Lamia (Another Story of Vampire) – Part 3

TITLE : LAMIA (Another Story Of Vampire)

AUTHOR : Yengkoma

GENRE : Romance, Fantasy, Angst

TYPE : Series

RATING : PG 16

CAST :

1. Cho Kyuhyun

2. Jung Hyeri

3. Lee Donghae

 

HYERI POV

Aku mencoba berdiri, mengabaikan rasa sakit di kepalaku. Bisa kulihat tetesan-tetesan darah yang jatuh dari kepalaku. Punggungku rasanya benar-benar sakit, seperti remuk. Kedua tanganku terulur, meraih punggung Kyuhyun, dan langsung memeluknya dari belakang. Entah aku mendapat pemikiran darimana untuk memeluk punggungnya. Punggungnya begitu panas, namun aku semakin mengeratkan pelukanku, merasai rasa panas yang muncul dari amarahnya, kusebut terus menerus namanya, hingga akhirnya punggungnya terasa menghangat, pisau yang berada di genggamannya tiba-tiba jatuh begitu saja.

Kepalaku tiba-tiba terasa sakit,  seperti dilempar dengan batu gondam. Tubuhku juga semakin melemah, hingga aku menyerah, sudah tak kuasa kedua kaki ini menopang tubuhku. Mataku semakin sulit mendapat cahaya, hingga akhirnya semuanya gelap, yang kutau, hanya suara kyuhyun yang memanggil namaku, dan tubuhku masuk kedalam pelukannya. Syukurlah ia sudah sadar..

__LAMIA__

Kubuka mataku perlahan, aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling. Kulihat semuanya serba putih, mungkinkah aku sudah berada di surga?

“Kau sudah bangun?” Tanya seseorang dengan suara yang amat lembut. Sosoknya muncul dari balik pintu putih yang sejak tadi tertutup. Ia menggunakan gaun putih panjang, sangat cantik. Apakah ia bidadari di surga?

“Kau siapa? Dan aku dimana?” tanyaku heran.

Wanita itu tersenyum lembut, baru kulihat wanita secantik dirinya. Benar-benar tidak wajar dan menyilaukan mata. Cantik memang relative, tapi kurasa semua pria yang melihatnya pasti berpendapat sama, ia sangat cantik.

“Namaku Yoo Mi, kau boleh memanggilku eonni” jawabnya lembut. Ia mendudukkan dirinya di ranjang tepat disampingku. Dari jarak sedekat ini, aku bisa mencium aromanya, wangi sekali, wajahnya juga terlihat jelas, mulus, halus, dan warna kulitnya benar-benar seputih susu. “Kau berada di cielo”

“Cielo?”

Ia mengangguk singkat “tempat para Lamia tinggal”

“Lamia?”

Istilah apa itu? Aku baru mendengar istilah itu.

“Ya, lamia. Apa kau belum pernah mendengarnya?”

Aku menggeleng pelan. Setauku, lamia itu serigala setengah manusia. Aku biasa melihatnya di film-film yang sering ditonton minji. Tapi kenapa lamia yang aku temui wujudnya berbeda?

“Kau pasti mengira kalau lamia itu binatang setengah manusia? Aku juga dulu berfikir sepertimu sebelum menjadi lamia. Hah, manusia terlalu kolot”

“maksudmu?”

Wanita itu menghela nafasnya sebentar. “sepertinya aku harus mulai menjelaskan dari awal padamu. Jadi begini, Lamia itu adalah makhluk penghisap darah. Emm, kau bisa menyebutnya seperti.. vampire? Ah, tapi perlu diingat! Kami bukan vampire, kami jelas berbeda. Bedanya, vampire akan takut bila terkena sinar matahari, sedangkan kami, hanya akan kehilangan kekuatannya. Kami juga mempunyai perasaan seperti manusia pada umumnya. Malam hari kami menjadi lamia, siang hari kami menjadi manusia”

“Para manusia menyangka, kalau Lamia merupakan manusia setengah binatang, namun itu semua salah. Itu hanya makhluk peliharaan kami para lamia. Namanya lupo, ia merupakan wujud manusia yang tidak sempurna. Dan aku, dulunya aku juga manusia, sama sepertimu. Tapi takdir menjadikanku seorang amante untuk seorang lamia” ia tersenyum singkat ketika mengucapkan kalimat terakhirnya.

“Kau tau bagaimana rasanya ditakdirkan menjadi seorang amante? Itu sangat menyenangkan”

“Amante?” tanyaku. Sungguh aku benar-benar tidak mengerti dengan istilah-istilah yang ia sebutkan. Semuanya teras asing bagiku.

“Amante merupakan pasangan hidup seorang Lamia. Saat lamia menjatuhkan takdirnya pada seorang wanita, maka wanita itu disebut amante, dan seorang amante tidak bisa lepas dari lamia. Bisa dibilang, amante merupakan takdir hidup seorang lamia. Dan asal kau tau, kau juga seorang amante”

“Mwo? Aku? Kenapa aku?”

“Aku tidak tau, kyuhyun yang telah memilihmu. Tanyakan saja padanya”

“Kyu.. hyun? Jadi kyuhyun seorang lamia?”

Wanita bernama Yoomi itu mengangguk.

“Dan kau adalah takdirnya, kau tidak akan bisa lepas darinya, mau tidak mau. Karena kau sudah terikat dengannya. Sebenarnya kau bisa saja melepaskan diri darinya, namun kalau itu kau yang langsung memintanya menjauhimu. Tapi, itu sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan. Karena secara otomatis, lamia akan mengeluarkan sedurre, kekuatan untuk memikat amante-nya. Kekuatan itu yang akan membuatmu merasakan getaran-getaran aneh jika berada di dekat lamia-mu. Kau merasa perasaan yang begitu nyaman dan tenang begitu kau berdekatan dengannya, kau juga merasa tidak akan bisa melepaskan diri dari lamia-mu. Kau akan mengingatnya setiap saat”

Cukup! Apa sebenarnya yang ia katakan? Lamia? Amante? Sedurre? Aku mungkin sudah gila cukup gila hari ini. Aku terbangun ditempat asing, dan bertemu dengan seorang wanita yang entah menjelaskan sesuatu yang sama sekali tidak kumengerti.

Otakku berputar ke kejadian semalam. Bukankah semalam aku bersama kyuhyun? Dan kemana orang itu? Aku membutuhkannya sekarang untuk menjelaskan ini semua sekarang. Setidaknya mungkin kyuhyun bisa menjelaskannya dengan cara yang kumengerti. Aku ingin cepat pulang. Bagaimana kalau donghae oppa tau aku belum berada di rumah. Ia pasti khawatir sekali sekarang.

“Dimana kyuhyun?” tanyaku langsung.

“Kyuhyun di taman. Ia sedang menenangkan diri, karena semalam ia sudah lepas kendali dan hampir membunuhmu”

Astaga, bagaimana aku bisa lupa apa yang sudah terjadi semalam. Ya tuhan, mungkinkah kyuhyun sudah membunuh ketiga pria itu? Kalau iya, pasti polisi langsung akan mencarinya. Bagaimana kalau kyuhyun tertangkap polisi? Bagaimana kalau ia dipenjara? Entah kenapa aku jadi begitu mengkhawatirkannya, memikirkan apa yang akan terjadi begitu kyuhyun meninggalkan rumah, dan.. itu berarti intensitas pertemuan kami sudah pasti berkurang, bahkan bisa saja kami tidak akan bertemu lagi. Hanya memikirkannya saja sudah membuat kepalaku pusing setengah mati. Entah sejak kapan, wajah Kyuhyun sudah menjadi candu bagiku.

“Bolehkan aku bertemu dengan Kyuhyun?”

Ia tersenyum senang “Tentu saja, mari aku antar”

Aku bangun dari ranjang, berjalan mengikuti langkah Yoomi eonni. Pemandangan indah dan menyilaukan mata langsung terlihat begitu aku melangkahkan kaki keluar dari ruangan serba putih tadi. Mataku tak henti-hentinya menatap kagum pemandangan yang disuguhkan. Disini terdapat berbagai macam bunga. Kami melewati jalan setapak yang juga dikelilingi oleh bunga-bunga cantik. Harum bunga-bunga disini begitu menyejukkan. Bau tanah yang basah sehabis hujan juga dapat tercium. Begitu nyaman.

Langkahku terhenti begitu mataku menangkap sosoknya sedang duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu-kayu. Kepalanya menengadah dengan mata yang terpejam. Seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Kau tidak ingin menghampirinya?” Tanya Yoomi eonni behitu melihatku yang hanya mematung.

“Haruskah aku menghampirinya?”

Ia mengangguk pasti “Kau harus menenangkannya. Ia masih frustasi dengan kejadian semalam. Berjam-jam ia menyendiri, merutuki apa yang sudah dilakukannya terhadapmu. Hanya kau yang bisa menstabilkan kembali emosinya”

Aku mengangguk pelan, mataku kembali menatapnya. Kakiku mulai melangkah menghampirinya. Kenapa jantung ini semakin berdetak kencang? Ya tuhan, apa yang harus aku katakan. Aku sendiri merasa gugup dan tidak tau harus berkata apa.

AUTHOR POV

 

“Kyuhyun-a” panggil Hyeri ragu.

Kyuhyun terkejut begitu mendengar suara Hyeri. Ia berdiri dari duduknya, menghadapkan tubuhnya langsung di depan Hyeri.

Hyeri melihatnya, kyuhyun yang berada di hadapannya benar-benar berbeda. Dia benar-benar tampak berantakan. Wajahnya pucat, rambutnya awut-awutan, dan matanya menghitam. Tersirat rasa lelah dan penyesalan di wajahnya.

“Kyuhyun-a, kau tidak apa-apa?” Tanya Hyeri cemas.

Bukannya menjawab, Kyuhyun malah memeluknya. Tubuh hyeri menegang begitu masuk kedalam pelukan Kyuhyun. Kenapa begitu hangat? Kenapa begitu nyaman berada dalam pelukannya? Hyeri merasakan tubuh Kyuhyun bergetar, dan bajunya sedikit basah oleh sesuatu. Kyuhyun kah itu?

“Maafkan aku” ucap Kyuhyun dengan isakan yang masih bisa terdengar. Ia masih enggan melepaskan pelukannya. Ia masih belum berani menatap wajah Hyeri. Rasanya menyakitkan, begitu melihat wajah Hyeri karena itu akan mengingatkannya kejadian semalam. Perbuatan paling bodoh yang pernah ia lakukan. Bersyukur karena Hyeri tidak mengalami luka parah.

“Maafkan aku” Kyuhyun terus mengucapkan permohonan maafnya. Hyeri, entah kenapa juga ikut merasakan apa yang kyuhyun rasakan.

“Tak apa. aku baik-baik saja. Ini bukan salahmu”

“Bagaimana kau bisa mengatakan ini bukan salahku?!! Aku hampir membunuhmu!!” teriak Kyuhyun yang langsung melepaskan pelukannya.

Hyeri terlonjak kaget. Ternyata benar apa yang dikatakan Yoomi eonni. Emosi kyuhyun masih labil, bagaimana bisa dalam sekejap emosinya berubah-rubah? Barusaja kyuhyun meminta maaf, tapi detik selanjutnya ia sudah membentaknya.

“Arrghh!!!” kyuhyun berteriak kencang. Membuat Hyeri semakin takut. Bukan, ia bukan takut dengan sikap kyuhyun, tapi Ia takut memikirkan keadaan Kyuhyun yang selalu lepas control.

“Kyuhyun-a, sungguh aku tidak apa-apa” ucap Hyeri seraya berjalan mendekati Kyuhyun, namun semua diluar dugaan. Kyuhyun malah memundurkan langkahnya, menghindari Hyeri.

“Jangan dekati aku. Kau sudah tau kan kalau aku makhluk mengerikan? Aku bisa saja membunuhmu kapanpun” katanya dingin.

“Aku tau kau tidak akan melakukannya. Kau hanya perlu menstabilkan emosimu kyuhyun-a”

“Kau pikir itu mudah?! Aku hampir gila karena ini!! Kau tau bagaimana rasanya mendapati orang yang kau sayangi sudah tak bernyawa begitu kau tersadar? Dan menghadapi kenyataan bahwa dirimulah yang merenggut nyawanya! Kau tidak pernah merasakannya!” kyuhyun terus berteriak mengeluarkan semua rasa frustasinya. Airmata terus mengalir seiring dengan mengalirnya semua beban yang ada dikepalanya. Ini lebih baik, setidaknya hyeri mengetahui apa yang kyuhyun rasakan selama ini.

“Maafkan aku, aku tau semua ini tidak mudah, aku memang belum pernah merasakan apa yang kau rasakan. Tapi, maukah kau membagi bebanmu padaku? Bukankah kau sudah memilihku menjadi pasanganmu? Amantemu? Bukankah setiap pasangan juga harus membagi beban yang ditanggungnya, dan menyelesaikannya bersama-sama? Bukankah begitu?”                 Kyuhyun hanya diam, ada sedikit rasa terkejut di matanya. Hyeri juga bingung, kenapa kata-kata itu langsung keluar dari mulutnya?

“Bagaimana? Maukah kau membagi bebanmu padaku? Dan menghadapi semuanya bersamaku?” Hyeri mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum.

Tubuh Kyuhyun sedikit menegang melihat senyum Hyeri yang entah kenapa membuat semua amarahnya meluap. Sesimple itu kah cara untuk mengendalikan emosinya?

Kyuhyun menarik uluran tangan Hyeri, kemudian memeluk tubuh Hyeri erat. Ia tersenyum senang begitu mengetahui cara untuk mengendalikan emosinya. Senyuman, emosinya akan meluap begitu ia melihat senyum Hyeri. Senyum tulusnya. Dan itu berarti, ia harus selalu membuat Hyeri tersenyum.

__LAMIA__

“Darimana saja kalian?” Tanya Donghae dengan wajah yang penuh dengan amarah. Ia masih menggunakan pakaian kerjanya lengkap. Tangan kanannya menggenggam erat handphone yang sedari kemarin digunakannya untuk menghubungi Hyeri.

“Maafkan aku Hyung, kami sengaja menginap di motel karena kemarin hujan lebat” jawab Kyuhyun tenang. Sementara Hyeri hanya berdiri disamping Kyuhyun dengan kepala yang masih tertunduk.

Donghae menghela nafasnya berat, mencoba meredakan amarahnya. Ia sadar ia tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya, karena ini juga salahnya yang tidak bisa menepati janjinya untuk menjemput Hyeri. Dan harusnya ia bersyukur karena kyuhyun sudah membantunya menjaga Hyeri. Setidaknya saat Hyeri tidak ada dalam jangkauannya.

“Baiklah, kalian bisa kembali ke kamar, kalian pasti lelah. Aku akan memesan makanan untuk kita”

__LAMIA__

Hyeri-Donghae Room

Donghae merenggangkan tubuhnya. Ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya untuk memeriksa beberapa data perusahaan. Kekacauan di perusahaannya benar-benar menguras tenaga. Pekerjaannya menjadi bertambah dua kali lipat. Apalagi dengan hilangnya Hyeri kemarin. Ia sama sekali tidak bisa mengerjakan pekerjaannya.

Donghae melirik ranjang, tampak sosok Hyeri yang sudah teridur lelap. Sepertinya ia memang kelelahan. Donghae memperhatikan sosok Hyeri baik-baik. Ia merutuki hatinya yang sampai sekarang karena belum bisa mencintai Hyeri sepenuhnya. Karena… karena seorang gadis masa lalu yang mengambil pergi hatinya, dan meninggalkannya sendiri dengan segala kekosongan. Donghae sendiri merasa bersalah dengan Hyeri yang terus bersabar menunggu cinta darinya, tapi apa? Apa yang harus donghae berikan? Sementara ia juga sudah tidak punya cinta untuk diberikan kepada Hyeri.

Gadis itu benar-benar merampasnya tanpa sisa. Ia teringat kembali, bahkan sampai usia pernikahan yang hamper menginjak satu tahunpun, ia sama sekali belum menyentuh Hyeri. Aktivitas yang dilakukannya dengan Hyeri hanya sebatas ngobrol, bergandengan tangan, berpelukan. Tak ada yang lebih dari pelukan. Bahkan donghae hanya berani mencium kening Hyeri. Karena ia takut ketika ia bertindak lebih jauh, Hyeri merasa Donghae sudah menyerahkan semua cintanya dan menerima Hyeri sepenuhnya. Ia tidak ingin memberikan harapan kosong pada Hyeri. Ia terlalu merasa bersalah padanya.

Tapi, entah apa yang terjadi, setelah kejadian Hyeri menghilang bersama kyuhyun. Ia merasa hatinya seolah tidak terima. Ia merasakan pikirannya liar, memikirkan kemungkinan buruk yang terjadi diantara mereka. Kenapa ia tidak menyukai cara Kyuhyun menatap mata Hyeri, kenapa ada rasa kagum yang luar biasa ketika kyuhyun menatap Hyeri? Kenapa ada perasaan tidak rela? Apa cintanya sudah kembali dan berpihak pada Hyeri? Lalu apakah ini saatnya untuk menerima Hyeri seutuhnya? Menjadi suami seperti pada umumnya, dan mungkin… menyentuhnya?

__LAMIA__

@Dinning room

“Oppa, kau tidak mau sarapan dulu?” Tanya Hyeri. Sedari tadi ia melihat gerak gerik Donghae yang panic. Donghae terus bolak balik ke kamarnya dengan tergesa-gesa.

“Tidak, sepertinya hari ini aku akan sarapan di kantor. Aku lupa ada meeting penting pagi ini” ucap Donghae yang sedang sibuk mengotak-ngatik laptopnya, mengecek kembali apa data yang harus dibawanya.

“Jadi, hari ini oppa tidak mengantarkan aku ke kampus lagi?” Tanya Hyeri dengan menopang dagunya di atas meja. Bibirnya mengerucut, matanya memandang Donghae kecewa.

Donghae hanya terkikik pelan merasa lucu dengan ekspresi Hyeri yang merajuk. Kemudia ia duduk di hadapan Hyeri.

“Maaf sayang, bukannya aku tidak mau, tapi aku tidak bisa” donghae tersenyum begitu melihat Hyeri mendengus kesal.

“Iya, aku tau”

“Hahaha, eiyy kenapa kau jadi merajuk seperti ini?” Tanya donghae gemas. Ia mengulurkan tangan kanannya, lalu mencubit pipi Hyeri.

“oppa!!”

“Araseo araseo. Aku janji setelah perusahaan kembali stabil, aku akan mengantarkanmu kemanapun kau mau. Bagaimana?”

“Emm, setuju!!”

“Baiklah, kalau begitu, biarkan suamimu yang tampan ini pergi bekerja. Dan kau, aku tidak mau mendapati keadaan rumah yang kosong ketika pulang. Jadi setidaknya kau harus ada dirumah sebelum aku dating. Mengerti?”

“Ne halmoni”

“Yak!! Apa kau bilang?”

“Eh? Ani” Hyeri menyeringai lebar begitu mendapat tatapan tajam dari Donghae.

Hyeri mengambil jas Donghae yang tersampir di sofa, kemudian membantunya memakaikan jas, dan merapikan dasi donghae. Rutinitas hariannya di pagi hari.

“Selesai! Nanti malam, apa aku perlu masak makan malam?” Tanya Hyeri begitu ia selesai merapikan dasi donghae.

“Tidak perlu, sepertinya aku pulang larut malam lagi. Jam 8 mungkin. Aku akan makan dikantor. Kau jangan lupa makan, hati-hati dijalan, jangan lupa membawa mantel karena udara semakin dingin. Kalau ada perlu, langsung hubungi aku”

“Aissh, araseo araseo. Kenapa kau cerewet sekali”

“Kau ini! Aku cerewet karena kau tidak mau mendengarkanku!”

“Baiklah baiklah oppa sayang. Aku akan mendengarkan semua kata-katamu. Tidak pulang malam,tidak lupa makan, membawa mantel, dan kalau ada perlu langsung menghubungi oppa”

“Bagus, begitu lebih baik” ucap donghae seraya mengacak-ngacak rambut Hyeri karena gemas. “Ah ya ampun! Aku lupa kalau aku telat!” donghae segera memasukkan laptopnya kedalam tas dan berlari menuju bagasi yang diikuti oleh Hyeri.

“Ingat kata-kataku tadi!” ingat donghae sebelum ia masuk kedalam mobil.

“Iya oppa. Cepatlah berangkat, dan hati hati diajalan”

Donghae mengulurkan tangannya, meraih pinggang Hyeri kemudian mencium keningnya. Hal yang biasa dilakukan pagi hari.

“Aku pergi”

“Eung, hati-hati”

Hyeri melambaikan tangannya sampai mobil Donghae tak terlihat. Ia kemudian kembali melangkah kedalam rumah. Suhu diluar benar-benar dingin. Ia cepat-cepat menutup pintu rumahnya.

“Kau mau mengujiku?” Tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah ada di belakang Hyeri.

Hyeri terlonjak kaget. Belum sempat ia membalikkan badannya, kyuhyun sudah menarik tubuhnya, dan menghimpitnya ke dinding.

HYERI POV

“Kau mau mengujiku?”

Aku terlonjak kaget mendengar suara itu. Belum sempat aku membalikkan badan, tubuhku tiba-tiba terhuyung kebelakang, dan terhimpit dinding. Dihadapanku sudah ada kyuhyun dengan tatapan tajamnya, dan tangan yang mengunci tubuhku.

“Kyuhyun-a”

“Kenapa kau melakukan itu? Kau mau mengujiku?” Tanya kyuhyun. Nada suaranya terdengar lelah dan putus asa. Ada apa lagi dengannya?

“apa maksudmu?”

“Kau tau, aku tidak bisa mengendalikan emosiku, tapi kenapa kau melakukan itu? Bermesraan dengan Donghae hyung di pagi hari. Mungkin dulu aku bisa tahan, tapi sekarang tidak. Tidak setelah kau mengetahui kalau kau memang takdirku. Dan kau sendiri tidak menolak itu”

“Seorang manusia saja emosi kalau melihat gadisnya bermesraan dengan pria lain, apalagi makhluk sepertiku. Aku tau aku egois, tapi aku hanya tidak ingin lepas kendali lagi, dan akhirnya melakukan hal-hal yang tidak kuinginkan”

DEG!! Apa kyuhyun melihat semuanya? Rutinitasku tadi pagi?

“Begitu sulit kah kalau kau hanya menatapku? Begitu burukkah kalau kau berada disisiku?”

Aku bingung apa yang harus aku katakan. Otakku benar-benar tidak bisa berfungsi. Sedari tadi, kyuhyun terus berbicara dengan jarak yang hanya beberapa senti dari wajahku. Deru nafasnya begitu hangat, aroma tubuhnya benar-benar wangi. Aku deperti dibuat mabuk olehnya.

Aku menarik nafas panjang, mencoba menyadarkan diriku, kalau aku harus mengatakan sesuatu. Sial! Manarik nafas panjang bukannya membuatku sadar, malah membuatku semakin pusing, karena secara langsung aku mencium aromanya.

“Kyuhyun-a, kau.. kau sendiri juga tau kalau donghae oppa dan aku sudah menikah, aku tidak bisa menghindarinya begitu saja. Karena dia pasti akan curiga”

“Tapi aku tidak bisa melihatmu dengan donghae hyung melakukan hal seperti itu setiap pagi.” Ucap kyuhyun lemah. Matanya menelusuri wajahku. “ia mengacak-acak rambutmu” tangan kanannya bergerak menyentuh rambutku, membelainya lembut, bagaikan kain sutra yang rentan. “ia juga menyentuh pipimu” aku merasakan tangannya turun mengusap pipiku lembut. Sentuhannya, kenapa begitu dahsyat? Begitu lembut, menenangkan. Tanpa sadar, aku sudah memejamkan mataku, menikmati setiap sentuhakn lembut tangannya dipipiku. Aku terkejut begitu ada sesuatu yang mendarat di pipiku. Itu bukan tangan Kyuhyun. Yang ini rasanya berjuta-juta kali lebih dahsyat. Sengatannya lebih besar. Aku membuka mataku perlahan, aku hanya bisa melihat rambut coklat kyuhyun yang menusuk-nusuk di wajahku, ya tuhan! Apa yang dia lakukan? Dia mencium pipiku. Aku hanya bisa mengerjapkan mata. Tak percaya dengan apa yang aku lihat dan aku rasakan. Ini benar benar memabukkan.

Bibirnya beralih ke daguku, mengecupinya perlahan, kemudian beralih ke pipiku yang lain. Rambutnya semakin dalam menusuk-nusuk permukaan wajahku. Ku gigit bibir bawahku, mencoba menahan semua sensasi yang ditawarkan kyuhyun.

Bibirnya terus mengecupi seluruh permukaan wajahku. Gerakannya begitu lembut, tidak ada desakan sama sekali, seolah-olah wajahku adalah lapisan es yang tipis.

“Ia juga mengecup keningmu” katanya seraya mengecup keningku lama di satu titik. Seperti menghapus bekas bibir Donghae oppa.

Puas mengecupi keningku, aku merasakan bibirnya mendarat di bibirku. Perlahan, tapi penuh keyakinan. Bibirnya terasa begitu dingin, manis, dan lembut. Tangannya memegang erat pinggangku. Mungkin ia merasakan tubuhku yang akan terjatuh, karena tubuhku memang sudah melemas. Semua sentuhan kyuhyun membuat energiku tersedot habis.

Tanganku yang sejak tadi mencengkram bahu kyuhyun, mulai beralih ke lehernya. Mengalungkannya erat, sesekali mengelus rambutnya.

Kyuhyun melepaskan bibirnya dari bibirku setelah… entah berapa lama kami berciuman. Nafasku sedikit terengah karena ciuman tadi, aku benar-benar tidak bisa bernafas. Aku memalingkan wajahku begitu merasakan mata kyuhyun yang masih lekat menatapku. Tangannya meraih daguku agar menatap matanya.

“Kau harus segera menceraikan Donghae hyung, dan aku akan membawamu ke cielo. Aku tidak menerima penolakan! Itu sudah harga mati bagimu”

 

Tbc–

Advertisements

3 thoughts on “Lamia (Another Story of Vampire) – Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s