Lamia (Another Story of Vampire) – Part 5

Tittle: LAMIA (another story of vampire)

Author: VikaKim

Facebook: m.facebook.com/vichaELF

Twitter:  @vikakim24

Cast:

-Cho Kyuhyun

-JungHyeri

-LeeDonghae

Genre: Romance, Fantasy

Length : Series

Hyeri’s room

-06.00 KST-

author pov

 

matahari merangkak naik, mencoba membangunkan sepasang manusia yang tengah menikmati indahnya dunia mimpi dibalkon. posisi mereka tak berubah sejak semalam. mereka tidur dengan posisi saling bersandar dengan berpegangan tangan. seolah mereka memang menggenggam semua rasa yang sudah mereka luapkan. ada rasa memiliki didalam genggaman mereka, ada harapan dan keinginan yang dalam. ada rasa harap bahwa waktu dapat melesak masuk kedalam genggaman mereka. seolah semakin erat genggaman mereka,waktu berjalan semakin lambat. membiarkan semua rasa yang ada terserap dalampikiran dan hati mereka secara perlahan.

lenguhan ringan terdengar dari bibirsang gadis. bibirnya spontan tertarik membuahkan senyuman begitu indra penciumannya menangkap aroma favoritnya. tangannya semakin erat menggenggam tangan kyuhyun, pria yang masih memejamkan matanya. walaupun hyeri tak yakin kyuhyun benar-benar tertidur. bukankah vampire tidak tidur?

“kau bisa bisa mematahkan tulang jariku kalau menggenggamku seerat itu nona cantik” ujar kyuhyun dengan mata yang masih terpejam.

hyeri tersenyum mendengar penuturankyuhyun. “Ckk, bahkan kalau aku menggoreskan jarimu dengan besi, kau tetaptak akan terluka tuan vampire yang tampan”

kyuhyun membuka matanya, menatap hyeri yang tengah tersenyum padanya. tak ada pemandangan yang lebih menyenangkan dari ini. sapuan angin yang membuat anak rambutnya menari-nari membuat aroma hyeri begitu kuat menusuk hidungnya.

kyuhyun menyurukkan wajahnya kedalam lekukan leher hyeri. mencoba menghirup aroma yang lebih menyengat.  Ketika hidungnya menyentuh permukaan leher hyeri, ia langsung menghirup nafas dalam-dalam. mencoba menangkap semua aroma tubuh gadisnya. sementara disaat yang sama, hyeri berusaha menahan nafasnya, ia juga mengontrol kinerja jantungnya yang berlebih. pergerakan hidung dan bibir kyuhyun membuat bulukuduknya berdiri, entah apa kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang iarasakan kali ini. sebuah desiran? ketenangan? yang jelas apa yang ia rasakankali ini benar-benar membuat semua sistem tubuhnya tidak berjalan dengan semestinya. hyeri menutup matanya begitu rambut lebat kyuhyun menusuk kulitwajahnya. ia kemudian menundukkan kepalanya, menghirup aroma rambut kyuhyun.adakah aroma yang lebih menyenangkan dari ini?

kyuhyun menjatuhkan bibirnya direlung leher hyeri, sedikit mengecupnya pelan. kecupannya terus merambat kerahang, kemudian tiba di pipi kiri hyeri, dan bermuara di bibir hyeri. hanya sekedar kecupan untuk kali ini.

 

_LAMIA_

 

 

HanyangUniversity

10.00KST

 

 

Hyeri berjalan menyusuri kampus yang begitu lenggang dengan senyum yang terus menghinggapi bibirnya sejak tadi pagi. perasaannya memang sedang dalam tahap baik, bahkan sangat baik. ia memasuki ruang kelasnya kemudian duduk di kursi samping jendela. pandangannya memutarmencari sosok yang selalu menggelayuti pikirannya. sepertinya kyuhyun belum datang. mereka memang memutuskan tak berangkat bersama untuk hari ini, karena kyuhyun harus menemui teman lamianya. hyeri juga tidak mengerti dan sepertinya dia juga tidak ingin tau menau urusan kyuhyun. yang terpenting kyuhyun masih berada dalam jarak pandangnya.

“hyeri-ya!!” hyeri memutar kepalanya begitu mendengar seseorang yang memanggil namanya.

“ya tuhaan, kenapa sulit sekali menghubungimu huh? kemana saja kau? dua hari ini tidak masuk, dan ponselmu sama sekali tidak bisa dihubungi” minji langsung merepet begitu duduk di bangku samping hyeri. hyeri hanya tersenyum mendengar omelan minji. ia bahkan lupa dimana meletakkan ponselnya. mungkin karena ia sudah menemukan hal yang lebihmenarik? sepertinya iya.

“maaf, aku benar-benar sibuk. aku bahkan lupa untuk mengecek ponselku”

“ckk, pasti kau sedang sibuk bermesraan dengan suamimu. benarkan?”

hyeri tercenung. bagaimana ia bisa melupakan donghae. beberapa hari kemarin bahkan donghae belum juga pulang kerumah, dan ia melupakan kehadiran donghae begitu saja hanya karena disibukkan dengan kyuhyun? rasa bersalahnya kemudian mencuat muncul, ia seperti tersadar kembali akan statusnya yang sudah menjadi milik pria lain. bagaimana ia bisa melupakan hal yang begitu penting?

suara dosen pengajar yang tengah memberikan sejumlah materi tak mampu membangunkan hyeri dari lamunannya. pasti donghae sangat marah padanya, karena ia bahkkan belum menyentuh ponselnya hingga kini.

“minji-ya, boleh aku meminjamponselmu?” tanya hyeri pelan yang mendapati kerutan di kening minji.”untuk menghubungi donghae oppa” jawabnya langsung.

hyeri segera mencari nomor donghae setelah minji memberikan ponselnya.

To : Donghae oppa

oppa, bagaimana dengan pekerjaanmu di busan? maaf kalau kau sulit menghubungi ponselku, aku terlalu sibuk akhir akhir ini. jaga kesehatanmu, jngan lupa makan dan jangan terlalu lelah.

 

hyeri menghela nafasnya pelan begitu ibu jarinya menekan layar bertuliskan send. kenapa rasanya begitu asing ketika dirinya menghadapi donghae? bukankah dulu ia tidak seperti ini? bahkan ketika donghae hanya pulang larut malam, ia selalu mengirimkannya pesan dan menanyakankeadaan donghae. tapi kini? donghae pergi beberapa hari bahkan tak terlintas dibenaknya sedikitpun sosok donghae.

at CANTEEN

 

Kepulan asap keluar dari semangkuk kimchi jigae yang baru dipesan hyeri beberapa menit yang lalu. aromanya begitu menggiurkan apalagi dengan keadaan cacing cacing dilambungnya yang seakan memerintahkan hyeri untuk segera melahap makanan yang terhidang. namun rasa khawatirnya terlalu mendominasi mengalahkan rasa laparnya. minji memutuskan untuk ke toilet setelah beberapa kali mengatakan bosan karena yang hyeri lakukan sedari tadi hanya menyapukan pandangannya ke sekeliling kantin. sesekali matanya melirik handphone minji yang tergeletak di meja.

hyeri menimang sekali lagi, apakahia harus mengirimkan pesan kesekian kalinya? karena sampai saat ini, ia sama sekali belum mendapatkan kabar darinya.

akhirnya ia mngambil handphonenya kemudian mengetikkan beberapa kalimat serupa seperti pesan pesan yang sudah iakirim beberapa menit lalu.

 

to: Kyuhyun

kau dimana? apa urusanmu sudah selesai? aku menunggumu di kantin kampus. bisakah kali ini kau menggunakan kekuatanmu dan segera duduk disampingku? karena sesungguhnya hal yang paling kubenci adalah menunggu.

 

hyeri menghela nafasnya kembali, kemudian menyentuh layar bertulisnkan ‘send’

kaliini ia benar-benar berharap kyuhyun menggunakan kekuatannya, karena kesabarannya benar benar tipis untuk aktivitas bernama menunggu.

 

_LAMIA_

 

at ROOFTOP

 

Udara siang yang tidak begitu bersahabat sepertinya tidak membuat kyuhyun berfikir untuk meninggalkan atap terbuka di kampusnya. seminggu lagi musim gugur akan berakhir dan berganti dengan musim dingin. musim yang dianggap musim penghancur baginya. musim dimana kekuatannya tak berguna sama sekali. musim yang menentukan apakah dirinya masih akan tetap hidup dan menikmati musim-musim lainnya, atau ia harus  berakhir tragis dengan membusuk ditengah serpihan serpihan salju.

deringan handphone miliknya lagi-lagi memutuskan kemungkinan kemungkinan mengenai kelanjutan hidupnya.

tangannya bergerak membuka lock,kemudian menyentuh notification bahwa sudah lebih dari 10 pesan yang belum dibukanya.

bibirnya mengulas senyum lemah begitu mendapati 10 pesan itu datang dari gadisnya. semua pesannya memiliki makna yang sama, menanyakan dimana sekarang dirinya berada, dan meminta dirinya untuk segera menemui gadisnya. ia mengeluarkan kekehan pelan begitu membaca deretan kalimat dari pesan terakhirnya.

dasar gadis bodoh! bagaimana bisa ia menggunakan kekuatannya begitu saja untuk menemui gadisnya, apalagi gadis itu sedang berada di kantin, tempat yang notabenenya ramai. pastinya akan memunculkan beberapa spekulasi yang mengejutkan. mungkin orang orang akan mengira kalau dirinya mempunyai kekuatan gaib? atau bahkan menganggapnya keturunan manusia penyihir, karena pastinya mereka tidak akan mengira bahwa ada makhluk bernama lamia di dunia ini.

tangan kyuhyun merangkai beberapa kalimat dengan cepat, kemudian meletakkan kembali handphone-nya di saku jaket. ia kembali menyandarkan tubuhnya seraya menengadahkan kepalanya mencobamenghalau rasa bimbang.

“cho kyuhyun!”

tubuh kyuhyun menegak begitu mendengar seseorang meneriakkannya. baru saja ia akan mendekati gadisnya yang kesulitan bernafas karena sepertinya harus berlari menaiki beberapa anaktangga. namun belum sempat kakinya melangkah, gadisnya langsung menjatuhkan dirinya didalam tubuh kyuhyun, memeluk tubuh kyuhyun dengan sangat erat. entah karena pelukan gadisnya yang terlalu kuat, ataukah dirinya yang terlalu lemah.

“hei hei, kau kenapa?” tanya kyuhyun menenangkan. tangannya bergerak mengusap punggung hyeri yang tegang.

“aku cemas. kau tidak memberi kukabar sejak pagi, kukira terjadi apa apa denganmu” jelas hyeri. suaranya teredam oleh tubuh kyuhyun.

“kau berlebihan. aku baik-baik saja” jawab kyuhyun berbisik. apa hyeri tau mengenai kegundahannya?

hyeri melepaskan pelukannya, matanya langsung mengamati wajah kyuhyun yang terlihat sangat pucat. bibirnya yang biasanya merah merekah kini berwarna kelabu, dan bola matanya juga berwarna senada dengan bibirnya. hyeri merasakan tatapan kyuhyun pada dirinya juga berbeda, sorot matanya terlihat melemah.

“aku baik-baik saja” tutur kyuhyun yang mendapati siratan khawatir di wajah hyeri. tak perlu mencoba untuk membaca pikiran untuk mengetahuinya. dan saat itu juga kyuhyun cukup merutuki kebodohannya yang meminta hyeri datang ke atap lewat pesan singkatnya, padahal ia belum meminum setetes darahpun sejak seminggu yang lalu. rekor yang cukup hebat bagi kaumnya, karena mereka biasanya hanya bertahan selama 5 hari untuk tidak meminum darah.

tanpa terasa butiran bening mengalirmembasahi pipi hyeri yang disertai dengan isakan pelan. demi tuhan, melihat butiran air yang semakin turun membuat kyuhyun mendidih. bukankah ia yang harusnya menjaga gadisnya? namun faktanya, dirinyalah yang menyebabkan gadisnya mengeluarkan cairan terkutuk itu.

“kumohon, jangan menangis, aku hanya sedikit lelah” pinta kyuhyun, namun upayanya belum berhasil membuat airmata hyeri berhenti mengalir.

“kau tau tidak, kalau airmata amante hanya akan menambah lelah lamia”

perkataan kyuhyun barusan sontak membuat tangis hyeri terhenti. kyuhyun tersenyum karena kali ini usahanya berhasil. bohong! tentu saja ia berbohong tentang air mata. ini hanya akal-akalannya saja untuk membuat hyeri berhenti menangis.

“maaf”

kyuhyun tersenyum, kemudian mendudukkan tubuh hyeri di bangku kayu yang cukup panjang, sementara ia merebahkan kepalanya di pangkuan hyeri. Sepertinya kyuhyun baru saja menemukan sudut pandang baru untuk melihat kecantikan hyeri. Wajah gadisnya terlihat sangat jelas dengan posisi kepalanya yang sejajar dengan perut hyeri.

hyeri mengutus jemari kanannya untuk menyentuh kening kyuhyun, sesekali mengusap rambut halus kyuhyun, kemudian merabai lekukan lekukan wajah kyuhyun termasuk komponennya. Sementara tangan kirinya ia gunakan untuk menggenggam tangan kyuhyun yang entah hanya perasaannya saja atau memang tangan kyuhyun terasa lebih dingin darisebelumnya.

“kau benar baik-baik saja? Wajahmu memucat dan tanganmu terasa lebih dingin dari sebelumnya”

“aku sungguh baik-baik saja, aku hanya terlalu lelah” sahut kyuhyun.

“kukira bangsa lamia tidak merasakan lelah”

“kami ini juga makhluk, kalau kami tidak meminum darah, tentu saja kami terlihat lemah”

“maksudmu kau belum meminum darah?”

“ya, kira-kira sudah semingguaku tidak meminum darah. Entahlah berada didekatmu membuat rasa hausku hilang,bahkan sepertinya aku tidak membutuhkan darah kalau ada kau disisiku”

hyeri tersenyum hangat dengan semburat merah yang muncul di kedua pipinya.

“hyeri-ya” panggil kyuhyun pelan dengan kedua matanya yang masih tertutup. Ia mencoba menguatkan dirinya untuk mulai mencari informasi mengenai masalah yang membuat pikirannya terganggu sejak siang tadi.

“hmm?

“apa kau pernah merasakan dejavu?”

“deja vu?”

“ya, suatu perasaan aneh dimana kau merasa pernah mengalami kejadian sebelumnya”

“sepertinya aku sering merasakannya. Aku pernah merasakannya ketika di myeongdong, dan di kelas juga aku pernah merasakannya”

kyuhyun menegakkan tubuhnya. Pembicaraan ini mulai berjalan kearah serius. Jadi ia tidak ingin kecolongan dengan informasi penting yang akan keluar dari bibir hyeri.

“maksudku bukan seperti itu. Deja vu yang kumaksud adalah yang lebih mendalam, dan sempat membuat pikiranmu terganggu. Kau merasakan benar-benar mengalami kejadian yang nyata, walaupun sebenarnya kau tidak benar benar mengalaminya”

“ahh, sepertinya aku pernah merasakannya. Sebenarnya ini cukup menggangguku. Kejadian sekitar beberapa bulan yang lalu sebelum kau datang. Saat itu kampus mengadakan karya wisata digunung palgongsan, 20 km timur laut dari pusat kota Daegu.

“Pada saat kami mendaki gunung, aku melihat seseorang yang tengah meringis kesakitan. Kukira ia seorang pendaki yang tergelincir. Kakinya penuh goresan, maka dari itu aku mencoba mengobatinya dengan kain kasa yang memang sudah kusediakan. Tapi ketika minji meneriakkan namaku, aku seperti tersadar akan sesuatu. Tidak ada lelaki yang tadi kulihat sedang terluka, posisikupun tak berubah. Hanya pikiranku saja. Tapi kejadian itu seperti benar-benar nyata. Aku merasa seperti pernah mengalaminya”

“kau… Apa kau ingat bagaimanarupa lelaki itu?”

“sedikit. Yang aku ingat, pria itu tinggi, dan memiliki paras yang menyilaukan. Tubuhnya seperti memancarkan cahaya, hanya itu yang aku ingat. Aku tak mengingat apapun lagi”

Kyuhyun menahan nafasnya. Ia merasa sesak begitu mendengar cerita hyeri. Jadi, sebenarnya andrew telah menemukan hyeri? Andrew menemukan hyeri lebih dulu daripada dirinya. Dan kenyataan itumembuat dirinya semakin gelisah, ia harus bertindak cepat. Hanya seminggu. Hanya seminggu waktu yang ia miliki sebelum musim dingin tiba dan menghancurkan semuanya.

“hyeri-ya” panggil kyuhyundengan suara bergetar.

“ya?”

“kau.. Kau mencintaiku?”

“ma… Maksudmu?”

“kau.. Apa kau mencintaiku? Jawab dengan ya atau tidak”

“tanpa aku mengatakanpun kau sepertinya tau aku mencintaimu. Tapi, ada apa sebenarnya? Kau sangat aneh hari ini. kau menanyakan tentang deja vu dan menanyakan tentang perasaanku, ada apa sebenarnya?”

“kau tidak perlu mengetahui apapun. Yang cukup kau ketahui adalah, aku akan segera membawamu ke Cielo dalam waktu dekat ini”

“APA??! Cho kyuhyun, kau benar-benar sudah gila?! Kau tidak ingat kalau aku masih milik Donghae oppa?”

“tapi kau mengatakan kalau kau mencintaiku! Aku yang akan berbicara dengan donghae hyung. Sudah cukup aku membiarkannya bersenang senang dengan milikku. Sekarang aku akan mengambil milikku kembali tanpa ada satupun yang akan merebutnya” jelas kyuhyun tegas.

“kau gila! Aku memang mencintaimu, tapi bagaimana dengan perasaan donghae oppa, dan bagaimana dengan orang tuaku? Kau tidak memikirkannya!”

kyuhyun mencengkram lengan hyeri. Ucapan hyeri yang menentang keputusannya, terlebih lagi gadis itu menggunakan nada tinggi membuat emosi kyuhyun membuncah.

“persetan dengan semuanya! Kaumilikku, dan aku akan mengambil milikku. Tak akan ada yang bisa merebut dirimu dariku!”

hyeri meringis begitu merasakan lengannya dicengkram cukup erat. Ia harus meredakan emosinya sendiri agar kyuhyun juga tidak lepas kendali, karena sekarang dirinya sedang berada ditempat yang cukup berbahaya kalau saja kyuhyun tidak bisa mengendalikan emosinya.

“kyuhyun-a, kumohon, mengerti aku. Aku bukan wanita bebas yang bisa memilih. Aku terikat” ucap hyeri pelan.

“kau tidak harus memilih karena memang kau tidak punya pilihan. Kau hanya akan menjadi milikku”

“tidak!” jawab hyeri tegas. Merasa mengerti dengan ekspresi tidak suka kyuhyun atas penolakannya, ia menghela nafasnya. Sepertinya mencoba mengalah tak ada salahnya. “maksudku, tidak bisakah kita seperti ini saja? Tanpa kau membawaku ke tempatmu? Aku belum siap untuk meninggalkan donghae oppa dan semua keluargaku. Aku terlalu banyak berhutang budi kepada mereka. Aku benar-benar tidak bisa meninggalkan mereka”

kyuhyun beranjak dari duduknya cepat, ia tidak bodoh, ia tetap bisa merasakan aura penolakan dari gadisnya. Gadisnya itu, belum menjadi miliknya seutuhnya. Terdengar gemertak dari peraduan gigi kyuhyun. Emosinya sudah tidak bisa ditahan. Beruntung tenaganya sedang lemah saat ini, jadi kemungkinan untuk berbuat sesuatu yang akan membuat luka fisik gadisnya minim.

Apapun. Ia akan melakukan apapun yang bisa mempertahankan amante-nya, ia tidak akan membiarkan Andrew merebut amantenya, dan itu berarti ia harus siap dengan segala konsekuensinya.

“Kalau kau memang tidak bisa meninggalkan mereka, aku yang akan membuat mereka meninggalkanmu” putus kyuhyun. Tanpa menoleh, kyuhyun beranjak meninggalkan hyeri dengan raut pias.

Tiba tiba rasa cemas mendera hyeri. Pikirannya berkecambuk, apa kira kira yang akan dilakukan kyuhyun. Apa maksud perkataan kyuhyun barusan? Kyuhyun bukan manusia, dan itu bisa membuat kyuhyun bebas melakukan apapun, terlebih kyuhyun adalah makhluk yang sangat sulit mengendalikan emosinya.

Hyeri benar benar pusing, kenapa masalahnya menjadi serumit ini. Seandainya kyuhyun tidak masuk kedalam kehidupannya dan merubah haluan arah cintanya, mungkin ia tengah hidup berbahagia dengan Donghae, pria yang sebelumnya mendapatkan cintanya sebelum kyuhyun datang. Namun tak bisa dipungkiri kalau ia cukup menikmati kehadiran kyuhyun selama ini.

Hyeri beranjak dari duduknya,berjalan keluar atap dengan putus asa. Sepertinya ia butuh sesuatu yang harus menjernihkan pikirannya.

“Jung Hyeriii!!!” teriakan seseorang menghentikan yang hendak menuruni tangga. Minji terlihat berlari menghampirinya dengan wajah panik.

“ada apa?”

“donghae oppa!” minjimengatur nafasnya sebentar, sementara hyeri masih menunggu rangkaian kalimat yang keluar dari bibir minji.

“Donghae oppa kecelakaan!”

“Mwo?” hyeri bisa merasakan tubuhnya melemah mendengar perkataan minji. Ya tuhaan, jadi inikah  maksud dari perkataan Kyuhyun?

 

_LAMIA_

 

 

FLASHBACK

 

 

CIELO

 

Lamiascene

 

kyuhyun berdiri di pintu besar berwarna putih. satu satunya gedung yang berdiri kokoh di antara tebing tebing menjulang dan beberapa padang rumput hijau.

ia melangkahkan kakinya lebih dalam, tak beberapa lama pintu besar yang terbuat dari kristal yang dipadatkan bergeser terbuka menyuguhkan ruangan yang maha luas. luasnya bahkan bisa menandingi luas kota di seoul. dari sudut matanya ia menangkap sosok yangdiharapkannya muncul saat ini. menjawab semua pertanyaan yang ada di benaknya mengenai panggilan dari cielo.

“hankyung hyung” panggil kyuhyun yang lebih seperti gumaman.

“apa kabar kyuhyun-a, kukira kau tidak akan datang karena terlalu asik menghabiskan waktumu bersama amantemu” cengiran kecil nampak di wajahnya yang putih bening. tubuhnya menjulang tinggi, mengenakan jubah hitam yang terikat di bagian lehernya. rambut hitam legamnya tertata rapi,

“ya, dan kau mengganggu acaraku hyung. sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”

“tenang sedikit kyuhyun-a, aku memanggilmu kesini juga bukan tanpa sebab” pria ini berjalan memasuki istana sambil melanjutkan penjelasannya tanpa menoleh kearah kyuhyun “pimpinan memanggilmu dan ingin membicarakan sesuatu denganmu”

kyuhyun mengerutkan dahinya. tidak seperti biasanya pimpinan memanggilnya. biasanya pimpinan memanggilnya kalau memang ada hal yang benar-benar serius. “apa ada masalah serius? tidak biasanya pimpinan memanggilku”

hankyung menghentikan langkahnya, berbalik menatap kyuhyun dengan raut wajah yang serius bercampur dengan….khawatir? tapi khawatir pada apa? apa yang perlu di khawatirkan? apakah masalah kali ini begitu serius hingga hankyung hyung yang biasanya terbuka dalam segala hal menjadi enggan untuk berbicara padanya.

“sebaiknya kau temui beliau saja. beliau sudah menunggumu di ruangannya. setelah itu temui aku di taman belakang. ada yang mau kubicarakan juga denganmu”

kyuhyun mengangguk mengerti,kemudian berjalan menaiki tangga yang terbuat dari batuan marmer yang indah. begitu sampai di ujung tangga, dua orang prajurit menuntun arah menujusinggasana sang pemimpin.

“permisi tuan, marcus sudah tiba” lapor salah satu prajurit.

mackenzie, pria yang tengah menatap hamparan rumput membalikkan badannya begitu suara prajuritnya menginterupsi. mackenzie berasal dari bahasa Irlandia dan bahasa kuno Gael yang berarti kobaran api, anak dari penguasa yangbijak, dan memiliki wajah yang tampan. nama itu memang cocok untuk pria yang kini sudah berada di hadapan kyuhyun. pancaran matanya seperti kobaran api, bertolak belakang dengan raut wajahnya yang cenderung dingin.

“kalian boleh pergi” pintah mackezine.

“ada apa kau memanggilku kemari mack? apa hal yang sangat serius?” tanya kyuhyun begitu kedua pengawal pergi.

“baiknya kita membicarakan ini di dalam” mack berjalan membuka pintu kayu tersembunyi. pintu itu berada dibalik rak buku yang menjulang tinggi.

kyuhyun memperhatikan interior ruangan yang tidak terlalu besar ini. hanya ada satu set sofa beserta mejadengan gaya klasik dan beberapa rak buku yang menutupi sebagian dinding bercat coklat. pencahayaannya juga tidak sebagus diluar sana. diruangan ini sedikit lebih remang.

“silahkan duduk. apa kau perlu minuman? sepertinya tubuhmu begitu lemah dibandingkan dengan pertemuan terakhir kita”

kyuhyun hanya tersenyum kecil,kemudian duduk di hadapan mack. memperhatikan lelaki itu dengan seksama.

“nanti saja, aku lebih baik menahan rasa haus dibandingkan dengan rasa penasaranku. jadi, bisa cepat kaukatakan apa maksudmu memanggilku kemari?”

“hahaha, kau benar-benar belum berubah. kukira setelah menemukan amante-mu, kau sedikit berubah” mack menghentikan tawanya begitu melihat wajah kyuhyun yang terkesan tidak peduli dan lebih mendesak mack untuk menjelaskan permasalahan intinya. kyuhyun memang tipikal orang yang tidak suka bertele-tele.

mack berdehem, berusaha menormalkan ekspresinya. “kaum kita sedang dalam bahaya”

“mereka mencoba menyerang kaumkita”

“kenapa? kenapa mereka memulai pertempuran yang seharusnya sudah selesai? bukankah kita sudah berdamai dengan mereka sejak lama?”

mack menyandarkan tubuhnya dipunggung sofa, “ya, kita memang sudah berdamai” mack menghela nafasnya berat. “sebelum andrew menemukan seseorang yang ia cari sejak lama”

“bisakah kau mengatakan langsung ke inti permasalahannya? kau tau aku tidak suka bertele-tele”

“baiklah bailkah, kita langsung ke permasalahan inti” mack beranjak dari duduknya, kemudian berjalan membuka lebar lemari kecil dengan pahatan indah. kemudian ia menarik selembar kertas bergambar wajah seorang gadis. mack melemparkan kertas itu ke atas meja.

kyuhyun mengerutkan dahinya. namun tangannya terulur meraih selembar kertas yang sontak membuat matanya membulat.

“Jung Hyeri, atau aku harus menyebutnya amante-mu?”

mack berbalik menatap kyuhyun, ditatapnya wajah kyuhyun yang terlihat mengeras. kertas yang tadi dilemparnya ke atas meja sudah hancur menjadi serpihan di tangan kyuhyun.

“maksudmu?”

“Jung Hyeri, dia mempunyai ikatan dengan salah satu keturunan vampire. dulu, sebelum ia melalui masa reinkarnasinya dan terlahir kembali, ia adalah kekasih andrew, pemimpin para vampire” mack meneguk cairan merah pekat sejenak “kau tau, bahwa sejak dulu andrew seperti orang kesetanan mencari wujud reinkarnasi dari kekasihnya? awalnya aku tidak terlalu mempedulikannya, sampai akhirnya andrew datang menemuiku malam lalu dengan membawa selembar kertas yang kau hancurkan barusan” mack menghela nafasnya berat, ia mendudukkan tubuhnya kembali dihadapan kyuhyun, menatap mata kyuhyun lekat-lekat

“dan kau tau apa yang dikatakannya padaku?”

kyuhyunmengerutkan keningnya, menanti setiap kata yang keluar dari bibir mack. iabegitu was was, pasalnya segala sesuatu yang berhubungan dengan andrew, tidakakan pernah menjadi masalah sepele.

“andrew mengatakan padaku, kalau ia menginginkan hyeri. ia menginginkan amantemu”

kyuhyun terlonjak begitu mendengar mack dengan santainya menyuarakan kalimat terkutuk baginya. menginginkan hyeri? memberikan hyeri begitu sama pada andrew? konyol! bahkan ia sendiri belum bisa mendapatkan hyeri seutuhnya.

“kau tentu tau apa yang aku pikirkan mack, siapapun itu, aku tidak akan membiarkan seorangpun merebut amante-ku”

“aku tau, aku sangat mengerti apa yang kau pikirkan. untuk itu aku memanggilmu kemari. ada satu cara untuk menghentikan ini semua”

kyuhyun menoleh cepat, ia mendekati mack yang sudah berdiri di hadapan jendela, memandangi langit dengan tatapan cemas.

“kau harus membawa hyeri ke Cielo sebelum pergantian musim dingin. karena kita sama-sama tau, kalaukekuatan kaum vampire tidak terkalahkan pada saat musim dingin. dan itu berarti waktumu hanya tersisa 2 bulan. jika dalam waktu 2 bulan kau belum berhasil membawa hyeri ke cielo, sudah bisa dipastikan, andrew akan mengubah hyerim enjadi vampire, dan ia akan menghancurkan bangsa lamia”

 

-tbc

 

 

Annyeong,maaf semuanya, aku ngerasa berdosa banget udah nelantarin ff ini. ada satu dua hal yang bikin aku males buat nerusin. tapi beberapa bulan lalu sampai kemarin, aku dapet inbox dari readers yang masih nunggu ff ini. sebenernya aku ngga tau apa bagusnyaini ff, ini cuma keisengan aku belaka, maaf kalo wall atau inbox kalian ngga dibales atau sekalinya bales pasti lama, alesannya ya karena aku udah jarang buka sosmed facebook. ada beberapa readers yg bikin aku terharu krn msih mempertanyakan kelanjutannya,yg aku aja bahkan lupa. mungkin tanpa mereka aku ngga akan kepikiran untuk lanjut nulis. untuk Jung Hye Kyo, WulanElf’babyKyu ChoKyulate’Sj, Multazam Nuzul, and special thanks to Mia Farwaty dengan kritikan pedasnya berasa ngebangunin aku dari tidur panjang. maaf semuanya, dan terimakasih udah baca 🙂 aku ngga mengharap komen, krn emang niat aku bikin ff untuk dibaca, bukan di komen 🙂 kalo mau ngobrol atau tanya tanya bisa ke twitter aja, soalnya jarang buka fb 🙂

gomawo~

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Lamia (Another Story of Vampire) – Part 5

  1. annyeong haseo
    qhu readers baru..dan ni ff prtma yg qhu bca d block ni qhu ska bngt a alur crita.a pa lagi qhi ni mang ska banget sma hal yg berbau (?) vampire hehe
    tpi mian qhu gk voment d part2 sblm.a cma bsa coment d part ni 😀
    next part jngn lma2 ne fighting! !!

  2. anyeong
    aku reader bru disini
    aku udh bca dari awal crtanya bgus bget, makin penasaran thor,cpet lanjut ya thor. . .
    Gak sabar nunggu klanjutanx gmana. Fighting 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s