One Second – Part 1

Tittle : ONE SECOND part 1

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyera, Park Yun Ji.

Length : Twoshoot.

Rating : PG-15

Genre  :Happy, Comedy.

Twitter : @Fzh_Muchfe

Facebook : Fauziah Muchfe

Ini hanya fanfiction coba-coba!

Jadi mohon maaf untuk segala kekurangan yang fanfiction ini miliki. Karena saya masih amatiran, tapi saya akan terus berusaha untuk bisa menjadi penulis yang lebih baik 😀 alurnya yang berantakan, TYPO dan ENDING YANG GAK KARUAN mohon dimaafkan.

 

>STORY BEGINNING

 

 

“Terkadang manusia hanya ingin berjalan pada jalur kehidupan yang indah. Mereka tidak pernah berfikir dengan kehidupan buruk apa yang akan ia lalui.”

 

 

Cahaya sang surya tak dapat dielakan lagi. Retina yang masih dalam keadaan terlindungi oleh kelopak mata sang pemilik masih merasakan nyaman yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Puing-puing mimpi semalam pun masih berputar dalam porosnya. Seorang gadis masih dengan setia berkutat dengan selimut tebal yang melilitnya sejak tadi malam. Lenguhan itu kini kian terdengan beriringan dengan decitan kasur sederhana yang ia tempati, menyesuaikan cahaya sang ratu dalam tata surya ini dalam sudut pandangnya.

 

 

KRIIIINNNGGGG!!!

KRIIIINNNGGGG!!!

 

 

“Enghh…” Gadis itu meregangkan otot yang  mulai kaku akibat tidur yang terlalu panjang. Bayangkan saja, sudah lebih dari 12 jam ia berkutat dengan kasur dan selimut, tentu saja tubuh nya kaku dan pegal-pegal. Namun ia masih belum sadar sepenuhnya.

 

“Sialan! Siapa yang menaruh jam weker di kamarku, eoh?” Umpatnya dalam hati. “Lihat saja, aku akan membunuhnya!” Dengan mata yang masih setengah terpejam gadis itu ‘Lee Hyera’ bangkit dari kasur king size-nya.

 

“HUAAAAAA…. JAM DELAPAN? KENAPA TIDAK ADA YANG MEMBANGUNKANKU? KALIAN JAHAAAT!” Entahlah dengan siapa Lee Hyera berbicara, yang jelas di apartement itu hanya ada ia seorang. Dengan kecepatan tinggi ia berlari entah kemana yang ia tahu sekarang seorang Lee Hyera harus cepat sampai di kantor. Dengan nafas yang terengah-engah Hyera keluar dari kamar mandi, lalu menyisir rambut, berhias, memakai baju kantor  dan satu lagi, sepucuk surat tak berpemilik ia genggam. Dengan pertanyaan yang masih bergelayut manja di otaknya ia masukkan sepucuk surat itu kedalam tas jinjing miliknya.

 

 

@^@^@

 

 

Seorang wanita dengan berpakaian kantor lengkap berlari tergesa-gesa tanpa melihat keadaan di sekelilingnya. Seorang pria berjas hitam lengkap melekat ditubuhnya, terlihat ia sedang mencari seseorang yang sedari tadi belum ia temukan batang hidungnya. Lee Hyera.

 

 

BRUUKK

 

 

Mianhae Agassi. Apa kau baik-baik saja?”  Tanya seorang pria yang telah menabrak Hyera, namun yang diajak berbicara belum mengubris apa yang baru saja ia lontarkan. Dengan sigap pria itu membantu Hyera untuk membereskan berkas-berkas yang telah jatuh berantakan.

 

 

Agassi?” Ulangnya.

 

Nde, gwaenchana.” Hyera bangkit dari duduknya. Ia mendongak untuk dapat melihat siapa yang telah menabraknya. “MWO? C-CHO K-KYUHYUN?” Hyera terbelalak kaget. Dengan sigap ia sembunyikan wajah manisnya dari tatapan Cho Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya menatapnya jijik.

 

“Cih… Yeoja malas! Berani-beraninya muncul dihadapanku? Tidak punya malu.”

 

Mian, aku terlambat bangun pagi ini.” Ujar Hyera dengan wajah yang masih tertunduk.

 

Mwo? Pagi? Apa aku tidak salah dengar?…  Sekarang cepat pergi dari hadapanku!” Seru Kyuhyun dengan tatapan mengejek.

 

“Nde.”  Bagaimana pun Hyera tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya seorang sekretaris di kantor milik keluarga Cho, dan disini Kyuhyun lah atasannya.

 

 

Kyuhyun adalah anak dari pemilik perusahaan Cho Corp. Setelah ayah Kyuhyun meninggal dunia mau tidak mau ia pun harus memegang kendali diperusahaan keluarganya itu. Mungkin baru enam bulan ia beralih jabatan menjadi pemilik perusahaan Cho Corp, namun popularitasnya dikalangan pengusahaan telah mendaun. Ia bukan lagi sesibuk dua tahun lalu, sekarang bahkan ia LEBIH SIBUK dari dua tahun yang lalu saat ia masih menjabat sebagai bos. Saat ia lulus dari senior high school dua tahun lalu, Kyuhyun sempat berkeinginan untuk malanjutkan kuliah di Jerman, namun mulai saat itu pula ia dikejutkan dengan diagnosa dokter mengenai penyakit yang diderita oleh sang ayah. Sang ayah mengidap penyakit jantung yang cukup parah dan mulai saat itu ia harus berperan sebagai kepala keluarga pengganti ayahnya karena kondisi yang sudah tidak lagi memungkinkan untuk dapat bekerja. Namun Sembilan bulan setelah itu ada berita yang tidak mengenakkan lagi yang harus ia hadapi, ayahnya telah meninggal dunia. Saat kejadian itu Kyuhyun tengah berada di California untuk mengurus cabang perusahaannya, dan pada saat ia mengetehui berita itu dari ibunya Kyuhyun tidak dapat pulang ke Korea karena waktu yang terlalu mendesak. Kyuhyun merupakan pria yang memiliki sifat penyayang namun sejak sepeninggal ayah-nya ia berubah menjadi seorang namja  yang bersifat kasar, cuek dan dingin. Yang ia tahu hidupnya telah hancur, tidak ada lagi seorang pemimpin yang dapat membimbingnya manjadi pria yang hebat. Dengan sikapnya itu tidak karyawan yang mampu bertahan menjadi sekretaris pribadinya dikantor. Mereka beranggapan bahwa Kyuhun adalah pria yang tidak patut untuk dijadikan sebagai atasan. Mereka lebih memilih untuk berhenti dan  melanjutkan pekerjaannya diperusahaan lain. Itu tidak berlangsung lama dan Kyuhyun tidak ambil pusing dengan masalah itu, bukankah Kyuhyun orang hebat sekarang? Tidak akan ada yang menolak tawarannya untuk bekerja sebagai sekretaris pribadinya, dengan gaji yang cukup menggiurkan. Namun tidak bagi Hyera, gadis dengan usia yang masih tergolong muda itu dengan betah menjadi sekretaris dari seorang Cho Kyuhyun. Sudah tiga tahun Hyera menjabat sebagai sekretaris pribadi di perusahaan itu, ia pun sudah tahu betul sikap dan sifat atasannya itu; Cho Kyuhyun. Walaupun Hyera merupakan yeoja yang ceroboh, kekanak-kanakan dan manja ia tidak akan bermain-main dengan pekerjaannya yang penting ia mendapatkan uang untuk biaya hidupnya di negeri gingseng ini. Setelah bejalan satu tahun menjabat sebagai sekretaris pribadi Kyuhyun, Hyera mulai merasa kasihan dengan kehidupan yang dijalani oleh namja itu, banyak karyawan yang diam-diam menghujatnya. Berawal dari rasa kasihannya pada namja itu, Hyera mulai berusaha untuk berkeinginan sedikit mengubah sikap dan sifat dari Kyuhyun, yang ia inginkan hanya membantu pria itu namun lama kelamaan rasa yang mulai intim tak terelakkan lagi, dan saat ini sudah dua tahun Hyera merasakan perasaan yang tak patut ia miliki kepada atasannya.

 

 

@^@^@

 

 

TOK.. TOK.. TOK..

 

 

“PARK YUN JI BUKANKAN PINTU INI, AKU TAU KAU ADA DI DALAM, KAJJA BUKA PINTUNYA!” Hyera menggedor-gedor pintu apartement sederhana itu. Dengan nafas yang memburu ia menggunakan sisa nafasnya yang telah pendek untuk berteriak memanggil nama sahabatnya; Park Yun Ji.

 

NDE HYERA-AH, KAU BENAR-BENAR TIDAK MEMILIKI KESABARAN, EOH?” Sahut Yun Ji  dari dalam apartement-nya.

 

 

CKLEEKK

 

 

Decitan pintu terdengar sangat halus, ya.. karena Yun Ji tidak membukanya dengan keras dan hanya membukanya sedikit agar ia hanya dapat menyembulkan kepalanya untuk dapat melihat Hyera dibalik pintu.

 

“ Kau mau apa? Ini sudah malam aku ingin tid—“

 

“Jangan banyak bicara Chagiya,aku hanya ingin menginap disini boleh tidak?” Hyera malongos masuk tanpa intruksi dari pemilik rumah.

 

“Cih..  Kau ini.” Geram Yun Ji sambil menutup kembali pintu dengan kasar.

Hyera dengan sigap menghempaskan tubuhnya di sofa coklat milik Yun Ji. Tujuannya datang kesini bukan hanya sekedar ‘menginap’ melainkan ada hal yang ingin Hyera bicarakan kepada sahabatnya itu.

 

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Terka Yun Ji sembari pergi meninggalkan Hyera sendiri diruang tamu untuk mengambil segelas Orange juice.

 

“Kau cukup hebat Nyonya Park, tebakanmu tepat sasaran.” Canda Hyera dengan sedikit kikikkan.

 

“Haha.. aku sudah tau sifat jelekmu Nyonya Lee.” Ucap Yun Ji yang masih bergelut pada dapur kecil miliknya. Sedangkan Hyera hanya menyunggingkan senyuman tipis sambil terus membaca majalah edisi terbaru yang sampulnya belum terbuka, namun terlambat! dengan sigap dan tanpa izin dari sang pemilik Hyera merobek asal sampul plastik itu hingga jatuh berantakan. Baru beberapa baris Hyera membaca isi dari majalah itu, Yun Ji datang dengan nampan berisi orange juice yang masih segar.

 

“LEE HYERA!! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN MAJALAH-MAJALAHKU? Kau ini merepotkan dan sangat menyebalkan! Ini baru saja ku beli tadi pagi, gadis kodok.” Hardik Yun Ji murka, dengan sigap Yun Ji merampas majalan kesayangannya dengan kasar. Hyera hanya kerkikik geli dengan tingkah sahabatnya yang terlihat berlebihan.

 

“Hey.. aku bukan gadis kodok! Aku ini manusia.” Sangkal Hyera cepat setelah tersadar dengan apa yang baru saja Yun Ji katakan sembaril mempoutkan bibirnya.

 

“Sekarang apa yang ingin kau katakan?’ Tanya Yun Ji mengalihkan perkengkaran yang sempat terjadi.

 

“Cho Kyuhyun.” Yes.. dugaan Yun Ji tepat sasaran. Sebenarnya ia telah menduganya ‘pasti namja brengsek itu lagi.’ Batin Yun Ji. Hyera tertunduk lesu, matanya mulai memburam akibat air mata yang mulai memenuhi pelupuk matanya. Setiap Hyera datang kemari pasti hanya namja itu yang selalu dapat membuatnya menangis. Sudah tiga tahun Hyera mengenal Kyuhyun,yaitu pada saat ia menjadi karyawan di Cho Corp dan  Sudah tiga tahun pula Hyera mencintai Cho Kyuhyun; bos-nya. Namun apa boleh buat yang dicintai hanya dapat membalasnya dengan kata-kata kasar dan makian yang dapat membuat luka cukup dalam di hati Hyera. Yun Ji mengusap punggung Hyera lembut, menyalurkan sedikit ketenangan yang dapat membuatnya sedikit dapat melupakan kejadiannya dengan pria itu. Sebenarnya Yun Ji tidak sanggup  jika setiap bertemu ia harus melihat sahabat satu-satunya itu menangis bahkan sampai tersendu-sendu. Tapi sepertinya ia belum dapat membuat Hyera bangkit dari rasa cintanya dan keterpurukannya bersama Cho Kyuhyun.

 

Uljima!”  Bujuk  Yun Ji menenangkan. Hyera mendongak, menatap Yun Ji dengan tatapan kosong, melihatnya tepat dimanik mata Yun Ji membuat siapa saja yang menerima tatapan itu akan bergidik ngeri. Namun tidak dengan Yun Ji, ia dengan fokus terus menatap mata indah Hyera dengan sedikit ukiran tipis dibibirnya; senyuman.

 

“Tadi pagi aku melihatnya berbicara dengan Lee Hyori, dia terlihat bahagia.” Yun Ji menggelengkan kepalanya pelan. Ia benar-benar  frustasi dengan tingkah Hyera yang terlihat kekanak-kanakan. Bagaimanapun juga Hyera tidak boleh terus-menerus seperti ini, pikirannya benar-benar telah terpengaruh dengan segala hal yang berhubungan dengan namja itu. Otaknya seakan beku saat ia berhadapan dengan hal-hal menarik yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun.

 

“Lalu?”

 

“Sepertinya Kyuhyun mencintainya.” Terka Hyera.

 

“Memangnya kau mendengar yang mereka bicarakan? Bukankah kau hanya melihat mereka berbicara, bukan mendengarnya ‘kan?” Tanya Yun Ji.

 

“Aish.. aku tahu! Tapi aku merasakannya.” Tungkas Hyera.

 

“Merasakan apanya, eoh? Memangnya kau pernah mencicipi Kyuhyun dan Hyori?” Ledek Yun Ji sambil terkikik geli.

 

MWO? Mencicipi? Ash.. kau benar-benar menyebalkan! Kau ini sahabatku atau bukan?” Hyera berdecak sebal.

 

“Kau tidak perlu berfikiran semacam itu, Hyera-ah. Lagi pula jika kau mencintai Kyuhyun lebih baik kau melepasnya.” Rajuk Yun Ji halus.

 

“Aku belum bisa dan aku belum siap.” Tungkas Hyera.

 

“Kalau begitu kau harus menerima konsekuensinya nanti.” Balas Yun Ji dengan nada yang sedikit  jengkel.

 

Nde, aku akan berusaha untuk bisa menerima konsekuensinya.” Sahut Hyera meyakinkan.

 

 

 

TBC

Advertisements

3 thoughts on “ One Second – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s