Lamia (Another Story of Vampire) – Part 4

TITLE : LAMIA (Another Story Of Vampire)

AUTHOR : Yengkoma

GENRE : Romance, Fantasy, Angst

TYPE : Series

RATING : PG 16

CAST :

1. Cho Kyuhyun

2. Jung Hyeri

3. Lee Donghae

Ehem, maaf untuk readers yang udah kelamaan nunggu, yaah kayaknya emang ngga ada yang nungguin. sebelumnya mau minta maaf karena LAMIA part 4 ini kelamaan ngepost-nya. salahin Kyuhyun! karena sejak SS4 kemaren, aku bener-bener ngeliyat kyuhyun, karakter kyuhyun yang udah aku bikin di ff ini ilang semua. aku bingung gimana mau mulai untuk nulisnya sedangkan karakter kyuhyun juga ngga dapet.

yaudahlah yang penting ff ngga jelas ini udah jadi, mudah”an kedepannya ngga ngaret lagi. dan seperti biasa, aku ucapin makasih yang udah mau baca ff ini, like, plus coment, makasih banyak 🙂

dan di ff ini, part khusus yg cuma ada hyeri dan kyuhyun. kayaknya rada menjijikan gimanaa gitu, karena banyaknya kata-kata ngga jelas dan err ada selipan kissing.

 

AUTHOR POV

“Kau harus segera menceraikan Donghae hyung, dan aku akan membawamu ke cielo. Aku tidak menerima penolakan! Itu sudah harga mati bagimu”

Mendengar ultimatum Kyuhyun, Hyeri tak bisa berkata apa-apa, ia memang ingin ikut kyuhyun ke cielo, tapi ia bukan wanita kejam yang begitu saja meninggalkan suaminya, seseorang yang begitu sabar menghadapinya selama ini. Ia bukan tipe wanita yang tidak tau diri dan tidak tau bagaimaa caranya berterima kasih.

“Aku tidak bisa!” jawaban Hyeri sontak membuat mata Kyuhyun mendelik, menatap tubuh dihadapannya. Mengerti akan situasi yang sudah terjadi, hyeri segera angkat bicara sebelum emosi kyuhyun kembali menguasai.

“Bukannya aku tak mau, tapi aku tidak bisa, perceraian itu tidak mudah Kyuhyun-a, aku harus memikirkan bagaimana perasaan Donghae oppa, belum lagi keluarga kami, apa yang harus aku katakan kepada mereka? Umur pernikahan kami juga terbilang masih muda” Hyeri menghela nafasnya, “ini tidak mudah Kyuhyun-a”

“Lalu? Aku harus bagaimana?” Tanya Kyuhyun, terdengar jelas ada rasa putus asa, dan frustasi dalam nada bicaranya. “Kau ingin aku diam saja melihat Donghae hyung yang begitu bebas menyentuhmu?”

“Ani, maksudku…” hyeri mengerang frustasi, ia juga bingung apa yang harus ia katakan “Kyuhyun-a, kumohon jangan seperti ini, kau membuatku frustasi, aku tidak tau mana yang harus aku pilih. Ini semua membuatku bingung, aku..”

Sontak ucapan Hyeri terhenti begitu tubuhnya masuk kedalam pelukan Kyuhyun.

“Maaf, maafkan aku” ucap Kyuhyun lemah. “aku hanya tidak tau bagaimana harus bersikap. Aku terlalu membutuhkanmu, ”

__LAMIA__

HYERI POV

Siang ini aku menghabiskan waktu di perpustakaan. Sekedar mencari ketenangan. Sebenarnya kelas sudah selesai dua jam yang lalu. Tapi entah kenapa aku malas pulang kerumah. Biasanya setelah jam kuliah selesai aku akan menghabiskan waktu menonton tv atau sekedar tidur-tiduran.

“Hai” aku menoleh ke sumber suara.

“Hai” balasku sambil tersenyum manis. Haah, kenapa sepertinya udara disini makin menipis. Aku seperti sulit untuk bernafas.

“Buku apa yang kau baca?” tanyanya, ia memajukan tubuhnya mencoba melihat isi buku yang kubaca.

“Cerita vampire eh?” tanyanya menyeringai. “sepertinya kau ingin mencari tau tentang kaumku ya?”

Aku hanya bisa tersenyum, sedari tadi hanya diam memandang wajahnya yang mengeluarkan berbagai ekspresi.

“Hey! Ada apa?” tanyanya bingung melihatku yang hanya menatapnya.

“Kau tampan”

Astagaa,  ada apa dengan mulutku. Kenapa kata kata itu malah keluar dari mulutku? Aku melihat wajahnya yang terkikik begitu mendengar ucapanku. Aku memalingkan wajahku kembali ke buku yang sebenarnya tidak aku baca. Hanya sekedar menyembunyikan wajahku yang kuyakin sudah persis seperti tomat.

Aku merasakan tangannya menyentuh daguku, kemudian menghadapkan wajahku untuk menatapnya. Ia kembali tersenyum. Senyum favoriteku. Senyum paling indah yang pernah kulihat.

“Terimakasih” ucapnya lembut. Tangannya bergerak mengusap pipiku lembut. “sudahkah aku mengatakan sebelumnya, bahwa kau adalah gadis tercantik yang pernah kutemui?”

Aku menggeleng pelan. Gadis tercantik? Chh, apa ia mencoba membual? Apanya yang cantik dariku?

“Jangan merendahkan dirimu seperti itu, mungkin kata orang kau hanya gadis biasa, tapi bagiku, kau tidak ada tandingannya. Kau tau? Saat pertama aku melihatmu, aku nyaris gila. Gila karena terlalu senangnya mengetahui bahwa kaulah amanteku. Senang mengetahui kalau kau yang akan menemaniku nanti, senang mengetahui bahwa karena kaulah aku hidup, senang mengetahui kalau kau yang memegang hidupku”

“Kau tau? Aku mengenal begitu banyak wanita cantik yang menurut orang lebih cantik darimu. Tak jarang sebagian dari mereka yang menghalalkan segala cara untuk mendekatiku, bahkan memberikan tubuhnya. Tapi apa kau tau? Aku sama sekali tidak tertarik. Rasanya seperti hanya melihat bayangan hitam seseorang ketika aku melihat mereka. Tak Nampak jelas bagaimana rupa dan bentuknya. Tapi begitu melihatmu, kau begitu…” kyuhyun menghentikan narasinya yang sukses membuatku tidak bisa bernafas.

Ia mendecak pelan, mengacak-ngacak rambut belakangnya. Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat begitu frustasi?

“Kau tau? Aku bahkan sulit mencari kata yang tepat untuk mendeskripsikan dirimu, kata cantik tidak ada 0,1%nya untuk mendeskripsikan betapa mengagumkannya dirimu. Kurasa para ahli bahasa terlalu bodoh, harusnya mereka menemukan kata yang pas untuk mendeskripsikan dirimu. Bahwa kau lebih dari sekedar cantik, lebih dari sekedar menawan”

Aku melongo mendengar apa yang barusan ia katakan. Jadi ia terlihat begitu frustasi hanya karena itu? Sinting! Ya, kurasa hanya dia orang yang benar-benar tidak waras, bagaimana dia bisa mendeskripsikanku seakan-akan kecantikan bidadari dari kayanganpun tidak ada 1%nya dari kecantikanku. Bahkan aku sendiri saja begitu muak dengan diriku. Apa semua Lamia mempunyai sifat seperti itu?

“Kyu, kau membuatku sesak nafas” ucapku parau.

“Benarkah? Itu belum seberapa Hyeri-ya. Itu hanya segelintir kata-kata kecil, masih ada berjuta-juta deskripsi yang tidak bisa aku katakan padamu. Mungkin akan menghabiskan waktu seumur hidupmu jika kau mau aku menceritakannya”

“Tidak perlu. Itu sama saja membunuhku secara perlahan”

Kyuhyun tertawa pelan. “Baiklah, aku bisa merasakan debaran jantungmu yang sudah tak karuan”                 Sial! Kenapa dia bisa tau.

“Jadi, bagaimana kalau kita berjalan-jalan? Hmm?”

_LAMIA_

AUTHOR POV

“Kyuhyun-a, ayo kita kesana! Sepertinya naik roller coaster menyenangkan” ajak Hyeri antusias. Hari ini Kyuhyun mengajak Hyeri pergi ke taman hiburan. Sontak hal itu membuat Hyeri bersemangat, karena seingatnya ia sudah lama tidak datang ke taman hiburan.

“Hyeri-ya, kita istirahat dulu sebentar, aku lelah”

“Ayolah Kyuhyun-a, waktu kita hanya sebentar” Hyeri merengek, menarik tangan Kyuhyun yang sedang duduk, mengistirahatkan kakinya, karena sejak masuk kedalam taman hiburan, mereka belum sempat istirahat saking bersemangatnya.

“Tapi kau sudah menaiki roller coaster sebanyak 5 kali, apa itu tidak cukup hah?”

“Chh, yasudah kalau kau tidak mau, biar aku naik sendiri” Hyeri menggerutu. Ia berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih terduduk.

“Hyeri-ya!” panggil Kyuhyun yang sudah ada di belakang Hyeri, berjalan mengikuti gadis itu. Namun hyeri tidak menggubris panggilan Kyuhyun, ia tetap berjalan, mengacuhkan Kyuhyun. Sampai langkahnya terhenti karena Kyuhyun menarik lengannya.

“Apa?!” Tanya Hyeri ketus.

“Kenapa kau meninggalkanku? Kau tidak boleh jauh-jauh dariku, karena tempat ini sangat ramai, bagaimana jika kau menghilang?”

“Chh, bukankah kau sendiri yang tidak mau naik Roller coaster?”

“Bukannya aku tidak mau. Tapi kita sudah terlalu lelah. Kita sudah 2 jam mengelilingi tempat ini dan menaiki banyak wahana. Apa kau tidak lelah?”

“Tidak! Aku tidak lelah. Dan kalau kau lelah kau bisa duduk”

“Dan membiarkanmu menaiki wahana itu sendirian? Membuat berbagai macam kemungkinan kalau bisa saja kau terluka? Tidak akan!”

“Kau benar-benar menyebalkan!” hyeri berjalan berlawanan arah dengan stan roller coaster. Ia sudah tidak ingin menaiki wahan itu karena kesal terhadap Kyuhyun. Bukan, lebih tepatnya ia kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa menolak perintah Kyuhyun. Pria itu, jenis pria yang tidak bisa kuacuhkan perkataannya.

_LAMIA_

“Hey, kau marah?” Tanya Kyuhyun. Mereka duduk di bangku restoran. Kyuhyun memutuskan untuk mengisi perut mereka dulu sebelum pulang kerumah.

Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, Hyeri malah mengalihkan pandangannya ke jendela. Lebih memilih melihat orang berlalu lalang.

“Maaf” ucap Kyuhyun lembut. Hal itu sukses membuat Hyeri menatapnya. Entah, emosi Hyeri yang meluap luap sejak tadi langsung meluap begitu saja hanya karea melihat Kyuhyun yang tengah tersenyum.

“Maafkan aku, bukannya aku ingin mengehentikan kesenanganmu untuk bermain roller, coaster, tapi aku tau kau sudah cukup lelah” ucap Kyuhyun. Tangan kanannya terulur menyibak poni Hyeri, menyeka keringat yang masih terlihat di dahinya.

“Kau lihat kan, bahkan kau masih berkeringat. Aku hanya tidak ingin kau terlalu lelah”

Hyeri hanya bisa menatap Kyuhyun tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Semua kalimat yang terucap dari bibir Kyuhyun membuatnya sesak.

“Jadi bagaimana? Kau mau memaafkanku?”

Tanpa sadar Hyeri menganggukkan kepalanya. Tak ada alasan untuk membuatnya tidak memaafkan pria di hadapannya. Karena ia benar-benar tidak bisa menolak segala pesona yang ditawarkan Kyuhyun.

_LAMIA_

HYERI POV

“Kopi?” aku menerima segelas kopi yang diberikan Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun sedang berdiri di balkon. Donghae oppa belum pulang, ia mengabariku kalau hari ini tidak akan pulang karena akan pergi ke jeju untuk mengurus masalah perusahaan.

Aku bersandar pada pagar pembatas, membelakangi pemandangan malam, sementara Kyuhyun berdiri disampingku, menghadap pemandangan malam, sehingga posisi kami kini berlawanan.

Aku menyesap Kopi perlahan. Merasakan campuran pahit dan manis yang masuk kedalam kerongkonganku.

“Kyu” aku memanggilnya, mencoba memecah keheningan.

“Em?” ia menoleh kearahku. Tatapannya begitu lembut.

“Ceritakan padaku tentang kaummu”

“Bukankah tadi kau sudah membaca buku tentang vampire? Kukira kau bisa mengira-ngira makhluk seperti apa aku ini”

“Tapi Yoomi bilang kalau makhluk sepertimu dan vampire itu berbeda”

“Hmm, begini. Mungkin Yoomi  noona sudah menceritakan beberapa hal global tentang kami, jadi aku akan menjelaskan beberapa hal yang belum kau ketahui”

“Seperti halnya vampire, Kau akan menjadi Lamia jika seorang Lamia menghisap darahmu. Bedanya, kaum vampire bisa menjadi vegetarian, sedangkan kami tidak. Darah binatang tidak akan membuat kami para Lamia kenyang. Karena kami memang tidak cocok dengan darah binatang. Rasanya hambar”

“Jadi, selama ini, kau meminum darah manusia?”

Kyuhyun mengangguk. “Tapi aku tidak meminumnya secara langsung dari tubuh manusia. Aku mengambilnya dari rumah sakit. Kadang aku meminum darah mereka yang habis kecelakaan”

“Kenapa kau tidak meminum darah manusia secara langsung? Apa karena dengan kau meminumnya secara langsung, otomatis kau merubah orang itu menjadi Lamia?”

“Bukan, aku hanya tidak tega melihatnya merintih kesakitan. Untuk merubah seseorang menjadi Lamia, kami tidak asal menghisapnya di leher seperti vampire. Ada beberapa tempat khusus yang menjadi titik untuk kami menghisap”

“Dimana saja?”

“Kalau korbannya wanita, kami menghisapnya di bawah tulang belikat, tapi kalau korbannya pria, kami menghisapnya tepat di urat nadi”

“Bagaimana dengan amante?”

“Untuk Amante berbeda”

Aku mengerutkan keningku. Kyuhyun tersenyum, tubuhnya bergeser, memposisikan dirinya dihadapanku. Dari sini, aku bisa melihat jelas wajah tampannya yang terkena pancaran sinar bulan, membuatnya terlihat lebih berkilau. aku yakin walaupun beribu-ribu tahun aku berada dalam posisi ini, aku tidak akan pernah merasa bosan.

“Untuk mengubah seorang amante menjadi Lamia, kami menggunakan cara yang berbeda, Lamia dan Amante ini harus saling menghisap darah lawannya. Seperti kau dan aku, aku menghisap darahmu, dan kau menghisap darahku”

“Kenapa harus seperti itu?”

“ini semacam pernikahan dalam dunia manusia. Dengan cara seperti ini, darah kita akan bercampur satu sama lain. Dan itu artinya, kita satu jiwa, karena darah yang mengalir ditubuh kita adalah darah yang sama.

“Bagaimana caranya?”

Kyuhyun perlahan mendekatkan tubuhnya kearahku. Kedua tangannya bergerak membuka dua kancing teratas kemeja putih yang kukenakan. Apa yang akan dia lakukan? Kenapa tubuhku bahkan tidak bereaksi untuk menolaknya? Entah, mungkin aku hanya diliputi rasa penasaran dengan apa yang akan dia lakukan.

Dia menatap tubuh bagian atasku yang memperlihatkan sebagian pakaian dalam yang kukenakan. Tapi bukan disitu matanya menatap. Matanya menatap bahuku, tepatnya di tulang belikat.

Ia mengangkat tangan kanannya. “Disini, aku akan menghisapnya disini” ujarnya seraya mengusapkan telunjuknya tepat dibawah tulang belikatku.

Ia menarik pinggangku. Meletekkan kepalaku dibahunya yang terbuka karena ia mengenakan kaos longgar. Dan saat itu pula aku merasakan aroma yang wanginya begitu menyengat. Ada yang mengoyak perutku, seperti aku tidak menyantap makanan selama beberapa hari.

“Seorang Lamia dan amante akan menghisap darah dibawah tulang belikat pasangannya” ucapan Kyuhyun terdengar jelas di telingaku. Deru nafasnya begitu jelas terasa di leherku.

“Kau bisa menciumnya kan? Aroma yang begitu menyengat?”

Aku hanya menganggukan kepala, menyebabkan sebagian pipiku bergesekan dengan tubuhnya. Kyuhyun menegakkan tubuhku. Sedikit tidak rela karena aku harus berjauhan dengan aroma itu.

“Aku mencintaimu” ucap Kyuhyun lembut. Aku menatap matanya, mencoba mencari kebohongan, tapi nihil. “kau tidak akan menemukan kebohongan dimataku. Karena aku memang mencintaimu dengan segala yang kupunya.”

Tanpa kusadari, tangan kananku sudah berada di pipinya, mengelusnya pelan.

“Kau bisa membaca pikiran?”

Kyuhyun mengangkat bahunya “Menurutmu?”

“Seperti Edward Cullen”

“Lalu kau bukan seperti Bella Swan. Kau tidak ada pantas-pantasnya menjadi bella swan”

Aku memukul bahunya pelan, membuatnya terkekeh.

“Kau terlalu menawan jika dibandingkan dengan bella swan. Kan sudah kukatakan. Kaulah makhluk tercantik disepanjang eksistensiku”

Kyuhyun menggenggam tanganku, kembali meletakkannya di pipinya. Sepertinya ia menyukai kegiatan ini. Aku mengelusnya perlahan. Kedua tangan Kyuhyun memegang pinggangku, memperkecil jarak diantara kami.

Entah setan apa yang merasukiku hingga tanganku nekat mengelus bibirnya. Dingin, tapi juga hangat di saat yang bersamaan. Kyuhyun tersenyum, matanya tertutup merasakan sentuhanku. Perlahan, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Mencium bibirnya dengan perlahan. Bibirku turun ke rahangnya, sekedar mengecupnya dan merambat sampai ke belikatnya. Aroma ini, aku sadar aroma ini sekarang sudah menjadi aroma favoriteku. Kukecup perlahan belikatnya. Saat itu aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bagaimana bisa rasanya semenarik ini? Aku semakin mengecupnya, kemudian memeberanikan diri untuk menghisapnya, perlahan. Kyuhyun hanya diam. Tangannya terus berada di pinggangku tanpa berniat untuk menjalar kemana-mana. Ia membiarkanku menikmati semua ini.

Kau tau rasanya meminum seteguk air es ditengah gurun pasir? Seperti itulah rasanya ketika aku menghisap tulang belikatnya. Begitu nikmat. Dan aku baru menyadari kalau aku sudah benar-benar ketergantungan dengan kehadirannya. dengan keberadaanya di hidupku. Dia bukan lagi seorang pria yang penting dalam hidupku, tapi seorang pria yang kubutuhkan dalam hidupku.

 

TBC–

 

haduuh kayaknya emang ngga ada konflik di ff ini. aku lagi pengen romantis-romantisan, kekeke jadilah begini hasilnya. tapi next part konflik udah mulai ada kok.. yang masih mau nunggu baca makasih 🙂 yang ngga juga makasih karena udah sempet baca 🙂

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Lamia (Another Story of Vampire) – Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s