SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 6]

Title           : My Life With Destiny And Your Baby [PART 6]

Author      : fanpie hyunzy a.k.a fania

Rate          : PG 17

Leight       : Chaptered

Genree     : Romance

Facebook : fanpie hyunzy jooyoon

Main Cast

  • Cho kyuhyun
  • Han soojin OC

Support cast

  • Kim ryeowook
  • Shin hyemi OC
  • Lee hyukjae (kyuhyun’s friend)
  • Park hyerin (soojin’s friend)
  • Han jiwoo (soojin’s oppa)
  • Han jino (soojin’s namdongsaeng)
  • Etc temukan sendiri ya J

Disclaimer :

This story is MINE ! but cho kyuhyun milik Tuhan,Ortu n SM. Han soo jin milik author^^ kekekek Don’t bashing because this all just fiction

Dilarang keras COPAS !!!

Ingat dosa XD dan saya pun akan menuntut balas  #plakk abaikan

Ini dia part 6 nya…………………..semoga kalian tetap suka^^

 

Langsung aja kali yah,,,, XD

—————————————————-Happy Reading————————————————————

 

 

 

Sebelumnya

“kau ada dimana sekarang” batin kyuhyun mulai tak tenang

 

Author POV

“Apa kau baik-baik saja?” tanya ryeowook menoleh ke samping

 

Soojin menjawab dengan senyuman mengiyakan pertanyaan ryeowook. Gambaran kecemasan terlukis jelas di mimik wajahnya setiap kali ia melirik jam di pergelengan tangannya, bagaimana tidak sekarang telah pukul 10 malam. Yeoja ini takut jika nantinya setiba di rumah ia tak bisa menawab pertanyaan kyuhyunyang akan bertanya macam-macam. Pandangan  ryeowook  sesekali mengamati soojin,memperhatikan yeoja di sampingnya, memastikan bahwa yeoja ini dalam keadaan baik-baik saja karna ia tak ingin sedikitpun yeoja yang di cintainya itu terluka,ketakutan, bahkan menangis tanpa sepengetahuannya. Ryeowook selalu ingin menjadi namja yang dapat membuat soojin bahagia,menjadi namja yang pertama kali mengetahui air mata yeoja ini jika jatuh dan menjadi namja yang pertama kali di cari soojin saat ia menangis. 10 menit berlalu akhirnya soojin meminta ryeowook memberhentikan mobilnya, ini membuat ryeowook heran karna  rumah yeoja ini masih berjarak sekitar 50 meter lagi dari tempat mereka berhenti sekarang. “wae?” tanya ryeowook

“tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin terjadi keributan”

“maksud mu dengan kyuhyun?”

Tak ada jawaban dari soojin

“apa tidak apa-apa aku hanya mengantarmu sampai sini?” tanya ryeowook ragu

“gwaenchana wookie-ah”

“tidakkah sebaiknya aku mengantar mu hingga depan rumah ? bagaimana jika suami mu bertanya?” tanya ryeowook sedikit cemas

“maka dari itu kau tidak perlu mengantar ku wookie-ah, aku bisa menjelaskannya sendiri bila ia nanti bertanya” balas soojin  mencoba meyakinkan ryeowook bahwa dirinya akan baik-baik saja. Sedetik kemudian ekspresi ryeowook berubah, ia menggenggam jemari soojin lembut

“jin-a apa kau senang hari ini bersama ku?” ryeowook menatap soojin dengan pandangan teduhnya yang akan membuat siapa saja luluh seketika

“ne, tentu saja” soojin mengangguk cepat , secercah kebahagiaan terpancar di wajah yeoja ini setelah sekian lama wajahnya selalu terlihat muram

“baik-baiklah di rumah” ujar ryeowook sembari mengacak pelan rambut soojin

“ ne “ jawab soojin

 

Soojin turun dari mobil tersebut, ryeowook terus memperhatikan soojin hingga sosok yeoja itu menghilang di balik tikungan komplek perumahan. Ada rasa sesak, namun rasa itu sulit di lampiaskan hingga menyanak sakit di ulu hatinya. Itu lah yang kini dirasakan ryeowook di balik senyum lembut yang selalu di perlihatkannya. Tak seorang pun dapat mengetahuinya, bahkan soojin pun tak dapat menangkap rasa sakit namja ini.

 

“aku tidak akan membiarkan mu terluka lagi” ucap ryeowook pada dirinya sendiri

 

***

meski sekarang masih musim panas namun yang namanya malam tetap saja dingin. Soojin terus menyusuri jalan untuk sampai ke rumahnya. Dari jarak yang cukup dekat terlihat semua lampu di rumahnya telah padam. Yeoja ini  kemudian mengeluarkan kunci dari kantong bajunya. Soojin selalu memegang kunci cadangan ( ingat part 1 kan?) karna dulu mendiang ayahnya sering pulang larut malam usai bekerja sehingga soojin harus memegang kunci rumah sendiri. Ia berhasil memutar kuncinya dengan sangat pelan serta membuka pintu itu perlahan. Dengan sangat hati-hati soojin menutup pintu tersebut kembali. Keadaan rumahnya ini sangat gelap makanya soojin mengira suami dan adiknya telah tidur lalu memutuskan untuk langsung berjalan ke kamar. Namun ketika yeoja ini baru mengayunkan kakinya

“CEKLEK” seisi ruangan mendadak terang benderang. Seseorang menghidupkan lampu  dan itu adalah kyuhyun. Namja itu nampak berpangku tangan dengan tubuh menyender pada dinding yang di sampingnya terdapat saklar lampu. Soojin melepaskan nafas beratnya, ia terlalu naif jika berpikir kyuhyun akan tidur begitu saja dan membiarkannya pulang malam begini

“bagus ! hari-hari pertama pernikahan saja kau sudah pulang malam-malam begini” ujar kyuhyun tajam sambil berjalan mendekati istrinya itu

“lalu?” yeoja ini memang tak kenal takut meskipun kyuhyun sudah memperlihatkan tampang kesalnya

“kemana saja kau seharian?? Siapa yang mengantarkan mu pulang?

“itu bukan urusan mu” jawab soojin ketus

Dengan gerakan cepat kyuhyun menarik paksa soojin menghempaskan pelan tubuh yeoja ini ke dinding serta mengunci tubuh soojin dengan meletakkan kedua tangannya di samping kepala yeoja itu

“dengar,aku tidak ingin lagi melihat mu pulang larut malam” ucap kyuhyun yang lebih mirip bisikan tajam. Soojin menelan ludahnya menyadari jaraknya yang terlewat  dekat dengan kyuhyun saat ini.

“bukankah kita sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing?” bukannya menjawab soojin malah balik menyerang kyuhyun dengan kata-kata yang membuat emosi kyuhyun yang telah susah payah di tahannya meledak seketika

 

“bisakah sekali saja kau tidak MEMBANTAH KU??? Kapan kau akan menurut pada perkataan ku ? paling tidak tolong hargai status  ku sebagai suami mu !!” bentak kyuhyun. Habis sudah kesabarannya karna soojin yang sama sekali tak pernah mau di ajak bicara baik-baik.namja ini terlihat berbeda malam ini, itu terlihat ketika ia tak dapat mengontrol emosinya. Seolah perkataan soojin semakin menghimpit pikirannya yang sebelumnya telah di penuhi oleh beban lain,membuatnya tak bisa mengatur emosi. Soojin bergidik karna bentakan kyuhyun barusan, tapi tetap yeoja ini bertahan pada egonya sendiri

“kau mencoba membalikkan fakta cho kyuhyun”

“BERHENTI MENYALAHKAN KU !! aku muak dengan mu yang selalu membenci ku !!” teriak kyuhyun di depan soojin. Untuk kali ini soojin diam karna ia tak pernah melihat kyuhyun yang begitu marah seperti sekarang. Soojin bisa menangkap pandangan frustasi pada tatapan kyuhyun.

Sebenarnya siapa yang lebih menderita disini?  Begitulah batin soojin saat matanya memandang mata kyuhyun yang seolah menyuarakan kelelahan batin

Tiba-tiba pandangan kyuhyun melemah seolah tenaganya habis, perlahan satu tangannya bergerak membelai wajah soojin. Kemudian tangan kyuhyun sampai pada dagu soojin, ia mengangkat dagu yeoja ini. Membuat kepala soojin terangkat lantas bertemu pandang dengan mata suaminya itu, kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya. Tak urung seketika soojin shock karna ini membuatnya teringat pada kejadian mengerikan itu. Kyuhyun memperhatikan tiap lekuk wajah soojin yang amat jelas menggambarkan ketakutan. Sebenarnya kyuhyun tak tega melakukan ini, ia hanya ingin memberi sedikit peringatan pada yeoja keras kepala ini

“aku tidak menuntut apapun, kau hanya harus menurut pada ku” ucap kyuhyun, tersirat nada pengancaman di ucapannya

 

Kyuhyun pun melepaskan soojin, ia langsung berjalan keluar rumah tanpa melihat bagaimana keadaan soojin setelah ia perlakukan begitu dan membanting pintu cukup keras

BRAAKK

Tubuh soojin luruh ia terduduk di lantai setelah kepergian kyuhyun, matanya mulai berkaca-kaca

 aku tidak menuntut apapun, kau hanya harus menurut pada ku

“sial…bukankah itu artinya sama saja” batin soojin ia tersenyum miris memikirkan ucapan terakhir kyuhyun

 

Kyuhyun POV

Setelah pertengkaran itu aku memutuskan pergi ke suatu tempat, menenangkan fikiran dan hati ku. Kepala ku rasanya ingin meledak melihat kelakuannya yang selalu membuat emosi ku naik. Sampai kapan ia akan membenci ku? Siapa yang tahan hidup dengan di benci terus-terusan seperti ini ? siapapun ku rasa takkan sanggup hidup seperti ku. Sungguh aku tak berniat menakutinya dengan perlakuan ku tadi. aku selalu tak bisa mengendalikan diri jika emosiku sudah lewat batas. Mataku memandang jauh setiap pemandangan yang dapat di tangkap oleh mata ku. Aku menghentikan laju mobol di sebuah jalanan yang sepi, aku tidak tahu pasti ini di daerah mana yang ku tahu aku butuh mendinginkan otak ku. Percakapan dengan ayah tadi siang kembali terngiang di telinga ku seperti bisikan halus, menyudutkan ku pada lubang kebencian terhadap diri ku sendiri.

#Flashback#

Kyuhyun begitu kaget ketika tahu bahwa mobil yang hampir di tabraknya itu adalah mobil ayahnya sendiri. Kyuhyun pun mulai panik,Ia belum memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan semuanya tanpa menimbulkan salah paham dari sang ayah. Tuan Cho, ayah kyuhyun meminta putra nya itu masuk ke dalam mobil yang di bawanya.

“tapi, mobil ku….” sanggah kyuhyun

“aku akan menelepon supir Kim untuk membawa mobil mu” jawab ayah kyuhyun singkat

Kyuhyun tak memiliki cara lain untuk menghindari ayahnya, dengan langkah gontai ia masuk ke dalam mobil sang ayah. Tuan cho membawa kyuhyun ke sebuah cafe elit di sekitar daerah nowon agar lebih privasi. Anak dan ayah itu pun duduk berhadap-hadapan

“tinggalkan yeoja itu” ucap tuan cho yang langsung menarik seluruh perhatian putra nya

“bagaimana bisa appa bicara seperti itu?”

“kau terlalu berharga untuk bersama dengan yeoja seperti dirinya”

“APPA!!” bentak kyuhyun

“apa yang kau harapka dari yeoja sepertinya? Eomma mu sudah mengatakan semuanya pada ku” lanjut Tuan Cho

 

Batin kyuhyun benar, ayahnya itu pasti telah mendengar cerita ibunya terlebih dahulu tepatnya cerita yang memutar balikkan fakta tentunya hingga sang ayah sudah jelas akan menyalahkan soojin atas kejadian ini

“appa tidak bisa hanya mendengarkan eomma,dengarkan aku juga” ucap kyuhyun tak terima atas ucapan ayahnya

“semuanya sudah jelas, tinggalkan dia !”

“kenapa appa bisa sekejam ini?” kyuhyun benar-benar tak mengerti dengan sifat ayahnya ini, biasanya tuan cho selalu bisa mengambil tindakan bijaksana dalam keadaan apapun. Tindakan yang takkan merugikan siapapun dan dapat mentolerir sebuah kesalahan,namun sifat itu sekarang seakan hanyut bersama dengan amarahnya

“aku tidak akan membiarkan masa depan mu sia-sia begitu saja,ingat lah kau anak tunggal pikirkan keluarga mu” jelas tuan cho bersikukuh dengan pendiriannya

“jadi menurut appa kehidupan yeoja itu tak berarti? Bagaimana dengan dirinya yang sudah ku buat hancur? Bagaimana juga dengan masa depannya? Bukan kah appa mengajarkan ku untuk menjadi pria bertanggung jawab?” tantang kyuhyun tak mau kalah dengan suara cukup keras. Tanpa sadar kyuhyun telah membentak ayahnyaberulang kali. Ini tak pernah di lakukan kyuhyun sebelumnya. Biasanya ia sangat patuh pada kedua orang tuanya.

“tapi aku juga memperingatkan mu untuk jangan sekali-kali melakukan KESALAHAN FATAL  seperti yang kau perbuat sekarang ini !! tuan cho emosi mendengar perkataan putranya yang terdengar menantang nya balik

“soal itu aku benar-benar minta maaf” jawab kyuhyun pelan,karna memang ini semua berawal dari kebodohan dan kecerobohannya

 

“baiklah ku beri kau waktu,jika dalam kurun waktu 2 tahun ini kau bisa membuktikan bahwa dirimu bisa hidup tanpa keluarga mu dengan kata lain kau dapat mencari suatu pekerjaan yang pantas atas jerih payah mu sendiri aku akan membiarkan mu bahkan melepas mu dengan yeoja itu” terang tuan cho penuh ketenangan di setiap ucapannya

“bagaimana kalau aku tidak bisa melakukannya?” tanya kyuhyun

“kau pikir aku akan membiarkan putra ku hidup dengan kehidupan tak layak,menyia-nyiakan semua yang sudah ku lakukan pada mu dari kecil? Membiarkan masa depan mu hancur?” serang tuan cho tersenyum sinis

“maksud appa?”

“kau harus kembali pada keluarga mu jika kau tak bisa mengurus hidup mu dengan baik !! jangan cemaskan yeoja itu aku yang akan mengurus nya nanti, ingat aku memberi mu pilihan seperti ini bukan karna aku kasihan dengan perempuan itu, aku hanya ingin tahu sampai mana nyali putra ku bisa hidup bertahan tanpa keluarganya sendiri” ujar ayah kyuhyun tersebut dengan nada dingin

Kyuhyun masih terdiam mencerna setiap perkataan ayahnya,batinnya berperang menguras seluruh emosinya.

“sampai waktu nya tiba aku tidak akan mengusik kehidupan mu dengan yeoja itu,tapi ingat lah kau akan selalu berada di bawah pengawasan ku” ujar tuan cho dengan sedikit mengancam

“apa kau sanggup? Jika tidak aku bersedia menerima mu sekarang juga tapi tidak dengan yeoja itu” kata tuan cho memenangkan perdebatan ini

“TIDAK,,,aku tidak akan meninggalkannya ! ” ucap kyuhyun menggeleng,ia menatap ayahnya

“huh,,,keras kepala” desah tuan cho

“baiklah…kita lihat saja nanti siapa yang akan menyesal” tambah ayah kyuhyun, ia pun bangkit dari duduknya membetulkan sedikit jasnya dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan kyuhyun yang berubah drastis setelah itu. Wajahnya menggambarkan keraguan,bimbang takut bahwa ia tidak akan bisa membuktikan ucapannya sendiri nantinya.

#Flashback end#

 

Soojin POV

Kicauan burung terdengar merdu memaksa ku secara halus membuka mata ku, hangat nya sinar mentari pun dapat ku rasakan yang masuk lewat jendela kamar ini. Ku sandarkan tubuh ku di kepala tempat tidur, menetralkan diri ku yang masih terpengaruhi rasa kantuk. Deheman kecil berhasil mengusir rasa kantuk itu, kepala ku menoleh mencari sumber suara tersebut. Ku lihat kyuhyun berdiri di depan pintu kamar, ia berjalan gontai ke arah ku. Detakan jantung ku kembali bereaksi tak karuan seperti tadi malam. Hah kali ini apa lagi?

“Pergilah mandi dan bersiap, kita akan ke sekolah. Hari ini adalah acara penyerahan ijazah” ujarnya  datar tanpa memandang ku

“kita tidak perlu pergi bersama,aku bisa naik……”

“aku menunggumu di luar” potong kyuhyun tanpa menanggapi ucapan ku barusan. Ia kemudian keluar dari kamar , ada apa dengan sikapnya itu? Kenapa mendadak dingin?

***

 

Aku telah selesai bersiap,mungkin inilah terakhir kalinya bagi ku mengenakan seragam sekolah. Aku segera keluar dari kamar, setibanya di beranda rumah aku melihatnya tengah merenung dalam diam. Aku hanya berdiri di depan pintu tanpa mengeluarkan suara, tatapannya seolah menembus setiap pandangan di hadapannya, apa yang sedang di fikirkannya?

“Noonaaa!!! minum dulu susu mu”

Astaga, anak ini mengejutkan ku saja ingin sekali ku jitak kepalanya itu. Jino datang menyodorkan segelas susu dan roti isi selai nanas pada ku, aku mengambil susu tapi tidak dengan rotinya dan meneguk susu itu sekaligus

“itu susu ibu hamil, tadi kyuhyun hyung yang membuatkannya”

GLEK! Mendengar perkataan jino susu yang barusan ku minum ini rasanya ingin keluar lagi dari kerongkongan ku

 

“kalian sudah selesai?? Ayo berangkat” entah sejak kapan namja itu di sin, tiba-tiba ia sudah berada di belakang ku

***

 

“noona, hyung ! selamat jalan” jino melambaikan tangannya setelah turun dari mobil. Kami mengantarkan jino dulu ke sekolah nya setelah itu kyuhyun baru menjalankan  mobil ke sekolah kami. Suasana menjadi dingin karna jino tak ada,aku paling benci situasi begini

 

Deruan suara mesin mobil berhenti itu berati kami telah sampai di sekolah,kemudian aku merasakan namja di samping ku ini menoleh pada ku

“turun lah lebih dulu, nanti aku akan menyusul. Kau tidak ingin bukan orang-orang menyadari hubungan kita”

“aku mengerti” jawab ku yang kemudian melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil ini

 

Author POV

 

Soojin berjalan tertunduk seorang diri di lorong sekolahnya padahal semua murid telah berkumpul di aula tempat acara berlangsung. Ia merasa bahwa semua ini sudah tak berguna lagi, karna tak mungkin ia dapat melanjutkan pendidikannya. Soojin melihat sebuah kursi panjang dan mendudukkan diri disana, di tempat ini benar-benar sepi. Masih bisa terdengar dentuman suara seseorang yang bicara dengan microfon dari aula tempat acara. Soojin menghirup nafas berat, ia menatap nanar ke sekelilingnya. Tangannya mengusap-ngusap pelan perutnya yang terasa sedikit menebal dari ukuran biasanya itu.

“appa….maafkan aku” lirihnya begitu pelan

 

“aku bukan anak yang patut di banggakan” sambungnya lagi  . sebulir cairan bening menetes dari mata indahnya. Seseorang mengamati pemandangan menyedihkan ini dari balik tembok pembatas lorong disana. Wajah orang ini memperlihatkan rasa iba,ia mencaci dirinya sendiri karna pernah berpikiran buruk tentang yeoja ini, yeoja yang dulu menurutnya telah mengacaukan hidup sahabatnya, cho kyuhyun. Orang ini adalah hyukjae jujur saat ia menghadiri pernikahan kyuhyun waktu itu, hyukjae tak begitu suka dengan soojin karna ia menganggap soojin telah merusak hubungan kyuhyun-hyemi

 

“kenapa menangis disini  cho soojin” sapa hyukjae membuyarkan lamunan soojin. Yeoja ini segera menghapus air mata dengan punggung tangannya. Kepalanya mendongak menatap namja di depannya

“eoh hyukjae-ssi….aku tidak menangis” kilah soojin mencoba tersenyum

“tidak usah seformal itu dengan ku. Kau istri kyuhyun jadi kau teman ku juga, hm?” ujar hyukjae tersenyum lebar sembari mengulurkan tangannya di hadapan soojin. Soojin menyambut uluran tangan hyukjae lalu berdiri dari duduknya

 

“gomawo” balas soojin senang, tentu saja senang karna soojin dulu juga sempat merasakan hawa ke-tidak-suka-an hyukaje terhadap dirinya

“kajja ! kita ke aula,acara sudah di mulai” ajak hyukjae dengan cerianya bermaksud mengubah suasana hati soojin, ia tahu soojin sedang bersedih

“namja yang baik” batin soojin

“ne,kajja” jawab soojin yang juga ikut tersenyum

“JIN-a !! soojin-a !!” teriak yeoja di belakang hyukjae dan soojin, membuat ayunan langkah keduanya berhenti.

“hosh…hosh…hosh…” desah yeoja yang berteriak-teriak itu setelah sampai di belakang hyukjae dan soojin. Spontan soojin dan hyukjae membalikkan tubuh mereka ke belakang

“hyerin-ah kenapa kau berlari-lari ?” tanya soojin melihat hyerin masih mengatur nafas nya

“NEO…….” mata hyukjae membulat melihat hyerin disini, ia menunjuk-nunjuk yeoja itu

“KYAAaaaaaa” jerit hyerin saat tau yang di depannya ini adalah hyukjae

Sontak soojin kaget melihat reaksi kedua makhluk yang histeris ini seolah mereka tengah melihat setan satu sama lain dari diri mereka sendiri

“Hyaaa monyet mesum kenapa bisa kau bersama teman ku?” tanya hyerin ketus

“YAK! Nama ku hyukjae, LEE HYUKJAE !!” balas hyukjae tak kalah keras nya

“dasar mesum”

“Mwo??”

“mesum”

“YAK kau berhenti memanggilku begitu, aku bukan namja mesum aku hanya namja polos” ujar hyukjae innocent hingga seketika hyerin ingin muntah mendengar kata polos itu. Soojin melongo mendengar perkataan hyukjae tadi, ia menutup mulutnya seperti menahan tawa.

 

“jadi kemarin saat bibir mu nyaris mendarat di bibir ku apa namanya kalau bukan mesum?” pekik hyerin dengan tampang ngeri seolah-olah hyukjae adalah binatang buas yang siap menerkamnya kapan saja

 

“aiiishh itu….kemarin itu aku tak sengaja terpeleset hingga menimpa mu yang berada di samping ku” ujar hyukaje malu-malu, ia manggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.

“tapi kau melakukannya di depan eomma ku dan eomma mu!!! Kau mempermalukan ku” teriak hyerin marah dan gemas dengan tingkah namja ini

tapi…?kau mengucapkan kata tapi?” ulang hyukjae tersenyum jahil

“Mwo-Ya?” hyerin sadar akan tatapan aneh hyukjae

“itu berarti kau mengharapkan itu terjadi jika saat itu eomma ku dan eomma mu tak ada disana. Benarkan?” desak hyukjae mendekatkan tubuhnya pada hyerin dengan senyum nakalnya

“Hyaaaa… jangan dekat-dekat pergi sana…!!”  sontak hyerin menjauh dari hyukjae dengan langkah lebar. Hyukjae tak menghiraukan teriakan hyerin ia terus mengganggu hyerin dengan terus mengejarnya. Sifat jahil namja ini mulai keluar.

“aishhhh”

“aaaaa soojin-a,,,,,teman mu ini rabies” jerit hyukjae saat hyerin menyerangnyabalik dengan memukulinya bertubu-tubi

“Mwo? Apa kata mu??  awas kau monyet mesum!!”

 

Soojin POV

Ckckc kedua orang yang dijodohkan ini memang berjodoh, sifat mereka sama. Lihat saja sekarang ini, saat ini kami tengah di berjalan di lorong koridor sekolah menuju ke aula tempat acara. Aku berada di tengah-tengah hyerin dan hyukjae, kelakuan mereka persis seperti anak kecil. Dari tadi mereka saling menendangi satu sama lain ketika berjalan dengan aku yang berada di tengah-tangah mereka. Alhasil tubuh ku tak luput dari aksi kekanak-kanakan mereka, tapi aku senang. Jujur saja ini sangat menghibur.

***

 

Acara penyerahan ijazah hari ini selesai juga. Cukup melelahkan memang, tapi rasa lelah itu tak kan terasa oleh tubuh ku jika mengingat ini adalah terakhir kalinya kaki ku menjejak di tempat ini. Tempat yang memberi banyak kenangan meskipun tak semua kenangan yang baik. Tapi itulah hidup tidak selalu mengukir kenangan baik dimana kenangan buruk pasti mengikuti di belakangnya. Kami pulang dalam keadaan hening, aku tak tahu kyuhyun pergi kemana selama acara berlangsung tadi. yang ku tahu saat aku berjalan ke parkiran kendaraan ia sudah berada di dalam mobil menunggu ku. Apa yang terjadi padanya? Ia cepat sekali emosi hari ini. Seperti ketika mendadak ada lampu merah spontan ia menginjak rem mobil di ikuti dengusan kasarnya, ia juga menyentakan tangannya di setiran mobil karna kesal. Ia juga memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, menyelipkan mobilnya sana sini dengan begitu kencang. Aku tak berani menatapnya, apakah ia masih marah karna ulahku tadi malam??

“ada apa dengan mu?” tanya ku. Sungguh aku bingung melihat tingkahnya sekarang, biasanya di saat-saat hening seperti ini ia akan mulai mengajakku bicara meski sering ku abaikan. Ku akui ia cukup bersabar menghadapi ku.Jantung ku berdetak kencang menantinya menjawab

“tidak ada apa-apa” ucapnya terdengar ketus

“seperti ini kau bilang tidak ada apa-apa?”

“memangnya ada apa dengan ku?” tanya tersenyum sinis

“kau cepat sekali emosi”

“sejak kapan kau memperhatikan ku?” tanya balik dengan senyum meremehkan

“mwo?”

ZREEEP

 

Ku rasakan mobil ini berhenti melaju, kami sampai di rumah tapi situasinya sekarang aku maupun namja ini tetap berdiam diri di posisi kami duduk

“bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kita tak boleh mencampuri urusan masing-masing?” ia menatap tajam pada ku. Skak mate ! aku tak mampu mengucapkan apapun lagi

“jika kau punya masalah jangan membawa-bawanya kesini. Lihat bagaimana caramu menyetir tadi, kau hampir membuat ku mati”

“terserah”

Kyuhyun keluar dari mobil dengan membanting keras pintu mobil. Ia berjalan sangat cepat, hingga sulit bagi ku menyamai langkahnya. Tanpa sadar aku berusaha mengejarnya dan sesampainya di depan pintu kamar

 

HUP

Aku berhasil meraih lengannya, ia berbalik manatap ku sesaat kemudian matanya beralih pada tangan ku yang mencengkeram lengannya otomatis tangan ku pun terlepas dari lengannya. Bodoh! Sekarang aku tak tahu harus bersikap bagaimana karna tatapannya yang lurus menatap mata ku.

“a a akku hanya ingin bilang jika kau ada masalah kau boleh menceritakannya pada ku” ucap ku gelagapan. Aku juga tidak mengerti kenapa mulut ku bisa berbicara seperti ini

“apa yang kau fikirkan dengan berkata seperti itu?” tanya nya dengan tampang tak percaya, aku menyesal mengucapkannya

“aku hanya mengucapkan apa yang terfikirkan oleh ku” jawab ku

“jadi kau memikirkan ku?” ucapannya mendelik pada ku, pandangannya seolah mengintimidasi ku agar menjawab pertanyaannya

 

Aku tak berkutik sedikitpun ketika ia mengatakan itu. Perasaan ku sendiri terkadang sulit ku mengerti.

Satu-satunya cara menghindari pertanyaannya adalah pergi dari sini. Tubuh ku membelakanginya, kaki ku pun melangkah ingin segera beranjak. Namun mata ku membelalak kaget saat ku rasakan seseorang memelukku dari belakang. Pundak ku pun terasa berat seolah di timpa sesuatu. Astaga! Dia meletakkan dagunya di bahu ku. Sontak tangan ku bergerak ingin melepaskan tangannya yang melingkar di perut ku, tetapi yang ku dapati ia malah mengeratkan pelukannya.

“kenapa kau harus malu mengakuinya?” tanya nya dengan nada lembut. Tubuh ku menegang, terasa sulit untuk bergerak terlebih melepaskan diri darinya

“apa yang kau katakan?” tanya ku pura-pura bodoh

“apa harus ku ulangi apa yang kau ucapkan tadi ?”

Ya tuhan kenapa mendadak ia bersikap seperti ini, membuat ku sulit bernafas dengan benar

“tolong jangan begini,lepaskan aku” ucap ku memohon

“tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku”

Aku diam, membiarkan keadaan ini berlangsung beberapa waktu

“maafkan sikap ku hari ini, aku tak bermaksud marah-marah padamu” sambungnya lagi

“kau ada masalah apa?”

 

Lingkaran tangannya di perut ku terasa melonggar sedetik berikutnya ia membalikkan tubuh ku agar berhadapan dengannya

“apa kau akan membantah ku lagi? Seperti hari-hari kemarin?”

“mollaseo” ke gelengkan kepala ku perlahan

Ku angkat sedikit wajah ku, melirik ke wajahnya. wajah tampan ini kelihatan begitu lelah. . . apakah aku terlalu menyakitinya? Sebenarnya siapa yang tersakiti di hubungan kami ini? Aku selalu merasa di sakiti tapi kenyataannya yang nampak tersakiti adalah namja ini. Oh ayolah han soojin kenapa namja ini berhasil memonopoli seluruh pikiran mu,menarik tiap sudut fokus ku. Kenapa aku tak mampu lagi mengabaikannya? Dan malah memperlakukannya begini. Tangan ku menuruti naluri yang mencuat seiring tatapan sendunya hingga kini tanpa terasa tangan ku mulai berani menjamah lekuk wajahnya, membelai lembut pipinya.

“mulai sekarang bisakah kita memulainya dari awal lagi? Tanpa pertengkaran, tanpa tangisan, tanpa penyesalan dan tanpa kebencian mu??” ujarnya menatap kedua bola mata ku, sungguh yang ku rasakan sekarang hati ku luluh. Hanyut dalam katanya yang begitu tulus.

 

Kini ia mengambil tangan ku dan menggenggamnya erat namun lembut, tanpa ada keterpaksaan aku tak lagi memberontak seperti yang sering ku lakukan di hari-hari sebelumnya.

“kau bisa mempercayai ku, ku mohon jangan membenci ku lagi. Aku tahu kita sama-sama memiliki perasaan yang berbeda. Aku ataupun kau tidak bisa memaksakan perasaan itu ada. Tapi seiring waktu berlalu kita tidak bisa bersikap saling diam begini, selagi menunggunya bukankah lebih kita menikmati waktu ini bersama tanpa adanya perdebatan?  Jika kau masih belum mempercayai ku setidaknya lakukanlah ini demi bayi yang kau kandung, aku ayahnya dan kau ibunya”

Aku takut dengan jawaban yang akan ku berikan, aku masih beum bisa sepenuhnya mempercayai kata-kata yang keluar dari mulutnya. Ia meremas tangan ku yang berada di genggamannya. Meskipun perkataannya tak tersirat pemaksaan tapi ntah mengapa mulut ku ennggan menolak tawaran yang di berikannya. Tawaran untuk mencoba kehidupan yang lebih baik dengannya

 

Ku coba memantapkan hati ku dan menetapkan keputusanku, tidak ada yangsalah dengan mencoba. Kepala ku mengangguk perlahan sebagai jawaban ‘ya’ dari ku.

Kini wajah suramnya itu berganti dengan senyumam merekah dari sudut bibirnya, itulah yang ku lihat sekarang. Hati ku juga menjerit bahagia melihat senyum nya itu. Tapi ada satu hal yang perlu ku luruskan

“aku ingin mengatakan sesuatu” ujar ku

“katakan saja” balasnya

“aku tidak pernah membenci mu” ucap ku singkat sebelum berbalik pergi meninggalkannya tapi dengan sigap ia menarik tangan ku lagi, cukup keras hingga tubuh ku berbalik dan langsung di sambut oleh pelukannya

“gomawo” desisnya pelan

 

Aku bingung, apa yang harus ku lakukan. Dengan ragu-ragu ku kaitkan kedua tangan ku yang berada di belakang punggung nya,membalas pelukannya

“aku tahu kau bukan sekeras yang ku pikirkan. Gomawo, jeongmal gomawo karna kau percaya pada ku”

Sebahagia inikah ia karna mendengar perkataan ku yang tak membencinya? Rasa sesak di dada ku perlahan berkurang, rasanya melegakan. Kenapa hal seperti ini tak terjadi dari dulu?

Baru kali ini ku rasakan kenyamanan dari dirinya, perasaan gembira yang mulai tumbuh di relung hati ku, menatap wajahnya seolah menjadi hoby ku, kehangatan baru yang kini ku rasakan di pelukannya. perasaan seperti apa ini??

 

KREKK  (suara pintu)

 

“noona hyung, apa yang kalian lakukan?”

 

TBC

Hummm bagaimana? Itu author udah bikin mereka bahagia kan? Oh iya mulai dari part ini akan masuk moment2 kyu-jin. Yang nanyain nae namjachingu wookie, tenang aja masih selalu hadir ko di tiap part nya #heheh XD

Dan yang nanyain hyemi kemana? Kenapa blom muncul? Dan kapan munculnya? Tunggu bentar yah, biarin moment kyu-jin berlangsung dg aman sentosa (?) dulu yach…nanti saat waktu nya tiba (ceiileeh) hyemi muncul kok bawa scandal bwt kyu #Plakk di bakar readers

Segitu aja dari author dan eiiits part ini udah author panjangin lhoh dua halaman,krna byk yang bilang part 5 kemarin pendek.

RCL RCL ya chingudeul…..tanpa komentar, masukan, saran dan kritik kalian smw, ff ini tdk ada nilainya…….karna coment2 kalian itu sangatlah berarti sebagai penyemangat saya. Kalo kalian ga koment saya ga semangat lagi donk XD . ga koment ga yakin di lanjutin.coment pedas asal membangun (?) saya terima kok. Satu kata untuk readers smw _jeongmal gomawo_

#bow bareng hyukjae+hyerin kekekekek

Dan jeongmal gomawo juga pastinya bwt admin Aoi yang bantuin publish^^

_annyeong_

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “SERIES :: My Life With Destiny And Your Baby [Part 6]

  1. Bagusnya Kyuhyun itu Setia sm Soojin..Eunhyuk yg tdny benci sm Soojin aja jd baik gituu…Kenapa Keluarga cho msh belom nerima Soojin ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s