~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 15 (END)

Tittle: Nado Saranghae Handsome Evil Part. 15

Author: Thaa (Ji-Hee)

FB: Giitha Riana Putri

Twitter: @Rhavthatha

Genre: Romance, Family, Comedy(?) etc.

Main Cast:  KimHyona, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Kim Jaejoong, Shim Yi Kyung and Etc.

Rating: PG 15+

Length: Sequel/Chapter

 

Annyeong readers..kembali lagii!! Nah.. ini adalah part terakhir dari FF ini.
Silahkan dibaca! Jangan lupa RCL!!

**

~Happy Reading~

Pintu pun terbuka menampakkan seorang namja berposturpendek dengan jasnya yang rapi dengan raut wajah panik bukan main.

“Presdir. Gawatt!!”

“Ada apa?” pandangan namja itu beralih pada seorang namjamuda yang berdiri tepat di samping Presdir Lee.

“Ni(Kau).. bukankah kau gegenya penyanyi jepang itu.”

“Shi. Ada apa?”

“Kyuhyon. Adikmu kecelakaan..” Presdir Lee dan Donghaeyang mendengarnya langsung memasang wajah kaget. Tanpa basa-basi, namja bermatasipit itu berlari keluar.

“Donghae-ya!! Donghae-yaa!” teriak Presdir Lee danakhirnya namja paruh baya itu  berlariuntuk menyusul Donghae.

~Nado SaranghaeHandsome Evil~ Part. 15 is Begin Story

 

TES!TES!TES!

Satu persatu butiran air menetes ke permukaan daun padasebuah tanaman. Menyulapkan sebuah butiran yang semakin lama semakin deras. Ya!Butiran itu berasal dari gumpalan sutra yang menyatu  dengan warna gelapnya. Entah kenapa  cuaca hari ini begitu buruk dan tidakbersahabat. Berulang kali terdengar suara halilintar yang terus menyambarseakan ingin memangsa seluruh permukaan kota itu. apa arti semua ini? Entahlah,rasanya begitu miris, semiris hati seorang yeoja yang tengah menangis sesunggukkandi sebuah ruang tunggu. Didepannya terlihat seorang namja yang tengahmenyandarkan tubuhnya pada tembok. Ia menunduk, seakan memikirkan sesuatudengan tangan yang ia lipatkan pada dada bidangnya. Kepalanya terangkat. Kiniia memandangi yeoja di hadapannya.

“Uljima. Semuanya akan baik-baik saja. Sudah berapa lamakau nangis eoh? Tak ada gunanya kau menangis.” Jaejoong, namja itu berusahamenghibur yeodongsaengnya yang sedang menangis. Mendengar  penuturan dari oppanya itu, Hyona bangkitlalu menatap tajam ke arah Jaejoong.

“Mwo? Semuanya akan baik-baik saja? Sebeku itukah hatimuhaa? Kau tidak merasa bersalah sedikitpun? kau tidak sadar ha? Semua itugara-gara kau! Kau penyebabnya! Kau jahat!!” Hyona berbicara dengan keduapelupuk mata yang masih berair. Jaejoong hanya terdiam.

“Kenapa kau diam? Kau puas sekarang ha? Melihat diasekarat seperti itu!! Oppa? Apa masih pantas panggilan itu untukmu? Kau memangtidak pantas disebut oppa!!”

“Benar! Aku memang tidak pantas disebut sebagai Oppa.Tapi aku melakukan ini semua demi kebaikanmu!!”

“Demi kebaikan? Apa aku tidak salah dengar ha? Kau hampirmembuat nyawa orang melayang!! Coba saja kau tidak menyeretku. Pasti dia..diaa..” Hyona kini kehabisan kata-kata. Penuturannya itu terganti dengan isaktangis yang luar biasa. Jaejoong merengkuh tubuhnya. Membawa Hyona ke dalampelukannya. Tangisan yeoja itu semakin menjadi membuat Jaejoong begitu merasabersalah.

“Kumohon. Kau jangan menangis lagi. Mianhae.. mungkinkata-kata maaf tak cukup untukmu. Tapi ketahuilah. Oppa tidak ingin kauberdekatan dengannya itu karena oppa tidak mau kau terlibat dalam korbannyalagi. Kau sudah cukup menderita chagiya..” Jaejoong mengelus rambut panjangHyona. ia kembali mengingat dimana Hyona pernah diculik oleh Seo Hyun. danyeoja itu hampir membunuh Hyona. bagaimana tidak? Yeoja itu melakukannyalantaran cemburu oleh kedekatan Kyuhyun dan Hyona. tapi, sekarang yeoja itutelah menekam di rumah sakit jiwa akibat tekanan batin yang ia rasakan.

-Flashback On-

“Aku hanya ingin mengungkapkan yang sebenarnya. Itusemata-mata karena aku sangat menyayangi yeodongsaengku. Aku tidak ingin iamenderita akibat semua sandiwara yang sangat bodoh ini. Sandiwara konyol yangdilakukan anakmu itu.” Ya! Jaejoong sudah menceritakan semua rahasi kebohonganitu. ia ingin permainan ini selesai pada hari ini juga. Walaupun ia tahu,memebongkar rahasia ini bisa berakibat buruk baginya dan juga Hyona.

Cho ahjussi yang mendengar penuturan dari Jaejoonglangsung bangkit dari sofanya. Ia pun berjalan mendekati Jaejoong.

“Apa kau bilang? Kau menyalahkan anakku eoh??” tutur ChoAhjussi dengan tatapan yang tajam.

“Mwo? Bukankah itu memang benar.? bukankah itu semuaadalah rencana busuk dari anakmu yang ingin memanfaatkan Hyona eoh?”

“Kau!! Berani-beraninya….” Cho Ahjussi mulai mengangkatkerah baju Jaejoong.

“Wae? Kau ingin memukulku? Ingin memecatku? Silahkansaja. Aku tidak takut. Bukankah apa yang kukatakan itu benar eoh?” ujarJaejoong dengan santai. Cho Ahjussi pun langsung melepaskan kerah baju Jaejoongdengan gusar. Cho Ahjussi pun menunduk sejenak, lalu kembali menatap Jaejoong.

“Jadi Apa maumu sekarang?”

“Mauku hanya satu. Aku hanya ingin anakmu bernama Kyuhyunitu menjauhi yeodongsaengku. Aku tidak ingin, karena kehadiran namja itu, hidupHYona menjadi lebih menderita.”

“Tanpa kau suruh pun, kami semua sudah sepakatmerencanakannya. Lagian, aku tidak ingin mempunyai menantu penipu seperti dia.”Sahut Cho Ahjumma dengan raut wajah kesal.

“Berhenti mengatakan dia penipu!! Dia menjadi sepertiini. Itu semua karena ulah anakmu!!” balas Jaejoong dengan emosi yang mulaimembuncah. Tak henti-hentinya ia memusatkan sorotan matanya yang tajam pada ChoAhjumma yang kini hanya memalingkan mukanya kea rah lain.

-Flashback Off-

Jaejoong tersadar dari lamunannya. Ia kaget Hyonamelepaskan pelukannya.

“Oppa. Kejadian itu sudah lama. Kenapa kau masihmengingatnya? Dan mengatakan bahwa Kyuhyun lah yang bersalah ha?” Hyona yangsedari tadi sudah reda oleh tangisnya kini mengangkat kedua tangan Jaejoong danmengenggamnya erat. Kali ini wajah yeoja itu terlihat begitu tenang.

“Aku tahu kau menyayangiku, Oppa. Tapi apa kau tidakingin melihatku bahagia sedikitpun? Kenapa kau sangat membencinya? Apa 5 tahunitu tidak cukup bagimu? 5 tahun kau memisahkan kami. Aku tahu kau takutkehilanganku. Tapi dia bukan orang yang seperti itu.” Jaejoong terdiam dan matasendunya tak lepas memandangi Hyona.

“Apa kau sangat mencintainya?”

“Aku—“

“Hyona-ya!!” panggil sebuah suara yang mengagetkan Hyonadan Jaejoong. Sontak mereka menoleh ke pemilik suara tersebut.

“Donghae Oppa??” ujar Hyona yang kini tatapannya tertujupada 2 orang namja yang sekarang berhadapan dengannya.

“Presdir Lee..” sahut Jaejoong yang kini membungkukhormat pada Namja paruh baya yang merupakan bossnya itu.

“Kyuhyun. mana Kyuhyun??” Donghae begitu panik dan inginmasuk pada ruangan itu. Namun dicegat cepat oleh Hyona.

“Oppa. Dokter sedang menolongnya. Jadi kita belumdipersilahkan untuk masuk. Kita berdo’a saja sekarang.” Hyona berusahamenenangkan Donghae yang matanya terlihat berkaca-kaca. Ia menunduk,pandangannya kini beralih pada Jaejoong.

“Apa ini semua ulahmu haa? BRENGSEKK!!!” Donghae yangterkalut emosi kini ditahan oleh Presdir Lee dan juga Hyona.

“Donghae-ya. Ini rumah sakit. Kau jangan seperti ini.”

“Presdir Lee.. Hyona-ya. lepaskan saja dia. Biar saja diamemukulku.” Jaejoong berkata dengan nada pasrah.

“Kau menantangku rupanya?? Dasar Bajingan!! Kauu—“ Saatpukulan ingin meluncur, tiba-tiba Dokter keluar dari ruangan Kyuhyun. Membuatperhatian kini tertuju pada Dokter itu.

“Bagaimana keadaan Kyuhyun??” tanya Donghae dan Hyonasecara serentak.

“Apa Kyuhyun selamat?” tanya Presdir lee lagi.

“Syukurlah dia bisa selamat. Namun, ia terlalu banyakkehilangan darah. Detak jantungnya begitu melemah. Kondisinya belum stabil.”Jelas sang Dokter. Hyona hanya bisa menunduk dengan tubuh yang bergetar.Begitupun dengan Donghae yang kini dihibur oleh Presdir Lee. Mereka begituterpukul dengan keadaan Kyuhyun sekarang. Lain halnya dengan Jaejoong yanghanya terdiam tanpa ekspresi sedikitpun.

“Terus, apa darahnya sudah didonorkan?” Tanya PresdirLee.

“Shi. Tentu. Beruntung di rumah sakit ini masih adapersediaan darah. Jadi, kita hanya bisa berdo’a saja agar dia lekas pulih.”

“Baiklah. Saya permisi dulu.” Dokter tersenyum laluberlalu meninggalkan mereka.

“Puas kau sekarang?? Haa!!” pekik Donghae dengant tatapansangarnya pada Jaejoong yang hanya menghela nafas.
“Hyona-ya. Kajja! Kita pulang…” Jaejoong menarik tangan Hyona yang kini malahmemberontak.

“Aku tidak ingin pergi.. Biarkan aku disini..” Hyonabertutur dengan nada lemah. Sepertinya ia tidak ingin berdebat dengan Oppanyaitu.

“Hmm.. Yasudaahh..” Jaejoong bergegas pergi.

“Qingwen(Permisi). Pasien sudah boleh dijenguk.” Ujarseorang perawat yang kini keluar dari ruangan itu. Donghae dan Hyona sudah siapbangkit dan ingin menjenguk.

“Tapi, hanya boleh satu orang..” Donghae menatap ke arahHyona.

**

TOK! TOK! TOK!

“Siapaa??” terdengar suara yeoja dari balik pintu. Iamembuka pintunya.

“Ka..kau lagi? Mau apa kau ke sini eoh?” Yi Kyung berserusekaligus kaget dengan kedatangan Jaejoong yang justru tiba-tiba. Jaejoonghanya memandangnya dengan tatapan yang kosong. Membuat Yi Kyung sangat takutdengan tatapan itu.

“Kau pasti ingin mengambil kucingmu kan? Baiklah akuakan—“ Saat Yi Kyung berbalik badan tiba-tiba Jaejoong memeluknya danmembalikkan tubuh Yi Kyung berhadapan dengannya.

“Yaakk!! Lepaskan.. Lepaskan! Kau Gil-“

“Ini semua salahku Eomma! Salahku Eomma!! Hikzz..”Jaejoong berkata di sela-sela tangisnya yang sedari tadi ia tahan. Buliran airbening itu meluncur deras. Yi Kyung terpana. Eomma? Apa yang terjadi pada namjaini? Ia tak menyangka, Jaejoong yang begitu dingin dan cuek. Kini datangpadanya dan menangis di pelukannya. Tangan Yi Kyung terangkat untuk mengeluspunggung Jaejoong. Berusaha menenangkannya.

“Uljimaa..” bisik Yi Kyung lembut dengan senyuman yangterukir di bibirnya.

**

Garis eteleskop terus menggitari pada mesin itu. Penutupkatup oksigen kini menempel pada mulut dan hidung seorang namja tampan yangtergeletak tak sadarkan diri. Terlihat seorang yeoja tengah duduk dan menatapnamja itu.

“Dulu. Aku yang tergeletak seperti ini. Sekarang kau.”Bisik Hyona dengan senyuman mirisnya. Yeoja itu terlihat menghembuskan nafasnya.Berusaha menenangkan hatinya yang kacau dan terus menahan bendungan air matayang akan jatuh ke pipinya. Tangan yeoja itu kini tergerak untuk mengenggampergelangan tangan Kyuhyun. Menelusupkan jari lentiknya pada jari namja itu.

“Heii.. Kyunyut. Bangunlah. Bukankah kau inginmengerjaiku lagi eoh? Dasar hantu PSP! Tega sekali kau mengerjaiku seperti itu.Kau tahu aku sangat penakut. Tapi kau malah membuatku semakin takut. Pabboo!!”canda Hyona dengan tawanya yang sungguh dibuat-buat.

“Kyunyut. Hah. Panggilan yang cocok untuk namja nakalsepertimu. Haha. Padahal sebenarnya aku sudah tahu nama aslimu Kyuhyun. Tapiaku malas memanggil nama aslimu. Lebih bagus Kyunyut.”

“Heii. Kenapa kau tidak membantah sekarang saat akumemanggilmu Kyunyut. Biasanya kau akan marah jika aku memanggilmu dengansebutan itu. Kau benar-benar..” Hyona tak sanggup lagi berkata. Buliranbeningnya menerobos keluar menuju pipinya. Namun ia terus menahannya.

“Kau. Masih butuh jawaban itu kan? Kau pastimembutuhkannya. Jawaban yang selama ini aku dan kau pendam.” Hyona terdiamsejenak.

“Saranghae.. Jeongmal saranghae.. Sudah lama akumerasakannya. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan kata-kata itupadamu.” Hyona terus menatap Kyuhyun yang sama sekali tak meresponnya.

“Kau Pabboo.. Hikzz… Kenapa kau tidak bangun jugaeoh??… Bukankah jawaban itu yang kau tunggu selama ini? Hikzz.. Palliwa!!Irreona!!” Pekik Hyona yang kini sudah kehilangan akal. Pertahanannya runtuh.Tangisnya memecah. Membuat Donghae dan Presdir Lee masuk.

“Hyona-yaa.. Tenanglah..” Donghae membawa Hyona ke dalampelukannya membuat tangisnya semakin menjadi. Donghae menatap Hyona begitu iba.

“Kuantar pulang ne? Kau pasti lelah.” Hyona menggelengkankepalanya.

“Anni. Aku ingin menemani nya disini. Lagian, aku jugatidak ingin bertemu Oppaku.”

“Tapi ini sudah hampir sore. Bagaimana kalau Oppamumencarimu? Dia pasti khawatir padamu.” Hyona melepaskan pelukannya dan menatapDonghae.

“Ku mohon. Jangan halangi aku Oppa.” Donghae hanyaterdiam.

“Hyona-ssi. Lebih baik kau pulang dulu. Setelah itu, kaukembali lagi ke sini.” Usul Presdir Lee. Hyona menunduk lalu memandang Kyuhyunsekilas.

“Baiklah. Tapi, setelah itu aku akan kembali.”

“Kau Pulang bersama presdir saja. Dia juga ingin pulang.Biar aku yang jaga Kyuhyun.”

“Anniya. Aku pulang sendiri saja.” Hyona menyeka air mataitu dengan punggung tangannya. Mulai Bangkit lalu beranjak pergi dari ruanganitu. Donghae memandang kepergiannya sekilas lalu menatap Kyuhyun kembali.

**

Sebuah cangkir berisi teh hangat kini diletakkan padasebuah meja panjang yang terbuat dari kaca berwarna coklat. Jaejoong yang dudukdi hadapan meja itu hanya memandang cangkir itu dengan tatapan kosong. Yi Kyungtak henti-hentinya memerhatikan gerak-gerik Jaejoong yang hanya diam tanpa ada pergerakansedikitpun. Yeoja itu kini mengambil tempat di samping Jaejoong yang terusmenatap lurus ke depan.

“Jaejoong Oppa.. Ayo minum ini. Mungkin jika kau meminumini. Perasaanmu pasti jauh lebih tenang.” seru Yi Kyung yang pada akhirnyamemanggil sebutan Jaejoong Oppa seperti dahulu.
Jaejoong masih terdiam dan tidak menjawab sahutan dari Yi Kyung.

“Oppa. Kau jangan seperti ini. Jaejoong Oppa yang kukenal bukan seperti ini. Kemana sikap galakmu? Kemana sikap tegas dan tanggungjawabmu? Kenapa kau terlihat seperti pengecut eoh? Kau hanya melamun danmenangis. Apa itu yang namanya Jaejoong? Kau bukan seperti itu Oppa.” Mendengarpenuturan Yi Kyung, Membuat Jaejoong kini menoleh ke arahnya.

“Lebih baik kau memarahiku seperti dahulu. Lebih baik kaumembentakku seperti dahulu. Melihatmu seperti ini, jauh membuat hatiku sakitmelihatnya. Aku tid—“ Kata-kata Yi Kyung terputus tatkala Jaejoong menaruhtelunjuknya tepat di bibirnya.

“Berhentilah membahas itu. Jika aku mengingatnya. Akujadi tambah merasa bersalah.” Ujar Jaejoong yang akhirnya berbicara dengansuara seraknya.

“Oppa..”

“Kau benar. Aku memang pengecut. Tak seharusnya akuberbuat seperti ini. Aku sadar, selama ini aku hanya lebih mementingkankeegoisanku. Cih! Aku begitu bodoh.” Ujar Jaejoong yang terkekeh pelan lalumenyeruput tehnya.

“Oppa. Aku tak bermaksud seperti itu. Aku minta maafkarena aku sudah memarahimu kemarin.”

“Pabbo Yeoja!!”

“Mwoo??”

“Kau begitu pabbo. Sudah sepantasnya kau membentakkuseperti itu. Kenapa kau malah minta maaf. Seharusnya aku yang mengatakan halitu bukan kau.” Yi Kyung hanya terdiam.

“Kau bisa menemaniku sebentar?” Tanya Jaejoong.

“Mwo? Kemana?”

**

Waktu terus bergulir. Berganti dengan cepat tanpa kitarasakan sebelumnya. Warna gelap kini menghiasi permukaan langit yang begituluas. Tak lupa juga deru angin mengiringi malam itu. Mengiringi langkah kakiseorang yeoja yang tengah turun dari sebuah bus. Langkah kaki yeoja itu terusmenelusuri beberapa toko yang ada di sana. Kini ia berhenti tepat di sebuahtoko cupcake dan memasukinya.

“Wan An(Selamat Malam) Manager Xin Yi(Hyona)..” sapabeberapa karyawan toko itu. Hyona menoleh dan tersenyum menanggapinya. Iaberjalan menghampiri mereka.

“Apa kau melihat Wo Gege(Kakak cowok ku) kemari?” Merekamenggeleng dengan raut wajah bingung.

“Aisshh. Kemana dia? Apa dia benar-benar tidakmempedulikanku lagi?” ujar Hyona dengan nada pelan lalu beranjak pergi daritempat itu.

“Heii. Ada apa dengan Manager??”

“Wo Bu zhi dao(Aku tidak tahu)”

Hyona berjalan dengan langkah kakinya yang begitu cepatnamun yeoja itu menghentikan langkah kakinya sesaat.

“Aisshh! Jaejoong Oppa! Kenapa aku begitu khawatirdenganmu eoh??!!” ujar Hyona dengan nada kesal lalu terdiam sejenak.

“Lebih baik aku langsung ke rumah sakit.”

**

“Kyuhyun kecelakaan??” teriak Cho Ahjussi yang syokmenerima berita buruk dari telefon genggamnya begitupun Cho Ahjumma dan Ahrayang tengah duduk di sofa ruang tamu.

“Kyunnie?? Ahra-ya.. Kyunniee Kecelakaan.. Ahra-ya..” ChoAhjumma yang mendengarnya langsung menangis. Ahra berusaha menenangkan Eommanyadengan memeluk yeoja paruh baya.

“Terus, Bagaimana keadaan Kyuhyun? Dia tidak apa-apa?”

“Dia belum sadarkan diri. Sepertinya dia koma Appa. Lebihbaik Appa,Eomma,dan Ahra Noona segera ke sini.” Ujar Donghae yang disisi lainmasih berada di rumah sakit.

“Baiklah.” Jawab Cho Ahjussi yang langsung menutupsambungan telefon. Cho Ahjumma pun menghampirinya.

“Yeobo. Bagaimana keadaan Kyunnie? Apa dia tidakapa-apa?”

“Gwanchana. Hanya saja ia koma.” Ujar Cho Ahjussi yangkini menunduk sedih.

“Huaa!! Kyunnie. Kenapa kau membuatku makin khawatir? Hikzz..”Cho Ahjumma tak henti-hentinya menangis membuat Ahra yang sedari tadi duduk disofa kini menghampirinya.

“Eomma. Uljimayoo. Kyunnie pasti baik-baik saja. Kitaakan menjenguknya? Ara?”

“Oppaa..!!” Panggil Hyona yang kini melihat Donghaetengah berdiri di luar ruangan Kyuhyun.

“Ahh.. Hyona-ya..” Hyona menghampirinya.

“Bolehkah aku menginap disini? Dan menjaga Kyuhyun?” TanyaHyona yang tersenyum.

“Untuk Adik iparku. Apa yang tidak eoh? Kajja! Masuk!”

“Aissh.. Oppa! Kau menggodaku he?” Hyona menyenggollengan Donghae sekilas lalu masuk ke dalam ruangan itu. Dengan langkahcepatnya, Hyona menyeret kursi dan mendudukinya tepat di samping Kyuhyun yangmasih terbaring tak sadarkan diri.

“Hei.. Kyunyutt. Aku bawakan sesuatu untukmu..” Donghaeyang duduk di sofa depan ranjang Kyuhyun begitu antusias tatkala Hyona tengahmerogoh tasnya.

“TADAAA!!” Sebuah PSP kini dikeluarkannya membuat Donghaehanya tersenyum melihatnya.

“Mungkin jika aku memainkannya. Kau pasti bangun eoh??Baiklah.. Aku akan memainkannya.” Tangan Hyona kini tergerak untuk menekantombol-tombol PSP itu. Donghae hanya memandangnya begitu iba. Raut wajah sedihterlukis di wajah tampannya.

“Hyona-ya..” panggil Donghae.

“Wae Oppa??”

“Kau jangan seperti ini. Lebih baik kau istirahat..”

“Annii. Lebih baik oppa pulang. Biar aku yang menjagaKyuhyun.”

“Hmm. Yasudahh.. Aku pulang dulu.”Donghae bangkit lalumengacak rambut Hyona sekilas. Saat ia membuka pintu dan menutupnya kembali. Iabegitu terkesiap dengan dua orang yang membawa bingkisan buah tengah berdiri dihadapannya.

“Kau lagi. Mau apa kau kesini?” Jaejoong dan Yi Kyungmenghela nafas.

“Yi Kyung-ah. Kau masuk dan bawa ini. Sepertinya ada yangharus aku selesaikan.” Yi Kyung mengangguk dan membawa bingkisan itu lalu masukke dalam ruangan tersebut. Kini hanya tinggal dua orang namja itu yang tengahbertatapan tajam.

“Ikut aku. Ada yang ingin kubicarakan.”

Yi Kyung masuk ke dalam ruangan itu. Tatapannya kiniterhenti pada seorang yeoja yang tengah bergelut pada PSPnya. Yi Kyung memasangraut wajah herannya.

“Ehemm.. Hyona-yaa..” Panggil Yi Kyung membuat Hyonamengerutkan keningnya dan mempause permainannya. Ia menoleh ke belakang.

“Yi Kyung-ah? Kau Yi Kyung-ah eoh??” pekik Hyona takpercaya dengan wajahnya yang berbinar. Yi Kyung mengangguk. Sontak Hyonabangkit lalu memeluk sahabatnya itu.

“Hyona-yaa. Bogoshipeoo.”

“Nado Yi Kyung-ahh..” Mereka pun melepaskan kontak fisikitu diantara mereka.

“Wahh. Hyona-ya. Kau berbeda sekali. Kau begitu cantik.Aku sampai tidak mengenalmu gara-gara penampilanmu yang begitu berubah.”

“Aisshh! Kau menyebutku tidak cantik eoh?” Hyonamengerucutkan bibirnya. Membuat Yi Kyung tersenyum lalu mencubit pipi kanannyayang chubby.

“Anniyaa.. Kau ini..”

“Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa tahu aku ada disini?”

“Begini.. Sebenarnya..”

**

“Untuk apa kau membawaku ke sini eoh?” Tanya Donghaetegas tanpa memandang wajah Jaejoong. Mereka kini berada di Sungai Han yanglokasinya tidak jauh dari rumah sakit.

“Aku kagum padamu.” Ujar Jaejoong yang menatap lurus kedepan membuat Donghae kini menoleh ke arahnya.

“Apa maksudmu?”

“Benar-benar pribadi kakak yang sangat baik. Itulah kau.Kyuhyun pasti beruntung mempunyai Hyung sepertimu.”

“Kau aneh. Aku benar-benar tidak mengerti maskudmu.”

“Kau tahu. Seorang kakak yang baik, pasti akan menjadipribadi yang hebat dimata adiknya.”

Donghae terdiam lalu mencerna kembali perkataan Jaejoong.Ia tersenyum lalu mulai mengerti apa yang Jaejoong maksud.

“Kau baru menyadarinya kan? Seorang kakak pasti akanmelakukan hal yang terbaik demi membahagiakan adiknya. Begitupun Aku, Akuselalu melakukan yang terbaik untuk Kyuhyun. Dia dongsaeng kesayanganku. Akutidak mau kehilangan dia hanya karena KEEGOISANKU.” Ujar Donghae denganpenekanan pada akhir kalimatnya. Jaejoong hanya tersenyum.

“Benar. Sepertinya aku tidak mempunyai pribadi sepertiitu.” Donghae mengerutkan keningnya lalu tersenyum lagi. Senyuman yang begitutulus.

“Kau salah. Kau memilikinya. Aku tahu, kau melakukannyademi kebaikan Hyona. Tapi karena kau terlalu takut kehilangannya, kau jaditidak bisa mengendalikan emosimu. Sebenarnya aku tidak ingin mempunyai musuhatau orang yang dibenci. Hanya saja aku tidak suka jika ada seseorang yangmerusak kebahagiaan orang terdekatku.”

“Gomawo. Berkat kau. Aku jadi memahami pribadi seorangkakak yang sesungguhnya.”

“Hahaha. Nde. Jadilah Hyung yang baik. Kau pasti bisa.”Jaejoong mengangguk dan tersenyum.

“Jaejoong Hyung. Bagaimana kalau kita memulainya dariawal? Memulai sebuah kebahagiaan untuk kedua dongsaeng terbaik kita.Eotthokae?” Tangan Donghae terangkat dengan telapak tangan yang sedikit iatekukkan melambangkan sebuah salaman persahabatan. Jaejoong menyambutnya dengansemangat. Mereka berpelukkan layaknya dua orang sahabat yang sudah lama tidakbertemu.

**

Bibir Hyona bergetar mendengar semua penuturan Yi Kyungyang menceritakan tentang Jaejoong yang selama ini menyayanginya. Buliranbening kembali menghiasi wajahnya.

“Dia pasti sangat menyayangimu. Makanya ia berbuatseperti ini. Dia benar-benar Oppa yang sangat bertanggung jawab.”

“Aku tidak menyangka. Alasan Jaejoong Oppa memisahkan akudan Kyuhyun adalah agar aku tidak mengalami kecelakaan dulu.”

“Nde.. Di perjalanan tadi, ia menceritakannya padaku.”

CKLEK!

Sebuah pintu terbuka menampakkan dua orang namja tampanyang tengah berdiri disana. Hyona menoleh begitupun Yi Kyung. Mata Hyonaberbinar tatkala melihat kehadiran Jaejoong. Ia beranjak dari kursinya laluberhamburan di pelukan Jaejoong yang emnyambutnya dengan senyuman hangat.

“Oppa. Kau dari mana saja eoh? Aku begitu merindukanmu..Mianhae Jika aku kasar padamu.”

“Chagiya. Gwanchana. Kau tidak perlu minta maaf sepertiitu. Seharusnya Oppa yang minta maaf karena oppa tidak memahami kebahagiaanmuyang sesungguhnya. Oppa begitu menyayangimu..”

“Ndee. Oppaa..”

“Haahh. Alangkah baiknya jika Kyuhyun sadar, pasti diabegitu bahagia dengan berita baik ini.” Ujar Donghae yang tersenyum sembarimenatap Kyuhyun yang masih bergelut dengan alat-alat dokter itu.

**

2 years later…

Hyona POV

Aku berlari menyusuri lorong tempat ini. Terkadang akumembetulkan letak kaca mata lensaku. Setelah sekian lama aku berlari, akhirnyalangkahku terhenti tepat di sebuah ruangan. Aku menarik knop pintu laluterlihatlah fondasi dan interior putih yang menghiasi sudut ruangan itu.Pandanganku kini terhenti pada seorang namja yang tengah berbaring dengan mataterpejam. Aku tersenyum. Ya! Sudah dua tahun aku melihat namja ini masihtergeletak di tempat ini dalam keadaan yang masih tak sadarkan diri. Aku kinimendekatinya dan duduk di sebuah kursi yang berada di tepi ranjangnya. Kini takterlihat lagi alat-alat dokter yang menghiasi tubuh dan wajahnya sepertibeberapa tahun lalu kecuali sebuah selang infus yang masih menancap di lubanghidungnya. Ku pandang wajahnya. Ia tak berubah. Tetap Tampan. Tapi rambutnyasemakin hari semakin panjang. Terkadang tumbuh beberapa rambut halus yangmenghiasi philtrum dan dagunya. Namun itu tak terlihat lagi, karena setiapharinya aku selalu menyempatkan diri untuk mencukurnya. Setelah puas memandangwajah tampannya, kini langkahku tergerak untuk berjalan menuju jendela ruanganitu. Memandangi kota Taipe yang sama sekali tidak menunjukkan adanya perubahan.Fikiran ku menerawang mengingat perkataan Dokter yang dari dulu menanganikecelakaan Kyuhyun. Ia mengatakan bahwa semua anggota tubuh Kyuhyun sudahsepenuhnya pulih. Namun entah kenapa kesadaran Kyuhyun belum sepenuhnyakembali. Mengingatnya membuatku sakit apalagi melihatnya masih terbaring ditempat itu. Aku hanya bisa menahan semua ini. Sungguh. Aku begitumerindukannya.

“Hyona-ya..” Aku menoleh ke belakang mendapati seorangwanita paruh baya tengah tersenyum lalu berjalan mendekatiku.Ya! Dia EommaKyuhyun. Beberapa tahun lalu sempat ada guncangan hebat antara aku dan keluargaKyuhyun. Tapi, Syukurlah sekarang mereka sudah menerima kehadiranku begitu baikdan hangat dikarenakan aku selalu menjaga Kyuhyun setiap harinya.

“Ahjumma? Kapan Ahjumma datang? Kenapa tidakmemberitahuku? Ahjussi dan Ahra Eonni mana?”

“Aisshh. Kau ini. Kenapa kau masih panggil aku Ahjummaeoh? Kau sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri. Panggil Eomma ne.” Akumemandangnya dengan raut wajah yang cukup ragu lalu memaksa untuk tersenyum.

“Ne Eomma.” Eomma Kyuhyun tersenyum lalu mengeluspunggungku dengan tangannya. Sentuhan ini., sentuhan seorang Eomma  yang tidak pernah ku alami sebelumnya. Akubegitu mendambakan sentuhan ini.

“Hyona-ya..”

“Ne?”

“Menurutmu, Apa sebentar lagi Kyuhyun akan bangun? Eommamerindukannya.” Entah kenapa tubuhku tergerak untuk memeluk Eomma Kyuhyun. Akumemejamkan mataku tatkala merasakan kedamaian ini.

“Dia pasti bangun. Aku yakin…. Eomma.” Ujarku dengan nadapelan pada akhir kalimatnya. Eomma tersenyum. Tanpa terasa bulir matakumenetes.

“Hmm.. Hyona-yaa.. Eomma pergi dulu. Eomma inginmenjemput Ahra yang berada di bandara. Appamu sudah menunggu disana. JagaKyuhyun baik-baik.” Aku melepaskan pelukannya.

“Arasoo.. Eomma.” Ia tersenyum hangat padaku lalumengecup pipiku.

“Kau menantuku yang paling baik. Aku menyesal karenapernah berburuk sangka padamu.” Eomma Kyuhyun mengacak rambutku sekilas. Diamemang paling suka melakukan hal ini terhadapku. Ia pun beranjak pergimeninggalkanku yang hanya sendiri.

“Me..Menantu??” Aku tersipu malu jika mengingatnya. Kinipandanganku kembali memandang keindahan kota Taipe dari balik jendela ini.Memejamkan mata dan mengingat kembali masa-masa dimana aku bersama dengan Kyuhyun.Yaahh. Kyunyuttt.. Kyunyuuuutt.. My Handsome Evil..

“Aissshh! Kepalaku sakiiittt!!” Aku tersentak kaget. Ya!Aku mengenal suara itu. Suara itu…

“Kyu..Kyuhyun-ahh??” pekikku tak percaya setelah berbalikbadan. Kyuhyun. Namja itu sudah sadar dari tidurnya yang cukup panjang.Terlihat ia begitu gusar dan mengacak rambutnya. Dalam Seketika wajahkuberbinar dan berlari memeluknya.

“Kyu-ah.. Bogoshipeoo..” Ia melepaskan pelukannya dariku. Apa maksudnya ini? Tatapannya begitu aneh. Sorot matanya yang tajam menusukke dalam bola mataku yang terpaku melihatnya.

“Kauu.. Kau pasti yang menabrakku eoh??” Apa katanya? Apaaku tidak salah dengar? Apa dia bercanda? Ini sungguh gila. Apa yang sebenarnyaterjadi pada namjaku ini? Dia bukan Kyuhyun yang ku kenal.

“Kau kenapa Kyu? Apa maksud perkataanmu?” aku memegangkedua pipinya namun dengan sigap ia langsung menepisnya. Kini ia bangkit danberanjak dari tempat tidurnya. Ia terus menjauhiku namun aku tak ingin menyerahuntuk mendekatinya. Ia ingin keluar namun dengan cepat aku mengunci pintu itu.

“Kau tidak boleh keluar Kyu. Kondisimu masih belummembaik.”

“Arrrggghhh!! Kau siapaa? Jangan membunuhku lagi!! Jangandekati aku..”

“Kyu.. Aku Hyona.. Kau kenapa eoh? Kenapa kau tidakmengenalku?” tanyaku dengan buliran yang membendung di pelupuk mataku. Akuterus mendekatinya dan ia terus memundurkan langkahnya dengan raut wajah yangdiliputi rasa takut yang amat luar biasa. Langkah kaki Kyuhyun kini terhentipada jendela panjang yang tidak menggunakan teralis itu.

“Ja..Jangan dekati aku.. Ja..jangann..” Kyuhyun terusmenggelengkan kepalanya. Aku terus mendekatinya dan akhirnya aku bisa menyergaptangannya. Tak lupa juga aku mengunci tubuhnya yang masih lemah itu dengantubuhku yang mengapit ditubuhnya. Rasa takut terus mengerogoti mata Kyuhyun.Dengan sekuat tenaga, Kyuhyun akhirnya melepaskan genggamanku yangmenyergapnya. Kyuhyun melirik ke belakang secara sekilas. Entah setan darimana, namja itu nekat memanjat jendela tanpa teralis itu. MWOO???

BUUGHHH!!

Kyuhyun terjatuh dari lantai 5 dengan kondisi yang taksadarkan diri. Tubuhku bergetar seketika, bibirku memucat. Apa yang barusankulihat? Kyuhyun.. Dia..Dia..

“KYUHYUUUUNNNNN!!!!KYUHYUUUNNN!!KYUHYUUUUNN!!” Tangiskumemecah.

“Kyuhyun-ahhh!!! Kyuhyun-ahhh!!” Aku tidak tahu harusberbuat apa lagi. Tiba-tiba…

“Hyona-yaa.. Irreonaa.. Kau kenapa chagi?” sebuah suaramembuatku sontak terbangun. Itu suara Jaejoong Oppa.

“Kyuhyun-ah… Oppaa.. Kyuhyunn..” Aku memeluk Oppaku. Diaberusaha menenangkanku.

“Kau pasti bermimpi eoh?” Bermimpi? Apa benar barusan akubermimpi??

“Yaakk! Yeoja Roti? Ada apa denganmu? Kau merindukankueoh?” Suara itu.. Pandanganku kini beralih pada sumber suara itu. Ya! Seorangnamja yang tengah duduk di sebuah ranjang.

“Kyu..Kyu??” Aku menatapnya tak percaya. Apa benar diaKyuhyun.?

“Wae? Kau kenapa eohh? Apa yang terjadi?”Tak terasabuliran bening kini mengalir perlahan di pipiku. Bibirku tertarik untukmengukir sebuah senyuman. Aku berlari kecil menghampirinya lalu memeluknya yanglangsung menyambut pelukanku dengan tangan terbuka.

Author POV

Hyona berlari kecil menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya.Pelukan itu kini disambut hangat oleh Kyuhyun yang tersenyum hangat sembarimemejamkan matanya.

“Kyuhyun-ahhh….Jangan tinggalkan aku lagi…”

“Nde.. Aku pastikan itu.” Cukup lama Hyona memelukKyuhyun tanpa menyadari bahwa mereka saat ini menjadi pusat perhatian penghunidi ruangan itu.

“Aigoo… Romantis sekali adik iparku..” goda Ahra yangmembuat Hyona langsung melepaskan pelukan itu dari Kyuhyun. Mereka menundukmalu.

“Hmm.. Ngomong-ngomong, kenapa aku bisa tertidur tadi?”Hyona berusaha menghilangkan kegugupannya dengan menanyakan hal itu. EommaKyuhyun kini mendekatinya.

“Aigoo.. Hyona-ya. Tadi kau tertidur di dalam pelukanEomma. Makanya Eomma membawamu ke dalam Sofa itu.”

“MWO?”

-FLASHBACK-

“Hyona-ya..”

“Ne?”

“Menurutmu, Apa sebentar lagi Kyuhyun akan bangun? Eommamerindukannya.” Hyona tersenyum lalu memeluk Cho Ahjumma. Ia memejamkan matanyamerasakan sebuah kedamaian menyelimutinya.

“Dia pasti bangun. Aku yakin…. Eomma.” Ujar Hyona dengannada pelan pada akhir kalimatnya. Cho Ahjumma tersenyum. Entah kenapa Yeoja itumenangis. Tak berselang waktu lamanya, ia pun tertidur di dalam pelukan ChoAhjumma.

“Aigoo.. kau pasti capek sekali eoh?” Cho Ahjumma berusahamembopong tubuh Hyona dan membaringkannya di sofa panjang. Ia pun mengelusrambut Hyona.

“Hyona-yaa.. Eomma pergi dulu. Eomma ingin menjemput Ahrayang berada di bandara. Appamu sudah menunggu disana. Jaga Kyuhyun baik-baik ne.”

“Arasoo.. Eomma.” Ujar Hyona yang mengigau membuat ChoAhjumma begitu gemas dengan raut wajahnya yang sangat polos itu. Ini membuatCho Ahjumma mengecup pipinya.

“Kau menantuku yang paling baik. Aku menyesal karenapernah berburuk sangka padamu.” Sebelum pergi, Cho Ahjumma mengacak rambutHyona sekilas.

**

“MASUK!!” teriak Kyuhyun yang menyeret Hyona masuk kedalam mobilnya begitupun Kyuhyun yang juga masuk bersamaan dengan Hyona. Saatini Kyuhyun tidak diizinkan membawa mobil. Makanya ia menjemput Hyona dengansupir Appanya.

“Yaaakk!! Kau ingin mengajakku kemana eoh? Kau tahu!! Kaubaru beberapa hari yang lalu pulang dari rumah sakit! Seharusnya kau istirahatdi rumah! Bukan seperti ini!”

“Kau cerewet sekali! DIAM!!” Entah kenapa Sikap Kyuhyunhari ini begitu kasar. Ia terus berteriak dan membentak Hyona.

“Kenapa kau berteriak seperti itu eoh? Yasudah! Aku akanlangsung lompat dari mobil ini.” Hyona membuka pintu mobil itu namun langsungdicegat oleh Kyuhyun

“Yaaak!! Kau gila eoh? Mobil sedang berjalan kenapa kaubuka pintunya!! Tutup kembali!!” dengan raut wajah kesal, Hyona menutup pintuitu. Setelah itu, ia hanya diam dan mengerucutkan bibirnya. Pandangan yeoja itukini menerawang pada luar kaca jendela yang sudah terbuka. Kyuhyun meliriknyasekilas lalu tertawa evil tanpa ada suara.

**

@Fulong Beach At Taipe,Taiwan

“Kyuhyun lama sekali menjemput Hyona..” ujar Cho Ahjummayang tengah menyiapkan beberapa bahan makanan yang dibantu oleh Ahra.

“Sebentar lagi dia juga akan datang yeobo.” Jawab ChoAhjussi yang tengah duduk santai tepat di samping Cho Ahjumma. Sepertinyakeluarga Cho terlihat sedang melakukan piknik. Tapi hari ini keluarga Cho jugamengundang Jaejoong dan Yi Kyung yang sekarang tengah duduk tak jauh darimereka. Dua sejoli itu terlihat bercanda gurau. Donghae yang merasa kesepiankini datang menganggu Jaejoong dan Yi Kyung.

“Bolehkah aku menganggumu Hyung??” ujar Donghae yang kiniduduk tepat di tengah dua sejoli itu.

“Yaaakk! Bocah ikan! Pergi sana! Kau menganggu saja!!” Donghaemengerucutkan bibrnya karena merasa tidak diperhatikan. Ya! sejak dua tahun inimereka terlihat begitu akrab layaknya saudara kandung.

“Yasudah. Hmm. Yi Kyung-ah. Jangan mau termakan bujuk rayu Ahjussi tuaini. Lebih baik kau ikut denganku. Eotthe??” goda Donghae dengan senyuman genitnya.

“Apa katamu? Ahjussi Tua???!!”

TIN..TIN…TIN..

Sebuah klakson mobil berbunyi tak jauh dari mereka. terlihat Kyuhyundan Hyona turun dari mobil itu dan menghampiri mereka yang sedang piknik dipantai yang saat ini tidak terlalu ramai.

“Akhirnya Kau datang juga.” Ujar Yi Kyung yang disambut binary wajahbahagia oleh yang lainnya. Hyona hanya tersenyum kikuk. Sesekali ia meliriktajam kea rah Kyuhyun yang malah mengedipkan sebelah matanya dengan genit.

“Hari ini kita mengadakan piknik. Anggap saja ini perayaan sederhanaatas pulangnya Kyuhyun dari Rumah sakit.” Ujar Cho Ahjussi.

“Oppa? Kau disini? Kenapa tidak memberitahuku sejak tadi?”

“Hehehe. Tidurmu terlalu nyenyak tadi. Aku jadi tidak tega untukmembangunkanmu. Makanya kusuruh Kyuhyun untuk datang ke rumah.” Ujar Jaejoongdengan dagu yang ia arahkan pada Kyuhyun. seperti teringat sesuatu, Kyuhyunmendekat ke arah Donghae.

“Hyung. Apa kau sudah menyiapkan semuanya?” Bisik Kyuhyun pada Donghae.

“Tentu. Kau ajak saja dia sekarang. Nanti kau kasih aku kode darijauh.” Donghae mengangkat jempolnya. Kyuhyun tersenyum lalu kembali mendekatiHyona dan menarik tangannya.

“Yaakk!! Mau kemana lagi eoh??”

“Ikut saja..” mereka terus berjalan menyusuri pasir pantai itu. langkahmereka begitu jauh dari tempat piknik mereka. Hyona melepaskan tangan Kyuhyunlalu menatapnya.

“Kau mau apa ha? Kenapa kau ajak aku tempat sepi seperti ini. Beranikau mencoba menyentuhku. Aku pastikan jantungmu akan melayang?”

“Jantungku? Aigoo. Kau yakin melakukannya?” Hyona menunduk.

“Ndee.. Wa..aee?” Hyona berusaha mengelak namun tangan Kyuhyun kinimemegang sisi kepalanya dan memutar pandangannya pada sebuah benda yang begitubesar yang ditutupi oleh kain yang panjang.

“A..Apa ini?”

“Buka saja!!” Karena begitu antusias, Hyona membukanya dengan sigaplalu terlihat raut wajah bingung terpampang jelas di wajah cantiknya.

“Se..peda? Kenapa banyak sekali sepeda disini?”

“Kau tidak mengerti maksudku eoh?” Kyuhyun menatap Hyona bingung yangmalah menggelengkan kepalanya berulang kali. Kyuhyun hanya mengehela nafas.

“Coba kau perhatikan sepeda ini satu persatu.” Hyona mencobamemerhatikan benda itu dengan seksama. Yeoja itu kaget setelah melihat sebuahsepeda berwarna coklat yang sudah taka sing lagi di matanya. Ia menoleh kea rahKyuhyun.

“Kyu. Bukannya ini sepedaku??” Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk dengancepat. Wajah Hyona berbinar seketika.

“Sudah lama aku menggantinya dan juga memodifikasikannya. Waktu itu akutidak tahu kapan aku akan memberikanmu benda ini. Kau tahu juga kan? Waktu itukau dan ak—“

GREPP!

Hyona memeluk Kyuhun yang kini malah kaget dengan perlakuannya yangsecara tiba-tiba. Kemudian namja itu mulai tersenyum dan tergerak untukmembalas pelukan itu.

“Gomawoo..Kyu-ahh.. benda ini begitu berharga untuk hidupku.” Kyuhyun melepaskandekapannya lalu menatap Hyona sembari mengerucutkan bibirnya.

“Jadi, aku tak berarti apa-apa untukmu?” ujar Kyuhyun dengan raut wajahyang ia buat persis seperti anak kecil. Hyona melihat ekspresinya seperti itumembuatnya gemas dan mencubit pipi Kyuhyun.

“Aiggoo.. Kau ini. Mana mungkin aku seperti itu.”

“Terus, menurutmu aku berharga?” Kyuhyun terlonjak senang.

“Hmm. Mollayo. Heii. Gimana kalau kita menaiki sepeda ini sekarang?Kebetulan sekali sepeda ini sudah mempunyai dua jok belakang. Eotthokae?” Hyonaberusaha memotong permbicaraan Kyuhyun yang malah membuat namja itu mendecakkesal. Tapi itu hanya sesaat, karena kini bibir namja itu tertarik untukmengukir sebuah senyuman.

“Hmm. O,iya, aku punya kejutan untukmu.”

“Mwo? Apa itu?” Tangan Kyuhyun tergerak untuk menutup mata Hyona lalumembalikkan badannya sehingga Hyona kini membelakanginya.

“Tutup matamu ne. Aku akan melepaskan tanganku.” Ujar Kyuhyun yangperlahan-lahan melepaskan tangannya dari kedua mata Hyona yang telah memejamkanmatanya.Kini tangan Kyuhyun tergerak untuk mengetik pesan.

To: Ikan Hyung

 

Hyung, Bagaimana? sudah siap??

 

1 Message Received..

For: Ikan Hyung

 

Okeh. Kau tunggu saja. Lagianaku juga tidak jauh darimu.

 

To: Ikan Hyung

 

Mwo? Kau ada di sekitar sini?

Tiba-tiba, dari kejauhan terlihat Donghae melambaikan tangannyabegitupun Yi Kyung dan Jaejoong yang ada disana. Kyuhyun tersenyum lalumengangkat tangannya membentuk sebuah jempol yang nyaris tidak terlihat olehmereka. Donghae mengangguk lalu memulai rencananya.

“Yaakk.. Kyu!! Masih lama eoh??” Kyuhyun membalikkan tubuh Hyona.Mereka kini berhadapan.

“Nah. Buka matamu.” Hyona membuka matanya. Menguceknya perlahan karenapandangannya yang terlihat kabur. Setelah penghilatannya sudah terkumpulkembali, ia menatap lekat-lekat dengan apa yang dilihatnya.

“A..Apa maskudnya ini Kyu?” Hyona memandang heran pada 4 balon yangberukuran besar bergerak melayang ke udara dengan menggantungkan sebuah papanyang membentuk sebuah tulisan.

“Coba kau baca.”

“WILL…

YOU…

MARRY…

ME?” Hyona memicingkan matanya saat membaca tulisan itu. Ia terkesiapdan menunduk dengan wajah yang merona merah. Ia memandang ke arah Kyuhyun yagnkini sudah ada dihadapannya dengan posisi yang bertekuk lutut.

“WILL YOU MARRY ME?”

“Hmm. Kyuuu.. Akuu—“

“Saranghaaee~~” Kyuhyun meraih tangan kanan Hyona lalu mengecuppunggung tangannya sekilas.

Sedangkan Hyona, yeoja itu hanya terdiam lalu menatap Kyuhyun yangtengah menunggu jawaban darinya.

“Jawab Aku.” Hyona terdiam lalu melepaskan tangan Kyuhyun yang mengenggamnya.Berjalan meninggalkan Kyuhyun lalu ingin menaiki Sepedanya. Kyuhyun menunduklalu bangkit. Ia juga berjalan ke arah lain. Hyona tersenyum jahil lalu turundari sepedanya dan berlari kecil menghampiri Kyuhyun. Ia mengenggam tanganKyuhyun dan menarik tengkuk namja itu dan..

CHU~

Hyona menempelkan bibirnya ke bibir Kyuhyun. Membuat namja itu kaget.Saat tautan itu  sudah terlepas, ia masihkaget. Sedangkan Hyona, yeoja itu hanya menunduk dengan wajah yang meronamerah. Ya! Baru kali ini ia mencium bibir seorang Pria terlebih dahulu. Yeojaitu mulai mendekatkan mulutnya pada telinga Kyuhyun.

“Nado Saranghae Handsome Evil~~” bisiknya lalu mulai menjauhkanmulutnya dan menatap Kyuhyun.

“Jadi, Kau mau menerimaku?”

“Ne. I do..!!” ujar Hyona semangat. Wajah Kyuhyun berbinar. Ia membawaHyona ke dalam pelukannya. Pelukan bahagia yang saling mereka salurkan satusama lain. Mereka begitu telarut dalam pelukan itu. Kini mereka salingbertatapan. Ya! Tatapan mereka bertemu. Membuat dua insan itu saling mendekatkanwajahnya. Hidung mereka telah bersentuhan. Jantung mereka saling memompa satusama lain. Ini bukan pertama kalinya mereka seperti ini. Tapi entah kenapa halini terus membuat mereka gugup. Saat bibir mereka akan menyatu tiba-tiba..

DORR!!DORR!DORR!

Suara letusan balon terdengar di langit itu. Sontak membuat dua insanitu menjauhkan wajahnya dan mendongak ke langit. Terlihat sesekor burung Elangyang menatap pada puing-puing balon itu. Sepertinya balon itu meletus akibatulahnya.

“Kyu! Ayo kita ambil balonnya.”

“Pabbo! Itu sudah meletus!”

“Bukan begitu! Aku mau Papan yang bertuliskan “Will You Marry Me” tadi.Tulisannya begitu keren. Aku ingin memajangnya di ruang tamu jika kita sudahmempunyai rumah nanti.”

“MWOO??”

“Ayo Kejar!!!” Hyona menaiki sepedanya lalu mulai mengayuhnya.

“Yakkk!! Hyona-ya!! Hyona!!” Kyuhyun terus meneriakinya danmengejarnya. Ia berlati kencang. Saat jarak ia dan Hyona sudah dekat. Iamenahan bagian belakang sepeda itu dan langsung saja menaikinya.

“Yaakk! Kau menganggu saja!!”

“Aku ingin ikut. Cepat kayuhh!!”

“Yaakk!! Kau berat sekalii..”

“Salah kau sendiri.” Hyona mengerucutkan bibirnya.

“Heii. Bisakah kau berhenti dulu? Aku ingin merubah posisi dudukku.”Ujar Kyuhyun.

“Memang seperti apa posisimu?”

“Aku tidak nyaman dengan posisi seperti ini.” Ya! Posisi Kyuhyunmenghadap ke samping. Karena kakinya terlalu panjang ia menaikkan satu kakinyauntuk menempel di pahanya. XD

“Hahaha! Posisimu pasti seperti Ahjussi yang sedang mangkal(?) eoh?Hahaha!”

“Yaakk!! Kau tega sekali! Biar aku yang kayuh!!”

“Anni. Kau diam saja!!” perjalanan mereka kini akhirnya melewatiKeluarga Cho yang sedang bersantai di pantai. Jaejoongyang sedang duduk bersama Yi Kyung kini bangkit. Ya! Donghae, Jaejoong, YiKyung telah kembali setelah menerbangkan balon itu.

“Itu bukannya Kyuhyun dan Hyona? Tapi kenapa Hyona yang menggoncengnya?Hahaha! Lihat Posisi Kyuhyun.. Hiahahaha!!” Donghae tertawa geli saatmelihatnya.

“Heii! Kalian mau kemana??” teriak Jaejoong yang kini bangkit.

“Ambil Balon.” Jaejoong dan Yi Kyung bertatapan.

“Ambil balon? Kajja! Kita ikuti mereka!!” Jaejoong menarik tangan YiKyung ke tempat persewaan sepeda. Lalu menaikinya.

“Yaakk! Hyung! Aku juga ingin ikut!”

“Naik saja sana! Kau manja sekali!” Jaejoong meneriakinya yang kinimelintasi Dongahe yang hanya menganga lebar menatapnya. Donghae tidak tinggaldiam, ia juga bergegas pergi ke tempat persewaan sepeda.

“Duibuqi(Maaf). Sepedanya sudah tidak tersedia lagi.” Donghae mengacakrambutnya sekilas. Namun matanya kini tertuju pada sebuah mobil terbang yangtiba-tiba mendarat didepannya. Kaca mobil itu terbuka.

“Donghae oppa. Ayo masuk!!”

“Mwo? Author(?)???” Donghae bergegas masuk.

“Wahh. Author! Kau baik sekali.” Author: (Berbunga-bunga)

Kini mobil itu terbang dan melintasi Jaekyu couple.

“Hyungg!! Aku bisa terbang!!” Donghae melambaikan kedua tangannya padaJaekyu couple yang ada dibawahnya. Membuat dua insan itu kaget.

“Mwo? Donghae??? Kenapa kau bisa ada disana? Yaak! Bocah kecil! Cepatturun!! ” teriak Jaejoong yang tak dijawab oleh Donghae yang malah menjulurkanlidahnya seakan mengejek.

“Yeey! Donghae bisa terbang! Donghae bisa terbang!!” -__-“

(Yang terakhir hanyalah khayalansemata. Aslinya Donghae tidak mengejar. Kekekeke~~”)

*Kabuuur sebelum dibakar Fishy*

END

 

 

Jiakakakak! Fiuuuhhh! Akhirnyaselesai juga FF ini setelah sekian lama.
Mianhae jika tidak menarik. O,ya… Gomawo buat Jea Eonni yang sudah mempublishFF gaje ini sekian lamanya. Gomawo juga buat para readers yang sudah menunggudan tetap setia membaca FF ini. Aku juga ingin mengucapkan Gomawo pada Oomwarnet sudah bersedia menampung saya. Dan juga Oom Facebook yang bersediamenampung FF saya. *kayakpenghargaan*

Pokoknya saya mengucapkan terimaaksih pada semuanya. Mianhae jika ada salah kata pada readers semua. Author mintamaaf sebesarnya. Baiklah. Author pamit dulu. PAI!PAI!! ^_^)/

RCL JANGAN LUPA! RCL JANGANLUPA!

Advertisements

4 thoughts on “~Nado Saranghae Handsome Evil~ Part. 15 (END)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s