meng-atas-nama-kan status ‘suami’ yang cukup mematikan lawan bicaranya.

“aaa mak..sud… ku aku tid…” soojin takut kyuhyun tersinggung dengan ucapannya

“noonaaaa mana sarapan ku” terdengar lengkingan suara jino menyeruak. Soojin menghembuskan nafas lega merasa pertolongan datang disaat waktu yang tepat

“jino tidak suka menunggu” ujar soojin memperlihatkan senyumnya pada kyuhyun, kontan kyuhyun melepaskan tangan soojin. Langsung saja soojin meloncat turun dan pergi meninggalkan kamar ini secepatnya. Kyuhyun tersenyum menyadari sikapnya barusan, ia tak mengira bisa melakukan hal-hal konyol seperti tadi meskipun hanya candaan biasa.

DRRRRRRRTTT

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada suara getaran ponsel tersebut, suara itu berasal dari ponsel milik soojin yang terletak di laci kecil sebelah ranjang. Tertulis nama ‘wookie’ dilayar touch ponsel soojin. Sejenak kyuhyun terdiam membiarkan otaknya bekerja, tangannya sudah akan menyentuh tombol hijau di layar sana. Tapi sebelum jarinya benar-benar mendarat di tombol tersebut kyuhyun buru-buru meletakkan ponsel itu kembali ke atas laci dan mengurungkan niatnya. Getaran itu berhenti namun sedetik berikutnya getaran itu kembali terdengar membuat kyuhyun berdecek kesal merasa terganggu

“untuk apa pagi-pagi menelpon yeoja yang sudah bersuami” gerutu seraya berjalan ke kamar mandi dan menghiraukan panggilan tersebut

***

Sementara itu di sisi lain berkali-kali ryeowoook melepaskan nafas kasarnya, ia menjauhkan ponsel dari telinganya dan meletakkan benda itu ke kursi di sampingnya dengan gerakan sedikit membanting karna kesal. Dua kali ia mencoba menghubungi soojin namun tetap tak ada respon. Ryeowook resah takut terjadi sesuatu antara soojin dan kyuhyun,bagaimana pun juga sangat menyesakkan membiarkan yeoja yang di cintai tinggal satu atap bersama namja lain. Bisa saja terjadi hal-hal yang tak di inginkan lainnya, ryeowook pun menghempaskan kepalanya pada sandaran jok mobil sembari mendengus keras,di lirik lagi ponsel yang tergeletak di sampingnya

“sehari saja kita tidak bertemu kau sudah mulai melupakan ku, hah jadi kau menganggap ku apa?” tanya ryeowook dengan suara kecil ia tersenyum sinis seraya memperhatikan sebuah rumah dari kejauhan. Rumah soojin tentunya, ia menaikkan kaca jendela mobil lalu menancap gas pergi dari sana. Ia marasa di permainkan ketika dua hari yang lalu soojin menangis di hadapannya ia merasa begitu mandapat angin segar, tapi sekarang telponnya saja tak di angkat oleh yeoja itu.

Pemikiran mengenai soojin terus berputar-putar di pikiran ryeowook, ia benar-benar tak bisa mengusir perasaannya. Berkali-kali ditekannya klakson mobil ketika terjebak dalam kemacetan sebagai pelampiasan, ia tak peduli dengan gerutuan orang-orang di sekelilingnya yang merasa bising karna klakson ryeowook yang bertubi-tubi itu.

“aish kenapa lamban sekali” gerutu ryeowook tak tahan dengan kemacetan yang di sebabkan oleh truk barang yang akan berbelok di tikungan jalan dengan sangat pelan hingga berbuntut pada antrian kendaraan di belakangnya. Karna tak sabaran ryeowook menerobos di sela truk hendak memotong laju truk lamban ini namun naas ketika ryeowook berada di celah jalan kecil itu (antara tikungan dan truk) dan hampir sampai melewati truk, truk itu malah menghantam mobil ryeowook hingga mobil itu terpental beberapa meter ke badan jalan dengan posisi terjungkal. Ryeowook ikut terlempar bersama mobilnya, darah segar mengalir di pelipis namja ini, ia masih sadar dan dapat merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Setelah selang beberapa detik orang-orang mulai mengerubungi mobil ryeowook dan saat itulah pandangan ryeowook menghitam dan akhirnya pingsan.

 

Author POV

Setelah selesai sarapan soojin duduk di depan tv sembari mendengarkan berita pagi ini. Karna sekarang hari minggu jadi jino mengikuti ekskul di sekolahnya. Dan itu artinya soojin hanya tinggal berdua dengan kyuhyun di rumah.yeoja ini menonton di temani roti dengan selai strawbery. Suasana hati nya jauh lebih baik sekarang, ia  bosan nonton berita lalu  menukar chanel tv dan sekarang  malah menyaksikan film kartun.berkali-kali ia tertawa menonton film kartun ini. lucu sekali ada dua ekor larva mereka mirip ulat, yang satu bertubuh gemuk dan tinggi. Lubang hidungnya juga sangat besar nasibnya selalu sial dan kalah dengan temannya yang jauh berbadan kecil darinya. Si ulat kecil ini lebih cerdik di bandingkan yang besar, soojin selalu terkikik saat mereka sudah mulai berebut sesuatu. Sangat menggelikan

“kau lupa lagi” ucap seseorang di belakang nya

“apa?” tanya soojin tanpa menoleh ke orang itu

“meminum susu ibu hamil mu” tiba-tiba segelas susu menghalangi penglihatan soojin menghentikan aksi nonton nya

“nanti saja” soojin menyingkirkan susu itu dari pandangannya

“sekarang”

“aku mual minum susu itu, rasanya tidak enak”

“minum”

“shireo” tolaknya

“kau ingin ku paksa?”

“kyu….” ucap soojin dengan tampang memohon. Sungguh susu hamil itu tak enak sama sekali menyentuh lidahnya saat sekarang,pada hal di hari sebelumnya soojin meminum susu itu tanpa mengeluh tapi entah kenapa jika di berada di dekat suaminya, ia menjadi sangat manja. Ini bukan sifatnya, hanya saja kemauan bayi mungkin

“bayi juga perlu makan” ucap kyuhyun bersikukuh tak terpengaruh oleh tampanag memohon soojin barusan

“tapi sekarang aku sudah makan roti”

“dari tadi kau hanya makan roti, minum atau kau tak kan melihat selai strawbery mu lagi?” ancam kyuhyun dan kembali menyodorkan susu di tangannya

“arra!” soojin mengambil segelas susu di tangan kyuhyun. Meneguknya secepat mungkin sembari memencet hidung nya agar ia tak mencium baunya. soojin meletakkan gelas kosong ini ke atas meja, kyuhyun duduk di sebelah nya sekarang sambil memperhatikan yeoja ini

“apa?” tanya soojin yang merasa dirinya di perhatikan

“aku ingin kau mendengar sesuatu” ujar kyuhyun

“katakanlah”

“besok aku mulai bekerja sebagai photographer di salah satu studio photo milik paman hyukjae” jelas kyuhyun

“eoh jinjja?

“ne” jawab kyuhyun mengangguk

“kalau begitu chukkae….” tanpa sadar soojin menggamit lengan suaminya itu serta menggoyang-goyangkannya. Dengan cepat yeoja ini melepaskan lengan namja itu sebelum kyuhyun menyadari tingkah nya ini  dan mengambil sisa roti  yang belum habis di makannya tadi. perasaan gugup melanda soojin  sekarang cepat-cepat ia memasukkan roti tersebut ke dalam mulut nya tanpa peduli mulut nya yang sudah menggembung karna terlalu banyak di isi.

“hey makan pelan-pelan”

“uhuk-uhuk”soojin tersedak setelah kyuhyun baru saja memperingatinya

“apa ku bilang”  kyuhyun mengusap-ngusap punggung soojin

“bersikaplah yang baik, kau ini nyonya Cho” ungkapnya kyuhyun menghadap pada soojin, yeoja ini tak mengerti maksud ucapan kyuhyun

soojin masih memandangnya dengan tatapan ‘apa maksudmu’

“lihatlah kau makan belepotan,ada selai di bibir mu” reflek tangan kanan soojin terangkat hendak mengusap mulutnya yang katanya belepotan itu. Tapi yang membuat yeoja ini bingung tangannya malah di tahan kyuhyun

“wae?” ia menatap kyuhyun heran

“biar aku yang membersihkannya” ujar kyuhyun seraya mencondongkan tubuhnya ke arah soojin. Suasana ini lagi ! suasana menegangkan seperti ini muncul lagi. Semakin soojin menjauhkan tubuhnya kyuhyun semakin mendekat. Soojin tak berkedip memandang wajah di depannya ini perlahan ia turut terbawa suasana meski sebenarnya sangan gugup dan cemas dengan apa yang akan di lakukan kyuhyun padanya.

“k k kyu kau mau apa?”

“sudah ku katakan aku yang akan membersihkannya”

“dengan apa?” tanya soojin polos. Kyuhyun menyunggingkan senyum penuh makna

“kau pikir dengan apa?” tanya kyuhyun balik

“eh?” soojin memutar otak nya mencoba berpikir, tapi tak menghasilkan apa-apa

“kau benar-benar tak tahu?” tanya kyuhyun lagi

“tidak..”jawab soojin menggeleng

“baiklah ku beri tahu, kau cukup diam saja,ne?” sesaat kyuhyun tersenyum kecil lalu mulai memiringkan kepalanya. selang sepersekian detik berikutnya ia merengkuh wajah soojin dengan tangan kanannya lalu dengan sigap pula tangan kirinya memgangi tengkuk sooji  dan mengecup tepat di bibir mungil yeoja ini. Melumat perlahan bibir tipis itu dan menghisap lembut selai yang terdapat di ujung bawah bibir soojin. Inilah perlakuan lembut seorang cho kyuhyun yang penuh perasaan. Sebelum soojin kekurangan asupan oksigen kyuhyun melepaskan tautan bibirnya, ia tak ingin soojin sesak nafas karnaya. Matanya soojin membulat sempurna ia masih memaku seperti orang bodoh. Tak percaya dengan kejadian barusan. Bagaimana mungkin ia membiarkan kyuhyun menciumnya, kenapa ia tak menolak dan malah membiarkannya.Terlihat tak ada lagi noda selai di bibir soojin namun bibir itu tampak basah. Kyuhyun masih tak mengalihkan pandangannya terhadap soojin, ibu jarinya bergerak mengusap sudut bibirnya

 

“besok-besok lebih rapi lah makan, jika aku masih melihat ada selai atau noda lain di bibir mu aku tak kan segan-segan untuk membersihkannya seperti tadi” ucap kyu seraya berjalan ke belakang meninggalkan soojin yang tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun

 

TBC

 

 

Legaaa =..= part 7 ini kelar juga

Bagaimana? Apakah kurang romantis? Saya sudah mati-matian lho bayanginnya =..= sebenarnya saya ga jago bikin yang romantisan, lebih suka bikin adegan menegangkan xixixi

Mianhae kalau di part ini hyuk-rin ga muncul, keasyikan bikin moment kyujin sich Plakk, saya janji part berikutnya ada hyuk-rin^^

Ah wookie apa kabar yach? #nunjuksuamisendiri

Karna part kemarin tanggapan dari kalian cukup memuaskan part ini saya panjangin lagi lho dari yang kemarin

RCL…RCL… please…tanpa komentar kalian saya ga bersemangat lho, ga semangat  ga yakin

Part selanjutnya cepet selesai. coment pedas asal membangun (?) saya terima kok. Satu kata untuk readers smw _jeongmal gomawo_

#bow sendirian

Jeongmal gomawo juga tentunya bwt min Aoi yang bantuin publish^^

 

annyeong

 

 

 

 

Advertisements

7 thoughts on “SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 7]

  1. Ryeowook kecelakaan…!!!! Romantis bnngttt siihh Kyujin….gimana reaksi Soojin Kl tau berita tentang ryeowook ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s